Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Anti Korupsi. Show all posts
Showing posts with label Anti Korupsi. Show all posts

Friday, December 18, 2020

Banyak orang mengaku anti komunis atau anti PKI. Namun pada kenyataannya mereka secara tidak sadar menggunakan cara komunis untuk mencapai tujuannya.

Banyak orang mengaku anti komunis atau anti PKI. Namun pada kenyataannya mereka secara tidak sadar menggunakan cara komunis untuk mencapai tujuannya.

Tuesday, September 22, 2020

Ingat tgl 28 Oktober bulan depan ini....batas yg diberikan oleh pemerintah yg sah kpd Cendana dan kroni2nya untuk menyerahkan semua aset/kekayaan/uang rakyat


Dan ingat .tgl 28 Oktober bulan depan ini....batas yg diberikan oleh pemerintah yg sah kpd Cendana dan kroni2 nya untuk menyerahkan semua aset/kekayaan/uang rakyat yg diperoleh secara ilegal 
Bila tidak..akan disita untuk Negara (dan skrng sudah pada diblokir)

Ini juga yg buat mereka semua lagi pada kegerahan  dan juga karena jubir nya (Riziq) yg masih tinggal indekost (dibayarin Tommy terus) di Saudi sudah dibredel oleh pemerintah Saudi agar tidak banyak bicara

PEREMPUAN RAJAWALI TANPA RASA GENTAR

Ahok habis bikin geger lewat kegarangannya soal Pertamina. Tapi ada orang lain yang nyali rajawalinya lebih dahsyat lagi, dan itupun dilakukannya tanpa gegap-gempita.
Dia seorang perempuan rajawali, namanya Sri Mulyani - yang dengan perkasa pernah menghadang pangeran Cendana. Sri mengamankan trilyunan uang negara. Dikutip dari laman resmi Setkab, pemerintah berhasil mengamankan uang negara senilai Rp 1,2 triliun dari rekening TPN yang diblokir di Bank Mandiri.

Sri juga mencegah Bambang Trihatmojo untuk bepergian ke luar negeri terkait piutang negara atas penyelenggaraan SEA Games XIX tahun 1997. Dan Bambang pun menggugatnya ke PTUN.
......
Sri tentunya sadar dengan segenap resiko yang harus dihadapi dengan keberaniannya itu. Namun nampaknya amanah bangsa dan negara lebih membuatnya takut. 

Kita butuh banyak pemimpin yang bukan hanya kompeten - tapi bernyali rajawali seperti Sri - yang mendahulukan amanah dibanding rintangan atau kepentingan apapun. 
Terus terbang Sri, rakyat mendukungmu.
By : HT
https://amp.kontan.co.id/news/begini-kisah-menkeu-sri-mulyani-merampas-rp-12-triliun-dari-tommy-soeharto

Makanya akan ada demo 'mereka' 20 Okt dan Kasad sudah siap sama Kapolri

Wednesday, October 9, 2019

Perjuangan Jokowi Memburu Asset Hasil Korupsi. (Politik dan Hukum)


By Babo EJB

"Mas, tunggu saya di situ. Jangan kemana-mana. Nanti saya jemput", begitu kata Taufiq Kiemas di sambungan telepon internasional saat berbicara dengan Prabowo Subianto. Taufiq menghubungi Prabowo, yang saat itu tengah berada di Jenewa, Swiss.

Di negara itu Prabowo tengah mengalami kesulitan. Dia seorang "stateless", tidak bisa kemana-mana, termasuk keluar dari Swiss, berhubung masa berlaku paspornya, sudah habis. Dia ingin kembali ke Indonesia.

Dengan pesawat jet khusus yang dicarter, Taufiq menjemput Prabowo dan membawanya pulang ke tanah air, lewat Singapura. Di negara tetangga tersebut, Prabowo dibantu oleh Taufiq agar KBRI Singapura mengeluarkan paspor baru bagi bekas menantu Presiden Soeharto ini. Demikian cerita yang disampaikan oleh adik Taufik Kiemas, Santayana.

Selama ini orang tahu bahwa Prabowo setelah dipecat dari Militer dia tinggal di Jordan. Tetapi mengapa dia sampai stateless dan terdampar di Swiss? Menurut cerita bahwa keberadaan Prabowo di Swiss dalam rangka mengurus bisnis nya. Apa itu Swiss? Swiss adalah tempat penyimpanan uang yang tak terlacak aparat hukum. Swiss adalah negara sorga pagi pengemplang pajak dan uang haram. Apakah Prabowo sedang berusaha mencairkan uangnya di Swiss. Saya tidak tahu pasti.  Yang pasti semua tahu bahwa Prabowo itu mantan keluarga Cendana.  Adanya hubungan antara Prabowo dan TK, itu sepertinya cara bijak TK untuk mendapatkan kembali uang hasil korupsi Orba tanpa melalui jalur hukum, yang saat itu sangat dibutuhkan negara untuk mengatasi krisis moneter. Tetapi upaya itu gagal.

Tahun 2015, Jokowi memerintahkan Menteri Keuangan untuk mengusut keberadaan uang hasil korupsi yang ada di Swiss. Tahun 2017, antara Swiss dan Indonesia telah menyepakati Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik (Mutual Legal Assistance Treaty). Upaya loby sampai tercapai kesepakatan ini telah berlangsung dua tahun. Mengapa begitu pentingnya MLA ini? Ya dengan adanya MLA ini akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang ingin menyembunyikan hasil kejahatannya di luar negeri.

Dan sejak adanya MLA itu, BIN, PPATK, Jaksa Agung, Polisi, KPK, Menkeu punya akses untuk mendapatkan data atas siapa saja yang dicurigai punya uang haram yang di simpan di Swiss. Tetapi MLA belum  bisa ditandatangani.

Bulan Februari 2019, draft MLA itu sudah siap ditanda tangani namun tertunda karena tekanan politik yang begitu keras. Kadang berujung kepada aksi demontrasi yang anarkis. Bahkan hasil Pilpres ditolak oleh oposisi lewat aksi demontrasi yang berujung rusuh.

Semua kerusuhan yang ada, tak lain adalah bargain agar Jokowi tidak menanda tangani MLA itu. Tanggal 28 Mey 2019 atau setelah pengumuman Jokowi sebagai pemenang Pilpres, MLA ditandatangani oleh Menkumham, Yasonna Hamonangan Laoly, dan Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter di Bern. The mission accomplished. Perjuangan lima tahun yang melelahkan dari team Jokowi. Membuahkan hasil.

Dan setelah itu, sampai kini selalu ada saja agenda untuk membuat situasi kacau. Semua karena uang, dan tentu banyak yang siap jadi kayu bakar untuk itu. Tujuannya tentu agar Jokowi jatuh dan MLA dibatalkan.

Itu sebab saya tidak pernah ragu berada bersama Jokowi. Korupsi menjadi sulit diberantas karena saluran uang korupsi ke luar negeri terbuka lebar. Dan kalau sudah di luar negeri tidak bisa di akses pemerintah. Tetapi dengan adanya MLA ini, semua uang hasil korupsi sangat mudah diakses dan direbut kembali dan sekaligus sebagai upaya mencegah korupsi terjadi lagi secara sistematis.

-------------------------------------------------------
Strategi Wahabi HTI
Strategi Wahabi HTI dlm berdakwah memilih 6 bidang profesi. Kalau diamati di sekelilingnya pasti diantara 6 profesi ini yang awal berpaham khilafah.
1. Tokoh masyarakat/artis.
2. Akademisi dan guru.
3. Pengusaha.
4. Medis dan apoteker.
5. Hukum.
6. Enginering/ahli bidang IT.

 Hal ini ternyata supaya mereka susah dideteksi setiap cabang untuk membuat organisasi baru. Sesuai bidangnya masing2. Yang pejabat membuat pengajian para pejabat, yang guru membuat pengajian guru2, yg dosen membuat pengajian di kampus dengan memengaruhi mahasiswa, yg pengusaha membuat usaha MLM, produk2, (semua pasti ada embel2nya agama), yang medis membuat layanan chek kesehatan gratis dan ambulan gratis, yang hukum memelintir dan mencari mudahnya bagaimana menyisipkan paham khilafah d dalamnya, yang enginering bagaimana menciptakan suatu alat yang bisa mempermudah agenda mereka, yang ahli bidang IT bagimana menyiapkan konten2 untuk disebar di website, youtube, instangram, twitter, WA, dll.. Semua strategi digunakan. Untuk itu kiita harus paham pola pergerakan mereka.



--------------------------------------------


Copas dari kampoeng sebelah ...
Utk jadi bahan renungan ...

DARIPADA BERMUSUHAN LEBIH BAIK KITA TIDAK BERTEMAN #1

Namanya Akhmad. Dia adalah Jokower sejati. Menurut dia, Jokowi adalah orang hebat yang telah dikirimkan Tuhan untuk membangun negeri ini. Saya suka geli sendiri melihat betapa fanatiknya Akhmad pada mantan Walikota Solo tersebut. Semua postingannya di Facebook hampir semuanya tentang Jokowi. Bahkan dia telah mencuri start untuk mengampanyekan Jokowi agar terpilih 2 periode di pemilu 2019.

Mengetahui bahwa saya juga pendukung Jokowi, Akhmad seneng banget. Dia sering ngirim WA tentang kebijakan-kebijakan Presiden kita ini; bagaimana Jokowi mendahulukan sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Berita-berita tentang Jokowi membangun infrastruktur di Indonesia Timur saya peroleh lengkap dari Akhmad. Hehehehe…

Sampai suatu hari dia tiba-tiba menghilang. Dia berhenti memposting broadcast tentang Jokowi bahkan boleh dibilang dia gak pernah posting apapun lagi. Penasaran yang membukit membuat saya gatel dan mengirim WA ke dia, bunyinya singkat saja, “Apa kabar, Mad?”

Dan tau gak apa jawabnya? Akhmad membalas WA saya panjang banget. Isinya pun diluar dugaan saya. Begini isi WA-nya:

“Terima kasih, Bud. Lo orang yang baik hati mau menanyakan kabar gue. Semoga lo juga mau untuk bergandengan tangan sama gue untuk berjuang. Kita harus bergerak, Bud. Kita harus berjuang menyelamatkan negeri ini.

Jokowi adalah orang yang haus kekuasaan. Dia sampe menghalalkan segala cara demi menduduki jabatan sebagai pemimpin negeri ini. Dia bahkan mau menjual negara ini ke tangan China. Dia antek aseng, dia PKI. Dan itu masih belum seberapa. Yang palng bikin gue sakit hati, hanya untuk kekuasaan, Jokowi begitu sampai hati memusuhi umat islam.

Sekali lagi kita harus berjuang, Bud. Jangan sampe negeri ini terjajah oleh China. Kita harus gagalkan niat Jokowi untuk menjadi presiden kedua kalinya. Apapun harus kita lakukan! Kita jihad, Bud. Nyawa pun akan gue korbankan untuk melawan musuh islam. Takbiiir!!!! Allahu Akbar!!!

#2019GantiPresiden

Sumpah, saya kaget banget membaca messagenya. Kok tiba-tiba anak ini bisa berubah 180 drajat? Apa yang terjadi dengan Akhmad? Karena penasaran akhirnya saya ajak Akhmad untuk ngopi bareng di sebuah coffee shop di Citos.

“Kok lo mendadak bisa berubah begitu, Mad? Bukannya selama ini lo Jokower?” tanya saya sambil menghirup Hot Cappucinno kesukaan saya.

“Kita selama ini tertipu, Bud. Jokowi itu ternyata serigala berbulu domba,” jawab Akhmad.

“Berbulu domba gimana?” tanya saya kebingungan.

“Selama ini Jokowi cuma pencitraan doang, Bud. Dia berlagak sederhana, berlagak mencintai rakyat, berlagak membangun infrastruktur untuk kesejahteraan rakyat.”

“Membangun infrastruktur kok bisa belagak?” Makin puyeng nih kepala gue.

“Sebetulnya dia pengen ngejual negeri ini ke China, Bud. Semua proyek yang dia bangun semua dikasih ke kontraktor China. Dari perusahaan sampe tenaga buruhnya didatangkan dari China. Emang lo gak tau udah jutaan buruh China menyerbu negeri kita? Padahal rakyat butuh lapangan kerja.”

“Heh? Lo jangan fitnah, Mad. Gue juga denger semua berita itu tapi semuanya datang dari media abal-abal. Dan berita itu semuanya hoax!” kata saya agak keras.

“Hoax gimana? Semua ada datanya. Dan lo tau gak kenapa Jokowi mau ngejual negeri ini ke China?”

“Kenapa?”

“Karena dia keturunan PKI. Lo tau kan China itu negara komunis.” Akhmad bicara sambil berteriak keras sehingga tamu-tamu lain menengok ke arah meja kami.

“Ngaco, lo!!!” kata saya.

“Lo yang ngaco!” bentak Akhmad dengan suara garang! “Gue bersyukur banget akhirnya bisa mengetahui belangnya Jokowi. Dia itu antek Aseng! Bahkan untuk ngejual negeri ini pun dia tega-teganya sampa memusuhi Islam. Sadar, Bud. Sadaaaar!!!”

Suasana mendadak jadi panas. Kami berdebat dengan hebatnya tapi Akhmad justru emosinya semakin tinggi. Saya heran bukan main. Selama ini Akhmad selalu bersikap lemah lembut pada saya. Dia adalah orang yang sangat sabar. Biasanya dia mau ngedengerin pendapat orang lain. Tapi kali ini dia bersikap sangat garang sepertinya siap mengajak berkelahi.

Saya berusaha mendebat Akhmad dengan data-data yang saya peroleh dari media mainstream namun Akhmad semakin murka.

“Goblok! Manusia goblok! Lo gak sadar selama ini diboongin sama Jokowi?” Dia memaki saya dengan kata kasar yang belum pernah sekalipun dia lontarkan ke saya.

“Mad, lo jangan kasar, ya, ngomong sama gue! Jangan bikin gue marah.” Saya memperingatkan.

“Lo yang bikin gue marah! Goblok boleh tapi jangan diborong semua. Insyaf, Bud! Insyaf!”

Saking murka saya berdiri dan mencengkram kerah baju Akhmad dengan tangan kiri sementara tangan kanan siap memukul karena gak tahan dihina seperti itu. Akhmad diam tidak bergerak tapi parasnya juga tidak menunjukkan rasa takut. Dia melotot ke arah saya tanpa mengucap sepatah kata.

Saya masih memegang kerah baju Akhmad. Orang-orang di kafe semua menatap kami dan berharap ada drama yang terjadi di antara kami. Saya mengambil napas berkali-kali untuk meredakan amarah yang bergolak di dada. Alhamdulillah saya berhasil menahan diri untuk tidak nonjok mukanya.

Saya lepaskan Akhmad hingga terduduk kembali di bangkunya. Dengan perasaan gondok saya berjalan ke kasir dan membayar bill kami berdua. Sebelum pergi, saya menghampiri Akhmad yang masih duduk memandang saya dengan pandangan aneh.

“Gue cabut dulu, Mad. Gue gak tau apa yang terjadi tapi lo udah jadi orang aneh sekarang.”

“Gue dapet hidayah, Bud. Dan gue mau membimbing elo ke jalan Surga tapi lo malah marah ke gue. Jadi sebenernya yang aneh itu siapa?”

“Dapet hidayah? Jangan-jangan lo juga percaya, ya, kalo bumi itu datar,” tanya saya.

“Memang bumi itu datar. Lo kira bumi itu bulat? Dasar thogut!”

“Hah??? Mad, dari mana lo dapet info bumi itu datar?”

“Al-Hijr ayat 19. ‘Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.’”

Kembali saya terpaku mendengar omongannya Akhmad.

“Surat Al-Baqarah 22: Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap…’” kata Akhmad lagi.

Saya shock mendengar omongan temen saya ini. Dia sarjana S1 dan salah satu lulusan terbaik di kampusnya dulu tapi bisa punya pendapat seperti itu.

“Surat Qaaf 7: Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata…”

“Mad, dengerin omongan gue…”selak saya tapi Akhmad masih mengoceh terus.

“Surat An-Naba’ ayat 6-7, Surat Al Gasyiah ayat 20. Semua mengatakan telah kuhamparkan bumi. Hampar itu seumpama sejadah jadi pasti datar. Kalo lo masih ngotot mengatakan bumi itu bulat berarti lo emang thogut.”

“Mad, tafsir itu cuma dipake untuk sesuatu yang belum diketahui. Karena belom diketahui makanya manusia menafsirkan. Jaman sekarang udah ada foto-foto dan video sebagai bukti otentik bahwa bumi itu bulat.

“Dari mana lo tau foto-foto itu? Dari NASA?”

“Ya, banyak! Nasa cuma salah satunya aja.”

“Terus lo percaya sama omongan orang kafir? Lo seharusnya lebih percaya sama Allah daripada orang kafir.”

“Eh, Mad, gue percaya 100% sama Allah. Yang gue gak percaya itu elo. Bumi kok datar? Waktu acara pembagian otak dari Tuhan lo gak hadir, ya?” kata saya mulai emosi lagi.

“Kalo percaya sama orang kafir maka lo juga kafir. Kalo lo sebagai kafir tapi masih mengharapkan surga berarti lo munafik!!! Thogut!!!”

Nyerah, deh, gue. Daripada saya tonjok beneran akhirnya saya pergi meninggalkan Akhmad. Sewaktu melangkah menjauh masih terdengar suaranya berteriak dengan lantang.

“Orang kafir dan munafik kayak elo tempatnya di neraka, Bud. Allah menawarkan surga dengan 70 bidadarinya yang senantiasa perawan untuk melayani elo malah lo tolak. Dasar kafir!!!!”

Saya berjalan terus ke arah area parkir sambil menulikan telinga tapi suara Akhmad sayup-sayup masih terdengar.

“Kalo masih mendukung Jokowi, lebih baik kita gak usah berteman lagi. Gue gak mau berteman dengan musuh islam! Daripada bermusuhan lebih baik kita tidak berteman!” kata Akhmad lagi.

Sehabis pertemuan itu, saya baru menyadari ternyata bukan cuma Akhmad tapi ada banyak temen-temen saya yang berubah seperti Akhmad. Sebenernya saya gak masalah mempunyai temen yang berbeda pilihan politik. Yang saya heran adalah kenapa orang yang awalnya mendukung Jokowi sekonyong-konyong pindah haluan dan berbalik membencinya setengah mati.

Anehnya, karakter orang tersebut juga berubah menjadi pemarah. Mereka sulit sekali diajak berdebat dengan kepala dingin. Mereka rata-rata bersikap sebagai pemegang kebenaran. Mereka gak pernah peduli pada data, pokoknya apa yang mereka yakini adalah yang paling benar. Semua yang tidak sehaluan langsung dituduh kafir, munafik dan musuh islam.

DARIPADA BERMUSUHAN LEBIH BAIK KITA TIDAK BERTEMAN #2

Peristiwa dengan Akhmad membuat saya merasa perlu berkonsultasi dengan kawan lama saya Bagus. Dia adalah kawan sesama pecinta alam yang sekarang bekerja sebagai psikolog. Bagus juga seorang konsultan politik sehingga dia banyak tau seluk-beluk seputar kegilaan pilpres ini.

Di ruang meeting kantornya kami berdua berdiskusi soal politik. Panjang lebar saya bercerita pada Bagus pengalaman saya bersama Akhmad beberapa waktu yang lalu.

“Lo pernah denger istilah Reptilian Brain?” tanya Bagus setelah saya menyelesaikan cerita.

“Reptilian brain? Apa itu?”

“Ada orang yang bernama Paul D. MacLean. Dia seorang physician and neuroscientist yang memperkenalkan teori triune dalam otak manusia.”

“Triune?”

“Triune itu sendiri artinya three in one.”

“Sebentar-sebentar. Coba lo terangin ke gue seakan-akan gue anak SD,” protes saya.

“Menurut teori ini, otak manusia sebenarnya terdiri dari tiga bagian. Otak reptil, otak mamalia dan neo cortex atau biasa disebut dengan human brain.”

“Buset! Kok makin susah aja ngertinya.”

“Kalo kita mengikuti teori evolusi, otak reptil ini adalah jenis otak yang pertama kali dimiliki oleh manusia purba."

"OK. Terusin cerita lo."

"Otak reptil tidak berbeda dengan binatang. Jadi manusia kala itu bertindak tanpa mikir alias hanya mengandalkan insting. Dengan kata lain, dahulu kita adalah binatang berbentuk manusia karena kita belum memiliki human brain.”

Saya makin kebingungan mendengar penjelasan Bagus.

“Otak reptil sifatnya untuk survive. Tindakannya hanya pada wilayah: Fight, flight, food, fuck. Agar gampang diingat, orang biasa menyebutnya 4F.”

“Okay, lalu?”

“Fight dan flight itu adalah situasi ketika kita dihadapkan terhadap ketakutan (fear). Ketika berhadapan dengan ketakutan, insting kita akan mempunyai dua pilihan; apakah melawan (fight) atau melarikan diri (flight)."

Bagus behenti sejenak untuk menunggu reaksi saya tapi saya memutuskan untuk menunggu kelanjutan omongannya.

“Sementara Food adalah naluri untuk mempertahankan hidup karena semua makhluk hidup perlu makan. Dan fuck adalah naluri mencari pelampiasan ketika libido menyerang dan menuntut kepuasan seksual. Semua insting spontanitas ini dikendalikan reptilian brain.”

Saya berusaha untuk fokus pada cerita Bagus yang amat sulit dipahami.

“Inget gak lo, waktu SD, kita diajarkan oleh guru bahwa gerak refleks adalah gerakan otomatis yang tidak diperintah oleh otak.”

“Iya, inget.”

“Nah, sebenarnya yang mengatur gerak refleks tersebut adalah otak reptil. Otak reptil bertugas mengatur gerak refleks dan keseimbangan koordinasi pada tubuh manusia. Ketika bahaya mengancam dengan tiba-tiba, otak reptil inilah yang memberi komando untuk bereaksi.”

“Oh, gue ngerti sekarang. Tapi apa hubungannya dengan peristiwa yang mengubah Akhmad?”

“Lo pernah denger teori Firehose of Falsehood?” tanya Bagus lagi.

“Ya, taulah. Itu kan strategi yang dipake sama Donald Trump ketika mengalahkan Hillary Clinton saat pemilu di Amerika, kan?”

“Betul. Lo tau bagaimana cara Trump menggunakan strategi itu?”

“Kalo gak salah dia mengimplementasikan teorinya Hitler yang pernah mengatakan bahwa kebohongan yang dilakukan secara terus menerus, lama kelamaan akan menjelma menjadi sebuah kebenaran.”

“Tepat sekali. Di Amerika kebohongan Trump sering disebut dengan fake news. Dan kebohongan itu sengaja didesain untuk menciptakan ‘FEAR’ pada masyarakat Amerika.”

“Ah, iya betul. Bagian itu gue setuju.”

“Trump menggunakan isu agama dengan mengatakan bahwa Islam itu teroris. Dia juga menggunakan isu ras dengan mengatakan bahwa pengungsi itu berbahaya makanya dia akan membangun tembok besar di perbatasan Mexico.”

“Lo kok pinter banget, Gus? Iya gue pernah baca itu semua.”

“Trump juga bilang bahwa tenaga asing akan merebut lapangan kerja di Amerika. Dia juga menakuti-nakuti rakyatnya bahwa negara China sangat membahayakan perekonomian negeri adidaya tersebut.”

“Terus apa hubungannya semua itu dengan topik kita?” tanya saya kebingungan.

“Trump menciptakan ‘fear’ yang luar biasa. Dan sasaran semua kebohongan itu ditujukan langsung ke otak reptil rakyatnya.”

"Oh? Jadi otak reptil kita masih ada?"

"Masih. Otak reptil itu yang diserang secara terus menerus tanpa jeda sehingga human brain gak sempet bekerja. Mereka gak sempet meggunakan logika."

"Kenapa Akhmad jadi pemarah?

"Karena reptilian brain itu otak binatang. Mereka lagi diserang 'FEAR' makanya naluri binatangnya berusaha melawan dan mempertahankan diri."

"Akmad sarjana, loh. Kok bisa-bisanya percaya bumi itu datar?"

“Mau S1 atau S3 gak ada bedanya. Mereka gak bisa berpikir dengan logika. Karena otak reptil yang diberondong dengan fake news tidak sempat masuk ke human brain.”

“Oh ya? Lalu apa yang terjadi?”

“Karena ditembakkan terus menerus dengan berita bohong, fake news tersebut langsung masuk ke subconscious mind dan menjelma menjadi believe system.”

“Gila! Padahal kalo udah masuk ke believe system susah banget disembuhkan, ya?”

“Susah banget. Korbannya sudah seperti di-brainswashed. Mereka akan kebal terhadap data dan fakta.”

“Maksudnya?”

“Kita gak bisa berdebat dengan orang semacam itu, Mereka gak percaya pada data dan fakta. Fake news yang telah masuk ke Believe system perlu diterapi secara khusus untuk menyembuhkannya.”

“Wuiiih! Mengerikan banget, ya?”

“Sangat mengerikan. Makanya Scott Pelley, seorang jurnalis Amerika, pernah mengatakan ‘I believe the fastest way to destroy democracy is to poison the information.’”

“Siapa lagi itu Scott Pelley?”

“Scott Pelley itu news anchor di Televisi CBS News."

Selesai meeting dengan Bagus, saya kembali kekantor di Jalan Fatmawati. Pemilu kali ini bener-bener gak masuk akal. Entah berapa banyak saya kehilangan teman cuma gara-gara pilpres. Gak ilmiah banget! Kesel saya!

Tapi, ya, sudahlah. Gapapa kok kehilangan teman. Ada bagian dari omongan Akhmad yang saya sangat setuju. Daripada bermusuhan lebih baik kita tidak berteman.

Budiman Hakim










Sunday, October 14, 2018

Membantai Para Mafia Penggerogot Uang Rakyat mulai dari Pungli Kecil2an hingga Mafia Minyak, Beras, Ikan dll.



*SEBAR+VIRALKAN!!!

Sampaikan kepada sedikitnya 2 Keluarga, atau 10 orang lain! Sebagai "Target Harian" kita men-sosialisasikan bahwa Kita Bangga dengan Pemimpin yang :

1. Membantai Para Mafia Penggerogot Uang Rakyat mulai dari Pungli Kecil2an hingga Mafia Minyak, Beras, Ikan dll.
TERBUKTI!!!

2. Membangun Infrastruktur Menuju Indonesia Maju.
TERBUKTI!!!

3. Sangat Mencintai dan Menghormati Rakyatnya.
TERBUKTI!!!

4. Tidak Korupsi. TERBUKTI!!!

5. Membagikan Jutaan Sertifikat Tanah kepada Rakyatnya.
TERBUKTI!!!

6. Keluarganya Tidak Memanfaatkan Fasilitas Negara.
TERBUKTI!!!

7. Membangun Perbatasan Negara Demi Harga Diri Bangsa.
TERBUKTI!!!

8. Disegani Para Pemimpin Dunia. TERBUKTI!!!

9. Merancang Indonesia Menuju Negara No 5 Dunia di 2030. TERBUKTI!!!

10. Menghormati Para Ulama serta Pemimpin Agama. TERBUKTI!!!

11. Membangun Bandara International Jawa Barat
TERBUKTI!!!

Kalau kemarin belum men-sosialisasikan ... JANGAN LUPA HARI INI, Sebar + Viralkan !!!

Jadilah duta duta #Jokowi2Periode dimana pun ... siapa pun ... sampai Rakyat faham, Masyarakat faham ... bahwa Presiden Jokowi adalah yang terbaik.

Dapat dimulai dari Keluarga kita - Teman kita - Tetangga kita - Rekan Kerja kita - dan seterusnya ...

Dirumah - Di-Tempat Kerja - atau bahkan di Warung2 saat kita bersantai.

"BERI KEPERCAYAAN JOKOWI MELANJUTKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG SUDAH DIMULAINYA. BERI KESEMPATAN 5 TAHUN LAGI UNTUK MEMBAWA INDONESIA MENUJU NEGARA MAJU"

"APA YANG SUDAH DIMULAI JOKOWI, BIARKAN JOKOWI YANG SELESAIKAN"

Saya sudah menyebarkan ...Bagaimana dengan Anda?

SEBAR+VIRALKAN!!!
TERBUKTI!!!

2. Membangun Infrastruktur Menuju Indonesia Maju.
TERBUKTI!!!

3. Sangat Mencintai dan Menghormati Rakyatnya.
TERBUKTI!!!

4. Tidak Korupsi. TERBUKTI!!!

5. Membagikan Jutaan Sertifikat Tanah kepada Rakyatnya.
TERBUKTI!!!

6. Keluarganya Tidak Memanfaatkan Fasilitas Negara.
TERBUKTI!!!

7. Membangun Perbatasan Negara Demi Harga Diri Bangsa.
TERBUKTI!!!

8. Disegani Para Pemimpin Dunia. TERBUKTI!!!

9. Merancang Indonesia Menuju Negara No 5 Dunia di 2030. TERBUKTI!!!

10. Menghormati Para Ulama serta Pemimpin Agama. TERBUKTI!!!

11. Membangun Bandara International Jawa Barat
TERBUKTI!!!

Kalau kemarin belum men-sosialisasikan ... JANGAN LUPA HARI INI, Sebar + Viralkan !!!

Jadilah duta duta #Jokowi2Periode dimana pun ... siapa pun ... sampai Rakyat faham, Masyarakat faham ... bahwa Presiden Jokowi adalah yang terbaik.

Dapat dimulai dari Keluarga kita - Teman kita - Tetangga kita - Rekan Kerja kita - dan seterusnya ...

Dirumah - Di-Tempat Kerja - atau bahkan di Warung2 saat kita bersantai.

"BERI KEPERCAYAAN JOKOWI MELANJUTKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG SUDAH DIMULAINYA. BERI KESEMPATAN 5 TAHUN LAGI UNTUK MEMBAWA INDONESIA MENUJU NEGARA MAJU"

"APA YANG SUDAH DIMULAI JOKOWI, BIARKAN JOKOWI YANG SELESAIKAN"

Saya sudah menyebarkan ...Bagaimana dengan Anda?

SEBAR+VIRALKAN!!!

Friday, September 21, 2018

"PEMECAH BELAH NKRI DUA KALI GAGAL KUDETA, KENAPA ? INI PENJELASAN MENKO MARITIM LUHUT BINSAR PANJAITAN."



"PEMECAH BELAH NKRI DUA KALI GAGAL KUDETA, KENAPA ?
INI PENJELASAN MENKO MARITIM LUHUT BINSAR PANJAITAN."

Pada kesempatan ini ijinkan saya menjelaskan apa yang sedang terjadi di pemerintahan. Saya berharap penjelasan ini paling tidak dapat memberikan sedikit gambaran menjelang Pilpres 2019.

Saya membaca banyak komentar di fb ini, baik yang positif maupun negatif bahkan menghujat Presiden dan pemerintahan sekarang. Tentu semua komentar miring merupakan pelanggaran hukum yang akan ditindak lanjuti sesuai hukum yg berlaku di NKRI.
Berbagai macam gangguan stabilitas nasional selalu diluncurkan, upaya-upaya mengganggu ketertiban dan keamanan mereka lakukan dan tampaknya sudah tidak sabar lagi untuk muncul ke permukaan dan menggulingkan pemerintahan Joko Widodo sah secara konstitusional.

Golongan sakit hati ini merencanakan makar, tak tanggung-tanggung pihak ini rela merogoh kantong lebih dalam untuk suplai dana lebih besar agar Aksi pura-pura damai bisa sukses menggulingkan pemerintahan saat ini.

✔ADA 3 tiga KELOMPOK* yang sangat ingin menggulingkan b Joko Widodo, adapun pihak-pihak tersebut adalah:

❌. Pihak-Pihak yang "Kekeringan" tidak bisa Korupsi*
Korupsi adalah budaya elit yang mendapatkan kedudukan bukan rahasia lagi, bukti korupsi membudaya di berbagai lini di negara ini dibuktikan dengan banyaknya para koruptor yang ditangkap oleh KPK mulai dari kelas teri sampai kelas kakap.
Para koruptor yang rela beinvestasi besar-besaran untuk mendapatkan kursi jabatan di negeri ini, investasi besar-besaran mereka terancam gagal balik modal karena pemerintahan Joko Widodo sangat ketat dalam penggunaan dan pegawasan anggaran. Paceklik berjamaah dialami oleh kelompok ini karena aksi-aksi Jokowi menutup yang bocor, bocor dan sangat efektif untuk membuat para tikus kelaparan.

❌. Orang-Orang yang Ingin membajak NKRI berdasarkan Agama*
Radikalisme dan separatisme dengan alasan agama bukanlah hal baru di negeri ini, bahkan pentolan kelompok ini berani lantang tidak mengakui Pancasila yag merupakan dasar dari Negara ini.
Kelompok radikal ini sudah menunjukkan upaya-upaya mereka untuk menguasai negara ini dan membuat negara ini sesuai dengan paham mereka anut, kelompok ingin sukses menguasai negara ini seperti apa yang dilakukan oleh kelompok sejenis kelompok ini yang sukses menggulingkan pemerintahan seperti Mesir dan Turki.

❌. Pihak-Pihak yang takut terjerat Hukum*
seperti kita ketahui, pemerintah Jokowi melakukan bersih-bersih sembari menggencarkan pembangunan di Negara ini, dalam upaya bersih-bersih tersebut banyak orang-orang yang merasa terancam akan terjerat hukum karena mereka sudah berbuat jahat di masa lalu, mereka yang dengan rakus menghisap dana negara dengan berbagai trik untuk menumpuk kekayaan.
Manuver Jokowi membuat pihak-pihak berdosa tersebut ketar-ketir, mereka membangun koalisi jahat dan rela memberikan suplai dana besar-besaran untuk berdemo  menggulingkan pemerintahan Jokowi, hanya dengan menggulingkan Jokowi-lah yang dapat menyelamatkan mereka dari jerat-jerat hukum rapat yang dibangun Joko Widodo.
Menggulingkan Jokowi adalah pertaruhan besar oleh kelompok ini, hanya ada dua pilihan Jokowi tumbang atau mereka yang tumbang.

Kelompok-kelompok diatas memiliki satu tujuan utama dan mendesak yaitu menggulingkan presiden Joko Widodo, kesamaan misi ini membuat ketiga kelompok tersebut bahu membahu agar target mereka tercapai.

Membangun Konflik SARA,
berikut bukti bahwa ada kelompok yang membangun opini negatif dan menancapkan kebencian terhadap Etnis, Suku, golongan dan Agama di dunia maya banyak website yang mungkin jumlahnya menyampai angka ribuan untuk menghembus propaganda adu domba memecah belah masyarakat.

Gambar serta video adalah bukti kecil ada gerakan dan upaya yang sangat masif dan dikerjakan dengan sangat terstruktur, berita-berita hoax yang membawa rasis dan sara  adalah faka nyata yang terjadi, upaya-upaya busuk tersebut terkonfirmasi dengan adanya propaganda anti Cina yang diluncurkan dengan coretan-coretan di berbagai sosial media menjelang Aksi demo. 
Pergerakan menyebarkan propaganda ini disebarkan di berbagai sosial media, bahkan banyak anggota TNI aktif sempat termakan isu penggantian Panglima ini, kekecewaan terhadap presiden terbentuk di internal TNI, kekecewaan terhadap presiden sempat diungkapkan oleh beberapa anggota TNI pada akun sosial media Facebook.

Aksi-aksi adu domba ini sudah tercium oleh Panglima TNI, sang Panglima sadar banyak masyarakat sudah termakan propaganda-propaganda ini, ulasan ini adalah untuk membuka mata kita bahwa negara ini sedang di pecah belah oleh orang-orang dan kelompok-kelompok yang ingin mencapai keinginan mereka

Silahkan Sharing tulisan ini pada akun Sosial Media Anda, tunjukkan pada si pemecah belah bangsa ini bahwa kita ada dan tidak akan kalah dengan propaganda. 

"NKRI HARGA MATI"

Friday, July 6, 2018

ONE DAY IN YOUR HEART



SEBAR+VIRALKAN!!!
ONE DAY IN YOUR HEART🙏👍

Di suatu pagi, seorang Walikota sedang menyapu sendiri ruang kantornya.
 Ini dilakukan karena tukang sapu yg biasa mengerjakannya belum hadir.

Tidak lama tukang sapu itu datang tergopoh2, wajahnya pucat, terbayang di benaknya sang Walikota akan marah dan memecatnya.

Namun dengan santai Walikota menanyakan alasan kenapa tukang sapu terlambat.

Si tukang sapu berkata kalau anaknya sudah 5 hari ini sakit.
Sang Walikota memberikan peralatan kerja dan tukang sapu itu pun melanjutkan pekerjaan menyapu yg tadi sempat dilakukan Pak Wali.

Pak Walikota langsung memanggil ajudan beserta sopirnya.
Tanpa diketahui tukang sapu, mereka pergi menuju ke rumah si Tukang Sapu untuk melihat anaknya yg dikabarkan sakit.

Pak Wali membopong anak itu ke mobil. Dengan ditemani supir mereka berdua langsung pergi ke Rumah Sakit sementara sang ajudan diperintahkan untuk kembali ke balaikota untuk menyampaikan ke tukang sapu kalau anaknya dibawa ke rumah sakit supaya nanti tidak kebingungan mencari.

Di Rumah Sakit, semua berjalan biasa, justru di Balaikota lah terjadi kehebohan.
Sang ajudan yang memberi kabar pada tukang sapu harus kerepotan membopong tukang sapu karena pingsan mendengar sang  Walikota sendiri yg membopong anaknya ke rmh sakit.

Tahu kah anda?
Kapan kejadiannya?
Di mana?
Siapa walikota nya?

Jawabannya :
Sekitar th 2008
Di Solo
Walikotanya :
Ir Joko Widodo

SUSAH EMANG JADI GUBERNUR GANTIIN AHOK



SUSAH EMANG JADI GUBERNUR GANTIIN AHOK.. 🤗

Jadi Gubernur gantiin Ahok itu emang susah..
Seperti habis nonton serunya konser musik Metallica dengan gemerlapnya lighting dan dentuman sound system kapasitas besar ditambah performance dan skill musik yang mengagumkan...
Habis itu jongkok di konser dangdut kampung sebelah dengan penyanyi wanita tiga orang yang dandanannya diseksi2kan karena suara pas2an dengan MC yang selalu teriak, "Kita sambuuuttttt orkes melayuuu... Soodetaaa.." Toenggg ! Senar gitarnya putus..
Dari karya aja sudah jauh beda..
Ahok berhasil membangun simpang susun Semanggi yang megah dengan dana 360 milyar rupiah, tanpa keluar uang sepersenpun. Bayangkan..
Dia cukup meminta sebuah perusahaan asing membayar kompensasi atas kelebihan ruang bangunannya bukan dalam bentuk uang, tapi bentuk jalan. Supaya warga Jakarta bisa menikmatinya.
Padahal kalau Ahok mau ngantongin uang itu sendiri, wah bisa kaya gumaya dia. Paling disisain dikit buat ormas yang kelaparan supaya mereka diam. "Berisik aja lu, pake demo2 segala. Noh duit, mingkem !!"
Ormas senyum lebar, "Makasih koh, ente baek sekali. Ente otomatis masuk surga dengan ijin ana.." kipas2 duit.
Lha, yang gantiin ini sibuk dengan segala ide dan cara bagaimana menghabiskan uang rakyat kalau bisa. "Supaya anggaran terserap.." Katanya. Kayak pembalut aja menyerap..
Walhasil, jadilah "MahaKarya" berupa pohon plastik dengan nilai fantastis 8 miliar rupiah dan gak jadi dipasang karena, "Malu ma warga.."
Malu sih malu, tapi 8 miliar rupiah terlanjur keluar sia-sia untuk sesuatu yang gunanya aja gak ada. "Supaya Jakarta cantik.." Katanya.
Kalau hanya ingin kota cantik, kenapa gak masing2 gedung di Jakarta disuruh menghias halaman depannya dengan lampu warna-warni ? Kan jadi tidak keluar biaya ?
Disitulah bedanya pemain "kelas yang mendapat pengakuan Internasional" dan pemain "kelas yang jalan-jalan mencari pengakuan Internasional"..
Ibaratnya kalau nonton kerja Ahok, kita seperti disuguhkan film Hollywood kelas A dengan judul "Titanic" di bioskop megah dan AC yang sangat dingin.
Habis itu nonton film di bioskop kecil dengan tiket seharga 7 ribu plus autan supaya gak digigit nyamuk dengan judul film "Guna guna istri muda..."
Pas lagi nonton di belakang ada yang nyolek, "mau jurus bangau atau jurus lintah ? Kalau bangau cukup tangan aja, kalau lintah pake lidah.."
Jiahhhhh....

Denny Siregar

Hope?

Mungkin kamu bahagia waktu kepemimpinan DKI berganti. Jakarta akan lebih tertata bersih indah islami. Gubernurnya seiman membanggakan. Transparansi anggaran dan pembangunan meningkat. Warga lebih mendapat pelayanan maksimal dari aparat. Akhlak sang pemimpin menjadi cermin, teladan mulia bagi siapa saja.

Waktu pun bergulir... Dan banyak orang mulai berfikir. Dimanakah hubungan kampanye tentang pahala dan dosa dalam sebuah pilkada? Kini saat secawan anggur direguk yang terpilih di kursi empuk, para pemilih bertanya2 angin surga yang mana yang bisa nyata hembusannya. Ketika harapan jadi kebalikan, barulah terasa semua ada palsu2nya...

👉Anggaran DPRD DKI naik 10 kali: 
zaman Ahok Rp 8,8 milyar menjadi ➡Rp 107,7 milyar. 
👉Reses DPRD:  
Masa Ahok Rp 34,96 miliar sekarang ➡Rp 69,3 miliar. 
👉Pembahasan Pansus dan Lainnya: 
Masa Ahok Rp 2,29 miliar, kini ➡Rp 29,25 miliar.    
👉Pembahasan Banggar : 
Rp 4,23 miliar menjadi ➡Rp 16,2 miliar. 
👉Bamus : 
Masa Ahok Rp 3,64 miliar, menjadi ➡Rp 15,24 miliar. 
👉Pengelolaan website DPRD: 
Zaman Ahok Rp 31 juta , kini ➡Rp 571 juta.

Setelah membaca data ini, kita melihat sesuatu... melambung jauh, terbang tinggi bersama mimpi. Terlelap dalam lautan emosi... (knp Anggun C. Sasmi resmi pindah kewarganegaraan? Mungkin dia illfeel menemukan sendiri apa yang semula cuma dalam nyanyian)😂

Inilah tanda2 bagi orang yang berakal. Org Jkt mesti baca, orang Indonesia harus berkaca. Jangan asal percaya isu normatif politik berjubah agama. Lihat visi misi dan kapasitas yang terukur. Kalau tidak, semua akan rugi sendiri karena hanya dijadikan alat semata, bukan tujuan utama.
😳😴

Nisa Alwis

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10212320172423945&id=1368243024

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)