Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Sejarah Penting. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Penting. Show all posts

Saturday, December 19, 2020

Soe Hok Gie Tokoh Masyarkat,Pejuang Dari Etnis Tionghoa, Berulang Tahun 17 Desember.

 
Soe Hok Gie Tokoh Masyarkat,Pejuang Dari Etnis Tionghoa, Berulang Tahun 17 Desember.
Hari ini, tanggal 17 Desember, 78 tahun lampau, Soe Hok Gie lahir. Ia tetap memakai nama Soe Hok Gie, meski kakaknya yang bernama Soe Hok Djin berganti nama Arief Budiman. Dalam Pemilu 2019 lalu, sempat jadi masalah, karena ada yang menuding KPU (Komisi Pemilihan Umum) disusupi PKI karena ketuanya bernama Arif Budiman.

Perkara sepele itu, sampai membuat Goenawan Mohamad turun tangan menjelaskan, bahwa ketua KPU bernama Arief Budiman itu bukan Soe Hok Djin. Lagian kenapa pula dengan nama Soe Hok Djin, atau pun Soe Hok Gie?

Pengantar bertele2 di atas, hanya untuk menegaskan, betapa persoalan kek gituan, rasisme itu, masih menjadi klilip dan slilit. Dan ketika tahapan Reformasi 1998 hendak beranjak ke jaman baru, dengan transisi presiden bernama Jokowi, klilip dan slilit itu begitu nyebelin.

Padal negeri ini, lewat Soe Lie Piet, alias Salam Sutrawan, pernah melahirkan manusia bernama Soe Hok Gie. Manusia teladan Indonesia atau manusia Indonesia teladan. Kelahiran Jakarta 17 Desember 1942, gugur di puncak Gunung Semeru 16 Desember 1969, sehari sebelum ulangtahunnya ke-27.

Gie manusia dengan kepribadian otentik. Bukan tipikal pejuang oportunis. Gie, tak tergoda jabatan. Ia berani mengambil jarak untuk kritis. Integritas moralnya, keren. Bandingkan dengan yang berada di dalam tapi menggerogoti. Seperti Fadli Zon? Para anggota DPRD DKI Jakarta minus PSI? Atau J. Suryo Prabowo ketua baru KKIP?
Saya nggak ngomongin mereka. Saya sekedar ingin mengingat sepotong sejarah yang manis tentang Gie ini. Bahwa ia pernah berteman akrab dengan Prabowo Subianto, iya, Menteri Pertahanan dalam Kabinet Jokowi. Itu lantaran  tahun 1961 Gie terlibat dalam gerakan bawah tanah anti Sukarno.  

Gerakan itu dipimpin Sumitro dengan membantuk wadah GPI (Gerakan Pembaruan Indonesia) setelah era kegagalan pemberontakan PRRI/Permesta atas kekuasaan Sukarno (Daniel Dhakidae, pengantar ‘Catatan Seorang Demonstran’. Lebih detail John Maxwell, yang membuat disertasi tentang Soe Hok Gie: A Biography of A Young Indonesian Intellectual, kedekatan mereka setelah sepulang Prabowo dari Swiss, menarik beberapa aktivis muda GPI untuk berpartisipasi dalam proyek pembentukan sukarelawan pembangunan di seluruh Indonesia. Model Peace Corps ala Indonesia.

Namun seiring waktu, Gie mulai meragukan kemungkinan rencana itu. Ia mempertanyakan kemampuan Prabowo, yang dianggapnya cerdas tapi naif. Apalagi paruh kedua 1969, Gie mulai mengkritik keras Sumitro dan para pendukungnya, yang dianggap tak sesuai harapan sejak bergabung pemerintah Orba. Gie muak pada lingkaran politik yang disebutnya sebagai 'kaum sosialis salon'. 

Sejak awal Juli 1969, Gie tak lagi terlibat proyek yang digagas Prabowo. Dalam catatan hariannya (22 Mei 1969), Gie menilai program Peace Corps Prabowo tak memiliki konsepsi jelas. Gie juga memiliki kesan “kurang simpati” ketika ia diberi tahu Jopie Lasut, soal kelakuan Prabowo yang mencuri 3 pucuk AK (Auto Kalashnikov, yang kala itu menjadi perangkat organik ABRI) untuk dipergunakannya mengacaukan acara GMNI yang tengah memperingati “menteri-menterinya” yang tewas dalam perjuangan melawan KAMI. 

“Saya katakan bahwa saya tak setuju untuk bertindak demikian. Saya setuju teror, tapi kalau berani, laksanakan pada koruptor,” tulis Gie  (14 April 1969). "Bagi saya Prabowo adalah seorang pemuda (atau kanak-kanak) yang kehilangan horison romatiknya. Ia cepat menangkap persoalan-persoalan dengan cerdas tapi naif,…” tulisanya (Minggu, 25 Mei 1969).

Tapi Gie dan Prabowo memang sempat akrab. Buktinya? Sebelum ke Semeru pada Desember 1969, Bowo (panggilan akrab Gie untuk Prabowo) meminjamkan sepatu gunungnya kepada Gie. Dan itulah juga, sepatu yang dikenakan Gie, hingga ia meninggal di Puncak Mahameru.

Tentu bukan hanya sepatu itu, tapi aa meninggalkan diary, yang kemudian menjadi buku ‘Catatan Seorang Demonstran’. Karena ia memang seorang demonstran, yang konsisten. Ia pengritik Sukarno tetapi juga Soeharto. Gie aktivis lingkungan yang mendirikan grup Mapala di kampusnya, UI, dan mengutip syair Walt Whitman, "Sekarang aku melihat rahasia pembuatan orang terbaik itu adalah untuk tumbuh di udara terbuka dan untuk makan dan tidur dengan bumi."

Dalam usia mudanya, Gie penulis yang produktif, meninggalkan banyak pemikiran. Ia teladan indah untuk sebuah komitmen. Dalam diary-nya, ia seolah telah menabalkan takdirnya, "Seorang filsuf Yunani pernah menulis ... nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda." 
Sugeng milad, Gie..

Monday, July 20, 2020

Jokowi Membuat Sejarah Baru Indonesia


AKAN TERCATAT DALAM SEJARAH BAHWA PRESIDEN JOKOWI...

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dinegara kita ada Presiden yang bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi hanya rakyat biasa yg berasal dari keluarga sederhana, Jokowi bukan ketua partai, Jokowi bukan dari militer, Jokowi hanyalah seorang pengusaha mebel, tetapi Jokowi bisa menjadi Presiden Republik Indonesia 2 periode.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi memiliki keluarga bahagia, anak istri Presiden Jokowi tidak aji mumpung memanfaatkan jabatan suami/bapaknya utk menimbun harta, dimana anak2nya usaha sendiri dari bawah, Presiden Jokowi anti KKN, bersih.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah Presiden pelayan rakyat yg sederhana yg tdk ada jarak dgn rakyatnya, dimana blusukan menjadi cirinya, blusukan utk melihat langsung pembangunan dan bertemu dgn rakyatnya.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah Presiden pemberani dan tegas, dibilang krempeng dan plonga plongo teryata paling berani melawan koruptor dan para mafia negeri ini dan inilah salah satu mengapa Presiden Jokowi sgt dibenci.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa ini, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah Presiden yg cerdas, visioner, beradab, sabar dan tenang dan tidak cengeng, tidak emosional meskipun ribuan hoax, fitnah dan hinaan menghantam.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa ini, bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah Presiden yg banyak disebarkan hoax dan fitnah, dihina, dihujat, dicaci maki dan paling dibenci, tetapi Presiden Jokowi adalah Presiden yg paling banyak berprestasi, kerja nyata untuk membangun negeri ini, banyak proyek yg mangkrak diera sebelumnya diselesaikan Presiden Jokowi, ini adalah fakta dan bukan sekedar memuji atau ilusi.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi adalah beragama islam sejati, tetapi Presiden Jokowi difitnah disebarkan hoax bukan islam, tidak pro islam, fitnah busuk dari lawan politiknya, fitnah busuk dari para pendengki dan pembenci, fitnah busuk dari masyarakat kadrun.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi bertahun2 disebarkan hoax dan fitnah PKI, aseng asing, dll, serta demo2 oleh kaum kampret/kadrun, Presiden Jokowi bertahun2 disebarkan hoax dan fitnah, ingin dijatuhkan oleh bangsanya sendiri, yaitu masyarakat kampret/kadrun, tetapi selalu gagal dan tidak pernah berhasil.

Akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia bahwa dinegara kita ada Presiden yg bernama Ir.H.Joko Widodo yg akrab dipanggil Jokowi, bahwa Presiden Jokowi mempunyai banyak pendukung yg setia yg selalu membelanya, yg tdk kenal lelah melawan masyarakat kadrun, melawan hoax dan fitnah, ikhlas dan tdk dibayar sepeserpun demi Jokowi orang baik, demi Indonesia.

Tetap percaya,
Tetap dukung,
Presiden Jokowi.

SALAM DAMAI.
ROF SIN.
🇲🇨💙🙏💚🇲🇨

Monday, October 21, 2019

Membongkar Fakta Sejarah Hari Pahlawan 10 November dan Resolusi Jihad 22 Oktober


Membongkar Fakta Sejarah Hari Pahlawan 10 November dan Resolusi Jihad 22 Oktober yang Disembunyikan

Banyak orang yang tidak paham fakta adanya fatwa resolusi jihad 22 Oktober 1945 karena tidak ditulis dalam buku sejarah di sekolah. Ada apa sebenarnya?

Sejarah pertempuran 10 November, awalnya tidak ada yang mau mengakui fatwa & resolusi jihad itu pernah ada. Tulisanya Prof. Ruslan Abdul Gani, yang ikut terlibat, resolusi jihad disebut tidak pernah ada.

Bung tomo yang pidato teriak-teriak, dalam bukunya juga tidak pernah menyebutkan bahwa fatwa & resolusi jihad pernah ada. Laporan tulisan mayor Jendral Sungkono juga tidak menyebut pernah ada fatwa & resolusi jihad.

Karena itu banyak orang menganggap fatwa & resolusi jihad itu hanya dongeng dan ceritanya orang NU saja. “Di antara elemen bangsa Indonesia yang tidak memiliki peran dan andil dalam usaha kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia itu hanya golongan pesantren hususnya NU”.

Itu kesimpulan seminar nasional di perguruan tinggi negeri besar di Jakarta tentang perjuangan menegakkan Negara Republik Indonesia pada tahun 2014. Bahkan dengan sinis salah seorang menyatakan, “Organisasi PKI, itu saja pernah berjasa. Karena pernah melakukan pemberontakan tahun 1926 melawan Belanda. NU tidak pernah”. Aneh.

Pandangan ini juga pernah dianut oleh tokoh-tokoh LIPI. Gus Dur juga mengkonfirmasi kalau sejarah ulama dan Kyai memang sudah lama ingin dilenyapkan. Tahun 1990 ada peringatan 45 tahun pertempuran 10 November. Yang jadi pahlawan besar dalam pertempuran 10 November diumumkan dari golongan itu.

Yakni orang terpelajar yang berpendidikan tinggi. Nama-nama mereka muncul tersebar di televisi, koran, dan majalah. “Itu ceritanya, 10 November yang berjasa itu harusnya Kyai Hasyim Asy'ari dan poro Kyai. Kok bisa yang jadi pahlawan itu wong-wong sosialis?”. Itu komentar Nyai Sholihah, ibu Gus Dur.

Dari situlah Gus Dur diminta untuk klarifikasi. Lalu Gus Dur klarifikasi, menemui tokoh-tokoh tua & senior di kalangan kelompok sosialis, mengenai 10 November. Sambil ketawa-ketawa mereka menjawab, “Yang namanya sejarah dari dulu kan selalu berulang, Gus. Bahwa sejarah sudah mencatat, orang bodoh itu makanannya orang pintar”.

“Yang berjasa orang bodoh, tapi yang jadi pahlawan wong pinter. Itu biasa, Gus”, katanya kepada Gus Dur. Gus dur marah betul dibegitukan. Sampai tahun 90-an NU masih dinganggap bodoh mereka. Tahun 91, Gus Dur melakukan kaderisasi besar-besaran anak muda NU.

Anak-anak santri dilatih mengenal analisis sosial (ansos) dan teori sosial, filsafat, sejarah, geopolitik, & geostrategi. Semua diajari. Supaya tidak lagi dianggap bodoh. Dan kemudian berkembang hingga kini. “Saya termasuk yang ikut pertama kali kaderisasi itu. karena itu agak faham”, kata KH. Agus Sunyoto.

Saat penulis sejarah Indonesia menyatakan fatwa dan resolusi jihad tidak ada, KH. Agus Sunyoto menemukan tulisan sejarawan Amerika, Frederik Anderson. Dalam tulisanya tentang penjajahan jepang di Indonesia thn 42 sampai 45, ia menulis begini:

22 Oktober 1945 pernah ada resolusi jihad yg dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Surabaya. Tanggal 27 Oktober, Koran Kedaulatan Rakyat juga memuat lengkap resolusi jihad. Koran Suara Masyarakat di Jakarta, juga memuat resolusi jihad.

Peristiwa ini ada, sekalipun wong Indonesia tidak mau menulisnya, karena menganggap NU yang mengeluarkan fatwa sebagai golongan lapisan bawah. Sejarah dikebiri. Dokumen-dokumen lama yang sebagian besar berbahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jepang, dan sebagainya, dibongkar.

Patahlah semua anutan doktor sejarah yang menyatakan NU tidak punya peran apa-apa terhadap kemerdekaan.

Ketika Indonesia pertama kali merdeka 45, kita gak punya tentara.  Baru dua bulan kemudian ada tentara. Agustus, September, lalu pada 5 Oktober dibentuk tentara keamanan rakyat (TKR). Tanggal 10 Oktober diumumkanlah jumlah tentara TKR di Jawa saja. Ternyata, TKR di Jawa ada 10 divisi. 1 divisi isinya 10.000 prajurit.
Terdiri atas 3 resimen dan 15 batalyon.

Artinya TKR jumlahnya ada 100.000 pasukan. Itu TKR pertama. Yang nanti menjadi TNI. Dan komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga masih Kyai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). Sampai tingkat resimen Kyai juga yang memimpin.

Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Di batalyon pun banyak komandan Kyai. Komandan batalyon TKR Malang misalnya, dipimpin Mayor KH. Iskandar
Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dokumen arsip nasional, ada Sekretariat Negara dan TNI.

Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran Kyai. KH. Hasyim Asy'ari yang ditetapkan pahlawan oleh Bung Karno pun tidak ditulis. Jadi jasa para Kyai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari sejarah berdirinya Republik Indonesia ini.

Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit untuk bayar tentara. Hanya para Kyai dengan santri-santri yang menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Hanya paro Kyai, dengan tentara-tentara Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Sampai sekarang pun, NU masih punya tentara swasta namanya Banser, ya gak dibayar.

Tentara itu baru menerima bayaran pada tahun 1950. Selama 45 sampai perjuangan di tahun 50-an itu, tidak ada tentara yang dibayar negara. Kalau mau mikir, 10 November Surabaya adalah peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yg terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus.

Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ‘ujug-ujug’ muncul perang 4 hari di ceritanya gimana? Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak,
setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sbg Hari Santri.

Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dg penduduk Surabaya. Perang selesai kok. Begitu pikirnya. Tapi karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka siap nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yang selama ini ditutupi.

Jika resolusi jihad ditutupi, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ‘ora waras’. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? Tapi kalau melihat rangkaian ini dari resolusi jihad, baru masuk akal. “Oya, marah mereka karena jenderal dan pasukannya dibunuh arek-arek Bonek Suroboyo”.

Fatwa Jihad muncul krn Presiden Soekarno meminta fatwa kepada
PBNU: apa yg harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. Bung Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus dan dibentuk 18 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yang mau mengakui.

Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sebagai negara yang tidak dibela rakyat. Fatwa dan Resolusi Jihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara-gara itu, Inggris yang mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang.

Ternyata sore hari, Gubernur Jawa Timur mempersilakan. “Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja”. Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun banyak pos-pos pertahanan dengan karung-karung pasir yang ditumpuk & diisi senapan mesin.

“Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau
Belanda akan kembali menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Inggris”, begitu kata arek-arek. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung-kampung keluar ‘nawur’ pasukan inggris. “Ayo ‘tawur..tawuran..’!”.

Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tp tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yg memimpin. “Pokoke wong krungu jihad..
jihad… Mbah hasyim.. Mbah hasyim…”. Berduyun-duyun, arek2 Suroboyo sudah, keluar rumah semua dan
langsung tawur sambil teriak ‘Allahu Akbar’ dan itu berlangsung 27 Oktober.

Mereka bergerak karena seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat
langgar-langgar, masjid-masjid, dan spiker-spiker. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek2, ikut gelut dengan Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh.

Tapi tentara tidak mau mengakui, karena Indonesia meski sudah merdeka, belum ada yang mengakui. Itu jadi urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia bunuh Inggris. Tentara tidak mau ikut campur. Negara belum ada yang mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek-arek Suroboyo kabeh.

Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta utk mendamaikan. 35. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yang tanda tangan Gubernur Jatim juga. Sudah damai, tapi massa kampung tidak mau damai.

Pada 30 Oktober, akhirnya Brigadir Jenderal Mallaby digranat arek-arek Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah. Sejarah kematian Mallaby ini tidak diakui oleh Inggris. Ada yang menyebut Mallaby mati dibunuh secara licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tp disembunyikan sebabnya karena malu.

Inggris marah betul. Masa negara kolonial kalah. Mereka malu & bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jenderalnya dibunuh. Apa ini maksudnya? “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang-orang surabaya masih yang memegang bedil, meriam dst. tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut, dan udara," begitu amuk jenderal tertinggi Inggris.

Datanglah tujuh kapal perang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan pula meriam Howidser yang khusus untuk menghancurkan bangunan. Satu skuadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis karena Inggris marah kepada pembunuh Mallaby.

Pada 9 November jam setengah empat sore, Mbah Hasyim yang baru pulang usai Konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek-arek Suroboyo diancam Inggris. “Fardhu a'in bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari Kota Surabaya untuk membela Kota Surabaya”. 94 kilo itu- jarak dibolehkannya solat qoshor.

Wilayah Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek,Kediri,n wilayah Mataraman, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua karena dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini datang dipimpin Kyai Mahrus. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 kilo datang- ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU.

Anak-anak kecil bahkan orang-orang dari lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, dan Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya Brigadir jendral: Loder Saimen. Luar biasa pengorbanan arek-arek Surabaya, para Kyai, dan santri. Tapi lihat, apa yg dilakukan pemerintah di kemudian hari kepada para Kyai ini? Dimanipulasi.

Demikian kultweet #dutaislamcom dari KH. Agus Sunyoto saat
menghadiri bedah buku "Fatwa dan Resolusi Jihad" di Pondok Lirboyo 3 November 2017.

Monggo bisa sebar luaskan.

Monday, May 27, 2019

Rule of Karma 1966-2019


Rule of Karma 1966-2019
Oleh: Christianto Wibisono

Hukum alam dalam peribahasa pelajaran Budi Pekerti, “siapa menabur angin akan menuai badai”.
Dalam bahasa politik ada: “tit for tat, quid pro quo” Golden Rule ada disemua agama dengan pelbagai versi.
Yang positif berupa anjuran  berbuat baik : do unto others what you want others do unto you”.
Yang berupa larangan : do not do unto others what you dont want others do unto you”.
Anti memoirs 74 tahun saya penuh dengan contoh tit for tat atau quid pro quo.

Pada akhir riwayat politiknya; Bung Karno mereshuffle Kabinet Dwikora II menjadi kabinet 100 menteri pada 24 Februari 1966 yang hanya akan berusia 32 hari. Sebab pada 28 Maret 1966 harus direshuffle lagi jadi Kabinet Dwikora III dengan penciutan jumlah menteri secara drastis.
15 menteri kabinet termasuk dua waperdam Subandrio dan Chairul Saleh ditangkap oleh Letjen Soeharto selaku Pangkopkamtib, pengemban Supersemar. Secara ajaib, 32 tahun kemudian, kabinet terakhir Soeharto: Kabinet Pembangunan VII, yang dilantik 16 Maret 1998 hanya akan berusia 66 hari. Karena pada 21 Mei 1998, 15 menteri kabinetnya akan membelot dan tidak bersedia ikut reshuflle lagi.
Maka Soeharto lengser 21 Mei 1998.
Tuhan bekerja diluar rencana manusia.
Tanggal 21 Mei 2019, 21 tahun setelah suksesi bernuansa people power melalui tragedi The Rape of Jakarta 12-14 Mei 1998, sebagian oknum elite mendaur-ulang skenario perkosaan penjarahan  Mei 1998 dengan “The Battle of Bawaslu”. Provokasi daur ulang Mei 1998 gagal total karena Tuhan tidak membiarkan repetisi kudeta 1966 dan 1998. Ditujukan kepada Presiden ke-7, Jokowi yang deserve melanjutkan periode kedua

Raja pemenang akan mengakhiri nyawa pesaingnya. Pemilihan umum modern Barat lah yang memperkenalkan agar pertikaian politik diselesaikan dengan metode: “from the bullet to the ballot” Menggantikan cara kudeta primitif penusukan keris ala Brutus Ken Arok thd petahana. People power sudah bicara melalui pemilu tgl 17 April 2019 dan sudah nyata Jokowi menang 55% meski “meresahkan” bahwa 45% pemilih masih memilih penantang.

Kalau ini terjadi dizaman Airlangga maka Kahuripan dibagi dua antara Kediri (Daha) dengan Jenggala. Atau seperti pembagian Mataram jadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogjakarta. Ini pun dibelah lagi ada Mangkunegaran dan Paku Alaman sehingga pecah jadi 4 “kerajaan gurem ex Mataram”.
Pola suksesi “Mataram” dengan “international watchdog” VOC kemudian Hindia Belanda itu diteruskan dengan riwayat lengsernya presiden pertama dan kedua.

Melalui pola Brutus Ken Arok yang persis dengan karma Keris Empu Gandring yang di tikamkan ke Bung Karno 1966 dan ke Jendral Soeharto 1998.

Suksesi model Ken Arok modern itulah yang mau dipraktekkan pada 22 Mei 2019 melalui rute rahasia ke Brunei.
Kamis 16 Mei 2019, capres  02 take off dari Halim pukul 12.10 dan balik ke Halim 20.12 hanya 8 jam 2 menit diluar Indonesia.
21 tahun sebelum itu mertuanya Soeharto dianjurkan pulang oleh Dubes RI untuk Mesir, Maftuh Basyuni. Yang saking daruratnya, memakai sarung untuk packing dan untuk dipakai di pesawat karena mendadak harus pulang 15 Mei 1998 dari Cairo.
Kutukan Cairo berulang karena itulah perjalanan ke luar negeri terakhir Soeharto mendaur ulang tour Bung Karno ke  Cairo dengan agenda terus ke KAA 2 di Algiers Juni 1965. Itulah perjalanan terakhir Bung Karno ke luar negeri yang diulangi Soeharto 1998.
Kini 2019  karma politik capres 02 seolah mendaur ulang 1966 dan 1998. Tapi Algorithme Big Data, The Almighty God bekerja unik lebih hebat dari istana Kertanagara.
Pada awal 1958 masih menyaksikan Prof Sumitro diberi peluang menghindar dari penahanan oleh kejakgung karena terlibat pemberontakan PRRI Permesta dan selama 10 tahun self exile di luar negeri.
Sumitro langsung jadi Menteri Perdagangan lagi pada 1968. Lalu belok ke Menriset 1973-1978, dan 1983 jadi besan Presiden kedua RI.
"Dewan Besan" pecah pada 1998 dengan kemarahan Soemitro karena anaknya dipecat oleh mertuanya.

Kini thn 2019, sejarah 1998 itu ingin didaur ulang oleh oknum yang mimpi kembali pada kejayaan Orba.
Tapi “Sunan Solo kini” dengan tegas menghadapi “pemberontakan” di areal Bawaslu Sarinah” .
Pidato Jokowi 22 Mei adalah pidato Sultan Agung Mataram modern, menolak kudeta Mataram gurem yang ingin memecah belah Indonesia menjadi “sempalan Mataram bubar yang berkiblat ke ISIS/HTI.
Indonesia tidak boleh dibelah dua seperti Kahuripan jadi Daha dan Jenggala. Juga tidak boleh diserpih jadi 4 “mataram gurem” .
Indonesia harus tetap jadi Indonesia, elitenya kalau mau jadi presiden ya bersaing melalui pemilihan umum, kalau kalah, ya sabar dan menanti 5 tahun lagi.
Kini , sesuai undang2 telah membatasi 2 term utk jabatan presiden di Indonesia, untuk mencegah terulang nya era orde baru yg dipimpin seseorang selama 32 tahun.

http://indonews.id/mobile/artikel/21340/Karma-Politik-Indonesia/

Perlu Anda Baca:


Monday, November 5, 2018

MENILAI BAIK BURUK KEADAAN DARI PERBANDINGAN SEJARAH



MENILAI BAIK BURUK KEADAAN DARI PERBANDINGAN SEJARAH
(Oleh Adian Napitupulu)

Tulisan ini tidak bermaksud menggurui apa lagi menghakimi. Anggaplah tulisan Ini sekedar berbagi cerita sejarah sebagai perbandingan. Selanjutnya biarlah kejernihan nalar dan pengetahuan masing masing kita menilai baik buruk keadaan hari ini dengan perbandingan sejarah untuk menjadi pandu patut tidaknya pilihan pilihan tindakan.

Sejarah mengajarkan bahwa setiap generasi memiliki masalahnya sendiri dan setiap generasi akan membuat prestasi sejarahnya sendiri tanpa terobsesi pada pilihan tindakan heroisme kesejarahan generasi sebelumnya.
------

Aktivis 1998 menuntut turun Jendral yang berkuasa 32 tahun.

Aktivis 2018 menuntut turun tukang kayu yang baru berkuasa 4 tahun
-------

Aktivis 1998 meminta Soeharto turun karena dalam satu tahun Dollar naik 572 %

Aktivis 2018 meminta Jokowi turun sementara dalam satu tahun Dollar hanya naik 16 %
-------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena UMR Jakarta satu bulan hanya senilai 69 kg beras.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun padahal dengan UMR Jakarta satu bulan saat ini mampu membeli 364 kg beras
-----

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun UMR Jakarta satu bulan hanya senilai 160 liter Premium.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun padahal hari ini UMR Jakarta satu bulan senilai 556 liter Premium.
-------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena 6 kali menjadi calon tunggal dalam 6 kali pemilu 6 kali ditetapkan MPR.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun sementara Jokowi bukan calon tunggal dan di pilih langsung oleh Rakyat.
------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun tanpa dukungan elit politik.

Aktivis 2018 di salah satu Perguruan Tinggi menuntut Jokowi turun 1 minggu setelah di datangi Cawapres Oposisi.
-------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun 58 bulan sebelum Pemilu.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun 7 bulan sebelum Pemilu.
--------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena anak anak nya membangun kerajaan bisnis dengan 340 - an jaringan perusahaan.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun sementara anak anak Jokowi hanya jual Martabak dan Goreng Pisang.
--------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena memiliki harta 30 Milyar Dollar (New York Times) atau setara dengan Rp 443 Trilyun.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun sementara harta Jokowi Rp 50 Milyar.
-------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena menjual hak atas kekayaan alam pada perusahaan asing Freeport, Rio Tinto, Caltex, Inco, Newmont, Exxon dll

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun sementara Jokowi mengambil alih Freeport, Blok Mahakam dan Blok Rokan dari negara asing.
------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena menculik dan atau membunuh puluhan aktivis Mahasiswa, Buruh dan Wartawan.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun sementara Jokowi memberi beasiswa pada 248.000 Mahasiswa tidak mampu.
-----

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena menggusur ratusan ribu rumah Rakyat.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun sementara Jokowi sudah membangun 900.000 rumah untuk Rakyat.
------

Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena merampas tanah-tanah Rakyat.

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun sementara Jokowi melindungi tanah Rakyat dengan 7 juta sertifikat.
-----

*Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun karena ketimpangan ekonomi dengan menjadikan Etnis tertentu membangun gurita bisnis bernuansa KKN antara lain 😗

1. Liem Bian Koen
2. Liem Sioe Liong
3. Liem Hong Sien
4. Oei Ek Tjhong
5. Oei Hwie Tjhong
6. Cai Daoping
7. Tjoa To Hing
8. Oei Hwie Siang
9. Lie Moe Tie
10. Poo Tjie Gwan
11. Tjie Tjien Hoan
12. Li Bai La
13. Tjia Han Poen
14. Liem Yu Chan.
15. Oei Suat Hong

Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun sementara Jokowi tidak membangun konglomerasi bisnis berdasarkan etnis, kelompok atau keluarga.

------

Masih banyak perbandingan yang tak tertuliskan tapi sedikit peristiwa pembanding diatas mungkin cukup menjadi masukan bagi kita.

Akhir kata bila aktivis 1998 menurunkan Soeharto semoga aktivis 2018 tidak dimanfaatkan politisi untuk menjadi alat Menantu Soeharto yang juga ayah kandung dari cucu Soeharto kembali berkuasa..... semoga.

Salam Hormat.
Adian Napitupulu
Jakarta 13 September 2018

Wednesday, July 4, 2018

PERJUANGAN MORAL JOKOWI BAGI INDONESIA



Akhirnya Tabir Kebenaran Terbuka .....

Teman teman bacaLah pengakuan seorang JUSUF KALLA  sebagai berikut: 

 🇮🇩 ♥ Saksi sejarah INDONESIA ♥ 🇮🇩

🇮🇩 ARTIKEL SANGAT BERHARGA  🇮🇩

Pengakuan jujur JUSUF KALLA terhadap keberhasilan JOKO WIDODO dalam mengelolah negara, sehingga 🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩 perlahan lolos dari beban utang peninggalan era Soeharto dan masa SBY, yang telah membuat  🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩 harus menanggung utang hingga Rp. 6000 triliun dengan dalih 'subsidi,' yang hanya memperkaya dirinya sendiri dan konco-konconya; silahkan membaca tulisan berikut sampai selesai, agar kita paham mengapa kini 🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩 perlahan menjadi negara hebat di Asia dalam kurun waktu yang tidak terlalu di lama di era JOKO WIDODO.

_"PERJUANGAN MORAL JOKOWI bagi 🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩.

Wakil Presiden Republik Indonesia, JUSUF KALLA (JK) dalam sambutannya di acara "Simposium Ekonomi" di MPR RI, Senayan, mengatakan bahwa ada 2 kebijakan keliru yang dilakukan pemerintah era Soeharto dan SBY, sehingga menghabiskan anggaran Rp. 6000 triliun.

Kebijakan itu menjadi salah satu penyebab ketertinggalan Indonesia dari negara-negara tetangga. 

Satu kebijakan era Soeharto dan satu lagi era SBY.

Selama 32 tahun Soeharto berkuasa, tidak ada riak yang berarti untuk menghentikannya. 

Saat Soeharto jatuh, tatkala fundamental ekonomi yang disimpan rapat bertahun-tahun terbuka lebar oleh aksi George Soros terkuak.

Nyatanya berpuluh tahun kita menyimpan data busuk dan kebohongan. 

Tidak ada kekuatan ekonomi secara nyata. 

Tidak ada. 

Soeharto tidak punya rencana hebat untuk membuat 🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩 hebat dalam sektor ekonomi, kecuali hanya menggali lubang sedalam-dalamnya melalui hutang tanpa rencana ril untuk merubah 🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩 menjadi lebih baik.

Dari jumlah hutang yang digali Soeharto hanya 30% yang digunakan untuk membangun 🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩.

Selebihnya habis dikorup oleh mereka yang menopangnya menjadi penguasa selama 32 tahun.

Akibat kebijakan yang diambilnya sebelum jatuh adalah menanda tangani LoI dengan IMF sebagai blank cheque yang harus diselesaikan oleh rezim setelahnya. 

Beban masalah yang ditinggalkan Soeharto kalau dikurskan sekarang dan ditambah dengan bunga obligasi rekap mencapai Rp. 3000 triliun.

Era Habibie, Gus Dur, dan Megawati merupakan era tersulit bagi kita untuk berdamai dengan kenyataan. 

🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩 nyatakan sebagai negara insolvent. 

Semua financial resource tertutup. 

Pemasukan lebih kecil dari pada pengeluaran. 

Kehidupan politik tidak jelas.

Enam tahun proses transisi dari legislasi era Soeharto ke era reformasi seakan waktu terpanjang dalam sejarah. 

Selama itu tidak ada pembangunan real. 

Negara stuck.

Namun, akhirnya 🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩 bisa keluar dari proses transisi itu dengan terpilihnya SBY sebagai presiden secara demokrasi langsung. 

Harapan dipagut dan masa depan disongsong dengan ceria. 

Tapi apa yang terjadi? 

Selama 10 tahun SBY berkuasa, untuk mempertahankan kekuasaannya dia membakar uang sebesar Rp. 3000 triliun untuk subsidi.

Periode 2004 hingga 2014, subsidi energi rata-rata memiliki porsi sebesar 21% dari APBN dan mengalami porsi terbesar pada tahun 2008 yang mencapai 28%.

Di dalam subsidi energi, alokasi subsidi BBM adalah yang terbesar dengan mencaplok 80% dari seluruh subsidi energi. 

Dan menciptakan mega skandal dengan korupsi tak terbilang jumlahnya.

Andaikan uang sebanyak itu SBY gunakan untuk membangun jalan tol, maka kita sudah punya jalan tol Trans Sumatera dan Trans Jawa, juga kereta cepat Jakarta-Surabaya dan puluhan kawasan industri berskala internasional, puluhan bendung dan irigasi untuk ketahanan pangan, bahkan setiap kota besar sudah punya MRT.

SBY hanya bekerja membuat rencana dan membuang uang untuk ongkos politik, agar kekuasaanya stabil selama dua periode.

Era Soeharto kita abaikan, karena salah memilih pemimpin dan takdir kita berhasil mengubah tatanan politik yang diktator menjadi demokrasi.

Tetapi setelah demokrasi, kita justru melahirkan gerombolan maling yang menjarah lebih dahsyat dari 32 tahun Soeharto berkuasa.

Selama itu tidak ada gerakan agama yang hebat yang hendak menggulingkan Soeharto atau SBY. 

Tidak ada demo berjilid-jilid hendak menjatuhkannya.

Mengapa? 

Karena para tokoh agama maupun politik mendapat berkah uang dan konsesi bisnis dari politik lendir tebar uang oleh penguasa.

Era JOKOWI, seorang yang bukan elite politik di tubuh partai, bukan jenderal berkaliber nasional, bukan konglomerat kaya dari bisnis rente, bukan pula tokoh budayawan atau agama yang selebritis.

Dia muncul ke panggung politik karena kehendak TUHAN. 

Tak ada satu pun kekuatan yang mampu menghentikannya, karena TUHAN telah mengirim wakil wakil NYA mengawal JOKOWI sehingga si tukang kayu krempeng itu masuk ke Istana Negara dengan selamat tanpa rintangan apapun juga. 

Inilah takdir dan nasib Bangsa Indonesia yang memang harus berubah dan menjadi baik dan kuat atas kehendak TUHAN serta Kuasa-NYA.

Ketika Jokowi berkuasa, subsidi tipuan seolah  memanjakan rakyat dihentikan 

Anggaran direformasi secara fundamental dari berorientasi konsumsi ke produksi. 

Efisiensi anggaran dilakukan dengan sangat ketat.

Walau pun diawali dengan fundamental ekonomi yang retak karena current account defisit, JOKOWI tetap melaju dengan agenda besarnya. 

Menciptakan kemandirian, bukan hanya lewat restruktur APBN dan hutang, tetapi juga revolusi mental dengan menghapus semua bisnis rente yang melahirkan mafia di semua lini.

Negeri para gangster tersingkir dan menghimpun rakyat dan kader partai positip serta pejabat pejabat bermoral yang mau bekerja keras sehingga dapat mengubah negeri ini jadi para pekerja keras. 

* Status quo didobraknya, menghentakan tatanan politik yang terbiasa hidup manja berfoya foya dan menipu rakyat*

Apa hasilnya? 

Hanya dua tahun berkuasa, semua rating internasional berkaitan dengan indeks korupsi, pembangunan, dan ekonomi jadi membaik. 

Sekarang 🇮🇩 INDONESIA 🇮🇩 termasuk negara peringkat 3 terbaik ekonomi di antara anggota G-20.

Saya membayangkan setiap langkah JOKOWI tidaklah mudah dan penuh resiko. 

Karena semua elite politik yang kini ada adalah bagian dari kekuasaan Orde Baru yang pernah kong kali kong dan merampok kekayaan Negara hingga  INDONESIA 🇮🇩 dan rakyatnya menjadi sengsara dan meninggalkan beban hutang dan kerugian  sebesar Rp. 3000 triliun dan juga bagian dari kekuasaan era SBY yang membakar uang negara sebesar Rp. 3000 triliun demi melanggengkan kekuasanya.

Semua mereka ingin, agar si tukang kayu ini dihentikan. 

Karena JOKOWI bukan hanya menghancurkan kekuasaan mereka sebagai ladang bisnis mendatangkan harta mereka, tetapi juga menjadikan rakyat cerdas berpolitik dan mempermalukan elite politik di mana banyaknya elite politik terancam masuk bui karena aksi OTT KPK. 

Pesta usai.

Dulu, AHOK  dijadikan pintu gerbang untuk menjatuhkan JOKOWI dengan alasan menistakan agama. 

Dan dari keadaan ini, JOKOWI berhasil keluar dengan selamat.

Kini, PERPPU Pembubaran Ormas Radikal dijadikan alasan untuk menjatuhkannya, karena dibilang anti demokrasi dan anti Islam.

Padahal, tidak ada dalam PERPPU itu yang menyebut Islam atau ormas tertentu. 

Namun, oleh para gangster mafia menciptakan semua kegaduhan ini, agar pesta kekuasaan kembali marak. 

Karena itu, emosi agama kembali dibenturkan.

Andaikan PERPPU itu ditolak DPR, maka ketahuilah kita bahwa agenda menjatuhkan JOKOWI memang datang dari segala penjuru mata angin.

Apakah JOKOWI akan jatuh? 

Jawabannya TIDAK karena Jokowi adalah panggilan TUHAN untuk menyelamatkan INDONESIA 🇮🇩 . 

Bangsa dan rakyatnya dari segala kesusahan dan kesulitan dan TUHAN telah mengirim wakil Rakyatnya yaitu Bapak JOKO WIDODO yang berhak dan pantas berkuasa sebagai pemimpin dan penyelamat bangsa dan rakyat INDONESIA 🇮🇩.

Saya JUSUF KALLA sudah tua, namun dengan segenap tenaga saya yang masih ada saya tetap memberikan kontribusi positip pada JOKO WIDODO dalam membangun Negara INDONESIA  🇮🇩 jadi bangsa besar kuat bermatabat rakyat jadi makmur dan sejahtera.

Memang pada saat usia saya yang sudah lebih dari 50 tahun. 

Saya tak berdaya, dan tidak bisa berbuat banyak untuk menghentikan sepak terjang pada era Soeharto dan penikmat subsidi BBM era SBY, yang membakar uang ribuan triliun.

*Apa yang saya lakukan sekarang adalah berusaha setiap hari berbuat kebaikan, agar negara ini lebih baik. 

Melalui tulisan, lewat interaksi dengan teman-teman politisi dan aktivis, saya berusaha menyampaikan pesan moral bahwa "bukan sistem yang menjadi masalah, tetapi akhlak kita yang buruk."*

Marilah kita memperbaiki moral. 

Sudahilah niat mengubah sistem, agar impian makmur menjadi kenyataan. 

Perbaiki akhlak dan perbaiki etos kerja, maka rahmat TUHAN akan datang by the time.

Saya JUSUF KALLA dengan hati tulus ingin menyerukan kepada segenap generasi muda berkualitas dan menyintai tanah Pertiwi ini ,  

Serra rakyat Indonesia, Marilah kita bersama-sama menjadikan KEKUATAN MORAL untuk menghadang serta melawan semua niat jahat mereka yang ingin merusak negeri ini dengan alasan agama, budaya, suku, ras, antara golongan, atau apalah.

Kita membela JOKOWI bukan bertujuan politik, tetapi demi kekuatan moral sebagai orang Indonesia yang turut membangun dan ingin menjadi bangsa besar bermatabat diatas bumi . 

Jadilah gerakan moral untuk mendukung JOKOWI orang baik yang fitur penyelamat bangsa dan rakyat, agar semakin berprestasi baik bagi pembangunan negeri kita tercinta INDONESIA 🇮🇩 .

SEMOGA BERMANFAAT dan MENAMBAH ILMU serta MENAMBAH WAWASAN KITA SEMUA.

Silahkan bantu viralkan tulisan ini ke seluruh anak negeri INDONESIA 🇮🇩 di mana pun mereka berada, agar putra bangsa kita lebih cerdas dalam berpikir dan menganalisa sesuai data. 

JUSUF KALLA.

(copas)

Tuesday, July 3, 2018

SEPENGGAL SEJARAH TURKI



Jika Jokowi 2 periode, kita berharap beliau menjadi "Erdogan" nya indonesia. Jika terpilih presiden baru kita juga berharap presiden baru menjadi seperti Erdogan di Turki. Aamiin.

SEPENGGAL SEJARAH TURKI

Sejak dibubarkannya sistem Khilafah oleh Kemal Atatturk, Maret 1924, Turki menganut paham sekuler. Para penguasa dan pengendali Negara Turki memaklumatkan, bahwa Islam adalah biang kerok penyebab kemunduran Turki. Karena itu, Islam sbg dasar negara dan konstitusi dihapus. Pasca itu,  sekularisasi mewarnai seluruh kehidupan rakyat Turki.

Yang pro maupun kontra thd kebijakan penguasa yg sekuler, tetap harus patuh menjalankan kebijakan negara. Mulai dasar konstitusi, undang2 pendidikan, sistem politik, sistem bisnis dan perbankan, sistem sosial, dlsb, seluruhnya sekuler.
Islam dan seluruh simbolnya betul2 dienyahkan dari kehidupan rakyat Turki. Hijab sangat terlarang.

Apakah dg sistem sekuler, lantas Turki menjadi maju? Tidak sama sekali...! Bahkan semakin hancur2an. Korupsi dan dekadensi moral merajalela. Ekonomi hancur. Layanan pendidikan dan kesehatan amat tidak manusiawi. Transportasi publik mengenaskan. Lira (mata uang Turki) menjadi mata uang yg nilai kursnya terendah di dunia. Sampai2 Turki sekuler mendapat julukan "the sick man from Europe".
Selama hampir 100 tahun rakyat Turki harus menanggung kemiskinan yg luar biasa. Apakah kalangan yg anti sekuler tidak kena getah kesengsaraan Turki?. Tentu saja tidak. Mereka ikut menanggung beban penderitaan itu.

Beberapa aktivis Islam yg istiqomah berupaya ingin mengubah situasi itu. Muncullah nama antara lain; Necmetin Arbakan dan muridnya Racep Tayyep Erdogan.
Tapi mereka tetap ikut alur permainan demokrasi sekuler negara itu. Mereka mendirikan Partai Refah, tapi dijegal penguasa. Keduanya bahkan pernah dijebloskan ke dalam penjara. Erdogan mundur dari partai Refah, bersama Abdullah Gul mendirikan AKP. Partai ini ikut pemilu akhir 2000-an, dan menang. Pada pemilu berikutnya 2005, AKP menang telak (61%). Berdasarkan konstitusi Turki, single mayority, bisa melakukan amandemen undang2. Celah inilah yg digunakan Erdogan melakukan Islamisasi Turki.

👉 Erdogan menginstruksikan rakyatnya kembali pada ALLAH. Larangan jilbab di tempat umum dicabut.
Bahasa Arab diajarkan kembali di sekolah2 negeri.
Al Qur'an dan Hadits menjadi mata pelajaran/kuliah wajib. Sholat subuh berjama'ah, menjadi maklumat resmi negara untuk  warga negara yg Muslim.

Bahkan Erdogan
menginstruksikan wajib sholat berjama'ah di kalangan militer, bagi yang muslim. Erdogan pernah melepas pawai 10 ribu anak2 usia 7 tahun yg mencanangkan wajib sholat untuk anak2 seusia mereka. Kini pelajar dan para mahasiswa berjilbab akan banyak anda temui di seluruh wilayah Turki.

Apakah ada penentangan thd kebijakan Islamisasi Erdogan?. Ada.., tapi jumlahnya amat2 minor. Suara minor mrk tertimbun oleh puluhan juta suara2 yg pro Erdogan.Bagaimana tidak? Erdogan betul2 memanjakan rakyat Turki dg layanan modern cepat dan murah di seluruh bidang layanan negara. Kesehatan, pendidikan, birokrasi perizinan, transportasi publik, taman2 hijau kota yg asri, destinasi wisata internasional, dlsb, semua dapat dinikmati dg nyaman oleh siapapun yg pernah ke Turki saat ini.

Turki masuk peringkat 16 negara termakmur di dunia dua tahun lalu. Utang negara NOL. Industri elektronik, otomotif, bahkan alutsista telah sangat maju. Jika ada 3 jenis alat elektronik terunggul di Eropa, salah satu pasti made in Turki. Turki telah menaikkan gaji guru setara dg gaji dokter. Pendidikan dan riset terus dibiayai negara. 300 ribu ilmuwan telah disiapkan Turki untuk menyongsong 2024. Waktu ini,  adalah tepat 100 tahun kekhalifahan Turki jatuh.

Taukah Anda?
Tahun 2024 adalah tahun pencanangan Erdogan, bahwa Turki harus bangkit kembali, menjadi negara yg memimpin dunia.

TURKEY NEWS...
Berikut ini adalah catatan perjalanan Ketua Umum BAZNAS Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc saat mengunjungi Turki...
Cerita yang mengagumkan bukan tentang gemerlap kota Istambul yang mencolok terlihat dari pesawat apabila melintasi Eropa atau para wanitanya yang berwajah elok, tapi tentang kehidupan religius yang semakin pesat luar biasa...

Turki benar-benar berubah 180 derajat sejak dipimpin Presiden Erdogan...
Hal yang sangat menakjubkan adalah suasana keagamaan rakyat Turki yang begitu antusias. Sekarang masjid-masjid sangat ramai dengan pemuda yang beribadah dan juga kegiatan keislaman...
TERUTAMA yang paling mengagumkan adalah ketika waktu SHOLAT SUBUH datang, masjid di Turki sangat penuh sesak dengan jamaah yang didominasi KAUM MUDA, suasana yang mirip dengan di Indonesia, pada sholat Jum'at...

Dr. Didin mengingat kembali ketika dirinya berkunjung ke Turki sekitar tahun 1990-an, saat itu Turki masih sangat sekuler. Jangankan waktu sholat subuh, dikala adzan maghrib pun tidak ada yang pergi sholat berjamaah...

"Saat itu saya sholat hanya dengan istri dan anak, sebab tiada jama'ah setempat yang datang." jelas Dr. Didin...Luar biasa dan yang lebih mencengangkan para remaja Turki ke masjid dengan mobil-mobil mewah di parkir di halaman masjid” ungkapnya...

Selain tingkat religiusitas masyarakat Turki yang menjadi lebih baik, kondisi ekonomi Turki saat ini juga sangat berkembang pesat...Tanpa bantuan pinjaman luar negeri pemerintah Turki sanggup membangun, membuat perubahan signifikan dan mampu bersaing dengan negara maju dunia...
*Peringkat ekonomi Turki melompat tinggi sekali dari 111 menjadi peringkat 16 dunia, sehingga saat ini Turki masuk daftar 20 negara kuat (G20)...

Pendapatan perkapita penduduk pun naik dari $3.500 USD (2003) menjadi $11.000 USD (2013) dan terus menanjak...

Pemerintah Turki sebelumnya serius mencanangkan 3 Program Nasional yaitu :
1.Gerakan Sholat Subuh berjamaah di Masjid...
2. Gerakan Infaq Sedekah...
3. Gerakan Ekonomi Umat..

Program terobosan GERAKAN sholat SUBUH berjama'ah di MASJID memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat, dengan hasil mencengangkan...
Sholat subuh menjadi sangat ramai seperti  sholat jumat di Indonesia.
Tentu saja keberkahan sholat subuh berjamaah mendapatkan hasil di luar nalar, dibuktikan dengan teratasinya berbagai kesulitan nasional Turki yang sebenarnya tidak mudah, apalagi Eropa beberapa tahun lalu menderita krisis ekonomi...
Apa kabar dengan Indonesia kita...

Kapan negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim ini menjadi negeri yang bereligius tinggi...?!
Semoga tak lama lagi...
Tolong bantu bagikan agar banyak muslimin mengambil  manfaat, ibrah/pelajaran serta hikmah dari fenomena menarik ini...
Jangan lupa bagikan info ini... agar semua MUSLIM INDONESIA TERGERAK hatinya untuk melaksanakan SUBUH berjamaah di MASJID, karena Allah sendiri yang menjamin kehidupan orang-orang yang mau bergegas sholat berjama'ah di Masjid...
Dan sholat yang PALING  BERAT adalah sholat SUBUH berjama'ah di MASJID...

SEMOGA KITA MENDAPAT PRESIDEN BARU SEPERTI ERDOGAN. AAMIIN.
[2:57 PM 31/05/2018] ‪+62 853-1429-4960‬: Nampaknya memang sudah direncanakan menghancurkan umat islam, kita lihat hampir semuanya dikuasai non islam

JOKOWI PRESIDEN... ISLAMPUN DISINGKIRKAN !

https://chirpstory.com/li/273684

Semua Jabatan Strategis Di Pegang Kristen !
Beberapa posisi strategis yang diserahkan Jokowi kepada Kristen :
1. Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Binsar Panjaitan. Kristen Protestan.
2. Komandan Paspampres, Kolonel (Inf) Maruli Simanjuntak Menantu Luhut BP.
3. Kepala Team Ahli Wakil Presiden, Sofyan Wanandi alias Liem Bian Koen. Katolik.
4. Sekretaris Kabinet, Andi Wijayanto, Kristen Protestan. Putera dari Jendral Theo Sjafei yang pernah menghina Islam dan al-Qur'an http://www.angelfire.com/id/theo/transkip.html
5. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rusdi Kirana, Kristen?
6. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani, Kristen...dan banyak lagi di kabinet dan jajarannya.

KRISTEN-PUN MENGUASAI BUMN..
Bagi-bagi kursi ternyata tidak berhenti setelah para menteri kabinet terpilih. Posisi atau kursi di sejumlah perusahaan plat merah kembali menjadi incaran. Sejak pekan lalu, sejumlah kader partai dan tim sukses pendukung pencalonan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla berhasil mendapatkan jatah di kursi komisaris BUMN.

Dalam siaran (25/3/2015), TV ONE menayangkan "POSISI KOMISARIS BUMN JADI REBUTAN". Dalam siaran ini TV ONE menyebut "5 Pendukung Jokowi-JK Ini Jadi Komisaris BUMN" yang diantaranya adalah Caleg Gagal PDIP.
1. CAHAYA DWI REMBULAN SINAGA (Komisaris Bank Mandiri), Caleg Kalimantan Tengah yang gagal lolos ke Senayan.
2. PATANIARI SIAHAAN (Komisaris Bank BNI), Caleg PDIP gagal pemilu 2014.
3. ALEXANDER SONNY KERAF (Komisaris Bank BRI), Kader PDIP.
4. SUKARDI RINAKIT (Komisaris Bank BTN). Direktur Eksekutif lembaga survey SSS.
5. REFLY HARUN (Komisaris Jasa Marga)

Data selengkapnya bisa Anda lihat di rekaman TV ONE.
http://www.voa-islam.com/read/politik-indonesia/2015/03/24/36062/kader-pdip-dan-relawan-jokowi-menguasai-bumn/

Sumber :
http://video.viva.co.id/read/40588-5-pendukung-jokowi-jk-ini-jadi-komisaris-bumn_1

http://www.voa-islam.com/read/politik-indonesia/2015/03/24/36062/kader-pdip-dan-relawan-jokowi-menguasai-bumn/

http://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056025/menantu-luhut-resmi-jabat-komandan-grup-a-paspampres
http://www.pkspiyungan.org/2015/06/amien-rais-pemerintahan-jokowi-didukung.html

KRISTENISASI DI BUMN
Baca Disini

http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/10/dahsyatnya-kristenisasi-di-bumn-telkom.html#more

MEREKAPUN MENYINGKIRKAN JUSUF KALA (Perwakilan Umat Islam).. Rupanya Umat Islam Hanya Di Manfaatkan Suaranya Saja.. Baca Disini

http://www.pkspiyungan.org/2015/03/beri-kewenangan-super-pada-luhut-jokowi.html

INNALILLAHI.. BEGINILAH NASIB UMAT ISLAM DI INDONESIA.. KARENA KETIDAKADILAN,SEKARANG EKONOMI DI KUASAI KRISTEN, MEDIA MASSA... DIKUASAI KRISTEN >> Karena Dukungan Media Massa Kristenlah Jokowi Jadi Presiden. SEKARANG KRISTEN-PUN MENGUASAI PEMERINTAHAN...

SEKARANG KRISTEN-PUN MENGUASAI PEMERINTAHAN..
KETIKA PILPRES DULU, JASMEV (Pendukung Jokowi)
PERNAH MENEBAR ANCAMAN :
"Jika Jokowi Berkuasa AKAN HABISI ISLAM - Islam Tidak Akan Di Beri Ruang." Apakah Ancaman JASMEV Sekarang Sudah Di Realisasikan ? Silahkan Baca Disini :

http://www.pkspiyungan.org/2015/04/ancaman-jasmev-saat-pilpres-bakal.html

BUKANKAH DULU (SEBELUM PEMILU) UST. BERNARD ABDUL JABBAR (Mantan Misionaris Kristen) PERNAH MENGINGATKAN ? Silahkan Baca Disini

http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/02/muslim-harus-tahu-ust-bernard-abdul.html

BUKANKAH DULU FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (FUUI) SUDAH MENGINGATKAN DAN SUDAH MEMBERIKAN FATWA : "HARAM PILIH JOKOWI."
Silahkan Baca Disini :

http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/07/terbukti-sangat-anti-islam-forum-ulama.html#more

BUKANKAH DULU PARA ULAMA SDH MENGINGATKAN ?
Silahkan Baca Disini :

http://duniamuallaf.blogspot.com/2013/10/umat-islam-waspadalah-kristen-targetkan.html

BUKANKAH DULU PARA ULAMA SUDAH MENGINGATKAN AGAR WASPADA DENGAN JOKOWI... Silahkan Baca Disini :

http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/04/musibah-tokoh-kristen-menjadi-calon.html#more

BUKANKAH DULU PARA ULAMA SDH MENGINGATKAN ?
Silahkan Baca Disini :

http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/06/sebelum-anda-menjatuhkan-pilihan.html

INILAH YANG AKAN TERJADI JIKA KRISTEN MENGUASAI PEMERINTAHAN.. BAIK PUSAT MAUPUN DAERAH..
Silahkan Baca Disini :

http://duniamuallaf.blogspot.com/2015/03/muslim-harus-tahu-sekjen-fakta.html

http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/12/muslim-harus-tahu-bekas-pendeta-ini.html#more…

TIDAK PERCAYA DENGAN DAHSYATNYA KRISTENISASI DI INDONESIA ?...SILAHKAN TONTON VIDEO INI :
KESAKSIAN MANTAN PENDETA
Yusuf Ismail (Mantan Pendeta) Ungkap DAHSYATNYA KRISTENISASI : "Dulu Memurtadkan Sekarang Islamkan !"

DENGAN KRISTEN MENGUASAI : EKONOMI, MEDIA MASSA, BUMN, PEMERINTAHAN PUSAT DAN DAERAH... APA TARGET KRISTEN DI INDONESIA SEBENARNYA ?
Silahkan Baca Disini :

http://duniamuallaf.blogspot.com/2013/12/awas-misi-kristenisasi-di-indonesia.html#more

"TAHUN 2023 KRISTEN TARGETKAN MURTADKAN 50% Umat Islam."  Silahkan Baca Disini :

http://duniamuallaf.blogspot.com/2013/10/waspada-kristenisasi-tahun-2023-kristen.html#more

PANTAS BANYAK KEBIJAKSANAAN ANTI ISLAM YANG DIKELUARKAN JOKOWI : Pemilik Nama Muhammad dan Ali Sulit Daftar Autogate Bandara Soekarno-Hatta

http://news.detik.com/read/2015/03/18/133829/2862331/10/duh-pemilik-nama-muhammad-dan-ali-sulit-daftar-autogate-bandara-soekarno-hatta

http://news.detik.com/read/2015/03/19/133434/2863537/10/komisi-iii-dpr-menyoal-kasus-nama-muhammad-sulit-daftar-autogate-di-cengkareng?nd772205mr

PEMERINTAHAN JOKOWI HENTIKAN BANTUAN DANA UNTUK MUI. (Republika:

http://nasional.republika.co.idd/berita/nasional/umum/15/03/12/nl30va-pemerintah-hentikan-bantuan-dana-untuk-mui)

KETIKA JILBAB DIPERSOALKAN.

http://mirajnews.com/id/artikel/opini/ketika-jilbab-dipermasalahkan/
DLL Silahkan Baca Disini

SIAPA SEBENARNYA UMAT YANG TIDAK TOLERAN ITU ?
SIAPA SEBENARNYA PENYEBAB GESEKAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA ?
Silahkan Baca KETERANGAN PRESS Dari INTERNASIONAL CRISIS GROUP (ICG)

http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/02/international-crisis-group-icg-penyebab.html


Beginilah...
Ketika Nasehat Para Ulama Tidak Didengar.. Tapi Yang Di Dengar Malah Media Massa Kafir (Kristen), Sekuler dan Anti Islam.. (Kompas, Tempo, Suara Pembaharuan, Jawa Pos, MetroTV, Dll)..

http://duniamuallaf.blogspot.com/search/label/KEJAHATAN%20%28KEZALIMAN%29%20MEDIA%20MASSA%20TERHADAP%20ISLAM

Beginilah...
Akibat Yang Di Baca Hanya Media Massa Kafir, Sekuler dan Anti Islam.. Padahal Seharusnya, Sebagai Seorang Muslim Adalah Lebih Mengutamakan membaca Media Islam.. Sebagai Penyeimbang Informasi..
Klik Disini DAFTAR 200 WEB ISLAM REKOMENDASI

http://duniamuallaf.blogspot.com/2015/05/daftar-200-website-islam-rekomendasi.html#more

Padahal Kalau Umat Islam Tahu.. Media Massa Kafir, Sekuler Dan Anti islam Inilah Yang Secara Konsisten MEMBUSUKAN Nama Islam Via Beritanya.. Silahkan Baca Buku Di Bawah Ini..

http://duniamuallaf.blogspot.com/2013/07/penting-umat-islam-harus-tahu-baca.html#more

Agar Kita Tahu BETAPA JAHATNYA MEDIA MASSA KAFIR, SEKULER DAN ANTI ISLAM TERHADAP AGAMA DAN UMAT ISLAM.. Media Massa Yang Sudah Mereka Kuasai Gencar MEMBUSUKAN Nama Tokoh-Tokoh Islam (AA GYM, Ust. Abu Bakar, Ust. Amin Rais, Ust. Habib Rizieq, H. Roma Irama, H. Lulung, Prabowo, DLL)..

Mereka Gencar MEMBUSUKAN Nama Ormas-Ormas Islam (FPI, PKS, FBR, HMI, MUI, Dll).. Agar Tokoh-Tokoh Islam, Ormas-Ormas Islam Di Jauhi dan Di Musuhi.. Sehingga Orang Kafir, Sekuler Dan Anti Islam Bisa Menguasai Negeri Ini.. Hanya Orang Munafikin Yang Membenci Umat Islam Yang Membela Agamanya .. Na'udzubillah..
Silahkan Baca :
STRATEGI PELEMAHAN ISLAM INDONESIA : "CARA KEJI MEDIA MASSA HANCURKAN ISLAM POLITIK DI INDONESIA."

http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/03/strategi-pelemahan-islam-di-indonesia.html



SEMOGA UMAT TERSADARKAN..
SUATU SAAT SINGA YANG SAAT INI MASIH TERTIDUR...
PASTI AKAN TERBANGUN..

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)