Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Tuesday, September 25, 2018

Bahan Renungan Politik dan Refleksi Musim Pilpres



POLITIK ITU DAGELAN  !!!

Jadi gini....
Pak Prabowo itu dulunya calon wapres pasangan Bu Mega pas pilpres 2009. Pak Fadli Zon itu juru kampanye Pak Jokowi dan Pak Ahok dgn baju kotak2nya di pilgub DKI 2012. Pak Anies itu tim sukses Jokowi-JK plus mantan Menteri Pendidikan.. sebelumnya Pak Anies juga peserta capres versi konvensi Partai Demokrat. sekarang nempel sama Pak Prabowo dan PKS.
Padahal dulu Pak Anies berkali-kali dituding Syiah oleh PKS.

Pak SBY itu mantan Menterinya Bu Mega.. maju nyapres bareng pak JK didukung Pak Surya Paloh.

Pilpres berikutnya giliran Pak JK nyapres bareng Pak Wiranto melawan Pak SBY dan Pak Boediono yg didukung Pak Aburizal Bakrie.
Lalu kemana Pak Aburizal Bakrie...??

Sekarang temanan sama Pak Prabowo yg dulu kompetitornya di pilpres 2009 dan lucunya teman dgn Bu Rachmawati yg notabene musuh besar pengusaha dan para militer. 🤣🤣

Masih ingat Pak Amien Rais...? Ini lebih unik lagi.. Menggulingkan Gus Dur sehingga Bu Mega naik padahal sebelumnya paling gak sudi Bu Mega jadi Presiden.
Dia berusaha keras agar ibu mega jadi Presiden.

Pilpres berikutnya dgn jargon guru & anak petani ngelawan Pak SBY dan Pak Prabowo di pilpres 2004 dan 2009. Sekarang Pak Amien Rais akrab dgn Pak Prabowo di kubu oposisi....!!
Padahal jaman 98 Pak Amien Rais ini target Letnan Jenderal Prabowo utk di aman kan.

Bagaimana dgn PKS...??
Semua juga udah tahu ceritanya.
Para kader gila²an  Campaign menjatuhkan Pak Prabowo di pilpres 2009 dan pilkada DKI 2012.
Lalu sekarang?? Berteman akrab ama Gerindra yg selama jaman Pak SBY adalah musuh bebuyutan.
Waktu itu PDIP & Gerindra oposisi, sementara PKS masuk koalisi di Satgab Pak SBY.

Siapa lagi ya ... ??
Hmm.

Jadi jangan kaget kalau²lah mana tahu besok Bang Jonru jadi pembela Pak Jokowi. Denny Siregar jadi pembela Pak Prabowo.
Nothing is Impossible !!!
Makanya hukum bermain politik itu
"if you know the rule of the game, just enjoy playing the game." 😜

Karena dalam alam politik ga ada kawan sejati, atau musuh abadi, yg ada cuma kepentingan abadi.

Mari kita yg rakyat biasa ini ingat selalu bahwa politik itu permainan yg dinamis. 
Maka jangan korbankan kawan, sahabat, sodara hanya karena berbeda pilihan politik. Ambil sikap yang wajar² ajalah..

Serta yang paling penting, jangan libatkan anak² kita dalam urusan pilihan politik..

Para kawula dewasa silahkan berdebat hebat dgn segala teori tapi biarkan anak-anak itu tumbuh dengan dunianya..
Dunia bermain dan bergembira tanpa peduli latar belakang suku, agama, ras dan antargolongan serta pilihan pilkada atau pilpres bapak ibunya..

Jangan wariskan generasi pendendam..
Berbeda pendapat itu wajar dalam alam demokrasi, yang jadi masalah ketika memaksakan kehendak kita dan menjelek²an.

Stop Bermusuhan karena Politik, Masyarakat hanya akan jadi budak alat kesejahtraan keluarga raja, siapapun pemenangnya 2019. Kita harus bisa legowo dan tidak menyimpan dendam dan sama membangun bangsa dan negara lewat tenaga dan pikiran.

Tetap teguh pegang politik yang bermartabat dan pegang terus moral politik,moral Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45, pegang terus NKRI Harga Mati.

Hanya mengutip sebuah kutipan.
Salam damai dan salam waras. 🙏

JANGAN TERJEBAK SITUASI POLITIK, AKHIRNYA SILATURRAHMI KITA PUTUS



JANGAN TERJEBAK SITUASI POLITIK, AKHIRNYA SILATURRAHMI KITA PUTUS

Himbauan utk rekan2baik senior maupun yunior diwilayah NKRI
🙏🙏

Mengingatkan untuk
Diri sendiri dan juga Sobat2, Sahabat2 dan Saudara2 Kita ,
Demi menjaga Tali Silaturahmi
Saling menghargai,
Saling menghormati yg sudah terjaga dgn baik..

Mulai hari ini Nuansa Pilpres 2019 sudah mulai menggeliat.
Baik di Facebook, Group WhatsApp dll.
Tentunya masing2 sudah punya pilihan utk Pilpres 2019 untuk Indonesia yang lebih baik.

Tingkatkan rasa menghargai dan menghormati yang menjadi pilihan Sobat2, Sahabat2, Saudara2 dan dilingkungan Keluarga kita,
Jangan Pilpres ini hanya menjadi
- Ajang Saling Hujat,
- Ajang Saling Jago,
- Merasa paling Benar,
- Merasa paling Baik dan
- Merasa paling pintar.

Karena kita semua hanyalah Rakyat biasa Yang sudah menjelang Tua, yg hanya akan menjadi
Korban Politik
Korban Kepentingan Pribadi
Dalam Ajang Pilpres.

Siapapun Presiden dan Wakilnya utk kita yg
Rakyat biasa maka tetap akan menjadi diri kita seperti saat ini, misalnya:
-Yang Dokter tetap Dokter
- Yang Profesor tetap Ptofesor
- Yang Dosen tetap Dosen
- Karyawan tetap Karyawan
- Pengusaha tetap ya Pengusaha
- Guru ya tetap  Guru
- Pemancing ya tetep aja Pemancing
- Dan apapun Profesinya.
- Pokoknya tidak akan merubah Posisi kita Kecuali diri kita sendiri yang merubah dan Atas kehendak Allah SWT

- Begitu pula yang Pengangguran ya tetap nganggur kalau tidak usaha mencari pekerjaan.
- Pensiunan tetap pensiunan penghasilannya, kita juga yg mempertebal amal ibadah untuk menghadap Sang Pencipta

Jadi janganlah terjebak dengan situasi Politik saat ini
Jabat erat2 tangan Sobat2, Rekan2, Sahabat dan Saudara2 kita agar tetap Tali Silaturahmi semakin Erat diantara kita semua.

Ingat!!!!!
Kita Sehat, Sakit dan kita Mati pun bukan Capres dan Cawapres
- Yang men Do'a kan
- Yang Menggotong
- Yang menguburkan kita
Akan tetapi tetap Keluarga, Sobat2, Sahabat Teman2 serta Saudara2 kita yg melakukannya.

Sekali lagi Yuukkk.......
Kebijaksanaan dan Kedewasaan kitalah yang akan bisa menjaga Situasi Politik menjelang Pilpres ini utk
- Tetap bisa Menjaga Toleransi
- Saling menghormati dan menghargai pilihan Sobat2, Sahabat2 dan Saudara2 kita.

SEPENGETAHUAN DAN SEPENDAPAT KITA KITA BERUSAHA:
-Memilih Pemimpin yang Rekam Jejaknya Bagus dan Baik ( Walau tidak jaminan kedepan )
-Memilih Pemimpin Nyata-nyata Anti Korupsi,Tidak Menyusahkan Rakyata.
-Memilih Pemimpin Yang Sederhana,tdk berpura-pura,Rendah Hati,dan Rajin Berdoa.

KEBAIKAN PEMIMPIN YG KITA ANGGAP BAIK KITA BERITAHUKAN KE TEMAN KITA
KALAU DIA TETAP TIDAK MENERIMA BIARIN SAJA...KITA TETAP BERSAHABAT.

AKHIRNYA KITA DO'AKAN PEMIMPIN YANG TERPILIH:
Siapapun Presiden dan Wakilnya.

YG KITA HARAPKAN PEMIMPIN YG TERPILIH MAMPU MEMBAWA
- Bangsa ini menjadi Bangsa yg bermartabat
- Rakyat yang Sehat dan Sejahtera
- Rakyat yang Tenteram dan Aman
- Pemerintahan yang Adil dan Makmur

JANGANLAH JADI MANUSIA BODOH DAN MERUGI DENGAN SITUASI POLITIK AKAN TETAPI JADILAH MANUSIA YANG BERMANFAAT UTK ORANG BANYAK.

Monday, September 24, 2018

Dasyat! 10.000 Perusahaan Crazy Rich Surabaya Dukung Jokowi Tukar 67 Juta Dolar



Dasyat! 10.000 Perusahaan Crazy Rich Surabaya Dukung Jokowi Tukar 67 Juta Dolar

Hebatnya kepemimpinan Jokowi adalah mampu menginspirasi orang bertindak sesuatu bagai bangsa dan negara. Ketika banyak politisi memilih nyinyir dan menyebarkan ketakutan tentang Indonesia akan jatuh ke jurang krisis seperti 1998, crazy rich 'orang-orang superkaya' di Surabaya tergerak membantu pemerintah menguatkkan nilai tukar Rupiah.

Mereka adalah para pengusaha Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur yang terdiri dari 38 asosiasi sektoral dengan keanggotaan perusahaan lebih dari 10.000 perusahaan.
Para crazy rich Surabaya ini awalnya menyampaikan kabar kepada Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal (purn.) Moeldoko bahwa mereka akan membantu pemerintahan Joko Widodo untuk menguatkan nilai tukar rupiah dengan gerakan menukar dolar ke rupiah.
Kamis siang, 20/09 mereka bertanya kepada Moeldoko, kalau 10 juta dollar cukup tak, atau mau tambah. Tentu saja Moeldoko minta jika boleh lebih dari itu.

Pada malam, 20/09 Moeldoko tiba di di Hotel Majapahit, Surabaya untuk menghadiri acara itu.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Difi Ahmad Johansyah total yang ditukarkan para pebisnis kaya di Jatim sebanyak US$ 67 juta. Namun secara simbolik dalam acara "Bersatu Menguatkan Rupiah" akan ditukarkan sebanyak 50 juta dollar AS.
Luar biasa!

Solidaritas rakyat dari beragam kelompok seperti ini adalah tindakan hebat dan setepat-tepatnya untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari turbulensi ekonomi dunia saat ini.
Aksi para pengusaha ini tentu menampar para politisi yang hanya sibuk berteriak-teriak memanfaatkan kondisi untuk meraih kekuasaan.
Salut untuk para crazy rich Surabaya. Salut untuk Presiden Joko Widodo. Hanya kepemimpinan inspiratif yang mampu menggerakkan kesukarelaan warga negara untuk terlibat berbuat sesuatu bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sumber:
Kontan.com (20/09/2018) "Pengusaha Surabaya rame-rame tukar dollar AS." nasional.kontan.co.id/news/pengusaha-surabaya-rame-rame-tukar-dollar-as

Tribunnews.com (20/09/2018) "Forkas Jatim Ajak Pengusaha Tukarkan Dollar AS ke Rupiah Lewat Acara 'Bersatu Menguatkan Rupiah'" jatim.tribunnews.com/2018/09/20/forkas-jatim-ajak-pengusaha-tukarkan-dollar-as-ke-rupiah-lewat-acara-bersatu-menguatkan-rupiah

Antaranews.com (20/09/2018) "Forkas Tukar Dolar ke Rupiah." antarafoto.com/bisnis/v1537455311/forkas-tukar-dolar-ke-rupiah

Ma'ruf Amin Ingin Ketemu Pendukung Ahok Secara Khusus


Jakarta, (Tagar 24/9/2018) - Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengaku ingin bertemu dengan para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sebuah kesempatan khusus, untuk bersilaturahmi. 
"Nanti saya bertemu mereka secara khusus. Kalau secara umum di berbagai forum, biasa. Perlu ada pertemuan khusus," kata Ma'ruf di rumah Jalan Situbondo No.12, Jakarta, Senin (24/9), mengutip Antara.

Ma'ruf menyatakan keinginan tersebut setelah menerima kunjungan inisiator Relawan Nusantara pendukung Ahok, Nusron Wahid, Senin pagi. 
Ma'ruf mengatakan, dari pertemuannya dengan Nusron diketahui ada dugaan bahwa relawan pendukung Ahok melihat masa lalu Ma'ruf sebagai mantan Ketua MUI. Saat menjabat Ketua MUI, Ma'ruf menilai Ahok menista agama. 
"Ada dugaan bahwa pernah melihat masa lalu saya sebagai Ketua Umum MUI. Katanya relawan Ahok agak gimana, rasanya seperti apa. Buat saya tidak ada salah, buat saya siapapun harus bergaul dengan semua pihak untuk keutuhan bangsa. Keutuhan bangsa harus dinomorsatukan. Saya mau ketemu mereka secara khusus. Saya sangat gembira. Juga semua kalangan mau saya datangi," ujarnya. []

Kenapa Jokowi Selalu Dituding PKI ?


Oleh: Denny Siregar*
Sebentar lagi kita masuk akhir bulan September....
Dan seperti biasa di bulan September, sudah 3 tahunan ini sejak dilantiknya Jokowi sebagai Presiden, berbagai tudingan PKI selalu mengarah padanya. Entah dari mana asal muasalnya tudingan itu, tetapi masif sekali.
Bahkan ada seorang bernama Bambang Tri dengan berani membuat buku dengan judul "Jokowi Undercover" yang isinya tentang fitnah hubungan Jokowi dan PKI.
Ini lumayan mengherankan. Tiba-tiba isu PKI bangkit lagi. Sedangkan 10 tahun pemerintahan SBY, ia tidak pernah sekalipun dituding PKI dan tidak pernah dituntut untuk memutar kembali film G30S/PKI. Pada masa itu semua tenang seolah-olah PKI tidur nyenyak pada masa SBY dan mulai mengamuk di masa Jokowi.
Dari mana asal tudingan itu sebenarnya ?
Tentu dari pihak-pihak yang selama ini dengan tenang merampok kekayaan negara.
Jika kita flash back kembali masa awal pemerintahan Jokowi, kita baru sadar bahwa ternyata ada bisnis triliunan rupiah di bidang migas yang selama ini dikuasai anak usaha Pertamina bernama Petral.
Petral pernah mau dibubarkan oleh Dahlan Iskan, Menteri BUMN pada masa pemerintahan SBY. Tetapi Dahlan terpental, karena ada "kekuatan langit ketujuh" kata ekonom Faisal Basri. Dan pada masa pemerintahan Jokowi, tempat pesta itu bubar seketika.
Selain itu, Jokowi juga menugaskan Susi Pujiastuti untuk mengamankan ribuan triliun rupiah laut Indonesia dari pencurian. Gerakan Susi ini membuat banyak pengusaha dan aparat yang selama ini menjadi beking kapal pencuri ikan asing, mendadak kelaparan. Periuk nasi mereka ditutup seketika. Bahkan dikabarkan, Bu Susi ditawari uang 5 triliun rupiah untuk mundur dari jabatan Menteri.
Mafia pangan yang bermain dengan kuota impor juga digasak habis. Permainan harga BBM di Papua dan beberapa daerah yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah per liternya, dipangkas dengan konsep BBM satu harga.
Kekuatan pemilik modal yang merasakan hidup enak di zaman SBY ini tidak bisa diremehkan. Mereka sudah kaya raya dengan tabungan mencapai triliunan rupiah dengan merampok negara. Dan mereka jelas dendam karena Jokowi ternyata tidak bisa mereka perintah.
Jalan satu-satunya ketika lobi dan diplomasi tidak lagi berarti adalah fitnah. Mereka mengeluarkan modal untuk membunuh karakter Jokowi dengan isu PKI, hantu yang dipelihara Orde Baru untuk mewujudkan stabilitas di masa pemerintahan mereka.
Dan banyak masyarakat awam yang percaya, terutama ketika aliran modal itu masuk ke pesantren, majelis bahkan tempat ibadah untuk membangun stigma negatif terhadap Jokowi melalui isu PKI.
Mereka bahkan menuntut hal yang tak masuk akal, seperti meminta Jokowi tes DNA untuk membuktikan ia tidak terlibat PKI. Bagaimana mungkin tes DNA bisa membuktikan ideologi seseorang? Kebodohan seperti ini disiarkan berulang-ulang sehingga masyarakat awam banyak yang percaya bahwa berita itu benar.
Isu PKI akan kembali menghangat di September 2018 ini, sehubungan tahun politik.
Dan dana-dana ratusan miliar dari para pemilik modal yang sempat merasakan kejayaan di era sebelum Jokowi, akan keluar deras hanya supaya semakin banyak orang percaya bahwa Jokowi adalah PKI. Tujuannya, Jokowi tidak bisa memenangkan Pilpres ini.
Sudah paham kan?
Mari kita angkat cangkir kopinya sambil menikmati dendang kaset rusak yang diputar berulang-ulang....
*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

Aceh, Negeri Khilafah di Indonesia…


Oleh: Denny Siregar*
Aceh adalah negeri di ujung barat Indonesia.
Ia merupakan daerah istimewa, di mana berlaku peraturan yang berbeda juga dengan Indonesia. Provinsi dengan gelar otonomi ini memang tergolong konservatif dalam menerapkan peraturan daerahnya yang berbasis syariah.
Buat sebagian besar masyarakat Indonesia, peraturan di Aceh tergolong unik, jika tidak bisa dibilang "aneh". Di sana ada yang namanya polisi syariah, yaitu "polisi" yang mengawasi cara bertindak dan berlaku masyarakat warga Aceh.
Misalnya dalam cara berpakaian. Di Aceh, pakaian harus memenuhi syariat, yaitu harus sangat sopan. Bahkan lelaki bercelana pendek pun tidak boleh turun ke jalan kalau tidak ingin kena razia. Dan kalau ketangkap, hukumannya bisa kena cambuk. Itu baru lelaki, karena untuk perempuan jauh lebih ketat lagi.
Berpacaran adalah hal yang tabu di Aceh. Razia demi razia digencarkan untuk mencegah non muhrim berdekatan. Jangankan berboncengan sepeda motor berduaan, ngopi berduaan di kafe aja dilarang. "Supaya tidak ada pelanggaran syariat Islam..." kata Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen.
Jangan cerita tentang serunya aksi Tom Cruise dalam film Mission Impossiblepada warga Aceh, karena tidak ada bioskop di sana. "Bioskop haram di Aceh..." kata seorang teman. "Gua kalo mau nonton bioskop ya harus ke Medan".
Bahkan hanya untuk membuka bioskop saja di Aceh, Pemda sana harus studi banding ke Arab Saudi yang juga baru membuka bioskop sesudah 30 tahun dilarang.
Meskipun saya menghormati peraturan otonomi daerah yang begitu konservatif di Aceh, saya ngeri membayangkan hidup di sana. Betapa terbatasnya segala hal yang biasa saya lakukan di Jakarta, Surabaya, Bandung - apalagi Bali - dan beberapa kota besar lainnya di mana saya pernah tinggal cukup lama.
Di Bali misalnya, saya hampir selalu bercelana pendek apalagi saat mengunjungi pantainya yang indah. Kebayang kalau ada "polisi syariat" di Bali, saya sudah pasti kena cambuk berkali-kali.
Apakah dengan semua ketatnya peraturan syariat Islam itu, Aceh bebas dari maksiat?
Ternyata tidak juga. Baru-baru ini terbongkar prostitusi online di Aceh yang melibatkan sekian banyak mahasiswi sebagai pelakunya. Siapa pelanggannya? "Ada juga pejabat Aceh.." kata germonya. "Mereka suka pesan yang putih dan bersih.." Itu kode dengan artian "yang mulus dong, bro, jangan yang geradakan kayak jalan belum di aspal.."
Dan hasil dari peraturan syariat yang sangat ketat itu ternyata juga adalah korupsi. KPK menangkap Gubernur Aceh karena selewengkan dana otsus. Sayangnya, di Aceh belum ada hukuman potong tangan buat pencuri. Jadi para pejabatnya masih bisa kembali pake rompi oranye dan dadah-dadah di kamera televisi.
Mungkin sama kayak di Indonesia, di mana DPR-nya takut membuat hukuman mati untuk para koruptor. Karena pelakunya banyak yang dari golongan mereka juga. Senjata makan tuan nantinya.
Aceh adalah gambar kecil bagaimana hukum syariat berlaku di Indonesia.
Sebuah contoh, bagaimana negeri ini nanti akan sibuk dengan hal remeh temeh masalah pakaian dan norma, tetapi jauh dari keunggulan teknologi. Indonesia yang sibuk berdebat masalah surga dan neraka, tetapi melongo melihat negara tetangga sudah menciptakan robot yang bisa menggantikan pekerja.
Model seperti inilah yang ingin diterapkan oleh kelompok pendukung khilafah seperti HTI dan PKS nantinya. Sebuah negara konservatif berbasis agama, yang sibuk menjaga warganya dari maksiat, tetapi tidak sibuk mengembangkan potensi dirinya.
Negara-negara kapitalis pasti senang jika Indonesia seperti ini, karena akan lebih mudah mengeruk kekayaan alamnya. Cukup membayar ulama berfatwa "haram" maka kita akan terpenjara tidak dapat berbuat apa-apa menyaksikan mereka mengeruk semua milik kita.
Karena itulah kita berjuang supaya negeri ini tetap seperti adanya. Dengan segala kekurangannya, Indonesia masih menjadi surga bagi kebhinekaan dan kebebasan dalam berekspresi.
Kalau pengen khilafah, silakan tinggal di Aceh saja. Di Indonesia, kita masih bebas seruput secangkir kopi tanpa takut ada razia segala..
Ah, nikmatnya…
*Denny Siregar Penulis Buku 'Tuhan dalam Secangkir Kopi'

Terpidana pelanggar Syariat Islam menjalani eksekusi hukuman cambuk (uqubat) di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (7/8/2018). Pengadilan Mahkamah Syariah menjatuhkan hukuman 21 hingga 30 kali cambuk kepada empat warga, yang terbukti dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran hukum Jinayat qanun syariat Nomor 6 tahun 2014 tentang Khalwat (zina) dan Khamar (perdagangan minuman keras), satu orang di antaranya merupakan warga non muslim, bersedia menjalani hukuman cambuk atau tunduk pada hukum syariat Islam di Aceh. (Foto: Ant/Rahmad)

https://www.tagar.id/aceh-negeri-khilafah-di-indonesia

Friday, September 21, 2018

Berikut hasil sinkronisasi Data Rekapitulasi DPS Pemilu 2019



Berikut hasil sinkronisasi Data Rekapitulasi DPS Pemilu 2019 :

1. Prov. Aceh
Jumlah tps : 15.597
Pemilih laki- laki : 1.725.971
Pemilih perempuan : 1.777.847
Jumlah total pemilih : 3.503.818

2. Prov. Bali
Jumlah tps : 12.178
Pemilih laki-laki : 1.517.048
Pemilih perempuan : 1.521
Jumlah total pemilih : 3.038.877

3. Prov. Banten
Jumlah tps : 33.074
Pemilih laki-laki : 3.757.082
Pemilih perempuan : 3.680.695
Jumlah total pemilih : 7.437.777

4. Prov. Bengkulu
Jumlah tps : 6.093
Pemilih laki-laki : 702.539
Pemilih perempuan : 684.396
Jumlah total pemilih : 1.386.935

5. Prov D.I Yogyakarta
Jumlah tps : 11.791
Pemilih laki-laki : 1.326.781
Pemilih perempuan : 1.399.578
Jumlah total pemilih : 2.726.359

6. Prov. DKI Jakarta
Jumlah tps : 28.322
Pemilih laki-laki : 3.600.617
Pemilih perempuan : 3.629.513
Jumlah total pemilih : 7.230.130

7. Prov. Gorontalo
Jumlah tps : 3.355
Pemilih laki-laki : 405.600
Pemilih perempuan : 406.953
Jumlah total pemilih : 812.553

8. Prov. Jambi
Jumlah tps : 11.283
Pemilih laki-laki : 1.213.429
Pemilih perempuan : 1.191.154
Jumlah total pemilih : 2.404.583

9. Prov. Jabar
Jumlah tps : 136.643
Pemilih laki-laki : 16.239.825
Pemilih perempuan : 16.061.207
Jumlah total pemilih : 32.301.032

10. Prov. Jateng
Jumlah tps : 115.142
Pemilih laki-laki : 13.703.638
Pemilih perempuan : 13.802.382
Jumlah total pemilih : 27.506.020

11. Prov. Jatim
Jumlah tps : 130.498
Pemilih laki-laki : 15.091.744
Pemilih perempuan : 15.551.806
Jumlah total pemilih : 30.643.550

12. Prov. Kalimantan Barat
Jumlah tps : 16.028
Pemilih laki-laki : 1.799.558
Pemilih perempuan : 1.723.757
Jumlah total pemilih : 3.523.315

13. Prov. Kalimantan Selatan
Jumlah tps : 13.035
Pemilih laki-laki : 1.386.108
Pemilih perempuan : 1.374.252
Jumlah total pemilih : 2.760.360

14. Prov. Kalimantan Tengah
Jumlah tps : 8.063
Pemilih laki-laki : 885.523
Pemilih perempuan : 833.824
Jumlah total pemilih : 1.719.347

15. Prov. Kalimantan Timur
Jumlah tps : 10.683
Pemilih laki-laki : 1.234.484
Pemilih perempuan : 1.144.033
Jumlah total pemilih : 2.378.517

16. Prov. Kalimantan Utara
Jumlah tps : 2.147
Pemilih laki-laki : 223.037
Pemilih perempuan : 203.163
Jumlah total pemilih : 426.200

17. Prov. Kep. Bangka Belitung
Jumlah tps : 3.784
Pemilih laki-laki : 470.070
Pemilih perempuan : 451.112
Jumlah total pemilih : 921.182

18. Prov.’Kep. Riau
Jumlah tps : 5.322
Pemilih laki-laki : 717.517
Pemilih perempuan : 679.899
Jumlah total pemilih : 1.397.416

19. Prov. Lampung
Jumlah tps : 26.078
Pemilih laki-laki : 3.016.295
Pemilih perempuan : 2.877.243
Jumlah total pemilih : 5.893.538

20. Prov. Maluku
Jumlah tps : 5.302
Pemilih laki-laki : 582.253
Pemilih perempuan : 598.718
Jumlah total pemilih : 1.180.971

21. Prov. Maluku Utara
Jumlah tps : 3.708
Pemilih laki-laki : 389.060
Pemilih perempuan : 381.004
Jumlah total pemilih : 770.064

22. Prov. Nusa Tenggara Barat
Jumlah tps : 15.967
Pemilih laki-laki : 1.767.926
Pemilih perempuan : 1.818.115
Jumlah total pemilih : 3.586.041

23. Prov. Nusa Tenggara Timur
Jumlah tps : 16.647
Pemilih laki-laki : 1.608.237
Pemilih perempuan : 1.668.125
Jumlah total pemilih : 3.276.362

24. Prov. Papua
Jumlah tps : 
Pemilih laki-laki : 
Pemilih perempuan : 
Jumlah total pemilih : 

25. Prov. Papua Barat
Jumlah tps : 3.939
Pemilih laki-laki : 381.659
Pemilih perempuan : 354.659
Jumlah total pemilih : 736.318

26. Prov. Riau
Jumlah tps : 17.367
Pemilih laki-laki : 1.884.870
Pemilih perempuan : 1.824.366
Jumlah total pemilih : 3.709.236

27. Prov. Sulawesi Barat
Jumlah tps : 3.839
Pemilih laki-laki : 431.944
Pemilih perempuan : 429.273
Jumlah total pemilih : 861.217

28. Prov. Sulawesi Selatan
Jumlah tps : 26.143
Pemilih laki-laki : 2.996.175
Pemilih perempuan : 3.170.759
Jumlah total pemilih : 6.978.381

29. Prov. Sulawesi Tengah
Jumlah tps : 9.097
Pemilih laki-laki : 1.008.257
Pemilih perempuan : 970.124
Jumlah total pemilih : 1.978.381

30. Prov. Sulawesi Tenggara
Jumlah tps : 7.773
Pemilih laki-laki : 834.023
Pemilih perempuan : 835.085
Jumlah total pemilih : 1.669.108

31. Prov. Sulawesi Utara
Jumlah tps : 7.701
Pemilih laki-laki : 936.730
Pemilih perempuan : 913.838
Jumlah total pemilih : 1.850.568

32. Prov. Sumatera Barat
Jumlah tps : 16.516
Pemilih laki-laki : 1.780.627
Pemilih perempuan : 1.830.768
Jumlah total pemilih : 3.611.395

33. Prov. Sumatera Selatan
Jumlah tps : 16.903
Pemilih laki-laki : 2.912.753
Pemilih perempuan : 2.857.047
Jumlah total pemilih : 5.769.800

34. Prov. Sumatera Utara
Jumlah tps : 41.394
Pemilih laki-laki : 4.598.148
Pemilih perempuan : 4.673.388
Jumlah total pemilih : 9.271.536

Total keseluruhan jumlah TPS : 779.412.
Total keseluruhan pemilih laki-laki : 91.129.526.
Total keseluruhan pemilih perempun : 91.319.914.
Total keseluruhan *Jumlah pemilih : 182.449.440.

SIMPAN ini, barangkali nanti ada PENGGELEMBUNGAN SUARA.
=====
*Sumber : hasil sidang Pleno KPU RI tgl 21 Juni 2018

Jokowi Presiden Fenomenal Idola Dunia



Jokowi Presiden Fenomenal Idola Dunia

Tidak mudah menjadi Jokowi, saya pribadi tidak akan sanggup. Blusukan ke mana-mana seperti tak pernah lelah. Cak Lontong yang pernah menemaninya saja angkat tangan. Semua itu demi memastikan semua program bekerja dengan baik. Untuk mendengar langsung laporan rakyat paling bawah. Bukan laporan, Asal Bos Senang.

Difitnah siang-malam ia tak ambil pusing. Disebut Cina, Kristen, PKI, bahkan anak haram. Tak pernah sekalipun dia melaporkan pemfitnahnya ke aparat hukum. Padahal kalau mau, siapapun bisa dipenjarakannya.

Malam kemarin, kembali publik menyaksikan Jokowi sang Fenomenal. Dia muncul di tengah pagelaran Asian Games dengan motor. Sontak orang-orang terkejut. Beberapa menyatakan merinding, kaget, speechless. Kemunculan itu sebenarnya sederhana. Tapi tidak untuk seorang presiden.

Saya tahu, bagi orang yang membencinya, aksi dengan motor itu hanya dianggap pencitraan murahan. Untuk itu kita perlu melihat pendapat orang netral di luar sana. Di Korea Selatan, aksi Jokowi itu mengundang decak kagum. Sambutan warga dunia begitu hangat dan penuh kekaguman.

"Ini presiden luar biasa. Mungkin satu-satunya di dunia." Begitu kurang lebih kehebohan orang-orang. Memang agak berlebihan, tapi begitu faktanya. Segagah apapun Putin, karena dia mantan pasukan elit KGB, tapi Putin tidak tampil mengejutkan seperti itu dalam pembukaan Piala Dunia.

Jokowi ini benar-benar dimunculkan oleh jaman. Ia bukan tipe orang yang berjalan merunut jalur. Selalu out of the box. Ia sengaja menempuh jalan paling berisiko, tak mau memilih langkah aman.

Lihat program kerjanya yang melawan rintangan. Baginya tak ada yang mustahil. Keinginannya begitu kuat. Dan ia percaya, selama ada kemauan, di situ ada jalan. Dan begitulah, Jokowi selalu ditolong oleh keberuntungan.

Malam pembukaan Asian Games adalah malamnya Jokowi. Ia bintang paling terang di perhelatan itu. Mata di seluruh penjuru dunia menatapnya takjub. "Ini presiden?" Iya. "Pemimpin dari dua ratus sekian juta rakyat?" Betul. Dia anugerah bagi Indonesia. Bagi yang menerimanya demikian.

Sebaliknya, ia menjadi ujian terberat bagi pembencinya. Orang ini hampir tak punya celah untuk diserang. Tidak korup, tidak nepotisme, tidak semena-mena, tidak pengecut. Karena kehabisan cara, mereka memfitnahnya.

Kehadiran Jokowi dengan motor adalah kejutan luar biasa bagi acara pembukaan Asian Games. Namun di kelompok seberang, gagasan untuk memberi kejutan seremoni Asian Games itu dicemooh.

Zeng Wei Jian, salah satu seleb sebelah, mulai membahas soal stuntman, aksi ngerem bergaya stoppie, dan rambut yang tetap klimis setelah memakai helm.

Acara itu memang dipersiapkan sedemikian rupa, untuk membuat suasana meriah. Itu kejutan yang tak terduga. Yang dirahasiakan oleh direktur kreatifnya, Wishnutama. Padahal prosesnya melewati tahap yang tak mudah.

Saat begitu banyak orang bahagia menyaksikan pembukaan Asian Games, kelompok sebelah sibuk mencaci-maki. Acara yang begitu megah dan sebenarnya mustahil, dapat terlaksana dengan sukses. Ini hasil kerja keras banyak orang.

Kenapa mustahil? Karena waktu persiapannya hanya satu tahun. Wishnutama menganggap itu mission impossible. Inggris perlu waktu sepuluh tahun untuk menggelar acara Olimpiade London. Cina sudah memulai penyambutan Piala Dunia tahun 2022 dari sekarang. Maka demi kesuskesan acara itu, Wishnu konon hanya libur dua hari. Dedikasi yang luar biasa ini tidak dihitung oleh haters.

Aksi Jokowi itu bagian dari show. Tentu Jokowi hanya mengambil beberapa bagian, tidak keseluruhan adegan. Sebagai pendongkrak kesemarakan acara. Oleh sebab itu, masyarakat dunia takjub. Mereka hanya bisa berhayal punya presiden demikian "gila". Namun di sini, presiden yang pekerja keras itu dicaci-maki.

Pada dasarnya, apapun yang dilakukan Jokowi akan salah di mata mereka. Misalnya Jokowi tidak pakai stuntman sekalipun, mereka akan komentar, "Presiden kok ugal-ugalan kayak gali, gak pantes!."

Begitu juga ketika Jokowi tidak melakukan apa-apa, membiarkan acara berjalan normatif, mereka akan komentar, "Tuh kan, mosok acara bergengsi dunia biasa saja? Presiden gak becus kerja!"

Intinya, percuma meladeni mereka. Yang bahagia karena kehebohan Asian Games, lanjutkan kebahagiaan kalian. Ikutlah menjadi bagian dari warga dunia. Yang sedih, sakit hati karena keberhasilan Asian Games, sobek KTP kalian, nyebur ke laut sana. Negara ini juga tak butuh gembel macam kalian kok.

https://seword.com/umum/jokowi-presiden-fenomenal-idola-dunia-Szy0EyQ-T

Kajitow Elkayeni

STRATEGI MEMBUNUH CINTA TANAH AIR



STRATEGI MEMBUNUH CINTA TANAH AIR

Ketika ISIS menguasai sebuab wilayah, apa yang pertama dihancurkan? Semua ornamen sejarah dan artefak yang menjadi simbol kebesaran bangsa tersebut. Kenapa perlu dihancurkan? Agar tidak tersisa lagi rasa nasionakisme dan kebanggan masyarakat kepada bangsanya.

Dengan cara itukah ISIS atau Alqaedah menguasai sebuah bangsa. Mereka merusak semua hal yang bisa dijadikan sebagai pengikat masyarakat. Mereka menghancurkan sejarahnya. Mereka merubuhkan semua kebesaran bangsa tersebut.

Strategi yang sama juga dilakukan di Indonesia. Mereka mengharamkan hormat bendera. Mengharamkan nyanyi Indonesia Raya. Pokoknya mereka berusaha membendung segala sesuatu yang dapat membuat orang berbangga hati menjadi bagian dari Indonesia.

Tapi, mengharamkan hornat bendera terlaku vulgar. Menggaramkan Indonesia Raya terlaku kentara.

Gunakan cara yang lebih lembut.

Yang paling mudah adalah rusaklah rasa bangga menjadi orang Indonesia. Rendahkan mereka yang berusaha membawa nama harum bangsa ini. Hujat mereka. Agar tidak tersisa kebanggan sedikitpun terhadap sesuatu yang bernama Indonesia.

Jika rasa bangga bernegara sudah dikikis habis, akan mudah menguasai Indonesia. Rakyat akan merusak persatuannya sendiri. Akan menghancurkan prestasi-prestasi bangsanya sendiri.

Wajar saja jika kader Pekaes memuja Erdogan, pemimpin bangsa lain, dan melecehkan Presidennya sendiri. Sebab satu-satunya cara Pekaes bisa berkuasa adalah dengan merobohkan kecintaan rakyat terhadap Indonesia. Jika rakyat membenci segala yang berbau Indonesia, itulah kesempatan mereka untuk berkuasa.

Itu juga yang dilakukan HTI. Felix Siauw akan berkampanye terus untuk menghancurkan nasionalisme kita. Caranya dengan membenturkan rasa nasionalisme dengan Islam. Tujuannya agar publik bingung dan akhirnya neninggalkan kecintaan pada bangsanya. Jika nasionalisme sudah tercerabut dari hati rakyat maka khilafah baru bisa ditegakkan. Khilafah tidak mungkin tegak dalam masyarakat yang masih ada rasa cinta pada tanah airnya. HTI tahu benar soal yang satu ini.

Kampanye anti Islam Nusantara adalah salah satu strategi untuk membenturkan agama dan nasionalisme. Sesuatu yang sebetulnya sudah selesai dibahas oleh para pendiri bangsa, kini diungkit-ungkit lagi untuk dibenturkan.

Tradisi nasional dituding sesat. Cara berpakaian, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan sederhana yang khas Indonesia berusaha digerus.

Jika tidak mempan juga, susupkan perayaan-perayaan yang menjadi simbol nasionalisme dengan propaganda anti nasionalisme. Anak-anak TK yang masih polos, seragamkan dengan pakaian ala jihadis. Kampanyekan bahwa para jihadis yang suka menghancurkan berbagai negara itu juga bagian dari Indonesia.

Bilang saja itu pakaian perjuangan ala Rasul. Dengan tentara perempuan bercadar memanggul senapan AK 47. Padahal pakaian itu lebih mirip teroris.

Ada momen Asian Games. Seluruh dunia memuji acara pembukaanya. Itu menyebabkan rasa bangga kita sebagai orang Indonesia membuncah. Jangan dibiarkan. Ini harus dicegah. Jangan samoai rakyat tambah cinta dengan tanah airnya.

Maka coba saksikan sekarang. Lihat komentar akun-akun Pekaes di medsos. Mereka berusaha merusak kebanggaan Anda sebagai orang Indonesia. Mereka berusaha membuat acara itu jadi jelek. Mereka berusaha sekuat tenaga mempermalukan bangsanya. Segala hal remeh temeh dikomentari. Tujuannya agar Anda jangan pernah berbangga jadi orang Indonesia.

Lihat juga akun-akun simpatisan HTI, mereka berusaha mencerabut kecintaan Anda pada Indonesia.

Tujuan mereka untuk merobek rasa cinta tanah air bersambut dengan politisi kacangan. Mereka juga mempermasalahkan hal-hal kecil seolah tidak ikhlas jika bangsanya dipuji seluruh dunia. Kenapa? Karena kalau pemerintah mampu menghadirkan kebesaran kita sebagai bangsa, mereka merass kalah. Merasa terpojok. Sebab bagi mereka lebih untung bangsa ini rusak dan kerdil, dengan begitu nanti bisa merebut kekuasaan.

Maka lihatlah komentarnya. Aksi Presiden yang bermaksud terlibat intens dalam pembukaan Asian Games, untuk memeriahkan pesta olahraga itu jadi bahan nyinyiran. Apa tidak ada cara lain untuk mengkritisi?

Saya amat yakin sebagai manusia yang punya nilai artistik, apapun pilihan politik Anda, pasti kagum juga menyaksikan pembukaan acara Asian Games kemarin. Itu normal. Memang keren kok.

Bahkan seluruh dunia yang tidak punya urusan dengan copras-capres,  memujinya. Dengan tampilan itu, mereka jadi penasaran tentang Indonesia. Mereka kagum denga  kekayaan dan keindahan budaya dan keragaman etnis kita.

Tapi, sekali lagi. Jangan biarkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia mengaliri semangat rakyat. Jangan biarkan rasa cinta tanah air membuncah di hati setiap orang.

Sebab mereka yakin. Hanya dengan menanam kebencian pada tanah airlah, mereka bisa berkuasa di Indonesia.

Jika rakyat masih memiliki rasa cinta pada bangsanya, orang-orang seperti mereka tidak akan pernah mendapat tempat di kursi kekuasaan.

"Padahal kalau makan bubur ayam, mereka masih memakai mangkok cap ayam jago, mas. Itu Indonesia banget, lho..."

www.ekokuntadhi.com

Beredar, Rekaman Ancaman ISIS untuk Pemerintahan Jokowi

Ilustrasi. (CNNIndonesia/Laudy Gracivia)

Beredar, Rekaman Ancaman ISIS untuk Pemerintahan Jokowi


Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah video berisi ancaman dari pihak yang menyebut diri sebagai Divisi Peretasan ISIS kepada pemerintah Indonesia beredar di jagat maya, pada Selasa (21/8).

Melalui video berdurasi 1 menit, pihak yang menyebut diri sebagai Hacktivist 1435 itu menyampaikan ancaman menggunakan bahasa Inggris dan diterjemahkan dengan teks berbahasa Indonesia.

Di awal rekaman tersebut, terdengar satu narator berkata, "Dengan nama Allah, pesan untuk pemerintah Indonesia. Kami peretas dari Tentara Ansar Khilafah. Apa yang telah kamu lakukan kepada saudara-saudaraku?"

Suara pria itu kemudian terdengar membahas segala kesewenangan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap "saudara-saudara"-nya, seperti penjara, pembunuhan, dan siksaan, hingga pemblokiran akun sosial media.


"Kami akan membalas semua yang telah Anda lakukan. Kami akan berjuang dan meneror Anda di dunia nyata dan dunia maya. Kami akan menyerang dan meneror Anda di dunia maya. Kami akan berbagi akun yang telah kami retas untuk saudara kami Ansar Khilafah untuk melanjutkan dakwah dan jihad," katanya.

Ancaman itu ditutup dengan pernyataan berbunyi, "Kami Divisi Peretas ISIS. Kami berjuang untuk meninggikan Alquran. Kami Hacktivist 1435, Ansar Caliphate Army. Kami akan menemukanmu dan kami akan membunuhmu."

Hingga saat ini, CNNIndonesia.com belum dapat memverifikasi informasi dan keabsahan video ini secara independen. CNNIndonesia.com sudah menghubungi pihak kepolisian RI, tapi belum mendapat tanggapan. (has/has)

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180821132703-106-323878/beredar-rekaman-ancaman-isis-untuk-pemerintahan-jokowi

Radikalisme: Antara Suriah dan Indonesia



Radikalisme: Antara Suriah dan Indonesia

Krisis politik dan kemanusiaan yang bermula sejak 2011 telah meluluhlantakkan banyak negara Timur Tengah, seperti Libya, Tunisia, Yaman, dan Suriah. Gerakan propaganda kelompok radikal yang mengatasnamakan revolusi (ثورة) ini sudah berkepanjangan dan gagal memenuhi janji-janji manisnya, berupa keadilan dan kesejahteraan.

Gerakan yang dimotori kelompok-kelompok pro-kekerasan ini memang awalnya memikat, karena dibungkus dan disembunyikan di balik kedok-kedok retorik. Media Barat sampai menyebut gerakan mereka sebagai Musim Semi Arab (Arab Spring/al-Rabi' al-'Arabi/الربيع العربي), digambarkan sebagai proses demokratisasi, berlawanan dengan kenyataan yang kemudian tampak, yaitu islamisasi versi khilafah atau khilafatisasi. Berdirilah kemudian khilafah di Suriah, Irak, dan Libya. Ikhwanul Muslimin saat itu memenangkan pemilu di Mesir dan Tunisia.

Demi kepentingan sesaat dan ketika sudah terdesak, mereka memang gemar menggunakan slogan-slogan demokrasi, semisal mereka akan mengerek tinggi-tinggi panji kebebasan ketika perbuatan melanggar hukum mereka ditindak, karena yang sedang dilakukan oleh mereka sejatinya adalah membajak demokrasi. Sejak awal mereka meyakini bahwa demokrasi adalah produk kafir, maka kapan saja ada waktu mereka akan menggerusnya.

Keberhasilan kelompok radikal dalam membabakbelurkan Timur Tengah menginspirasi kelompok radikal di berbagai belahan dunia lain. Jejaring mereka semakin aktif di Asia, Eropa, Afrika, Amerika sampai Australia, berusaha memperluas kekacauan ke berbagai wilayah, dengan harapan bisa mewujudkan cita-cita utopis mereka; mendirikan khilafah di seluruh muka bumi.

Wacana syrianisasi (pen-Suriah-an) kemudian sampai ke Indonesia, semakin ramai disuarakan pada tahun-tahun belakangan, paling tidak mulai 2016. Banyak pihak mensinyalir ada gerakan-gerakan yang berusaha menjadikan Indonesia jatuh ke dalam krisis sebagaimana menimpa Suriah.

Fakta-fakta kemudian bermunculan; banyak pola krisis Suriah yang disalin oleh kelompok radikal, menjadi sebuah gerakan-gerakan di Indonesia. Jaringan-jaringan kelompok radikal di Indonesia juga semakin terang terkoneksi dengan aktor-aktor krisis Suriah. Sebagai contoh Indonesian Humanitarian Relief (IHR), lembaga kemanusiaan yang dipimpin seorang ustaz berinisial BN, yang logistiknya digunakan untuk mendukung Jaysh al-Islam (جيش الإسلام), salah satu kelompok teroris di Suriah.

Pola men-Suriah-kan Indonesia setidaknya tampak dalam beberapa pergerakan berikut; pertama, politisasi agama. Indikasi menguatnya penggunaan kedok agama demi kepentingan kekuasaan, sebagaimana pernah dilakukan di Suriah, terlihat dalam banyak hal, di antaranya adalah penggunaan masjid sebagai markas keberangkatan demonstran. Jika di Damaskus masjid besarnya Jami' Umawi, maka di Jakarta Masjid Istiqlal.

Adakah yang pernah menghitung, berapa kali Masjid Istiqlal diduduki oleh pelaku Yang mau berangkat demonstrasi? Pelaksanaannya pun kebanyakan di hari Jumat seusai waktu Salat Jumat, didahului dengan hujatan politik di mimbar kotbah, sehingga mengelabui pandangan masyarakat terhadap agama yang sakral dan politik yang profan. Persis dengan apa yang pernah terjadi di Suriah menjelang krisis. Masjid pun berubah menjadi tempat yang tidak nyaman, gerah, dan tidak lagi menjadi tempat 'berteduh'.

Hari Jumat, yang semestinya menjadi hari ibadah mulia, berubah menjadi hari-hari politik dan kecemasan, atas kekhawatiran terjadinya chaos. Muncul kemudian istilah "Jumat Kemarahan" sebagai ajakan meluapkan kemarahan di hari Jumat --bukankah itu hanya terjemahan dari "Jumat al-Ghadab جمعة الغضب" yang pernah menjadi slogan politik pemberontak Suriah, diserukan oleh Yusuf al-Qardhawi, tokoh Ikhwanul Muslimin?

Kedua, menghilangkan kepercayaan kepada pemerintah. Dilakukan dengan terus-menerus menebar fitnah murahan terhadap pemerintah. Sesekali presiden Suriah Basyar al-Assad dituduh Syiah, sesekali dituduh kafir, dan pembantai Sunni. Kelompok makar bahkan menghembuskan isu bahwa al-Assad mengaku Tuhan, disebarkanlah foto bergambar poster al-Assad dengan beberapa orang sujud di atasnya.

Dalam konteks Indonesia, Anda bisa mengingat-ingat sendiri, presiden Indonesia pernah difitnah apa saja, mulai dari Kristen, Cina, Komunis, anti-Islam, mengkriminalisasi ulama, dan sederet fitnah lainnya. Tidak usah heran dengan fitnah-fitnah tersebut, yang muncul dari kelompok yang merasa paling 'Islam', karena bagi mereka barangkali fitnah adalah bagian dari jihad yang misinya mulia, dan ciri universal pengikut Khawarij adalah mengkafirkan pemerintah.

Ketiga, pembunuhan karakter ulama. Dalam proses menghadapi krisis, ulama yang benar-benar ulama tidak lepas dari panah fitnah, bahkan yang sekaliber Syeikh Sa'id Ramadhan al-Buthi, yang pengajiannya bertebaran di berbagai saluran televisi Timur Tengah, kitabnya mengisi rak-rak perpustakaan kampus-kampus dunia Islam, dan fatwa-fatwanya menjadi rujukan. Begitu berseberangan pandangan politik dengan mereka, seketika dituduh sebagai penjilat istana dan Syiah (padahal beliau adalah pejuang Aswaja yang getol), hingga berujung pada syahidnya beliau bersama sekitar 45 muridnya di masjid al-Iman Damaskus, saat pengajian tafsir. Beliau dibom karena pandangan politik kebangsaannya yang tidak sama dengan kelompok pembom bunuh diri.

Jika demikian yang terjadi di Suriah, kira-kira Anda paham kan dengan apa yang terjadi di Indonesia, kenapa Buya Syafi'i Ma'arif dianggap liberal, KH. Mustofa Bisri juga dianggap liberal, Prof Quraish Syihab dituduh Syiah, Prof Said Aqil Siraj juga dituduh Syiah, bahkan KH. Ma'ruf Amin atau TGB Zainul Majdi yang pernah dijunjung-junjung oleh mereka, kini harus menanggung hujaman-hujaman fitnah dari kelompok yang sama, ketika propaganda politiknya tidak dituruti? Setelah ulama yang hakiki, mempunyai kapasitas keilmuan yang cukup, mereka bunuh karakternya, maka mereka memunculkan ustaz-ustazah dadakan yang punya kapasitas entertainer yang hanya mampu berakting layaknya ulama.

Keempat, meruntuhkan sistem dan pelaksana sistem negara. Misi utama kelompok radikal adalah meruntuhkan sistem yang ada, dan menggantinya dengan sistem yang ideal menurut mereka, yaitu khilafah atau negara yang secara formalitas syariah, meski substansinya tidak menyentuh syariah sama sekali. Khilafah bagi mereka layaknya 'lampu ajaib' yang bisa memberi apa saja dan menyelesaikan masalah apa saja. Tidak sadar bahwa berbagai kelompok saling membunuh dan berperang di Timur Tengah karena sedang berebut mendirikan khilafah, dan ujungnya adalah kebinasaan.

Saat kelompok makar di Suriah berusaha meruntuhkan sistem dan pelaksana negara, mereka mengkampanyekan slogan al-sha'b yurid isqat al-nizam (rakyat menghendaki rezim turun) dan irhal ya Basyar (turunlah Presiden Basyar). Slogan dengan fungsi yang sama di-copy paste oleh jaringan mereka di Indonesia, jadilah gerakan dan tagar #2019 Ganti Presiden'!

Syrianisasi (pen-Suriah-an) sedang digulirkan di negara kita. Pola-pola yang sama ketika kelompok radikal menghancurkan Suriah sedang disalin untuk menghancurkan negara kita. Bedanya Suriah sudah merasakan penyesalan dan ingin rekonsiliasi, merambah jalan panjang membangun kembali negara mereka. Sedangkan, kita baru saja memulai. Jika kita tidak berusaha keras menghadang upaya mereka, maka arah jalan Indonesia menjadi Suriah kedua hanya persoalan waktu. Semoga itu tidak pernah terjadi.

M. Najih Arromadoni alumnus Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus dan Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami)
(mmu/mmu)

"PEMECAH BELAH NKRI DUA KALI GAGAL KUDETA, KENAPA ? INI PENJELASAN MENKO MARITIM LUHUT BINSAR PANJAITAN."



"PEMECAH BELAH NKRI DUA KALI GAGAL KUDETA, KENAPA ?
INI PENJELASAN MENKO MARITIM LUHUT BINSAR PANJAITAN."

Pada kesempatan ini ijinkan saya menjelaskan apa yang sedang terjadi di pemerintahan. Saya berharap penjelasan ini paling tidak dapat memberikan sedikit gambaran menjelang Pilpres 2019.

Saya membaca banyak komentar di fb ini, baik yang positif maupun negatif bahkan menghujat Presiden dan pemerintahan sekarang. Tentu semua komentar miring merupakan pelanggaran hukum yang akan ditindak lanjuti sesuai hukum yg berlaku di NKRI.
Berbagai macam gangguan stabilitas nasional selalu diluncurkan, upaya-upaya mengganggu ketertiban dan keamanan mereka lakukan dan tampaknya sudah tidak sabar lagi untuk muncul ke permukaan dan menggulingkan pemerintahan Joko Widodo sah secara konstitusional.

Golongan sakit hati ini merencanakan makar, tak tanggung-tanggung pihak ini rela merogoh kantong lebih dalam untuk suplai dana lebih besar agar Aksi pura-pura damai bisa sukses menggulingkan pemerintahan saat ini.

✔ADA 3 tiga KELOMPOK* yang sangat ingin menggulingkan b Joko Widodo, adapun pihak-pihak tersebut adalah:

❌. Pihak-Pihak yang "Kekeringan" tidak bisa Korupsi*
Korupsi adalah budaya elit yang mendapatkan kedudukan bukan rahasia lagi, bukti korupsi membudaya di berbagai lini di negara ini dibuktikan dengan banyaknya para koruptor yang ditangkap oleh KPK mulai dari kelas teri sampai kelas kakap.
Para koruptor yang rela beinvestasi besar-besaran untuk mendapatkan kursi jabatan di negeri ini, investasi besar-besaran mereka terancam gagal balik modal karena pemerintahan Joko Widodo sangat ketat dalam penggunaan dan pegawasan anggaran. Paceklik berjamaah dialami oleh kelompok ini karena aksi-aksi Jokowi menutup yang bocor, bocor dan sangat efektif untuk membuat para tikus kelaparan.

❌. Orang-Orang yang Ingin membajak NKRI berdasarkan Agama*
Radikalisme dan separatisme dengan alasan agama bukanlah hal baru di negeri ini, bahkan pentolan kelompok ini berani lantang tidak mengakui Pancasila yag merupakan dasar dari Negara ini.
Kelompok radikal ini sudah menunjukkan upaya-upaya mereka untuk menguasai negara ini dan membuat negara ini sesuai dengan paham mereka anut, kelompok ingin sukses menguasai negara ini seperti apa yang dilakukan oleh kelompok sejenis kelompok ini yang sukses menggulingkan pemerintahan seperti Mesir dan Turki.

❌. Pihak-Pihak yang takut terjerat Hukum*
seperti kita ketahui, pemerintah Jokowi melakukan bersih-bersih sembari menggencarkan pembangunan di Negara ini, dalam upaya bersih-bersih tersebut banyak orang-orang yang merasa terancam akan terjerat hukum karena mereka sudah berbuat jahat di masa lalu, mereka yang dengan rakus menghisap dana negara dengan berbagai trik untuk menumpuk kekayaan.
Manuver Jokowi membuat pihak-pihak berdosa tersebut ketar-ketir, mereka membangun koalisi jahat dan rela memberikan suplai dana besar-besaran untuk berdemo  menggulingkan pemerintahan Jokowi, hanya dengan menggulingkan Jokowi-lah yang dapat menyelamatkan mereka dari jerat-jerat hukum rapat yang dibangun Joko Widodo.
Menggulingkan Jokowi adalah pertaruhan besar oleh kelompok ini, hanya ada dua pilihan Jokowi tumbang atau mereka yang tumbang.

Kelompok-kelompok diatas memiliki satu tujuan utama dan mendesak yaitu menggulingkan presiden Joko Widodo, kesamaan misi ini membuat ketiga kelompok tersebut bahu membahu agar target mereka tercapai.

Membangun Konflik SARA,
berikut bukti bahwa ada kelompok yang membangun opini negatif dan menancapkan kebencian terhadap Etnis, Suku, golongan dan Agama di dunia maya banyak website yang mungkin jumlahnya menyampai angka ribuan untuk menghembus propaganda adu domba memecah belah masyarakat.

Gambar serta video adalah bukti kecil ada gerakan dan upaya yang sangat masif dan dikerjakan dengan sangat terstruktur, berita-berita hoax yang membawa rasis dan sara  adalah faka nyata yang terjadi, upaya-upaya busuk tersebut terkonfirmasi dengan adanya propaganda anti Cina yang diluncurkan dengan coretan-coretan di berbagai sosial media menjelang Aksi demo. 
Pergerakan menyebarkan propaganda ini disebarkan di berbagai sosial media, bahkan banyak anggota TNI aktif sempat termakan isu penggantian Panglima ini, kekecewaan terhadap presiden terbentuk di internal TNI, kekecewaan terhadap presiden sempat diungkapkan oleh beberapa anggota TNI pada akun sosial media Facebook.

Aksi-aksi adu domba ini sudah tercium oleh Panglima TNI, sang Panglima sadar banyak masyarakat sudah termakan propaganda-propaganda ini, ulasan ini adalah untuk membuka mata kita bahwa negara ini sedang di pecah belah oleh orang-orang dan kelompok-kelompok yang ingin mencapai keinginan mereka

Silahkan Sharing tulisan ini pada akun Sosial Media Anda, tunjukkan pada si pemecah belah bangsa ini bahwa kita ada dan tidak akan kalah dengan propaganda. 

"NKRI HARGA MATI"

Wednesday, September 19, 2018

Prabowo Diragukan Bisa Ngaji, 80 Persen Alumni 212 Dukung Penuh Jokowi



Faizal Assegaf, Dewan Pendiri Presidium Alumni 212 , menyatakan eks demonstran anti-Ahok pada masa Pilkada DKI Jakarta 2017 yang tergabung dalam organisasinya mendukung Jokowi – Maruf Amin pada Pilprs 2019.

Ia beralasan, pemilihan Maruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi merupakan kemenangan PA 212.

"Masuknya Maruf Amin sebagai cawapres itu sudah kemenangan 212, delapan puluh persen 212 dukung Jokowi," kata Faizal dalam diskusi publik ”Menebak Arah Politik 212” di D' Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/8/2018).


Menurutnya, Alumni 212 saat ini sudah terpecah belah, karena banyak ditunggangi kepentingan lain. Selain itu, pengurus asli dalam organisasi itu sudah banyak yang keluar.

"Secara realitas 212 sudah selesai. Realitasnya, komponen organisasinya sudah tak jelas, para pendiri sebenarnya banyak dipecat karena berbeda pendapat. Ini jelas terdapat tarik menarik kepentingan," ujarnya.

Ia juga menegaskan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto—yang juga menjadi kandidat capres pada Pilpres 2019—hanya memanfaatkan massa 212 untuk kepentingan pribadi.

Faizal menuturkan, Prabowo mendekati PA 212 untuk memeroleh banyak suara pendukung pada Pemilu 2019, sehingga menaikkan elektabilitas sang jenderal pada pilpres.

"Karakteristik prabowo tidak religius. Hanya simbolis, dia tidak mewakili kubu religius. Jadi kalau Prabowo ini dijadikan (capres) 212, itu kontraksi. Maaf ya, di 212 pernah tidak mengundang Prabowo mengaji? Prabowo bisa baca (Al quran) saja masih kami ragukan," jelasnya. [Yosafat Diva Bayu Wisesa]


Sumber: https://www.suara.com/news/2018/08/16/173836/prabowo-diragukan-bisa-ngaji-mayoritas-alumni-212-dukung-jokowi

http://www.tribunnow.site/2018/09/prabowo-diragukan-bisa-ngaji-80-persen.html

Prabowo Suka Sudutkan Jokowi, Faisal Basri Geram Beri Tanggapan Tegas Prabowo yg Suka Sebut Indonesia Dikuasai Asing


Prabowo Suka Sudutkan Jokowi, Faisal Basri Geram Beri Tanggapan Tegas Prabowo yg Suka Sebut Indonesia Dikuasai Asing

Demi berkuasa, Prabowo seringkali mengatakan Indonesia telah dikuasai asing. Tanah dan kekayaan alam Indonesia sudah dikuasai asing. Perekonomian Indonesia sudah dikuasai asing. Seakan-akan kehidupan kita pun dikuasai asing.


"Negara kita terancam. Rupiah melemah, tandanya ekonomi kita melemah. Ekonomi melemah karena saat ini bangsa kita sudah dikuasai asing," ujarnya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018).


Coba lihat betapa Prabowo menekankan bahwa negara kita sudah terancam. Asing sudah menguasai Indonesia. Sampai dollar Amerika menguat terhadap rupiah pun Prabowo mendramatisir seakan-akan ekonomi Indonesia sudah gawat.

Demi berkuasa Prabowo tak segan-segan menakut-nakuti masyarakat Indonesia, seakan-akan ekonomi Indonesia sudah begitu gawat. Ekonomi Indonesia besok akan ambruk. Krisis sudah diambang pintu. Indonesia akan seperti tahun 1998. Ekonomi Indonesia hancur lebur diterjang krisis moneter.

Prabowo memang bisanya begitu. Karena tak punya program unggulan, Ia pun mulai menakut-nakuti masyarakat Indonesia. Bahwa Indonesia akan hancur. Indonesia akan bubar. Indonesia terancam krisis, karena Indonesia dikuasai oleh asing.

Benarkah Indonesia sudah dikuasai asing? Sehingga ekonomi Indonesia gampang dikendalikan oleh asing? Apakah pemerintah sekarang benar-benar takluk kepada Asing seperti yang dikatakan oleh Prabowo?

Padahal sekarang ini justru Presiden Jokowi sedang mengembalikan perusahaan-perusahaan yang dikuasai asing sejak lama kembali kepada Indonesia. Seperti PT. Freeport Indonesia. Bahkan blok Rokan dan blok Mahakam yang semula dikuasai oleh pihak asing, sekarang justru dikembalikan kepada Indonesia. Pemerintah memberikan kepercayaan kepada Pertamina untuk mengelola kedua blok pertambangan minyak tersebut.

Jadi tak ada alasan mengatakan bahwa Indonesia sekarang ini dikuasai oleh asing. Tak ada alasan bahwa asing mengancam perekonomian Indonesia hanya karena dollar menguat terhadap rupiah. Karena bukan hanya rupiah saja yang terimbas dari menguatnya dollar AS, mata uang beberapa negara pun terimbas lebih parah daripada Indonesia. Seperti Turki dan Argentina. Bahkan menurut analisis Nomura Holding Inc yang berkedudukan di Jepang, Indonesia justru termasuk 8 negara yang paling aman dari hantaman krisis.

Analisis Nomura Holding mengemukakan bahwa dua faktor yang membuat Indonesia sebagai salah satu negara teraman dari krisis adalah cadangan devisa Indonesia yang mencapai 118,3 miliar US Dollar. Dan rasio utang terhadap PDB pun cukup kecil. Jadi, menurut analisis Nomura Holding, Indonesia masih aman.

Kembali ke soal apakah benar Indonesia sudah dikuasai oleh asing seperti yang selalu ditekankan oleh Prabowo? Menurut pengamat ekonomi Indonesia, Faisal Basri sampai saat ini Indonesia tidak benar jika dikatakan dikuasai oleh asing.

Menurut Faisal Basri sentuhan asing di Indonesia sangat kecil. Investasi di Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing. Penanaman modal langsung oleh asing (direct foreign investment) hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan pembentukan modal tetap bruto (gross fixed capital formation/GFCF).

Bandingkan dengan Malaysia yang nisbah FDI terhadap GFCF-nya sekitar tiga kali lipat Indonesia dan Vietnam–yang notabene negara Komunis–empat kali lipat Indonesia pada periode 2011-16. Filipina yang juga relatif kurang diminati asing pun lebih besar dari Indonesia. Peranan asing dalam pembentukan modal tetap bruto Indonesia berada di bawah rerata Asia sepanjang periode observasi. Bahkan terhadap Bolivia yang di bawah rezim sosialis pimpinan Presiden Juan Evo Morales Ayma, Indonesia jauh lebih rendah.

Jika Faisal Basri saja mengatakan bahwa asing menguasai Indonesia tak lebih dari 5%, kenapa Prabowo justru menekankan bahwa Indonesia sudah terancam dari cengkeraman asing? Padahal negara-negara lain, penanaman modal langsung asing lebih besar beberapa kali lipat dari Indonesia. Dibandingkan dengan Indonesia, Malaysia saja direct foreign investment-nya 3 kali lipat dari Indonesia, dan Vietnam bahkan empat kali lipat. Kenapa mereka tidak koar-koar sudah dikuasai asing? Kenapa hanya Prabowo saja yang terus koar-koar mengatakan Indonesia sudah dicengkeram asing?

Saya yakin, Prabowo memang ingin menanamkan rasa ketakutan kepada masyarakat Indonesia. Menanamkan ketakutan bahwa negara ini akan dijual kepada asing jika masih dikuasai oleh pemerintahan sekarang. Jika nanti, Prabowo benar-benar terpilih menjadi Presiden Indonesia apakah benar-benar tidak akan mengandalkan asing untuk membangun Indonesia? Saya yakin Prabowo juga akan ngeles mengatakan bahwa investasi asing diperlukan karena untuk memperbaiki kerusakan ekonomi yang telah dibuat oleh pemerintahan sekarang. Khan bullshit!

Saya kira dengan penjelasan dari Faisal Basri ini, kita menjadi sadar bahwa selama ini Indonesia tidak dikuasai oleh asing seperti yang terus dikoarkan oleh Prabowo. Malahan saya menduga Prabowo lah yang menjadi antek asing di Indonesia. Karena ketika Indonesia berencana mengembalikan Freeport kepada Indonesia, Prabowo justru mengatakan pemerintah Indonesia harus menghormati kebijakan Amerika terhadap Freeport. Khan kampret!

Pembangunan yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi membuktikan bahwa Indonesia sampai saat ini aman-aman saja. Karena pembangunan ini adalah cermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan adanya pembangunan membuat pergerakan ekonomi Indonesia terus melaju. Tak stagnan. Tak seperti yang dikatakan oleh para pesimis-pesimis itu.

Bukan begitu kira-kira?

#JokowiLagi
http://www.tribunnow.site/2018/09/prabowo-suka-sudutkan-jokowi-faisal.html?m=1

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)