Latest News

Showing posts with label Presiden Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Presiden Jokowi. Show all posts

Wednesday, January 20, 2021

Baca Baik2 Tulisan Ini, Bagaimana Kekaguman Warga Asing Melihat Presiden Jokowi, Pemimpin Luar Biasa Dunia.

*Baca Baik2 Tulisan Ini, Bagaimana Kekaguman Warga Asing Melihat Presiden Jokowi*, *Pemimpin *Luar Biasa Di Dunia.*
*Rakyat Indonesia banyak yang bodoh dan tak tahu diuntung*, ngga yg islam  ngga yg kristen. *Menolak vaksin yg sdh susah payah didapat rebutan dg negara lain.* 

*Tulisan Erizeli Jeli Bandaro*
Kekaguman orang asing terhadap Indonesia.
Dua minggu lalu sahabat saya di Hong Kong.” Hebat indonesia. Berhasil menerbitkan global bond USD 3 miliar di tengah pasar keuangan menyempit. Sementara negara lain terseok seok dan berharap dari QE yang korup.” 

*Hal senada saya dapat kabar dari mitra saya di Malaysia. Dia mengatakan*. Malangnya nasip kami. China sudah komit, gara gara covid-19 mereka mundur dari konsorsium proyek kereta cepat Malaysia - Singapore. Sementara Indonesia, justru dapat komitmen dari China membangun kereta cepat Jakarta Surabya. Itu sama dengan 10 kali dari proyek yang kami punya.
Sahabat saya di Turki dalam mitra saya di Taheran mengatakan, kami termasuk negara yang ikut uji klinis tahap 3 produk Vaksin Sinovac,  namun komitmen China untuk memberi vaksin masih kecil sekali. Kami belum bisa mengamankan stok vaksin untuk rakyat. 

*Sementara Indonesia sudah aman akan tersedianya vaksin*. Lebih miris lagi dari teman di Manila. Mereka katakan, kalaupun kami harus teken resiko kematian akibat vaksin, kami siap divaksin. Tetapi itupun belum juga dapat vaksin sesuai target. China sudah stop offer vaksin. Amerika masih janji. Senada dengan Malaysia yang sampai kini belum bisa mengamankan kebutuhan vaksin.

Teman dari China, dalam chating dengan saya sempat mengatakan. *Bagaimana hebatnya* *kepemimpinan Jokowi*. Disaat pandemi ancaman terhadap penduduk diatas 200 juta. Bahkan dalam situasi itupun dia masih harus menghadapi demo. 

*Namun ekonomi indonesia tetap terbaik nomor tiga diantara anggota G20*. Pemerintah kami keras sekali kepada rakyat. *Lockdown Wuhan akan meninggalkan trauma panjang secara psikis*. Namun Indonesia, Jokowi menghadapi rakyat penuh kelembutan dan kasih. Namun tidak kehilangan semangat penanggulangan pandemi covid berbasis sains.

*Di saat istri membacakan komen via WA terhadap nyiyiran rakyat terhadap Jokowi*, entah mengapa *saya sedih*. Saya memang lagi sulit namun terukur. Tanggung jawab saya hanya sebatas karyawan dan keluarga. *Tetapi Jokowi berhadapan dengan tanggung jawab besar kepada lebih dari 200 juta* rakyat. 

Dalam situasi pandemi, bencana alam, perang dagang dengan UE, oposisi yang tak henti sibuk menghujat, dia harus tetap melangkah. Dalam tekanan luar biasa , dia masih harus tersenyum kepada rakyatnya untuk meyakinkan bahwa kita akan baik baik saja…
*Sehat selalu Yang Mulia Presiden Jokowi..*

Wednesday, January 13, 2021

Daftar Tokoh yang Disuntik Vaksin Sinovac Setelah Jokowi.



 *Daftar Tokoh yang Disuntik Vaksin Sinovac Setelah Jokowi.*
Tiga kelompok yang akan menerima vaksinasi vaksin Corona perdana periode 13 Jan 21 :

Kelompok 1
1. Presiden Jokowi,
2. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, 
3. Menteri BUMN Erick Thohir,
4. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, 
5. Mendiknas Nadiem Makarim, 
6. Panglima TNI, Kapolri, 
7. Ketua Satgas Covid-19, Kepala BPOM.

Kelompok 2 :
1. Ketua IDI Daeng M Faqih, 
2. Ketua PPNI Harif Fafilah, 
3. Ketua PP IBI Emi Nurjasmi, 
4. Ahli vaksin milenial Dirgayuza Rambe, 
5. Ketua Muhammadiyah COVID-19 
6. Command Center Agus Syamsudin, 
7. Ketua Satgas NU Peduli COVID-19 M. Makky Zamzam, 
8. Najwa Shihab, 
9. Dokter Tirta, 
10. Bunga Citra Lestari, 
11. Raffi Ahmad

Kelompok 3: 
1. Ketua PBNU Marsyudi Syuhud, 
2. Perwakilan Muhammadiyah, 
3. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, 
4. Ustaz Das'ad Latif,
5. Perwakilan organisasi Kristen, Katolik, Hindu, Buddha.

Penerima Vaksin
Tanggal 14 dan 15 Januari 21: 
1. Gubernur, 
2. Kepala dinas kesehatan, 
3. Sekda,Pangdam, 
4. Kapolda dan 
5. Dirut RSUD Rujukan Covid-19.
6. Pengurus Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan dan 
7. Key Opinion Leader Kesehatan Daerah.
8. Tokoh agama daerah yakni perwakilan Nahdatul Utama, Perwakilan Muhammadiyah, Perwakilan Organisasi Kristen, Khatolik, Budha.

Pada Selasa (5/1/2020) lalu pihak fatwa MUI juga menerima dokumen kehalalan dari produsen vaksin Covid-19 Sinovac, Tiongkok, China.


TERIMA KASIH PRESIDEN.....

emak  centong sdh terpapar Covid 19 ... tiap hari emak bantuin orang yang terpapar . 
bantu masuki ke RS dan Isman, 
cariin donor plasma. bangkitkan semangat mentalnya 

intinya covid itu 
sedih.....sedih....bangetsssss

lebih sedih lagi kalau gak tertolong
seperti  Tantenya teman SMP ku  hari ini wafat  gak tertolong karena covid 19 , 
karena keterbatasan penanganan di  RS ( sdh takdir  sih ).  

nah teman2..   VAKSIN  deh 

tanya  emak  centong
tanya yang sudah sembuh  covid 19 
tanya keluarganya yang wafat karena covid 

gmn rasanya kena covid 
gmn rasanya kehilangan keluarga karena covid 19...

yukkk vaksin.....
demi  orang-orang yang kita sayangi.
dah gitu aja.... 

🥺emak  centong pengen banget  divaksin sinovac
tapi kagak bisa.. hiksss hikssss 

#vaksìncovid19 
#vaksinsinovac 
#vaksin 
#vaksinhalal 
#presidendivaksin 
#jokowidivaksin

Tuesday, January 5, 2021

Presiden Jokowi Serahkan 584.407 Sertifikat Hak Atas Tanah secara Virtual

Presiden Jokowi Serahkan 584.407 Sertifikat Hak Atas Tanah secara Virtual
Presiden Joko Widodo kembali menyerahkan sertifikat hak atas tanah pada Selasa, 5 Januari 2021, dalam acara "Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat se-Indonesia" yang digelar secara virtual. Dalam kesempatan ini, Presiden menyerahkan sebanyak 584.407 sertifikat untuk para penerima yang tersebar di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota.

"Penyerahan sertifikat hak atas tanah ini adalah komitmen yang sudah berulang kali saya sampaikan: komitmen pemerintah untuk terus mempercepat sertifikasi tanah di seluruh Indonesia," ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Penyerahan sertifikat tersebut akan memberikan kepastian hukum hak atas tanah kepada masyarakat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan redistribusi tanah yang selama beberapa tahun terakhir dijalankan pemerintah.

Presiden menuturkan, maraknya sengketa pertanahan sebagaimana yang sering didengar langsung oleh Presiden saat kunjungannya ke daerah, membuktikan bahwa percepatan penerbitan sertifikat untuk seluruh masyarakat memang sangat mendesak.

Untuk itu, sejak beberapa tahun terakhir Presiden memberikan target khusus bagi jajarannya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk dapat menerbitkan sertifikat dalam jumlah yang sangat besar tiap tahunnya.

"Kita enggak bisa bekerja seperti yang lalu-lalu. Nyatanya BPN sekarang bisa melakukan dalam jumlah yang sangat banyak," ujarnya.

Tahun 2017 lalu, saat program percepatan ini berjalan, BPN telah menerbitkan sebanyak 5,4 juta sertifikat. Jumlah yang jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya dengan hanya kurang lebih 500 ribu sertifikat per tahunnya.

Semakin beranjak tahun, target dan realisasi penerbitan sertifikat juga semakin meningkat. Misalnya di tahun 2018 dengan 9,3 juta sertifikat dan sebanyak 11,2 juta sertifikat di tahun 2019. Adapun pada tahun 2020, disebabkan oleh pandemi, realisasi masih tetap mampu membukukan angka 6,8 juta sertifikat.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran kementerian ATR/BPN, kantor wilayah, dan kantor pertanahan yang ada di provinsi serta kabupaten/kota atas kerja kerasnya menyelesaikan target-target yang telah saya berikan," kata Presiden.

Untuk diketahui, sebanyak 30 orang perwakilan penerima sertifikat hadir secara terbatas di Istana Negara. Sebelumnya, mereka telah melalui pemeriksaan kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik sebelum maupun saat berlangsungnya acara.

Saat acara penyerahan sertifikat berlangsung di Istana Negara, penyerahan juga dilakukan di tiap-tiap lokasi di 26 provinsi di seluruh Indonesia oleh para gubernur, bupati, atau wali kota setempat yang turut mengikuti jalannya acara secara virtual.

Hadir mendampingi Presiden dalam acara penyerahan tersebut ialah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.


Jakarta, 5 Januari 2021
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Friday, December 4, 2020

Presiden Bertemu Pegiat Reforma Agraria Bahas Solusi Sengketa Tanah

 

Presiden Bertemu Pegiat Reforma Agraria Bahas Solusi Sengketa Tanah

Pemerintah selalu berupaya agar program reforma agraria yang selama ini berjalan dapat dirasakan betul manfaat dan dampaknya oleh masyarakat. Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Joko Widodo beserta jajaran terkait bertemu para pegiat agraria untuk mengetahui keinginan dan pandangan dari para petani atau masyarakat yang hendak mengelola lahan reforma agraria.

Pada Kamis, 3 Desember 2020 ini, Presiden Joko Widodo bersama jajaran terkait kembali bertemu para pegiat reforma agraria untuk mengetahui berbagai persoalan yang ada di lapangan dan menemukan solusi yang dapat disepakati bersama dari pertemuan tersebut. Pertemuan ini merupakan bagian dari rapat maraton tentang reformasi agraria.

"Ini agar betul-betul nanti bisa terealisasi sehingga masalah-masalah yang berkaitan dengan reforma agraria bisa mengalami percepatan dan akselerasi dalam menyelesaikan (persoalan) yang belum-belum," ujar Presiden saat memberikan pengantar.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, yang memberikan keterangan selepas pertemuan mengatakan bahwa baik pemerintah maupun para pegiat yang hadir dalam pertemuan berupaya mencapai titik temu dan mencari solusi bagi persoalan atau kendala yang dihadapi di lapangan.

"Siang hari ini Presiden telah mengumpulkan beberapa menteri yang berkaitan dengan reforma agraria dan diikuti oleh teman-teman dari LSM. Presiden tadi telah meminta bagaimana mengurai berbagai persoalan itu dengan menentukan yang pertama adalah mencari persoalan-persoalan yang menjadi prioritas dan yang kedua menggunakan timeline dengan target tertentu," ujarnya selepas pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan A. Djalil, menerangkan bahwa pihaknya akan segera melakukan identifikasi terkait dengan semua hal yang dibicarakan antara pemerintah dengan para pegiat dalam pertemuan itu. Nantinya, pihaknya akan menyusun prioritas kerja untuk menyelesaikan hal-hal yang dapat segera diselesaikan terlebih dahulu.

"Kita akan identifikasi. Mana yang paling mudah kita selesaikan akan kita selesaikan sesegera mungkin sehingga begitu selesai ini kita punya kepercayaan diri dan menjadi model untuk menyelesaikan hal lain," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, yang turut memberikan keterangannya juga mengungkap bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjalankan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PPTKH) untuk mempercepat reforma agraria melalui legalisasi obyek agraria di kawasan hutan. 

Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo memiliki kepedulian dan semangat kuat untuk membuat program reforma agraria tersebut dapat terus berjalan untuk memperjuangkan keinginan masyarakat.

"Presiden sangat concern dan memiliki semangat yang kuat untuk membuat reforma agraria betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat dan berbagai upaya itu telah dilakukan secara nyata," ujarnya mengakhiri.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Sementara para pegiat yang hadir yaitu Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Siti Fikriyah, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria Dewi Kartika, Ketua Badan Registrasi Wilayah Adat Kasmita Widodo, dan Sekretaris Umum Serikat Petani Indonesia Agus Ruli.

Sebelumnya, pada 23 November 2020 lalu, Presiden juga menggelar pertemuan dengan para pegiat reforma agraria tersebut. Selain keempatnya, saat itu hadir pula Direktur Eksekutif Akatiga Nurul Widyaningrum, Manajer Regional Papua dan Papua Barat World Resources Institute (WRI) Indonesia Julia Kalmirah, Sekretaris Jenderal Aliansi Petani Indonesia (API) M. Nuruddin, dan Ketua Harian DPP Koalisi Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan.

Jakarta, 3 Desember 2020
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Tuesday, May 21, 2019

Kami Bangga Presiden RI Joko Widodo tampil menjadi Cover Utama Majalah Milenial Ar-Rajul


Kami Bangga Presiden RI Joko Widodo tampil menjadi Cover Utama Majalah Milenial Ar-Rajul (Sang Tokoh) yang terbit di Arab Saudi Minggu ini.

Statemen Presiden yang terpenting dalam majalah anak muda ini adalah:

نحن لا نخاف، نحن لا نخاف الإرهاب
إننا لا نخاف، فإذا كانت الدولة تخاف والشعب يخاف فهذا فشل ذريع، لأن غاية الإرهاب هي التخويف
"Kami tidak pernah takut terorisme, Kami semua tidak "keder" menghadapi terorisme.
Adalah sebuah kegagalan yang luar biasa jika Negara dan Bangsa takut terhadap terorisme. Tujuan utama terorisme adalah menebar ketakutan"

Thursday, March 21, 2019

Saya Sangat Kagum pada Pendukung Prabowo


Saya Sangat Kagum pada Pendukung Prabowo

Oleh: Denny Siregar*

Jika dibandingkan dengan pendukung Prabowo, pendukung Jokowi tidak ada apa-apanya. Bahkan sangat lemah.

Pendukung Prabowo bisa bertahan selama 5 tahun lamanya untuk membenci Jokowi dengan segala kegiatannya. Jokowi bikin ini, mereka salahkan. Jokowi bikin itu, mereka salahkan juga.

Bahkan setiap kesalahan dalam hidup mereka, mereka salahkan juga pada Jokowi. Kuat sekali hidup mereka. Dan hebatnya, mereka siap untuk 5 tahun berikutnya kembali menyalah-nyalahkan Jokowi.

Pendukung Prabowo juga kuat menghadapi kenyataan bahwa Prabowo adalah seorang delusional.

Mereka senang melihat Prabowo berdiri di atas kap mobil sambil dengan gagah melambaikan tangan di sepanjang jalan, meski tidak ada penyambut di pinggirnya. Apalagi kalau Prabowo buka baju memamerkan bodinya yang utuh dan gembul, wuih bagi mereka itu seru.

Mereka memanggil Prabowo, "Bapak Presiden." Dan Prabowo memanggil mereka rakyatnya. Sungguh antara pendukung dan yang didukung sama kuatnya. Kuat malunya.

Pendukung Prabowo juga sangat kuat dibohongin, baik oleh Prabowo dan calon wakilnya.

Pendukung Prabowo merasa hidup mereka sangat miskin dan susah, tapi mereka memuji dan membela Prabowo yang punya tanah seluas 10 kali DKI Jakarta.

Belum lagi mereka dibohongin bahwa Prabowo adalah calon hasil ijtimak ulama, meski mereka juga tahu Prabowo ngaji saja tidak bisa. Belum setiap Jumat mereka mencari Prabowo entah di mana, tapi mereka tetap percaya Prabowo jumatan dengan sembunyi-sembunyi tidak mau ketahuan.

Yang tidak nguati adalah calon Presiden mereka begitu mudah dibohongin seorang nenek yang ngaku digebukin padahal operasi plastik di wajah. Kalau sama seorang nenek saja kalah, bagaimana kelak calon mereka menghadapi mafia?

Saya jelas tidak akan kuat menjadi pendukung Prabowo. Mereka bisa melihat semua hal dengan sudut pandang terbalik, seperti seekor kampret dalam memandang dunia.

Semua terbalik, bahkan minum kopi pun terbalik.

Kalau pendukung Jokowi minum kopi dengan mengangkat cangkirnya dan menyeruput isinya, pendukung Prabowo mengangkat cangkirnya, membuang isinya dan mengunyah wadahnya.

Gile. Giginya pasti tajam-tajam....

Thursday, March 7, 2019

Saturday, January 12, 2019

BANYAK YG BILANG KE SAYA...


Kamu bela PAK JOKOWI dapat APA kok sampai ngotot dan mati"an gituuu...
terus sy jawab :
di ksh uang sama pak Jokowi TIDAK
di ksh jabatan TIDAK
di jadikan pegawai negri TIDAK
di kasih rumah TIDAK,
di ksh mobil juga TIDAK...
terus apa yg kamu dapatkan dari pak Jokowi....
kamu pingin tau..!!!!!!!

Saya hanya mendapatkan contoh pelajaran hidup dari seorang Pemimpin yg sangat baik dan dicintai Rakyatnya dengan:

#JUJUR,
#SEDERHANA,
#BERSIH DARI KORUPSI
#ASLI DARI  RAKYAT BIASA BUKAN DARI TURUNAN ORANG KAYA
#SEORANG PEKERJA KERAS DARI NOL SEBAGAI TUKANG KAYU
#AMANAH
#DISIPLIN
#BANYAK PRESTASI DAN PENGHARGAAN YG DIPEROLEH MULAI DARI SEORANG WALIKOTA TERBAIK DI DUNIA, GUBERNUR, SAMPAI PRESIDEN
#MUSLIM YG TAAT
#TUTUR KATANYA LEMBUT SOPAN SANTUN
#DAN BANYAK SEKALI DARI SEMUA ITU PAK JOKOWI SUDAH BISA MENJALANKAN APA YG DIAJARKAN OLEH
NABI MUHAMMAD SAW.
TENTANG AKHLAK SEORANG PEMIMPIN. MESKIPUN BELUM SEMPURNA SEPERTI NABI MUHAMMAD..

#SABAR LUAR BIASA, 4 thn beliau dilecehkan difitnah olh lawan2 politiknya blm pernah beliau rame2 ke polisi utk melaporkan yg memfitnah beliau...

#SUAMI YG BAIK SETIA MENDIDIK ANAK2 DGN BAIK

DARI SEMUA ITU SAYA dan Keluarga BISA MENDAPATKAN CONTOH AKHLAK DARI SEORANG JOKOWI YG AKAN SY AJARKAN pada mereka, SUPAYA KELAK BILA TUHAN BERKEHENDAK SEMOGA semua keluarga ku AKAN MENJADI PEMIMPIN YG BERAKHLAK DAN BERBUDI PEKERTI YG LUHUR 😇🙏🙏🙏

#MewakiliRakyatKecil
#2019JokowiPresidenRI

Thursday, January 3, 2019

BUKTI APA LAGI YANG HARUS KAMI TUNJUKAN ?



1. Bayar ganti rugi korban LAPINDO.

2. IKAN Melimpah karena Kapal-kapal  Pencuri ikan ditenggelamkan oleh bu SUSI PUDJIASTUTI.

3. SINGAPURA Semakin "Segan" Kepada INDONESIA karena kebijakan TAX AMNESTI.

4. Pulau NATUNA sudah direbut oleh JOKOWI dari tangan CHINA.

5. Saham FREEPORT 51% untuk INDONESIA.

6. Mafia PETRAL yang merugikan negara bubar di tangani JOKOWI.

7. Bencana KABUT ASAP sudah berhasil diminimalisir nyaris tidak ada lagi.

8. INDONESIA jadi anggota OTDC karena PDB diatas 1T.

9. BBM satu harga seluruh INDONESIA di realisasikan.

10. SERTIFIKAT TANAH untuk rakyat miskin.

11. Dana desa, KIP, KIS untuk rakyat.

12. Listrik sudah menyala di desa terpencil

13. Jalan TRANS PAPUA di selesaikan.

14. Jalan TRANS SUMATRA dan jalan yang mnghubungkan antar provinsi sedang dalam proses penyelesaian.

15. Listrik tenaga angin di SIDRAP.

16. IRIGASI, BENDUNGAN, EMBUN dibangun untuk mengairi sawah pertanian agar bisa panen 3x setahun. ( menuju swasembada pangan)

17. Pembangunan 10 JEMBATAN GANTUNG di BANTEN sudah selesai.

18. Pembangunan 32 JEMBATAN GANTUNG sedang dalam penyelesaian.

19. Bandara KERTAJATI selesai ditangan JOKOWI sehingga menggerakan ekonomi rakyat.

20. Pelabuhan TANJUNG PRIOK sekarang bisa untuk transit kapal besar sehingga tidak perlu transit di Singapura.

21. Pemerintahan pak JOKOWI sudah bisa Mencicil utang rezim SBY 1600 T.

22. Hari SANTRI nasional di berlakukan

23. Proyek proyek mangkrak dibereskan

24. HTI pencinta KHILAFA di bubarkan

25. GOOGLE bayar pajak di wajibkan

26. Bandar NARKOBA nyawanya dihilangkan

27. Pengemplang pajak dipaksa ikut aturan

28. TEAM CYBER pungli di berdayakan

29. OTT gencar dimana mana

30. BLOK ROKAN dan BLOK MAHAKAM direbut kembali

31. OPM kembali kepangkuan ibu pertiwi

32. Pabrik gula terbesar di lampung

33. 15 bandara baru disiapkan

34. Jalan tol 5000 km diselesaikan 3,5th berjalan

35. PLBN mega di setiap perbatasan

36. Dunia mengakui kemajuan REPUBLIK
INDONESIA

37. Atlit Berprestasi Diperhatikan dengan Memberikan Bonus sebelum "Keringat Kering".

39. Bagi Pasien Cuci Darah, Operasi Jantung yang masuk Program BPJS gratis.

40. Anggaran Dana Desa.  program dana desa telah berhasil membangun jalan desa di seluruh pelosok Indonesia sampai 121.709 kilometer. Belum pernah ada dalam sejarah di Indonesia.

Dan Masih banyak lagi prestasi presiden Jokowi.

So what gitu loh...?

✍🏻 Share ini berulang-ulang agar tidak buta dan tuli lagi bagi mereka yang nyinyir ✊🏻✊🏻

SEMUA LINI TETAP KITA HARUS OPTIMAL DAN FOKUS, TIDAK BOLEH TERLENA


KABAR TERMUTAHIR HASIL SURVEY KITA CERMATI

Elektabilitas Terpaut Jauh, Partai Koalisi Tak Solid, Prabowo Semakin Terintimidasi?

Oleh : Rofiq Al Fikri (Koordinator Jaringan Masyarakat Muslim Melayu / JAMMAL)

Penghujung tahun 2018 yang ditatap optimis dan gembira bagi mayoritas rakyat Indonesia, tidak dirasakan sama oleh Prabowo dan tim suksesnya. Menjelang 2019 mereka kini justru tengah terintimidasi oleh realitas politik yang tengah terjadi. Bagaimana tidak, 17 hasil survei yang dilakukan oleh 11 lembaga survei kredibel (yang terverifikasi oleh Perhimpunan Survei Opini Publik) sepanjang 2018, jarak ketertinggalan elektabilitas mereka dengan Jokowi-Maruf ada di rentang 20%.

Hasil analisis 17 hasil survei adalah 54,2% untuk Jokowi Maruf dan 32,6% Prabowo-Sandi. Dibandingkan hasil Pilpres 2014 (Prabowo 45,9%) kini raihan suara Prabowo turun drastis, sementara elektabilitas Jokowi kini bahkan telah melampaui raihan suaranya di Pilpres 2014 (53,1%). Artinya Jokowi telah berhasil menyedot para pendukung Prabowo di 2014.

Selisih 20% di Indonesia, salah satu negara (dari 5 negara) dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia bukanlah perkara sepele. Jika merujuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan KPU untuk Pilpres 2019, yaitu sebanyak 192 juta pemilih, 20 persen artinya Jokowi unggul sekitar 38,4 juta suara dari Prabowo.

Dengan selisih suara sebanyak itu, para akademisi politik yang puluhan tahun bekerja di bidang konsultan pemilu menghitung Prabowo dapat mengejar ketertinggalannya dalam rentang waktu 6-12 bulan (hari ini pilpres tinggal 3 bulan lagi). Itu pun dengan catatan, jika tim sukses Jokowi sama sekali tidak bekerja dan elektabilitas Jokowi tidak meningkat. Suatu hal yang sangat sulit (jika tidak ingin dikatakan mustahil) terjadi.

Kabar yang semakin membuat Prabowo beserta konsultan politik asal AS dan Rusia (yang telah dibayar mahal) semakin terintimidasi adalah fakta bahwa di daerah basis suara Prabowo di Pilpres 2014, elektabilitas Jokowi-Maruf terus merangsek naik. Dari hasil survei Litbang Kompas Desember 2018, Jawa Barat sebagai daerah penghasil suara terbesar Prabowo di 2014 (selisih mencapai 20%) kini selisihnya hanya sekitar 10%. (Prabowo 52,6%, Jokowi 39,3%).

Bahkan di Banten di mana suara Prabowo di 2014 unggul lebih dari 10% dari Jokowi, kini Jokowi berbalik unggul (Prabowo 39,3%, Jokowi 39,5%). Faktor cawapres Jokowi, K.H. Maruf Amin yang merupakan ulama Banten terkemuka menjadi alasan utama terjadinya perubahan dukungan warga Banten.

Kabar buruk bagi Prabowo dan timsesnya datang dari basis suara Jokowi di Pilpres 2014 (Jawa Tengah dan Jawa Timur), alih-alih mereka berhasil menggerogoti suara Jokowi, suara Jokowi bahkan bertambah kuat di dua wilayah itu. Di Jateng-DIY elektabilitas Jokowi mencapai 75,6% dan di Jawa Timur mencapai 70 %. Khusus di Jawa Timur, elektabilitas Jokowi naik siginifikan karena di Pilpres 2014, Jokowi hanya meraih 53,2%.

Permasalahannya yang dihadapi oleh Prabowo dan timsesnya saat ini bukan saja fakta elektabilitas bahwa ia tertinggal sangat jauh 20% dari lawannya, melainkan masalah lainnya seperti tidak solidnya dukungan partai koalisi, blunder yang konsisten dilakukan Prabowo saat berkampanye, kasus kriminal para tokoh timsesnya. Kinerja positif Jokowi sebagai petahana mulai dari menyambung tol di Pulau Jawa hingga nasionalisasi aset bangsa menjadi masalah tersendiri bagi Prabowo yang bertindak sebagai oposisi.

PAN, PKS, Demokrat Setengah Hati Dukung Prabowo. Partai yang tergabung dalam koalisi semestinya menjadi motor utama tim bergerak di akar rumput, para kader partai di tingkat RT/RW seharusnya  semangat mengkampanyekan Prabowo-Sandi. Mengapa itu tidak terjadi hari ini?

Di kubu PAN, sejak awal kita disuguhi beberapa tokoh pendulang suara PAN di daerah yang enggan mengkampanyekan Sandi. Walikota Bogor Bima Arya, kader PAN yang tergolong populer di kalangan warga khususnya milenial bahkan menolak menjadi jurkam Prabowo-Sandi.

Begitu pun beberapa Kepala daerah di Sumbar, Kalimantan yang tercatat sebagai kader PAN, justru membelot dengan menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Peran mereka sebagai penyandang dana partai di daerah tidak bisa diremehkan. 

Kenapa itu terjadi? Alasannya mereka realistis melihat arus dukungan warganya yang mayoritas mendukung Jokowi. Dalam politik, pragmatisme adalah hal lumrah, politisi cenderung ingin berada di barisan yang kemungkinan menangnya besar. Inilah kenapa alasan para tokoh PAN membelot.

Belum selesai elit PAN di Jakarta menertibkan anggotanya yang membelot di daerah, masalah justru kembali mengguncang pimpinan PAN di tingkat pusat. Bendahara Umum PAN Nasrullah dan Ketua Badan Cyber dan Multimedia PAN Agung Mozin, ramai-ramai mengundurkan diri karena alasan tidak cocok dengan kepemimpinan Ketum Zulkifli Hasan yang dinilai otoriter dan “mata duitan”.

Bisa dibayangkan, sebuah organisasi politik besar justru ditinggalkan bendahara umumnya. Sekelas RT saja kehadiran bendahara adalah penentu bergerak tidaknya roda organisasi. Pun dengan Ketua Badan Cyber, di tengah era digital, tidak perlu ditanya seberapa siginifikan jabatan itu. Kini PAN malah kehilangan penggerak utama tim digital.

Yang lebih membuat kader PAN di akar rumput kini ramai-ramai membelot mendukung Jokowi adalah desakan kepada mertua Zulkifli Hasan, Amien Rais untuk mundur karena dianggap sudah membawa partai ke arah yang suram, perpecahan, menggunakan isu SARA untuk kekuasaan, dan pro Orba. Tuntutan itu bahkan dilayangkan oleh para pendiri PAN (Abdillah Toha, Goenawan Mohammad, dll).

Semangat PKS mendukung Prabowo sudah tak terlihat. Coba lihat sekarang, kemana suara sekjen PKS Kemal Pasha, Mardani Ali Sera, bahkan Ketumnya Shohibul Iman yang sebelumnya menggebu-gebu mendukung Prabowo – Sandi? Bahkan sampai menyebut Sandi ulama. Kini suara mereka sudah semakin sayup. Kenapa?

PKS adalah sekutu lama Prabowo sejak Pilpres 2014, bahkan di Pilkada DKI, Jabar, PKS selalu “nurut” untuk mendukung calon dari partainya Prabowo (Gerindra). Kini di Pilpres 2019 PKS pun masih “rela” menyerahkan kursi capres dan cawapres kepada dua kader Gerindra (Prabowo-Sandi). PKS barter meminta kursi Wagub DKI yang ditinggalkan Sandi, itu disetujui mulut Prabowo.

Namun hingga kini, janji tinggalah janji. DPRD DKI yang dikomandoi oleh Gerindra hingga kini belum menyepakati kader PKS yang akan menduduki kursi Wagub. Bahkan, mereka sepakat pengisian jabatan Wagub akan ditentukan pasca Pilpres 2019. Apa artinya? Tentu saja, jika Prabowo kalah, kursi Wagub tidak akan diberikan ke PKS, melainkan diberikan kepada kader Gerindra.

Kini, M. Taufiq (mantan koruptor yang jadi Pimpinan DPRD Fraksi Gerindra) dan Rahayu Sarasvati (anak Hashim Djoyohadikusumo, kakak Prabowo) tengah dipersiapkan untuk duduk di kursi Wagub DKI. Gerindra sendiri tidak percaya diri memenangkan Pilpres 2019, makanya sudah ambil ancang-ancang di kursi Wagub DKI.

PKS kini sadar, selama ini hanya menjadi korban “foolitik” Prabowo. Mereka kini mulai menarik pasukan, lebih berkonsentrasi menyelamatkan partainya agar lolos ke parlemen. Terlebih beberapa DPW PKS di daerah membubarkan diri dan bergabung dengan GARBI, embrio partai milik mantan Presiden PKS Annis Matta. Annis Matta dalam beberapa kesempatan bahkan tersebar posternya justru mendukung Jokowi.

Keadaan partai koalisi lainnya, Demokrat tambah memprihatinkan. Sejak awal mereka yang bergabung hanya sebagai formalitas (kalau tidak bergabung dengan salah satu calon mereka tidak bisa mencalonkan AHY di 2024, sementara Demokrat sudah ditolak koalisi partai pendukung Jokowi karena dianggap terlalu arogan). Orang kepercayaan SBY Andie Arief bahkan terang-terangan di medsosnya menyampaikan bahwa Jateng adalah medan yang mustahil dimenangkan Prabowo.

Kita lihat tokoh Demokrat mulai dari Gub Jatim Soekarwo, Gub Papua Lucas Enembe, mantan Wagub Jabar Deddy Mizwar yang justru menjadi jurkam Jokowi. Bahkan SBY terang-terangan membebaskan kadernya untuk memilih Jokowi-Prabowo.

Sebuah sikap seorang jenderal strategi yang melihat kemungkinan menang Prabowo sangat kecil. Sehingga ia mengambil langkah untuk menyelamatkan anaknya, setidaknya jika Jokowi menang ia bisa memohon agar AHY bisa menjadi menteri guna modal sebagai capres di 2024.

Selain partainya yang tidak solid, Prabowo juga menghadapi masalah dengan timsesnya. Mulai dari Ratna Sarumpaet yang berurusan dengan polisi karena kasus berita bohong, Ketua Jubirnya Dahnil Anzar yang diduga terlibat korupsi dana kemah Kemenpora, hingga ulama pendukungnya (salah satunya Bahar Bin Smith) yang ditahan polisi karena kasus penganiayaan anak di bawah umur. Bagi para swing voters, hal-hal seperti itu adalah penghalang utama bagi mereka untuk memutuskan memilih Prabowo.

Blunder terus menerus juga dilakukan Prabowo yang membuat dirinya dinilai tidak pantas disebut sebagai pemimpin sebuah bangsa. Prabowo terus menghujat rakyatnya (tukang ojek, tampang Boyolali, wartawan), tidak bisa solat, tidak bisa mengaji, tidak bisa solawat, hingga tidak tahu letak negara Haiti (yang harusnya di Amerika dia katakan di Afrika). Suatu hal yang sederhana, namun bagi kaum milenial sangat mengena.

Sebaliknya, Jokowi malah terus membuat warganya tersenyum di akhir kepemimpinan di periode pertamanya. Mulai dari menyambungkan seluruh wilayah di Pulau Jawa dengan tol, terjaganya harga BBM dan harga bahan pokok, hingga aset Freeport, Blok Migas Rokan, Blok Migas Mahakam yang kembali dikuasai BUMN Indonesia setelah puluhan tahun dikuasi asing (Amerika). Kebanggaan rakyat sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat justru kini semakin tumbuh.

Bandingkan dengan prestasi Prabowo yang hampir tidak diketahui rakyat, apalagi wakilnya Sandiaga Uno yang justru terkenal di mata warga meninggalkan jabatannya sebagai Wagub tidak sampai satu tahun (dari 5 tahun masa jabatan). Apalagi program OK OCE Sandi saat kampanye Pilkada DKI diketahui tidak berjalan, warga di Jakarta tidak jadi diberi modal usaha, bahkan beberapa toko OK OCE mart diketahui tutup karena bangkrut.

Dengan keadaan seperti ini, tidak heran jika Prabowo dan timsesnya semakin terintimidasi, semakin “ngawur” jika berbicara di publik. NAMUN, KUBU JOKOWI TIDAK BOLEH LENGAH, PARA PENDUKUNGNYA TETAP haru5s MENGKAMPANYEKAN PRESTASI JOKOWI (sesuatu yang tidak dimiliki kubu Prabowo) dan PROSPEK INDONESIA MENJADI NEGARA MAJU di PERIODE ke-2 JOKOWI.

SELAMAT TAHUN BARU 2019

#01SALAMJEMPOL 👍
#01JOKOWILAGI 👍
#01JOKOWIAMIN 👍
#01INDONESIAMAJU 👍

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan kita, saat menyalami Presiden dengan kedua tangannya dan menjabatnya erat sekali


Saya senang melihat ekspresi bu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan kita, saat menyalami Presiden dengan kedua tangannya dan menjabatnya erat sekali: begitu bahagia, girang bukan kepalang. Seperti ada beban yang lepas . Bak anak-anak, yang naik kelas ranking pertama, menyalami bapaknya yang mendukungnya habis-habisan. Bahagiaaa sekali!
Lengkap. Presiden yang hebat, memiliki ‘kasir’ negara yang  jenius, tegas, sangat berpengaruh dan -jangan lupa-bersih!

Bu Sri melaporkan, bahwa sampai akhir tahun 2018, penerimaan negara mencapai 100 persen! Sesuai target APBN -  1.894,72 triliun.
Dengan belanja negara mencapai 2.220 triliun, memang masih ada selisih, hanya -dibawah 2%- itu sudah aman. Sangat bagus.
Bak ibu rumah tangga, yang melaporkan pada suaminya: tak terjadi besar pasak dari tiang, cukup makan dan kenyang, anak-anak tenang. Ini prestasi -akhir tahun- yang -SANGAT- luar biasa, membawa optimisme di awal tahun 2019.

Dulu, pernah Bu Sri menghadapi cecaran anggota dewan saat kasus Bank Century meledak, ia hadir dengan menggenggam tasbih. Bu Sri butuh kekuatan ekstra karena ada beberapa hal -yang sebetulnya ia tidak berkenan - dan menjawab semua pertanyaan dengan suara bergetar, bahwa yang ia lakukan semata karena tugas dalam kewenangannya, “kalau ada rumah yang terbakar, dan berpotensi untuk membakar seluruh kampung, ya, harus segera dipadamkan. Perkara di dalam rumah itu ada pencurinya, ya, tangkap saja!”
Di akhir pemeriksaan, ia seperti menyindir, bahwa di dalam pemerintahan ada orang-orang, “yang melakukan perkawinan tidak normal!”

Seperti kecewa, ketika ada tawaran dari Bank Dunia untuk posisi Direktur Pelaksana, dan berkantor di Washington, AS, ia pun segera menyabetnya. Dan terbang meninggalkan tanah air yang hingar bingar waktu itu.
Bu Sri baru mau kembali ke tanah air setelah Pak Jokowi menjadi Presiden dan memintanya pulang untuk sama-sama mengabdi.
Bu Sri setuju.
Bisa jadi ia melihat sosok Joko Widodo, yang sederhana dan bersih, yang anggota keluarganya tak ada yang main mata pada pemerintah, yang membuatnya mau kembali.
Ia melihat sosok Presiden yang total melayani!

Wanita kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini sangat berpengaruh. Saya masih ingat betapa Pelaku Pasar di Pasar Bursa, seperti diam menanti kabar jadi tidaknya Bu Sri pulang. Keadaan sempat lesu dan langsung bergairah manakala ia benar-benar muncul di Jakarta!
Percayalah, tak banyak orang memiliki pengaruh seperti ini. Hanya hitungan jari, itu pun sebelah tangan.

Bu Sri tegas dan galak, ia menegur pejabat-pejabat daerah yang kerap keluyuran ke ibukota hanya untuk mengecek dan memonitor kapan dana-dana khusus bagi daerahnya akan cair. Pejabat ini malah tidak bekerja. Meninggalkan pos dan menghamburkan uang negara!
Ia mereformasi struktur di Kementerian Keuangan, Pajak, Bea dan Cukai, menjadi lebih ramping dan transparan. Tak segan ia menyebut -pengkhianat- bagi para pejabat yang selingkuh dan merusak kepercayaan yang diberikan negara.

Dikenal bersih. Pernah, suatu hari, seorang Gubernur masuk ruangannya membawa kopor-kopor besar penuh uang –dollar-, Bu Sri menahan diri agar tidak emosi, dan berkata lembut seperti layaknya wanita terpelajar, “kali ini, saya anggap Bapak salah masuk, lain kali (kalau memaksa datang lagi dan mencoba menyuap) saya akan telepon KPK. Monggo, Pak, pintu (keluar) ada di sebelah kanan” , si Gubernur langsung ngacir!

Bu Sri hidup cukup dengan gajinya sebagai menteri, yang berkisar –hanya- 20 an juta per bulan. Hidup sederhana, seperti Presidennya. Atau seperti Pak Basuki Hadimulyno, Menteri PUPR, yang tetap naik pesawat komersial kelas ekonomi kemana-mana, meskipun kantor kementriannya menggenggam proyek senilai lebih 400 triyun.
Ia hanya mau mengabdi pada negara yang telah membesarkannya, tempat anak-anaknya tumbuh hingga dewasa.

Bu Sri meninggalkan gajinya yang hampir mencapai 1 milyar di Bank Dunia, agar kita-kita bisa hidup tenang, dan bekerja dengan penuh semangat di dalam negara yang sehat secara finansial.
Selamat Tahun baru, kawan semua, selalu semangat, dan optimis, karena kita memiliki para pemimpin yang telah bekerja dengan luar biasa!
Salam tanggal 01 bulan 01
Gunawan Wibisono

Sunday, December 30, 2018

Presiden Jokowi: Jembatan Udara Mempersatukan Indonesia

Sri Mulyani Salut!!!! Tidak Ada Presiden di Dunia Seperti Jokowi

Wednesday, December 12, 2018

5 Puja puji Presiden Trump dan para tokoh dunia pada pengelolaan ekonomi ala Jokowi


Menko Polhukam Wiranto pernah menyebutkan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mampu bertahan di tengah krisis global. Hal itu merupakan pencapaian dari program Nawacita Presiden Jokowi.

Sayangnya, kata Wiranto, keberhasilan mantan Gubernur DKI Jakarta itu justru tak dilirik masyarakat. Presiden Jokowi justru dihujat oleh warganya sendiri. 

"Presiden Jokowi itu pemimpin yang baik dalam memimpin negara. Tapi di dalam (negeri) dihujat, disebut diktator tidak demokrasi," katanya saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Nasional Junior Chamber International.

Sebaliknya, lanjut Wiranto, Presiden Jokowi menuai pujian di dunia internasional lantaran mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi global yang tengah lesu. Hal itu diungkapkan Wiranto setelah melihat hasil survei yang dilakukan oleh negara luar.

"Presiden kita Jokowi dalam survei internasional adalah pemimpin yang terbaik yang mampu membawa negara pada periode sekarang ini," ungkapnya.

Karenanya, dia memandang Indonesia seharusnya tetap bersyukur dengan kondisi ekonomi saat ini yang stabil. "Kita masih bisa bertahan. Kita harus bangga Pemerintah bawa bahtera ekonomi kita mampu bertahan seperti ini," tandasnya. 

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah puja puji para tokoh dunia pada kondisi ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Selamat membaca.


1. Presiden Donald Trump
Merdeka.com - Indonesia dinilai berhasil memadukan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sehingga mendapat pujian dari Presiden Amerika Serika Donald Trump. Presiden AS Donald Trump memuji Indonesia saat berpidato dalam pembukaan APEC bahwa Indonesia selama beberapa dekade telah membangun institusi domestik dan demokratis untuk mengelola hingga dari 13.000 pulau.

"Kita berhasil mengkombinasikan antara pertumbuhan dan equity (pemerataan), himbauan Presiden Jokowi di ABAC misalnya internasionalisasi UMKM, kemudian akses kepada modal itu juga adalah yang disampaikan pesan kepada para anggota APEC," kata Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir.

Menurut Trump, sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengeluarkan diri mereka dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan pesat di G20. Apalagi Indonesia saat ini adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

"Kita ingin agar tampil sebagai negara yang bisa mengombinasikan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan bertumpu pada UMKM, ini yang coba ditampilkan dalam pesan presiden karena itu sejalan dengan inklusivitas pembiayaan yang menunjang pertumbuhan kita," tambah Fachir.

2. Direktur IMF Christine Lagarde
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, menjelaskan Direktur IMF Christine Lagarde mengapresiasi fundamental ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Bahkan, Luhut menyebut di jajaran G-20, Indonesia menempati posisi nomor tiga.

"Di dalam G-20, India, China, Indonesia meski memang dalam basis data keekonomian kita jauh lebih baik dari India dan China," katanya.

Menurut Menko Luhut, Presiden Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang berbeda karena memahami ekonomi makro secara detil dan dinilai bekerja dengan hati.

3. Chairman Forbes Media Steve Forbes
Merdeka.com - Chairman and Editor in Chief Forbes Media, Steve Forbes memuji Presiden Joko Widodo sebagai salah satu tokoh perubahan yang memberi banyak perubahan terhadap pembangunan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, mantan Wali Kota Solo tersebut adalah orang dengan latar belakang yang tepat untuk membangun perekonomian Indonesia.

"Presiden Jokowi adalah reformis yang sudah membangun Indonesia. Sebelum dia memasuki dunia politik, dia wirausahawan. Dia tahu bagaimana hal terjadi di pasar, miliki bisnis mebel dan dia frustasi dengan birokrasi, dan dia melakukan sesuatu, dia tidak mengeluh dan justru melakukan yang baik. Dia seorang Wali Kota sukses di Solo dan Gubernur. Dia mengambil pendekatan sebagai wirausahawan saat jadi presiden," ujarnya.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga dinilai telah memberi kemudahan kepada dunia usaha. Salah satunya melalui pemotongan izin yang dinilai terlalu lama dan panjang. "Dia juga mengeluarkan program amnesti pajak, dia menetapkan target 7 persen yang membuat Indonesia sebagai salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia."

4. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim
Merdeka.com - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memuji Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Indikatornya ialah pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berada di angka lima persen ditengah gejolak dunia.

"Indonesia memiliki pertumbuhan lebih dari 5 persen yang akan membuat iri mayoritas negara dunia," ujarnya dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka.

Dia mengatakan Indonesia adalah negara penting bagi dunia. Maka dari itu, Bank Dunia ingin bekerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta.

"Kami akan menunjukkan seberapa cepat sebuah negara berkembang dapat beralih dari status rendah ke menengah ke atas. Kami percaya bahwa itu mungkin di sini (Indonesia)," katanya.

5. Presiden ADB Takehiko Nakao
Merdeka.com - Presiden Asian Development Bank (ADB), Takehiko Nakao, memuji pemerintah Indonesia atas kebijakan ekonomi yang telah diambil di tengah ketidakpastian dunia. Sebab, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh hingga 5 persen.

"Saya ingin sampaikan bahwa saya sangat terkesan dengan komitmen dari pemerintah dan Presiden Jokowi terhadap reformasi kebijakan," tuturnya.

Menurutnya, berbagai kebijakan dalam paket yang dikeluarkan oleh pemerintah mampu untuk menarik minat investor untuk dapat berinvestasi di Indonesia. Hal ini pun mampu dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.
https://www.merdeka.com/uang/5-puja-puji-presiden-trump-dan-para-tokoh-dunia-pada-pengelolaan-ekonomi-ala-jokowi/presiden-adb-takehiko-nakao.html

Saturday, December 8, 2018

Terharu baca tulisan Kahiyang : Tulisan Status KAHIYANG ( anak Perempuan pak Jokowi)



" Tidak jadi Presiden Pun ayahku Tetap Berkarya ,Hanya Saja Berkarya di Lingkungan Keluarga dan Sekitarnya,.Tetapi Ayah Selalu Punya Tekad Dari Sejak Menjadi Walikota Solo Untuk MemBantu Banyak Orang Yang Kekurangan Tetapi Ayah Tidak Punya Uang Banyak Untuk Menolong Rakyat INDONESIA Yang Masih Kekurang,Syukur Alhamdulilah Ayahku Di Takdirkan Allah MenJadi PRESIDENT Saat Ini agar bisa membantu Banyak orang Dengan Uang NEGARA

Karena Kata ayahku Itu Uang Rakyat Indonesia Harus Kembali Ke Rakyat Kembali Itu Saja Tekad Ayahku . Agar Rakyat Sejahtera Dan Hidup Berkeadilan Menjadi Rakyat Indonesia Karena Uang Negara Itu Haknya Orang Miskin Atau Yang Sangat kekurangan..Karena Ayahku Dulu Pernah Merasakannya Bagaimana Menjadi Rakyat Kecil Karena Ayahku Lahir Bukan Berasal Dari Keluarga Kaya atau Keturunan Keluarga Yang Sejak Lahir Sudah Berkecukupan Tapi Ayahku Lahir dari Keluarga Yang Tidak Punya Apa-Apa..

Maka Saat Di Beri amanah Oleh Allah Dari Menjadi WALIKOTA ,GUBERNUR sampai PRESIDEN ayahku Hanya Menghabiskan Waktu Buat Rakyat.Kadang Aku bertanya Dalam Hati Kapan Ayah Bisa Bersama Keluarga Sabtu - Minggu Pun Ayah Tetap Bekerja..Aku Hanya Bisa Berdoa Semoga Ayah Sehat Selalu dan Di Beri Kesabaran Oleh Allah, Maupun di Hina dan Di Caci Tidak Kenapa Yang Penting Ayahku Bisa Bantu Banyak Orang dan Semoga Jadi Amal Baik Ayahku Kelak Nanti aminn

( Doa kami tetap Presiden RI 2019-2024, Aku bergerak mendukungmu,  untuk Indonesia.  Ttd Darsono)

Waspada Serangan Balik Singapura .... Save Jokowi !!!!!



Tahun madu dan hubungan mesra Singapura dengan Indonesia dimulai sejak Lee Kuan Yew berkuasa di Singapura dan Soeharto berkuasa Indonesia. Dilanjutkan dengan pengganti Lee Kuan Yew dan Presiden SBY.

Hubungan manis terganggu sejak Jokowi berkuasa di Indonesia.

Apa saja kebijakan Pemerintahan Jokowi yg mengganggu kepentingan Singapura ?.

1. Pembubaran Petral di Singapura.

- Selama ini semua transaksi ekspor impor migas dan BBM dilakukan di Singapura.

- Perputaran uang di perbankan Singapura dari hasil transaksi 2 juta barrel per hari mencapai 150 juta USD per hari atau sekitar 60 milyar USD per tahun.

- Sekarang transaksi keuangan tersebut berhenti total.

2. Kebijakan menyuling minyak mentah di Indonesia dan pembangunan kilang minyak di Indonesia.

- Selama ini sebagian minyak mentah Indonesia disuling di Singapura serta Indonesia juga mengimpor BBM dari hasil kilang Singapura.

- kebijakan ini membuat Kilang Singapura akan stop berproduksi.

- Industri perkapalan mengangkut migas akan berhenti.

- Pelabuhan Singapura akan berkurang muatannya.

- Bisnis dan keuangan yg berkaitan dengan kilang minyak Singapura dan industri perkapalan tangker Singapura akan hancur.

3. Wewenang jasa pandu kapal di Selat Malaka diambil alih Indonesia (yang selama ini dikuasai Singapura).

- Pendapatan jasa pandu kapal akan masuk ke Indonesia.

- Setiap hari ribuan kapal hilir mudik melalui Selat Malaka.

(Selama ini semua pendapatan jasa pandu masuk ke Singapura).

4. Pembangunan pelabuhan Hub internasional Kuala Tanjung di Sumatera Utara.

- Sekarang semua kapal mother vessel yg lewat Selat Malaka akan singgah di Pelabuhan Kuala Tanjung.

- Ekspor Impor Indonesia tidak perlu pakai kapal feeder ke Singapura lagi.

Sudah bisa langsung tanpa via Singapura.

- Bisnis ekspor impor dan bisnis perkapalan serta pelabuhan Singapura akan hancur.

5. Kebijakan Tax Amnesti Indonesia.

- Uang dan aset warga negara Indonesia di Singapura kena pengampunan pajak di Indonesia dengan membayar kewajiban ke Indonesia.

- Tidak mudah lagi mencuci uang di Singapura.

- Bisnis perbankan dan bisnis properti Singapura akan terganggu.

6. Dimulainya pelaksanan peraturan transparansi bank dan keterbukaan Bank terhadap data nasabah.

- Semua uang hasil kejahatan korupsi, kejahatan ekstra ordinary (extra ordinary crime) dan transnegara akan bisa diambil kembali.

7. Berakhirnya perjanjian wewenang pengaturan udara di Laut Cina Selatan dan perairan Indonesia sekitar selat Malaka yg selama ini dikuasai Singapura.

- Setiap hari sekitar 20 ribu pesawat yg melewati kawasan udara Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.

- Semua penerbangan membayar Air Transport Control Fee (ATC Fee) atau Jasa Pandu Udara kepada otoritas bandara Singapura.

- Tarifnya 1 USD per mile. Satu kali pandu pesawat jaraknya sampai 20 - 50 mile

- Diperkirakan Singapura mendapat ATC Fee sebesar 10 milyar USD per tahun.

- Semua ATC Fee akan masuk ke Indonesia.

8. Berakhirnya perjanjian kebebasan pesawat tempur Singapura melakukan latihan terbang tempur dengan negara mitranya di udara laut China Selatan.

- Sekarang semua pesawat Angkatan Udara Singapura bila mau terbang harus ijin Indonesia.

2019 - 2024 Indonesia Maju. hatevan@gmail.com

Monday, November 5, 2018

MALAM HARI PRESIDEN KEPASAR BOGOR Utk Buktikan Apa BENAR Kata SANDI HARGA2 NAIK.



MALAM HARI PRESIDEN KEPASAR BOGOR Utk Buktikan Apa BENAR Kata SANDI HARGA2 NAIK.

Seperti yg dirilis beritanya oleh detik berikut ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) Blusukan ke pasar Suryakancana, Bogor, Jawa Barat. Tak hanya menanyakan harga bahan pokok, Jokowi juga membeli sayuran hingga buah-buahan. Jokowi tiba di lokasi pada Selasa (30/10/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. Dia didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya. Pertama Jokowi mendatangi Pedagang yg menjual Sayuran.

"Tadi beli kenikir. Seikat Rp 2 ribu. Tadi (Jokowi) beli 5 ikat dikasih Rp 50 ribu," Maman. Jokowi kemudian berkeliling. Dia membeli cabai rawit, tomat hingga sayur bayam. Jokowi berinteraksi dgn para pedagang tentang Harga Bahan Pokok. Saat tiba di pedagang Tempe, Jokowi menanyakan harga tempe saat ini. Dia juga memborong sekitar 6 buah tempe berukuran Besar.

"Tadi nanya, harga tempe, kedelai, naik atau enggak. Stabil sekarang. Yang ukuran kecil Rp 4 ribu, yg besar Rp 10 ribu," ujar penjual tempe yg dibeli Jokowi, Munarto. Usai blusukan, Jokowi mengatakan alasannya mendatangi pasar utk melihat langsung apakah betul ada kenaikan Harga Bahan Pokok seperti yg diisukan belakangan ini. Dia Mencatat sendiri harga sayuran hingga buah-buahan di pasar.

"Saya hanya ingin pertama karena kalau kita melihat angka-Angka Inflasi itu kan dibawah 3,5 artinya harga itu Stabil dan tadi saya apa, beberapa saya lihat memang beberapa ada Penurunan. Misalnya sayuran ya, tadi sawi hijau biasanya Rp 8 ribu ke Rp7 ribu. Kemudian buncis biasanya Rp16 ribu ini tadi Rp12 ribu. Tapi ada yg naik alpukat. Dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu ini kan tergantung Suplainya. Kalau suplai Sedikit otomatis harganya Naik sedikit," kata Jokowi.

Tentu saja Aksi Sidak presiden Jokowi ini diluar dugaan lawan2 politiknya yg mungkin sedang ngopi malam-malam di posko mereka. Tentu saja tak terbayangkan oleh mereka sebelumnya, seorang presiden orang nomor 1 di republik ini pk 22.00 WIB Blusukan ke pasar dan memastikan harga Pasar Stabil.

Saya jadi membayangkan Prabowo Cs bisa jadi ketika sedang bersantai hendak berangkat istirahat malam jadi melek lagi. Atau Sandiaga yg sedang ngopi bersama tim kemenangannya tersedak gelas karena kaget. Sebab penyamarannya selama ini dengan mengatakan harga2 selalu Naik pasti Terbongkar di tangan presiden. Semakin Luluh Lantak saja rasanya. Rasanya semua Celah telah Diantisipasi dgn cara yg Cerdas oleh presiden Jokowi.

Tidak diberi ruang sedikitpun para politikus sontoloyo ini berkembang dgn segala Imajinasinya yg Ngawur. Hanya membuat Gaduh Masyarakat bawah saja. Padahal pedagang sendiri sudah sering Menyanggah penyataan Sandiaga Uno saat keluar masuk pasar. Bahkan dari Asosiasi pedagang sekalipun. Tapi Sandiaga Uno seperti Tutup Mata tutup Telinga. Keluar segala pernyataannya yg acap mengada-ada.

Tentu saja apa yang dikatakan menjadi polemik di tengah masyarakat. Bagi mereka yg Tak Terbiasa ke Pasar & hanya Membaca berita akan memakan Mentah2 penyataan Sandi. Dan kemudian mengambil kesimpulan Tanpa Cek Data yg Valid. Kemudian jika sudah begini akan timbul Kebencian kepda Pemerintah. Dan inilah yg memang sedang berusaha Oposisi Mainkan.

Maka dengan sidak malam hari ke pasar Bogor, presiden Jokowi setidaknya akan Menjawab Polemik selama ini. karena presiden sudah Membuktikan sendiri utk yg kesekian kali. Dan itu artinya Membungkam Sandiaga secara Telak atas Pernyataan2 Ngawurnya di banyak Media soal Harga2 Pasar selama ini.

REKAM JEJAK PRESIDAN REPOLBLIK INDONESIA JOKO WIDODO



REKAM JEJAK
 👣👣👣

Erick Thohir :
Saya bergabung dengan Timses Dia bukan karena rencana-rencananya, tapi lebih karena track recordnya. Ya..rencana pasti diperlukan, tapi rekam jejak jangan diabaikan. Rencana boleh dibuat oleh siapa saja, tapi rekam jejak adalah hal yang pernah dibuatnya dan melekat sebagai catatan yang tidak boleh diabaikan, karena rekam jejak adalah prestasi yang sesunguhnya.

Tulisan ini meremind bagaimana Dia ada untuk Indonesia dan sekarang terasa begitu nyata, bagaimana kerjanya, dan apa hasilnya. Rekam jejaknya sebagai anak bantaran kali, hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan membuatnya menjalani hidup penuh perhitungan. Dia ditempa oleh kesulitan, dibina oleh pengalaman, disatukan oleh tujuan dan dia dilindungi oleh rahmat Tuhan.

Kerja kerasnya, karirnya, prestasinya sebagai walikota, gubernur, dan presiden yang sedang dijalaninya dengan progress kerja yang luar biasa, sampai banyak orang mengatakan tidak ada presiden seperti dia sebelumnya, saya tidak membenarkan 100% kalimat itu, tapi sebagai presiden yang mengemban amanah rakyat, Dia adalah sosok yang mengerti tentang tanggung jawab, bukan asal jawab dan gagap menikmati jabatan hanya sekedar bersandar, lalu tanpa sadar negaranya bubar karena kebanyakan gaya rekaman segala, lupa kalau presiden dipilih untuk melayani, bukan menikmati, menggemukkan diri. Dia bukan setipe makhluk ini, Dia punya nyali, harga diri, dan jiwa mengabdi yang tinggi.

Kontestasi 2019 pasti luar biasa, suara dimana-mana, serangan diluar nalar manusia, kita dipaksa mengatakan keburukan atas sebuah kebaikan, dan sebaliknya kezholiman mereka paksakan menjadi kebaikan. Semua unsur itu menjadi catatan, dan kita tau rekam jejak para pelaku yang nyaris tanpa bisa menunjukkan kinerjanya yang sekarang, atau bekasnya yang pernah dia kerjakan.

Serunya kontestasi sekali ini adalah karena Dia head to head kembali dengan Pesaingnya sang capres abadi, 4 kali ikut kontentasi adalah record satu-satunya yang pernah ada didunia, sama seperti Candi buaya mulutnya saja yang menganga tanpa lidah perasa. Bualannya kemana-mana, semua gak nyambung, hanya saja dada dipaksa membusung agar dilihat cantiknya saja, tapi gak bisa apa-apa.

Meme dan joke yang disampaikan netizen kadang ada benarnya. Head to head  Dia vs Pesaingnya dilihat dari rekam jejaknya satupun tidak ada alasan kita memilihnya.   

1. Dia dibesarkan dgn tempaan ........
Pesaingnya dibesarkan dgn kekayaan.
2. Dia hidup dlm kesulitan....         Pesaingnya Hidup berkecukupan.
3. Dia tnggal di bantaran kali ....
 Pesaingnya 60% tinggal diluar negeri.....
4. Dia lahir di Indonesia.                    Pesaingnya kita tdk tau dia lahir dimana...
5. Dia pernah jd walikota 2 priode... .
Pesaingnya pernah jadi tentara.
6. Dia  pernah jadi gubernur....                    Pesaingnya dipecat dari tentara.
7. Dia jelas agamanya                        Pesaingnya Cuma sekedar ada.
8. Dia Jelas keluarganya...                    Pesaingnya tak usah ditanya.
9. Dia skg Presiden.            Pesaingnya Tukang nakut-nakuti.
10. Dia Membesarkan Indonesia...   
 Pesaingnya akan Membubarkan Indonesia.

Rekam jejak itu jelas fakta, dan kita berpegang apa adanya bukan dipaksa percaya yang belum ada. Tidak ada alasan orang waras memilihnya, karena dia tak pantas untuk Indonesia, biarlah Pesaingnya dipuja-puja kaumnya dan hatinya dibutakan oleh pujian dari orang-orang yang berkerumun disekelilingnya untuk sekedar cari makan.
Tugas kita adalah menjaga Indonesia dari incaran para gali politik yang akan mencabik, kita tidak boleh hanya sekedar mengembik, kita harus berani MENGHARDIK agar kaum pemakai cadar ini tak sempat bersandar. Rona wajah yang ditutupinya terekam dalam jejaknya, walau kelihatan matanya tapi sulit kita percaya, apa benar dia bisa membuat besar Indonesia, atau malah akan membakarnya, karena sejatinya dia akan merampoknya.

KITA HARUS TERUS WASPADA AGAR PARA PERAMPOK TIDAK MEMBAKAR RUMAH KITA UTK MENGAMBIL ISINYA. MARI KITA JAGA INDONESIA DENGAN SEGALA DAYA UPAYA.

 Dia SAJALAH JANGAN PERNAH BERUBAH

Bismillah semoga Allah tetap menjaga Republik Indonesia yg kita cintai dg sepenuh hati. Aamiin

https://mediacyberarj.wordpress.com/rekam-jejak-oleh-ketua-tkn-jokowi-maruf-amin/

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (16) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Denny Siregar (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Free Port (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)