Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Waspada Selalu. Show all posts
Showing posts with label Waspada Selalu. Show all posts

Tuesday, January 26, 2021

IDE KAMPUNG TURKI DI DEPOK, WASPADAI IMPOR WARGA ISIS

Kampung ASING ASENG Turki di Depok
*IDE KAMPUNG TURKI DI DEPOK*, *WASPADAI IMPOR WARGA ISIS*
Dahono Prasetyo

*Inilah "hebatnya" kota Depok. Belum genap seminggu Walikota dan Wakilnya dilantik*, sudah membikin gebrakan yang cukup mengejutkan. Pasangan duo PKS ini merencanakan pembangunan Kampung Turki di wilayah Depok.

*Berdalih kerja sama ekonomi dan infrastruktur, kran kolega dari negara pujaan kaum Kadrun*, diberi karpet merah oleh kepala daerah Depok. Membangun sebuah kampung, kawasan khusus atau apalah namanya bukan perkara kerja sama. Ada potensi "impor" warga Turki ke Depok yang tidak boleh dianggap biasa.

*Turki yang selama ini kita kenal menjadi pendukung milisi pemberontak ISIS di Suriah*, ekonominya tidak segemilang sebagai negara investor. Kekalahan ISIS di Suriah secara langsung juga kekalahan Turki. Issue gerakan Khilafah juga samar gaungnya berasal dari Kekaisaran Turki Utsmani yang kini sedang diperjuangkan Recep Tayyip Erdogan yang disanjung sebagai bapak khilafah modern. 

*Kita masih menolak lupa, saat ramai perihal Dana Kemanusiaan Suriah dari Lembaga* pengumpul donasi ACT yang justru nyasar ke kampung ISIS. Jalur penyalurannya sengaja lewat Turki yang kemudian berafiliasi dengan IHH yang jelas berstatus LSM Pemerintah Turki penyuplai senjata dan amunisi untuk ISIS.

*Kembali ke Kota Depok yang sudah rahasia umum menobatkan diri sebagai "Ibukota"* Ihwanul Muslim yang berbaju PKS. Ide Kampung Turki tidak bisa semata dikaitkan kerjasama ekonomi. Aroma politik begitu kental tak terbantahkan.
Depok yang dengan segala upayanya di desain ke arah kota syariah, butuh dukungan logistik dari luar. Turki menjadi pilihan tepat bagi Kepala Daerah untuk merintis dukungan dana khilafah, namun praktis menjadi blunder pertama yang membahayakan stabilitas sosial. 

*Tidak mustahil Kampung Turki cepat atau lambat jika terwujud akan dihuni tokoh-tokoh ISIS* yang kalah perang Suriah dan kini sedang berlindung di ketiak Erdogan. Kampung itu kemudian menjadi kawasan ekslusif sekaligus suaka bagi pelarian ISIS!? Selanjutnya muncul jama'ah baru yang mengajarkan cara melawan negeri yang dianggap Thogut. 

*Kalau PKS yang selama ini teriak anti asing dan aseng, maka Turki menjadi pengecualian*. Entah itu menjadi persaudaraan seiman, kehadiran investor khilafah menjadi bukti upaya masif menjadikan kota mini khilafah di Depok. (*teruskan baca artikel di bawah ini....* πŸ‘³πŸ‘ΆπŸ‘ΈπŸ‘‡ )
Banyak cara untuk membiayai infrastruktur di daerah, bahkan pemerintah pusatpun tidak pelit pelit amat mengalokasikan APBN untuk itu. Serapan alokasi anggaran Depok yang katanya di angka 80%, meski tidak telihat perubahan signifikan pembangunannya, membuktikan pengajuan dana apapun dan berapapun selalu diberikan. 

Artinya secara manajemen, Depok tidak kekurangan anggaran pembangunan. Kalau kemudian sibuk mencari bantuan investasi dari luar bisa diindikasikan ada agenda pembangunan lain di luar skema pengajuan kepada pemerintah?!

Apakah kehadiran Kampung Turki akan berdampak peningkatan kesejahteraan bagi warga Depok, itu juga butuh dijelaskan kepada warga. Apakah Depok sebagai kita belimbing kebingungan mengekspor, sampai harus kerja sama dengan Turki? Atau tawaran ekspor ikan hias dari dari Walikota Idris mesti bersyarat mendirikan kampung Turki dulu? Kalau hanya dagang Kebab, orang Turki gak butuh kampung, cukup gerobak lapak 2x2 meter cukup. Kalaupun dagang karpet cukup pake bambu di jereng lebar lebar. 

Depok bukan kota bisnis, sekedar tempat tinggal para pekerja di Jakarta yang butuh istirahat nyaman. Kalaupun investasi berupa Mall atau tempat hiburan, di Jakarta lebih lengkap yang hanya setengah jam perjalanan. Atau dibangun masjid ala Turki, sudah ada Masjid Kubah Mas yang luasnya hampir menyamai Istiqlal.

Tulisan ini bukan penolakan tanpa alasan, tapi menyikapi ide "nyleneh" Pemerintah Depok barangkali bisa dipertimbangkan sebelum ide itu benar-benar diwujudkan dengan arogan. Infiltrasi kaum kadrun berkedok bisnis sudah terbaca, jangan sampai hanya karena membela pedagang Turki, warga Depok jadi ribut sendiri.

Pilkada Depok 2020 lalu yang memenangkan Paslon Idris-Imam sesungguhnya hanya didukung tak lebih dari separo warga Depok. Hanya 63% warga mencoblos, itupun masih berbagi presentase dengan Paslon lain. Artinya kebijakan Kepala Daerah jika terjadi penolakan sudah pasti lebih setengahnya.

Jangan iming-imingi warga Depok dengan janji investasi apapun. Apalagi jika itu hanya kedok. Warga Depok hanya butuh hidup tenang dan  terjamin kehidupan toleransi dan Kebhinekaannya.
Itu saja kok.
πŸ‡²πŸ‡¨☝️☝️πŸ‡²πŸ‡¨ Source : https://seword com/p/1RpIMcvTrI

Thursday, July 16, 2020

SYIRIANISASI DI INDONESIA


Krisis politik dan kemanusiaan yg bermula sejak 2011 telah meluluhlantakkan banyak negara Timur Tengah, seperti Libya, Tunisia, Yaman, dan Suriah.

Gerakan propaganda kelompok radikal yg mengatasnamakan revolusi (thaurah) ini sudah berkepanjangan dan gagal memenuhi janji2 manisnya, berupa keadilan dan kesejahteraan.

Gerakan yg dimotori kelompok2 pro-kekerasan ini memang awalnya memikat, karena dibungkus dan disembunyikan di balik kedok2 retorik.

Media Barat sampai menyebut gerakan mereka sebagai Musim Semi Arab (Arab Spring/al-Rabi' al-'Arabi), digambarkan sebagai proses demokratisasi, berlawanan dg kenyataan yg kemudian tampak, yaitu islamisasi versi khilafah atau khilafatisasi.

Berdirilah kemudian khilafah di Suriah, Irak, dan Libya.
Ikhwanul Muslimin saat itu memenangkan pemilu di Mesir dan Tunisia.

Demi kepentingan sesaat dan ketika sudah terdesak, mereka memang gemar menggunakan slogan2 demokrasi, semisal mereka akan mengerek tinggi2panji kebebasan ketika perbuatan melanggar hukum mereka ditindak, karena yg sedang dilakukan oleh mereka sejatinya adalah membajak demokrasi.

Sejak awal mereka meyakini bahwa demokrasi adalah produk kafir, maka kapan saja ada waktu mereka akan menggerusnya. Keberhasilan kelompok radikal dalam membabakbelurkan Timur Tengah menginspirasi kelompok radikal di berbagai belahan dunia lain.

Jejaring mereka semakin aktif di Asia, Eropa, Afrika, Amerika sampai Australia, berusaha memperluas kekacauan ke berbagai wilayah, dg harapan bisa mewujudkan cita2 utopis mereka; mendirikan khilafah di seluruh muka bumi.

Wacana syrianisasi kemudian sampai ke Indonesia, semakin ramai disuarakan pada tahun2 belakangan, paling tidak mulai 2016. Banyak pihak mensinyalir ada gerakan2 yg berusaha menjadikan Indonesia jatuh ke dalam krisis sebagaimana menimpa Suriah.

Fakta2 kemudian bermunculan; banyak pola krisis Suriah yg disalin oleh kelompok radikal, menjadi sebuah gerakan2 di Indonesia. Jaringan2 kelompok radikal di Indonesia juga semakin terang terkoneksi dg aktor2 krisis Suriah.

Sebagai contoh Indonesian Humanitarian Relief (IHR), lembaga kemanusiaan yg dipimpin seorang ustaz berinisial BN, yg logistiknya digunakan untuk mendukung Jaysh al-Islam, salah satu kelompok teroris di Suriah.

Pola men-Suriah-kan Indonesia setidaknya tampak dalam beberapa pergerakan berikut :

➡ 1. POLITISASI ISLAM

Indikasi menguatnya penggunaan kedok agama demi kepentingan kekuasaan, sebagaimana pernah dilakukan di Suriah, terlihat dalam banyak hal, di antaranya adalah penggunaan masjid sebagai markas keberangkatan demonstran. Jika di Damaskus masjid besarnya Jami' Umawi, maka di Jakarta Masjid Istiqlal.

Adakah yg pernah menghitung, berapa kali Masjid Istiqlal diduduki pelaku berangkat demonstrasi? Pelaksanaannya pun kebanyakan di hari Jumat seusai waktu Shalat Jumat, didahului dg hujatan politik di mimbar kotbah, sehingga mengelabui pandangan masyarakat terhadap agama yg sakral dan politik yg profan.

Persis dg apa yg pernah terjadi di Suriah menjelang krisis. Masjid pun berubah menjadi tempat yg tidak nyaman, gerah, dan tidak lagi menjadi tempat 'berteduh'.

Hari Jumat, yg semestinya menjadi hari ibadah mulia, berubah menjadi hari2 politik dan kecemasan, atas kekhawatiran terjadinya chaos.

Muncul kemudian istilah "Jumat Kemarahan" sebagai ajakan meluapkan kemarahan di hari Jumat -- bukankah itu hanya terjemahan dari "Jumat al-Ghadab" yg pernah menjadi slogan politik pemberontak Suriah, diserukan oleh Yusuf al-Qardhawi, tokoh Ikhwanul Muslimin?

➡ 2. MENDELEGITIMASI PEMERINTAHAN YANG SAH

Dilakukan dg terus-menerus menebar fitnah murahan terhadap pemerintah.
Sesekali presiden Suriah Basyar al-Assad dituduh Syiah, sesekali dituduh kafir, dan pembantai Sunni.

Kelompok makar bahkan menghembuskan isu bahwa al-Assad mengaku Tuhan, disebarkanlah foto bergambar poster al-Assad dengan beberapa orang sujud di atasnya.

Dalam konteks Indonesia, Anda bisa mengingat2 sendiri, presiden Indonesia pernah difitnah apa saja, mulai dari Kristen, Cina, Komunis, anti-Islam, mengkriminalisasi ulama, dan sederet fitnah lainnya.

Tidak usah heran dengan fitnah2tersebut, yg muncul dari kelompok yg merasa paling 'Islam', karena bagi mereka barangkali fitnah adalah bagian dari jihad yg misinya mulia, dan ciri universal pengikut Khawarij adalah mengkafirkan pemerintah.

➡ 3. PEMBUNUHAN KARAKTER ULAMA

Dalam proses menghadapi krisis, ulama yg benar2 ulama tidak lepas dari panah fitnah, bahkan yang sekaliber "Syeikh Sa'id Ramadhan al-Buthi", yg pengajiannya bertebaran di berbagai saluran televisi Timur Tengah, kitabnya mengisi rak2 perpustakaan kampus2dunia Islam, dan fatwa2nya menjadi rujukan.

Begitu berseberangan pandangan politik dg mereka, seketika dituduh sebagai penjilat istana dan Syiah (padahal beliau adalah pejuang Aswaja yang getol), hingga berujung pada syahidnya beliau bersama sekitar 45 muridnya di masjid al-Iman Damaskus, saat pengajian tafsir. Beliau dibom karena pandangan politik kebangsaannya yang tidak sama dg kelompok pembom bunuh diri.

Jika demikian yg terjadi di Suriah, kira-kira Anda paham kan dg apa yg terjadi di Indonesia, beberapa ulama berikut ini :

✅ Buya Syafi'i Ma'arif
✅ KH. Mustofa Bisri
✅ Prof Quraish Syihab
✅ Prof Said Aqil Siraj
✅ KH. Ma'ruf Amin
✅ TGB Zainul Majdi

Dituduh sesat, liberal, syiah, su'u dan berbagai hujaman2 fitnah dari kelompok yg sama, ketika propaganda politiknya tidak dituruti ?

Setelah ulama yg hakiki, mempunyai kapasitas keilmuan yg cukup, mereka bunuh karakternya, maka mereka memunculkan ustaz-ustazah dadakan yg punya kapasitas entertainer yg hanya mampu berakting layaknya ulama.

➡ 4. MENGGANTI DASAR NEGARA

Misi utama kelompok radikal adalah meruntuhkan sistem yg ada, dan menggantinya dg sistem yang ideal menurut mereka, yaitu khilafah atau negara yg secara formalitas syariah, meski substansinya tidak menyentuh syariah sama sekali.

Khilafah bagi mereka layaknya 'lampu ajaib' yg bisa memberi apa saja dan menyelesaikan masalah apa saja. Tidak sadar bahwa berbagai kelompok saling membunuh dan berperang di Timur Tengah karena sedang berebut mendirikan khilafah, dan ujungnya adalah kebinasaan.

Saat kelompok makar di Suriah berusaha meruntuhkan sistem dan pelaksana negara, mereka mengkampanyekan slogan al-sha'b yurid isqat al-nizam (rakyat menghendaki rezim turun) dan irhal ya Basyar (turunlah Presiden Basyar). Slogan dg fungsi yg sama di-copy pasteoleh jaringan mereka di Indonesia, jadilah gerakan dan tagar '2019 Ganti Presiden'!

Syirianisasi sedang digulirkan di negara kita. Pola2 yg sama ketika kelompok radikal menghancurkan Suriah sedang disalin untuk menghancurkan negara kita.

Bedanya Suriah sudah merasakan penyesalan dan ingin rekonsiliasi, merambah jalan panjang membangun kembali negara mereka.

Sedangkan, kita baru saja memulai. Jika kita tidak berusaha keras menghadang upaya mereka, maka arah jalan Indonesia menjadi Suriah kedua hanya persoalan waktu. Semoga itu tidak pernah terjadi.

πŸ“πŸ‘€: Gus Najih Ramadhan
Alumnus Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus dan Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami)

Wednesday, July 15, 2020

Hidup Adalah Sebuah Pilihan, Di Mana Pun Anda Berada Pilihlah Jalan Terbaik.Minta Nasihat Orang Bijaksana.


Inilah jawabannya...

Hukum Pemilihan yang harus diselamatkan dalam Bencana.  Bila ada 2 orang : Ibu & Anak dalam suatu Bencana, kita harus pilih salah satu untuk diselamatkan. Menurut Hukum Penyelamatan Dalam Bencana, yg dipilih untuk ditolong adalah ANAKnya, Ibunya dikurbankan.

Demikian juga dalam  bencana COVID19, pilihan hanya ada dua: KESEHATAN atau EKONOMI?

▪ Kalau pilih Kesehatan yg diselamatkan, yg jadi korban Ekonominya hancur, dan yg jadi korbannya Generasi Muda kita jadi tak Produktif, masa depannya Suram bahkan Hancur. Jumlah Pemuda & anak² kita yg jadi korban besar sekali 91% X 267 juta rakyat Indonesia.

▪ Kalau pilih Ekonomi yg diselamatkan , Kesehatan akan Hancur, Covid 19 merajalela, anak² muda kita kuat tak jadi korban Covid, yg jadi korban adalah LANSIA, tapi jumlah kecil sekali 9% dari total Rakyat Indonesia.

Menurut Hukum Penyelamatan Bencana kita harus memilih Selamatkan yg Muda yg jumlahnya Besar Sekali, yg dikorbankan yg tua yg jumlahnya sedikit.
Jadi pilihan yang TEPAT yg diselamatkan EKONOMI daripada KESEHATAN, Selamatkan yg Muda yg Jumlahnya Besar sekali.

JADI KITA YANG LANSIA HARUS SIAP, HARUS KARANTINA TERTUTUP TOTAL tidak ketemu sama sekali dengan Anak / Cucu dalam kurun waktu tertentu.

YANG DI LOCKDOWN ADALAH LANSIA

 πŸ™πŸ» Inilah kehidupan yg harus kita hadapi kedepan. MAU BERAPA LAMA LAGI HIDUP DALAM KETAKUTAN ??
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/hidup-adalah-sebuah-pilihan-di-mana-pun.html]

🀒 Mungkin banyak yg belum tahu.

1. Dunia sekarang menghadapi TSUNAMI RESESI EKONOMI. Di Amerika sudah 33 Juta orang kena PHK . Di China ada 80 Juta orang. Eropa sendiri pusing dengan 60 Juta pekerja terancam PHK.

2. Badai Corona ini membuat Amerika harus berhutang 46 Ribu Trilyun Rupiah. Sebagian besar hutang bukan untuk menghadapi Corona, tapi untuk menyelamatkan keuangan Perusahaan² yg mulai rontok bersamaan .

3. Eropa sendiri Menggalang Dana hampir 2 Ribu Trilyun rupiah, untuk menyelamatkan Ekonomi mereka.

4. Jadi jangan anggap Remeh Resesi Ekonomi kali ini. Karena, Virus membunuh beberapa orang, tetapi RESESI EKONOMI BISA MENGHANCURKAN SEBUAH NEGARA!.

5. Inilah masa² menakutkan bagi banyak Negara, termasuk Indonesia. Produksi berhenti, Ekonomi hancur, orang ketakutan, dan dampak besarnya adalah Jutaan orang kehilangan Pekerjaan.

6. Para Pengusaha di Indonesia bahkan sudah Warning, mereka hanya bisa bertahan terakhir di bulan Juni saja. Kalau Juni Mall masih tutup, kantor gak boleh kerja, maka banyak perusahaan bangkrut dan untuk menyelamatkan keuangan banyak perusahaan itu, butuh Dana Ribuan Trilyun Rupiah. Hancurlah kita!.

7. Jadi kita harus paham kenapa Jokowi harus melonggarkan ikatan dari ketakutan terhadap virus Corona ini. Kita tidak bisa hidup dalam ketakutan terus. Kita harus mulai bergerak untuk melancarkan nadi Perekonomian kembali.

8. Itulah kenapa Transportasi Publik setahap demi setahap dibuka. Juni sekolah² harus kembali beraktivitas. Kantor mulai bergerak.

9. Dan untuk sekarang, Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Covid, sdh mengumumkan bagi Warga yg berusia dibawah 45 Tahun boleh kembali beraktivitas. Pertimbangannya, karena selama ini yg rentan akan dampak Corona adalah mereka yg berusia diatas 45 Tahun.

10. Pasti banyak yg mencaci , "Wah, kok Pemerintah seenaknya saja. Bagaimana kalau nanti angka tertular Corona jadi meninggi ??"

11. Percayalah!  Lebih mengerikan melihat Statistik jumlah orang yg di PHK , daripada statistik jumlah orang yang Positif Corona seperti sekarang ini.
Yg ribut biasanya kelas menengah yg hidup ketakutan meski masih bisa makan, tapi kelas bawah perut laparnya gak akan bisa ditahan.

 12. "Berdamailah dengan Corona..!" Kata Presiden beberapa hari lalu.
Memangnya mau berapa lama lagi kita harus hidup dalam ketakutan??

πŸ… Pemerintah tidak mungkin akan melindungi Anda 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun... dst..

πŸ… Apakah Anda pikir, setelah akhir  Mei 2020 , Corona tiba² akan pergi dan kita akan mulai hidup seperti sebelumnya?.
πŸ‘‰πŸ½  TIDAK SAMA SEKALI.!!!
Makin bulan ke depan makin jelas.. terasa berat... mudah²an tidak !! Sudah terbiasa.. Perlu adaptasi ... πŸ‘‰πŸ½ NEW NORMAL.

πŸ… Virus ini sekarang telah menetap di Negara kita.., DI SINI..!
Kita harus belajar untuk hidup dengannya. Setidaknya sampai Vaksin ditemukan.

πŸ… Sekarang kita harus melawan Virus ini sendiri !, dengan MENGUBAH GAYA HIDUP KITA, dengan MEMPERKUAT KEKEBALAN KITA, dengan NEW NORMAL..!!! πŸ’πŸ™πŸ»πŸ’

Harap Perhatikan Perbedaannya !!!                          (Supaya tidak berprasangka buruk)

1. Batuk kering + Bersin = Polusi udara.

2. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek = Pilek biasa.

3. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek + Sakit tubuh + Kelemahan + Demam ringan = Flu.

4. Batuk kering + Bersin + Nyeri tubuh + Kelemahan + Demam tinggi + Kesulitan bernapas + Hilangnya indra pengecap dan perasa =  Corona virus.

Departemen patologi AIIMS,
Din. Kes.
--------------------------------------------------
ini kiriman dari Din. Kes. tolong dishare ke korwil masing-masing
Jadikan pesan ini tersedia untuk diketahui orang sebanyak mungkin !
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/hidup-adalah-sebuah-pilihan-di-mana-pun.html]

===========================

Angka kasus infeksi virus corona di Indonesia masih mengalami peningkatan dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, bahkan dalam kurun waktu terakhir mencapai 1.000 kasus baru.  

Sebagai langkah untuk menekan penyebaran virus corona adalah dengan mendeteksi infeksi melalui testing. Salah satu testing yang direkomendasikan WHO adalah Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction). Tidak perlu takut.. tidak ada rasa sakit.. demi untuk memastikan Anda semua. 

Klinik Lentera bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyelenggarakan SWAB TEST GRATIS pada tanggal 22 Juli 2020 

diperuntukkan kepada 300 orang. Silakan segera daftar melalui nomor telepon 021 742 7819, WA - 0882 1218 3495, 0813 8907 2637 (informasi & persyaratan)  
[https://www.infotangsel.co.id/2020/07/klinik-lentera-bersama-dinas-kesehatan.html]




Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)