Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Showing posts with label Denny Siregar. Show all posts
Showing posts with label Denny Siregar. Show all posts

Saturday, May 22, 2021

KISAH SAILOR MOON

 KISAH SAILOR MOON 😂

Ada dua pasukan yang bergerak hari itu..

Pasukan pertama meluncur ke rumah Munarman di Pamulang, Tangsel. Dan pasukan kedua bergerak ke kantor sekretariat FPI di Petamburan, yang kemarin sempat didatangi orang2 dari Kedubes Jerman.

Sebagai catatan, kantor sekretariat FPI itu bukan kantor pusat FPI di Petamburan. Itu kantor sekretariat, dimana Munarman berkuasa penuh disana.

Nah, di kantor sekretariat itulah Densus menemukan bahan-bahan pembuatan bom. Ada beberapa bahan kimia disana, termasuk serbuk putih yang diduga menjadi bahan utama untuk membuat bom TATP, atau dikenal dengan nama mother of satan. Disebut mother of satan karena daya ledaknya tinggi dan sangat sensitif. Kena udara panas atau goyangan sedikit aja, bisa meledak.

Serbuk putih yang ditemukan itu mirip dengan bahan yang ditemukan oleh polisi di Condet. Sebagai pengingat, komplotan Condet pimpinan Husein al Hasny punya rencana untuk membuat bom besar di beberapa tempat di Indonesia. Belum sempat kesampaian, jejak mereka sudah terendus dan akhirnya komplotan itu ditangkap polisi.

Pertanyaannya, untuk apa Munarman menyimpan bahan2 pembuat bom TATP di kantornya ?

Tentu sama dengan Husein al Hasny. Dia berencana melakukan kerusuhan dengan membuat bom besar. Sayangnya, sebelum sempat meracik, Munarman sudah terciduk duluan.

Yang menarik, seorang pengacara bernama Aziz mencoba mengaburkan situasi, kalau serbuk putih yang ditemukan polisi itu adalah bahan pembersih WC. Lucu memang, kok bisa kantor sekretariat menyimpan bahan pembersih WC sebanyak itu ? 

Oi, apa FPI sudah berubah jadi Front Pembersih WC ? 😆

Siapa sih si Aziz ini ? Ssst, dari bisik2 tetangga, si Aziz ini dikenal dengan panggilan "Sailor Moon". Saya juga heran, apa hubungannya tokoh kartun Jepang dengan pengacara itu ?

Ternyata sodara2, panggilan Sailor Moon itu karena si Aziz sering pake cewe hiburan dengan model tematik. Dan model yang paling dia suka adalah cewe dengan dandanan cosplay Sailor Moon. 

Hahahaha... Ancuuukkk.. 😆😆 Ternyata dibalik baju2 agama itu, mereka ngacengan juga.. 😆😆

Makin menarik kisah Munarman ini. Kita sambung lagi nanti ya, banyak info seru dan lucu.. 😄😄

Serupuuttt dulu ah.... Sailor Moon wkwkwkw..

Denny Siregar
================================================


https://seword.com/politik/gerindra-dan-demokrat-bakal-terseret-penangkapan-9rlRCECOEa?_gl=1*a0c43n*_ga*UkJmQVpKdlRXVHNyb0dzNS1hRE9qbWIyUkNBZDBWYlQ2RUxYUERvcGtxYkNkUFM2Sm1oSUlfWnRtUzF4dUE1Ng..

GERINDRA DAN DEMOKRAT BAKAL TERSERET PENANGKAPAN MUNARMAN?

Ninanoor.. ✍️ 935 Apr 28, 2021..
SHARE:
Gerindra Dan Demokrat Bakal Terseret Penangkapan Munarman?

Penangkapan Munarman seakan jadi “vonis mati” buat FPI dan Rizieq. Karena selama ini Munarman punya peran besar di ormas terlarang itu, maupun dalam persidangan Rizieq. Lalu apakah ini akan menyeret pihak lain di dunia politik?

Hubungan antara Gerindra dan FPI/Rizieq Shihab memang dipastikan dekat. Ketika aksi berjilid-jilid sedang ngetrend, Gerindra turut menikmati hasilnya. Yakni kemenangan di Pilkada DKI Jakarta. Ketika Rizieq kabur ke Arab Saudi, politikus Gerindra silih berganti menemui Rizieq. FPI pun terlibat dalam ijtima ulama berjilid-jilid yang menjelang Pilpres 2019 mengusung Prabowo sebagai capres. Hanya karena Gerindra kemudian bergabung ke dalam pemerintahan Presiden Jokowi, hubungan itu jadi tidak se-intens dulu. Tapi masih berhubungan dong. Fadli Zon masih vokal membela Rizieq, dari ketika masih di Arab Saudi hingga akhirnya pulang ke Indonesia. Bahkan Fadli Zon termasuk dalam para politisi yang antri menemui Rizieq di Petamburan pasca kepulangannya.

Fadli Zon juga turun langsung ke RS Polri Kramat Jati ketika ada serah terima jenazah 6 laskar FPI yang terlibat dalam penembakan aparat di Cikampek. Selain Fadli Zon, hadir pula Romo Muhammad Syafi’I, politisi Gerindra lainnya Sumber.

Politisi Gerindra lainnya, Habiburokhman pada bulan Desember lalu, membela Munarman. Sebelumnya, Munarman menyatakan kalau laskar FPI tidak membawa senjata api, terkait insiden tewasnya 6 laskar FPI di Cikampek. Pernyataan ini bertolak belakang dengan bukti yang diperoleh pihak kepolisian. Kemudian Munarman dipolisikan dengan dugaan penghasutan. "Bang Munarman di pihak almarhum laskar yang tertembak karena beliau adalah sekjen dan sekaligus tim hukum FPI. Pernyataan beliau adalah bagian dari pembelaan diri yang merupakan hak seorang advokat. Tidak tepat kalau beliau dilaporkan pidana," kata Habiburokhman Sumber. Kata-katanya sungguh sopan dan hangat seperti seorang “kawan baik” ya.

Serupa dengan kata-kata Fadli Zon membela Munarman pasca ditangkap oleh Densus 88 kemarin Selasa (27/4). “Sy mengenal baik Munarman dan sy tdk percaya dg tuduhan teroris ini. Sungguh mengada2 n kurang kerjaan,” cuit Fadli Zon di Twitter link twitter.

Sama manisnya dengan kata-kata Andi Arief, politisi Demokrat, yang juga membela Munarman, menyusul penangkapannya. “Aparat harus adil dan memiliki bukti kuat untuk menteroriskan Munarman. Jika tidak terbukti, harus dilepas. Munarman kawan baik saya, saya tidak yakin dia terlibat terorisme. Dia pasti kuat mengahadapi persoalan ini. Tugas kita mengawal ini agar ada keadilan,” cuit Andi Arief link twitter.

Andi Arief bukan orang sembarangan di Partai Demokrat. Dia punya jabatan dalam kepengurusan partai Demokrat 2020-2025 di bawah AHY sebagai Ketum. Yakni sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Parta Demokrat Sumber. Walaupun pernah tersandung kasus narkoba. Tetap saja Andi Arief diberi jabatan oleh AHY. Berarti Andi Arief bukan ecek-ecek dong. Bisa disebut mewakili Demokrat.

Apakah ada hubungan antara Demokrat dan Munarman? Ketika panas-panasnya kisruh partai Demokrat antara kubu AHY dan kubu Moeldoko, pada bulan Maret lalu, Munarman sempat menyatakan siap membantu kubu AHY. Nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba saja Munarman memberikan pernyataan, “Kalau pihak AHY minta, saya siap membantu”. Dengan alasan Munarman membela pihak yang terzalimi Sumber. Sementara ketika marak aksi berjilid-jilid dari gerombolan 212 dulu, pernah berhembus kabar bahwa ada SBY di balik aksi 411 waktu itu. Yang kemudian disebut fitnah oleh pihak SBY Sumber. Betul atau fitnah? Wallahualam. Toh SBY tidak pernah mempolisikan orang yang mengusung dugaan tersebut, ya kan?

Kalau sekarang Andi Arief menyebut Munarman sebagai kawan baik, saya kira Partai Demokrat harus siap dengan konsekuensinya. Jangan baper lagi ketika muncul lagi dugaan keterkaitan Demokrat dengan gerombolan Munarman CS. Sedangkan penangkapan Munarman ini kan dikaitkan dengan tindak pidana terorisme. Penggeledahan markas FPI di Petamburan menghasilkan banyak barang bukti bahan pembuat bom Sumber. Lalu ada pula bukti video yang sudah lama beredar, soal kehadiran Munarman dalam acara baiat ISIS di Makassar pada tahun 2015. Ini didukung oleh pengakuan Ahmad Aulia, terduga teroris yang ditangkap pada Januari lalu Sumber Sumber. Bagaimana nanti jika semua hal yang disangkakan ke Munarman terbukti di pengadilan? Ya jangan heran kalau Demokrat ikut terseret. Petingginya saja berkawan baik kan? Kecuali nanti pakai strategi buang badan ya.

Bagaimana dengan Gerindra? Fadli Zon tidak bisa jadi wakil rakyat tanpa Gerindra. Itu sudah pasti. Begitu pula para politisi Gerindra yang sudah akrab dengan FPI, Rizieq maupun Munarman. Tidak akan disebut sebagai politisi, tanpa adanya Gerindra. Kalau Gerindra betul-betul konsekuen dengan komitmennya bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi, harusnya tidak akan ada pembelaan dari politisinya terhadap Munarman dan gerombolannya. Oleh sebab itu, seperti di tulisan sebelumnya, saya ingin tahu, apakah Fadli Zon yang jelas-jelas membela HTI, FPI, dan Munarman bisa juga ditangkap, ketika semua kesalahan yang disangkakan ke mereka bisa dibuktikan oleh pengadilan? Dan juga tentunya, ada imbas buat Gerindra. Atau akan dibiarkan saja, sambil dilihat bagaimana efeknya terhadap elektabilitas Gerindra? Ya, kadang politik ini bikin sulit kita mencapai keadilan yang sempurna. Yang nanyain PKS, PKS lagi sibuk belajar mengurus negara dari PDIP ketika Munarman ditangkap Sumber. Udah jangan diganggu! Selalu dari kura-kura!

















































Thursday, December 17, 2020

BANG ! BANG ! 6 LASKAR RIZIEQ MATI..

BANG ! BANG ! 6 LASKAR RIZIEQ MATI..

Malam itu, dua mobil dari kepolisian sedang mengintai Rizieq yang kabarnya ada di rumah menantunya, sesudah kabur dari RS..

Mendadak keluar beberapa mobil beriringan keluar dari area lokasi. "Target keluar.." kata seorang polisi. Mereka lalu menguntit iring2an itu. Yang tidak disadari adalah posisi mereka sudah diketahui oleh pengawal Rizieq.

Kejar2an terjadi. Suasana waktu itu menjelang dinihari, hujan gerimis sehingga tidak banyak kendaraan di jalan tol. Kecepatan mobil mereka rata2 100-120 km/jam. Cepat sekali. 

Mendadak rombongan Rizieq berpisah. Salah satu rombongan memepet mobil2 polisi itu sehingga mereka terpisah satu sama lain.

Tiba2 satu mobil pengawal Rizieq menabrak bagian depan mobil polisi. Sedangkan satunya lagi berhenti di depan memblokir jalan. Semua berhenti. Dari mobil pengawal Rizieq keluar 4 orang dengan bawa clurit, katana dan senjata tajam. Mereka merusak mobil. "Kami polisi !" Kata seorang anggota di dalam mobil. 

Mendadak, Bang ! bang ! bang ! Tiga tembakan datang dari arah mobil laskar Rizieq. Menembus kaca mobil. Polisi mengambil pistol dan membidik, Bang ! Satu orang kayaknya kena dan mati. 4 orang pengawal yang tadi diluar mengancam, buru2 masuk ke dalam mobil dan mendadak pergi. Aksi kejar2an pun kembali terjadi.

Dalam kecepatan tinggi, seperti di film-film, kedua mobil saling berpepetan. Tiba2 dari jendela mobil pengawal Riziek ada yang memegang senjata sedang membidik ke arah mobil polisi. Polisi sigap menghindar sedikit dan menembak ke mobil mereka, Bang ! Satu lagi pengawal Rizieq kena. 2 orang mati. 

Kedua mobil langsung berhenti. (teruskan baca fakat di bwh ini ...👳👇)

Sigap anggota polisi turun dan memaksa penumpang yang hidup keluar. Ada 6 orang di dalam, 4 orang disuruh keluar dan tiarap, yang 2 sudah mati. Mobil polisi yang sebelumnya tertinggal datang ke lokasi. Mereka kemudian menjemput mayat pengawal Rizieq untuk dibawa ke RS.

4 orang yang masih hidup dibawa ke kantor polisi. Sayang, tidak ada borgol karena memang niatnya bukan penangkapan tapi pengintaian. 

Dalam perjalanan, terjadi perkelahian di dalam mobil. Satu orang pengawal Rizieq mendadak menyerang polisi yang duduk di tengah. Memukul dan mencekiknya dan berusaha merebut pistol. "Amankan pistol.." teriak salah seorang anggota yang sedang mempertahankan diri. Tapi sulit sekali. 3 orang pengawal Rizieq juga ikut menyerang dan memukul polisi di dalam mobil. Situasi tidak menguntungkan. 

Ini antara hidup dan mati. Kill or be killed.

Maka pistol polisi kembali menyala Bang ! bang ! bang ! bang ! Tepat pada sasaran, 4 orang penjahat mati seketika di dalam mobil. 

Begitulah situasi apa yang terjadi. Saya ceritakan dengan bahasa sederhana dan gaya penulisan novel supaya kita semua mengerti. Cerita ini harus disebarkan ke semua orang, bahwa polisi harus bertindak cepat dalam situasi yang sangat berbahaya. 

Hati-hati. Ada yang sedang menggoreng isu bahwa yang terjadi adalah "polisi membantai 6 orang". Mereka ingin melemahkan institusi kepolisian yang sedang bekerja menjalankan tugas negara. Kontras dan Komnas HAM juga tidak mau hadir dalam rekonstruksi. Mereka pengen punya sudut pandang sendiri.

Dan seperti biasa, FPI berlaku seperti pola teroris di banyak negara. Mereka memainkan konsep "terzolimi" berusaha menarik simpati massa, supaya bisa bikin demo besar untuk memancing kerusuhan berikutnya.

Jangan terpancing dengan narasi yang mereka bikin untuk mengaduk emosi. Jejak kelompok itu sejak lama kita kenal, munafik dan pengecut dan selalu berlindung dibalik tameng massa manusia bodoh yang gak ngerti apa2, tapi digiring supaya bisa bentrok dan jadi bahan propaganda berikutnya..
Seruput kopinya...
Denny Siregar

Thursday, December 3, 2020

PEMAHAMAN NENEK LU !!

 
"PEMAHAMAN NENEK LU !!"

Lama sudah kita tidak mendengar keributan saat urusan anggaran di DKI Jakarta.

Dulu ada Ahok, yang dikenal dengan coretannya "Pemahaman nenek lu !" dan membangkitkan semangat rakyat bahwa masih ada orang yang tidak bisa dibeli dengan uang. Tambah rame ketika lawan Ahok muncul yaitu Haji Lulung dengan ketidakpahaman dia akan bedanya UPS dengan USB. Wah, rame lah..

Tapi keramaian itu hanya sebentar. Ahok tidak lagi memimpin Jakarta. Dan salah satu kader Gerindra, M Taufik menyambut gembira, "Asyik, bisa lagi makan lobster..". Zamannya Ahok kering, boss. Bahkan oli bekas pun harus dhitung sedetail2nya.

Sekarang, budaya berteman antara Gubernur dengan DPRD DKI kelihatannya kembali mesra. Anies Baswedan melenggang aman karena kebijakan dia gada yang ngeributin. Mau banjir kek, mau bikin kerumunan kek, santai aja. Kenyangkan DPRD DKI, biar semua tidur dan ngorok sehingga gada yang teriak kelaparan.

Gimana gak ngorok, liat anggaran yang diajukan DPRD DKI langsung jiwa misqueen kita bergetar. Pendapatan yang mereka minta setahun nilainya 8 milyar rupiah. Kalau ditotal ada 106 anggota, totalnya bisa berupa angka cantik 888 milyar rupiah. Itu baru setahun, kalikan 5 tahun mereka menjabat.

Liat aja, ada tunjangan perumahan nilainya 110 juta rupiah perbulan. Gile, itu setahun lebih dari 1 milyar rupiah untuk tunjangan perumahan aja. Padahal rumah merekanjuha disediakan negara. Trus, ada tunjangan komunikasi senilai 21juta 500ribu rupiah perbulan. Itu mau nelpon siapa gede gitu angkanya ? Selingkuhan ?

Ada lagi tunjangan transportasi senilai 35 juta rupiah perbulan. Gak tau, itu buat bensin tank atau mobil ? Cuman anggota dewan ma Tuhan yang tahu.

Kalau dihitung2, satu anggota dewan di DPRD DKI Jakarta dapet duit 700juta rupiah perbulan. Banyak ya, mbang. Entah mereka mau apain duit sebanyak itu, mungkin buat mandi uang. 

Dan sakitnya, para anggota dewan itu minta duit sekian milyar rupiah disaat banyak warganya yang kehilangan pekerjaan, usahanya tutup karena pandemi sampe naiknya tingkat pengangguran. Sedangkan anggota dewan perutnya makin gendut kekenyangan.

Ada yang lucu. Seorang anggota DPRD DKI dari PDIP yang dulu sempat mengaku terinspirasi Ahok, bernama Ima Mahdiyah, malah gada malu2nya membela diri bahwa uang segitu wajar. Gak malu apa bawa2 nama Ahok dengan model ngerampok uang segitu banyak ? 

Ada lagi dari PKS yang bilang, uang segitu kecil dibandingkan APBD Jakarta. "Kecil nenek lu !!" Harusnya ada yang ngomong begitu ke mereka.

Yang masih konsisten adalah partai kecil, yaitu Partai Solidaritas Indonesia. Mereka awalnya ikut pansus bahas anggaran itu. Tapi ketika tahu angkanya begitu besar, mereka menolak dengan keras untuk makan uang rakyat. "Takut sakit perut, uang panas.." kata seorang teman kader PSI.

Entah dimana nurani mereka, para anggota dewan itu. Mereka pesta pora ditengah kesulitan banyak orang. Tidak ada sedikitpun empati mereka bahwa negara sedang dalam kondisi sekarat akibat Corona, dan banyak driver online yang pulang hanya bawa uang 2000 rupiah saja untuk makan sekeluarga.

Ada anekdot ketika gedung DPR terbakar, mendadak banyak orang disekitar gedung mengumpulkan donasi..

Seorang pengemudi mobil melintas, lalu bertanya, "Ada apa ?" Salah seorang pengumpul donasi menjawab, "Mau ikut donasi, pak ?"

Pengemudi mobil bertanya lagi, "donasi berapa ?" Dan dijawab, "Cukup satu liter bensin saja.."

Mungkin di hari pengadilan, Malaikat gak perlu lagi repot2 bertanya. Pas liat anggota DPR berjalan, pintu neraka langsung dibukakan lebar2. "Selamat datang, wahai para pemakan uang rakyat.." Mereka lalu dikalungi rantai panas sambil disuruh berenang di kawah yang menggelegak.

Ah, rupanya ceret sudah mulai berbunyi. Malam2 pengen minum kopi. Enaknya jadi orang biasa-biasa aja, gak banyak nanti yang dipertanggungjawabkan kepada yang punya bumi dan seisinya.

Seruputtt..

Denny Siregar

Monday, November 23, 2020

Ayo Rizieq, Berani Gak Bikin Partai Sendiri ?

Ayo Rizieq, Berani Gak Bikin Partai Sendiri ?

Monday, November 16, 2020

PION MULAI DIJALANKAN..

PION MULAI DIJALANKAN..

Kemarin malam saya ditelpon "seseorang".

"Presiden kumpulkan Panglima TNI dengan Komandan2nya.." Dia bilang.

"Ada apa ?" Tanya saya. Dia cerita banyak tentang operasi memulangkan si imam sebagai "operasi besar". Gerakan ini jauh lebih besar dari gerakan sebelumnya. Si imam dipulangkan untuk menyatukan kembali ormas2 agama yang ikatannya sempat melonggar.

Operasi ini tidak hanya melibatkan operator luar, juga didalam. Ada "agen2" yang bergerak supaya pulangnya si imam tampak sukses dan diliput oleh banyak media dgn foto2 yang bombastis. Mobilisasi dari daerah2 dilakukan. Ini akan membangkitkan kembali kepercayaan mereka untuk kembali berkumpul dalam acara besar 2 Desember nanti, sebagai show of force pertama.

Polisi dibikin tidak berdaya. Jika dihantam, kelompok ini akan brutal. Dimanfaatkan betul situasinya supaya makin liar. Mereka cuman pion. Si imam cuman pion. Kalau mereka berhasil bikin kerusuhan, maka tim lapis kedua akan mengisi peran. Tim lapis kedua inilah yang mengerikan. Mereka profesional dan bisa menyiram bensin supaya membakar lebih besar.

Makanya pas ada nikahan, tidak dihalangi. BNPB bagi masker utk melindungi orang2 awam itu. Mereka cuma dijadikan tameng hidup saja. 

Munculnya Panglima TNI ke publik dgn bahasa tegas, siapapun yang mau merusak persatuan akan berhadapan dengan TNI, itu bukan pesan buat orang sipil. Itu bahasa pesan, bahwa TNI solid membentengi Panglima Tertingginya. 

Jenderal2 perang yang hadir juga bukan sembarangan. Merekalah yang pegang ribuan pasukan dengan semua persenjataan. Mereka harus solid, kalau tidak, dengan senjata ditangan dan disalahgunakan, ngeri jadinya situasinya.

Pilihan sulit. Musuhnya bukan ecek-ecek. Harus strategis langkahnya. Bukan main pukul, seperti yang banyak orang pikir. Karena itu yang ditunggu lawan.

Sampai sekarang si imam terus provokasi, terus keluarkan kata penghinaan. Itu sangat disengaja, supaya yang dihina panas dan memukul dia. Itu yang ditunggu untuk memulai gerakan.

Kesal dgn pemerintah yang keliatan lemah ? Iya. Saya juga sama. Tapi memang itu yang diharapkan lawan. Dukungan ke pemerintah pusat akan melemah. Apatisme menyerang. Dan sesudah kita bilang "terserah" maka lawan akan bergerak untuk mencari simpati kita.

Seru dan tegang. Dan ini baru mulai, belum selesai.

Ahhh.. mau seruput kopi dulu ahhh..

Denny Siregar

Sunday, November 15, 2020

BENARKAH JOKOWI LEMAH ?

BENARKAH JOKOWI LEMAH ?

Beberapa hari ini, sejak kepulangan Rizik, Jokowi menjadi sasaran caci maki. Ketidaktegasan pusat sampai mereka menguasai bandara yang seharusnya menjadi objek vital negara jadi sorotan.

Oke, cukup kita bersuara keras. Sekarang saatnya melihat dari sudut pandang berbeda. Sebagai buzzeRp berlisensi, saya mencoba menganalisa apa yang mungkin sedang dilakukan pemerintah Jokowi.

Kesalahan pemerintah adalah tidak mengantisipasi besarnya massa yang dimobilisasi tim Rizik dari daerah2 sekitar. Apalagi ada kemungkinan bbrp aparat membelot yang membuka "pintu belakang", sehingga bandara jadi mudah dikuasai. 

Mau melakukan represi jelas tidak mungkin. Kerumunan massa, kalau ditekan bisa memantik api. Bahaya. Apalagi ini bandara internasional. Maka yang dilakukan hanya menjaga massa itu supaya tidak terlalu brutal.

Polisi pun tahu bahwa sesudah bandara sudah disiapkan even2 lain yang akan menambah kerumunan. Salah satunya even pernikahan. Bagaimana bisa menyetop kerumunan besar itu ?

Tidak bisa. Jalan satu2nya, biarkan saja dulu. Fasilitasi kalau perlu, karena massa yang datang sebenarnya adalah korban yg perlu diselamatkan. Karena itu, BNPB bagikan masker sbg bagian dr protokol kesehatan. Arus lalu lintas diamankan. Isolasi tempat pernikahan, perkecil parameternya, supaya tdk meluas kemana2. 

Kesal memang, seolah aparat membiarkan kerumunan. Tapi tidak ada yang lebih baik, hanya itu yang bisa dilakukan sekarang. Apalagi ada yang "sedang menunggu" supaya ada keributan besar. Ada yg ingin menyiram bensin nantinya jika api menyala. Dan pembelot itu ada dalam tubuh pemerintah sendiri. 

Malam2 Jokowi memanggil seluruh kesatuan. Rapatkan barisan. Sumpah setia pada negara harus dilaksanakan. Karena itulah TNI malam2 mengeluarkan video deklarasi kesatuan. Itu dulu yang penting, supaya rakyat bisa melihat bahwa TNI ada dibelakang Presidennya, sebagai simbol negara.

Lalu bagaimana dgn Rizik ?

Ia akan dijemput nanti kalau sudah sepi. Pasal yang dipakai sementara melanggar protokol kesehatan dengan menolak karantina mandiri. Pasal 93, penjara satu tahun lamanya. 

Itulah kenapa pada waktu ada kumpulan orang yang ingin bela Nikita dibubarkan. Bukan karena kejam, justru karena sayang. Jangan sampai kumpulan orang ini nanti kena hukuman dengan pasal yang sama. 

Situasi memang rumit. Ini bukan sekadar masalah Rizik. Dia hanya boneka saja. Tugasnya bikin masalah, bikin kerumunan besar, menunggu dipukul supaya bisa meledakkan kerusuhan. Baru nanti ada tim berbeda yang lebih matang, profesional dan akan siramkan bensin supaya api bisa membakar.

Begitulah kira-kira. 

Percaya cukur, gak percaya direbonding ajaa..

Kalau analisa kurang sesuai, ya kita cukup.. "Tarik sissss ! Semongko !!"

Kini tinggal aku sendiriiiii... Sambil sruput secangkir kopiii..

Denny Siregar

Wednesday, October 21, 2020

Denny Siregar: JUALAN AGAMA ALA GUS NUR


Denny Siregar: JUALAN AGAMA ALA GUS NUR

Tuesday, July 14, 2020

Adu Strategi Denny Siregar - Telkomsel


Sebentar lagi pasti banyak tokoh besar yang akan menelepon saya, dan bilang,
Denny, kamu mundur saja. Adu strategi Telkomsel - Denny Siregar

Saya sudah menduga, bahwa kasus melawan Big Company tidak semudah kelihatannya. Mereka punya jaringan orang-orang top dan dana besar untuk melindungi kepentingan besarnya. Dan strategi mereka keren sekali, sehingga banyak orang silau.

Salah satu strategi adalah dengan membangun narasi seolah-olah mereka sudah membongkar jaringan di dalam. Dan keluarlah tersangkanya, yang ternyata jabatannya cuma coro doang.

Dengan begitu, mereka memposisikan sebagai korban, dan karena mereka dan saya sesama korban, jadi cukup minta maaf saja, "Maaf ya Den, atas ketidaknyamannya." Mereka anggap masalah selesai.

Strategi kedua, dengan memunculkan orang atau kelompok seolah-olah menuntut mereka belasan triliun rupiah dengan mengatasnamakan saya. Dan narasi yang dibangun adalah, "Ah, Denny ternyata cuma cari uang". Dibunuhlah karakter saya, supaya yang tadinya mendukung menjadi benci.

Nah strategi ketiga, mereka akan memunculkan "angka nego" dengan saya ke publik. Tujuannya, ya apalagi kalau bukan merusak nama supaya opini terbentuk bahwa saya hanya mencari uang.

Lalu strategi keempat, akan bongkar-bongkar keburukan saya di masa lalu, supaya kembali lagi tercipta opini negatif publik ke saya.

Dan semua itu akan mereka lakukan dalam rangka menghalangi saya mengajukan gugatan sebenarnya. Melepaskan tanggung jawab mereka yang sudah sangat merugikan. Dan supaya tidak muncul orang-orang seperti saya yang akan mengajukan gugatan yang sama.

Sebentar lagi, pasti banyak tokoh besar yang akan menelepon saya, dan bilang, 'Denny, kamu mundur saja.'

Baca juga: Kasus Denny Siregar #BoikotTelkomsel Trending Twitter

Begitulah cara Big Company menyelesaikan masalahnya. Tidak ada empati, bagi mereka semua hanya bagian dari industri. Saya dan kita semua hanyalah "nomor" bagi mereka, bukan lagi manusia.

Penting bagi mereka jika saya dibungkam. Supaya tidak ada kasus "Goliath kalah melawan Daud". Kalau Daud menang, wah rusak reputasi besar mereka. Saham bisa anjlok karena kepercayaan hancur.

Padahal, apa yang saya lakukan dengan menggugat nanti, justru akan memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan yang peduli pada masalah sistem internalnya. Efek jera lewat gugatan itu penting, supaya mereka tidak bisa seenaknya lepas tangan dari masalah serius di dalam sistem keamanan data mereka.

Sungguh, ini permainan catur yang menarik bagi saya. Langkah harus cermat, jangan sampai salah. Dan tekanan-tekanan yang lebih besar akan saya hadapi, lebih kuat dari yang pernah terjadi.

Tapi biarlah. Apa yang terjadi biarlah terjadi. Setidak-tidaknya saya sudah berusaha melawan kesombongan sebuah korporat besar. Dan jika saya kalah, tetap saja menjadi sebuah kebanggaan karena saya pernah melakukan langkah besar yang berarti.

Sebentar lagi, pasti banyak tokoh besar yang akan menelepon saya, dan bilang, "Denny, kamu mundur saja."

Ah, biar saya beri mereka secangkir kopi.

Bagi saya, ini hanya permainan catur saja. Hanya lawannya saja yang berbeda.

*Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/adu-strategi-denny-siregar-telkomsel.html]

Source : https://www.tagar.id/adu-strategi-denny-siregar-telkomsel

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)