Latest News

Showing posts with label Renungan Politik. Show all posts
Showing posts with label Renungan Politik. Show all posts

Wednesday, March 17, 2021

Hanya saja, apakah kalian memahami kami ? Sebuah puisi yang menggemparkan komunitas Tionghoa

*Hanya saja,apakah kalian memahami kami ?*
*Sebuah puisi yang menggemparkan komunitas Tionghoa*
Sebuah puisi yang menggemparkan komunitas Tionghoa seluruh dunia. Orang Tionghoa yang membacanya tergolak, dan orang barat terdiam.

*Lin Liangduo, seorang guru besar kehormatan fisika Amerika keturunan Cina, menerbitkan sebuah puisi berbahasa Inggris di Washington Post berjudul “Bagaimana Anda ingin kita bertahan hidup?”*
Tulisannya itu dibaca dan diikuti di Internet dan memancing diskusi yang panas antara netizen berbahasa Mandarin dan dunia Barat. Puisi ini mengungkapkan rasa sedih dan marah banyak orang Amerika berdarah Cina yang telah dipendam dalam waktu yang cukup lama, dan oleh karenanya dijuluki sebagai "anak panah tajam" yang ditujukan pada prasangka2 negatif orang Barat terhadap bangsa Cina di rantau.

以下為中文版:*(berikut adalah puisi tsb dlm bahasa asli dan terjemahan bahasa Indonesia oleh Erik)*

你究竟要我們怎樣生存  
*Bagaimana anda menginginkan kami bertahan hidup*

我們是東亞病夫時!
Di masa lampau, saat kami masih sebagai bangsa pesakitan di Asia Timur!
我們被說是黃禍; 
Kami dituding “Bencana Kuning”

我們被預言是下一個超級大國了!
*Sekarang ini saat kami diramalkan akan menjadi negara superpower!*
我們被指是主要威脅。
*Kami dituduh sebagai ancaman utama terhadap dunia*

那時我們閉關自守!
Di masa lampau, saat kami menutup diri terhadap perdagangan internasional !
你走私鴉片來強開門戶; 
Kalian menyelundup opium membuka gerbang kami dengan paksa.
 
我們擁抱自由貿易了!
Sekarang ini saat kami menganut sistem perdagangan bebas!
你責罵我們搶走你的飯碗。
kalian menyalahkan kami telah merampas pekerjaan kalian.

那時我們風雨飄搖!
*Di masa lampau saat kami berada dalam keadaan darurat genting!*
你鐵蹄犯境要求機會均等;
Kalian yang masuk ke negeri kami datang dengan pelana besi menuntut kesempatan hak yang sama dengan kami di dalam negari kami

我們要整合破碎的山河!
*Sekarang ini saat kami berusaha mengintegrasikan kembali tanah air yang tercerai berai!*
你說我們“入侵”……
*Kalian menuduh kami adalah agresor*

我們試行馬列救國!
Di masa lampau, kami menganut faham komunisme untuk membangun negeri
你痛恨我們成為異己分子; 
Kalian menghujat kami sebagai pembangkang;

我們擁抱資本主義了!
Sekarang ini saat kami melaksanakan sistem kapitalisme
你又恨我們當了資本家。
Lagi lagi kalian pula yang memcaci kami sebagai kaum kapitalis.

當我們的人口到達十億!
Di masa lampau saat populasi kami mencapai satu miliar penduduk!
你說我們在摧毀地球; kalian menuduh  kami merusak bumi ini,

我們要限制人口了!
*Sekarang ini saat kami berusaha membatasi jumlah penduduk*
你說我們踐踏人權*Kalian menuding kami menginjak-injak hak asasi manusia.*

那時我們一貧如洗!
Di masa lampau, saat kami sangat sangat miskin!
你視我們賤如狗; 
Kalian memandang kami seperti anjing

我們有鈔票借給你了!
Sekarang ini saat kami meminjamkan uang untuk kalian
你怨我們令你國債累累。Kalian menyalahkan kami telah menyebabkan hutang luar negeri kalian membengkak

我們發展工業了!
Sekarang kami mengembangkan industrialisasi
你說我們是污染者; 
Kalian menuding kami sebagai pencemar lingkungan

我們有貨品賣給你了!Sekarang kami menjual produk kami kepada kalian!
你說我們是地球暖化的因由。 
*Kalian pula yang menuduh kami biang kerok penyebab pemanasan global.*

我們購買石油!
Sekarang kami membeli minyak bumi
你說我們榨取兼滅族; 
Kalian bilang kami memeras dan melakukan genoside

你們為石油開戰!
*Kalian melancarkan peperangan demi minyak bumi*
你說是為了解救生靈。
*Tapi kalian katakan itu adalah peperangan demi kemanusiaan*

那時我們動亂無序!
Di masa lampau saat negara kami kacau tak teratur
你說我們沒有法治; 
Kalian mengejek kami negara tanpa sistem  hukum

現在我們要依法平暴!
*Sekarang ini saat kami menumpas kejahatan dan menegakkan keadilan berdasarkan hukum*
你說我們違反人權。
*Kalian katakan kami telah melanggar HAM!*

我們靜默無聲時!
Di masa lampau, saat kami diam membisu
你說我們欠缺言論自由; 
Kalian katakan tidak ada mimbar bebas di negeri kami

我們不再緘默!
Sekarang saat kami tidak lagi diam
你說我們是被洗了腦的仇外暴民。
Kalian bilang kami adalah masa xenofobia yang telah dicuci otak

為什麼你這樣憎恨我們? 
Mengapa kalian begitu dengkinya membenci kami?
我們想知道。
Kami ingin tahu

“不”,你說,“我不恨你們。
“Tidak” kalian bilang “kami tidak dengki atau benci pada kalian”
我們也不恨你!
Kami juga tidak membenci kalian!

只是,你了解我們嗎? 
*Hanya saja, apakah kalian memahami kami?*
“當然了解”,你說。
*“Tentu saja paham” jawab kalian*
 “我們消息多的是,有 AFP、CNN、還有BBC……”
Sumber berita kami banyak sekali, ada AFP, CNN dan juga BBC...

那麼你究竟要我們怎樣生存? 
Lantas, bagaimana kalian menginginkan kami bertahan hidup?

回答之前,請仔細的想一想……因為你的機會不是無限的。
*Sebelum menjawab, tolong direnungkan dengan seksama, .... karena kesempatan kalian tidak banyak lagi.*
已經夠多了……這個世界容不下更多的偽善了。
*Cukuplah sudah..... terlalu banyak kemunafikan yang tak tertampung lagi oleh dunia ini.*

我們要的是同一個世界,同一個夢想,靖世太平。
*Yang kami inginkan adalah sebuah dunia kebersamaan, dunia dengan mimpi yang sama, yakni dunia yang damai.*

這個寬廣、遼闊的藍地球,容得下你們,容得下我們。
*Bumi hijau yang luas ini masih cukup untuk menampung kalian dan juga menampung kami.*

歐美到中國投資看上是中國工人的低工資,到他們賺夠了,或可說剝削夠了,反過來指責中國工人沒有西方人的福利和保障,他們要到別處去。
*Bangsa Eropa dan Amerika berinvestasi di negeri kami hanya karena upah pekerja di China yang murah, setelah mereka puas mengeksploitir buruh kami. Kini berbalik mereka menuding kami tidak memberikan kesejahteraan dan perlindungan kepada buruh kami seperti mereka orang Barat. Itu karena mereka ingin berpindah utk investasi di negara lain*

Salam Damai🙏🙏🙏
By : Rusli K P.

Tuesday, November 17, 2020

Habib Idrus Sakit-Sakitan Saat Doakan Megawati dan Jokowi Berumur Pendek

Habib Idrus Sakit-Sakitan Saat Doakan Megawati dan Jokowi Berumur Pendek

Meskipun kondisinya lagi sakit-sakitan, Habib Idrus Jamalullail menyempatkan datang ke Markas FPI dan memimpin doa di acara Maulid Nabi Muhammad akhir pekan lalu.

Pada acara yang dihadiri Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, yang baru pulang ke tanah air setelah 3,5 tahun tinggal di Arab Saudi itu, terselip pula doa untuk Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Habib Idrus Jamalullail menyebut nama Megawati dan Jokowi dalam doanya.

"Mohon maaf, dengerin 1 menit Insyaallah enggak lebih. Kita doakan habib Rizieq, Allah Ta'ala panjangkan umurnya, jadi pemimpin Insya Allah nanti. Yang kedua, Allah pendekkan umur Megawati sama Jokowi," kata Habib Idrus, disambut seruan "amin" yang kompak oleh jemaah.

Habib Idrus mengaku menyempatkan diri datang ke perhelatan itu demi bertemu Habib Rizieq meskipun dirinya tengah sakit selama tiga bulan terakhir.

"Hari ini saya sempatkan hadir untuk Habib Rizieq," kata Habib Idrus dalam tayangan yang disiarkan kanal YouTube Front TV.

Sementara itu, PDI Perjuangan buka suara terkait doa pendek umur dari Habib Idrus Jamalullail khusus kepada Presiden Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri saat berceramah di kediaman Habib Rizieq Shihab di Petamburan, beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menyebut sikap Habib Idrus yang mendoakan Jokowi dan Mega pendek umur tak mencerminkan tauladan rasulullah.

Sebab, menurutnya, Nabi Muhammad SAW tak mengajarkan pengikutnya untuk mendoakan agar orang cepat meninggal.

"Sikap seperti itu bukan akhlak yang baik apalagi jika disampaikan oleh seseorang yang mengaku ulama, sama sekali tidak dicontohkan oleh junjungan umat Islam Nabi Besar Muhammad SAW," kata Basarah, Senin (16/11/2020).

"Rasulullah melarang keras mendoakan orang lain cepat meninggal dunia, apalagi jika orang yang didoakan itu adalah sesama Muslim," kata Basarah

Lonte ato persamaan kata dengan pelacur adalah kata yg sangat kasar diucapkan

Lonte 
Lonte ato persamaan kata  dengan pelacur adalah kata" yg sangat kasar diucapkan . Jaman dulu jika ada wanita yg di katakan demikian pasti marahnya bukan main apalagi kalo kita masih tergolong anak" terus kita mengeluarkan kata" Lonte dan saat mengucapkan itu terdengar okeh ibu kita ...wah pasti kita kena pukul oleh ibu ato ayah kita .
Tapi hari ini seorang yg mengaku habib dan mengaku sebagai imam besar umat muslim Indonesia ( kalo saya sih gak akan pernah mengakuinya apalagi para kyai NU ataupun Muhammadiah ) berteriak"mengucapkan lonte terhadap seseorang perempuan dalam ceramah di acara maulid Nabi besar Muhammad saw ..padahal perayaan maulid adalah suatu perayaan yg kita semua mensyukuri kelahiran seorang Nabi yg terakhir dan yg akan memberikan rahmad untuk seluruh alam ( rahmadan lil alaamiin ) yg biasanya di isi dengan ceramah yg menceritakan tentang perjalanan sang Nabi dalam berdakwah ato saat menerima wahyu ato cerita tentang sholawat , karena betapa pentingnya Nabi Muhammad saw ini sampe semua yg ada di alam jagat raya ini selalu bersholawat kepada Baginda Rasulullah Muhammad saw bahkan Allah swt yg menciptakan kita semua ini juga bersholawat .

Tanpa disadarinya dia sendiri yang mengucapkan LONTE (pelacur) terhadap seorang wanita yang kebetulan sebagai artis ternyata juga tergolong sebagai PELACUR POLITIK yang berbungkus agama , dia berdemo dengan mengumpulkan beberapa orang yang mabuk agama berteriak" kesetanan dihadapan para pengikutnya yang kebanyakan mempunyai pemahaman politik dan agama yang sangat dangkal demi kepentingan para politikus busuk dan juga para pemodal yang selalu di untungkan dalam masa yang lalu . 

Seorang pelacur ( Lonte ) yang dirugikan adalah dirinya sendiri , dia merusak hubungan dengan sang Penciptanya  karena yang dilakukan adalah suatu dosa besar menurut agama namun seorang lonte bisa membuat bahagia bagi para penikmat jasanya . Bahkan seorang lonte ( pelacur)  di lokasi pelacuran begitu sangat baiknya terhadap seorang lelaki yang lewat di depannya dengan menawari mampir atau menginap dikamarnya padahal sang lonte( pelacur ) sama sekali tidak mengenal sang lelaki tersebut , itu kalo kita lihat dalam hubungan antar manusia .

Bagaimana dengan seorang pelacur(lonte) politik ? 
Bagaimana dengan seorang pelacur (lonte)politik yang berkedok agama ?? 
Seorang pelacur (lonte) politik jelas dan pasti akan menghancurkan peradaban suatu negara dimana didalam negara tersebut termasuk  anak yatim , fakirmiskin dll yg semua itu perlu uluran tangan kita .tidakkah itu begitu kejam ? Belum lagi seorang pelacur politik bisa menghancurkan peradaban sosial budaya dll ....seorang pelacur ( lonte) politik sangat pasti mengabaikan tentang nilai" kemanusiaan , ini jelas bertentangan dengan pancasila ideologi bangsa kita ( mungkin masih banyak lagi silakan tambahkan sendiri).

Pelacur ( lonte) politik yang berkedok agama , ini adalah golongan yang sangat luar biasa kejamnya , dimana dia menipu umat manusia untuk mendukungnya seakan" apa yang diperjuangkan adalah jihat fii sabilila padahal yang di perjuangkan semata" hanya untuk menumpuk harta dan membuncitkan perutnya sendiri.

Saudara" ku sebangsa dan setanah air , kita harus cerdas dalam memilih dan memilah mana yang benar dan mana salah , hindarilah para pelacur( lonte) apapun bentuknya jangan sampe tergoda bujuk rayunya , dan berdoa'alah agar anda terhindar dari pelacur( lonte) yg menawarkan kemolekan wajah dan body nya ( kalo yang ini saya yakin anda semua sudah jauh lebih mengerti) dan hindarilah anda dari para pelacur (lonte) politik apalagi itu pelacur politik yang berkedok agama .
Salam waras

Monday, October 26, 2020

Sebuah Renungan Politik Yang Sangat Perlu Dibaca Dan Direnungkan Dalam2 Oleh Pembaca.

PROXY WAR
NU a Civil Society Against Pressure Group

Amerika tak berdaya dan tertegun, Indonesia punya kekuatan civil society seperti NU sehingga proyek Intelijennya yang sangat rapi dan sangat rahasia harus kandas ketika berhadapan dengan NU. Proyek penguasaan Indonesia melalui kekuatan propaganda dan kudeta menggunakan kelompok oposisi dan gerakan khilafah selalu kandas dihadapkan kekuatan civil society yang dimiliki Indonesia, yaitu NU. Ini sungguh di luar dugaan karena kegagalan proyek mereka bukan hanya sekali namun berulang kali. Misi mereka not accomplished tidak seperti kesuksesan yang mereka dapatkan dalam menghancurkan Lybia dan Suriah. 

Apa pasal Amerika bernafsu menggulingkan Jokowi?

Karena Jokowi ingin mewujudkan Nawacita, yaitu mengambil alih kepemilikan asing atas sumber daya alam Indonesia.

Langkah Jokowi mewujudkan Nawacita tersebut di antaranya mengakhiri Kontrak Kerja Freeport dan dan patuh kepada UU Minerba. Mengambil alih sumber migas blok Rokan dan Blok Mahakam. 

Dalam menghadapi pemimpin negara yang tidak memihak, Amerika menggunakan Pressure group dalam mempertahankan dan menjaga TNC (Trans National Corporation)-nya.

Untuk menekan Jokowi, Jokowi dihadapkan dengan serangan politik kelompok Pressure Group. Pesan yang ingin disampaikan Amerika melalui Pressure Group ini jelas, "Jangan utak atik kepentingan kami jika tak mau jatuh"

Siapa Pressure Group ?
Pressure group terdiri dari pengusaha serakah, mantan pejabat bahkan mantan presiden yang ingin melanggengkan oligarki, dan elit politik sakit hati. Mereka secara bersama-sama menyokong gerakan jalanan menurunkan Jokowi setidaknya mengacaukan stabilitas keamanan sehingga fokus Pemerintahan Jokowi pecah. 

Tak hanya itu, Amerika juga menggertak Jokowi dengan mengerahkan kekuatan militer;

Pertama, Pada bulan Februari 2016, Kapal selam AS berkekuatan nuklir mendekati perairan Indonesia. Ini bukan hanya manuver gertakan, melainkan tindakan provokasi yang sangat berbahaya. 

Jokowi menjawab gertakan itu dengan memerintahkan TNI AL agar tanpa ragu menjaga teritori Indonesia. Tim reaksi cepat Western Fleet Quick Response (WFQR) TNI AL dipiloti Kapten Laut (P) S Hayat dan Lettu Laut (P) Asgar Serli bergerak cepat menuju wilayah perairan Nongsa, Batam. Pusat Penerbangan TNI AL yang bermarkas di Tanjungpinang dalam Standar operasi siaga tempur untuk menjaga teritory Indonesia.

Berita ini tidak begitu di perhatikan oleh Publik. Padahal saat itu prajurit TNI berhadapan dengan Angkatan laut AS yang menggunakan Kapal selam modern untuk mendekati perairan Indonesia. 
Saya yakin apalah arti kekuatan Helikopter Helikopter BO 105 nomor lambung NV-408, di bandingkan dengan kekuatan angkatan laut AS.
Tapi prajurit TNI tanpa sedikitpun ragu terus menshadow kapal selam itu untuk segera menjauh dari perairan Indonesia. 

Kedua, Pada tahun 2017 saat hari Pilkada DKI, Kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat (AS) USS Carl Vinson memasuki wilayah Indonesia  dengan alasan mengawal kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ke Indonesia. Kunjungan dengan kawalan berkekuatan besar ini secara tidak langsung AS menerapkan smart power terhadap Indonesia dengan pesan:

“Kamu jangan coba coba melawan saya“

Pada bulan itu memang sedang dilakukan perundingan dengan Freeport. Jokowi menghadapi tekanan itu dengan tenang. Dalam pertemuan dengan Jokowi, Mike tidak menyinggung soal Freeport. Provokasi AS di perairan Indonesia dan adanya pressure group sebagai proxy AS yang membuat stabilitas politik dalam negeri terganggu, menguatkan argumen para elite politik dan Jenderal bahwa berhadapan dengan kepentingan AS di Indonesia sangat berbahaya.

Jokowi tak bergeming, di penghujung tahun kekuasaan Jokowi, pada Tahun 2019 Blok Mahakam, Blok Rokan dan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia selesai. Sikap Jokowi sudah jelas sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Prinsip pertama, Pemegang KK harus beralih operasi menjadi perusahaan IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Prinsip kedua, Kewajiban divestasi hingga 51 persen. Prinsip ini dipegang dengan konsisten oleh Pak Jokowi. 

Prabowo tentu faham, Indonesia dalam ancaman jika tetap ngotot melawan kepentingan Amerika. Prabowo yang bersiap menjadi kompetitor Jokowi pada 2019 sempat  mengatakan bahwa Indonesia harus menghormati kepentingan AS. Bahkan Prabowo sampai mengingatkan pemerintah Jokowi bahwa Amerika Serikat pernah membantu bangsa Indonesia pada beberapa hal. Tentu ini berkaitan dengan kekisruhan perundingan dengan Freeport. 

Bukan hanya AS yang dibuat Jokowi tidak berdaya. China juga merasakan sikap keras  Jokowi. Dalam pertemuan APEC di Beijing, Jokowi dengan tegas akan memberikan ruang ALKI kepada AS bahkan Jokowi menolak dengan keras klaim Cina atas laut Cina Selatan & menggantinya dengan Natuna Utara!!! 

Ini yang membuat pemerintah Cina geram, tapi apa daya yang dihadapi adalah Jokowi si manusia keras kepala yang sangat mencintai negerinya. 

Setelah pertemuan APEC di Beijing Jokowi akan membangun pelabuhan check point di Nusa Tenggara Barat (NTB) & Sulawesi. Waktu itu baik China & AS setuju untuk mengakhiri konflik laut cina selatan. Atas kesepakatan itu China merasa aman dengan program OBOR untuk menghubungkan China ASEAN. Pembangunan kereta logistik digelar dari Guangxie melalui Vietnam, Thailand, Malaysia Singapore dan rencana dengan jembatan laut Malaka akan terhubung dengan Indonesia ( Dumai ). 

Saat sekarang jalur kereta sudah sampai di Malaysia. 
Dan sedang membangun tunnel ke Singapore.
Sementara AS sedang memperkuat investasi explorasi gas di blok santa fee dan masela ( laut Arafuru- Maluku ) dan Mahakam, kalimantan timur.

Jokowi tidak menanggapi proposal jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Dumai dengan Malaka, padahal proyek itu sudah dapat izin prinsip dari pemerintah SBY. 

Bagaimana dengan AS?
Blok Mahakam di take over oleh Pertamina awal Tahun 2019 dan Blok marsela di bangun di darat dan sekarang justru Jokowi akan membangun pangkalan militer di Kepulauan Arafuru.
AS tambah pusing.😂

OBOR ( One Belt One Road ) tidak akan dapat peluang menyentuh Malaka sebelum Sumatera terkoneksi dengan toll laut maupun toll darat. Jokowi tidak mau mengorbankan Geostrategisnya untuk kepentingan asing.

Akhirnya China dan Amerika sama-sama membutuhkan Indonesia untuk melindungi geostrategic dan geopolitiknya masing- masing.

TNI kita hebat tapi harus didukung oleh Civil Society yang bersatu dan kompak. Jika TNI bertanggungjawab menghadapi musuh negara dalam serangan militer, maka kekuatan sipil harus kompak melawan gerakan intelijen yang masuk melalui gerakan-gerakan sipil. Gerakan sipil (Proxy musuh) harus dihadapi oleh kekuatan sipil (NU benteng NKRI). 
#NAWACITA
#NKRI
#TNI
#NU

Wednesday, October 21, 2020

Teman Saya Bilang Sediiiiiiih Baca Tulisan ini...Silakan Anda Baca juga.


Persiden Ri. Ir H: Joko Widodo.
Saya Disini, Dan Akan Tetap Disini, Sampai Tugas Saya Selesai.

Jangan Harap Saya Pergi Begitu Saja, Karena Itu Akan Menjadi Mimpi Buruk Buat Kalian Yg Menginginkan Kekuasaan.

Jangan Pernah Berharap Saya Meninggalkan Tugas Saya.

Jangan Pernah Berharap Saya Mundur Untuk Kalian.
Saya Joko Widodo Pantang Pulang Sebelum Menang.

Saya Joko Widodo Tidak Apa2 Kalian Hujani Dengan Hujatan, Dengan Caci Maki, Sampai Kalian Muntah Darahpun Saya Akan Tetap Disini.

Saya Tidak Apa2, Kalian Benci, Walau Kebencian Kalian Mendarah Daging Di Tubuh Kalian, Saya Sejengkalpun Tidak Akan Berubah, Untuk Tetap Disini.

Ini Indonesia Bukan Negara Mentah2, Disini Saya Lahir, Disini Saya Besar, Disini Saya Mengulik Ilmu, Disini Pula Saya Harus Menjadi Anak Bangsa Yg Berbakti Kepada Negeri.

Disini Juga Saya Akan Menjadikan Negara Yg Di inginkan Pendahulu, Persiden Pertama: Bung Karno, Beliau Menginginkan Indonesia Raya.

Ini Indonesia Saatnya Kita Bangkit Untuk Masa Depan Seluruh Rakyat.

Saya Tidak Punya Beban Masa Lalu, Tapi Masa lalu Bung Karno Adalah Beban Saya, Yg Harus Saya Perjuangkan.

Saya Tidak Takut Sama Manusia Hidup Di Bumi Ini, Mau Itu Orang Peribumi, Atau Orang Luar Sekalipun.

Tapi Yg Saya Takutkan Kalau Saya Menjadi Presiden Yg Tidak Amanah Buat Seluruh Rakyat Indonesia, Hanya Itu Yg Saya Takutkan Selama Ini. Dan Yg Lebih Saya Takuti Lagi Hanya Kepada Sang Pencipta Allah SWT.

Makanya Saya Tidak Akan Pernah Pergi, Hanya Untuk Kepentingan Diri Saya Sendiri.

Dan Saya Akan Pergi Kalau Tugas Saya Selesai, Baik Tidak Baik, Hanya Takdir Yg Bisa Menentukan.Semoga Indonesia Maju Jaya Sentosa. 👍🇲🇨🙏

https://www.facebook.com/102252147824231/posts/245806693468775/

=================
Bonus berita tambahan dari WAG:

Selain Resmikan Jalan, UEA Akan Bangun Masjid Bernama Joko Widodo di Abu Dhabi

Nama Presiden Joko Widodo tidak hanya diabadikan menjadi sebuah jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MbZ), akan membangun sebuah masjid yang turut dinamai Presiden Joko Widodo

https://kumparan.com/kumparannews/selain-resmikan-jalan-uea-akan-bangun-masjid-bernama-joko-widodo-di-abu-dhabi-1uQhXIWgc6W

Tuesday, October 20, 2020

Nyaris Bakar NKRI

 

KHAIRI AMRI AJAK RUSUH SERUPA 1998 NAFSU BERKUASA NYARIS BAKAR NKRI


Jahat sekali. Manusia bernama Khairi Amri dan tujuh orang lain, meski berbeda group WhatsApp, tampak dalam satu alur: KAMI. Tujuannya adalah mendorong terjadinya chaos. Bahkan yang dituju seperti 1998.


“Ngeri,” kata Brigjen Pol. Awy Setiyono, Karo Penmas Humas Polri di Jakarta Selasa (13/10/2020).


Trauma Indonesia, kerusuhan yang membunuh, memerkosa, membakar, ratusan bahkan ribuan orang, akan disulut. Itu ada dalam percakapan WhatsApp yang berisi sekitar 40 orang. Khairi Amri ini Admin WA Group.


Di Mabes Polri Khairi Amri menyatakan tidak tahu. Tidak paham. Khas omongan pesakitan. Bohong besar. Padahal dalam video yang beredar, Khairi Amri muncul dengan elegan. Gagah. Trengginas. Top. Di tengah demo yang dicitakan chaos.


Bareskrim Polri pun secara cerdas melakukan profiling. Jumhur Hidayat, Anton dan lain-lain pun diciduk. Kelompok yang sangat membahayakan bangsa dan negara. Kesigapan mabes Polri patut diacungi jempol. Preventive strikes dan pre-emptive measures dipraktikkan secara cerdas.


Kelompok Khairi Amri, Jumhur, dkk. sangat terusik oleh kehadiran UU Cipta Kerja. Omnibus Law. UU yang fenomenal berpotensi menghancurkan hegomoni penguasaan SDA oleh 25 orang terkaya di Indonesia.


Sekaligus UU ini memberi peluang kepada rakyat untuk berusaha. UMKM bergerak. Menjadi bangsa yang bermartabat. Kapitalisme dan komunalisme koperasi menjadi soko guru ekomoni bangsa hendak diberlakukan oleh Jokowi. Ini tidak dikehendaki oleh partai paling korup Demokrat dan partai agama PKS.


Tentu kelompok PKS meradang. Karena di situ persamaan ideologi yang diusung PKS dan KAMI bersinggungan. Ikhwanul muslimin dan Wahabi. Kaum radikal yang telanjur masuk ke sistem kenegaraan. Hidayat Nur Wahid dengan entengnnya meminta 8 orang KAMI dilepaskan. Kayak burung saja dilepaskan.


Isu SARA yang dipercakapkan oleh Khairi Amri dan kawan-kawan, menjadi pelajaran. Bahwa kebencian akut terhadap revolusi Jokowi tak terelakkan: membangun infrastrutur dan membangun landasan hukum.


Karena dengan UU Cipta Kerja, hutan seluas setengah Pulau Jawa, yang dikuasai oleh 25 orang di Sumatera, Kalimantan, Papua, kalau tidak diusahakan akan diambil oleh UMKM, rakyat. Juga konsesi kawasan tambang yang mereka kuasai akan terdistribusi ke masyarakat, karena legalitas usaha apapun menjadi sangat sederhana.  Jelas Khairi Amri yang berideologi kapitalisme, justru ingin melanggengkan kekuasaan dengan isu rancangan kerusuhan seperti 1998.


Belum lagi dengan UU Jokowi ini, redistribusi tanah, lahan, hutan, setelah sertifikasi bidang tanah, yang secara tak langsung membuka fakta: hutan dan lahan dikuasai oleh cukong. Jokowi pun berniat membagikan tanah untuk kepentingan rakyat. Konglomerat dan pengusaha hitam marah besar.


Pemutarbalikan fakta, yang dimulai dari hoax, kegagalan melakukan sosialisasi, atau cipta kondisi sebelum pengesahan UU, membuat manusia gemblung seperti Khairi Amri mengambil kesempatan. Juga kompor seperti SBY, Agus dan Demokrat. PKS. Gerombolan KAMI. Klop.


Gerombolan politikus gelandangan, khilafah, koruptor, PD, PKS, dan rakyat yang tak paham menolak UU Omnibus Law. Sebenarnya mereka bisa menggunakan kesempatan maju ke Mahkamah Konstitusi, melakukan uji materi, alias judicial review. 


Tak pelak orang waras seperti Prof. Dr. Indriyanto Seno Adji dari Universitas Indonesia mengeluarkan suaranya. 


“Demo anarkis mencederai sistem demokrasi dan melanggar hukum, karena UU Cipta Kerja telah melalui due process of law, proses pengesahan undang-undang sesuai sistem demokrasi,” kata Indriyanto di Jakarta (13/10/2020).


Karenanya, dia memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polri yang telah menindak tegas para perusuh. Mereka harus ditindak secara hukum. Polri harus mengamankan keputusan demokratis. Untuk memberikan rasa aman kehadiran negara.


“Perlu tindakan tegas, keras, terukur Polri terhadap demo anarkis,” tegas Prof Indriyanto.


Ditambahkan, negara perlu hadir secara tegas melawan pola demo anarkis, vandalistis, apalagi menyulut kerusuhan. Maka langkah Polri mencokok 8 petinggi gerombolan politikus gelandangan adalah langkah tepat yang publik harus memberikan apresiasi. Hukum harus ditegakkan. Polri tak perlu ragu. Rakyat di belakang dan depan Polri. (Penulis: Ninoy N Karundeng).

Monday, October 19, 2020

Sebenarnya hidup ini indah. Hidup ini juga sederhana

Cari Uang ala Pejabat di Era
18 October 2020
Oleh : Dahlan Iskan

BAGI pejabat, cari uang ceperan i tu bisa dengan dua cara. Cara pertama, persulitlah pengusaha: pasti akan keluar uangnya.

Atau pakai cara kedua, bantulah para pengusaha: mereka akan keluar juga uang –sebagian.

Yang mengatakan itu seorang pejabat di daerah. Saya sebut saja: Jawa Timur. Orangnya pun sudah meninggal dunia –semoga diterima amal kebaikannya.

Saya sebut saja namanya: Gubernur Basofi Sudirman. Mayor jenderal Kopassus. Putra ulama terkemuka yang juga seorang jenderal: Mayjen Sudirman.


Basofi, si pelantun dangdut Tidak Semua Laki-laki itu tidak tedeng aling-aling. Ia bicara apa adanya. Bahwa tidak ada pejabat yang hanya hidup dari gajinya.

Bahkan seorang pejabat di bawah Basofi juga pernah mengatakan kepada saya begini: semua target pejabat itu harus punya tabungan setidaknya Rp 10 miliar (pada 1995). Jumlahnya harus segitu agar bunga depositonya cukup untuk hidup dan menyekolahkan anak sampai lulus perguruan tinggi.

Angka Rp 10 miliar itu kira-kira setara Rp 50 miliar sekarang.

Basofi tidak mengelak kenyataan itu. Tapi ia tidak setuju kalau cara untuk cari uang tambahan itu dengan mempersulit orang.

Ia sendiri pernah membantu saya mengeluarkan izin untuk membangun pabrik kertas.

Basofi tidak setuju dengan cara yang pertama. Tapi ia tidak menolak untuk yang kedua. Basofi memang tipe orang yang suka bicara apa adanya. Ia mengatakan itu kepada saya di saat lagi duduk-duduk santai. Ia juga mengatakan itu kepada para pejabat daerah di bawahnya.

Ia bilang, hampir tidak ada pejabat yang bersih. Tapi tidak harus dengan cara yang tidak terhormat. Dan yang penting jangan dengan cara yang mempersulit orang.

Sebenarnya hidup ini indah. Hidup ini juga sederhana. Kalau saja semua pejabat punya prinsip seperti itu sebenarnya tidak perlu ada omnibus law.

Memang uang ceperan yang didapat mungkin tidak banyak. Tidak semua pengusaha "tahu diri". Ada juga yang cuek bebek. Tapi setidaknya 50 persen pengusaha termasuk yang tahu diri.

Masalahnya banyak pejabat yang lupa pelajaran bahasa Indonesia. Terutama apa arti kata "cukup". Kata itu selalu dibaca "tidak cukup".

Mereka juga sudah lupa apa sebenarnya arti kata "rakus". Rakuslah yang membuat kata "cukup" kehilangan makna yang sesungguhnya.

Pada Oktober ini adalah bulan bahasa. Tapi kian tahun kita memperingati bulan bahasa kian hilang arti kata "cukup" dan arti kata "rakus'.

Ujian berikutnya adalah omnibus law. UU yang dibuat dengan kecepatan cahaya ini menghapus banyak sekali perizinan. Secara formal kesempatan pejabat mencari uang lewat cara "mempersulit" mestinya hilang.

Satu-satunya cara ngobyek adalah lewat "menyenangkan" orang. Tapi hasil obyekan dari teknik menyenangkan tidak akan sebanyak melalui teknik mempersulit.

Yang "tidak banyak" itu sebenarnya "cukup". Asal orang mengerti apa arti kata cukup yang sebenarnya. Masalahnya di kata "rakus". Yang juga sudah kehilangan makna dari kehidupan sehari-hari.

Jadi, wahai para pejabat, siap-siaplah menghadapi kehidupan baru bersama omnibus law. Bagi yang tetap ngotot akan rakus, Anda akan kehilangan banyak hal yang bisa Anda pakai untuk mempersulit orang.

Atau, Anda akan lebih kreatif? Dengan mencari cara-cara baru untuk mempersulit orang?

Maka di bulan bahasa ini, mari kita adakan sayembara: cara apa saja yang masih bisa dilakukan para pejabat untuk mempersulit pengusaha. Termasuk pengusaha UMKM.

Kalau kita masih bisa menemukan 10 saja cara baru itu, sia-sialah heboh-heboh yang mendebarkan di sekitar pengesahan UU Cipta Kerja ini. (Dahlan Iskan)

Banyak 'public figure', orang bergelar S2-S3 ketika membuat analisa dan pernyataan malah ngawur

CENDEKIAWAN,  INTELEKTUAL DAN PERNYATAANNYA - 

Supriyanto Martosuwito

Sebagai orang yang tidak pernah merasai bangku kuliah,  saya salut kepada mereka yang punya gelar berderet deret, S1, S2, bahkan S3. Meraih doktor, MA,  MBA, Ph.D. Profesor. Sungguh tidak mudah memperolehnya. 

Seorang sahabat sekantor,  yang sempat menempuh S-2, terseok seok dan akhirnya berhenti di tengah jalan -  kuliah tidak selesai - karena beban tugas hariannya di ruang redaksi dan perusahaan. Lagipula,  dia terus terang,  ada kelemahan dalam bahasa Inggris -  sedangkan kuliahnya dwibahasa. 

Akan tetapi saya juga merasa bahwa seharusnya mereka yang sudah menyandang gelar berderet deret itu  menunjukkan kapasitas intelektualnya yang sepadan. Sesuai. Orang Jawa bilang "sumbut". "Worthy" atau "Worth it" - istilah kerennya. Pokoknya "cucok" lah

Pada kenyataannya, tidak demikian. Banyak 'public figure',  orang bergelar S2-S3 ketika membuat analisa dan pernyataan malah ngawur -  lebih ngawur dari anak SMA dan di bawahnya.

Saya mengamati dan menengarai kita mengalami surplus gelar,  di banyak bidang. Bukan hanya gelar akademik seperti rektor, guru besar, pakar  dan pengamat ini-itu, melainkan juga gelar kehormatan dari  profesi mulia lain. Misalnya ulama, ustadz, buya, pendeta, anggota dewan, bahkan bupati dan gubernur. Tokoh masyarakat. Tapi sebagiannya tidak nyambung dan sepadan antara jabatan, gelar yang disandang dengan pernyataan yang disampaikannya ke publik.

Jika politisi seperti SBY dan Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid,  suka membolak balikan fakta dan logika - maka secara  alamiah (nature) memang itulah darah daging politisi. Suka memanipulasi logika dan fakta. [baca selengkapnya di bawah ini... ] [ https://politikandalan.blogspot.com/2020/10/banyak-public-figure-orang-bergelar-s2.html ]

Akan tetapi sekelas Busyro Muqodas yang kita kenal sebagai cendekiawan, mantan Wakil Ketua KPK, Ketua Bidang Hukum PP Muhamadiyah,   juga melakukannya itulah yang memprihatinkan. 

Dia menyalahkan aparat dalam demo anarkis yang menolak UU Cipta kerja. "Aparat kepolisian justru bertindak represif dengan menahan orang tanpa dasar hukum, juga menganiaya relawan medis hingga jurnalis yang tengah bertugas, " katanya.

"Ini kan kebrutalan-kebrutalan politik yang kalau tidak dikontrol oleh masyarakat sipil, termasuk pers, sama saja melakukan sikap pembiaran," jelas pengacara Bambang Tri Cendana ini.

Entah mengapa terhadap orang yang membuat pernyataan seperti itu, saya mengusut pada pendidikannya. Dia Sarjana hukum, lho. dia wakil ketua KPK,  lho. Atau dia S-2, lho, dia S-3, Dia Ph.D., lho -  untuk tokoh lainnya.

CONTOH yang lebih ekstrim datang dari mantan bintang film kondang 1980-90an,  politisi PAN - yang sekarang entah sibuk jadi apa. Isteri rocker alim. Mendadak dia menyebut pemerintahan sekarang "sama dengan VOC dan benci Ulama". 

Dia juga menyebut Omnibus Law "pesanan non Islam dan orang kiri".  Bahkn "mendorong muslim jadi murtad"

Saya bukan orang pemerintah dan akademisi dan analis politik. Akan tetapi menyebut "pemerintah sekarang sama dengan VOC dan benci ulama"  jelas ngawur blas. Total. Dia  mengabaikan wapresnya tokoh ulama dan ketua MUI ? Sebelum ini yang jadi wapres Ketua Dewan Masjid Indonesia?  Bagaimana dia bisa nyeplos "pemerintah benci ulama? "

Padahal dia menyandang gelar S-3, yang didapat dengan membaca dan menganalisa. Dia lulus S-1, jurusan hukum perdata dari Univ. Trisakti. Meraih S2 di Universitas Katolik Atma Jaya dan MBA di Universitas Gadjah Mada. Kemudian meraih gelar doktor di bidang lingkungan dari IPB. Kurang apalagi? 

Tapi -  simaklah -  pernyataan cuma sekelas anggota ormas militan anarkis yang bermodal seragam yang hari hari ngaji dan ikut ceramah di Petamburan, Tanah Abang. 

Dia lahir dari keluarga terhormat dan sejak belia sudah meraih popularitas. Karena kecantikannya. Pernah gabung di grup "Swara Mahardhika" yang diasuh Guruh Sukarnoputra.

Saya ingat almarhum penyair WS Rendra menyebutnya,  "Wanita pemilik mata terindah". Dia bersuamikan rocker yang santun, sabar dan konon penurut dan melahirkan dua putri cantik yang menuruni watak bapaknya,  yang kalm.

Akan tetapi -  orang orang yang dekat dengannya - khususnya orang film era 1980-'90an - mengenalnya sebagai pribadi yang temperamental. Mudah meledak. Mulutnya tajam (dan kini jari jarinya! pen). 

Kalau sedang mengamuk sangat memalukan. Tak ragu menjerit jerit di depan orang banyak. Saya sendiri pernah  memergokinya, saat meliput suting sinetron produksinya. Oh,  ya, dia juga pernah menjadi produser.

Kawan saya,  Akhlis Suryapati, yang menulis untuk majalah "Film" pernah dilabrak dan didamprat olehnya saat namanya masuk nominasi FFI, karena membandingkan dengan Christine Hakim, Niniek El Karim dan Tuti Indra Malaon (alm). Semua aktris kawakan dan intelektual,  kata Akhlis. Dan pengecualian untuk dia.

"Saya 'kan juga intelektual?!  Saya ini  mahasiswa fakultas hukum! "  jeritnya saat itu - di Pusat Perfilman Kuningan. Akhlis mengisahkan kembali ke saya dan kawan kawan saat didamprat, sambil tertawa tawa. 

Di lokasi suting film kelakuannya  "mbossy" dan semena mena. Dan terhadap artis seperti ini crew film  punya cara khas membalasnya. Dari belakang. Diam diam.

Saya pernah dapat cerita bahwa ada crew P.U. (pembantu umum) film sengaja mengencingi baskom air yang dipakai untuk mencuci muka dan menghapus 'make up'-nya,  usai suting. 

Ada cerita lain, PU yang meludahi minuman yang dipesan sembari mengaduk ngaduk sebelum membawanya dengan nampan ke depannya dengan mimik santun. 

Kawan saya yang fotografer,  yang semula kagum,  jadi sebal - karena setiap difoto untuk iklan minta tambahan ini-itu -  kepada client. Permintaan yang membebani dan mendadak di lokasi. Bukan sebelumnya. 

Dia pernah jadi olok olok karena marah kepada keluarga Adhie MS  - lantaran masih mencemburui suaminya yang dulu pernah berkisah kasih dengan penyanyi pop berwayah ayu dan anggun - orbitan Rinto Harahap itu.   

Dia juga mencemburui Diva Pop Vina Panduwinata yang di panggung menggelendot pada suaminya saat konser bareng. 

Dia juga pernah kirim twitt norak menyerang politisi Chicco Hakim yang membela Ahok. Saat itu dia bela lawannya. 

Dulu dia sangat cantik - hingga terpilih sebagai salahsatu bintang Lux - dan masih cantik hingga sekarang di usianya yang sudah 58. Tapi sepertinya tak yakin dengan pesona kecantikannya. Dan tidak semakin bijak. 

Dia pernah bergabung di PDIP tapi dipecat Megawati gara gara selingkuh dengan PKS di Pilkada Banten. Lalu masuk PPP, dan kemudian pindah lagi ke PAN. Dia mengaku bukan "politisi kutu loncat" melainkan bergabung "kerena dirayu rayu". Selain gagal nyalon di Banten, di Bengkulu,  dia juga gagal nyaleg di Bandung. 

Akan  tetapi yang fatal darinya dia adalah seorang intelektual dengan gelar yang menempel di depan dan belakang namanya.  Dr. Hj. , S.H., M.Hum., M.B.A.

Jadi -  dia belajar apa,  dapat ilmu apa, selama menghabiskan waktu kuliah di Univ. Trisakti - Atmajaya - Univ. Gajahmada dan IPB ?  

Karena pernyataan-pernyataannya jauh dari referensi / rujukan para intelektual. Kajian akademik. Sebaliknya dia malah kerap membuat pernyataan di akun medsos dan media yang bernada sentiman  agama dan membenturkan unsur unsur SARA.  

Ya Allah,  ya Allah...mengapa saya jadi ghibah?! Ampuni saya. *
Source : https://www.facebook.com/100048280360068/posts/189395249346486/


Monday, January 27, 2020

SORGA BUKAN CERITA


-Tulisan bagus dari seorang asing yang memandang Indonesia dari luar-
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/sorga-bukan-cerita.html]
Musim dingin, ketika salju turun, di Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai *-minus 40 derajat celsius-. Artinya, kulkasmu masih lebih hangat.

Itulah saat semua tetumbuhan "mati " kecuali pohon cemara. Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus.

Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi.

Tanpa itu, mati kedinginan. Dan ada satu periode dimana salju berbentuk badai. Badai salju. Terbayang apa yg bisa dilakukan selain bertahan hidup diruangan berpemanas.

Padang pasir. Begitu keringnya sampai2 manusia yang berdiam disana membayangkan sungai2 yang mengalir sebagai surga.

Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa di atas 40 derajat celcius. Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu.  Dan keberadaan air adalah persolan hidup mati. Sungguh bukan minyak.

Saya sungguh tidak mengerti ketika ada orang yg masih belum percaya bahwa Indonesia itu serpihan sorga.

Cobalah kamu bercelana pendek, pakai kaos dan sandal jepit jalan jalan di Kanada ketika musim dingin. Atau jalan jalan dipadang pasir. Dijamin mati.

Disini, dinegaramu, kapan saja, mau siang mau malam kamu bisa jalan2  kaosan tanpa alas kaki. Mau hujan mau panas, Selamat.

Di Eropa, Amerika paling banter kamu akan ketemu buah2an yg sering kamu pamer2in. Apel🍎, anggur🍇,  sunkist🍊, pear🍐, dan semacamnya.

Di Timur tengah paling kamu ketemu kurma, kismis, kacang arab, buah zaitun, buah tin.

Di Indonesia, kamu tak akan sanggup menyebut semua jenis buah dan sayuran, umbi2an, kacang2an, bunga2, rempah2, saking banyaknya.

Di Amerika, Eropa, kamu akan ketemu makanan lagi2, sandwich, hot dog, hamburger. Itu2 saja yang divariasi. Paling banter steak, es krim, keju.

Di Timur tengah?. Roti. Daging dan daging dan daging lagi.

Di Indonesia?. Dari Sabang sampai Merauke, mungkin ada ratusan ribu varian makanan. Ada puluhan jenis soto, varian sambal, olahan daging, ikan dan ayam tak terhitung macamnya.

Setiap wilayah ada jenisnya. Kue basah kue kering ada ribuan jenis. Varian bakso saja sudah sedemikian banyak. Belum lagi singkong, ketan, gula, kelapa bisa menjadi puluhan jenis nama makanan.

Dan tepian jalan dari Sabang sampai Merauke adalah garis penjual makanan terpanjang didunia. Saya tdk berhasil menghitung penjual makanan bahkan hanya dari Kemayoran ke Cempaka Putih.

Di Indonesia, kamu bebas mendengar pengajian, shalawatan, lonceng gereja, dang dut koplo, konser rock, jazz, gamelan dan ecrek2 orang ngamen.

Di Eropa, Amerika, Timur Tengah, belum tentu kamu bisa menikmati kecuali pakai head set.

Saya ingin menulis Betapa Surganya Indonesia dari segala sisi. Hasil buminya, cuacanya, orang2nya yang cerdas2, kreatif dan bersahabat,  budayanya, toleransinya, guyonannya.

Keindahan tempat2 wisatanya dan seterusnya. Saya tidak mungkin mampu menulis itu semua meskipun jika air laut menjadi tintanya.

Saking tak terhingganya kenikmatan anugerah Allah pada bangsa Indonesia.

Indonesia ini negara kesayangan Tuhan.

Jika kamu tidak bisa mensyukuri itu semua?. Jiwamu sudah mati.

-Pesan-
Jangan biarkn sorga ini hancur karena nafsu berkuasa

Janganlah kehangatan persaudaraan yang dicontohkan oleh embah, kakek, opung kita dihancurkan hanya karena perbedaan dan kita merasa paling benar/pintar!!

Tuhan hanya ingin kamu bersyukur agar sorga ini tidak jadi neraka. Bahkan andai kamu sering bersyukur maka berkat2 itu akan ditambahkn.

Bersyukur itu diantaranya, tidak merusak apa2 yg sudah baik. Baik alam lingkungan, sistem nilai, budaya asli, kebersihan dll.

Jika kita merusak alam,
Alam akan berproses membuat keseimbangan/keadilan

Politik, berjangka pendek jangan sampai merubah sorga ini jadi neraka. -Jangan berkelahi-

Pandai2lah menahan diri seperti orang berpuasa. Jangan jadi pengikut orang2 yang haus kekuasaan dan ketamakan luar biasa.

MARI JAGA NKRI DEMI ANAK DAN CUCU...
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/sorga-bukan-cerita.html]

Friday, November 22, 2019

Ini kata-kata Nazaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta

Berita Teraktual, Jakarta -

Islam melarang pelacuran. Hukumnya sangat pasti dan tegas. Ketika Ahok menutup komplek pelacuran terbesar di Kalijodo, adakah aksi atas nama Islam untuk mendukungnya?

Islam melarang Narkoba. Ketika Ahok menutup diskotik Stadium dan Milles yang menjadi sarang peredaran narkoba, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?

Islam melarang korupsi. Ketika Ahok bergelut kekeuh tidak mau toleran dengan bancakan proyek-proyek APBD yang biasanya dilakukan oknum-oknum serakah, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?https://politikandalan.blogspot.com

Islam mewajibkan orang melaksanakan amanah. Ketika Ahok secara ketat memerintahkan semua pegawai Pemda DKI untuk bekerja melayani rakyat, sebab gaji mereka selama ini dibayar oleh duit rakyat, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?

Islam memerintahkan membangun rumah ibadah. Ketika Ahok membangun mesjid di Balaikota dan Mesjid Raya Jakarta di Daan Mogot, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan kebersihan. Ketika Ahok mengeruk kali-kali dan membersihkan sampah agar Jakarta terhindar dari banjir, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan seorang yang diamanahkan memegang jabatan untuk memperhatikan semua warganya. Ketika Ahok setiap pagi meluangkan waktu menyelesaikan masalah semua orang yang datang ke Balai Kota, dengan menggunakan dana operasional Gubernur, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?
https://politikandalan.blogspot.com/2019/11/ini-kata-kata-nazaruddin-umar-imam.html

Monday, October 21, 2019

Ucapan Gus Mus Ini keren banget :



Kepada yang terhormat dan saya hormati: Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama, perkenankanlah saya ikut menyampaikan Selamat atas pelantikan Bapak berdua sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. 2019-2024.⚘ Semoga selamat melaksanakan amanat dan tanggung jawab menyejahterakan rakyat --baik yang mendukung Bapak berdua atau tidak. 🙏

Secara lahiriah rakyat yang memilih, tapi secara hakikat Allahlah yang memilih dan menjadikan Bapak berdua menjadi Presiden dan Wakil Presiden negeri tercinta ini. Maka tanggungjawab Bapak berdua sungguh berat namun mulia: tanggung jawab terhadap Allah dan rakyat. Pimpinlah kami rakyat Indonesia dengan  cinta dan belas kasih seraya senantiasa mengingat dan memohon pertolongan Allah. Tantangan seberat apa pun, akan terasa ringan bersama Allah dan pertolonganNya.

Dalam memilih pembantu, pilihlah pembantu yang membantu, bukan yang mengganggu kerja. Pilihlah mereka yang mempunyai komitmen keindonesiaan dan bisa dan mau bekerja tulus untuk Indonesia dan rakyat Indonesia. Jangan memilih mereka yang menawarkan diri membantu Bapak berdua kecuali mereka yang memang memahami hajat hidup rakyat Indonesia dan mempunyai kemampuan bekerja menjalankan tugas mereka.

Dengan memohon maaf sebesar-besarnya atas kelancangan saya ini, saya ikut mendoakan semoga Allah selalu menolong Bapak berdua dalam berkhidmah kepada Bangsa dan Negara. WaffaqakumuLläh ilã mã fiihi khairu ummah.

Salam takzim saya.
a. mustofa bisri

🇮🇩

Mohon kepada saudara-saudariku yang punya akses kepada Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin, sudi menyampaikan surat singkatku ini. Terima kasih.

Pangkat Kopral Rezeki Lebih Dari Jenderal


Copas dr WAG Pawon Semar...
.
.
Pangkat Kopral Rezeki Lebih Dari Jenderal

Brigjen TNI (Purn) Mazni Harun berdiri dalam posisi sikap sempurna di atas panggung,  sambil memberi hormat.  Di bawah panggung Kopral Kepala (Kopka) TNI (Purn) Haryanto, membalasnya memberi hormat.

Adegan  "janggal" itu  berlangsung di garasi Perusahaan Otobus (PO) Haryanto di pinggiran Kota Kudus, Rabu sore (7/8).

Seorang jenderal memberi hormat seorang kopral----kendati sudah sama-sama pensiun----di luar sebuah kelaziman tradisi militer.

Mazni mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI  mengaku pantas memberikan  penghormatan itu. “Haryanto ini orang yang luar biasa,” ujarnya.

Dia sangat terharu dan bangga bisa mengajak sejumlah purnawirawan bersilaturahmi dengan Haryanto. Salah satunya Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin yang pernah menjadi  atasan Haryanto di Kodam Jaya.

Kopral Haryanto pemilik PO Haryanto adalah mantan anak buah Mazni saat dia menjadi Komandan Batalyon Arhanud 1/1 Kostrad  di Serpong Tangerang (1990-1993).

Bukan karena Haryanto kini telah menjadi orang sukses, harta kekayaannya melebihi para jenderal. Namun perjuangan dan sikap hidupnya, memang  pantas mendapat penghormatan.  Bukan hanya dari Mazni.

Sejumlah pensiunan perwira tinggi yang hadir di tempat itu juga menyatakan salut dan respeknya terhadap Haryanto. “Jarang orang kaya yang sangat dermawan dan pemurah seperti pak Haryanto, “ ujar mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat.

Cerita tentang Haryanto adalah perpaduan antara kegigihan, keuletan, dan keteladanan.

Dalam bahasa anak-anak milenial sekarang,  Haji Haryanto adalah pengusaha startup yang sukses dan tumbuh besar. Dia juga seorang philantropis, dermawan.

Lahir sebagai anak ke-6 dari 9 orang bersaudara, Haryanto anak seorang petani miskin. Ketiadaan biaya membuatnya gagal meneruskan studinya di STM.

Bermodal ijazah Sekolah Teknik (ST), setingkat SLTP, dia kemudian melamar menjadi prajurit ABRI. Dia beruntung diterima menjadi anggota ABRI dengan pangkat paling rendah, Prajurit Dua.

Tugasnya menjadi sopri truk mengangkut alat-alat berat, meriam, dan logistik untuk pasukan.

Semangatnya  membara untuk mengubah nasib membuat Haryanto mencari penghasilan tambahan selepas dinas. “Saya menjadi sopir omprengan dengan trayek Serpong ke Kota Tangerang,” ujarnya.

Dari hasil menabung, dia kemudian bisa membeli angkot. Jumlah angkotnya terus bertambah, sampai mencapai 50. Pangkatnya prajurit, tapi sudah jadi juragan angkot.

“ Saya ingat pada tahun 90-an itu Haryanto menyunatkan anaknya dengan mengundang dalang Ki Mantep Sudarsono. Acara digelar di alun-alun Tangerang. Bayarannya kalau gak salah waktu itu sudah Rp 50 juta,” ujar Mazni.

Dari  Batalyon Arhanud I, Haryanto dimutasi ke Kodam Jaya.  Pangdam Jaya saat itu Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin teman satu angkatan Mazni Harun (Akabri 1974).

Karena bisnisnya terus membesar, Haryanto akhirnya memutuskan pensiun dini. Dia pensiun pada tahun 2002 pada usia 43 tahun.

Dengan modal kucuran dari BRI sebesar Rp 3 miliar, Haryanto membeli 6 armada bus.  Usahanya hampir bangkrut ketika krisis ekonomi melanda tahun 2007-2008.

Dia terlilit utang ke BRI sebesar Rp 27 miliar. Namun setelah dijadwal ulang pembayarannya, dia mendapat keringanan selama 5 tahun. Dengan bantuan Bank tersebut, dalam waktu 3 tahun utang itu berhasil dilunasi.

Usahanya terus tumbuh. Kini dia memiliki 250 armada bus. Terdiri dari bus pariwisata dan  bus angkutan kota antar provinsi (AKAP).

(Sangat memuliakan anak yatim dan  ibunda)

Cerita tentang Haryanto tidak hanya berhenti pada keberhasilannya menjadi juragan perusahaan bus, sejumlah restoran, dan pom bensin. Apa yang dilakukannya dengan kekayaan itu justru  jauh lebih menarik.

Dia menggunakan kekayaannya untuk membantu orang lain dan menebar kebaikan.

Dia menampung sejumlah temannya, termasuk para pensiunan tentara, bekerja di perusahaannya. Seorang karyawannya ada yang pensiunan perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel.

Haryanto saat ini mengurus dan menyantuni  4.000 anak yatim. Dia juga membiayai para hafidz penghafal Al Qur'an di beberapa pesantren.

Setiap tahun dia memberangkatkan puluhan orang, termasuk para karyawannya  umroh dan haji. Haryanto juga banyak membangun masjid.

Secara personal Haryanto dikenal sebagai pribadi sederhana dan soleh. Dia selalu mengajak karyawannya untuk salat berjamaah lima waktu.

Sebuah spanduk di garasi armada busnya bertuliskan sebuah pesan :
Apabila Hidupmu Susah. Tengoklah Sudah Benarkah Sholat Berjamaahmu?

Selain salat berjamaah tepat waktu, dan puasa sunnah, Haryanto punya satu amalan lagi yang menjadi satu kunci keberhasilannya. Dia sangat memuliakan Ibunya.

Dia sering terlihat mengendong ibunya, kendati dalam usia 90 tahun masih sangat sehat.

Keuletan, kedermawanan, dan sikapnya yang memuliakan anak yatim dan ibunda menjadi kunci sukses  Haryanto.

Dia pantas mendapat penghormatan bukan hanya dari para purnawirawan petinggi militer, mantan atasannya, namun juga dari kita semua.

----------- 🇮🇩 ------------

Malam minggu penuh berkah, 5 Oktober 2019
Dirgahayu TNI ke 74.
TNI garda terdepan NKRI
.
Tksh...

Sunday, September 29, 2019

SURAT DARI MEDSOS


Mohon di berikan pencerahan kpd keluarga sanak saudara sebangsa setanah air Indonesia...🇮🇩🇮🇩

SURAT DARI MEDSOS :   Banyak yang menyalahkan aparat yang melakukan tindakan pemukulan..     sebenarnya simpel, kita tarik garis lurus Tidak ada asap kalau tidak ada api .
Dan adanya pasukan Sabhara dan Brimob Polri disana bukan sbg pendukung atau pro ke DPR / MPR, Tapi menjalankan tupoksi nya sbg PHH ( Pasukan Huru Hara ) .
Kenapa brimob sampai ada pemukulan ?
Kau lempari polisi dgn batu, polisi diam, kau lempari bom molotov, polisi diam, kau ludahi aparat, Polri hanya berlindung di balik tameng. Ketika Polri maju pukul mundur kalian dgn gas air mata & water canon, kalian bilang polri anarkis.
Siapa yang anarkis ?
Kembali ke awal kalimat saya Tidak ada asap kalau tidak ada api .
Polri jaga dan stand by dari kalian belum datang sampai kalian betul2 bubar.
Tidak makan,
tidak mengabarkan keluarga dirumah,
tidak ibadah demi jaga keamanan kalian dan gedung dpr,
tidak duduk spt kalian yg bergantian maju mundur.
Bayangkan di balik tameng itu BAPAK MU, SAUDARA MU, ATAU BAHKAN ORANG YANG KAU SAYANGI KAU LEMPARI BATU !

Polri punya keluarga sama spt kalian dirumah. Penyampaian pendapat telah di atur dlm UU berikut peraturan2 nya. Contoh :
1. Tidak melakukan tindakan anarkis
2. Tidak merusak fasilitas umum
3. Tidak membakar ban
4. Membubarkan diri sesuai dengan ketentuan yang sudah tertera dlm IJIN PENYAMPAIAN PENDAPAT Sudah kalian jalankan belum 4 point di atas ?
Semua di langgar, ketika polri bertindak kau bilang Polri anarkis ?
Kami manusia !
Punya nurani dan otak bahkan keluarga sama spt kalian.
Polri ada di tengah2 pendemo bukan sbg musuh, tp sbg penengah antara DPR dan Mahasiswa agar tdk ada kress bahkan jangan sampai masuk ke gedung Dpr spt kejadian ‘98. Apa salah POLRI kalian kambing hitamkan ? Polri kalian salahkan bertindak anarkis dll. Pd hal pemicu & yg anarkhis adalah massa pendemo yg tdk punya nurani.....????

KALAU KALIAN DEMO DENGAN AMAN, IKUTI ATURAN UU PENYAMPAIAN PENDAPAT, POLRI TDK AKAN BERTINDAK TEGAS .

Masih ingat Polri jadi korban pembakaran oleh mahasiswa kemarin ?
Mana keadilan utk anggota Polri ?
Di papua Brimob terkena busur panah, mana ada keadilan ?
Di JKT mobil Water Canon, Raimas kalian rusak. Salah apa ?
Polri bukan musuh kalian adik2, ada nya Polri justru menjaga situasi agar tdk memanas, budayakan tertib dlm segala hal di mulai dari diri sendiri,
Dgn niat yg baik......🙏🙏🙏🙏🙏

Tlg Viralkan agar masyarakat paham akan tugas Polri.

Friday, September 20, 2019

Apakah perlu mahasiswa Papua pulang ke Papua ?


Oleh Methodius Kossay

Memang benar bahwa saat ini terjadi eksodus mahasiswa Papua yang sedang kuliah di luar Papua untuk kembali ke Papua. Ketika penulis mengunjungi beberapa peguyuban asrama/kontrakan mahasiswa asal Papua di setiap kabuaten/kota di wilayah Jakarta dan sekitarnya, hampir 75 persen mahasiswa sudah pulang ke Papua. Hanya beberapa  mahasiswa yang masih tinggal menyelesaikan tugas akhir sambil menunggu tiket dari orang tua atau Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten/kota.

Informasi dari humas Kapolda Papua; 1.282 mahasiswa Papua kembali ke Papua dapat dibaca di berita detik.com (https://news.detik.com/berita/d-4704359/kapolda-1282-mahasiswa-kembali-ke-papua). Jumlah ini belum termasuk mahasiswa Papua yang saat ini  sedang dalam perjalanan ke Papua.

Jika seluruh mahasiswa Papua yang ada di seluruh kota studi di luar Papua pulang ke Papua, tentu akan menjadi ledakan yang cukup besar dengan ekskalasi kerawanan yang cukup tinggi. Apalagi bila tidak diakomodir baik oleh Pemerintah Provinsi dan Majelis Rakyat Papua (MRP). Ini masalah yang sangat serius untuk dicari jalan keluar supaya terselesaikan dengan baik melalui dinamika dialog yang intens dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan eksodus mahasiswa Papua, penulis dalam melakukan kunjungan serta berdiskusi dengan mahasiswa di asrama/kontrakan selalu memberikan pemahaman dan pengertian kepada mahasiswa dalam mengambil keputusan untuk pulang ke Papua atau tidak.

Penulis berusaha memberikan pilihan-pilihan pertimbangan dan mengajak para mahasiswa untuk tidak termakan oleh isu-isu hangat yang belum tentu benar atau hoax. Pilihan yang salah bisa membawa dampak buruk untuk masa depan mereka.

Ketika duduk dan berdiskusi bersama mahasisawa, penulis mengajukan banyak pertimbangan sebelum mahasiswa yang bersangkutan membuat keputusan. Keputusan yang baik tidak bisa datang dari suasana dan sikap yang emosional. Pun juga membuat keputusan berdasarkan isu yang berkembang yang belum tentu benar dan selalu berubah-ubah ini akan membawa situasi batin yang penuh dilematis.

Kita perlu melihat berbagai pertanyaan sebagaimana pesan yang ditulis oleh Papuanus/Bomomani, 13 Sept 2019 melalui share whatshap ) yang tentu bisa membuka hati, pikiran dan menjadi perenungan kita bersama:

1. Apakah perlu mahasiswa Papua pulang ke Papua ?

2. Mengapa kita yang baru masuk kuliah,  sedang kuliah, apalagi sebentar lagi KKN, Praktek, ataupun wisuda harus pulang Papua, lantaran kita meninggalkan sisa perjuangan hidup kita di tanah rantau?”

3. Kalau kita pulang nanti, apakah pemerintah daerah Papua dan Papua Barat sudah memikirkan jaminan bagi mahasiswa yang meninggalkan kuliahnya?

4. Apakah kita bisa Transfer ke Universitas-universitas yang ada di Papua, lalu bagaimana dengan surat pindah ?

5. Apakah setelah kita ke Papua, dan masalah Papua tidak lagi memanas, kemudian  diperintahkan oleh dinas pendidikan dan Pemerintah daerah untuk balik lagi kuliah, apa bisa?

6. Apakah kita balik ke Papua ini, langsung mau merdeka?

7. Bagaimana dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) ? Bagaimana dengan perang suku?

8. Bagaimana dengan istilah ko pantai dan sa gunung ?

9. Kalau Papua merdeka nanti, apakah mahasiswa yang putus kuliah dan pulang ini langsung dapat kerja atau harus kuliah dulu?

10. Toh, bila Papua nantinya merdeka pun pasti ada kerja sama Universitas-universitas  di Papua dengan Universitas-universitas di Indonesia, jadi lebih baik tinggal saja, atau?

11. Kalau di Papua ada perang, apakah mahasiswa Papua dan keluarga Papua di Sulawesi, NTB, NTT, KALIMANTAN, JAWA, BALI, dan SUMATERA akan aman-aman saja?

12. Jika semua pulang ke Papua, bagaimana dengan mahasiswa yang sungguh-ungguh ingin kuliah ?

13. Jika ingin sungguh-sungguh sekolah di luar Papua, bagaimana dengan kenyamanan dan keamanan yang selama ini kita lihat dan menyaksikan kedatangan aparat ke sekolah, kontrakan, kos atau kampus ? apakah itu malah membuat trauma ?

14. Bagaimana nasib mahasiswa dan pelajar beasiswa program ADIK dan ADEM dari Provinsi Papua yang selanjutnya, setiap mahasiswa ADIK maupun ADEM yang hendak pulang dan sudah pulang ke Papua diharapkan melaporkan diri,  nama, asal universitas, jurusan, program study, dan semester kepada dinas pendidikan provinsi dan kabupaten?

Pendataan yang tengah dilakukan dinas ini pastinya berkaitan erat dengan sederet pertanyaan dilematis di kalangan mahasiswa, terutama nasib mahasiswa kedepannya.
Pertanyaan-pertanyaan demikian, membuat mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua semakin penasaran, semakin ragu dan tidak tenang untuk membuat mereka harus memilih antara pulang atau tidak.

Bermula dari sentuhan dan seruan rasisme di Surabaya dan Malang oleh oknum tertentu entah dinahkodai oleh aktor intelektualis yang sangat pintar dan berpengalaman dengan sentuhan remot control yang menguasai psikologi masa dan finansial, kini berdampak besar dan merajalela serta perpecahan dalam dinamika masyarakat. Ibarat api yang sudah menyala dan menghanguskan sebagian besar rumah atau kampung, bila tidak segera dipadamkan maka akan menghanguskan seluruh perkampungan.

Jalan yang terbaik yang bisa ditempuh agar tidak merembet ke mana-mana, adalah melalui dialog dengan mengupas habis pelanggaran HAM yang terjadi di Papua selama ini.

Sebab, jika kita mengukur atmofer permasalahan Papua kali ini, perlu diakui bahwa masalah saat ini tidak serupa dengan masalah-masalah politik  di tahun-tahun sebelumnya. Masalah-masalah sebelumnya hanya diperjuangkan oleh sekelompok masyarakat atau organisasi tertentu. Masalah kali ini benar-benar melibatkan seluruh masyarakat Papua. Bahkan dengan hati yang tulus penuh bijaksana dan keberhati-hatian, dapat dikatakan bahwa situasi dan kondisi Papua saat ini semakin bergema menyeruhkan kemerdekaan.

Berhadapan dengan masalah ini, kita sebagai mahasiswa mestinya tetap bersikap bijak dan berpikir secara intelek dan luas dalam membuat keputusan. Kita tidak boleh membuat keputusan yang keliru, emosional dan tergesa-gesa hanya karena desakan orang di sekeliling kita. Sebab keputusan yang tergesa-gesa dengan hanya berdasarkan isu pada akhirnya bisa menghambat serta merusak masa depan kita sendiri. Kita terhalang dalam mengejar mimpi dan cita-cita melalui pendidikan.
[9:15 AM, 9/15/2019] +62 813-9217-8879: Selebaran di atas membuat kaum muda bingung untuk menafsirkan.

Monday, September 2, 2019

Bada dan Renungkan : Saya Bacanya Aja Merinding


Saya Bacanya Aja Merinding .

FC : Curahan Hati Seorang Anak Papua , Ini Saya Copas Dari Wall Hadi Wibowo ...

Sangat Peduli Papua , Presiden Jokowi 🇮🇩👌👍

By Cristian Pundulay Asli Anak Papua ...

Bnyk orang yg SOMAD ( sok tau amad ) tentang Papua , nulis begana begini begono tentang Papua .

Eeeh saya hidup di Papua sejak Tahun '95 tdk mau belagu Nulis tentang Papua , apalagi Sok tauu .

Saya hidup di daratan Serui , tau Serui tdk ! ?

Daerah ujung tipis yg Masyarakatnya hidup di garis bawah , sejak Bumi ini ada . Miskin ?? sdh Pasti . tapi kami tau cara Bersyukur pd Tuhan .🙏

Stop ‼ Menulis tentangg kami anak² Papua , jngn lagi kalian mencari nama dngn se-olah² berempati pd kami , tapi tdk melakukan apa² .‼

Kalian mungkin beruntung hidup di Barat Indonesia . senangnya bukan main , serba ada dan murah .

Kalian Lahir pakai dokter , kami tdk !!! .

Kalian bisa nonton TV sejak Lahir , bahkan sebelum Lahir , kami baru 3 Tahun ini .😭

Kalian bisa berjalan di Aspal gagah , kami ?? Syukur² bukan Kubangan Babi .

Tau tdk Kalian , berapa Harga sekarung Beras 50 kg ?? 1Jt cuk 1 Jt ... !!

Puji Tuhan 🙏 kami tdk terlalu biasa makan Nasi yg mewah sejak kecil . Beras itu makanan Mewah bagi kami , makanan orang² Kaya . kami cukup hidup dngn Talas atau Enau . Syukur 🙏 klu Jagung lagi murah , sedikit mewahlah kami makan Sekeluarga .

Tau nggak ? kenapa Rumah kami cuma bak kandang Sapi kalian ?? siapa yg mampu beli Semen satu sak 2,5 juta . liat uang segitu besar nggak pernah Broo . cuma tau baca kami disini . Tdk terpikir mau beli Semen buat Rumah , bawa Semen satu sak 20 km , sdh Mati duluan kami disini .

Terus apa kami marah dngn kondisi dan ketimpangan itu ?? tdk .

Kami so biasa jadi anak tiri bahkan di anggap anak boleh pungut .

Kami biasa di lupakan meski kekayaan alam kami di keruk sampai ke akar Bumi . lalu Uangnya di beri utk kalian di Barat sana . Aspal kalian licin , Rumah kalian Terang , Sekolah kalian bagus , Rumah Sakit kalian mewah .

Kami dpt apa ??

Dapat Ampas dan kerusakan dari itu semua . Kami tdk Marah !!! kami ikhlas berbagi sama kalian , kekayaan Alam kami utk mempercantik Daerah kalian .

Kemudian hari ini Daerah kami mulai di bangun Rumah Sakit so ada dokter , Sekolah so pakai Sepatu . Harga Beras murah . beli Semen so tak semahal Berlian lagi . Jalan kami mulai Lebar , tapi kalian ribut ... !

Apa cuma kalian yg ingin rumah sakit lengkap ? Apa hny kalian yg ingin Jalan beraspal ? Apa hny kalian yg ingin makan Nasi ? Apa hny kalian yg ingin pasang Listrik !!! ?

Heeiiiii kami jugaaa ...

Kami juga Manusia . Manusia Indonesia . cukuplah kulit kami saja yg Gelap , tapi Daerah kami jngn ikut Gelap . !

Cukup Rambut kami saja yg Bergelombang . Jalanan kami jngn ikut bergelombang . !!
Cukuplah Kekayaan Alam kami saja yg kalian KERUK , sifat kalian juga jngn macam Beruk .

Ikhlaslah sedikit berbagi dngn kami anak² Papua , anak² Pelosok Rimba , yg juga ingin merasakan bagaimana di anggap layaknya seperti Manusia ... !!

Di tangan Tukang Kayu itu , yg rupanya tidaklah Gagah , Badannya tdk Tegap , tapi Hatinya sangat Mulia ...🙏👍

Tapi kami di anggap dan di hargai ...

Kami di setarakan . Kami di Hargai selayak Manusia Indonesia .

Kami tdk kenal rupa Tukang Kayu itu , tapi hasil kerjanya , membuat kami kenal bagaimana Kearifan , Kebijaksanaan, Keadilan , kesejahteraan yg merata ada dalam benak kepemimpinannya dan dia mencoba utk berbuat yg terbaik utk kami .

Membangun tidaklah mudah , apalagi membangun Papua . Daerah dngn struktur Alam perbukitan , meliuk² dan daerah yg masih beralam Brutal ! karena tdk terjamah Pembangunan selama ini .

Semua butuh Waktu ... Semua butuh Proses ...

Tapi ... Seorang anak Desa pinggiran Sungai Bengawan Solo , telah berupaya dan terus Berjuang utk kemajuan kami anak² Papua .

Terima kasih Presiden Ku . Terima kasih Bapak Presiden Joko Widodo . Tuhan yg akan membalasnya 🙏👌👍

Di tangan anda , kami merasakan layaknya di anggap Manusia Indonesia .🙏

Salam dari Serui .

Dari anak Bangsa yg pernah terpinggirkan !!! .

Cristian Pundulay . Asli Anak PAPUA . 🙏🏻🙏🏻✊🏻🤝🏻🇲🇨



KEBANGGAAN DENGAN PEMIMPIN JUJUR DAN RENDAH HATI.

Sampaikan kepada sedikitnya 2 Keluarga, atau 10 orang lain! Sebagai "Target Harian" kita men-sosialisasikan bahwa Kita Bangga dengan Pemimpin yang :

1. Membantai Para Mafia Penggerogot Uang Rakyat mulai dari Pungli Kecil2an hingga Mafia Minyak, Beras, Ikan dll.
TERBUKTI!!!

2. Membangun Infrastruktur Menuju Indonesia Maju.
TERBUKTI!!!

3. Sangat Mencintai dan Menghormati Rakyatnya.
TERBUKTI!!!

4. Tidak Korupsi. TERBUKTI!!!

5. Membagikan Jutaan Sertifikat Tanah kepada Rakyatnya.
TERBUKTI!!!

6. Keluarganya Tidak Memanfaatkan Fasilitas Negara.
TERBUKTI!!!

7. Membangun Perbatasan Negara Demi Harga Diri Bangsa.
TERBUKTI!!!

8. Disegani Para Pemimpin Dunia. TERBUKTI!!!

9. Merancang Indonesia Menuju Negara No 5 Dunia di 2030. TERBUKTI!!!

10. Menghormati Para Ulama serta Pemimpin Agama. TERBUKTI!!!

11. Membangun Bandara International Jawa Barat
TERBUKTI!!!

Kalau kemarin belum men-sosialisasikan ... JANGAN LUPA HARI INI, Sebar + Viralkan !!!

Jadilah duta duta #Jokowi2Periode dimana pun ... siapa pun ... sampai Rakyat faham, Masyarakat faham ... bahwa Presiden Jokowi adalah yang terbaik.

Dapat dimulai dari Keluarga kita - Teman kita - Tetangga kita - Rekan Kerja kita - dan seterusnya ...

Dirumah - Di-Tempat Kerja - atau bahkan di Warung2 saat kita bersantai.

"BERI KEPERCAYAAN JOKOWI MELANJUTKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG SUDAH DIMULAINYA. BERI KESEMPATAN 5 TAHUN LAGI UNTUK MEMBAWA INDONESIA MENUJU NEGARA MAJU"

"APA YANG SUDAH DIMULAI JOKOWI, BIARKAN JOKOWI YANG SELESAIKAN"

Saya sudah menyebarkan ...Bagaimana dengan Anda?

SEBAR+VIRALKAN!!!

Friday, August 30, 2019

Manuver Tommy Soeharto Goyang Jokowi di Papua


Dan ternyata memang keluarga Cendana memiliki saham di Freeport yang kini diusik Jokowi lewat kebijakannya. Saya tak membayangkan kalau Tomy sampai masuk jadi wakil rakyat di Papua, bukannya mensejahterakan, bisa-bisa ikut mendukung gerakan Papua merdeka agar kepentingannya bersama Freeport bisa leluasa di sana.

Berikut sedikit cuplikan hasil penelitian kekayaan Cendana yang bersinggungan dengan Freeport di Papua. Paul Hunt yang menulis di koran Guardian & Mail yang terbit di Inggris, 1 Agustus beberapa tahun lalu, memperkirakan bahwa nilai kekayaan tak teraudit dari yayasan-yayasan Suharto sendiri sekitar US$ 5 milyar.

Dengan kurs terakhir di mana US$ 1 melonjak-lonjak di sekitar Rp 14.000, berarti kekayaan yayasan-yayasan Suharto sekitar Rp 60 trilyun. Namun menurut taksiran badan rahasia AS, Central Intelligence Agency (CIA), sebagaimana dikutip dalam tesis Ph.D. Jeffrey Winters tahun 1991, kekayaan Presiden Suharto sendiri mencapai US$ 15 billion. Jumlah itu harus dilipat dua, kalau kekayaan seluruh anggota keluarga besarnya mau dimasukkan juga (Vriens, 1995: 49).

Itu baru taksiran tahun 1991, delapan tahun sebelum Nusamba menguasai saham-saham empuk di tambang tembaga-emas-perak PT Freeport Indonesia di Irian Jaya, serta raksasa automotif PT Astra Internasional. Makanya taksiran nilai total kekayaan seluruh keluarga besar Suharto, sebesar US$ 40 milyar (Newsweek, 26 Januari 1998), cukup masuk akal. Juga, cukup untuk menebus bangsa Indonesia dari kemelut moneter sekarang ini, tanpa harus berhutang pada IMF.

Begitulah kira-kira alasan Tomy begitu muak dengan pemerintah sekarang yang berusaha mengacak-acak Freeport yang berarti mengacak-acak keluarga Cendana. Akankah kita serahkan Papua kembali ke pangkuan orba yang sekian lama menjarah kekayaan alamnya tanpa balas budi pada rakyat Papua. Menariknya setelah Papua terpinggirkan begitu lama dan dikuras banyak oleh Freeport, kenapa baru sekarang Tomy bersuara? Pastinya ada lobster dibalik terumbu karang.

Begitulah kura-kura.

Referensi:

https://m.detik.com/news/berita/d-4206188/manuver-tommy-soeharto-goyang-jokowi-di-papua

https://m.detik.com/news/berita/4164008/tommy-soeharto-nyaleg-dari-dapil-papua-ini-daftar-penantangnya

Newsweek, edisi 26 Januari 1998

Vriens, Hans (1995). “The grandson also rises,” Asia, Inc ., Maret, hal. 46-51.



trending

Niha Alif
I'm wonder woman. Add me on my twitter @NihayaturR and my ig @niha_alif

Thursday, April 4, 2019

Embracing Diversity-Pesawat dipersonifikasikan sebagai bangsa Indonesia.


Romo..bapa Ibu..ibukkk..
kami membuat video tentang "Embracing Diversity" sangat senang kalau pd mau meluangkan sedikit waktu untuk melihatnya.
Video ini asli bikinan momi2 Kanisius alias CC lho..☺

Dalam video ini 'Departure' bisa kita artikan sebagai kebangkitan kembali /take off menuju kejayaan Bangsa.
Pesawat dipersonifikasikan sebagai bangsa Indonesia.
Yang seiring waktu mengalami berbagai macam rintangan dalam demokrasi pemerintahan dan bencana alam.
Dengan bersatunya anak bangsa dalam persaudaraan, kerukunan didalam kemajemukan yang mengikat kita menjadi satu maka kita semakin kuat, semakin dalam, dan semakin indah menjadi bangsa yang 'berhikmat dan bermartabat' menuju Indonesia yang lebih baik.
Terima kasih
Selamat pagi

Monday, March 25, 2019

JIHAD POLITIK


Denny Siregar

JIHAD POLITIK

Sejak 2014, kegelisahan terjadi pada kelompok fundamentalis saat kepemimpinan Jokowi.

Kelompok fundamentalis berbaju agama ini tersebar diberbagai ormas dengan mengatasnamakan "Islam". Selama ini mereka happy menyebarkan faham radikalnya dengan dana pemerintah berbentuk bantuan sosial atau bansos.

Ada simbiosis mutualisma antara partai penguasa sebelumnya dengan para ormas. Ormas mendapat dana dan perlindungan, partai mendapatkan suara dari mereka. Kerjasama saling menguntungkan ini terjadi sekian lama sehingga kondisi negeri tampak adem dan tenteram, padahal sesungguhnya sakit di dalam.

Dana bantuan sosial kepada ormas ini besarnya bisa mencapai 10 persen dari pendapatan daerah.

Sebagai contoh sebuah provinsi misalnya, dengan pendapatan sekitar 44 triliun pertahun, dana Bansos kepada ormasnya bisa mencapai 4 triliun rupiah. Jadi bisa dibayangkan, pesta pora diantara para ormas yang kemudian diikuti dengan membentuk ormas-ormas baru supaya bisa mendapat bagian.

Begitulah yang terjadi di negeri ini selama sekian tahun lamanya..

Saat Jokowi memimpin, dana Bansos yang nilainya triliunan rupiah itu dihapus dan dialihkan ke program yang langsung berguna bagi masyarakat, seperti Kartu Pintar, Kartu Sehat dan kartu-kartu lainnya.

Inilah yang membuat ormas fundamentalis ini meradang. Mereka yang selama ini memanfaatkan dana Bansos untuk memperluas jaringan mereka, tiba-tiba harus kelaparan. Arus utama kas keuangan mereka hilang.

Para ormas fundamentalis ini kemudian merapat bergabung dengan para mafia dan pengusaha hitam untuk mendapatkan dana dari mereka sekaligus berfungsi sebagai attack dog dan pencuci tangan kotor mereka.

Pada tahun 2017, Jokowi membubarkan Hizbut Thahrir Indonesia dan HTI tiba-tiba menjadi organisasi yang berbahaya. Keputusan Jokowi ini membuat HTI kemudian menjadi musuh utama karena cita-cita mereka untuk mendirikan negara Islam terhambat.

Berbeda dengan ormas agama fundamentalis lainnya, HTI adalah kelompok intelektual. Mereka membangun jaringan kelompoknya melalui dunia pendidikan.

Seiring dengan pembubaran HTI, para anggota senior mereka menyebar ke berbagai ormas fundamental itu dan mengkonsolidasikan mereka dalam satu barisan untuk melawan Jokowi. HTI mengadakan perjanjian dengan oposisi untuk memenangkan mereka supaya mereka bisa kembali eksis. HTI juga mengkoordinasikan dana para pengusaha hitam dan mafia sebagai "dana perjuangan" dengan seruan revolusi.

Bagi HTI dan kelompok fundamentalis berbaju agama itu, Pilpres 2019 ini adalah jihad politik. Itulah kenapa mereka selalu memakai narasi "perang badar", "perang uhud", untuk memompa semangat perlawanan.

Melihat lawan-lawan Jokowi, sudah selayaknya kita harus melihat Pilpres 2019 ini dengan kacamata yang sama dengan mereka, yaitu jihad.

Itulah kenapa Pilpres 2019 ini jauh lebih besar dari pemilihan "siapa Presidennya" tetapi lebih mengarah pada perang ideologi sebenarnya.

Pilpres 2019 adalah titik utama apakah ke depan negeri ini akan berjaya atau hancur berantakan karena kelompok dengan agenda khilafah ingin menguasai pemerintahan..

Seruput kopinya.


SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA

Sunday, December 30, 2018

PRABOWO DAN AGAMA



Posisi saya sebenarnya agama seseorang tidak  menjadi penentu buat saya untuk memilih seseorang untuk menjadi pemimpin. Melihat Prabowo dipersoalkan kemampuannya sholat, membaca Al-Qur’an atau menjadi Imam itu juga saya tidak peduli. Ketika beredar video dan foto Prabowo berjoget ria dalam acara perayaan Natal, saya juga berfikiran “so what?”.

Saya juga tidak heran misalnya ketika melihat video,  seorang Prabowo, yang mengikuti ritual Natal agama Nasrani dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu-lagu rohani, yang nota bene adalah bagian dari ritual agama Kristen, menurut teman saya yg Kristen. Membuat saya bertanya-tanya juga: Prabowo Kristen atau Islam yg ultra moderat?

Tetapi kemudia saya sadar, apa hak saya dan kita semua menghakimi ke Islaman Prabowo? Sama seperti apa hak orang menghakimi ke Islaman saya karena saya tidak pakai jilbab?

Bagi saya, dan saya percaya ini berlaku bagi publik di negara manapun, untuk memilih pemimpin, yang paling penting adalah karakter seseorang. Pemimpin yang baik bagi saya adalah yang jujur, bekerja keras, memberi perhatian detil pada pekerjaannya untuk menjamin kesuksesan, secara “genuine” peduli pada rakyatnya, terutama yang dari kelompok lemah, terbuka,  transparan, sederhana, rendah hati, “acessible” dan mampu menyelesaikan konflik. Yang paling penting dari semua karakter adalah sikap yang demokratis, yang terbuka pada kritikan dan masukan, bergerak dalam koridor hukum, bahkan menghormati oposisi. Agama seharusnya tidak jadi faktor penentu.

Menjadi masalah besar soal agama ini apabila hal itu dijadikan alat untuk meraih kekuasaan. Lebih parah lagi, apabila agama seseorang dimanipulasi sedemikian rupa, seolah-olah Calon Pemimpin itu merupakan simbol dari agama tertentu. Prabowo sudah dan sedang dijadikan simbol agama Islam sejak Pilpres tahun 2014 berlanjut ke Pilgub DKI 2017 sampai sekarang oleh kelompok Ultra kanan dan radikal, yang kita tahu siapa mereka.

Prabowo tahu bahwa dijadikannya dia menjadi seolah-olah simbol Islam adalah kebohongan publik yang luar biasa. Tampilan dia yang tidak bisa baca Al-Qur’an, salam Islam yang dia ucapkan belepotan, yang menyebabkan dia tidak mampu jadi Imam, bukanlah tampilan seorang simbol Islam seperti yang  dimengerti publik. Oleh karena itu dia marah waktu ditanya ulama apakah dia mampu baca Al-Qur’an atau   tidak dan apakah dia mampu jadi Imam dalam sholat berjamaah. Dia marah dan mengatakan bahwa dia bukan santri, dia tidak belajar Islam di pesantren, ada orang yang lebih baik dari dia, apa salahnya orang lain yang jadi Imam sholat? Dia berteriak: Kenapa itu jadi persoalan?

Bagi saya dan bagi publik Indonesia, yang menjadi persoalan seharusnya  bukanlah Prabowo yang tidak bisa baca Al-Qur’an sehingga tidak bisa menjadi Imam, atau mengikuti ritual kebaktian agama Kristen, tetapi kebohongan publik yang Dia ciptakan dengan membiarkannya menjadi simbol Islam dan menuduh lawannya anti Islam. Dia memanipulasi agama untuk memenangkan pertarungan menjadi Presiden.

Persoalan terbesar dari semua cara Prabowo untuk meraih kekuasaan Presiden adalah dengan menghalalkan segala cara. Bahkan dia  menutup mata bahwa cara-cara yang dia pakai  menjadikan bangsa kita terpecah belah, antar umat beragama diadu domba, dan umat sesama agama pun diadu domba. Saya khawatir ramalannya bahwa Indonesia akan punah tahun 2030 justru akan menjadi kenyataan, tapi bukan karena kalau Jokowi kembali menjadi Presiden, tetapi apabila  Prabowo memenangkan Pilpres dengan cara-cara yang dia lakukan sekarang.

Prabowo, yang ultra moderat, barangkali berfikir bahwa suatu saat apabila dia memenangkan pertarungan kursi Presiden, dia akan mampu mengendalikan kelompok ultra kanan yang dia jadikan kenderaan untuk tidak melaksanakan agenda mereka : menjadikan Indonesia sebuah khilafah dan mengganti  dasar-dasar negara kita dan menerapkan syariat agama tertentu. Mana mungkin seorang yang ultra moderat Islam membiarkan hal itu terjadi? Ini yang sekarang berusaha ditampilkan oleh pendukung-pendukungnya dengan mengeluarkan videonya mengikuti perayaan Natal itu untuk meyakinkan publik bahwa dia bukanlah seorang yang ultra kanan.

Seorang aktifis perempuan teman saya yang berada di kubu Prabowo pernah mengatakan bahwa strategi dia adalah  sebaiknya bergabung dengan suatu  kekuatan yang tidak bisa dilawan, lalu kemudian pimpinlah kekuatan itu untuk dikendalikan. Mungkin ini salah satu halusinasi Prabowo yang dia camkan ke pendukung moderatnya, untuk memimpin Indonesia dengan memanfaatkan  kelompok agama ultra kanan itu.

Apakah Prabowo mampu mengendalikan kelompok ultra kanan dan radikal apabila dia menjadi Presiden? Apakah Prabowo yakin, bahwa gerakan yang sedang dia kendarai saat ini akan tunduk pada dia dan tidak akan memindahkan dukungannya kepada seseorang lain, (yang saat ini belum kelihatan),  untuk terus menggulirkan agenda mereka? Apakah tuduhan yang sama kepada Jokowi sekarang sebagai anti Islam dan kriminalisasi ulama tidak akan dikenakan kepada Prabowo apabila dia berusaha mengendalikan kekuatan penghancur NKRI ini?

Bagi saya dan publik Indonesia, jelas bahwa Prabowo adalah seorang Machiavelis, dia tidak malu-malu berbohong, dia tidak segan-segan memanipulasi agama, bahkan mungkin membelakangi imannya sendiri, demi memenangkan pertarungan kekuasaan. Dugaan saya, berdasarkan rekam jejaknya, yang menghalalkan segala cara, dia tidak akan segan-segan melakukan kekerasan termasuk menculik dan menyiksa orang-orang yang kritis, dia akan melakukan cara yang sama yang dilakukan Orde Baru untuk mempertahankan kekuasaan dan melemahkan kekuatan-kekuatan yang melawan dia. Itu adalah gambaran yang hampir pasti terjadi apabila Prabowo menjadi Presiden. Karakternya yang Machiavelis akan menjadi karakter ke Presidenannya.

Jadi, bagi kelas menengah Indonesia, yang saat ini belum menentukan pilihan, pelajari karakter Calon Presiden kita. Jatuhkan pilihan pada seseorang yang sudah terbukti jujur, sederhana, terbuka, aksesibel, demokratis, pekerja keras, mampu memberikan perhatian pada hal-hal detil dan genuinely peduli pada kesejahteraan rakyatnya. Jangan salah pilih, karena kucing sudah diluar karung ...

Jakarta, 29 Des 2018.
Emmy Hafild/sos/par

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (16) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Denny Siregar (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Free Port (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)