Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Anti Radikalisme. Show all posts
Showing posts with label Anti Radikalisme. Show all posts

Monday, December 28, 2020

Ngeri, Teroris JI Latih Generasi Muda Jadi Ahli Penyergapan & Perakitan Bom

Ngeri, Teroris JI Latih Generasi Muda Jadi Ahli Penyergapan & Perakitan Bom !
Mari Seluruh Rakyat Indonesia  Bersatu Bersama TNI Dan POLRI Perangi Radikalisme Di Indonesia.

Densus 88 Polri Bongkar Pusat Latihan Generasi Muda Teroris JI di Semarang
https://news.iniok.com/2020/12/ngeri-teroris-ji-latih-generasi-muda.html


Mengungkap Pelatihan Teroris Jemaah Islamiyah di Jawa Tengah

Saturday, December 26, 2020

Konspirasi Najwa Shihab FPI Lawan TNI-Polri Bahayakan Negara.

 

BACAAN LAGI SANTAI

Konspirasi Najwa Shihab FPI Lawan TNI-Polri Bahayakan Negara.
Publik tak paham. Tentang pembangunan opini dan kerusuhan. Najwa Shihab dipecat dari MetroTV karena aliran ideologi beda dengan Surya Paloh. Paloh tetap mendukung NKRI. Najwa Shihab dekat dengan Cendana. Bagi Najwa keamanan negara bukan prioritas. Demi Subscriber dan klik. Duit.

FPI kaki tangan Cendana juga. Ada Munawarm. Dia adalah ahli strategi FPI. Dia merancang seluruh tahapan rancangan kerusuhan. Dengan trigger 6 teroris ditembak mati di jalan tol.

Dan, sesungguhnya peristiwa itu bukan sembarang kejadian. Target Munarman, FPI, dan 3 bohir, Cendana, Cikeas, Chaplin adalah melakukan pemberontakan: menjatuhkan Jokowi. Buktinya?

Munarman menarasikan peristiwa dengan ilmu neuro-science: memengaruhi sisi emosi. Seluruh narasi dikaitkan dengan 25 isu: Islam terancam, ulama didzolimi, kriminalisasi ulama, pengajian, habaib, PKI, rezim zholim, aparat TNI-Polri thoghut, ketidakadilan, thoghut, kafir, halal-haram, jihad, Arab versus Pribumi, bid’ah, syirik, musyrik, glorifikasi teroris, dajjal, Rasulllullah, Muhammad, Nabi, Allah SWT, dan takbir.

Tujuannya mengaduk emosi publik. Munarman tahu, karena iman, Islam adalah hal paling penting. FPI dan Munarman meraih simpati. Seolah Munarman dan FPI benar. Padahal Munarman dengan sadar membohongi publik.

Narasi itu dipraktikkan Saracen, MCA, PKS Piyungan. Mereka kompak menarasikan dan membuat hoaks dengan 25 isu narasi itu. Konsisten. Berideologi ISIS, Munarman menghalalkan segala cara.

Muhammad Rizieq Shihab, corong FPI berkali-kali di depan ibu-ibu meneriakkan jihad. Anak-anak disuruh membela habaib. Disebut jihad. Hingga, orang tua keluarga 6 teroris yang tewas senang anak mereka tewas di jalan tol.

MRS dan Munarman, sejak kedatangan MRS melihat FPI telah besar. Kuat. Secara geopolitik strategi, FPI dan MRS melihat polisi dan aparat TNI sudah berpihak ke FPI. Hingga ada oknum TNI membuat video mendukung MRS.

Jebakan politik test ombak ini gagal ditangkap banyak pihak. Anies Baswedan muncul ke permukaan. Riza Patria bergabung. Ridwan Kamil ingin bergabung dengan MRS. Jusuf Kalla berteriak ada kekosongan kepemimpinan: padahal Jokowi Presiden RI. Penggalangan kedatangan MRS 100% melibatkan Cikeas. Tentu Cendana. KAMI pun ikut berteriak. HIdayat Nur Wahid PKS ngoceh. Mendukung MRS.

Seolah negara kalah. Di masa PSBB kerumuman sengaja dibuat: Petamburan, Perkawinan, Tebet, Megamendung. Dan, direncanakan di seluruh Indonesia. Kenapa? Karena FPI dianggap telah berhasil menyatukan seluruh kepentingan oposisi. Untuk membuat negara kisruh.

Muncul Ratu adil. Nikita Mirzani. Publik baru sadar. Negara harus hadir. Presiden Jokowi mengapresiasi Nikita Mirzani. Betapa tidak? Hanya MRS dikatai Tukang Obat saja, saat kekuatan absolut FPI ada, FPI menuntut Nikita. Nikita beruntung. Muncul ketegasan Pangdam Jaya Dudung Abdurachman dan  Kapolda Metro Jaya Fadil Imran. Geopolitik berubah. Rakyat merasakan Negara hadir.

FPI tetap pada jalur strategi Munarman. Unjuk kekuatan. Pembangkangan hukum. Narasi tetap sama: 25 isu. Di berbagai pengajian, di acara Maulid Nabi pun keluar kata kotor MRS mengejek NU, Banser, TNI, Polri dan merendahkan budaya Nusantara. Dan, bertujuan menjatuhkan Presiden Jokowi.

Strategi komunikasi Nunarman dan FPI menggunakan kebohongan. Post Truth. Alternative fact. Itulah sebabnya, Munarman cepat bergerak membuat berita bohong. Tentang penculikan. Tentang hilangnya 6 teroris FPI.

Narasi upaya kabur MRS dibalut dengan kata: pengajian. Publik merasa aparat kejam. Orang mau pengajian kok diawasi. Kata pengajian diulang-ulang, mengacaukan motif melarikan diri MRS. MRS pun mengeluarkan omongan yang sama dengan Munarman: iring-iringan pengajian diserang.

Munarman berhasil. Narasi bohongnya berhasil menghasut publik. Konspirasi Munarman dan kelompok teroris terindikasi jelas. MRS meminta Abu Bakar Ba’asyir dibebaskan. Juga 5 pentolan KAMI dibebaskan. Konspirasi ini melibatkan selain Anies Baswedan juga Fadli Zon.

Narasi cerdas alternative fact Munarman berhasil. Publik terbelah. Politisasi dan glorifikasi kematian teroris terus berlangsung. Ditambah kesaksian palsu Haikal Hassan soal mati syahid yang didukung oleh Rasullullah SAW melalui mimpi.

Najwa Shihab gatel. Dia sebagai pendukung FPI dan Cendana ikut membuat kisruh. Dengan gaya bak detektif dia menghadirkan kesaksian palsu dari FPI. Seperti Edy Mulyadi.

Polisi harus menangkap pemberi keterangan di acara Mata Najwa. Polisi harus tegas. Ini dalam rangka penegakan hukum. Najwa Shihab tidak memiliki legitimasi untuk memberikan keterangan terkait kasus penembakan. Seperti Munarman. Membangun opini sesat. Padahal penyelidikan tengah berlangsung.

Jadi, seluruh rangkaian peristiwa tewasnya 6 teroris FPI di jalan tol adalah strategi Munarman dan MRS. Pergerakan 16 pengawal MRS pasti diketahui dan atas perintah Munarman. Politikus, KAMI, dan bahkan Najwa Shihab melakukan amplifikasi. Kejahatan melawan negara.

Kini, ketika TNI Polri bertindak tegas, dan Jokowi memerintahkan Erick Thohir membersihkan BUMN, termasuk kongkalikong PTPN VIII, muncul Marzuki Alie membela. Atas nama pesantren, agama. Padahal merampas tanah negara. Ketahuan Ahmad Heryawan PKS terlibat izin di PTPN VIII. Makin membuktikan konspirasi Cendana, Cikeas, PKS, Chaplin dan FPI.

Peristiwa di KM50 itu sebagai alat untuk membuat kerusuhan lebih besar. Buktinya? Mereka masih merancang demo 1812. Untuk stepping stone demo besar lagi, seperti 411 lalu ke 212. Jokowi dan aparat TNI-Polri dan netizen NKRI masih waras. Maka Munarman, MRS dan FPI harus dihabisi. (Penulis: Ninoy Karundeng).

Jokowi Jangan Diremehkan

 

Jokowi  Jangan Diremehkan

Benang merahnya mulai terlihat. 6 Laskar FPI meninggal, smelter untuk biji nikel dibakar
Jerman datang ke markas FPI yang merupakan organisasi terorist. 

Intinya karena  ekspor biji nikel ke UE dihentikan yang mengakibatkan banyak pabrik di Eropa yang tutup, sekitar 260 ribu pekerja hilang pekerjaan.

Tidak mengherankan kalau  meninggalnya 6 laskar FPI, dijadikan moment untuk menekan Pemerintah, 

Bahkan lebih jauh lagi katanya   masalah ini akan dibawa ke Mahkamah HAM Internasional, sanksi politik internasional embargo pun bisa terjadi. 

Tujuannya jelas untuk menjatuhkan Jokowi, muncul pemimpin baru, merevisi kebijakan penghentian ekspor biji nikel, biji nikel kembali di ekspor, pabrikan di UE kembali beroperasi, dst. 

Dalam negeri bisa jadi ormas radikal kembali hidup berkat kerjasama simbiosis mutualisme. 

Antara FPI dan Jerman, HAM internasional termasuk Komnas HAM dan politikus proxy luar maupun dalam negeri dan negara negara UE. 

Tujuan FPI untuk mendirikan negara khilafah tercapai, tujuan negara asing untuk mendapatkan biji nikel terpenuhi, kontrak eksplorasi biji nikel berkelanjutan

Kembali SDA Indonesia dikuasai asing sebagaimana yang terjadi sebelum pemerintahan Jokowi. 
Rakyatpun Gigit Jari dan proxypun pesta pora.

Tapi ingat ...bukan Jokowi namanya kalau tidak mampu dan berani menghadapi aggresor asing. 

Bukan Jokowi namanya kalau tidak mampu mengatasi masalah ini. 
Sudah ada contohnya bagaimana Jokowi tegas ambil alih SDA kembali ke Indonesia. 

Freeport, Blok Mahakam dll sampai pada pembangunan Pelabuhan Laut Internasional yang pastinya mengurangi market Singapura. 

Bahkan Jokowipun berani dan siap menghadapi UE yang akan membawa masalah penghentian ekspor biji nikel ke WTO. 

Lihat juga bagaimana mantan PM Malaysia Najib Razak galau karena Tesla dll investasi ke Indonesia dan masih banyak lagi prestasi Jokowi untuk rakyat Indonesia. 

Coba hitung; (teruskan baca berita menarik di bawah ini .....👳👇👇   )
Berapa  trilyun potensi pendapatan negara yang hilang akibat selama berpuluh tahun di Indonesia tidak dibangun kilang minyak?

Berapa  trilyun potensi pendapatan negara yang hilang akibat selama berpuluh tahun di Indonesia tidak dibangun smelter untuk eksplorasi tambang emas

Akankah kita akan mengulang kesalahan yang sama  ???

Malaysiapun saat ini galau, karena investor pada masuk ke Indonesia. 

Artinya ketika investor masuk dan investasi berjalan lancar, yang terjadi adalah kesempatan kerja meningkat, penggangguran berkurang, angka kemiskinan turun, pertimbuhan ekonomipun meningkat, pendapatan negarapun meningkat dan pembangunanpun akan lebih lancar, rakyat bisa lebih banyak menikmati hasil pembangunan, rakyat makin sejahtera.

Kegalauan Mantan PM Malaysia Najib Razak  mengindikasikan bahwa langkah kebijakan yang diambil Jokowi sudah jauh lebih maju dari Malaysia sendiri. 

Jadi dalam kondisi ekonomi terbuka, setiap negara pasti berusaha menarik investor guna mendorong pertumbuhan ekonomi, mendorong terciptanya kesempatan kerja dsb, 

Apalagi APBN Indonesia sebelum Pandemi Covid-19 juga terbatas hanya sekitar Rp.4.500 trilliun dengan penduduk lebih 270 juta

Dan tersebar dalam berbagai pulau. Disaat pandemi covid-19. Jelas investor sangat dibutuhkan.

Salah satu faktor terciptanya iklim yang kondusif bagi investor adalah terciptanya kepastian kelangsungan usaha di negara dimana investor menginvestasikan dananya. 

Kepastian kelangsungan usaha juga dipengaruhi kestabilan politik. Jokowipun mampu meredam aksi FPI, agar tercipta kestabilan politik. 

Lalu terbersit dibenak saya  apakah meninggalnya 6 orang laskar FPI bagian dari skenario? 

Bagaimana mungkin negara negara UE yang selama ini anti radikalisme justru dubes Jerman - mungkin sebagai proxy UE - mengunjungi markas FPI?  

Sejak 2015, Jerman, Inggris, Perancis, Denmark, Belgia, Swedia dan Rusia pernah diteror oleh ISIS dan Al Qaedah yang notabenenya organisasi teroris yang berbalut agama. 

Korban di Jerman tercatat 12 orang tewas. 
Terkait dengan aksi terorisme, negara negara UE menyatakan " Perang melawan terorisme kepada kelompok fanatik dan ekstremisme kekerasan".  

Pernyataan ini merupakan gabungan menlu-menlu UE, dilansir dari laman Yeni Safak pada Sabtu, 14 November 2020.

Dengan memperhatikan wibsite tracking terorist yang mengatakan organisasi FPI adalah organisasi terorisme, maka sungguh aneh kalau Jerman yang anggota UE justru bersimpati pada FPI, 

Bertolak belakang dengan pernyataan yang telah disampaikan oleh gabungan menlu menlu UE diatas. 

Kecuali kalau Jerman sendiri adalah negara dengan produk terorisme.

Jadi apapun argumentasi Dubes Jerman tidak lebih dan tidak kurang karena suplay chain biji nikel yang dihentikan oleh Jokowi.

Akhirnya ketika Jokowi berusaha keras membangun negeri ini, ketika Jokowi berusaha keras mengambil SDA Indonesia dari tangan tangan asing dan ketika para proxy dan pionnya mencoba memporak porandakan upaya Jokowi untuk membangun bangsa ini...

Sudah menjadi kewajiban kita semua melindungi dan mensupport Jokowi agar pembangunan dapat berjalan dan kelanjutan demi masa depan anak cucu kita yang lebih baik.
Habibi Irawan

Monday, December 14, 2020

Pesan untuk Hadapi Manuver Pro Radikalisme

 

Pesan untuk Hadapi Manuver Pro Radikalisme

Oleh AM Hendropriyono

KEBERADAAN Abubakar Baasyir (ABB) dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dalam tahanan saat ini dapat dimanfaatkan para politikus tertentu untuk mengail di air keruh. Mereka akan (bahkan sudah mulai) mengambil kesempatan ini untuk kepentingan  politik pribadinya. Jangan sampai manuver-manuver mereka yang menyesatkan itu, memperbudak pikiran kalian terutama dari generasi muda.

Yang perlu dipahami, jika terorisme merupakan pohon, maka akarnya adalah radikalisme. Radikalisme dikembangkan oleh ABB yang kini dalam penjara dan ternyata didukung oleh MRS. Dengan ditangkapnya imam Front Pembela Islam (FPI) tersebut saya perlu mengingatkan kepada segenap komponen bangsa.( teruska baca narasi berikut ...👹👇 )
Kepada anak-anak kita kaum muda bangsa agar segera sadar dan kembali kepada dirimu sendiri. Jangan mau terus dipengaruhi untuk berbuat syirik. Mengutip kata KH Mustofa Bisri, berhentilah mempertuhankan dirimu sendiri, dengan mengadili orang lain sebagai  berbuat ma'ruf atau munkar. Berhentilah membenci, menyakiti atau menghukum orang lain. 

Mereka adalah mahluk ciptaan Allah, bukan ciptaan kamu. Kalian dan tak seorang pun dari kita pernah mendapat mandat dari Allah, tidak juga dari hukum negara atau mandat dari rakyat Indonesia. Kalian hanya terjebak oleh para politikus, yang menyalahgunakan keimananmu.  

Jangan kau dengar lagi pidato yang berkobar-kobar, ceramah atau dakwah yang menghasut dan menyebarkan berita bohong yang simpang siur. Jika kini para politikus berteriak membakar hatimu, seolah-olah membela kamu, pura-pura membela pemimpinmu dan seperti  membela agama kita, sejatinya mereka hanya mau menunggangi kamu, untuk keperluan politiknya atau nafsu pribadinya.

Kepada kaum ibu tolong menerangi hari depan anak-anak kita, cerahkan pikiran mereka agar mampu berpikir cerdas dan bijak demi keselamatan dan keberhasilan anak-anak kita dalam menjalani  hidup.

Anak-anakku generasi penerus bangsa Indonesia, pulanglah kamu ke lubuk hatimu masing-masing. Tinggal dan beribadahlah di rumah untuk menghindari penyakit covid-19 yang sangat berbahaya ini, yang bisa merenggut nyawamu atau orang-orang yang kamu cintai sewaktu-waktu.

Hentikan keluar rumah, turun ke jalan, mengamuk melampiaskan emosi, yang sebenarnya tidak ada gunanya bagi kamu semua. Jangan sampai terperangah oleh provokasi siapapun. Berhentilah  berbuat yang merusak nasibmu sendiri, menggelapkan masa depan anak-anak dan keturunanmu sendiri.

Mari kita berdoa, semoga Tuhan YME memberikan petunjukNya kepada kita, sebagaimana yang diberikan kepada mereka yang telah memperoleh petunjuk, sehingga negara mereka kini maju sebagai  bangsa adidaya di dunia. Yang kita harap-harapkan adalah mendapat  ridho, perlindungan dan kasih sayang.

*Jenderal TNI (Purn) Prof Dr  AM Hendropriyono, Guru Besar Intelijen, mantan Kepala BIN.

Rangkaian Kasus Hukum Rizieg Shihab

 

Kasus MRS memfitnah Henry Yosodiningrat belum masuk pada Daftar di atas. 
Kasus MRS yg pernah menuduh Henry Yosodiningrat sebagai: politisi yg berhaluan komunis, yg memusuhi umat islam, dan yang indekos di PDIP, perlu diusut lagi. Henry Yosodingrat telah melaporkan MRS ke polisi 2017, tapi tak bisa diproses karena MRS pergi umrih ke ArabSaudi selama 3,5 thn. Dan, setelah MRS kembali 10 Nov2020, Henry Yosodiningrat ke Polda Jaya lagi minta agar kasus 2017 itu ditindaklanjuti. Ini video Henry:  https://youtu.be/hcydIPD8KXM

Sunday, December 13, 2020

Viral! Rais Syuriah PBNU Serukan Boikot Jasa JNE

 

Viral! Rais Syuriah PBNU Serukan Boikot Jasa JNE

Banua.co, JAKARTA – Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin serukan warga NU se-Indonesia untuk tidak menggunakan alias boikot jasa JNE via akun facebooknya, Sabtu (12/12).

“Saya serukan kepada seluruh warga NU se-Indonesia untuk tidak menggunakan jasa JNE”, tulis Rais Syuriah termuda ini.

Boikot JNE
KH Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU Serukan untuk tidak menggunakan jasa JNE

Kiai yang akrab disapa Gus Ishom ini tidak menyebutkan alasannya pada postingan tersebut. Namun, postingan telah viral. Pantauan terakhir banua.co 5 jam setelah diposting telah dibagikan sebanyak 585 kali dan disukai tiga ribu lebih netizen.

Ratusan komentar bermunculan terhadap status kiai muda asal lampung ini. Akun SitiDa Tahar misalnya, memberikan komentar:

“Siap Kyai – saya juga kaget mereka ternyata supporter group intolerant. Padahal bisnis saya bisa bayar 20 jutaan sebulan pake jasa mereka”, tulisnya.

Sementara, tagar #BoikotJNE menjadi trending topic di twitter hari ini. Belum setengah hari, 20 ribu lebih netizen menghiasi cuitan mereka dengan #BoikotJNE.

Tuesday, November 24, 2020

AMBISI HTI DI ATAS AYAT KONSTITUSI DAN AYAT SUCI

AMBISI HTI DI ATAS AYAT KONSTITUSI DAN AYAT SUCI
Oleh Ayik Heriansyah
Pengurus LD PWNU Jabar

“Menggerakkan gunung dengan jari lebih  mudah daripada menghilangkan hasrat nafsu yang telah kuat.”

Anggaplah resiko perjuangan, beberapa kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) harus kehilangan posisi jabatan fungsional di kampus tempat mereka mengajar karena terbukti mengadopsi dan memperjuangkan ideologi Khilafah Tahririyah.

Di Kendari, seorang mahasiswa kader HTI dikeluarkan dari kampus. Di Mojokerto, pengurus HTI Jawa Timur mendekam di penjara karena menyebarkan ujaran kebencian terhadap Banser di media sosial. Di Banjar, seorang syabab HTI divonis penjara karena menyebarkan paham HTI di media sosial.

Hidup ada pilihan. Mau tetap istiqamah bersama HTI atau tidak, itu pilihan. Tidak seorang pun yang memaksa. Oleh sebab itu, semua resiko perjuangan menegakkan Khilafah Tahririyah menjadi tanggung jawab kader HTI sendiri. Jangan pernah menyalahkan siapa-siapa. Kalau pun, ada yang mau disalahkan, salahkan Amir Hizbut Tahrir, karena dialah yang punya gawe di balik semua aktivitas HTI. 

Cuman, orang di luar HTI melihat mereka sekelompok orang-orang yang bodoh. Mereka memperjuangkan perkara yang jangan kan wajib, sunnah pun tidak. Syaikh Ibnu ‘Athaillah mengatakan: “Di antara tanda-tanda mengikuti hawa nafsu adalah bersegera melakukan amal sunnah, dan bermalas-malasan mengerjakan amal wajib.” (lanjutkan baca di bawah ...👇 )

Khilafah Tahririyah pendapat fiqih yang diadopsi HTI. Memang setiap orang harus mengambil suatu pendapat fiqih agar bisa beramal. Mayoritas umat Islam di Indonesia, telah mengadopsi NKRI sebagai pendapat fiqih yang mereka yakini lebih mendekati kebenaran. Dengan NKRI mereka beramal. Terlepas, ketidaksetujuan HTI terhadap pendapat fiqih ini, HTI tetap wajib menghargainya (toleransi).

Secara teoritis, pendapat fiqih HTI seputar Khilafah Tahririyah, sah-sah saja untuk didiskusikan. Mengadopsinya adalah pilihan (mubah), bukan tuntutan (fardlu) maupun anjuran (sunnah). Namun tidak bisa diamalkan karena Khilafah Tahririyah membutuhkan pemerintahan, wilayah, penduduk dan konstitusi yang baru.

Sedangkan di Indonesia sudah ada pemerintahan, wilayah, penduduk dan konstitusinya, yang absah secara syar’i. Jika mau, HTI bisa mencari wilayah kosong yang belum ada pemerintahan, penduduk dan konstitusinya. 

Doktrin thalabun nushrah (kudeta) dan istilamul hukmi (peralihan kekuasaan) memastikan bahwa Khilafah Tahririyah tegak dengan kekerasan bukan sekedar teori. HTI ibarat ingin membangun rumah di atas tanah rumah orang lain dengan cara menghancurkan rumah itu terkebih dahulu.

Atau HTI mau membangun masjid di atas masjid orang lain. Konsekuensi hukumnya, yang asalnya secara teoritis Khilafah Tahririyah, mubah, berubah menjadi haram. 

Akan tetapi anehnya, kader-kader HTI merasa ringan-ringan saja, tetap semangat dan istiqamah. Sesungguhnya itu pertanda aktivitas mereka mendirikan Khilafah Tahririyah selaras dan serasi dengan hawa nafsu.

Kata Syaikh Ibnu ‘Athaillah: “Jika ada dua perkara yang membuatmu ragu, maka lihatlah mana yang berat bagi nafsu, lalu ikutilah. Sesungguhnya tidaklah nafsu merasa berat kecuali jika itu benar.”

Syaikh Zarruq menerangkan, dorongan nafsu adalah kecenderungan untuk meraih tujuan-tujuan yang diinginkan nafsu. Mengikutinya berarti melalukan berbagai hal yang dikehendaki nafsu. Mengikuti dorongan berarti menghadap dan berpaling tanpa memperdulikan syariat.  

Menyibukkan diri berjuang mendirikan Khilafah Tahririyah yang hukumnya haram, pada saat bersamaan melalaikan kewajiban-kewajiban agama yang lain, bukti terang benderang bahwa perjuangan HTI tidak lebih dari dorongan nafsu belaka. Diperkuat dengan perilaku kader HTI yang tidak mengindahkan adab, akhlak, syariat dan konstitusi.
Ambisi HTI, ternyata di atas ayat konstitusi dan ayat suci.

Monday, November 23, 2020

Ayo Rizieq, Berani Gak Bikin Partai Sendiri ?

Ayo Rizieq, Berani Gak Bikin Partai Sendiri ?

Saturday, November 21, 2020

Akhirnya FPI Tumbang!!! Sekarang FPI Ngemis-Ngemis Minta Dikasihani..


Pangdam Jaya: Kalau Habib Ucapannya Kotor di Maulid, Saya Muslim Tidak Terima!                (BERBSAGI) - Jumat (20/11/2020) di Monas, Jakarta Pusat, Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman angkat bicara: "Hujatan-hujatan HRS kepada TNI dan Polri, kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik.
 Jadi kalau ucapan tidak baik, bukan habib namanya itu. 
Saya ini orang Islam juga. 
Mengajarkan selalu Islam itu agama yang rahmatan lil alamin, agama yang mengajarkan kasih sayang, untuk seluruh alam semesta, bukan hanya untuk manusia saja. 
Kemudian jangan asal bicara sembarangan, jaga dari siksa api neraka. 
Ucapan dan tindakan harus baik. 
Saya sebagai orang Islam prihatin kalau ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi bahasa dan ucapannya kotor. 
Saya prihatin dan tidak terima sebagai orang muslim.



Thursday, November 12, 2020

WASPADA GERAKAN THALABUN NUSHRAH INDONESIA (TNI)

WASPADA GERAKAN THALABUN NUSHRAH INDONESIA (TNI)

Oleh : Ayik Heriansyah
Pengurus LD PWNU Jabar

Thalabun Nushrah adalah kegiatan politik Hizbut Tahrir menyusup, merekrut, membina dan mengarahkan jenderal militer untuk mengambil alih kekuasaan kepala negara yang akan diserahkan kepada Amir Hizbut Tahrir. Kegiatan thalabun nushrah dilakukan oleh satu grup kecil yang jumlahnya tidak lebih dari lima orang anggota Hizbut Tahrir yang memenuhi kriteria. 

Grup ini sangat tersembunyi, sensitif, dan vital. Nyawa Hizbut Tahrir ada di tangan grup ini. Boleh dikatakan hidup matinya Hizbut Tahrir di suatu negara ditentukan oleh grup ini. Apabila grup ini berhasil menunaikan misinya maka Amir Hizbut Tahrir akan menjadi Khalifah, sebaliknya kalau gagal, pengurus dan anggota Hizbut Tahrir menjadi pesakitan diburu aparat.

Seperti Biro Chusus PKI, grup ini mau  “Bermain-main mata” dengan jenderal militer yang mempunyai pasukan dan senjata. Di Hizbut Tahrir Biro Chusus-nya disebut dengan nama Lajnah Thalabun Nushrah.(teruskan baca ulasan menarik di bawah ini...  )

Oleh sebab itu, Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir di Indonesia (DPP HTI) melarang keras para anggota HTI membicarakan, membahas atau mendiskusikan thalabun nushrah. Para anggota HTI cukup mendapat penjelasan secara global saja tentang thalabun nushrah dengan menekankan bahwa thalabun nushrah adalah metode baku yang dicontohi oleh Rasulullah saw untuk mendirikan khilafah . 

Setelah itu mereka diperintahkan untuk menyibukkan diri dengan kewajiban-kewajiban mereka sebagai anggota HTI, halaqah, menyebarkan selebaran dan tugas-tugas dakwah lainnya. Anggota HTI dilarang keras menanyakan thalabun nushrah dengan rinci misalnya siapa saja anggota grup kecil tersebut? Berapa orang jenderal yang sudah direkrut dan dibina? Siapa saja mereka?. Semua ini tidak ada yang tahu selain ketua Lajnah Thalabun Nushrah, ketua DPP HTI dan Amir Hizbut Tahrir.

Berbeda dengan PKI, HTI menggunakan justifikasi syar’i untuk membenarkan kegiatan kudetanya. Sebagaimana yang dikatakan oleh anggota Hizbut Tahrir di Arab berikut ini : 'Thalabun Nushrah ini bukan sekedar aktivitas politik yang lahir dari pemahaman yang mendalam terhadap sebuah hakekat, akan tetapi ia adalah hukum syariat yang ditunjukkan oleh nash-nash syariat.  Thalabun Nushrah adalah metode syar’iy untuk menegakkan Daulah Islamiyyah'.   (Dr Mahmud A Karim Hasan, al-Taghyiir, hal. 53).

Amir Hizbut Tahrir yang kedua Abdul Qadim Zallum mengatakan : “Dan Hizb  melakukan thalab an nushrah untuk dua tujuan:  Pertama, untuk tujuan perlindungan, sehingga beliau mampu untuk berjalan dalam mengemban dakwah dalam keadaan aman; Kedua, untuk mengantarkan menuju pemerintahan, untuk menegakkan khilafah serta mengembalikan hukum dengan apa yang Allah turunkan, di tengah-tengah kehidupan, negara dan masyarakat.”  (al allamah asy syeikh Abdul Qadim Zallum, Manhaj Hizb at- Tahrir fii at-Taghyir, hal 31).

Sedangkan anggota senior Hizbut Tahrir di Arab dalam bukunya Ad-Dakwah Ila al-Islam: “Adapun saat ini, sesungguhnya penguasa itu memiliki kekuatan dengan cara paksaan; dan mereka menanggalkan hak rakyat; dan apa yang dipandang sebagai bentuk visualiasi kebangsaan kebanyakan bukanlah hal yang sebenarnya. dan kita, bagi kita hendaknya kita melakukan apa yang dilakukan oleh Rasul SAW, bahwa sesungguhnya kita wajib untuk melakukan kontak dengan siapa saja yang memiliki pengaruh dan kedudukan di masyarakat untuk membuka pintu di depan orang yang ada di balik pintu serta mendapatkan jaminan kepemimpinan masyarakat; dan wajib atas kita untuk mencari nushrah  dari kalangan ahlul quwwah (pemilik kekuatan) seperti jendral tentara untuk mengantarkan menuju pemerintahan….“   
(Ahmad al Mahmud, Ad dakwah ila al-Islam,  96).

Sudah pasti HTI akan mendirikan khilafah di wilayah NKRI dengan cara-cara inkonstitusional tegasnya dengan cara kudeta militer. Pengurus dan anggota HTI selalu berkilah jika disebut demikian, alasannya belum ada bukti HTI melakukan kudeta. Memang belum, akan tetapi HTI meyakini bahwa jalan satu-satunya untuk meraih kekuasaan politik tertinggi di suatu negara adalah dengan thalabun nushrah yang hakikatnya adalah kudeta. HTI sudah menutup pintu, menutup mata, menutup telinga dan menutup hati dari menggunakan metode konstitusional melalui pemilihan kepala negara secara jujur dan terbuka. 

Karena kudeta metode baku Hizbut Tahrir dalam meraih kekuasaan, di Indonesia, DPP HTI telah menentukan target jumlah rekrutmen perwira tinggi dan menengah TNI AD, AL, AU dan Polri yang tertera dalam dokumen Blue Print Dakwah HTI 2004. Baru enam tahun kemudian HTI mulai mengeksekusi target tersebut dengan membentuk Lajnah Thalabun Nushrah atas perintah Amir Hizbut Tahrir. 

Di internal, DPP HTI melakukan sosialisasi kepada para anggota perihal thalabun nushrah. Selebaran resmi Hizbut Tahrir tentang thalabun nushrah dipelajari. Siddiq Al Jawi anggota senior HTI mempublis tulisan tentang “Membentuk Suasana Nushrah” dan teknis thalabun nushrah yang dimuat majalah Al-Wa’ie edisi April/Mei 2011. Semenjak itu lajnah ini bergerak secara rahasia dengan arahan langsung dari Amir Hizbut Tahrir. 

Dalam Silsilah Ajwibah di laman Facebook Amir Hizbut Tahrir yang sekarang Atha Abu Rusytah menegaskan : “Dan inilah yang dilakukan Hizb (Hizbut Tahrir) ketika memulai aktifitas thalabun nushrah pada tahun 60-an pada abad yang lalu.. dan terus menerus dilakukan (oleh Hizbut Tahrir).

Sunday, August 2, 2020

Lawan Radikalisme Di Indonesia

Stop share konten mereka. Saatnya kader NU meramaikan dan menguasai jagad medsos kita.

Metamorfosa Khilafahisme dan Urgensi Jihad Media

Salah satu tantangan Nahdlatul Ulama di era digital ini adalah menghadapi serangan ideologi kelompok transnasional lewat medsos. Khususnya saat ini. Kader-kader NU masih menanam, sementara mereka sudah memanen.

Selengkapnya:
https://www.hwmi.or.id/2020/07/metamorfosa-khilafahisme-dan-urgensi.html?m=1
POLITIKANDALAN.BLOGSPOT.COM

Thursday, July 9, 2020

Gaya Main HTI



*HATI HATI DENGAN* *GAYA MAIN HTI*
( *ORGANISASI POLITIK* *TERLARANG* *BERTOPENG AGAMA)*

Oleh : UBK

Setelah di Bubarkan antek antek HTI Organisasi politik terlarang diIndonesia dan di dunia,
Mereka berkamuflase merubah wujudnya,
ada dengan berganti baju memakai atribut Kiai Kiai kita dan berganti Nama menjadi  "ASWAJA" tapi isinya masih mengajak orang lain untuk memberontak dan mengganti Pemerintah yang sah..

Adapula dikalangan muda mudi
mereka berkamuflase menjual kata kata "HIJRAH" sebagai Brend daya tarik pasar,
lalu mereka digiring kepada HIJRAH POLITIS bukan Hijrah sebenarnya hijrah yaitu
HIJRAH SPIRITUAL TRANSENDENTAL.

Mereka di hasudnya opini membenci Pemerintah sah di negara manapun,
Generasi muda dicuci otaknya tentang "ALWALA WAL BARO"
(Siapapun itu yang menghalangi peregerakan mereka,mereka sebut sebagai munafik, liberal, pengikut thogut dll mereka tanamkan kebencian kepada orang yang tidak sejalan dan sepemikiran dengan mereka)
Bahkan
tak segan mulut lidah tangan menghirdik mencaci siapapun yang menghalangi,
tapi sangat royal kepada sesamanya.

Parahnya,,
menghina,memfitnah,menyebar kebencian seperti itu mereka anggap sebagai JIHAD BERPAHALA dll, naudzubillahi..

Karena mereka anggap Indonesia adalah DAARUL HARBI (negara perang)
Maka berbagai cara apapun mereka lakukan halal bagi mereka walau dengan cara FITNAH dan ADU DOMBA sekalipun,

Maka dari itu kita harus selalu waspada dengan pergerakan mereka,
Jaga anak cucu kita,
bekali mereka dengan rasa cinta Kepada Tanah Air yang besar,
Belajar kepada Ulama ulama yang mengajarkan perdamaian dan persatuan, yang lembut cara bicaranya,
Berakhlak,
Mengajarkan cinta dan Kasih sayang kepada siapapun...

Sukabumi, 3 Juli  2020 19.12 WIB

" *UBK"*


Monday, November 25, 2019

Jika Ingin Menguasai Orang Bodoh, Bungkus yang Batil dengan Agama


Jika Ingin Menguasai Orang Bodoh, Bungkus yang Batil dengan Agama
https://politikandalan.blogspot.com/2019/11/jika-ingin-menguasai-orang-bodoh.html

Judul ini diambil dari sebuah pesan Ibnu Rusyid, “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkus yang batil dengan agama”. Atas dasar fakta yang belakangan memang sedang menimpa di banyak negara, pesan ini seperti keras menampar dan menusuk. Negara-negara yang sejak dahulu dikenal sebagai barometer kemajuan peradaban Islam sperti Irak, Suriah, Libya, Yaman dan lainnya kini menjadi negara yang sedang dalam masa kehancuran bahkan masuk dalam katagori negara gagal karena konflik yang tak berkesudahan. Nyawa sudah tidak ada harganya oleh konflik berbungkus agama padahal sebenarnya berebut kuasa.

Di Indonesia, memang tak setragis itu, tapi dimana-dimana sudah bertebaran tanda akan upaya-upaya licik demi memuluskan kepentingan ingin berkuasa lalu dibungkusnya dengan embel-embel agama. Sungguh, bila ini dibiarkan bukan tidak mungkin Indonesia akan senasib dengan mereka.

https://artikel867913207.wordpress.com/2019/04/08/jika-ingin-menguasai-orang-bodoh-bungkus-yang-batil-dengan-agama/
[ politikandalan.blogspot.com ]

Siapa Ibnu Rusyid ?

Abu Walid Muhammad bin Rusyd (Ibnu Rusyid), adalah seorang cendikia & ilmuwan muslim yang lahir di Andalusia Spanyol tahun 1128 M, pada masa invasi Kekaisaran Ummayah ke Eropa.

Selain seorang hafidz (hafal Al-Quran), Ibnu Rusyid memiliki “pengetahuan ensiklopedik” (jenius) mahir berbagai disiplin ilmu seperti kedokteran, hukum, matematika, filsafat, dll. Ibnu Rusyid adalah seorang Hakim yang juga seorang Fisikawan.

Pemikiran Ibnu Rusyd digadang sebagai karya filsafat berpengaruh abad pertengahan. Ibnu Rusyid juga tokoh perintis penelitian jaringan tubuh (histology) berjasa di bidang kedokteran, sampai mendapat gelar “Si Jenius dari Andalusia”.

Batil Berbungkus Agama

Ibnu Rusyid, salah satu cendikiawan terjenius dalam sejarah Islam, memperingatkan umat Muslim akan bahaya “alih fungsi agama”. Ibnu Rusyid memperingatkan akan datangnya satu masa ketika Islam akan diselewengkan justru dijadikan “alat” untuk Membenarkan yang batil.

Sepanjang sejarah kemanusiaan, tak terhitung banyaknya konflik dan perang yang menggunakan agama sebagai dalih untuk justifikasi (pembenaran) aksi perang, juga untuk manipulasi massa agar mau dijadikan mesin pembunuh.

Manipulasi sang Fuhrer

Adolf Hitler, orator terulung dalam sejarah umat manusia, membius bangsa Jerman dengan bungkus gerakan Nazi adalah “gerakan Kristiani”. Slogan “gerakan Nazi adalah Kristiani” selalu terdengar dalam setiap pidatonya (sumber: Bundesarchiv Berlin-Zehlendorf).

Buku suci Nazi “M-e-i-n K-a-m-p-f” yang ditulis Hitler, hampir setiap halaman nya selalu terdapat penegasan gerakan Nazi adalah gerakan “Relijius”, bahwasanya Nazi mengemban misi dari Tuhan untuk menghapus etnis yahudi dari muka bumi.

Bangsa Jerman terbius oleh manipulasi sang fuhrer lalu pergi berperang yang menyebabkan puluhan juta jiwa tewas, belum termasuk korban genosida pembersihan etnis yang dilakukan Nazi terhadap yahudi eropa.

Agama Dibuat Senjata oleh Kelompok Ekstrem untuk Pemusnah Massal

Sebut “konflik agama” yang pernah ada di muka bumi, dari Crusade (perang salib), sampai konflik Bosnia, sampai Perang Suriah, tidak pernah urusan agama, melainkan urusan Wilayah, Kekuasaan dan Uang (minyak), dan agama jadi dalih nya.

Karena tidak ada cara lebih efektif untuk manipulasi “orang bodoh” agar mau melakukan “hal bodoh” yaitu dengan menggunakan agama.

Kita menyaksikan sendiri berbondong-bondong orang bodoh pergi ke Surah & Irak untuk bergabung dengan ISIS rela MATI SANGIT (mati konyol) berpikir akan masuk surga plus bonus 72 bidadari #Bodoh

Kita menyaksikan betapa ayat dan dalil dijual lebih murah dari kacang goreng saat Pilkada untuk kampanye negatif menjatuhkan calon lawan dan memenangkan calon yang diusung.

Begitu dahsyat daya bius dan daya hipnotis agama terhadap orang-orang bodoh, sehingga akal sehat mereka berhenti total, berkat dogma “menggunakan akal adalah sesat”.

Makar Berbungkus Agama

Yang diperjuangkan oleh Ormas terlarang adalah mendirikan khilafah menggantikan falsafah Pancasila adalah gerakan makar tidak ada bedanya dengan PKI.

Bedanya dengan PKI, gerakan ini dibungkus agama, dibungkus dengan bendera tauhid, dibungkus dengan dalil sehingga orang-orang bodoh tidak bisa melihat kebatilan karena terlanjur “silau” oleh kemasan agama.

Wejangan Ibnu Rusyid “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkus yang batil dengan agama.”, memang nyata adanya. Kita hanya bisa berdoa semoga populasi orang bodoh lebih sedikit daripada populasi orang cerdas, aamiin.

Tak lupa juga, mari kita berdoa agar Revisi UU terorisme segera disahkan, supaya gerakan-gerakan makar berkedok agama dapat segera dibasmi tuntas, tas, tas, tassss, aamiiin.
Jangan mau tertipu…
Khilafah No Pancasila Yes
https://politikandalan.blogspot.com/2019/11/jika-ingin-menguasai-orang-bodoh.html
[ politikandalan.blogspot.com ]

Thursday, August 22, 2019

MENDIRIKAN NEGARA BARU BUKAN SOLUSI


Musda Mulia sebagai pendiri ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) memberikan pengalamannya soal gerakan Radikalisme. Musda Mulia juga mengajak anak muda untuk terus menjaga dan merawat bangsa Indonesia. Temukan kami di: Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCmuM... Instagram : https://www.instagram.com/officialtop... Twitter : https://twitter.com/topurgent_ Facebook : https://www.facebook.com/official.top...

Saturday, July 13, 2019

Ini Kampus-Kampus Markas Besar Kelompok Radikal


Denny Siregar: Ini Kampus-Kampus Markas Besar Kelompok Radikal

Jejak kelompok radikal itu ternyata bermula dari kampus-kampus, sebelum mereka menyebar ke segala arah dan menguasai posisi penting dimana saja..

Lumayan mengerikan, canggih, dan sangat cerdas..

Rabu, 10 Juli 2019

Hasil penelitian Setara Institute terhadap kampus-kampus yang terpapar radikalisme sudah keluar. Menurut Setara, ada 10 kampus yang sudah terpapar radikalisme; mulai dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Bandung (ITB), sampai Institut Pertanian Bogor (IPB). Paparan radikalisme ini bukan hanya pada mahasiswanya, tetapi juga sudah mengarah pada para pejabat kampusnya.

Bahkan Setara Institute menyebutkan bahwa Masjid Al-Hurriyyah di IPB itu sebagai tempat kaderisasi kelompok radikal.

Menurut hasil penyelidikan, masuknya kelompok radikal ke Indonesia ini diawali oleh pergerakan Ikhwanul Muslimin. Mereka bergerak secara halus dan cermat pada masa Orde Baru. Sasaran mereka adalah dunia pendidikan. Kampus menjadi sasaran karena di sanalah mereka bisa menguasai beasiswa bagi program kaderisasinya.

Beberapa tahun kemudian, sesudah Ikhwanul Muslimin, masuklah Salafi Wahabi dan Hizbut Thahrir ke kampus-kampus. Mereka membentuk ikatan eksklusif dan secara masif menyebarkan ideologinya.

Khusus untuk IPB, gerakan masuk kampus dimulai ketika Soeharto mencanangkan Indonesia sebagai negara agraris, dan IPB sebagai kampus pertanian tentu harus menjadi pelopor. Di sana mereka berkembang biak, sehingga akhirnya mampu membangun departemen ekonomi syariah.

Melalui IPB mereka melakukan kaderisasi di masjid. Mereka juga mencari siswa-siswa pintar di SMA untuk kemudian diberikan beasiswa.

Cara penyebaran ideologi mereka menarik, karena bukan hanya pada tataran diskusi saja. Semua fasilitas disediakan; mulai kos, uang bulanan sampai dikenalkan dengan wanita yang menjadi anggota untuk dikawinkan.

IPB menjadi kampus yang sangat eksklusif. Bahkan kelompok radikal itu sempat mengharuskan IPB menjadi kampus berjilbab. Mereka juga membubarkan pertunjukan musik karena sudah dianggap maksiat. Acara kebudayaan dan seni dihilangkan.

Dan ketika kaderisasi sudah berjalan, kader-kader mereka dikerahkan keluar dalam program lapangan, dengan tujuan membangun jaringan baru sekaligus menyebarkan ideologi khilafah.

Dari sana mereka berkembang biak lagi dan masuk ke BUMN, ASN bahkan TNI dan Polri. Gerakan selama 40 tahun dengan sistematis ini benar-benar dijaga dengan senyap. Mereka yang dikader ini sekarang sudah menduduki jabatan penting selevel dirjen di perusahaan pemerintah, yang kemudian kembali melakukan kaderisasi ke jajaran di bawahnya.

Mereka benar-benar terlatih untuk membangun sebuah gerakan yang akan mereka hantamkan kelak puluhan tahun kemudian.

Hasil penelitian Setara Institute ini tentu dibantah oleh alumnus IPB sendiri yang sekarang sudah banyak menjadi tokoh. Siapa, sih, yang mau dibilang radikal? Sama dengan siapa, sih, maling yang mau dibilang maling?

Sekian lama kelompok radikal itu bercokol di dalam dan menguasai banyak elemen penting universitas, bagaimana cara mengatasinya?

Sejak 2017, ketika menjabat rektor, Arif Satria langsung menggelar program pembauran. Ia membuka masjid di IPB untuk semua pemahaman Islam, termasuk NU dan Muhammadiyah. Jadi, masjid tidak lagi didominasi oleh kelompok tertentu saja.

Arif Satria berjuang keras agar IPB tidak lagi distigma radikal. Ia mengembangkan program multikultural di dalam kampus, juga kebangsaan. Ia merangkul dosen dan mahasiswa yang terpapar dan mulai diajak mengembangkan nilai-nilai kebangsaan.

Perjalanan memerangi radikalisme di Indonesia ini bagai jalan panjang tak berujung, karena sejak lama dibiarkan. Tetapi, setidaknya langkah-langkah kecil sudah dimulai. Kita berharap kelak hasilnya akan sesuai harapan kita.

Sunday, May 5, 2019

SURAT UNTUK ADEKKU YANG CANTIK PENDUKUNG HTI


SURAT UNTUK ADEKKU YANG CANTIK PENDUKUNG HTI

Adekku yang cantik pendukung HTI..

Dek, apa kabar ? Senang melihatmu begitu atraktif mendukung Hizbut Thahrir. Adek pasti sama dengan sekian ratus pendukung Hizbut Thahrir di seluruh dunia, bermimpi tentang indahnya negeri ini ketika berada di bawah naungan khilafah.

Tapi coba abang ingatkan dulu sebuah peristiwa...

Adek kenal wanita yang bernama Bibi Aisha ?

Bibi Aisha adalah gadis muda cerdas yang tinggal di Afghanistan. Ia sebelumnya baik-baik saja sebelum ayahnya berhutang pada organisasi Taliban. Taliban ini adalah pendukung khilafah, sama seperti yang Hizbut Thahrir lakukan. Mereka punya keyakinan yang sama.

Akhirnya Bibi Aisha dikawinkan paksa pada usia 14 tahun, justru saat dia sedang menikmati masa remajanya. Dan adek tahu apa yang terjadi pada Bibi Aisha ? Dia dihajar habis oleh suaminya, karena konsep khilafah yang mereka yakini tidak mengenal wanita sebagai pendamping, hanya aksesori.

Bibi Aisha kabur dari suaminya tetapi ia tertangkap. Dan tahu apa yang dialami Bibi Aisha, dek ? Hidungnya yang mancung dipotong oleh suaminya dan Bibi Aisha ditinggal dalam kondisi koma karena kekurangan darah. Untunglah ia ditemukan oleh orang baik dan dilarikan ke rumah sakit.

Wajah Bibi Aisha dengan hidungnya yang hilang kemudian menjadi cover majalah Time tahun 2010 dan ia bercerita tentang kehidupan di Afghanistan pasca penguasaan kelompok Taliban yang meyakini negara Islam.

Penderitaan Bibi Aisha juga yang diderita para wanita di Nigeria yang diculik oleh kelompok Boko Haram yang meyakini konsep khilafah yang sama. Jangan tanya apa yang dilakukan ISIS kepada wanita dan para gadis yang bahkan belum matang di Irak dan Suriah. Mereka habis-habisan diperkosa..

Adekku yang cantik..

Adek harusnya bersyukur tinggal di negeri tercinta ini. Negeri indah yang memuliakan wanita. Mendorong wanita supaya bisa setara dengan pria. Memberikan pendidikan yang sama tanpa membedakan siapa dia.

Banyak pahlawan wanita disini, yang terkenal salah satunya adalah RA Kartini, yang berjuang untuk mendapatkan sisi yang sama dengan para lelaki.

Adek bisa masih cantik dan bebas bersuara karena konsep dan sistem Pancasila di negeri ini. Jika Indonesia menjadi negeri Islam seperti yang adek dambakan, adek sudah pasti tidak bisa turun ke jalan apalagi bersuara keras seperti sekarang yang adek lakukan. Adek bisa-bisa sudah dikawinkan sejak dini dan harus patuh pada suami untuk tidak boleh kemana-mana, bahkan untuk shopping keluar saja. Belum lagi mengalami kekerasan..

Adekku yang cantik boleh-boleh saja bermimpi tentang negara Islam, tetapi manakah di dunia ini yang sudah menerapkan sistemnya ? Belum ada, dek, karena mengerikan.

Bahkan negara sekelas Arab Saudi saja masih monarkhi, dan dari penerapan syariat mereka wanita berada di kelas dua. Mereka baru boleh menyetir mobil sendiri baru-baru saja. Bukan karena Saudi menghormati wanita, tapi karena ekonomi mereka sedang berada pada titik terendah dan penerapan supir untuk wanita membebani kas negara.

Jadi adek seharusnya cukup bersyukur saja bahwa adek ada di tempat yang memuliakan wanita. Negeri Indonesia adalah surganya. Tidak perlu ribut menggantinya dengan sistem yang bahkan adek tidak mengerti dampaknya.

Mungkin Bibi Aisha dan banyak wanita lain di dunia yang ditindas dengan sistem khilafah yang salah akan berseru, "Hai cantik. Nikmat Tuhan manakah yang kau ingkari dengan hidup di negeri seperti Indonesia ini ? Lihatlah kami, diri kami ditindas setiap hari karena kearoganan sebuah sistem yang menjadikan wanita sebagai aksesori. Bersyukurlah, apakah tidak cukup bagimu semua ini ?"

Adekku yang cantik, belajarlah dengan baik. Jadilah wanita yang bisa mengangkat derajat dan harkat sesamamu nanti. Tidak usah meributkan hal yang tidak kau mengerti. Biar kami yang menjaga negeri ini dan cukuplah dirimu mendukung perjuangan kami menjaga dirimu, kaum wanita sepertimu dan ibu pertiwi.

Salam dari abang
Pendukung Secangkir Kopi

Denny Siregar


KOMANDO PERANG SDH DIBERIKAN HRS:
HRS akan mengendalikan perang dan memberikan komando dari Makkah, utk menggerakkan umat Islam berjihad konstitusional dg dalih memerangi kecurangan...Tuntutan besarnya..mendiskualifikasi Pasangan calon no 1 dan menetapkan Pasangan calon no2 sebagai presiden dan wapres terpilih...

Habib Rizieq Shihab: Maklumat Mekkah

https://www.faktakini.com/2019/04/habib-rizieq-shihab-maklumat-mekkah.html

Maklumat terbaru Habib Rizieq Shihab dari Mekkah


MAKLUMAT MEKKAH


بسم االله الرحمن الرحیم
الحمد الله و الصلاة والسلام على رسول االله وعلى آلھ وصحبھ ومن والاه
أشھد أن لا إلھ إلا االله وحده لا شریك لھ وأشھد أن سیدنا محمدا عبده ورسولھ

Sehubungan telah terjadinya Kezaliman dan Kecurangan yang Terstruktur, Sistematis

dan masif dalam PEMILU 2019, maka kami memandang perlu untuk menyampaikan MAKLUMAT dari Kota Suci Makkah Al-Mukarromah untuk seluruh Rakyat dan
Bangsa Indonesia demi tercurahnya Rahmat dan Ridho Allah SWT :

PERTAMA : Bahwa Allah SWT murka kepada orang-orang yang berbuat CURANG
sebagaimana Firman-Nya di awal Surat Al-Muthoffifiin :
" للمطففین ویل "
artinya "Celakalah bagi orang-orang yang CURANG".

Dan Rasulullah
SAW pun menolak orang yang CURANG sebagai golongannya
sebagaimana hadits riwayat Muslim dan Imam Thabrani dalam Mu’jam Kabir dan Mu’jam Shoghir yang berbunyi :

" النار في والخداع والمكر منا فلیس

غشنا من " artinya "Barang siapa yang mencurangi kami bukan termasuk
golongan kami, dan TIPU DAYA dan KECURANGAN tempatnya di Neraka".

Jadi jelas bahwa CURANG adalah KEZALIMAN dan
KEJAHATAN yang diharamkan ajaran Islam, serta merupakan Musuh
semua Agama, Bangsa dan Negara.

KEDUA : Bahwa melihat dan memperhatikan UUD 1945 Pasal 22 e ayat 1 menyatakan : "Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali".

Dan UU NO 7 TH 2017 tentang PEMILU Pasal 463 ayat 1 s/d 4 telah menetapkan Sanksi
Hukum dan Politik bagi Caleg mau pun Capres dan Cawapres yang
melakukan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif adalah Dibatalkan Pencalonannya (DISKUALIFIKASI).

KETIGA : Bahwa Pemilu 2019 di Indonesia telah terjadi KECURANGAN secara
Terstruktur, Sistematis dan Masif , maksudnya yaitu :

1. Disebut CURANG TERSTRUKTUR karena dilakukan oleh Struktur
Perangkat Negara dengan penggunaan Fasilitas Negara, sehingga
Presiden dan Para Menterinya bersama POLRI dan Kepala Daerah
"menekan dan memaksa" seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) dan
Keluarganya, hingga Kepala Desa dan Warganya untuk
PEMENANGAN JOKOWI, bahkan mengerahkan BUMN dan ASN untuk kampanye paslon 01 dengan sanksi dipecat bagi yang tidak ikut.

Presiden pun tidak cuti selama kampanye agar leluasa menggunakan
Fasilitas Negara, sekaligus menjebak lawan politik berhadapan dengan
Presiden bukan dengan Calon Presiden.

2. Disebut CURANG SISTEMATIS karena dilakukan secara Terencana
dan Terkordinasi dengan Pola Kerja yang Tersusun sejak dari sebelum masa Kampanye hingga pasca Pilpres 2019, yaitu sebagai
berikut :

a. Sebelum Pilpres : Telah terjadi Kriminalisasi Ulama,
Persekusi Da'i, Penangkapan Aktivis, Sanderaisasi Oposisi, Pembubaran Ormas Islam dan Pembungkaman Tokoh Kritis serta memfitnah lawan politik sebagai Anti Pancasila, Anti UUD
1945, Anti NKRI dan Anti Bhinneka Tunggal Ika.

b. Terkait DPT : Ada 25 juta DPT Ganda, dan 31 juta DPT
Siluman, serta 14 juta DPT Orang Gila, ditambah lagi ada KK
yang berisi 440 orang, dan ada yang berisi 1355 orang, bahkan ada yang berisi 1826 orang. Selain itu ada TPS berisi lebih dari
batas maksimal 300 orang, serta ada dalam satu TPS 200 orang pemilih memiliki tgl lahir yang sama.

c. Saat Pilpres : Banyak Kejadian ; Pemilih tidak diundang, sekeluarga satu KK tapi beda TPS, Peralatan datang terlambat,
Penguluran waktu sehingga ada pemilih yang pulang,
Percepatan penutupan TPS, Saksi paslon 02 ditolak, Formulir A5 tidak berlaku, Formulir C1 Asli tidak didistribusikan, 4 ton
kertas suara disimpan di Kantor Tribun Timur Makassar dari Grup Kompas dan Gramedia, Surat Suara di TPS sudah dicoblos untuk 01, Pencoblosan Massal untuk 01, Surat Suara habis di TPS dan Pengarahan Coblos 01 di TPS.

d. Sesudah Pilpres : Banyak Kejadian : Kotak Suara dirampas, Kotak Suara disimpan di luar ketentuan, Kotak Suara tidak lagi
tersegel, Kertas Suara dibakar, Perampokan Berkas Saksi paslon 02, Penculikan dan Penganiayaan bahkan Pembunuhan Petugas
KPPS.

e. Saat Input Data : Banyak Kejadian : Input Data di IT - KPU sering ada penambahan angka besar suara paslon 01, seperti antara lain :

• Di TPS No 8 Ds. Lubuk Tanjung Kec. Lubuk Linggau Barat I Kota Lubuk Linggau Propinsi Sumatera Selatan suara Jokowi di Formulir C1 sebesar 41 diinput KPU menjadi 241
suara.

• Di TPS No 3 Ds. Pandan Kec. Tanah Abang Kab. Penukal Abab L.I. Propinsi Sumatera Selatan suara Jokowi di Formulir C1 sebesar 49 diinput KPU menjadi 249 suara.

• Di TPS No 3 Ds.Angsau Kec. Pelaihari Kb. Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan suara Jokowi di Formulir C1
sebesar 59 diinput KPU menjadi 259 suara.

• Di TPS No 18 Ds. Malakasari Kec. Bale Endah Kab. Bandung Propinsi Jawa Barat suara Jokowi di Formulir C1 sebesar 53 diinput KPU jadi 553 suara.

• Di TPS no 1 Ds. Giri Mulyo Kec. Belitang Jaya Kab. Oku
Timur Propinsi Sumatera Selatan suara Jokowi di Formulir C1 sebesar 71 diinput KPU menjadi 771 suara.

• Di TPS No 4 Ds Rejosari Kec. Pakis Kab. Magelang
Propinsi Jawa Tengah suara Jokowi di Formulir C1 sebesar 119 diinput KPU menjadi 1119 suara.

• Di TPS No 5 Ds. Fulur Kec. Lamaknen Kab. Belu Propinsi NTT suara Jokowi di Formulir C1 sebesar 140 diinput KPU menjadi 1404 suara.

• Di TPS No 4 Ds. Petak Kaja Kec. Gianyar Kab. Gianyar
Propinsi Bali suara Jokowi di Formulir C1 sebesar 183
diinput KPU menjadi 1833 suara.

• Ini merupakan sekelumit contoh kecurangan dari paslon 01, dan masih banyak lagi kecurangan penambahan suara untuk
paslon 01 serta pengurangan suara untuk paslon 02.

f. Saat Pengumuman : Penyesuaian Real Count KPU dengan Quick Count Lembaga Survey bayaran paslon 01, dan Pemblokiran Web Lawan Politik yang mengumumkan
perhitungan suara walau pun Web tersebut sebelumnya sudah mendapat izin dari KPU, serta Pengkloningan Akun dan Channel Medsos Lawan Politik.

g. Selama Kampanye : Polri menjadi Timses sehingga sering buat aturan baru untuk akomodir situasi agar menguntungkan paslon
01 seperti mempersulit izin dan memblokir tempat serta
menghalangi akses kampanye paslon 02, juga sering memproses hukum Lawan Politik paslon 01.

3. Disebut CURANG MASIF karena terjadi secara Merajalela dimana-
mana dan Meluas kemana-mana di seluruh Daerah se-Indonesia, dan
disaksikan secara massal oleh seluruh rakyat Indonesia, sehingga viral
di berbagai media cetak mau pun elektronik.

KEEMPAT : Kami serukan kepada para Habaib dan Ulama serta Tokoh
Nasional yang selalu Istiqomah berjuang membela Agama, Bangsa
dan Negara :

1. Dengan Spirit 411 dan Ruh 212 agar segera Gelar IJTIMA ULAMA 3 secara
CEPAT, TEPAT, MANFAAT dan SELAMAT, untuk menyikapi segala
Kezaliman dan Kecurangan Pemilu 2019 yang Sadis dan Brutal, sehingga terjadi
Tragedi Nasional dengan jatuhnya ratusan korban sakit dan meninggal dunia dari PETUGAS PEMILU lantaran stress dan depresi akibat tekanan kecurangan,
yang belum pernah terjadi sepanjang Sejarah Bangsa Indonesia.

2. Dengan tulus dan ikhlas agar segera mengajak Santri dan Ummat di masjid,
musholla, majelis, pesantren, madrasah dan rumah, membaca secara tertib dan
rutin Surat Yasin dan Surat Al-Fath, serta Hizbun Nashr Imam Syadzali dan
Imam Alhaddad, lalu Istighotsah dan Munajat kepada Allah SWT agar Allah SWT memberikan kemenangan dan keberkahan kepada Ulama dan Rakyat Indonesia
bersama Capres dan Cawapres Ijtima Ulama yaitu Prabowo – Sandi, dan
sebaliknya Allah SWT mengazab dan menghinakan mereka yang sudah
mencurangi dan mengkhianati jutaan rakyat Indonesia.

3. Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan tetap mengawal, menjaga dan
membela Capres dan Cawapres Prabowo Sandi beserta BPN dan seluruh Partai Koalisi Indonesia Adil Makmur agar tetap ISTIQOMAH berjuang bersama Ulama dan Rakyat Indonesia dalam Melawan Kezaliman untuk Menegakkan
Keadilan hingga tegak Kalimat Allah Yang Maha Tinggi.

4. Dengan membimbing, mendorong dan memotivasi masyarakat di semua Daerah agar segera membentuk PANITIA AKSI BELA NEGERI untuk gelar AKSI KONSTITUSIONAL untuk KEPUNG BAWASLU dan LAPORKAN KECURANGAN DENGAN BUKTI, lalu selanjutnya KEPUNG KPU untuk TUNTUT KEADILAN.

5. Dengan semangat JIHAD KONSTITUSIONAL mendorong semua komponen Bangsa agar secara bersama-sama membetuk Panitia Nasional Aksi Bela Negeri
untuk menggelar secara besar-besaran AKSI BELA NEGERI secara
KONSTITUSIONAL di JAKARTA untuk KEPUNG BAWASLU dan KPU
dengan Tuntutan : DISKUALIFIKASIKAN JOKOWI KARENA CURANG,
DAN SEGERA TETAPKAN PRABOWO SEBAGAI PEMENANG PILPRES 2019.

Demikian Maklumat Mekkah ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian dan pedoman
Lbagi segenap Rakyat dan Bangsa Indonesia yang penuh semangat membela Agama,
Bangsa dan Negaranya.

Kami serukan untuk selalu berjuang dengan sabar dan tegar, serta tabah dan gagah, dalam koridor konstitusi NKRI.
Selamat Berjuang. Semoga Menang.

حسبنا االله ونعم الوكیل ... نعم المولى ونعم النصیر
لا حول ولا قوة إلا باالله العلي العظیم

Makkah Al-Mukarromahو 22 Sya'ban 1440 H
27 April 2019 M










Thursday, April 11, 2019

BAGAIMANA CARA HTI MEMECAH NEGERI INI ?


BAGAIMANA CARA HTI MEMECAH NEGERI INI ?

Bahayanya Hizbut Thahrir adalah ketika mereka melakukan penyusupan ke militer.

Jejak Hizbut Thahrir di seluruh dunia, selalu berujung pemberontakan militer.

Tahun 1974, kelompok bernama Shabab Muhammad menyerang sekolah militer di Kairo Mesir, untuk melakukan kudeta dan usaha membunuh Anwar Sadat, Presiden Mesir kala itu. Para pelaku mengumumkan berdirinya negara Islam dibawah kepemimpinan Hizbut Tahrir. Kudeta itu gagal dan semua pelakunya dihukum mati.

Di Bangladesh Pakistan, tahun 2012, Hizbut Tahrir melakukan percobaan kudeta yang juga gagal melibatkan purnawirawan dan perwira militer aktif.

Di Yordania, mereka juga melakukan penyusupan di militer dan melakukan kudeta yang gagal tahun 1969. Begitu juga yang terjadi di Irak dan Suriah, tahun 1972 dan 1976.

Kenapa militer ? Karena mereka mempunyai akses senjata yang menjadi syarat utama untuk melakukan kudeta.

Pembiaran kelompok Hizbut Thahrir di Indonesia, selama 10 tahun SBY berkuasa, memungkinkan kader mereka untuk menyusup ke tubuh militer melalui berbagai cara, salah satunya dengan berbaju "ulama". Dari sana, Hizbut Thahrir memetakan siapa-siapa saja pejabat tinggi yang memungkinkan untuk diperdaya.

Hizbut Thahrir ini unik. Mereka mampu membangun ormas-ormas agama dengan nama berbeda, untuk kemudian digabungkan menjadi satu ketika saatnya diperlukan. Melalui ormas-ormas agama ini Hizbut Thahrir memegang jaringan "umat".

Dengan modal jaringan "umat", Hizbut Thahrir ,kemudian melakukan pendekatan kepada oknum pejabat militer yang dijanjikan akan menjadi penguasa kelak. Ketika mereka kudeta nanti, akan ada legitimasi bahwa militer didukung oleh umat atau masyarakat. Cantik, kan ?

Dan satu unsur lagi pemegang modal, yaitu mafia atau pengusaha hitam yang akan memegang proyek jika mereka berkuasa. Kudeta adalah investasi, sehingga harus ada potensi balik modalnya.

Politikus ambisius hanyalah pion bagi mereka. Bisa disingkirkan kemudian.

Dari pola-pola seperti ini, kita bisa melihat betapa berbahayanya Hizbut Thahrir dengan gerakan senyap mereka. Berbeda dengan ormas radikal lainnya yang mengandalkan otot, HTI itu adalah otak.

Itulah ketika Jokowi membubarkan mereka di tahun 2017, HTI meradang. Mereka pernah ingin melaksanakan kudeta kecil melalui gerakan besar, tetapi geraknya ketahuan dan gagal.

Dan sebagai gerakan selanjutnya, mereka ingin memainkannya secara konstitusional, yaitu melalui Pemilu. Untuk ikut dalam Pemilu, mereka harus masuk di barisan koalisi partai peserta. Dan disanalah mereka membangun agenda selanjutnya.

Seram, kan ?

Itulah kenapa Pilpres 2019 ini bukan sekedar Pilpres biasa, tetapi perang ideologi antara Pancasila versus Khilafah.

Rapatkan barisan. Kita seruput kopi bersama..

Denny Siregar

Monday, October 29, 2018

Islam Moderat Harus Membumi



Gbr Ilustrasi

Islam Moderat Harus Membumi

PPIM UIN Jakarta menggelar launching hasil survei di Hotel Le Meridien, 16 Oktober 2018. Survei
PPIM UIN Jakarta
 2018 "Pelita yang Meredup" ini merupakan kelanjutan dari survei "Api dalam Sekam" tahun 2017 mengenai keberagamaan siswa/mahasiswa dan guru/dosen.

Fenomena maraknya kecenderungan intoleran dan radikalisme agama tidak hanya terjadi pada siswa sekolah menengah, namun juga terjadi pada level pendidikan paling dini sekalipun.

Ada temuan yang menarik dari survei tahun lalu, bahwa guru memiliki tingkat opini intoleransi yang cukup tinggi. karenanya tahun ini PPIM memperdalam temuan tersebut dengan melakukan survei terhadap 2.237 guru dan kepala sekolah (musllim) di 34 provinsi.

Sedangkan alat ukur yang digunakan adalah self report- CAI dan IAT, IAT ini jarang digunakan terlebih di Indonesia. Tes psikologis ini lebih bersifat tidak langsung dan memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi pada responden dewasa.

Profil sampel guru mencakup kategorikal mata pelajaran yang diampu, guru kelas (sekolah dasar), honorer, dari yayasan, penghasilan, jenis kelamin, dll. Mulai dari guru TK/ RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/K/MA.

Temuan
Temuan-temuan menarik di lapangan berdasarkan survei yang dilakukan di lapangan yang pertama adalah guru di Indonesia mulai dari TK/RA hingga SMA/MA memiliki opini toleran dan opini radikal yang tinggi.

Direktur PPIM UIN Jakarta menjelaskan bahwa opini intoleran para guru melalui uji IAT mencapai 56.90% dan melalui kuesioner sebesar 63.07%.

Bila ada kesempatan, aksi intoleran 29% guru berkeinginan untuk menandatangani pelisi menolak kepala dinas pendidikan yang berbeda agama.

Lalu, 34% guru pun berkeinginan untuk menandatangani petisi menolak pendidikan sekolah berbasis agama non-islam di sekitar tempat tinggalnya.

Ironisnya, 29% guru setuju untuk ikut berjihad di Filipina Selatan, Suriah, atau Irakdalam memperjuangkan berdirinya agama Islam.

Kemudian, 33% guru pula setuju untuk menganjurkan orang lain agar ikut berperang mewujudkan negara Islam.

Sedang 27,59% guru berkeinginan untuk menganjurkan orang lain agar ikut berperang dalam mewujudkan negara Islam.

Tak sampai disitu, 13.30% guru berkeinginan untuk menyerang polisi yang menangkap orang-orang yang sedang berjuang mendirikan agama Islam.

Bila dilihat dari sisi gender, guru wanita ternyata memiliki sifat intoleran yang lebih tinggi dibandingkan guru laki-laki. Bila dilihat dari jenis sekolah, ternyata sekolah swasta dan madrasah memiliki sikap intoleran yang lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri.

Faktor-faktor yang terkait dengan intoleransi dan radikalisme diantaranya adalah pandangan Islami, aspek demografis, dan ormas serta sumber pengetahuan keislaman.

Peran ormas Islam yang paling berperan dalam timbulnya sikap intoleran dan radikalisme yaitu Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Nahdhatul Wathan, Majelis Tafsir Alquran, dan Front Pembela Islam.

Kalau ditinjau dari pengalaman organisasi yang pernah diikuti guru pada saat mahasiswa, ternyata organisasi HMI memberi pengaruh 12.30%, PMII 7.20%, LDK 3.98%, KAMI 1.4%, dan IMM 0.9%. Sedangkan 62.28% guru tidak pernah aktif berorganisasi pada saat menjadi mahasiswa.

Henny Supolo Sitepu (Ketua Yayasan Cahaya Guru) mengatakan bahwa,"bisa jadi guru menjadi intoleran bukan berarti karena mereka 'tidak mau' tetapi bisa jadi mereka 'tidak tahu'. Ketidaktahuan guru tentang agama lain membuatnya memiliki sikap intoleran.

"Kita perlu membuka ruang-ruang perjumpaan, mengadakan praktik-praktik yang positif, dan mengangkat nilai kemanusiaan agar guru mulai menyadari bahwa kebinekaan merupakan suatu perbedaan yang indah, yang harus ditanamkan kepada peserta didiknya", imbuh Henny Supolo Sitepu,MA.

Heru Purnomo (Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia) juga menanggapi hasil survei nasional PPIM. Ia mengatakan bahwa pendidikan merupakan strategi pengetahuan yang harusnya digunakan para guru untuk menyampaikan paham-paham intoleran dan radikalisme kepada muridnya.

Heru juga mengatakan,"Guru muda yang berpenghasilan rendah cenderung memiliki sifat intoleran. Ya mungkin saja itu karena ia sedang mencari keadilan dan keadilan yang hakiki di dunia ini adalah keadilan Tuhan. Oleh karena itu ia lebih menekankan muridnya untuk taat beragama saja"

Bahrul Hidayat, Ph.D (Ahli pendidikan) menanggapi bahwa "identity closes" membawa pengaruh yang besar kepada individu untuk lebih mengutamakan orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu mereka menolak untuk memilih kepala dinas yang berbeda agama.

"Bagian lain yang harus kita pahami yaitu mengenai pembelajaran keagamaan kita sendiri. Apakah kita dan tokoh agama kita sudah mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin?", imbuh Bahrul Hidayat (Ahli Pendidikan).

Menurut Prof. Dr. Jamhari Makruf (Advisory Board PPIM),"Guru memang aktor penting yang memberi pengaruh tumbuhnya sikap intoleran. Untuk itu, perlu berbagai program yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mendapat pengalaman dalam lingkungan yang majemuk dan beragam"

Rekomendasi
Sebagai hasil dari penelitian, PPIM UIN Jakarta mengajukan rekomendasi sebagai berikut : Pertama, perlu berbagai program yang memberikan kesempatan pada guru madrasah untuk mendapat pengalaman dalam lingkungan majemuk dan beragam, meningkatkan religious literasi pada guru madrasah agar mengenal agama dan kelompok yang berbeda.

Kedua, salah satu cara yang efektif memperkuat wawasan kebangsaan dan kemajemukan para guru baik yang mengabdi di madrasah maupun swasta adalah pemberdayaan lembaga-lembaga yang memproduksi guru, seperti LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), Pendidikan Profesi Guru (PPG), Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB).

Ketiga, peranan Ormas-ormas seperti NU dan Muhammadiyah yang selama ini dikenal mendakwahkan Islam moderat harus lebih membumi.

(Dwi Nugroho) selamat datang di: www.politikandalan.blogspot.com

Sunday, October 28, 2018

SURAT TERBUKA UNTUK ADEKKU YANG CANTIK PENDUKUNG HTI


Gambar Ilustrasi

SURAT TERBUKA
UNTUK ADEKKU YANG CANTIK PENDUKUNG HTI

Adekku yang cantik.....

Dek, apa kabar ? Senang melihatmu begitu atraktif mendukung Hizbut Thahrir. Adek pasti sama dengan sekian ratus pendukung Hizbut Thahrir di seluruh dunia, bermimpi tentang indahnya negeri ini ketika berada di bawah naungan khilafah.

Tapi coba dech abang ingatkan dulu dengan sebuah peristiwa...

Adek kenal wanita yang bernama Bibi Aisha ?
Bibi Aisha adalah gadis muda cerdas yang tinggal di Afghanistan. Ia sebelumnya baik-baik saja sebelum ayahnya berhutang pada organisasi Taliban. Taliban ini adalah pendukung khilafah, sama seperti yang Hizbut Thahrir lakukan. Mereka punya keyakinan yang sama.

Akhirnya Bibi Aisha dikawinkan paksa pada usia 14 tahun, justru saat dia sedang menikmati masa remajanya. Dan adek tahu apa yang terjadi pada Bibi Aisha ? Dia dihajar habis oleh suaminya, karena konsep khilafah yang mereka yakini tidak mengenal wanita sebagai pendamping, tapi hanya aksesori.

Bibi Aisha kabur dari suaminya tetapi ia tertangkap. Dan adek tahu apa yang dialami Bibi Aisha? Hidungnya yang mancung dipotong oleh suaminya dan Bibi Aisha ditinggal dalam kondisi koma karena kekurangan darah. Untunglah ia ditemukan oleh orang baik dan dilarikan ke rumah sakit.

Wajah Bibi Aisha dengan hidungnya yang hilang kemudian menjadi cover majalah Time tahun 2010 dan ia bercerita tentang kehidupan di Afghanistan pasca penguasaan kelompok Taliban yang meyakini negara Islam.

Penderitaan Bibi Aisha juga yang diderita para wanita di Nigeria yang diculik oleh kelompok Boko Haram yang meyakini konsep khilafah yang sama. Jangan tanya apa yang dilakukan ISIS kepada wanita dan para gadis yang bahkan belum matang di Irak dan Suriah. Mereka habis-habisan diperkosa..

Adekku yang cantik..

Adek harusnya bersyukur tinggal di negeri tercinta ini. Negeri indah yang memuliakan wanita. Mendorong wanita supaya bisa setara dengan pria. Memberikan pendidikan yang sama tanpa membedakan siapa dia.

Banyak pahlawan wanita disini, RA Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Mala Hayati, Christina Martha Tiahahu dan lain lain yang berjuang untuk mendapatkan sisi yang sama dengan para lelaki.

Adek bisa masih cantik dan bebas bersuara, karena konsep dan sistem Pancasila di negeri ini. Jika Indonesia menjadi negeri khilafah seperti yang adek dambakan, adek sudah pasti tidak bisa turun ke jalan apalagi bersuara keras seperti sekarang yang adek lakukan. Adek bisa-bisa sudah dikawinkan sejak dini dan harus patuh pada suami untuk tidak boleh kemana-mana, bahkan untuk shopping keluar saja. Belum lagi mengalami kekerasan.

Adekku yang cantik, boleh-boleh saja bermimpi tentang negara Islam, tetapi manakah di dunia ini yang sudah menerapkan sistemnya ? Belum ada, dek. Bahkan negara sekelas Arab Saudi saja masih monarkhi dan dari penerapan syariat mereka wanita berada di kelas dua. Mereka baru boleh menyetir mobil sendiri baru-baru saja. Bukan karena Saudi menghormati wanita, tapi karena ekonomi mereka sedang berada pada titik terendah dan penerapan supir untuk wanita membebani kas negara.

Jadi adek seharusnya cukup bersyukur saja bahwa adek ada di tempat yang memuliakan wanita. Negeri Indonesia adalah surganya. Tidak perlu ribut menggantinya dengan sistem yang bahkan adek tidak mengerti dampaknya.

Mungkin Bibi Aisha dan banyak wanita lain di dunia (yang ditindas dengan sistem khilafah yang salah) akan berseru, "Hai cantik. Nikmat Tuhan manakah yang kau ingkari dengan hidup di negeri seperti Indonesia-mu itu ? Lihatlah kami, diri kami ditindas setiap hari karena arogansi sebuah sistem yang menjadikan wanita sebagai aksesori. Bersyukurlah, apakah tidak cukup bagimu semua ini ?"

Adekku yang cantik, belajarlah dengan baik. Jadilah wanita yang bisa mengangkat derajat dan harkat sesamamu nanti. Tidak usah meributkan hal yang tidak kau mengerti. Biar kami yang menjaga negeri ini dan cukuplah dirimu mendukung perjuangan kami menjaga dirimu, kaum wanita sepertimu dan ibu pertiwi.

Salam dari abang
Pendukung Secangkir Kopi
Denny Siregar

Banyak pihak melihat bahwa Indonesia sedang digiring ke arah perang saudara seperti Suriah.


 Banyak pihak melihat bahwa Indonesia sedang digiring ke arah perang saudara seperti Suriah.

Apalagi, kejadian yang berlangsung hari ini memperlihatkan perbuatan SEGELINTIR orang membakar bendera HTI kemudian dicitrakan sebagai aksi organisasi BANSER dan dibenturkan dengan masyarakat awam.

M. Najih Arromadoni alumnus Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus dan Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyamy) melihat pola-pola Suriah terlihat semakin jelas di Indonesia.

Bahkan pola tersebut sama persis.

"Keberhasilan kelompok radikal dalam membabakbelurkan Timur Tengah menginspirasi kelompok radikal di berbagai belahan dunia lain.

Wacana itu kemudian sampai ke Indonesia, paling tidak mulai 2016.

Fakta-fakta menunjukkan banyak pola Suriah yang disalin menjadi sebuah gerakan-gerakan di Indonesia.

Indikasi menguatnya penggunaan kedok agama demi kepentingan kekuasaan, sebagaimana pernah dilakukan di Suriah, terlihat dalam banyak hal, di antaranya adalah penggunaan masjid sebagai markas keberangkatan demonstran.

Jika di Damaskus masjid besar untuk kumpul demonstrannya Jami' Umawi, maka di Jakarta Masjid Istiqlal.

Adakah yang pernah menghitung, berapa kali Masjid Istiqlal diduduki pelaku berangkat demonstrasi?

Pelaksanaannya pun kebanyakan di hari Jumat seusai waktu Salat Jumat, didahului dengan hujatan politik di mimbar kotbah, sehingga mengelabui pandangan masyarakat.

Persis dengan apa yang pernah terjadi di Suriah menjelang krisis.

Masjid pun berubah menjadi tempat yang tidak nyaman, gerah, dan tidak lagi menjadi tempat 'berteduh'.

Kedua, menghilangkan kepercayaan kepada pemerintah dengan terus-menerus menebar fitnah murahan terhadap pemerintah.

Sesekali presiden Suriah Basyar al-Assad dituduh Syiah, sesekali dituduh kafir, dan pembantai Sunni.

Kelompok makar bahkan menghembuskan isu bahwa al-Assad mengaku Tuhan, disebarkanlah foto bergambar poster al-Assad dengan beberapa orang sujud di atasnya.

Dalam konteks Indonesia, Anda bisa mengingat-ingat sendiri, presiden Indonesia pernah difitnah apa saja, mulai dari Kristen, Cina, Komunis, anti-Islam, mengkriminalisasi ulama, dan sederet fitnah lainnya.

Ketiga, pembunuhan karakter ulama. Dalam proses menghadapi krisis, ulama yang benar-benar ulama tidak lepas dari panah fitnah,
bahkan yang sekaliber Syeikh Sa'id Ramadhan al-Buthi, yang pengajiannya bertebaran di berbagai saluran televisi Timur Tengah,
kitabnya mengisi rak-rak perpustakaan kampus-kampus dunia Islam, dan fatwa-fatwanya menjadi rujukan.

Begitu berseberangan pandangan politik dengan mereka, seketika dituduh sebagai penjilat istana dan Syiah (padahal beliau adalah pejuang Aswaja yang getol).

Upaya penghancuran atas nama Islam sedang digulirkan di negara kita.

Pola-pola yang sama ketika kelompok radikal menghancurkan Suriah sedang disalin untuk menghancurkan negara kita.

Bedanya Suriah sudah merasakan penyesalan dan ingin rekonsiliasi, merambah jalan panjang membangun kembali negara mereka. Sedangkan, kita baru saja memulai.

Jika kita tidak berusaha keras menghadang upaya mereka, maka arah jalan Indonesia menjadi Suriah kedua hanya persoalan waktu. Semoga itu tidak pernah terjadi."

https://www.gelorabangsa.com/2018/10/yang-bicara-bukan-sembarang-orang.html

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)