Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Tokoh Dunia. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Dunia. Show all posts

Tuesday, January 1, 2019

Inilah 47 Prestasi Kepemimpinan Presiden Jokowi untuk memakmurkan rakyat dan kemajuan NKRI.


Inilah 47 Prestasi Kepemimpinan Presiden Jokowi untuk memakmurkan rakyat dan kemajuan NKRI.

1. Membubarkan PETRAL yg bisa hemat anggaran sebesar Rp.250.miliar/hari

2. Mencabut subsidi BBM , sehingga dana nya dapat digunakan untuk berbagai hal yg produktif

3. Meresmikan pembuatan jalan toll Trans Sumatera tahap I dari Lampung-Palembang-Indralaya

4. Meresmikan dimulainya pembangunan PLTU Batang, Jawa Tengah dengan Kapasitas 2.000.MW yang mangkrak selama empat tahun

5. Dimulainya pengairan Waduk Jatigede, Sumedang yg berfungsi untuk mengendalikan banjir di Indramayu , pengairan sawah sawah di Jawa Barat serta pembangunan PLTA dgn kapasitas 110.MW

6. Pada Tanggal 09-09-15, dimulainya pembangunan jalur LRT jurusan Cibubur-Cawang dan Bekasi Timur-Cawang (info: Kemen PUPR)

7. Pada Tanggal 21-09-15, peresmian dioperasikan nya Bor Raksasa untuk membuat terowongan dalam tanah guna jalur MRT trayek Lebak Bulus-KebayoranBaru-Senayan-Bundaran Hotel Indonesia

8. Pemerintahan Jokowi menggelontorkan dana sebesar Rp.16.triliun untuk membangun infrastruktur di perbatasan Kalimantan dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat

9. Pembangunan Pelabuhan Laut dalam di Papua : Sorong, Manokwari, Jayapura dan Merauke , serta infrastruktur pembuatan jalan yg menghubungkan kota kota di Papua.

10. Perusahaan Saudi Arabia ARAMCO akan membangun Kilang Minyak serta Storage BBM di Indonesia senilai Rp.140 triliun yg selama ini pembangunan Kilang Minyak tidak pernah terwujud sejak era Soeharto.

11. Dengan beroperasinya pada bln Nopember 2015 ini unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di Cilacap Jateng dan Kilang TPPI di Tuban Jatim, maka Import BBM Premium bisa berkurang 30% atau Negara bisa hemat Rp.150.M/hari, atau setara dgn 100 ribu Barrel per hari.

12. Kasus Lumpur Lapindo yg selama 8 tahun tidak selesai di era SBY, oleh Jokowi hanya dalam kurun waktu 8 bulan rampung ganti rugi semuanya diterima warga Sidoarjo.

13. Komite Explorasi Nasional (KEN) yang dibentuk pemerintah Jokowi pada tgl.12 Juni-2015 telah menemukan cadangan Minyak dan Gas di Indonesia Timur sebesar 5.2. miliar barrel untuk minyak sebanyak 2.7.miliar barrel dan untuk Gas14.TCF Gas.

14. Pemerintah targetkan pekerjaan Tol Trans Papua dirancang sepanjang 4.320.Km (Sorong-Manokwari-Wamena-Jayapura-Merauke) (Timika-Oksibil) tersambung pada tahun 2018 ( info : Men PUPR Berita Satu TV-14.10.15 )

15. Satu tahun Jokowi memimpin sudah membuat jalan Tol sepanjang 132.35. Km

16. Izin investasi untuk para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia di era SBY harus menunggu sampai 2 tahun (536.hari) Tetapi di era Jokowi urus Izin Investasi cukup dengan 3 jam.

17. Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No.115 tahun 2015 untuk Kementrian KP yg isinya tidak perlu ke Pengadilan lagi jika Satgas Ilegal Fishing menangkap Kapal Asing Pencuri Ikan bisa langsung tenggelamkan.

18. Dalam kurun waktu 9 bulan Jokowi bisa membayar sebagian hutang warisan peninggalan SBY sebesar Rp.293.triliun.

19. Sejarah baru Indonesia, dalam waktu 9 bulan Investasi masuk Rp.400 triliun, Jokowi memang ber keinginan kuat untuk membuat Indonesia sejahtera.

20. Mulai beroperasinya 6 rute Tol Laut Jokowi dari Tanjung Priok – Papua. Tanjung Priok – Natuna. Tanjung Perak – ke seluruh pelabuhan di NTT dan seluruh pelabuhan di Maluku serta seluruh pelabuhan di Papua dan Papua Barat.

21. Dalam satu tahun pemerintahan Jokowi sedang proses pekerjaan pembangunan 15 Bandara baru di wilayah terluar Indonesia, diantaranya Bandara di Miangas, Manokwari, Berau, Tual, Palu, Maumere, Tarakan, Aceh Tengah, Wakatobi , dll.

22. Pemerintahan Jokowi selama satu tahun dapat menurunkan Import Premium sebesar 37.% dari semula 378.5. ribu BPH turun jadi 236. ribu BPH. Begitu juga dengan Solar import nya turun sebesar 84.% dari semula sejumlah 121.3. ribu BPH turun menjadi 20.ribu BPH.

23. Setelah 40 tahun Presiden Italia tdk ke Indonesia datang menemui Presiden Jokowi tanggal. 9-11-15 untuk menandatangani MOU investasi sebesar USD.1,055.M atau setara dengan Rp.140 triliun dalam bidang Logistik, Industri Kulit, Industri Otomotif dan Furniture.

24. Presiden Jokowi meresmikan pabrik Pupuk terbesar di Asia Tenggara Pupuk Kaltim 5 Bontang dengan kapasitas produksi Ammonia 825.000.Ton per tahun dan produksi Urea 1.155.000.Ton per tahun, serta dimulainya pembuatan jalur Kereta Api Trans Borneo.

25. Keputusan besar telah diambil Presiden Jokowi, yaitu tidak lagi memperpanjang kontrak Freeport yg telah 45 tahun menggali Emas di Papua.

26. Jokowi Tanggal.25.11.2015 meresmikan pembuatan jalur rel kereta cepat Makassar-Pare Pare, diharapkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi Kereta Api Trans Sulawesi dari Manado ke Makassar.

27. Ground breaking pembangunan jalur Kereta Cepat, Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat.

28. Program pembangunan 1 juta rumah untuk rakyat, akhir Januari 2016 sudah terbangun 700 ribu unit rumah.

29. PLN mulai bln Februari.2016 menurunkan lagi tarif Listrik dgn daya dari 450.va, 900.va, 1300.va, 2200.va dan 4400.va.

30. Kapal khusus angkut Sapi Camara Nusantara I, berhasil angkut 500 ekor Sapi ke Jakarta dari NTT & NTB, diusahakan setiap bln bisa angkut 1.000 ekor sapi.

31. Sejak 50 tahun lalu Warga Sulawesi Utara dan Gorontalo kekurangan Listrik, sekarang sudah bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam mulai Januari 2016 karena PLTG Apung yg dikirim Jokowi bln Desember 2015 sudah berfungsi full berdaya 120.MW.

32. Sebanyak 2.519 Desa di Indonesia Timur akan mendapatkan aliran Listrik di tahun 2016 – info : Kemen ESDM 18-12-2016.

33. Hari ini tgl.29.02.2016 sebanyak 3.898 rumah tangga di Sorong telah bisa menikmati Gas Alam untuk memasak.

34. Presiden Jokowi programkan dari tahun 2014-2019 akan membangun 49 waduk di seluruh Indonesia untuk mengairi persawahan , tahun 2015 sedang dikerjakan 13 Waduk dan tahun 2016 sedang dikerjakan 8 waduk.

35. Waduk yg sedang di kerjakan sejak tahun 2015 : Waduk Raknamo-Kupang. Waduk Pidekso-Wonogiri. Waduk Logung-Kudus. Waduk Lolak-Boolang Mongondow. Waduk Kruereto-Aceh. Waduk Passaloreng-Wajo. Waduk Tanju-Dompu NTB. Waduk Bintang Bano-Sumbawa Barat. Waduk Mila-Dompu NTB. Waduk Kairan-Lebak. Waduk Tapin-Tapin Kalsel. Waduk Rotiklot-Belu NTT. Waduk Telaga Jawa-Karang Asem Bali.

36. Waduk yg mulai dikerjakan tahun 2016   : Waduk Rukoh-Aceh. Waduk Sukoharjo-Lampung. Waduk Kuwil Kawangkoan-Sulut. Waduk Ladongi-Sulawesi Tenggara. Waduk Ciawi-Jawa Barat. Waduk Sukamahi-Jawa Barat. Waduk Leuwikeris-Jawa Barat. Waduk Cipanas-Jawa Barat.

37. Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan MPP di Kab.Bangka untuk pembangkit Listrik dgn daya 350.MW guna kebutuhan Regional Sumatera – Yaitu : Bangka-Belitung-Lampung-Nias-Duri Riau-Medan. Tanggal.01-06-2016.

38. Presiden Jokowi meresmikan PLTMG Arun dengan daya listrik 184.MW untuk kebutuhan warga Lhokseumawe. Tanggal 02-06-16.

39. Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan Mobile PP 4×25.MW di Kab.Mempawah. Kalbar Tgl.02-06-16.

40. Melalui video konferensi Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTU Ketapang dengan daya 20.MW. Tanggal.02-06-16.

41. Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTG Paguat Pohuwato di Gorontalo dengan daya 100.MW. Tanggal :03-06-16.

42. Presiden Jokowi ground breaking pembangunan PLTU unit IV Lontar di Kronjo Banten dgn daya 1×315.MW. Tanggal 10-06-16.

43. Presiden Jokowi meresmikan pembangunan MPP Jeranjang PLTG berdaya 2×25.MW di Gerung Lombok Barat NTB. Tanggal 11-06-16.

44. Jokowi menambah Terminal 3 Bandara Soetta Ultimate International yg bisa angkut penumpang 25 juta orang mengungguli Bandara Changi Singapore.

45. Setelah Indonesia merdeka 71 thn baru di era Jokowi warga perbatasan di Krayan Nunukan bisa beli Solar Pertamina dengan subsidi khusus seharga Rp.5.150,- per liter.

46. Warga Sungai Mandau, Kab.Siak selama 71 tahun baru saat ini menikmati aliran Listrik.

47. Warga Kab.Puncak Jaya Papua selama 71 tahun di era Jokowi ini dibangun SPBU pertama dengan harga Premium yg semula Rp.50.ribu, bisa turun ke Rp.6.500.per Liter.

Bani Nyinyir ➡ Coba mikir, "Nikmat apa lagi yang hendak kau dustakan..? Ini baru 4 tahun, bayangkan jika 10 tahun - Singapura lewat !!"

2019 - 2024 Jokowi adalah Kita.

Bersama Presiden Joko Widodo 

Monday, December 31, 2018

SRI MULYANI: MENTERI TERBAIK KARENA PRESIDEN NYA BAIK !

Sunday, December 30, 2018

Sri Mulyani Salut!!!! Tidak Ada Presiden di Dunia Seperti Jokowi

Thursday, December 20, 2018

Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri. Saya sangat mencintainya.


Testimoni B.J. Habibie mengenai Presiden Jokowi dalam buku Menuju Cahaya:

= Ia Teguh di dalam Niat Baik =

Saya mengamati gerak juang Presiden Jokowi dan saya akui saya kagum kepadanya. Sebagai orang yang juga pernah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia, saya tahu, tidak mudah memimpin Indonesia. Negeri kita memiliki persoalan yang kompleks di berbagai bidang: politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan sebagainya. Banyak sekali pekerjaan rumah yang tak terselesaikan dan senantiasa menjadi tantangan berat bagi Presiden Republik Indonesia.

Tapi, Jokowi dengan sangat tenang membuat strategi yang cerdas dan mengurai satu per satu permasalahan di negeri ini. Jelas tidak mudah. Tapi, ia konsisten dan penuh komitmen melakukan niat baiknya. Dengan teguh, ia laksanakan apa yang menurutnya akan menjadi hal terbaik bagi rakyat Indonesia dan ia buktikan itu dengan proses yang penuh kesabaran.  Ia begitu banyak melakukan perjalanan ke daerah untuk memastikan semua proyek dan program pemerintah bagi rakyat bisa terselesaikan dengan baik. Ia memastikan segalanya ada di rel yang baik.

Sepanjang itu, ia digempur oleh kritikan, caci maki, dan penghinaan. Tapi, inilah hebatnya, ia tetap teguh berjalan dan mampu menahan diri. Ia mampu mengelola emosinya sehingga segala serangan itu tidak mengubah diri dan niat baiknya. Ia hadapi keadaan yang tajam dan penuh guncangan itu dengan kesabaran yang luar biasa. Kerja keras, niat baik, dan kesabaran adalah ciri kepemimpinan Jokowi yang sangat menonjol. Indonesia di dalam kepemimpinannya sedang dibawa menuju arah yang baik. Oleh sebab itu, saya setuju buku ini diberi judul  Menuju Cahaya. Ya, kita memang sedang diajak melangkah menuju terang.

Tantangan berat di depan nanti adalah bagaimana membangun manusia Indonesia yang tangguh di dalam alam kemajuan yang sangat agresif dan mengelola kekayaan alam nusantara agar mampu menyejahterakan rakyat secara adil. Saya yakin, Jokowi akan sanggup menciptakan hal-hal indah dan mengagumkan bagi negeri ini. Sebagai mantan Presiden Republik Indonesia dan bagian dari rakyat Indonesia, saya berterima kasih memiliki presiden seperti dirinya.

Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri. Saya sangat mencintainya.
BJ.Habibie

*RAKYAT INDONESIA JUGA MENGENAL PRESIDEN JOKOWI* .


Rhenald Kasali
MENGENAL JOKOWI

*RAKYAT INDONESIA JUGA MENGENAL PRESIDEN JOKOWI*
.
Dari segi Ilmu Perubahan, memang sekali dalam seabad suatu bangsa mendapat anugerah pemimpin seperti ini .
Ciri cirinya antara lain :
1 ~ Berpikirnya sangat tidak biasa. Tetapi dia berani. Dia hadapi satu persatu dengan tenang dan tetap santun. Tak ada yang tahu mereka hanya bergantung pada doa ibu yang selalu mendoakannya .
2 ~ Seimbang antara strategi dan eksekusi. Tetapi kekuatannya pada eksekusi .
3 ~ Kalau dibilang dia pencitraan, sebenarnya itu tudingan dari orang-orang yang kehilangan pamor saja karena makin jauh tertinggal . Pemimpin Perubahan bergerak cepat sekali dan sulit dikejar. Makin jauh tertinggal makin ketakutanlah lawan-lawannya .
4 ~ Dia menjelajahi learning curve dengan keberanian dicerca karena memberi ruang untuk memulai yang baru. Segala yang baru itu pasti banyak masalahnya .
Jepang bangun industri otomotif skelas bemo, Korea jualan mobil nasional Timor, Sukoi jual pesawat komersial yang menabrak Gunung Salak saat uji coba.

Terminal 3 Soeta yang dibangun kontrator BUMN kita tersumbat salurannya saat dioperasikan, dan LRT buatan Inka sudah mogok 3 kali dalam satu bulan pertama. Tapi tanpa memberi kesempatan pada anak bangsa maka kita akan tergantung pada impor terus menerus. Dia berani memberi kesempatan dan menerima cercaan .
5 ~ Pemimpin seperti ini tak peduli mau dipilih lagi atau ngga. Baginya kekuasaan bisa hilang anytime. Dan kekuasaaan itu hanya ada kalau dieksekusi .
6 ~ Dia akan menghadapi orang orang yang tak mau berubah, dimusuhi mafia dan kaum munafik dan pihak pihak yang merasa kehilangan kesempatan .
7 ~ Hidupnya berada dalam ancaman, tapi dia jalan terus .
Abraham Lincoln yang menghapuskan perbudakan mati ditembak, Gandhi dan Luther King mati dibunuh,  dll. Tetapi mereka seakan tak peduli karena iman mereka setebal baja tahan api.
8 ~ Mereka dihina, difitnah dan dipersulit. Tetapi Tuhan selalu membukakan jalan saat saat semua orang kehilangan asa .
Tokoh tokoh besar semua menghadapi dilema yang sama. Mereka semua belajar dari teladan umat manusia, yaitu nabi nabi besar yang menghadapi dilema yang sama saat memperkenalkan kebaikan dan keberadaan Tuhan pada manusia yang menganggap Dia hanyalah " Fiksi ".
Nabi saja tak diakui di tanah kelahirannya, disalibkan, ditombak, dipaksa hijrah, diludahi dan dihina.
Awas hati hati . . . . . ❤
Memilih #JokowiLagi berarti anda ingin mewariskan sesuatu yang lebih besar kepada anak cucu kesayangan anda .
☆✍✍✍ CATAT 👆👆👆🇮🇩🇮🇩🇮🇩 ❤🌈🌈🌈👍🏻

Miliarder Rockefeller di Balik Penjarahan Kekayaan Alam Indonesia

Miliarder Amerika Serikat, David Rockefeller, meninggal pada usia 101 tahun pada Senin (20/3) waktu AS. Ia tercatat sebagai orang tua terkaya di dunia

Nama David Rockefeller kembali bergaung setelah berita kematiannya meramaikan pemberitaan dunia. Orang tua terkaya sekaligus cucu termuda John D Rockefeller meninggal dalam usia 101 tahun, Senin (20/3). Rockefeller ternyata merupakan sosok di balik masuknya sejumlah perusahaan multinasional ke Indonesia termasuk Freeport.
Dilansir dari Bloomberg, pada saat kematiannya yang diakibatkan gagal jantung, kekayaan Rockefeller bernilai 3,3 miliar dolar AS. Angka tersebut membuatnya menjadi orang terkaya ke-604 di bumi. Selain berprofesi sebagai ekonom di Chase National Bank, peraih gelar PhD di bidang ekonomi dari University of Chicago ini juga merupakan kolektor seni dan seorang filantropis.
Pada 2006, ia mewariskan 225 juta dolar AS untuk Rockefeller Brothers Fund yang didirikan bersama saudaranya pada 1940. Rockefeller Brothers Fund didirikan untuk mempromosikan perubahan sosial di seluruh dunia.
Tahun sebelumnya, ia menyumbangkan 100 juta dolar AS untuk dua lembaga New York, Moseum of  Modern Art yang didirikan ibunya dan Rockefeller University, sekolah riset kesehatan yang diawali oleh sang kakek. Pada 2008, Rockefeller memberikan 100 juta dolar AS untuk almamaternya Harvard University di Cambridge, Massachusetts.
Kematian David Rockefeller menutup satu bab sejarah keluarga tersebut. Dikenal sebagai 'the Brothers', David, Laurance, John, Nelson, dan Wintrop melintasi yang saling berpotongan, bisnis, politik, filantropi, dan seni. Tidak ada keluarga AS lain yang pernah melakukannya.
"Tidak ada individu yang telah memberikan kontribusi untuk kehidupan komersial dan sipil di New York City lebih lama dari David Rockefeller," ujar mantan wali kota New York City Michael Bloomberg.
Selain memberi dampak bagi AS, miliarder yang terkenal dengan kedermawanannya itu rupanya juga memiliki peran penting bagi arah pembangunan Indonesia saat ini.
Seperti ditulis jurnalis Australia John Pilger di the Guardian dan buku berjudul Tell Me No Lies, pada November 1967 digelar konferensi tiga hari yang disponsori Time-Life Corporation di Jenewa, Swiss dan dipimpin Rockefeller. Semua perusahaan raksasa mengirim perwakilannya seperti perusahaan-perusahaan minyak besar, bank termasuk Chase Manhattan, General Motors, Imperial Chemical Industries, British American Tobacco, Siemens, US Steel, dan banyak lainnya. Mereka menanti bagi-bagi sumber daya alam dari presiden baru yang dianggap Richard Nixon hadiah terbesar dari Asia Tenggara.
Di seberang meja, ekonom pro-AS yang diutus Soeharto menyetujui pengambilalihan perusahaan dari negara mereka sektor per sektor. Freeport mendapat gunung tembaga di Papua Barat, konsorsium AS/Eropa mendapat nikel, dan perusahaan raksasa Alcoa mendapat sebagian besar bauksit Indonesia.
Tidak hanya itu, perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang, dan Prancis mendapat jatah hutan tropis Sumatra. "Ketika penjarahan itu selesai, Presiden AS ke-36 Lyndon Johnson mengirim ucapan selamat," ujarnya.
https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis-global/17/03/21/on5p2e382-miliarder-rockefeller-di-balik-penjarahan-kekayaan-alam-indonesia

Wednesday, December 12, 2018

5 Puja puji Presiden Trump dan para tokoh dunia pada pengelolaan ekonomi ala Jokowi


Menko Polhukam Wiranto pernah menyebutkan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mampu bertahan di tengah krisis global. Hal itu merupakan pencapaian dari program Nawacita Presiden Jokowi.

Sayangnya, kata Wiranto, keberhasilan mantan Gubernur DKI Jakarta itu justru tak dilirik masyarakat. Presiden Jokowi justru dihujat oleh warganya sendiri. 

"Presiden Jokowi itu pemimpin yang baik dalam memimpin negara. Tapi di dalam (negeri) dihujat, disebut diktator tidak demokrasi," katanya saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Nasional Junior Chamber International.

Sebaliknya, lanjut Wiranto, Presiden Jokowi menuai pujian di dunia internasional lantaran mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi global yang tengah lesu. Hal itu diungkapkan Wiranto setelah melihat hasil survei yang dilakukan oleh negara luar.

"Presiden kita Jokowi dalam survei internasional adalah pemimpin yang terbaik yang mampu membawa negara pada periode sekarang ini," ungkapnya.

Karenanya, dia memandang Indonesia seharusnya tetap bersyukur dengan kondisi ekonomi saat ini yang stabil. "Kita masih bisa bertahan. Kita harus bangga Pemerintah bawa bahtera ekonomi kita mampu bertahan seperti ini," tandasnya. 

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah puja puji para tokoh dunia pada kondisi ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Selamat membaca.


1. Presiden Donald Trump
Merdeka.com - Indonesia dinilai berhasil memadukan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sehingga mendapat pujian dari Presiden Amerika Serika Donald Trump. Presiden AS Donald Trump memuji Indonesia saat berpidato dalam pembukaan APEC bahwa Indonesia selama beberapa dekade telah membangun institusi domestik dan demokratis untuk mengelola hingga dari 13.000 pulau.

"Kita berhasil mengkombinasikan antara pertumbuhan dan equity (pemerataan), himbauan Presiden Jokowi di ABAC misalnya internasionalisasi UMKM, kemudian akses kepada modal itu juga adalah yang disampaikan pesan kepada para anggota APEC," kata Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir.

Menurut Trump, sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengeluarkan diri mereka dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan pesat di G20. Apalagi Indonesia saat ini adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

"Kita ingin agar tampil sebagai negara yang bisa mengombinasikan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan bertumpu pada UMKM, ini yang coba ditampilkan dalam pesan presiden karena itu sejalan dengan inklusivitas pembiayaan yang menunjang pertumbuhan kita," tambah Fachir.

2. Direktur IMF Christine Lagarde
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, menjelaskan Direktur IMF Christine Lagarde mengapresiasi fundamental ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Bahkan, Luhut menyebut di jajaran G-20, Indonesia menempati posisi nomor tiga.

"Di dalam G-20, India, China, Indonesia meski memang dalam basis data keekonomian kita jauh lebih baik dari India dan China," katanya.

Menurut Menko Luhut, Presiden Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang berbeda karena memahami ekonomi makro secara detil dan dinilai bekerja dengan hati.

3. Chairman Forbes Media Steve Forbes
Merdeka.com - Chairman and Editor in Chief Forbes Media, Steve Forbes memuji Presiden Joko Widodo sebagai salah satu tokoh perubahan yang memberi banyak perubahan terhadap pembangunan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, mantan Wali Kota Solo tersebut adalah orang dengan latar belakang yang tepat untuk membangun perekonomian Indonesia.

"Presiden Jokowi adalah reformis yang sudah membangun Indonesia. Sebelum dia memasuki dunia politik, dia wirausahawan. Dia tahu bagaimana hal terjadi di pasar, miliki bisnis mebel dan dia frustasi dengan birokrasi, dan dia melakukan sesuatu, dia tidak mengeluh dan justru melakukan yang baik. Dia seorang Wali Kota sukses di Solo dan Gubernur. Dia mengambil pendekatan sebagai wirausahawan saat jadi presiden," ujarnya.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga dinilai telah memberi kemudahan kepada dunia usaha. Salah satunya melalui pemotongan izin yang dinilai terlalu lama dan panjang. "Dia juga mengeluarkan program amnesti pajak, dia menetapkan target 7 persen yang membuat Indonesia sebagai salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia."

4. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim
Merdeka.com - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memuji Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Indikatornya ialah pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berada di angka lima persen ditengah gejolak dunia.

"Indonesia memiliki pertumbuhan lebih dari 5 persen yang akan membuat iri mayoritas negara dunia," ujarnya dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka.

Dia mengatakan Indonesia adalah negara penting bagi dunia. Maka dari itu, Bank Dunia ingin bekerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta.

"Kami akan menunjukkan seberapa cepat sebuah negara berkembang dapat beralih dari status rendah ke menengah ke atas. Kami percaya bahwa itu mungkin di sini (Indonesia)," katanya.

5. Presiden ADB Takehiko Nakao
Merdeka.com - Presiden Asian Development Bank (ADB), Takehiko Nakao, memuji pemerintah Indonesia atas kebijakan ekonomi yang telah diambil di tengah ketidakpastian dunia. Sebab, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh hingga 5 persen.

"Saya ingin sampaikan bahwa saya sangat terkesan dengan komitmen dari pemerintah dan Presiden Jokowi terhadap reformasi kebijakan," tuturnya.

Menurutnya, berbagai kebijakan dalam paket yang dikeluarkan oleh pemerintah mampu untuk menarik minat investor untuk dapat berinvestasi di Indonesia. Hal ini pun mampu dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.
https://www.merdeka.com/uang/5-puja-puji-presiden-trump-dan-para-tokoh-dunia-pada-pengelolaan-ekonomi-ala-jokowi/presiden-adb-takehiko-nakao.html

Friday, September 14, 2018

Analogi "Thanos Infinity War", Pidato Terkeren Pemimpin Dunia, Mungkinkah Ada Peran Erick Thohir?

Analogi "Thanos Infinity War", Pidato Terkeren Pemimpin Dunia, Mungkinkah Ada Peran Erick Thohir?

Berpidato di hadapan para pemimpin dunia dalam World Economic Forum (WEF) 2018 di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018), Presiden Jokowi menggunakan perumpamaan yang sangat milenial. Ia mengambilnya dari film "Avengers:  Infinity War" atau komik Marvel, terutama karakter Thanos yang menghancurkan dunia demi menguasai sumber daya di dunia untuk menegakkan kejayaannya.
Banyak yang menyangka Presiden sedang menyerang Donald Trump melalui perang dagangnya. Trump (Amerika Serikat) ingin menang sendiri. Melalui kebijakan proteksionis, Donald Truump berusaha mengembalikan kejayaan ekonomi Amerika Serikat dengan mengorbankan kestabilan ekonomi dunia.
Namun presiden kemudian menjelaskan, Thanos bukan monopoli Amerika Serikat. Thanos ada dalam diri setiap orang dalam bentuk paham atau gagasan bahwa kemenangan hanya bisa diraih dengan mengalahkan yang lain.
Ini adalah prinsip kompetisi yang menjadi semangat dasar kapitalisme. Yang satu menang berarti yang lain kalah.
Dalam kapitalisme, ke dalam negeri tugas negara hanya menyediakan ruang pertarungan terbuka bagi aktor-aktor ekonomi untuk mengembangkan segala daya yang dimiliki untuk menang dalam persaingan. Logikanya jika tiap-tiap orang berusaha semaksimal mungkin untuk keluar sebagai pemenang, dan mengalahkan yang lain, total output masyarakat akan meningkat.
Sementara ke luar negeri, negara bertindak sebagai perpanjangan tangan aktor-aktor ekonomi dominan di negerinya untuk bersaing melawan negara-negara lain  demi menguasai sebesar-besarnya sumber daya ekonomi dunia: bahan baku, energi, modal, pasar, ilmu pengetahuan, dan tenaga kerja.
Konsekuensi kapitalisme adalah ada winners dan lebih banyak lagi losers. Para pemenang akan terus bertambah kuat dan terus saja menjadi pemenang. Kaum yang kalah akan kian tersingkir dari persaingan dan jumlahnya terus bertambah banyak, menghasilkan struktur piramida masyarakat yang kian lancip.
Jokowi ingin mengganti itu, mengganti prinsip persaingan, prinsip menang-kalah, mental dasar Thanos itu dengan semangat kolaborasi, semangat gotong-royong, kemitraan.
Inilah semangat sosialisme genuine yang coba dikembalikan oleh negara-negara di Amerika Latin yang menyebutnya sebagai Sosialisme abad 21. Ini juga semangat ekonomi Pancasila yang Soekarno sebut sebagai sosialisme Indonesia.
Prinsip ini berbeda dibandingkan sosialisme Uni Soviet era Stalin yang didasarkan pada perencanaan terpusat oleh negara. Perencanaan terpusat oleh negara hanya akan menghasilkan kapitalisme baru, kapitalisme negara.
Dalam ekonomi gotong royong tiap-tiap individu didorong untuk berpartisipasi, untuk bermitra.  Hal inilah yang akan dilanjutkan dalam Nawacita II, yang oleh Ma'ruf Amin disebut arus baru ekonomi Indonesia, ekonomi keumatan yang semangat dasarnnya adalah kemitraan antara yang kuat (pengusaha-pengusaha besar) dan yang lemah (ekonomi kolektif rakyat: pesantren, koperasi-koperasi, kelompok-kelompok usaha binaan gereja).
Saya ingat, pada pemilu 2014, ketua jurusan ilmu politik sebuah kampus di Kupang minta saya bersama seorang sosiolog Univ. Birmingham dan seorang direktur LSM bicara tentang perbedaan platform Jokowi dan Prabowo. Seorang penanya menelepon, menanyakan pendapat kami soal kabar jika gagasan-gagasan Jokowi itu sosialis.
Saya jawab, pada dasarnya baik gagasan-gagasan Prabowo pun Jokowi menentang kapitalisme neoliberal. Ada jejak sosialisme pada gagasan kedua tokoh visioner ini. Yang berbeda adalah pada Prabowo kita melihat kecenderungan kuat ekonomi perencanaan terpusat yang dipakai Uni Soviet dan China era Mao. Pada Jokowi yang lebih dominan adalah gagasan partisipasi komunitas-komunitas rakyat dan koperasi seperti sosialisme abad 21 Amerika Latin.
Diferensiasi gagasan ekonomi kerakyatan dua tokoh ini masih berlaku hingga kini. Dalam gagasan ekonomi konstitusional Prabowo yang berlandaskan Pasal 33, peran sentral perencanaan negara masih sangat kuat. Demikian pula gagasan ekonomi gotong royong Jokowi kian kuat aroma partisipasi komunitasnya, terutama oleh apa yang Ma'ruf Amin katakan sebagai ekonomi keumatan yang berbasis kemitraan vertikal pengusaha besar dan usaha kolektif rakyat.
Bahwa hingga kini wujud dari ekonomi gotong royong itu belum sungguh jadi wajah utama perekonomian Indonesia, kompleks sebabnya. Salah satunya adalah sempitnya ruang fiskal pemerintah yang hanya menyediakan pilihan-pilihan kebijakan yang terbatas. Namun bertumbuhnya BUMDes bisa saja salah satu indikator kita sedang mengarah ke sana.
Mungkinkah ada peran Erick Thohir?
Gagasan ekonomi Pancasila alias ekonomi gotong royong alias sosialisme Indoonesia tentu merupakan gagasan lama, gagasan yang Jokowi ambil dari Soekarno. Namun menggunakan Thanos dalam infinity War sebagai perumpamaan untuk menyampaikan hakikat kegagalan kapitalisme adalah sungguh kreatif, benar-benar sesuatu yang baru.
Gara-gara perumpamaan Thanos itu, pidato Jokowi--yang sebenarnya sarat muatan ideologis--jadi terasa cerah ceria, khas milenial.
Tidak salah menduga ada peran Erick Thohir dan kaum muda lain dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi di balik pidato ini. Jika toh bukan Erick Thohir dan rombongannya yang menyumbangkan perumpamaan ini, bisa saja para peracik pidato itu dipengaruhi semangat milenial yang dibawa masuk Erick Thohir ke lingkaran Joko Widodo.
Ini kejutan yang sama seperti konsep Presiden muncul dalam upacara pembukaan Asian Games mengendarai motor. Spontan. Anti-protokoler baku. Anti-kelaziman mapan. Segar, penuh simbol yang akrab bagi kalangan milenial.
Ya, saya duga demikian. Bergabungnya orang-orang kreatif seperti Erick Thohir ke dalam lingkaran istana membawa semangat baru. Memang bukan soal konten, melainkan soal kemasan, dan itu penting sebab seringkali konten hanya bisa diterima jika dikemas menarik.
Sumber:
CNBCIndonesia.com (12/09/2018) "Jokowi Sebut Ada 'Thanos' yang Mau Hancurkan Ekonomi Global!"
Source : https://www.kompasiana.com/tilariapadika/5b99c1ca6ddcae2a4d656e82/analogi-thanos-invinity-war-salah-satu-pidato-terkeren-pemimpin-dunia-pidato-jokowi?page=2

Wednesday, September 12, 2018

Manifesto Fastabiqul Khoirot untuk Relawan Timses Jokowi se-Nusantara



Manifesto Fastabiqul Khoirot untuk Relawan Timses Jokowi seNusantara

Sampai titik ini kita mestinya sudah tau, Prabowo itu pakai taktik sama persis dengan Donald bin Trump. Taktik Trump sudah banyak dikaji dalam diskursus politik praktis di mana-mana; bukan cuma di Amerika. Yaitu taktik propaganda baru yang sampai sekarang belum dikasih nama; saking aliennya. Ana kasih nama Propaganda Tebal Muka.

Sebenarnya bisa dirunut sanad taktik ini sampai ke Heinrich Himmler, yaitu Harmokonya Hitler; dengan fatwanya yang masyhur : "Kebohongan yang disampaikan terus-menerus, akan diterima sebagai kebenaran."
Tapi nyatanya tidak sesederhana itu. Trump tidak sekedar pakai taktik hipnotis ala Himmler. Yang diamalkannya lebih mirip dengan gaya Vladimir Putin di Rusia. Yaitu menampilkan karakter pembohong justru sebagai tanda kekuatan. Kasarnya, "Ya gua bohong; trus lu mau apa?"
Putin berhasil membuktikan, ternyata gaya seperti itu laku keras diantara Bani Rusiyyin. Di mata umat yang cuma peduli dengan kekuatan, persetan dengan kebenaran, ternyata tampil sebagai antagonis justru nilai tambah.

Masalahnya, ini kan bani komunis. Memang sifatnya begitu. Bagaimana kalau diamalkan di Amerika, musuh sejati komunisme; apa berhasil? Trump membuktikan, ternyata sukses besar. Dia tidak perlu punya visi apa-apa, tidak perlu punya program, bahkan tidak perlu pintar. Setengah pintar pun tidak perlu. Justru sebaliknya : saat lawan tampil rasional dan waras, dia justru tinggal pasang tampang bloon dan ngomong sembarangan; sejauh mungkin menjauhi akal sehat; segoblok-gobloknya.
Di mata bani republikan poros kanan, ini justru pemandangan yang memukau.
Logikanya begini : sudah keluar modal banyak buat nyapres, kok gayanya asal bunyi begitu, pamer kegoblokan begitu, kok tidak takut kalah? Wah berarti orang ini kuat sekali. Dialah Sang Ratu Adil Satria Piningit yang kita tunggu-tunggu selama ini !
Maka bani republikan pada bersatu, berikrar dalam senyap, tabah dibuli di medsos, memilih dalam diam, dan menang.

Dari sini kita bisa selipkan satu kesimpulan sekunder : bani republikan yang kapitalis itu ternyata kok sama selera dengan bani komunis Rusia. Ekstrim kanan ternyata sama selera dengan ekstrim kiri. Sama-sama ekstrim ternyata memang sama gobloknya.

.
Kembali ke Asus ROG G55VW Intel Core i7 RAM 8 GB nVidia GTX 660.

Salah satu faktor dominan yang bikin Trump menang, selain taktik propaganda tebal muka itu, adalah aksi golput pemilih kulit hitam Amerika. Sebab calonnya cuma dua, dua-duanya bule.
Apa yang dibilang Trump setelah menang? "Terima kasih ya warga kulit hitam, berkat you golput akhirnya saya menang."

Itu baru awalnya. Makin kemari Trump makin menjauh dari waras. Tidak perlu berpanjang-panjang ana ulas contoh-contoh konkritnya; ente gugling saja. Apa yang terjadi? Pendukungnya justru makin menguat imannya kepada sang imam.
Sama seperti di sini, kegoblokan mereka itu juga menuai ejekan, cemoohan, bulian dari seantero negeri; bahkan seantero bumi.

Pertanyaannya sekarang, apakah dengan ditertawakan rame-rame itu mereka jadi bertaubat?
Nyatanya tidak. Justru mereka makin haqqul yakin dengan kegilaannya.

Trump, seperti kerap ditiru Prabowo, sering mengajak pendukungnya meninggalkan media mainstream. Semua media besar disebutnya fake news. Semua bohong, katanya. "Hanya kami yang benar."
Tidak perlu bukti, tidak perlu nalar, tidak perlu waras. Cukup ngomong saja.

Fenomena Trump dan pendukungnya itu berbanding lurus dengan fenomena Anies Baswedan di DKI. Prabowo sedang mengamati sambil jalan, dan makin kemari ia makin yakin bahwa taktik ini layak dibawa terus ke level nasional. Percobaan pertama boleh gagal, tapi percobaan kedua nanti, dengan disertai studi banding Anies di DKI, sangat layak diperhitungkan kansnya.

.
Di sinilah perlunya pergantian taktik kita. Seperti judul manifesto ini. Fastabiqul Khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Konkritnya, ana mengajak segenap relawan berhenti mengikuti alur kampanye lawan. Jangan ladeni lagi pancingan-pancingan duo badut itu. Biar mereka jumpalitan bikin kegoblokan satu ke kegoblokan selanjutnya, kita mesti belajar puasa bereaksi.
Kenapa? Karena semakin mereka digoblok-goblokkan, justru umatnya semakin yakin bahwa mereka orang benar.

Maka pergantian taktik kita, kita harus mulai merangkul umat pemuja Prabowo ini. Kita tidak usah lagi berusaha menunjukkan betapa benar Jokowi dengan segala kerjanya. Kerja Jokowi itu bukan untuk dipuji; melainkan untuk dinikmati, oleh semua - baik pendukung maupun penentangnya. Itulah definisi "adil".

Jangan disebut-sebut terus. Anteng saja, biarkan mereka makan dalam diam. Biarkan mereka pakai jalan tol dalam diam. Biarkan mereka dengar sendiri kabar dari kerabatnya di kampung; bahwa sekolah-sekolah yang hampir ambruk itu sudah dibangun. Jangan dengarnya dari kamu; nanti tersinggung. Nanti marah. Kalau marah, gelap mata. Tidak bisa melihat kebenaran.

Kurangi mengabarkan amalannya Jokowi, dan mulailah kamu beramal sendiri. Mereka tidak perlu dikasih tau bahwa Jokowi itu benar. Cukup kamu saja yang jadi orang benar. Kalau ada apa saja yang tidak beres di sekitarmu, kamu yang bereskan. Kalau tidak bisa bereskan, laporkan. Lalu kawal. Jangan cuma share. Tunjukkan bahwa kamu orang benar, dan cukup mereka tau siapa yang kamu pilih. Itu saja.

Ana dulu waktu 2014 juga ternyata lebih berhasil memprospek swing voters dengan cara begini. Semua mantan Prabower yang berhasil ana alihkan, semua dengan washilah amalan darat. Dengan contoh nyata, bukan retorika.
Retorika di medsos, bukan tidak berguna. Ada manfaatnya; tapi cuma untuk pengguna internet saja. Segala propaganda fitnah hoax pembodohan itu memang harus terus ditentang di medsos; tapi kamu harus tau, amalan itu sedikit sekali faedahnya dalam dakwah pemprospekan swing voters. Yang paling berhasil itu fastabiqul khoirot, di darat.

Maka demikian. Kurangi ejek-ejekan, perbanyak kebaikan.
Laksanakan.
Fritz Haryadi

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)