Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Berita Nasional. Show all posts
Showing posts with label Berita Nasional. Show all posts

Tuesday, January 26, 2021

Ibadah Akan Diberi Pelatihan Pencegahan Ekstremisme

*Ibadah Akan Diberi Pelatihan* 
*Pencegahan Ekstremisme*
AKARTA,KOMPAS com – *Pemerintah berencana memberikan pelatihan kepada penceramah* dan pengelola rumah ibadah agar memiliki pemahaman terhadap pencegahan tindakan ektremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di masyarakat.

*Hal itu termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 7 Tahun 2021* tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2021 (RAN PE).

Berdasarkan salinan Perpres yang didapat Kompas com dari situs resmi Sekretariat Negara, pelatihan tersebut hendak diadakan karena dibutuhkannya peningkatan kapasitas komunitas masyarakat, khususnya komunitas rumah ibadah dalam merespons ektremisme.

*“Pelatihan pengelolaan rumah ibadah tentang pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan* yang mengarah pada terorisme dan pelatihan bagi penceramah agama untuk mendorong moderasi beragama,” demikian bunyi petikan Perpres No. 7 Tahun 2021.

*Lewat pelatihan tersebut pemerintah bertujuan menghasilkan banyak penceramah* yang memiliki sikap moderat dalam menyampaikan ajaran agama.

Selain itu, *pemerintah juga bertujuan menciptakan suasana rumah ibadah yang cepat tanggap* dalam mengantisipasi *kemunculan ekstremisme berbasis kekerasan* yang mengarah pada terorisme.

*Adapun Perpes Nomor 7 Tahun 2021 diteken Presiden Joko Widodo pada 6 Januari 2021* dan resmi diundangkan sehari setelahnya. Bab 1 Perpres tersebut menjelaskan, *RAN PE* merupakan serangkaian program yang akan dilaksanakan berbagai kementerian/lembaga terkait untuk memitigasi ekstremisme berbasis kekerasan.

*"RAN PE diharapkan dapat menjadi acuan utama implementasi penanggulangan ekstremisme* berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme oleh setiap kementerian/lembaga terkait," demikian bunyi petikan Perpres.

https://nasional.kompas.com/read/2021/01/19/19353411/jokowi-teken-perpres-7-2021-penceramah-dan-pengelola-rumah-ibadah-akan. Penulis : Rakhmat Nur Hakim Editor : Rakhmat Nur Hakim

Terima kasih Pak Joko Widodo, Anda seorang yang sangat perhitungan dan jitu ! , Soal Vaksin Sinovac.

*Pengakuan Mengejutkan Rekan Dokter Soal Vaksin*, *Jokowi Perfect Timing dan Type!*
_*Sebelumnya saya ingin menjelaskan bahwa ini adalah artikel opini saya*. Beberapa dokter pun menjadi narasumber saya dalam menulis artikel ini, khususnya berbicara tentang ketepatan Joko Widodo dalam membeli vaksin Sinovac. Jadi izinkan penulis di dalam keterbatasan, membahas tentang Joko Widodo dan Sinovac._

_*Dapat saya katakan bahwa strategi Jokowi mengamankan vaksin, berbuah manis*. Per hari ini, vaksin Covid sudah begitu menjadi barang langka di dunia. Semua negara mulai panik karena pemesanan covid19 sedang tahap pre order yang tidak tahu kapan bisa diprediksi tanggal produksinya lagi. Negara-negara sudah membeli dan memesan._

_*Negara yang sudah melakukan deal pun masih menunggu stok yang akan dikirimkan* untuk termin berikut. Malaysia pun sudah kesulitan mencari vaksin Sinovac padahal negaranya lebih dekat ke Cina ketimbang dari Indonesia ke Cina._

_*Seorang rekan dokter yang sudah divaksin mengatakan kepada saya bahwa Sinovac* adalah jalan terbaik bagi bangsa Indonesia, yang hidup di daerah tropis dan juga merupakan negara dengan faskes yang masih belum memadai dan merata._

_*Sepertinya Malaysia terlalu banyak berpikir dan itung-itungan dengan warganya*, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk menentukan jenis vaksin yang cocok untuk warga negara Malaysia. Mungkin terpengaruh dari Amerika, Malaysia enggan mengambil vaksin Sinovac, yang diteliti oleh perusahaan di Cina._

_*Perusahaan Sinovac Biotech Ltd adalah perusahaan yang ada di Cina*, yang dianggap sebagai perusahaan paling berpengalaman di bidang pembuatan Vaksin. Vaksin MERS, SARS, Flu Burung dan Flu Babi sudah dikembangkan juga oleh perusahaan Sinovac. Artinya, perusahaan ini sudah teruji track recordnya._

_*Sinovac dan Kimia Farma bekerjasama untuk mengembangkan vaksin* untuk Indonesia. Dengan gen antara orang Tiongkok dan juga orang Indonesia yang mirip, satu rumpun Asia, tentu penelitian akan dipermudah. Kalau bicara tentang vaksin, ada yang mengatakan bahwa vaksin bersifat "rasis"._

_*Vaksin ini sifatnya compatible dengan penerima vaksin*. Gen setiap ras itu berbeda, sehingga butuh kecocokan vaksin. Mungkin vaksin Pfizer cocok untuk orang Barat, namun belum tentu cocok untuk orang Timur. Mungkin vaksin Sinovac cocok untuk orang Timur, namun belum tentu cocok untuk orang Barat._

_*Dengan demikian, kita melihat ketepatan Joko Widodo dalam memilih vaksin sangatlah jitu*. Mungkin efikasi yang agak rendah, mengindikasikan bahwa vaksin ini relatif aman untuk diinjeksikan. Melihat dari efek samping, Sinovac teruji sebagai vaksin yang juga aman untuk disuntikkan._

_*Kenapa efikasi rendah, membuat vaksin ini aman? Karena efikasi yang tinggi*, mungkin membuat orang mudah menjadi kebal dari Covid 19. Tapi untuk menjadi kebal Covid 19, tubuh manusia harus belajar. Jika dipaksa untuk belajar, maka ada kemungkinan tubuh resisten._

_*Dan jika orang-orang di usia tua mengalami resistensi*, akan berdampak kepada kesehatan mereka dan membuat mereka kemungkinan mengalami efek samping. Salah satu yang diduga kuat dalam kematian 30an manula di Norwegia, adalah efek samping, meski sampai sekarang belum diberikan informasi detailnya._

_*Sinovac dengan pengalaman mereka, tentu tidak mau sembarangan membuat vaksin*. Kalau vaksinnya memiliki efikasi tinggi, pasti banyak tubuh yang resisten. Tentunya dengan banyaknya efek samping, perusahaan tersebut akan merugi dan namanya buruk. Karena bicara vaksin, kita bicara hidup orang._

_*Bicara penyimpanan, vaksin Sinovac pun juga terbilang cukup mudah*. Tidak seperti Pfizer dan Astra Zeneca dan berbagai vaksin canggih lainnya dengan efikasi tinggi. Mereka harus disimpan di tempat tertentu dengan kondisi yang sulit direkayasa oleh fasilitas kesehatan di Indonesia._

_*Joko Widodo tahu bahwa fasilitas kesehatan di Indonesia yang begitu luas* ini dengan ketimpangan yang masih tinggi, *tidak memungkinkan pembelian vaksin dari Amerika dengan* *storing requirement yang sangat menyulitkan*._

_*Artinya, Joko Widodo tidak sembarangan beli*. Dia tahu kondisi-kondisi yang dibutuhkan dan yang menjadi fungsi batasan dari vaksin ini, yakni syarat-syarat penyimpanan dan faktor-faktor lainnya. Memang butuh pertimbangan yang sangat matang dalam memilih Vaksin._

_*Joko Widodo tidak salah memilih vaksin. Dia tidak salah memesan 600 juta vaksin* untuk bangsa ini. Tenaga kesehatan alias nakes sudah divaksin, dan sedang berjalan sampai dengan kira-kira Februari ini untuk menuntaskannya._

_*Tim kementerian kesehatan pun dan orang-orang yang memberikan masukan kepada* *Jokowi* *sudah sangat baik.* Memesan sekitar 600 juta dosis. *Artinya setiap warga negara*, *bahkan terhitung dari usia 0-80 atau 90an tahun, dapat vaksin*._

_Kecintaannya akan negara ini, membuat Jokowi bisa memiliki feeling yang sangat tepat. Arahan-arahan mantapnya benar-benar luar biasa. Dia bukan sekadar membeli demi bisnis. Dia membeli vaksin demi bangsa ini. Bahkan dia melakukan gambling yang ia prediksi pasti menang. Kenapa saya katakan gambling?_

_*Karena vaksin Sinovac saat dipesan, belum lulus uji klinis tahap III*. Tapi akhirnya *uji coba* *dari berbagai negara, dinyatakan lulus*. Brasil efikasi 50 persen sekian, Cina 70 persen sekian dan Indonesia 60 persen sekian. Angka yang cukup optimistis. Mengakomodasi banyak warga, yang sudah memiliki KTP._

_*Karena anak-anak belum diuji, sehingga aman*. *Terima kasih Pak Joko Widodo, Anda* *seorang yang sangat perhitungan dan jitu!*_

source: https://seword com/umum/pengakuan-mengejutkan-rekan-dokter-soal-vaksin-0wYrUhIGxx?_gl=1*l6cm7h*_ga*UkJmQVpKdlRXVHNyb0dzNS1hRE9qbWIyUkNBZDBWYlQ2RUxYUERvcGtxYkNkUFM2Sm1oSUlfWnRtUzF4dUE1Ng..
*Pengakuan Mengejutkan Rekan Dokter Soal Vaksin, Jokowi Perfect Timing dan Type!*
_Manuel.. ✍️ 353.Jan 22, 2021..._
SHARE ke teman dan REKAN ANDA agar mereka ikut paham.
Indonesia Majua

Monday, January 25, 2021

Berita Penting Sekitar Praktek Intoleransi Di Departement Pendidikan, Perpres Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara,Kumpulan Mainstream Dan Medsos Indonesia

*Berita Penting Sekitar Praktek Intoleransi Di* *Departement Pendidikan, Perpres* 
*Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara,*
*Kumpulan Mainstream Dan Medsos Indonesia*

20210125 HARI SENEN Kumpulan Berita Aktual
*Berita menarik yang menjadi sorotan hari ini adalah soal Jilbab di Sumbar.* Mendikbud Nadiem Makarim akan membuka hotline pengaduan terkait adanya praktik intoleransi. Hal itu dilakukannya untuk mencegah terulangnya kejadian yang dialami siswi non-muslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang diwajibkan mengenakan jilbab.
Isu lain yang ramai dibicarakan masyarakat adalah soal pelantikan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang akan dilakukan di Istana Negara Jakarta pada Rabu (27/1). “Iya,” katanya, Minggu (24/1). Setelah resmi dilantik, Listyo akan menyandang jenderal bintang empat.
*Anak penguasa Orde Baru, Tommy Soeharto menggugat pemerintah* membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait tanah dan bangunan miliknya tergusur dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari), di Jakarta Selatan.
Properti yang digusur tersebut adalah bangunan kantor seluas 1.034 meter persegi, pos jaga seluas 15 meter persegi, bangunan garasi seluas 57 meter persegi, dan tanah seluas 922 meter persegi. Ini juga menjadi berita hangat yang menjadi perbincangan masyarakat pagi hari ini. 

*Berikut Isue selengkapnya :*

*1.Mendikbud) Nadiem Makarim angkat bicara soal kasus siswi di Padang, Sumatera Barat *yang diminta memakai jilbab. Nadiem meminta pemerintah daerah (pemda) setempat memberikan sanksi tegas ke para pihak yang terlibat. Ia menekankan aturan seragam sekolah harus tetap menghormati siswa dalam menjalankan keyakinannya masing-masing. “Saya minta pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku, segera memberikan sanksi yang tegas atas pelanggaran disiplin bagi seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk kemungkinan menerapkan pembebasan jabatan, agar permasalahan ini menjadi pembelajaran kita bersama ke depannya,” kata Nadiem dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya, Minggu (24/1).

*2.Menteri Nadiem akan membuka hotline pengaduan terkait adanya praktik intoleransi*. Hal itu dilakukannya untuk mencegah terulangnya kejadian yang dialami siswi non-muslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang diwajibkan mengenakan jilbab. “Sebagai tindakan konstruktif berdasarkan kejadian ini, dalam waktu dekat kami akan mengeluarkan surat edaran dan membuka hotline khusus pengaduan untuk menghindari terulangnya pelanggaran serupa,” kata Nadiem, Minggu (24/1) seraya  mengatakan, pemerintah tidak akan menoleransi guru dan kepala sekolah yang lakukan pelanggaran dalam bentuk intoleransi.

*3.Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi, Presiden Jokowi* akan melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri di Istana Negara Jakarta pada Rabu (27/1). “Iya,” katanya, Minggu (24/1). Setelah resmi dilantik, Listyo akan menyandang jenderal bintang empat.

*4.Peneliti Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS)* Bambang Rukminto mengapresiasi konsep “Polri Presisi” atau pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan yang diungkap Komjen Listyo Sigit Prabowo saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di Komisi III DPR.
Menurut Bambang, konsep tersebut sangat cocok untuk menghadapi tantangan zaman 4.0. “Konsep pencegahan atau crime prevention ini sebenarnya sudah lama digaungkan, dan salah satu bentuk kepolisian modern bagaimana partisipasi masyarakat dilakukan,” kata Bambang dalam diskusi daring di YouTube Medcom.id, Minggu (24/1).

5. Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) Benny Mamoto menyebut, tugas kepolisian sektor ( polsek) ke depannya lebih baik fokus pada pembinaan masyarakat. “Saya melihat bagaimana polsek difungsikan nanti sebagai pembina masyarakat, bagaimana mengayomi masyarakat. Mereka bersama masyarakat dalam suasana guyub,” ujar Benny dalam webinar, Minggu (24/1/2021).
Benny menyebut, Komjen Listyo Sigit menginginkan polsek tidak lagi melakukan penegakan hokum tapi menjadi penggerak fungsi penyidikan.Langkah itu demi terciptanya konsep restorative justice atau keadilan restoratif dalam ranah penegakan hukum. “Orientasi pendekatannya restorative justice. Ini penting, jangan ada masalah sedikit dilaporin, nenek-nenek cuma nyuri satu kakao, masuk penjara,” kata Benny Mamoto.

6. Presiden Jokowi menerbitkan Perpres No. 8 Tahun 2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2020-2024. Selain mendorong realisasi pembentukan Komponen Cadangan, Jokowi juga menginginkan implementasi pertahanan di pulau-pulau besar. Perpres ini sekaligus mengganti Perpres 97 Tahun 2015 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2015-2019. Perpres 8/2021 juga mendorong postur TNI memiliki kemampuan daya tangkal strategis dan mobilitas tinggi baik di dalam maupun di luar wilayah yurisdiksi NKRI.

7. Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan para kepala daerah di 7 provinsi Jawa-Bali untuk memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021. “Mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan virus Covid-19 dan gubernur pada provinsi (di Jawa-Bali) dapat menambahkan prioritas wilayah pembatasan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah dan memperhatikan cakupan pemberlakuan pembatasan,” ujarnya, Minggu (24/1).

8. Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro mengatakan, pihaknya memiliki bukti pembelian lahan dari penggarap terkait Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, FPI di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Semua itu ada bukti yang sifatnya otentik, ada hitam di atas putih dan kita sebagian besar sudah waarmerking di notaris,” kata Sugito, Minggu (24/1/2021). “Jadi, pesantren Markaz Syariah Argokultural itu dibeli secara sah dari penggarap,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pihaknya menyesalkan pelaporan terhadap Rizieq Shihab ke Bareskrim Polri oleh PTPN VIII terkait penggunaan lahan tanpa izin.

9. Bakamla RI, KN Marore 322 berhasil mengamankan dua kapal asing berbendera Iran dan Panama yang diduga melakukan transfer bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/1). Dua kapal tanker itu berhasil diciduk KN Marore 322 yang dikomandoi Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto dalam Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri ‘Trisula-I’ 2021. Kabag Humas dan Protokol Bakamla, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita menjelaskan, penangkapan berawal dari keberhasilan petugas mendeteksi adanya indikasi matinya Automatic Identification System (AIS) kapal sekitar pukul 05.30 WIB.

10. Patroli Rutin TNI AL KRI Usman Harun (KRI USH-359) menangkap sebuah kapal ikan asing berbendera Taiwan. Menurut Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid, kapal tersebut diduga melakukan illegal fishing di Laut Natuna Utara. “Dalam Patroli rutin yang dilakukan oleh KRI USH-359 pada Jumat ini mendapati kegiatan ilegal yang dilakukan kapal ikan asing berbendera Taiwan. Saat ini kapal sedang ditarik ke pangkalan TNI AL Ranai untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Abdul Rasyid.

11. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengakui secara jujur dirinya positif tertular Covid-19. Ia mengetahui dirinya positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR pada Jumat (22/1) malam. Dalam catatan, selama sepekan lalu, Doni memimpin penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Ia meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

12. Anak penguasa Orde Baru, Tommy Soeharto menggugat pemerintah membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait tanah dan bangunan miliknya tergusur dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari), di Jakarta Selatan. Properti yang digusur tersebut adalah bangunan kantor seluas 1.034 meter persegi, pos jaga seluas 15 meter persegi, bangunan garasi seluas 57 meter persegi, dan tanah seluas 922 meter persegi.
Gugatan tersebut dilayangkan Tommy lewat kuasa hukumnya, Victor Simanjuntak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan itu didaftar pada 6 Januari dengan nomor perkara 35/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL. 
Indonesia Maju
INFOTANGSEL.CO.ID

Sunday, December 27, 2020

Polri Bongkar Pusat Latihan Generasi Muda Teroris JI di Jateng

Polri Bongkar Pusat Latihan Generasi Muda Teroris JI di Jateng
Densus 88 Anti Teror Polri membongkar pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Polri menyebut pusat latihan ini dipakai untuk melatih anggota JI menjadi ahli tempur hingga merakit bom.
"Tiap angkatan 10-15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih. Generasi muda ini dilatih bela diri penggunaan senjata tajam seperti samurai dan pedang. Termasuk juga menggunakan senjata api dan dilatih menjadi ahli perbengkelan, perakitan bom, ahli tempur sampai ahli sergap (Penyergapan) yang mereka sebut sebagai pasukan khusus dengan seragam khusus," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono, dalam keterangannya, Sabtu (26/12/2020).

Salah satu pusat latihan JI yang dibongkar Polri terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan itu terlihat seperti villa yang juga digunakan sebagai tempat istirahat (tidur) para anggota JI.
Baca juga:
Polda DIY Telusuri 2 Ribu Kotak Amal yang Diduga Danai Teroris JI

Argo menuturkan dari rumah-rumah itu para anggota muda JI dilatih bela diri dan persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP. Argo menyebut, salah satu pelatihnya adalah teroris Joko Priyono alias Karso.

Karso ditunjuk sebagai pelatih oleh Amir atau Pimpinan JI Para Wijayanto. Karso telah ditangkap pada 2019 lalu dan berstatus narapidana dengan masa hukuman 3,8 tahun penjara.

"Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI. Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI)," kata Argo.
Baca juga:
4 Fakta Terbongkarnya Bunker Teroris Upik Lawanga untuk Rakit Senjata

Argo mengatakan, total sudah 7 angkatan sebanyak 96 anggota muda yang dilatih di pusat latihan di Jateng ini. Setelah dilatih, lanjut Argo, pada anggota ini dikirim ke Suriah untuk pelatihan militer hingga merakit bom. Sejak periode 2013 sampai 2018, Argo mengatakan sudah banyak dilakukan proses perekrutan dan pelatihan.

"Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI)," sambung Argo.
Source: https://news.detik com/berita/d-5311020/polri-bongkar-pusat-latihan-generasi-muda-teroris-ji-di-jateng

===================


Densus 88 Bongkar Tempat Pelatihan Teroris 'VVIP'

KBRN, Jakarta: Densus 88 Antiteror Polri, berhasil mengungkap sejumlah lokasi yang menjadi tempat pelatihan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Tengah.

Salah satu lokasi yang ditemukan, merupakan tempat pelatihan bagi generasi muda untuk melakukan aksi teror.

"Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI)," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Sabtu (26/12).

Argo menyebut, salah satu lokasinya berada di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jateng. Lokasi ini diketahui merupakan sebuah villa dua lantai, yang dikelilingi pohon cemara yang tinggi dan sangat sepi dari aktivitas masyarakat sekitar.

Para pemuda JI ini, dilatih bela diri dan persenjataan, hingga melakukan simulasi penyerangan pasukan VVIP. 

Lebih lanjut, Argo berkata, ada beberapa anggota JI yang bertugas melatih anak muda ini agar terampil bela diri, menggunakan pedang dan pistol, sampai melakukan penyergapan. Bahkan para pemuda ini juga dilatih merakit bom.

Salah satu pelatihnya adalah Joko Priyono alias Karso, yang ditunjuk Amir atau Pimpinan JI Para Wijayanto. Karso sendiri telah ditangkap pada 2019 silam dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3.8 tahun penjara.

Polisi juga menyebut, kebanyakan kader baru JI mayoritas anak muda yang pandai dari beberapa pondok pesantren. 

JI menargetkan anak dengan rangking 1-10 di sebuah pesantren untuk dijadikan pimpinan JI di masa depan.

"Tiap angkatan 10 sampai 15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih," kata jenderal bintang dua itu.

Berdasarkan penyelidikan, polisi menyatakan terdapat 7 angkatan dengan total 96 anggota muda yang dilatih di sejumlah tempat dan tersebar di beberapa wilayah Jateng.

Menurutnya, beberapa anggota JI tersebut juga sudah dikirim ke Suriah sejak 2013-2018 dengan dana yang sudah disiapkan JI.

"Setelah pelatihan di sini, generasi muda ini selanjutnya dikirim ke Suriah untuk mendalami pelatihan militer dan perakitan senjata api serta bom. Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI)," ujar Argo.

 Oleh: Tegar Haniv Alviandita

https://rri.co.id/nasional/sigap/952253/densus-88-bongkar-tempat-pelatihan-teroris-vvip?utm_source=share_link&utm_medium=external_link&utm_campaign=General%20Campaign


Monday, November 30, 2020

Teror di Sigi, ISKA Imbau Masyarakat Tetap Pelihara Kerukunan dan Persaudaraan

 

Di tengah keprihatinan bangsa ini akan adanya masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, kita semua dikejutkan dengan pemberitaan dan peristiwa teror pembunuhan 4 warga yang terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat (27/11/2020).

Ketua Presidium Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) V. Hargo Mandirahardjo bersama Presidium Bidang Hubungan antar Agama dan Kepercayaan Ch. Arie Sulistiono, MM. melalui siaran pers di Jakarta, Senin (30/11) menyatakan ikut berbelasungkawa atas tragedi yang telah memakan korban jiwa tersebut.

http://news.iniok.com/2020/11/teror-di-sigi-iska-imbau-masyarakat.html ]

“ISKA dalam hening cipta bersama-sama mendoakan para korban aksi teror dan pembunuhan di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, semoga para korban yang meninggal dunia diberikan istirahat yang kekal dalam kerahiman Allah Surgawi, dan keluarga mereka diberikan penghiburan,” ujarnya.

Selanjutnya, Hargo mengatakan, ISKA juga mengecam dan mengutuk keras tindakan-tindakan yang tidak berperikemanusiaan dengan melakukan tindakan menghilangkan nyawa warga masyarakat yang tentunya melukai hati nurani seluruh warga bangsa, apapun alasan dan motivasi yang melandasinya.

Karena itu, ISKA akan selalu mendukung langkah tegas POLRI dan TNI dalam melawan segala bentuk aksi terorisme sehingga kedaulatan negara dan Ideologi Pancasila terjaga dan ditegakan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mendukung upaya-upaya yang cepat, sigap dan bersungguh-sungguh dari pemerintah dan aparat penegak hukum setempat dan perhatian pemerintah pusat untuk  mengusut dan mengambil tindakan hukum yang sepatutnya dilakukan untuk menjamin rasa kemanusiaan dan keadilan sebagai satu bangsa yang beradab,” ujar Hargo.

Hargo juga meminta masyarakat untuk tetap tenang, menjaga ketertiban dan suasana kondusif.

“Menghimbau seluruh masyarakat setempat dan masyarakat luas  untuk tetap tenang, tetap memelihara kerukunan dan persaudaraan serta mengupayakan  terciptanya kondisi yang tertib, damai dan tenteram serta kondusif,” ujarnya.

Terakhir, ISKA juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk tidak terprovokasi dan hidup dalam ketakutan karena peristiwa ini.

“Marilah kita terus menjaga kedamaian bersama dalam kehidupan sosial bernegara dan berbangsa, untuk tetap menjaga persaudaraan, menghargai kehidupan dan kemanusian tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, golongan dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Ryman)

Sumber: https://jendelanasional.id/headline/teror-di-sigi-iska-imbau-masyarakat-tetap-pelihara-kerukunan-dan-persaudaraan/

http://news.iniok.com/2020/11/teror-di-sigi-iska-imbau-masyarakat.html ]

Friday, November 20, 2020

Berita Sangat Menarik Perihal Pembubaran Lembaga Negara Dan Berita Lainnya Kumpulan Mainstream Dan Medsos Di Seluruh Indonesia,Baca Sekarang Juga

20201120 JUMAT HARI INI berita menarik
ISU HANGAT yang berkembang  sejak pagi hingga sore hari ini adalah kedatangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ke markas Kopassus di Cijantung, markas Marinir di Cilandak, dan markas Paskhas di Halim Perdana Kusumah
Anggota Komisi I DPR dari NasDem, Willy Aditya, menilai kunjungan Panglima TNI mengecek pasukan khusus di 3 matra pada Kamis (19/11) sebagai evaluasi internal TNI. 
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengatakan, tingkat ancaman perpecahan persatuan kesatuan bangsa sudah di level mengkhawatirkan. Ketua Umum ICMI Prof Jimly Asshidiqie mengingatkan pemerintah agar tidak menghadapi aksi para petinggi FPI seperti mau berperang. ‘’Jangan bikin suasana tegang, kayak mau perang. Jangan anggap mereka yang tak suka pemerintah itu akan bisa menjatuhkan Presiden," katanya.Isu lainnya , Video tentang sejumlah kendaraan milik TNI saat melintas di Jl KS Tubun, Petamburan, Jakpus viral di medsos dan menjadi sorotan. Pasalnya, rombongan kendaraan tempur tersebut sempat berhenti di depan jalan yang terdapat pelang DPP Front Pembela Islam (FPI). Ada Instruksi Mendagri Mendagri No. 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 yang menuai protes. Hari ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) akan dimintai keterangan oleh polisi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pemimpin FPI Rizieq Shihab di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kemudian juga Front Pembela Islam (FPI) mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Capres 2014 dengan tagar #Anies4PresidenRI2024.
Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Nana Sudjana pamitan, sertijab kepada Kapolda yang baru dilakukan hari ini.

Isu selengkapnya :

1. Menpan-RB Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah akan bubarkan lagi 29 lembaga negara, di antaranya Badan Otorita Jembatan Suramadu. KPK menerima salinan berkas perkara Djoko Tjandra dari Kejagung dan Bareskrim Polri. 

2. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendadak mengecek pasukan Kopassus, Marinir, dan Paskhas. Dia wanti-wanti soal ancaman yang menginjak-injak persatuan. Panglima TNI mengatakan kesiapsiagaan adalah hal yang utama. Dia menerangkan prajurit harus hadir di tengah masyarakat untuk mendapatkan hati rakyat. 
"Pagi hari ini saya merasa bangga, hadir di tengah-tengah prajurit petarung. Tidak seperti biasanya, saya secara mendadak melaksanakan alarm dan saya nilai kesiapsiagaan prajurit petarung sangat baik. Kebanggaan adalah kehormatan. Oleh sebab itu, harus dijaga dan dipertahankan," jelas Marsekal Hadi di markas Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (19/11). Panglima TNI menekankan, pesan persatuan dan kesatuan perlu terus didengungkan karena ancaman terhadap persatuan memang ada.

3. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan pasukannya soal ancaman yang berpotensi merusak persatuan Indonesia. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad menyinggung beberapa pihak yang membawa identitas ini-itu.
"Betul, betul (ada indikasi gangguan persatuan Indonesia), jelas pasti ini persatuan. Kita sudah melihat ada beberapa yang merasa identitas ini, identitas itu, tentunya kita semua harus waspada ya. Jadi TNI ini kita waspada, ya. Jadi jangan kita juga lengah. Kalau kita lengah, 'Ah itu nggak apa-apa', ternyata terjadi, kita semua sudah terlambat," tegas Mayjen Achmad Riad di Markas Wing I Paskhas, Halim, Jaktim, Kamis (19/11).

4. Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto datang ke Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur untuk mengecek kesiapan pasukan baret merah atau pasukan khusus TNI AD ini. Hadi tiba di Makopassus, Kamis (19/11) pukul 08.49 WIB. Kedatangan Panglima TNI disambut Danjen Kopassus Mayjen Mohamad Hasan. 
Usai mengecek pasukan Kopassus, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto datang ke Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel). Hadi menilai kesiapsiagaan prajurit sangat baik. Hadi tiba di markas Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2020), sekitar pukul 09.34 WIB. Setibanya, Panglima TNI langsung berjalan kaki ke gedung Nanggala. 
Dankormar Marinir TNI AL Mayjen (Mar) Suhartono dan jajarannya langsung menyambut kedatangan Marsekal Hadi Tjahjanto. Panglima TNI langsung meminta agar seluruh pasukan di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak dikumpulkan. (baca terus artikel menarik  puluhan  lainnya... 👇👇)

5. Anggota Komisi I DPR dari NasDem, Willy Aditya, menilai kunjungan Panglima TNI mengecek pasukan khusus di 3 matra pada Kamis (19/11) sebagai evaluasi internal TNI. "Bagi saya, apa yang dilakukan Panglima itu adalah evaluasi internal. Sebab tindakan satu-dua orang prajurit kemarin yang menyatakan dukungan atau apapun itu namanya, itu memang hal yang harus dievaluasi betul," kata Willy, Kamis (19/11).
Willy mengatakan kunjungan Panglima itu tidak bisa dikaitkan dengan pernyataan Habib Rizieq Syihab soal prajurit yang dihukum lantaran menyambut kedatanagannya. Willy mengatakan kegiatan TNI tidak bisa dibandingkan dengan orang per orang.

6. Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie memaknai tindakan Panglima TNI Marsekal Hadi sebagai upaya antisipasi terhadap ancaman perpecahan. Ia juga menyinggung mengenai adanya potensi makar dari kelompok tertentu. "Tingkat ancaman perpecahan persatuan kesatuan bangsa sudah di level mengkhawatirkan," kata Connie, Kamis (19/11).

7. Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Jimly Asshidiqie mengingatkan pemerintah agar tidak menghadapi aksi petinggi Front Pembela Islam (FPI) M Rizieq Shihab seperti mau berperang. Hal ini terkait dengan langkah pimpinan TNI yang menggelar apel siaga di kesatuan-kesatuan pasukan khusus. ‘’Jangan bikin suasana tegang, kayak mau perang. Jangan anggap mereka yang tak suka pemerintah itu akan bisa menjatuhkan Presiden," kata Jimly, Kamis (19/11). 
Pemerintah, katanya melanjutkan, sebaiknya mengganggap polah Rizieq Shihab sebagai kenakalan. Karena itu perlu dihadapi dengan lebih bijak, diplomatis. Narasi ketidaksukaan terhadap pemerintah oleh Rizieq Shihab dan para pendukungnya, tak mungkin menjatuhkan Presiden Jokowi.

8. Video tentang sejumlah kendaraan milik TNI saat melintas di Jl KS Tubun, Petamburan, Jakpus menjadi sorotan. Pasalnya, rombongan kendaraan tempur tersebut sempat berhenti di depan jalan yang terdapat pelang DPP Front Pembela Islam (FPI).

Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel (Inf) Refki Efriandana Edwar merespons beredarnya video yang menunjukkan sejumlah pasukan TNI yang melintas di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat yang dikenal sebagai markas Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Habib Riziek Syihab.
Refki belum bisa memberikan informasi tentang prajurit TNI yang terlihat dalam video yang viral di media sosial tersebut dari satuan mana. Namun jika dilihat dari kendaraan yang digunakan, dapat dipastikan mereka bukan berasal dari kesatuan Kodam Jaya. "Kalau dari ciri-ciri kendaraannya itu bukan kendaraan organik satuan di jajaran Kodam Jaya. Jika benar itu mobil dari Mabes TNI itu di luar Opsnal satuan kami," katanya.

9. Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar merespons santai aktivitas pasukan TNI di dekat rumah Imam Besar FPI Rizieq Syihab di Petamburan. Ia menilai, keliru kalau menyebut  pasukan TNI sedang unjuk kekuatan di daerah Petamburan. "Tidak benar kalau itu unjuk kekuatan,’’ katanya, Kamis (19/11).
Meskipun ia tidak tahu kegiatan apa yang sedang dijalani pasukan TNI di Petamburan, namun menurutnya, hal tersebut biasa terjadi. Pasukan TNI biasa melintas di Jalan KS Tubun di dekat Petamburan sehingga tidak ada yang aneh dengan aktivitas para prajurit sore kemarin.

10. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan Mendagri Tito Karnavian bahwa pencopotan kepala daerah harus melalui kajian mendalam terlebih dulu dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. "Kalau soal sanksi pencopotan, mungkin mesti melalui kajian yang mendalam dan perlu dikoordinasikan dengan berbagai pihak," tegas Dasco di gedung DPR, Kamis (19/11).
Peringatan itu menanggapi Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 yang dikeluarkan Mendagri Tito Karnavian. Dalam instruksi tersebut ada sanksi yang menyatakan, kepala daerah bisa saja diberhentikan jika tidak melaksanakan kewajibannya. 

11. Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan Instruksi Mendagri No 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendelian Penyebaran Covid-19 tidak bisa dijadikan dasar pencopotan kepala daerah. "Bahwa di dalam Instruksi Mendagri No 6 Tahun 2020 itu ada ancaman kepada Kepala Daerah yang tidak mau melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait Penegakan Protokol Kesehatan, hal itu bisa saja terjadi. Proses pelaksanaan pemberhentian Kepala Daerah itu tetap harus berdasarkan pada UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah," tegasnya, Kamis (19/11).

12. Pakar Otonomi Daerah Indonesia Djohermansyah Djohan menyatakan jabatan kepala daerah seperti gubernur tidak bisa serta merta dicopot oleh Menteri Dalam Negeri. Seorang kepala daerah bisa saja dicopot hanya jika melakukan pidana, itu pun setelah melalui prosedur panjang. "Tidak bisa langsung dicopot, kalau langsung dicopot bahaya sekali karena kepala daerah itu dipilih oleh masyarakat," kata Djohermansyah, Kamis (19/11).

13. Politisi Gerindra yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik bilang, Mendagri tidak bisa sembarangan mencopot kepala daerah yang mengabaikan protokol kesehatan. Pencopotan kepala daerah, harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. "Instruksi kan enggak bisa berlaku surut. Saya kira harus ada diskusi yang dalam, para ahli hukum tata negara mestinya. Kan ada syarat-syarat tertentu untuk mencopot gubernur," kata Taufik, Kamis (19/11).

16. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta Mendagri) Tito Karnavian bersikap adil dalam menegakkan aturan protokol kesehatan pencegahan virus corona. Menurut dia, semua kepala daerah yang diduga melanggar aturan tersebut harus dimintai konfirmasi dan penjelasan seperti yang dilakukan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Jangan ada pendekatan penegakan hukum yang tidak adil. Kisah pemanggilan Gubernur DKI mesti diikuti jika ada kepala daerah lainnya yang juga melanggar," katanya, Kamis (19/11).

17. Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga menegaskan, instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020 bertujuan untuk mengingatkan seluruh kepala daerah agar patuh terhadap semua aturan perundangan yang memuat kebijakan pencegahan Covid-19. "Instuksi itu konteksnya mengingatkan kepada semua kepala daerah. Baik yang daerahnya sedang menggelar Pilkada 2020 maupun yang tidak menggelar pilkada seperti DKI Jakarta dan Aceh," ujarnya, Kamis (19/11).
Peraturan perundangan yang dimaksud Kastorius antara lain, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Wilayah, Peraturan Menteri Kesehatan Soal PSBB, Peraturan Menteri lain, peraturan daerah sebagai turunan dari aturan pusat serta peraturan kepala daerah.

17. Mendagri Tito Karnavian tidak menghadiri undangan Komisi II DPR untuk membahas data kependudukan dan data pemilih tetap (DPT) Pilkada Serentak 2020 di gedung DPR, Kamis (19/11). Alasannya, dia tidak bisa menghadiri raker tersebut secara mendadak dan hanya mengutus Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, tapi Komisi II menolak.

18. Tim Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya berencana meminta klarifikasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) hari ini, Jumat (20/11) pukul 10.00 WIB. RK akan dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pemimpin FPI Rizieq Shihab di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, 13 November 2020. "Sudah ada konfirmasi beliau (Emil) mau datang, kita sama-sama tunggu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (19/11). Awi mengungkapkan, pemeriksaan Emil akan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri.

19. Front Pembela Islam (FPI) mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Capres 2014 dengan tagar #Anies4PresidenRI2024. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menilai itu bukanlah hal yang luar biasa.

Anggota DPR dari Partai Gerindra, Andre Rosiade menilai Anies Baswedan saat ini masih berfokus menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. Andre yakin Anies akan menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga 2022 bersama wakilnya, Ahmad Riza Patria. "Bicara hashtag Anies presiden, ya sekali lagi itu hak FPI. Silakan saja, monggo, itu bagian dari demokrasi," ujar Andre, Kamis (19/11).

Anggota DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay meminta Gubernur Anies DKI Jakarta tidak 'gede rasa' atau GR. "Saya berharap Pak Anies baswedan jangan GR juga ketika ada hashtag seperti itu," katanya, kemarin. Ketua DPP PAN ini meminta Anies tetap fokus sebagai Gubernur DKI melayani masyarakat. Sebab, masyarakat menanti janji kampanye Anies saat mencalonkan diri jadi Gubernur DKI Jakarta.

19. Waketum Partai Demokrat Marwan Cik Asan menilai, FPI bebas mengusulkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ataupun Habib Rizieq Syihab jadi Calon Presiden. "Saya pikir itu haknya FPI, mau mendorong Anies, HRS, atau siapa pun. Kan negara kita melindungi kebebasan menyampaikan pendapat sesuai konstitusi dasar," ujar Marwan kepada wartawan, Kamis (19/11). Menurut Marwan, Gubernur DKI memiliki prioritas utama untuk menunaikan tanggung jawabnya. Terlebih, pandemi COVID-19 masih berlangsung di Jakarta.

20. Bareskrim Polri limpahkan berkas tersangka kebakaran gedung Kejagung ke kejaksaan. Bareskrim juga tetapkan tiga tersangka baru dalam kasus kebakaran tersebut, yakni ND, JS, dan IS, namun tidak menahan ketiganya. ND merupakan pihak yang meminjam bendera PT APM dan memerintahkan untuk membeli minyak lobi bermerk TOP Cleaner. 
J dijerat karena tidak lakukan survei kondisi gedung dan tidak memiliki pengalaman sebagai konsultan perencana bahan ACP yang digunakan di gedung Kejagung. IS adalahpejabat pembuat komitmen (PPK) yang menunjuk perusahaan konsultan perencana yang tidak memiliki pengalaman tersebut. Para tersangka dijerat pasal 188 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dengan ancaman di atas lima tahun. 

21. Irjen Nana Sudjana pamitan. Ia menganggap pencopotan dirinya sebagai Kapolda Metro Jaya sebagai masalahl biasa dalam hal kedinasan. "Jadi saya rasa ini suatu hal yang biasa dalam hal kita berdinas, sama dengan TNI gitu kan, saya rasa di Pemda juga demikian, jadi mutasi adalah suatu hal biasa," kata Nana yang kini menjadi Koordinator Staf Ahli Kapolri dalam acara program ketahanan pangan di Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Kamis (19/11).

22. Menpan-RB Tjahjo Kumolo menyatakan, pemerintah akan membubarkan lagi 29 lembaga negara. Ia mengaku sudah menyelesaikan kajian dan akan mengumumkan pembubaran sebanyak 10 lembaga negara, di antaranya Badan Otorita Jembatan Suramadu dalam waktu dekat. Sementara terhadap 19 lembaga negara lainnya akan dibubarkan pada 2021 karena terkait regulasi yang masih dibahas bersama DPR.

23. KPK terima salinan berkas perkara Djoko Tjandra dari Kejagung dan Bareskrim Polri. "Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas supervisi, KPK telah menerima berkas dokumen yang diminta baik dari Kejaksaan maupun Kepolisian," kata Plt Jubir Penindakan KPK, Ali Fikri, Kamis (19/11) seraya menambahkan, KPK akan lakukan penelitian terhadap dokumen tersebut. 
Salam,  🙏😇🌷🇮🇩 Indonesia Maju
INFOTANGSEL.CO.ID

Thursday, November 19, 2020

Waspada Bisnis Penggulingan Rezim


*_Tulisan  Bu Dina Y Sulaeman ini bagus utk menyadarkan kita
semua orang Indonesia.*

https://makassar.terkini.id/waspadai-bisnis-penggulingan-rezim/

 *WASPADAI BISNIS PENGGULINGAN REZIM*

Mengamati perkembangan politik dalam negeri akhir-akhir ini, _sebagai pengamat Timteng,_ saya langsung _melihat *persamaan polanya* dengan apa yang terjadi di Timteng._ 

*Mengapa bisa sama?!* 
Ya,... 
Karena memang para inisiator Arab Spring _‘berguru’_ pada konsultan yang sama. 
_Google saja nama *NED* atau *Srdja Popovic.* Keduanya adalah proxy dari kekuatan adidaya ekonomi dunia._ 
Saya juga pernah cerita tentang hal ini di buku saya *Prahara Suriah,* bisa didonlot gratis. [1] 

*Revolusi Tunisia* _dipicu oleh tewasnya *Bouazizi*_ (membakar diri). Sebelum Bouazizi, _sudah ada beberapa pemuda frustasi yang bunuh diri,_ namun _17 Desember 2010_ (hari kematian Bouazizi) adalah _momen di mana para inisiator demo dengan kekuatan penuh *memanfaatkan kematiannya* dengan memainkan isu yang memang ‘relate’_ (terhubung) _dengan keresahan masyarakat umum_ (misal, kesulitan ekonomi, korupsi elit, dll) _sehingga massa bisa didorong untuk turun ke jalan secara besar-besaran._ 
Akhirnya,... 
_Presiden *Ben Ali* tumbang!_

Di Mesir, ketika aksi-aksi protes mulai terjadi di awal _Februari 2011_ (dengan isu kesulitan ekonomi), _tiba-tiba saja beberapa orang berkuda dan ber-unta menerobos kerumunan, *terjadi kerusuhan,* dan  yang dituduh pelakunya tentu saja rezim *Mubarak.*_ 
Aksi-aksi demo _semakin *tereskalasi,* semakin banyak korban berjatuhan, massa semakin marah, demo semakin besar,_ dan akhirnya, *Mubarak pun tumbang!*

Di Suriah, muncul aksi demo di *Daraa* (Maret 2011), sebuah kota kecil di dekat perbatasan *Yordania.* 
Kisah yang disebar melalui medsos & media mainstream: _ada anak muda yang tewas disiksa polisi karena membuat grafiti._ 
Dalam aksi demo itu, _ada *sniper* yang menembak, jatuh korban, baik di pihak massa maupun aparat keamanan._ 

Versi media mainstream: _“Demo di Daraa memicu aksi protes di berbagai kota lainnya dan dihadapi dengan kekerasan oleh rezim Assad. Dan karena itulah rakyat pun angkat senjata untuk membalas.”_ 
Tentu saja awalnya, media mainstream ( *CNN, BBC, Aljazeera* dkk ) _TIDAK menyebutkan bahwa yang *angkat senjata sebenarnya* adalah milisi-milisi *Ikhwanul Muslimin, Hizbuttahrir,* dan *Al Qaida*_ ( tahun 2013, ISIS dideklarasikan ).

Menurut Irjen Pol. Drs. *Suntana,* M.Si. ( Wakabaintelkam Polri ) _yang pernah ke Suriah,_ di awal-awal masa demo itu _banyak sekali polisi Suriah yang *tewas* karena mereka *dilarang untuk melawan,* akibatnya malah mereka yang diserang massa atau sniper._ [ beliau cerita di acara _Bedah Buku Prahara Suriah di PP Muhammadiyah, 18 Jan 2019_ ]

Cerita Irjen Suntana _persis seperti yang pernah saya tulis di berbagai artikel_ dan di buku *Prahara Suriah* (2013) berdasarkan penelusuran berbagai berita non-mainstream. 
Awalnya pemerintah Suriah memang terlalu kalem, _demo-demo dibiarkan, polisi dilarang menembak,_ bahkan tahanan politik ( *IM, HT, Al Qaida dan FPI* nya sono ) *dibebaskan* demi _‘mengambil hati’_ para demonstran. 
Bukannya melunak, _mereka malah semakin garang,_ dan _perang Suriah pun berlangsung hingga *8* tahun!_ 

Sampai saat ini, para teroris (atau _“mujahidin”,_ menurut mereka sendiri) masih bercokol di *Idlib,* sisa-sisa *ISIS* asal *Indonesia* pun masih ada di beberapa lokasi.

Benang merah aksi demo di Timteng dan Indonesia (dalam kasus pilpres) ada *4:*

1. _Isu ekonomi dipakai untuk membangkitkan kemarahan massa._

2. Isu orang yang _“tewas dibunuh rezim”_ *diblow-up* besar-besaran melalu medsos.

3. _Ada negara adidaya yang berperan di balik layar_ [2], _istilah di Indonesia: ada *‘bohir’*-nya._

4. Pelaku demo baik di *Tunisia, Mesir,* maupun *Suriah,* banyak orang *IM* dan *HT* (di Suriah, mereka bahkan angkat senjata). 

Baik *IM* maupun *HT* _punya cabang di *Indonesia,* dan  bisa anda perhatikan, merekalah yang *sangat militan menyebarluaskan isu/fitnah* dan *HOAX* tentang kesulitan ekonomi_ ( Indonesia yang katanya dijajah China ) dan isu _“orang dibunuh rezim”_ ( petugas KPPS yang gugur dalam menjalankan tugas ). 

Bahkan akhir-akhir ini mereka menyebarluaskan narasi yang sangat berbahaya: _emak-emak disuruh menimbun bahan pangan dan menarik uang di bank!_

*Mengapa sangat berbahaya?!* 

Bila rakyat berhasil dibuat panik, *terjadi rush,* _bank-bank tumbang, sembako mahal dan langka,_ mereka akan mudah *diprovokasi* untuk turun ke jalan. 
Di saat yang sama, _sel-sel tidur sudah siap meledakkan bom di mana-mana._ 
Apa yang akan terjadi selanjutnya?! 
Hal serupa juga terjadi disini, _mereka memanfaatkan isu *SARA* serta *adu domba*  yang dilakukan *FPI* pada kasus mahasiswa asal Papua di Makassar dan Surabaya dan *SUKSES!*_
Terbukti dengan mudahnya *aksi balasan* yang dilakukan masyarakat Papua yang berada di Manokwari.

_*Syekh Al Buthy* sebelum beliau gugur syahid_ (dibom oleh “jihadis”, tak lama setelah *Yusuf Qardhawi,* ulama IM, memberikan fatwa di *Aljazeera,* bahwa wajib *membunuh siapa saja* yang bekerja sama dengan pemerintah Suriah), _menasehati para demonstran Suriah:_

“Wahai umat, jangan sekali-kali _membuka pintu kemudian kalian memasuki sebuah lorong yang TIDAK kalian ketahui kemana akhirnya;_ *jangan pernah membuka pintu menuju kehancuran;* dimana satu langkah kalian ayunkan akan diikuti oleh langkah lain yang makin membuat kalian HANCUR.” [3]

Yang beliau maksudkan, *segera terbukti kebenarannya!* 
Para demonstran Suriah, _mengira sedang berjuang namun akhirnya membuka pintu kepada para *‘penunggang’* dan negeri mereka pun dilanda perang bertahun-tahun._

Dalam ceramahnya yang lain, beliau berkata, _“Ketika *pintu fitnah dibuka,* hanya *orang pintar yang tahu* ketika awal pintu itu dibuka, sedangkan *orang bodoh baru mengetahuinya* setelah semua hancur.”_

*Mari jadi orang pintar!* 
_Mulai bergerak, nasehati kalangan terdekat untuk *jangan coba-coba membuka pintu yang akan membawa kita pada kehancuran.* Di grup-grup WA dan medsos, *lawan narasi mereka!*_ 
*Ingatlah!* 
_Negeri ini ibarat kapal, jika tenggelam, semua penumpangnya akan ikut tenggelam!
NEWS.IniOk.com

Friday, October 30, 2020

62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah


62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah 

Dengan menggabungkan video yang kami kumpulkan dari sumber terbuka, Tim Buka Mata Narasi menyusun kembali secara rinci, menit demi menit pembakaran Halte TransJakarta Sarinah pada 8 Oktober 2020. Hasil analisis kami menemukan bahwa para pelaku memang datang untuk membakar Halte TransJakarta dan memperburuk situasi aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja. Pelaku mula-mula datang dari arah Jalan Sunda secara berkelompok saat aksi mulai panas di perempatan Sarinah. Mereka sempat berfoto-foto dan melakukan pengamatan. Secara terencana, para pelaku kemudian berpencar untuk membakar Halte TransJakarta. Saat mahasiswa terlibat bentrokan dengan Polisi di perempatan Sarinah, para pelaku sibuk melakukan pengrusakan halte. Mereka lantas memanfaatkan momen itu untuk melakukan pengrusakan lebih masif dengan sengaja menyulut api di dalam halte. Hanya butuh waktu satu jam bagi para pelaku untuk menyulut api dan membuat bara di Jalan MH Thamrin. Dan para pelaku bukan bagian dari mahasiswa atau buruh yang menjadi motor penggerak aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disetujui DPR dan Pemerintah dalam rapat paripurna pada 5 Oktober 2020. (Narasi)

Friday, September 11, 2020

Nasdem Pilih Dukung Muhamad-Sara, Benyamin Davnie Tak Masalah, PDIP Penentu Peluang Pasangan Baru ?

Nasdem Pilih Dukung Muhamad-Sara, Benyamin Davnie Tak Masalah, PDIP Penentu Peluang Pasangan Baru ?

Bakal calon wali kota Tangerang Selatan ( Tangsel) Benyamin Davnie mengaku tidak mempersoalkan keputusan Partai Nasdem yang justru mendukung pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusum pada Pilkada 2020 ketimbang dirinya.

Benyamin merupakan kader Nasdem dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem untuk wilayah Tangsel.

"Ya enggak apa-apa, enggak ada masalah. Kan proses seleksinya sudah saya ikuti," ujarnya saat di hubungi Kompas.com, Selasa (4/7/2020).

Benyamin mengaku, dia sudah mengikuti seluruh tahapan yang dilakukan Partai Nasdem ketika mencari bakal calon yang akan didukung pada Pilkada Tangsel 2020.

Namun, keputusan akhir DPP Partai Nasdem memutuskan untuk tidak memberikan rekomendasi kepada Benyamin.

"Pengusulan DPD dan DPW-nya sudah mengusulkan nama saya yang saya tahu. Tetapi, kemudian ketika DPP mengambil kebijakan yang lain ya itu memang hak preogratif DPP partai Nasdemnya," ungkapnya.

Menurut dia, pemberian dukungan atau rekomendasi terhadap suatu pasangan calon pada kontestasi politik merupakan hak dari DPP Nasdem.

Saat ini, Banyamin sudah berpasangan dengan Pilar Saga untuk maju pada Pilkada Tangsel 2020 dengan dukungan dari Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).


Untuk diketahui, DPP Partai Nasdem telah memutuskan untuk mendukung bakal pasangan calon Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara pada Pilkada Tangsel 2020.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad M Ali, dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli lalu.

Menurut Ali, Nasdem lebih optimistis menang dengan memberikan rekomendasi kepada pasangan Muhamad-Sara.

Berdasarkan hasil kajian serta survei yang dilaksanakan Tim Pemenangan Pemilu Partai Nasdem, pasangan tersebut lebih berpeluang menang ketimbang kader partainya sendiri.

"Ada pertanyaan, salah satu kader Nasdem maju sebagai calon wali kota tetapi kemudian kami mengusung Muhammad dengan Sara untuk maju, tentunya karena pertimbangan sangat teknis (berdasarkan hasil kajian)," ujar Ali dalam konferensi pers itu.

Muhamad Mundur

Terbaru, Muhamad resmi menyatakan melepas jabatannya sebagai Sekretaris Daerah Kota Tangsel.

Muhamad mengatakan dirinya resmi mundur sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel per hari ini Rabu, 5 Agustus 2020.

"Iya saya mundur dari jabatan Sekda per hari ini. Saya sudah bersurat ke Ibu Wali Kota sebagai jabatan Sekdanya," kata Muhamad saat ditemui di Balai Kota Tangsel, Rabu (5/8/2020).

Muhamad menjelaskan langkah ini diambil dirinya untuk dapat fokus dalam kontestasi Pilkada 2020 Kota Tangsel.

Pasalnya, ia mengaku sempat kewalahan saat dideklarasikan oleh Partai Gerindra sebagai balon Wali Kota Tangsel saat menjabat sebagai Sekda Kota Tangsel.

"Alasan saya mundur akan mengikuti proses pemilihan kepala daearah Tangerang Selatan (Tangsel). Ini saya bisa fokus ke lapangan dan juga tidak terganggu pelayanan di masyarakat. Karena masih banyak pekerjaan-pekerjaan yang harus di kerjakan saat menjadi OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," jelas Muhamad.

"Jadi kalau saya enggak mundur segera bisa terganggu juga saat rapat dengan partai, ini saya enggak mau. Nah kan ini juga demi kepentingan daerah juga jadi supaya tidak menganggu," lanjutnya.

Diketahui, Muhamad telah menjabat sebagai Sekda Kota Tangsel sejak tahun 2015 saat mengemban sebagai Pelaksana tugas (Plt).

Kemudian pada tahun 2017, Muhamad resmi dilantik sebagai Sekda Kota Tangsel oleh Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany.

Kandidat Sementara

Dengan demikian tercatat ada tiga pasang calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel 2020 hingga Selasa (4/8/2020).

Paslon tersebut antara lain, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, Muhammad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo serta Siti Nur Azizah dan Ruhamaben

Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan didukung Partai Golkar dan PPP.

Partai Golkar memiliki sepuluh kursi di DPRD Tangsel, sedangkan PPP merupakan non parlemen.

Sedangkan Muhammad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo diusung Partai Gerindra yang memiliki delapan kursi dan Hanura yang memiliki satu kursi di DPRD Tangsel.

Keduanya diisukan akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hal tersebut terlihat dari sejumlah pertemuan antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristianto dengan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Namun hingga Selasa (4/8/2020), PDIP belum menjatuhkan rekomendasi kepada keduanya.

Sementara Siti Nur Azizah dan Ruhamaben diusung oleh Partai Demokrat yang memiliki lima kursi di DPRD Tangsel.

Keduanya digadang akan didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki sebanyak delapan kursi DPRD Tangsel.

Pasalnya diketahui, Ruhamaben merupakan kader PKS.

Merujuk perebutan kursi parlemen tersebut, partai yang tersisa antara lain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak empat kursi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebanyak empat kursi, PDIP sebanyak delapan kursi, dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak dua kursi. (m23).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Tangsel Andreas Arie Nugroho mengungkapkan PSI Tangsel masih membuka peluang adanya koalisi dengan sejumlah partai yang kini belum menetapkan dukungan.

Partai politik tersebut antara lain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Begitu juga dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang belum menerbitkan rekomendasi terhadap pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

"Kan (politik) dinamis ya, semuanya masih bergerak semuanya," ungkapnya dihubungi pada Selasa (4/8/2020) malam.

Oleh karena itu, kemungkinan PSI mengusung kandidat baru di luar paslon saat ini sangat besar.

Sebab apabila PSI berkoalisi dengan ketiga partai lainnya yang belum menetapkan dukungan, syarat pengajuan kandidat baru, yakni minimal sebanyak sepuluh kursi DPRD Tangsel dapat tercapai.

"Ya bisa saja kejadian seperti itu, sejak itu (deklarasi Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo) kita sangat hati-hati, selektif mempelajari kemudian juga berkomunikasi," ungkapnya.

https://wartakota.tribunnews.com/2020/08/05/nasdem-pilih-dukung-muhamad-sara-benyamin-davnie-tak-masalah-pdip-penentu-peluang-pasangan-baru?page=1-4 p

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)