Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Perangi Korupsi. Show all posts
Showing posts with label Perangi Korupsi. Show all posts

Thursday, April 8, 2021

gambar ilustrasi
*Jokowi Berhasil Rebut TMII dari Tangan Keluarga Cendana*
PDIP Sampaikan Apresiasi ‘Akhirnya Kembali ke Pangkuan Pemerintah Indonesia’
JAKARTA- Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya, dari PDI-Perjuangan (PDIP) menyampaikan apresiasi karena berhasil mengembalikan aset negara itu.

Demikian disampaikan Sekertaris Jendral (Sekjen) DPP PDIP kepada wartawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

“Taman Mini Indonesia sebagai etalase kebudayaan dan sekaligus ekspresi peradaban nusantara akhirnya kembali ke pangkuan Pemerintah Indonesia,” ucapnya.

Hasto mengatakan, apa yang dilakukan orang nomor satu di Indonesia itu membuktikan bahwa beliau konsisten.

“Beliau konsisten di dalam menjalankan amanat Reformasi, antara lain menyelamatkan aset-aset negara sebelumnya dikuasai oleh keluarga mantan Presiden Soeharto,” ujarnya.

Kembalinya Taman Mini Indonesia ini menunjukkan bagaimana pemerintahan Jokowi melalui perjuangan panjang berhasil menyelamatkan aset strategis negara.

Menurutnya, hal tersebut melengkapi keberhasilan divestasi Freeport, blok minyak Rokan yang juga berhasil diakuisisi Presiden Jokowi.

“Tak hanya itu juga berbagai upaya menyelamatkan harta negara yang sebelumnya dilarikan oleh para koruptor di luar negeri,” bebernya.

Anak buah Megawati Soekarnoputri itu menyebutkan dengan kembalinya Taman Mini maka akan kembali dijadikan destinasi pusat wisata kebudayaan.

“Dengan keberhasilan pengambilalihan Taman Mini, maka selain menjadi pusat kebudayaan, Taman Mini Indonesia juga akan menjadi paru-paru Jakarta,” tuturnya.

Begitu juga dengan dengan Gelora Bung Karno, tambah Hasto, kompleks TNI di Halim Perdanakusuma dan lapangan golf Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kemdudian, yang akan dibuka menjadi hutan kota dan ruang publik hijau tempat masyarakat melakukan berbagai aktivitasnya.

“Selamat untuk Presiden Jokowi. Kembalinya Taman Mini Indonesia menjadi momentum menyelamatkan harta kekayaan negara,” pungkas Hasto.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengumumkan bahwa pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) resmi berpindah kepada Kemensetneg.

Hal itu Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII.

“Presiden telah menerbitkan Perpres Nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII. Yang di dalamnya mengatur penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensetneg,” ujar Pratikno dalam konferensi pers virtual pada Rabu (7/4/2021).

“Dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan Yayasan Harapan Kita. Kami akan melakukan penataan sebagaimana yang kami lakukan di GBK dan Kemayoran,” jelasnya.

Untuk diketahui, Saat ini Yayasan Harapan Kita sendiri dibina oleh Soehardjo, Bambang Trihatmodjo, dan Rusmono dan Siti Hardiyanti Indra Rukmana sebagai Ketua Umum.

Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardiyanti Indra Rukmana merupakan putra-putri dari Presiden kedua RI Soeharto.

Yayasan Harapan Kita didirikan oleh istri Presiden kedua RI Soeharto, yaitu Siti Hartinah atau dikenal dengan Tien Soeharto, pada 23 Agustus 1968
Source : POJOKSATU.id,
NEWS.IniOK.com

Wednesday, March 24, 2021

Teriak Sejadi-jadinya,Ferdinand Hutahaean:Tangkap Anies! Boroknya Langsung Diumbar...

*Teriak Sejadi-jadinya, Ferdinand Hutahaean:* 
*Tangkap Anies! Boroknya Langsung Diumbar...*
*Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean*, tampak kesal dengan hasil survei yang menyebut Anies Baswedan merupakan sosok yang paling dijagokan menjadi presiden masa mendatang oleh kalangan anak muda.

*Terkait itu, Ferdinand pun justru membuka semua kegagalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mulai dari Rumah DP nol persen hingga penanganan banjir.*

"Faktanya seperti ini, tapi masih ada yang bilang Anies sukses? Anies capres terkuat versi anak muda, ini lima hal yang perlu diketahui dari data survei Indikator, rumah DP nol persen gagal dan korupsi, Formula E gagal fee gelap gulita, banjir tetap tinggi, tapi diklaim sukses hanya dengan mengecat atap dan mengecat kolong flyover. Begitu susahkah mencari yang waras sekarang? Tangkap Anies," cuitnya dalam akun Twitter @FerdinandHaean3 seperti dilihat di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Sebelumnya, ia juga menyoroti gaya komunikasi Anies yang disebut-sebut unggul ketimbang tokoh-tokoh lain. Karena itu, ia tidak menampik jika narasi dan diksi yang dilontarkan Anies memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan milenial.

*Namun, dia meminta para generasi milenial untuk mewaspadai kemampuan Anies tersebut.*

"Dalam teori komunikasi, narasi dan pilihan diksi yang disampaikan oleh seseorang memang menjadi daya tarik tersendiri terlebih bagi milenial sekarang yang sudah rata-rata fasih dengan bahasa asing," lanjutnya..

"Tapi jangan lupa, pembohong sukses berbohong karena pintar berbicara!" sindirnya.

*Kemudian ia meminta Anies dan para pendukungnya jangan senang dulu. Menurut dia, hasil survei tersebut belum tentu bisa menjadikan Anies sebagai presiden.*

"Memangnya survei Indikator yang menentukan siapa Presiden Indonesia? Hahaha baru di survei begitu saja bangganya sudah setengah mati kaum kadrun," cuit Ferdinand.

Dia menegaskan, Indonesia bukan saja Jakarta. "Woi drun, ini Indonesia bukan Petamburan," cetusnya.

Bukan hanya Ferdinand, politisi-politisi lain juga turut berkomentar dan menanggapi hasil survei tersebut.

*Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menanggapi santai hasil survei tersebut. Apalagi, orang yang belum menentukan pilihannya masih tinggi juga. Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan, mensinyalir pemilih Anies cuma melihat dari panggung depannya saja.*

"Jangan lihat cover-nya. Pilihan mereka masih didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan emosional," terang Pantas.

Jubir PSI, Faldo Maldini meminta pendukung Anies menyudahi kegembiraannya. Karena jawaban dari survei IPI didominasi keraguan ketimbang memilih Anies.

"Kalau dibaca survei itu dengan seksama, pendukung Anies jangan senang dulu. Bukan Anies yang ideal bagi anak muda hari ini," bebernya.

*Sementara para pendukung Anies menyambut baik hasil survei tersebut. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan, survei ini berkah keuletan Anies dalam memimpin DKI.*

"Bravo Mas Anies," tutur Mardani.

Namun, Mardani mewanti-wanti, ketiadaan Pilkada 2022 menjadi tantangan sendiri bagi Anies untuk mempertahankan posisinya, bahkan mengerek elektabilitasnya.

"Mesti terus mampu berkomunikasi gagasan dengan anak muda. 2024 memang eranya anak muda. Semoga menjadi titik balik kemajuan Indonesia," tambah anggota Komisi II DPR itu.

*Loyalis Anies, Geisz Chalifah mengatakan, jauh sebelum survei IPI dilaksanakan, elektabilitas Anies memang sudah tinggi.*

"Elektabilitas Anies akan terus naik karena beberapa program besarnya tuntas, Jakarta Internasional Stadium, revitalisasi Taman Ismail Marzuki, termasuk Monas," kata Geisz.

Dia meminta musuh-musuh Anies anteng-anteng saja. Tidak perlu panik. Karena dia percaya elektabilitas Anies selalu tinggi.

"Buzzer enggak bisa men-donwgrade posisi Anies. Meme cemoohan nggak mempan karena hasil kerja Anies sangat dirasakan," tegas Komisaris Ancol itu.

*Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi yang teratas sebagai calon presiden pilihan anak muda berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Minggu, 21 Maret 2021. Anies Baswedan menduduki peringkat pertama hasil survei Indikator dengan persentase 15,2 persen.*

"Di antara 17 nama yang paling tinggi secara absolut yang tertinggi itu Anies Baswedan," kata Direktur Eksekutif Indikator Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Selanjutnya disusul Ganjar Pranowo sebesar 13,7 persen dan Ridwan Kamil 10,2 persen, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto mendapat suara masing-masing 9,8 persen dan 9,5 persen. Di posisi keenam ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 4,1 persen.

Sisanya, masing-masing nama mendapat pilihan di bawah 2 persen, seperti Tito Karnavian, Puan Maharani, Eric Thohir, Gatot Nurmantyo, dan Khofifah.

*Dari survei ini ditemukan juga data anak muda yang memilih Joko Widodo pilihannya menyebar ke sejumlah nama. Akan tetapi, Anies paling banyak dipilih dari pendukung Prabowo-Sandi.*

"Kalau melihat datanya secara umum, Anies paling banyak mendapat dukungan di antara mereka yang mencoblos Pak Prabowo-Sandi pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019," kata Burhanuddin.

Penulis: Redaksi WE Online Editor: Vicky Fadil

Monday, March 15, 2021

AHOK MEMBUAT PERTAMINA HEMAT 84 TRILIUN

gbr ilustrasi saja
 *AHOK MEMBUAT PERTAMINA* 
*HEMAT 84 TRILIUN*
Dalam sebuah acara di Pesantren Motivasi Indonesia (milik NU), 28 Februari 2021, Ahok bercerita soal pembangunan kilang minyak di Tuban.

Awalnya,
Belanja modal untuk proyek ini mencapai US$ 18 miliar. Dia pun meminta biaya ini dihitung ulang dan diplototi satu per satu. 

Kemudian,
Biayanya menyusut jadi US$ 11 miliar lebih. 

Sehingga, 
Terjadi Penghematan US$ 6 miliar lebih. 

"Ini satu hal yang luar biasa, 
Kita itu bisa, kalau teliti, dipretelin satu-satu," kata Ahok. 

Pasti prosesnya lebih rumit dari yang diceritakan. Ini menyangkut uang besar, dan banyak kepentingan.

Ahok juga memuji Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati karena mau menampung masukan untuk perbaikan yang disampaikan komisaris. 

"Saya beruntung (Dirut) sangat kooperatif," kata Ahok.

Pertamina mengerjakan Proyek kilang Gross Root Refinery (GRR) yang digarap oleh PT Kilang Pertamina Internasional, Subholding Refining dan Petrochemical di bawah Pertamina. 

Gara-gara proyek ini, 
Sejumlah warga desa di sana mendadak jadi Miliarder karena mendapatkan puluhan miliar uang ganti untung dari pembebasan lahan mereka untuk proyek. 
 
Penghematan belanja modal itu,
Setara dengan kurang lebih Rp 84 trilyun...

Ingat ya Rp 84 Trilyun. 

Nilai ini hampir sama dengan anggaran belanja DKI. Juga hampir setara dengan anggaran satu kementerian kemendikbud, lebih Rp 3 trilyunan. 

Ahok bekerja untuk menghemat uang negara dari pemborosan yang tidak perlu. 

Satu orang baik dan berani bisa menyelamatkan uang untuk satu propinsi atau satu kementerian untuk satu tahun.

Bayangkan orang seperti ini,
Jika terus diberi peran untuk ikut mengelola negara, 

Berapa banyak uang bisa dihemat, 
Berapa banyak orang bisa dibantu, 
Berapa sarana bisa dibangun. 

Mari berpikir yang logis-logis saja, 
Yang nyata-nyata saja...
Penulis: Prof Budi Santosa Purwokartiko

[Art 1],KLB DEMOKRAT PETAKA CIKEAS,[Art 2]MEMATAHKAN ARGUMENTASI BAMBANG KUASA HUKUM AHY [Art 3] PERKAWINAN GURITA CIKEAS DGN GURITA CENDANA

[Art 1]
KLB DEMOKRAT PETAKA CIKEAS

THE KILLING FIELDS terhadap rakyat Indonesia selama era SBY sungguh sangat mengerikan dilakukan koruptor dan mafia. Bahkan lebih kejam dari masa ORBA.

Sendi kehidupan berbangsa tersayat sayat. 
Diperparah membiarkan gerombolan mabok agama tumbuh subur.

Mulai dari gelapnya Century 6,7 T, terkuaknya BPJS 20 T, terrampoknya Jiwasraya 13,7T, kongkalikong ASABRI 23,7T, sarang mafia Pelindo 6T, mengisap Bansos 5,9 T, pencurian E KTP 2,3 T, pemerasan Hambalang 3T, penipuan ala PETRAL merupakan sederatan kasus korupsi yg terbongkar di era Jokowi.

Satu per satu kasus ini menyerempet Cikeas yg memang dibutuhkan kekuatan mental yg tangguh utk mengungkapkan. 

Kegelisahan Cikeas mulai tampak ketika AHY melemparkan isu kudeta sementara SBY merasa tak ada keadilan. Gerakan AHY dg Demokratnya ternyata berbalik dimana para pendiri dan pentolan terusik akibat dituduh.

Muncul KLB, AHY panik dg datang ke Kemenkumham. Ternyata dia semakin dalam terpuruk. AHY diduga telah melakukan pemalsuan akta pendirian Partai Demokrat. Kenapa...???

Sewaktu demo UU Omnibus Law Cipta Kerja dgn sombongnya AHY memantau dari ruang komandonya. Ternyata demo tsb sangat mudah dipatahkan karena yg demo adalah masa liar bahkan bandit KAMI terciduk.

Salah satunya adalah Partai Demokrat merupakan tameng yg kuat serta sah secara hukum. Selain tersebar ke seantero dari Aceh hingga Papua juga amat mudah utk dikoordinasikan dan dikonsolidasikan ketika dapat tekan politik dan hukum terkait indikasi korupsi utk melakukan perlawanan pada pemerintah baik terang terangan maupun secara sembunyi. Hal ini sangat logis.

Maka ketika KLB DEMOKRAT di Deli Serdang Sumut menunjuk Moeldoko jadi KETUM Partai Demokrat maka taring dan kuku Cikeas mulai rontok.
KLB DEMOKRAT solusi buka ruang guna mengungkapkan "The Killing Fields" yg dilakukan tokoh koruptor dan mafia selama 10 tahun di era SBY.

#BravoMoeldoko
===================
[Art 2]
MEMATAHKAN ARGUMENTASI BAMBANG KUASA HUKUM AHY

Oleh: Saiful Huda Ems.

Pernyataan Bambang Widjojanto itu ngawur, sembarangan ! Tak ada brutalisme demokrasi itu Mbang, selain yang dilakukan oleh SBY sendiri. Jika anda mau mengelak, ini saya bacakan AD/ART Partai Demokrat AHY Tahun 2020, dan pikirkan bagaimana SBY memantapkan dirinya sebagai diktator yang tak terbantahkan !

Dalam Bab II Struktur Organisasi Tingkat Pusat, Pasal 9 Kewenangan dan Kewajiban Majelis Tinggi Partai: (1) Kewenangan Majelis Tinggi Partai: a. Memimilih, menetapkan dan memberhentikan Ketua Dewan Pertimbangan Partai dan Ketua Dewan Kehormatan Partai. b. Memilih, menetapkan dan memberhentikan Ketua, Wakil Ketua dan Hakim-hakim Mahkamah Partai. Dst. (2). b. Menyusun rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai yang akan diajukan dan ditetapkan dalam Kongres atau Kongres Luar Biasa.

Jadi jelas semuanya, pernyataan Kuasa Hukum Partai Demokrat versi AHY dan SBY sebagaimana yang disampaikan oleh Bambang Widjojanto itu sangatlah mengada-ada, dia sepertinya mau menyerang istana, namun ternyata tanpa ia sadari malah menyerang SBY dan AHY. Dan jelas pula, seperti yang saya katakan sebelum adanya KLB di Deli Serdang itu, Bambang tak lain hanyalah mantan kaki tangan SBY yang ditugaskan di KPK di masa SBY menjadi Presiden, dan diperuntukkan untuk "menghabisi" lawan-lawan politik SBY ! Jika dahulu Rezim Soeharto melabeli musuh-musuh politiknya dengan sebutan PKI, maka SBY menghabisi lawan-lawan politiknya dengan sebutan koruptor. Namun celakanya mereka yang dikoruptorkan itu banyak yang memberi kesaksian di pengadilan bahwa Cikeas telah terlibat ! Nah...(SHE).

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan politisi.
==================
[Art 3]
*PERKAWINAN GURITA CIKEAS* 
*DGN GURITA CENDANA:*
1. Tepat pada hari HAM, 10 Des, George Aditjondro, Tokoh Reformasi, Sosiolog dan Mentor Politik telah meninggal Dunia di Palu Sulteng.

2. Meninggalnya George Junus Aditjondro ini Sontak memantik kembali ingatan Publik akan buku Fenomenal beliau.

3.  Buku berjudul “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Kasus Bank Century" yang lahir dari Investigasi mendalam dan mencengangkan pembacanya.

4. Buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Kasus Bank Century” tahun 2009 ini secara Gamblang membahas 4 Yayasan yang didirikan oleh Cikeas.

5. (a) Yayasan Puri Cikeas (b) Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan (c) Majelis Dzikir SBY Nurussalam (d) Yayasan Mutumanikan Nusantara.

6. Menurut data yang ditemukan George Aditjondro,  keempat Yayasan itu dijadikan sebagai tempat Pengumpulan Dana Rente .

7. Pengumpulan Dana-dana Rente untuk kepentingan Politik Cikeas yg dihimpun dari Pengusaha Hitam.

8. George Aditjondro tunjukkan melalui pengaturan Yayasan yang seolah-olah Nirlaba,  dana yang dikumpul melalui Rente Sektor Migas.

9.  Dana yang dikumpulkan dari Tambang,  sampai dengan Dana Talangan Century dikumpulkan dalam Yayasan ini.

10. Sosok Penting yg bertugas mengumpulkan Dana ini adalah Mohammad Riza Chalid, Toni Romdoni.

11. MRC yang kemudian menyalurkannya pada orang dekat SBY seperti Purnomo Yusgiantoro, Hatta Rajasa dan Sudi Silalahi.

12. Sosok Penting Cikeas ini,  MRC ternyata juga sosok penting bagi Jaringan Cendana ketika Orde Baru masih Berkuasa.

13. Pada masa Orde Baru, Riza Chalid dikenal Dekat dengan Bambang Trihatmodjo putra Soeharto.

14. Selama bertahun-tahun MRC mengendalikan PETRAL, anak usaha PT Pertamina.

15.  Setelah Cendana berakhir, dengan Cerdik Riza Chalid beralih ke Cikeas dan Bangun Kemitraan dengan Hatta Rajasa.

16.  George Aditjondro menyebutkan Riza Chalid membayar Premi kepada Keluarga Cikeas Sebesar 50 sen dollar per Barrel Minyak.

17. Hal yang membuat Direktur Pertamina saat itu,  Karen Agustiawan Gerah dan akhirnya Mundur dari Jabatannya.

18. Pada masa Cikeas ini, nama Riza Chalid bahkan Tidak berani disebut Secara Terbuka.

19. Banyak Orang yg hanya menyebutnya Tuan " R ".

20. Setelah SBY selesai menjalani masa Presiden kedua pada tahun 2014, Riza Chalid Berafiliasi mendukung Prabowo - Hatta Radjasa.

21. Pada saat Pemilu Presiden, Riza Chalid ikut mendanai Obor Rakyat yg menjadi Corong untuk menyerang Jokowi dengan Isu SARA.

23.  Namun Alam berkehendak lain, pasangan Prabowo - Hatta Radjasa kalah dari pasangan Jokowi - Jusuf Kalla.

24.  Naiknya Jokowi Timbulkan masalah bagi Riza Chalid dan Gurita Cikeas,  banyak kebijakan yang dibuat Jokowi buat Gurita Cikeas terpotong.

25. Salah satunya bubarkan Petral yang disinyalir jadi Tempat Sarang Mafia Migas yang dikomandoi MRC yang juga Anak emas SBY.

26. Sebuah kebijakan yang sontak membuat SBY Kebakaran Jenggot dan marah-marah Nggak Jelas.

27. Sadar bahwa Jokowi Tidak bisa dilawan,  Riza Chalid berusaha merapat kepada Jokowi melalui Setya Novanto.

28. Namun Gerak-geriknya sudah tercium oleh Jokowi,  sehingga dengan segera dipotong dan Gagal merapat pada Kekuasaan.

29. Marah akan situasi yang tidak menguntungkan,  MRC Kabur meninggalkan Tanah air dan bersama Jaringan Cikeas ambil Kesimpulan Jokowi harus di Singkirkan.

30. Riza Chalid dan Gurita Cikeas dengan sabar memantau perkembangan Politik di Tanah air menunggu momen yang Tepat.

31. Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tersedia ketika perhelatan Pilkada DKI dimulai.

32.  MRC lihat ada Peluang Cendana dan Cikeas disatukan dengan manfaatkan Sentimen Anti Ahok untuk Jatuhkan Jokowi.

33. Peluang ini semakin besar, karena Cikeas semakin tersudutkan karena jejak masa lalu mulai dari Hambalang sampai Century mulai Terkuak.

34. KPK sudah mulai panggil Ibas,  si Putra Mahkota nomer dua dan ini bisa melahirkan Malapetaka bagi Cikeas.

35.  Satu-satunya jalan adalah mengamankan Politik. Inilah sebabnya Agus harus Menang.

36. Karena kemenangan itu adalah cara mengamankan Jejak Masa Lalu.

37. Riza Chalid dan Tommy Soeharto kemudian meyusun Rencana untuk menjalankan aksi mereka dengan menggunakan Firza Husein.

38. Firza Husein Ketua Yayasan Solidaritas Cendana, yang merupakan bagian dari Gurita Cikeas.

39. Firza Husein Bertugas garap/ memanfaatkan Habib Rizieq dengan Perintah kuasai DPR dan MPR dan Jatuhkan Jokowi.

40. Menyadari Gerakan seperti ini membutuhkan Dana,  maka Gurita Cendana dan Gurita Cikeas mulai kumpulkan Dana disalurkan ke Firza Husein.

41. Sebuah hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh Riza Chalid,  Cendana maupun Cikeas mengingat Kekayaan mereka Jelas Tidak Terbatas.

42. Karena dulu dalam kurun waktu 2 (dua) tahun saja berhasil mengumpulkan 250 Triliun.

43. Jumlah yang sangat Fantastis,  yang banyak mengalir kemana mana. Lihat saja Kekayaan Agus Yudhoyono.

44. Baru pangkat  Mayor, Agus Yudhoyono Tercatat Memiliki Kekayaan 15, 2 Milyar dan 511.332 dollar AS.

45. Riza Chalid melalui Firza Husein yang kemudian memanfaatkan Habib Rizieq lalu melakukan Serangan Terencana.

46. Dengan hanya satu tujuan yakni Ahok harus Tumbang dan sasaran utamanya Presien Jokowi di Lengserkan.

47. Kita bisa liat, kekuatan Cendana mengalirkan dana ke Firza Husein, sementara Cikeas mengalirkan dana melalui banyak pihak.

48. Mulai dari Majelis Dzikir,  tim Bentukan Andi Arief,  jaringan Cikeas yang masih terdapat di Birokrasi Pemerintahan dan TNI.

49. Bahkan Dana juga mengalir melalui H. Gde Sardjana suami Sylviana Murni  ( Cawagub Agus ) yang membiayai Rizal Kobar.

50.  Rizal Kobar dan adiknya akhirnya dipanggil Polisi atas dugaan Permufakatan jahat untuk Makar bersama Sri Bintang, dkk.

51. Siapa yang siap mendanai Cikeas dan Cendana ?  Siapa lagi kalau bukan Riza Chalid.

52. Tangannya sudah Terlanjur berminyak untuk Jatuhkan Jokowi. Uang sudah Tersedia tinggal digunakan siapapun yang ingin Jatuhkan Jokowi.

53. Mafia minyak, Gurita Cikeas, Cendana dan Habib Rizieq sungguh perpaduan yang menarik.

54. Sayang,  George Junus Aditjondro sudah meninggalkan kita. Kalau tidak dia Pasti menulis kisah yg lebih Dahsyat. Selamat Jalan Pak George.

Julianti Hilman: Sekilas ulasan di atas

Tentang Colaburasi Gurita Cendana dengan Gurita Cikeas beritanya sudah kemana-mana dan Ulasan detailnya baru pagi ini yang kami terima lebih runtut. Termasuk keterlibatan Hatta Rajasa, bukti kuat begitu Pilpress kalah dia langsung menghilang dari Percaturan Politik di tanah Air ( ada apa ? )
Gurita Cikeas juga menghimpun dana dari Pabrik Baja Terbesar kita yi PT Krakatau Stell,  di mana sahamnya di Monopoli Cikeas dengan Harga sangat murah ...

Cikeas tak lebih baik dari Cendana,  mereka semua seperti Vampir yang menghisap darah dan persendian Ekonomi Indonesia,  bahkan mengontrol Perekonomian Bangsa Indonesia,  mereka benar-benar Tidak Suka Pemerintahan yang Syah saat ini semakin kuat, mereka menginginkan Negeri ini tidak stabil agar dengan kekayaan mereka bisa menancapkan Dinasti mereka jilid dua.

Ini yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat / Rakyat Indonesia, Pemerintahan yang syah Joko Widodo harus kuat, masyarakat / rakyat harus solid,  jangan mau dipecah belah dengan Issue Sara. Radikalisme harus disingkirkan dari Bumi Indonesia,  sehingga Pemerintahan ini bisa Concent mengejar ketertinggalan, memperbaiki Infra Strukur yang ada dari Sabang-Merauke, memperbaiki Ahlak,  Moralitas Bangsa agar menjadi Bangsa yang berbudi pekerti luhur dengan Bangsa yang siap bercatur di percaturan Dunia di segala bidang Technologi,  Ekonomi, Politik dan Budaya yang sejajar dengan Negara maju manapun di Dunia.

Dengan pemahaman, pendewasaan Politik, masyarakat yang semakin dewasa dan matang tidak bisa diadu domba dan dijadikan Kambing Congek kekuatan Gurita Cikeas diatas,  bahkan dengan Pemerintahan yang kuat atas dukungan Seluruh Rakyat,  NEGARA berhak untuk melakukan TINDAKAN HUKUM untuk menyita aset-aset mereka untuk Negara untuk mensejahterakan Seluruh Rakyat Indonesia dengan melakukan Pembuktian Terbalik.

 Semoga hal di atas bisa terwujut seperti yang tertera dalam Ramalan Jayabaya.  Saatnya Rakyat Bangkit dari tidur panjang dari Rasa Takut dan Berani untuk bersuara lantang bersatu padu untuk tegaknya Pemerintahan yang Solid,  Berwibawa, Bersih dari korupsi dan Concent untuk Pembangunan Negeri Tercinta ini untuk Indonesia Jaya.

*AYOO KITA BERSATU PADU & KITA WUJUDKAN INDONESIA JAYA..✊✊ 
SALAM DAMAI NKRI KU.🙏💖🇮🇩🇮🇩
Indonesia Maju.

=====================================
Art 4
*POLITICAL BRIEF* (15032021)

*1. Kekuatan realpolitiek oposisi melemah karena eksponen HTI/FPI tidak bisa membangun organisasi alternatif yang cukup solid dan komitmen pendanaan rutin yang semakin sulit didapat.*

*2. Upaya oposisi melakukan perlawanan dilakukan dengan:*
a) ketidakpatuhan sipil terorganisir (organized civil disobedience) terutama pada daerah dengan Pemda yang dikuasai jejaring oposisi, 
b) framing isu untuk diskreditkan pemerintah, secara khusus presiden Jkw, 
c) ciptakan figur2 publik alternatif.

3. Ketidakpatuhan sipil diorganisir pada isu: SKB 3 Mentri tentang seragam, penolakan program pemerintah pusat seperti vaksin. Ketidakpatuhan dirayakan sebagai kemenangan kecil, namun dukungan publik yang meluas pada kebijakan dan program pemerintah membuat kampanye ketidakpatuhan gagal membesar.

4. Cyber army jejaring HTI/FPI bekerja sama dengan beberapa figur dan organisasi aktif melakukan manajemen isu dengan mengangkat dan framing isu: perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, dikeluarkannya limbah batu bara dan kelapa sawit dari daftar B3, intervensi PD.

5. Jejaring akar rumput sedang diangkat figur2 baru untuk mengganti mereka yang teridentifikasi sebagai pendukung/simpatisan HTI/FPI. Figur2 ini diskenariokan untuk muncul di 2023 sebagai alternatif yang baru dan bersih.

*6. Timses AB telah menyusun ulang strategi untuk jaga peluang di 2024*. 
Strategi yang disusun terdiri dari: 
a) counter persepsi hanya pintar berkata tapi tidak bisa kerja, 
b) tingkatkan elektabilitas, 
c) bangun komunikasi politik dengan berbagai partai. 

Target Pemda segera direvisi menjadi rendah agar mudah dicapai dan diframing sebagai kinerja AB.

Sunday, March 14, 2021

Rebut Kasus yang Sedang Diusut Bareskrim, KPK Diduga Selamatkan Anies.

*Rebut Kasus yang Sedang Diusut Bareskrim, KPK* *Diduga Selamatkan Anies.*
Bulan Maret 2020, Bareskrim sudah memeriksa Direktur Sarana Jaya soal dugaan korupsi pembelian tanah untuk Rumah DP Rp.0 yang diwacanakan dan dibacotkan Anies ini, diperiksa oleh kepolisian.

Tapi mendadak di bulan Maret 2021, kasus korupsi pembelian lahan untuk program Rumah DP Rp.0 langsung disamber KPK, ga ada sebab, tiba2 KPK menetapkan Dirut BUMD Sarana Jaya sebagai tersangka.

*Apakah ini upaya KPK selamatkan Anies?*

Apakah KPK sengaja merebut kasus ini karena KPK tahu pihak Kepolisian sudah memiliki bukti kuat untuk menjerat Anies di dalam kasus ini sehingga KPK bisa membuat Dirut BUMD Sarana Jaya menjadi AKHIR dari penetapan tersangka, sehingga Anies bebas?

 Sudah waktunya rakyat ini cerdas. Jangan mau puas dengan penetapan tersangka Direktur BUMD DKI Jakarta. Yang jadi pemimpin tertinggi dari proyek ini adalah Anies.
 Source : https://seword.com/politik/rebut-kasus-yang-sedang-diusut-bareskrim-kpk-8SMylDMYt9

Saturday, March 13, 2021

Berita Terbaru Hari Ini, Mampus Gugatan 56 M ,Tommy Soharto Rupanya Senjata Makan Tuan


*Berita Terbaru Hari Ini, Mampus Gugatan 56 M ,* 
*Tommy Soharto Rupanya Senjata Makan Tuan*

Wednesday, March 10, 2021

PERKAWINAN GURITA CIKEAS DENGAN GURITA CENDANA

PERKAWINAN GURITA CIKEAS DENGAN GURITA CENDANA
1.
Tepat pada hari HAM, 10 Des, George Aditjondro, Tokoh Reformasi, Sosiolog dan Mentor Politik telah meninggal Dunia di Palu Sulteng.
2.
Meninggalnya George Junus Aditjondro ini Sontak memantik kembali ingatan Publik akan buku Fenomenal beliau.
3.
Buku berjudul "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Kasus Bank Century" yang lahir dari Investigasi mendalam dan mencengangkan pembacanya.
4.
Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Kasus Bank Century" tahun 2009 ini secara Gamblang membahas 4 Yayasan yang didirikan oleh Cikeas.
5.
(a) Yayasan Puri Cikeas
(b) Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan
(c) Majelis Dzikir SBY Nurussalam
(d) Yayasan Mutumanikan Nusantara.
6.
Menurut data yang ditemukan George Aditjondro, keempat Yayasan itu dijadikan sebagai tempat Pengumpulan Dana Rente .
7.
Pengumpulan Dana-dana Rente untuk kepentingan Politik Cikeas yg dihimpun dari Pengusaha Hitam.
8.
George Aditjondro tunjukkan melalui pengaturan Yayasan yang seolah-olah Nirlaba, dana yang dikumpul melalui Rente Sektor Migas.
9.
Dana yang dikumpulkan dari Tambang, sampai dengan Dana Talangan Century dikumpulkan dalam Yayasan ini.
10.
Sosok Penting yg bertugas mengumpulkan Dana ini adalah Mohammad Riza Chalid, Toni Romdoni.
11.
MRC yang kemudian menyalurkannya pada orang dekat SBY seperti Purnomo Yusgiantoro, Hatta Rajasa dan Sudi Silalahi.
12.
Sosok Penting Cikeas ini, MRC ternyata juga sosok penting bagi Jaringan Cendana ketika Orde Baru masih Berkuasa.
13.
Pada masa Orde Baru, Riza Chalid dikenal Dekat dengan Bambang Trihatmodjo putra Soeharto.
14.
Selama bertahun-tahun MRC mengendalikan PETRAL, anak usaha PT Pertamina.
15.
Setelah Cendana berakhir, dengan Cerdik Riza Chalid beralih ke Cikeas dan Bangun Kemitraan dengan Hatta Rajasa.
16.
George Aditjondro menyebutkan Riza Chalid membayar Premi kepada Keluarga Cikeas Sebesar 50 sen dollar per Barrel Minyak.
17.
Hal yang membuat Direktur Pertamina saat itu, Karen Agustiawan Gerah dan akhirnya Mundur dari Jabatannya.
18.
Pada masa Cikeas ini, nama Riza Chalid bahkan Tidak berani disebut Secara Terbuka.
19.
Banyak Orang yg hanya menyebutnya Tuan "R".
20.
Setelah SBY selesai menjalani masa Presiden kedua pada tahun 2014, Riza Chalid Berafiliasi mendukung Prabowo - Hatta Radjasa.
21.
Pada saat Pemilu Presiden, Riza Chalid ikut mendanai Obor Rakyat yg menjadi Corong untuk menyerang Jokowi dengan Isu SARA.
23.
Namun Alam berkehendak lain, pasangan Prabowo - Hatta Radjasa kalah dari pasangan Jokowi - Jusuf Kalla.
24.
Naiknya Jokowi Timbulkan masalah bagi Riza Chalid dan Gurita Cikeas, banyak kebijakan yang dibuat Jokowi buat Gurita Cikeas terpotong.
25.
Salah satunya bubarkan Petral yang disinyalir jadi Tempat Sarang Mafia Migas yang dikomandoi MRC yang juga Anak emas SBY.
26.
Sebuah kebijakan yang sontak membuat SBY Kebakaran Jenggot dan marah-marah Nggak Jelas.
27.
Sadar bahwa Jokowi Tidak bisa dilawan, Riza Chalid berusaha merapat kepada Jokowi melalui Setya Novanto.
28.
Namun Gerak-geriknya sudah tercium oleh Jokowi, sehingga dengan segera dipotong dan Gagal merapat pada Kekuasaan.
29.
Marah akan situasi yang tidak menguntungkan, MRC Kabur meninggalkan Tanah air dan bersama Jaringan Cikeas ambil Kesimpulan Jokowi harus di Singkirkan.
30.
Riza Chalid dan Gurita Cikeas dengan sabar memantau perkembangan Politik di Tanah air menunggu momen yang Tepat.
31.
Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tersedia ketika perhelatan Pilkada DKI dimulai.
32.
MRC lihat ada Peluang Cendana dan Cikeas disatukan dengan manfaatkan Sentimen Anti Ahok untuk Jatuhkan Jokowi.
33.
Peluang ini semakin besar, karena Cikeas semakin tersudutkan karena jejak masa lalu mulai dari Hambalang sampai Century mulai Terkuak.
34.
KPK sudah mulai panggil Ibas, si Putra Mahkota nomer dua dan ini bisa melahirkan Malapetaka bagi Cikeas.
35.
Satu-satunya jalan adalah mengamankan Politik. Inilah sebabnya Agus harus Menang.
36.
Karena kemenangan itu adalah cara mengamankan Jejak Masa Lalu.
37.
Riza Chalid dan Tommy Soeharto kemudian meyusun Rencana untuk menjalankan aksi mereka dengan menggunakan Firza Husein.
38.
Firza Husein Ketua Yayasan Solidaritas Cendana, yang merupakan bagian dari Gurita Cikeas.
39.
Firza Husein Bertugas garap/ memanfaatkan Habib Rizieq dengan Perintah kuasai DPR dan MPR dan Jatuhkan Jokowi.
40.
Menyadari Gerakan seperti ini membutuhkan Dana, maka Gurita Cendana dan Gurita Cikeas mulai kumpulkan Dana disalurkan ke Firza Husein.
41.
Sebuah hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh Riza Chalid, Cendana maupun Cikeas mengingat Kekayaan mereka Jelas Tidak Terbatas.
42.
Karena dulu dalam kurun waktu 2 (dua) tahun saja berhasil mengumpulkan 250 Triliun.
43.
Jumlah yang sangat Fantastis, yang banyak mengalir kemana mana. Lihat saja Kekayaan Agus Yudhoyono.
44.
Baru pangkat Mayor, Agus Yudhoyono Tercatat Memiliki Kekayaan 15, 2 Milyar dan 511.332 dollar AS.
45.
Riza Chalid melalui Firza Husein yang kemudian memanfaatkan Habib Rizieq lalu melakukan Serangan Terencana.
46.
Lengserkan
Dengan hanya satu tujuan yakni Ahok harus Tumbang dan sasaran utamanya Presien Jokowi di Lengserkan.
47.
Kita bisa liat, kekuatan Cendana mengalirkan dana ke Firza Husein, sementara Cikeas mengalirkan dana melalui banyak pihak.
48.
Mulai dari Majelis Dzikir, tim Bentukan Andi Arief, jaringan Cikeas yang masih terdapat di Birokrasi Pemerintahan dan TNI.
49.
Bahkan Dana juga mengalir melalui H. Gde Sardjana suami Sylviana Murni ( Cawagub Agus ) yang membiayai Rizal Kobar..
50.
Rizal Kobar dan adiknya akhirnya dipanggil Polisi atas dugaan Permufakatan jahat untuk Makar bersama Sri Bintang, dkk.
51.
Siapa yang siap mendanai Cikeas dan Cendana ?
Siapa lagi kalau bukan Riza Chalid.
52.
Tangannya sudah Terlanjur berminyak untuk Jatuhkan Jokowi.
Uang sudah Tersedia tinggal digunakan siapapun yang ingin Jatuhkan Jokowi.
53.
Mafia minyak, Gurita Cikeas, Cendana dan Habib Rizieq sungguh perpaduan yang menarik.
54.
Sayang, George Junus Aditjondro sudah meninggalkan kita. Kalau tidak dia Pasti menulis kisah yg lebih Dahsyat.
Selamat Jalan Pak George.
Julianti Hilman:
*Sekilas ulasan di atas*
Tentang Colaburasi Gurita Cendana dengan Gurita Cikeas beritanya sudah kemana-mana dan Ulasan detailnya baru pagi ini yang kami terima lebih runtut.
Termasuk keterlibatan Hatta Rajasa, bukti kuat begitu Pilpress kalah dia langsung menghilang dari Percaturan Politik di tanah Air ( ada apa ? )
Gurita Cikeas juga menghimpun dana dari Pabrik Baja Terbesar kita yi PT Krakatau Stell, di mana sahamnya di Monopoli Cikeas dengan Harga sangat murah ...
Cikeas tak lebih baik dari Cendana, mereka semua seperti Vampir yang menghisap darah dan persendian Ekonomi Indonesia, bahkan mengontrol Perekonomian Bangsa Indonesia, mereka benar-benar Tidak Suka Pemerintahan yang Syah saat ini semakin kuat, mereka menginginkan Negeri ini tidak stabil agar dengan kekayaan mereka bisa menancapkan Dinasti mereka jilid dua.
Ini yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat / Rakyat Indonesia, Pemerintahan yang syah Joko Widodo harus kuat, masyarakat / rakyat harus solid, jangan mau dipecah belah dengan Issue Sara. Radikalisme harus disingkirkan dari Bumi Indonesia, sehingga Pemerintahan ini bisa Concent mengejar ketertinggalan, memperbaiki Infra Strukur yang ada dari Sabang-Merauke, memperbaiki Ahlak,
Moralitas Bangsa agar menjadi Bangsa yang berbudi pekerti luhur dengan Bangsa yang siap bercatur di percaturan Dunia di segala bidang Technologi, Ekonomi, Politik dan Budaya yang sejajar dengan Negara maju manapun di Dunia.
Dengan pemahaman, pendewasaan Politik, masyarakat yang semakin dewasa dan matang tidak bisa diadu domba dan dijadikan Kambing Congek kekuatan Gurita Cikeas diatas, bahkan dengan Pemerintahan yang kuat atas dukungan Seluruh Rakyat, NEGARA berhak untuk melakukan TINDAKAN HUKUM untuk menyita aset-aset mereka untuk Negara untuk mensejahterakan Seluruh Rakyat Indonesia dengan melakukan Pembuktian Terbalik.
Semoga hal di atas bisa terwujut seperti yang tertera dalam Ramalan Jayabaya.
Saatnya Rakyat Bangkit dari tidur panjang dari Rasa Takut dan Berani untuk bersuara lantang bersatu padu untuk tegaknya Pemerintahan yang Solid,
Berwibawa, Bersih dari korupsi dan Concent untuk Pembangunan Negeri Tercinta ini untuk Indonesia Jaya.
AYO KITA BERSATU PADU DAN KITA WUJUDKAN INDONESIA JAYA
https://t.co/ipcSDeisKM
Perkawinan Gurita Cikeas dengan Gurita Cendana
https://t.co/IWqlajcSRV
Dwi Basuki

NEWS.IniOK.com

https://news.iniok.com/2021/03/perkawinan-gurita-cikeas-dengan-gurita.html

HEBOH...ANONYMOUS MEMBUKA DAFTAR KORUPSI DAN KEKAYAAN SBY

1) Kasus Century, kerugian negara:Rp.7,4T! Diduga kuat sebagian untuk membiayai Kampanye SBY. 

2) Kasus BLBI (hitungan kerugian belum final)

3) 95 Proyek Mangkrak (termasuk PLN) senilai total 143T, termasuk proyek monorel mangkrak, dari PLN sendiri kerugian negara ditaksir 3,8T. 

4) Proyek gagal HAMBALANG: kerugian negara: Rp.706M 

5) Reklamasi Tanjung Benoa: Indikasi penerimaan SUAP dari sdr. TW, nilai proyek sekitar Rp.30T. Bagi hasil ke SBY: entah brp %.

6) KKN proyek Baju Militer dengan SRITEX. Monopoli produksi baju TNI diberikan oleh SBY ke SRITEX, Tbk. Nilai KKN: lebih dari Rp. 1T. 

7) Pencaplokan Lahan2 Pantai sekitar Pacitan berhektar2 (atas nama ibas), bbrp lahan di"hibah"kan secara cuma2 oleh negara (dalam hal ini pemda setempat), bbrp lahan yg lain dibeli dgn harga yang murah dari penduduk setempat. 

8) Pembiaran Kebakaran Hutan Sumatra 2004-2014. Lagi2 system auto-pilot yang dipakai: biarlah hujan yang meredakan kebakaran. Sementara perusahaan2 pembakar dibiarkan beroperasi (indikasi suap skala besar) 

9) Mengumbar remisi 3x dan pada akhirnya membebaskan besan dari tahanan KPK setelah terpilih menjadi presiden kedua kalinya, tepatnya pada tgl 18 Agustus 2010. Aulia Pohan divonis 4 tahun 6 bulan penjara, menerima remisi total 6,5 bulan, bebas bersyarat hanya dalam waktu 1 tahun 7 bulan! 

10) Kriminalisasi Antasari (masih berkaitan dgn urusan besan, si Pohan) --> Ini ada potensi terbesar celah membuka kebusukan SBY, karena dalam kasus ini ada pidana pembunuhan: Nasruddin! Mastermind dari kasus ini sudah bisa diperkirakan dari CIKE. Seperti Tommy Suharto yang tidak pernah dipidana karena KKN, tapi dipenjara karena kasus pembunuhan jaksa. Demikian nasib SBY dan kroninya kelak.

11) Lamban dalam penanganan bencana Tsunami Aceh 2004. Selanjutnya dengan gaya auto-pilot membiarkan bantuan masuk tanpa koordinasi, hingga akhirnya bantuan dikorup sana sini. Estimasi kebocoran: Rp.880 Milyar 

12) Memanfaatkan jabatan Presiden sebesar2nya untuk memperoleh (memalak) gelar Doctor H.C. dari universitas2 di dalam maupun luar negeri. Ini salah satu bentuk GRATIFIKASI

13) Ikut menikmati hasil PETRAL. Perusahaan abal2 benalu parasit Pertamina, dengan omzet belasan T tiap tahun. 

14) SBY tidak pernah terbuka berapa pajak yang dia bayar, berapa penambahan kekayaan dari 2004-2014. Diperkirakan, kekayaan SBY saat ini 8 T, dari sekitar belasan M di tahun 2004.

15) Mark up dalam pembelian Pesawat Kepresidenan, pembelian di tahun 2010. Harga wajar 70 juta USD, harga beli pemerintah saat itu 85,4 juta USD. (Indikasi mark up 200M) 

16) Mark up dana studi kelayakan pembangunan jembatan selat sunda sebesar: 2 T. (150jt USD) --> ini hanya untuk studi kelayakan! Untunglah proyek yang disetujui SBY di penghujung masa jabatannya ini dibatalkan oleh presiden Jokowi, karena total biaya yang dianggarkan: Rp. 225 Trilyun! untuk jembatan Selat Sunda sepanjang 31km. Bandingkan dengan jembatan serupa di Shanghai Hangzhou, 35km, hanya menghabiskan dana 25T. MAU KORUPSI 200T...?

17) Yang sulit terdeteksi, tapi bau bangkainya tercium jelas: GRATIFIKASI dari Cukong2 BFFnya SBY: Aburizal Bakrie, Hartati Murdaya Poo, Artalyta Suryani, Tommy Winata dan keluarga Lukminto. 

18) Korupsi proyek percetakan uang negara dengan RBA Securency dan Note Printing Australia. (kerugian negara: puluhan Milyar rupiah) 

19) Terima "setoran" dari hasil korupsi transjakarta era gubernur FOKE. 

20) KORUPSI SKK MIGAS dgn PT. TPPI, kerugian negara sekitar 40 Trilyun! 

21) KORUPSI E-KTP. Masih menyisakan tagihan ke vendor belum dibayar: 90 Juta USD. Nilai kontrak yang dikorupsi: diperkirakan tidak kurang dari 2T.

22) Dan yang paling baru: entah namanya apa: KKN atau Penyelewengan wewenang: MENGHADIAHI DIRI SENDIRI dengan rumah senilai 300M dari kas negara. 

23) Dan ada satu lagi yang nilainya mungkin "tidak seberapa" tapi sungguh menyebalkan: PEMBELIAN WAJIB terhadap buku karangan SBY (SELALU ADA PILIHAN) oleh instansi2 pemerintah saat itu. Program peluncuran Buku menggunakan kas negara (di JCC Januari 2014), keuntungan buku masuk rekening pribadi. Belum lagi WAKTU KERJA PRESIDEN yang seharusnya digunakan untuk urusan negara habis utk menulis buku, mengarang lagu dan berpuisi!

24) KOLUSI biaya hidup dan kuliah AGUS HARIMURTI di US Army Command and General Staff College (CGSC), yang dibiayai oleh negara. Nilai Kerugian negara: belasan Milyar rupiah.

25) Mengurus negara dgn system Auto-Pilot. Pembiaran di berbagai sektor pedagangan, di antaranya yang paling mencolok: Skandal Import Sapi. Dalam hal ini SBY secara langsung maupun tidak langsung merugikan negara dalam pembiaran hingga terjadinya korupsi oleh antek2nya dari PKS. 

26) SBY (melalui fraksi Demokrat) hampir saja menghapus hak memilih langsung dalam pilkada, tidak lain supaya kepala daerah dipilih oleh DPRD seperti pilkada tidak langsung jaman Orba. (September 2014). 

27) Paling baru: MENGHILANGKAN BERKAS ASLI TPF MUNIR!! Ceroboh atau sengaja?
Tunggu perkembangan terbaru dari anonymous.

Sumber : https://m.youtube.com/watch?v=SrGLfnSIzfQ

#Salamwaras
#CAKBOChel




Sunday, January 17, 2021

SEPERTINYA AKAN ADA YANG STROKE,ULAH AHOK BONGKAR KONTRAK JANGGAL "LNG".

gambar ilustrasi saja
*SEPERTINYA AKAN ADA YANG STROKE,ULAH AHOK BONGKAR *
*KONTRAK JANGGAL "LNG".*
*Serangan para kadal gurun ini mungkin settingan atau pesanan.*
Para pendukung MRS teriak "tangkap Ahok  dan tempat kan satu kamar pernjara dengan MRS.

Seperti nya ada Bohir yang mulai mengincar Ahok, karena ada alasan soal penemuan tentang kejanggalan di Pertamina " KONTRAK JANGGAL" yang diteken oleh perusahaan tersebut.

*Soal LNG asal Mozambique pada tahun 2019..!!*

Ketahuan kan disini ...
*Pasti tentang DUIT pula ...*
Kayak nya ....ada yang akan kena stroke dan kumis rontok dech.

Kontrak tersebut adalah, KONTRAK LNG  asal dari Mozambique yang ditandatangani pada tahun 2019 lalu, dan membuat Ahok merasa ada yang tidak wajar yang tertuang didalam KONTRAK tersebut.

Tapi *sampai detik ini Ahok belum memberikan penjelasan yang lebih rinci soal KONTRAK* tersebut, Ahok hanya bicara ini KONTRAK ada ketidakwajaran sehinga harus diaudit.

*Ahok bilang ada yg ketidakwajaran dalam pembelian kontrak jangka panjang* "LIQUID NATURAL GAS alias LNG, sehingga butuh di tinjau ulang soal kontrak yang usia nya sangat panjang tersebut, yakni 20 tahun Gyuuss kontrak nya ...busyyett.

*Ini pasti ada bohir yang sebelum lepas dari jabatan*, mau menyerap uang selama 20 tahun kedepan....
Ini benar - benar mau mendirikan dua generasi di bawahnya itu.

Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina dan Senior Vice President Komunikasi Pertamina Agus Suprijanto pun masih bungkam belum memberikan tanggapan setelah Ahok mengatakan hal penemuan ketidakwajaran tersebut.

*Shok bener- bener ini menemukan FAKTA*, bahwa pada tahun 2019 tepatnya di bulan Februari, Pertamina meneken perjanjian jual beli.

*Sales And Purchase Agreement itu dilakukan dengan Perusahaan AMERIKA SERIKAT*, ANADARKO PETROLEUM CORPORATION, terkait penjualan LIQUID NATURAL GAS dari Mozambique LNG1 Company Pte LTD, Mozambique LNG1 sendiri adalah penjual GAS produksi dari anak usaha Anadarko.

*Rencana nya LNG yang akan dibeli dari sana sebanyak 1 Juta ton gyuuss....*.per tahun ( Milion Ton Per Namun)  dan itu akan berlangsung selama 20 tahun gyuuusss...Gilaaaaa, untung ada AHOK di Pertamina.
Ingat yang namanya kontrak, itu pasti lintas Politik dan lintas kekuasaan gila 20 tahun itu dua periode gyuuss maksimal 4  Presiden bila masing -masing hanya satu periode...gilaaaa.

*Kita ribut yuk ....*

Pada saat itu Direktur Pemasaran Pertamina di jabat oleh @basukitrikoraputra, mengatakan bahwa impor LNG dari Mozambique itu sangat mantap karena harganya paling bersaing.
Wakil Presiden Eksekutif Anadarko yakni Mitch Ingram mengatakan bahwa Indonesia akan jadi pasar *GAS ALAM dengan pertumbuhan tercepat se Asia*,ya penjual pasti akan mempromosikan sebesar-besarnya biar pembeli bisa dalam partai besar lah ...itu sudah pasti.

*DISINI POIN NYA APA YANG MENJADI KECURIGAAN AHOK ..?*

Ini baru di babak awal tapi seru harus dikawal....
Pertama cadangan GAS bumi INDONESIA ini ada sekitar 100 Triliun Standar Cubic Feet alias Triliun Cubic Feet ( TCF), dari sini kita sudah mulai mengerti yakkkk....?
Ada kejanggalan antara Stock, supply and demand.

*Pertanyaan nya begini ...*
Ketika stock sangat banyak dengan supply memadai dan demand yang juga pas, buat apa kontrak 20 tahun dengan 1 Juta ton per tahun itu dilakukan dengan Mozambique....?
Maka disini kenapa Ahok diserang soal kerumunan dan teriak Ahok harus ditangkap.

*Tapi Ahok pasti pantang mundur, dan patriot sejati*.
*Ahok bukan orang yang menyerah saat ditekan*, semakin di tekan dan diserang, *Ahok akan semakin REAKTIF*, dan inilah sebenarnya yang menjadi harapan kita bersama soal INDONESIA MAJU.
Beda Ahok dan beda dengan Raffi Ahmad yang di jadikan influinzzer, mungkin Raffi gagah-gagahan telah di Vaksin, mengabaikan PROKES setelah di Vaksin,lalu dengan mudah bilang maaf saya khilaf atau saya salah.

*MRS di penjara bukan karena kerumunan tapi tentang MRS menghasutan* dan *MRS juga yang* *menginisiasi kerumunan bahkan sampai undangan untuk pesta pernikahan putri MRS*.
#Indonesia_Menuju_Negara_Maju
💪💪❤️❤️🇮🇩🇮🇩
*Indonesia Maju*
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*
*Berita Actual Dan Terpercaya,Perlu Anda Baca Segera Di *

Wednesday, December 30, 2020

Sri Mulyani Bongkar Soal Anies Tak Punya Uang, APBD 80-an T Habis, KPK Mingkem

Sri Mulyani Bongkar Soal Anies Tak Punya Uang, APBD 80-an T Habis, KPK Mingkem


Friday, December 11, 2020

KARMA AHOK MASIH SAKTI

 

KARMA AHOK MASIH SAKTI

Oleh: Birgaldo Sinaga
Saya tidak akan mungkin lupa kata2 Ahok di pengadilan usai divonis 2 tahun penjara. Pada Rabu, 9 Mei 2017, saya menanti harap2 cemas. 

Di atas mobil komando Auditorium Kementan Ragunan tempat Ahok disidang jantung saya berdegub kencang. Ada Eko Kunthadi dan Denny Siregar juga di atas mobil komando itu. Mereka berdua ikut menyemangati pendukung  Ahok.

Di dalam pengadilan, Ahok dengan suara  bergetar berkata "Percayalah. Sebagai penutup, kalau anda menzolimi saya, yang anda lawan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan satu persatu dipermalukan. Terima kasih".

Aksi 411 2016 menjadi awal gelombang FPI  menyeret Ahok ke jeruji besi. Aksi 411 itu membesar menjadi aksi GNPF MUI 212. Tiada hari FPI dan pentolan 212   mencaci maki, menyumpah serapah  Ahok. 

Sumpah serapah, caci maki dan teriakan bunuh Ahok, seret Ahok ke penjara, tangkap Ahok terdengar kencang setiap hari. MRS menyebut Ahok si kutil babi. Ujung cerita kita tahu akhirnya Ahok kalah di pilgub. Ahok masuk penjara selama 2 tahun.

6 November 2017, dari Saudi Arabia MRS diberitakan diperiksa Polisi KSA. MRS diduga mengibarkan bendera hitam yang mirip bendera HTI. Nasib MRS di negeri seberang memang bikin miris.  Di sini MRS dielu-elukan pengikutnya. Di sana MRS tidak dianggap.

Saya punya catatan orang2 yang dulu menzolimi Ahok satu persatu akhirnya dipermalukan hidupnya.

Satu persatu orang2 yang mengutuki dan menyumpah serapah Ahok kena karma Ahok. 

Gubernur Jambi Zumi Zola yang ikut aksi 212 akhirnya masuk jeruji besi KPK.

Ratna Sarumpaet juga kena karma masuk penjara dipermalukan dengan kebohongan muka bonyoknya.

Ahmad Dhani juga kena karma masuk penjara karena terbukti bersalah melakukan penghinaan.

Juga nama2 seperti Jonru, Buni Yani,  adik Ketua MPR Zulkifli Hasan  dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan kena karma Ahok juga. 

Sugik Nur juga masuk penjara karena mulut jahatnya. Ia menghina NU. Soni Eranata juga masuk penjara karena mulut kotornya. Ia menghina Habib Lutfi bin Yahya.

Ada banyak orang2 yang dulu begitu bernafsu memenjarakan Ahok akhirnya masuk penjara juga. Dipermalukan.

Seminggu lalu, KPK menahan  tersangka mantan anggota BPK Rizal Djalil. Rizal ditahan karena diduga terlibat dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR. 

Anggota BPK Rizal Djalil ini pernah berseteru dengan Ahok pada 2015. Saat itu laporan audit BPK melaporkan ada kerugian negara yang terjadi. 

Pembelian lahan RS Sumber Waras puluhan milyar oleh Ahok menurut Rizal Djalil menimbulkan kerugian negara. 

Padahal, tidak ada sepeserpun uang itu masuk ke kantong Ahok. Rumah sakit yang mau dibangun Ahok untuk pasien kanker itu akhirnya tidak terwujud. 

Laporan audit BPK Rizal Djalil itu menggantung nasib lahan itu. Sampai sekarang rumah sakit khusus kanker itu tidak dilanjutkan pengganti Ahok. 

Kebenaran akan mencari jalannya sendiri. Rizal Djalil yang mencari2 kesalahan Ahok itu akhirnya seminggu lalu diseret ke jeruji besi. KPK memasukkannya ke kerangkeng besi.

Dan puncaknya, hari ini kita terperanjat. Kaget bin tak percaya.

MRS ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman 6 tahun penjara. Ia dituduh melanggar prokes. Membuat kerumunan di masa pandemi Covid 19.

Kita tahu, drama kepulangan MRS dari Arab Saudi beberapa minggu lalu benar2 membuat kegaduhan yang luar biasa.

Bandara Soetta sempat lumpuh beberapa jam akibat ribuan orang pengikutnya  tumplek bleg membanjiri jalan tol sepanjang bandara. Juga di dalam  bandara massa pengikutnya memenuhi setiap sudut bandara. Bahkan banyak properti bandara rusak.

Sepulang dari bandara, MRS tancap gas mengolok2 TNI. TNI dituding MRS jadi cukong China. TNI marah besar. Baliho2 wajah MRS yang menguasai Jakarta disobek2. Dirobohkan. Dicopot. 

Pangdam Jaya Dudung Abdurahman memerintahkan pencopotan semua baliho MRS di Jakarta. Daerah2 lain juga melakukan hal yang sama. Bahkan Kodam Jaya melakukan psy war dengan mengirimkan kendaraan pansernya di depan markas FPI Petamburan.

Acara Maulid Nabi juga dipakai MRS untuk mengejek pemerintah. Terjadi kerumunan di sana.

Esoknya, MRS menikahkan putrinya. Pernikahan putrinya itu dibanjiri 10ribu orang. Kerumunan itu melanggar protokol kesehatan. 

Dan beberapa waktu lalu,  MRS dipanggil polisi. Ia dimintai keterangan. MRS menolak panggilan polisi itu. Polisi dihalang2i masuk Petamburan. Dua kali polisi gagal memanggil MRS. Pengawal MRS membuat pagar hidup di pintu gang rumah MRS.

Door...door..doorr...

Enam orang anggota pengawal MRS tewas diterjang peluru. Insiden penembakan itu terjadi sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. 

Menurut polisi, dini hari itu terjadi penyerangan anggota FPI kepada  polisi. Polisi membalas serangan tersebut dengan tembakan. 6 orang pengawal MRS tewas terkena peluru polisi.

FPI melawan. Menurut Sekjen FPI Munarman, anggota mereka tidak ada  menyerang polisi. Tapi diculik dan dibantai.

Hari ini, MRS resmi menjadi tersangka. Polisi tidak lagi memanggil MRS untuk dimintai keterangan sebagai saksi. 

Polisi langsung menetapkannya sebagai tersangka. Artinya, polisi bakal melakukan penangkapan dalam waktu tidak lama lagi. MRS akan ditetapkan sebagai buron alias DPO.

Pagi ini saya merenungkan semua kata2 Ahok itu. Kok bisa orang2 yang dulu begitu penuh nafsu memenjarakan  Ahok malah sekarang masuk penjara?

Kekerasan verbal yang dulu mereka pakai menyeret Ahok menjadi senjata makan tuan. Mengenai dirinya sendiri. 

Benarlah kalimat bijak yang mengatakan orang yang hidupnya dengan pedang, akan mati dengan pedang juga.

Orang yang hidupnya penuh kekerasan kebencian, akan jatuh dengan kekerasan dan kebencian yang dibuatnya sendiri. Hanya menunggu waktu saja.

Hari ini, Ahok berada di suatu tempat yang indah. Ia sedang berbahagia bekerja membenahi Pertamina yang semakin kinclong kinerjanya. Ahok adalah komandan di jajaran dewan  komisaris Pertamina.  

Sementara itu, hari ini juga,  penyidik Polda Metro Jaya dan Mabes Polri sedang bersiap untuk mengirim pasukan menangkap MRS. 

Karma menemukan jalannya sendiri.  Siapa yang menabur angin akan menuai badai. Siapa yang menzolimi orang tidak bersalah akan menerima karmanya.

Pada akhirnya kebenaran akan mencari jalannya sendiri.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga
#karmaahokmasihsakti
Salam Waras #Ojolalibahagia, Indonesia Maju

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)