Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Wednesday, July 29, 2020

Hukum Harus Ditegakkan, PDI Perjuangan Partai Grass Roots, Tidak Kenal Mundur dan Takut


RILIS MEDIA
Rabu, 29 Juli 2020

*PDI Perjuangan: “Bom Molotov Menyerang Rumah Pengurus Partai: Partai Tidak Pernah Tunduk Aksi Teror”

Hukum Harus Ditegakkan, PDI Perjuangan Partai Grass Roots, Tidak Kenal Mundur dan Takut

1). PDI Perjuangan mengecam keras aksi pelemparan 3 (tiga) bom molotov di sekretariat PAC Megamendung dan Cileungsi, Kabupaten Bogor. “PDI Perjuangan menentang berbagai bentuk teror. Pelemparan bom molotov adalah tindakan pengecut, dan memiliki motif ideologis. Serangan ke kantor PAC tsb adalah serangan atas demokrasi, serangan terhadap kemanusiaan, dan serangan atas tatanan kehidupan masyarakat yang mendambakan hidup tenteram. PDI Perjuangan sangat kokoh di dalam memegang teguh Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI, dan kebinnekaan Indonesia. Karena itulah terhadap aksi teror tsb, tidak akan pernah menyurutkan semangat juang kami. Terlebih atas penghormatan masyarakat Indonesia yang menempatkan PDI Perjuangan sebagai Partai Nasionalis Soekarnois. “PDI Perjuangan partai grass roots, tidak kenal mundur dan takut”

2). Keteguhan sikap Partai di dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara telah teruji. “PDI Perjuangan memiliki akar sejarah kuat dengan PNI yang telah berjuang jauh sebelum republik ini berdiri. Partai juga selalu menjawab tantangan sejarah dan merumuskan jawaban sesuai amanat penderitaan rakyat. Untuk itu seluruh kekuatan grass roots Partai agar tetap tenang, terus bekerja keras dan membantu rakyat di dalam ikut menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat, tanpa kecuali”

3). Tindakan teror tidak boleh dibiarkan terjadi. “Indonesia adalah negara hukum. Disisi lain, bangsa Indonesia memiliki falsafah hidup yakni Pancasila. Masyarakatnya hidup rukun, penuh toleransi dan mendambakan keharmonian hidup. Karena itulah mereka yang telah mengganggu ketentraman masyarakat harus ditindak, dan hukum tidak boleh kalah dengan berbagai bentuk aksi teror yang anti ketuhanan dan anti kemanusiaan tsb”

4). PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh simpatisan, anggota, dan kader Partai untuk tetap tenang, terus rapatkan barisan dan memegang teguh nilai Satyam Eva Jayate, bahwa kebenaranlah yang akan menang.
Hasto Kristiyanto
Sekjen DPP PDI Perjuangan
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/hukum-harus-ditegakkan-pdi-perjuangan.html]

---------------

RILIS MEDIA
Senin, 27 Juli 2020

*Peringatan Serangan 27 Juli 1996: Demokrasi Arus Bawah Redamkan Rezim Otoriter-Tirani*

*Jalan Hukum Perkuat Moral Pejuang Demokrasi*

1). PDI Perjuangan dan segenap lapisan masyarakat, khususnya penggiat ham dan demokrasi, hari ini memeringati peristiwa kelam serangan terhadap kantor DPP PDI saat itu pada tanggal 27 Juli 1996. “Pemerintah Orde Baru selalu memilih jalan kekuasaan terhadap rakyatnya sendiri. Serangan tersebut tidak hanya menyerang simbol kedaulatan Partai Politik yang sah, namun juga membunuh demokrasi. Kekuasaan dihadirkan dalam watak otoriter penuh tindakan anarki”

2). Meski kantor PDI luluh lantak, namun sejarah mencatat, energi perjuangan tidaklah surut. “Apa yang dilakukan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dengan memilih jalur hukum, ditengah kuatnya pengaruh kekuasaan yang mengendalikan seluruh aparat penegak hukum sangatlah menarik. Tidak hanya langkah tsb menunjukkan keyakinan politik yang sangat kuat. Lebih jauh lagi, keyakinan terhadap kekuatan moral terbukti mampu menggalang kekuatan demokrasi arus bawah. Kekuatan moral itu mendapatkan momentumnya ketika seorang hakim di Riau yang bernama Tobing, mengabulkan gugatan Ibu Megawati. Disinilah hati nurani menggalahkan tirani”

3). Kekuatan moral yang sama menghadirkan politik moral ketika dengan lantang Megawati Soekarnoputri meneriakkan ‘Stop Hujat Pak Harto’. Padahal rakyat tahu, bagaimana praktek deSukarnoisasi tidak hanya menempatkan Bung Karno dalam sisi gelap sejarah, namun juga keluarga Bung Karno mendapatkan berbagai bentuk tekanan dan diskriminasi politik. Ketika saya menanyakan sikap Ibu Mega terkait hal tsb, keluarlah jawaban yang diluar perkiraan saya: “Saya tidak ingin sejarah terulang, seorang Presiden begitu dipuja berkuasa, dan dihujat ketika tidak berkuasa. Rakyat telah mencatat apa yang dialami oleh keluarga Bung Karno. Karena itulah, mengapa Bung Karno selalu berada di hati dan pikiran rakyat. Kita tidak boleh dendam lalu hanya melihat masa lalu, dan melupakan masa depan”.

4). Maka Kudatuli mengajarkan inti dari kekuatan moral politik. Pilihan jalur hukum saat itu memperkuat moral pejuang demokrasi. Kudatuli menjadi benih perjalanan reformasi dimana kekuatan rakyat menyatu dan mampu mengalahkan tirani. “Di balik jatuhnya Pak Harto, Ibu Megawati telah mengajarkan politik rekonsiliasi, berdamai dengan masa lalu dan melihat masa depan. Disitulah hadir kekuatan moral seorang pemimpin”

5). Peringatan peristiwa 27 Juli di Kantor DPP PDI Perjuangan dilakukan dengan tabur bunga, doa, dan webinar.


*Hasto Kristiyanto*

Sekjen DPP PDI Perjuangan

+++++++++++++


Monday, July 27, 2020

Folosofi orang jawa tidak pernah pamer, apalagi mengancam.

gambar ilustrasi saja


JAWA KAMU BILANG CEMEN JULL ??

Apa yang dapat kita harapkan dari seorang yang kepada dirinya saja dia menyangkal ?
Tak ada !!
Itu pasti kelas pecundang.

Dia orang CINA, ngaku Sumatra tapi berbaju dan bangga sebagai Arab.
Mutan jenis apa makhluk seperti ini ?

Kemarin dulu, dia dengan mudah mengolok olok batik.
Batik bukan milik Indonesia.
Di Afrika ada, di China ada dan Amerika latin juga ada.
Lantas langsung disandingkan dengan jubah.
Jubah lebih baik dari batik.

Mana mungkin otaknya sampai pada sebuah konsep apalagi filosofi bila mulut saja penuh kebencian ?

Bukankah kodrat sudah menyiratkan bahwa bila mulut satu dan telinga ada dua disana ada maksud tersembunyi bahwa lebih baik banyak mendengar daripada terus ngomong ?

Otak dan kapasitasnya dijamin tak mampu.

Mana mungkin dia tahu bahwa batik memiliki dua keindahan visual dan spiritual ?

Mana sampai otaknya mencerna makna spiritual batik bagi orang Jawa dari tradisi mitoni, kelahiran, memasuki usia dewasa, perkawinan hingga kematian ?

Mana dia tahu hal detil tentang batik dalam konsep spiritual Jawa saat mitoni misalnya ?
Disana akan diperlukan enam macam kain batik dan satu kain lurik ?

Dan sang ibu berganti sebanyak tujuh kali dengan pola batik berbeda  Sido Mulyo, Sido Asih, Sido Mukti, Sido Luhur, hingga Sido Dadi , dan masing-masing pola adalah bentuk ungkapan doa bagi sang ibu kepada anaknya ?

Aahh..,mana mungkin muka cengar cengir kaya gitu ngarti yang beginian....

Di tempat lain blejegug ini ngomong panjang lebar tentang keris bagi orang Jawa yang diletakkan di belakang dan kemudian membandingkan dengan maksud menghina orang Jawa dan kemudian memuji  orang Sumatra yang meletakkan keris itu didepan.

'Dia bermaksud mengadu domba orang Jawa dan orang Sumatra ?'

Folosofi orang jawa tidak pernah pamer, apalagi mengancam.
Dia selalu berusaha menghargai orang lain, apalagi mereka yang sedang diajak berbicara.

Apa makna keris diletakkan didepan ketika sedang tidak perang ?
Menakuti ?
Pamer ?
Intimidasi orang lain ?

Bagi orang Jawa, ketika keris sudah diletakkan didepan, itu adalah berita buruk bagi lawannya yang menyatakan dia siap mati.
Lihat apa makna pesan Pangeran Diponegoro dengan kerisnya yang selalu diletakkan didepan, beliau berbicara kepada Belanda :
'saya siapkan selembar nyawa ini demi melawan kalian !!', itulah orang Jawa.
Dan Belanda dibuat terkencing kencing bukan ?

Belum berbicara tentang filosofi hubungan keris dengan sarungnya.  Sebuah konsep sebagai hubungan akrab, menyatu untuk mencapai keharmonisan hidup di dunia.

Maka lahirlah filosofi :
'manunggaling kawula – Gusti', bersatunya abdi dengan rajanya, bersatunya insan kamil dengan Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera.

Selain saling menghormati satu dengan yang lain, masing-masing juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/folosofi-orang-jawa-tidak-pernah-pamer.html]

Itu baru makna keris !!

Bila si Kuplek ini memakai penutup kepala hanya demi pamer tentang siapa dan apa kedudukannya, blangkon pada orang Jawa sangat berbeda. Tak ada blangkon menunjukkan siapa dan apa pangkatnya. Itu tentang makna kerendahan hati.

Blangkon gaya Surakarta tidak memiliki tonjolan di bagian belakang, melainkan terjalin dengan mengikatkan dua pucuk helai kain di bagian kanan dan kiri.
Makna blangkon dalam hal ini adalah sebagai simbol pertemuan antara jagad alit (mikrokosmos) dengan jagad gedhe (makrokosmos).

Blangkon gaya Jogja memiliki mondolan di bagian belakang.
Mondolan  erat kaitannya dengan filosofi orang Jawa yang diharapkan pandai menyimpan rahasia.

Tidak mudah membuka aib, baik aib diri sendiri maupun orang lain.
Halus dalam berbicara dan bertingkah laku lembut serta berhati-hati sebagai wujud keluhuran budi pekerti.

Orang yang bijak akan mampu tersenyum dan tertawa meskipun hatinya menangis.
Ia hanya memikirkan bagaimana berbuat baik terhadap sesama, meski diri sendiri menjadi korbannya.

Itu orang jawa Jull !!

Dulu, kedua lututnya gemetaran hingga seluruh sendi tubuhnya seakan siap lepas tanpa dia mampu mencegahnya.
Kita tak pernah tahu, dan kita memang tak boleh tahu bila ternyata bangkunya basah.

Dia sudah seperti terkencing-kencing dihadapan mereka yang menolaknya, saudara kita dari Pontianak.
Dia ditolak oleh mereka yang tak ingin daerahnya kotor oleh mulut penuh fitnah dan dengki.

Dia ditolak, bahkan kakinyapun tak layak dan tak pantas menginjak bumi Pontianak.
Dia diusir dan hanya termanggu dipintu pesawat, bahkan udara kota Pontianakpun tak sempat dia hirup.

Kini, Jawa dihinanya.
Orang Jawa dianggap dagelan tak bermakna.
Orang Jawa dibuat jadi tertawaan.
Dia merasa lebih bermartabat dari seluruh orang Jawa.
Dia merasa lebih bernilai dibandingkan manusia Jawa.

Apakah kami orang Jawa akan berlaku seperti saudara kami dari Pontianak ketika kamu akan menginjak tanah kami, hehehe ?

Satu hal yang pasti, kami orang Jawa masih menunggu tindakan aparat kepolisian mengusut tuntas cacian dan hinaanmu terhadap suku kami.
Kami masih bersabar dan bangga dengan kejawaan kami yang penuh unggah ungguh.

Unggah ungguh kami, menghargai mereka yang berwenang.
Orang jawa gak mungkin mbablas untuk main hakim sendiri.
Kami diajari sopan santun, tepo sliro dan mengdepankan adab.

Unggah ungguh kami, memberi kesempatan kepada kepolisian untuk menyelidiki adakah unsur pidana yang sudah kamu lakukan.

Ini bukan delik aduan, seharusnya polisi dapat langsung bertindak.
Polisi dapat langsung memanggil yang bersangkutan untuk diminta keterangannya.

Ada indikasi Jull telah melanggar UU No 40 tahun 2008 pasal 156 KUHP tentang diskriminasi ras dan etnis.
Ada unsur sengaja membenturkan suku Jawa dan Sumatra.

Namun, bila aparat masih tidak juga bergerak, siapapun orang Jawa yang merasa terhina dengan omongan Jull, boleh, dan pasti akan banyak yang akan membuat laporan.

Inisiasi pelaporan sudah dibuat oleh seorang warga ber etnis Jawa bernama Eddy Santry.

Orang jawa akan dengan setia menunggu hasil laporan itu, dan kamu akan menyesal sudah menghina kami orang Jawa.

Kamu juga akan menyesal telah mengadu domba kami orang Jawa dan Sumatra.
Kami punya sejarah Soekarno dan Hata, Dwi Tunggal Proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kelakuanmu tak lebih dari Kompeni, kaum penjajah yang hobinya adu domba sesama Anak Bangsa demi kepentingan sempit yang gak jauh dari faktor perutmu yang sudah buncit dan menjijikkan.

Apakah pemecah belah Bangsa semacam Jull ini pantas tinggal di Indonesia, boleh..,tapi taruh saja di pulau terpencil dengan jeruji mengelilingi tubuh tak guna itu.

Apakah kita harus mendukung seorang Eddy Santry yang mengambil inisiatif melaporkan pemecah belah Bangsa semacam itu, saya mendedikasikan tulisan ini untuk 'Eddy Santry' sebagai bentuk dukungan agar banyak orang-orang Jawa yang akan bertindak seperti Eddy Santry.

DUKUNG EDDY SANTRY !!
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=177161503794996&id=102161527961661&__tn__=K-R
Rahayu.
Karto Bugel.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/folosofi-orang-jawa-tidak-pernah-pamer.html]

Sunday, July 26, 2020

Dubes kita ini dalam tiga tahun berhasil membangun 70 sekolah di kebun-kebun yang mempekerjakan tenaga illegal kita.



Enigma Rusdi Kirana
Kita barangkali punya perasaan yang campur aduk mengenai seorang Rusdi Kirana. Dialah pelopor penerbangan murah di Indonesia. Berkat Lion Air, jutaan rakyat Indonesia  menikmati penerbangan murah, hal yang tidak mungkin terjadi sebelumnya. Dia juga yang berhasil menembus isolasi daerah-daerah terpencil dengan Wings Air membangun jaringan penerbangan paling banyak menghubungkan kota-kota kecil seluruh Indonesia melebihi yang dilakukan Merpati Air. Dia juga membangun penerbangan yg juga menjangkau kelas menengah Indonesia lewat Batik Air. Kemudian dia juga membangun penerbangan regional dan berhasil menembus kota-kota di negara lain di Asia untuk membawa penumpang ke Indonesia. Dia juga merambah pasar tetangga, mendirikan Malindo Air yg beroperasi dari Malaysia, kebalikan dari Air Asia yang berbasis di Malaysia dan mendirikan perusahaan di Indonesia.

Ketika dia ditunjuk jadi Wantimpres, kemudian diangkat jadi Duta besar kita untuk Malaysia, saya terperangah, dan banyak orang mengernyitkan kening. Dugaan orang, pasti karena dia telah mengeluarkan banyak uang untuk kemenangan Jokowi. Tetapi saya baru sadar, ternyata beliau ini memang orang yang selalu menerobos dan selalu berfikir out of the box.

Sebagai Dubes, dia membuka pelayanan pembuatan paspor dan keimigrasian lainnya di Kedubes kita di Malaysia dari 8 jam menjadi 24 jam, tiga shift pegawai untuk melayani 700 orang Indonesia yang tiap hari memerlukan pelayanan. Mereka ini tadinya  mulai antri sejak jam 2 subuh hanya untuk mendapatkan nomor antrian.

Mereka antri di  luar kompleks kedutaan, tidur-tiduran, dan memenuhi kebutuhannya termasuk (maaf) buang air kecil di jalanan. Sehingga tempat itu kumuh dan bau pesing. Sangat tidak manusiawi. Semua ini merendahkan martabat bangsa kita dimata orang Malaysia. Diapun lalu memindahkan tempat antrian ke basement tempat parkir di dalam kompleks kedutaan. Toilet dan musholla untuk shalat pun dibuatkan. Parkir mobil dipindah keluar. Dengan demikian kompleks kedutaan sekarang rapih dan bersih serta rakyat Indonesia dilayani secara manusiawi di dalam kompleks.

Dengan membuka pelayanan 24 jam, calo-calo pun berhenti beroperasi, karena tidak ada kebutuhan untuk jasa mereka. Apalagi sekarang pendaftaran gratis. Pembuatan pasporpun digratiskan. Sebelumnya, untuk pendaftaran saja RM 10.

Orang-orang ini kemudian terdaftar sebagai penduduk Indonesia yang tinggal di Malaysia, sehingga dari pendatang illegal bisa menjadi pendatang legal. Pembukaan pelayanan 24 jam ini berhasil meningkatkan DPT Malaysia, dari 400.000 orang tahun 2014 menjadi 1,1 juta orang tahun 2019.

Tidak hanya itu. Dubes kita ini dalam tiga tahun berhasil membangun 70 sekolah di kebun-kebun yang mempekerjakan tenaga illegal kita. Gedungnya sangat sederhana, gurunya dikirim oleh Kemendikbud dari Indonesia. Beliau membuat sekolah-sekolah ini karena menemukan kenyataan bahwa TKI illegal yg di Malaysia itu kawin mawin sesamanya, dan beranak pinak. Kalau orang tuanya illegal maka anakpun illegal sehingga tidak bisa bersekolah di sekolah resmi. Beliau kemudian bekerjasama dengan pemilik perkebunan untuk membangun sekolah-sekolah tsb ( SD dan SMP) sampai SMK ( baru 3 buah).

Saya terperangah mendengar cerita ini. Seorang Rusdi Kirana, yg sering dituduh aseng ( maaf), boleh keturunan Tionghoa, tapi hatinya lebih Indonesia dari kita semua. Dia memanusiakan bangsa Indonesia yang hidup seperti setengah budak di negara tetangga, karena negrinya belum mampu memberikan pekerjaan yang layak.

Teruslah menerobos pak Rusdi Kirana, teruslah mendobrak hambatan-hambatan yang disebabkan kelemahan berfikir dan mental bangsa yang masih belum berfikiran maju, yang “complacent”, yang cepat puas diri dengan keadaannya. Bangsa ini masih membutuhkan Anda. Bagi saya, Andalah orang Indonesia sesungguhnya.

Jakarta, 24 Juli 2019
Emmy Hafild
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/dubes-kita-ini-dalam-tiga-tahun.html]

Saturday, July 25, 2020

Jokowi Dan Seluk Beluk Freeport

TAUKAH KAMU..??

Taukah kamu,
Bahwa saat PT Freeport mendapat konsesi lahan pertambangan seluas 2,6 juta haktare antara 1991 - 1995, suku Amungme dan suku Komoro harus pindah dari tanah leluhurnya dengan pergantian 0 Rupiah.

Taukah kamu,
Bahwa dimasa awal Freeport berproduksi pada 1973, dari 16.000 tenaga kerja, hanya 40 orang yg berasal dari Papua, khususnya dari suku Amungme. Itupun sebatas tukang sapu, pembersih rumput dan mess karyawan. Upahnya pun sangat rendah, hanya Rp40 per jam. Kadang2 hanya dibayar dengan barang kelontong seperti kornet, rokok, dan tembakau. Pembayaran dalam bentuk barang ini, menurut PT Freeport, sesuai dengan permintaan pemerintah Indonesia sendiri.

Taukah kamu,
Bertahun2 warga Papua hanya bisa melihat hasil kekayaan alamnya dirampok asing sementara pemerintahan orba cukup senang meski hanya diberi 9% saham oleh PT Freeport.

Tapi taukah kamu,
Bahwa berdasarkan pemberitaan majalah Prospek, 13 Juli 1998, Freeport telah menyerahkan uang kepada Yayasan Dana Sejahtera yang didirikan oleh Soeharto sebesar 20,3 juta dolar AS bersamaan dengan terbitnya Keppres No. 92/1996 pada 1996 dan 1997. Selain itu, sejak tahun 1980, Soeharto juga menerima upeti setiap tahunnya paling sedikit sekitar 5 juta dolar hingga 7 juta dolar AS. Ini berarti, selama 17 tahun ia sudah mengantongi uang sebesar 102 juta dolar AS.

Taukah kamu,
Bahwa keluarganya masih ingin memberi kemudahan pada PT FI karena dianggap sudah berjasa bagi Indonesia. Bahkan melalui adiknya yg juga Wakil Ketua Dewan partai tertentu.

Taukah kamu
Bahwa kini Indonesia berhasil menguasai 51% saham PT FI dan Papua mendapat 10%. Dengan dikuasai Saham PT FI oleh PT Inalum (BUMN), Indonesia nantinya akan memperoleh keuntungan 860 triliun hingga tahun 2041.

Taukah kamu
Bahwa itu semua adalah hasil kerja Presiden Jokowi serta Menteri2nya yg tidak mau tunduk dengan tekanan asing.

Ah mah gak tau apa2.
Taunya cuma nunggu komando untuk demo sambil teriak anti asing, anti aseng tapi mendukung calon penjual kekayaan negeri. Setelah itu mereka berbaris seperti kecoa kawin untuk mendapatkan jatah nasi bungkus.
POLITIKANDALAN.BLOGSPOT.COM

Thursday, July 23, 2020

Ipar scandal (BLBI)


Yg lain cuma kena jerat.. Kecipratan Suueee.. yg kenyang.. Bebas tanpa kena jerat hukum hanya mereka yg masih kerabat lingkungan Cendana..

Wednesday, July 22, 2020

Presiden Jokowi: Tiap Rupiah Uang Rakyat Harus Dikelola Secara Bertanggung Jawab dan Transparan


Komitmen pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai penggunaan setiap rupiah uang rakyat adalah sama. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di acara penyampaian laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat (LHP LKPP) tahun 2019 menegaskan bahwa penggunaan uang rakyat tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab dan transparan.

“Komitmen kita, Bapak/Ibu pimpinan dan anggota BPK serta pemerintah, adalah sama. Setiap rupiah uang rakyat dalam APBN harus digunakan secara bertanggung jawab, dikelola dengan transparan, dan sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2020.

Selain itu, tak kalah penting, manajemen dan tata kelola anggaran harus dijalankan dengan baik, tepat sasaran, serta dijalankan dengan prosedur yang sederhana dan ringkas melalui proses yang cepat dengan manfaat yang maksimal untuk rakyat.

Di tengah upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19 serta dampak yang ditimbulkannya, kecepatan penggunaan anggaran yang diperoleh dari prosedur yang sederhana dan ringkas tersebut menjadi sangat krusial dan dirasakan manfaatnya.

“Percuma kita memiliki anggaran tetapi anggaran tersebut tidak bisa secara cepat dibelanjakan untuk rakyat padahal rakyat menunggu, rakyat membutuhkan, pada saat perekonomian juga sangat membutuhkan,” ucapnya.

“Sekali lagi, dibutuhkan langkah yang cepat, tepat, efisien, dan tentu saja jangan dilupakan akuntabilitas. Ini penting sekali,” Presiden menambahkan.
Lebih jauh, Kepala Negara juga kembali mengingatkan bahwa saat ini dibutuhkan langkah-langkah luar biasa yang harus ditempuh pemerintah untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/presiden-jokowi-tiap-rupiah-uang-rakyat.html]
Sumber: Biro Pers Istana Kepresidenan
https://www.facebook.com/1537921806485653/posts/2742004359410719

Survei Indikator Indonesia Temukan Elektabilitas PDIP Meningkat


Survei Indikator Indonesia Temukan Elektabilitas PDIP Meningkat, Hasto: Bukti Menyatunya Dengan Rakyat Direspons Positif

Hanya Elektabilitas PDIP dan Gerindra Di Atas Hasi Pileg 2019, Sekjen PDIP Sebut Bukti Kerja Keras Lebih Baik


Jakarta - Hasil survei lembaga Indikator Indonesia menemukan PDI Perjuangan (PDIP) mengalami peningkatan elektabilitas dari 22 persen menjadi 26,3 persen pada riset terbaru yang dilaksanakan pada 13-16 Juli 2020.Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Indikator Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei pada Selasa (21/7/2020).

"Tren elektabilitas PDI Perjuangan naik dari 22,2 persen di survei Mei menjadi 26,3 persen di survei Juli," kata Burhanuddin.

Angka itu jauh mengungguli Partai Gerindra yang berada di tempat kedua dengan angka 17,7 persen, yang meningkat dari 15,2 persen pada survei Mei lalu. Di tempat berikutnya adalah Golkar (8,3 persen), Partai Demokrat (5,7 persen), PKB (5 persen),  Nasdem (4,5 persen), PKS (4,4 persen), PAN (2 persen), dan PPP (1,7 persen).

"Hanya PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang elektabilitasnya di atas hasil Pileg 2019," kata Burhanuddin.

Menanggapi hasil tersebut, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, yang hadir sebagai penanggap di rilis itu, menyatakan bahwa hal ini menunjukkan menyatunya PDI Perjuangan dengan rakyat direspons positif. Demikian halnya terkait kebijakan positif oleh Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin direspons secara positif oleh responden. Termasuk berbagai kebijakan yang terkait pandemi covid-19.

"Menarik dari hasil survei bahwa sikap PDI Perjuangan yang pasang badan membela kebijakan Jokowi-Ma'ruf direpsons positif oleh responden. Ada rebound," kata Hasto.

PDIP menilai bahwa titik ekonomi terendah Indonesia pada Mei sudah dilampaui, sehingga harus menjadi momentum penguatan.

"Meski pandemi sudah berlangsung 4 bulan ada tren kenaikan ekonomi rumah tangga. PDI Perjuangan tidak menutup mata bahwa rakyat mengharapkan persoalan peningkatan kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi dapat segera di atasi. Ini yang menjadi fokus Partai," ujarnya.

"Kami harap Kadin bisa mendorong semangat berdikari. Impor buah dan pangan kita dorong dikurangi saja karena yang harus kita dorong adalah rakyat berdikari sehingga ekonomi rumah tangga meningkat. UMKM harus didorong dan mendapat sentuhan. Saatnya kita percaya pada kekuatan sendiri," tambah Hasto.

Selain itu, hasil survei Indikator Indonesia membuktikan kegaduhan yang disebabkan polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) berbanding terbalik dengan tingkat dukungan kepada partainya.

"Ini yang mendorong PDI Perjuangan bahwa menangis tertawa bersama rakyat adalah pilihan, persatuan dengan rakyat harus lebih dominan, meski komunikasi politik harus dilakukan juga sebaiknya demi mendorong hal positif," lanjut Hasto.

PDIP melihat bahwa kritik yang ada terhadap kondisi perekonomian menjadi cambuk agar bekerja lebih keras sehingga program lebih cepar dilaksanakan dan kepuasan publik meningkat.

"Tapi paling tidak kami lihat energi positif dengan terjadinya rebound, mengalami peningkatan ini. Saatnya mari kita padukan seluruh potensi kita. PDI Perjuangan sepakat persoalan ekonomi dan kesehatan adalah pekerjaan kita bersama," ujar Hasto.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/survei-indikator-indonesia-temukan.html]

Tuesday, July 21, 2020

CINTA RAKYAT PADA JOKOWI KALAHKAN AROGANSI MEDIA


Dulu, di era Soeharto, media kita dibungkam, Otoriter, Tak boleh sembarangan memberitakan. Tak boleh ada kritikan, sekalipun itu benar. Tak boleh ada berita negatif tentang pemerintah, sekalipun itu benar  terjadi dan fakta.

Semua media di bawah kendali Soeharto. Suka2 dia. Kegiatan mancing keluarga Presiden jauh lebih penting dari semua berita apapun di dunia saat itu. Dan kegiatan tidak berfaedah tersebut bisa menghentikan breaking news apapun.

Semua media nurut, Tunduk, Yg nggak nurut, atau lalai meloloskan kritik pada pemerintah, langsung dibredel. Ditutup. Atau kantornya diteror dan dihancurkan.

Tidak hanya media, orang biasa pun tak boleh berkomentar negatif. Kalau maksa, besoknya hilang ditelan bumi. Bisa juga ditembak mati atau diculik dan disiksa.

Namun sekarang di era Jokowi, semua berbalik 180 derajat. Presiden bebas dicaci maki. Presiden juga tidak pernah mempersoalkan atau melaporkan pihak2 yg mencaci dan memfitnahnya.

Bahwa ada beberapa orang pembenci Jokowi masuk penjara, umumnya mereka punya kasus lain. Seperti halnya Habib Bahar yg punya kasus menganiaya santri. Jonru yg divonis karena kasus SARA. Dhani ditangkap karena bermasalah dg Banser, ujaran kebencian. [teruskan baca...pencet link bwh.
  [https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/cinta-rakyat-pada-jokowi-kalahkan.html]

Sekalipun semua mereka kerap menghina Presiden Jokowi, tapi masuk penjaranya karena kasus lain. Sama seperti Rizieq yg sepanjang tahun menyebarkan provokasi dan ujaran kebencian, tapi kabur ke Arab hanya gara2 selangkangannya Firza.

Selain itu, memasuki periode kedua Jokowi, media jadi lebih ugal2an menyerang pemerintah. Dari mulai clickbait, framing, bahkan hoax.

Media mainstream kita, yg katanya netral itu, kini terjebak politik praktis menyerang pemerintah.

Namun Jokowi tetap tenang atas semua pemberitaan click bait, framing dan hoax yg dilakukan oleh media2 kredibel. Yg selama ini kerap jadi hakim di media sosial, merasa benar sendiri dan netizen selalu salah.

Sampai saat ini, tidak sekecap pun Presiden Jokowi menegur, mengeluhkan atau sekedar menyindir media2 di Indonesia. Padahal yg dilakukan oleh para wartawan sudah melampaui batas. Terang2an menyebar hoax hanya agar bisa menyerang dan menjatuhkan Jokowi.

Tapi meski Presiden diam saja, masyarakat tak mau tinggal diam. Contoh Detikcom, yg ratingnya semula 4 koma sekian, hari ini sudah turun menjadi mungkin kurang 2 koma. Kolom komentar pun penuh dg hujatan dan kekecewaan terhadap detikcom.

Sebelumnya pernah juga Tempo dibuat nyungsep ratingnya gara2 memuat konten provokasi terhadap Presiden. Tidak etis, berlebihan.

Bukan hanya media, Bukalapak juga sempat dibuat nyungsep gara2 Zaky sang founder menyerang Jokowi dg data salah. Dan gara2 ini, Zaky sampai menghadap Presiden dan meminta tolong agar serangan pada Bukalapak bisa dihentikan. Karena bukan ratingnya saja yg nyungsep, tapi transaksinya juga anjlok, terjun bebas.

Saat itu Presiden Jokowi dg kerendahan hatinya, karena tak ingin Bukalapak tumbang, Presiden meminta agar masyarakat berhenti membully. Berhenti menyerang Bukalapak, karena bagaimanapun Bukalapak adalah perusahaan anak negeri yg harus didukung.

Tapi nasi sudah jadi bubur. Meski Zaky sudah minta maaf, tetep saja rating dan bisnis bukalapak terus anjlok. Makian dan kekecewaan masyarakat tidak terbendung.

Saya ingat betul waktu itu sempat ditanya, bagaimana cara menghentikan serangan terhadap Bukalapak? Mengingat kita ikut mengkampanyekan uninstall dan beri rating kecil. Saya jawab tidak bisa. Itu adalah harga kekecewaan yg harus dibayar kontan.

Dari kejadian2 ini, saya merenung. Betapa masyarakat kita sangat mencintai Presiden Indonesia yg sekarang. Masyarakat mudah sekali tersinggung jika Jokowi dijadikan target framing atau hoax. Kekecewaan tersebut bisa terjadi begitu saja, tanpa komando dan bahkan tak bisa dihentikan oleh siapapun. Bahkan meski Jokowi sendiri sudah memaafkan mereka secara terbuka.

Rakyat Indonesia seolah tau kapan harus bertindak. Dan selalu siap bertindak.

Semakin sabar seorang Jokowi, semakin hening dan tak merespon atas serangan media padanya, maka kita semakin solid masyarakat bergerak, tanpa ragu bertindak.

Jokowi, bukan Ketum partai, bukan anak tokoh atau elite. Bukan dari kalangan militer. Tapi hari ini kita semua menjadi saksi, betapa Jokowi sangat dihormati dan dijunjung tinggi oleh rakyat Indonesia. Siapapun yg berani menyenggolnya, akan mendapat respon yg setimpal.
Wassalam..
 [https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/cinta-rakyat-pada-jokowi-kalahkan.html]
Alifurrahman.

Maboook Agama Ala Pakistan


“ *MABOK AGAMA” ALA* *PAKISTAN*

Salah satu negara yang paling parah mengalami “mabok agama” di dunia ini adalah Pakistan, salah satu negeri yang termasuk paling miskin dan paling terbelakang di dunia. Menurut Prosperity Index yang dirilis oleh Legatum Institute yang berbasis di London, Pakistan menempati posisi 130 dari 142 negara di dunia dalam hal kemakmuran dan kebahagiaan. Pakistan juga termasuk ke dalam 5 negara di dunia yang dianggap sebagai negara yang paling miskin, paling tidak sehat, paling tidak bahagia, dan paling tidak aman di dunia bersama dengan Suriah, Yaman, Nigeria dan Liberia.

Sebagai gambarannya, banyak terjadi peristiwa pembunuhan yang sadis dan konyol hanya karena sikap fanatisme dalam beragama. Salah satu yang fenomenal adalah ketika seorang anak wanita bernama Malala Yousafzai ditembak kepala dan lehernya oleh kelompok radikal Taliban hanya karena menuntut hak bersekolah bagi anak-anak perempuan. Taliban sebagai kelompok radikal yang berpengaruh di Pakistan menganggap bahwa wanita tidak berhak atas pendidikan dan aktifitas di luar rumah.

Masih di Pakistan juga, Qandeel Baloch, gadis 26 tahun, tewas dibunuh oleh kakak kandungnya sendiri, Waseem Azeem hanya gara-gara adiknya tersebut suka selfie dan upload foto di media sosial. Si pembunuh sama sekali tidak menyesali perbuatannya bahkan merasa bangga karena dalam pandangannya wanita yang baik seharusnya hanya berdiam diri di rumah saja dan tidak pamer kecantikannya.(...lanjutkan baca terus....)
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/maboook-agama-ala-pakistan.html]

Sepasang suami istri di Kashmir, Pakistan juga membunuh anak perempuan mereka yang berusia 16 tahun dengan menyiram air keras demi menjaga kehormatan keluarga. Anosh / Anusha Zafar, gadis 16 tahun, disiram cairan asam cuka (acid) oleh kedua orang tuanya karena melirik pemuda yang berkendaraan motor. Anosh dipukuli orangtuanya dan 60% tubuhnya mengalami luka bakar serta meninggal sehari setelah kejadian. Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan melaporkan sebanyak kurang lebih 1000 perempuan Pakistan tewas dibunuh per tahun karena alasan “kehormatan”.

900 wanita Pakistan mengalami kekerasan seksual dan mencoba bunuh diri. Banyak wanita Pakistan yang dibunuh ayahnya atau saudaranya sendiri karena dianggap “tidak berpakaian sopan, berkelakuan buruk dan merendahkan martabat keluarga”. Seorang pria menembak mati dua saudara perempuannya di Sargodha, Punjab karena dianggap berkelakuan buruk, dan 3 gadis remaja dibunuh oleh sepupu pria mereka karena dianggap “merusak martabat keluarga” mereka di Pakpattan, Punjab.

Seorang wanita bernama Farzana Parveen dihukum mati dengan cara dirajam yaitu dilempari batu sampai mati secara ramai-ramai oleh keluarganya sendiri karena menikah dengan orang yang tak disetujui keluarganya. Juga ada seorang wanita hamil berusia 27 tahun yang dirajam, dihukum mati dan dilempari batu oleh keluarga besarnya sendiri karena pindah agama menjadi Kristen.

Intoleransi beragama juga banyak terjadi di Pakistan. Di sana pernah terjadi bom bunuh diri yang menewaskan 69 orang dan ratusan luka-luka dengan korban terbanyak adalah adalah wanita dan anak-anak yang sedang menikmati liburan Hari Raya Paskah di taman kota Lahore. Serangan bom juga pernah mengguncang sebuah perayaan agama di kuil aliran agama tertentu di Balochistan, Pakistan, yang menewaskan 52 orang dan korban luka yang mencapai 105 orang. Bom juga pernah diledakkan di sebuah rumah sakit di Quetta, di Pakistan selatan yang menewaskan setidaknya 70 orang. Thaliban juga pernah menyerang dan menembaki sebuah sekolah di Peshawar yang menewaskan 132 siswa anak-anak serta 9 staf dan pengajar karena mungkin bersekolah dianggap sebagai sesuatu yang haram oleh Taliban.

Pembunuhan karena kasus “penistaan agama” yang melibatkan seorang gubernur juga pernah terjadi di Pakistan. Salman Taseer, gubenur propinsi Punjab di Pakistan dibunuh pada tahun 2011 karena dia dianggap menentang hukum penistaan agama di Pakistan. Kasus penistaan agama ini bermula dari hal yang sangat sepele. Aasiya Noreen, perempuan Katolik yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani meminum dari gelas yang sama dengan perempuan-perempuan lain yang beragama muslim dalam suatu acara panen bersama. Terjadilah percekcokan karena mereka yang muslim menganggap orang yang bukan Muslim itu kotor, sehingga tidak boleh minum dari gelas yang sama dengan mereka. Dalam adu mulut itu Aasiya dituduh mengatakan sesuatu yang menghina Nabi. Di Pakistan, hal yang demikian ini juga berarti bel kematian sudah pasti berbunyi.

Kasus ini memancing kemarahan yang meluas di masyarakat Pakistan dan wanita itupun dihukum mati. Seorang menteri untuk urusan minoritas yang kebetulan beragama Kristen, Shahbaz Bhatti, juga mati dibunuh. Salman Taseer, Gubernur Punjab yang mengajukan petisi agar wanita itu dibebaskan juga dibunuh. Dia dibunuh oleh pengawalnya sendiri, Malik Mumtaz Qadri, dengan 27 kali tembakan AK-47. Malik Mumtaz Qadri juga akhirnya dihukum mati. Tapi reaksi publik Pakistan sangat mengejutkan. Ratusan ribu orang turun ke jalan untuk mengiringi dan mengelu-elukan pemakaman Malik Mumtaz Qadri yang dianggap sebagai pahlawan agama. Ini mungkin adalah prosesi kematian terbesar untuk seorang pembunuh.

Peristiwa terbaru adalah seorang mahasiswa jurnalistik bernama Mashal Khan yang dikeroyok, disiksa dan dibunuh karena dianggap menista agama. Ada juga sepasang suami istri yang dibunuh dan jasadnya dibakar massa karena dianggap menghina agama. Juga ada seorang polisi yang membunuh seseorang dengan kapak karena dianggap menghina agama. Juga terjadi tiga orang perempuan yang membunuh seorang pria karena dianggap menista agama.

Di Indonesia isu “penistaan agama” ini juga pernah menjadi bahan perbincangan yang ramai. Teroris pembunuh dan pemenggal kepala seperti Santoso, Imam Samudra dan lain-lain juga dielu-elukan dan dianggap sebagai pahlawan agama yang konon mayatnya berbau wangi. Bangkitnya kelompok radikal di Indonesia memicu kekhawatiran bahwa Indonesia kelak akan mengikuti jejak Pakistan dan berubah menjadi Indonistan. Kalo Indonesia sudah menjadi Indonistan maka Anda terutama cewek harus hati-hati karena Anda bisa dibunuh hanya karena suka foto selfie dan upload di medsos. Anda yang punya anak juga harus hati-hati karena anak Anda bisa ditembak kepalanya di sekolah. Anda juga harus hati-hati ketika sedang merayakan hari raya di taman kota karena bisa kena bom.

Anehnya, meski disebut sebagai salah satu negara paling miskin dan paling terbelakang di dunia tapi Pakistan dianggap juga sebagai salah satu negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia yaitu memiliki 120 hulu ledak nuklir. Negara menghabiskan biaya yang besar untuk menciptakan alat pembunuh massal sementara rakyatnya dibiarkan kelaparan, miskin, bodoh, terbelakang dan tertindas.

Eropa abad pertengahan juga pernah mabok agama sangat parah. Ilmuwan Giordano Bruno dibakar hidup-hidup hanya karena bilang bumi mengitari matahari dan berbeda dengan dogma gereja saat itu. Banyak wanita dibakar hidup-hidup hanya karena dianggap penyihir tanpa perlu bukti, pengadilan dan pembelaan diri. Joan of Arc pahlawan wanita dari Prancis juga dibakar hidup-hidup oleh pihak gereja.

Saat ini kondisi negara kita memang belum separah seperti Pakistan yang masih primitif, barbar dan biadab. Di abad 21 yang adalah abad penjelajahan ruang angkasa, mereka masih memiliki pola pikir jumud ala abad pertengahan. Tapi jika kelompok radikal terus dibiarkan berkembang, menyebarkan kebencian, memaksakan kehendak hingga akhirnya bisa menguasai pemerintahan maka bukan hal yang mustahil jika lambat laun Indonesiapun akan berubah dan bertransformasi menjadi Indonistan. Sampeyan mau? Saya mah ogaah......
Salam Waras
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/maboook-agama-ala-pakistan.html]

Monday, July 20, 2020

Keren! Bahan Bakar 100% Sawit kebanggaan Jokowi sukses diproduksi di Kilang Dumai


 Energi bersih dengan produk D100 atau bahan bakar 100% sawit untuk kendaraan akhirnya lahir di Kilang Dumai. Produksi di kilang eksisting tidaklah mudah, perlu keberanian dengan kalkulasi tepat agar produksi tidak menganggu produksi minyak yang sedang berlangsung setiap hari.
Dengan kolaborasi Pertamina Research & Technology Center (RTC) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mampu merealisasikan keinginan Presiden Joko Widodo dengan memproduksi D100 atau bahan bakar untuk diesel dengan memakai 100% sawit.
Sebagai uji coba, Toyota Innova sudah memakai produk D100 dan hasilnya tidak jauh berbeda dengan memakai bahan bakar minyak (BBM). Bedanya, produk D100 ini sangat ramah lingkungan.

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo optimistis Indonesia mampu mendorong penggunaan alternatif energi untuk menekan impor minyak dan gas bumi.
Saat ini, Indonesia telah memulai program B20 yang merupakan campuran solar dengan 20 persen biodiesel.
Selanjutnya, Indonesia bergerak menuju penggunaan B30. Jokowi optimistis penggunaan biodiesel ini akan lebih banyak pada masa mendatang. "Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa membuat B100," ujar Jokowi dalam beberapa kesempatan.
Program 100% memakai sumber daya nabati untuk bahan bakar tampaknya kini menjadi kenyataan. Pertamina hari ini meresmikan ujicoba produk 100% memakai sawit atau dinamakan Bahan Bakar Sawit (BBS).
Program dengan nama Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100% yang menghasilkan produk Green Diesel (D-100) kini sudah diproduksi sebanyak 1.000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai.  
RBDPO adalah minyak kelapa sawit atau CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga hilang getah, impurities dan baunya.
Uji coba pengolahan produksi yang dilakukan pada 2-9 Juli 2020 tersebut merupakan ujicoba ketiga setelah sebelumnya melakukan uji coba mengolah RBDPO melalui co-processing hingga 7.5% dan 12,5%.
Keberhasilan tersebut mendapat dukungan penuh Pemerintah melalui kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Unit DHDT Refinery Unit (RU) II Dumai Rabu (15/7) sekaligus menerima contoh produk D-100 dari Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kartasasmita menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengawal implementasi Program Bahan Bakar Nabati (BBN) dalam rangka mengoptimalkan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, khususnya kelapa sawit, sehingga akan meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan di Pertamina, khususnya di Kilang Dumai yang telah membuktikan bahwa kita mampu. Keberanian yang diambil Pertamina ini luar biasa, prosesnya sejak tahun 2019 sampai hari ini juga sangat cepat. Kita sama-sama bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan anak negeri dan Pemerintah akan selalu mengawal Pertamina,” ucapnya.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/keren-bahan-bakar-100-sawit-kebanggaan.html]

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah kepada Pertamina untuk mewujudkan produk bahan bakar dengan menyerap bahan baku dalam negeri, dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

“Terima kasih kepada Pemerintah dan seluruh pihak terkait atas dukungan penuhnya kepada Pertamina. Dari uji coba ini menunjukkan bahwa dari sisi kilang dan katalis kita sudah siap, selanjutnya kita perlu memikirkan agar sisi keekonomiannya juga dapat tercapai,” kata Nicke.
Menurut Nicke, hadirnya inovasi yang menghasilkan produk green energy tersebut telah menjawab tantangan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus tantangan penyerapan minyak sawit yang saat ini produksinya mencapai angka 42 hingga 46 juta metrik ton dengan serapannya sebagai FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sekitar 11,5%.
Pada saat yang bersamaan, di kilang Plaju, Pertamina juga akan membangun unit green diesel dengan kapasitas produksi sebesar 20.000 barel per hari.

“Hal ini membuktikan bahwa secara kompetensi dan kapabilitas Pertamina pada khususnya dan anak negeri pada umumnya memliki kemampuan dan daya saing dalam menciptakan inovasi, terbukti bahwa kita mampu memproduksi bahan bakar reneawable yang pertama di Indonesia dan  hasilnya tidak kalah dengan perusahaan  kelas dunia," ujarnya.
Pengolahan RBDPO menjadi D-100 di kilang Dumai, lanjutnya, dapat direaksikan dengan bantuan katalis dan gas hidrogen untuk menghasilkan product Green Diesel.
“Katalis yang digunakan adalah Katalis Merah Putih yang produksi putra putri terbaik bangsa di Pertamina Research and Technology Centre bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung,” ungkap Nicke.
https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/keren-bahan-bakar-100-sawit-kebanggaan.html
https://industri.kontan.co.id/news/keren-bahan-bakar-100-sawit-kebanggaan-jokowi-sukses-diproduksi-di-kilang-dumai

MEMAHAMI JOKOWI DAN ADIAN DENGAN MEMBEDAH ISI BUMN


(Hezra Dovian Tarukallo)
Berapa sih total posisi Direksi dan Komisaris di BUMN dari Induk sampai Cucu? Kalau ada 142 BUMN dan 850 anak dan Cucu lalu tiap BUMN itu masing masing punya 3 Direksi dan 3 Komisaris maka kira kira ada 992 perusahaan x 6 orang yaitu 5.952 orang. Sangat banyak.

Ok, berikut nya pernahkah kita membaca di iklan lowongan kerja tentang lowongan menjadi Komisaris dan Direksi BUMN induk hingga cucu? Pernah tidak kita baca atau dengar ada lelang jabatan untuk Komisaris dan Direksi di BUMN? Setahu saya tidak ada. Apa artinya? Artinya konfirm dong kalau 5.952 orang itu di isi melalui jalur tidak biasa, jalur khusus, kasarnya jalur titipan sana sini.

Berikutnya, dari 5.952 orang itu berapa kira kira titipan Kementrian, Partai Politik dan Relawan? Hmmm kementrian BUMN gak pernah transparan dalam hal ini. Begini saja, kita pakai angka Ombudsman untuk titipan Kementrian dan  Institusi negara lainnya yaitu 564 orang titipan. Kemudian kita asumsikan titipan partai politik dari berbagai partai anggaplah 300 orang lalu titipan relawan dari berbagai kelompok anggaplah 136 orang (Di genapkan 1000 biar gampang ngitungnya).

Jadi kalau dari 5.952 posisi di BUMN ada 1000 orang titipan Kementrian, Partai dan Relawan lalu yang sisanya yaitu 4.952 orang lainnya titipan siapa???? Pernah tidak ada yang coba mengulas 4.952 orang itu titipan siapa? Ada yang tahu?

Kalau saya tidak tertarik untuk cari tahu yang 1000 orang titipan itu, karena mau baik atau buruk yang 1000 orang itu tapi asal usul nya jelas dan terang benderang. Yang saya dan kita semua perlu tahu adalah siapa yang menitipkan 4.952 orang itu? Dan itu yang tidak terjawab karena kita semua di giring untuk meributkan 1000 orang titipan yang jelas asal usulnya tapi lupa pada 4.952 orang lainnya yang gelap gulita asal usulnya.

Kenapa mencari tahu 4.952 orang itu titipan siapa menjadi penting? Karena semua punya konsekuensinya.

Contohnya, Bagaimana kalau 4.952 orang itu ternyata titipan para mafia? Titipan mafia migas, titipan mafia tambang, mafia impor, mafia pangan, mafia alkes, mafia tanah, mafia infrastruktur, mafia pupuk dan sebagainya. Jangan jangan yang membuat rugi BUMN selama ini bukan 1000 orang titipan Kementrian, Partai dan Relawan tapi justru titipan para mafia itu? Apakah itu yang menyebabkan BUMN yang seharusnya memberikan uang pada negara tapi kenyataannya tiap tahun minta Utang dan PMN (Penanaman Modal Negara). Mungkin itu yang selama ini membuat BUMN tidak pernah menjadi Badan Usaha yang Profesional dan punya daya saing.

Contoh lainnya, Kalau 4.952 orang itu di isi titipan para mafia maka yang paling buruk adalah Rakyat kehilangan uang. Tapi bagaimana kalau 4.952 orang itu titipan kekuatan politik yang secara Ideologi tidak bersetuju terhadap Pancasila dan NKRI? Kalau ini yang terjadi maka Rakyat bukan hanya kehilangan uang tapi terancam kehilangan Negara.

Kalau berangkat dari ancaman bahaya itu maka jangan jangan apa yang sekarang sedang ramai di perbincangkan tentang Jokowi minta nama pada Adian Napitupulu untuk masuk ke BUMN adalah upaya menjaga BUMN dari dalam. Mungkin itu juga yang membuat Adian melawan Erick Thohir sekeras kerasnya karena ternyata pertaruhannya bukan hanya sekedar kehilangan uang tapi kehilangan Negara.

Kenapa Adian yang diminta Jokowi mencari orang untuk mengisi BUMN? Bukankah sudah ada TNI, Polri, Kementrian dan Partai Politik? Kalau menurut saya karena Presiden Jokowi mengenal Adian dan masa lalunya, Presiden Jokowi percaya pada kemampuan bertarung Adian dan teman temannya yang bertahun tahun di uji bukan dalam lembaran soal tapi dalam 20 an tahun pertarungan politik jalanan yang keras. Siapapun tahu bahwa Adian adalah salah satu pentolan Forkot, Forum Kota yang menjadi organisasi Mahasiswa paling keras di zamannya, siapapun tahu Adian dan teman temannya yang sekarang sudah banyak yang bergelar S1 dan S2 dulunya pernah di tangkap, di pukuli, di kejar, di teror, jadi target pembunuhan dan  semua pengalaman itu yang tidak di miliki oleh TNI, Polri, Orang Kementrian atau orang Partai yang dititip di BUMN.

Mungkin ini juga yang menjawab kenapa Presiden Jokowi tidak meminta Adian berhenti, kenapa Partai tempat Adian yaitu PDIP juga sepertinya membiarkan Adian. Karena ada agenda  besar untuk Republik yang sedang di perjuangkan yang mungkin tidak terlihat oleh mata awam.



Hezra Dovian Taruk Allo

Apa Yang Anda Lakukan Kalau Harus Memilih


MENGAPA PEMERINTAH MELONGGARKAN ATURAN?

Inilah jawabannya...
Hukum Pemilihan yang harus diselamatkan dalam Bencana.  Bila ada 2 orang : Ibu & Anak dalam suatu Bencana, kita harus pilih salah satu untuk diselamatkan. Menurut Hukum Penyelamatan Dalam Bencana, yg dipilih untuk ditolong adalah ANAKnya, Ibunya dikurbankan.

Demikian juga dalam  bencana COVID19, pilihan hanya ada dua: KESEHATAN atau EKONOMI?

▪ Kalau pilih Kesehatan yg diselamatkan, yg jadi korban Ekonominya hancur, dan yg jadi korbannya Generasi Muda kita* jadi tak Produktif, masa depannya Suram bahkan Hancur. Jumlah Pemuda & anak² kita yg jadi korban besar sekali 91% X 267 juta rakyat Indonesia.

▪ Kalau pilih Ekonomi yg diselamatkan , Kesehatan akan Hancur, Covid 19 merajalela, anak² muda kita kuat tak jadi korban Covid, yg jadi korban adalah LANSIA, tapi jumlah kecil sekali 9% dari total Rakyat Indonesia.

Menurut Hukum Penyelamatan Bencana kita harus memilih Selamatkan yg Muda yg jumlahnya Besar Sekali, yg dikorbankan yg tua yg jumlahnya sedikit.
Jadi pilihan yang TEPAT yg diselamatkan EKONOMI daripada KESEHATAN, Selamatkan yg Muda yg Jumlahnya Besar sekali.

JADI KITA YANG LANSIA HARUS SIAP, HARUS KARANTINA TERTUTUP TOTAL tidak ketemu sama sekali dengan Anak / Cucu dalam kurun waktu tertentu.

YANG DI LOCKDOWN ADALAH LANSIA

 πŸ™πŸ» Inilah kehidupan yg harus kita hadapi kedepan. MAU BERAPA LAMA LAGI HIDUP DALAM KETAKUTAN ??

🀒 Mungkin banyak yg belum tahu.

1. Dunia sekarang menghadapi TSUNAMI RESESI EKONOMI. Di Amerika sudah 33 Juta orang kena PHK . Di China ada 80 Juta orang. Eropa sendiri pusing dengan 60 Juta pekerja terancam PHK.

2. Badai Corona ini membuat Amerika harus berhutang 46 Ribu Trilyun Rupiah. Sebagian besar hutang bukan untuk menghadapi Corona, tapi untuk menyelamatkan keuangan Perusahaan² yg mulai rontok bersamaan .

3. Eropa sendiri Menggalang Dana hampir 2 Ribu Trilyun rupiah, untuk menyelamatkan Ekonomi mereka.

4. Jadi jangan anggap Remeh Resesi Ekonomi kali ini. Karena, Virus membunuh beberapa orang, tetapi RESESI EKONOMI BISA MENGHANCURKAN SEBUAH NEGARA!.

5. Inilah masa² menakutkan bagi banyak Negara, termasuk Indonesia. Produksi berhenti, Ekonomi hancur, orang ketakutan, dan dampak besarnya adalah Jutaan orang kehilangan Pekerjaan.

6. Para Pengusaha di Indonesia bahkan sudah Warning, mereka hanya bisa bertahan terakhir di bulan Juni saja. Kalau Juni Mall masih tutup, kantor gak boleh kerja, maka banyak perusahaan bangkrut dan untuk menyelamatkan keuangan banyak perusahaan itu, butuh Dana Ribuan Trilyun Rupiah. Hancurlah kita!.

7. Jadi kita harus paham kenapa Jokowi harus melonggarkan ikatan dari ketakutan terhadap virus Corona ini. Kita tidak bisa hidup dalam ketakutan terus. Kita harus mulai bergerak untuk melancarkan nadi Perekonomian kembali.

8. Itulah kenapa Transportasi Publik setahap demi setahap dibuka. Juni sekolah² harus kembali beraktivitas. Kantor mulai bergerak.

9. Dan untuk sekarang, Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Covid, sdh mengumumkan bagi Warga yg berusia dibawah 45 Tahun boleh kembali beraktivitas. Pertimbangannya, karena selama ini yg rentan akan dampak Corona adalah mereka yg berusia diatas 45 Tahun.

10. Pasti banyak yg mencaci , "Wah, kok Pemerintah seenaknya saja. Bagaimana kalau nanti angka tertular Corona jadi meninggi ??"

11. Percayalah!  Lebih mengerikan melihat Statistik jumlah orang yg di PHK , daripada statistik jumlah orang yang Positif Corona seperti sekarang ini.
Yg ribut biasanya kelas menengah yg hidup ketakutan meski masih bisa makan, tapi kelas bawah perut laparnya gak akan bisa ditahan.

 12. "Berdamailah dengan Corona..!" Kata Presiden beberapa hari lalu.
Memangnya mau berapa lama lagi kita harus hidup dalam ketakutan??

πŸ… Pemerintah tidak mungkin akan melindungi Anda 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun... dst..

πŸ… Apakah Anda pikir, setelah akhir Juli 2020 , Corona tiba² akan pergi dan kita akan mulai hidup seperti sebelumnya?.
πŸ‘‰πŸ½  TIDAK SAMA SEKALI.!!!
Makin bulan ke depan makin jelas.. terasa berat... mudah²an tidak !! Sudah terbiasa.. Perlu adaptasi ... πŸ‘‰πŸ½ NEW NORMAL.

πŸ… Virus ini sekarang telah menetap di Negara kita.., DISINI..!
Kita harus belajar untuk hidup dengannya. Setidaknya sampai Vaksin ditemukan.

πŸ… Sekarang kita harus melawan Virus ini sendiri !, dengan MENGUBAH GAYA HIDUP KITA, dengan MEMPERKUAT KEKEBALAN KITA, dengan *NEW NORMAL..!!!* πŸ’πŸ™πŸ»πŸ’

Harap Perhatikan Perbedaannya !!!                          (Supaya tidak berprasangka buruk)

1. Batuk kering + Bersin = Polusi udara.

2. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek = Pilek biasa.

3. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek + Sakit tubuh + Kelemahan + Demam ringan = Flu.

4. Batuk kering + Bersin + Nyeri tubuh + Kelemahan + Demam tinggi + Kesulitan bernapas + Hilangnya indra pengecap dan perasa =  Corona virus.

Departemen patologi AIIMS,
Din. Kes.
_______________________________

Ini kiriman dari Din. Kes. tolong dishare ke korwil masing-masing

Jadikan pesan ini tersedia untuk diketahui orang sebanyak mungkin !
POLITIKANDALAN.BLOGSPOT.COM.

PESAN: CINTAI Budaya Nasional, bukan budaya luar.....



Jokowi Membuat Sejarah Baru Indonesia


AKAN TERCATAT DALAM SEJARAH BAHWA PRESIDEN JOKOWI...

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dinegara kita ada Presiden yang bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi hanya rakyat biasa yg berasal dari keluarga sederhana, Jokowi bukan ketua partai, Jokowi bukan dari militer, Jokowi hanyalah seorang pengusaha mebel, tetapi Jokowi bisa menjadi Presiden Republik Indonesia 2 periode.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi memiliki keluarga bahagia, anak istri Presiden Jokowi tidak aji mumpung memanfaatkan jabatan suami/bapaknya utk menimbun harta, dimana anak2nya usaha sendiri dari bawah, Presiden Jokowi anti KKN, bersih.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah Presiden pelayan rakyat yg sederhana yg tdk ada jarak dgn rakyatnya, dimana blusukan menjadi cirinya, blusukan utk melihat langsung pembangunan dan bertemu dgn rakyatnya.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah Presiden pemberani dan tegas, dibilang krempeng dan plonga plongo teryata paling berani melawan koruptor dan para mafia negeri ini dan inilah salah satu mengapa Presiden Jokowi sgt dibenci.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa ini, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah Presiden yg cerdas, visioner, beradab, sabar dan tenang dan tidak cengeng, tidak emosional meskipun ribuan hoax, fitnah dan hinaan menghantam.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa ini, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah Presiden yg banyak disebarkan hoax dan fitnah, dihina, dihujat, dicaci maki dan paling dibenci, tetapi Presiden Jokowi adalah Presiden yg paling banyak berprestasi, kerja nyata untuk membangun negeri ini, banyak proyek yg mangkrak diera sebelumnya diselesaikan Presiden Jokowi, ini adalah fakta dan bukan sekedar memuji atau ilusi.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah beragama islam sejati, tetapi Presiden Jokowi difitnah disebarkan hoax bukan islam, tidak pro islam, fitnah busuk dari lawan politiknya, fitnah busuk dari para pendengki dan pembenci, fitnah busuk dari masyarakat kadrun.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi bertahun2 disebarkan hoax dan fitnah PKI, aseng asing, dll, serta demo2 oleh kaum kampret/kadrun, Presiden Jokowi bertahun2 disebarkan hoax dan fitnah, ingin dijatuhkan oleh bangsanya sendiri, yaitu masyarakat kampret/kadrun, tetapi selalu gagal dan tidak pernah berhasil.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi mempunyai banyak pendukung yg setia yg selalu membelanya, yg tdk kenal lelah melawan masyarakat kadrun, melawan hoax dan fitnah, ikhlas dan tdk dibayar sepeserpun demi Jokowi orang baik, demi Indonesia.

Tetap percaya,
Tetap dukung,
Presiden Jokowi.

SALAM DAMAI.
ROF SIN.
πŸ‡²πŸ‡¨πŸ’™πŸ™πŸ’šπŸ‡²πŸ‡¨

Saturday, July 18, 2020

Kisah Wartawan Yang Perlu Anda Baca...Sebarkan.


***Tiurmaida Tampubolon - Wartawan Senior.

⚘🌸Tiurmaida Sharing selasa 14 Juli 2020

Sekarang banyak sekali orang mengirim video dan berbagai info yang menjelek2kan pemerintahan Jokowi dan menyanjung setinggi2nya pemerintahan orba sewaktu Pak  Harto jadi Presiden kita.

Yang menyebarkan siapa lagi kalau bukan pembenci / haters Pak Jokowi yg dikenal sebagai Kadrun..

Karena gemar sekali menyebarkan info gak jelas datanya ..asal njeplak..Beberapa hari lalu aku tanya dong ke Si Kadrun pembenci Pak Jokowi tsb ttg video yg bolak balik dia share sekaligus aku beberkan  data.. fakta kebenaran ttg pemerintahan Pak Harto yg dipuja2nya jauh lebih bagus dr Pemerintahan Pak Jokowi..

Aku share juga di FB ku ini karena beberapa Kadrun juga sering menyerang wall ku ..
Jadi spy clear dan fair... tolong dibaca baik2..

Sumber video menjelek2kan Pak Jokowi  dari mana sih Pak?

Saya ingin tau..data yg dipakai Valid atau tidak...

Tambah lagi disebutkan Pemimpin itu hrs tau geopolitics negara lain especially China yg di video ini jd stressing point = China menjajah Indonesia dg kolonialisasi 5.0 .

Artinya Pak Jokowi sebagai Presiden tidak tau geopolitics negara lain termasuk Tiongkok..He..he..koq bisa  narasi video ini menyimpulkan spt itu..

Terus di awal mengagung2kan pemerintahan orba dg kecanggihan dalam menyusun GBHN dijewantahkan  menjadi APBN sehingga perekonomian era orba  tsb tidak sehancur Perekonomian era pemerintahan sekarang..😊

Lha kalau perekonomian di era Orba tsb bagus..rakyat sejahtera adil makmur..Kenapa suhunya Kadrun , Pak Amien Rais menjatuhkan Pak Harto dg orde barunya yg hebat sekali disanjung dalam video ini..

Jadi please sy mau dong info siapa Pembuat video ini..berikut sources data yg dimiliki..Karena saya dkk setiap hari bertugas jadi Wartawan  Istana Kepresidenan meliput kegiatan Pres.Soeharto...Jadi khatam dg situasi sosial politik jg berbagai masalah ekonomi  era Pres. Soeharto...

Bahkan saya terus stand by bertugas di masa2  keterpurukan Pak Harto  sampai   saat  detik2 Pak Harto dipaksa turun Harmoko di Cendana krn pressure dr orang2 spt Amien Rais suhu para Kadrun yg sekarang berbalik lagi mesra2nya dg Cendana untuk menjatuhkan Pak Jokowi..

Detik2 Pak Harto menyatakan mundur jadi Presiden RI pun saya ada di Istana setelah mendengar desakan sejumlah tokoh pemuka agama al.Cak Nur

Supaya ingat kembali keterpurukan era Presiden Soeharto memerintah saya share deh data validnya ya Pak..Simak ..dan maknai baik2.

🌸21 Mei 1998, pukul 09.00 WIB, saya dkk Wartawan Istana Kepresidenan ada di credentials room di Istana Merdeka, Jakarta.

Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya dg pidato  singkat.

 Pak Harto antara lain katakan, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998.

Pengumuman pengunduran diri Soeharto tsb sdh kami prediksi  karena sehari sebelumnya sudah ramai dibicarakan bahwa Presiden Soeharto akan mengundurkan diri.

Pertanyaannya ..apa yang mendorong Pak Harto akhirnya memutuskan untuk mundur? Karena, beberapa hari sebelumnya, masih yakin dapat mengatasi keadaan.

Diawali oleh keterangan pers Ketua DPR/MPR Harmoko usai Rapat Pimpinan DPR, Senin 18/5

🌸18 Mei 1998

Pukul 15.20 WIB, Harmoko di Gedung DPR,  dikepung ribuan mahasiswa

Walau sebelumnya dia yg minta Pak Harto maju lagi jadi Presiden tp spt Brutus Harmoko dengan suara tegas katakan :

Demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR, baik Ketua maupun para Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan bijaksana.

Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil Ketua DPR, yakni Ismail Hasan Metareum, Syarwan Hamid, Abdul Gafur, dan Fatimah Achmad.

Namun, kejutan yang disambut gembira oleh ribuan mahasiswa yang mendatangi Gedung DPR itu, tidak berlangsung lama.

Mengapa? Sebab,  malam harinya, pukul 23.00 WIB Menhankam/ Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto mengemukakan, ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual, meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif.

Walaupun sikap ABRI itu disampaikan setelah Wiranto memimpin rapat kilat dengan para Kepala Staf Angkatan dan Kapolri serta para panglima komando, tetapi diketahui bahwa pukul 17.00 WIB Panglima ABRI bertemu dengan Presiden Soeharto di kediaman Jalan Cendana. Dengan demikian, muncul dugaan bahwa apa yang dikemukakan Wiranto itu adalah pendapat Presiden Soeharto.

Pukul 21.30 WIB, empat Menko diterima Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. Mereka juga berniat menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet Pembangunan VII dibubarkan saja, bukan di-reshuffle.

Tujuannya, agar mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu "malu". Namun, niat itu--mungkin ada yang membocorkan--tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. Ia langsung mengatakan, "Urusan kabinet adalah urusan saya." Akibatnya, usul agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Pembicaraan beralih pada soal-soal yang berkembang di masyarakat.

🌸19 Mei 1998

Pukul 09.00-11.32 WIB, Presiden Soeharto bertemu ulama dan tokoh masyarakat, yakni Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nucholish Madjid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof Malik Fadjar (Muhammadiyah), Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia Yusril Ihza Mahendra, KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono (Muhammadiyah), serta Achmad Bagdja dan Ma'aruf Amin dari NU.

Usai pertemuan, Presiden Soeharto mengatakan akan  mengadakan reshuffle Kabinet Pembangunan VII sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet Reformasi.

Pak Harto juga akan bentuk Komite Reformasi.  Sore harinya Cak Noer  ungkapkan bahwa gagasan reshuffle kabinet dan membentuk Komite Reformasi itu murni dari Soeharto bukan usulan mereka.

Dalam pertemuan tsb, sesungguhnya tanda-tanda  Pak Harto akan mengundurkan diri sudah tampak. Tp ada dua orang yang tidak setuju dg argumentasi bila Pak Harto mundur  dianggap tidak akan menyelesaikan masalah.

Pukul 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita dan Menperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada Pak Harton soal kerusakan jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran. Bersama mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang laporkan soal kekacauan  rencana penjualan saham BUMN krn beberapa peminatnya menyatakan mundur.

Pada saat itu, Menko Ekuin juga sampaikan reaksi negatif para senior ekonom : Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli, dan Frans Seda, atas rencana Soeharto membentuk Komite Reformasi dan me-reshuffle kabinet. Mereka intinya menyebut, tindakan itu mengulur-ulur waktu.

🌸20 Mei 1998

Pukul 14.30 WIB, 14 menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung Bappenas. Dua menteri lain, yakni Mohamad Hasan dan Menkeu Fuad Bawazier tidak hadir. Mereka sepakat tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi, ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle. Semula ada keinginan untuk menyampaikan hasil pertemuan itu secara langsung kepada Presiden Soeharto, tetapi akhirnya diputuskan menyampaikannya lewat sepucuk surat.

Pukul 20.00 WIB, surat itu kemudian disampaikan kepada Kolonel Sumardjono. Surat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Soeharto.

Pak Harto langsung masuk ke kamar dan membaca surat itu. Pak Harto saat itu benar-benar terpukul. Ia merasa ditinggalkan. Apalagi, di antara 14 menteri bidang Ekuin yang menandatangani surat ketidaksediaan itu, ada orang-orang yang dianggap telah "diselamatkan" Soeharto.

Ke-14 menteri yang menandatangani--sebut saja Deklarasi Bappenas--itu, secara berurutan adalah Ir Akbar Tandjung; Ir Drs AM Hendropriyono SH, SE, MBA; Ir Ginandjar Kartasasmita; Ir Giri Suseno Hadihardjono MSME; Dr Haryanto Dhanutirto; Prof Dr Ir Justika S. Baharsjah M.Sc; Dr Ir Kuntoro Mangkusubroto M.Sc; Ir Rachmadi Bambang Sumadhijo; Prof Dr Ir Rahardi Ramelan M.Sc; Subiakto Tjakrawerdaya SE; Sanyoto Sastrowardoyo M.Sc; Ir Sumahadi MBA; Drs Theo L. Sambuaga; dan Tanri Abeng MBA.

Isi surat tersebut sangat tegas meminta Presiden Soeharto mundur. Mulai dr alinea pertama surat itu, secara implisit meminta agar Soeharto mundur dari jabatannya.

Pak Harto sangat sedih..Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Pak Harto tidak mempunyai pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur.

Pak Harto benar-benar tidak menduga akan menerima surat seperti itu. Persoalannya, sehari sebelum surat itu tiba, ia masih berbicara dengan Ginandjar untuk menyusun Kabinet Reformasi. Ginandjar masih memberikan usulan tentang menteri-menteri yang perlu diganti, sekaligus nama penggantinya.

Saking kecewanya dg Ginanjar , seluruh keluarga Cendana dendam terhadapnya. Bahkan waktu Pak Harto wafat, Ginanjar sebenarnya tidak diterima keluarga saat datang melayat..Tapi beliau pintar..beliau dekati Pak SBY dan mepet2 seolah2 ikut rombongan Presiden SBY..makanya tidak mungkin disuruh keluar dr Cendana..

Aku tau persis krn aku ada di ruangan tempat Pak Harto disemayamkan di Cendana

Setelah mendapat surat dr Ginandjar spy Pak Harto mundur,  Pak Harto kemudian bertemu dengan tiga mantan Wakil Presiden; Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.

Pukul 23.00 WIB, Pak Harto memerintahkan ajudan  memanggil Yusril Ihza Mahendra, Mensesneg Saadillah Mursjid, dan Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto. Soeharto sudah berbulat hati menyerahkan kekuasaan kepada Wapres BJ Habibie.

Wiranto sampai tiga kali bolak-balik Cendana-Kantor Menhankam untuk menyikapi keputusan Soeharto. Wiranto perlu berbicara dengan para Kepala Staf Angkatan mengenai sikap yang akan diputuskan ABRI dalam menanggapi keputusan Soeharto untuk mundur. Setelah mencapai kesepakatan dengan Wiranto, Soeharto kemudian memanggil Habibie.

Pukul 23.20 WIB, Yusril Ihza Mahendra bertemu suhu alumni 212, Amien Rais. Dalam pertemuan itu, Yusril menyampaikan bahwa Soeharto bersedia mundur dari jabatannya. Yusril juga menginformasikan bahwa pengumumannya akan dilakukan Soeharto 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB.

Dalam bahasa Amien, kata-kata yang disampaikan oleh Yusril itu, "The old man most probably has resigned". Kabar itu lalu disampaikan juga kepada Nurcholish Madjid, Emha Ainun Najib, Utomo Danandjaya, Syafii Ma'arif, Djohan Effendi, H Amidhan, dan yang lainnya.

Coba kita perhatikan baik2.. Bagaimana perlakuan Pak Amien kepada Pak Harto saat itu..Pak Amien dg tidak menaruh hormat sama sekali menyebut Pak Harto dg sebutan " The Old Man" padahal saat itu Pak Harto masih menjadi Presiden RI.

Sementara sekarang mendekatkan diri lagi ke Cendana ..😊Yah..Pak Amien memang begitu karakternya..😊

Saya lanjutkan lagi..kemudian Pak Amien dkk segera mengadakan pertemuan di markas para tokoh reformasi damai di Jalan Indramayu 14 Jakarta Pusat, yang merupakan rumah dinas Dirjen Pembinaan Lembaga Islam, Departemen Agama, Malik Fadjar. Di sana Cak Nur--panggilan akrab Nurcholish Madjid--menyusun ketentuan-ketentuan yang harus disampaikan kepada pemerintahan baru.

Pak Harto yang sudah merasa ditinggalkan orang2 kepercayaan dan yang dia besarkan
sangat feel lonely dan tidak bisa lagi menilai siapa yang dapat dipercaya sungguh2 tulus mendukungnya..

Itulah yang aku rasakan dan 3 Wartawan cetak lainnya yang malam itu masih bertahan di Cendana.

Aku masih sangat ingat keheningan dan kehampaan tengah malam itu saat Jendral R Hartono ..satu2nya yang dipanggil Pak Harto malam itu ke Cendana.

Saya masih ingat Pak Hartono dengan wajah tegang menyampaikan topik pembicaraannya dg Pak Harto..

Dalam wawancara ekslusif ( aku satu2nya reporter TV yg masih bertahan di Cendana tengah malam itu ) Pak Hartono menyampaikan padaku bahwa Pak Harto merasa ditinggalkan orang2 yg semula justru mendorong2 spy Pak Harto maju lagi menjadi Capres pd Pilpres kemarin to akhirnya mrk juga yg mendesak mundur..

Ketika kutanya lagi apakah Pak Harto akhirnya akan mengikuti desakan org2 tsb  spy mundur, Jendral Hartono katakan..Masih melihat perkembangan detik per detik..

Oh ya.. entah pertanda atau tidak..saat menunggu Pak Harto bertemu Jendral Hartono tengah malam itu..aku dan bbrp Wartawan cetak dikejutkan suara sesuatu terjatuh dg bunyi bedebum..

Kami yang duduk di teras kediaman Pak Harto di persis di depan ruang tunggu Wartawan di Cendana,  sempat kaget dan pandang2an karena koq bisa suasana sepi sunyi ada suara benda keras jatuh ..Setelah kami selidiki ke arah asal  suara, ternyata buah kelapa dr Pohon kelapa di teras rumah Pak Harto jatuh.

Sontak saja kawan Wartawan berkata dg mimik serius  , ini pertanda Si Bapak akan jatuh ...Yah sempat kami semua tercenung sambil berpendang2an..

Pukul 01.30 WIB, Amien Rais dkk mengadakan jumpa pers. Dalam jumpa pers itu Amien mengatakan, "Selamat tinggal pemerintahan lama, dan selamat datang pemerintahan baru". Keduanya menyambut pemerintahan transisi yang akan menyelenggarakan pemilihan umum hingga Sidang Umum MPR untuk memilih pemimpin nasional yang baru dalam jangka waktu enam bulan.

🌸21 Mei 1998 Hari kejatuhan Orba dan  Pak Harto

Presiden Soeharto  mengumumkan pengunduran dirinya didampingi Mbak Tutut.. Kekecewaannya tergambar jelas dalam pidato pengunduran dirinya..

... Saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan ke-7, namun demikian kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud, karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara-cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi.

Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu dengan memperhatikan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan Fraksi-fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI.

Usai  Pak Harto mengundurkan diri dari jabatannya, BJ Habibie mengucapkan sumpah sebagai Presiden, Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto dalam pidatonya menyatakan, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR, termasuk mantan Presiden Soeharto dan keluarga.

Kondisi di Istana Merdeka saat itu sangat2 hening dan terasa asing..

Karena kami para Wartawan Istana Kepresidenan sudah terbiasa menyebutkan dalam laporan kami sebutan Presiden Soeharto..jadi janggal saat kami on camera menyebut Presiden RI adalah Presiden Habibie..Bahkan ada satu reporter Televisi masih slip of the tongue menyebutkan Presiden RI masih dg sebutan Presiden Soeharto.

Tapi itu lah kehidupan.. Fakta yg terjadi..Pak  Harto harus turun dr tahtanya  ..ya karena dinilai Pemerintahannya sudah tidak dapat memberikan kebaikan bagi rakyat Indonesia.
Pak Harto dinilai telah gagal mewujudkan kebaikan bagi rakyat ..baik di bidang sosial, politik terlebih di bidang ekonomi .

Bukti kongkritnya, para Begawan Ekonomi spt Prof DR Emil Salim, Moh.Sadli dkk juga meminta Pak Harto untuk mundur saja krn sdh tidak mendapat kepercayaan memperbaiki perekonomian Indonesia ..bahkan pasarpun bereaksi negatif spt disampaikan Menko Ekuin kala itu sebagaimana penjelasan di atas.

🌸Jadi clear ya  para Kadrun..
Sebaiknya sebelum Sharing info apapun apalagi sudah sangat tendensius menjelekkan  kinerja Pak Jokowi sangat jauh pencapaian kinerjanya dibanding era Pak Harto , sangat cerdas dan luhur bila Pak Akbar dan para Kadrun  tau persis fakta sebenarnya sebelum memuji2 Orba dan Pak Harto dan menyalahkan Pak Jokowi dg segala kebijakannya..

Sebagai seorang yang berlatar belakang jurnalistik dan ditempa diskusi dg Gus Dur, Pak Taufiq Kiemas, Bang Akbar Tanjung, Pak Oso , dan tokoh2 lainnya , saya  memiliki prinsip Nobody's perfect dan sangat menaruh hormat pada  para Presiden kita .

Pasti ada plus minus seseorang apalagi Presiden kita mulai dr Bung Karno Pak Harto sampai Pak Jokowi.. Jadi  please... doktrin Kadrun bahwa Pak Jokowi HARUS DITURUNKAN,  mbok ya jangan membutakan mata dan  membunuh hati nurani Bapak dkk dong  . Akibatnya tidak berpikir jernih lagi ..mau benar kek ..mau berhasil kek..mau tidak korupsi kek dan segala kebaikan Pak Jokowi tidak berarti apa2 ..Akibatnya ..Yang ada di otak Kadrun..Pak Jokowi salah aja ..karena itu tadi goal nya adalah turunkan Jokowi..dan ironisnya memuja2 setinggi langit Pak Harto dan era Orba nya..

Sangat2 tidak cerdas dan apa ya...ridiculous gitu jadinya..😊

Semoga tulisan panjang lebar ini dapat menambah pemahaman para Kadrun pembenci Pak Jokowi dan pemuja2 Pak Harto spy lebih berpikir jernih ..bijak dan cerdas..Salam sehatπŸ™πŸ™πŸ™

🌸Saya sengaja memakai foto saya berkebaya dg senyum spt ini spy bisa menyejukkan hati  saudara2ku para Kadrun/haters Pak Jokowi 😊🌸

Yah..spy saudara2ku lebih fair menyikapi berbagai hal berkaitan dg Pak Jokowi dan kebijakannya, sehingga rasa benci gak puguh2 kepada Pak Jokowi bisa hilang berganti dg sikap fair ,arif bijaksana  sehingga bisa bersama berbuat terbaik bagi Indonesia yg kita cintai ini terutama dimasa pandemi Covid saat ini.πŸ™πŸ™πŸ™

#jokowidodo #
Jokowi #PresidenJokowi.
POLITIKANDALAN.BLOGSPOT.COM

Ayoooo Galiiii Terus Kasus BUMN

Teka teki hubungan Rini Soemarno dan Abu Rizal Bakrie alias Ical dalam skandal Jiwasraya mulai terkuak. Nyatanya sebelum diangkat jadi menteri BUMN, Rini adalah Komisaris Bakrie Telecom. Sesaat sebelum tak dipakai Jokowi di periode kedua, ia telah mengatur siasat busuk untuk menyelamatkan Bakrie sekaligus menghancurkan Jiwasraya. Bagaimana caranya?

Jalan satu-satunya menutup keterlibatan Bakrie adalah menjadikan Jiwasraya sebagai Century kedua. Dengan begitu ujung-ujungnya negara yang membailout semua kerugian di Jiwasraya. Inilah makanya Rini menempatkan Hexana dan juga membuat laporan kerugian Jiwasraya selang 3 hari sebelum pelantikan Jokowi.

Fakta baru di persidangan membuktikan bahwa penghentian produk JS saving plan yang dilakukan Hexana sebagai dalang kejatuhan Jiwasraya. Apalagi setelahnya Hexana mengumumkan gagal bayar yang membuat kepercayaan nasabah dan investor terhadap Jiwasrya rontok seketika.

Padahal saat itu tanggungan Jiwasraya hanya 802 Milyar dan deposito Jiwasraya sendiri mencapai 1,9 triliun. Kalau mau mengumumkan gagal bayar, harusnya dilakukan sebelum 2008 saat Jiwasraya punya utang 6,7 triliun akibat dirampok Bakrie. Skema JS saving plan yang harusnya dilanjutkan dengan penurunan bunga malah dihentikan seketika oleh Hexana.

Hal ini terungkap dalam persidangan. Seperti dilansir tribunnews.com, terdakwa Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat mengungkapkan dugaan skandal gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya disinyalir terjadi karena penghentian produk Jiwasraya Saving Plan (JSP).

Heru Hidayat melalui Aldres Napitupulu selaku penasihat hukum mengatakan produk JSP tersebut merupakan bentuk skema restrukturisasi 17 tahunan yakni dari 2009 hingga 2026.

Menurut dia, JSP sebagai cadangan supaya perusahaan tetap hidup dengan cara pelan-pelan mengurangi beban demi tertutupnya lubang insolvency Rp 6,7 Triliun yang diderita sejak tahun 2008.

Dampak penghentian produk itu, kata Aldres, menimbulkan risiko yang ditanggung Jiwasraya.

Dia menjelaskan Direksi Jiwasraya periode 2008-2018 merancang produk ini sebagai alternatif restrukturisasi setelah skema PMN dan Zerro Coupon Bond ditolak negara.

Langkah merancang produk itu dilakukan secara terpaksa, namun dibuat sedemikian rupa supaya semakin tahun bunga diturunkan agar perusahaan semakin ringan beban.

Dia mengakui bunga JSP itu semakin tahun makin turun.

“Berdasarkan skema ini, perusahaan diyakini sudah berjalan smooth secara sehat pada 2026. Saat itulah JSP ini akan dihapus,” ujar Aldres.

Namun, pada saat terjadi pergantian direksi, kata dia, skema restrukturisasi yang pada tahun 2018 sudah menawarkan bunga turun pada angka 6,5%, sudah sama kayak bunga deposito, malah dihentikan.

Dari fakta persidangan di atas, seharusnya Hexana yang dijadikan terdakwa, termasuk Rini dan Ical yang lebih dahulu "mengkondisikan" agar Jiwasraya hancur. Betapa bodohnya Hexana yang pernah bekerja 18 tahun di BRI dan setengah tahun di Jiwasraya sebagai Direktur investasi dan teknologi, jika tak mengetahui skema penyelamatan lewat JS saving plan.

Apalagi kemudian menguat dugaan BPK ikut campur tangan menutup keterlibatan Bakrie dengan hanya mengaudit kerugian Jiwasraya era 2016-2019. Era sebelumnya yang ada saham Bakrie di sana, sengaja diskip begitu saja. Belakangan diketahui ketua BPK berasal dari bendera partai yang sama dengan Bakrie. Bahkan ayahnya sendiri merupakan loyalis partai lama tersebut.

Bagaimana dengan kejaksaan? Harusnya mereka memeriksa Rini dan Bakrie kalau tak mau dituduh ikut kongkalingkong. Kritikan keras DPR yang dilancarkan beberapa wakti silam untuk memeriksa Bakrie dan kalau perlu Dato Sri Tahrir, tak bisa diabaikan. Kejaksaan harus menunjukkan bukti profesionalismenya, buka gimmick semata dan berujung mintai bailout negara.

Sekarang terungkap sudah bagaimana liciknya Bakrie dan Rini Soemarno dalam mengkadali keuangan negara. Sudah nunggak di Lapindo, kini ikutan membobol Jiwasraya dan masih melenggang bebas. Sudah saatnya periode kedua Jokowi membersihkan koruptor kelas kakap seperti Bakrie.

Impian Indonesia menjadi negara maju akan terwujud kalau negara ini sehat dari penjarahan. Baik dijarah asing lewat kekayaan alam maupun dijarah bangsa sendiri seperti kasus Bakrie. Jangan sampai kasus Jiwasraya yang menyeret Bakrie dibiarkan menguap dan kepahitan Century terulang kembali. Ujung-ujungnya negara dan nasabah yang paling rugi karena kelakuan satu orang yang kongkalingkong dengan banyak pihak.

Begitulah kura-kura.

Referensi:

https://m.liputan6.com/bisnis/read/2126116/rini-soemarno-mundur-sebagai-komisaris-independen-bakrie-telecom

https://m.tribunnews.com/nasional/2020/07/13/penghentian-js-saving-plan-disinyalir-jadi-penyebab-kasus-gagal-bayar-jiwasraya?page=2

https://seword.com/politik/mombongkar-skenario-rini-ical-dalam-kejatuhan-kFfLMQmALJ
++++++++


Kita Bikin Rame


KITA BIKIN RAME !!

"Boleh saya bantu, bang Denny ?"

Tanya seseorang yang saya kenal baik. Dia mengamati perkembangan kasus pembocoran data Telkomsel yang hanya berhenti pada tertangkapnya seorang CS, outsourcing pula. 

Saya terbuka pada hal apapun. Karena di kasus Telkomsel ini, sebenarnya ada lubang besar tentang bagaimana perusahaan besar itu menjaga data kita yang seharusnya rahasia. Ini bukan hanya kasus saya pribadi, tapi sudah jadi masalah nasional, karena di Telkomsel itu ada 160 juta orang pelanggan.

Pertanyaan yang harus dijawab Telkomsel, apakah mungkin seorang outsourcing bisa membuka data pelanggan tanpa otoritas yang lebih tinggi ?

Dan dari sana, perjalanan menemukan saya dengan seorang pakar hukum perdata, seorang pengacara senior, Profesor DR Otto Hasibuan SH. Beliau bisa dibilang legend di kalangan pengacara. Juga Ketua Pembina Peradi, Perhimpunan Advokat Indonesia.

Berbincang dengan Prof Otto, membuka jalan pikiran saya. Saya banyak belajar tentang hukum dan seluk beluknya. Bahasa hukum yang sulit bisa diterjemahkan dengan sederhana olehnya.

Dan di akhir perbincangan, Prof Otto Hasibuan menjabat tangan saya. 

"Saya bersedia mewakili anda sebagai kuasa hukum untuk menggugat Telkomsel. Kasus anda bisa menjadi pintu masuk untuk sesuatu yang lebih besar lagi.." katanya tersenyum.

Saya dan pengacara sekaligus sahabat saya, Muannas Al Aidid, tersenyum senang. Panglima besar sudah turun lapangan. Pertempuran kali ini bukan hanya terjadi antara Daud dan Goliath, karena Otto Hasibuan bisa dibilang Goliath juga di kalangan pengacara 

Apapun hasilnya, ini bagus untuk pelajaran bahwa kita - selemah apapun - punya hak untuk menuntut keterbukaan informasi. Jangan sebuah masalah besar terus dikecil-kecilkan dengan perkara kriminal biasa. 

Siapa tahu akhirnya bisa terungkap bahwa ada sindikat penjual data disana yang melibatkan otoritas tertinggi ? Belum bisa dibuktikan memang, dan kita akan cari tahu seterang-terangnya, sejelas-jelasnya 

Saya jadi teringat perkataan pakde Jokowi waktu awal memimpin dan ingin membongkar mafia-mafia di negeri ini. 

"Kita bikin rame !" Kata beliau.

Seruput kopinya dulu, kawan. Perjalanan masih panjang.

Denny Siregar
-------

Indonesia Dalam Bahaya

 

INDONESIA DALAM BAHAYA

Suatu negara dan bangsa bisa runtuh bukan hanya karena kalah perang (termasuk perang ekonomi)  kemudian menjadi negara jajahan. Tapi  bisa  juga runtuh bahkan bubar lewat perang model baru (proxi war) perang antar kepentingan kelompok di dalam suatu negara, rakyat dibikin bodoh atau dungu untuk diadu domba yg dimotori kekuatan asing yg berkepentingan  menguasai Indonesia contoh, Syuriah, Irak, Lybia dll, sampai pemimpinnya dibantai oleh rakyatnya sendiri.

Bagaimana dengan INDONESIA ? mungkin sebagian besar rakyat tdk percaya Indonesia bisa runtuh dan bubar. Tapi kalau kita mau membuka mata dan telinga, melihat dan mendengar apa yg terjadi di perhelatan politik Indonesia saat ini, pasti pikiran berubah.

KEBODOHAN atau DUNGU, sesungguhnya telah menjadi musuh besar bangsa Indonesia, terbukti ketika terjadi peristiwa 1965, NEGARA INDONESIA MERDEKA dihancurkan oleh gerombolan bodoh dan dungu, hanya untuk kepentingan kelompok tertentu (antek asing) dengan menggunakan isue KOMUNIS yg diplintir menjadi KAMBING HITAM pelaku pembunuhan 7 (tujuh) jendral yg kemudian menyusul pembantaian jutaan rakyat tdk berdosa dan dipenjarakannya ratusan politisi tanpa pengadilan.

Belum lama 24 Juni 2020 terjadi aksi demo besar2an dari kelompok yg mengaku barisan MUJAHID pengawal PANCASILA yg mengusung isue TOLAK KOMUNIS yg berujung pada pembakaran bendera bergambar Palu Arit dan bendera PDIP (dikesankan PDIP identik PKI). Setelah dikonfirmasi pihak aparat, Ade Mulyadi (korlap aksi demo), berkilah pembakaran bendera itu hanya eksiden (tdk ada dalam agenda aksi), bahkan menuduh ada penyusup. Ini satu bukti perilaku bodoh dan dungu, jelas2 imam besar mereka memberi semacam komando, "KALAU MAU MENGHANCURKAN KOMUNIS, LENGSERKAN JOKOWI DAN BUBARKAN PDIP."

Perilaku bodoh dan dungu yg dipertotonkan secara massal dan memalukan, aksi demo yg mengklim  pembela Pancasila, justru berperilaku tdk mencerminkan ide2 dasar yg terkandung dalam 5 sila.

Aksi demo itu lebih mempertotonkan sikap intoleran dan radikalisme (kekerasan), dari mulai isi orasi (menunjukkan kebencian) sampai peserta aksi yg rata2 hanya berbekal otot, anak2 muda sangar dan sejumlah laskar orma Islam ( siap perang)  sama sekali tdk menceminkan JIWA PANCASILA.

Lebih memprihatin, mengamati cara berpikir petinggi-petinggi yg mendalangi aksi,  pikirannya KEBLINGER dalam memahami PANCASILA.

Kalau benar2 mereka memahami ide dasar yg terkandug dalam 5 butir Pancasila, tdk mungkin KOMUNISME bisa hidup subur di Indonesia. Parahnya lagi Edi Mulyadi (korlap demo) menyimpulkan bahwa Tri Sila adalah dasar pemikiran "Neolip" dan Eka Sila (GotongRoyong) adalah asas sosialisme,  KOMUNISME.

Semakin meyakinkan bahwa dia adalah pemuja KEKERASAN, dengan bangga mengecilkan nama besar Bung Karno, "Bung Karno itu siapa dan bukan apa" katanya, kemudian menutup pernyataannya itu dengan sikap sombong, menantang bagi yg tdk sepakat dengan mulut "comberannya" di salah satu video viralnya, "LOE JUAL GUE BORONG," bukankah ini ekspresi asli seorang pejuang  komunis.

INGAT, KEKERASAN ADALAH KEBODOHAN, TIDAK ADA PERADABAN MANUSIA YG DAPAT DIBANGUN DENGAN KEBODOHAN.

AGAR NKRI TETAP UTUH
1.STOP pembiaran terhadap ormas2  pengusung paham KHILAFAH yg bertentangan dgn PANCASILA.
2. Cegah dan hadang gerakan politik dari kelompok2 yg mengabaikan etika politik (kontra Pancasila).
3. Parpol, ormas dan tokoh masyarakat yg tdk punya "sence of crisis." bersikap "wait and see," tinggalkan.
4. Pengusaha dan kaum urban yg bersikap cari aman, disadarkan untuk kembali ke Merah Putih dan peduli pada keutuhan NKRI.
5. Kerja aparat keamanan ditingkatkan kearah penguatan ideologi bukan hanya target teknis keamanan pisik.

WASPADALAH..
WASPADALAH..
MEREKA ADALAH
KOMPRADOR ANTEK IMPERIALIS..

MEREKA MENGGUNAKAN AGAMA SEBAGAI ALAT POLITIK ADALAH CARA-CARA KOMUNIS  MEMBANGUN PROX WAR DI INDONESIA.

KATAKAN... LAWAN HTI dan  FPI,  KOMUNIS GAYA BARU...
Source:
https://www.facebook.com/groups/366040044228159/permalink/483652652466897/?app=fbl


Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)