Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Kebudayaan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Kebudayaan Indonesia. Show all posts

Friday, January 8, 2021

BUDAYA JAWA DILARANG HIDUP DI TANAH JAWA ? (MOHON MAAF SAYA JUJUR..!!!)

gbr ilustrasi saja

KURANG AJAR HTI, FPI..., BUDAYA JAWA DILARANG HIDUP DI TANAH JAWA (MOHON MAAF SAYA JUJUR..!!!)
Catatan : KP Norman Hadinegoro.

Kali pertama saya perhatikan wanita Jowo diploroti...gak boleh nyeni lagiiiiii...

Pertama misi mereka:
Wanita dikerudungin kemudian dicadarin.

Artinya apa? 
Sanggul dan kebaya perlahan tapi pasti akan hilang dari tanah Jawa. Hampir semua wanita Jawa yg sudah kerudungan tak akan mau atau tak "enak hati" saat disuruh pakai sanggul.

Kedua larangan mereka : 
Musik dan Nyanyi dilarang.
Walau saling bertentangan tapi ada gerakan mengharamkan musik dan pelarangan wanita menyanyi. Apa akibatnya? 
Gamelan, Campursari, tayub, ludruk, kethoprak, wayang akan tinggal cerita.

Ketiga membumi hanguskan kearifan budaya: 
Adat istiadat dan tradisi dilarang.
Akhir-akhir ini banyak yg berceramah tentang pelarangan selamatan, bersih desa, sedekah bumi, larung sesaji dll. Suka tidak suka akan terus menggerogoti pada keberadaan kebudayaan Jawa.

Keempat :
Pelarangan kata-kata yg berbau tradisional.
Yg terbaru adanya pelarangan penyebutan pada ibu Pertiwi, Sri, Wisnu dan lain sebagainya.

Kelima :
Lemahnya kebanggaan orang Jawa pada budayanya sehingga terkesan cuek saat ada pihak lain yg ingin merusaknya. Kalau yg ini erat kaitannya dengan orang tua dan pemerintahan terutama dinas pendidikan yg lebih condong pada budaya Arab.

Walaupun budaya Jawa saat ini masih eksis, lambat laun akan semakin tergerus oleh gerakan mereka yg sekarang sudah semakin terang-terangan.

Mau lanjut penjajahan ini atau tidak?
Kita yg cinta budaya Jawa yg menentukan.
# jowo_ojo_kalah.

Sunday, August 2, 2020

Apa Itu Budaya Nasional...Baca dan SHare ke Temanmu.


*JAWA KAMU BILANG CEMEN JULL ??*

Apa yang dapat kita harapkan dari seorang yang kepada dirinya saja dia menyangkal ?
Tak ada !!
Itu pasti kelas pecundang.

Dia orang *CINA, ngaku Sumatra* tapi berbaju dan bangga sebagai Arab.
Mutan jenis apa makhluk seperti ini ?

Kemarin dulu, dia dengan mudah mengolok olok batik.
Batik bukan milik Indonesia.
Di Afrika ada, di China ada dan Amerika latin juga ada.
Lantas langsung disandingkan dengan jubah.
Jubah lebih baik dari batik.

Mana mungkin otaknya sampai pada sebuah konsep apalagi filosofi bila mulut saja penuh kebencian ?

Bukankah kodrat sudah menyiratkan bahwa bila mulut satu dan telinga ada dua disana ada maksud tersembunyi bahwa lebih baik banyak mendengar daripada terus ngomong ?

Otak dan kapasitasnya dijamin tak mampu.

Mana mungkin dia tahu bahwa batik memiliki dua keindahan visual dan spiritual ?

Mana sampai otaknya mencerna makna spiritual batik bagi orang Jawa dari tradisi mitoni, kelahiran, memasuki usia dewasa, perkawinan hingga kematian ?

Mana dia tahu hal detil tentang batik dalam konsep spiritual Jawa saat mitoni misalnya ?
Disana akan diperlukan enam macam kain batik dan satu kain lurik ?

Dan sang ibu berganti sebanyak tujuh kali dengan pola batik berbeda  Sido Mulyo, Sido Asih, Sido Mukti, Sido Luhur, hingga Sido Dadi , dan masing-masing pola adalah bentuk ungkapan doa bagi sang ibu kepada anaknya ?

Aahh..,mana mungkin muka cengar cengir kaya gitu ngarti yang beginian....

Di tempat lain blejegug ini ngomong panjang lebar tentang keris bagi orang Jawa yang diletakkan di belakang dan kemudian membandingkan dengan maksud menghina orang Jawa dan kemudian memuji  orang Sumatra yang meletakkan keris itu didepan.

*'Dia bermaksud mengadu domba orang Jawa dan orang Sumatra ?'*

Folosofi orang jawa tidak pernah pamer, apalagi mengancam.
Dia selalu berusaha menghargai orang lain, apalagi mereka yang sedang diajak berbicara.

Apa makna keris diletakkan didepan ketika sedang tidak perang ?
Menakuti ?
Pamer ?
Intimidasi orang lain ?

Bagi orang Jawa, ketika keris sudah diletakkan didepan, itu adalah berita buruk bagi lawannya yang menyatakan dia siap mati.
Lihat apa makna pesan Pangeran Diponegoro dengan kerisnya yang selalu diletakkan didepan, beliau berbicara kepada Belanda :
'saya siapkan selembar nyawa ini demi melawan kalian !!', itulah orang Jawa.
Dan Belanda dibuat terkencing kencing bukan ?

Belum berbicara tentang filosofi hubungan keris dengan sarungnya.  Sebuah konsep sebagai hubungan akrab, menyatu untuk mencapai keharmonisan hidup di dunia.

Maka lahirlah filosofi :
'manunggaling kawula – Gusti', bersatunya abdi dengan rajanya, bersatunya insan kamil dengan Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera.

Selain saling menghormati satu dengan yang lain, masing-masing juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar.

Itu baru makna keris !!

Bila *si Kuplek* ini memakai penutup kepala hanya demi pamer tentang siapa dan apa kedudukannya, blangkon pada orang Jawa sangat berbeda. Tak ada blangkon menunjukkan siapa dan apa pangkatnya. Itu tentang makna kerendahan hati.

Blangkon gaya Surakarta tidak memiliki tonjolan di bagian belakang, melainkan terjalin dengan mengikatkan dua pucuk helai kain di bagian kanan dan kiri.
Makna blangkon dalam hal ini adalah sebagai simbol pertemuan antara jagad alit (mikrokosmos) dengan jagad gedhe (makrokosmos).

Blangkon gaya Jogja memiliki mondolan di bagian belakang.
Mondolan  erat kaitannya dengan filosofi orang Jawa yang diharapkan pandai menyimpan rahasia.

Tidak mudah membuka aib, baik aib diri sendiri maupun orang lain.
Halus dalam berbicara dan bertingkah laku lembut serta berhati-hati sebagai wujud keluhuran budi pekerti.

Orang yang bijak akan mampu tersenyum dan tertawa meskipun hatinya menangis.
Ia hanya memikirkan bagaimana berbuat baik terhadap sesama, meski diri sendiri menjadi korbannya.

Itu orang jawa Jull !!

Dulu, kedua lututnya gemetaran hingga seluruh sendi tubuhnya seakan siap lepas tanpa dia mampu mencegahnya.
Kita tak pernah tahu, dan kita memang tak boleh tahu bila ternyata bangkunya basah.

Dia sudah seperti terkencing-kencing dihadapan mereka yang menolaknya, saudara kita dari Pontianak.
Dia ditolak oleh mereka yang tak ingin daerahnya kotor oleh mulut penuh fitnah dan dengki.

Dia ditolak, bahkan kakinyapun tak layak dan tak pantas menginjak bumi Pontianak.
Dia diusir dan hanya termanggu dipintu pesawat, bahkan udara kota Pontianakpun tak sempat dia hirup.

Kini, Jawa dihinanya.
Orang Jawa dianggap dagelan tak bermakna.
Orang Jawa dibuat jadi tertawaan.
Dia merasa lebih bermartabat dari seluruh orang Jawa.
Dia merasa lebih bernilai dibandingkan manusia Jawa.

Apakah kami orang Jawa akan berlaku seperti saudara kami dari Pontianak ketika kamu akan menginjak tanah kami, hehehe ?

Satu hal yang pasti, kami orang Jawa masih menunggu tindakan aparat kepolisian mengusut tuntas cacian dan hinaanmu terhadap suku kami.
Kami masih bersabar dan bangga dengan kejawaan kami yang penuh unggah ungguh.

Unggah ungguh kami, menghargai mereka yang berwenang.
Orang jawa gak mungkin mbablas untuk main hakim sendiri.
Kami diajari sopan santun, tepo sliro dan mengdepankan adab.

Unggah ungguh kami, memberi kesempatan kepada kepolisian untuk menyelidiki adakah unsur pidana yang sudah kamu lakukan.

Ini bukan delik aduan, seharusnya polisi dapat langsung bertindak.
Polisi dapat langsung memanggil yang bersangkutan untuk diminta keterangannya.

Ada indikasi Jull telah melanggar UU No 40 tahun 2008 pasal 156 KUHP tentang diskriminasi ras dan etnis.
Ada unsur sengaja membenturkan suku Jawa dan Sumatra.

Namun, bila aparat masih tidak juga bergerak, siapapun orang Jawa yang merasa terhina dengan omongan Jull, boleh, dan pasti akan banyak yang akan membuat laporan.

Inisiasi pelaporan sudah dibuat oleh seorang warga ber etnis Jawa bernama *Eddy Santry.*

Orang jawa akan dengan setia menunggu hasil laporan itu, dan kamu akan menyesal sudah menghina kami orang Jawa.

Kamu juga akan menyesal telah mengadu domba kami orang Jawa dan Sumatra.
Kami punya sejarah Soekarno dan Hata, Dwi Tunggal Proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kelakuanmu tak lebih dari *Kompeni*, kaum penjajah yang hobinya adu domba sesama Anak Bangsa demi kepentingan sempit yang gak jauh dari faktor perutmu yang sudah buncit dan *menjijikkan.*

Apakah pemecah belah Bangsa semacam Jull ini pantas tinggal di Indonesia, boleh..,tapi taruh saja di pulau terpencil dengan jeruji mengelilingi tubuh tak guna itu.

Apakah kita harus mendukung seorang Eddy Santry yang mengambil inisiatif melaporkan pemecah belah Bangsa semacam itu, saya mendedikasikan tulisan ini untuk 'Eddy Santry' sebagai bentuk dukungan agar banyak orang-orang Jawa yang akan bertindak seperti Eddy Santry.

DUKUNG EDDY SANTRY !!

Rahayu.
*Karto Bugel.*
POLITIKANDALAN.BLOGSPOT.COM

----------

Monday, July 27, 2020

Folosofi orang jawa tidak pernah pamer, apalagi mengancam.

gambar ilustrasi saja


JAWA KAMU BILANG CEMEN JULL ??

Apa yang dapat kita harapkan dari seorang yang kepada dirinya saja dia menyangkal ?
Tak ada !!
Itu pasti kelas pecundang.

Dia orang CINA, ngaku Sumatra tapi berbaju dan bangga sebagai Arab.
Mutan jenis apa makhluk seperti ini ?

Kemarin dulu, dia dengan mudah mengolok olok batik.
Batik bukan milik Indonesia.
Di Afrika ada, di China ada dan Amerika latin juga ada.
Lantas langsung disandingkan dengan jubah.
Jubah lebih baik dari batik.

Mana mungkin otaknya sampai pada sebuah konsep apalagi filosofi bila mulut saja penuh kebencian ?

Bukankah kodrat sudah menyiratkan bahwa bila mulut satu dan telinga ada dua disana ada maksud tersembunyi bahwa lebih baik banyak mendengar daripada terus ngomong ?

Otak dan kapasitasnya dijamin tak mampu.

Mana mungkin dia tahu bahwa batik memiliki dua keindahan visual dan spiritual ?

Mana sampai otaknya mencerna makna spiritual batik bagi orang Jawa dari tradisi mitoni, kelahiran, memasuki usia dewasa, perkawinan hingga kematian ?

Mana dia tahu hal detil tentang batik dalam konsep spiritual Jawa saat mitoni misalnya ?
Disana akan diperlukan enam macam kain batik dan satu kain lurik ?

Dan sang ibu berganti sebanyak tujuh kali dengan pola batik berbeda  Sido Mulyo, Sido Asih, Sido Mukti, Sido Luhur, hingga Sido Dadi , dan masing-masing pola adalah bentuk ungkapan doa bagi sang ibu kepada anaknya ?

Aahh..,mana mungkin muka cengar cengir kaya gitu ngarti yang beginian....

Di tempat lain blejegug ini ngomong panjang lebar tentang keris bagi orang Jawa yang diletakkan di belakang dan kemudian membandingkan dengan maksud menghina orang Jawa dan kemudian memuji  orang Sumatra yang meletakkan keris itu didepan.

'Dia bermaksud mengadu domba orang Jawa dan orang Sumatra ?'

Folosofi orang jawa tidak pernah pamer, apalagi mengancam.
Dia selalu berusaha menghargai orang lain, apalagi mereka yang sedang diajak berbicara.

Apa makna keris diletakkan didepan ketika sedang tidak perang ?
Menakuti ?
Pamer ?
Intimidasi orang lain ?

Bagi orang Jawa, ketika keris sudah diletakkan didepan, itu adalah berita buruk bagi lawannya yang menyatakan dia siap mati.
Lihat apa makna pesan Pangeran Diponegoro dengan kerisnya yang selalu diletakkan didepan, beliau berbicara kepada Belanda :
'saya siapkan selembar nyawa ini demi melawan kalian !!', itulah orang Jawa.
Dan Belanda dibuat terkencing kencing bukan ?

Belum berbicara tentang filosofi hubungan keris dengan sarungnya.  Sebuah konsep sebagai hubungan akrab, menyatu untuk mencapai keharmonisan hidup di dunia.

Maka lahirlah filosofi :
'manunggaling kawula – Gusti', bersatunya abdi dengan rajanya, bersatunya insan kamil dengan Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera.

Selain saling menghormati satu dengan yang lain, masing-masing juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/folosofi-orang-jawa-tidak-pernah-pamer.html]

Itu baru makna keris !!

Bila si Kuplek ini memakai penutup kepala hanya demi pamer tentang siapa dan apa kedudukannya, blangkon pada orang Jawa sangat berbeda. Tak ada blangkon menunjukkan siapa dan apa pangkatnya. Itu tentang makna kerendahan hati.

Blangkon gaya Surakarta tidak memiliki tonjolan di bagian belakang, melainkan terjalin dengan mengikatkan dua pucuk helai kain di bagian kanan dan kiri.
Makna blangkon dalam hal ini adalah sebagai simbol pertemuan antara jagad alit (mikrokosmos) dengan jagad gedhe (makrokosmos).

Blangkon gaya Jogja memiliki mondolan di bagian belakang.
Mondolan  erat kaitannya dengan filosofi orang Jawa yang diharapkan pandai menyimpan rahasia.

Tidak mudah membuka aib, baik aib diri sendiri maupun orang lain.
Halus dalam berbicara dan bertingkah laku lembut serta berhati-hati sebagai wujud keluhuran budi pekerti.

Orang yang bijak akan mampu tersenyum dan tertawa meskipun hatinya menangis.
Ia hanya memikirkan bagaimana berbuat baik terhadap sesama, meski diri sendiri menjadi korbannya.

Itu orang jawa Jull !!

Dulu, kedua lututnya gemetaran hingga seluruh sendi tubuhnya seakan siap lepas tanpa dia mampu mencegahnya.
Kita tak pernah tahu, dan kita memang tak boleh tahu bila ternyata bangkunya basah.

Dia sudah seperti terkencing-kencing dihadapan mereka yang menolaknya, saudara kita dari Pontianak.
Dia ditolak oleh mereka yang tak ingin daerahnya kotor oleh mulut penuh fitnah dan dengki.

Dia ditolak, bahkan kakinyapun tak layak dan tak pantas menginjak bumi Pontianak.
Dia diusir dan hanya termanggu dipintu pesawat, bahkan udara kota Pontianakpun tak sempat dia hirup.

Kini, Jawa dihinanya.
Orang Jawa dianggap dagelan tak bermakna.
Orang Jawa dibuat jadi tertawaan.
Dia merasa lebih bermartabat dari seluruh orang Jawa.
Dia merasa lebih bernilai dibandingkan manusia Jawa.

Apakah kami orang Jawa akan berlaku seperti saudara kami dari Pontianak ketika kamu akan menginjak tanah kami, hehehe ?

Satu hal yang pasti, kami orang Jawa masih menunggu tindakan aparat kepolisian mengusut tuntas cacian dan hinaanmu terhadap suku kami.
Kami masih bersabar dan bangga dengan kejawaan kami yang penuh unggah ungguh.

Unggah ungguh kami, menghargai mereka yang berwenang.
Orang jawa gak mungkin mbablas untuk main hakim sendiri.
Kami diajari sopan santun, tepo sliro dan mengdepankan adab.

Unggah ungguh kami, memberi kesempatan kepada kepolisian untuk menyelidiki adakah unsur pidana yang sudah kamu lakukan.

Ini bukan delik aduan, seharusnya polisi dapat langsung bertindak.
Polisi dapat langsung memanggil yang bersangkutan untuk diminta keterangannya.

Ada indikasi Jull telah melanggar UU No 40 tahun 2008 pasal 156 KUHP tentang diskriminasi ras dan etnis.
Ada unsur sengaja membenturkan suku Jawa dan Sumatra.

Namun, bila aparat masih tidak juga bergerak, siapapun orang Jawa yang merasa terhina dengan omongan Jull, boleh, dan pasti akan banyak yang akan membuat laporan.

Inisiasi pelaporan sudah dibuat oleh seorang warga ber etnis Jawa bernama Eddy Santry.

Orang jawa akan dengan setia menunggu hasil laporan itu, dan kamu akan menyesal sudah menghina kami orang Jawa.

Kamu juga akan menyesal telah mengadu domba kami orang Jawa dan Sumatra.
Kami punya sejarah Soekarno dan Hata, Dwi Tunggal Proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kelakuanmu tak lebih dari Kompeni, kaum penjajah yang hobinya adu domba sesama Anak Bangsa demi kepentingan sempit yang gak jauh dari faktor perutmu yang sudah buncit dan menjijikkan.

Apakah pemecah belah Bangsa semacam Jull ini pantas tinggal di Indonesia, boleh..,tapi taruh saja di pulau terpencil dengan jeruji mengelilingi tubuh tak guna itu.

Apakah kita harus mendukung seorang Eddy Santry yang mengambil inisiatif melaporkan pemecah belah Bangsa semacam itu, saya mendedikasikan tulisan ini untuk 'Eddy Santry' sebagai bentuk dukungan agar banyak orang-orang Jawa yang akan bertindak seperti Eddy Santry.

DUKUNG EDDY SANTRY !!
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=177161503794996&id=102161527961661&__tn__=K-R
Rahayu.
Karto Bugel.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/folosofi-orang-jawa-tidak-pernah-pamer.html]

Friday, February 7, 2020

Tradisi dan adat kita tidak murni berasal dari Indonesia, melainkan diserap dan dimodifikasi dari budaya asing

Talking Points
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI - Bapak Nadiem Anwar Makarim

Pada Kegiatan Perayaan IMLEK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
6 Februari 2020


Objective of the speech: Menyampaikan arti penting kebinekaan untuk kemajuan Indonesia

Opening:
Assalamu'alaikum warohmatullohi wa barokatuh
Selamat Sore
Salam Sejahtera untuk kita semua
Bapak/Ibu yang saya hormati

Points to convey:
-Kebudayaan nasional Indonesia kaya karena adanya interaksi antarbudaya, termasuk interaksi dengan budaya yang datang dari luar kawasan Indonesia.
-Tradisi dan adat kita tidak murni berasal dari Indonesia, melainkan diserap dan dimodifikasi dari budaya asing. Misalnya, tari Kecak Bali diciptakan oleh seniman Jerman Walter Spies di awal abad ke-20.
-Pada tahun 1935, Ki Hadjar Dewantara menyadari fenomena ini. Ia mengatakan, "Tiap-tiap waktu dapatlah kita lihat macam-macam cara hidup baru, yang pada kini dikenali orang sebagai 'adat', tetapi sebenernya tak terdapat dalam masa sepuluh atau dua puluh tahun sebelumnya."
-Interaksi antara Tionghoa dan Nusantara sejak abad ke-4 Masehi ikut membentuk watak budaya Indonesia.
-Budaya Tionghoa ikut mewarnai berbagai ekspresi budaya Nusantara seperti:
>Bahasa Indonesia dibentuk dari bahasa Melayu Rendah atau Melayu Pasar yang dipengaruhi dan disebarluaskan oleh para pedagang Tionghoa
>Karya-karya sastra Indonesia paling awal ditulis oleh para sastrawan Tionghoa peranakan alam bahasa Melayu Pasar
>Baju koko berasal dari budaya Tionghoa peranakan
>Seni tradisi Barongan di Jawa Tengah dan Jawa Timur berasal dari Barongsai masyarakat Tionghoa
>Tari Baris tradisional yang berkembang di Bali berasal dari tradisi tari Tionghoa
>Seni musik yang sekarang disebut tradisi berasal dari pengaruh budaya Tionghoa (orkes Gambang Kromong Betawi, tradisi musik Gambang Semarang, dll)
>Berbagai warisan budaya dibentuk oleh pengaruh budaya Tionghoa (batik pesisir, soto)
>Masyarakat Tionghoa juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan. Tokoh Tionghoa ikut duduk dalam sidang BPUPKI. Mr. Tan Eng Hoa bahkan mencetuskan kebebasan untuk berserikat dan berkumpul yang kemudian ditetapkan sebagai Pasal 28 UUD 1945.

-Persoalannya bukan bahwa sekarang budaya asing banyak beredar di lingkungan kita. Persoalannya adalah sejauh mana kita mampu berinteraksi dan memanfaatkan ragam budaya yang ada untuk memajukan kepentingan nasional, mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Terima kasih, wassalamu'alaikum warohamtullohi wabarokatuh

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)