Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Friday, May 29, 2020

Satelit GPS Tiongkok -- Beidou sdh mulai operasi


Satelit GPS Tiongkok -- Beidou sdh mulai operasi, sekarang Tiongkok ga takut di ganggu lagi oleh Amrik, dan hebatnya Huawei sdh keluar HP Huawei Beidou pakai simcard Beidou, telpon dan data internet ga usah bayar sama sekali, dan dihutan maupun di gunung bisa telpon  karena itu adalah telpon satelit, dengan kecepatan luar biasa !

Sebuah pesan ucapan selamat dikirim dari lebih dari 140 negara dan wilayah di seluruh dunia: China Beidou (北斗) secara resmi dioperasikan dengan sukses,kini China menggunakan jaringannya sendiri.

🇬🇧🇵🇸🇧🇲 🇮🇸🇧🇿🇰🇵🇹🇬🇪🇷🇹🇫🇨🇻🇨🇴🇬🇬🇰🇿🇸🇽🇰🇬🇮🇨🇨🇲🇨🇰🇱🇧🇷🇪🇲🇻🇲🇰🇲🇺🇲🇳🇲🇲  🇲🇽🇸🇸🇳🇬🇵🇼🇨🇭🇸🇳🇨🇽🇸🇲🇸🇮🇸🇴🇹🇨🇹🇲🇪🇺🇸🇬🇯🇲🇮🇱🇻🇬🇯🇪🇹🇩🇮🇴🇮🇹🇦🇲🇳🇨🇬🇷🇧🇳  🇹🇰🇹🇹🇹🇯🇵🇲🇸🇿🇸🇹🇨🇾🇸🇻🇵🇳🇳🇺🇳🇷🇲🇩🇲🇩🇲🇸🇲🇷🇸🇧🇩🇲🇦🇿🇳🇮🇳🇴🇵🇹🇸🇸🇨🇻🇸🇩🇹🇭  🇹🇳🇬🇪🇸🇳🇮🇳🇯🇴🇬🇮🇨🇱🇳🇮🇮🇶🇭🇺🇪🇭🇺🇦🇻🇺🇹🇻🇹🇿🇸🇷🇱🇰🇰🇳🇸🇦🇷🇸🇯🇵🇳🇫🇳🇵🇦🇶🇲🇨  🇵🇪🇦🇸🇹🇲🇷🇴🇱🇾🇱🇸🇭🇷🇨🇨🇨🇿🇨🇦🇰🇮🇳🇱🇬🇺🇬🇱🇨🇬🇫🇯🇵🇫🇷🇺🇩🇪🇧🇫🇧🇦🇧🇯🇧🇷🇵🇰  🇦🇴🇪🇬🇦🇷🇦🇪🇪🇹🇦🇮🇲🇴🇵🇾🇧🇾🇧🇪🇧🇴🇧🇮🇹🇱🇪🇨🇫🇮🇨🇩🇬🇪🇬🇾🇧🇶

Internet China tidak lagi dengan Amerika Serikat tidak lagi terbatas di Amerika Serikat, China dapat menghemat 10 triliun yuan dalam biaya sewa setiap tahun.  Seluruh dunia harus membayar China untuk Internet dan biaya penggunaan Beidou (北斗), yang dapat menghasilkan beberapa triliun RMB dalam biaya sewa.  Hanya dua bagian ini setiap warga negara Tiongkok dapat memperoleh puluhan ribu yuan per tahun.

Mimpi China terwujud.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/05/satelit-gps-tiongkok-beidou-sdh-mulai.html]

https://techblog.comsoc.org/2019/12/30/china-to-complete-beidou-satellite-based-positioning-system-by-june-2020-to-be-used-with-5g/
[11:36 AM, 5/29/2020] Teman BMRK: Sayangnya, operator telekomunikasi di Indonesia baru akan menggunakan teknologi 5 G , kira2 pada penghujung 2021 untuk alasan komersial. Karena konon, penggunaan teknologi 4G saja belum balik modal di Indonesia

Gagal Faham Di Indonesia


Gagal Paham "Arab KW" di Indonesia

Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa para "cheerleaders Arab" atau, sebut saja, "Arab KW" di Indonesia itu gagal paham dan gagal total dalam menyikapi fenomena perkembangan masyarakat Arab modern di Timur Tengah. Yang saya maksud dengan "Arab KW" di sini adalah orang-orang non-Arab yang meniru-niru dandanan, gaya hidup, sikap, atau pola pikir yang mereka imajinasikan sebagai Arab. Meskipun "dalihnya" mereka bilang "nyunah rasul", prakteknya sebetulnya "nyunah imagined Arab".

Saya katakan "imagined Arab" atau masyarakat Arab yang diimajinasikan karena apa yang mereka praktekkan dalam banyak hal bertolak-belakang dengan fakta-fakta perkembangan masyarakat Arab kontemporer. Simak misalnya dalam hal bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari, kenapa harus serba Arab: abi-umi, akhi-ukhti, ikhwan-akhwat, ane-ente (oh yang terakhir ini "Arab Betawi" he he). Bukan hanya soal ngomongnya tetapi juga soal "fanatisme Bahasa Arab"-nya.

Lebih konyol lagi anggapan penggunaan Bahasa Arab dalam berbagai sapaan salam, ucapan selamat, ulang tahun, dan perayaan lainnya dipandang lebih Islami serta menganggap penggunaan bahasa non-Arab, apalagi Bahasa Inggris dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia, dianggap "bahasa kafir" yang tidak Islami. Padahal masyarakat Arab modern adalah masyarakat yang sangat adaptif dengan aneka bahasa asing.

Bahkan Bahasa Inggris dan Perancis telah menjelma menjadi "bahasa kedua" di sejumlah Negara Arab baik karena tuntutan zaman yang berkembang pesat atau karena ikatan dengan sejarah kolonialisme.

Dalam hal berpakaian juga begitu. Berbeda dengan para "Arab KW" yang "unyu-unyu" dan "fanatik berjubah", masyarakat Arab modern sangat fleksibel, modis, dan adaptif dalam hal berpakaian. Pakaian non-jubah dalam kehidupan sehari-hari sudah sangat biasa buat mereka. Yang masih ketat dalam pemakaian jubah biasanya adalah orang-orang tua atau mereka yang tinggal di kawasan pedalaman. Gamis buat masyarakat Arab modern hanyalah sebuah tradisi dan kebudayaan Arab, hanya "selembar kain" buatan manusia dan tidak ada sangkut-pautnya dengan kualitas keimanan-keislaman.

Pula, tidak seperti para "Arab KW" yang anti kebudayaan Barat, masyarakat Arab modern adalah "sangat Barat": "sangat Amerika", dan "sangat Eropa". Mereka menganggap Barat, khususnya Amerika Utara dan Eropa Barat, adalah simbol kemajuan di dunia pendidikan, peradaban, dan teknologi khususnya, karena itu mereka berlomba-lomba menyekolahkan anak-anak mereka ke kampus-kampus beken di Barat.

Melalui beasiswa King Abdullah Scholarship Program saja sudah lebih dari 150.000 anak-anak muda Saudi dikirim ke kampus-kampus top di Barat (catat ya: tidak ada satupun yang dikirim ke Indonesia!) untuk belajar dari S1-S3. Itu belum termasuk biassiswa yang disediakan oleh industri-industri besar seperti Saudi Aramco yang juga memberangkatkan ribuan kader-kader muda Saudi setiap tahunnya untuk belajar berbagai bidang keilmuan di Amerika. Saya juga membimbing sejumlah mahasiswa Saudi yang mau melanjutkan studi di negara “Uncle Sam”.

Masih banyak lagi contoh lainnya, capek kalau ditulis semua di sini. Jadi, jelas bahwa para "Arab KW" di Indonesia telah “gagal paham” dalam melihat realitas perkembangan sosial-kebudayaan dunia Arab yang mereka imajinasikan.

Oleh Prof. Sumanto Al Qurtuby

-----------------------------------------

Tulisan ini saya copas dari WAG yang anggotanya ratusan dari saudara kita yang beragama Islam.... oleh karenanya jangan ragu untuk memviralkan agar kiranya bangsa ini kembali jadi Bangsa Indonesia seutuhnya, bukan Bangsa Indonesia yang kearab-araban.
Salam Hormat (JES)


Mantan KABIN Hendropriyono Peringatkan Keturunan Arab Yang Hidup Di Indonesia: Jangan Suka Menjadi Provokator https://www.indonesiakininews.com/2020/05/mantan-kabin-hendropriyono-keturunan.html

Tulisan ini ckp bagus dan sdkt sekali orang yg berani terbuka menulisnya, hanya saja agak panjang durasinya.

Eliza M Permatasari
______

Imperialisme Arab di Indonesia Sudah Jelas?

By Indra Ganie

-------------------------------

Disadari atau tidak seakan jelas bahwa kaum Arablah sebenarnya sekarang yang sedang menjajah Indonesia. Lihat, sejumlah orang pemimpin alim ulama negeri ini adalah keturunan Arab. Gerombolan bolot yang tukang bikin onar terdapat orang bertitel habib. Para habib-habib ini disebut-sebut sebagai keturunan Nabi Muhammad, dan gelar habib ini telah menjadi sebuah tiket untuk mendapat perlakuan khusus. Tidak tahu kenapa keturunan nabi harus dihormati walaupun perilakunya banyak yang tidak terpuji. Janggut nabi saja ditiru konon pula keturunannya tidak disanjung tinggi.

Mungkin pembawa agama-agama yang lain beruntung tidak mempunyai keturunan, sehingga arogansi karena mengklaim diri sebagai keturunan nabi tidak merajalela di bumi ini.

Bayangkan, negara yang sudah dinyatakan merdeka sejak 1945 ternyata masih dalam imperialisme ASIA BARAT (ARAB), bukan BARAT. Selama ini berbagai isyu tentang neokolonialisme Barat ditiup-tiupkan dengan gencar, opini bangsa digiring untuk membenci Barat. Ternyata ini semua pekerjaan musuh dalam selimut, selimut agama.

Kemajuan teknologi dan perekonomian Barat dan perkembangan bisnis yang sedemikian pesat serta cara hidup ala Barat yang praktis sangat gampang ditiru. Hal ini telah diperhitungkan sebagai ancaman yang mengerikan dalam pandangan imperialisme Arab ini, sehingga isu neokolonialisme Barat dan Kristenisasi dihembuskan untuk keuntungan imperialisme Arab.

Segala yang berbau Barat dikelompokkan sebagai peradaban kaum kafir oleh karenanya menjadi sesuatu yang haram. Orang tua termasuk guru-guru agama menjadi unjung tombak penyampaian keharaman yang berbau Barat ini. Sebagian besar orangtua di Indonesia memang relatif masih sangat muda-muda. Baru punya sedikit janggut, lelaki sudah boleh mengajak perempuan “anak baru gede” untuk menghadap penghulu. Tidak perduli apakah dia sudah matang atau belum untuk mendidik anak dan memberikan anaknya makan kelak.

Mereka rata-rata tidak berpendidikan yang cukup sehingga tidak dapat berpikir rasional. Jadi begitu ada hasutan dari orang-orang yang mengaku ahli agama, mereka langsung tunduk sukarela, apalagi kalau disuplai uang pula. Perdebatan diharamkan, teristimewa perdebatan soal agama, tidak tersentuh. Melakukan sesuatu atas nama agama seperti kerbau dicucuk hidung, tidak punya daya kritis sama sekali.

Melihat gampangnya sebagian besar anak bangsa ini dipengaruhi atas nama agama, adalah pengaruh indoktrinasi bahwa agama tidak boleh diperdebatkan. Para kaum Arab ini tidak mengajarkan agama itu sebagaimana seharusnya. Agama yang disampaikan tidak untuk menjadi pencerahan otak bagi umat, tetapi cenderung menjadi pembodohan. Tujuan mereka memang adalah untuk menjajah, bukan untuk memanusiakan manusia dengan ajaran agama.

Seandainya bangsa ini mendapat pendidikan agama dengan benar serta dari sumber yang benar, tidak akan mungkin ada yang bernama Front Pembela Islam, Jama’ah Ansharut Tauhid, Laskar Jihad, dan lain-lain gerombolan bolot yang lebih bangga menjadi anggota kesatuan organisasi ekstrimis Islam Asia Barat / Timur Tengah daripada sebagai Islam Indonesia. Tidak mungkin orang yang bernama habib-habib itu menjadi alim ulama dan pemimpin gerombolan bolot di negeri ini. Sialnya, kesempatan untuk berfikir kritis terhadap agama sudah dipunahkan sejak awal. Sehingga dengan gampang anak-anak bangsa yang kurang pendidikan dan hidup kekurangan ini digiring untuk menjadi ekstrimis dan tunduk sukarela menjadi budak para Arab untuk mewujudkan ambisi mereka untuk meng-Arab-kan Indonesia.

Kemiskinan dan kebodohan ini telah dimanfaatkan, sebagian besar anak bangsa ini sudah lebih bangga mampu berbahasa Arab daripada mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih bangga memakai gamis di jalan-jalan daripada memakai pakaian tradisional yang diwariskan leluhur bangsa Indonesia.

Apakah kita sudah sangat terlambat untuk membuang semua peradaban Arab dari bumi Indonesia ini? Saya fikir tidak ada istilah terlambat untuk membuang kebolotan. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang bolot. Saya melihat tidak satupun peradaban Arab yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa ini dalam bidang apapun. Yang diberikan mereka hanyalah pembodohan, pembolotan, membuat orang tinggal manut.

Jika kita boleh bandingkan – maaf – dengan kehidupan orang Kristiani Indonesia, misalnya. Mereka boleh menjadi orang yang sangat taat beragama, tetapi hidup kesehariannya tetap menjadi orang Indonesia. Mereka tidak langsung mengubah cara hidupnya seperti bagaimana dulu Yesus hidup secara lahiriah. Padahal seharusnya, sosok Yesus yang gambarnya ada di mana-mana sangat mudah untuk ditiru, tetapi tidak satupun penganut agama Kristiani meniru cara berpakaian Yesus, meniru jenggotnya atau keriting rambutnya. Yang mereka praktekkan adalah kasih sayang yang diajarkan Yesus, bukan tampilan Yesus secara lahir.

Orang Bali Kristiani tetap dengan budaya Balinya, demikian juga Batak, Toraja, Jawa dan lain-lain. Mereka tetap tampil sebagai orang Indonesia, mereka beribadah dalam bahasa asalnya masing-masing, bahasa China, Batak, Sunda, Bali, Jawa, dan lain-lain. Malah tidak ada gereja yang berbahasa Ibrani di Indonesia, sebagaimana dulu Yesus mempergunakan bahasa itu mengajar murid-muridnya. Kristiani tetap menghargai budaya asal pemeluknya tanpa sama sekali menerapkan budaya Yesus (budaya Yahudi / Israel). Pemeluk Kristiani dari suku apapun diterima sebagai pribadi yang merdeka, secara lahir mereka tetap sebagaimana asalnya, yang diubahkan adalah kehidupan spiritualnya, jiwanya.

Sebelum bangsa ini benar-benar hilang, sebelum identitas kita sebagai bangsa Indonesia tergantikan oleh identitas Arab, mari kita berbenah. Mengikis segala bentuk penjajahan dalam setiap bentuknya di bumi Indonesia ini. Jangan lengah dengan penjajah yang bertopeng agama, bercerminlah kepada penganut agama-agama lain di Indonesia, mereka lebih hidup merdeka sebagai bangsa Indonesia walaupun mereka menganut salah satu agama yang semuanya adalah agama import. Jangan biarkan Arab-arab itu memimpin kerohanian anda, bangsa ini sudah mengenal Islam ratusan tahun, sudah seharusnya ada Islam yang berkepribadian Indonesia, bukan berkepribadian Arab.

Indonesia dengan wilayah yang luas, alam yang kaya, letak yang strategis serta jumlah penduduk yang sedemikian besar terbelakang memang adalah sasaran empuk untuk dijadikan sekutu. Bangsa Arab dan segala bangsa-bangsa di dunia sadar akan hal itu. Bangsa-bangsa besar di dunia ini melihat potensi yang dimiliki Indonesia. Dahulu Belanda datang dengan cara kasar menjajah Indonesia, demikian pula Jepang.

Nah, bangsa Arab, dengan sangat licik masuk menjajah Indonesia dengan memperalat agama Islam, dengan sifat religius yang dimiliki Indonesia, bangsa ini begitu saja mengamini semua apa yang dikatakan bangsa Arab sehingga banyaklah bangsa ini menjadi orang-orang tertipu. Mereka berfikir telah menganut agama Islam yang benar, tidak tahunya hanya menganut budaya Arab yang sarat dengan kekerasan, keberingasan. Musuh yang menikam dengan senyuman manis adalah lebih berbahaya daripada yang menikam dengan amarah.

Mungkin sulit dipercaya atau sedikit diketahui, bahwa imperialisme Arab di wilayah yang kini masuk “Negara Kesatuan Republik Indonesia” telah berlangsung sejak abad-7. Pada abad tersebut telah terdapat sejumlah koloni Arab di negeri ini. Mereka datang karena negeri ini relatif lebih nyaman dibanding negeri sendiri. Sebagian besar dunia Arab kering kerontang, sering terjadi perang antara lain perang saudara. Konflik antar dinasti semisal ‘Abbasiyyah, ‘Ummayyah dan Fathimiyyah – yang notabene ketiganya masih terhitung keluarga besar nabi – adalah fakta yang sulit dibantah. Begitu pula konflik dengan bangsa lain semisal Perang Salib (1095-1291) dan perang kolonial sejak abad-16.

Mengingat jarak antara Nusantara dengan Arabia yang terbilang jauh dan terpisah laut luas, maka kolonisasi Arab di Nusantara tidaklah semasif dan secepat apa yang mereka lakukan di Afrika dan Eropa. Mereka hadir secara berangsur-angsur di wilayah yang umumnya relatif jauh dari pusat kekuasaan / kerajaan penduduk setempat, semisal di pesisir Minangkabau yang relatif jauh dari pusat Kerajaan Sriwijaya dan Banten yang relatif jauh dari pusat Kerajaan Sunda-Galuh.

Kehadiran sejumlah bangsa Eropa pada abad-16 berangsur-angsur mengurangi kuasa dan pengaruh Arab di Nusantara, namun kuasa atau pengaruh Arab belum pernah betul-betul lenyap di Nusantara. Intinya, Nusantara – dengan segala pesonanya – telah menjadi panggung pertarungan berbagai pengaruh asing sejak menjelang tarikh Masehi. Kini, pada abad-21 imperialisme Arab berangsur-angsur seakan bangkit kembali melalui berbagai ormas (berkedok) agama, atau berkedok “Kebangkitan Islam Abad-15 Hijriyyah”.

Dengan dukungan dana berlimpah sebagai hasil dari sumber alam minyak di Arabia, mereka relatif mudah menebar pengaruh ke negeri ini. Sekian tahun terakhir ini mereka banyak hadir semisal di kawasan wisata Puncak, sekitar 90 km ke arah selatan Jakarta. Muncullah berbagai bisnis jasa dengan memakai huruf Arab di sepanjang jalur tersebut, bahkan saya dapat info bahwa bisnis jasa semisal toko buku, photo copy, travel yang memakai huruf Arab juga merangkap jasa kawin kontrak – tentunya antara lelaki Arab dengan perempuan pribumi. Anehnya – atau konyolnya – warga setempat senang menerima mereka, mereka merasa beruntung mendapat jodoh atau menantu lelaki Arab, padahal tidak diimbangi dengan kesediaan orang Arab berjodoh atauarab bermenantu lelaki pribumi. Inilah akibat dari pemahaman agama Islam yang “Arab minded”, artinya menjadikan Arab sebagai ukuran beragama Islam. Apa-apa yang berasal dari Arab dianggap agama Islam, semisal janggut dan gamis. Padahal bukan cuma Nabi Muhammad yang bergamis dan berjanggut, namun musuhnya semisal Abu Lahab dan Abu Jahal juga demikian, karena mereka sama-sama orang Arab. Nabi diutus ke Arabia karena mereka paling butuh, mereka bangsa yang (sangat) barbar. Jika bangsa sebarbar Arab dapat dibina, maka bangsa lain – yang nota bene kurang sebarbar Arab – akan lebih mudah dibina.

Jelas, nabi diutus untuk mengislamkan orang, bukan mengarabkan orang. Orang diislamkan sambil dibiarkan lestari identitas suku dan bangsanya. Tidak perlu kearab-araban untuk menjadi Muslim yang baik. Ambil Islamnya, buang Arabnya.

Hapuskanlah segala fatwa yang mengharamkan memperdebatkan kebenaran yang diseru-serukan oleh sejumlah tokoh agama yang “Arab minded” supaya anda benar-benar mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya. Seharusnya semakin manusia mengenal Tuhan (lewat agama yang dianutnya) maka sifat-sifat Tuhanpun akan menjadi denyut hidupnya.

ARABISASI ATAU ISLAMISASI

Menyeru-nyeru kebesaran Tuhan dengan pedang terhunus dan amarah yang membara di dada adalah penghinaan kepada Tuhan itu sendiri.

Terpulang pada anda, apakah anda merasa dijajah kaum Arab atau tidak. Perlu difikirkan, kenapa membiarkan habib-habib memimpin anda, padahal kita punya semisal Pak Nasution, Siregar, Teungku, Bagindo Rajo, Tuanku, Mas Suparno atau Kang Jali, dan lain-lain. Bangunlah agama Islam yang berkepribadian Indonesia – anti kekerasan, anti keras kepala, anti benar sendiri, anti brutalisme, anti gamis – karena kita punya budaya sendiri, budaya Indonesia. Jangan cuma mengenang orang-orang yang melawan imperialisme Barat dan Jepang. Jangan cuma menganggap pahlawan atau pejuang, orang-orang yang melawan imperialisme Barat dan Jepang. Tetapi kenanglah, hargailah, jadikanlah pahlawan untuk para penentang imperialisme Arab.

Kepada aparat, jangan ragu-ragu mengamankan para gerombolan bolot itu, demi kedamaian di bumi Indonesia tercinta. Mereka telah menjadi momok yang menakutkan dan telah mencoreng wajah bangsa ini dalam pandangan dunia internasional.

Salam “MERDEKA” dari anggota Pejuang 1945!

-----------------------------------------------



Saturday, May 23, 2020

Parawisata Di Era Baru


*Pariwisata di Era Baru At New Normal*

Krisis kesehatan masyarakat atau Pandemi Covid 19 yang sedang melanda masyarakat di seluruh dunia ini adalah krisis multidimensi yang pengaruhnya luar biasa, bukan saja membuat struktur sosial ekonomi mengalami guncangan _”bermagnitudo”_ mega namun sekaligus juga menantang warga dunia untuk keluar dari krisis dengan selamat.

Presiden Jokowi dalam pernyataan beberapa hari yang lalu meminta masyarkat Indonesia berdamai dengan virus corona selama belum ditemukan vaksin. Hal ini adalah selaras dengan pernyataan dari organisasi kesehatan dunia WHO, karena ada potensi dari virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

Berdamai dengan virus corona ini adalah hidup berdampingan dengan virus corona tapi bukan berarti meminta masyarakat menyerah namun sebaliknya justru bentuk dari penyesuaian itu sendiri. Hal ini menjadi titik awal dari kehidupan baru agar masyarakat menjalani kehidupan sambil menerapkan protokol pencegahan virus corona. Dalam hal ini juga meminta masyarakat untuk _realize_ dengan keadaan hidup ditengah wabah dalam konsep tatanan kehidupan baru atau _new normal_.

Dalam tata kehidupan baru atau at new normal, tentunya seluruh warga dunia ikut berfikir bagaimana memulihkan keadaan, yang mungkin akan di dilaksanakan secara bertahap sebagai tanggapan terhadap kondisi yang berkembang. Demikian halnya dengan sektor pariwisata yang saat ini juga juga tengah berfikir langkah-langkah efektif apa yang bisa memerangi wabah sekaligus mendapatkan kembali kinerja ekonomi pariwisatanya.

Industri pariwisata adalah _umbrella industry_ yang memayungi banyak sektor diantaranya adalah hotel, akomodasi, kegiatan layanan makanan dan minuman, tranportasi wisata, travel agen, kegiatan budaya, kegiatan olahraga dan hiburan. Industri pariwisata juga sangat terhubung erat dengan sektor pendidikan, keuangan, pertanian, medis, konstruksi, real estat, ritel, dan lain sebagainya.

Untuk itu upaya pemulihan harus dilakukan secara bertahap, paralel dengan pemulihan sektor-sektor lain, dengan demikian langkah-langkah yang diusulkan harus terintregasi dengan semua sektor. Semua itu dilakukan untuk  memastikan keselamatan bagi para wisatawan maupun tenaga pariwisata dan hal ini haruslah menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan industri pariwisata.

Beberapa faktor yang penting untuk sekarang ini dipikirkan adalah masalah _time, cost and people_. Terkait dengan waktu haruslah benar-benar di perhitungkan kapan destinasi wisata akan di buka, sedangkan untuk masalah biaya adalah mengantisipasi kalkulasi biaya di perlukan dengan adanya protokol kesehatan dan variabelnya yang bergerak dinamis sesuai dengan tuntutan di era new normal.

Sementara untuk faktor manusia adalah perlunya menyiapkan SDM yang memahami standar protokol kesehatan. SDM di industri pariwisata harus mampu mengikuti perubahan-perubahan perilaku wisatawan yang berkaitan dengan new era yang terutama fokus perhatian terhadap kebersihan, kesehatan dan keamanan.

Sebenarnyalah dengan kejadian pandemi virus corona ini juga memunculkan kreativitas masyarakat dengan menggali kearifan lokal. Seperti penyediaan tempat cuci tangan di depan rumah atau tempat-tempat umum (area publik) berupa gentong _padasan_ yang hakekatnya kebiasaan tersebut telah dilakukan oleh masyarkat Indonesia dari jaman dahulu kala.

Sudah sejak lama masyarakat nusantara mengaplikasikan daun sirih sebagai densifektan yang efektif. Bahkan Ilmuwan dari Universitas Gajah Mada telah mengembangkan produk hand sanitizer berbahan daun sirih yang dikembangkan dengan tenologi nano dan bebas alkohol.

Salah satu wujud kearifan lokal dari masyarakat Nusantara adalah menjaga kesehatan tubuh dengan mengolah dan mengkonsumsi daun-daunan, biji-bijian, umbi-umbian, rimpang, bunga dan buah-buahan bahkan dari kulit pohon yang semuanya di ambil dari alam Nusantara, sebagai contoh adalah produk jamu wedang uwuh yang terbukti bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Dari ketiga contoh kearifan lokal diatas apabila di terapkan di tempat-tempat wisata, hotel maupun tempat-tempat publik secara masal maka akan terjadi dampak berganda pada ekonomi masyarakat yang luarbiasa, sebagai contoh UKM Kasongan, Bantul sebagai sentra industri gerabah akan bangkit, begitu juga dengan UKM-UKM di Imogiri Yogyakarta sebagai pelestari wedang uwuh tentunya akan bergairah kembali, demikian juga dengan produk hand sanitizer dari daun sirih.

Seperti yang di ungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, bahwa diperkirakan akan terjadi lonjakan kinerja di sektor pariwisata setelah pandemi ini berakhir.  Sebaiknyalah keoptimisan menteri pariwisata tersebut menjadi keoptimisan kolektif bagi seluruh insan pariwisata.

Karena bangsa Indonesia bukanlah bangsa pecundang, yakinlah kita BISA melalui badai ini, sebagaimana semangat gerakan pariwisata masyarakat Bali saat ini, yakni dengan semboyan *BALI BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman)*

Wahyu I Widodo
Kasongan 19/05/2020
*JOGJA HEBAT (HigiEnis, Bagus, Aman & Tenteram)*

Saturday, May 16, 2020

Berapa Lama Lagi Hidup Dalam Ketakutan

*Inilah kehidupan yg harus kita hadapi kedepan*


*MAU BERAPA LAMA LAGI HIDUP DALAM KETAKUTAN ??*


Mungkin banyak yang belum tahu...

Dunia sekarang menghadapi tsunami resesi ekonomi. Di Amerika sudah 33 juta orang kena PHK. Di China ada 80 juta orang. Eropa sendiri pusing dengan 60 juta pekerja terancam PHK.

Badai Corona ini membuat Amerika harus berhutang 46 ribu triliun rupiah. Sebagian besar hutang bukan untuk menghadapi Corona, tapi untuk menyelamatkan keuangan perusahaan2 yang mulai rontok bersamaan.

Eropa sendiri menggalang dana hampir 2 ribu trilyun rupiah, untuk menyelamatkan ekonomi mereka.

Jadi jangan anggap remeh resesi ekonomi kali ini. Karena seperti kita pernah obrolkan dulu, virus membunuh beberapa orang tetapi resesi ekonomi bisa menghancurkan sebuah negara.

Inilah masa-masa menakutkan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Produksi berhenti, ekonomi hancur, orang ketakutan. Dan dampak besarnya adalah jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Para pengusaha di Indonesia bahkan sudah warning, mereka hanya bisa bertahan terakhir di bulan Juni saja. Kalau Juni mal-mal masih tutup, kantor-kantor gak boleh kerja maka banyak perusahaan bangkrut. Dan untuk menyelamatkan keuangan banyak perusahaan itu, butuh dana ribuan triliun rupiah. Hancurlah kita..

Jadi kita harus paham kenapa Jokowi harus melonggarkan ikatan dari ketakutan terhadap virus Corona ini. Kita tidak bisa hidup dalam ketakutan terus, harus mulai bergerak untuk melancarkan nadi perekonomian kembali

Itulah kenapa transportasi publik setahap demi setahap dibuka. Juni sekolah-sekolah harus kembali aktivitas. Kantor mulai bergerak.

Dan untuk sekarang, Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Covid, sudah mengumumkan bagi warga yang berusia dibawah 45 tahun, boleh kembali beraktivitas. Pertimbangannya, karena selama ini yang rentan akan dampak Corona adalah mereka yang berusia diatas 45 tahun.

Pasti banyak yang mencaci, "Wah, kok pemerintah seenaknya saja. Bagaimana kalau nanti angka tertular Corona jadi meninggi ??"

Percayalah. Lebih mengerikan melihat statistik jumlah orang yang di PHK, daripada statistik jumlah orang positif Corona sekarang ini. Yang ribut biasanya kelas menengah yang hidup ketakutan meski masih bisa makan, tapi kelas bawah perut laparnya gak akan bisa ditahan.

"Berdamailah dengan Corona.." Kata Presiden beberapa hari lalu.

Ya mau tidak mau, kita harus realistis dan menatap ke depan bahwa kita sekarang harus membangun benteng2 besar supaya tsunami resesi tidak masuk ke halaman, daripada sibuk mengutuk gempa Corona yang kemarin datang..

Memangnya mau berapa lama lagi kita harus hidup dalam ketakutan ??

Pemerintah hanya dapat menahan lockdown untuk jangka waktu tertentu. Penguncian akan berakhir perlahan. Pemerintah juga tidak akan menunjukkan keketatan seperti itu karena pemerintah pada saat itu telah membuat Anda mengetahui tentang Corona (COVID-19), jarak sosial, sanitasi tangan, dll.
Anda juga melihat peningkatan jumlah pasien Covid di negara ini.

Sekarang mereka yang masuk akal, akan memahami rutinitas mereka.

Pemerintah tidak akan melindungi Anda 24x7 selama 365 hari.

Masa depan Anda dan keluarga Anda sepenuhnya ada di tangan Anda. Setelah kuncian terbuka, pikirkan baik-baik sebelum pergi. Anda dapat pergi bekerja / kantor dan bertindak sesuai aturan dan batasan. Anda harus sangat waspada terhadap lingkungan Anda.

Apakah Anda pikir, setelah 22 Mei 2020, Corona tiba-tiba akan pergi, dan kita akan mulai hidup seperti sebelumnya?

Tidak, tidak sama sekali....

Virus ini sekarang telah menetap di negara kita, dan di sini, kita harus belajar untuk hidup dengannya. Setidaknya sampai vaksin ditemukan.

Berapa lama pemerintah akan melakukan lockdown? Berapa lama pintu keluar akan diblokir?

Sekarang kita harus melawan virus ini sendiri, dengan mengubah gaya hidup kita, dengan memperkuat kekebalan kita.

Kita harus mengadopsi gaya hidup yang berusia ratusan tahun. Makan murni. Beli hanya apa yang perlu.
Bebaskan diri Anda dari cengkeraman dokter dan Antibiotik. Anda harus menambah jumlah makanan bergizi dalam makanan Anda. Lupakan makanan cepat saji, pizza, burger, minuman dingin dll. Kita mungkin harus mengganti peralatan kita .... mengadopsi kapal-kapal besar yang terbuat dari kuningan, perunggu, tembaga, bukannya aluminium, baja dll, yang secara alami membantu menghilangkan virus.
Lupakan rasa lidah, gorengan pedas, sampah hotel.

Ini harus diikuti secara ketat setidaknya 7 hingga 8 bulan ke depan. Hanya dengan begitu kita bisa selamat. Mereka yang tidak berubah bisa dalam masalah.

Terima ini dan mulai implementasikan.
 .
Kehidupan adalah keputusan kita semua.

TETAP AMAN.

*TUHAN MENYERTAIMU*
👍👍👍

Sekedar Mengingatkan


Sekedar mengingatkan kepada kawan2 bahwa Perppu Corona sudah sah menjadi UU sampai tahun 2022.

Artinya: Sampai 2022, apapun tindakan yg dilakukan oleh pemerintah tidak bisa digugat secara pidana/perdata. Apapun alasannya.

Dan segala kritikan kepada rezim sampai 2022 bisa berujung penjara.

#note
Bagi yg di Indonesia, jaga jari.
Jaga emosi.
Hindari narasi provokatif saat memposting dan tahan diri untuk tidak mengomentari/membagi postingan/status provokasi ttg penanganan pemerintah pada wabah pandemi corona.

Ini cuma saran
Kalian tercyduk, aku ikut sedih 😂☹️ 🙄

● Disetujui 8 Fraksi, DPR Sahkan Perppu Corona Menjadi UU
 https://t.co/CV8ZsF6h6y

8 Fraksi tsb:
PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PPP, PAN, PKB, Demokrat

Dari 9 Fraksi, hanya PKS yg tidak setuju.

Demikian sekilas info

Thursday, May 14, 2020

Buzzer Anies Kritik Keras Dan Bongkar Anies: Waras, Kena Prank Atau Kena Efisiensi?



 May 11, 2020

Penulis kondang Seword si Jemima menunjukkan fakta yang membuat penulis jadi ikut planga-plongo. Ada kejutan atau efek getar tapi kali ini muncul dari si buzzer militan Anies Baswedan. Dia sangat tajam dan keras dalam menulis terutama membela Gubernur junjungannya.

Tapi ada yang berbeda dengan dia kali ini. Tulisannya sudah rada waras, tak hanya sekali. Nah, ini sekaligus membuka mata pendukung Anies yang masih terus hidup dalam ilusi dan diayun oleh janji surga tapi bo’ong ala si Anies Gubernur yang memiliki predikat ‘Goodbener’ tapi sangat ‘good’ kalau bikin prank atau bikin pengibulan masif.

Penulis jadi terheran ada apa gerangan dengan si ZWJ aka Zeng Wei Jian yang selama ini jadi pembela mati-matian dengan narasi yang bombastis untuk membela junjungannya. Apa yang merasuki eh mencerahkanmu Ko Zeng WeiJian?

Apakah karena pandemi lalu jadi bertapa dan menemukan pencerahan? Ataukah karena empati atau peduli karena melihat sekilas postingannya penulis membaca ada unsur simpati yang dia tunjukkan. Penulis berpikir, apa baru sadar selama ini jutaan warga DKI sudah kena prank sejak dia terpilih?

Apakah si ZWJ menunggu bukti lapangan dulu? Entahlah ayang mengubahnya tapi perubahan ini jelas positif. Karena sangat langka kasus di mana buzzer militan Anies itu mengkritisi beliau. Ini baru buzzer yang berakal sehat bukan akal berkarat!

Penulis menyajikan cuplikan tulisan epic ala si SWJ dengan judul “RICUH TIGA MENTERI” by Zeng Wei Jian.

Terlihat sindiran telaknya ke si Anies yang dipuja si Piyuuu sinting dan kawan-kawannya buzzer Anies yang masih ketularan prank Anies. Penulis harus mengalkui cara menulisnya yang langsung menghantam dari awal. Perhatikan kalimat awalnya :

“ Koran Hater Indonesia-cum-Anti Jokowi The Sydney Morning Herald rilis berita. Judulnya bombastis. Anies Baswedan dirintangi test swab. Hoax...!! Lalu disamakan dengan Andrew Cuomo, Gubernur New York covid-19 hotspot 22 ribu orang tewas.

Sadis cuy, si Zeng Wei Jian memberondong Anies tanpa ampun dengan menyebutnya hoax dan membuat ironi karena Gubernur New York yang disandingkan dengan Anies malah korban tewas Korona itu sangat banyak alias memegang rekor di Amrik.

Wow, ini membuat sanjungan buzzer gila Anies itu langsung terhempas dan rontok jadi abu. Sia-sia Piyuuu dan kawan-kawan memasang dan menaikkan tagar menyamakan Anies dengan Gubernur New York. Hanya satu sabetan di kalimat awal sudah memanggang cuitan dan tagar si Piyuuu jadi hangus, gosong tak bersisa!

Lalu si ZWJ melanjutkan sabetannya ke Anies soal prank yang viral di soal bantuan duit termasuk bantuna daging saat berdialog dengan si Aagym. Si ZWJ merangkum demikian:

Publik taunya Anies Baswedan perna bilang akan kasi 1 juta rupiah. Jadinya 600 ribu. Ada daging sapi. Tapi cuma mie rasa bakso sapi & sarden 2 kaleng.

Perbandingan ZWJ terus berlanjut dan kali ini memihak pada Mensos si Juliari Batubara. Sangat tepat dan mencerahkan!

Distribusi Paket Sembako rencananya per minggu. Sekali guyur @149 ribu. Sedangkan Kemensos pecah bantuan jadi 2 kali @300 ribu. Distribusi 2 minggu 1 kali. Tepat..!!

Dia juga membongkar dan menguak kongkalikong yang membuat DKI menang banyak dan rakyat malah menderita:

Tapi alas, sampe minggu #4 bantuan dari Jakarta baru turun rintik sekali. Salah kalkulasi. Dikiranya sanggup bagi sembako segitu banyak. Operatornya yang terdengar hanya PD Pasar Jaya. Penyediaan barang, packing, surat cinta gubernur, sampe distribusi. Gudang logistik menang banyak.

Ujungnya ZWJ membongkar soal kisruh tiga menteri itu yang makin membongkar habis dan menelanjangi Anies.

Masalahnya data kadaluarsa. Pemda Jakarta ngga sesuai deal dengan Pusat. Saking energic, operator sembako guyur 1.1 juta KK dengan paket @149 ribu. …Lalu turunlah Paket Bantuan Sembako Kemensos. Yang terima dia-dia lagi. Orang miskin baru akibat dampak Covid-19 cuma bisa ngiler. Banyak ngeluh. Ada yang bonyok digebukin Ketua RT.

Dia menyoroti soal tumpang-tindih ini yang diributin tiga menteri. Tapi dia juga memberi saran yang masuk akal alias solusi. Dia menyatakan bahwa mestinya Pemda Jakarta berperilaku sesuai deal. Bantu 1.1 juta orang atau 366 ribu KK. Sisanya biar jadi porsi Pemerintah Pusat.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=236400551002260&id=100038969493664

Selamat datang dalam dunia kewarasan. Segala prank Gubernur akhirnya dibongkar sendiri oleh buzzer militannya. Jadi sudah ketahuan kan memang layak menyandang Gubernur Pengibul sampai akherat!

Mudah-mudahan ZWJ tetap konsisten dan bukan karena kena efisiensi karena DKI lagi efisiensi besar-besaran soalnya sampai mau redupkan lampu jalan dan efisiensi ke tenaga ahlinya. Jangan-jangan? Tapi KO ZWJ sudah kaya kan? Wqwq.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/05/11/13215311/redupkan-lampu-jalan-pemprov-dki-hemat-anggaran-rp-675-juta-per-bulan

https://seword.com/umum/buzzer-anies-kritik-keras-dan-bongkar-anies-jbOuF5XH9P

-------------------------------------------

Mensos Temukan Kejanggalan Pembagian Bansos Anies di DKI Jakarta

- Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara, menemukan kejanggalan pembagian bantuan sosial (bansos) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama pandemi virus corona (Covid-19).

Menurutnya, pembagian bansos di DKI Jakarta tak sesuai dengan kesepakatan awal antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Belum ada komentar atau tanggapan dari Pemprov DKI terkait pernyataan Juliari.

Juliari mengaku telah memeriksa 15 titik penyaluran bansos di DKI Jakarta, dan menemukan bahwa warga penerima bansos Kemensos sama dengan penerima bansos DKI.

"Pada saat Ratas (Rapat Terbatas) terdahulu, kesepakatan awalnya tidak demikian. Gubernur DKI meminta bantuan pemerintah pusat untuk meng-cover bantuan yang tidak bisa di-cover oleh DKI," kata Juliari dalam Rapat Kerja Komisi VIII yang disiarkan langsung akun Youtube DPR RI.

Juliari mengatakan, awalnya pemerintah pusat hanya akan menyalurkan bansos kepada warga yang tidak menerima bantuan Pemprov DKI. Jumlahnya sekitar 1,3 juta kepala keluarga.

Akibat kejanggalan itu, Kemensos akhirnya mengambil improvisasi kebijakan. Bansos Kemensos tetap disalurkan kepada penerima yang terdata. Namun, penerima Bansos Kemensos diimbau untuk berbagi kepada tetangga yang belum menerima.

"Apabila saat diantar kepada warga, ditanyakan saja. Apabila tetangganya ada yang belum menerima bantuan apa pun dari mana pun, 'Apakah boleh dibagi sedikit?'. Hampir semua warga yang saya tanyakan menyanggupinya," ujarnya.

Juliari juga menyampaikan, ada masalah data yang mengakibatkan belum semua warga menerimanya. Kemensos baru menyelesaikan penyaluran untuk 955.312 KK. Dia berharap DKI bisa segera merampungkan data penerima bansos.

"Sisa sekitar 300 ribu KK yang menunggu data tambahan dari Gubernur," ucapnya.

Penerima bansos DKI bertambah

Penerima bansos pada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua di DKI Jakarta bakal bertambah. Sebelumnya, pada PSBB tahap pertama, Pemprov DKI hanya memberikan kepada sekitar 1,2 juta warga.

"Untuk tahap kedua itu datanya akan bertambah," kata Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, usai rapat bersama DPRD DKI Jakarta.

Pemprov DKI sebelumnya menunda sementara pendistribusian bansos tahap kedua bagi warga terdampak PSBB pencegahan virus corona. Penundaan ini berkaca dari kacaunya data penerima pada distribusi bansos tahap pertama.

Irmansyah mengatakan, saat ini pihak Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) DKI Jakarta, bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, masih terus melakukan pendataan.

Angka sementara, sebanyak 2 juta warga yang terdampak virus corona ditargetkan menjadi penerima bansos. "Tapi sekarang lagi dilakukan proses pemadanan data dulu," imbuhnya.

Irmansyah melanjutkan, data-data tersebut akan diverifikasi ulang, dan setelahnya, data tersebut akan menjadi pegangan bagi pihak Kementerian Sosial maupun DKI Jakarta dalam penyaluran bansos.

"Jadi prinsipnya kan mereka (warga) mendapat bantuan terus menerus. Jangan sampai mereka lapar," kata dia.

Irmansyah mengakui jika penyaluran bansos tahap pertama di DKI sempat bermasalah, salah satunya terkait bansos yang salah sasaran. Ia menjelaskan, hal itu dikarenakan Pemprov DKI pada penyaluran bansos tahap pertama menggunakan sejumlah data yang belum ter-update.

Lebih lanjut, Irmansyah mengatakan, pada penyaluran bansos tahap dua kemungkinan besar isi paket dalam bansos akan bertambah. Sebelumnya, pada bansos tahap pertama, bantuan yang diberikan yakni; beras, makanan protein dalam kaleng, makanan olahan dalam kemasan, alat kebersihan dan keamanan.

Menurut dia, bantuan pada tahap dua diberikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI. Bantuan Pemerintah Pusat berupa beras 25 kilogram senilai Rp300 ribu. Sementara, bantuan dari Pemprov DKI masih dibahas bersama dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Ya kemungkinannya seperti itu (isi paket bansos bertambah). Tapi yang pasti enggak akan ada lagi masker," ujarnya.

Sementara, Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jhonny Simanjuntak, menyebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menaikkan nilai bansos kepada warga yang terdampak virus corona selama PSBB tahap kedua.

Jhonny menyebut, nilai paket bansos yang diberikan pada tahap pertama, Rp149.500, terlalu kecil bagi masyarakat Jakarta.

"Saya katakan, ketika Pemda hanya bisa memberikan segitu saja, menghina orang-orang yang miskin dan terdampak," kata Jhonny.

Nominal paket bantuan untuk warga terdampak virus corona itu diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 386 Tahun 2020 tentang penerimaan bansos selama PSBB. Total bantuan sosial per KK itu senilai Rp149.500, dan sudah termasuk biaya pengiriman dan pengemasan per paket per kepala keluarga.

Jhonny menyarankan agar Pemprov DKI menaikkan total bantuan tersebut. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kata dia, seharusnya sejak awal memahami dampak dari penerapan PSBB.

"Dampak PSBB kan pasti ekonomi, orang miskin muncul, PHK, dan sebagainya, nah itu kan harus dipikirkan," ujar Jhonny.

"Kalau cuma Rp149 ribu diberikan, paketnya satu, sama saja itu penghinaan terhadap orang-orang kecil. Karena APBD DKI Jakarta kan oke punya," lanjut Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta itu.

---------------------------------------

Gubernur DKI Jakarta Menyebarkan Post Truth, Kemana Juru Bicara Negara?

Oleh:
Rudi S Kamri

Gubernur DKI Jakarta membual dengan narasi penuh kebohongan di The Sydney Morning Herald media Australia. Semua materi narasi yang dibuat Gubernur DKI Jakarta tersebut penuh kebohongan dan fitnah kepada Pemerintah Pusat. Mulai dilarang melakukan tracking dan test corona di Jakarta pada Januari 2020 padahal dia baru singgung masalah Covid-19 pada Februari 2020. Sampai punya data korban meninggal akibat Covid-19 yang lebih banyak dibanding Pemerintah Pusat. Data yang dia punya katanya diambil dari data pemakaman. Padahal semua orang paham tidak semua orang meninggal saat ini akibat Covid-19.

Pertanyaan sederhana, apa respons Pemerintah Pusat terkait ujaran palsu atau 'fake news' dari Gubernur DKI Jakarta? Dimana para Juru Bicara Presiden seperti Fadjroel Rahman, Dini Purwono dan Angkie Yudistia? Mengapa mereka bungkam?

Tiga pertanyaan sederhana ini wajar saya ungkapkan karena Gubernur DKI Jakarta terindikasi sedang memainkan strategi Post Truth. Kebohongan yang berulang- ulang disuarakan apabila tidak ada sanggahan akan berpotensi dipercayai publik sebagai sebuah kebenaran.

Hal ini sekaligus sebuah pertanyaan kecil kepada Presiden, mengapa seolah pada juru bicara resmi yang telah ditunjuk akhir-akhir ini suaranya nyaris tak terdengar. Apakah mereka sengaja di-mute untuk sementara waktu atau peranan mereka memang sudah ditiadakan?

Pada saat suara juru bicara resmi negara absen, terlihat para Tenaga Ahli Utama dan Deputi KSP bebas menggelar panggung narasi. Mereka laris manis dikejar juru warta media televisi maupun juru warta media tulis. Namun karena publik belum sepenuhnya percaya dengan kualitas dan kapasitas mereka, masyarakat termasuk saya tidak menyakini yang mereka suarakan benar- benar suara resmi Istana.

Hal ini merupakan PR besar bagi strategi komunikasi publik dari Presiden. Karena sebelumnya masyarakat sudah terlanjur diberikan informasi bahwa Presiden Jokowi sudah menunjuk para juru bicara resmi Presiden yang berstatus Staf Khusus Presiden bidang komunikasi. Fadjroel Rahman diberi tugas sebagai juru bicara bidang politik dan umum, Dini Purwono juru bicara bidang hukum dan Angkie Yudistia sebagai juru bicara bidang sosial.

Presiden Jokowi harus menyampaikan ke publik tentang hal silang sengkarut komunikasi publik Pemerintah. Agar masyarakat bisa percaya narasi mana yang perlu didengar dan dipercayai serta narasi mana yang perlu dibuang ke tempat sampah. Di samping itu strategi komunikasi publik negara yang dibangun Presiden seharusnya menguasai informasi publik secara dominan, bukan sekedar hanya sebagai pemadam kebakaran semata.

Presiden Jokowi juga harus menentukan siapa dari pihak Pemerintah Pusat yang harus meng-counter dan meluruskan narasi bengkok para oposan resmi maupun oposan internal Pemerintah seperti yang sering dibangun oleh Gubernur DKI Jakarta. Kalau hal ini dibiarkan merajalela, masyarakat akan kebingungan dan ujungnya akan melahirkan 'distrust' terhadap informasi publik yang beredar.

Jangan sampai suara Istana disuarakan oleh para Tenaga Ahli Utama dan Deputi KSP yang tidak punya kewenangan dan kapasitas untuk  menjadi juru bicara negara. Jangan pula dibiarkan netizens berjibaku sendiri melawan narasi Post Truth yang merajalela salah satunya yang dibangun Gubernur DKI Jakarta, tanpa panduan dan arah yang jelas.

Mudah-mudahan Presiden Jokowi mengerti dan memahami keresahan yang sedang terjadi di masyarakat saat ini terkait informasi publik yang beredar liar.

Salam SATU Indonesia
09052020

IMIP si Cantik Dari Morowali.


Bila di tahun 2025 nanti ada 1000 mobil listrik diproduksi setiap harinya dan itu baru di Morowali saja, apa yg akan terjadi?

Pasti ada rasa bangga.
Dan bila 1000 mobil listrik perhari yang dapat diproduksi itu mendekati angka 20% total produksi dunia? Dan bila tahun 2025 nanti ada lebih dari 100.000 orang dapat bekerja di Morowali.

Ini berita sangat menggembirakan yang akan membuat semangat nasionalisme kita bangkit.

Bagaimana bila diantara 100.000 tenaga kerja di Morowali ada sekitar 15.000 adalah TKA dan kebanyakan China?

PKI...!! TOLAAAAK..!!
Itulah realitas yang ada. Aneh bin ajaib, kita buka bengkel service motor di kampung sebelah syaratnya bengkel boleh dibangun, tapi pekerjanya kudu warga kampung itu. Bangkrut kita..!!

Ada proses transformasi keahlian disana. Tak semua orang kampung bisa dan mau bekerja sebagai mekanik. Alih kepandaian ini pasti butuh waktu.

Disisi lain, pasti ada bagian-bagian tertentu yang tak mungkin diberikan kepada orang lokal dan itu adalah sebuah kewajaran.

Sebelum Jokowi menjadi Presiden, Morowali mungkin adalah nama asing. Mungkin juga bahkan banyak orang tak mengetahui bahwa itu adalah nama sebuah kota.

Hingar bingar pertama adalah isu luar biasa santer saat pilpres yang lalu tentang ribuan TKA China demi kampanye negatif bagi Jokowi.

Sekarang cerita sudah berbeda. Semua kenal Morowali seolah sebagai ujung tombak kemajuan negara kita.

Nikel menjadi bintang bersinar.

Bayangkan, seorang Elon Musk pendiri Tesla dan CATL berkongsi dengan LG, VW hingga Mercedez menyatakan ingin berinvestasi di Morowali.

Elon Musk sang Iron Man di dunia pemilik Tesla kepincut dengan Morowali. Disana ada harta berharga milik rakyat Indonesia yang mampu membuat Elon Musk berlutut, seolah menggenggam seikat mawar, dia meminangnya.

Dulu, Morowali memang bukan siapa-siapa. Semua menoleh kepadanya setelah dia didandani dengan Undang-Undang No.4 tahun 2009. Peraturan yang melarang penjualan nikel ore, nikel dalam bentuk bongkahan yang belum mendapat sentuhan apapun.

Peraturan itu membuat Uni Eropa (EU) marah dan menggugat Indonesia di WTO. Indonesia bergeming. Tekad mempercantik Morowali sudah bulat.

Disanalah Morowali mulai didandani. Bak si cantik tanpa tanding, dia hanya siap bersanding dengan siapapun yang serius dan sungguh-sungguh demi masa depannya.

Didandani dengan regulasi dan insentif pajak yang menguntungkan kedua pihak secara adil, puluhan pangeran berebut mendapatkan perhatiannya.

Kalau Elon Musk yang.mau investasi kenapa yang datang dan kerja China?

Sama dengan Indonesia saat ini yang akan belajar menerima transfer tehnologi dari China, China mendapatkan pengetahuan tentang metalurgi dan permesinan dari Jerman. Eloktronika dari Korea dan Jepang. Tehnik pertambangan dari Israel.

Tak ada yang gratis disana, semua ada biayanya. Semua ada hitung-hitungannya. Ada bentuk kerjasama yang telah menyatukan mereka.

Mereka melakukan bisnis dengan banyak negara yang telah lebih dahulu maju. Mereka memiliki banyak perusahaan yang dimiliki secara bersama.

Bisnis tak kenal warna kulit. Duit juga tidak mengenal mata sipit dan belo. Hanya otak sakit saja yang masih sibuk dengan hal seperti itu dimasa kini.

Baik Tesla. Mercedes, VW hingga LG adalah perusahaan multinasional. Mereka memiliki perusahaan di China dengan operator China dan pekerja berbangsa China pula. Apakah setiap orang bermata sipit dan berkebangsaan China selalu membawa bendera Tiongkok?

"Apa hebatnya kalau yang dibuat hanya baterai mobil?"

Banyak pabrik di China yang akan dan sedang melakukan relokasi ke Morowali. Morowali sungguh menjadi seperti gula bagi para pelaku industri. Morowali seolah sedang menuju takdirnya sebagai bintang baru di dunia industri berteknologi tinggi.

Stainless steel, slab, nikel pick iron, verro chrome, carbon steel dan CRC Carbon atas berbagai ragam produk industri berbasis nikel dan bouksit adalah produk yang akan dibuat oleh pabrik yang telah siap relokasi.

Produk olahan cobalt serta lithium akan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan baterai untuk kendaraan listrik.

Nikel Laterit untuk memenuhi kebutuhan lithium generasi kedua yakni generasi yang kedua baterai super canggih berbasis lithium yang akan menjadi produk unggulan berskala internasional. Dan ingat..itu buatan Indonesia.

Dan..., salah satu pabrik pembuat microchip sebagai mata rantai dunia pemasok kebutuhan tehnologi super canggih untuk Samsung, Apple Mercedes, hingga Airbuspun telah siap memilih Morowali sebagai rumahnya.

Ini seperti mimpi. Kebijakan pemerintah dibawah Jokowilah yang membuat semua ini bisa terwujud. Insting bisnis dan mata jelinya siap membawa bangsa ini maju dengan sangat pesat.

Nikel sabagai harta luar biasa berharga sebagai anugerah bangsa ditambah dengan regulasi dan insentif yang dijadikan kebijakan telah membuat mereka berlomba.

Pemulihan ekonomi akibat bencana seolah menemukan jalan terang. Disana jalur itu semakin terlihat jelas. Kita hanya perlu mengikuti jalan itu.

PT. Indonesia Morowali Industrial Park - IMIP


----------------------------

Inilah China yang Kalian Benci.

Tahukah kalian, China yang kalian benci itu penduduknya lebih dari 1,4 miliar namun populasi Hape 1,7 miliar. Jumlah kelas menengah di china sebanyak 400 juta orang dari 150 juta keluarga. Dengan tingkat penghasilan sebulan rata rata per orang sebesar US$3,640 atau Rp. 45 juta.

Kelas menengah China itu terbesar di dunia. Mengalahkan semua penduduk Amerika. Mengalahkan semua penduduk ASEAN. Jadi jangan baper rakyat China mau pindah ke indonesia. Mereka lebih makmur dari kita.

Tahukah kalian, China yang kalian benci itu punya anggota sosial media terbesar di dunia, yaitu 770 juta user. Dan itu semua menggunakan aplikasi dalam negeri sendiri, Baidu, Alibaba and Tencent. Mereka bangsa mandiri dalam aplikasi IT. 90% aplikasi sosial media digunakan untuk bisnis, bukan utuk produsen hoax

Tahukah kalian, 90% suplai Chain industri di dunia ini dari 11 katagori berasal dari China. Kebayangkan, kalau hidup mati industri dunia, tergantung pasokan China. 1/3 sumber daya alam pembelinya adalah China. Kebayang engga kalau China engga beli. Akan banyak negara ketiga yang bangkrut.

China yang kalian benci itu, menghidupi bisnis pariwista dunia, yang mengirim wisatawan mencapai 150 juta orang setahun. Kebayang engga kalau mereka engga bisa wisata ke luar negeri. Berapa banyak bisnis wisata bangkrut.

China yang kalian benci itu, 25% dari top 500 perusahaan kelas dunia ada di China. Mereka negara yang mengirim pelajar ke luar negeri terbanyak di dunia. Negara yang membelanjakan biaya riset lebih besar dari APBN kita yaitu $293 billion setahun. Negara terbesar kedua di dunia yang membangun atas dasar IPTEK.

China yang kalian benci itu, adalah negara dengan tingkat hutang terbesar di dunia. Namun berhutang kepada rakyat sendiri, yang menerapkan skema pinjaman bagi hasil. Tingkat hutang berbasis sukuk atau syariah mencapai 260% dari PDB nya. Hanya 40% PDB hutang berbasis bunga.

Namun China adalah 3 negara kreditur terbesar yang membiayai APBN Amerika yang boros. Memberikan bantuan ekonomi ke semua negara islam di dunia termasuk Arab. Mereka bangsa mandiri dan tidak sungkan membantu negara lain. Bahkan kepada pembencinya sekalipun.

Mengapa kalian tidak belajar dari kesuksesan China yang membangun dengan konsep syariah. Padahal mereka bukan negara berbasis islam. Kalau tidak bisa bersaing, belajarlah kepada pesaing. Kalau tidak bisa mandiri, belajarlah kepada yang bisa mandiri.

Kebencian hanya melahirkan kebodohan. Jangan mengutuki orang yang sukses hanya karena kalian jadi orang gagal. Tirulah para sufi yang tak segan belajar, bahkan kepada anjing sekalipun.

Pahamkan sayang..

Babo EJB


-----------------------------

Trump is hopeless. Hatinya racist, terhadap siapapun, Afro, Hispanic, Jews maupun Cina.
Terhadap Cina itu sekedar politik untuk memperkuat kedudukan kepresidenannya dan sekarang menjelang pemilihan umum untuk his second term.
Trump dan Xi tetap kawan baik dibelakang layar politik.
Sewaktu Trump menuntut trade war, disabari dan dibiarkan Xi.
Sewaktu Covid19 in Xi tetap membantu dan mengirimkan kebutuhan America. Xi tidak bakal mempersulit Trump dan Amerika.
Trump memiliki investment besar di China, 15 golf courses dan gedung gedung dsb.
Sewaktu Trump aba aba mau perang, sepertinya sandiwara, antara Xi dan Trump siapa mau sampai habis habisan.
Trump dibelakang segala itu hanya politik, struggle untuk mendapatkan popularitas rakyatnya.
Dia tahu kapasitas dirinya tidak becus menguasai Covid19, sudah ada yang mengabarkan bahwa dia kapok menjadi president, mau quit saja.
Maka habis habisan marah kepada wartawan wanita yang menanyakan pertanyaan yang tajam.
Sengaja semua news media mengajukan wartawan wanita mereka memojoklan Trump, karena begitu arrogant Trump dia sendiri takut pada wanita, tidak bisa menang dalam petarungan mulut dengan mereka.
Yang merendahkan dan membicarakan ketidak baikan Trump bukan dari kita ini, terapi sehari hari dari semua media Amerika, mereka bukan leftists, mereka semua Amerika yang penegak kebenaran dan menjaga keruntuhan Amerika yang bisa dirusak karena mental breakfown Trump saat ini.
Perlu memakai pikiran yang terang dari pada mendukung dan membela dengan buta.

---------------------


Tuesday, May 12, 2020

Data Bansos Dikacaukan,Gabeneeer



DATA BANSOS DKI SENGAJA DIKACAUKAN

by Eko Kuntadhi

Saya tidak tahu, apa sebetulnya yang ada di kepala Gubernur. Ketika dia terus menerus merongrong pusat dengan manuvernya, padahal Indonesia sedang menghadapi bencana.

Mulanya pada rapat terbatas online yang melibatkan kepala daerah. Presiden memimpin langsung rapat itu. Diputuskan pemerintah akan membantu masyarakat yang terdampak Covid19. Saat ditanya Gubernur Jakarta, berapa jumlah warga DKI yang terdampak. Gubernur dengan tegas menyebut angka 3,6 juta orang.

Lalu pada rapat itu diputuskan, pemerintah pusat akan mengcover 2,5 juta orang yang terdampak. Sisanya 1,1 juta orang akan dihandle oleh Pemda DKI. Masing-masing akan mendapat bantuan Rp600 ribu selama tiga bulan.

Artinya jika program tersebut jalan, ada 1,2 juta KK yang akan mendapat bantuan. Sebagian besar dari pemerintah pusat, sisanya dari kas Pemda DKI.

Pemerintah pusat tinggal menunggu data dari Pemda DKI untuk menyalutkan bantuan. Saat data itu diterima Kemensos, bantuan langsung bergerak disalurkan.

Sebelumnya Pemda DKI juga sudah menyalurkan bantuan ke warga dengan paket seharga Rp149.000. (Ketika dihitung, harganya sih cuma Rp108 ribuan). Tapi, mungkin saja plus ongkir dan paking. Kok hanya Rp149 ribu? Katanya akan dilakukan seminggu sekali. Jadi jumlahnya sekitar Rp600 ribu sebulan juga.

Apa yang terjadi saudara-saudara? Ternyata data yang diserahkan Pemda DKI ke Kemensos, itu sama dengan data penduduk yang sudah mendapat bantuan dari Pemda DKI.  Ketika Kemensos membagikan bantuan sesuai kesepakatan, mereka yang sudah terima secuil bantuan dari Pemda DKI Rp149 ribu itu, otomatis akan menerima lagi bantuan dari Kemensos. Wong datanya sama.

Di bawah, masyarakat Jakarta kecewa. Betapa kacaunya proses penyaluran bantuan sosial itu.

Sialnya, menurut Kepala Kelompok Kerja Kebijakan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Satriawan, Pemda DKI sengaja melakukan itu.

Kenapa data itu disamakan? Karena Pemda DKI mau mangkir dari janjinya untuk menghandle 1,1 juta warga DKI. Mereka hanya menyalurkan paket Rp149 itu sekali saja. Dalam kesepakatan empat kali sebulan. Ketika bansos dari Kemensos disalurkan, Pemda DKI malah menyetop penyaluran bantuannya.

Kan, bangke!

Pertama, Anies tidak konsisten terhadap hasil rapat. Dia menyebut 3,6 juta warga perlu bantuan, dan DKI hanya sanggup membantu 1,1 juta orang saja. Presiden percaya, karena soal data kependudukan Pemda DKI lebih memahami. Jadi disepakatilah 2,5 juta warga DKI dihandle pusat.

Nyatanya Anies mangkir. Sengaja mengacaukan data.

Menko PMK Muhajir Efendi sangat berang mengetahui itu semua. Saat ini adalah kondisi bencana. Rakyat butuh menanganan cepat. Kok bisa, Pemda DKI bermain-main seperti itu? "Saya menegur keras Gubernur Jakarta," ujar Muhajir kepada wartawan tidak bisa menyembunyikan kejengkelannya.

Ternyata, saudara. Anies kini bilang Jakarta gak punya duit untuk menyalurkan bantuan yang sudah menjadi komitmennya dalam rapat kabinet itu. Menurut Menkeu Sri Mulyani, Anies angkat tangan dari komitmennya semula.

Anies memainkan isu lain. Ia menagih dana bagi hasil ke Menkeu, sambil gembar-gembor pemerintah pusat berhutang kepada Pemda DKI. Padahal, dana bagi hasil itu gak perlu ditagih. Sesuai UU, akan dikeluarkan Menkeu ke kas Pemda, jika audit BPK sudah selesai. Sekitar Agustus biasanya.

Lha, audit BPK saja belum selesai. Entah kenapa Anies teriak-teriak seolah pusat punya hutang ke Pemda DKI, padahal kenyataanya gak begitu. Gak mungkin Kemenkeu menahan dana tersebut. Dan gak mungkin juga mengeluarkan jika audit belum rampung. Sebab itu melanggar UU.

Kayaknya manuver seperti ini bertujuan untuk memojokkan pemerintah pusat. Gerakan seperti ini membenturkan pemerintah dengan rakyat Jakarta. Padahal yang mengacaukan dia juga. Padahal yang lari dari komitmen dia juga.

Anehnya, untuk dana bansos Pemda DKI angkat tangan ngaku gak punya duit. Tapi pada Februari 2020, Pemda enteng-enteng aja mengeluarkan duit buat membayar komitmen fee balapan Formula E. Totalnya sampai Rp560 miliar.

Kini kekacauan data bansos DKI Jakarta membuat rakyat marah. Kemarahan yang sepertinya sengaja disulut.

Hanya orang jahat yang bisa mempolitisasi wabah untuk kepentingan politiknya sendiri. Hanya orang jahat yang sempat berfikir menari di atas derita jutaan orang.

"Jahatnya kan cuma sama manusia. Kalau sama hewan di kebun binatang, dia perhatian lho, mas," celetuk Abu Kumkum.

Anies Lempar Handuk


ANIES LEMPAR HANDUK

Awalnya adalah penolakan dan perlawanan terhadap Jokowi. Bagaimanapun caranya Jokowi harus turun. Bukan Presiden seperti ini yang layak memimpin sebuah negara.
Mereka paham bahwa Jokowi didukung oleh rakyat. Dengan cara terpecah dan pola serampangan, tak mungkin sebuah serangan bisa dijalankan, pasti sia-sia dan mereka, mau tak mau harus bersatu.

Rebut DKI dan jadikan Jakarta basis serangan..!
Namun masalah muncul, karena Ahok Gubernur DKI saat itu, dia sangat diterima dan dicintai warganya. Mengalahkan Ahok adalah kemustahilan.

Cari antitesa Ahok.

Ahok pemarah, cari yang kalem. Ahok kasar, pilih yang santun. Ahok China dan minoritas, cari yang paling disuka kaum mayoritas.
Abbas memenuhi semua kriteria itu, jadilah dia lawan bagi kemustahilan.
Selain memenuhi kriteria tersebut, ternyata Abbas juga pribadi "yang sempurna" untuk ditampilkan sebagai "korban penzoliman" seorang Presiden. Orang baik yang dipecat, begitu kira-kira asumsinya.

Secara teori, kemustahilan hanya akan kalah bila dilawan dgn ketidak laziman. Maka agama, ayat dan mayat sebagai "politik identitas" dihadirkan sebagai lawan tanding yang seimbang bagi kemustahilan tersebut dan..,ternyata sukses..!!

Jakarta telah direbut. Pusat telah dikuasai.

Dua tahun sudah Jakarta dibuat seolah kacau agar kredibilitas sang Presiden petahana, mendapat image negatif dan itu menjadi keuntungan bagi sang penantang, yang tidak lain adalah boss besarnya.
Secara mengejutkan, boss besar justru bergabung dengan pemerintah setelah kekalahannya dalam pilpres.

Kacau balau tim hore terjadi tanpa dapat dicegah. Mereka seperti buta tak miliki pegangan.
Seolah tak ada SOP pasti, bagaimana seharusnya sebuah konsep dijalankan. Jadilah abbas mercu suar ditengah gelombang ketidak pastian itu. Dia menjadi cahaya acak,  atas sebuah arah tak jelas yang harus dituju. Dia didaulat menjadi boss baru ditengah kebingungan.

Pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan Jakarta adalah epicentrum. Secara tak terduga Jakarta menempati posisi dengan korban terbanyak. Kepemimpinan sang Gubernur terpilih,  diuji.

Dua bulan sudah dia mencoba memimpin pertempuran itu.

Gaya memimpin pertempuran yang aneh, dengan lebih banyak konferensi pers daripada bertindak, tak harus kita buat cacian.
Ujian bagi kepemimpinan yang sesungguhnya telah tiba. Totalitas dan kesungguhan hati seorang pemimpin dituntut hadir.
Jiwa kepemimpinan akan menemukan takdirnya disini. Dan..,dia menyerah...🤕

Abas melemparkan handuk didepan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Dia bilang, DKI tak lagi punya uang untuk Bansos sebanyak 1,1 juta jiwa yang menjadi tanggung jawab DKI.

Beruntung Menteri Keuangan Sri Mulyani cepat tanggap. Dengan sigap dia bergerak sesuai SOP dan arahan Presiden  "Tutup semua...!! ga usah ribut, utamakan rakyat..!.”

Abbas menyatakan diri KO. Dia menyerah, karena tak sanggup memberikan Bansos bagi 1.1 juta jiwa warga DKI yang menjadi tanggung jawabnya. Padahal di awal tahun 2020 dengan bangga dia pernah meng-claim, sudah menurunkan jumlah penduduk miskin di Jakarta dari 3.78% menjadi tinggal 3.42% , yang artinya berjumlah 376.200 jiwa. (Penduduk Jakarta 11 juta)

Kemudian ketika dia butuh bantuan untuk warganya akibat Covid-19, melalui tele conference dengan Wapres, dia bilang warga miskin telah menjadi 3.7 juta jiwa.
Pada akhirnya negara telah sepakat dengan angka 4.7 juta jiwa, Pusat memberi bantuan kepada 3.6 juta jiwa dan DKI akan membantu bagi 1.1 juta jiwa sisanya, clear kesepakatannya.

Dan ternyata, tanpa menunggu lama, untuk bagian DKI yang 1.1 juta jiwa inilah Abbas menyerah dan lempar handuk. Dia hanya bilang sudah tidak ada uang lagi.

Tidak ada cash flow.

Alasan tak ada cash flow adalah cara agar negara segera membayar kelebihan Dana Bagi Hasil sejumlah Rp 5.1 triliun yang seharusnya baru akan keluar setelah BPK melakulan audit.

Demi kemanusiaan Menteri Keuangan tanpa menunggu audit BPK pada pertengahan April telah mengeluarkan 50% permintaan tersebut.
DKI telah menerima Rp 2.56 T. DKI seharusnya punya dana Bansos bagi 1.1juta jiwa tersebut, namun..........?

DKI dengan predikat Propinsi paling kaya dengan APBD hingga Rp 90 triliun tak mampu memberi makan warganya yang sedang kelaparan padahal disisi lain negara/pusat sudah mengalah dalam banyak hal.

Disinilah makna kepemimpinan menemukan kejanggalannya.

Jakarta tak memiliki sosok Gubernur yang dapat menjadi pemimpin. Ada sebuah kejanggalan mengapa ibu kota bukan dipimpin oleh seorang yang capable.
Ya.., Abbas sedari awal memang bukan dipersiapkan menjadi seorang pemimpin.

Dia dimajukan karena sebuah alasan politis. Dia maju karena tugasnya adalah menjungkalkan Gubernur petahana. Dia bukan pemimpin. Dia hanya proxy bagi kepentingan yang lebih besar.

"Kalau memang benar sudah lempar handuk, kenapa ga mundur saja?"

Mundur bukan budaya kita, janjian jam 2 datang jam 4 itulah kebiasaan kita...😁
Melalui Mensos, Menteri Keuangan telah memerintahkan adanya audit atas Bansos yang sudah dilakukan oleh DKI.

Bagaimana selanjutnya, hukumlah yang akan berbicara sesuai koridornya.

Melalui pandemi ini, kita disuguhi banyak kisah dari banyak pemimpin daerah, yang mencoba berdiri menjadi Panglima di daerahnya masing masing. Disana ada kegagalan, disana juga ada cerita gemilang, tentang keberhasilan seorang kepala daerah. Dari sanalah nanti akan muncul sosok yang pantas kita jadikan jagoan pada 2024 nanti.

Para pecundang akan tiarap dan tergilas, sementara sang pemenang akan mendapatkan jalannya. Wallahualam

CATATAN /sumber : Tulisan/ utas
Dari Nita ..mv lestari
edit : Dachyar Patria Pattiapon

#SalamBasudaraIndonesia

Ustadz Bangsa Bernama Jokowi


*USTADZ BANGSA ITU BERNAMA JOKOWI.*

Masih teringat saat beliau menolak pembongkaran pasar tradisional solo utk dijadikan pasar modern,
gubernur jateng saat itu Bibit Waluyo,
mengatakan walikota goblok, Jokowi hanya tersenyum,
pada pilkada periode kedua beliau menang 93%. dan itulah  pilkada yg mendapatkan hasil tertinggi selama masa reformasi.
Tidak lama setelah itu beliau menjadi gubernur DKI dan 1,5 thn kemudian menjadi presiden RI ke 7.
Banyak orang under estimated atas kemampuannya termasuk Jusuf Kalla sendiri,
dia ndeso,
planga plongo,
tidak tegas,
anak pki,
anak cina,
kristen,
kayak kodok,
malah ada yg bilang kayak anjing dan babi.
Presiden ke 7 dan Presiden ke 5 non militer,
Presiden yang jarang bersantai di istana, Presiden yang buat paspampres selalu kerepotan,  karena tidak diizinkan menghidupkan sirine, saat jalan
selalu tiba2 berhenti ditengah kumpulan rakyat dipinggir jalan,
presiden yang tidak menggubris fitnah, bahkan makian yang begitu keras menghujatnya.
Duduk di istana tidak membuatnya terkesima,
anak2nya tetap seperti biasa
jualan martabak, dan anak putri satu2nya  tidak lulus dalam penerimaan jadi PNS.
Istrinya nyaris setiap pagi belanja kepasar belakang istana bogor kalau mereka menginap disana,
pulang ke solo dengan pesawat kelas ekonomi,
selendang berjuntai dengan rambut digerai,
dia tidak canggung dan tidak merasa tersanjung saat orang berselfie ria dia layani dengan senyum sederhananya,
sesederhana kehidupan dan hatinya.
Amankah mereka,
pasti aman dan nyaman karena mereka telah selesai dengan dirinya,
mereka tidak butuh embel2,
Jokowi dgn baju putih tanpa asesories,
bahkan jam tanganpun jarang ada dipergelangan tangannya,
kita yang melihatnya yang tidak nyaman,
kenapa,
orang sesederhana itu,
bersungguh2 bekerja untuk rakyatnya tanpa mengenal lelah dan waktu,
masih terus dihujat,
dihambat,
difitnah, dicaci maki,
dilecehkan oleh orang2 yang belum move on bahwa Jokowi itu presiden terpilih,
bukan penunggang kuda dengan topi laken dan tongkat komando yang memaksakan dirinya tinggal di istana bak raja.
Bangsa ini telah dianugerahi sebuah hadiah luar biasa dari Allah SWT.
seorang pemimpin yang datang ditengah pesta pora perampok uang dan harta negara tanpa rasa dan risi karena ususnya sudah bukan 12 jari tapi mungkin sudah sepanjang jalan gunung sahari.
Rencana busuk,
penekanan dan segala macam cara untuk menjatuhkan sudah begitu sangat direncanakan.
cuman Tuhan yang masih sayang dan menghindarkan kehancuran bagi bangsa yang lahirnya dari perjuangan bukan ngemis minta kemerdekaan.
Hai anak bangsa yang masih gelap mata,
tidak usah kalian terus berusaha untuk mengambil sesuatu yang bukan kalian punya,
belajarlah pada yang ada,
karena kelak kita akan menjadi sebuah bangsa yang adidaya,
bukan karena takut kepada Amerika, bermain mata dengan cina, atau menunduk nunduk dengan rusia,
kita bisa berdiri dengan kepala tegak dan berkata :
" KAMI BANGSA INDONESIA RAS ASIA. "
Yang sejajar dengan kalian,
karena kami dipimpin seorang GURU BANGSA YANG SEDERHANA BERJIWA PEMBELA UNTUK RAKYATNYA.
KAMILAH INDONESIA YANG  SEBENAR2NYA.

TERIMA KASIH YA ALLAH.. YG TELAH MEMILIH JOKOWI UNTUK MEMIMPIN NEGERI INI

#IndonesiaMaju 🇮🇩

Indonesia Hebaaat, Jauhkan Curigation


*Indonesia Hebat on Instagram*:
"JENDERAL MOELDOKO MENJAWAB
.
China menguasai surat utang Amerika US$ 1.15 Trilyun.
Apakah otomatis Amerika dicaplok oleh China?
*Tidak*.
.
Arab investasi di China 870 Triliyun.
Apakah rakyat China terkencing-kecing merasa dijajah oleh Arab?
*Tidak*.
.
Amerika Investasi 122 Triliyun ke Singapore.
Apakah warga Singapore otamatis jadi antek asing?
*Tidak*.
.
Sebanyak 252.000 TKI bekerja di Taiwan.
Apakah rakyat Taiwan merasa dijajah Indonesia?
*Tidak*.
.
Jumlah TKI yang bekerja di China 81.000.
Sementara TKI di Hongkong 153.000.
Di Macau 16.000.
Apakah rakyat China, Hongkong dan Macau merasa di jajah oleh Indonesia?
*Tidak*.
.
TKA yang bekerja di Indonesia sebanyak 74.183 orang.
Sementara 21.271 di antaranya berasal dari China, disusul Jepang dan lain-lain.
Tapi sebagian dari kita sudah terkencing-kencing merasa dijajah oleh China.
.
Mengapa rakyat negara-negara dimana TKI kita berkerja tersebut bisa bernalar dengan benar?
Karena mereka bisa membedakan antara bisnis dengan kedaulatan negara.
.
Dunia abad XXI tidak dipetakan lagi oleh suku, ras dan agama.
Masyarakat modern sudah tidak mempermasalahkan lagi perbedaan keyakinan.
Mereka bersama-sama membangun peradaban.
.
*Di sini* tidak begitu.
*Yang didahulukan hanya kebencian karena takut berkompetisi dan takut kalah dalam persaingan hidup*.
.
Kemudian dibalut dengan pemahaman sempit dalam beragama.
.
*-Jenderal Moeldoko-*

http://instagram.com/p/B_z8EyjJJdw/

--------–-------+-----------------

*Berikut ini Resume BERITA  AKTUAL yang dihimpun dari berbagai Sumber Media Mainstream dan Media Sosial yang berkembang pagi hingga siang ini*:

1. ‘Perang terbuka’ antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Pemerintah Pusat dalam penanganan wabah virus corona mulai terungkap setelah Anies diwawancarai wartawan The Sydney Morning Herald, James Massola,Rabu (6/5) lalu. Lebih-lebih setelah Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19 Ahmad Yurianto menanggapi pernyataan Anies Baswedan.
Dalam wawancara eksklusif tersebut, Anies Baswedan menyoroti sikap Menkes Terawan Agus Putranto hingga Presiden Jokowi. Anies menyampaikan tulisan berjudul ‘’Tak diperbolehkan melakukan pengetesan, Gubernur Jakarta melakukan pelacakan COVID-19 pada Januari dan terbit pada 7 Mei’’. Tulisan ini menandai perang terbuka antara Anies dengan pemerintah pusat.

Anies menyampaikan tiga sindiran dalam wawancara The Sydney Morning Herald, James Massola. Sindiran pertama soal pengetesan virus Corona. Anies mengaku sudah melacak kasus virus Corona sejak Januari 2020. Bahkan saat itu, istilah COVID-19 belum dikenal.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan semua rumah sakit di Jakarta pada 6 Januari 2020, menyampaikan kepada mereka mengenai apa yang saat itu kita sebut sebagai 'pneumonia Wuhan', saat itu belum ada COVID," kata Anies.

Sindiran kedua soal transparansi data Corona. Pada awal wabah corona di Jakarta, Anies hendak mengumumkan ke publik mengenai data virus corona. Namun Menkes Terawan merespons singkat dengan mengatakan bahwa tidak ada kasus positif di Jakarta. Terawan mengatakan, ini berkat doa masyarakat Indonesia. Tetapi realitasnya kasus COVID-19 sudah semakin banyak.
Anies mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap pemerintah pusat, khususnya kepada Menkes Terawan karena tidak transparan. "Menurut kami, menjadi transparan dan menyampaikan apa yang kami lakukan berarti menyediakan rasa aman. Namun Menteri Kesehatan berpendapat sebaliknya, bahwa bersikap transparan bakal menimbulkan kepanikan. Sikap seperti itu bukan pandangan kami," ujar Anies.
Sindiran ketiga perihal mudik. Anies berpendapat seharusnya Presiden Jokowi melarang mudik lebih awal dibanding yang dia lakukan. Seperti diketahui, keputusan larangan mudik diumumkan  pada 21 April 2020 dan berlaku pada 24 April 2020. Menurut Anies, bila mudik dilarang lebih awal, penularan COVID-19 ke daerah-daerah lain bisa dicegah. Kini sudah ada 1,6 juta orang dari Jakarta yang mudik ke provinsi-provinsi lainnya.
Untuk mencegah wabah COVID-19 gelombang kedua pada akhir Mei, Anies akan menutup arus balik mudik. Dia tidak khawatir dianggap bersikap berlebihan. "Saya tidak khawatir dengan apa yang media sosial katakan soal kebijakan kami, saya lebih khawatir dengan apa yang sejarawan akan tulis di masa depan mengenai kebijakan kami," ujar Anies.

Anies Baswedan mengaku frustrasi terhadap Kemenkes yang dipimpin Terawan Agus Putranto, bukan kepada Presiden Jokowi. Pasalnya, dirinya pernah mengalami kesulitan menerapkan pembatasan sosial berskala besar lebih dini, tetapi terhalang-halangi statemen Menkes Terawan yang menyatakan tak ada kasus virus Corona di Indonesia.
Dalam wawancara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceriterakan telah terjadi lonjakan kematian akibat COVID-19 pada April dan Mei 2020. Anies yang disebut-sebut sebagai kandidat Capres 2024 menjelaskan, jumlah pemakaman pada Mei dan April cukup tinggi. Pada Februari, jumlahnya masih sekitar 2.700 pemakaman.
Tetapi pada pekan ketiga dan keempat bulan Maret, jumlahnya melonjak jadi 4.300 pemakaman. Pada April, meningkat lagi njadi 4.590 pemakaman. Namun, lonjakan angka kematian itu dinilai pemerintah pusat bukan akibat virus Corona. Anies merasakan, pemerintah pusat telah membuat masyarakat tidak percaya terhadap data yang disampaikan Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur Anies Baswedan mengaku punya pandangan yang berbeda dengan Menkes Terawan Agus Putranto soal transparansi data kasus virus Corona. Menurut Anies, transparansi bisa membuat publik tenang.
Ia menyebut, Corona sudah mulai dibahas Pemprov DKI sejak 6 Januari. Kendati sampel pasien bergejala 'pneumonia Wuhan' saat itu dinyatakan negatif Corona oleh laboratorium pemerintah pusat, namun Anies tetap merasa perlu memberitahu publik bahwa kini orang perlu lebih berhati-hati. Informasi mengenai risiko wabah corona tak perlu ditutupi dari mata publik.

2. Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, angkat bicara menanggapi  pernyataan Anies Baswedan. Menurutnya, pemerintah pusat mempunyai dasar tersendiri mengenai kasus kematian akibat Corona. "Pak Anies kan punya dasar kan, untuk menyampaikan kematian karena COVID, ya pusat juga punya dasar," ujar Achmad Yurianto, Senin (11/5).
Ditegaskan, pemerintah pusat merilis angka kasus COVID-19 berdasarkan data yang didapatkan dari hasil tes laboratorium, bukan berdasarkan dugaan. ‘’Pemerintah hanya mengatakan (kematian) yang disebabkan karena COVID itu yang konfirmasi positif. Kalau yang bukan konfirmasi positif, pemerintah tidak mengatakan karena COVID-19. Bisa saja diduga, boleh, tapi bukan (meninggal) karena COVID. Tidak dipastikan karena COVID-19," tegas Yurianto.
Yurianto menyebut Pemprov DKI Jakarta tidak pernah memprotes perihal data pemerintah pusat terkait COVID-19. Ia juga menuturkan, data pemerintah pusat dikirim ke setiap provinsi setiap harinya, sehingga jika ada kesalahan, langsung dikoreksi.
"Pemprov DKI nggak pernah protes sama saya, karena datanya setiap hari saya rilis, saya kasih ke Pemprov DKI kok. Data yang saya rilis harian itu, setelah saya ngomong itu saya, langsung dikirim ke semua provinsi. Kalau ada masalah dia akan komplain. Langsung dia complain. Saya bicara berdasarkan data dan saya kirim ke WHO, dan itu masuk ke dalam report WHO," ujar Yurianto lagi.
Jubir Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menegaskan, pemerintah tak melakukan manipulasi data. Basis data yang sudah dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan laboratorium -- melalui pemeriksaan antigen dengan real-time PCR --, itulah yang digunakan untuk melaporkan data kasus sembuh dankasus meninggal karena COVID-19. Data itulah yang dia laporkan setiap hari," kata Yuri dalam konferensi pers pada Kamis (23/4) lalu.

3. Istana Kepresidenan menunda izin kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) dari China ke Sulawesi Tenggara demi memutus rantai penyebaran virus corona. Jubir Presiden Jokowi Bidang Hukum, Dini Purwono menyatakan tidak ada TKA yang akan didatangkan ke Sultra sementara ini, TKA baru diperbolehkan masuk jika situasi wabah virus Corona sudah membaik.
"Pemerintah bertekad memutus mata rantai penyebaran COVID-19 antara lain dengan membatasi arus kedatangan manusia dari luar. Kebijakan ini berlaku hingga situasi normal dan dinyatakan aman," kata Dini Purwono, Senin (11/5).

4. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub yang mengatur tentang sanksi terhadap pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berbagai macam sanksi mengancam warga yang nekat melanggar aturan PSBB. Diantaranya, kumpul lebih dari 5 orang didenda Rp 250 ribu. Warga keluar rumah tidak bermasker juga didenda Rp 250 ribu
Aturan tersebut tertuang dalam Pergub No 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta. Pergub ini ditetapkan 30 April lalu.

5. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengajukan permohonan kepada Bareskrim Polri agar pemeriksaan terhadap dirinya dapat dilakukan di kediamannya. Alasannya, karena masih darurat kesehatan.
Kuasa hukum Said, Letkol CPM (Purn) Helvis, membenarkan kliennya mengajukan permohonan tersebut karena mempertimbangkan pelaksanaan PSBB. “Iya, karena masih darurat kesehatan ya,” kata Helvis, Senin (11/5).
Seperti diketahui, Said sedianya diperiksa pada hari ini, sebagai saksi atas laporan yang dilayangkan kuasa hukum Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Said dilaporkan dengan dugaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan/atau menyebarkan berita bohong yang dapat menyebabkan keonaran di masyarakat.

6. Sebanyak 42 ABK WNI yang bekerja di kapal MV Viking Orion telah tiba di Indonesia. Pangkogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono menyebutkan, mereka telah menjalani pemeriksaan swab test di Pelabuhan Tanjung Priok dan akan lakukan isolasi mandiri di salah hotel dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, sambil menunggu hasil swab test tiga hari kemudian.
‘’Nanti yang hasil swab-nya positif baru diisolasi di Wisma Atlet. Karena kalau langsung masuk ring-1, berarti harus dikarantina 14 hari, Sedangkan yang negative akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing,’’ ujar Yudo Margono, Senin (11/5).

7. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta pemerintah konsisten terhadap penerapan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020 tentang Tata Ruang Jabodetabek Puncak-Cianjur untuk waktu pelaksanaan tahun 2020-2039. Salah satu isi dari peraturan tersebut, menegaskan, Jakarta sebagai Pusat Pemerintahan Nasional.
"Dalam Perpres itu disebutkan bahwa Jakarta masih menjadi Pusat Pemerintahan Nasional, dengan kata lain Jakarta tetap memiliki status sebagai ibukota negara, setidaknya sampai akhir tahap keempat pelaksanaan Perpres tersebut, yakni pada tahun 2039. Sikap tersebut perlu diapresiasi dan didukung agar dilaksanakan dengan konsisten. Pihak istana jangan membelokkan ke arah pemaknaan lain," ujar HNW, Senin (11/5).

8. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara serah-terima jabatan (sertijab) Danpusterad dan Pangdam Kasuari. Kedua jabatan tersebut diisi oleh putra asli papua.
Acara sertijab tersebut dilakukan di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin (11/5). Sertijab Danpusterad dari Mayjen TNI Arif Rahman kepada Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau. Sementara, Pangdam XVIII/Kasuari dari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau kepada Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra.

9. Presiden Jokowi telah menyetujui penggunaan asrama haji di Pondok Gede dan Bekasi untuk menampung warga negara Indonesia (WNI) yang kembali ke tanah air. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyebut hal itu untuk memudahkan pengawasan selama masa isolasi.

10. Ketua Komisi III Herman Herry meminta Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham yang baru, Reynhard Saut Poltak Silitonga mengawasi pemberian asimilasi di tengah pandemi virus Corona. Ia meminta petugas balai pemasyarakatan berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda sehingga mereka bisa memantau pergerakan para narapidana yang mendapat asimilasi.
"Kriteria narapidana yang akan dikeluarkan lewat kebijakan percepatan asimilasi harus diawasi dengan ketat. Hal ini harus dilakukan secara serius untuk meminimalkan kemungkinan narapidana asimilasi itu melakukan pengulangan saat sudah kembali ke masyarakat," kata Herman dalam RDP dengan Dirjen PAS, Senin (11/5).

11. Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir mengungkap soal dugaan praktik jual-beli asimilasi narapidana di tengah pandemi virus Corona oleh oknum petugas lapas. Adies mengatakan Menkum HAM, Yasonna Laoly sebelumnya berencana menurunkan tim untuk mengusut dugaan tersebut.
"Tetapi sayangnya, asimilasi ini dicemari oleh oknum-oknum di lapas yang mencoba melakukan jual-beli terhadap program ini. Kita baca di media, dengan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, sudah bisa diberikan asimilasi. Pak Menteri waktu itu menyampaikan akan membentuk tim khusus. Kami ingin menanyakan sejauh mana tim khusus ini bekerja,’’ kata Adies dalam RDP dengan Dirjen PAS, Senin (11/5).

12. Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI-P Masinton Pasaribu mengkritik Kemenkumham tidak teliti dalam memberikan asimilasi dan integrasi terhadap narapidana. Hal ini terbukti dari banyaknya warga binaan yang baru dibebaskan kembali melakukan tindak criminal.
Masinton menyoroti kasus pembunuhan dan mutilasi di Medan, yang diduga dilakukan oleh napi asimilasi. Ini bukti ketidaktelitian petugas pemasyarakatan ketika melakukan record terhadap masing-masing warga binaan.

13. Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani meminta kebijakan pembebasan narapidana dan anak lewat program asimilasi dan integrasi dievaluasi. Pasalnya, pasca dibebaskan, mereka  kembali melakukan tindak kriminal.
"Yang menggelitik saya adalah, bapak harus evaluasi ini nanti. Ini penting untuk lebih menyeleksi warga binaan yang benar-benar berhak mendapatkan asimilasi atau integrase,’’ kata Arsul Sani, kemarin.

14. Dirjen PAS Kemenkumham, Reinhard Silitonga memastikan, tidak ada praktik jual beli dalam pembebasan narapidana melalui program asimilasi dan integrasi. Pihaknya telah melakukan investigasi ke Lampung yang diduga ada jual beli pembebasan napi, tetapi tidak ditemukan praktik tersebut.
"Ada dibentuk satu tim yang internal maupun dari inspektorat, kemudian bersama-sama turun melakukan investigasi ke Lampung," kata Reinhard di gedung DPR, Senayan, Senin (11/5).
Dirjen PAS Kemenkumham, Reynhard Saut Poltak Silitonga Reynhard mengaku hafal identitas bandar besar narkoba. Dia janji akan memindahkan para bandar narkoba tersebut ke Lapas Nusakambangan, bila ketahuan mengendalikan narkoba dari dalam lapas.
Reynhard berharap, dengan dipindahkannya bos-bos besar narkoba ke Nusakambangan dapat mengurangi masuknya narkoba dari luar negeri ke Indonesia. "Yang perlu Pak, ke depan kami akan pertanggungjawabkan ini, kami akan identifikasi bandar-bandar itu Pak, itulah pusatnya. Ini kalau kita pindahkan ke Nusakambangan, bos-bos besar ini, kami hafal Pak," ujarnya.

15. Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah tidak melonggarkan PSBB demi mencegah penyebaran virus corona. Hal ini berkaitan dengan masih adanya penurunan dan kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. ‘’Kita dorong pemerintah tidak melonggarkan aturan PSBB meski terjadi penurunan angka kasus baru dalam sepekan terakhir," katanya, Senin (11/5).
Bambang berharap pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pengusulan PSBB di daerah-daerah yang masih mengalami lonjakan kasus baru pasien terjangkit Covid-19 kepada Menteri Kesehatan.

17. Anggota Komisi XI DPR Puteri Anetta Komarudin meminta pemerintah mempercepat perbaikan data penerima bansos agar penyaluran bansos tahap II dan pemberian stimulus ekonomi bisa segera dilaksanakan dengan lebih tepat sasaran.
Politisi muda Golkar ini berharap kedua hal tersebut dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat yang menurun akibat perlambatan ekonomi pada kuartal I. Menurutnya, perlambatan ekonomi diiringi dengan penurunan konsumsi rumah tangga akibat pelemahan daya beli masyarakat.

17. Presiden Jokowi mengatakan, terapi plasma darah dari pasien sembuh Covid-19 akan diuji coba dalam skala besar kepada pasien positif Covid-19 yang masih dirawat. Menurut dia, metode plasma darah menunjukkan kemajuan besar dalam upaya pengobatan Covid-19. Metode itu dipercaya dapat mempercepat kesembuhan pasien positif Covid-19.
"Saya melihat sudah kemajuan yang signifikan dalam pengujian plasma. Yang rencananya ini akan dilakukan uji klinis berskala besar di beberapa rumah sakit dan juga stem sel untuk menggantikan jaringan paru yang rusak," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas, Senin (11/5).

19. Kasus positif corona di Indonesia bertambah 233 orang per 11 Mei 2020, total kasus positif menjadi 14.265 orang, sembuh 2.881 orang, dan meninggal 991 orang. Sementara pasien positif corona di Jatim tembus 1.534 orang, sembuh 257 orang dan meninggal 155 orang

20. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan, warga yang memaksa mudik dengan memanfaatkan travel gelap akan dikenai sanksi pidana dan denda. Begitu juga sopir kendaraan travel yang menjaring pemudik. Hal itu disampaikan Doni lantaran masih adanya travel yang mengantar pemudik secara diam-diam ke kampung halaman.
*Pemerintah membolehkan kelompok usia muda di bawah 45 tahun dibolehkan untuk beraktivitas kembali*. Kebijakan itu untuk mengurangi potensi di-PHK. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyebut kelompok tersebut secara fisik sehat dan mobilitas yang tinggi.

20. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran kapal tanker MT JAG LEELA di kawasan Pelabuhan Belawan, Medan. Kapal ini terbakar saat sedang menjalani perawatan atau docking di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan Medan, Senin (11/5) pukul 08.30 WIB.
Polisi menyebut, korban tewas 1 orang, sementara 22 orang lainnya mengalami luka-luka. Tujuh orang dirawat di rumah sakit, sisanya diperbolehkan pulang. Petugas Damkar dan Tim SAR yang diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api menduga kebakaran berasal dari percikan api saat perbaikan.

21.. KPK akan menelusuri informasi dari MAKI mengenai buronannya, mantan Sekretaris Nurhadi yang menukar uang Rp 3 miliar melalui orang kepercayaannya. KPK akan lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
‘’Segala informasi dari masyarakat perihal keberadaan para DPO, tak terkecuali yang disampaikan oleh MAKI tersebut, KPK memastikan tentu akan menindaklanjuti dan menelusuri lebih jauh setiap petunjuk-petunjuk yang ada," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (11/5).

22. Tim Advokasi Novel Baswedan menyebut, ada sembilan kejanggalan dari jalannya persidangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Anggota Tim Advokasi Novel, Kurnia Ramadhana mengatakan, salah satunya ialah dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menunjukkan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel hanya sebagai penganiayaan biasa dan tak berkaitan dengan pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK. "Proses persidangan itu masih jauh dari harapan publik untuk bisa menggali fakta-fakta yang sebenarnya (materiil) dalam kasus ini," kata Kurnia, kemarin.

22. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas perkara untuk lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) lengkap atau P21. "Sudah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat formil maupun materiil untuk dilimpahkan ke pengadilan (P-21)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono, Senin (11/5).
Para tersangkanya adalah mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan. Kemudian, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; serta Komisaris Utama PT Trada Alam Mineral Heru Hidayat. Selain pasal tindak pidana korupsi, tersangka Benny Tjokro dan Heru Hidayat juga dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

23. Pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) di tengah pandemi Covid-19 menuai kritik karena mencurigakan. DPR dan pemerintah sengaja membahas RUU kontroversial tersebut untuk menghindari penolakan publik setelah pembahasannya sempat ditunda pada September 2019 lalu.
"Dengan memilih melakukan pengesahan di tengah situasi darurat sekarang, maka suara penolakan apalagi yang diekspresikan melalui aksi massa di jalan hampir mustahil akan terjadi," kata Peneliti Formappi Lucius Karus, Senin (11/5).

25. Sementara itu sejumlah pasal dalam draft Revisi Undang-Undang Minerba memuat ketentuan yang tercantum dalam naskah RUU0 Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. *Salah satunya, soal perpanjangan kontrak karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus tanpa melalui mekanisme lelang*.
Kepastian perpanjangan izin tersebut juga menjadi salah satu dari sembilan rumusan penting RUU Minerba yang dibacakan Ketua Panitia Kerja (Panja) Bambang Wuryanto dalam agenda pembicaraan tingkat I atau pengambilan keputusan di Komisi VII DPR RI, Senin (11/5).

26. Pimpinan DPR telah menerima Surat Presiden (Surpres) Jokowi tentang 31 nama calon duta besar (dubes). Komisi bidang luar negeri ini akan lakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon dubes tersebut pada pertengahan Juni mendatang.
Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menyebut Pimpinan DPR telah menugaskan Komisi I DPR untuk menggelar fit and propertest calon dubes tersebut tanggal 16 dan 17 Juni 2020. "Pimpinan DPR sudah menugaskan Komisi I untuk mempersiapkan fit and proper terhadap calon dubes berdasarkan surat presiden," ujarnya.

27. Menteri Agama  Fachrul Razi kini sedang menggodok opsi relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terkait Covid-19 untuk rumah ibadah. Jika opsi tersebut direalisasikan, masyarakat bisa kembali beribadah secara berjemaah dengan sejumlah ketentuan.

28. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui adanya masalah krusial data pada jaring pengaman sosial terkait bansos Corona, ia menyebut hal ini terjadi akibat adanya penambahan warga miskin baru.
Mantan Panglima TNI ini menyadari polemik data bantuan sosial ini tidak mudah diselesaikan, namun ia meyakini jaring pengaman sosial akan mencegah masyarakat melakukan hal tidak baik dalam situasi tidak normal seperti ini.

29. Lima kepala daerah Bodebek sepakat bahwa masyarakat yang menggunakan KRL menunjukkan surat tugas. Pemkot Bogor menyebut, kewajiban menunjukkan surat tugas tersebut berlaku sejak penerapan PSBB tahap ketiga.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, masyarakat yang akan naik KRL dari Stasiun Bogor diwajibkan membawa surat tugas. Bila tidak membawa surat tugas, tidak diperkenankan untuk masuk ke stasiun atau menaiki KRL.

*Terima kasih**Berikut ISU AKTUAL yang berkembang pagi hingga siang ini*:

1. ‘Perang terbuka’ antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Pemerintah Pusat dalam penanganan wabah virus corona mulai terungkap setelah Anies diwawancarai wartawan The Sydney Morning Herald, James Massola,Rabu (6/5) lalu. Lebih-lebih setelah Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19 Ahmad Yurianto menanggapi pernyataan Anies Baswedan.
Dalam wawancara eksklusif tersebut, Anies Baswedan menyoroti sikap Menkes Terawan Agus Putranto hingga Presiden Jokowi. Anies menyampaikan tulisan berjudul ‘’Tak diperbolehkan melakukan pengetesan, Gubernur Jakarta melakukan pelacakan COVID-19 pada Januari dan terbit pada 7 Mei’’. Tulisan ini menandai perang terbuka antara Anies dengan pemerintah pusat.

Anies menyampaikan tiga sindiran dalam wawancara The Sydney Morning Herald, James Massola. Sindiran pertama soal pengetesan virus Corona. Anies mengaku sudah melacak kasus virus Corona sejak Januari 2020. Bahkan saat itu, istilah COVID-19 belum dikenal.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan semua rumah sakit di Jakarta pada 6 Januari 2020, menyampaikan kepada mereka mengenai apa yang saat itu kita sebut sebagai 'pneumonia Wuhan', saat itu belum ada COVID," kata Anies.

Sindiran kedua soal transparansi data Corona. Pada awal wabah corona di Jakarta, Anies hendak mengumumkan ke publik mengenai data virus corona. Namun Menkes Terawan merespons singkat dengan mengatakan bahwa tidak ada kasus positif di Jakarta. Terawan mengatakan, ini berkat doa masyarakat Indonesia. Tetapi realitasnya kasus COVID-19 sudah semakin banyak.
Anies mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap pemerintah pusat, khususnya kepada Menkes Terawan karena tidak transparan. "Menurut kami, menjadi transparan dan menyampaikan apa yang kami lakukan berarti menyediakan rasa aman. Namun Menteri Kesehatan berpendapat sebaliknya, bahwa bersikap transparan bakal menimbulkan kepanikan. Sikap seperti itu bukan pandangan kami," ujar Anies.
Sindiran ketiga perihal mudik. Anies berpendapat seharusnya Presiden Jokowi melarang mudik lebih awal dibanding yang dia lakukan. Seperti diketahui, keputusan larangan mudik diumumkan  pada 21 April 2020 dan berlaku pada 24 April 2020. Menurut Anies, bila mudik dilarang lebih awal, penularan COVID-19 ke daerah-daerah lain bisa dicegah. Kini sudah ada 1,6 juta orang dari Jakarta yang mudik ke provinsi-provinsi lainnya.
Untuk mencegah wabah COVID-19 gelombang kedua pada akhir Mei, Anies akan menutup arus balik mudik. Dia tidak khawatir dianggap bersikap berlebihan. "Saya tidak khawatir dengan apa yang media sosial katakan soal kebijakan kami, saya lebih khawatir dengan apa yang sejarawan akan tulis di masa depan mengenai kebijakan kami," ujar Anies.

Anies Baswedan mengaku frustrasi terhadap Kemenkes yang dipimpin Terawan Agus Putranto, bukan kepada Presiden Jokowi. Pasalnya, dirinya pernah mengalami kesulitan menerapkan pembatasan sosial berskala besar lebih dini, tetapi terhalang-halangi statemen Menkes Terawan yang menyatakan tak ada kasus virus Corona di Indonesia.
Dalam wawancara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceriterakan telah terjadi lonjakan kematian akibat COVID-19 pada April dan Mei 2020. Anies yang disebut-sebut sebagai kandidat Capres 2024 menjelaskan, jumlah pemakaman pada Mei dan April cukup tinggi. Pada Februari, jumlahnya masih sekitar 2.700 pemakaman.
Tetapi pada pekan ketiga dan keempat bulan Maret, jumlahnya melonjak jadi 4.300 pemakaman. Pada April, meningkat lagi njadi 4.590 pemakaman. Namun, lonjakan angka kematian itu dinilai pemerintah pusat bukan akibat virus Corona. Anies merasakan, pemerintah pusat telah membuat masyarakat tidak percaya terhadap data yang disampaikan Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur Anies Baswedan mengaku punya pandangan yang berbeda dengan Menkes Terawan Agus Putranto soal transparansi data kasus virus Corona. Menurut Anies, transparansi bisa membuat publik tenang.
Ia menyebut, Corona sudah mulai dibahas Pemprov DKI sejak 6 Januari. Kendati sampel pasien bergejala 'pneumonia Wuhan' saat itu dinyatakan negatif Corona oleh laboratorium pemerintah pusat, namun Anies tetap merasa perlu memberitahu publik bahwa kini orang perlu lebih berhati-hati. Informasi mengenai risiko wabah corona tak perlu ditutupi dari mata publik.

2. Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, angkat bicara menanggapi  pernyataan Anies Baswedan. Menurutnya, pemerintah pusat mempunyai dasar tersendiri mengenai kasus kematian akibat Corona. "Pak Anies kan punya dasar kan, untuk menyampaikan kematian karena COVID, ya pusat juga punya dasar," ujar Achmad Yurianto, Senin (11/5).
Ditegaskan, pemerintah pusat merilis angka kasus COVID-19 berdasarkan data yang didapatkan dari hasil tes laboratorium, bukan berdasarkan dugaan. ‘’Pemerintah hanya mengatakan (kematian) yang disebabkan karena COVID itu yang konfirmasi positif. Kalau yang bukan konfirmasi positif, pemerintah tidak mengatakan karena COVID-19. Bisa saja diduga, boleh, tapi bukan (meninggal) karena COVID. Tidak dipastikan karena COVID-19," tegas Yurianto.
Yurianto menyebut Pemprov DKI Jakarta tidak pernah memprotes perihal data pemerintah pusat terkait COVID-19. Ia juga menuturkan, data pemerintah pusat dikirim ke setiap provinsi setiap harinya, sehingga jika ada kesalahan, langsung dikoreksi.
"Pemprov DKI nggak pernah protes sama saya, karena datanya setiap hari saya rilis, saya kasih ke Pemprov DKI kok. Data yang saya rilis harian itu, setelah saya ngomong itu saya, langsung dikirim ke semua provinsi. Kalau ada masalah dia akan komplain. Langsung dia complain. Saya bicara berdasarkan data dan saya kirim ke WHO, dan itu masuk ke dalam report WHO," ujar Yurianto lagi.
Jubir Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menegaskan, pemerintah tak melakukan manipulasi data. Basis data yang sudah dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan laboratorium -- melalui pemeriksaan antigen dengan real-time PCR --, itulah yang digunakan untuk melaporkan data kasus sembuh dankasus meninggal karena COVID-19. Data itulah yang dia laporkan setiap hari," kata Yuri dalam konferensi pers pada Kamis (23/4) lalu.

3. Istana Kepresidenan menunda izin kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) dari China ke Sulawesi Tenggara demi memutus rantai penyebaran virus corona. Jubir Presiden Jokowi Bidang Hukum, Dini Purwono menyatakan tidak ada TKA yang akan didatangkan ke Sultra sementara ini, TKA baru diperbolehkan masuk jika situasi wabah virus Corona sudah membaik.
"Pemerintah bertekad memutus mata rantai penyebaran COVID-19 antara lain dengan membatasi arus kedatangan manusia dari luar. Kebijakan ini berlaku hingga situasi normal dan dinyatakan aman," kata Dini Purwono, Senin (11/5).

4. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub yang mengatur tentang sanksi terhadap pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berbagai macam sanksi mengancam warga yang nekat melanggar aturan PSBB. Diantaranya, kumpul lebih dari 5 orang didenda Rp 250 ribu. Warga keluar rumah tidak bermasker juga didenda Rp 250 ribu
Aturan tersebut tertuang dalam Pergub No 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta. Pergub ini ditetapkan 30 April lalu.

5. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengajukan permohonan kepada Bareskrim Polri agar pemeriksaan terhadap dirinya dapat dilakukan di kediamannya. Alasannya, karena masih darurat kesehatan.
Kuasa hukum Said, Letkol CPM (Purn) Helvis, membenarkan kliennya mengajukan permohonan tersebut karena mempertimbangkan pelaksanaan PSBB. “Iya, karena masih darurat kesehatan ya,” kata Helvis, Senin (11/5).
Seperti diketahui, Said sedianya diperiksa pada hari ini, sebagai saksi atas laporan yang dilayangkan kuasa hukum Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Said dilaporkan dengan dugaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan/atau menyebarkan berita bohong yang dapat menyebabkan keonaran di masyarakat.

6. Sebanyak 42 ABK WNI yang bekerja di kapal MV Viking Orion telah tiba di Indonesia. Pangkogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono menyebutkan, mereka telah menjalani pemeriksaan swab test di Pelabuhan Tanjung Priok dan akan lakukan isolasi mandiri di salah hotel dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, sambil menunggu hasil swab test tiga hari kemudian.
‘’Nanti yang hasil swab-nya positif baru diisolasi di Wisma Atlet. Karena kalau langsung masuk ring-1, berarti harus dikarantina 14 hari, Sedangkan yang negative akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing,’’ ujar Yudo Margono, Senin (11/5).

7. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta pemerintah konsisten terhadap penerapan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020 tentang Tata Ruang Jabodetabek Puncak-Cianjur untuk waktu pelaksanaan tahun 2020-2039. Salah satu isi dari peraturan tersebut, menegaskan, Jakarta sebagai Pusat Pemerintahan Nasional.
"Dalam Perpres itu disebutkan bahwa Jakarta masih menjadi Pusat Pemerintahan Nasional, dengan kata lain Jakarta tetap memiliki status sebagai ibukota negara, setidaknya sampai akhir tahap keempat pelaksanaan Perpres tersebut, yakni pada tahun 2039. Sikap tersebut perlu diapresiasi dan didukung agar dilaksanakan dengan konsisten. Pihak istana jangan membelokkan ke arah pemaknaan lain," ujar HNW, Senin (11/5).

8. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara serah-terima jabatan (sertijab) Danpusterad dan Pangdam Kasuari. Kedua jabatan tersebut diisi oleh putra asli papua.
Acara sertijab tersebut dilakukan di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin (11/5). Sertijab Danpusterad dari Mayjen TNI Arif Rahman kepada Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau. Sementara, Pangdam XVIII/Kasuari dari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau kepada Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra.

9. Presiden Jokowi telah menyetujui penggunaan asrama haji di Pondok Gede dan Bekasi untuk menampung warga negara Indonesia (WNI) yang kembali ke tanah air. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyebut hal itu untuk memudahkan pengawasan selama masa isolasi.

10. Ketua Komisi III Herman Herry meminta Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham yang baru, Reynhard Saut Poltak Silitonga mengawasi pemberian asimilasi di tengah pandemi virus Corona. Ia meminta petugas balai pemasyarakatan berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda sehingga mereka bisa memantau pergerakan para narapidana yang mendapat asimilasi.
"Kriteria narapidana yang akan dikeluarkan lewat kebijakan percepatan asimilasi harus diawasi dengan ketat. Hal ini harus dilakukan secara serius untuk meminimalkan kemungkinan narapidana asimilasi itu melakukan pengulangan saat sudah kembali ke masyarakat," kata Herman dalam RDP dengan Dirjen PAS, Senin (11/5).

11. Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir mengungkap soal dugaan praktik jual-beli asimilasi narapidana di tengah pandemi virus Corona oleh oknum petugas lapas. Adies mengatakan Menkum HAM, Yasonna Laoly sebelumnya berencana menurunkan tim untuk mengusut dugaan tersebut.
"Tetapi sayangnya, asimilasi ini dicemari oleh oknum-oknum di lapas yang mencoba melakukan jual-beli terhadap program ini. Kita baca di media, dengan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, sudah bisa diberikan asimilasi. Pak Menteri waktu itu menyampaikan akan membentuk tim khusus. Kami ingin menanyakan sejauh mana tim khusus ini bekerja,’’ kata Adies dalam RDP dengan Dirjen PAS, Senin (11/5).

12. Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI-P Masinton Pasaribu mengkritik Kemenkumham tidak teliti dalam memberikan asimilasi dan integrasi terhadap narapidana. Hal ini terbukti dari banyaknya warga binaan yang baru dibebaskan kembali melakukan tindak criminal.
Masinton menyoroti kasus pembunuhan dan mutilasi di Medan, yang diduga dilakukan oleh napi asimilasi. Ini bukti ketidaktelitian petugas pemasyarakatan ketika melakukan record terhadap masing-masing warga binaan.

13. Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani meminta kebijakan pembebasan narapidana dan anak lewat program asimilasi dan integrasi dievaluasi. Pasalnya, pasca dibebaskan, mereka  kembali melakukan tindak kriminal.
"Yang menggelitik saya adalah, bapak harus evaluasi ini nanti. Ini penting untuk lebih menyeleksi warga binaan yang benar-benar berhak mendapatkan asimilasi atau integrase,’’ kata Arsul Sani, kemarin.

14. Dirjen PAS Kemenkumham, Reinhard Silitonga memastikan, tidak ada praktik jual beli dalam pembebasan narapidana melalui program asimilasi dan integrasi. Pihaknya telah melakukan investigasi ke Lampung yang diduga ada jual beli pembebasan napi, tetapi tidak ditemukan praktik tersebut.
"Ada dibentuk satu tim yang internal maupun dari inspektorat, kemudian bersama-sama turun melakukan investigasi ke Lampung," kata Reinhard di gedung DPR, Senayan, Senin (11/5).
Dirjen PAS Kemenkumham, Reynhard Saut Poltak Silitonga Reynhard mengaku hafal identitas bandar besar narkoba. Dia janji akan memindahkan para bandar narkoba tersebut ke Lapas Nusakambangan, bila ketahuan mengendalikan narkoba dari dalam lapas.
Reynhard berharap, dengan dipindahkannya bos-bos besar narkoba ke Nusakambangan dapat mengurangi masuknya narkoba dari luar negeri ke Indonesia. "Yang perlu Pak, ke depan kami akan pertanggungjawabkan ini, kami akan identifikasi bandar-bandar itu Pak, itulah pusatnya. Ini kalau kita pindahkan ke Nusakambangan, bos-bos besar ini, kami hafal Pak," ujarnya.

15. Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah tidak melonggarkan PSBB demi mencegah penyebaran virus corona. Hal ini berkaitan dengan masih adanya penurunan dan kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. ‘’Kita dorong pemerintah tidak melonggarkan aturan PSBB meski terjadi penurunan angka kasus baru dalam sepekan terakhir," katanya, Senin (11/5).
Bambang berharap pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pengusulan PSBB di daerah-daerah yang masih mengalami lonjakan kasus baru pasien terjangkit Covid-19 kepada Menteri Kesehatan.

17. Anggota Komisi XI DPR Puteri Anetta Komarudin meminta pemerintah mempercepat perbaikan data penerima bansos agar penyaluran bansos tahap II dan pemberian stimulus ekonomi bisa segera dilaksanakan dengan lebih tepat sasaran.
Politisi muda Golkar ini berharap kedua hal tersebut dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat yang menurun akibat perlambatan ekonomi pada kuartal I. Menurutnya, perlambatan ekonomi diiringi dengan penurunan konsumsi rumah tangga akibat pelemahan daya beli masyarakat.

17. Presiden Jokowi mengatakan, terapi plasma darah dari pasien sembuh Covid-19 akan diuji coba dalam skala besar kepada pasien positif Covid-19 yang masih dirawat. Menurut dia, metode plasma darah menunjukkan kemajuan besar dalam upaya pengobatan Covid-19. Metode itu dipercaya dapat mempercepat kesembuhan pasien positif Covid-19.
"Saya melihat sudah kemajuan yang signifikan dalam pengujian plasma. Yang rencananya ini akan dilakukan uji klinis berskala besar di beberapa rumah sakit dan juga stem sel untuk menggantikan jaringan paru yang rusak," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas, Senin (11/5).

19. Kasus positif corona di Indonesia bertambah 233 orang per 11 Mei 2020, total kasus positif menjadi 14.265 orang, sembuh 2.881 orang, dan meninggal 991 orang. Sementara pasien positif corona di Jatim tembus 1.534 orang, sembuh 257 orang dan meninggal 155 orang

20. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan, warga yang memaksa mudik dengan memanfaatkan travel gelap akan dikenai sanksi pidana dan denda. Begitu juga sopir kendaraan travel yang menjaring pemudik. Hal itu disampaikan Doni lantaran masih adanya travel yang mengantar pemudik secara diam-diam ke kampung halaman.
*Pemerintah membolehkan kelompok usia muda di bawah 45 tahun dibolehkan untuk beraktivitas kembali*. Kebijakan itu untuk mengurangi potensi di-PHK. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyebut kelompok tersebut secara fisik sehat dan mobilitas yang tinggi.

20. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran kapal tanker MT JAG LEELA di kawasan Pelabuhan Belawan, Medan. Kapal ini terbakar saat sedang menjalani perawatan atau docking di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan Medan, Senin (11/5) pukul 08.30 WIB.
Polisi menyebut, korban tewas 1 orang, sementara 22 orang lainnya mengalami luka-luka. Tujuh orang dirawat di rumah sakit, sisanya diperbolehkan pulang. Petugas Damkar dan Tim SAR yang diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api menduga kebakaran berasal dari percikan api saat perbaikan.

21.. KPK akan menelusuri informasi dari MAKI mengenai buronannya, mantan Sekretaris Nurhadi yang menukar uang Rp 3 miliar melalui orang kepercayaannya. KPK akan lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
‘’Segala informasi dari masyarakat perihal keberadaan para DPO, tak terkecuali yang disampaikan oleh MAKI tersebut, KPK memastikan tentu akan menindaklanjuti dan menelusuri lebih jauh setiap petunjuk-petunjuk yang ada," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (11/5).

22. Tim Advokasi Novel Baswedan menyebut, ada sembilan kejanggalan dari jalannya persidangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Anggota Tim Advokasi Novel, Kurnia Ramadhana mengatakan, salah satunya ialah dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menunjukkan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel hanya sebagai penganiayaan biasa dan tak berkaitan dengan pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK. "Proses persidangan itu masih jauh dari harapan publik untuk bisa menggali fakta-fakta yang sebenarnya (materiil) dalam kasus ini," kata Kurnia, kemarin.

22. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas perkara untuk lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) lengkap atau P21. "Sudah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat formil maupun materiil untuk dilimpahkan ke pengadilan (P-21)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono, Senin (11/5).
Para tersangkanya adalah mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan. Kemudian, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; serta Komisaris Utama PT Trada Alam Mineral Heru Hidayat. Selain pasal tindak pidana korupsi, tersangka Benny Tjokro dan Heru Hidayat juga dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

23. Pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) di tengah pandemi Covid-19 menuai kritik karena mencurigakan. DPR dan pemerintah sengaja membahas RUU kontroversial tersebut untuk menghindari penolakan publik setelah pembahasannya sempat ditunda pada September 2019 lalu.
"Dengan memilih melakukan pengesahan di tengah situasi darurat sekarang, maka suara penolakan apalagi yang diekspresikan melalui aksi massa di jalan hampir mustahil akan terjadi," kata Peneliti Formappi Lucius Karus, Senin (11/5).

25. Sementara itu sejumlah pasal dalam draft Revisi Undang-Undang Minerba memuat ketentuan yang tercantum dalam naskah RUU0 Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. *Salah satunya, soal perpanjangan kontrak karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus tanpa melalui mekanisme lelang*.
Kepastian perpanjangan izin tersebut juga menjadi salah satu dari sembilan rumusan penting RUU Minerba yang dibacakan Ketua Panitia Kerja (Panja) Bambang Wuryanto dalam agenda pembicaraan tingkat I atau pengambilan keputusan di Komisi VII DPR RI, Senin (11/5).

26. Pimpinan DPR telah menerima Surat Presiden (Surpres) Jokowi tentang 31 nama calon duta besar (dubes). Komisi bidang luar negeri ini akan lakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon dubes tersebut pada pertengahan Juni mendatang.
Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menyebut Pimpinan DPR telah menugaskan Komisi I DPR untuk menggelar fit and propertest calon dubes tersebut tanggal 16 dan 17 Juni 2020. "Pimpinan DPR sudah menugaskan Komisi I untuk mempersiapkan fit and proper terhadap calon dubes berdasarkan surat presiden," ujarnya.

27. Menteri Agama  Fachrul Razi kini sedang menggodok opsi relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terkait Covid-19 untuk rumah ibadah. Jika opsi tersebut direalisasikan, masyarakat bisa kembali beribadah secara berjemaah dengan sejumlah ketentuan.

28. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui adanya masalah krusial data pada jaring pengaman sosial terkait bansos Corona, ia menyebut hal ini terjadi akibat adanya penambahan warga miskin baru.
Mantan Panglima TNI ini menyadari polemik data bantuan sosial ini tidak mudah diselesaikan, namun ia meyakini jaring pengaman sosial akan mencegah masyarakat melakukan hal tidak baik dalam situasi tidak normal seperti ini.

29. Lima kepala daerah Bodebek sepakat bahwa masyarakat yang menggunakan KRL menunjukkan surat tugas. Pemkot Bogor menyebut, kewajiban menunjukkan surat tugas tersebut berlaku sejak penerapan PSBB tahap ketiga.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, masyarakat yang akan naik KRL dari Stasiun Bogor diwajibkan membawa surat tugas. Bila tidak membawa surat tugas, tidak diperkenankan untuk masuk ke stasiun atau menaiki KRL.

*Terima kasih*

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)