Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Tuesday, February 11, 2020

Ilusi Identitas Tunggal


Identitas bisa menjadi persoalan rumit. Begitu pendapat Amartya Sen, Penerima Hadiah Nobel bidang Ilmu Ekonomi (1998), menyimpulkan pengalamannya di Bandara Heathrow, London, Inggris, beberapa tahun silam. Dari pengalaman kecil di Bandara Heathrow itu, juga pengalaman hidupnya, Sen sampai pada kesimpulan bahwa ”sesungguhnya, berbagai masalah sosial-politik saat ini, berkisar di seputar perseteruan akibat penegasan identitas yang berlainan di antara kelompok yang berbeda-beda, sebab konsepsi tentang identitas ini memang memengaruhi pikiran dan tindakan kita melalui berbagai cara” (Amartya Sen, 2006).
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/ilusi-identitas-tunggal-by-trias.html]
Di panggung global pun demikian. Politik global didominasi identitas ketimbang ideologi. Sen mengatakan, pertikaian politik global kerap kali dipandang sebagai suatu kewajaran akibat adanya perbedaan agama atau budaya di dunia. Masih menurut Sen, makin lama dunia ini makin dipahami, meskipun hanya secara tersirat, sebagai suatu federasi agama-agama atau peradaban-peradaban. Pemilahan penduduk dunia berdasarkan peradaban dan agama itu melahirkan sebuah pendekatan “soliteris” terhadap identitas manusia. Yakni, pendekatan yang memandang manusia hanya sebagai bagian dari suatu kelompok semata; dalam hal ini berdasarkan peradaban atau agamanya. Dengan demikian, pendekatan soliteris tersebut, mengabaikan aspek-aspek lain, yang dipakai seseorang untuk membedakan dirinya dengan orang lain.
Politik Identitas

Istilah identity (identitas) dan identity politics (politik identitas), dipopulerkan oleh ahli psikologi Erik Erikson selama dasawarsa 1950-an. Kemudian, istilah tersebut dipakai dalam politik kultural pada tahun 1980-an dan 1990-an (Francis Fukuyama, 2018). Tetapi, menurut Frank Furedi (2017), benih-benih mulai tersemainya politik identitas terjadi pada akhir abad ke-18. Pada saat itu, politisasi identitas menarik energinya dari reaksi konservatif terhadap Fajar Budi (Enlightenment), dan terutama kemenangannya atas universalisme. Mereka ini mengecam gagasan universalitas manusia dan mengklaim bahwa hanya identitas yang penting yakni kelompok-kelompok dan orang-ortang tertentu. Tetapi, segera setelah PD II, politik identitas nasionalis menjadi termajinal (karena pengalaman kekejaman Nazi Hitler).

Sejak itu, politik identitas membutuhkan dua dekade untuk bangkit lagi. Tetapi, saat itu,yang muncul adalah politik identitas kiri bukan politik identitas kanan. Yakni yang mempromosikan politik identitas berkaitan dengan kelompok. Secara substantif, ketika itu, politik identitas dikaitkan dengan kepentingan anggota-anggota sebuah kelompok sosial yang merasa diperas dan tersingkir oleh dominasi arus besar dalam sebuah bangsa atau negara. Di sinilah ide tentang keadilan untuk semua menjadi sangat relevan. Di AS, para penggagas teori politik identitas berdalil bahwa praktik pemerasanlah yang membangun kesadaran golongan yang diperas, khususnya masyarakat kulit hitam, masyarakat yang berbahasa Spanyol, dan etnis-etnis lainnya yang merasa terpinggirkan oleh roda kapitalisme yang berpihak kepada pemilik modal yang umumnya dikuasai golongan kulit putih tertentu (Ahmad Syafii Maarif, 2012). Di Indonesia, menurut Ahmad Syafii Maarif dalam acara “Nurcholish Madjid Memorial Lecture” (NMML), di Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, pada 21 Oktober 2009, politik identitas lebih terkait dengan masalah etnisitas, agama, ideologi, dan kepentingan-kepentingan lokal yang diwakili pada umumnya oleh para elite dengan artikulasinya masing-masing.

Ideologi kebencian menempatkan secara khas orang ke dalam komunitas berdasarkan dimensi tunggal sehingga mengalahkan afinitas beraneka segi (multifaceted) klas, seks, politik, dan kepentingan personal yang membentuk identitas individual. Di Eropa, hal tersebut diungkapkan oleh partai-partai anti-imigran (yang dikaitkan dengan terorisme, identitas agama dan budaya; mereka anti-imigran dari Timur Tengah dan Afrika) dan anti-Uni Eropa. Misalnya, Front Nasional (FN) di Perancis, Partai untuk Kebebasan di Belanda, Partai Kebebasan (FPÖ) di Austria, Partai Sosial Demokrat di Swedia, Jobbik di Hungaria, Partai Demokratik Slovenia, dan Alternatif untuk Jerman (AfD). Kemenangan kelompok Brexit di Inggris dan Donald J Trump di AS juga merupakan contoh lain, kuatnya politik identitas. Kedua-duanya didorong oleh perlawanan terhadap imigrasi. Karena para imigran dianggap akan menyerobot atau merebut pekerjaan dari para pekerja asli, kelahiran Inggris dan AS.
Identitas Nasional

Sen memperingatkan bahwa pandangan “soliteris” terhadap indentitas manusia adalah jelas-jelas palsu, dan pandangan itu juga dapat berbahaya. Pandangan semacam itu bertentangan dengan pandangan klasik, tetapi masuk akal dan terbukti menjadi kekuatan, yakni bahwa “kita umat manusia semua sama” dan bahwa “kita semua berbeda-beda dalam keberagaman”; bahwa “manusia itu beragama-ragam suku, agama, etnis, ras, dan budaya”; dan “yang beragam-ragam itu semestinya diyakini sebagai rahmat dan menjadi kekuatan.” Akan tetapi, pandangan “soliteris” mengingkari pluralitas tersebut. Padahal, semestinya pluralitas dimuliakan menjadi pluralisme, yakni kesadaran menerima perbedaan, mengakui keragaman secara sadar untuk mencapai tataran kebersamaan lebih baik sesuai dengan idealitas perjuangan bangsa dan negara. Banyak contoh negara yang hancur karena menafikan kemajemukan, pluralitas dan lebih menonjolkan kebencian sektarian. Kebencian sektarian bila terus-menerus diteriakkan, digembar-gemborkan, dihembus-hembuskan akan berubah menjadi nyala api yang mahadahsyat dan akan membakar serta bahkan menghanguskan, menghancurkan sebuah bangsa. Apa yang terjadi dulu di Bosnia, Rwanda, Kosovo, Sudan, Nigeria, dan banyak negara lain menjadi contohnya. Semua itu terjadi karena lemahnya identitas nasional atau juga karena ilusi adanya identitas tunggal. Persoalan besar yang dihadapi negara-negara di Timur Tengah—seperti Suriah, Yaman, dan Libya—adalah lemahnya identitas nasional itu.

Negara-negara itu telah menjadi negara gagal. Negara-negara lain seperti Afganistan, Irak, dan Somalia begitu menderita karena tercabik-cabik perang saudara, pemberontakan, dan khaos. Negara-negara lain, seperti Kenya (berpenduduk 51 juta, dengan paling kurang 40 kelompok etnik berbeda) dan Nigeria (berpenduduk 196 juta, dengan 250 kelompok etnik berbeda) misalnya, secara etnik dan agama terpecah; stabilitas (meski tidak benar-benar stabil) bisa terjaga karena kelompok-kelompok etnik silih berganti memegang kekuasaan untuk merampok negara (korupsi). Tentu, negara-negara tersebut berbeda, misalnya, dengan Jepang, Korea, dan China yang identitas nasionalnya sudah mapan, bahkan sebelum mereka mulai memodernisasi diri. Mereka telah melalui jalan penderitaan perang saudara, pendudukan, dan perpecahan. Namun, mereka dapat membangun di atas fondasi tradisi yang kuat dan tujuan nasional bersama, setelah konflik berhasil diatasi. Fukuyama mencatat, sekurang-kurangnya ada enam arti penting identitas nasional untuk mempertahankan tatanan politik moderen berhasil. Pertama, keamanan fisik (tidak terpecah-belah seperti Suriah atau Libya). Kedua, identitas nasiona penting bagi kualitas pemerintah: tingkat korupsi rendah dan pelayan public efektif. Ketiga, memfasilitasi pembangunan ekonomi.

Jika orang tidak bangga terhadap negaranya, mereka tidak akan bekerja atas nama negara. Kuatnya identitas nasional di Jepang, Korea Selatan, dan China telah menghasilkan elite yang sangat fokus pada pembangunan ekonomi negerinya. Keempat, meningkatkan radius kepercayaan (trust). Kepercayaan bagaikan minyak pelumas yang memfasilitasi baik partisipasi politik dan ekonomi. Kelima, identitas nasional penting untuk mempertahankan jaringan pengaman sosial yang kuat sehingga mengurangi ketimpangan ekonomi. Dan, keenam, indentias nasional memungkinkan demokrasi liberal berjalan sebagaima mestinya. Kiranya pengalaman bangsa-bangsa lain, baik yang identitas nasionalnya lemah dan yang memiliki identitas nasional kuat, menjadi cermin yang bisa kita gunakan untuk berkaca. Dengan demikian, kita memiliki pilihan bebas, mau ke mana hendak melangkah: mau hancur atau berjaya. Apabila, kita cenderung menonjolkan kebencian sektarian dan menganut pandangan soliteris, demi yang namanya kekuasaan, maka kita akan mengikuti jalan negara-negara gagal.***
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/ilusi-identitas-tunggal-by-trias.html]
Source : https://triaskun.id/2018/10/23/ilusi-identitas-tunggal/

2 comments:

  1. Sangat setuju Bro,semoga menjadi perhatian kita bersama.ILC tadi malam ,bagi saya pribadi,sudah kelihatan siapa di antara para pemimpin dan calon pemimpin yang terbuka untuk itu!👍👍

    ReplyDelete
  2. Sangat setuju Bro,semoga menjadi perhatian kita bersama.ILC tadi malam ,bagi saya pribadi,sudah kelihatan siapa di antara para pemimpin dan calon pemimpin yang terbuka untuk itu!👍👍

    ReplyDelete

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Jokowi (58) Pembangunan Jokowi (54) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) imlek (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) hmki (5) kota tangsel (5) natal (5) pengurus (5) peresmian (5) relawan (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Breaking News (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) barongsai (3) jakarta (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Relawan Jokowi (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) amandemen (2) jokowi 3p (2) jokpro (2) news (2) perjuangkan (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1) breaing news (1) karo (1) kontemporer (1) tari (1)