Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Hidup Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Hidup Jokowi. Show all posts

Wednesday, December 9, 2020

JOKOWI DITIKAM DARI BARAT, TIMUR, DARI LUAR DAN DALAM


JOKOWI DITIKAM DARI BARAT, TIMUR, DARI LUAR DAN DALAM

Tampaknya banyak yang tidak suka jika Indonesia maju. Banyak yang kebakaran celana dalam jika negeri ini membangun. 

Di Timur, tetiba gerakan separatisme menggila. Mereka membantai pekerja yang hendak membangun Papua. Padahal di Papua terhampar sumberdaya alam yang selama ini dikuasai asing. Ketika Jokowi memerintahkan agar proses divestasi Freeport harus selesai sebelum tutup tahun, tetiba keberingasan meledak. Entah dari mana mereka bergerak. 

Tujuannya jelas. Slogan Jokowi untuk membangunan Papua, hendak dicoreng.  

Di bagian Barat, kelompok radikal sedang memainkan taringnya. Lihat saja. Kelompok pendukung khilafah dan kaum Islam politik tumbuh subur di Sumatera. Orang-orang digiring dengan kebencian agama. Tujuannya sama, mengganggu konsolidasi pembangunan.

Dari luar negeri, statemen duta besar Saudi yang menuduh Ansor organisasi sesat bukan tanpa sengaja. Berhasil merangsek langsung ke jantung emosi umat NU. Penjaga NKRI ini sedang dikoyak martabatnya. (baca terus narasi menarik berikut di bawah ...👨👇 )

Osama Al-Suaib memang telah mengedit tuitnya. Tapi ia tak kunjung minta maaf telah memasuki permasalahan internal negeri kita. Sesuatu yang diharamkan dalam adab diplomasi internasional.

Repotnya, para bakul politik ikut menabuh genderang yang memicu keributan. Prabowo di Singapura bicara soal korupsi seolah negeri ini mau hancur. Ia ingin memeloroti kepercayaan  asing pada Indonesia. Padahal partainya paling banyak mengajukan Caleg mantan koruptor.

Singapura termasuk negara yang terganggu dengan pembangunan Indonesia. Usaha pemerintah untuk menarik seluruh aset warga dari luar negeri ke dalam sistem fiskal nasional --dengan amnesti pajak-- sangat menganggu ekonomi negeri Singa itu. Belum lagi beroperasinya pelabuhan besar di Sumatera Utara. Kapal-kapal yang sebelumnya bersandar di Singapura kini bisa langsung masuk Indonesia. Pendapatan negeri itu melorot.

Jika mereka memberi panggung pada Prabowo untuk meracau tentang keburukan Indonesia, bahkan memakai data yang salah, rasanya bisa dimaklumi. Singapura terganggu dengan kebangkitan Indonesia yang dikomandoi Jokowi. Mereka ingin Indonesia seperti dulu. Indonesia yang gampang dikibuli. Di tangan Prabowo-Sandi, harapan itu disandarkan.

Membangkitkan harga diri bangsa, memang bukan jalan mudah. Nasionalisme bisa diartikan sebagai ancaman kepentingan asing. Kemajuan ekonomi Indonesia juga dianggap ancaman. Tantangan inilah yang dihadapi Jokowi.

Lelaki kurus tukang kayu ini tidak muluk-muluk berfikirnya. Ia hanya ingin Indonesia bisa sejajar dengan negara lain. Ia ingin kesejahteraan rakyat meningkat pesat. Ia ingin meletakkan pondasi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Justru karena itulah Jokowi dimusuhi. 

Asing memusuhinya, karena Jokowi sangat telaten menjaga kekayaan alam Indonesia. Elit lokal memusuhinya karena Jokowi menutup semua celah yang biasa mereka nikmati untuk menggarong kekayaan rakyat. 

Kelompok garis keras memusuhi, karena garis politik Jokowi menghambat pergerakan mereka. Sumber daya ekonomi mereka juga dipotong. Jokowi mengeluarkan UU yang melarang Ormas radikal ada di Indonesia.

Indonesia adalah negara kaya yang selama ini dikelilingi perompak. Semua berebut menikmati bancakan. Dulu elitnya masa bodoh, bahkan ikut beramai-ramai menghabisi kekayaan Indonesia. Rakyat gigit jari.

Kini Jokowi membuka mata semua orang, bahwa kita bisa berdiri di kaki sendiri. Kita bisa mengelola kekayaan sendiri untuk kesejahteraan rakyat. 

Sepanjang pemerintah mau kerja serius, mau bersusah-susah menjaga harta rakyat, kita punya peluang untuk maju. Tapi ingat, tidak semua orang suka dengan rakyat yang cerdas dan bermartabat. Apalagi kemajuan ini berakibat pada tertutupnya sumber nafkah mereka.

Itulah yang dihadapi Jokowi sekarang. Apakah kita akan membiarkannya berjalan sendirian? 

"Mas, Jokowi gak akan sendirian. Ia bukan jelangkung, yang datang gak dijemput, pulang gak diantar. Ia Presiden kita, mas," ujar Abu Kumkum.
Eko Kuntadhi

Tuesday, November 17, 2020

JOKOWI GAGAL DIJEBAK LEWAT 2 STRATEGI CAPLIN HANCURKAN INDONESIA

JOKOWI GAGAL DIJEBAK LEWAT 2 STRATEGI CAPLIN HANCURKAN INDONESIA 

Satu-satunya yang abadi di dalam politik kita adalah kepentingan. Persahabatan pun bisa pecah. Tidak ada loyalitas di dalam dunia politik. Apalagi politik di Indonesia, dengan segala kepentingan yang ada, tidak pernah akan ada pertemuan yang bisa mempersatukan.

Setiap pertemuan itu memang kelihatannya merupakan pertemuan yang mempersatukan. Namun jika dilihat dari sejarah, tidak begitu. Di dunia politik, hyang abadi bukan lagi persahabatan dan loyalitas. NKRI adalah negara kesatuan republik Indonesia, yang memiliki prinsip demokrasi.

Apa yang membuat saya menulis artikel ini, adalah kegelisahan rakyat yang dirasakan. Banyak orang merasa tertipu dengan karantina 8 bulan pandemi ini berada di Indonesia. Selama ada di Indonesia, 2020 menjadi tahun yang murung.

Mengapa saya katakan tertipu? Karena ketakutan demi ketakutan yang memang sepertinya secara terstruktur, sistematis dan masif disebarkan oleh para SJW dan politisi busuk yang ada di pemerintahan daerah maupun pusat. (teruskan baca narasi menarik di bawah ini... 👇👇👇)

Banyak sekali strategi-strategi membuat takut, yang diduga menjadi agenda untuk mendompleng pemerintahan Joko Widodo. Kendati demikian, pemerintah mendadak mengizinkan kerumunan besar-besaran selama beberapa hari ini. Dan didiamkan. Mengapa?

Untuk menjawab ini, izinkan saya untuk memberikan sebuah hipotesis yang bagi saya cukup masuk akal. Nggak tahu deh bagi yang sudah sakit hati sama Jokowi, apakah masih bisa menerima atau tidak. Tapi saya tidak akan mundur untuk memberitahu apa yang menjadi pembacaan saya.

Kalau mau bicara Jokowi sedang main catur, saya sepertinya harus menduga hal ini bisa terjadi. Kenapa? Karena memang pada dasarnya, Jokowi sedang melawan para pecatur andal di belakang layar. Mereka mengirimkan pion-pionnya untuk maju menyerang benteng pertahanan Jokowi.

Pion itu sudah ada di depan, sudah siap jadi ratu, dan memang di belakang itu, ada konspirasi elit jahanam yang menutup strategi itu dengan sangat cantik. Jokowi tahu apa yang terjadi. Sebagai orang nomor satu dalam pemerintahan Indonesia, Jokowi paham betul keadaan.

Telinganya banyak. Istana itu jadi telinga yang besar. Semua terpantau oleh Polri, TNI dan BIN. Mungkin saja Jokowi juga terkadang merasa tersendiri. Tidak mudah menjadi Jokowi. Tapi strategi yang dikerjakan selama 6 tahun memimpin Indonesia, semua sukses.

Teriakan demi teriakan rakyat didengar, ditelannya dan diproses. Tapi tidak semudah itu. Dia melawan para pemilik kekuasaan. Para sultan-sultan yang berbisnis kekuasaan, tidak tinggal diam. Bahkan dana besar itu pun sudah disiapkan.

Kubu Caplin sudah semakin sulit. Politik kekuasaan sudah tidak bisa dimainkan lagi, karena memang dia bukan siapa-siapa lagi sekarang. Bukan lagi jadi simbol negara. Tapi uangnya banyak. Bisnis yang ia kerjakan sekeluarga, merupakan bisnis kekuasaan.

Tanpa kekuasaan, bisnis tersebut tidak ada apa-apanya. Tentu hal ini merugikan. Maka dia yang adalah dalang, mulai memainkan wayang-wayangnya, para boneka yang ia bisa kendalikan, untuk membuat Jokowi kesulitan.

Setidaknya per hari ini, sudah ada dua skenario yang saya baca.

Skenario satu, mengerubungi objek vital negara. Bandara dipenuhi, dengan akses pintu belakang yang dibuka namun tak ketahuan, Bandara pun dipenuhi. Negara ini ditertawakan. Bahkan oleh Media Australia dengan sebutan Forn Pugitive. Wkwkwk. Kekacauan sedang dipersiapkan. Jokowi diam. Jokowi menang satu langkah.

Skenario dua, acara meramaikan jalanan di tengah-tengah pandemi. Setelah gagal menjebak Jokowi di skenario pertama, Caplin mulai menjebak masyarakat.

Masyarakat dipancing emosinya. 8 bulan diam di rumah pengeluaran besar gaji sedikit, dipertontonkan dengan kerumunan yang katanya dibacain surat, langsung diam itu Korona.

Apalagi gugus tugas Covid pun berikan 20 ribu masker untuk melindungi mereka. Wah. Gila betul. Kok dokter spesialis disuruh sapu jalan karena tak pakai masker, yang ini malah diberikan masker gratis. Kalau kata bos, ini bangsat banget. Hahaha.

Rakyat pun marah. Mudah memancing rakyat, tapi… Sekali lagi rakyat tidak terpancing. Orang waras mah tahu kapan untuk bertindak. Mereka memiliki pengendalian diri. Marah tapi tidak menyerbu lokasi kerumunan.

Karena mereka masih waras. Mereka itu orang kerja. Jadi mereka diam saja di rumah. Coba jebak rakyat, Caplin gagal lagi. Jokowi pun tersenyum lepas. Diamnya Jokowi bukan tanpa maksud. Dengar-dengar, targetnya 3 minggu untuk membuat keonaran. Lewat dari sana, sudah gak ada yang sponsorin. 

Manuel Mawengkang

Semoga Indonesia baik-baik saja... 🇲🇨🙏🙏🙏

Jokowi Pemersatu Seluruh Rakyat Indonesia Dari Sabang Sampai Merauke,Tetap Tegar Dan Maju Indonesia



Selamat Datang Kembali Presiden Jokowi

Oleh:
Rudi S Kamri

"Salus Populi Suprema Lex Esto" artinya Keselamatan Rakyat merupakan Hukum Tertinggi. Demikian pesan tegas Presiden Jokowi yang disampaikan melalui pernyataan keras Menkopolhukam Mahfud MD, Senin (16/11/2020). Dan Presiden Jokowi telah menunjukkan diri masih sebagai "a leader in command" di Republik ini. Dan sikap tegas Presiden ini ditindaklanjuti oleh Kapolri Jenderal Idham Aziz dengan mencopot Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolres Bogor.

Ini sikap tegas Presiden Jokowi yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia yang berakal sehat. Setelah beberapa hari terakhir, negeri ini seakan lunglai tak berdaya menghadapi polah tingkah Rizieq Shihab dan kelompoknya yang merajalela seolah mengangkangi hukum di negeri ini. Meskipun sikap tegas Presiden Jokowi ini sedikit dirasakan agak terlambat tapi mungkin ini salah satu strategi Presiden Jokowi untuk menunggu momentum yang tepat agar Rizieq Shihab berbuat kesalahan yang tidak bisa lagi diingkari dan dielakkan.

Sikap tegas Pemerintah selanjutnya yang paling ditunggu-tunggu masyarakat luas ada sanksi tegas kepada Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, Walikota Jakarta Pusat dan Bupati Bogor yang dengan tidak mengindahkan peraturan dan Undang-Undang memberi karpet merah kepada Rizieq Shihab dan kelompoknya untuk menebar panggung yang seakan melecehkan Pemerintah. Khusus untuk Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, Pemerintah harus memberikan sanksi super keras karena kedua manusia tidak tahu diri ini benar- benar telah menunjukkan pembangkangan terhadap kewibawaan dan kehormatan Presiden, atasannya.

Langkah tegas juga diharapkan dari Pqnglima TNI dan Kapori tehadap pelecehan yang dilakukan Rizieq Shihab kepada dua instansi negara tersebut. Penghinaan dan pelecehan institusi TNI dan Polri oleh Rizieq Shihab kalau tidak ditindaklanjuti akan menimbulkan pertanyaan masyarakat bahwa aparat keamanan takut atau melakukan diskriminasi perlakuan hukum.

Jujur, saya lega melihat perkembangan ini. Presiden Jokowi dan jajarannya sudah kembali hadir di negara ini. Kehadiran kembali Presiden Jokowi telah mengembalikan marwah dan kehormatan negara yang dalam beberapa hari ini diinjak-injak Rizieq Shihab dan gerombolannya. Ini juga merupakan pesan kuat kepada orang yang selama ini menjadi bandar alias cukong yang memainkan Rizieq Shihab sebagai wayang untuk menggoyang negara. Kita tahu siapa dia.

Selanjutnya yang kita harapkan adalah konsistensi sikap Pemerintah untuk bertindak tegas kepada siapapun yang mengacaukan negara. Pemerintah tidak boleh hangat-hangat tai ayam dalam bersikap. Pemerintah dan Presiden Jokowi harus percaya diri bahwa mayoritas masyarakat Indonesia yang berakal sehat mendukung penuh langkah Presiden. 

Sugeng rawuh kembali Presiden Jokowi. Indonesia tidak lagi terserah 🙏🙏
Salam SATU Indonesia
17112020
=================================

Siapapun yang ingin melakukan hal-hal yang negatif mengganggu keutuhan NKRI harus kita sikapi dan kita lawan

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/309947/ketum-pbnu-siapa-pun-provokator-yang-ganggu-keutuhan-nkri-kita-lawan

Siapapun yang ingin melakukan hal-hal yang negatif mengganggu keutuhan NKRI harus kita sikapi dan kita lawan. Karena mereka (yang akan mengganggu NKRI) itu musuh bangsa, dan musuh kita semua," tegas Kiai Said dalam pernyataan sikapnya Senin (16/11/2020) sore.

Ketum Persahabatan Ormas-Ormas Islam dan Ormas Keagamaan Indonesia ini juga minta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, mengawal, menjaga, merawat dan mengawal keutuhan dan keselamatan NKRI menyongsong 100 tahun usia kemerdekaan. 

"Kita pertahankan eksistensi keutuhan NKRI, jangan biarkan ada sekelompok orang yang punya agenda ingin merusak keutuhan NKRI ini," tandas Kiai Said.

Ia juga minta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk tidak mudah terprovokasi kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI. Perjuangan founding father dalam membangun bangsa Indonesia harus kita pertahankan.

"Faunding father kita yang membangun bangsa dalam wadah NKRI yang lintas agama, budaya, suku, ras, dan peradaban, harus kita pelihara," tuturnya.
 
"Mari kita rawat dan cintai NKRI ini dengan semangat ukhuwah wathaniyah dengan solidaritas sebangsa dan setanah air," tutup Ketum PBNU KH Saif Aqil Siroj.


Sunday, November 15, 2020

SEKALI LAGI STRATEGI JOKOWI MEMANG CERDAS APALAGI HANYA MENGHADAPI PORN FUGITIVE.

Membaca Politik Indonesia :

SEKALI LAGI STRATEGI JOKOWI MEMANG CERDAS  APALAGI HANYA MENGHADAPI PORN FUGITIVE.

Menjelang Masa deportasi Imam Besar Umat FPI Habib Rizieq Shihab sudah sangat direncanakan dengan matang , bahkan kedatangan mr.Chaplin Ketika Umroh ke Arab Saudi ( menurut kisah si Lae si Chaplin membawa uang sekoper ) dalam situasi masih Covid 19 bukan hal yang harus diremehkan , analisa bodoh mengatakan bahwa gak mungkin bawa uang sekoper bisa lolos di Bandara  ( Mr. Chaplin juga gak  segoblok Itu kale! kadang-kadang kaum minoritas yang suaranya kenceng Itu gak faham Akan satire 😂) .

Saya sendiri berkeyakinan seperti Itu dana Itu rupanya bukan diserahkan untuk mengurus masalah Hukum dari HRS tapi untuk melaksanakan tugas yang lebih besar lagi. Segala persiapan Sudah dilakukan, sebenarnya sasarannya adalah kondisi chaos yang akan dibuat di Indonesia dengan tujuan HRS ditangkap begitu tiba di Bandara , massa Sudah disiapkan dengan pengerahan dari daerah-daerah sebelum kepulangannya yang bertepatan dengan saat deportasi, Sudah dijelaskan baik oleh pemerintah maupun pemerintah Saudi bahwa kepulangan HRS adalah dideportasi. ( namanya juga pedagang , Saya tidak menuduh tukang obat lho !😂🤣 pengeluaran  harus diperhitungkan jadi buat apa bayar overstay kalok tetep diusir juga🙏). 

Jika HRS ditangkap di Bandara  selain para pendukungnya siap menjadi tameng hidup dan jika ada yang terluka  saja maka akan memberikan citra  bahwa pemerintah memang otoriter dan menindas Islam juga membalikan  anggapan bahwa HRS ditangkap bukan karena kabur dari masalah Hukum tapi masalah  politik padahal kembalinya sang imam FPI ini akan melakukan Revolusi Akhlak ! tapi malah ditindas  oleh pemerintah yang benci islam karena pemerintah thogut tidak senang dengan kedatangan "Imam Besar Umat Islam!" Hmmm keren kan?!! ,  HRS tidak bisa ditangkap namanya kembali harum ( macam Ibu Kartini pula Harum namanya 😂🤣), disamping Itu sudah disiapkan pengerahan puluhan ribu massa dari Berbagai daerah yang siap meluluh lantakan Bandara sebagai simbol negara sehingga Indonesia akan chaos dan jadi sorotan Dunia Internasional serta di masyarakat lokal sendiri akan terjadi hegemoni bahwa pemerintah mengkriminalisasi Ulama memusuhi islam (lagu lama gaya baru 😂🤣). 

Bukan Itu saja beberapa Masa Sudah siap meluluh lantakan jakarta bila HRS akan ditangkap. Kemudian Jakarta chaos , elit politikpun akan ramai - ramai menggongong dari Cikeas hingga Cendana bahkan Gatot Nurmantyo yang seharusnya mendapatkan bintang Mahaputra  sudah bersiap dengan tidak hadir ke istana untuk menyambut chaos tersebut dengan gonggongannya.  Mungkin gonggongannya adalah " Saya lebih baik menjadi Pembela Islam daripada hanya menerima bintang jasa Karena Saya bukan penjilat " lagu lama gaya baru Juga kan?. 😂🤣

Perencanaan dilakukan dengan persiapan yang cukup matang , bahwa kepulangan sang Imam Besar FPI tersebut adalah tanggal 10 Nopember pagi tiba di tanah air bahkan beliau menepiskan anggapan dideportasi dengan memajukan pernikahan putrinya pada hari sabtu tanggal 14 Nopember 2020 di Cikeas ( kenapa di Cikeas biasanya seorang yang mengadakan hajatan dari pihak perempuan pesta Akan diadakan ditempat pihak perempuan , kenapa tidak di Petamburan atau mencari gedung di Jakarta? ). Dan beliau sebelumnya akan mengadakan acara maulud nabi di Tebet ( setau Saya faham wahabi pun tidak mengakui maulud nabi karena bid'ah kecuali untuk tujuan politik dan seremonial).

Agenda ini selalu diumumkan dalam.seminggu kedatangannya ke Indonesia Tak lain supaya pengerahan massa terus dilakukan bila plan A gagal dilanjutkan Plan B gagal lagi dilanjutkan Plan C dan seterusnya. (teruskan baca narasi di bawah 👇👇 )

Rencana ini jelas merupakan rencana kolektif para oposisi yang terdiri dari politisi busuk yang memang Ingin mengganti Demokrasi di Negri ini karena Demokrasi Akan melahirkan Pemimpin yang terus beregenerasi sesuai dengan kedaulatan rakyat tidak seperti dulu lagi jabatan bisa dipergilirkan sekehendak hati mereka, buktinya pada orasi HRS ada kata rekonsiliasi bersyarat dari mulai untuk membebaskan para tertuduh makar yang terdiri dari aktivis KAMI hingga para Ulama yang ditenggarai sebagai kaki tangan para politisi busuk tersebut hingga Gatot Nurmantyo bersedia tidak memperoleh Penghargaan Bintang Mahaputra.

Kemudian pada saat kepulangan HRS pun para politisi bersikap hati-hati dalam menanggapi kepulangannya karena mereka tau akan ada peristiwa besar yaitu revolusi yang mereka rencanakan. Kecuali politisi yang memang Kita kenal kebodohannya yang masih menggongong seperti Fadli Zon dan Fahri Hamzah . Bisa saja sih sebenarnya karena kebodohannya atau pura -pura  memberi sinyal kepada pemerintah.😂🤣

Lalu apa yang dilakukan pemerintah, mereka menyambut kepulangan HRS dengan baik bahkan dilengkapi dengan penjagaan yang ketat walaupun mereka memancing dengan merusak fasilitas bandara tapi petugas membiarkannya , yang keren menurut Saya , adalah ketika ada seorang anggota TNI yang menunjukan sebagai loyalist HRS dibiarkan memvideokan Rasa simpatinya dan meng upload ke medsos kemudian ditangkap , ini sebenarnya merupakan bentuk pesan tersembunyi bagi internal TNI dan masyarakat umum bahwa sebenarnya TNI siap menindak siapapun yang Akan menjadi penentang Pancasila.👍
Pemerintah Jokowi memperhitungkan benar bahwa dukungan kepada HRS Sudah semakin kecil kecuali disokong oleh uang dan Masih digunakan sebagai wayang oleh para politisi busuk dan tentunya  memperhitungkan bahwa dunia Internasional pun tak nyaman dengan kehadiran HRS karena beberapa Sudah membuat perjanjian investasi  paska UU Cipta Kerja terbukti dengan pemberitaan media luar negri begitu miring kepada HRS sampai disebut Porn Fugitive, jika saya yang mendapatkan gelar Itu Saya gak akan kuat, karena Saya Tau maiu Paling tidak Saya tidak Ingin jadi public figure lagi!. Maluuu boo! 🤣🙏

Pemerintah tinggal menunggu Whistleblower( suara Kekecewaan yang bisa  memberikan legitimasi secara Hukum)   dari masyarakat  karena kegerahan masyarakat akan HRS dan FPI memang sudah memuncak , Kita lihat di medsos kedatangan HRS disambut dengan banyak ejekan baik dari dalam maupun dari luar Negri. Kebetulan Kita menemukan Juga tokoh yang pas sosok baik hati , sosok yang eksentrik  atau bukan hedonis namun jujur 😂 Itulah Nikita Mirzani yang bisa menggugah kesadaran publik.

Sekarang agenda HRS masih berjalan tapi sebenarnya Sudah banyak kehilangan langkah bila diibaratkan main catur hanya kekuatan uang saja yang masih bisa menjaga seolah-olah dia banyak pendukungnya uang bisa cepet habis bila Nasi bungkusnya kebanyakan! 😂🤣 tapi dukungan secara moril dan politik semakin meredup , keren kan Presiden Gue !!.... Gagal maning Tot ..Gatot...Gatot 😁
Wallahu'Alam bishowab,

Tito Gatsu.



Friday, November 13, 2020

Gudang Logistik Terpadu

 

GUDANG LOGISTIK TERPADU BIKIN SINGAPORE PANAS DINGIN

Salah satu yang jarang kita dengar yang dikembangkan oleh Pemerintahan Pak Jokowi adalah komplek logistik terpadu dan ini bikin Singapore panas dingin. 
Karena beberapa komoditi import itu dulunya digudangkan  di Singapore seperti alat alat berat dan kapas / benang tenun, itu contohnya,nah Singspore dapat duit sewa dan itu sudah berpuluh tahun. 
Sekarang tidak lagi dan tentu lebih simple dan pasti hemat cost. 

Kadang kita heran kok selama ini importir Indonesia harus simpen dulu barangnya di gudang Singapore dan tidak kunjung membangun gudang sendiri padahal Indonesia bikin gudang untuk masukkan Singapore kedalam gudang itupun masih bisa dan areanya juga ada. 

Maka jangan dikira infrastruktur struktur yang dalam pikiran Presiden kita itu cuma jalan Tol. 
Semoga Indonesia semakin maju. 
Ini contoh berita logistik terpadu yg mulai operasi.

Tuesday, October 27, 2020

Selamat Datang Di Masa Depan

(tidak ada salahnya mencerna Nadiem)

Oleh : Ignatius Jonan

Beberapa prediksi menarik :

1. Bengkel perbaikan kendaraan akan hilang.

2. Mesin yang menggunakan bensin memiliki 20.000 bagian. Motor yang menggunakan listrik hanya memiliki 20 bagian. 

Mobil listrik dijual dengan garansi seumur hidup dan hanya diperbaiki oleh dealer. Hanya perlu waktu 10 menit untuk mencopot dan mengganti motor yang menggunakan listrik.

3. Motor listrik tidak diperbaiki di dealer tetapi akan dikirim ke bengkel perbaikan regional yang akan memperbaikinya menggunakan robot.

4. Motor listrik anda yang gagal fungsi akan ditunjukkan oleh lampu yang menyala, lalu anda akan pergi ke tempat yang menyerupai mesin cuci mobil, dan mobil anda akan ditarik sementara anda ngopi dan motor mobil anda akan diganti dengan yang baru.

5. SPBU atau pomp bensin akan hilang.

6. Meter parkir akan digantikan oleh meter dispenser listrik. 

Banyak perusahaan akan memasang stasiun isi ulang listrik; sebenarnya hal itu sudah dimulai.

7. Kebanyakan pabrik kendaraan (yang cerdas) telah mengalokasikan uangnya untuk mulai membangun pabrik yang hanya membuat mobil listrik.

8. Industri batu bara akan hilang. 

Perusahaan minyak dan gas akan hilang. Pengeboran minyak akan hilang. Ucapkan selamat tinggal kepada OPEC.

9. Rumah2 akan menghasilkan dan menyimpan energi listrik pada siang hari dan akan menggunakan serta menjualnya listriknya ke grid. 

Grid akan menyimpan dan menyalurkannya ke industri yang banyak menggunakan listrik. Apakah anda sudah melihat atap Tesla?

10. Bayi sekarang hanya akan melihat mobil pribadi di musium. Masa depan mendekati kita lebih cepat daripada yang bisa kita tangani.

11. Pada tahun 1998 Kodak memiliki 170.000 pegawai dan menjual 85% foto kertas di seluruh dunia.

Hanya dalam beberapa tahun model bisnis mereka hilang dan mereka bangkrut. Siapa yang mengira itu akan terjadi?

12. Apa yang terjadi pada Kodak dan Polaroid akan terjadi di kebanyakan industri dalam 5-10 tahun yang akan datang... dan kebanyakan orang tidak melihat itu akan terjadi.

13. Apakah pada tahun 1998 anda mengira bahwa 3 tahun setelahnya anda tidak akan pernah lagi mem-foto menggunakan film?. Dengan telepon cerdas sekarang, siapa yang masih memiliki kamera dengan film?.

14. Kamera digital ditemukan tahun 1975. Barang pertama hanya memiliki 10.000 piksel, tetapi mengikuti hukum Moore. 

Dengan perkembangan teknologi yang eksponensial, barang yang semula mengecewakan menjadi super dan menjadi mainstream hanya dalam waktu yang singkat.

15. Hal itu terjadi lagi (tapi jauh lebih cepat) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), kesehatan, kendaraan listrik, pendidikan, pencetakan 3D, agrikultur dan lapangan pekerjaan.

16. Lupakan buku 'Kejutan Masa Depan', ucapkan selamat datang kepada Revolusi Industri keempat.

17. Software telah dan akan terus mengacaukan banyak industri tradisional dalam 5-10 tahun mendatang.

18. Uber (seperti halnya Gojek di Indonesia) hanya piranti software, mereka tidak memiliki mobil, tapi sekarang mereka adalah perusahaan taksi terbesar di dunia! Tanyakan pada supir taksi apakah dulu mengira hal itu akan terjadi.

19. Airbnb sekarang adalah perusahaan hotel terbesar di dunia, walaupun mereka tidak memiliki properti apapun. 

Tanyakan pada hotel Hilton apakah dulu mereka mengira hal itu akan terjadi.

20. Artificial Intelligence: komputer akan menjadi lebih baik secara eksponensial dalam hal memahami dunia. 

Tahun ini, komputer mengalahkan pemain game terbaik kdi dunia, 10 tahun lebih cepat daripada yang diharapkan.

21. Di USA, pengacara muda sudah tidak memiliki pekerjaan. 

Berkat Watson IBM, anda bisa memperoleh nasehat hukum dalam hitungan detik (saat ini untuk hal-hal dasar), dengan akurasi 90% dibandingkan 70% akurasi yang dilakukan manusia. 

Jadi jika anda belajar hukum, berhentilah segera. Kebutuhan pengacara akan berkurang 90%, hanya spesialis serba tahu yang masih akan tetap bertahan.

22. Watson telah membantu perawat dalam mendiagnosa kanker, 4 kali lebih akurat dibandingkan perawat manusia.

23. Facebook sekarang memiliki software pengenal pola yang dapat mengenali wajah jauh lebih baik daripada manusia. Pada tahun 2030 komputer akan lebih cerdas daripada manusia.

24. Kendaraan otomotif: Pada tahun 2018 mobil tanpa supir pertama sudah muncul.

Dalam waktu 2 tahun ke depan seluruh industri akan dikacaukan. 

Anda tidak akan ingin memiliki mobil lagi karena anda akan memanggil mobil dengan telepon anda, mobil itu akan muncul di lokasi anda, dan mengantarkan anda ke tempat tujuan anda. 

Tidak perlu bingung memarkir mobil itu, anda hanya akan membayar jarak tempuh dan anda dapat tetap produktif selama berkendara. Anak-anak jaman sekarang tak pernah punya sim dan tak pernah be back homev CV memiliki mobil.

25. Hal itu akan mengubah kota-kota kita, karena kita hanya perlu mobil 90-95% lebih sedikit. Kita dapat mengubah lahan2 parkir menjadi taman-taman kota.

26. Sekitar 1,2 juta orang meninggal karena kecelakaan tiap tahun, termasuk yang disebabkan mengendarai sambil mabuk.

Sekarang kita memiliki satu kecelakaan tiap 60.000 mil; dengan kendaraan tanpa supir angka itu akan turun menjadi 1 kecelakaan tiap 6 juta mil. Ini akan menyelamatkan jutaan nyawa tiap tahunnya.

27. Kebanyakan perusahaan mobil tak diragukan lagi akan menjadi bangkrut.

Perusahaan mobil tradisional hanya mencoba pendekatan evolusioner dan hanya berusaha membuat mobil yang lebih baik, sementara perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) melakukan pendekatan revolusioner dan membangun komputer di atas roda.

28. Lihat apa yang dilakukan Volvo sekarang; tidak ada lagi mesin pembakaran internal di kendaraan mereka mulai tahun ini untuk model 2019, semua menggunakan listrik atau hybrid, dengan maksud nantinya akan melenyapkan pula model2 hybrid.

29. Banyak ahli-ahli teknik di Volkswagen dan Audi takut terhadap Tesla, dan memang seharusnya begitu. 

Lihat semua perusahaan yang menawarkan mobil listrik. Beberapa tahun lalu keberadaan mereka tidak bisa dirasakan.

30. Perusahaan asuransi akan mengalami kesulitan masif; tanpa kecelakaan, biaya akan menjadi lebih murah. Model bisnis asuransi mobil akan hilang.

31. Real estate akan berubah. Jika orang bisa bekerja pulang-pergi, mereka akan tinggal di tempat yang jauh untuk hidup di lingkungan yang lebih terjangkau dan lebih menyenangkan.

32. Mobil listrik akan menjadi mainstream pada tahun 2030 an. Kota menjadi tidak berisik karena semua mobil baru akan menggunakan listrik.

33. Kota juga akan memiliki udara yang lebih bersih.

34. Listrik akan menjadi sangat murah dan bersih.

35. Produksi listrik tenaga surya telah mengalami kurva pengembangan eksponensial selama 30 tahun, tetapi sekarang anda dapat melihat dampak perkembangan tersebut. 

Dan sekarang perkembangan itu sedang dipacu lebih kencang lagi.

36. Perusahaan energi fosil sedang berusaha mati2an membatasi akses ke grid untuk mencegah munculnya pesaing yang muncul dari instalasi listrik tenaga surya di rumah-rumah, tetapi upaya itu tidak akan bisa berlanjut - teknologi tidak akan bisa dibendung.

37. Kesehatan: Harga Tricorder X akan diumumkan tahun ini. 

38. TV dan Koran akan  mati dengan sendirinya,  siapa yang sekarang baca koran atau siapa yg sekarang melihat TV sebagian kecik orang-orang tua diatas 50 tahun. Millenial  beralih ke Youtube dan sejenisnya lebih cepat.

39. Layanan Perbankan dan Ticketing sudah  swa Mandiri  tidak perlu Customer Service atau Teller akan ada jutaaan profesi pekerjaan yang hilang 10-20 tahun kedepan. Sudah siapkah kita 

Banyak perusahaan akan membuat perangkat medikal (yang disebut 'Tricorder' dalam film Star Trek) yang bekerja dengan telepon anda, yang akan memindai retina anda, sampel darah anda, dan napas anda. 

Lalu dia akan menganalisa 54 bio-marker yang akan meng identifikasi hampir  semua jenis penyakit. Saat ini sudah terdapat lusinan aplikasi telepon untuk tujuan kesehatan.

SELAMAT DATANG MASA DEPAN

Monday, October 19, 2020

Ekonomi Indonesia Semakin Melaju

LEGACY JOKOWI, UU CIPTA KERJA DAN MIDDLE INCOME Denny JA

“Contohlah Jokowi. Lihatlah determinasinya. Visinya. Ketegasannya ketika berkehendak menerapkan UU Cipta Kerja. Ia tak goyah walau UU itu ditentang banyak pihak. Ia jalan terus walau didemo berhari- hari, berminggu-minggu, berjilid-jilid, di banyak kota.”


“Lihatlah hasilnya kini. Indonesia semakin kompetitif. Investasi semakin tumbuh karena proses usaha semakin mudah. Lapangan kerja  semakin terbuka. “


“Ekonomi Indonesia melaju, keluar dari apa yang disebut negara yang stagnan pada status pertumbuhan di level middle income. Middle Income Trap.”


“LIhatlah hasilnya kini. Mereka yang dulu habis habisan menentang UU Cipta Kerja menikmati hasil baik dari UU itu.”


“Jokowi menjadi contoh pemimpin yang kuat, yang menumbuhkan ekonomi. Ia menjadi kasus, yang dipelajari dibanyak kelas-kelas leadership. Ia juga dikutip banyak lembaga dunia ketika menggambarkan determinasi dan visi seorang pemimpin.”


Apa yang saya tuliskan di atas adalah skenario terbaik yang akan kita rasakan mungkin sejak 5 tahun dari sekarang. Tentu masa depan tak terdiri dari satu skenario saja. UU Cipta Kerja dapat pula berakhir buruk bagi Jokowi.


Tapi bukankah seorang pemimpin yang visioner adalah Ia yang memgambil resiko. Cukup bagi Jokowi mendengar pandangan World Bank. Menurut World Bank, UU Cipta Kerja ini membuat Indonesia semakin kompetitif. Pemulihan ekonomi Indonesia  akan semakin cepat. (1)


-000-


UU Cipta Kerja akan lebih mudah kita pahami dengan lebih dahulu memahami dua konsep dan resikonya. Pertama: Middle Income Trap. Kedua apa yang saya sebut developmental Choice.


Middle Income Trap istilah untuk negara yang stagnan dengan pertumbuhan ekonomi. World Bank memberi ukuran. Ini untuk negara yang stagnan dengan GNP per capita di level: 1000- 12.000 USD. (2)


Contoh negara yang stagnan di level itu adalah Brazil, Afrika Selatan. Indonesia  juga berada dalam level itu.


Apapun yang dikerjakan pemerintahan di negara itu (kategori Middle Income Trap), GNP per capita tetap stagnan di level 1000-12.000 USD. Semua kelebihan negara menjadi mubazir. Tak maksimal sumber daya alam, bonus demografi, ataupun stabilitas politik yang dimiliki negara tersebut.


Apa yang menjadi penyebab middle income trap? Keseluruhan dunia usaha di negara itu kurang kompetitif. Birokrasi berbelit- belit untuk membangun usaha. Pungutan liar meraja lela. Aturan perburuhan yang menakutkan investasi. Politik yang tak stabil. Dan sebagainya.


Perlu ada penyegaran menyeluruh, reformasi di segala dimensi agar proses investasi dan bisnis menjadi mudah dan sederhana. Inilah mindset dibalik “kejar tayang” Omnibus Law UU Cipta kerja.


Sedangkan developmental choice istilah yang saya buat sendiri untuk menggambarkan pilihan kebijakan seorang pemimpin. Itu kebijakan yang menjadikan economic development, kemudahan investasi, kemajuan ekonomi sebagai panglima.


Pilihan kebijakan itu tentu memiliki resiko. Kegaduhan mudah ditangkapnya pengambil kebijakan dikurangi. Akibatnya peran KPK diperlemah.(3)


Aturan buruh dibuat lebih menarik bagi investasi. Jumlah pesangon dikurangi.


Aturan lingkungan hidup juga dibuat lebih moderat agar pengurusan ijin usaha lebih efisien.


Dengan sendirinya, pemimpin yang bervisi “developmental choice” akan mendapat banyak kritik dan penentang di bidang penanganan korupsi, lingkungan hidup, perburuhan, juga aktivis demokrasi.


Di era pemerintahannya yang kedua, agaknya Jokowi sudah memilih corak leadership dan kebijakannya. Ia tak ingin dikenang sebagai pemimpin yang medioker saja. Jokowi ingin meletakkan fondasi kokoh untuk keluar dari Middle Income Trap melalui Omnibus Law UU Cipta Kerja.


Semua pilihan tentu mengandung resiko. 


-000-


Salah atau benarkah Jokowi yang mengambil Kebijakan lepas dari “Middle Income Trap” dengan segala resikonya? Salah atau benarkah Jokowi yang memgambil “Developmental Choice dengan semua konsekwensinya?


Inilah asyiknya sejarah. Salah atau benar Jokowi akan ditentukan di masa depan. Sejauh tak ada pasal dalam konstitusi yang dilanggar, ini semua hanyalah pilihan kebijakan.


Jokowi memiliki mandat membuat kebijakan. Ia presiden yang dipilih secara sah. Ia didukung mayoritas DPR pula. 


UU Cipta Kerja ini menjadi pertaruhan legacynya. Jika Jokowi mundur, mengeluarkan Perppu untuk UU Cipta Kerja, Ia akan dikenang sebagai pemimpin yang tunduk pada tekanan, dengan visi kebijakan yang kabur.


Jokowi tak akan pernah lagi membuat kebijakan yang tak populer padahal berlandaskan sebuah visi yang kuat. Publik akan mencatat Jokowi tunduk pada tekanan.


Satu satunya pilihan Jokowi saat ini untuk membangun legacy adalah bulatkan hati dengan pilihan kebijakan itu. Lanjut dengan UU Cipta Kerja dengan catatan.


Dengarlah semua keberatan akademik atas aneka cluster omnibus law itu. Akomodasi keberatan itu yang memang masih relevan dan bisa. Akomodasi input itu dalam berbagai aturan pelaksanaan.


Dalam sejarah, kita menyaksikan begitu banyak pemimpin mengambil kebijakan tidak populer tapi berbuah bagus. Ketika Abraham Lincoln menghapuskan perbudakan, kebijakannya ditentang keras oleh sebagian publik. Bahkan ini ikut memicu perang sipil di Amerika Serikat.


Tapi kini Abraham Lincoln dikenang sebagai presiden terbaik yang pernah dimiliki Amerika Serikat. Presiden yang berani mengambil resiko untuk sebuah visi.


Tentu kita tak menyamakan Omnibus Law Cipta Kerja ini dengan penghapusan perbudakan era Lincoln. Ini hanya untuk ilustrasi saja bahwa visi yang baik sekalipun, seperti penghapusan perbudakan, bisa ditentang banyak orang.


Jika Omnibus Law UU Cipta Kerja ini berhasil dipertahankan Jokowi, disempurnakan oleh aturan pelaksanaannya, dan berbuah kemajuan ekonomi, Indonesia terbukti keluar dari “Middle Income Trap,” sejarah akan mencatat Jokowi sebagai Strong Leader Yang Menumbuhkan Ekonomi.


Bagaimana jika UU Cipta Kerja ini malah berbuah buruk? Presiden dan DPR hasil pemilu 2024 nanti akan merevisinya.


Sesimpel itu !


Oktober 2020


CATATAN


1) World Bank memuji UU Cipta Kerja


https://www.google.co.id/amp/s/amp.kompas.com/money/read/2020/10/16/131004026/bank-dunia-sebut-uu-cipta-kerja-dukung-pemulihan-ekonomi-ri


2) Pentingnya keluar dari Middle Income Trap 


https://en.m.wikipedia.org/wiki/Middle_income_trap


3) Sebelumnya, Jokowi juga dianggap mendukung UU yang mengontrol KPK


https://www.cnbcindonesia.com/news/20190913111326-4-99176/dinilai-lemahkan-kpk-jokowi-jangan-berprasangka-berlebihan

Monday, October 12, 2020

Menghadapi Gempuran Dari Segala Sisi, Jangan Biarkan Presiden Berjalan Sendiri


Oleh:
Rudi S Kamri

Kali ini ujian yang harus dihadapi Presiden Jokowi cukup berat. Saat pandemi Covid-19 belum tuntas teratasi dan pandemi ekonomi sedang diupayakan keras, kemudian datang gempuran dari luar dan dalam terkait UU Cipta Kerja Omnibuslaw. 

Gempuran dari dalam datang dari beberapa Kepala Daerah pembangkang yang mencoba merusak sistem hirarki ketatanegaraan. Komandan dari para Gubernur pembangkang ini adalah Anies Baswedan yang saat ini kebetulan menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Tapi alhamdulillah dalam menghadapi UU Cipta Kerja Omnibuslaw ini APPSI belum satu suara, hanya beberapa gelintir Kepala Daerah Provinsi yang berani bersuara. Saya berharap kelakuan lacung para Gubernur pembangkang ini bisa segera diredam oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang sampai saat ini belum menampakkan taringnya untuk melindungi kehormatan dan kewibawaan Kepala Negara.

Gempuran dari luar datang dari kelompok serikat pekerja yang dimotori Said Iqbal (KSPI) dan Andi Gani Nuawea (KSPSI). Tapi saya punya keyakinan protes kelompok serikat pekerja mungkin bisa segera diredam oleh Pemerintah. Apalagi tidak semua serikat pekerja menolak UU Cipta Kerja. Contohnya Federasi Serikat Pekerja BUMN yang dipimpin Arief Poyuono tegas mendukung hadirnya UU Cipta Kerja.

Tantangan serius dari luar justru datang dari kelompok kaum oportunis. Salah satunya dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang telah disusupi kepentingan partai tertentu yang menolak UU Cipta Kerja. Tapi fondasi perjuangan kelompok ini rapuh karena mereka tidak kuat mendalami esensi isu yang mereka perjuangkan. 

Kelompok oportunis yang perlu perhatian serius adalah para penunggang momentum seperti FPI, PA212 dan GNPF Ulama. Mereka memainkan isu UU Cipta Kerja yang dibarengi dengan isu sesat tentang datangnya pekerja dari China dan isu murahan tentang ancaman komunisme. Kelompok ini punya massa primordial yang cukup besar dan militan tanpa arah. Amunisi mereka untuk menyerang Pemerintah adalah menggunakan strategi "firehouse of the falsehood" yaitu dengan semprotan kebohongan dan berita palsu. Meskipun secara materi kebohongan yang mereka semburkan terkesan konyol dan tidak realistis tapi bagi pengikut mereka apapun yang mereka suarakan dipercayai secara buta.

Kelompok oportunis berbasis jualan agama ini sebetulnya mudah bisa diatasi kalau saja Pemerintah dalam aparat keamanan negara bisa memutus jalur logistik mereka dari Sang Cukong atau Bandar Demo. Karena kelompok oportunis ini sudah pasti tidak akan bisa bergerak tanpa ada dukungan dana dari Sang Bandar. Bagi sebagian pimpinan kelompok ini demonstrasi melawan Pemerintah adalah momentum terbaik untuk menggemukkan rekening mereka.

Pekerjaan Rumah aparat keamanan dalam konstelasi permasalahan ini adalah memupuk keberanian dan nyali untuk menggulung sang bandar demo.  Secara kasat mata pasti nama-nama Sang Bandar sudah ada di saku aparat negara. Masalah terbesar kita selama ini adalah tidak adanya keberanian aparat negara untuk menggulung habis kelompok Bandar. Kalau mereka tidak digulung, api akan semakin berkobar dan hal ini akan berpotensi membahayakan posisi Presiden. 

Kini tinggal kepiawaian dari Presiden Jokowi dalam memainkan strategi dan amunisi. Salah satunya adalah meningkatkan soliditas anggota Kabinet Indonesia Maju dan melakukan konsolidasi partai pendukung Pemerintah. Sinergi kuat dari TNI-Polri juga kunci yang harus dikuatkan. Atau cara pragmatis adalah dengan memberikan panggung kepada Menko Luhut Binsar Panjaitan untuk tampil menyelesaikan masalah ini secara tuntas. Karena kinerja Menkopolhukam Mahfud MD terlihat kurang meyakinkan untuk menjalankan ancaman seserius seperti saat ini.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Saya menghimbau kepada komunitas relawan penjaga Indonesia seperti kelompok relawan Jokowi dan kelompok alumni perguruan tinggi untuk segera  melakukan konsolidasi dan segera tampil untuk menunjukkan eksistensi. Kehadiran kelompok relawan ini bukan sekedar untuk menjaga Presiden Jokowi, tapi lebih untuk mengawal Konstitusi dan menjaga negeri. Kita harus mencegah para petualang politik untuk merusak tatanan demokrasi dan konstitusi.  Saat ini saya menyerukan kepada seluruh elemen bangsa: NEGARA MEMANGGIL untuk menyelamatkan negeri ini dari penjajahan kaum rakus kuasa. 

Dan yang lebih penting dari itu, jangan kita biarkan Presiden Jokowi berjalan sendiri menjaga keutuhan negeri.

Salam SATU Indonesia
11102020

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)