Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Jokowi. Show all posts

Monday, November 18, 2019

Presiden Jokowi Blakblakan, Gampang Tertidur Termasuk di Helikopter



Presiden Joko Widodo mengaku mudah tertidur saat perjalanan dinas. Bahkan, orang nomor satu di Indonesia itu pernah tertidur di dalam helikopter. “Saya tidur sering, di mobil dari Jakarta ke Bogor atau dari Bogor ke Jakarta saya bisa tidur. Di pesawat saya bisa tidur 20 sampai 30 menit. Di helikopter juga (bisa tidur),” ujar Jokowi di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Jokowi mengatakan, dirinya mudah tidur di mana saja karena saat malam hari jam tidurnya sedikit. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku kerap bekerja hingga larut malam. 

“Kalau malam saya tidur lebih sedikit dari yang lain. Alhamdulillah saya diberi kenikmatan itu, gampang tidur di mana pun dengan suara apapun,” kata Presiden. 

Bahkan, Jokowi mengaku sering menelepon menteri-menterinya di malam hari. Hal itu dia lakukan jika ada permasalahan yang harus diselsaikan sesegara mungkin. 

“Kalau tengah malam saya telepon (para menteri), bisa jam 10 malam, 12 malam, jam 1 malam, 1.30 dan 2.30 malam. Kalau menterinya sulit (dihubungi) ajudannya saya telepon suruh bangunin. Kalau (lagi situasi) penting begitu,” ucap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketika Jokowi Mengaku Bisa Tertidur di Helikopter...", https://money.kompas.com/read/2019/11/14/151742426/ketika-jokowi-mengaku-bisa-tertidur-di-helikopter.
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Erlangga Djumena

Monday, September 30, 2019

Denny Siregar JOKOWI ITU MENGERIKAN



Jokowi tak Pernah Lemahkan KPK


Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) yang digagas oleh DPR RI mengundang sejumlah polemik di tengah masyarakat. Ada yang menyebut setuju untuk di revisi namun tidak sedikit pula yang menyebut tidak setuju. Adanya hal tersebut Presiden Joko Widodo pun memiliki sikap berbeda dalam menanggapi revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK). Ia menyebut tak semua usulan DPR dalam revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disetujui pemerintah. Dia tak ingin KPK diperlemah. Lalu apa tujuan sebenarnya DPR RI merevisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi? Benarkah ada unsur ketakutan dari DPR itu sendiri terhadap KPK? Dan bagaimana seharusnya RUU KPK itu dibuat? Simak perbincangan menariknya bersama Mantan Ketua KPK Antasari Azhar. https://politikandalan.blogspot.com/2019/09/denny-siregar-jokowi-itu-mengerikan.html #AntasariAzhar #Newsmaker #MedcomID


Sunday, September 29, 2019

PANGGUNG POLITIK JOKOWI YANG TIDAK TERLIHAT OLEH AWAM..


Ketika awal Jokowi berkuasa, teman saya mengatakan bahwa yang paling berbahaya secara politik adalah sikap Jokowi yang ingin memaksa Freeport mengakhiri Kontrak Kerja dan patuh kepada UU Minerba.

Karena ini menyangkut kepentingan AS yang Lima Presiden sebelumnya tidak mampu menghadapi.

Apalagi Jokowi bukan presiden yang pemimpin Partai, yang tentu tidak punya kekuatan terorganisir di akar rumput menahan gejolak serangan politik dalam negeri.

Benarlah.

Tahun 2015 suhu politik memanas dengan munculnya skandal “Papa minta saham” yang berkaitan dengan Dirut PT. Freeport Indonesia dan Setya Novanto bersama Murez.

Isi rekaman itu menyeret nama nama mantan presiden sebelumnya yang terlibat dalam konspirasi tingkat tinggi.

Setya Novanto lolos dari kasus ini karena dia tidak mau bersaksi atas isi rekaman itu.

Secara tidak langsung Novanto menyelamatkan muka para presiden sebelumnya.

Tanpa operasi Intelligent Asing tidak mungkin rekaman yang sudah setahun lebih muncul lagi kepublik dan membuat gemetar elite politik.

Ini seakan sinyal kepada Jokowi bahwa jangan main main dengan Freeport.

Apakah itu cukup?

Belum. !!

Pada bulan Februari 2016, Kapal selam AS berkekuatan nuklir mendekati perairan Indonesia.

Ini provokasi yang berbahaya.

Jokowi telah memerintahkan TNI AL harus tanpa ragu menjaga teritori Indonesia.

Makanya Tim reaksi cepat Western Fleet Quick Response (WFQR) TNI AL dipiloti Kapten Laut (P) S Hayat dan Lettu Laut (P) Asgar Serli bergerak cepat menuju wilayah perairan Nongsa, Batam.

Pusat Penerbangan TNI AL yang bermarkas di Tanjungpinang harus melaksanakan prosedur tetap dalam Standar operasi tempur untuk menjaga teritory Indonesia.

Berita ini tidak begitu di perhatikan oleh Publik.

Padahal saat itu prajurit TNI berhadapan dengan Angkatan laut AS yang menggunakan Kapal selam modern untuk mendekati perairan Indonesia.

Saya yakin apalah arti kekuatan Helikopter Helikopter BO 105 nomor lambung NV-408, di bandingkan dengan kekuatan angkatan laut AS.

Tapi prajurit TNI tanpa sedikitpun ragu terus me shadow kapal selam itu untuk segera menjauh dari perairan Indonesia.

Selesai?

Belum. !!!!

Masih ada lagi…

Di penghujung tahun 2016 atau bulan november terjadi aksi massa umat islam yang dikenal dengan gerakan GNMF MUI untuk memenjarakan Ahok yang dituduh menistakan agama.

Namun sebetulnya diarahkan untuk menjatuhkan Jokowi.

Terbukti dalam aksi 411 ratusan ribu orang berdemontrasi mengepung istana negara.

Aparat dengan kesetian tinggi kepada Presiden berhasil menjaga ketertiban demo tersebut walau sempat terjadi gesekan dengan aparat.

Selesai?

Juga Belum!

Sebulan kemudian diadakan lagi aksi 212, tujuan tetap sama memenjarakan Ahok dengan target Istana negara.

Kali ini Jokowi datangi peserta demo dengan percaya diri, dan memastikan dia tidak takut dan dia bukan musuh umat islam.

Apakah itu cukup?

Belum!!

Pada saat hari Pilkada DKI, Kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat (AS) USS Carl Vinson memasuki wilayah Indonesia dengan alasan mengawal kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ke Indonesia.

Kunjungan dengan kawalan berkekuatan besar ini secara tidak langsung AS menerapkan smart power terhadap Indonesia.

“Kamu jangan coba coba melawan saya“.

Pada bulan itu memang sedang dilakukan perundingan dengan Freeport.

Jokowi menghadapi tekanan itu dengan tenang.

Dalam pertemuan dengan Jokowi, Mike tidak menyinggung soal Freeport.

Provokasi AS di perairan Indonesia dan adanya pressure group sebagai proxy AS yang membuat stabilitas politik dalam negeri terganggu, menguatkan argumen para elite politik dan Jenderal bahwa berhadapan dengan kepentingan AS di Indonesia sangat berbahaya.

Tahun 2017 Prabowo mengatakan bahwa Indonesia harus menghormati kepentingan AS.

Bahkan Prabowo sampai mengingatkan pemerintah Jokowi bahwa Amerika Serikat pernah membantu bangsa Indonesia pada beberapa hal.

Tentu ini berkai6tan dengan kekisruhan perundingan dengan Freeport.

Sikap Jokowi sudah jelas sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pemegang KK harus beralih operasi menjadi perusahaan IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Kewajiban divestasi hingga 51 persen.

Sikap ini dipegang dengan konsisten.

Teman saya bilang bahwa bukan hanya AS yang dibuat Jokowi tidak berdaya.

China juga merasakan sikap keras Jokowi.

Dalam pertemuan APEC di Beijing.

Jokowi dengan tegas akan memberikan ruang ALKI kepada AS.

Dengan demikian tidak berdesakan dengan China di Malaka.

Bahkan Jokowi menolak dengan keras klaim Cina atas laut Cina Selatan & menggantinya dengan Natuna Utara!!!

Yang membuat pemerintah Cina geram, tapi apa daya yang dihadapi adalah Jokowi si manusia keras kepala yang sangat mencintai negerinya.

Dan kalian masih bilang Jokowi antek Cina???

Kalian mau tahu muka antek Cina dan penjilat pantat cina?

Nih.....!! 👇

Setelah pertemuan APEC di Beijing Jokowi akan membangun pelabuhan check point di Nusa Tenggara Barat (NTB) & Sulawesi.

Waktu itu baik China & AS setuju untuk mengakhiri konflik laut cina selatan.

Atas kesepakatan itu China merasa aman dengan program OBOR untuk menghubungkan China ASEAN.

Pembangunan kereta logistik digelar dari Guangxie melalui Vietnam, Thailand, Malaysia Singapore dan rencana dengan jembatan laut Malaka akan terhubung dengan Indonesia ( Dumai ).

Saat sekarang jalur kereta sudah sampai di Malaysia.

Dan sedang membangun tunnel ke Singapore.

Sementara AS sedang memperkuat investasi explorasi gas di blok santa fee dan marsela ( laut Arafuru- Maluku ) dan Mahakam, kalimantan timur.

Tetapi dalam perjalanannya Jokowi tidak pernah komit dengan kesepakatan APEC itu.

Jokowi tidak menanggapi proposal jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Dumai dengan Malaka.

Padahal proyek itu sudah dapat izin prinsip dari pemerintah SBY.

Program Toll laut Jokowi bukannya mendukung OBOR malah bersaing dengan OBOR.

China pusing.

Bagaimana dengan AS?

Blok Mahakam di take over oleh Pertamina awal tahun ini dan Blok marsela di bangun di darat dan sekarang justru Jokowi akan membangun pangkalan militer di Kepulauan Arafuru.

AS tambah pusing.

“Bagaimana mau kerjasama kalau tidak ada yang komit".

Jokowi seenaknya mengabaikan komitment yang dibuatnya.

Kata teman konsultan Geostrategis kepada saya.

Saya hanya tersenyum.

Saya katakan kepada teman bahwa OBOR ( One Belt One Road ) tidak akan dapat peluang menyentuh Malaka sebelum Sumatera terkoneksi dengan toll laut maupun toll darat.

Jokowi tidak mau mengorbankan Geostrategisnya untuk kepentingan asing.

Janji China akan menggelontorkan dana USD 30 miliar untuk jalan toll Sumatera & toll laut, nyatanya hanya 10% saja cair.

Mau komit bagaimana?

Amerika juga sama, tidak ada niat baik menyelesaikan masalah Freeport dengan mulus.

Mau komit bagaimana ?

Saya rasa ini hanya pertimbangan fairly.

Kalau mau bersinergi, China dan AS harus tunjukkan itikad baik.

"Sekarang Indonesia, ada atau tidak ada china atau AS pembangunan jalan terus sesuai agenda.

"Agenda Jokowi untuk Indonesia", Kata saya.

“Jadi apa usul kamu ?" Kata teman sambil mengerutkan kening.

"Menurut saya, china selesaikan saja komitment membiayai jalan toll Sumatera dan toll laut, dalam koridor B2B.

Kemudian AS gunakan Jepang & Eropa bangun koneksitas Kalimatan & Sulawesi.

Dukung penyelesaian masalah freeport.

Nah kalau itu semua sudah selesai, Jokowi akan komit.

Mengapa?

Karena kalau infrastruktur terbangun, Indonesia juga siap bersaing atas program OBOR nya China dan Grand Pacific nya Amerika.

Kan tidak mungkin Indonesia hanya jadi penonton.”

“Wah saya yakin Jokowi akan gagal Pilpres 2019.
Terlalu banyak musuh."

Apalagi proxy China dan AS ada disemua Partai Politik di Indonesia.

“Kata teman saya hanya tersenyum. Memang perjuangan mempertahankan NKRI itu tidak mudah".

Mengapa ?

Musuhnya bukan saja orang asing tetapi juga dari dalam negeri yang berkedok pengamat, tokoh agama, politisi & mereka tanpa rasa malu secara vulgar menunjukan keberpihakannya terhadap asing.

Tidak ada mereka berdemo memberikan dukungan kepada Presiden dalam upaya nasionalisasi SDA kita.

Bagi mereka bagaimana caranya agar agenda asing terkabulkan dan Jokowi jatuh, entah bagaimana caranya.

Yang penting mereka dapat uang dan kekuasaan.

“Negeri kami merdeka berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

Engga ada yang kami takuti dengan asing apalagi proxy kambing, proxy sapi, proxy kampret.

Karena yang menjaga kami adalah Tuhan..Allah SWT.

Apakah ada yang lebih hebat dari Tuhan? “ kata saya.

Tidak percaya?

Nah! ...

Terbukti kini di penghujung tahun kekuasaan Jokowi, Blok Mahakam, Blok Rokan dan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia selesai dan Jokowi masih bisa tersenyum tanpa beban menyapa rakyat dengan gaya jenakanya.

Belakangan AS dan China harus bermanis muka kepada Jokowi agar Indonesia berperan dalam proposal Indopacific dan tetap saja Jokowi menentukan arah proposal itu sesuai dengan kepentingan Indonesia.

Sementara gerakan pressure group semakin kehilangan ide dan pijakan politik.

Beberapa diantara mereka kini tersangkut kasus pidana dan mungkin ada yang hampir gila karena ngoceh salah terus.

Pemilu 2019 adalah panggung Jokowi, untuk periode kedua dengan dukungan penuh dari koalisi partai yang akan menguasai kursi minimal 70% di DPR.

Wahai anak negeri... Jangan biarkan Jokowi berjalan sendiri.🙏.
https://politikandalan.blogspot.com/2019/09/panggung-politik-jokowi-yang-tidak.html

Tuesday, September 24, 2019

Mari kita gelorakan hestek #SayaBersamaJokowi


SEBARKAN…!!!

Teman-teman

Hestek #TurunkanJokowi yg digagas para pecundang yang SAKIT HATI karena kalah dalam Pilpres (MCA, HTI, Radikalis anti Pancasila & para gedibal-nya] harus KITA LAWAN

Mari kita gelorakan hestek #SayaBersamaJokowi ini bukan hanya soal dukung mendukung di Pilpres lagi, akan tetapi ini adalah gerakan kita semua untuk MELAWAN mrk para bedebah yg menunggangi demo mahasiswa yang menolak RUU Mineral dan Batu Bara, RUU Pertanahan, RUU KUHP, dan RUU Pemasyarakatan  yang berlangsung kemarin, hari ini & beberapa hari kedepan.


Sekali lagi yg punya akun twitter, IG dan FB yuks… gaungkan hestek :  #SayaBersamaJokowi

AKU MENDENGAR SEMUA TUDUHAN KALIAN


Kalian bilang aku ini Presiden BONEKA, keturunan PKI...
Dan entah apalagi kata-kata busuk kalian.
Katanya orangtuaku tidak jelas.
Agamaku dipertanyakan.
Memilihku dianggap haram.

Aku terpukul dan beberapa kali jatuh tersungkur.
Hanya demi Indonesia
aku bangkit lagi.
Kerja, kerja, dan kerja.
Tapi...
Tetap saja kalian bilang rakyat tak makan aspal jalan Papua...
BBM satu harga, tak ada guna... itu karena kalian dibutakan.

Kalian tertawa saat rupiah terpuruk.
Malah mengharap lebih buruk.
4 tahun perjuangan mengambil alih Freeport, kalian bilang itu hoax.
Jika memang aku ini buruk,
mengapa presiden sebelumnya tak mampu melakukan itu semua?.

Mengapa...?

Ingin rasanya aku marah,
Tapi... aku sadar
Pekerjaan kita masih banyak.

Kulupakan semua caci maki.
Kutepis sakitnya hinaan.
Aku lebih memilih bekerja, kerja,dan kerja.
Untuk anak cucuku, untukmu, untuk kita, untuk Indonesia, dan untuk kalian yang mencaciku.

Aku hanyalah manusia biasa,
yang jauh dari kata SEMPURNA.

#JokowiMasihYangTerbaik

Riwayati Jamiela ✍🙏👍

Repost HariMerdeka Drecpecs ✊🇮🇩
@m.bahrunnajach

3 Blunder TVOne Soal Kabut Asap Riau, Sasar Jokowi Tapi Gagal! Wkwkwk!


Ninanoor

Saya tidak mengkultuskan sosok Jokowi, namun dari perilaku dan kebiasaan beliau sejauh ini, saya yakin bahwa beliau ini memang orang baik. Selalu mendapat deraan fitnah, hoaks dan tudingan. Namun ada saja kejadian yang menyebabkan semua fitnah, hoaks dan tudingan itu berbalik ke pelakunya. Seperti contohnya yang terjadi pada TVOne baru-baru ini. Stasiun televisi satu ini memang terkenal dengan arah dan orientasinya yang memang tidak berpihak pada Presiden Jokowi. Berbagai informasi yang ditayangkan di TVOne memang nampak sekali ada upaya framing di baliknya. Saya tidak bilang ini salah, ya silakan saja. Sama saja dengan Seword yang selalu berada di sisi Jokowi. Tidak ada yang salah dengan arah dan orientasi. Yang penting sportif, dan mainnya yang cantik dong. Jangan kayak ILC, salah satu acara andalan TVOne yang kerap tidak sportif dan main kasar. Tapi nggak apa-apa kok, nggak ada elo nggak rame hehehe….

Sekarang ini salah satu topik yang hot, yang bisa dipakai untuk memojokkan Presiden Jokowi adalah adanya karhutla dan kabut asap di Riau. Tentu saja TVOne juga ikut bermain di area ini. Salahin saja Jokowi. Lupakan kalau Riau itu punya perangkat pemda sendiri dari yang paling bawah seperti RT dan RW, hingga sampai ke paling atas, Gubernurnya. Seperti yang dikatakan oleh Presiden Jokowi, pencegahan itu penting. Ketika titik-titik api masih sedikit harusnya sudah bisa dituntaskan. Ini sudah banyak, warganya juga banyak jadi korban, baru deh…

Dalam rangka mem-framing semua kesalahan atas karhutla dan kabut asap ke Jokowi, ada 2 sarana yang dipakai oleh TVOne, yakni ILC dan acara berita. Saya akan memaparkan ke-3 blunder dalam 2 bagian acara itu.

ILC

Acara ILC yang ditayangkan pada Selasa malam (17/9) lalu, bertajuk “SOS Asap Mengancam Kami, Benarkah Ada Mafia Di Balik Kebakaran?”. Saya tidak menontonnya secara langsung. Jadi yang saya lihat adalah satu segmennya saja yang ada di Youtube. Ini merupakan Blunder pertama.

Awalnya saya melihat potongan videonya dari sebuah akun pegiat media sosial Twitter bernama @Aryprasetyo85.

https://twitter.com/Aryprasetyo85/status/1174204037157347328

Dalam video itu seorang ibu yang katanya adalah salah satu korban kabut asap Riau bercerita tentang anaknya yang jadi korban kabut asap yang akhirnya meninggal dunia. Namun ternyata kejadian ini terjadinya di tahun 2009! Eh?? “Woy @karniilyas @ILCtv1 @tvOneNews Lupa di briefing niiih yg diwawancarain.. wkwk Yg bener yg mana?? Korban 2009 apa 2011? Kok baru curhat nya skrg.. Apa itu standar @karniilyas jg @ILCtv1 yg ptg ada bahan utk salahkan Pemerintahan,” demikian tulis @Aryprasetyo85. Tepok jidat!

Blunder kedua, saya temukan ketika saya melihat video ILC itu secara lebih lengkap, di bawah ini videonya.

Nampak sekali bahwa video berdurasi 27 menit ini merupakan propaganda PKS. Ketiga perempuan yang bercerita di sana, termasuk ibu yang ada di klip video yang diunggah @Aryprasetyo85, sama-sama memuji-muji jasa PKS yang menyediakan tempat bagi mereka. Blundernya adalah kita tahu betapa ngomelnya Presiden Jokowi dalam rapat terbatas soal kabut asap ini ketika beliau datang langsung ke Riau. Terhadap siapa? Ya terhadap pemerintah daerah Riau, yang membiarkan karhutla hingga jadi besar dan jadi kabut asap yang pekat dan mengepung wilayah Riau. Ini sudah saya tulis sebelumnya, tentang bagaimana salahnya skala prioritas Gubernur Riau dan Wali Kota Pekanbaru, yang memilih kunker ke luar negeri ketika kabut asap sedang pekat-pekatnya.

https://seword.com/umum/oh-riau-gubernurnya-ke-thailand-walikotanya-ke-kanada-mahasiswanya-bakar-ban-4T5Db5ct3z

Siapa yang mengusung Gubernur Riau Syamsuar? Tidak lain adalah PKS! Sumber Siapa yang mengusung Wali Kota Pekanbaru? Ya sama, PKS lagi Sumber. Jadi siapa yang kinerjanya buruk sehingga akhirnya tidak sanggup mengatasi titik api kecil yang akhirnya menjelma jadi besar dan ganas macam itu? Tanya lah sama PKS!

Acara Berita

Yang pertama kali memperhatikan Blunder ketiga ini adalah seorang pegiat media sosial Twitter lainnya, yakni akun @eko_kuntadhi. Dia mengunggah sebuah foto acara berita TVOne, yang mengandung keanehan.

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1174541635952099330

www.google.com

Pembawa beritanya sama-sama memakai masker hehehe… Mungkin maksudnya seperti menambahkan suasana seperti apa yang mereka beritakan. “Maksud TV One mau meledek Jokowi karena kebakaran hutan di Sumatera. Tapi kantor TV One di Pulogadung. Asap kebakaran gak sampai sana. Yang sesungguhnya mereka rasakan adalah udara Jakarta yg penuh polutan. Yang kena tabok malah Anies...,” tulis @eko_kuntadhi. Blunder kaaan? Huehehehe….

Makanya mainnya yang cantik dan disusun dengan benar dong. Agar tidak jadi blunder. Memang niat jelek itu adaaa aja halangannya. Malah jadi senjata makan tuan dan kena batunya sendiri, batu gede pula, sampai 3 kali. Demikian kura-kura….

(Sekian)

JANGAN BIARKAN JOKOWI SENDIRI, HTI TUNGGANGI DEMO, HINDARI MARTIR


Yang saya tuliskan selama sepekan ini terbukti. Mereka akan terus membuat kisruh. Tak akan berhenti selama 5 tahun. Upaya mendirikan negara khilafah, jika tidak ditindak tegas, maka akan semakin marak. Hukum tentang menindak penyebar ajaran khilafah tidak ada. Setiap ada kesempatan kisruh  mereka akan memanfaatkannya. Bahaya laten khilafah. Maka jangan biarkan Jokowi sendirian.

Akibat Rekonsiliasi Politik Rusak Penegakan Hukum

Rancangan kerusuhan 22-25 Mei 2019 yang gagal total. Bravo Polri/TNI yang sigap dan taktis. Polri berhasil mengendus sampi ke aktor intelektualnya. Namun, sayangnya atas nama rekonsiliasi politik, para perusuh, para begundal, para pembunuh secara sengaja, kelompok khilafah yang akan menjerumuskan adu domba polisi membunuh demonstran, mereka tidak dihukum.

Komjen Polisi  M. Iqbal pun gagal mengumumkan aktor intelektual kerusuhan yang nyaris membuat perang saudara itu. Bahkan para perusuh anarkis pun sampai kini tidak jelas – bahkan mungkin telah dibebaskan. Atas nama rekonsiliasi politik. Maka mereka tidak kapok. Tidak jera.

Tak pelak. Eks Kampret alias Kadal gurun dan Taliban  turun di jalanan. Tujuan mereka jelas untuk menjatuhkan Jokowi. Sahih. Mahasiswa yang bergerak sangat berbahaya karena berpotensi ditunggangi oleh Khilafah, HTI, Ikhawanul Muslimin, dan kaum Monaslimin, koruptor, dan para pengkhianat bangsa.

Saya sore tadi datang. Melihat. Indikasi ditunggani semakin besar. Bukan hanya di depan gedung DPR/MPR. Dari sekitaran tampak Gedung DPR/MPR, logistik disediakan oleh gerakan Khilafah. Mereka tak segan memaksakan diri masuk, walau harus menggeser barikade beton. Dengan atas nama agama, mereka mengintimidasi Polisi dan TNI. Untung mereka sabar. Dari tampilan cingkrang, jidat hitam, plus jenggot, dan omongan bergaya agamis, mereka adalah confirmed khilafah.

Salah Antisipasi

Gerakan membakar hutan benar terjadi. Inisiasi pembakaran sudah sejak Februari 2019. Sayangnya antisipasi kurang. Ini harus disadari sepenuhnya. Memang di dalam tubuh pemerintahan, entah itu gubernur, bupati, camat, lurah, disinyalir banyak sekali  eks Kampret, kadal gurun, dan Taliban. Tentu mereka akan ogah-ogahan bekerja. Jangankan memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Mendukung kinerja Jokowi pun mereka oposan. Enggan.

Begitu kekeringan maksimal, ditambah kekalahan kontestasi politik, maka kebakaran hutan dan lahan adalah kesalahan Jokowi. Itu yang disebut oleh Kampret.  Juga Fadli Zon. Akibat teriakan Zon, maka para eks Kampret pun selfie dan foto-foto di lahan kebakaran. Senang. Tujuannya mendiskreditkan Jokowi.

Secara sistematis revisi UU KPK dan revisi KUHP dijadikan polemik. Terlepas dari kesalahan akibat tidak ada sosialisasi. Mana pasal yang direvisi. Mana yang tidak. Apa tujuannya.Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) gagal berperan menjadi PR Pemerintahan Jokowi-JK. Gagal. Yang lumayan berhasil bidang informatika – jaringan internet. Akibatnya? Pelintiran informasi lebih dominan.

Kondisi ini ditambah lagi bebalnya DPR untuk memaksakan revisi. Bahkan pengesahan revisi KUHP secara serampangan dan tergesa-gesa. Lagi-lagi sembrono. Ini terbukti dari 11 pasal yang sangat Jokowi sudah ingatkan untuk ditunda. DPR tetap tidak  sensitif. Maka demo makin membesar.

Pendukung Jokowi Terpecah
Untuk kali pertama Netizen waras pendukung Jokowi terpecah. Bahkan dalam satu ruangan relawan yang sama. Tentu karena ada kepentingan. Entah apa. Yang jelas, di tengah rancangan menuju Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 20 Oktober 2019, gerakan untuk tidak melantik Jokowi bergema. Itu bergema di Yogyakarta.

Para mahasiswa itu tak sadar telah dimanfaatkan oleh gerombolan kadal gurun, Taliban, Monalismin, yang mirip dengan ketika KAMI – saya ikut terlibat penggulingan eyang saya Presiden Soeharto di 1998 – ditunggangi oleh Amien Rais. Tak disangka dia adalah wujud provokator. Kadal gurun. Rakyat paham.

Hindari Korban Tewas

Maka menghadapi provokasi demo-demo di depan DPR – dengan selebaran dan ajakan viral melalui media sosial – dibutuhkan martir. Ada yang tewas. Setelah pembunuhan di 22 Mei 2019 gagal total. Kini mereka akan melakukan pola yang sama.

Perlu diwaspadai upaya membuat martir dari pendemo. Satu nyawa saja melayang maka akan dikapitalisasi menjadi isu seperti Mei 1998. Jokowi jadi target.

Polisi dan TNI pasti akan menahan diri menghadapi mahasiswa di DPR. Yang penting adalah Polri dan TNI menjaga gedung DPR dan obyek vital dari gerakan mahasiswa yang sudah disusupi khilafah tersebut.

Oleh sebab itu maka, tak ada jalan lain. Para relawan Jokowi dan pendukung Jokowi. Pencinta demokrasi. Pembela NKRI harus siap-siap bergerak melakukan perlawanan terhadap gerakan khilafah yang menunggani mahasiswa tersebut.

Sekali lagi. Yang harus dihindari adalah jatuhnya korban. Persis seperti kasus 22 Mei 2019 lalu. Polri dan TNI bertindak taktis. Tanpa peluru tajam. Hingga rancangan membuat kerusuhan menggagalkan pelantikan Jokowi-Amin 20 Oktober 2019 dapat ditekuk. (Penulis: Ninoy N Karundeng).
https://politikandalan.blogspot.com/2019/09/jangan-biarkan-jokowi-sendiri-hti.html

Friday, September 6, 2019

Jokowi Panggil Darmin hingga Sri Mulyani Antisipasi Ancaman Resesi



Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Rengga Sancaya

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini mengumpulkan para menteri dan pejabat ekonomi. Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) untuk mengantisipasi perkembangan perekonomian dunia.

Ratas digelar pukul 14.00 WIB di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. Hadir dalam ratas yaitu Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Hadir pula Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, dan beberapa pejabat lainnya.

Saat membuka ratas, Jokowi mengatakan Indonesia harus sedia payung sebelum hujan, yaitu mengantisipasi kemungkinan terjadinya resesi.

"Akan kita bicarakan pada siang hari ini antisipasi perkembangan ekonomi dunia. Kita tahu semuanya, pertumbuhan ekonomi global telah mengalami perlambatan dan kemungkinan terjadinya resesi semakin besar," katanya Rabu (4/9/2019).

Untuk itu, Jokowi meminta kementerian/lembaga yang terkait bersiap-siap. Tujuannya supaya jika itu benar-benar terjadi bisa dihadapi oleh Indonesia.

"Oleh karenanya payung harus kita siapkan. Kalau hujannya besar kita nggak kehujanan," sebutnya.

Melihat angka-angka secara global terkait kondisi perekonomian, Jokowi menilai kemungkinan terjadinya resesi itu semakin besar.

"Angka-angka menunjukkan pertumbuhan ekonomi global sudah alami perlambatan, dan kemungkinan resesi akan semakin besar," tambahnya.

Trio Hamdani - detikFinance.

Monday, September 2, 2019

Bada dan Renungkan : Saya Bacanya Aja Merinding


Saya Bacanya Aja Merinding .

FC : Curahan Hati Seorang Anak Papua , Ini Saya Copas Dari Wall Hadi Wibowo ...

Sangat Peduli Papua , Presiden Jokowi 🇮🇩👌👍

By Cristian Pundulay Asli Anak Papua ...

Bnyk orang yg SOMAD ( sok tau amad ) tentang Papua , nulis begana begini begono tentang Papua .

Eeeh saya hidup di Papua sejak Tahun '95 tdk mau belagu Nulis tentang Papua , apalagi Sok tauu .

Saya hidup di daratan Serui , tau Serui tdk ! ?

Daerah ujung tipis yg Masyarakatnya hidup di garis bawah , sejak Bumi ini ada . Miskin ?? sdh Pasti . tapi kami tau cara Bersyukur pd Tuhan .🙏

Stop ‼ Menulis tentangg kami anak² Papua , jngn lagi kalian mencari nama dngn se-olah² berempati pd kami , tapi tdk melakukan apa² .‼

Kalian mungkin beruntung hidup di Barat Indonesia . senangnya bukan main , serba ada dan murah .

Kalian Lahir pakai dokter , kami tdk !!! .

Kalian bisa nonton TV sejak Lahir , bahkan sebelum Lahir , kami baru 3 Tahun ini .😭

Kalian bisa berjalan di Aspal gagah , kami ?? Syukur² bukan Kubangan Babi .

Tau tdk Kalian , berapa Harga sekarung Beras 50 kg ?? 1Jt cuk 1 Jt ... !!

Puji Tuhan 🙏 kami tdk terlalu biasa makan Nasi yg mewah sejak kecil . Beras itu makanan Mewah bagi kami , makanan orang² Kaya . kami cukup hidup dngn Talas atau Enau . Syukur 🙏 klu Jagung lagi murah , sedikit mewahlah kami makan Sekeluarga .

Tau nggak ? kenapa Rumah kami cuma bak kandang Sapi kalian ?? siapa yg mampu beli Semen satu sak 2,5 juta . liat uang segitu besar nggak pernah Broo . cuma tau baca kami disini . Tdk terpikir mau beli Semen buat Rumah , bawa Semen satu sak 20 km , sdh Mati duluan kami disini .

Terus apa kami marah dngn kondisi dan ketimpangan itu ?? tdk .

Kami so biasa jadi anak tiri bahkan di anggap anak boleh pungut .

Kami biasa di lupakan meski kekayaan alam kami di keruk sampai ke akar Bumi . lalu Uangnya di beri utk kalian di Barat sana . Aspal kalian licin , Rumah kalian Terang , Sekolah kalian bagus , Rumah Sakit kalian mewah .

Kami dpt apa ??

Dapat Ampas dan kerusakan dari itu semua . Kami tdk Marah !!! kami ikhlas berbagi sama kalian , kekayaan Alam kami utk mempercantik Daerah kalian .

Kemudian hari ini Daerah kami mulai di bangun Rumah Sakit so ada dokter , Sekolah so pakai Sepatu . Harga Beras murah . beli Semen so tak semahal Berlian lagi . Jalan kami mulai Lebar , tapi kalian ribut ... !

Apa cuma kalian yg ingin rumah sakit lengkap ? Apa hny kalian yg ingin Jalan beraspal ? Apa hny kalian yg ingin makan Nasi ? Apa hny kalian yg ingin pasang Listrik !!! ?

Heeiiiii kami jugaaa ...

Kami juga Manusia . Manusia Indonesia . cukuplah kulit kami saja yg Gelap , tapi Daerah kami jngn ikut Gelap . !

Cukup Rambut kami saja yg Bergelombang . Jalanan kami jngn ikut bergelombang . !!
Cukuplah Kekayaan Alam kami saja yg kalian KERUK , sifat kalian juga jngn macam Beruk .

Ikhlaslah sedikit berbagi dngn kami anak² Papua , anak² Pelosok Rimba , yg juga ingin merasakan bagaimana di anggap layaknya seperti Manusia ... !!

Di tangan Tukang Kayu itu , yg rupanya tidaklah Gagah , Badannya tdk Tegap , tapi Hatinya sangat Mulia ...🙏👍

Tapi kami di anggap dan di hargai ...

Kami di setarakan . Kami di Hargai selayak Manusia Indonesia .

Kami tdk kenal rupa Tukang Kayu itu , tapi hasil kerjanya , membuat kami kenal bagaimana Kearifan , Kebijaksanaan, Keadilan , kesejahteraan yg merata ada dalam benak kepemimpinannya dan dia mencoba utk berbuat yg terbaik utk kami .

Membangun tidaklah mudah , apalagi membangun Papua . Daerah dngn struktur Alam perbukitan , meliuk² dan daerah yg masih beralam Brutal ! karena tdk terjamah Pembangunan selama ini .

Semua butuh Waktu ... Semua butuh Proses ...

Tapi ... Seorang anak Desa pinggiran Sungai Bengawan Solo , telah berupaya dan terus Berjuang utk kemajuan kami anak² Papua .

Terima kasih Presiden Ku . Terima kasih Bapak Presiden Joko Widodo . Tuhan yg akan membalasnya 🙏👌👍

Di tangan anda , kami merasakan layaknya di anggap Manusia Indonesia .🙏

Salam dari Serui .

Dari anak Bangsa yg pernah terpinggirkan !!! .

Cristian Pundulay . Asli Anak PAPUA . 🙏🏻🙏🏻✊🏻🤝🏻🇲🇨



KEBANGGAAN DENGAN PEMIMPIN JUJUR DAN RENDAH HATI.

Sampaikan kepada sedikitnya 2 Keluarga, atau 10 orang lain! Sebagai "Target Harian" kita men-sosialisasikan bahwa Kita Bangga dengan Pemimpin yang :

1. Membantai Para Mafia Penggerogot Uang Rakyat mulai dari Pungli Kecil2an hingga Mafia Minyak, Beras, Ikan dll.
TERBUKTI!!!

2. Membangun Infrastruktur Menuju Indonesia Maju.
TERBUKTI!!!

3. Sangat Mencintai dan Menghormati Rakyatnya.
TERBUKTI!!!

4. Tidak Korupsi. TERBUKTI!!!

5. Membagikan Jutaan Sertifikat Tanah kepada Rakyatnya.
TERBUKTI!!!

6. Keluarganya Tidak Memanfaatkan Fasilitas Negara.
TERBUKTI!!!

7. Membangun Perbatasan Negara Demi Harga Diri Bangsa.
TERBUKTI!!!

8. Disegani Para Pemimpin Dunia. TERBUKTI!!!

9. Merancang Indonesia Menuju Negara No 5 Dunia di 2030. TERBUKTI!!!

10. Menghormati Para Ulama serta Pemimpin Agama. TERBUKTI!!!

11. Membangun Bandara International Jawa Barat
TERBUKTI!!!

Kalau kemarin belum men-sosialisasikan ... JANGAN LUPA HARI INI, Sebar + Viralkan !!!

Jadilah duta duta #Jokowi2Periode dimana pun ... siapa pun ... sampai Rakyat faham, Masyarakat faham ... bahwa Presiden Jokowi adalah yang terbaik.

Dapat dimulai dari Keluarga kita - Teman kita - Tetangga kita - Rekan Kerja kita - dan seterusnya ...

Dirumah - Di-Tempat Kerja - atau bahkan di Warung2 saat kita bersantai.

"BERI KEPERCAYAAN JOKOWI MELANJUTKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG SUDAH DIMULAINYA. BERI KESEMPATAN 5 TAHUN LAGI UNTUK MEMBAWA INDONESIA MENUJU NEGARA MAJU"

"APA YANG SUDAH DIMULAI JOKOWI, BIARKAN JOKOWI YANG SELESAIKAN"

Saya sudah menyebarkan ...Bagaimana dengan Anda?

SEBAR+VIRALKAN!!!

Friday, August 30, 2019

AKU MAKIN KAGUM KEPADA KANG JOKOWI

https://politikandalan.blogspot.com/2019/08/aku-makin-kagum-kepada-kang-jokowi.html
Analisis Peter F Gontha..., bahwa utang Jokowi hanya Rp. 16 T. dalam 4 tahun pemerintahannya...:

Salah satu tuduhan haters yang tersebar di medsos..., adalah Jokowi membuat Indonesia ketiban utang raksasa.

Bayangkan..., utang Indonesia mencapai Rp.5000 Triliun (5000 T).

Buaanyaaak sekali..., bagaimana bisa membayarnya.....?

Doni..., sopir Grabcar di Bekasi...., termakan isu itu...., ia memaki-maki Jokowi melalui medsos.

Seorang advokat di Cikampek..., Elyasa SH..., mengumbar kebencian terhadap Jokowi dengan menulis utang negara 5000 T tadi.

Tohir..., seorang da’i di Lampung..., teman Elyasa di Yogya...; melakukan hal sama.

Indonesia..., menurutnya..., akan bangkrut di tangan Jokowi..., karena utang yang sundul langit.

Benarkah demikian....?

Peter F Gontha...., pengusaha sukses pendiri RCTI..., SCTV..., Berita Satu..., Indovision..., dan First Media...; menyodorkan data dan fakta..., bahwa Indonesia di era Jokowi tidak akan bangkrut..., bahkan akan melejit perekonomiannya..., karena Jokowi bukan penumpuk utang.

Malah..., dialah presiden yang menurunkan utang Indonesia.

Gontha..., di awal tulisannya, menyebutkan...: Di dunia ini..., ada tiga negara yang terancam bangkrut pada tahun 2018 karena krisis moneter....; yaitu Turki..., Venezuela..., dan Malaysia.

Seperti dilansir Reuters..., Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng menjelaskan..., total utang Malaysia mencapai 1.087 triliun ringgit. (sekitar Rp3.500 T)..., pada 31 Desember 2017.

Konon..., utang tersebut berhilir pada kasus mega korupsi mantan Perdana Menterinya..., Najib Razak beserta istrinya.

Nasib perekonomian Negeri Jiran pun di ujung tanduk....; warga Malaysia membuat gerakan aksi melunasi utang dengan cara iuran atau patungan.

Ini dilakukan melalui sebuah situs crowdfunding....; di samping itu, PM Mahathir Mohamad memotong gaji para Menteri dan anggota parlemen seluruh negara bagian sebesar 10%..., untuk mengurangi utang yang mencapai 1.087 T Ringgit itu.

Betul...., utang Indonesia lebih besar dari Malaysia.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia..., pada akhir April 2018..., jumlah utang luar negeri (ULN) berada di angka 356,9 Miliar USD...., atau sekitar Rp 5.000 T.

Pertanyaannya...: Kenapa Malaysia terancam bangkrut..., sementara Indonesia tidak....?

Demikian pertanyaan Gontha...., pria yang mendapat julukan “Rupert Murdoch” Indonesia (karena memiliki media massa) itu..., menjawab sendiri pertanyaannya.

Menurut Gontha..., hal itu terjelaskan dari rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Utang Malaysia memang hanya Rp 3.500 triliun...., tapi rasionya terhadap PDB lebih dari 60%.

Sebaliknya Indonesia..., meski berutang hingga Rp 5.000 T..., namun rasio utangnya terhadap PDB hanya 29%.

Dengan rasio utang yang lebih dari 60% PDB..., Malaysia akan sulit membayar cicilan utangnya.

Hal ini akan membawa efek berantai kondisi moneter Malaysia..., tulis mantan akuntan di City Bank New York itu.

Tahun-tahun sebelumnya..., Malaysia jarang sekali punya utang lebih dari 300 Miliar Ringgit.

Utang yang mencapai 1.087 Triliun Ringgit itu terjadi akibat dugaan kasus korupsi di 1MDB (1 Malaysia Development Berhad).

1MDB adalah semacam BUMN..., yang didirikan mantan PM Najib Razak untuk menghimpun dana pembiayaan proyek infrastruktur Malaysia.

Turki..., nyaris bangkrut karena pemborosan dan salah kalkulasi..., sedangkan Venezuela bangkrut karena dulu..., di jaman Hugo Chavez..., terlalu menina-bobokan rakyatnya dengan subsidi macam-macam..., yang berasal dari petro dolar.

Akibatnya..., ketika harga minyak jatuh..., negeri pun kolaps.

Keuangan negara ambles...., rakyat marah karena harga-harga melejit..., dan dunia internasional tak mempercayainya lagi.

Indonesia Hebat.....!!

Tulis Gontha...: Ada yang salah dari kritik oposisi terhadap utang pemerintah.

Mengapa....?

Karena cerita balutan utang yang dikritik oposisi hanya menekankan kata "utangnya saja"..., tanpa penjelasan komprehensif.

Oposisi hanya mengkritik sisi kritisnya..., sedangkan sisi prospeknya disembunyikan.

Soal utang negara..., tulis Gontha..., sepanjang pemerintahan Jokowi tercatat sekitar Rp 1.644,22 T.

Bila utang Era Jokowi tadi ditambah dengan utang Era SBY (sampai tahun 2014 sebesar Rp 2.608,8 T)..., memang jumlahnya besar sekali.

Per-Juli 2018..., tercatat 4.253,02 T.

So..., utang Jokowi hanya Rp 1.644,22 T...., tapi oposisi mengangkatnya menjadi Rp.5000 T.

Padahal..., jika cermat itung-itungannya..., utang Jokowi jauh lebih kecil dibanding utang SBY.

Pertanyaan berikutnya..., tulis Gontha..., manfaat apa yang dirasakan rakyat dari utang Era Jokowi.....?

Jawabnya adalah...:

Pembangunan infrastruktur secara massif di seluruh Indonesia...!

Mulai infrastruktur air..., pertanian..., listrik..., BBM (satu harga)..., dan jalan raya.

Semua wilayah terisolasi dibuka...., Jokowi membuka gerbang konektivitas seluruh nusantara...., mulai dari wilayah terpencil..., termasuk perbatasan (dengan negara lain)..., dan wilayah terdepan di pulau-pulau kecil di tengah Samudera Hindia dan Pasifik.

Tak hanya itu...., ada yang luput dari perhatian publik.

Jokowi selain menambah utang..., juga membayar utang yang jumlahnya cukup besar.

Lihat data...:

Total utang jatuh tempo dari 2014 (Era SBY) hingga 2018 (Era Jokowi)..., yang dibayar pemerintah mencapai Rp.1.628 T.

Utang yang dibayar ini merupakan pinjaman dan surat berharga negara (SBN).

Pada tahun 2014 misalnya..., pemerintahan Jokowi membayar utang jatuh tempo Rp.237 T.

Tahun 2015..., sebesar Rp.226,26 T.

Tahun 2016..., sejumlah Rp.322,55 T.

Sedangkan tahun 2017..., sebesar Rp 350,22 T.

Bahkan tahun 2018 di tengah isu miring..., Jokowi membayar utang senilai Rp 492,29 T.

Jokowi berutang Rp 1.644 T..., tapi mampu membayar utang Rp 1.628 T.

Artinya..., utang Jokowi sejatinya cuma Rp 16 T dalam 4 tahun kepemimpinannya.

Bandingkan dengan utang tinggalan SBY selama 10 tahun..., yang mencapai Rp.2.608.8 Triliun.

Kenapa Era SBY utangnya demikian besar....?

Karena untuk menyubsidi BBM Rp.300 Triliun/tahun...., belum lagi rente yang dicatut broker minyak Petral di Singapura.

Kedua kanker tersebut telah dipotong Jokowi.

Gontha..., akuntan handal lulusan Praehap Institute di Belanda itu bertanya..., apakah hal itu bisa disebut gali lubang tutup lubang....?

No...., hanya pebisnis anak papi dan mami yang menyatakan pemerintah berutang untuk gali lubang tutup lubang..., tulis mantan Vice Presiden American Express Bank Asia yang mulai berbisnis dari bawah itu.

Jokowi..., sebelum jadi presiden adalah pengusaha handal.

Ia bukan pengusaha rente...., bukan pengusaha Papa minta saham.

Hidup dalam berbisnis..., tulis Gontha..., perlu modal....; dan modal didapat dari utang.

Dengan berutang..., pelaku bisnis bisa membeli aset..., atau alat penggerak usaha...., dan hasilnya bisa untuk membayar utang.

Lihat driver gojek...; awalnya berutang untuk beli motor...., motor itu untuk ojek online (ojol).

Pendapatannya dari ojol bersih..., katakan antara Rp.5 - 8 juta sebulan.

Ia bisa menghidupi anak istrinya..., dan melunasi cicilan motornya.

Motor pun kemudian jadi aset sang driver.

Itu pula yang dilakukan negara.

Asal kalkulasinya cermat..., utang itu akan terbayar dan negara punya aset.

Hebatnya lagi..., tidak seperti motor yang nilai intrinsiknya terus turun dari tahun ke tahun....; jalan tol..., pelabuhan..., bendungan..., dan bandara nilai intrinsiknya makin lama makin mahal.

Negara pun berlimpah aset berharga...., kaya.

Jokowi selama 4 tahun mampu membayar utang Rp.1.628 Triliun.

Jokowi berjanji tidak akan menambah utang lagi..., khususnya utang luar negeri berbasis USD.

Jokowi juga menginginkan semua pembangunan infrastruktur rampung secepatnya...., artinya infrastruktur tersebut segera menghasilkan uang.

Kalau dalam 4 tahun Jokowi bisa membayar Rp 1.628 triliun...., lalu setiap tahunnya pendapatan negara meningkat karena infrastruktur yang dibangunnya telah menghasilkan uang..., maka besar kemungkinan Indonesia bisa membayar utang lebih besar dari angka jatuh tempo sebelumnya.

Bila itu terjadi..., tulis Gontha (akuntan kaliber internasional)..., sekitar 10 tahun lagi, Indonesia akan bebas utang.

Woooww....

Bila tercapai..., Indonesia akan tumbuh menjadi negara kuat dan makmur.

Semoga tulisan ini mencerahkan kaum Bigot otak miring muka badak bibir dower.
https://politikandalan.blogspot.com/2019/08/aku-makin-kagum-kepada-kang-jokowi.html

Sunday, July 14, 2019

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita.


Pidato Presiden Terpilih
“Visi Indonesia”
14 Juli 2019

Assalamuallaikum wr. Wb
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan. 

KEDUA, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi.  Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF.

KELIMA, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bogor, 14 Juli 2019
CALON PRESIDEN TERPILIH,
JOKO WIDODO

JOKOWI : "PECAT PNS MALAS !"


Aturan Baru Pemecatan PNS yang Tak Penuhi Target Kinerja, Resmi Ditandatangani Presiden http://www.infodikdas.com/2019/05/aturan-baru-pemecatan-pns-yang-tak-penuhi-target-kinerja.html

JOKOWI : "PECAT PNS MALAS !" 🕌🕌🕌

Saya selama dua tahun berada disekitar PNS..

Sebagai profesional pada waktu itu, saya heran melihat begitu banyaknya PNS yang kumpul di warkop pada saat jam kerja. Ada yang main catur, ada yang baca koran dan banyak lagi yang ngobrol ngalor ngidul gak keruan.

"Kok, enak banget ya mereka ?" Begitu pikir saya waktu itu.

Saya lalu bertanya-tanya ke sekitar dan dapat jawaban yang menyakitkan, "Ya, susah berhadapan sama PNS malas, bang. Mereka gak bisa dipecat meski kinerja mereka buruk tidak keruan. Akhirnya cuman dipinggirkan doang, makan gaji buta. Dan sialnya, mereka senang karena bisa nyambi cari sampingan.."

Duh, gak kerja dan dibayar setiap bulan. Berapa besar pemborosan negara setiap bulannya untuk memelihara mereka ? Dan itu sudah berlangsung puluhan tahun lamanya. Sudah menjadi budaya, bahwa jadi PNS yang penting datang dan nunggu gajian. Masuk cuman absen. Kepala mereka pun tidak bisa main pecat seenaknya karena terikat peraturan.

Hari ini ketika membaca sebuah berita di media online, saya ketawa lebar. Judulnya, "Jokowi terbitkan aturan pemecatan PNS".

Jokowi sudah menerbitkan mekanisme baru tentang penilaian kerja PNS. Dan itu dituangkan dalam Peraturan Pemerintah no 30 thn 2019 tentang Penilaian kinerja PNS.

Sederhananya peraturan itu membahas tentang penilaian kerja. Ada pejabat penilai kerja, yang kerjanya akan memantau PNS. Yang bagus akan diberikan penghargaan dan tunjangan. Nah, yang buruk bisa dipecat.

Ini terobosan hebat dari seorang Jokowi yang ingin memiliki PNS yang profesional. Dan Jokowi tentu sudah punya pengalaman karena dia pernah menjadi Walikota dan Gubernur, jadi paham bagaimana kinerja PNS biasanya.

Saya bergumam, "Pantas saja PNS banyak yang memusuhi Jokowi. Rupanya mereka tahu kalau Jokowi akan merombak budaya malas dan korup para PNS selama ini. Dan mereka yang tidak siap, tentu akan sepenuh hati menghalangi Jokowi menjadi Presiden lagi.."

Tapi mereka salah besar. Jokowi akan memimpin di periode kedua. Dan gebrakan pertama yang dia lakukan adalah mengatur kinerja PNS. Kalang kabutlah mereka yang malas karena harus siap-siap dinilai dan angkat kaki.

"Saya sudah tidak punya beban, yang terbaik akan saya berikan.." Begitu kata Jokowi beberapa waktu lalu. Dan dia tidak main-main. Ia menjadi seperti pedang yang siap menghantam birokrasi gemuk dan lamban yang sudah menjadi sarang tikus besar-besar.

Jokowi gaspol. Tekan gas dalam-dalam, kendaraan bernama NKRI ini akan melaju kencang. Yang tidak siap dengan sabuk pengaman, tentu akan terpental..

Keren, Jokowi. Angkat secangkir kopi ☕☕☕

Denny Siregar

Sunday, May 5, 2019

Sunday, March 31, 2019

DETIK DETIK PRABOWO KELUARKAN SIFAT ASLINYA PASCA DEBAT,REKAM JEJAK CALON PEMIMPIN

Selalu teriak asing tapi ternyata sekeluarga penjilat dan antek USA



••>Tulisan Jenderal Seangkatan Dengan Prabwo<••

Lucunya negeri ini...
ada anak penghianat teriak nasionalis...

Ada anak pengkudeta proklamator (Ir.Soekarno-Presiden RI Pertama) tapi sekarang kampanye dengan dandanan menyerupai Soekarno.. kok Gak malu..?!

Kalau memang golonganmu menganggap Soekarno tidak pantas memimpin kenapa harus bohongi diri sendiri meniru nya..?

Selalu teriak asing tapi ternyata sekeluarga penjilat dan antek USA..

Mau membantah gimana pun, sayangnya rekam digital gak bisa bohong.. teriak TNI tapi nyatanya pecatan TNI..

Teriak keadilan... hallooo..?
Bagaimana kabar anak bangsa yg kamu bunuh sampai sekarang gak ada kejelasan kasusnya..?

 Suka pakai atribut TNI.. masih gak malu juga..!?

Teriak rasis China... menyebar isu sara...
Kamu gak punya kaca ..? Lalu kamu anak siapa..?

Selalu teriak orang lain PKI tidak Pro NKRI tidak pro Rakyat... Haaloooo...!?

Kamu pikir orang jaman sekarang gak melek sejarah..?

Kamu pikir sejarah palsu doktrinan Soeharto masih berlaku..?

Sekarang orang sudah pintar gak bisa dibodohi dengan sejarah palsu orde baru/NWO (new world order)

Hmmm..... baca sejarah dulu aahh..

Bapakmu adalah tokoh besar yang membentuk PRRI-PERMESTA, gerakan pemberontak buatan bapakmu dan teman-temannya (Letkol Ahmad Husein, Mayor Eddy Gagola, Kolonel Alexander Evert Kawilarang, kolonel D.J Somba, Kapten Wim Najoan, Mayor Dolf Runturambi, Letkol Ventje Sumual) yang beragenda mengkudeta Presiden Soekarno...

Dibentuk di Sungai Dareh, Sumatra Barat, Januari 1958.
Dengan cara apa mengkudeta pemerintahan..?
dg cara ciptakan pemerintahan tandingan dan menciptakan chaos di Indonesia berawal di akhir thn 50an (1958) sampai awal 60an (1961)..

Bapakmu merupakan figur utama yang mengendalikan dan mengorganisir pasokan kebutuhan pemberontakan dari Amerika Serikat.

Semua persenjataan serta alat komunikasi modern disalurkan kepada gerombolan pemberontak melalui Singapura.

Walau kudeta tdk berhasil tetapi situasi "panas" tetap terjadi setelah 1961 yang berlanjut dg chaos 1965-1966..

Karena apa..? Kenapa begitu ngotot melengserkan Presiden Soekarno..?

Karena Soekarno tidak pernah menyetujui kontrak karya freeport dari USA untuk eksplorasi Papua

Dengan agenda makar, kudeta, lalu Kalian ciptakan chaos, kalian naikkan isu komunis yang berujung lengsernya Soekarno dan dengan di rekayasanya SUPERSEMAR (11 Maret1966), sejak saat itu Suharto menjadi orang pertama pengambil keputusan negara menggantikan Soekarno dan dengan bangganya dia menandatangani kontrak karya 1 (pertama) Freeport pada tahun 1967

Saat Soekarno telah lengser, dan saat pion Asing telah berada di pucuk pemerintahan negeri ini..(Soeharto) bapakmu baru berani pulang indonesia (29-Mei-1968) setelah sebelumnya sempat lari -/+10 tahun ke LN karena kudeta pertama (PRRI) tidak berhasil.

Dan karena bapakmu juga sempat terlibat kasus korupsi besar pada era kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno (saat menjadi menteri 1955-1956)

Dengan istimewa bapakmu dirayu dan dijemput dari Bangkok.. oleh Adam Malik yg diutus langsung oleh Suharto..

Gak heran kalau bapakmu langsung diangkat jadi menteri di kabinet Suharto (Juni 1968)

Yang pada akhirnya dengan kedekatan itu karna persamaan visi anti Indonesia maju... persamaan mental korup bapakmu nanti besanan juga dengan Soharto..
Yang artinya kamu jadi menantu presiden.

Lalu... terciptalah dinasti korup selama berpuluh puluh tahun... terwujudlah cita cita NWO menguasai berbagai sumber daya alam negeri ini...

Tapi namanya kejahatan gak akan bisa selamanya berkuasa/menang.

Jaman semakin modern.. masyarakat semakin pintar...

Masyarakat telah bosan dengan kepalsuan.. Lengserlah mertuamu dari pucuk pimpinan negri ini...

Akhirnya kamu dipecat juga khan dari TNI... berbagai kasus mengikuti...

Dan..... kamu pun lari..!
Padahal pada masa kekuasaan Soeharto dengan status sebagai menantu presiden sangat memuluskan karir militermu..

Boleh dikatakan, sebenarnya Kamu hanyalah anak manja yang mendompleng kekuasaan mertuamu

Karena kalau bukan menantu presiden, mana bisa setahun naik pangkat 3 kali.... padahal indisipliner setiap saat kamu lakukan.. Itu jadi dimaklumi karena kamu menantu presiden... (rekam digital pernyataan atasanmu gak bisa hilang)

Naah.. sekarang seakan ingin balas dendam kepada rakyat... kamu mencalonkan beberapa kali sebagai pemimpin negeri....
Tapi.. semua tahu.. tidak segampang itu...

Langkahmu basi... caramu kuno... langkah2 mu mulai terlihat sama dengan bapakmu dan mertuamu... kamu mau menguasai negri ini... membodohkan lagi kami.. disaat negeri ini sudah mulai membangun peradaban maju.. Saat negeri ini semakin disegani negara lain.. saat negeri ini sudah ingin mandiri..

Kamu, kalian antek kaki tangan NWO... Tidak akan senang dengan semua kemajuan negri ini...
Kalian perlahan tetapi bergerilya mulai menggiring opini... kalian ciptakan isu agama... isu ras... menaikkan lagi Isu PKI...

Tidak cukup itu saja...
Karena saat ini pemerintah sedang giat membangun Indonesia tercinta
, pemerintah saat ini sedang mewujudkan sila ke 5 dari Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan cara:
1. Bayar ganti rugi korban LAPINDO.

2. IKAN Melimpah karena Kapal-kapal  Pencuri ikan ditenggelamkan oleh bu SUSI PUDJIASTUTI.

3. SINGAPURA Semakin "Segan" Kepada INDONESIA karena kebijakan TAX AMNESTI.

4. Pulau NATUNA sudah direbut oleh JOKOWI dari tangan CHINA.

5. Saham FREEPORT 51% untuk INDONESIA.

6. Mafia PETRAL yang merugikan negara bubar di tangani JOKOWI.

7. Bencana KABUT ASAP sudah berhasil diminimalisir nyaris tidak ada lagi.

8. INDONESIA jadi anggota OTDC karena PDB diatas 1T.

9. BBM satu harga seluruh INDONESIA di realisasikan.

10. SERTIFIKAT TANAH untuk rakyat miskin.

11. Dana desa, KIP, KIS untuk rakyat.

12. Listrik sudah menyala di desa terpencil

13. Jalan TRANS PAPUA di selesaikan.

14. Jalan TRANS SUMATRA dan jalan yang mnghubungkan antar provinsi sedang dalam proses penyelesaian.

15. Listrik tenaga angin di SIDRAP.

16. IRIGASI, BENDUNGAN, EMBUN dibangun untuk mengairi sawah pertanian agar bisa panen 3x setahun. ( menuju swasembada pangan)

17. Pembangunan 10 JEMBATAN GANTUNG di BANTEN sudah selesai.

18. Pembangunan 32 JEMBATAN GANTUNG sedang dalam penyelesaian.

19. Bandara KERTAJATI selesai ditangan JOKOWI sehingga menggerakan ekonomi rakyat.

20. Pelabuhan TANJUNG PRIOK sekarang bisa untuk transit kapal besar sehingga tidak perlu transit di Singapura.

21. Pemerintahan pak JOKOWI sudah bisa Mencicil utang rezim SBY 1600 T.

22. Hari SANTRI nasional di berlakukan

23. Proyek proyek mangkrak dibereskan

24. HTI pencinta KHILAFA di bubarkan

25. GOOGLE bayar pajak di wajibkan

26. Bandar NARKOBA nyawanya dihilangkan

27. Pengemplang pajak dipaksa ikut aturan

28. TEAM CYBER pungli di berdayakan

29. OTT gencar dimana mana

30. BLOK ROKAN dan BLOK MAHAKAM direbut kembali

31. OPM kembali kepangkuan ibu pertiwi

32. Pabrik gula terbesar di lampung

33. 15 bandara baru disiapkan

34. Jalan tol 5000 km diselesaikan 3,5th berjalan

35. PLBN mega di setiap perbatasan

36. Dunia mengakui kemajuan REPUBLIK
INDONESIA

37. Atlit Berprestasi Diperhatikan dengan Memberikan Bonus sebelum "Keringat Kering".

39. Bagi Pasien Cuci Darah, Operasi Jantung yang masuk Program BPJS gratis.

40. Anggaran Dana Desa.  program dana desa telah berhasil membangun jalan desa di seluruh pelosok Indonesia sampai 121.709 kilometer. Belum pernah ada dalam sejarah di Indonesia.

Dan Masih banyak lagi prestasi presiden Jokowi.

So what gitu loh...?

✍🏻 Share ini berulang-ulang agar tidak buta dan tuli lagi bagi mereka yang nyinyir ✊🏻✊🏻

Friday, March 29, 2019

Argumen berani Adian Napitupulu bikin lawan tak berkutik?

CERDAS! BELA JOKOWI, SRI MULYANI BUNGKAM YANG SUKA NYINYIR HUTANG INDONESIA

RAJA DEBAT ADIAN NAPITUPULU VS ROCKY GERUNG

Thursday, March 28, 2019

Bukan Cuma Amerika, Jokowi Juga Membuat Cina Tak Berdaya

FPI, HTI, PKS, Sadarlah Yang Kalian Hadapi itu Jokowi

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)