Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Monday, December 31, 2018

SRI MULYANI: MENTERI TERBAIK KARENA PRESIDEN NYA BAIK !

Sunday, December 30, 2018

Presiden Jokowi: Jembatan Udara Mempersatukan Indonesia

Seperti di Eropa begini Papua Sekarang Berkat Jokowi


Mahfud MD Tak Ada Larangan dalam Islam untuk Ucapkan Selamat Imlek

Prof. Mahfud MD: Jangan Apa-apa Haram! Kafir! Dikit-dikit Bid'ah!

PRESIDEN JOKOWI MINTA SEMUA PIHAK PISAHKAN SOAL POLITIK DAN AGAMA


Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Pisahkan Soal Politik dan Agama
Presiden Joko Widodo meminta semua pihak agar memisahkan persoalan politik dan agama. Menurut Presiden, pemisahan tersebut untuk menghindari gesekan antarumat.
“Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada, karena pilgub, pilihan bupati, pilihan wali kota, inilah yang harus kita hindarkan,” kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017), seperti dikutip Antara.
Karena rentan gesekan itulah, Presiden meminta tidak ada pihak yang mencampuradukkan politik dan agama.
“Dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik,” kata Jokowi.
Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk menghindari konflik horizontal, seperti antarsuku atau antaragama. Keberagaman suku, agama, dan bahasa, kata Kepala Negara, justru harus jadi kekuatan NKRI.
“Saya hanya ingin titip ini mumpung pas di Sumatera Utara, ingin mengingatkan semuanya bahwa bangsa kita terdiri dari macam-macam suku dan agama, bermacam-macam ras,” ungkapnya.
Presiden menyebutkan bahwa Indonesia terdiri atas 714 suku dan 1.100 bahasa daerah. Itu menjadi keanekaragaman bangsa yang harus terus ditanamkan kepada masyarakat.
“Suku yang saya ingat, Suku Gayo, Suku Batak, Suku Sasak, Suku Minang, Suku Dayak, Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi, yang paling ujung timur Suku Asmat, Suku Bugis, dan yang lain-lainnya,” sebut Jokowi.
Presiden meminta para pemuka agama untuk mengingatkan para umatnya tentang keragaman yang harus dirawat agar tidak menimbulkan perpecahan.
“Para ulama agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan pada kita semua, bahwa kita ini memang beragam, anugerah yang diberikan Allah bahwa kita beragam,” katanya.
Presiden mengatakan, jika perbedaan bisa dirawat dan dipersatukan akan menjadi kekuatan besar.
“Ini ada sebuah kekuatan besar, sebuah potensi besar, tetapi kalau kita tidak bisa menjaga dan merawat, ada gesekan, ada pertikaian, itulah yang harusnya yang awal-awalnya kita ingatkan,” ujar Jokowi.
Jangan mencampurkan persoalan agama dan politik, Jika dua hal itu bercampur, potensi untuk menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat sangat tinggi.


Sumber berita Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Pisahkan Soal Politik dan Agama : kompas.com

PRABOWO DAN AGAMA



Posisi saya sebenarnya agama seseorang tidak  menjadi penentu buat saya untuk memilih seseorang untuk menjadi pemimpin. Melihat Prabowo dipersoalkan kemampuannya sholat, membaca Al-Qur’an atau menjadi Imam itu juga saya tidak peduli. Ketika beredar video dan foto Prabowo berjoget ria dalam acara perayaan Natal, saya juga berfikiran “so what?”.

Saya juga tidak heran misalnya ketika melihat video,  seorang Prabowo, yang mengikuti ritual Natal agama Nasrani dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu-lagu rohani, yang nota bene adalah bagian dari ritual agama Kristen, menurut teman saya yg Kristen. Membuat saya bertanya-tanya juga: Prabowo Kristen atau Islam yg ultra moderat?

Tetapi kemudia saya sadar, apa hak saya dan kita semua menghakimi ke Islaman Prabowo? Sama seperti apa hak orang menghakimi ke Islaman saya karena saya tidak pakai jilbab?

Bagi saya, dan saya percaya ini berlaku bagi publik di negara manapun, untuk memilih pemimpin, yang paling penting adalah karakter seseorang. Pemimpin yang baik bagi saya adalah yang jujur, bekerja keras, memberi perhatian detil pada pekerjaannya untuk menjamin kesuksesan, secara “genuine” peduli pada rakyatnya, terutama yang dari kelompok lemah, terbuka,  transparan, sederhana, rendah hati, “acessible” dan mampu menyelesaikan konflik. Yang paling penting dari semua karakter adalah sikap yang demokratis, yang terbuka pada kritikan dan masukan, bergerak dalam koridor hukum, bahkan menghormati oposisi. Agama seharusnya tidak jadi faktor penentu.

Menjadi masalah besar soal agama ini apabila hal itu dijadikan alat untuk meraih kekuasaan. Lebih parah lagi, apabila agama seseorang dimanipulasi sedemikian rupa, seolah-olah Calon Pemimpin itu merupakan simbol dari agama tertentu. Prabowo sudah dan sedang dijadikan simbol agama Islam sejak Pilpres tahun 2014 berlanjut ke Pilgub DKI 2017 sampai sekarang oleh kelompok Ultra kanan dan radikal, yang kita tahu siapa mereka.

Prabowo tahu bahwa dijadikannya dia menjadi seolah-olah simbol Islam adalah kebohongan publik yang luar biasa. Tampilan dia yang tidak bisa baca Al-Qur’an, salam Islam yang dia ucapkan belepotan, yang menyebabkan dia tidak mampu jadi Imam, bukanlah tampilan seorang simbol Islam seperti yang  dimengerti publik. Oleh karena itu dia marah waktu ditanya ulama apakah dia mampu baca Al-Qur’an atau   tidak dan apakah dia mampu jadi Imam dalam sholat berjamaah. Dia marah dan mengatakan bahwa dia bukan santri, dia tidak belajar Islam di pesantren, ada orang yang lebih baik dari dia, apa salahnya orang lain yang jadi Imam sholat? Dia berteriak: Kenapa itu jadi persoalan?

Bagi saya dan bagi publik Indonesia, yang menjadi persoalan seharusnya  bukanlah Prabowo yang tidak bisa baca Al-Qur’an sehingga tidak bisa menjadi Imam, atau mengikuti ritual kebaktian agama Kristen, tetapi kebohongan publik yang Dia ciptakan dengan membiarkannya menjadi simbol Islam dan menuduh lawannya anti Islam. Dia memanipulasi agama untuk memenangkan pertarungan menjadi Presiden.

Persoalan terbesar dari semua cara Prabowo untuk meraih kekuasaan Presiden adalah dengan menghalalkan segala cara. Bahkan dia  menutup mata bahwa cara-cara yang dia pakai  menjadikan bangsa kita terpecah belah, antar umat beragama diadu domba, dan umat sesama agama pun diadu domba. Saya khawatir ramalannya bahwa Indonesia akan punah tahun 2030 justru akan menjadi kenyataan, tapi bukan karena kalau Jokowi kembali menjadi Presiden, tetapi apabila  Prabowo memenangkan Pilpres dengan cara-cara yang dia lakukan sekarang.

Prabowo, yang ultra moderat, barangkali berfikir bahwa suatu saat apabila dia memenangkan pertarungan kursi Presiden, dia akan mampu mengendalikan kelompok ultra kanan yang dia jadikan kenderaan untuk tidak melaksanakan agenda mereka : menjadikan Indonesia sebuah khilafah dan mengganti  dasar-dasar negara kita dan menerapkan syariat agama tertentu. Mana mungkin seorang yang ultra moderat Islam membiarkan hal itu terjadi? Ini yang sekarang berusaha ditampilkan oleh pendukung-pendukungnya dengan mengeluarkan videonya mengikuti perayaan Natal itu untuk meyakinkan publik bahwa dia bukanlah seorang yang ultra kanan.

Seorang aktifis perempuan teman saya yang berada di kubu Prabowo pernah mengatakan bahwa strategi dia adalah  sebaiknya bergabung dengan suatu  kekuatan yang tidak bisa dilawan, lalu kemudian pimpinlah kekuatan itu untuk dikendalikan. Mungkin ini salah satu halusinasi Prabowo yang dia camkan ke pendukung moderatnya, untuk memimpin Indonesia dengan memanfaatkan  kelompok agama ultra kanan itu.

Apakah Prabowo mampu mengendalikan kelompok ultra kanan dan radikal apabila dia menjadi Presiden? Apakah Prabowo yakin, bahwa gerakan yang sedang dia kendarai saat ini akan tunduk pada dia dan tidak akan memindahkan dukungannya kepada seseorang lain, (yang saat ini belum kelihatan),  untuk terus menggulirkan agenda mereka? Apakah tuduhan yang sama kepada Jokowi sekarang sebagai anti Islam dan kriminalisasi ulama tidak akan dikenakan kepada Prabowo apabila dia berusaha mengendalikan kekuatan penghancur NKRI ini?

Bagi saya dan publik Indonesia, jelas bahwa Prabowo adalah seorang Machiavelis, dia tidak malu-malu berbohong, dia tidak segan-segan memanipulasi agama, bahkan mungkin membelakangi imannya sendiri, demi memenangkan pertarungan kekuasaan. Dugaan saya, berdasarkan rekam jejaknya, yang menghalalkan segala cara, dia tidak akan segan-segan melakukan kekerasan termasuk menculik dan menyiksa orang-orang yang kritis, dia akan melakukan cara yang sama yang dilakukan Orde Baru untuk mempertahankan kekuasaan dan melemahkan kekuatan-kekuatan yang melawan dia. Itu adalah gambaran yang hampir pasti terjadi apabila Prabowo menjadi Presiden. Karakternya yang Machiavelis akan menjadi karakter ke Presidenannya.

Jadi, bagi kelas menengah Indonesia, yang saat ini belum menentukan pilihan, pelajari karakter Calon Presiden kita. Jatuhkan pilihan pada seseorang yang sudah terbukti jujur, sederhana, terbuka, aksesibel, demokratis, pekerja keras, mampu memberikan perhatian pada hal-hal detil dan genuinely peduli pada kesejahteraan rakyatnya. Jangan salah pilih, karena kucing sudah diluar karung ...

Jakarta, 29 Des 2018.
Emmy Hafild/sos/par

Sri Mulyani BONGKAR..!! SBY dan BOEDIONO Terlibat Kasus Century..?

CERDAS! BELA JOKOWI, SRI MULYANI BUNGKAM YANG SUKA NYINYIR HUTANG INDONESIA

Sri Mulyani Salut!!!! Tidak Ada Presiden di Dunia Seperti Jokowi

BUDIMAN SUDJATMIKO HABISI ROCKY GERUNG & SINDIR FADLI ZON ~ FAHRI HAMZAH

Rocky Gerung Dikeroyok Ali Mochtar Ngabalin ft Akbar Faisal

Friday, December 28, 2018

Surat Terbuka untuk Amien Rais


Saudara Amien Rais yang kami hormati,
Setelah memerhatikan perkembangan kehidupan politik di negeri kita Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini, khususnya kiprah Saudara sendirian ataupun bersama Partai Amanat Nasional (PAN), kami sebagai bagian dari penggagas dan pendiri PAN merasa bertanggung jawab dan berkewajiban membuat pernyataan bersama dibawah ini demi mengingatkan akan komitmen bersama kita pada saat awal pendirian partai sebagai berikut:

1. PAN adalah partai reformasi yang menjunjung tiggi kebebasan berpendapat dan menegakkan demokrasi setelah 32 tahun dibawah kekuasaan absolut orde baru yang korup dan otoriter.

2. PAN adalah partai yang berazaskan Pancasila dengan landasan nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama.

3. PAN adalah sebuah partai modern yang bersih dari noda-noda orde baru dan bertujuan menciptakan kemajuan bagi bangsa.

4. PAN adalah partai terbuka dan inklusif yang memelihara kemajemukan bangsa dan tidak memosisikan diri sebagai wakil golongan tertentu.

5. PAN adalah partai yang percaya dan mendukung bahwa setiap warga negara berstatus kedudukan yang sama di depan hukum dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara, tidak mengenal pengertian mayoritas atau minoritas.

Dengan menggunakan kacamata prinsip-prinsip PAN tersebut diatas, kami mendapatkan kesan kuat bahwa Saudara Amien Rais (AR)  sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN, seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip itu.

- Saudara makin lama makin cenderung ekslusif, tidak menumbuhkan kerukunan bangsa dalam berbagai pernyataan dan sikap politik saidara..

- Saudara sebagai tokoh reformasi yang ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan orde baru, telah bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang beraspirasi mengembalikan kekuatan orde baru ke kancah politik Indonesia

- Saudara telah menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan.

- Saudara sebagai ilmuwan ilmu politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang  kebangkitan PKI di negeri kita.

- Saudara sebagai orang yang berada diluar struktur utama PAN terkesan berat menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya dengan terus menerus melakukan manuver politik yang destruktif bagi masa depan partai.

Atas dasar pertimbangan semua itu, kami sebagai bagian dari pendiri PAN yang bersama saudara saat itu meyakini prinsip-prinsip yang akan kita perjuangkan bersama, menyampaikan surat terbuka ini sebagai pengingat dari sesama kawan.

Untuk itu barangkali sudah saatnya Saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, dan menempatkan diri Saudara sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri kita.

Salam hormat dari kami semua,
Jakarta,  26 Desember 2018
Abdillah Toha
Albert Hasibuan
Goenawan Mohammad
Toeti Heraty
Zumrotin

T4M-P4R4N Telak! 11 Juta Jamaah 212 Bungkam, PRABOWO RAYAKAN NATAL

Thursday, December 27, 2018

Mereka bicara tanpa intelektual yg mereka miliki, namun bicara/berprilaku seperti hewan/binatang buas di hutan belantara.


Karena ilmu kejiwaan seperti yg dipakai oleh Trump/Pres.AS saat pippres, mereka bicara  tanpa intelektual yg mereka miliki, namun bicara/berprilaku seperti hewan/binatang buas di hutan belantara. Dibawah ini adalah ilmu jiwa yg menghancurkan intelektual yg mereka miliki seperti kita.

 "HYPNOWRITING an CROC BRAIN"

(Haryoko R. Wirjosoetomo)

Ada hal menTVarik yang saya temukan dalam Expert Sharing tentang Literasi Digital di kantor Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu, di mana saya menjadi salah satu pembicaranya.

Seluruh hadirin di ruang pertemuan tersebut adalah sarjana dari berbagai Universitas ternama di Indonesia.
Tentu saja mayoritas hadirin adalah Alumni Universitas Gadjah Mada, karena acara tersebut sebenarnya digagas hanya untuk anggota grup Kagama Virtual saja.

Jika pada akhirnya mengundang peserta dari luar grup, semata karena Kementerian Kominfo tertarik dengan materi yang akan kami sharingkan dan memutuskan untuk menanggung seluruh biaya pelaksanaannya.

Nah, apa yang menarik bagi saya?

Ternyata 100-orang lebih di ruangan tersebut, bahkan sesama Pembicara lain juga, tidak menyadari bahwa sebagian terbesar status-status atau meme-meme di media-sosial yang menimbulkan kontroversi memang di-desain secara khusus untuk memicu perdebatan, percekcokan, silang sengkarut orang ramai.

Targetnya menciptakan Segregasi Sosial berdasarkan kelompok; membangun dan mengentalkan sikap ingroup-outgroup dalam masyarakat.

Tujuan akhirnya?
Menciptakan Kelompok Pendukung politik yang fanatik, pemarah dan 'Kebal terhadap Data dan Fakta' yang disodorkan kepadanya.

Kok bisa? Bisa saja..., bisa sekali!
Dengan cara bagaimana?
Menggunakan teknik Hypnowriting!

Bagaimana saya bisa bicara demikian?
Karena saya mengetahui teknik tersebut, menguasainya dengan baik dan sudah lama menggunakannya untuk keperluan wawancara investigasi.

Pertanyaan berikutnya, "Siapa orang-orang yang menggunakan Teknik Hypnowriting di atas?"

Para Cyber-Army kedua kubu-politik yang bersaing, baik di kubu-Pemerintah maupun Oposisi!
Mereka (para Cyber Army), bisa relawan, bisa pula orang profesional, tentara-Cyber sewaan, Cyber-Mercenaries.

Apa yang disasar?
CROC BRAIN manusia, dimana Security/Insecurity Feeling berada.
Kedua jenis perasaan tersebut adalah Basic Instinct, Landasan Survival Spirit Manusia.

Cara menguliknya bagaimana?
Dengan mendesain narasi-narasi dan gambar-gambar yang disisipi Pesan Subliminal, yakni 'Pesan Tersembunyi'.

Pesan tersembunyi tersebut berupa Pesan yang tidak akan ditangkap oleh Neo-Cortex di mana pikiran Kritis dan Logika berada, namun langsung menusuk ke Croc Brain!

Contoh nyata,
Apa (yang jadi) target menggembar-gemborkan isu 10 juta naker-Cina masuk ke Indonesia?
Rasa takut kehilangan pekerjaan, rasa takut tidak-kebagian lapangan kerja, rasa takut menganggur.

Konsekuensinya?
Reaksi-Primitif pun akan langsung terpicu pada saat Croc Brain merasa terancam.

Dan hampir semua orang tidak paham, bahwa REAKSI PRIMITIF CROC BRAIN TIDAK DAPAT DIHADAPI DENGAN DATA.

Silahkan Anda berbusa-busa menyangking Data satu gerobak dari sumber-sumber yang kredibel..., percumaaa Saudara... Kenapa?

Karena, DATA, hanya bisa dicerna oleh otak modern, Neo Cortex, bukan oleh Croc Brain.

Jadi, terjawab sudah keheranan Anda soal kebal-data itu kan?

Lalu bagaimana menghadapinya?
Silahkan sajikan Data, ga masalah.
Hanya saja sejak sekarang, sebaiknya Anda mesti membangun kesadaran bahwa Data tersebut tidak untuk mereka yang kebal data!

Tapi untuk memelihara kewarasan orang lain yang masih mengedepankan Neo Cortex-nya untuk berpikir.

Itu target yang harus Anda bidik.

Cinere, 11 Juni 2018

Haryoko R. Wirjosoetomo

Tulisan ini pada awalnya saya buat khusus untuk kerabat Kagama Virtual.
Atas permintaan rekan-rekan grup tersebut, saya tulis di wall pribadi agar bisa di share kepada kerabat lain yang bukan alumni UGM.

Mulai ngerti kan kita kenapa orang-orang pinter bisa kena hal-hal yang gak masuk akal?!?!

Penulis (Haryoko R. Wirjosoetomo) adalah konsultan psikologi, banyak memuat tulisan sejenis, bisa browsing untuk menemukannya.

Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan KEWARASAN kita masing-masing.


Sekilas pengertian ISTILAH:  CROC BRAIN DAN HYPNOWRITING
===================================================
Kenapa oposisi yang notabene orang-orang berpendidikan (mulai Dosen, Dokter, Ilmuwan, Mahasiswa dan orang-orang terpelajar lainnya) banyak yang tersangkut dengan kasus hukum hanya karena hate speech (ujaran kebencian)? Apakah karena tidak bisa mengontrol emosi? Apakah karena sifa pembenci?
Padahal mereka adalah orang-orang yang seharusnya mengedepankan rasionalitas.
Sejujurnya saya agak terkejut ketika membaca aritikel dari Bpk. Haryoko R. Wirjosoetomo tentang Hypno Writing. Tentang Narasi Digital, tentang sebuah ilmu mengenai penulisan meme dan narasi di kelompok-kelompok yang cenderung radikal. Satu hal yang bisa ditarik kesimpulan adalah, Hypno Writing berdampak dan menimbulkan pola pikir primitif, barbar dan tidak mau menerima informasi yang faktual.
Oleh beliau disebut Croc Brain. Setelah saya googling, croc adalah singkatan dari crocodile yang artinya buaya dan brain artinya otak. Jadi, croc brain artinya artinya otak buaya. Wadhuuhh…. Ngeri, bukan?
Jika diamati dan dicermati, kita semua jadi maklum semaklum-maklumnya kenapa pendukung partai-partai oposisi yang disebut Kampret akan bersikeras menolak data dan Informasi yang kredibel. Mereka akan menutup diri dengan informasi-informasi yang lebih relevan. “Pokok e sampeyan salah, aku yang bener.” Itu fakta yang terjadi, bukan ?
Ketika Jokowi diisukan PKI, apa yang ada di pikiran mereka? PKI adalah kejam. PKI pernah makar. PKI memusuhi ulama.
Setelah isu PKI, lalu muncul Jokowi tidak Pro Islam, mengkriminalisasi ulama, apa eksesnya? Ruang isi kepala mereka semakin dibutakan oleh fakta bahwa Jokowi sudah puluhan kali berkunjung ke pesantren-pesantren, Jokowi bahkan memikirkan agar dari pesantren muncul santri-santri yang berkwalitas dalam berusaha dan berbisnis.
Yang paling fatal dikatakan adalah bahwa “Rezim Jokowi telah mendatangkan pekerja ilegal dari China”. Maka para pendukung mereka akan gelap mata dan dalam  alam bawah sadar mereka akan berpikir ringkas: Celaka! Lapangan kerja sudah direbut oleh China. Celaka! China telah menguasai ruang-ruang yang saya butuhkan. Lalu aku mau kerja apa? Ini yang membuat mereka semakin kalap.
Apakah narasi digital yang membuat banyak orang menjadi primitif dikerjakan oleh orang sembarangan? Ya, jelas tidak, Dul. Mereka mempunyai team ahli. Mereka mempunyai tenaga ahli di bidangnya agar kemenangan yang 48% di Pilpres 2014 menjadi modal.
Jika ustadz Tengku, akun Gerindra serta PKS membuat hiruk pikuk termasuk #GantiAnu, sejatinya mereka selalu dan selalu menghipnotis para pendukungnya agar semakin terlelap, semakin bisa diengkuk-engkuk  untuk dijadikan perkedel. Jika ke depan, apalagi tahun politik, polisi semakin sibuk menangkapi orang-orang yang menghina presiden, tentu ini sejatinya kontra produktif. Kasihan Pak Polisi. Namun, bagaimana lagi? Mau dibiarkan? Ya, rusak negeri ini.
Itulah cara-cara primitif dan bar-bar. Kasihan para pendukung oposisi, bukan?

Sunday, December 23, 2018

UNTUK HMI YANG UNJUK RASA BELA MUSLIM UIGHUR DI CINA

Ilustrasi saja

SURAT TERBUKA UNTUK HMI YANG UNJUK RASA BELA MUSLIM UIGHUR DI CINA
oleh Novi Basuki, santri yang kini terdaftar sebagai Mahasiswa Sun Yat-sen University, Guangdong, Cina

MOJOK.CO – Santri yang lagi kuliah di Cina ini bikin surat terbuka untuk sahabat-sahabat HMI yang melakukan demo ke Kedutaan Besar Cina di Jakarta soal bela muslim Uighur.

Oke, jadi begini.

Disebabkan kakanda dan ayunda sekalian sudah ngegas duluan dengan menggelar unjuk rasa serempak di beberapa kota wabil khusus di Kedutaan Besar Cina di Jakarta, saya merasa tak perlu untuk banyak berbasa-basi di surat ini. Saya mau langsung ke pokok permasalahan saja.

Begini. Ada satu kalimat dalam Kitab Han (Han Shu) susunan Ban Gu (32–92) yang berbunyi: “Bai wen bu ru yi jian.”

Terjemahan ugal-ugalannya: “Informasi yang didapat dari mendengar penuturan orang sebanyak seratus kali, keakuratannya akan kalah dengan yang diperoleh dari melihat sendiri meski cuma sekali.”

Saya tiba-tiba kepikiran wejangan tersebut sehabis membaca berita berisi pernyataan kakanda Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Ketum PB HMI) yang bilang kaum Uighur di Xinjiang “dilarang beragama” oleh Pemerintah Cina.

Terus terang saya kaget dibuatnya. Awalnya saya kira medianya yang salah kutip. Eh, setelah saya menemukan video di Youtube, ternyata kakanda Ketum PB HMI memang mengatakan begitu dalam orasinya yang heroik di depan gedung Kedubes Cina, kemarin (18/12).

Saya jadi pengin tahu dari mana sebenarnya kakanda Ketum PB HMI mendapatkan informasi itu? Semoga bukan dari Ibu Ratna Sarumpaet ya?

Bukan apa. Sependek dan sesempit pengetahuan saya yang sejak 2010 menimba ilmu di Cina, saya tidak pernah tahu kalau Pemerintah Cina sampai melarang warganya dari suku mana pun untuk menganut agama apa saja yang hendak diimani.

Mau memeluk agama yang mesiasnya bernama Hulaihi Wasalam—umpamanya—ha monggoh. Tak akan ada masalah. Konstitusi Cina menjaminnya.

Makanya, kalau kakanda Ketum PB HMI lagi selo, saya sarankan membaca soal jaminan kebebasan beragama ini dalam Undang-Undang Dasar Cina Bab 2 Pasal 36. Agar nggak ganggu jadwal demo kakanda Ketum PB HMI yang padat merayap, saya bantu kutipkan sekaligus alihbahasakan di sini:

Warga negara Cina mempunyai kebebasan beragama. Instansi negara, kelompok masyarakat, dan perorangan tidak boleh memaksa warga negara untuk menganut agama atau tidak menganut agama.

Tidak boleh mendiskriminasi warga negara yang menganut agama dan yang tidak menganut agama. Negara melindungi aktivitas keagamaan yang normal (zhengchang de zongjiao huodong). Siapa pun tidak boleh melakukan kegiatan yang dapat merusak ketertiban sosial, merugikan kesehatan warga negara, dan merintangi sistem pendidikan negara dengan menggunakan agama.”

Na‘am, yang dijamin sama Pemerintah Cina bukan hanya kebebasan warganya untuk beragama, melainkan pula kebebasan mereka untuk tidak beragama dengan menjadi ateis a.k.a kafir kafah.

Sedangkan bagi yang beragama, Pemerintah akan terus berusaha mengayomi sepanjang aktivitas keagamaannya tetap berada dalam koridor “normal” alias tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku.

Mungkin terkecuali di bumi datar, saya haqqul yaqin tidak akan ada negara mana pun di bumi bulat ini yang akan tinggal diam mengetahui aktivitas keagamaan warganya yang kerjaannya memprovokasi jemaatnya untuk memberontak kepada pemerintahan yang sah, misalnya.

Sialnya, justru hal seperti itulah yang kini terjadi di Xinjiang yang kebetulan penduduknya mayoritas bersuku Uighur penganut agama Islam.

Kita tahu, orang-orang Uighur—terutama yang tinggal di Xinjiang bagian selatan—memang sudah lama ingin memerdekakan diri dari Cina. Bahkan sejak Cina masih dikuasai Dinasti Qing. Yakni sebelum Cina diperintah Partai Nasionalis yang pengaruhnya sejak 1949 disingkirkan Partai Komunis sampai sekarang.

Sejak dulu—sebagaimana dipaparkan Wang Ke dalam mahakaryanya yang berjudul Dong Tujuesitan Duli Yundong: 1930 Niandai zhi 1940 Niandai (Gerakan Kemerdekaan Turkestan Timur: 1930–1940) terbitan The Chinese University of Hong Kong—kelompok-kelompok separatis Xinjiang memang menggunakan agama (dalam hal ini Islam) untuk melegitimasi gerakannya.

Kenapa? Sebab, kata guru besar Kobe University itu, hanya agamalah yang bisa dipakai buat menarik simpati suku lain yang juga tinggal di sana. Andaikan kelompok-kelompok separatis Uighur memakai isu kesukuan, niscaya muslim bersuku Kazakhs yang juga tak sedikit jumlahnya di Xinjiang, akan sulit bersimpati kepada mereka.

Terbukti, bahkan kakanda dan ayunda yang berada di Indonesia pun bersimpati—untuk tidak menyebut “terkompori”. Padahal, yang dibidik oleh Pemerintah Cina—baik tatkala masih kedinastian maupun sekarang yang komunis—bukanlah agamanya. Juga bukanlah muslim yang moderat. Melainkan kelompok-kelompok separatis yang menggulirkan sentimen agama guna mencapai tujuan politiknya.

Anehnya, kelompok-kelompok separatis ini agaknya tidak benar-benar berniat memperjuangkan Islam. Buktinya, Jüme Tahir, imam besar Masjid Id Kah Xinjiang yang terkenal moderat dan pro-pemerintah itu pun dihabisi dengan keji selepas memimpin salat Subuh pada 30 Juli 2014 silam.

Akhirnya saya jadi bertanya-tanya: yang dibela oleh kakanda dan ayunda itu muslim Uighur yang mana?

Muslim Uighur yang moderat?

Meski sebenarnya mereka sih kayaknya nggak perlu dibela juga. Karena sepengamatan saya, mereka masih bisa beribadah dan berbisnis laiknya sedia kala. Ayo deh, mari kapan-kapan saya temani kakanda dan ayunda pergi ke Xinjiang untuk mengetahuinya. Ajak Abang Fadli Zon juga boleh deh.

Atau muslim Uighur yang suka membikin gaduh suasana Xinjiang pakai isu agama buat meraih agenda politiknya yang kakanda dan ayunda bela?

Ingat, justru muslim garis kaku nan ngamukan macam itulah yang—kata Profesor Beijing Foreign Studies University Xue Qingguo dalam esai bahasa Arabnya di harian Al-Hayat edisi 30 Agustus 2017—merusak citra Islam sebagai agama yang damai dan menjadikan “beberapa tahun belakangan Islamophobia mempunyai pangsa pasar yang cukup signifikan di Cina”.

Sebentar, sebentar, ini saya ngomongin negara mana sih sebenarnya? Kok rasanya rada-rada mirip sama sebuah negeri yang bentar lagi mau Pilpres ya?

https://mojok.co/nvb/esai/surat-terbuka-untuk-hmi-yang-unjuk-rasa-bela-muslim-uighur-di-cina/

Thursday, December 20, 2018

Adjie menyebut ada lima pengaruh yang membuat elektabilitas Prabowo-Sandiaga menurun paska Reuni Aksi 212



Penyebab Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Merosot Paska Reuni 212

Akurat

2018/12/19 20:58

Ikuti

Calon Presiden No urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan jutaan umat muslim dalam aksi reuni 212 di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Penyelenggaraan reuni ini merupakan kali kedua setelah juga dilakukan pada 2017 yang dikuti dari 21 Provinsi di Indonesia. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyimpulkan bahwa Reuni Aksi 212 tidak berpengaruh terhadap elektabilitas kandidat Pilpres 2019. Justru, paska Reuni 212 elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga menurun.

Survei dilakukan pada 5-12 Desember 2018 kepada 1.200 responden. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini adalah 2,8%.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, pada November 2018 elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin 53,2 persen. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 31 persen. Sedangkan paska reuni 212, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54 ,2 persen dan Prabowo-Sandi 30,6 persen.

"Pasca reuni 212, elektabilitas kedua Capres tidak banyak berubah dan cenderung stagnan," kata Adjie saat memaparkan hasil surveinya di Kantor LSI Denny JA, Jakarta Pusat, Rabu (19/12).

Adjie menyebut ada lima pengaruh yang membuat elektabilitas Prabowo-Sandiaga menurun paska Reuni Aksi 212. Pertama, mayoritas pemilih yang suka dengan Reuni Aksi 212 sulit dipengaruhi pernyataan Habib Rizieq Syihab (HRS), terutama terkait soal NKRI bersyariah dan seruan ganti presiden. Masih kata Adjie, responden yang menyatakan suka terhadap Reuni 212 hanya 12,8 persen yang mendukung pernyataan 2019 Ganti Presiden.

"Kedua yang kita lihat adalah ada pemilih yang datang ke Prabowo dan ada yang pergi ke Prabowo. Yang datang ke Prabowo terutama PA 212 dan FPI. Kemudian yang pergi dari Prabowo NU, Muhammadiyah, Ormas Islam lainya, dan yang tidak merasa dari Ormas Islam manapun," ujarnya.

Ketiga, kata Adjie, kepuasan responden atas kinerja Jokowi umumnya masih tinggi. Penilaian atas kinerja Jokowi sebagai presiden tidak banyak berubah sebelum ataupun sesudah Reuni Aksi 212 dan publik diketahui masih tetap puas di angka yang cukup tinggi, yakni sebesar 72,1 persen.

Keempat, Ma'ruf Amin dianggap menjadi jangkar Jokowi untuk pemilih muslim. Sekitar 65,8 persen pemilih setuju bahwa simbol Islam tidak bisa digunakan untuk menggerus dukungan terhadap petahana. Mengingat Jokowi memilih ulama sebagai wakilnya.

Kelima, responden menilai Jokowi bukan musuh Umat Islam. "Oleh karena itu, gerakan Reuni Aksi 212 tidak bisa digunakan untuk menjadikan Jokowi Musuh bersama," ujarnya.

Masih Pagi, Rupiah Sudah Nomor 1 di Asia!

Ilustrasi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat. Dolar AS semakin jauh dari level Rp 14.500 dan bisa saja terdorong ke kisaran Rp 14.300. 
Pada Rabu (19/12/2018), US$ 1 dibanderol Rp 14.430 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,45% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. 
Penguatan ini sudah bisa diperkirakan sebelumnya. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). 

Seiring perjalanan pasar, rupiah semakin galak. Pada pukul 08:04 WIB, US$ 1 sudah setara dengan Rp 14.410 di mana rupiah menguat 0,59%. 
Rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar AS di perdagangan pasar spot dalam 2 hari terakhir. Jika penguatan pagi ini bertahan sampai penutupan pasar, maka rupiah akan menguat selama 3 hari beruntun. 
Seperti rupiah, mayoritas mata uang utama Asia juga mampu menguat di hadapan greenback. Namun penguatan 0,59% berhasil membawa rupiah menjadi yang terbaik. Dalam hal penguatan terhadap dolar AS, tidak ada yang lebih baik dari rupiah di Asia. 
Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Benua Kuning pada pukul 08:07 WIB: 
 
Dolar AS Sedang Sepi Peminat
Rupiah dkk di Asia mampu memanfaatkan dolar AS yang memang sedang tertekan secara global. Pada pukul 08:09 WIB, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback secara relatif di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,21%. 

Seperti kemarin, investor masih menantikan rapat The Federal Reserve/The Fed yang semakin dekat. Akan tetapi, sepertinya semakin dekat ke pelaksanaan rapat yang ada malah kemungkinan kenaikan suku bunga jadi semakin tipis. 

Mengutip CME Fedwatch, kini probabilitas Jerome 'Jay' Powell dan sejawat menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2,25-2,5% adalah 68,9%. Kemarin, posisinya masih di 72,3% dan sepekan lalu ada di 75,8%. 


Proyeksi perlambatan ekonomi AS dan dunia membuat pelaku pasar mulai mengubah taruhannya. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini di kisaran 3,7%, dan tahun depan melambat menjadi 3,5%. 

Sedangkan ekonomi AS tahun ini diramal tumbuh 2,9% sebelum melambat ke 2,7% tahun depan. Kemudian pertumbuhan ekonomi Uni Eropa pada 2018 diperkirakan sebesar 1,9% dan melambat ke 1,8% pada 2019. 

Lalu ekonomi China tahun ini diproyeksikan tumbuh 6,6% sebelum melambat ke 6,3% tahun depan. Sementara ekonomi Indonesia tahun depan diperkirakan stagnan, sama dengan tahun ini yaitu tumbuh 5,2%. 

Oleh karena itu, kemungkinan The Fed menahan suku bunga kini menjadi semakin besar. Ada peluang The Fed sudah mulai dovish pada bulan ini, lebih awal dari perkiraan sebelumnya yaitu tahun depan. Dampaknya, dolar AS masih akan dijauhi oleh pelaku pasar. 

Apalagi dolar AS juga kehilangan kemolekannya karena imbal hasil (yield) obligasi AS yang semakin menurun. Pada pukul 08:11 WIB, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 1,3 bps. 

Yield di pasar sekunder akan menjadi patokan dalam penentuan kupon di lelang pasar perdana. Ketika yield turun, maka kupon tentu menjadi rendah dan kurang menarik. Pasar obligasi AS yang kurang atraktif ini membuat permintaan terhadap greenback ikut turun sehingga nilainya melemah. 

Rupiah bisa memanfaatkan situasi ini dengan kembali mencatat penguatan. Jika rupiah kembali ditutup menguat hari ini, maka akan menjadi apresiasi selama 3 hari beruntun.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)

https://www.cnbcindonesia.com/market/20181219081142-17-47026/masih-pagi-rupiah-sudah-nomor-1-di-asia/2

Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri. Saya sangat mencintainya.


Testimoni B.J. Habibie mengenai Presiden Jokowi dalam buku Menuju Cahaya:

= Ia Teguh di dalam Niat Baik =

Saya mengamati gerak juang Presiden Jokowi dan saya akui saya kagum kepadanya. Sebagai orang yang juga pernah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia, saya tahu, tidak mudah memimpin Indonesia. Negeri kita memiliki persoalan yang kompleks di berbagai bidang: politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan sebagainya. Banyak sekali pekerjaan rumah yang tak terselesaikan dan senantiasa menjadi tantangan berat bagi Presiden Republik Indonesia.

Tapi, Jokowi dengan sangat tenang membuat strategi yang cerdas dan mengurai satu per satu permasalahan di negeri ini. Jelas tidak mudah. Tapi, ia konsisten dan penuh komitmen melakukan niat baiknya. Dengan teguh, ia laksanakan apa yang menurutnya akan menjadi hal terbaik bagi rakyat Indonesia dan ia buktikan itu dengan proses yang penuh kesabaran.  Ia begitu banyak melakukan perjalanan ke daerah untuk memastikan semua proyek dan program pemerintah bagi rakyat bisa terselesaikan dengan baik. Ia memastikan segalanya ada di rel yang baik.

Sepanjang itu, ia digempur oleh kritikan, caci maki, dan penghinaan. Tapi, inilah hebatnya, ia tetap teguh berjalan dan mampu menahan diri. Ia mampu mengelola emosinya sehingga segala serangan itu tidak mengubah diri dan niat baiknya. Ia hadapi keadaan yang tajam dan penuh guncangan itu dengan kesabaran yang luar biasa. Kerja keras, niat baik, dan kesabaran adalah ciri kepemimpinan Jokowi yang sangat menonjol. Indonesia di dalam kepemimpinannya sedang dibawa menuju arah yang baik. Oleh sebab itu, saya setuju buku ini diberi judul  Menuju Cahaya. Ya, kita memang sedang diajak melangkah menuju terang.

Tantangan berat di depan nanti adalah bagaimana membangun manusia Indonesia yang tangguh di dalam alam kemajuan yang sangat agresif dan mengelola kekayaan alam nusantara agar mampu menyejahterakan rakyat secara adil. Saya yakin, Jokowi akan sanggup menciptakan hal-hal indah dan mengagumkan bagi negeri ini. Sebagai mantan Presiden Republik Indonesia dan bagian dari rakyat Indonesia, saya berterima kasih memiliki presiden seperti dirinya.

Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri. Saya sangat mencintainya.
BJ.Habibie

ANAK IDEOLOGIS ITU JAUH LEBIH BAIK DARI ANAK BIOLOGIS !


Ir.  KPH.  Bagas Pujilaksono WIDYAKANIGARA,  M. Sc.,  Lic. Eng.,  Ph. D.
UNIVERSITAS GADJAH. MADA, Yogyakarta


Kepada Yth,
Rakyat Indonesia
Di Nusantara

Hal: Playing the Victim

Dengan hormat,
Sebagai akademisi UGM,  saya sangat perihatin melihat totonan di panggung politik di tanah air jelang Pilpres dan Pileg 2019 yang kebanyakan tidak berkualitas dan tidak mendidik sama sekali.  Saya berani berspekulasi,  bahwa cara-cara seperti ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang moral dan etikanya pincang yang semata hidupnya hanya untuk memburu kekuasaan.

Pelanggaran UU Pemilu adalah perbuatan kriminal.  Mustinya,  siapa saja yang terlibat atau yang merasa dilibatkan,  membawa masalah ini ke ranah hukum, agar tidak menggelinding menjadi bola liar yang ujung-ujungnya hanya memfitnah pihak-pihak lain yang secara nalar sehat tidak punya kepentingan sama sekali.  Pernyataan politik dari Seorang Ketum Partai Politik tertentu yang menyebutkan pihaknya adalah bukan pesaing pak Jokowi adalah pernyataan politik yang prematur, salah alamat, sembrono dan gegabah.  Dalam hal ini, PDI Perjuangan sebagai bagian utama dari koalisi partai politik pendukung pak Jokowi, nalar sehat atau waras, PDI Perjuangan tidak punya urgensi dan kepentingan merusak atribut partai politik tertentu.  PDI Perjuangan sebagai partai besar yang perilaku politiknya bersifat ideologis, secara kelembagaan sangat menjunjung tinggi etika dan moral. Justru,  di masalalu,  fakta sejarah menunjukkan,  PDI Perjuangan yang selalu diusik keberadaannya oleh rezim yang berkuasa dan kader-kadernya diculik. Apa kepentingan dan keuntungan politik PDI Perjuangan mengusik keberadaan partai politik kelas gurem?  Tidak nalar!

Ada peribahasa jawa: nabok nyilih tangan yang artinya perbuatan jahatnya dilakukan dengan cara bermain drama politik seolah-olah orang lain yang melakukannya.  Padahal yang melakukan adalah oknum. Yang namanya oknum itu tidak merepresentasikan partai politik tertentu dan tindakan kriminalnya jelas bukan atas komando partai.  Tuduhan ini adalah cara-cara jahat dan pengecut. Pengerusakan atribut partai politik tertentu adalah pelanggaran UU Pemilu dan perbuatan kriminal yang harus ditindak tegas. Bukan malah dipolitisir dengan menyuruh badut politiknya untuk menyalak-nyalak melempar fitnah keji, bahwa tindakan pelakunya atas komando partai politik tertentu.  Tujuannya jelas untuk merusak citra partai politik tersebut.  Sebenarnya ini hanya bentuk kepanikan dari Ketum Partai Politik tersebut,  karena dari hasil beberapa survey,  partainya tenggelem di bawah ambang batas parlemen (parlement threshold). Rakyat sudah cerdas dan bijak dalam memilih.  Tenggelamnya partai politik tersebut dikarenakan banyaknya kader-kader elit partai politiknya yang terlibat korupsi di masalalu.  Ini fakta,  mau mengelak?  Jika partai politik tersebut betul-betul tenggelam di 2019, maka masadepan anak-anaknya akan gelap gulita.  CAKRA MANGGILINGAN!  Pak Ketum itu hanya bermain kata-kata: demi rakyat,  untuk rakyat..salah. Yang benar demi isteri dan anak-anaknya.  Anak itu tidak usah dimanjakan,  direkayasa jadi ini, dan jadi itu.  Biarkan anak mencari masadepannya sendiri.  Anak tidak harus melewati jalan yang sama dengan orang tuanya.  Pemimpin macam apa yang bisa diharapkan dari anak yang belum selesai menthil emaknya?  Biarkan anak dewasa dengan dirinya sendiri dan menjadi dirinya sendiri. Itu jauh lebih baik dan terhormat.  Lebih-lebih,  negeri ini bukan milik nenek moyangnya,  jadi cara-cara pemunculan putra mahkota karbidtan sudah tidak laku lagi. ini tontonan comberan macam apa?  ANAK IDEOLOGIS ITU JAUH LEBIH BAIK DARI ANAK BIOLOGIS!  Apalagi cara-cara yang ditempuh masih dengan modus lama, betapa bodohnya negarawan ini yang konon ngakunya ahli strategi.  Strategi macam apa?  Strategi comberan!  Politik itu dinamis,  suatu cara efektif di masalalu,  belum tentu efektif di masa sekarang,  karena variabel yang berpengaruh banyak.  Jadi nggak perlu Playing the Victim dengan cara memposisikan sebagai orang yang didholimi atau pakai acara nangis segala.  Memalukan! Hebatnya,  pak Ketum ini kalau ngomong gayanya menggurui,  dia pikir orang Indonesia itu goblog-goblog semua,  dan selalu memposisikan sebagai orang yang serba tahu,  padahal faktanya dalam banyak hal dia tidak tahu apa-apa.  Saran saya,  pak Ketum segera lapor polisi,  nggak usah dilempar ke publik yang harapannya jadi bola liar untuk memfitnah banyak pihak.  Sekali lagi ini perbuatan pengecut, keji dan biadab.  Rakyat rindu munculnya pemimpin yang tampil jujur dengan wajah dan hatinya.  Bukan pemimpin yang wajahnya penuh bopeng dosa masalalu dan hatinya dengki karena dipenuhi dengan agenda politik terselubung.

Jadi partai politik kelas gurem itu tidak usah over acting dan banyak cita-cita.  NARIMO ING PANDUM!  Bijak melihat fakta politik dan cerdas dalam mensikapinya.

Mustinya kampanye diisi dengan adu program,  kalau memang punya program,  bukan malah sibuk fitnah sana fitnah sini.  Ini sungguh sangat tidak mendidik.  Kasihan rakyat, saat kampanye rakyat diobok-obok,  dan namanya selalu dicatut jadi jargon-jorgan politik: demi rakyat,  dan untuk rakyat, namun habis pemilu rakyat ditinggal.  Bohong-bohongan semua!

Apa yang bisa diharapkan dari calon pemimpin yang bisanya hanya sibuk nyebar fitnah,  nebar kebencian dan memporovokasi rakyat?  Di lain hal sangat minim dengan ide-ide cemerlang. 

Munculnya hal-hal aneh di panggung politik jelang pilpres dan pileg 2019, sebabnya hanya satu,  yaitu karena para maling,  penjahat dan koruptor negara mulai ketakutan dengan sepak terjang pak Jokowi yang sangat membahayakan keamanan uang hasil rampokannya yang disimpan di luar negeri.  Ibaratnya para monyet turun gunung,  ikut nimbrung di panggung politik di tanah air,  dengan menghalalkan segala cara,  hanya untuk menyelamatkan hartanya.  Jelas bukan?

Terimakasih.

Yogyakarta,  2018-12-18
Hormat saya,
(KPH. Widyakanigara)

Fusse Note:
Mohon rekan-rekan seperjuangan dan media,  surat terbuka ini diviralkan.  Terimakasih.

*RAKYAT INDONESIA JUGA MENGENAL PRESIDEN JOKOWI* .


Rhenald Kasali
MENGENAL JOKOWI

*RAKYAT INDONESIA JUGA MENGENAL PRESIDEN JOKOWI*
.
Dari segi Ilmu Perubahan, memang sekali dalam seabad suatu bangsa mendapat anugerah pemimpin seperti ini .
Ciri cirinya antara lain :
1 ~ Berpikirnya sangat tidak biasa. Tetapi dia berani. Dia hadapi satu persatu dengan tenang dan tetap santun. Tak ada yang tahu mereka hanya bergantung pada doa ibu yang selalu mendoakannya .
2 ~ Seimbang antara strategi dan eksekusi. Tetapi kekuatannya pada eksekusi .
3 ~ Kalau dibilang dia pencitraan, sebenarnya itu tudingan dari orang-orang yang kehilangan pamor saja karena makin jauh tertinggal . Pemimpin Perubahan bergerak cepat sekali dan sulit dikejar. Makin jauh tertinggal makin ketakutanlah lawan-lawannya .
4 ~ Dia menjelajahi learning curve dengan keberanian dicerca karena memberi ruang untuk memulai yang baru. Segala yang baru itu pasti banyak masalahnya .
Jepang bangun industri otomotif skelas bemo, Korea jualan mobil nasional Timor, Sukoi jual pesawat komersial yang menabrak Gunung Salak saat uji coba.

Terminal 3 Soeta yang dibangun kontrator BUMN kita tersumbat salurannya saat dioperasikan, dan LRT buatan Inka sudah mogok 3 kali dalam satu bulan pertama. Tapi tanpa memberi kesempatan pada anak bangsa maka kita akan tergantung pada impor terus menerus. Dia berani memberi kesempatan dan menerima cercaan .
5 ~ Pemimpin seperti ini tak peduli mau dipilih lagi atau ngga. Baginya kekuasaan bisa hilang anytime. Dan kekuasaaan itu hanya ada kalau dieksekusi .
6 ~ Dia akan menghadapi orang orang yang tak mau berubah, dimusuhi mafia dan kaum munafik dan pihak pihak yang merasa kehilangan kesempatan .
7 ~ Hidupnya berada dalam ancaman, tapi dia jalan terus .
Abraham Lincoln yang menghapuskan perbudakan mati ditembak, Gandhi dan Luther King mati dibunuh,  dll. Tetapi mereka seakan tak peduli karena iman mereka setebal baja tahan api.
8 ~ Mereka dihina, difitnah dan dipersulit. Tetapi Tuhan selalu membukakan jalan saat saat semua orang kehilangan asa .
Tokoh tokoh besar semua menghadapi dilema yang sama. Mereka semua belajar dari teladan umat manusia, yaitu nabi nabi besar yang menghadapi dilema yang sama saat memperkenalkan kebaikan dan keberadaan Tuhan pada manusia yang menganggap Dia hanyalah " Fiksi ".
Nabi saja tak diakui di tanah kelahirannya, disalibkan, ditombak, dipaksa hijrah, diludahi dan dihina.
Awas hati hati . . . . . ❤
Memilih #JokowiLagi berarti anda ingin mewariskan sesuatu yang lebih besar kepada anak cucu kesayangan anda .
☆✍✍✍ CATAT 👆👆👆🇮🇩🇮🇩🇮🇩 ❤🌈🌈🌈👍🏻

Miliarder Rockefeller di Balik Penjarahan Kekayaan Alam Indonesia

Miliarder Amerika Serikat, David Rockefeller, meninggal pada usia 101 tahun pada Senin (20/3) waktu AS. Ia tercatat sebagai orang tua terkaya di dunia

Nama David Rockefeller kembali bergaung setelah berita kematiannya meramaikan pemberitaan dunia. Orang tua terkaya sekaligus cucu termuda John D Rockefeller meninggal dalam usia 101 tahun, Senin (20/3). Rockefeller ternyata merupakan sosok di balik masuknya sejumlah perusahaan multinasional ke Indonesia termasuk Freeport.
Dilansir dari Bloomberg, pada saat kematiannya yang diakibatkan gagal jantung, kekayaan Rockefeller bernilai 3,3 miliar dolar AS. Angka tersebut membuatnya menjadi orang terkaya ke-604 di bumi. Selain berprofesi sebagai ekonom di Chase National Bank, peraih gelar PhD di bidang ekonomi dari University of Chicago ini juga merupakan kolektor seni dan seorang filantropis.
Pada 2006, ia mewariskan 225 juta dolar AS untuk Rockefeller Brothers Fund yang didirikan bersama saudaranya pada 1940. Rockefeller Brothers Fund didirikan untuk mempromosikan perubahan sosial di seluruh dunia.
Tahun sebelumnya, ia menyumbangkan 100 juta dolar AS untuk dua lembaga New York, Moseum of  Modern Art yang didirikan ibunya dan Rockefeller University, sekolah riset kesehatan yang diawali oleh sang kakek. Pada 2008, Rockefeller memberikan 100 juta dolar AS untuk almamaternya Harvard University di Cambridge, Massachusetts.
Kematian David Rockefeller menutup satu bab sejarah keluarga tersebut. Dikenal sebagai 'the Brothers', David, Laurance, John, Nelson, dan Wintrop melintasi yang saling berpotongan, bisnis, politik, filantropi, dan seni. Tidak ada keluarga AS lain yang pernah melakukannya.
"Tidak ada individu yang telah memberikan kontribusi untuk kehidupan komersial dan sipil di New York City lebih lama dari David Rockefeller," ujar mantan wali kota New York City Michael Bloomberg.
Selain memberi dampak bagi AS, miliarder yang terkenal dengan kedermawanannya itu rupanya juga memiliki peran penting bagi arah pembangunan Indonesia saat ini.
Seperti ditulis jurnalis Australia John Pilger di the Guardian dan buku berjudul Tell Me No Lies, pada November 1967 digelar konferensi tiga hari yang disponsori Time-Life Corporation di Jenewa, Swiss dan dipimpin Rockefeller. Semua perusahaan raksasa mengirim perwakilannya seperti perusahaan-perusahaan minyak besar, bank termasuk Chase Manhattan, General Motors, Imperial Chemical Industries, British American Tobacco, Siemens, US Steel, dan banyak lainnya. Mereka menanti bagi-bagi sumber daya alam dari presiden baru yang dianggap Richard Nixon hadiah terbesar dari Asia Tenggara.
Di seberang meja, ekonom pro-AS yang diutus Soeharto menyetujui pengambilalihan perusahaan dari negara mereka sektor per sektor. Freeport mendapat gunung tembaga di Papua Barat, konsorsium AS/Eropa mendapat nikel, dan perusahaan raksasa Alcoa mendapat sebagian besar bauksit Indonesia.
Tidak hanya itu, perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang, dan Prancis mendapat jatah hutan tropis Sumatra. "Ketika penjarahan itu selesai, Presiden AS ke-36 Lyndon Johnson mengirim ucapan selamat," ujarnya.
https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis-global/17/03/21/on5p2e382-miliarder-rockefeller-di-balik-penjarahan-kekayaan-alam-indonesia

Pegunungan Erstberg tak hanya menyimpan tembaga.



Viralkan teman-teman
SABTU,  3 Maret 1973. Sejarah mencatat Presiden Soeharto meresmikan tambang tembaga milik Freeport Sulphur, (sebuah perusahaan tambang terkemuka asal Amerika Serikat) sekaligus meresmikan berdirinya kota Tembagapura. Saat memberikan pidato sambutan, Soeharto begitu sumringah.

Bagi Soeharto, gelontoran uang yang diinvestasikan Freeport ke bumi Papua merupakan bentuk kepercayaan kepada Indonesia untuk membangun masa depan. Kepercayaan itu juga telah mendorong penanam-penanam modal asing lain untuk datang ke Indonesia. Selain itu, Soeharto juga menyatakan kepercayaannya bahwa kegiatan pertambangan akan membantu memajukan masyarakat lokal disitu.

Tapi taukah anda?
Semua Itu adalah Petaka bagi Rakyat Papua

Pegunungan Erstberg tak hanya menyimpan tembaga. Salah satu gunung bernama Grasberg juga mengandung cadangan emas yang melimpah. Grasberg disebut-sebut sebagai tambang emas terbesar di dunia. Lewat kontrak karya berdasarkan UU Penanaman Modal Asing (PMA) yang diizinkan pemerintah Soeharto, Freeport memiliki hak istimewa untuk merambahnya.

Kehadiran Freeport langsung mengancam penduduk asli dari suku Amungme yang berdiam di dataran tinggi sekitar proyek tambang. Suku Amungme sangat terikat dengan tanah leluhur. Bagi mereka, Gunung Grasberg dianggap suci. Puncak Grasberg dikiaskan sebagai kepala ibu. Orang Amungme sangat menghormati kawasan keramat itu.

Terjadi konflik, Amerika pun tak peduli. Bersama Soeharto, mereka membantai anak Indonesia di Papua, yang saat itu menentang mereka, Kebun dan rumah-rumah dihancurkan, sejumlah orang dibantai. Pemerintah mengumumkan jumlah orang yang meninggal di Tembagapura sebanyak 900 orang. Para saksi lapangan memperkirakan dua kali lipatnya

Berapa keuntungan Soeharto? Dan berapa keuntungan Amerika?

Selama 14 tahun pertama beroperasi Freeport meraup keuntungan sebesar 14,9 milyar dolar AS. Sedangkan penerimaan negara dari pajak dan royalti berjumlah 5,4 milyar dolar AS. Sejak 1980, Presiden Soeharto menerima upeti setiap tahunnya sebesar 5 sampai 7 juta dolar AS tiap tahun.

Freeport telah menyerahkan uang kepada Yayasan Dana Sejahtera yang didirikan oleh Soeharto sebesar 20,3 juta dolar AS berdasarkan Kepres No. 92/1996.

Pada 1996, sekira 2000 personel dari kesatuan Kopassus dan Kostrad dikerahkan langsung di bawah perintah Presiden Soeharto demi menjaga Freeport. Untuk itu, Freeport memberikan lagi dana kepada Soeharto sebesar 40 juta dolar AS. Freeport mau melakukan itu agar situasi di Papua stabil dan mereka dapat mengeduk emas lebih banyak lagi demi target mendapatkan superprofit.

Sebaliknya, bagi Soeharto, Freeport adalah pendulang uang yang harus diamankan dari apapun.“Jika orang Papua mengganggu atau menuntut Freeport, aparat akan melakukan tindakan,”

Saya jadi paham, mengapa Jokowi ketika turun kepapua, orang papua-pun berkata, Kalau Presiden mau ke papua, itu anggap saja tuhan mau turun, hanya Jokowi yang berani ke papua. Sebelumnya saya tidak mengerti, mengapa demikian? Terjawab sudah sebabnya, karena catatan hitam Soeharto terhadap Papua begitu kelam, begitu juga dengan mantan militer lainnya yang semua punya sejarah yang sama! Menyedihkan sekali.

Alhamdulilah, kini negara kita, tanpa adanya pungli (pungutan liar) lagi yang dilakukan oleh Presiden Luar Biasa yang begitu jahatnya itu, rakyat papua berhak merdeka. Karena Indonesia kini benar-benar memerhatikan mereka.

Freeport untuk Indonesia

Satu lagi janji dan visi Presiden Jokowi terwujud, atas kerja keras Tim INALUM, didukung kerja sama yang kompak dari Kementerian ESDM, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan dan dorongan semua masyarakat Indonesia! 🇮🇩

Kita saksikan bersama finalisasi Divestasi Saham Freeport di mana akhirnya Pemerintah Indonesia, lewat INALUM akan memiliki saham mayoritas di PT Freeport Indonesia sejumlah 51% setelah selama ini kita hanya memiliki PTFI sebesar 9%.

Sejak Kontrak Karya I di tahun 1967, melewati berbagai kasus dan isu serta 6 presiden, baru sekarang di tahun ke 51 Freeport kembali ke pangkuan ibu pertiwi sehingga manfaat dari sumber daya alam mineral ini bisa benar2 menjadi berkah bagi masyarakat lokasi di Papua dan seluruh bangsa Indonesia.

Karena Jokowi yang benar-benar cinta terhadap rakyatnya, tanpa memikirkan pamrih ataupun timbal balik, dimana ia punya kesempatan saat ini untuk berbakti pada negara, ia lawan semua mafia-mafia brengsek itu, yang sekarang, karena Jokowi terlalu berani, mafia-mafia itupun makin kepanasan dengan ulah Jokowi, Rokan sudah diambil alih, kini Freeport sudah jelas milik anak negeri.

Nikmat mana lagi yang mau kalian dustakan? Sebarkan artikel ini agar semua tau sejarah Indonesia.

Wednesday, December 12, 2018

5 Puja puji Presiden Trump dan para tokoh dunia pada pengelolaan ekonomi ala Jokowi


Menko Polhukam Wiranto pernah menyebutkan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mampu bertahan di tengah krisis global. Hal itu merupakan pencapaian dari program Nawacita Presiden Jokowi.

Sayangnya, kata Wiranto, keberhasilan mantan Gubernur DKI Jakarta itu justru tak dilirik masyarakat. Presiden Jokowi justru dihujat oleh warganya sendiri. 

"Presiden Jokowi itu pemimpin yang baik dalam memimpin negara. Tapi di dalam (negeri) dihujat, disebut diktator tidak demokrasi," katanya saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Nasional Junior Chamber International.

Sebaliknya, lanjut Wiranto, Presiden Jokowi menuai pujian di dunia internasional lantaran mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi global yang tengah lesu. Hal itu diungkapkan Wiranto setelah melihat hasil survei yang dilakukan oleh negara luar.

"Presiden kita Jokowi dalam survei internasional adalah pemimpin yang terbaik yang mampu membawa negara pada periode sekarang ini," ungkapnya.

Karenanya, dia memandang Indonesia seharusnya tetap bersyukur dengan kondisi ekonomi saat ini yang stabil. "Kita masih bisa bertahan. Kita harus bangga Pemerintah bawa bahtera ekonomi kita mampu bertahan seperti ini," tandasnya. 

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah puja puji para tokoh dunia pada kondisi ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Selamat membaca.


1. Presiden Donald Trump
Merdeka.com - Indonesia dinilai berhasil memadukan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sehingga mendapat pujian dari Presiden Amerika Serika Donald Trump. Presiden AS Donald Trump memuji Indonesia saat berpidato dalam pembukaan APEC bahwa Indonesia selama beberapa dekade telah membangun institusi domestik dan demokratis untuk mengelola hingga dari 13.000 pulau.

"Kita berhasil mengkombinasikan antara pertumbuhan dan equity (pemerataan), himbauan Presiden Jokowi di ABAC misalnya internasionalisasi UMKM, kemudian akses kepada modal itu juga adalah yang disampaikan pesan kepada para anggota APEC," kata Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir.

Menurut Trump, sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengeluarkan diri mereka dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan pesat di G20. Apalagi Indonesia saat ini adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

"Kita ingin agar tampil sebagai negara yang bisa mengombinasikan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan bertumpu pada UMKM, ini yang coba ditampilkan dalam pesan presiden karena itu sejalan dengan inklusivitas pembiayaan yang menunjang pertumbuhan kita," tambah Fachir.

2. Direktur IMF Christine Lagarde
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, menjelaskan Direktur IMF Christine Lagarde mengapresiasi fundamental ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Bahkan, Luhut menyebut di jajaran G-20, Indonesia menempati posisi nomor tiga.

"Di dalam G-20, India, China, Indonesia meski memang dalam basis data keekonomian kita jauh lebih baik dari India dan China," katanya.

Menurut Menko Luhut, Presiden Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang berbeda karena memahami ekonomi makro secara detil dan dinilai bekerja dengan hati.

3. Chairman Forbes Media Steve Forbes
Merdeka.com - Chairman and Editor in Chief Forbes Media, Steve Forbes memuji Presiden Joko Widodo sebagai salah satu tokoh perubahan yang memberi banyak perubahan terhadap pembangunan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, mantan Wali Kota Solo tersebut adalah orang dengan latar belakang yang tepat untuk membangun perekonomian Indonesia.

"Presiden Jokowi adalah reformis yang sudah membangun Indonesia. Sebelum dia memasuki dunia politik, dia wirausahawan. Dia tahu bagaimana hal terjadi di pasar, miliki bisnis mebel dan dia frustasi dengan birokrasi, dan dia melakukan sesuatu, dia tidak mengeluh dan justru melakukan yang baik. Dia seorang Wali Kota sukses di Solo dan Gubernur. Dia mengambil pendekatan sebagai wirausahawan saat jadi presiden," ujarnya.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga dinilai telah memberi kemudahan kepada dunia usaha. Salah satunya melalui pemotongan izin yang dinilai terlalu lama dan panjang. "Dia juga mengeluarkan program amnesti pajak, dia menetapkan target 7 persen yang membuat Indonesia sebagai salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia."

4. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim
Merdeka.com - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memuji Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Indikatornya ialah pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berada di angka lima persen ditengah gejolak dunia.

"Indonesia memiliki pertumbuhan lebih dari 5 persen yang akan membuat iri mayoritas negara dunia," ujarnya dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka.

Dia mengatakan Indonesia adalah negara penting bagi dunia. Maka dari itu, Bank Dunia ingin bekerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta.

"Kami akan menunjukkan seberapa cepat sebuah negara berkembang dapat beralih dari status rendah ke menengah ke atas. Kami percaya bahwa itu mungkin di sini (Indonesia)," katanya.

5. Presiden ADB Takehiko Nakao
Merdeka.com - Presiden Asian Development Bank (ADB), Takehiko Nakao, memuji pemerintah Indonesia atas kebijakan ekonomi yang telah diambil di tengah ketidakpastian dunia. Sebab, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh hingga 5 persen.

"Saya ingin sampaikan bahwa saya sangat terkesan dengan komitmen dari pemerintah dan Presiden Jokowi terhadap reformasi kebijakan," tuturnya.

Menurutnya, berbagai kebijakan dalam paket yang dikeluarkan oleh pemerintah mampu untuk menarik minat investor untuk dapat berinvestasi di Indonesia. Hal ini pun mampu dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.
https://www.merdeka.com/uang/5-puja-puji-presiden-trump-dan-para-tokoh-dunia-pada-pengelolaan-ekonomi-ala-jokowi/presiden-adb-takehiko-nakao.html

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)