Latest News

Sunday, January 31, 2021

Surat Terbuka Untuk Bu Susi: Jangan Sok Bijak Kalau Gak Paham

*Surat Terbuka Untuk Bu Susi:* *Jangan Sok Bijak Kalau Gak* *Paham*
Mora Sifudan 

*Halo Bu Susi Pudjiastuti mantan menteri KKP*. Perkenankan saya menuliskan sepatah dua patah kata di tulisan ini terkait sikap Anda yang mengajak follower dan netizen untuk mengunfollow Permadi Arya aka Abu Janda dengan alasan yang bersangkutan ‘yang selalu menyinggung perasaan publik’.

*Untuk ibu ketahui saja, Abu Janda dan saya sendiri serta banyak lagi netizen lainnya* berada di pihak ibu selama menjadi menteri. Saya sendiri dulu merasa tidak peduli dengan kegaduhan yang Bu Susi akibatkan selama kebijakan itu demi kesejahteraan nelayan, keberlangsungan sumber daya laut, dan kedaulatan NKRI. Saya tidak peduli dianggap bodoh, goblok, cebong, dan penjilat karena saya menganggap kebijakan Ibu memang penting untuk negara. Ingat, sekalipun kebijakan itu menimbulkan kegaduhan hebat.

*Saya heran kemudian ibu menunjukkan sikap yang menurut saya kurang bijak* dan tidak paham dengan persoalan yang dibahas tetapi sudah meminta orang untuk berhenti mengikuti Abu Janda dan pada saat yang sama menuduhnya menyinggung perasaan publik dengan alasan situasi pandemic dan demi kedamaian dan kesehatan kita semua.

*Mari Bu Susi perhatikan dulu cuitan Abu Janda ini:* "Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu sunda wiwitan, kaharingan dll. dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan, pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal."

*Pertama, publik mana yang ibu maksud tersakiti dengan cuitan itu?* Kalau ada orang Islam yang tersakiti dengan kata ‘arogan’ maka mereka adalah golongan yang Permadi sebut yang mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan, pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Atau mungkin bagian dari umat Islam yang melakukan itu semua sampai Bu Susi juga ikut marah?

*Ketika kelompok Islam tertentu mengharamkan tradisi asli*, membubarkan ritual, yang pakai kebaya dianggap murtad, wayang kulit diharamkan, rumah ibadah kaum minoritas dibakar dan dilarang, mulut Bu Susi di mana? Kog sekarang tiba-tiba sok mengajak damai hanya karena Permadi mengungkap fakta?

*Kedua, kedamaian seperti apa yang ibu maksud?* Yang gaduh itu hanya orang-orang yang memang tidak siap dengan perbedaan pendapat dan pandangan, yang sukanya intoleran terhadap yang berbeda pendapat. Tapi bagi orang yang melawan intoleransi, damai-damai saja. Permadi Arya tidak pernah membubarkan ibadah orang lain, tidak pernah persekusi dan tidak pernah mengusik kedamaian orang lain kalau mereka tidak sedang mengusik kedamaian Indonesia.

*Dulu buat negeri ini gaduh karena kebijkan ibu. Bukan hanya publik* yang gaduh, kementerian yang satu dengan yang lainnya pun gaduh. Itukah kedamaian yang Bu Susi maksudkan?

*Prinsipnya harus sama*. Selama yang diperjuangkan itu adalah kebaikan bagi negeri ini, maka kegaduhan yang ditimbulkannya adalah reaksi manusia-manusia yang gerah dengan fakta yang ada. Sama seperti ketika Bu Susi menenggelamkan kapal dan melarang ekspor benur – yang bagi banyak orang sebagai langkah yang salah – juga menimbulkan kegaduhan. Tetapi Bu Susi tidak lalu diam dan menyerah saja bukan? Sekali lagi, selama kita benar, kenapa takut dengan kegaduhan.

*Ketiga, di mana mulut ibu ketika intoleransi dan diskriminasi yang dilawan Abu Janda selama ini?* Permadi Arya memang sangat vokal melawan kaum intoleran dan diskriminatif. Malah dia tidak peduli dengan adanya perlawanan dan ancaman terhadap dirinya. Dan sekarang pun dia sedang melakukan itu.

*Di mana ibu ketika nonmuslim dipaksa memakai jilbab di sekolah negeri?* Di mana mulut Bu Susi ketika minoritas dilarang membangun rumah ibadah? Kenapa Bu Susi tidak buka suara ketika kelompok intoleran memprovokasi dengan dalih agama dan menimbulkan kegaduhan? Kenapa Bu Susi tidak mengajak orang untuk tidak mengikuti Rizieq, Tengku Zulkarnaen, Haikal Hassan dan orang-orang yang seruannya sangat provokatif? Apakah karena mereka itu punya massa sementara Abu Janda tidak punya massa?

*Bu Susi,saya tidak akan kecewa dengan dedikasi Anda terhadap bangsa ini selama ini.* Kebaikanmu akan tetap saya apresiasi. Tetapi soal Permadi Arya, saya meminta Bu Susi diam saja. Tidak perlu ibu sok bijak dan sok mencintai perdamaian pada saat yang sama ibu pernah menjadi pemicu kegaduhan di negeri ini.

*Kalau Bu Susi belum pernah berdebat, berbeda pendapat dengan kadrun,*berhadapan dengan kaum intoleran, dan menghadang provokasi pecah-belah dari lawan Permadi Arya, lebih baik Bu Susi diam saja dech. Saya pastikan kalau Bu Susi memang seorang nasionalis yang cinta NKRI, berhadapan dengan pemecah-belah bangsa ini tidak cukup dengan minum kopi di tepi pantai sambil Twitteran.

*Oh iya, Bu Susi. Bagi banyak minoritas tertindas, Permadi Arya aka Abu Janda dianggap sebagai* *pejuang*. Bukan tanpa alasan. Ketika tokoh-tokoh nasional dan politisi termasuk Bu Susi diam terhadap nasib mereka diperlakukan secara diskriminatif, Permadi Arya justru berteriak lantang untuk memperjuangkan nasib mereka.

BTW, mohon maaf kalau ada kata yang salah dan kurang berkenan. Bu Susi dan Permadi Arya adalah dua pribadi yang saya hormati.

Salam dari rakyat jelata

Saturday, January 30, 2021

[Surat Terbuka] Surat terbuka untuk Menkes Budi Gunawan Sadikin,Perbedaan Apa Kedokteran di Indo dgn di Thailand & Malaysia.

Surat terbuka untuk Menkes Budi Gunawan Sadikin.
Seorang Menteri Kesehatan yg sangat mumpuni dlm urusan management dan regulasi. ( dari kalangan non ilmu kedokteran)
Boleh sedikit tau Perbedaan apa
Kedokteran di Indo dgn di Thailand & Malaysia.

Saya dapat dari chat group ex PMKRI Jakarta barusan,
tanpa maksud mau ngajarin wong saya bukan dokter,
semata mata sebagai informasi,
kalau kita tahu sesuatu tetap lebih baik daripada tidak tahu.

Soal Dokter di Indonesia ,
Bgm kita bisa maju ??? ... ...

Skrg kita bahas soal dokter.
Kita mesti menekan pemerintah utk membereskan arogansi IDI dan Kolegium.
(asosiasi dokter spesialis tertentu)

IDI dan Kolegium sdh ngga beres dan terlalu berkuasa dalam memberikan Surat Ijin Praktek Dokter.

Sdh membentuk semacam oligarki.

Belum lagi cara rekrutment calon dokter spesialis yg bukan berdasarkan meritokrasi tp cendrung koneksi.

Keponakan sy yg nilainya paling tinggi se Indonesia dan test masuk spesialis lolos terbaik bisa tidak diterima krn sdh penuh dengan calon yg masuk yg punya koneksi di dalam, biarpun test nya ngga lulus.

Lalu bisa dibayangkan bagaimana kualitas dokter spesialis di Indonesia kelak kalau tidak diberesin.

Dokter hebat yg ambil spesialis di LN balik ke Indo dipersulit macam persyaratan,
mesti adaptasi dulu sekian tahun padahal dia jebolan universitas atau RS terbaik di dunia.

Kenapa dunia kesehatan Malaysia lbh maju dari Indonesia,
krn Malaysia banyak kirim mahasiswa kuliah terutama di UK utk kedokteran.

Dulu anak sy kuliah kedokteran di UK bayar sendiri.

Bahkan dari Indonesia cuman dia sendirian yg kuliah di sana.

Anak2 Malaysia dibayarin negara.

Balik negaranya bisa lsg praktek ngga dimintain macam2 yg aneh2.

Di negara Asean rasanya Indonesia akan tersalip banyak negara lain.

Skrg yg sedang naik daun adalah Thailand.

Gimana tidak tersalip,
wong dokter Thailand lulusan spesialis US dan UK dipermudah.

Akibatnya kualitas pelayanan kesehatan menjadi setara negara maju.

Salah satu yg terkenal di Thailand adalah RS Bumrungrad,
dimana jumlah pasiennya setahun 1 juta org dan separonya asing !

Medical tourism nya jalan.

Bahkan Bumrungrad sdh mengimplementasikan Artificial Inteligence dgn mengadopsi IBM Watson.

Kita kalah jauh.

Pendapatan Bumrungrad yg hampir 4T per tahun hanya dari satu RS telah mendatangkan devisa bagi kerajaan Thailand.

Indonesia malah kebalik.

Kita masih berkutat mabok agama,
bekutat BPjS yg masih carut marut. Malaysia dan Thailand sdh berhasil menyaingi Singapore.

Jadi urusan pendidikan profesi dokter termasuk spesialis dan sub spesialis mesti dibenahi.

Kolegium juga jahat,
seorang dokter spesialis muda yg mau masuk kerja di suatu kota harus minta ijin,
minta ttd satu per satu seniornya di kota itu begitu ada yg menolak maka SIP ngga keluar dan ngga bisa praktek.

Ini bikin jengkel RS juga.

Kami butuh tenaga dokter tp diblok Kolegium.

Alasannya gak masuk akal yaitu supply dan demand,
serta urusan persaingan. Dokter2 kita tidak siap dengan persaingan.

Padahal dengan bersaing maka pelayanan yg diterima pasien makin bagus.

Dokter juga suka nyebelin dan arogan thdp pasien.

Tp tunggu tanggal mainnya.

Dengan perkembangan teknologi digital cara2 itu akan terdisrupsi.

Dokter akan di rating oleh netizen.

Dokter yg jelek pelayanannya lama3 tidak laku.

Sy usul SIP jangan dikasi organisasi profesi tp diatur pemerintah saja.

Bersaing ya gapapa biar pelayanan dokter ke pasien makin bagus.

Dunia sdh berubah paradigma pelayan kesehatan ke arah patient and family experience.

Kita masih berkutat pada arogansi dokter.

Kenapa harga pelayanan kesehatan kita kalah dengan Malaysia dalam hal biaya ?

Banyak org kita pergi ke KL atau Penang utk berobat,
karena kualitas lumayan bagus dan harga miring.

Apakah dokter Malaysia murah bayarannya ?

Jawabnya tidak !

Fee dokter Malaysia lbh tinggi. 

Cuman semua keperluan sparepart kesehatan di kita kena pajak.

Pasang stent di Penang lbh murah dari Jakarta.

Ya krn di Malaysia semua bea masuk dan pajak stent itu nol sementara kita tidak.

Dokter kita bisa pasang pompa jantung LVAD utk pasien gagal jantung.

Jantung diganti oleh pompa elektrik.

Cuman harga LVAD di indo 3.7M belum termasuk pasang.

Sementara di Malaysia 3M sdh beres semua terpasang.
(Org skrg bisa hidup tanpa detak jantung ya,
pakai pompa.)

Jadi masalah kesehatan di Indonesia ruwet sekali.

Bukan buat mid low dgn BPjS tetapi juga utk mid up.

Berapa banyak devisa keluar ke Singapore, Malaysia, Thailand, Jepang, Australia tiap tahunnya.

Coba saja browsing di internet pasti akan kaget.

🚩 Lebih dari 100T per tahun duit Indo lari ke LN utk pemeliharaan kesehatan.

Pejabat2 dan para org berduit masih lbh suka ke Singapore.

Negara lain sdh mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi di bidang kesehatan, sementara kita masih berkutat di penyakit infeksi krn sanitasi buruk dan tdk higienis.

Masalah utama kualitas kesehatan di Indo juga ada pada diagnosa.

Kita sangat lemah dan sering keliru.

Layanan kesehatan tidak terintegrasi.

Kita mesti ketemu dokter spesialis satu persatu.

Mereka sulit bekerjasama.

Ini juga karena pendidikan kedokteran di Indo cenderung mendidik sebagai manusia individualis bukan teamwork.

Pendidikan di UK ada mata pelajaran Komunikasi, bahkan ujiannya tergolong sulit karena pakai aktor.

Misalkan bagaimana kita hrs menjelaskan ke pasien
(hak pasien.)
bhw dia terdiagnosis ke Cancer.

Atau bagaimana kita menghandle pasien yg marah2 atau komplain.
(complain handlng.)

Rata2 dokter kita apalagi yg tua sulit berkomuikasi dgn pasien dan merasa paling hebat.

Giliran kita mau minta second opinion,
(padahal hak pasien.)
malah dia ngamuk.

Diagnosa bergantung pada alat.

Kalau dokter bisa mendiagnosa tanpa alat itu namanya dukun.

Mau tahu pendarahan di otak atau penyumbatan
(karena symptom nya sama.)
kita perlu CT Scan.

Ngga bisa nebak krn obatnya berlawanan.

Bayangkan negara kecil spt Singapore punya 15 PET Scan yg bisa mendeteksi penyebaran sel kanker.

Indonesia dengan populasi 260 juta hanya punya 4 PET Scan.

Kan gila !!!

Kenapa begitu.

PET Scan harga tidak terlampau mahal hanya sekitar 15M.

Yg mahal justru Cyclotron utk memproduksi radioaktif utk dipakai di PET Scan.

Harga Cyclotron sekitar 40M.

Di LN Cyclotron bisa dipakai utk 10 RS.

Di Indonesia harus 1 RS punya 1 Cyclotron.

Kenapa krn para petinggi yg membidangi ini kurang kreatif dan kebanyakan administrator yg mesti digebrak2 utk bisa mencari solusi.

Katanya RS bukan pabrik obat,
RS tdk bisa menjual kelebihan radioaktif ke RS lain,
krn kalau ada pabrik obat harus menerapkan CPOB.

Akhirnya ya begitulah.

Sy punya banyak cerita ttg bagaimana kita terbentur regulasi yg membuat kita tidak bisa adaptif.

Sy mau bikin Mobile Stroke Unit dimana di ambulans dipasang Head CT Scan dan bisa dilakukan tindakan cepat di ambulans agar dampak stroke minimal.

Krn makin lama sel2 otak yg mati makin banyak shg recovery nya makin berat.

Apa yg dibilang.

Wah belum ada regulasinya.

Kalau melakukan tindakan di mobil itu kategorinya apa ya apakah RS berjalan.

Nah loh.

Sementara di India Mobile Stroke Unit sdh populer dan sdh menyelamatkan begitu banyak pasien stroke.

JADI PESAN PRIBADI NIH :
Ya Allah, PRIHATIN.

SEMOGA Kita tetap akan maju.

Juga MOHON diajarkan kekalangan Masyarakat utk bisa hidup Sehat.

Jangan sakit, Jangan Stroke atau tdk dapat penyakit tua.

Pasti model Hospital service berkurang,
Karena yg sakit berkurang ... ... 
πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

EKS HTI SETARA PKI.


*EKS HTI SETARA PKI.*
https://news.iniok.com/2021/01/eks-hti-setara-pki.html
*KH.Yahya Cholil Staqup Katib AAM PBNU menyebut organisasi yg mencita2kan Khilafah* seperti *HTI dan Ikhwanul Muslimin tidak beda dgn gerakan komunis internasional* yg *menghendaki rezim* *tunggal dunia*, jadi mereka sama dgn gagasan komunis internasional yg memungkinkan satu rezim komunis untuk satu dunia. Maka harus ditolak dan kembali pada asal dari nilai agama yaitu : Rahmah, kemanusiaan dan akhlaqtul karimah. Tidak ada kewajiban umat islam untuk menerapkan sistem khilafah yg mencakup seluruh dunia dalam satu kekuasaan sistem politik. Mantan Menkopulhukam Bpk Wiranto pernah menyatakan bahwa HTI adalah kelompok yg dekat dengan ISIS.

*HTI adalah kelompok yg sangat berbahaya*, HTI adalah gerakan politik bertopeng agama, memperalat agama dan memelintir ayat suci, tujuan mereka adalah kekuasaan utk mendirikan negara khilafah. Mereka adalah racun agama, racun yg sgt berbahaya dan mematikan yg hendak mengubah ideologi/falsafah negara kita Pancasila dgn khilafah, HTI adalah virus yg berbahaya yg bisa merusak kemanusiaan, merusak kehidupan dan bahkan menghancurkan bangsa negara. Orang2 HTI itu pandai berbohong, mereka bilang gerakan mereka adalah gerakan damai tanpa kekerasan dan tidak pernah melakukan kudeta. HTI itu sgt berbahaya dan seberapa bahayanya HTI, mari kita ulas dgn fakta sejarah sebenarnya dibawah ini :

*-Di Turki, Hizbut Tahrir ( HT ) membuat surat terbuka kepada Jenderal Militer* mengajak bergabung dgn mereka untuk membentuk negara khilafah, mengajak para Jenderal militer ini utk melakukan kudeta dan membentuk negara khilafah , dan akhirnya HT dilarang di Turki. Pada 24 April 2008, Majelis Tinggi Mahkamah Agung Turki mengeluarkan putusan yg mengklasifikasikan HT sebagai organisasi teroris yg mengancam keberadaan republik dan negara. - Di Yordania, pada tahun 1969 HT mencoba melakukan kudeta dgn menyusup ketubuh militer dan berhasil digagalkan. - Di Irak pd 1972, di Suriah pd 1976, di Tunisia pd th 70an dan semuanya dgn cara yg sama yairu menyusup ketubuh militer dan mengajak kudeta, semuanya berhadil digagalkan. - Di Mesir, pada th 1974 kader HT Mesir Sallin Sirriya mengorganisir 100 orang untuk melakukan kudeta, dan Mesir membubarkan HTI pd th 1974 lantaran diduga terlibat upaya kudeta dan penculikan mantan Atase Mesir. Pada th 1981 Presiden Anwar Sadat ditembak oleh ormas radikal Tanzim Al Jihad. Di Mesir HT dilarang dan dimasukan kedalam kelompok teroris setelah dianggap terlibat aktif dalam upaya kudeta dari kelompok anggota militer. - Di Pakistan, pd Mei 2011 Pakistan digegerkan oleh rencana seorang Prajurit Brigadir Khan, yang telah siap dgn pasukannya utk menggulingkan pemerintahan yg sah, militer Pakustan kangsung memberangus Khan beserta HT. Di Pakistan HT resmi dilarang pd 2003 dan dimasukan kedalam kelompok teroris dgn dikenai UU teroris.

*-DI INDONESIA. Pasca reformasi dinegara kita Indonesia, HTI menjadi bebas sebebas* bebaskan *melakukan kampanye khilafah* dgn *memasuki semua lini*, dipemerintahan maupun mahasiswa/pelajar, HTI beberapa kali mengadakan pertemuan besar di GBK dan beberapa kali berdemo besar berkampanye utk merubah sistem negara Pancasila menjadi negara khilafah dan semua kegiatan mereka itu diberikan ijin resmi. HTI juga memiliki berbagai media utk menyebarkan paham mereka seperti :TV, Radio, Tabloid Media Umat, majalah Al Wa'i, buletin Jum'at Al Islam, yg katanya semua itu tdk ada lagi pasca dibubarkan pd 2017, mereka gencar melakukan kampanye dan akhir ceramah atau tulisan mereka selalu ditutup dgn perkataan " Solusinya adalah khilafah ", adapun pendanaan HTI berasal dari Timur Tengah, namun dana itu ditransfer menggunakan rekening dari London. Apakah kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga punya niat melakukan pemberontakan/kudeta dinegara kita Indonesia , jawabannya : * Dibuleti dakwah HTI pd th 2004, target HTI adalah merekrut Perwira Tinggi TNI hingga Polri dan menjadi sasaran utama. * Peryataan ketua DPP HTI Rokhmat S Labib pd th 2014 dan peryataan itu diberitakan di Website resmi HTI, bunyi peryataan itu : " Wahai tentara, wahai polisi, wahai Jenderal2 tentara islam, ini sudah waktunya membela islam, ambil kekuasaan itu dan serahkan kepada Hizbut Tahrir untuk mendirikan Khilafah ". * Peryataan provokasi dan propaganda HTI pd konflik Timur Tengah : Feb 2011 seruan HTI ke Mesir, tumbangkan rezim diktator, tegakan khilafah. Mei 2011, tumbangkan rezim diktator Suriah dan tegakan khilafah. Ke Libya Feb 2011, tumbangkan rezim diktator, tegakan khilafah. Adapun fakta dan data tsb diatas sudah sangat jelas sekali dan tidak terbantahkan bahwa HT ( HTI ) adalah kelompok pemberontak yg berusaha melakukan kudeta dgn berusaha menyusup ketubuh militer, HTI adalah pemberontak gerakan politik yg berkedok agama dgn memperalat ayat2 suci.

*Mewujudkan khilafah tanpa kekerasan adalah omong kosong HTI*, faktanya disalah satu kitab resmi mereka memberikan pedoman sbb : " Sesungguhnya berhukum dgn selain hukum2 islam adalah termasuk faktor yg mewajibkan angkat senjata kemuka Hakim. Ini adalah dalil bahwa menerapkan islam adalah salah satu syarat negara islam. Kalau tidak demikian, maka wajib angkat senjata dan perang ". ( Manhaj Hizb Al Tahrir Fi Al Taghyir, 6 ). Jelas sekali peryataan tsb maksudnya adalah kudeta berdarah terhadap pemerintahan yg sah karena tidak berhukum dengan hukum islam, mereka juga akan membunuh sesama muslim yg dianggap musuh karena tidak mendukung mereka , apakah ini yg mereka bilang mewujudkan khilafah tanpa kekerasan ?

*Jadi wajar jika eks HTI setara dengan PKI*, *eks HTI ini memang harus secara tegas dilarang utk* *masuk kesemua lini/sendi pemerintahan dan bukan hanya HTI,semua ormas* 
*yg berbahaya seperti FPI dll, harus tegas dilarang dan eksnya setara dgn PKI.*

SALAM DAMAI. A.H. *NKRI HARGA MATI.*
*Indonesia Maju*

Jerman mengucapkan selamat tinggal kepada Merkel dengan tepuk tangan hangat selama enam menit.

*Jerman mengucapkan selamat tinggal kepada Merkel dengan tepuk tangan hangat selama enam menit.*
https://news.iniok.com/2021/01/jerman-mengucapkan-selamat-tinggal.html
*Orang Jerman memilihnya untuk memimpin mereka, dan dia memimpin 80 juta orang Jerman* selama 18 tahun dengan kompetensi, keterampilan, dedikasi dan ketulusan. Selama delapan belas tahun kepemimpinannya atas otoritas di negaranya, tidak ada pelanggaran yang tercatat terhadapnya .. Dia tidak pernah menugaskan salah satu kerabat-keluarganya ataupun teman dan sahabat sebagai pejabat di bidang apapun dipemerintahan. Tidak pernah ada kasus Nepotisme dipemerintahannya. Mendukung anggota keluarga menduduki suatu jabatan apapun dipemerintahan adalah aib untuknya.

*Dia tidak mengklaim bahwa dia adalah pencipta kejayaan..* Tidak pernah ada satupun pencitraan yg pernah dibuat olehnya maupun oleh pendukungnya. Dia tidak mendapatkan keuntungan matrial dan juga tidak mau ada penjilat2 yg menghibur dirinya, dia tidak bersedia menerima piagam penghargaan atas keberhasilan kebijaksanaannya. Dia tidak pernah melawan lawan politiknya dan tidak juga berusaha mengkerdilkannya..

*Demokrasi berjalan secara natural tanpa ada usaha pembungkaman apalagi penangkapan.* Dia tidak mengucapkan omong kosong, apa yg dikatakan, dibuktikan dengan kenyataan.. Dia tidak muncul di lorong2 Berlin atau di lokasi musibah untuk difoto demi pencitraan. Dia tidak membutuhkan pemberian pujian kepadanya.. Dia tiap menit hanya memikirkan apa yg akan menjadikan terbaik untuk bangsa dan negara.

*Ini adalah (Angelica Merkel) wanita yang dijuluki "Nyonya Dunia"* dan digambarkan kemampuannya setara dengan enam juta pria.

Kemarin, Merkel meninggalkan posisi kepemimpinan partai dan menyerahkannya kepada orang-orang setelahnya, setelah Jerman serta rakyat Jerman berada dalam kondisi terbaik.

*Reaksi rakyat belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Jerman .. *Seluruh orang pergi ke balkon rumah dan bertepuk tangan untuknya secara spontan selama 6 menit, tepuk tangan hangat tanpa henti, tanpa ucapan2 yg menyanjung.

*Jerman berdiri sebagai satu badan yang mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin Jerman*, seorang fisikawan kimia yang tidak tergoda oleh mode atau lampu dan tidak membeli real estate, mobil mewah, kapal pesiar dan pesawat pribadi, mengetahui bahwa dia berasal dari bekas Jerman Timur .. Tuhan memberkahi pemimpin yg special ini.. Jerman adalah negara yg mendapat berkah Tuhan..

*Dia meninggalkan kantor pemerintah setelah meletakan posisi Jerman di atas ..* Delapan belas tahun menjadi orang terdepan dinegaranya dan tidak berniat mengganti gaya dandanannya ..

*Pada konferensi pers, seorang jurnalis wanita bertanya kepada Merkel*: Kami melihat bahwa anda memakai jas yg sama, bukankah Anda punya yang lain? Dia menjawab: Saya pegawai pemerintah dan bukan model.

*Pada konferensi pers lainnya, mereka bertanya kepadanya: Apakah Anda memiliki pembantu* rumah tangga yang membersihkan rumah, menyiapkan makanan, dan sebagainya? Jawabannya adalah: Tidak, saya tidak memiliki pembantu dan saya tidak membutuhkan mereka. Suami saya dan saya melakukan pekerjaan ini di rumah setiap hari.

*Kemudian wartawan lain bertanya: Siapa yang mencuci baju, Anda atau suami Anda?* Jawaban mereka: Saya yang mengatur pakaian, dan suami saya yang mengoperasikan mesin cuci, dan biasanya pada malam hari, karena listrik tersedia dan tidak ada tekanan, dan yang terpenting adalah memperhitungkan tetangga dari ketidaknyamanan, dan dinding yang memisahkan apartemen kami dari tetangga tidak terlalu tebal. Dia berkata: Kepada mereka, saya berharap Anda bertanya kepada saya tentang keberhasilan dan kegagalan dalam pekerjaan kita di pemerintahan.

*Ibu Merkel tinggal di apartemen normal seperti warga negara lainnya .. *Apartemen ini dia tinggal sebelum terpilih sebagai Perdana Menteri Jerman dan dia tidak meninggalkannya dan tidak memiliki vila, pelayan, kolam renang dan taman ..

*Ini Merkel, Perdana Menteri Jerman, ekonomi terbesar di Eropa !! *Satu contoh seorang pemimpin yg sejati yg tidak bisa disamakan oleh pemimpin negara komunis sosialis lain seperti Rusia atau China dimana pemimpinnya menjadi billioner selama berkuasa. *Yg penjadi impian, akankan seorang* *pemimpin sekualitas ini akan hadir dinegara kita????* Tampaknya Indonesia belum mendapat berkah Tuhan. Mari kita berdoa !!πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

Friday, January 29, 2021

Larang Dinar-Dirham, BI Tegaskan Cuma Rupiah yang Sah di RI

*Larang Dinar-Dirham, BI Tegaskan* 
*Cuma Rupiah yang Sah di RI*
Bank Indonesia (BI) menegaskan rupiah menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. Peringatan ini sejalan dengan adanya informasi yang viral di media sosial soal penggunaan dinar dan dirham sebagai alat pembayaran di Depok, Jawa Barat.

"Beberapa hari terakhir viral video lama tentang penggunaan dinar dan dirham di Depok. Setelah itu muncul pembahasan di medsos (media sosial)," ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia Erwin Haryono kepada awak media, Kamis (28/1).

BI mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan menghindari penggunaan alat pembayaran selain rupiah.

"Dalam hal ini kami menegaskan bahwa dinar, dirham atau bentuk-bentuk lainnya selain uang rupiah bukan merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI," tambah Erwin.

BI mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan rupiah sebagai mata uang NKRI.

Belum lama ini viral soal Pasar Muamalah di Beji, Depok. Pasar ini bertransaksi menggunakan dinar dan dirham. Keberadaan pasar tersebut sudah sempat terlacak sejak 2016.
Source : https://www.cnnindonesia com/ekonomi/20210128151620-78-599567/larang-dinar-dirham-bi-tegaskan-cuma-rupiah-yang-sah-di-ri
----------------------
 
*Catet: Semua Video Di WAKILRAKYAT.IniOK.com bebas dari Iklan*
*Ada Pasar Muamalah Ala Khilafah Di Depok, Kenapa* *Negara Diam Saja ?*
Pasar Muamalah yang ada di Depok dan 25 tempat lain di Indonesia merupakan indikasi infiltrasi ekonomi berbasis khilafah yang melanggar UU dan berbagai peraturan lainnya serta merupakan ancaman terhadap ideologi Pancasila, mengapa dibiarkan ? Kemana Negara dan Bagaimana pasar sistem khilafah itu beroperasi? 
Ikuti penjelasan Rudi S Kamri, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa di *WAKILRAKYAT.IniOK.com*

Wednesday, January 27, 2021

Banyak dari kita yang meributkan..., ketika tahu China ikut dalam konsorsium pembangunan ibukota baru.

gambar ilustrasi saja

*CHINA*
*Ada orang bilang..., bahwa China berambisi masuk ke Indonesia karena Indonesia* kaya SDA.

Padahal..., China sudah menguasai tambang nikel kadar tinggi di Australia.

Kalau China membangun smelter di Sulawesi..., sebetulnya itu hanya karena pertimbangan efisiensi logistik belaka. 

*China mendatangkan bahan mineral nikel kadar tinggi dari Australia.*

Mereka hanya membeli nikel kadar rendah dari Indonesia..., artinya China tidak menguasai tambang di Indonesia. 

Mereka hanya jadi buyer..., dan mengolahnya di Indonesia. 

Bahkan batu bara untuk pembangkit listrik di kawasan smelter tersebut...,  mereka datangkan dari Austalia. 

*Di Ausitralia..., China punya tambang batubara sendiri dengan kadar tinggi*.

Untuk baja....? 

*China punya tambang raksasa di Brazil dan di Australia.* 

Kita melalui Krakatau Steel membeli biji besi dari Brazil..., dari tambang punya China. 

Lahan pertanian...?

*China punya lahan pertanian  di Laos..., Kamboja*..., dan yang sangat luas mereka punya di Mongolia.

*Mereka juga menanam gandum di Brazil dan Argentina*..., yang luasnya 10 kali dari lahan mereka yang ada di Papua.

Artinya apa...? 

*Mereka tidak tergantung amat pada Indonesia.*

Banyak dari kita yang meributkan..., ketika tahu China ikut dalam konsorsium pembangunan ibukota baru. 

*Tetapi tahukah kita...?*

*China sudah lebih dulu membangun Ibukota Baru untuk Mesir...*, bahkan China memimpin konsorsium proyek ibukota baru Mesir. 

Apakah ada rakyat Mesir yang protes...?

Tidak ada..., bahkan China dianggap sebagai mitra terhormat di sana.

*China punya uang..., dan semua sumber daya*. 

*Kita bisa membayangkan...; membujuk orang kaya saja susah*..., *apalagi membujuk orang yang* *punya uang..., sumber daya..., teknologi..., dan pasar. *

*Kita pasti bisa membayangkan..., betapa sulit meyakinkan China*.

Apalagi kesan China kepada orang Indonesia..., tidak seratus persen bagus.

*Orang China itu tidak suka konflik...*, makanya mereka sangat hati hati membuat keputusan bisnis. 

Kalaupun akhirnya mereka setuju..., itu karena nilai nilai persahabatan. 

*Kalau kita gagal menjadikan mereka sahabat..., jangan harap bisa bermitra.*

*Setelah bermitra..., perhitungan bisnis mereka sangat kuat...*, sekuat mereka bekerja keras menciptakan laba.

Jadi kalau China melihat kita tidak serius..., mereka cepat sekali memutus kerjasama. 

Tetapi kalau kita serius..., maka apapun resikonya mereka bisa terima dan bersama-sama mengatasinya.

*Meyakinkan China jauh lebih sulit dibandingkan meyakinkan Jepang dan Amerika..*.; tetapi kalau deal..., mereka sangat serius. 

*Di kepala orang China..., yang ada hanya uang...*, tidak ada urusan dengan politik. 

*Coba kalau ditanya masalah ideologinya...*,  *mereka pasti juga tidak paham dengan komunis*. 

*Tapi kalau ditanya masalah uang...*, *ketika pingsan pun mereka langsung  sadar.*

Rahayu
(Babo inspired...)

Tuesday, January 26, 2021

Resmikan Ruas Tol di Sumsel, Presiden: Bakauheni ke Palembang Kini Hanya 3,5 Jam Perjalanan


*Resmikan Ruas Tol di Sumsel, Presiden: Bakauheni ke Palembang* Kini Hanya 3,5 Jam Perjalanan
Presiden Joko Widodo meresmikan ruas tol Kayu Agung - Palembang sepanjang 42,5 kilometer pada Selasa, 26 Januari 2021. Peresmian tersebut menandakan bahwa ruas tol yang merupakan bagian dari Jalan Tol Kapalbetung (Kayu Agung - Palembang - Betung) sepanjang 111,69 kilometer tersebut telah dapat digunakan oleh masyarakat.

*"Alhamdulillah jalan tol Kayu Agung - Palembang sepanjang 42,5 kilometer* sudah selesai, sudah rampung, dan siap digunakan pada hari ini," ujarnya saat menyampaikan sambutan peresmian di Gerbang Tol Kramasan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

*Presiden mengatakan, jalan tol tersebut merupakan poros utama dari keseluruhan jalan tol* trans-Sumatera. Ruas tol Kayu Agung - Palembang saat ini telah terhubung dengan jalan tol trans-Sumatera lainnya, yakni TPPK (Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung) yang telah diresmikan Presiden pada 15 November 2019 lalu. Dengan demikian Provinsi Lampung kini telah semakin terkoneksi dengan Provinsi Sumatera Selatan.

*Hal tersebut menjadikan waktu tempuh dari Pelabuhan Bakauheni Lampung ke Palembang* dengan *jarak 373 kilometer menjadi lebih singkat secara signifikan*. Biasanya jarak tersebut harus ditempuh melalui perjalanan darat dalam waktu 12 jam, kini masyarakat yang hendak menempuh jalur tersebut hanya memerlukan waktu selama 3 hingga 3,5 jam saja.

*"Ini akan menjadi sebuah lompatan besar karena menghemat waktu tempuh hingga 75 persen*. Efisiensi ini jelas akan memberikan kontribusi pada penurunan biaya logistik dan akan memberikan daya saing yang besar bagi Palembang dan Lampung," kata Presiden.

Selain itu, peresmian ruas tersebut juga semakin menambah daftar panjang ruas tol bagian dari trans-Sumatera dengan panjang keseluruhan mencapai 2.992 kilometer yang telah beroperasi.

*Hingga saat ini, 657 kilometer ruas jalan tol di sepanjang trans-Sumatera* telah dapat digunakan, 608 kilometer dalam tahap konstruksi, 430 kilometer memasuki persiapan konstruksi, dan direncanakan pembangunan untuk 1.297 kilometer lainnya akan segera menyusul.

"Jalan tol ini tidak hanya menghubungkan antarwilayah antardaerah, tapi juga untuk membangkitkan perekonomian di Pulau Sumatera khususnya di Provinsi Sumatera Selatan, juga menumbuhan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengembangkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi yang produktif," Presiden menjelaskan.

*Oleh karena itu, Kepala Negara meminta pemerintah daerah setempat untuk memanfaatkan* *kehadiran jalan tol itu dalam rangka memajukan wilayahnya masing-masing*. Setidaknya, Presiden melihat adanya potensi besar pengembangan wilayah di lokasi-lokasi yang dilintasi jalan tol itu seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga sentra ekonomi lainnya.

Dalam kunjungan kerja hari ini, Kepala Negara berkesempatan untuk meninjau ruas tol tersebut yang dimulai dari gerbang tol Kramasan hingga Jakabaring sepanjang sembilan kilometer dan Jembatan Ogan yang menjadi ciri khas dari ruas tol tersebut.

Hadir dalam acara peresmian di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Ogan Ilir, 26 Januari 2021
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Besok, Presiden Jokowi Akan Menerima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua
Presiden Joko Widodo dijadwalkan menerima suntikan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua pada Rabu pagi, 27 Januari 2021. Rencananya, vaksinasi akan kembali dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta.

"Rencananya Bapak Presiden akan menerima vaksin tahap kedua besok Rabu (27/1), sesuai jadwal yang telah ditentukan," ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono di Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021.

Untuk diketahui, vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari. Sebelumnya, Presiden menerima suntikan pertama pada 13 Januari 2021 lalu.

Vaksinasi kedua ini juga akan disiarkan secara langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.

Setelah vaksinasi, Presiden akan melantik Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara untuk menggantikan Jenderal Pol. Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

"Pelantikan Kapolri juga rencananya akan dilakukan besok, setelah Bapak Presiden menerima vaksinasi," kata Kasetpres.


Jakarta, 26 Januari 2021
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

IDE KAMPUNG TURKI DI DEPOK, WASPADAI IMPOR WARGA ISIS

Kampung ASING ASENG Turki di Depok
*IDE KAMPUNG TURKI DI DEPOK*, *WASPADAI IMPOR WARGA ISIS*
Dahono Prasetyo

*Inilah "hebatnya" kota Depok. Belum genap seminggu Walikota dan Wakilnya dilantik*, sudah membikin gebrakan yang cukup mengejutkan. Pasangan duo PKS ini merencanakan pembangunan Kampung Turki di wilayah Depok.

*Berdalih kerja sama ekonomi dan infrastruktur, kran kolega dari negara pujaan kaum Kadrun*, diberi karpet merah oleh kepala daerah Depok. Membangun sebuah kampung, kawasan khusus atau apalah namanya bukan perkara kerja sama. Ada potensi "impor" warga Turki ke Depok yang tidak boleh dianggap biasa.

*Turki yang selama ini kita kenal menjadi pendukung milisi pemberontak ISIS di Suriah*, ekonominya tidak segemilang sebagai negara investor. Kekalahan ISIS di Suriah secara langsung juga kekalahan Turki. Issue gerakan Khilafah juga samar gaungnya berasal dari Kekaisaran Turki Utsmani yang kini sedang diperjuangkan Recep Tayyip Erdogan yang disanjung sebagai bapak khilafah modern. 

*Kita masih menolak lupa, saat ramai perihal Dana Kemanusiaan Suriah dari Lembaga* pengumpul donasi ACT yang justru nyasar ke kampung ISIS. Jalur penyalurannya sengaja lewat Turki yang kemudian berafiliasi dengan IHH yang jelas berstatus LSM Pemerintah Turki penyuplai senjata dan amunisi untuk ISIS.

*Kembali ke Kota Depok yang sudah rahasia umum menobatkan diri sebagai "Ibukota"* Ihwanul Muslim yang berbaju PKS. Ide Kampung Turki tidak bisa semata dikaitkan kerjasama ekonomi. Aroma politik begitu kental tak terbantahkan.
Depok yang dengan segala upayanya di desain ke arah kota syariah, butuh dukungan logistik dari luar. Turki menjadi pilihan tepat bagi Kepala Daerah untuk merintis dukungan dana khilafah, namun praktis menjadi blunder pertama yang membahayakan stabilitas sosial. 

*Tidak mustahil Kampung Turki cepat atau lambat jika terwujud akan dihuni tokoh-tokoh ISIS* yang kalah perang Suriah dan kini sedang berlindung di ketiak Erdogan. Kampung itu kemudian menjadi kawasan ekslusif sekaligus suaka bagi pelarian ISIS!? Selanjutnya muncul jama'ah baru yang mengajarkan cara melawan negeri yang dianggap Thogut. 

*Kalau PKS yang selama ini teriak anti asing dan aseng, maka Turki menjadi pengecualian*. Entah itu menjadi persaudaraan seiman, kehadiran investor khilafah menjadi bukti upaya masif menjadikan kota mini khilafah di Depok. (*teruskan baca artikel di bawah ini....* πŸ‘³πŸ‘ΆπŸ‘ΈπŸ‘‡ )
Banyak cara untuk membiayai infrastruktur di daerah, bahkan pemerintah pusatpun tidak pelit pelit amat mengalokasikan APBN untuk itu. Serapan alokasi anggaran Depok yang katanya di angka 80%, meski tidak telihat perubahan signifikan pembangunannya, membuktikan pengajuan dana apapun dan berapapun selalu diberikan. 

Artinya secara manajemen, Depok tidak kekurangan anggaran pembangunan. Kalau kemudian sibuk mencari bantuan investasi dari luar bisa diindikasikan ada agenda pembangunan lain di luar skema pengajuan kepada pemerintah?!

Apakah kehadiran Kampung Turki akan berdampak peningkatan kesejahteraan bagi warga Depok, itu juga butuh dijelaskan kepada warga. Apakah Depok sebagai kita belimbing kebingungan mengekspor, sampai harus kerja sama dengan Turki? Atau tawaran ekspor ikan hias dari dari Walikota Idris mesti bersyarat mendirikan kampung Turki dulu? Kalau hanya dagang Kebab, orang Turki gak butuh kampung, cukup gerobak lapak 2x2 meter cukup. Kalaupun dagang karpet cukup pake bambu di jereng lebar lebar. 

Depok bukan kota bisnis, sekedar tempat tinggal para pekerja di Jakarta yang butuh istirahat nyaman. Kalaupun investasi berupa Mall atau tempat hiburan, di Jakarta lebih lengkap yang hanya setengah jam perjalanan. Atau dibangun masjid ala Turki, sudah ada Masjid Kubah Mas yang luasnya hampir menyamai Istiqlal.

Tulisan ini bukan penolakan tanpa alasan, tapi menyikapi ide "nyleneh" Pemerintah Depok barangkali bisa dipertimbangkan sebelum ide itu benar-benar diwujudkan dengan arogan. Infiltrasi kaum kadrun berkedok bisnis sudah terbaca, jangan sampai hanya karena membela pedagang Turki, warga Depok jadi ribut sendiri.

Pilkada Depok 2020 lalu yang memenangkan Paslon Idris-Imam sesungguhnya hanya didukung tak lebih dari separo warga Depok. Hanya 63% warga mencoblos, itupun masih berbagi presentase dengan Paslon lain. Artinya kebijakan Kepala Daerah jika terjadi penolakan sudah pasti lebih setengahnya.

Jangan iming-imingi warga Depok dengan janji investasi apapun. Apalagi jika itu hanya kedok. Warga Depok hanya butuh hidup tenang dan  terjamin kehidupan toleransi dan Kebhinekaannya.
Itu saja kok.
πŸ‡²πŸ‡¨☝️☝️πŸ‡²πŸ‡¨ Source : https://seword com/p/1RpIMcvTrI

Ibadah Akan Diberi Pelatihan Pencegahan Ekstremisme

*Ibadah Akan Diberi Pelatihan* 
*Pencegahan Ekstremisme*
AKARTA,KOMPAS com – *Pemerintah berencana memberikan pelatihan kepada penceramah* dan pengelola rumah ibadah agar memiliki pemahaman terhadap pencegahan tindakan ektremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di masyarakat.

*Hal itu termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 7 Tahun 2021* tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2021 (RAN PE).

Berdasarkan salinan Perpres yang didapat Kompas com dari situs resmi Sekretariat Negara, pelatihan tersebut hendak diadakan karena dibutuhkannya peningkatan kapasitas komunitas masyarakat, khususnya komunitas rumah ibadah dalam merespons ektremisme.

*“Pelatihan pengelolaan rumah ibadah tentang pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan* yang mengarah pada terorisme dan pelatihan bagi penceramah agama untuk mendorong moderasi beragama,” demikian bunyi petikan Perpres No. 7 Tahun 2021.

*Lewat pelatihan tersebut pemerintah bertujuan menghasilkan banyak penceramah* yang memiliki sikap moderat dalam menyampaikan ajaran agama.

Selain itu, *pemerintah juga bertujuan menciptakan suasana rumah ibadah yang cepat tanggap* dalam mengantisipasi *kemunculan ekstremisme berbasis kekerasan* yang mengarah pada terorisme.

*Adapun Perpes Nomor 7 Tahun 2021 diteken Presiden Joko Widodo pada 6 Januari 2021* dan resmi diundangkan sehari setelahnya. Bab 1 Perpres tersebut menjelaskan, *RAN PE* merupakan serangkaian program yang akan dilaksanakan berbagai kementerian/lembaga terkait untuk memitigasi ekstremisme berbasis kekerasan.

*"RAN PE diharapkan dapat menjadi acuan utama implementasi penanggulangan ekstremisme* berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme oleh setiap kementerian/lembaga terkait," demikian bunyi petikan Perpres.

https://nasional.kompas.com/read/2021/01/19/19353411/jokowi-teken-perpres-7-2021-penceramah-dan-pengelola-rumah-ibadah-akan. Penulis : Rakhmat Nur Hakim Editor : Rakhmat Nur Hakim

Terima kasih Pak Joko Widodo, Anda seorang yang sangat perhitungan dan jitu ! , Soal Vaksin Sinovac.

*Pengakuan Mengejutkan Rekan Dokter Soal Vaksin*, *Jokowi Perfect Timing dan Type!*
_*Sebelumnya saya ingin menjelaskan bahwa ini adalah artikel opini saya*. Beberapa dokter pun menjadi narasumber saya dalam menulis artikel ini, khususnya berbicara tentang ketepatan Joko Widodo dalam membeli vaksin Sinovac. Jadi izinkan penulis di dalam keterbatasan, membahas tentang Joko Widodo dan Sinovac._

_*Dapat saya katakan bahwa strategi Jokowi mengamankan vaksin, berbuah manis*. Per hari ini, vaksin Covid sudah begitu menjadi barang langka di dunia. Semua negara mulai panik karena pemesanan covid19 sedang tahap pre order yang tidak tahu kapan bisa diprediksi tanggal produksinya lagi. Negara-negara sudah membeli dan memesan._

_*Negara yang sudah melakukan deal pun masih menunggu stok yang akan dikirimkan* untuk termin berikut. Malaysia pun sudah kesulitan mencari vaksin Sinovac padahal negaranya lebih dekat ke Cina ketimbang dari Indonesia ke Cina._

_*Seorang rekan dokter yang sudah divaksin mengatakan kepada saya bahwa Sinovac* adalah jalan terbaik bagi bangsa Indonesia, yang hidup di daerah tropis dan juga merupakan negara dengan faskes yang masih belum memadai dan merata._

_*Sepertinya Malaysia terlalu banyak berpikir dan itung-itungan dengan warganya*, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk menentukan jenis vaksin yang cocok untuk warga negara Malaysia. Mungkin terpengaruh dari Amerika, Malaysia enggan mengambil vaksin Sinovac, yang diteliti oleh perusahaan di Cina._

_*Perusahaan Sinovac Biotech Ltd adalah perusahaan yang ada di Cina*, yang dianggap sebagai perusahaan paling berpengalaman di bidang pembuatan Vaksin. Vaksin MERS, SARS, Flu Burung dan Flu Babi sudah dikembangkan juga oleh perusahaan Sinovac. Artinya, perusahaan ini sudah teruji track recordnya._

_*Sinovac dan Kimia Farma bekerjasama untuk mengembangkan vaksin* untuk Indonesia. Dengan gen antara orang Tiongkok dan juga orang Indonesia yang mirip, satu rumpun Asia, tentu penelitian akan dipermudah. Kalau bicara tentang vaksin, ada yang mengatakan bahwa vaksin bersifat "rasis"._

_*Vaksin ini sifatnya compatible dengan penerima vaksin*. Gen setiap ras itu berbeda, sehingga butuh kecocokan vaksin. Mungkin vaksin Pfizer cocok untuk orang Barat, namun belum tentu cocok untuk orang Timur. Mungkin vaksin Sinovac cocok untuk orang Timur, namun belum tentu cocok untuk orang Barat._

_*Dengan demikian, kita melihat ketepatan Joko Widodo dalam memilih vaksin sangatlah jitu*. Mungkin efikasi yang agak rendah, mengindikasikan bahwa vaksin ini relatif aman untuk diinjeksikan. Melihat dari efek samping, Sinovac teruji sebagai vaksin yang juga aman untuk disuntikkan._

_*Kenapa efikasi rendah, membuat vaksin ini aman? Karena efikasi yang tinggi*, mungkin membuat orang mudah menjadi kebal dari Covid 19. Tapi untuk menjadi kebal Covid 19, tubuh manusia harus belajar. Jika dipaksa untuk belajar, maka ada kemungkinan tubuh resisten._

_*Dan jika orang-orang di usia tua mengalami resistensi*, akan berdampak kepada kesehatan mereka dan membuat mereka kemungkinan mengalami efek samping. Salah satu yang diduga kuat dalam kematian 30an manula di Norwegia, adalah efek samping, meski sampai sekarang belum diberikan informasi detailnya._

_*Sinovac dengan pengalaman mereka, tentu tidak mau sembarangan membuat vaksin*. Kalau vaksinnya memiliki efikasi tinggi, pasti banyak tubuh yang resisten. Tentunya dengan banyaknya efek samping, perusahaan tersebut akan merugi dan namanya buruk. Karena bicara vaksin, kita bicara hidup orang._

_*Bicara penyimpanan, vaksin Sinovac pun juga terbilang cukup mudah*. Tidak seperti Pfizer dan Astra Zeneca dan berbagai vaksin canggih lainnya dengan efikasi tinggi. Mereka harus disimpan di tempat tertentu dengan kondisi yang sulit direkayasa oleh fasilitas kesehatan di Indonesia._

_*Joko Widodo tahu bahwa fasilitas kesehatan di Indonesia yang begitu luas* ini dengan ketimpangan yang masih tinggi, *tidak memungkinkan pembelian vaksin dari Amerika dengan* *storing requirement yang sangat menyulitkan*._

_*Artinya, Joko Widodo tidak sembarangan beli*. Dia tahu kondisi-kondisi yang dibutuhkan dan yang menjadi fungsi batasan dari vaksin ini, yakni syarat-syarat penyimpanan dan faktor-faktor lainnya. Memang butuh pertimbangan yang sangat matang dalam memilih Vaksin._

_*Joko Widodo tidak salah memilih vaksin. Dia tidak salah memesan 600 juta vaksin* untuk bangsa ini. Tenaga kesehatan alias nakes sudah divaksin, dan sedang berjalan sampai dengan kira-kira Februari ini untuk menuntaskannya._

_*Tim kementerian kesehatan pun dan orang-orang yang memberikan masukan kepada* *Jokowi* *sudah sangat baik.* Memesan sekitar 600 juta dosis. *Artinya setiap warga negara*, *bahkan terhitung dari usia 0-80 atau 90an tahun, dapat vaksin*._

_Kecintaannya akan negara ini, membuat Jokowi bisa memiliki feeling yang sangat tepat. Arahan-arahan mantapnya benar-benar luar biasa. Dia bukan sekadar membeli demi bisnis. Dia membeli vaksin demi bangsa ini. Bahkan dia melakukan gambling yang ia prediksi pasti menang. Kenapa saya katakan gambling?_

_*Karena vaksin Sinovac saat dipesan, belum lulus uji klinis tahap III*. Tapi akhirnya *uji coba* *dari berbagai negara, dinyatakan lulus*. Brasil efikasi 50 persen sekian, Cina 70 persen sekian dan Indonesia 60 persen sekian. Angka yang cukup optimistis. Mengakomodasi banyak warga, yang sudah memiliki KTP._

_*Karena anak-anak belum diuji, sehingga aman*. *Terima kasih Pak Joko Widodo, Anda* *seorang yang sangat perhitungan dan jitu!*_

source: https://seword com/umum/pengakuan-mengejutkan-rekan-dokter-soal-vaksin-0wYrUhIGxx?_gl=1*l6cm7h*_ga*UkJmQVpKdlRXVHNyb0dzNS1hRE9qbWIyUkNBZDBWYlQ2RUxYUERvcGtxYkNkUFM2Sm1oSUlfWnRtUzF4dUE1Ng..
*Pengakuan Mengejutkan Rekan Dokter Soal Vaksin, Jokowi Perfect Timing dan Type!*
_Manuel.. ✍️ 353.Jan 22, 2021..._
SHARE ke teman dan REKAN ANDA agar mereka ikut paham.
Indonesia Majua

Monday, January 25, 2021

Berita Penting Sekitar Praktek Intoleransi Di Departement Pendidikan, Perpres Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara,Kumpulan Mainstream Dan Medsos Indonesia

*Berita Penting Sekitar Praktek Intoleransi Di* *Departement Pendidikan, Perpres* 
*Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara,*
*Kumpulan Mainstream Dan Medsos Indonesia*

20210125 HARI SENEN Kumpulan Berita Aktual
*Berita menarik yang menjadi sorotan hari ini adalah soal Jilbab di Sumbar.* Mendikbud Nadiem Makarim akan membuka hotline pengaduan terkait adanya praktik intoleransi. Hal itu dilakukannya untuk mencegah terulangnya kejadian yang dialami siswi non-muslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang diwajibkan mengenakan jilbab.
Isu lain yang ramai dibicarakan masyarakat adalah soal pelantikan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang akan dilakukan di Istana Negara Jakarta pada Rabu (27/1). “Iya,” katanya, Minggu (24/1). Setelah resmi dilantik, Listyo akan menyandang jenderal bintang empat.
*Anak penguasa Orde Baru, Tommy Soeharto menggugat pemerintah* membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait tanah dan bangunan miliknya tergusur dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari), di Jakarta Selatan.
Properti yang digusur tersebut adalah bangunan kantor seluas 1.034 meter persegi, pos jaga seluas 15 meter persegi, bangunan garasi seluas 57 meter persegi, dan tanah seluas 922 meter persegi. Ini juga menjadi berita hangat yang menjadi perbincangan masyarakat pagi hari ini. 

*Berikut Isue selengkapnya :*

*1.Mendikbud) Nadiem Makarim angkat bicara soal kasus siswi di Padang, Sumatera Barat *yang diminta memakai jilbab. Nadiem meminta pemerintah daerah (pemda) setempat memberikan sanksi tegas ke para pihak yang terlibat. Ia menekankan aturan seragam sekolah harus tetap menghormati siswa dalam menjalankan keyakinannya masing-masing. “Saya minta pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku, segera memberikan sanksi yang tegas atas pelanggaran disiplin bagi seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk kemungkinan menerapkan pembebasan jabatan, agar permasalahan ini menjadi pembelajaran kita bersama ke depannya,” kata Nadiem dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya, Minggu (24/1).

*2.Menteri Nadiem akan membuka hotline pengaduan terkait adanya praktik intoleransi*. Hal itu dilakukannya untuk mencegah terulangnya kejadian yang dialami siswi non-muslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang diwajibkan mengenakan jilbab. “Sebagai tindakan konstruktif berdasarkan kejadian ini, dalam waktu dekat kami akan mengeluarkan surat edaran dan membuka hotline khusus pengaduan untuk menghindari terulangnya pelanggaran serupa,” kata Nadiem, Minggu (24/1) seraya  mengatakan, pemerintah tidak akan menoleransi guru dan kepala sekolah yang lakukan pelanggaran dalam bentuk intoleransi.

*3.Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi, Presiden Jokowi* akan melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri di Istana Negara Jakarta pada Rabu (27/1). “Iya,” katanya, Minggu (24/1). Setelah resmi dilantik, Listyo akan menyandang jenderal bintang empat.

*4.Peneliti Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS)* Bambang Rukminto mengapresiasi konsep “Polri Presisi” atau pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan yang diungkap Komjen Listyo Sigit Prabowo saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di Komisi III DPR.
Menurut Bambang, konsep tersebut sangat cocok untuk menghadapi tantangan zaman 4.0. “Konsep pencegahan atau crime prevention ini sebenarnya sudah lama digaungkan, dan salah satu bentuk kepolisian modern bagaimana partisipasi masyarakat dilakukan,” kata Bambang dalam diskusi daring di YouTube Medcom.id, Minggu (24/1).

5. Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) Benny Mamoto menyebut, tugas kepolisian sektor ( polsek) ke depannya lebih baik fokus pada pembinaan masyarakat. “Saya melihat bagaimana polsek difungsikan nanti sebagai pembina masyarakat, bagaimana mengayomi masyarakat. Mereka bersama masyarakat dalam suasana guyub,” ujar Benny dalam webinar, Minggu (24/1/2021).
Benny menyebut, Komjen Listyo Sigit menginginkan polsek tidak lagi melakukan penegakan hokum tapi menjadi penggerak fungsi penyidikan.Langkah itu demi terciptanya konsep restorative justice atau keadilan restoratif dalam ranah penegakan hukum. “Orientasi pendekatannya restorative justice. Ini penting, jangan ada masalah sedikit dilaporin, nenek-nenek cuma nyuri satu kakao, masuk penjara,” kata Benny Mamoto.

6. Presiden Jokowi menerbitkan Perpres No. 8 Tahun 2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2020-2024. Selain mendorong realisasi pembentukan Komponen Cadangan, Jokowi juga menginginkan implementasi pertahanan di pulau-pulau besar. Perpres ini sekaligus mengganti Perpres 97 Tahun 2015 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2015-2019. Perpres 8/2021 juga mendorong postur TNI memiliki kemampuan daya tangkal strategis dan mobilitas tinggi baik di dalam maupun di luar wilayah yurisdiksi NKRI.

7. Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan para kepala daerah di 7 provinsi Jawa-Bali untuk memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021. “Mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan virus Covid-19 dan gubernur pada provinsi (di Jawa-Bali) dapat menambahkan prioritas wilayah pembatasan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah dan memperhatikan cakupan pemberlakuan pembatasan,” ujarnya, Minggu (24/1).

8. Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro mengatakan, pihaknya memiliki bukti pembelian lahan dari penggarap terkait Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, FPI di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Semua itu ada bukti yang sifatnya otentik, ada hitam di atas putih dan kita sebagian besar sudah waarmerking di notaris,” kata Sugito, Minggu (24/1/2021). “Jadi, pesantren Markaz Syariah Argokultural itu dibeli secara sah dari penggarap,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pihaknya menyesalkan pelaporan terhadap Rizieq Shihab ke Bareskrim Polri oleh PTPN VIII terkait penggunaan lahan tanpa izin.

9. Bakamla RI, KN Marore 322 berhasil mengamankan dua kapal asing berbendera Iran dan Panama yang diduga melakukan transfer bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/1). Dua kapal tanker itu berhasil diciduk KN Marore 322 yang dikomandoi Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto dalam Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri ‘Trisula-I’ 2021. Kabag Humas dan Protokol Bakamla, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita menjelaskan, penangkapan berawal dari keberhasilan petugas mendeteksi adanya indikasi matinya Automatic Identification System (AIS) kapal sekitar pukul 05.30 WIB.

10. Patroli Rutin TNI AL KRI Usman Harun (KRI USH-359) menangkap sebuah kapal ikan asing berbendera Taiwan. Menurut Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid, kapal tersebut diduga melakukan illegal fishing di Laut Natuna Utara. “Dalam Patroli rutin yang dilakukan oleh KRI USH-359 pada Jumat ini mendapati kegiatan ilegal yang dilakukan kapal ikan asing berbendera Taiwan. Saat ini kapal sedang ditarik ke pangkalan TNI AL Ranai untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Abdul Rasyid.

11. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengakui secara jujur dirinya positif tertular Covid-19. Ia mengetahui dirinya positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR pada Jumat (22/1) malam. Dalam catatan, selama sepekan lalu, Doni memimpin penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Ia meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

12. Anak penguasa Orde Baru, Tommy Soeharto menggugat pemerintah membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait tanah dan bangunan miliknya tergusur dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari), di Jakarta Selatan. Properti yang digusur tersebut adalah bangunan kantor seluas 1.034 meter persegi, pos jaga seluas 15 meter persegi, bangunan garasi seluas 57 meter persegi, dan tanah seluas 922 meter persegi.
Gugatan tersebut dilayangkan Tommy lewat kuasa hukumnya, Victor Simanjuntak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan itu didaftar pada 6 Januari dengan nomor perkara 35/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL. 
Indonesia Maju
INFOTANGSEL.CO.ID

Potensi Multi Bencana Hidrometeorologis Dan Aktivitas Kegempaan Meningkat,Masyarakat Diminta Tdk Panik Tapi Waspada


*POTENSI MULTI BENCANA HIDROMETEOROLOGIS DAN*
*AKTIVITAS KEGEMPAAN MENINGKAT, MASYARAKAT* 
*DIMINTA TIDAK PANIK TAPI TINGKATKAN KEWASPADAAN*
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia yaitu 94 persen dari 342 Zona Musim saat ini telah memasuki puncak musim hujan seperti yang telah diprediksikan sejak Oktober 2020 lalu, dimana Puncak Musim Hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021, untuk itu perlu diwaspadai terjadinya cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode Puncak Musim Hujan ini," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers secara daring, Minggu (24/1/2021).

Sebagian besar wilayah yang berada pada Puncak Musim Hujan tersebut terutama sebagian Sumatera bagian Selatan, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua. Puncak musim hujan di wilayah tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021.

Pada periode musim hujan dan puncak musim hujan ini juga sering terjadi peristiwa cuaca ekstrem dengan curah hujan kategori lebat hingga sangat lebat. Dari faktor-faktor pengendali iklim di wilayah Indonesia, saat ini yang sedang aktif berpengaruh adalah Monsoon Asia. Daerah Konvergensi Antar Tropis (ITCZ) memperlihatkan anomali yang  mengarah pada penguatan curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengatakan, peningkatan trend curah hujan ekstrem ini selain dipicu oleh fenomena dan/atau gangguan skala iklim, dikaitkan juga sebagai dampak perubahan iklim. Hasil kajian untuk wilayah Jakarta menunjukan bahwa frekwensi kejadian hujan tinggi yang semakin meningkat (Siswanto dkk, 2015).

"Dari pengamatan BMKG walaupun curah hujan berada pada tingkat sedang, namun masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Hal ini tergantung pada daya dukung lingkungan dalam merespon kondisi curah hujan," kata Guswanto. 

Misal jika terjadi banjir bandang, dikarenakan adanya tumpukan endapan longsor yg masuk ke lembah sungai dan juga adanya sisa-sisa penebangan pohon dibagian hulu, yang dapat menahan/membendung air. Jika hujan terus berlangsung, kemudian akan menjebol bendung tumpukan endapan longsor dan ranting kayu tersebut, sehingga endapan dan ranting kayu hanyut dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan banjir bandang di bagian hilirnya. 

Demikian pula banjir dan genangan, selain akibat curah hujan tinggi juga dapat diakibatkan kondisi permukaan yang tidak mendukung air mengalir dengan cepat atau normal ke saluran-saluran yang semestinya.

BMKG menganalisis pada bahwa pada Dasarian II Januari 2021, Indeks ENSO masih menunjukkan kategori La Nina Moderat dimana beberapa institusi meteorologi internasional juga memprediksikan La Nina dapat bertahan hingga Juni 2021 , sedangkan Indeks Dipole Mode berada pada kategori Netral dan umumnya diprediksi tetap pada kategori Netral sampai dengan Mei 2021.

Selama periode Januari-Februari ini, aktifitas Monsun Asia masih cukup aktif, kondisi tersebut masih dapat berpotensi diperkuat dengan adanya fenomena seruakan dingin dari Asia yang dapat berdampak pada penguatan potensi pertumbuhan awan hujan terutama d wilayah Indonesia bagian barat.

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Untuk sepekan kedepan, sinyal fenomena gelombang atmosfer seperti MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin teridentifikasi masih cukup berkontribusi signifikan terhadap peningkatan potensi hujan di wilayah Indonesia terutama di wilayah Indonesia sebelah selatan ekuator seperti wilayah Sumatera Selatan, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

Sirkulasi siklonik terpantau di Teluk Carpentaria bagian barat yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Sulawesi bagian Tengah, Laut Flores bagian timur, Laut Banda bagian selatan hingga Laut Arafura bagian selatan. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konfluensi tersebut.

Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang dari Selat Malaka bagian utara hingga perairan timur Nias, di Banten bagian timur hingga Jawa Tengah, di Laut Cina Selatan sebelah utara Kalimantan hingga pesisir timur Kalimantan Timur dan di Papua bagian tengah hingga Papua Barat bagian barat, yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. 

Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Untuk tiga hari ke depan perlu diwaspadai potensi terjadinya hujan lebat  di wilayah  Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sementara hujan dengan intensitas lebat di wilayah perairan berpotensi terjadi di Selat Malaka, Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga selatan Jawa Barat, Samudera Hindia selatan Bali hingga selatan NTT, perairan selatan Banten hingga selatan NTT, Laut Jawa bagian timur, Selat Sunda, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda bagian selatan, Laut Timor, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Sulawesi, perairan Utara Halmahera hingga utara Papua, Laut Arafuru dan Samudra Pasifik Utara Papua.

Sedangkan Potensi hujan ekstrem diprediksi untuk tiga hari ke depan (24-27 Januari 2021) dapat terjadi di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Hujan ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem tersebut, berdasarkan analisis terintegrasi dari data BMKG, PUPR dan BIG, perlu diwaspadai daerah yang diprediksi berpotensi banjir kategori menengah pada Dasarian III (sepuluh hari ke-3) di bulan Januari 2021 yaitu Banten bagian selatan, Jawa Barat  bagian tengah dan timur, sebagian besar Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Jawa Timur bagian tengah dan timur, Bali bagian utara, Nusa Tenggara Barat bagian utara, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah bagian tenggara, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian utara, Maluku Utara dan Papua Barat wilayah Kepala Burung dan Provinsi Papua bagian tengah.

"Informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari ke depan ini sebagai upaya mitigasi agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang," kata Deputi bidang Klimatologi Herizal. 

BMKG memprediksikan tinggi gelombang 2,5 - 4,0 meter (rough sea) berpeluang terjadi di Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Perairan P. Sawu, Perairan Kupang - P. Rotte, Samudra Hindia selatan Banten hingga NTT, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei hingga Kep. Aru, Laut Arafuru.

Untuk katagori tinggi gelombang Rough Seas (2.5 - 4.0 m) : Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan P. Sumba.

Sementara itu, untuk cuaca penerbangan berdasarkan prediksi untuk periode tanggal 24-28 Januari 2021, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cumulonimbus (CB) yang dapat membahayakan penerbangan. 

Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% (OCNL/Occasional) diprediksi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT,  Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat  dan Papua.

Kondisi ini juga terjadi di wilayah perairan mulai dari Samudra Hindia barat, Bengkulu hingga Jawa Tengah, Perairan Utara Jawa Tengah, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Makasar, Laut Sulawesi, Perairan selatan Bali hingga NTT dan Samudra Hindia selatan Bali-NTT, Laut Arafuru, Samudra Pasifik utara Papua. 

Sedangkan Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (FRQ / Frequent) selama 7 hari kedepan diprediksi terjadi di Samudera Hindia utara Australia Barat. 

Untuk itu BMKG terus mengimbau masyarakat dan semua pihak yang terkait dengan sektor transportasi, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca signifikan atau potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di puncak musim hujan ini, demi mewujudkan keselamatan dalam layanan penerbangan.

Untuk mempercepat dan memperluas layanan informasi cuaca penerbangan, sejak 2018 BMKG menyampaikan update informasi prakiraan cuaca di seluruh bandara melalui aplikasi mobile phone Info BMKG, juga melalui layar-layar display cuaca di seluruh bandara, pelabuhan dan display cuaca publik untuk beberapa lokasi strategis.

Informasi dalam aplikasi Info BMKG tersebut meliputi informasi cuaca setiap jam hingga prediksi kondisi cuaca untuk empat jam ke depan, sedangkan informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca untuk area maupun rute penerbangan seperti SIGWX (Significant weather Chart) dan SIGMET (Significant Meteorological Information) dapat diakses dalam laman aviation.bmkg.go.id. 

Demikian pula seluruh Informasi cuaca baik prediksi dan peringatan dini cuaca ekstrem, prediksi gelombang tinggi dan prakiraan/prediksi cuaca untuk penerbangan disampaikan dan diupdate rutin melalui aplikasi mobile phone InfoBMKG. 

"Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," ungkap Dwikorita.

Diharapkan masyarakat tetap meng-update informasi cuaca dari BMKG (Cuaca publik, Cuaca penerbangan dan Cuaca maritim) melalui kanal-kanal yang tersedia, baik melalui call centre 196, website www.bmkg.go.id, sosial media infoBMKG di instagram dan YouTube, serta pada aplikasi telepon pintar infoBMKG. 

Disamping itu BMKG juga menghimbau masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tingalnya, karena salah satu upaya mitigasi sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal, sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi yang dapat datang sewaktu-waktu.

Tidak kalah penting adalah BMKG selalu melakukan koordinasi secara Pentahelix dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media massa dan dunia usaha terkait bencana hidrometeorologi melalui update informasi cuaca, potensi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah bencana. 

Peringatan dini Cuaca juga selalu disampaikan oleh BMKG, termasuk peningkatan Sistem Koordinasi Dan Kecepatan Koordinasi antar kementrian, lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, LSM serta pemuka masyarakat di daerah bencana.

Aktifitas Kegempaan Meningkat, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Hasil monitoring BMKG terhadap aktivitas gempa di Majene dan Mamuju hingga Sabtu 23 Januari 2021 pukul 11.00 WITA  telah terjadi sebanyak 34 kali gempa susulan (sementara). Total gempa sejak gempa pembuka (14/1)  tercatat sebanyak 43 kali dengan gempa dirasakan sebanyak 7 kali. 

Jika mencermati aktivitas gempa di Majene, tampak produktivitas gempa susulannya sangat rendah dan cenderung jarang terjadi gempa susulan. Namun demikian masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. 

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada.

BMKG tidak menginstruksikan agar pengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing," kata Deputi bidang Geofisika Muhammad Sadly.

Hasil analisis peluruhan gempa susulan, menunjukkan bahwa diperkirakan gempa susulan akan berakhir sekitar 3-4 minggu pasca gempa utama (15/1), dengan intensitas dan frekwensi yang semakin menurun. 

Hasil perhitungan ini meskipun menggunakan formula dan metoda yang sahih namun bukan menjadi hitungan yang pasti akan tetapi dapat digunakan sebagai gambaran estimasi kapan gempa susulan akan berakhir.

Gempa kuat juga terjadi pada hari Kamis, 21 Januari 2021 pukul 19.23.08 WIB yang mengguncang Kepulauan Talaud dengan magnitude 7,0. Episenter terletak pada koordinat 4,94 LU dan 127,44 BT tepatnya di laut pada jarak 132 km arah Timur Laut Melonguane, Talaud, dengan kedalaman 119 km. 

Gempa ini termasuk gempa berkekuatan besar lazimnya terjadi di zona tunjaman lempeng. Pembangkit Gempa Talaud 7,0 adalah deformasi batuan pada bagian slab Lempeng Laut Filipina yang tersubduksi di bawah Kep. Talaud dan Miangas.

Hingga saat ini telah terjadi 18 gempa susulan (aftershocks). Gempa Talaud memiliki produktivitas gempa susulan yang rendah, hal ini karena karakteristik batuan pada Lempeng Laut Filipina sangat homogen dan elastis (ductile). 

Sifat elastis pada batuan ini yang menjadikan batuan tidak rapuh, sehingga gempa susulan jarang terjadi.

Gempa Talaud meskipun tidak berpotensi tsunami tetapi menimbulkan kerusakan beberapa bangunan rumah dan tempat ibadah yang tersebar di Kec. Tampan Amma, Kec. Melonguane, Kec. Beo, dan Kec. Beo Utara.

Hasil monitoring BMKG terkini terhadap aktivitas kegempaan di seluruh wilayah Indonesia menunjukkan bahwa sejak awal Januari 2021 sedang mengalami peningkatan aktivitas gempa dirasakan.

Selama periode 1 hingga 22 Januari 2021 saja, BMKG mencatat gempa dirasakan sebanyak 59 kali, jumlah ini tergolong tinggi, dan hampir setiap hari terjadi gempa dirasakan. Bahkan pada 14 Januari 2021 lalu dalam sehari terjadi gempa dirasakan sebanyak 8 kali. 

"Jika kita ingin mewaspadai titik-titik rawan bencana gempa dapat didasarkan pada kawasan yang diduga menjadi seismic gap, yaitu zona gempa potensial tetapi sudah sangat lama tidak terjadi gempa yang patut diwaspadai," katanya.

Untuk kawasan seismic gap di zona sumber gempa megathrust yaitu Kep Mentawai Sumbar, Selat Sunda, Selatan Bali, Sulawesi Utara, Laut Maluku, Utara Papua, dan Laut Banda. 

Sementara untuk wilayah seismic gap di zona sumber gempa Sesar Aktif adalah Sesar Lembang (Jabar) dan Sesar Matano (Sulteng),  Sesar Sorong (Papua Barat) dan Sesar Segmen Aceh. Namun demikian sebaiknya selalu patut waspada untuk setiap sumber gempa yang ada karena gempa dapat terjadi kapan saja dan dapat terjadi tidak hanya di zona seismic gap saja.

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas BMKG merekomendasikan agar masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan signifikan seperti lazimnya pasca terjadi gempa kuat.

Berdasarkan data gempa susulan dan analisis energi peluruhan maka diperkirakan kejadian gempa susulan akan berlangsung kurang lebih 3-4 minggu sejak kejadian gempa yang pertama. 

"BMKG akan tetap memonitor dan mengupdate perkembangan gempabumi tersebut. Masyarakat yang tempat tinggalnya sudah rusak atau rusak sebagian, dihimbau untuk tidak menempati lagi karena jika terjadi gempa susulan signifikan dapat mengalami kerusakan yang lebih berat bahkan dapat roboh," tambah Sadly.

Masyarakat perlu waspada dengan kawasan perbukitan dengan tebing curam karena gempa susulan signifikan dapat memicu longsoran dan runtuhan batu. Apalagi saat ini musim hujan yang dapat memudahkan terjadinya proses longsoran karena kondisi tanah lereng perbukitan basah dan labil, Mengingat pesisir Majene pernah terjadi tsunami pada tahun 1969, masyarakat yang bermukim di wilayah Pesisir Majene perlu waspada jika merasakan gempa kuat agar segera menjauh dari pantai tanpa menunggu peringatan dini tsunami dari BMKG.

Masyarakat juga diminta tidak percaya berita bohong (hoax) untuk meninggalkan Mamuju atau kembali ke rumah masing-masing.  Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang tetapi waspada, serta mengikuti informasi yang bersumber dari lembaga resmi sepeti BMKG dan arahan dari BNBP/BPBD.

Biro Hukum dan Organisasi
Bagian Hubungan Masyarakat
https://www.bmkg go.id/
Instagram : @infoBMKG
Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (16) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Denny Siregar (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Free Port (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)