Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Gubernur DKI. Show all posts
Showing posts with label Gubernur DKI. Show all posts

Sunday, September 20, 2020

Anies harus dihukum karena melanggar PSBB dan Protokol Kesehatan.



Pers Release.
Untuk diwartakan segera.

Anies harus dihukum karena melanggar PSBB dan Protokol Kesehatan.

Kepala Badan Kepegawaian Provinsi DKI Jakarta, Khaidir angkat bicara soal jenazah Sekda provinsi Jakarta Saefullah yang wafat pada tanggal 16 September 2020 dan  dinyatakan positif Covid 19  dibawa ke Balai Kota untuk mendapatkan penghormatan terakhir yang dikritik  oleh saya.  Saya mengatakan bahwa seharusnya sesuai  protokol kesehatan dan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jenasah Saefullah  karena sudah dinyatakan positif Covid 19 langsung dibawa ke pemakaman di TPU. Sikap Anies Baswedan yang meminta jenasah  Saefullah mampir ke balaikota untuk mendapatkan penghormatan dari Anies Baswedan adalah sikap sombong juga sekaligus bodoh.  Sebuah kesombongan, seharusnya Anies Baswedan yang masih hidup itu mendatangi dan memberi penghormatan terakhir ke rumah sakit. Atau Anies Baswedan bisa lakukan penghormatan  bersiap di tepi jalan di rumah sakit sambil mobil jenasah berjalan menuju ke TPU. Para tenaga kesehatan, perawat dan dokter saja yang wafat terkena Covid 19 karena bekerja  menolong penderita Covid 19 langsung dibawa ke pemakaman di TPU. Para kerabat dari perawat dan dokter itu mendatangi ke rumah sakit berdiri di tepi jalan untuk memberi penghormatan terakhir kepada jenasah yang akan dibawa langsung ke TPU. Sebuah kebodohan karena tindakan Anies Baswedan itu justru melanggar peraturan gubernur yang dibuatnya sendiri tentang Pembatasan Sosial Beskala Besar (BSPP) sebagaimana diatur dalam Pergub Jakarta penerapan pengetatan PSBB  mengacu Peraturan Gubernur Ibukota Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta serta Pergub Jakarta  no.41 tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi atas pelanggatan terhadap PSBB di Jakarta. Tindakan bodoh gubernur Jakarta, Anies Baswedan itu melanggar Undang-undang (UU) no.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan serta UU no. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

"Itu orang yang mengkritiknya saja yang artinya tidak paham kepada etika birokrasi dan tidak paham adat istiadat ketimuran," kata Khaidir kepala badan kepegawaian pemprov Jakarta menanggapi kritik.saya terhadap bosnya pada hari  Kamis, 17 September 2020. Khaidir juga mengatakan  bahwa jenazah almarhum Sekda Saefullah dengan mobil ambulans itu sudah sesuai dengan protokol kesehatan bahkan jenazah itu tidak dibuka dan tetap di dalam peti mati. Mencermati sikap dan tanggapan Khaidir ini saya jadi tertawa geli sendiri. "Zaman yang terbuka  seperti sekarang  ini kok masih banyak orang jadi pejabat publik,  sama bodohnya dengan bosnya dan menjilat membela kesalahan bosnya? Pantas saja Jakarta terus hancur dan terus menjadi zona hitam pandemi Covid 19 karena dikelola oleh pejabat yang sangat tidak cerdas dan tega mengorbankan hidup warganya", pikir saya dalam hati. Padahal ketika mau menerapkan kembali PSBB di Jakarta 13 Septembe  2020 Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta  berkoar-koar menyalahkan warga yang tidak taat protokol kesehatan dan sikap pemerintah pusat yang mendahulukan ekonomi ketimbang kesehatan dalam menangani pandemi Covid 19. Sementara apa yang dikoar-koarkan Anies Baswedan tidak sejalan dengan perilakunya yang sombong menunjukkan kekuasaannya sebagai gubernur yang bisa semaunya memerintah serta  membawa jenasah Sekda Saefullah dan boleh mengumpulkan membuat kerumunan ratusan orang dibalaikota Jakarta. 

Coba kita perhatikan dengan jelas ketentuan dan pernyataan Anies  Baswedan terhadap penetapan pemberlakuan PSBB di Jakarta. Sehari setelah itu ada tindakan tidak konsisten yang membuat apara pemprov dikesankan pilih-pilih dalam menerapkan aturan PSBB. Tanggal 17 September 2020 ada dua pengusaha rumah makan yang terjaring razia yustisi yang dilakukan petugas pemprov Jakarta  di kawasan Ciracas. Kedua pengusaha rumah makan itu  divonis bersalah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis 17 Septembe 2020 karena kedapatan menyediakan tempat makan di tempat dan menyebabkan kerumunan orang. Mereka divonis bersalah dan dianggap terbukti melanggar aturan PSBB sebagaimana  diatur Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 41 Tahun 2020 tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19 di Jakarta. Atas pelanggaran itu mereka dihukum denda administrasi. Satu pengusaha itu mendapat sanksi segel tiga kali 24 jam dan denda Rp 5.000.000 dan pengusaha satunya  lagi kena sanksi segel tiga kali 24 jam dan denda Rp. 500.000.

Bahkan sering kita saksikan di media massa warga sampai menangis dan memohon agar jenasah anggota keluarga bisa dibawa mampir ke rumah duka. Tetapi pihak aparat pemprov tidak mengizinkan atas nama protokol kesehatan dan akan menimbulkan kerumunan para pelayat, ditakutkan menjadi klaster penyebaran Covid 19. Banyak warga Jakarta  yang dihukum atas nama pelanggaran menimbulkan kerumunan, tidak menggunakan masker dan tidak boleh memberi penghormatan terakhir keluarganya yang wafat dan dinyatakan positif Covid 19. Tetapi pada tanggal 16 September 2020 gubernur Jakarta Anies dengan sombong dan bodoh menampakan pelanggaran terbuka terhadap kebijakan PSBB yang dibuatnya sendiri dan melanggar  UU. Sudah jelas bahwa Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta, pada tanggal 13 September 2020 berkoar-koar  menyatakan di Jakarta mulai Senin  14 September 2020, kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua pekan ke depan hingga 27 September 2020. Salah satu yang jadi poin penting dalan aturan PSBB ketat yang dikoar-koarkan Anies Baswedan adalah tidak boleh ada kegiatan dengan  kerumunan orang lebih dari 5 orang di area publik. Jelas pada tanggal 16 September 2020 itu Anies Baswedan telah dengan sengaja mengumpulkan dan membuat kerumunan  ratusan orang di balaikota Jakarta yang mau memberi penghormatan kepada jenasah Sekda Saefullah. Juga secara terbuka  gubernur Jakarta melanggar protokol kesehatan membawa jenasah Sekda Saefullah yang sebelumnya dinyatakan positif Covid 19 ke balaikota Jakarta. 

Salah satu yang jadi poin penting dalam pelaksanaan  PSBB adalah pembatasan aktivitas di restoran, kafe, dan rumah makan, di tempat bekerja atau area publik lainnya. Atas sikap sombong Anies Baswedan tersebut jelas sudah melanggar Pergub Jakarta  no.41 tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi atas pelanggaran terhadap PSBB di Jakarta. Sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat 2,3,4 Pergub Jakarta no.41 tahun 2020 menyatakan bahwa 
(1) Setiap pimpinan tempat kerja pada tempat kerja/kantor yang 
tidak dikecualikan yang melanggar penghentian sementara 
aktivitas bekerja di tempat kerja selama pemberlakuan pelaksanaan 
PSBB dikenakan sanksi administratif berupa: 
a. penghentian sementara kegiatan berupa penyegelan 
kantor/tempat kerja; dan 
b. denda administratif paling sedikit Rp5.000.000,00 (lima juta 
rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta 
rupiah). 

(2) Dalam hal tempat kerja/ kantor yang dikecualikan dari 
penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja 
selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB tidak melaksanakan 
kewajiban penerapan protokol pencegahan penyebaran Corona 
Virus Disease 2019 (COVID- 19), pimpinan tempat kerja 
dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis dan 
denda administratif paling sedikit Rp25.000.000,00 (dua puluh 
lima juta rupiah) dan paling banyak Rp50.000.000,00 (lima 
puluh juta rupiah). 
(3) Pemberian sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada 
ayat (1) dan ayat (2) dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja, 
Transmigrasi dan Energi dengan pendampingan dari Perangkat 
Daerah terkait. 
(4) Penyegelan kantor/tempat kerja sebagaimana dimaksud pada 
ayat (1) berlaku sampai dengan berakhirnya pemberlakuan PSBB.

Nah kita berharap ada tindakan tegas dan sanksi tegas atau setidaknya peringatan tegas terhadap Anies Baswedan yang sudah melanggar UU serta Pergub Jakarta yang dia buat sendiri. Jika tidak ada tindakan tegas atau setidaknya peringatan tegas atas perilaku sombong Anies Baswedan pada tanggal 16 September 2020  itu akan menjadi preseden buruk di mata masyarakat. Perilaku melanggar hukum dan melanggar protokol kesehatan itu akan memicu pelanggaran dan pembangkangan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid 19. Kita lihat dan tunggu saja apakah akan ada tindakan tegas dan peringatan tegas atau kita semua sebagai rakyat  diam saja, pemerintah diam saja? Ya kita tunggu dan lihat bersama. 




Jakarta, 20 September 2020
Azas Tigor Nainggolan.
Ketua FAKTA.

PAK ANIES MULAI GELISAH DENGAN PETISI PENCOPOTANNYA YG DI TTD 130.000 LEBIH WARGA DKI...

Ini mungkin yg dimaksud People power ya ???
_____
PAK ANIES MULAI GELISAH DENGAN PETISI PENCOPOTANNYA YG DI TTD 130.000 LEBIH WARGA DKI... 

Ini link petisinya: https://www.change.org/p/joko-widodo-copot-anies-baswedan-sebagai-gubernur-dki-jakarta

Petisi Ini belum apa2 Pak Anies... cuma sekian persen dari penduduk DKI yg kehilangan hak2nya ketika anda menjabat.

Anda tahu bahwa kini kami warga DKI sudah merugi banyak sekali. Sebab hak kami berkeluhkesah dengan bebas lewat APLIKASI QLUE telah anda renggut dengan paksa! Kamj tak bisa lagi meminta gubernur kami menindak tegas petugas PEMDA yang semena2 dengan kami dalam melayani setiap keperluan kami. Misalkan,  e-KTP yg tak jadi2 sangat sulit kami claim!!! 

Dulu waktu ada aplikasi qlue, jangan kan e-KTP yg gak jadi2.... lampu mati di jalanan saja bisa dengan cepat diperbaiki anak buah Gubernur kami. Kini... BORO2 kami bisa claim, pak... pak!!! Kami hanya bisa mengelus dada lihat SAMPAH yg berserakan di jalanan... tanpa bisa berbuat apa2... 

Anda itu Gubernur yang sibuk menaikkan rating diri anda sendiri di kalangan anda sesama orang2 yang selalu menyinyiri pak Jokowi... mungkin anda sedang ingin mendapat simpati agar banyak orang agar mendukung anda menjadi capres suatu hari nanti, sehingga anda melupakan hak2 kami sebagai warga yg wajib anda pikirkan hak2nya.....

Balaikota saja telah anda GEMBOK untuk kami berbarengan dengan penggembokan transparansi pengeluaran APBD DKI. Kami tidak bisa memonitor tiap rupiah yg anda keluarkan. Kami malah serinf dibuat shock dengan uang kami yg malah anda pakai utk MENGOBATI DAN MENYUMBANG PERUSUH2 LUAR DAERAH YG MENGOBRAK ABRIK KOTA KAMI!!! Anda tak punya perasaan sama sekali. Perusuh dan perusak kok anda bantu... lah kami ini gimana pak???? Mau kerja saja DITEROR oleh mereka... padahal kami ini PENYUPPORT PEMASUKAN DKI... lah mereka itu apa? Ujug2 datang membuat aktifitas kami TERGANGGU!!! 

Pak Anis.... apa anda tidak mencatat hal apasaja yg telah dilakukan gubernur kami sebelumnya yang telah membuat kami bangga menjadi warga DKI??? CATAT DONG PAK... dan LANJUTKAN! Supaya kami tetap mendapatkan hak2 kami.... 

Kami sakjane udah putus harapan dengan bapak... sebab anda gak bakalan mendengarkan keluhan kami... kalo kami harus mencatat penurunan kwalitas kepemimpinan sejak anda menjabat... maka hanya lelah yg ajan melanda bathin kami. Apalagi kubu anda yg kejinya minta ampun dalam menghina kami serta mengolok2 kami dengan TAKFIRI nya sebab mendukung gubernur non muslim.

Kami bukan warga yg tak tahu berterimakasih pak. Jika anda berbuat baik dg kami, tentunya kami akann sangat berterimakasih meski dulu kami tak memilih anda. Tapi... sayangnya anda telah membenarkan kekhawatiran kami akan pelayanan DKI yang MENURUN DRASTIS KELAK JIKA GUBERNUR KAMI TAK MENJABAT LAGI.... 

Apa yg anda kerjakan malah mempertonton banyak hal2 negatif yg semakin membenarkan kekhawatiran kami : "tuuuh kan ape gue bilang.... tebu manis diganti kayu lapuk!! Hilang semua hak2 loe... KJP hilang... KJS hilang.... QLUE hilang... PBB gratis hilang.... pelayanan maksimal hilang.... balaikota hilang.... Jakarta malah dijadiin SARANG TERORIS MERUSAK DAN MEMBUNUH!!!!"

Udah ah pak... capek kami... sebaiknya anda tau dirilah... 

SalamPetisiIndahWargaDKI

http://medan.tribunnews.com/2019/05/27/anies-angkat-bicara-soal-petisi-pencopotannya-penandatangan-di-changeorg-sudah-130000-lebih
Tolong sebarkan biar warga DKI rame2 nurunin
http://medan.tribunnews.com/2019/05/27/anies-angkat-bicara-soal-petisi-pencopotannya-penandatangan-di-changeorg-sudah-130000-lebih

Sunday, August 30, 2020

PAK ANIES BASWEDAN MUNDURLAH….


Viral di media sosial surat terbuka dosen UGM Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta untuk Gubernur DKI Anies Baswedan agar segera mundur karena dinilai gagal menempatkan dirinya menjadi seorang pejabat publik.
“PAK ANIES BASWEDAN MUNDURLAH….”
Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Kepada Yth,
Bapak Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta
Dengan hormat,
Tulisan ini murni dari hati nurani yang dalam, yang tidak dikebiri oleh ganasnya politik identitas yang telah terbukti nyata merusak tatanan kehidupan umat manusia atau ambisi mencoba menjadi kutu loncat hanya semata karena haus akan kekuasaan.
Yang saya fahammi, warga DKI saat ini butuh solusi nyata atas musibah banjir, bukan kelitan-kelitan innocent atau wacana-wacana kerdil atau bualan konyol! Warga DKI Jakarta butu solusi nyata atas musibah banjir agar bisa melanjutkan kehidupannya.
Pak Anies, saya tidak kenal Anda, walau kita sama-sama alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tercinta, saya angkatan 1984, anda angkatan angkatan 1987? Maaf kalau keliru.
Hanya panggilan jiwa yang memotivasi saya untuk menulis surat terbuka untuk Anda.
Melihat sepak terjang Anda selama menjadi Mendikbud RI dan kemudian menjadi Gubernur DKI, cukup bagi saya untuk menyimpulkan, bahwa Anda tidak cocok menjadi Pejabat Publik. Anda lebih pas menjadi Akademisi.
Dan, selama Anda menjadi Gubernur DKI, Anda gagal menempatkan diri sebagai Pejabat Publik bagi semua orang. Anda hanya menjadi Gubernur DKI bagi orang-orang yang mendukung Anda pada Pilkada DKI beberapa waktu yang lalu.
Saya tidak akan mengajukan argumen-argumen rasional atau saran atau masukan ke Anda, sudah banyak tulisan yang viral di Medsos soal Kinerja Anda sebagai Gubernur DKI Jakarta kaitannya dengan bencana banjir di Jakarta baru-baru ini.
Saya juga tidak punya kepentingan membandingkan kinerja Anda dengan kinerja pak Basuki Cahaya Purnama (Gubernur DKI Jakarta sebelum Anda), bagi saya mubazir dan hanya buang-buang waktu.
Saya minta Anda mundur secara terhormat dan secepatnya sebagai Gubernur DKI. Semakin cepat semakin baik. Anda tidak mampu mengelola Jakarta menjadi lebih baik ke depan. Cara-cara Anda mengantisipasi dan menangani bencana banjir, jelas menunjukkan, bahwa Anda tidak mampu. Jangan alergi melihat fakta dan mengakui ketidak mampuan diri. Yang jadi Korban adalah rakyat banyak. Ingat itu!
Sekali lagi sebagai sesama muslim dan alumni Universitas Gadjah Mada, memohon pak Anies mundurlah secara terhormat. Balik ke kampus menjadi ilmuwan, anda lebih pantas dan terhormat. Jaga nama baik almamatermu.
Semoga Anda bisa menangkap isi surat saya ini secara hening dan jujur. Kejujuran hanya milik orang yang faham Agama dengan baik dan benar dan mengamalkannya pada kehidupan kemanusiaan yang universal.
Terimakasih. Viralkan!
Yogyakarta, 2020-01-04
Hormat saya,
(KPH. BP. Widyakanigara)
Sumber: FB Katakita
(suaraislam)
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/08/pak-anies-baswedan-mundurlah.html]

Wednesday, July 15, 2020

Anies Angkat Bicara soal Petisi Pencopotannya, Penandatangan di change.org Sudah 130.000 Lebih

PAK ANIES MULAI GELISAH DENGAN PETISI PENCOPOTANNYA YG DI TTD 130.000 LEBIH WARGA DKI...

Ini link petisinya: https://www.change.org/p/joko-widodo-copot-anies-baswedan-sebagai-gubernur-dki-jakarta

Petisi Ini belum apa2 Pak Anies... cuma sekian persen dari penduduk DKI yg kehilangan hak2nya ketika anda menjabat.

Anda tahu bahwa kini kami warga DKI sudah merugi banyak sekali. Sebab hak kami berkeluhkesah dengan bebas lewat APLIKASI QLUE telah anda renggut dengan paksa! Kamj tak bisa lagi meminta gubernur kami menindak tegas petugas PEMDA yang semena2 dengan kami dalam melayani setiap keperluan kami. Misalkan,  e-KTP yg tak jadi2 sangat sulit kami claim!!!

Dulu waktu ada aplikasi qlue, jangan kan e-KTP yg gak jadi2.... lampu mati di jalanan saja bisa dengan cepat diperbaiki anak buah Gubernur kami. Kini... BORO2 kami bisa claim, pak... pak!!! Kami hanya bisa mengelus dada lihat SAMPAH yg berserakan di jalanan... tanpa bisa berbuat apa2...

Anda itu Gubernur yang sibuk menaikkan rating diri anda sendiri di kalangan anda sesama orang2 yang selalu menyinyiri pak Jokowi... mungkin anda sedang ingin mendapat simpati agar banyak orang agar mendukung anda menjadi capres suatu hari nanti, sehingga anda melupakan hak2 kami sebagai warga yg wajib anda pikirkan hak2nya.....

Balaikota saja telah anda GEMBOK untuk kami berbarengan dengan penggembokan transparansi pengeluaran APBD DKI. Kami tidak bisa memonitor tiap rupiah yg anda keluarkan. Kami malah serinf dibuat shock dengan uang kami yg malah anda pakai utk MENGOBATI DAN MENYUMBANG PERUSUH2 LUAR DAERAH YG MENGOBRAK ABRIK KOTA KAMI!!! Anda tak punya perasaan sama sekali. Perusuh dan perusak kok anda bantu... lah kami ini gimana pak???? Mau kerja saja DITEROR oleh mereka... padahal kami ini PENYUPPORT PEMASUKAN DKI... lah mereka itu apa? Ujug2 datang membuat aktifitas kami TERGANGGU!!!

Pak Anis.... apa anda tidak mencatat hal apasaja yg telah dilakukan gubernur kami sebelumnya yang telah membuat kami bangga menjadi warga DKI??? CATAT DONG PAK... dan LANJUTKAN! Supaya kami tetap mendapatkan hak2 kami....

Kami sakjane udah putus harapan dengan bapak... sebab anda gak bakalan mendengarkan keluhan kami... kalo kami harus mencatat penurunan kwalitas kepemimpinan sejak anda menjabat... maka hanya lelah yg ajan melanda bathin kami. Apalagi kubu anda yg kejinya minta ampun dalam menghina kami serta mengolok2 kami dengan TAKFIRI nya sebab mendukung gubernur non muslim.

Kami bukan warga yg tak tahu berterimakasih pak. Jika anda berbuat baik dg kami, tentunya kami akann sangat berterimakasih meski dulu kami tak memilih anda. Tapi... sayangnya anda telah membenarkan kekhawatiran kami akan pelayanan DKI yang MENURUN DRASTIS KELAK JIKA GUBERNUR KAMI TAK MENJABAT LAGI....

Apa yg anda kerjakan malah mempertonton banyak hal2 negatif yg semakin membenarkan kekhawatiran kami : "tuuuh kan ape gue bilang.... tebu manis diganti kayu lapuk!! Hilang semua hak2 loe... KJP hilang... KJS hilang.... QLUE hilang... PBB gratis hilang.... pelayanan maksimal hilang.... balaikota hilang.... Jakarta malah dijadiin SARANG TERORIS MERUSAK DAN MEMBUNUH!!!!"

Udah ah pak... capek kami... sebaiknya anda tau dirilah...

SalamPetisiIndahWargaDKI
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/httpmedan.html]

http://medan.tribunnews.com/2019/05/27/anies-angkat-bicara-soal-petisi-pencopotannya-penandatangan-di-changeorg-sudah-130000-lebih

Tolong sebarkan biar warga DKI rame2 nurunin

Friday, October 18, 2019

KERJA ANIES SEBAGAI GUBERNUR DKI STANDAR LEBIH BERKAH JIKA DIPECAT

KERJA ANIES SEBAGAI GUBERNUR DKI STANDAR LEBIH BERKAH JIKA DIPECAT

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)