Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Ahok BTP. Show all posts
Showing posts with label Ahok BTP. Show all posts

Saturday, October 24, 2020

BERITA TERBARU / TERLALU BERANI.! P4KS4 KELUAR SARANG, AHOK LAGI² HAD4PI MUSUH BESAR


BERITA TERBARU / TERLALU BERANI.! P4KS4 KELUAR SARANG, AHOK LAGI² HAD4PI MUSUH BESAR

Thursday, September 24, 2020

AHOK BTP BIKIN PANAS DINGIN

 

AHOK BTP BIKIN PANAS DINGIN
BTP' bicara 'membongkar' Pertamina, heboh. Ucapannya dianggap tidak sepantasnya karena diucapkan bukan di intern tapi pada tayangan di media sosial..
Bikin gaduh..
Politisi Gerinda, Andre Rosiade lalu men-tweet, di Twitter..
Pak Presiden @jokowi yg sy hormati, setelah melihat kinerja dan perilaku saudara @basuki_btp sebagai Komut @pertamina. Sy usulkan ke pak @jokowi dan pak Menteri @ericktohir utk mencopot saudara btp dari jabatannya krn menimbulkan kegaduhan dan Kinerja yg bersangkutan juga biasa2 saja.
Selasa (15/9/2020).
Permintaan penting yang dilakukan anggota Komisi VI DPR ini dan ditujukan pada Presiden Jokowi dan Menteri BUMN, Erick Tohir, yang disampaikan bukan pada rapat komisi tertutup tapi lewat cuitan terbuka di media sosial, bikin heboh.
Kicauannya bak gayung bersambut . Sambutan merdu pun keluar.
Spenta Mainyu : Ini anggota @DPR_RI wakil rakyat dari mana ya kelakuannya katrok spt ini, @DPR_RI punya saluran resmi utk bicara dng menteri dan presiden. Tolong Pak @prabowo diingatkan anak buahnya.
IG: Narkosum :
Pak @prabowo yg sy hormati, setelah melihat kinerja & perilaku sdr @andre_rosiade sbg anggota DPR dr @Gerindra, Sy usulkan ke bpk utk mencopotnya dr kader Gerindra krn suka bikin gaduh. Mosok sekelas DPR cuma bisa gerebek PSK. Lagian Kinerja yg bersangkutan jg sangat biasa2 saja.
Pasaribu Margaku: Wuahahahaha (emoticon ngakak) Lah lu ngejebak psk,yg skrg kena tuntutan 5 bulan penjara,kejam g lu,gaduh g lu,,kacau emg otak lu ..CC @prabowo
RW : Ndreeee....Ndre @andre_rosiade Qualitas Sampean Jauh Sama Sosok Pak @basuki_btp bongkar borok @pertamina Dibilang GADUH giliran seorang Anggota Dewan GADUH ngurus Selangkangan udah Kaya Tugas Satpol PP Apa Yg Dibanggain Ndre..Apa Kehilangan Jatah Jg Neh..?
Danny Njoo: Ya logic nya aja... kalo emang sesuatu itu bener dan sesuai aturan, ya mana mungkin lah pak ahok bikin gaduh! Dia baru gaduh kalo emang ada sesuatu yang gak beres dan itu emang tugas nya buat ngeberesin apa yang gabener di pertamina!
Kiabangijo: Mantap! Kalau @andre_rosiade udah ngomong begitu artinya sdh benar BTP di Pertamina. Yg bikin kacau di sana udah gelisah dan cemas, jadi ngadu ke DPR. Indikator valid Presiden on the right track menggulung mafia minyak.
Tapi dari sekian cuitan indah, ada satu cuitan menarik. Sepertinya untuk disandangkan pada Komut Pertamina, BTP[ https://politikandalan.blogspot.com/2020/09/ahok-btp-bikin-panas-dingin.html ]
Muh Kaidir SJ : Menjadi whistle blower adalah sesuatu yang positif. Beberapa tokoh yang menjadi Whistle Blower bahkan pernah difilmkan.
Pertanyaannya, betulkan BTP seorang Whistle Blower ?
Bagi sebagian orang, BTP barangkali seorang Whisle Blower yang sangat dibutuhkan.
Sedang bagi sebagian lainnya, tidak.
Karena peraih penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award 2013 untuk kategori Pimpinan Daerah ini, dianggap sebagai pembuat kegaduhan yang harus disingkirkan.
Ahok memang dikenal sebagai orang yang lantang berbicara mengungkap ketidakbenaran alias penyimpangan.
Lantang dalam pengertian tidak takut bicara untuk kebenaran, sekali pun semua orang menentangnya..
Contohnya, satu kegaduhan besar pernah terjadi pada tahun 2015 di era kepemimpinannya sebagai gubernur.
Dikenal sebagai kasus Dana Siluman.
Ahok menemukan anggaran siluman sebesar Rp12,1 Triliun yang disebut untuk membeli "uninterruptible power supply" (UPS) di tiap kelurahan di Jakarta Barat.
Temuan dugaan korupsi APBD DKI 2015, ia laporkan pada KPK.
"Ini bukti yang kita bawa bukti yang ditandantangani DPRD semua. Kami temukan ini menyimpang dari KUA PPAS yang kami tanda tangani, ini bukti sangat jelas. Biar KPK saja yang melakukan penyidikan semua bukti-bukti ini."
WartaEkonomi, 27/2/2015
Sebelumnya telah dilakukan rapat mediasi yang berakhir ricuh, namun kericuhan tersebut bukan berasal dari Gubernur DKI, tapi dari anggota DPRD . Merdeka.com 5 /3/ 2015
Saat itu karena sedang riuh, Ahok meninggikan nada bicaranya dan menunjuk Walikota Jakarta Barat Anas Effendi untuk menjawab pertanyaannya. "Apakah Anda membahas UPS Rp 4,2 miliar per kelurahan di Jakarta Barat, jawab!"
Terjadi kericuhan karena anggota DPRD tidak terima dgn pertanyaan Ahok. Tanpa pengeras suara, para Anggota Dewan Terhornat , ramai ramai menyerang Ahok. Usai, Ahok pamit. Tapi rupanya pertanyaan itu sangat mengganggu, mereka meneriaki Ahok..
Woiii.. Anjinggg..!! Lawan.. ! Lawan !!
Ahok pun keluar lewat pintu belakang dengan pengawalan
Jadi, ucapan BTP tentang Pertamina bukanlah yang pertama kali yang ditanggapi dengan gaduh karena telah pernah ada kasus dana siluman Rp 12,1 T untuk anggaran pembelian UPS.
Tapi apakah Ahok tersinggung disebut anjing?
"Saya anjing penjaga asset warga Jakarta dari maling.."
Ahok BTP tampaknya tidak bisa lepas dari ucapannya yang telah mendarah daging..
“Saya tidak akan tega makan duit rakyat seperti itu, sekalipun bukan saya yang makan. saya di sumpah untuk mengelola uang rakyat ketika masuk disini. Kalo saya harus terjungkal, tidak jadi gubernur pun saya puas karena dalam hidup saya, saya tidak akan menghancurkan nurani saya.”
Lantas kalau sudah begitu, bisa bilang apa lagi pada peraih Penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award ini selain,
"Selamat datang kembali Ahok BTP.."
Anda tidak akan sendirian..
ricke senduk/btr
(Kolose) Insta basuki_btp, Istimewa)
Source: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=165231228534765&id=107645140960041&scmts=scwspsdd&extid=LiMNnHZ9uODrGNvk

Wednesday, September 23, 2020

AHOK MEMANG "PELIT" DARI DULU

 
RP 500 M UNTUK BTP BEBENAH ?

Ada yang tanya di medsos. "Kenapa Ahok, ngegrutu Peruri 500 M, paperless. Jadi gak ngerti, kenapa ya?"

Jawabannya, sih gampang. 
Dari dulu, Ahok terkenal pelit. Memang ada yg pernah bilang Ahok royal? Gak ada.  

Uang rakyat diirit -irit. Tidak untuk foya foya apalagi untuk bancaan. Bukti pelitnya, sampai 3 saksinya:
1, Simpang  Susun Semanggi,  
2, Revitalisasi Lapangan Banteng, 
3,  Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo
       
Saking pelitnya, tidak sepeser pun uang rakyat dikeluarkan untuk 3 bangunan monumental tersebut.     

Dan ternyata pelitnya sampai sekarang tidak berubah..
Jadi, gak usah heran..

Tapi dari pembicaraan video kemarin, semuanya bisa dimengerti kecuali paperless dan Peruri.
Apa hubungannya Pertamina dengan Peruri? Jaka Sembung...

Jalan pikiran BTP sering bikin bingung. Bicaranya A, tapi lompatan pikirannya sudah ke Z
Kemana kira kira sasaran BTP?
Barangkali perlu dirunut dulu ..

Mendengar ucapan BTP tentang paperless, jelas BTP sedang mempersiapkan langkah besar utk Pertamina yang 'konvensiona'l ini.

Sepertinya, BTP akan melakukan terobosan revolusioner pada Pertamina dengan menerapkan sistim digital, paperless..

Paperless adalah cara kerja yang penggunaan kertasnya bukan saja dikurangi, bahkan ditiadakan sama sekali.

Bolpen tidak akan lagi memegang peran utama karena peranannya akan diambil alih oleh komputer dan gawai dan dokumen- dokumen akan disimpan dalam format file digital.
     Semua yg harus ditangatangani, baik dokumen penjualan, pembelian, kontrak, notulen dan lainnya, akan berupa tanda tangan digital.

Lantas, apa hubungannya paperless-nya  BTP dengan Peruri ?

Pertamina akan menggunakan Peruri Sign, tanda tangan digital yang diterbitkan Peruri yang telah tersertifikasi, sah secara hukum. Peruri Sign, platform milik Peruri dan penggunaannya mudah.

Ini beda dgn yang ada pada aplikasi lain atau memakai pen elektrik atau dipindai krn tidak ada sertifikasinya.

Saat ini, Peruri memang satu- satunya BUMN Penyelenggara Sertifikasi Elektronik yang telah terdaftar dan tersertifikasi di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika  Republik Indonesia melalui SK nomor 790 Tahun 2019.
Kompas.com 4 /5/2020

Sistim paperless memberi banyak keuntungan pada perusahan.     
     Misalnya, dari segi pengeluaran. Paperless mampu memangkas 60 persen biaya dibanding penggunaan kertas dan ramah lingkungan. 
     Selain itu, menghemat ruang kerja karena dokumen dokumen disimpan dalam file digital.

Dari segi efisiensi waktu..Tidak perlu lagi buang waktu mondar mandir saat sedang di luar kantor karena berkas cukup di 'sent ,' untuk ditandatangani digital lalu di 'sent' kembali. 
       Alasan sedang tidak di kantor atau bahkan sedang di luar negeri hanya akan jadi sekedar alasan basi.

Tapi kalau melihat BTP berkeras menerapkan sistim paperless, pasti BTP sudah mempelajari bahwa  manfaatnya bukan hanya sebatas efisiensi saja..

Mengejutkan.. !  Ternyata dengan diberlakukannya sistim paperless , kebocoran yang bisa terjadi pada penggunaan kertas, misalnya, memalsukan tangan dokumen penjualan atau pembelian, tidak akan terjadi jika tanda tangan sudah berupa digital.

Karena tanda tangan digital memiliki sifat layaknya sidik jari yaitu hanya 1 tanda tangan yang identik. Setiap tanda tangan memiliki algoritma masing- masing yang dikeluarkan oleh Certification Authority (CA) sehingga kemungkinan untuk dipalsukan mendekati nol.
       Cara ini mampu menyelamatkan pencurian uang Pertamina.

Kalau pun sampai terjadi korupsi,  maka mulai pada hari transaksi dilakukan yang proses tanda tangannya harus melalui server,  pelaku akan hidup was was karena  bukti kejahatannya tersimpan di server.. 

Apa pun yang dilakukan, baik menandatangani atau mengubah dan pada siapa ditujukan, filenya akan terecord, tersimpan di server yang kemudian dengan rajin akan mengirim laporan laporan tersebut . Dan ini semua tidak bisa dihapus.

Jika selama ini ada koruptor yang lolos karena bukti2nya dihilangkan , maka dengan tanda tangan digital itu tidak bisa lagi terjadi. 
Cukup minta bukti file dikirim kembali... tidak bisa disangkal

Menerapkan sistim paperless dan tanda tangan digital pada Pertamina, ibetul betul pemikiran yang luar biasa. 2 jempol untuk gagasan BTP.

Kalau boleh usul pada pak Jokowi, ide ini bagus sekali untuk diterapkan karena sistim tanda tangan digital ini
mengunci semua pelaku pencurian atau koruptor utk masuk.

Salut pada langkah langkah BTP untuk terobosan revolusioner anti penyangkalan ini..
(tapi kog Rp 500 M ya.. Itu 0,5 T)

Semoga saja tidak ada yang berniat menjegal upaya BTP menutup keran keran kebocoran demi kemajuan Pertamina.

Tuesday, June 23, 2020

Ade Armando: SEBAGAIMANA AHOK, PSI JUGA AKAN DIHABISI


Tuesday, January 7, 2020

Apa Bedanya Ahok dan Anies saat Menghadapi Banjir?


Dulu kalo Jakarta banjir, Ahok akan kena maki-maki. Dasar gubernur guoblok..gubernur somplak..gubernur gak becus...gubernur gak bisa kerja. Mulutnya penuh comberan pantas Jakarta jadi comberan.

Lalu tokoh ulama dengan sinis mengeluarkan cuitan seperti AA Gym dengan cuitannya. Katanya "
"Innaalillahi, Jakarta banjir lagi, semoga nanti Ada pemimpin Jakarta yang rendah hati, tak ujub takabur merasa sudah banyak berbuat,".

Dasar Ahok si keras kepala. Ia jawab dengan konsistensi terjun 24 jam mengawasi banjir. Ahok kerja keras membereskan masalah hulu dan hilir banjir yang selama ini mendera warga Jakarta.

Ahok dengan tegas memindahkan warga pinggir kali ke rumah susun. Ia bersikeras akan menggusur rumah2 liar yang mempersempit DAS Daerah Aliran Sungai. Ia tak peduli meski harus kehilangan potensi suara dari daerah kumuh itu.

Kampung Pulo, Kalijodo berhasil dengan baik direlokasi. Semua parit, gorong gorong dibersihkan. Endapan pasir tanah yang mendangkalkan drainase dikuras hingga bersih.

Pompa-pompa raksasa siap sedia saat be yang selalu rutin terjadi di Kampung Pulo yang menelan korban, bisa diatasi. Biasanya Kelapa Gading menjadi lautan air akhirnya hanya genangan yang cepat kering.

Konyolnya hasil kerja keras Ahok  dengan enteng dikomentari kadrun "halahhh..emang curah hujan Jakarta lagi rendah kok...masih banyak banjir kok dibeberapa titik. Gitu aja sudah sok.."

Nah Malam Tahun Baru 2020 hujan melanda Jakarta. Hujan deras itu membuat Jakarta kebanjiran.  Banjir besar merendam ribuan rumah.

Rumah artis Yuni Shara yang tidak pernah disapa banjir akhirnya kena juga. Paling parah di Jakarta Timur. Pool Taxi Blue Bird bagai danau. Bahkan Bandara Halim Perdana Kesuma terpakaa ditutup karena landasan pacunya jadi lautan.

Apa yang terjadi? Dengan santai pemuja Anies  bilang...."semua sudah takdir...banjir itu sudah suratan Ilahi... Kita tidak bisa melawan kehendak Ilahi. Ini cobaan, kita mesti pasrah atas semuanya. Tawakal".

Bagaimana dengan AA Gym yang dulu sinis sama Ahok? Mingkem. Hilang. Hihihi.

"Begini...volume hujan yang turun ke bumi harus dihitung cermat. Kualitas air yang jatuh ke bumi harus diukur berdasarkan kebeningan buliran air. Setiap hujan itu selalu berbeda intensitasnya. Itu artinya cara dan pengelolaannya juga harus tepat. Tidak bisa sama dan buru2. Jumlah air harus bisa ditentukan volumenya agar saat turun kita bisa memperkirakan kecepatan air masuk ke dalam tanah. Sebagian kita alirkan ke tempat yang telah kita tentukan. Faham ya".

Tuhh kan...kalian aja yang cupet gak bisa mengerti kata2 gubernur rasa presiden..

Dasarrr...memang tong si Abas,,,,,,

Friday, November 22, 2019

Karma Ahok, Sekarang Warga Tanjung Priok Digusur Paksa Anies Tanpa Ganti Rugi


KARMA A.Hok
Karma Ahok, Sekarang Warga Tanjung Priok Digusur Paksa Anies Tanpa Ganti Rugi

Itulah akibatnya kalau terbuai oleh kata-kata manis.
Dan sekarang warga di Jalan Agung Perkasa 8 yang melintasi Kelurahan Sunter Agung dan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara harus merasakan pahitnya buaian kata-kata manis yang mereka terima.

Dulu, ketika Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Setiap penggusuran yang dilakukan sudah disediakan rusun untuk ditempati oleh warga yang terkena dampak penggusuran tersebut.

Ahok tidak sembarangan menggusur begitu saja. Meskipun bangunan-bangunan liar yang digusur tersebut memang sudah selayaknya.
Karena mereka menempati jalur hijau yang bukan diperuntukkan untuk mendirikan bangunan.

Tapi Ahok masih mempunyai sisi kemanusiaannya.
 Bagaimanapun juga warga yang digusur adalah warga Jakarta yang juga adalah warganya juga.
 Sehingga sebelum melakukan penggusuran Ahok sudah menyediakan rusun untuk mereka tinggali bersama keluarga.

Semua gratis untuk warga pindahan.
Mereka hanya dikenakan biaya sewa yang murah per bulan.
Namun sayangnya, kebaikan hati Ahok untuk melihat warganya menempati hunian yang layak ditampik begitu saja.
Warga lebih senang tinggal di daerah kumuh yang boleh dibilang tidak layak huni.

Mereka menolak untuk dipindahkan. dg.berbagai alasan.
 Rusun jauh dari tempat pekerjaan. Biaya hidup semakin mahal kalau tinggal di rusun dan berbagai macam alasan yang absurd.
Mereka tetap menolak untuk dipindahkan ke rusun.

Kemudian datanglah Anies, sang penyelamat!
Anies dengan konsep menggeser dan bukan menggusur membuat warga terpesona.
Bagaimana tidak, tawaran Anies sangat menggiurkan.
Warga tidak akan digusur ke rusun tetapi akan digeser ke tempat yang lebih layak di sekitar tempat tinggal mereka.

Anies datang membawa angin segar (yang kemudian berubah menjadi angin puting beliung).
Konsep Anies sangat diterima oleh warga. Dan membuat mereka semakin membenci Ahok, yang dianggapnya sudah semena-mena terhadap warga.
Main gusur paksa dan tidak manusiawi.

Tentu saja, saat Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka ramai-ramai memilih Anies yang membawa konsep yang sangat layak untuk mereka terima.
 Mereka tetap akan tinggal di sekitar rumah mereka sekarang daripada mereka harus pindah ke rusun yang sangat jauh dari tempat mereka semula.

Mereka acuhkan Ahok-Djarot. Mereka lebih memilih Anies-Sandi yang lebih amanah menurut mereka.
Apalagi dengan intimidasi dari ormas pembenci Ahok, maka mereka semakin yakin untuk memilih gubernur yang seiman.
Gubernur yang akan membawa mereka lebih baik. Anies menang dan Ahok pun terpaksa harus dilengserkan.

Setahun, dua tahun Anies memerintah.
 Tidak sesuai dengan janji-janjinya.
Tidak sesuai dengan apa yang telah diucapkannya dulu.
Warga yang sudah termakan oleh buaian manis Anies, kini mulai merasa bahwa gubernur yang mereka pilih tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Rencana menggeser hunian mereka sekarang, tidak ada tindak lanjutnya.
Warga semakin dibiarkan untuk menempati ruang yang seharusnya bukan untuk hunian.

Gubernur yang diharapkan amanah untuk menjadikan Jakarta lebih baik, ternyata tidak sesuai dengan harapan.

Dan waktunya pun tiba. Warga yang semula begitu mengharapkan Anies dapat membuat perubahan di lingkungan mereka menjadi lebih baik.
Ternyata lebih mengerikan dari gubernur sebelumnya.

Itulah yang kini dirasakan oleh warga Tanjung Priok. Warga yang semula menolak Ahok dan memilih Anies, kini harus merasakan pahitnya telah memilih gubernur yang salah.

Kamis, tanggal 14 November 2019 merupakan hari yang tak akan dilupakan oleh warga Jalan Agung Perkasa 8, bagaimana tidak, jika hari itu bangunan-bangunan yang mereka tempati saat ini dihancurkan secara paksa oleh Satpol PP.

Bukan hanya itu saja, selain kehilangan harta benda mereka. Kini mereka juga tidak tahu harus tinggal di mana setelah hunian mereka dibongkar paksa oleh Satpol PP.

Salah satu keluhan warga yang sangat miris dilaporkan oleh Warta Kota, seorang warga yang dipanggil Nur yang sudah menetap di sana sejak tahun 1988, kini harus merelakan huniannya dibongkar paksa.

Ia mengungkapkan kekecewaannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai tidak berpihak orang-orang seperti dirinya.

"Saya sempet dukung Pak Gubernur, Pak Anies, cuman Pak Anies nggak tanggung jawab, nggak respon," katanya. "Nggak ada (bantuan) sama sekali. Kita kayak hewan begini Pak, kayak begini," ucap Nur.

Sementara warga lainnya, Setio bersama istri dan seorang anaknya, belum tahu akan tinggal di mana setelah tempat tinggalnya dibongkar petugas.

"Belum ada tujuan, belum ada pemikiran mau pindah ke mana, belum ada pandangan, belum ada tempat," katanya.

Meskipun kita turut bersedih atas apa yang telah menimpa saudara kita di Tanjung Priok tersebut. Namun kita tahu bahwa itulah konsekuensi dari pilihan warga sendiri.

 Ketika diberikan seorang gubernur yang baik, dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal mereka tolak. Mereka justru memilih gubernur yang belum jelas kinerjanya hanya karena seiman dan janji-janji manis belaka.

Karma Ahok semakin banyak membawa korban.
Entah siapa lagi yang akan menjadi korban berikutnya.
Bahkan yang di Arab pun kini mulai tersiksa. Badan lepas, jiwa terpenjara.

Bukan begitu kura-kura?

https://seword.com/politik/karma-ahok-sekarang-warga-tanjung-priok-digusur-Z5vefykYTW

Ahok Cuma Kelas Glodok ?

(Tanggapan untuk RR)

By Babo EJB

Rizal Ramli sebagai mantan Menteri dan pengamat ekonomi kawakan, tidak seharusnya tendesius terhadap Ahok dengan menyebut “ Ahok cuma kelas Glodok”., sehingga tidak pantas memimpin BUMN sekelas Pertamina. Satu satunya yang saya tidak suka adalah apabila ada orang menyerang secara personal, apalagi dikaitkan dengan rasis dan bersifat pembunuhan karakter. Saya ingin membuka gambar utuh terhadap satire merendahkan dengan sebutan “ kelas Glodok”.

Ok. Semua tahu kalau glodok itu identik dengan etnis China. Apa salahnya kelas Glodok. Rendah? Pastinya tidak. Mereka pedagang ulet yang tidak dapat fasilitas dari pemerintah. Mereka berdagang di kios yang harganya mahal. Mereka tidak dapat fasilitas lapak kaki lima di trotoar atau bahu jalan, yang bayar ala kadarnya. Mereka bayar pajak dan tidak hidup dari subsidi. Mereka tidak berbisnis rente yang menguras APBN lewat proyek fiktif atau mark up. Mereka tidak terlibat mafia komoditas yang mengontrol stok dan harga, yang mengakibatkan ekonomi nasional tidak efisien. Mereka terbiasa berkompetisi dan mengambil resiko karena itu.https://politikandalan.blogspot.com

Namun apakah kehidupan “ kelas Glodok” itu lebih rendah dari kelas pejabat dan atau ekonom? Tidak. Mereka yang berdagang di GLodok itu punya standar penghasilan kelas menengah atas. Sebagian besar putra putri mereka sekolah di Amerika. Tinggal di real estate. Liburan di pusat wisata kelas dunia.  Mereka bukan komunitas kaleng kaleng yang ngeluh rumahnya digusur. Yang mengeluh pasar sepi pengunjung. Mereka tangguh dan kreatif mengatasi masalah yang tidak ramah. Mental mereka bukan mental KW yang doyan nasi bungkus dan uang lendir.

Apakah kehidupan seperti “kelas glodok “ itu mudah? tidak! Pastinya butuh kecerdasan luar biasa untuk survival. Tapi pastinya lebih mudah hidup sebagai Rizal Ramli. Pengamat ekonomi, modal cuma congor dapat uang. Modal retorika dapat fee. Modal kasak kusuk dapat jabatan Menteri dan hasilnya hanya cerita tanpa bukti , dan pantas dipecat.  Modal gaya  intelek dapat istri artis yang janda. Tentu dengan kemudahan dan kemelimpahan pujian itu memabuat RR dengan mudah pula merendahkan orang lain. Tapi pada waktu bersamaan jusru merendahkan dirinya sendiri.

Ahok itu secara pendidikan, dia mumpuni. Dia insinyur geologi. Mendapatkan master dibidang Management. Punya pengalaman sebagai pengusaha dan profesional. Punya pengalaman sebagai politisi dan berkantor di Senayan, dengan track record bersih. Jadi bupati terbaik. Menurut Sri Mulyani, semasa kepemimpinan Ahok, terjadi penghematan APBD DKI yang sangat luar biasa. Dengan modal sekecil-kecilnya ahok mampu membangun dengan maksimal. Ahok juga berhasil membongkar Dana Siluman di Jakarta sebesar Rp.12T. Dari hasil audit terbukti dari pendapatan APBD DKI yang spektakuler.

Bagaimana pendapat Jokowi ? Pujian diberikan Jokowi karena Ahok dan jajarannya di DKI dinilai cerdas mencari sumber pendanaan pembangunan di luar APBD. Atau AHok jago mengelola APBD berdasarkan kinerja. Sebagai contoh konkrit adalah Simpang Susun Semanggi alias Semanggi Interchange tanpa menggunakan dana APBD.  Semua pembiayaan di luar APBD itu didukung dengan legalitas yang kuat dan transfarance. Jadi kalau Rizal Ramli bilang Ahok mendapatkan dana non budgeter itu ilegal, jelas salah total. RR tidak paham aturan pengelolaan keuangan daerah berdasarkan kinerja.

Kalau sampai AHok jadi Preskom atau Dirut Pertamina, itu jelas bukanlah politik balas budi. Itu murni karena alasan kompetensi dan kapabilitas serta trust. Secara hukum tidak ada yang dilanggar bila Ahok terpilih jadi boss pertamina. Saya tidak mengerti, mengapa selalu menilai orang dengan cara merendahkan profesi dan etnis. Apakah kehilangan alasan rasional untuk menjegal Ahok jadi pejabat BUMN. Kalau memang tidak bisa cerdas berargumen, sebaiknya diam.
https://politikandalan.blogspot.com/2019/11/ahok-cuma-kelas-glodok.html








Wednesday, November 20, 2019

Kisah Kaisar Gaozu Menyisir Pejabat Korup.


Oleh: Suhana Lim

Kaisar Gaozu of Han nama kelahirannya Liu Bang adalah pendiri sekaligus sebagai kaisar pertama dari Dinasti Han. Dinasti Han adalah dinasti kedua (setelah Dinasti Qin) yang berkuasa dari 206 BC - 220 AD.
Gelarnya ialah Taizu," dan gelar nya setelah wafat adalah "Gaozu of Han."

Ada kisah menarik mengenai Kaisar Gaozu. Beliau punya seorang sahabat bernama Zhang Er.
Zhang Er ini dikenal sebagai seorang yang banyak akalnya. Pada suatu hari, Kaisar Gaozu mengutarakan keinginannya sekaligus kekhawatirannya kepada Zhang Er.
."Saya ingin mengidentifikasi mana-mana pejabat di daerah yang kerjanya baik dan tidak korup. Tapi bagaimana cara untuk menscreening/ menyisir nya?"

Zhang Er pun tertawa, dan berkata: "Mudah sekali Yang Mulia. Yang Mulia tunjuk saja Xiao He dan Cao Shen, Dua sosok pejabat kelas menengah yang selama ini bereputasi lurus dan jujur di posisi Portfolio Hukum! Nanti Yang Mulia perhatikan saja, mana-mana yang bersuara keras menentang pengangkatan Xiao He dan Cao Shen; mereka lah yang berindikasi kuat tidak jujur dalam menjabat dan patut dicurigai!".

Singkat cerita, Kaisar Gaozu pun memanggil semua kepala daerah dan pejabat utama ke istana. Beliau mengumumkan bahwa akan mengangkat Xiao He sebagai kepala polisi dan Cao Shen guna membenahi masalah hukum. Serta merta sebagian pejabat yang hadir mengutarakan keberatan mereka dengan berbagai alasan. Komentar dan keberatan mereka di terima dan dicatat. Tetapi the show must go on, Xiao He dan Cao Shen tetap dilantik. Secretly, Kaisar Gaozu memberikan perintah khusus untuk lebih "memerhatikan" kinerja semua pejabat yang menyatakan keberatan mereka atas pengangkatan mereka berdua.

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian, sebagian besar dari para pejabat yang tak setuju atas penunjukan Xiao He dan Cao Shen pun either di copot atau di hukum mati karena memang benar terbukti adalah korup dan tidak adil sebagai pejabat!

Tidak ada yang baru didunia. Hampir semuanya pernah berlangsung seperti Cerita yang berulang, Hanya beda jaman, beda setting nya, dan berganti pemerannya. Kejadian yang pernah terjadi ribuan tahun silam di era Dinasti Han pun most likely sudah berulang-ulang terjadi di berbagai pelosok dunia di era jaman Disrupsi!

Begitu ada sosok jujur dan lurus "datang," maka pihak-pihak yang bengkok dan kotor pasti akan bereaksi keras menentang. Kelangsungan status quo yang selama ini sudah dinikmati pasti akan terganggu. Atau jangan-jangan bukan hanya bakul nasi yang hilang, jabatan pun bisa raib and worst bisa masuk bui. Hence, penunjukkan individu lurus jujur pun harus ditentang dengan aneka alasan dan argumentasi. Mostly, semakin keras penentangannya, semakin kuat pula indikasinya yang bersuara keras tadi ada sesuatu yang tidak baik yang disembunyikannya!

(Renungkan Kisah tsb diatas dan perhatikan perkembangan situasi politik di mana Anda berada, utk membuktikan kebenaran Kisah Sejarah Dynasty Han tsb.)

Tuesday, August 6, 2019

SIAPA BILANG AHOK TIDAK BISA JADI MENTERI ?


KERJA ANIES SEBAGAI GUBERNUR DKI STANDAR LEBIH BERKAH JIKA DIPECAT

Sunday, July 21, 2019

Membandingkan Hakim MK dengan Hakim Ahok


Membandingkan Hakim MK dengan Hakim Ahok

Oleh: Mercy Sihombing.

Kondisi peradilan hukum tidak pernah sama, waktunya beda, terdakwanya beda, saksinya beda, hakimnya beda, jaksanya beda, bahkan petitum dan positanya beda. Namun sengaja saya bandingkan Hakim MK versus Hakim Ahok dalam hal keberanian dan kejujuran sebagai penegak hukum.

Mana Hakim yang layak disebut Yang Mulia, mana yang hakim “ayam sayur” yang ketakutan ditekan massa atau ditekan atasannya.

Ke-9 hakim Mahkamah Konstitusi yang merupakan pilihan DPR, MA, dan Presiden, masing-masing tiga hakim. Hakim-hakim MK adalah senior, terpilih, dengan latar belakang pengalaman, pendidikan, dan yang paling penting mental dan etika sebagai hakim terhormat.

Keputusan malam ini membuktikan "kelasnya" Hakim MK kali ini. Satu persatu posita (rumusan dalil dalam surat gugatan) dikuliti ke-9 Hakim secara bergantian. Sidang yang menghabiskan ratusan jam dan pembacaan putusan dari Pk 12.30 sampai 21.16 membuktikan semua yang ditampilkan dalam sidang, terpantau semua. Mana saksi bohong, mana bukti abal-abal, mana penjelasan ahli abal-abal, semua lengkap dinilai Hakim MK.

Karena itu posita (hal yang dimintakan penggugat kepada hakim untuk dikabulkan) Tim BPN, ditolak seluruhnya dengan mantap oleh seluruh Majelis Hakim MK.

Sekalipun demikian, kita tidak bisa melupakan proses pemilihan Hakim MK adalah proses politik, sehingga peluang untuk hakim terhina, korupsi, jual perkara, doyan suap, dan culas tetap ada.

Masih ingat, Patrialis Akbar dan Akil Mochtar, dua manusia hina yang mengotori kursi hakim Mahkamah Konstitusi.

Semoga ke-9 hakim MK tahun ini menjadi idola bagi semua orang, terutama para sarjana hukum junior dan senior. Doa saya, semoga ke-9 hakim MK ini sehat, berumur panjang dan setia menjaga dirinya sebagai penegak hukum.

Bandingkan Hakim MK dengan Hakim Ahok

Buat para pendukung hukum dan keadilan, maka pendapat pengacara Todung Mulya Lubis jadi catatan penting. Ia menyebutkan putusan majelis hakim atas Ahok bisa disebut sebagai ' pembunuhan'.

Karena Jaksa tidak menuntut Ahok untuk penistaan agama. Malah Majelis hakim yang menyeret Ahok menjadi penista agama.

Putusan Hakim Ahok tidak cuma diprotes penegak hukum Indonesia, bahkan para ahli hukum internasional. Normalnya majelis hakim mendasarkan vonisnya pada tuntutan jaksa. Sangat tidak biasa, jika ada majelis hakim memeriksa dan mengadili sendiri.
Jadi digunakannya pasal penistaan agama oleh majelis hakim adalah inisiatif majelis hakim untuk menjustifikasi terjadinya penistaan agama.

Bahkan, dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim mengabaikan keterangan saksi-saksi fakta yang hadir dalam pidato Ahok di Pulau Pramuka pada 29 Oktober 2016. Para saksi fakta menyatakan tidak ada penodaan agama oleh Ahok.

Kok malah Majelis hakim condong pada saksi-saksi pelapor yang tidak hadir dalam pidato Ahok dan memiliki kebencian pada Ahok.

Singkatnya Majelis Hakim kasus Ahok tidak adil, tidak berimbang dan bahkan condong mendengar pada pelapor yang tidak ada di lokasi, dan ahli-ahlinya. Majelis Hakim mengabaikan saksi-saksi fakta, ahli-ahli yang meringankan Ahok, keterangan Ahok sebagai terdakwa, nota pembelaan Ahok dan penasihat hukumnya bahkan tuntutan jaksa itu sendiri.

Jadi silakan nilai sendiri kualitas Hakim MK versus Hakim Kasus Ahok

Apa kabar Hakim dan Jaksa Kasus Ahok ?

Begitu selesai membuat putusan Ahok, dalam hitungan hari, ternyata tiga dari 5 Ahok langsung mendapat promosi dari Mahkamah Agung.

Walau dibantah, tetapi malah jadi jelas jelas bahwa tiga hakim kasus Ahok cuma boneka dari Mahkamah Agung dalam sidang Ahok. Ketua MA Hatta Ali lewat anak buahnya boleh berbusa busa membela diri.

Dan ini dugaan saya, dan semoga saya salah.
 Hatta Ali ada di balik keputusan hakim Ahok. Dan di balik Hatta Ali, ada JK, sang wapres. Sudah jadi rahasia umum, JK sangat ambisius mendorong Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Untuk itu Ahok harus disingkirkan.

Mungkin JK dan Hatta Ali dan Tiga Hakim dan Jaksa kasus Ahok lupa, bahwa kejahatan meninggalkan jejak. Demikian juga segala tipu muslihat.

Berikut tiga dari lima hakim yang menangani perkara Ahok yang langsung dapat promosi :

Dwiarso Budi Santriarto, dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi hakim di Pengadilan Tinggi Bali.

Abdul Rosyad, dari hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah.

Jupriyadi, dari Wakil Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi Kepala Pengadilan Negeri Bandung.

Sementara, dua hakim lainnya, Didik Wuryanto dan I Wayan Wirjana tidak mendapat promosi. Kabarnya dua hakim terhormat ini mengajukan dissenting opinion, perbedaan pendapat.

Catatan menarik dari para "penegak hukum" yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam kasus Ahok (ini fakta, dan saya ikut menghaturkan turut berduka cita).

Kabar terakhir, baru beberapa bulan jadi hakim Pengadilan Tinggi Bali, Dwiarso ditolak masyarakat Bali.
Mengutip pandangan Tokoh masyarakat Bali, I Gusti Ngurah Harta, menyatakan tidak setuju Dwiarso ke Pengadilan Tinggi Bali. "Saya tidak setuju dengan penempatan itu. Karena seperti ada grand design dia bertugas di Bali untuk manangani kasusnya juru bicara FPI Munarman.”

Ditolak di Bali, buru-buru Dwiarso ditarik ke Mahkamah Agung dan dicari cari posisi, kabarnya Dwiarso "terpilih" jadi hakim di Badan Pengawasan Mahkamah Agung.

Kabar duka bagi Hatta Ali, Ketua MA. Anak bungsunya meninggal dengan kondisi patah leher saat kecelakaan tunggal dalam turing motor gede di Namimbia Afrika. Yang bikin nyesek, duit banyak dan jabatan bapake ternyata tidak bisa membeli nyawa. Irfan, anak kedua dari dua anak Hatta Ali sebenarnya bisa tertolong, tetapi nasibnya mengalami kecelakaan tunggal di lokasi 70 km dari kota terdekat di Afrika.

Satu dari empat Jaksa kasus Ahok, bernama Andri Wiranofa tewas di pesawat Lion Air JT 610. Andri berada di pesawat naas itu bersama istrinya, yang membuat dua anak perempuannya yang masih balita menjadi yatim piatu.

Entah apa ada hubungan fakta itu dengan Sumpah Ahok atau tidak.

Tetapi percayalah Gusti ora sare. Jangan main main sebagai penegak hukum, apalagi menghukum orang yang tidak terbukti melakukan tindak pidana atau perdata.

Friday, July 19, 2019

Panggil Dia BTP Bukan Ahok Lagi

Thursday, March 7, 2019

Anies Baswedan Malu!!! Komentar Warga Jakarta Atas Kinerjanya

Sunday, November 11, 2018

Ahok Pahlawan Zaman Now



Ahok Pahlawan Zaman Now

Oleh: Birgaldo Sinaga.

"Pak Ahok.. Bapak masih ingat saya. Saya Fahita", ujar perempuan berkulit putih itu di depan Balai Kota. Ia bersama ibunya sejak pagi menunggu Gubernur Ahok.  Ada puluhan orang antri pagi itu.

"Ingatlah... Ada apa.. Ayo kita ke dalam saja", sambut Ahok ramah.

Ajudan Ahok mengajak kedua ibu anak itu ke dalam ruang Ahok. Ahok masih melayani warga yang mengadu masalahnya.

"Bagaimana kabarnya", tanya Ahok sembari mempersilakan ibu anak itu menceritakan masalah hidup mereka.

"Pak Ahok kami punya masalah pelik.  Sudah 10 tahun tapi selalu kami dipermainkan Pak", ujar Fahita.

Keluarga Fahita punya kasus tanah.  Kasus itu masuk pengadilan. Dari pengadilan tingkat pertama sampai pengadilan tertinggi Mahkamah Agung, mereka menang. Kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap. Inkracht.

Meskipun sudah berkekuatan hukum tetap, tetapi keluarga Fahita tidak bisa mengeksekusi tanah milik mereka. Ada saja penyangkalan dari aparatur.

Bolak-balik dipingpong sana sini.  Bahkan oleh jaksa kasusnya akan dibongkar kembali.

Ibu Fahita putus asa. Sudah cape memohon ke banyak pihak. Tapi mafia peradilan memang tembok raksasa yang sulit ditembus orang biasa seperti mereka.

"Ma.. Kita coba lapor Pak Ahok ya Ma.  Siapa tahu bisa dibantu", bujuk Fahita pada mamanya yang nampak lesu.

Fahita pertama kali bertemu Ahok pada suatu acara. Fahita bekerja di Asean Secretary. Saat itu hadir banyak tamu penting. Pejabat tinggi selevel menteri. Ahok sebagai Gubernur Jakarta juga hadir di acara itu. Ahok menjadi bintang undangan. Terutama para ibu-ibu.

Usai acara, puluhan ibu-ibu serempak mendekati Ahok. Minta foto selfie.  Ahok dengan sabar ramah melayani permintaan para ibu itu.

"Coba liat sudah bagus fotonya. Kalo belum coba lagi", ujar Ahok.

Ibu-ibu itu senang sekali. Semuanya dapat berfoto selfie dengan idola mereka. Sementara beberapa menteri yang hadir dicuekin para ibu ini.  Jadilah Ahok bintang di atas bintang di acara itu.

Saya mendengar penuturan Fahita kemarin malam dalam acara diskusi di Rumah Pelayan Rakyat Jaksel.  Kebetulan saya dan Fahita diundang sebagai narasumber. Temanya Ahok Sang Pahlawan Inspirasi.

Fahita seorang Harvist, pemain Harva.  Ia juga penulis. Pembicara. Ia lulusan sarjana luar negeri.

"Ini gak bener kalian ini. Saya gak mau tahu ya. Jika ini tidak selesai besok saya yang akan melawan. Ini mafia bener ini. Sudah inkracth apalagi yang kurang. Cepat besok harus selesai masalah Ibu ini", tegas Ahok di depan anak buahnya.

Fahita terdiam beberapa detik. Ia terlihat terharu saat menceritakan momen Ahok membela mereka.

Membela Ibunya yang sudah hampir putus asa. 10 tahun muter-muter soal kasus hukum. Tapi sama Ahok selesai dalam tempo 10 menit.

"Saya terharu sekali. Ibu saya apalagi.  Senang sekali rasanya. Lega. Plong", ucap Fahita disambut tepuk tangan audiens yang hadir di ruangan itu.

"Ahok adalah pahlawan sesungguhnya. Ia membela orang susah tanpa berharap pamrih. Tanpa peduli yang dilawannya adalah orang berpangkat juga", lanjut Fahita.

"Saya tidak habis pikir mengapa orang sebaik Ahok malah ditolak dan dipenjarakan. Tapi saya yakin cahaya Ahok tidak akan padam. Karena Ahok orang baik. Kita meneladani Ahok.

Untuk itu teruslah kita menjadi orang baik dan berbuat baik. Sekalipun kita ditolak dan dihujat. Ahok adalah inspirasi buat saya. Itulah mengapa saya mau bicara politik sekarang ini.

Ahok adalah pahlawan zaman now", tutup Fahita dengan ekspresi semua kami  terpukau akan kesaksian hidupnya.

Terimakasih adalah kata yang tak cukup untukmu Pak Ahok. Tapi bukan kata itu yang ingin engkau harapkan.  Kami tahu yang engkau inginkan adalah agar orang lemah bisa menjadi kuat,  orang melarat menjadi berkecukupan.

Kami akan meneruskan harapanmu seperti ayahmu mengharapkan engkau menolong orang miskin dan susah. Tidak mudah punya karakter sekeras baja sepertimu. Tapi agar negeri ini berubah memang sejatinya harus seperti engkau pejabat negara.

Berpihak pada rakyat dan tidak mau mencuri uang rakyat. Meskipun banyak musuh dan lawan siap menumbangkan.

Terimakasih atas teladan emas itu.

Selamat Hari Pahlawan Pak Ahok... Engkaulah Pahlawan kami sesungguhnya...

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga

Tuesday, November 6, 2018

Ahok Kelola Jakarta Dengan Ajaran Islam, Tapi Adakah Aksi Bela Islam Yang Mendukungnya...



SEBARKAN SEBARKAN
Kata ''Nasaruddin Umar '' Ahok Kelola Jakarta Dengan Ajaran Islam, Tapi Adakah Aksi Bela Islam Yang Mendukungnya...?
BERITA INDONESIA
http://www.wartakota.top/2016/12/hebat-imam-besar-masjid-istiqlal.html

Islam melarang pelacuran. Hukumnya sangat pasti dan tegas. Ketika Ahok menutup komplek pelacuran terbesar di Kalijodo, adakah aksi atas nama Islam untuk mendukungnya?

Islam melarang Narkoba. Ketika Ahok menutup diskotik Stadium dan Milles yang menjadi sarang peredaran narkoba, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?

Islam melarang korupsi. Ketika Ahok bergelut kekeuh tidak mau toleran dengan bancakan proyek-proyek APBD yang biasanya dilakukan oknum-oknum serakah, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mewajibkan orang melaksanakan amanah. Ketika Ahok secara ketat memerintahkan semua pegawai Pemda DKI untuk bekerja melayani rakyat, sebab gaji mereka selama ini dibayar oleh duit rakyat, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?

Islam memerintahkan membangun rumah ibadah. Ketika Ahok membangun mesjid di Balaikota dan Mesjid Raya Jakarta di Daan Mogot, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan kebersihan. Ketika Ahok mengeruk kali-kali dan membersihkan sampah agar Jakarta terhindar dari banjir, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan seorang yang diamanahkan memegang jabatan untuk memperhatikan semua warganya. Ketika Ahok setiap pagi meluangkan waktu menyelesaikan masalah semua orang yang datang ke Balai Kota, dengan menggunakan dana operasional Gubernur, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan berhati-hati saat mencari rezeki. Gubernur DKI mendapat dana operasional Rp 60 milyar setahun. Dana itu bisa diambil untuk diri sendiri. Tapi Ahok menggunakannya untuk membantu banyak orang, dan ketika masih tersisa diakhir tahun, dana itu dikembalikan ke kas negara. Padahal jika dia membawa pulang, itu bukan pelanggaran hukum. Itu sudah menjadi hak pemangku jabatan Gubernur. Adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan pentingnya pendidikan. Ketika Ahok kondisiten membagikan KJP dan angka putus sekolah di DKI nyaris 0%, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mementingkan kesejahteraan. Ketika kini angka pengangguran di DKI menurun drastis (salah satunya karena program pasukan Biru, Oranye, Ungu) adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mementingkan pengembangan psikologi anak-anak. Salah satunya dengan ruang bermain yang sehat. Ketika Ahok membangun ratusan ruang bermain hijau untuk anak-anak Jakarta, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan memuliakan wanita dan memperhatikan anak-anak. Ketika Ahok dalam banyak fasilitas publik (bus, ruang laktasi, RTPA) memperhatikan kaum wanita, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan bicara yang baik. Ketika Ahok terpeleset omongan di P. Seribu, dan sudah meminta maaf, banyak orang tergerak untuk membela agamanya. Publik juga tahu omongan itu viral salah satunya karena teks yang diedit. Polisi juga sudah mengusut kasusnya, tapi pembela-pembala agama itu tidak cukup puas. Mereka ingin Ahok dipenjara.

Dipenjara karena tindakan jahatnya? Atau karena korupsi? Atau karena mengabaikan amanah? Bukan Juga Karena Penistaan Agama ..!!

Ahok harus dipenjara karena kelompok orang2 yang menyatakan pandai beragama namun Ahklaknya amat sangat Terlalu Munafik...

Tuhan tidak diam dan masih terus berkarya, semua ini ada di dalam rencana kebaikan dan jalan-Nya .

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)