Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Debat Politik. Show all posts
Showing posts with label Debat Politik. Show all posts

Friday, January 8, 2021

Debat Terbuka Adian Napitupulu vs Erick Thohir, Beranikah Mereka ?

 

Debat Terbuka Adian Napitupulu vs Erick Thohir, Beranikah Mereka ?
https://news.iniok.com/2021/01/debat-terbuka-adian-napitupulu-vs-erick.html
Oleh:
Rudi S. Kamri
Sungguh menarik menyaksikan diskursus yang dilontarkan Adian Napitupulu, politisi PDIP tentang silang sengkarut pengelolaan BUMN yang sedang dilakukan oleh Menteri Negara BUMN Erick Thohir. Mengapa menarik? Pertama, karena keduanya sama-sama pendukung loyal Presiden Jokowi yang tidak diragukan. Kedua, mereka berdua sama-sama 'the rising star'. Ketiga, kalau memang benar yang dilontarkan Adian Napitupulu, artinya program restrukturisasi total BUMN yang sedang dilakukan Erick Thohir ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi publik.

Ketidaksepahaman diantara kedua tokoh muda potensial bangsa ini pun sudah sampai ke meja Presiden Jokowi. Terbukti keduanya telah dipanggil oleh Presiden Jokowi untuk klarifikasi adu validasi data dan informasi. Hasilnya ? Hanya Tuhan dan Presiden Jokowi yang tahu. Karena sampai sekarang publik tidak tahu apa progress apa yang dilakukan Presiden maupun Menteri Negara BUMN terkait sinyalemen "salah kelola" yang dilontarkan Adian Napitupulu.

Sayangnya Erick Thohir juga tidak berani atau tidak mau meng-counter pernyataan Adian Napitupulu secara terbuka. Entah karena dilarang Presiden atau Erick Thohir tidak suka kontroversi terbuka. Saya tidak tahu. Yang jelas strategi Erick Thohir dengan mengutus Staf Khususnya Aria Sinulingga adalah keputusan yang konyol dan blunder. Karena disamping kualitas Aria Sinulingga tidak selevel dengan macan debat seperti Adian Napitupulu yang terkenal kuat data dan narasi, Aria Sinulingga juga tampak jelas tidak menguasai medan tempur yang dilakoninya. Terbukti, data utang BUMN saja Aria Sinulingga salah angka dan argumentasi yang digunakan untuk meng-counter pernyataan Adian Napitupulu terlihat tidak akurat, tidak nyambung dan tergagap-gagap.

Sebagai rakyat, saya sangat menyayangkan penyelesaian ketidaksepahaman diantara Adian Napitupulu dan Erick Thohir seolah hanya mengambang di awang-awang. Rakyat berhak tahu siapa diantara keduanya yang benar. Erick Thohir yang  salah atau Adian Napitupulu yang tidak benar. 

Saya juga termasuk yang tidak setuju ketidaksepahaman diantara kedua tokoh muda bangsa ini dibelokkan dan dipersempit hanya sekitar bagi-bagi kursi Komisaris atau Direksi BUMN. Kalau kita baca tulisan panjang Adian Napitupulu, masalahnya jauh lebih krusial dari sekedar jatah kursi BUMN tapi pada esensi salah kelola BUMN. Kalau tuduhan Adian Napitupulu itu benar, ini berbahaya bagi masa depan perusahaan negara yang beraset total sekitar Rp 8.000 trilyun. 

Tapi sekali lagi apa yang disampaikan Adian belum tentu benar. Lalu bagaimana cara mengujinya? Saya berpendapat keduanya harus bertemu dalam DEBAT TERBUKA untuk adu argumentasi dan adu validasi data. Biar publik tahu siapa diantara keduanya yang lurus dalam kebenaran dan siapa yang sebaliknya. Dalam era demokrasi dan mengingat dunia sedang dikuasai opini media sosial, debat terbuka antara Erick Thohir dan Adian Napitupulu akan memberikan pencerahan publik sekaligus ekspresi demokrasi yang sehat dan terbuka.

Pertanyaannya, apakah mereka berani? Ini adu nyali yang sehat, agar spekulasi informasi di media tidak berkembang liar dan brutal. Mereka berdua harus menyadari bahwa mereka punya tanggungjawab moral, sosial dan politik terkait hal itu. Saya yakin banyak media televisi dengan suka cita menyiapkan panggung besar buat mereka. Salah satunya saya bisa memprovokasi sahabat saya Rosiana Silalahi untuk memfasilitasi debat terbuka ini.

So, bagaimana Bung Erick Thohir dan Bung Adian Napitupulu, anda berani dan punya nyali ? Kalau anda punya merasa punya kapasitas sebagai pemimpin masa depan bangsa tunjukkan nyalimu.
I challenge both of you !!!
Salam SATU Indonesia
04072020
https://news.iniok.com/2021/01/debat-terbuka-adian-napitupulu-vs-erick.html

Saturday, July 13, 2019

Dewi Tanjung Ngamuk & akan Laporkan Kepolisi atas stetmen FZ yang mengatakan Kepala Negara Salesman


"Amin Rais ke PAN jngn Rabun Ayam,Dewi Tanjung Amin Rais hati Nuraninya BuTa akan kedamaian kebaika

Dewi Tanjung Meminta Jokowi Menolak PAN bergabung ke Pemerintah, PAN ini pernah mengkhianati Kita

pesan untuk AMIEN RAIS dari DEWI TANJUNG

Wednesday, May 29, 2019

Debat Rocky Gerung dan Rizal Mallarangeng Bicara Prabowo dan Gugatan MK

Tuesday, April 2, 2019

JOKOWI LINDUNGI PRABOWO

Gambar Ilustrasi

JOKOWI LINDUNGI PRABOWO

Sangat bisa jadi institusi TNI dan keluarga besar TNI  marah karena dilecehkan berkali-kali oleh Prabowo dalam debat ke empat. Capres 02 bahkan mengatakan dia lebih TNI dari TNI. Untuk menegaskan bahwa Indonesia adalah negara lemah dan TNI tidak bisa apa-apa dalam bidang pertahanan.  Bisanya cuma bikin laporan palsu ke panglima tertingginya.  Ini tuduhan yang menyakitkan.

DIPLOMAT

Para diplomat yang berjuang di lini depan pertarungan diplomasi internasional mungkin juga marah. Perjuangan menegakkan kepentingan Indonesia dikecilkan oleh Prabowo dengan julukan "being nice guy". Yang kerjanya cuma  senyam senyum. Karena tidak berdaya negaranya lemah dan  harus tunduk pada kekuatan negara-negara besar.

ASEAN

ASEAN mungkin terkejut dengan pernyataan Prabowo bahwa Indonesia tidak dianggap oleh sesama negara anggota. Bahkan secara tidak langsung,  Prabowo menuding ASEAN sebagai organisasi regional yang impoten karena terbelenggu oleh prinsip dasar perhimpunan ini untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri anggotanya.

Padahal dalam banyak kasus,  ASEAN WAY telah berjasa menyelesaikan konflik di Kamboja,  Indochina dan kini sedang diselesaikan ASEAN yakni soal Rohingya di Myanmar serta code of conduct terkait sengketa Kepulauan Spartley.

Dan terang-terangan,  dalam banyak kesempatan,  ASEAN minta Indonesia tampil di depan to lead the ASEAN way.

Karenanya, sama sekali tidak betul jika Prabowo mengatakan Indonesia tidak diremehkan atau tidak dihormati ASEAN.

Terlalu banyak bolong-bolong Prabowo dalam debat yang membuat marah banyak orang..

NEGARAWAN

Namun seperti debat terdahulu, Jokowi memberikan kejutan. Yakni dia merangkul Prabowo agar terlindungi dari kemarahan banyak orang,  termasuk dari TNI.

Jokowi membilas semua kemarahan itu dengan menampilkan sosok politisi ber- ke-negara- wa-nan.  Yang tidak ambil peluang untuk menjatuhkan lawan meskipun dia berkali-kali diserang.

Jokowi merangkul Prabowo dan tegas mengatakan, "Pak Prabowo teman saya.. "

Jokowi melindungi Prabowo dari kekalahan yang memalukan dengan berujar  Prabowo sama seperti dirinya. Sama-sama berjuang untuk kepentingan bangsa.

PRABOWO YANG BAPER

Akibatnya,  Prabowo membuang semua rancangan pernyataan ofensif yang sudah dipersiapkan.  Dia langsung luluh dan ikut gendang sentimentil yang ditabuh Jokowi.  Dia juga mengatakan dia dan Jokowi adalah kawan, termasuk Megawati dan Yeni Wahid.

Terlihat Prabowo adalah sosok baperan di balik penampilannya yang sangar.

Rangkulan Jokowi membuat Prabowo tiba-tiba berhati Rinto. Yang melankolis.

Publik Indonesia juga tepuk tangan bahkan mungkin terharu  disuguhkan pertunjukan sportivitas yang mengundang decak kagum dan pujian bahwa,  " Seharusnya lah debat Presiden seperti itu "

MENANG BANYAK

Dan dibalik pernyataan  yang memadamkan semangat Prabowo yang akan menyerang itu,  Jokowi sadar bahwa jika TNI marah dengan pernyataan Prabowo,  maka keluarga besar TNi yang tadinya memilih Prabowo akan mengalihkan dukungannya.

Dalam kondisi peta preferensi pemilih sudah statis, Jokowi kemungkinan besar akan mendapat tambahan suara yang signifikan.

Kemenangan makin nyata.

Prabowo akan segera menyadari itu. Tapi  dia akan menerima kekalahan dengan senyuman bukan cemberutan apalagi kemarahan..

Ini semua karena  prinsip Jawa Jokowi dalam menghadapi lawan:

Menang Tanpo Ngasorake..

Menang tanpa mempermalukan.

Menjadikan Jokowi leading to number ONE..

Ini sungguh strategi tim Jokowi yang brilian..

[Budi Setiawan]

SAYA PUSING DENGAR JAWABAN PRABOWO

Hari ini saya lebih menikmati pertunjukan Prabowo daripada materi debat..

Dari sisi materi, apa yang disampaikan kedua Capres terasa datar-datar saja. Tidak ada serangan-serangan tajam seperti debat sebelumnya. Tidak ada masalah lahan, tidak ada masalah onlen onlen. Saya kira juga materi HTI dan ormas radikal masuk dalam sesi "ideologi" tapi tidak ada.

Debat malam ini saya lebih meniknati pertunjukan letupan emosi Prabowo..

Prabowo Subianto terlihat ingin menguasai panggung dengan memberikan banyak orasi dan penekanan kata-katanya. Tapi khas Prabowo, dari sana malah kelihatan temperamennya. Dan semakin naik temperamen Prabowo, semakin ngawur jawaban Prabowo.

Jujur saya pusing dengar jawaban Prabowo yang muter dari Boyolali sampai Siborong borong. Tidak ada jawaban dalam bentuk "apa" yang dia lakukan dalam setiap masalah yang disampaikan. Yang ada malah curhat, trus emosi-emosi sendiri malah sampai membentak penonton "jangan ketawa kalian !"

Jokowi sendiri tampak tidak melayani emosi Prabowo dan seperti memberi kesempatan Prabowo meluapkan semuanya supaya penonton bisa menilai sendiri. Dan Prabowo semakin mutar, curhat, ngomel, tapi tidak menyentuh akar masalah yang ada.

Saya kebayang kalau Prabowo menjadi Presiden ketika ditanya Menterinya, "Pak, bagaimana cara kita menyelesaikan masalah kemiskinan ?" Prabowo bukannya menjawab dengan solusi, tapi malah membanggakan dirinya, "Saya ini lebih TNI dari TNI, ahlinya ahli, core of the core. Jadi masalah kemiskinan sudah menjadi makanan saya.." Terus aja begitu, tapi tidak ada jawaban yang pasti.

Yah mungkin kita juga sudah bosan menonton debat, dan tidak ada perubahan dari hardcore pemilih Jokowi maupun Prabowo sesudah melihat debat. Tetap saja Jokowi 53 persen dan Prabowo hanya 33 persen.

Cuma satu catatan saya sesudah melihat debat malam ini.

Saya jelas tidak ingin punya Presiden pemarah. Jangan-jangan nanti saya ketawa pun dilarang.

Jadi ingat kata Warkop Prambors, "Ketawalah sebelum tertawa itu dilarang Prabowo.."

Sudah. Seruput kopi jangan sambil ketawa. Keselek cangkirnya nanti..

Denny Siregar



Debat Capres, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi: Prabowo Permalukan TNI 31 Maret 2019



Debat Capres, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi: Prabowo Permalukan TNI


- Prabowo Perlu Ikut Bimbel Pertahanan Keamanan Di Jaman Now


JAKARTA - Menanggapi hasil Debat Calon Presiden ke-4, semalam (29 Maret 2019), Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi yang mantan Aster Kasad sekaligus juga teman seangkatan Capres Nomor 02 Prabowo Subiyanto di AKABRI (Nomor Akademi 70), terheran-heran, bagaimana mungkin pak Jokowi yang lulusan Faktultas Kehutanan justru lebih menguasai bidang pertahanan.

Dia menyebut, bahwa dalam debat  capres tersebut, Prabowo kembali mempermalukan TNI lagi. Karena ternyata tidak mengetahui bahwa di seluruh dunia, yang digunakan dalam menyusun rencana pertahanan adalah “Hakikat Ancaman” yang bakal dihadapi sebuah negara.

Dan “Hakikat Ancaman” itu sendiri adanya di Perkiraan Intelejen Strategis baik Jangka Pendek, Menengah dan Panjang.

"Dan itulah maka di setiap Kedutaan Besar negara manapun dilengkapi dengan Atase Pertahanan dari ketiga angkatan. Sehingga dasar penyusunan Hakikat Ancaman benar-benar valid, sama sekali bukan asumsi apalagi halusinasi, merekalah Badan Pengumpul Keterangan yang resmi dibiayai negara," tandas Saurip Kadi, hari ini.

Menurut Saurip, Capres nomor urut 01 Jokowi justru mengetahui bahwa perang jaman now bukan lagi adu kekuatan persenjataan seperti perang jaman old, tapi  perang asimetris yang intinya adalah bagaimana mempengaruhi rakyat negara lawan melalui perubahan mindset," ujarnya.

Dan saat ini, menurut Saurip Kadi, negara negara lain sudah mengubah konsep pertahanan mereka, bahkan Amerika Serikat sudah menutup sejumlah pangkalan militernya di negara lain.

Saurip Kadi juga menyatakan, keliru besar jika Prabowo membandingkan besaran anggaran militer Indonesia dengan Singapura.

"Dengan luas wilayah yang kecil, tidak lebih dari Kabupaten Brebes, tapi menguasai kekuatan  ekonomi kawasan melalui jasa finansial dan perdagangan, maka tidak ada pilihan, Singapura harus mempunyai keunggulan dibidang militer.  Karena dengan satu sorty pengeboman saja,  Singapura akan habis'" katanya.

Jadi, menurutnya, Prabowo harus belajar lagi soal pertahanan dan keamanan yang terbaru. Sesuai jaman now.  "Kalau perlu, melalui Bimbingan Belajar," tandas Saurip Kadi.

Ditanyakan soal makna penyataan Capres Nomor 02 Prabowo Subiayanto bahwa dirinya adalah lebih TNI dari TNI, Saurip Kadi menyilahkan bertanya langsung kepada Prabowo.


"Tapi yang saya ketahui pak PS adalah Perwira Tinggi TNI yang dipecat dari dinas aktif, karena berinisiatif melakukan penculikan sejumlah aktifis, sebagaimana diakui sendiri di depan sidang DKP," imbuhya.

Setelah ikatan dinasnya selesai, berakhirnya dinas militer di negara manapun hanya ada 3 alasan, yaitu pertama karena atas pemintaan sendiri untuk pensiun dini, kedua karena diberhentikan dengan hormat akibat sakit atau cacat sehingga tidak lagi mampu menjalankan tugas-tugas kemiliteran dan yang ketiga karena pensiun sesuai batas umur yang diatur oleh Undang-Undang. Di luar ketiga alasan tersebut adalah karena dipecat.

"Karena pak PS adalah perwira tinggi bintang tiga dan lagi menantu pak Harto, ya saru kalau digunakan istilah dipecat, maka dihadapkan pada kondisi riil saat itu, penggunaan istilah diberhentikan sungguh sangat bijak," tandasnya.

Terhadap pertanyaan, kwalitas jawaban  bidang pertahanan oleh capres nomor urut 01 Jokowi, Saurip Kadi mengajak bangsa ini sepatutnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena mempunyai Presiden yang paham tentang tentara dalam negara demokrasi dimana senjatanya wajib menghadap keluar.

Dan karenanya gelar TNI yang saat ini adalah warisan Belanda yabg dilanjutkan Orba, maka kedepan  harus ditata ulang agar bisa meng "cover" seluruh wilayah pertahanan NKRI, untuk melumpuhkan musuh sebelum masuk maupun yang sudah terlanjur masuk masuk ke dalam wilayah NKRI.

Ditanya tentang siapa yang bakal tampil sebagai pemenang dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang, Saurip Kadi mengingatkan segenap Keluarga Besar TNI (KBT) bahwa menggunakan Hak Pilih adalah HAM, tapi sebelum segalanya terlambat, terkhusus kepada para pensiunan prajurit TNI dan terlebih mantan elit TNI utamanya mantan Panglima TNI dan Kas Angkatan serta petinggi TNI yang ada di BPN Paslon 02 bahwa sampai ajal menjemput, para pensiunan mempunyai kewajiban untuk menjaga kehormatan, derajat dan martabat TNI.

"Apa yang kita cari di hari tua, haruskah para pensiunanan tega membiarkan TNI kembali menanggung aib, karena prajurit TNI harus menghormat dengan sangkur terhunus kepada mantan petinggi TNI   yang berhenti dari dinas aktif, karena dipecat, naudzu bilah mindalik" ujar Saurip Kadi lagi

Diakui oleh Saurip Kadi, memang sulit untuk tidak menempatkan Pak Prabowo sebagai bagian dari KBT, tapi para purnawirawan TNI wajib menjaga TNI sebagai  almamater tempat kita dulu menyerahkan jiwa dan raga untuk kejayaan NKRI.

Kecuali bagi mereka yang tidak merasa bahwa penculikan aktifis, bukanlah aib bagi TNI dan terkhusus bagi lulusan Akademi TNI.

"Dan kalau betul ada pensiunan TNI yang tidak menempatkan hal tersebut sebagai aib, maka kedepan mereka tidak layak untuk menyebut dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional. Karena pak Dirman dan para pendiri TNI lainnya serta para pelatih kita di Akademi TNI tidak pernah mengajarkan bahwa  rakyat apalagi aktifis demokrasi sebagai musuh negara, sehingga mereka sah untuk diculik," tegas Saurip Kadi yang memang dikenal kritis ini.

Sementara itu kepada segenap anak bangsa, Saurip Kadi menyerukan bahwa Pemilu bukan Perang. Pemilu tak lebih untuk memilih Capres dan program untuk 5 tahun ke depan.

"Untuk itu, pilihlah Capres yang nyata-nyata sudah terbukti berani dan berhasil memberantas Mega Korupsi, Mafia Tambang serta Migas seperti Petral, Free Port, Newmont, Blok Rokan, Mahakam dan juga mampu membangun rasa Indonesia melalui kwalitas pelayanan dan infra struktur yang sama untuk seluruh wilayah Indonesia dan nyata-nyata mampu melanjutkan pembangunan jalan TOL dan infratsruktur yang dimasa lalu MANGKRAK. Melalui Dana Desa dan  sejumlah program Kartu, kini rakyat kecil sudah mulai merasakan manfaat NKRI," pungkasnya. (Aris)

Analisa debat semalam

Saya kadang bingung sama Prabowo. Di matanya semua gak ada yang genah. Sama TNI, dia curiga dan gak percaya. Katanya TNI suka melapor asal bapak senang saja. Dia seakan meremehkan kekuatan TNI.

Bahkan katanya, Prabowo lebih TNI dari TNI. Saya bingung, apa yang dimaksud lebih TNI dari TNI. Oh, mungkin maksudnya, dia adalah anggota TNI yang dipecat. Makanya berbeda dengan anggota TNI biasa.

Dalam kepala Prabowo, dunia selalu berada dalam ancaman. Dia seperti parno menghadapi kehidupan internasional. Makanya yang dipikirin melulu alat perang. Itupun perang dalam arti tradsional. Militer saling bertempur. Mesiu. Bom. Ledakan. Saling bunuh.

Padahal dunia sudah berubah. Jauh berubah. Perang bukan lagi hanya ekspansi fisik. Senjata. Darah. Atau mesiu. Perang saat ini lebih pada ekspansi informasi akibat teknologi informasi.

Disinilah Jokowi lebih peka melihat persoalan. Dia bukan hanya memperkuat militer dengan alutsita tradisional seperti senjata, tank dan pesawat. Lebih dari itu, dia berusaha memenuhi kebutuhan alutsita kita dengan mengembangkan teknologi pertahanan sendiri.

Kini kita sudah mampu memproduksi berbagai alat perang yang canggih. Tank dan senjata diproduksi Pindad. Kapal selam dan kapal perang diproduksi dalam negeri. Sementara teknologi informasi diperkuat untuk menghadang kekuatan asing.

Ketika Prabowo masih sibuk mau mengeluarkan banyak dana untuk alat perang tradisional, Jokowi lebih memilih berpikir jangka panjang. Membangun industri persenjataan dalam negeri dan mengembangkan tenaga-tenaga cyber.

Dalam persoalan pertahanan dan keamanan jelas tergambar, bagaimana seorang militer pecatan berhadapan dengan seorang pemimpin visioner. Bagaimana orang yang melulu mengandalkan otot dengan Jokowi yang lebih mengandalkan otak.

Bagaimana orang emosional berhadapan dengan lelaki bijak dengan cara berpikir jernih.

Ketika bicara soal politik luar negeri, seperti biasa Prabowo selalu melecehkan bangsanya. Dia seolah merasa bisa menyelesaikan masalah diplomasi dengan senjata.

Kadang kita bingung. Bagaimana seorang Prabowo bisa menyelesaikan diplomasi luar negeri kalau dia sendiri terkena larangan masuk ke AS dan beberapa negara lain. Sebab sampai saat ini Prabowo dianggap sebagai penjahat HAM. Jadi sebagai personal, Prabowo sendiri punya reputasi buruk di mata dunia internasional. Bagaimana dia bisa membawa bangsa ini berhadapan dengan asing, jika dia sudah distempel sebagai penjahat kemanusiaan.

Yang paling menarik, Prabowo selalu bicara soal harta kita di bawa ke luar negeri. Padahal perusahaan milik Prabowo dan Sandiaga termasuk yang tercatat di Paradise Papers. Itu karena mereka menempatkan hartanya di negara surga pajak.

Artinya, ya Prabowolah aktor yang membawa harta bangsa ini ke luar negeri.

Gimana soal ideologi? Iya, Prabowo secara retoris mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Tapi pengakuan gak cukup. Sampai sekarang kita gak melihat sikap tegasnya soal HTI dan khilafah.

Bahkan di panggung kampanyenya kemarin, bendera HTI berkibar dengan gagah. Menunjukan dukungan.

Jadi saya melihat, apa yang dikritik Prabowo terhadap bangsa ini, padahal dia sendiri menjadi bagian aktif disana. Mestinya dia mengkritik dirinya terlebih dahulu. Sebab kritiknya justru lebih tepat untuk dirinya sendiri. Ketimbang ditujukan pada Jokowi.

Untung saja Jokowi kalem. Dia sadar, debat kali ini sudah terlalu mepet dengan masa pencoblosan. Tidak akan banyak pengaruhnya kepada suara mengambang.

Dia membiarkan Prabowo marah-marah di panggung debat. Membiarkan emosi Prabowo meluap-luap seperti air mancur. Sebab ketika orang marah, sesungguhnya dia sedang membuka topengnya sendiri. Melucuti kekurangannya sendiri.

Sementara Prabowo ngamuk sampai memarahi penonton, Jokowi santai saja. Dia lebih fokus menjelaskan detil-detil persoalan. Lebih dingin dan adem.

Debat ini menampilkan dua karakter orang yang berbeda. Yang satu gila perang. Satunya lagi adem dan bersahabat.



Sunday, March 31, 2019

TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO Yang Terhormat,



VIRALKAN...!!!
Surat Terbuka:

TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO
Yang Terhormat,

Mohon maaf jika Surat Terbuka ini harus saya awali dengan pernyataan saya yang mungkin akan membuat Tuan Prabowo tidak berkenan.
Saya harus mengatakan, bahwa Tuan adalah pemimpin yang tidak sekedar temperamental dan emosional, tapi Tuan juga adalah pemimpin yang sangat berbahaya bagi orang-orang yang yang sedang berbahagia. Bahkan mungkin Tuan adalah pemimpin yang berbahaya bagi orang-orang yang sedang bersedih. Karena jika tertawa karena bahagiapun Tuan larang dan persoalkan, lalu bagaimana dengan orang yang bersedih dan tidak mau tertarwa?
Penilaian saya ini berdasarkan fakta peristiwa yang saya alami saat hadir dalam Debat Capres di Hotel Shangrila malam ini.

TUAN PRABOWO SUBIANTO,
Sekedar Tuan tahu, Tertawa Saya itu spontan, seperti umumnya jika orang tertawa. Tidak ada tertawa yang dipersiapkan dan direncanakan. Karena tertawa Saya malam ini adalah ekspresi kebahagian yang didorong karena ada hal lucu yang dirasakan.
Dan jika Tuan bertanya kenapa saya tertawa? Sejujurnya karena memang Pernyataan Tuan tentang Strategi Pertahanan Keamanan lah yang menjadi sumber penyebabnya.

TUAN PRABOWO SUBIANTO,
Ketika dengan nada tinggi yang diiringi goyangan berulang-ulang telunjuk jari mempertanyakan Kenapa dan alasan apa Saya tertawa. Saya paham bahwa Tuan sedang menegur Saya karena Tuan merasa tidak nyaman dengan tertawa saya yang Sampai ditelinga Tuan.
Tuan boleh merasa tidak nyaman dan terganggu, tapi pertanyaannya, benarkah Tuan punyak hak untuk menegur orang yang tertawa atau bahkan menimbulkan gangguan dalam acara debat tersebut?

Tuan lupa, bahwa acara Debat Pilpres tersebut dilaksanakan oleh KPU. Tuan Prabowo Subianto adalah Capres yang menjadi peserta debat sebagaimana Pak Jokowi.
Maka sesungguhnya KPU lah yang memiki kekuasaan penuh untuk menegur, bahkan mungkin mengeluarkan Saya dari ruangan atau siapapun yang dinilai telah mengganggu kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan Debat Capres sebagaimana yang diatur dalam tata tertib pelaksanaan debat yang dibuat oleh KPU.
Tapi fakta dilapangan, hingga selesainya acara Debat malam ini, Saya tidak sekalipun mendapat peringatan dan teguran apapun dari KPU.

TUAN PRABOWO SUBIANTO,
Peristiwa malam ini, semakin menguatkan keyakinan Pilihan Politik Saya terhadap Jokowi.
Selama kurang lebih 4,5 tahun, Jokowi tidak sekedar ditertawakan oleh lawan-lawannya. Jokowi diejek dan dihinakan harga dirinya, direndahkan martabat keluarganya, dilecehkan kesetiannya kepada Pancasila, diragukan keyakinan atas keIslamannya. Tapi selama itu juga Jokowi mampu bersabar dan menahan diri dengan kesholehan lisan dan tindakannya.

Maaf TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO, malam ini Tuan tidak sekedar telah menculik kebahagian Saya untuk tertawa. Tapi Tuan juga telah menculik hak dan kewenangan KPU dan Bawaslu RI sebagai penyelenggara Pilpres termasuk keseluruhan tahapan pelaksananan Debat Capres didalamnya.

Tuan, disadari atau tidak, malam ini Tuan telah MENCULIK dan melakukan PENGHIILANGAN SECARA PAKSA atas 13 orang manusia indonesia. Saya yang tertawanya anda persoalkan dan 7 Komisioner KPU serta 5 Komisioner Bawaslu RI sebagai Pelaksana dan Pengawas penyenggaraan Debat Capres malam ini.

Terima kasih TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO,
Insya Allah Indonesia akan tetap dipimpin oleh seorang Presiden yang tidak sekedar bisa membuat rakyatnya bahagia. Tapi juga menjamin secara merdeka setiap warga negaranya untuk bisa Tertawa karena bahagia.
Bukan seorang Presiden yang membahayakan kemerdekaan warga negaranya untuk tertawa karena bahagia dan Menculik serta menghilangkan secara paksa hak warga negaranya yang mengekspresikan kebahagiaannya dengan cara tertawa.

Terima kasih.
Jakarta, 30 Maret 2019

Hormat Saya:
BENNY RHAMDANI

Thursday, March 7, 2019

Wednesday, February 27, 2019

MOHON PENCERAHAN KEPADA KUBU PRABOWO YANG TERKESAN PINTAR DAN BERAKAL SEHAT...


MOHON PENCERAHAN KEPADA KUBU PRABOWO YANG TERKESAN PINTAR DAN BERAKAL SEHAT...

1. Mau BBM murah??
2. Mau listrik murah??
3. Mau sembako murah??
4. Mau penghasilan meningkat??
5. Mau hutang negara lunas??
6. Mau negara ini aman dan terkendali??

TOLONG JELASKAN BAGAIMANA CARANYA, APA PROGRAMNYA DAN JAWAB PERTANYAAN DI BAWAH INI:
Mohon dijawab dengan data hasil riset dan kajian ilmiah dari tim Prabowo agar tidak menjadi debat kusir..

1. MAU BBM MURAH....???.
Bagaimana cara pak Prabowo akan menciptakan BBM murah?
Apa dengan melakukan subsidi seperti di zaman pak SBY?
Darimana dana untuk mensubsidi BBM itu?
Apakah subsidi BBM itu akan tepat sasaran?
Apakah akan tercipta BBM satu harga seperti saat ini?
Apakah akan menghidupkan kembali Petral?
Apakah Pertamina akan membeli BBM dari Petral lagi? Berarti Prabowo akan memasukkan lagi Petral ke dalam lingkup Pertamina?

Coba terangkanlah...!!...??.

2. MAU LISTRIK MURAH...???.
Apakah kubu pak Prabowo belum tahu bahwa dengan harga listrik saat ini saja PLN masih mengalami kerugian karena harga jual ke konsumen harus mengikuti arahan pemerintah?
Bukankah dengan menurunkan harga jual listrik akan semakin menambah kerugian PLN?
Jika PLN terus mengalami kerugian yang besar, maka kalau tidak mau tutup pemerintah harus menyuntik dana ke PLN, lalu dana untuk menyuntik tsb darimana?

Coba terangkanlah...!!...??.

3. MAU SEMBAKO MURAH...???.
Murahnya harga sembako itu tergantung hukum ekonomi yaitu demand vs supply.. Sepanjang supply melimpah maka harga akan turun.
Demikian sebaliknya jika permintaan tinggi dan ketersediaan barang sedikit, maka harga akan naik.

Pemerintah bisa intervensi pasar saat stok menipis agar harga tidak naik.
Selama beberapa tahun belakangan ini harga sembako tidak bergejolak walaupun dalam bulan puasa dan lebaran?
Mau sembako murah seperti apa lagi?
Yang disubsidi terus menerus oleh pemerintah dan bikin rakyat jadi malas bekerja itukah?
Anda teriak sembako mahal tapi mobil, motor, pulsa beberapa nomor handphone, paket internet dan rokok masih sanggup beli.. Anda sehat???

Coba terangkanlah...!!...??.

4. MAU PENGHASILAN MENINGKAT...???.
Bagaimana cara pak Prabowo meningkatkan penghasilan?
Meningkatkan penghasilan itu hanya dengan kerja keras dan rajin bekerja.
Pemerintah hanya fasilitator saja, semua tergantung rakyat apakah mau kerja keras demi sejahtera atau mau malas-malasan dan hanya berharap subsidi.. Sandi Uno menjanjikan peningkatan penghasilan bagi para petani dan pedagang tapi di satu sisi berteriak sembako terlalu mahal..bertolak belakang..bagaimana cara Prabowo menaikkan penghasilan petani tetapi harga sembako bisa lebih murah lagi dari sekarang?apa mw pakai sistem barter lagi?

Coba terangkanlah...!!...??..

5. MAU HUTANG NEGARA LUNAS ???
Ini yang paling seru nih.
Sebutkan dengan cara apa Prabowo Sandi mw melunasi hutang negara baik itu dalam negeri maupun luar negeri!!?
Apa dengan menjual asset negara?
Mau berikan konsesi SDA kepada pihak asing?
Naikin pajak? Sekarang saja kalian teriak katanya pajak mencekik rakyat, tapi saat target penerimaan pajak tidak tercapai eh kalian ngomel-ngomel.

Mau genjot BUMN untuk menghasilkan keuntungan bagi negara? Lah kan PLN saja kalian mau minta harga listrik murah, bagaimana bisa ada untung?
Mau menasionalisasi perusahaan asing di Indonesia?loh katanya amerika dan china thu penting buat Indonesia..
Apa beneran siap hadapi gugatan hukum internasional?
Mau pinjam lagi dari luar negeri???Loh katanya ga akan mw hutang2 luar negeri lagi.. Loh kan katanya anti asing..katanya anti aseng..
Coba jelaskan bagaimana cara Prabowo melunasi hutang negara???!!!!

Coba terangkanlah...!!...??.

6. MAU NEGARA AMAN DAN TERKENDALI..??
Numpang tanya, memang sekarang kondisi negara kita lagi kacau balau?
Lagi terjadi huru-hara?
Anda pastinya tahu dong siapa yang suka nakut nakuti selama ini??
Apa sekarang tidak aman?
berangkat ke kantor, istri belanja ke Mall atau pasar, anak2 jln ke sekolah semua Aman dan Nyaman.
Cuma orang yang terlibat korupsi, terlibat terorisme, terlibat kriminal, penyebar hoax, ujaran kebencian dan tukang fitnah serta terlibat ormas terlarang yang merasa dirinya tidak aman.
Jadi apa maksudnya kalau Prabowo bisa jadi Presiden maka negara aman dan terkendali ??? Apa dengan jalan penculikan2 seperti jaman Suharto kalau rakyat tidak suka dengan kinerja Prabowo???apa dengan jalan ditodongkan senjata seperti para mahasiswa 98?apa dengan cara kekerasan supaya rakyat takut dan mw mengikuti semua yang dilakukan Prabowo?

Coba terangkanlah...!!...??.

Salam damai selalu untuk Indonesia yang kita cintai.

"DEMI INDONESIA RAYA...".
#Jokowi1PeriodeLagi... Jauh Lebih Baik...

ORANG-ORANG DI SEKELILING PRABOWO



ORANG-ORANG DI SEKELILING PRABOWO

Oleh: Saiful Huda Ems (SHE).

Beberapa menit yang lalu saya dikejutkan oleh sebuah tulisan yang mendiskreditkan Capres No.01 Jokowi. Dalam tulisan itu si penulis mencoba menggiring opini negatif yang mengkomparasikan antara orang-orang berpengaruh di sekeliling Prabowo dan orang-orang berpengaruh di sekeliling Jokowi. Seolah-olah si penulis itu ingin menunjukkan bahwa semua orang-orang berpengaruh di sekeliling Prabowo itu intelektual muslim atau ulama semua, sedangkan orang-orang berpengaruh di sekeliling Jokowi itu orang-orang di luar Islam semua, PKI dan tidak jelas agamanya apa.

Atas dasar tulisan yang memfitnah Jokowi atau yang mengada-ada itu, maka saya tergerak untuk menulis tulisan ini sebagai counter opini dari penulis pendukung Prabowo yang memfitnah dan membuat komparasi yang sangat tidak adil dan berimbang tsb, yang tentunya tulisan itu akan sangat menyudutkan dan merugikan Jokowi-Makruf sebagai Paslon Capres-Cawapres No.01. Bila si penulis di sebrang sana memulai dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Prabowo, dan kemudian dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Jokowi, maka saya akan membaliknya dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Jokowi dan dilanjutkan dengan Prabowo sbb:

I. Orang-Orang Berpengaruh di Belakang Jokowi:

a. KH. Said Aqil Shiradj (Ulama Ketum PBNU).
b. KH. Maimun Zubair (Ulama kharismatik NU).
c. Tuan Guru Bajang/TGB (Cendekiawan Muda Islam, Gubernur NTB).
d. Habib Lutfi bin Yahya (Ulama ahli thariqat NU).
e. Mahfud MD (Cendekiawan Muslim).
f. Gus Muwafiq (Budayawan Muslim).
g. KH. Mustofa Bisri (Budayawan Muslim).
h. Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf (Ulama ahli Sholawat).
i. Ustadz Yusuf Masyur (Ulama).
j. Moeldoko (Purnawirawan Jenderal TNI Muslim mantan Panglima TNI).

II. Orang-orang Berpengaruh di Sekitar Prabowo:

a. Ratna Sarumpaet (Tersangka Penyebar Hoax agamanya tidak jelas).
b. Ahmad Dhani (Narapidana Kriminal yang awam ilmu agama).
c. Jonru (Mantan Narapidana dan mualaf).
d. Habib Bahar bin Smith (Tahanan Polisi atas kasus penganiayaan anak remaja).
e. Novel Bamukmin (mantan pegawai restaurant Pizza yang mendadak jadi habib/ustadz).
f. Rocky Gerung (Filsuf abal-abal agamanya tidak jelas yang sekarang berurusan dengan polisi).
g. Hasyim Djoyo Hadikusumo (Pengusaha Non Muslim adik kandung Prabowo yang pernah kena kasus penadahan benda-benda purbakala).
h. Sugik Nur Miharja alias Gus Nur (Mantan Penjual Jamu yang mendadak jadi Gus dan Ustadz padahal bukan putra ulama dan tidak pernah mondok di pesantren yang sekarang menjadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik atau Perbuatan Tidak Menyenangkan).
i. Habib Riziek (Yang kabur ke Tanah suci dan belum kembali-kembali karena memiliki banyak kasus hukum di Tanah air).

Dan melalui tulisan ini, saya juga ingin bertanya pada para pembaca:

1. Siapakah Capres yang selalu teriak-teriak membela kepentingan orang kecil namun dia sendiri menguasai lahan puluhan ribu hektar yang sabtu kemarin didemo dan dipaksa mengembalikan tanahnya oleh Rakyat Gayo Aceh Tengah?

2. Siapakah Capres yang tidak bisa membaca ayat suci Al-Quran padahal ia selalu menggerakkan orang untuk demo bela agama?

3. Siapakah Capres yang pernah dipecat dari TNI oleh Dewan Kehormatan Militer atas kasus penculikan dan pembunuhan serta kerusuhan Mei 1998?

4. Siapakah Capres yang pernah kabur ke luar negeri disaat mertuanya di demo mahasiswa dan pemuda di seluruh Tanah air?

5. Siapakah Capres yang dalam Sholat Jum'at perdananya diawali dengan penyebaran pamflet undangan Sholat Jumatan bersama-sama dengannya?

6. Siapakah Capres yang memilih Cawapresnya yang tidak bisa berwudlu?

7. Siapakah Capres yang temperamental dan suka melempar handphone?

8. Siapakah Capres yang didukung penghianat Reformasi 98, dimana dulu ia melawan Rezim ORBA namun sekarang justru mendukung kebangkitan kembali ORBA?

9. Siapakah Capres yang seluruh saudara kandung dan orang tuanya bukan orang muslim?

10. Siapakah Capres yang tidak hafal doa-doa dalam sholat wajib 5 waktu?

Dari apa yang saya tulis di atas, tentu pembaca akan lebih mudah untuk menjawab dan menentukan pilihan Capresnya dalam Pilpres April 2019 mendatang. Sapere aude ! Beranilah berpikir ! Afala ta'qilun ! Gunakanlah akalmu ! Afala tatafakkarun ! Gunakanlah fikiranmu ! Wallahu a'lamu bisshawab...(SHE).

Jakarta, 24 Februari 2019.

Saiful Huda Ems (SHE). Advokat dan Penulis, Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang 1985-1991, Mantan Gerilyawan Politik Penantang Rezim Soeharto di Berlin Jerman 1991-1995, Ketua Umum Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI.
Source : https://t.me/PoskoUdaraTimCyber01JM

Friday, January 18, 2019

Prabowo Tuduh, Jokowi Serang Balik Mematikan, Prabowo Hancur- Lebur



Debat: Prabowo Tuduh, Jokowi Serang Balik Mematikan, Prabowo Hancur- Lebur

Asaaro Lahagu

Debat: Prabowo Tuduh, Jokowi Serang Balik Mematikan, Prabowo Hancur- Lebur
Saya mengikuti dengan serius debat perdana Pilpres. Dari gelagat Prabowo-Sandi saat memasuki arena debat, terpercik kesombongan dan keangkuhan keduanya. Hal itu terlihat dari senyum percaya diri hebat disertai sinis dari bibir Prabowo.

Saya pun bertanya, apa gerangan yang membuat Prabowo-Sandi begitu sombong saat memasuki arena debat? Jawabannya terbongkar saat keduanya meluncurkan pertanyaan mematikan kepada Jokowi-Ma’ruf. Rupanya pertanyaan itulah yang menjadi senjata maut mereka.

Baik Prabowo maupun Sandiaga, telah yakin benar pertanyaan mematikan mereka. Ketika senjata mustika itu dikeluarkan, maka Jokowi langsung KO. Lalu apa senjata maut berupa pertanyaan maut yang dikantongi Prabowo-Sandi itu?

Hanya satu, yakni soal kepala daerah, gubernur, bupati jika mendukung Jokowi, maka kasusnya menguap. Sementara jika berlawanan dengan Jokowi, maka mereka dikejar-kejar aparat. Ada Kades yang karena tidak mendukung pasangan nomor 01 tetapi mendukung pasangan nomor 02, ditangkap.

Pertanyaan Prabowo-Sandi ini sepintas lalu mematikan Jokowi. Mengapa? Karena narasi selama ini memang telah dibangun demikian oleh kubu Prabowo-Sandi. Opini kubu Prabowo pun termakan narasi itu dan menganggap hal itu fakta. Lalu apa tangkisan Jokowi?

Jokowi to the point. “Jangan menuduh Pak Prabowo”, tegas Jokowi. “Kalau ada bukti, sampaikan kepada aparat. Laporkan. Jangan langsung grasa-grusu, menuduh sana-sini, melakukan konferensi pers tentang seseorang wanita yang mukanya bengkak-bengkak lalu dibilang telah dianiaya. Padahal orang itu ternyata operasi plastik”, balas Jokowi telak.

Jawaban Jokowi ini sangat telak, langsung mematikan Prabowo-Sandi. Ini serangan balik bagaikan rudal nuklir. Langsung membungkam kubu Prabowo. Saya lihat pendukung-pendukung Prabowo yang ada di belakangnya, diam dan tak berkutik. Saat itu sebenarnya debat sudah selesai, Jokowi menang telak.

Mengapa Prabowo pingsan mendengar tangkisan Jokowi itu? Karena serangan menohok begitu runtut Jokowi adalah fakta yang tak terbantahkan. Masyarakat sudah tahu betul bagaimana Prabowo langsung melakukan konferensi pers tentang muka bonyok Ratna Sarumpaet, tetapi ternyata hoax.

Setelah serangan balik mematikan Jokowi ini, saya lihat Prabowo kembali membangun serangan, tetapi sudah lunglai. Tenaganya sudah hilang 60 persen. Serangan balik pertama Jokowi itu langsung menghancur-leburkan Prabowo. Ketika Prabowo kembali bangun dengan titik darah penghabisan, Jokowi kembali menyerang dengan senjata maut lainnya.

Saat Prabowo membangun narasi bahwa dia akan mengikis habis korupsi dan memenjarakan langsung kadernya yang korup, Jokowi langsung melancarkan serangan maut lainnya. Jokowi bertanya: “Ada 6 mantan narapidana dari kader Partai Gerinda yang menjadi caleg. Nama pengajuan mereka ditanda-tandangani oleh Ketua Umum, yakni Pak Prabowo sendiri. Lalu mengapa keenam calon itu yang sudah terbukti korupsi disetujui menjadi caleg?” tanya Jokowi menggelegar.

Prabowo menjawab linglung. Pertama ia tidak tahu data itu. Bahkan ia lagi-lagi menuduh pihak lain bahwa itu hanya tuduhan. Tetapi ketika ditunjukkan bahwa itu bukan tuduhan tetapi fakta, Prabowo akhirnya pasrah.

“Ya kalau mereka masih mau dipilih oleh masyarakat dan hukum mengijinkan mereka, ya silahkan maju sebagai caleg. Namun ingat korupsi mereka mungkin kecil-kecil dan tidak seberapa”, tangkis Prabowo mengharukan. Jelas inkonsistensi dari pernyataan melawan korupsi. Jelas jawaban Prabowo ini semakin membuatnya hancur-lebur.

Dan moment puncak kehancuran Prabowo ketika Jokowi memberikan pesan pamungkas yang menjadi bencana bagi Prabowo.

“Kami, Joko Widodo dan Ma’aruf Amin, tidak punya beban masa lalu. Kami tidak punya jejak sebagai penculik, kami tidak punya jejak sebagai koruptor, kami tidak punya jejak sebagai pelanggar HAM, kami akan sekuat tenaga memajukan bangsa Indonesia ini, menjadi bangsa yang maju”, tegas Jokowi membahana.

Pesan pamungkas ini jelas menghantam telak ulu hati Prabowo. Jejak hitam Prabowo sebagai penculik, pelanggar HAM, jelas tersayat oleh pesan Jokowi itu. Dan ketika Prabowo mendapat giliran menyampaikan pesan, idenya sudah tidak lagi bergairah, mati suri.

Dengan sisa-sisa nafasnya, Prabowo mencoba mengulang retorika bocor dan bocor. Ia berjanji akan mensejahterakan rakyat, menaikkan gaji pegawai besar-besaran dan berkali-kali lipat dengan meningkatkan 16 persen ratio pajak. Mimpi.

Saya melihat di akhir debat, para pendukung Prabowo hanya bisa menggigit jari. Wajah mereka pucat-pasi. Wajah Amin Rais terlihat semakin berkerut. Debat yang diharapkan dimenangkan oleh Prabowo, ternyata justru kalah telak akibat hoax yang selama ini dilancarkannya. Ternyata mereka memanen karma.

Saya yakin apa yang terjadi di tahun 2014 akan kembali terjadi. Apa itu? Prabowo kalah Pilpres karena kalah debat dengan Jokowi. Begitulah kura-kura.#17AprilJokowiTetapPresiden.

Salam Seword,

Asaaro Lahagu

Thursday, January 3, 2019

JANGAN ULAMAKAN PARA KRIMINAL


Tampaknya orang yang menyebut dirinya ulama di negeri ini boleh berbuat apa saja.

Rizieq di mimbar agama melecehkan Pancasila. Kadang melecehkan keyakinan agama lain. Lantas yang tersinggung dengan ulah itu mengadukannya ke polisi. Polisi memproses kasusnya.

Dia juga disangkakan melakukan chat mesum
Hasil chatnya tersebar ke seantero jagad. Bahkan dengan foto perempuan bugil segala. Polisi mau memeriksa kebenarannya karena itu melanggar UU ITE. Tapi orangnya kabur ke luar negeri.

Di Indonesia pembelanya berteriak, jangan kriminalisasi ulama!

Ada lagi Alfian Tanjung. Dia juga sering tampil di mimbar agama. Dalam pembicaraannya di depan publik dia menuduh istana disusupi PKI. Menuding seorang pejabat sebagai antek PKI. Pejabat itu marah. Lalu mengadukannya ke polisi. Wajar.

Penceramah itu dimintakan pertangungjawabannya. Karena menghina orang, bahkan cenderung memfitnah, dia dijadikan tersangka.

Lalu pembelanya berteriak, jangan kriminalisasi ulama!

Ada lagi Zulfikar Muhamad Ali. Ceramahnya penuh provokasi. Dia bilang Indonesia bakal kedatangan 200 juta warga China. Tujuannya menyembelih orang Indonesia. Gila, orang itu dengan gampang ngomong, 200 juta orang dari RRC masuk ke Indonesia buat membantai rakyat kita.

Ini benar-benar luar biasa bohong.

Jika sebuah pesawat bisa mengangkut 500 orang, maka dibutuhkan sekitar 400.000 pesawat untuk mengangkut 200 juta orang warga RRC itu. Asumsikan perjalanan China-Indonesia rata-rata 5 jam, maka dibutuhkan 2 juta jam  atau 83 Rabu hari. Atau sama dengan 280 tahun!

Ini jika yang mendengar mau berfikir sedikt saja sudah gampang dilacak betapa kebohongan disemburkan oleh orang berjenggot itu, atas nama ceramah agama.

Provokasi yang jauh dari akal sehat ini disebarkan dengan bungkusan agama. Akibat omongannya yang menghasut Zulfikar ditetapkan tersangka oleh polisi.

Lalu ada orang yang berteriak, jangan kriminalisasi ulama.

Betapa begahnya otak kita mendengar itu semua. Padahal chat mesum, fitnah, menghasut adalah termasuk perbuatan kriminal. Itu melanggar KUHP.

Apakah seseorang ketika mengklaim dirinya ulama lalu bisa berbuat semaunya tanpa harus ada konsekuensi hukum?
• Ulama boleh mesum secara brutal.
• Ulama boleh memfitnah orang lain.
• Ulama boleh menghasut rakyat dengan kebohongan.
• Ulama boleh memaki-maki siapa saja dari atas mimbar agama.

Jika dia melanggar hukum, maka ada kelompok orang yang membelanya dengan slogan : jangan kriminalisasi ulama!

"Mereka mikirnya terbalik ya, mas?," ujar Bambang Kusnadi.

"Terbalik gimana Mbang?"

"Harusnya mereka berteriak : jangan mengulamakan para kriminal...."

Bakul bubur ini pinter juga, bathinku.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10215385227207365&id=1337245036

Sunday, December 30, 2018

BUDIMAN SUDJATMIKO HABISI ROCKY GERUNG & SINDIR FADLI ZON ~ FAHRI HAMZAH

Rocky Gerung Dikeroyok Ali Mochtar Ngabalin ft Akbar Faisal

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)