Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Thursday, April 30, 2020

Luar Biasa, Seorang Presiden Masuk Gang Dan Keluar Gang Di Masa Wabah Corona.Presiden Luar Biasa, Ini Prisedenku !!!


Presiden Luar Biasa, Tiada Ada Duanya Di Dunia.
Luar Biasa, Seorang Presiden Masuk Gang Dan Keluar Gang Di Masa Wabah Corona.Presiden Luar Biasa, Ini Prisedenku !!!
Presiden Yang Mau Tetap Dekat Dengan Rakyatnya Yang Sedang Menderita.Jokowi Langsung Menyapa Dan Membantu Rakyatnya. Saluuuut.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/luar-biasa-seorang-presiden-masuk-gang.html]

Wednesday, April 29, 2020

KILAU PAKAIAN DINAS SANG JENDRAL..


KILAU PAKAIAN DINAS SANG JENDRAL..
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/kilau-pakaian-dinas-sang-jendral.html]
Orang-orang besar mulut itu kini mulai terhempas pada pinggiran jurang dalam tak berujung. Tanpa daya mereka terpojok dan menunggu ajal atau adakah tangan yang akan meraihnya, pertunjukan sedang mendekati masa akhirnya.

Kita memang sedang menyaksikan akhir drama tentang kejatuhan serigala berbulu domba dan proxy nya para serigala berbaju agama

Terlalu lama muka tampan dan mulut manis mereka membuai kita dengan lagu indah tanpa akhir bahagia. Seumur hidup kita hanya akan menjadi bangsa kelas dua tanpa pernah beranjak dan mereka.., menyimpan uang dalam jumlah fantastis di negeri seberang.

Mereka mandi uang dan berenang dalam kemewahan hanya karena pekerjaannya. Ya mereka antek penjajah sesungguhnya, para kapitalis asing.

Bak lintah para kapitalis telah dan terus ingin menyedot seluruh kekayaan alam kita. Dan mereka, para pejabat korup, yang turut dalam hingar bingar politik kita, adalah calo sekaligus boneka bagi kepentingan kapitalis tersebut.

Kemewahan itu kini diungkit. Dibongkar dan kemudian dijungkirbalikkan oleh Jokowi demi kembali pada fitrahnya, kembali kepada asal seharusnya itu diperuntukkan RAKYAT...!

Dulu, ketika mereka adalah bagian dari kekuasaan, tak ada alasan takut dan kemudian menciptakan proxy. Kini, proxy dibuat dari kaumnya, jadilah serigala berbaju agama. Mereka mencari dukungan dari rakyat dengan dalil agama.

Perpecahan dituju, kekacauan diciptakan demi rasa tak percaya rakyat kepada sang pimpinan, presiden terpilih..!

Melalui pandemi negara memiliki alasan melakukan re-start. Re-start juga dilakukan banyak negara di dunia akibat pandemi global Covid-19. Sang kapitalispun tak terbebas, bahkan terjatuh lebih parah. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri dan sesaat lupa memberi makan para proxy nya.

Berita baik akibat lima tahun kerja keras tanpa henti sang Presiden telah membuat Indonesia memiliki posisi start sempurna. Indonesia langsung menjadi negara bersinar dan para sponsor berebut memilih kita sebagai salah satu kendaraan pilihannya.

Lihat strategisnya kebijakan PSBB yang serta merta membuat negara memiliki dana sebesar RP 405 triliun demi menanggulangi bencana skala global ini.

Lihat juga stimulus yang menjadi rujukan banyak negara lain dari penerbitan 'Global Bond' berdenominasi total US$ 4,3 miliar yang memiliki tenor terpanjang yakni 50 tahun.

Nilai tukar rupiah dalam 2 pekan terakhir terus menguat dan dinilai sebagai mata uang  paling perkasa di tengah ekonomi global yang suram akibat Covid-19 adalah bukti bahwa para sponsor sekaligus para pelaku pasar tersebut menengok pada Indonesia.

Urusan luar sudah tak lagi ada masalah. Kita siap melaju dan bersaing. Kompetisi akan membuat kita semakin tangguh sebagai sebuah bangsa.

Bersih-bersih dari dalam kini mendapatkan moment sempurna. Selera makan sang kapitalis sedang terganggu, mulutnya sedang tak memiliki rasa akibat demam parahnya. Mereka sedang tidak berminat makan.

Para petempur lapangan yang diidentifikasi sebagai kelompok anarko telah kandas. Buruh tak lagi bersuara. Provokator lapangan digiring dan ditangkap.

Reflly Harun sang ahli tata negara disuruh pulang. Ketua KPAI dipecat dengan tidak hormat. Faddly Zon dibikin sibuk ngobrol pertanian biar Ge-Er mo diajak gabung. Said Didu sudah berdiri di sudut lapangan di mana jalan untuk lari tak lagi tersedia.

Ini hanya sekelumit tanda-tanda bahwa bersih-bersih di dalam sedang berjalan.

Setelah ide lockdown gagal dan usaha membuat masyarakat yang tertular makin banyak juga gagal, kini ide agar rakyat mati kelaparan sedang dibuat.
Bantuan negara kepada mereka dihambat dengan data pura-pura salah sasaran.

Bayangkan, orang lapar tak mendapat bantuan, dan yang berlebihan dibagi lebih. PNS/ASN dapat jatah makanan, tetangga sebelah yang dua hari tak makan dibiarkan.
Ini adalah cara membuat rakyat marah. Kecemburuan dan rasa tidak adil diciptakan demi gejolak yang mereka tunggu.

Tiba-tiba suara yang biasanya terdengar santun itu berteriak, "Ingat.., mau itu RT atau RW, Lurah, Bupati, Wali Kota, Gubernur kalau ada penyalahgunaan sembako dari Pemerintah Pusat, saya tegaskan sekali lagi.. akan saya hukum seumur hidup..!! Sesuai hukuman seperti para koruptor."
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/kilau-pakaian-dinas-sang-jendral.html]

Perang terhadap para pengkhianat negara yang ingin membuat kekacauan dengan ide rakyat mati karena kelaparan digaungkan Presiden. https://www.buletinterkini.com/2020/04/18/jokowi-saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-harap-melapor.

Dari seberang lapangan, Prabowo mengumpulkan seluruh kader partainya dan berteriak "kita harus dukung Presiden..!!" Serta merta pendukung militannya bergabung

Tak mau kalah, Kapolri dengan sigap memberi perintah "Siapkan 10 ton beras pada masing-masing Polres..! Cari dan bantu rakyat yang membutuhkan..!!"
https://pontas.id/2020/04/26/selama-corona-kapolri-minta-tiap-polres-sediakan-10-ton-beras/

Dan.., KEPALA BNPB yang juga Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo tiba-tiba tampil mengenakan seragam militer dengan brevet KOPASUS terpasang, saat Ratas dengan Presiden.
https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/4238744/makna-seragam-militer-yang-dipakai-doni-monardo-saat-bertugas

Ya.., sang komandan telah mengenakan seragam yang menunjukkan bahwa dia adalah pemimpin lapangan.. Panglima tempur telah memberi sinyal.

Ingat, Letjen Doni Monardo adalah petempur sejati. Seorang Danjen Kopasus. Komandan Jendral sebuah pasukan elit paling ditakuti di seluruh dunia. Dipadu dengan jabatan terakhir sebagai Setjen Wantanas, lengkap sudah kapasitas yang memenuhi ruang pribadinya.

Sebagai Setjen Wantanas salah satu tugas pokoknya adalah tentang Penetapan kebijakan dan strategi nasional dalam rangka menjamin keselamatan bangsa dan negara.

Sebagai Danjen Kopasus, motto "lebih baik pulang nama dari pada gagal dalam tugas" sudah menjelaskan bagaimana integritas seorang anggota Kopasus.

Sang komandan sudah berdiri paling depan pada barisan pasukannya dengan seragam kebesarannya, adakah musuh masih akan bermain-main?

Panglima besar, Presiden Republik Indonesia, sepertinya memang ingin menuntaskan carut marut masalah negeri ini. Strategi luar biasa telah dibuat dan dijalankan tanpa seoorangpun musuh tahu bahwa mereka benar-benar sudah terpojok.

Perkiraan dari penelitian Driven Innovation Laboratorium Singapore University of Technology and Design,  wabah COVID-19 di Indonesia diperkirakan akan berakhir mulai 6 Juni 2020.

Presiden memperkirakan bahwa Juli 2020 kita akan terbebas dari bencana ini.

Akankah kita selamat?

Dua bulan bagi rakyat terdampak adalah waktu yang sangat lama. Menunggu dan terkurung adalah waktu paling menyiksa. Namun, bagi mereka yang melihat ini sebagai peluang, ini adalah waktu pendek, bahkan sangat pendek.

Peluang terbaik bagi penjatuhan Presiden adalah saat ini. Kekecewaan kepada Presiden dapat kembali mereka bangun saat korban meninggal tinggi.

Yang penting, korban meninggal dunia harus banyak. Bila korban meninggal karena Covid-19 ternyata sedikit, buat korban meninggal karena kelaparan membesar.

Kedua sebab tingginya kematian adalah ukuran gagal dan kacaunya pekerjaan Presiden.

Kacaukan Bansos, buat BLT tak sampai tujuan, di saat yang sama, buat keriuhan di media sosial. Semua dimulai dari di mana kelompok mereka memiliki kekuasaan sebagai kepala daerah.
Ini akan dimulai oleh para proxy nya yakni para serigala berbaju agama.

Jawaban Presiden sungguh membuat mereka terhenyak, sang Komandan Kopasus ke 27 ini diminta maju. Mengenakan baju kebesaran militer dengan brevet Kopasusnya yang mencorong, siapa tak akan mundur?

Masih mau nekad? Silakan..!!
Yang jelas, kepastian bahwa kita sebagai bangsa akan mampu melewati masa krisis ini, semakin tampak menjanjikan.

Presiden RI Joko Widodo : “Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Berani Melapor!! “Jangan Teriak teriak Dimedsos


Presiden RI Joko Widodo : “Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Berani Melapor!!!“

“Untuk seluruh rakyat Indonesia yang ada di berbagai Provinsi khususnya di Pedesaan, di Kampung-Kampung dan di Pelosok-Pelosok harus Bersatu Padu untuk membantu orang-orang yang sekarang ini banyak yang tidak mendapatkan bantuan dari Kepala Daerah”.

“Saya banyak mendengar dan melihat tentang Orang-Orang yang tidak mendapatkan bantuan dari Kepala Daerah dengan alasan tidak ada data yang lengkap mengenai penduduknya”.

“Yang lebih memperihatinkan, saat Ini yakin telah membuat saya kecewa kepada orang-orang yang sudah memanfaatkan situasi Covid-19. Seperti Ini malah tambah me Ngada-ada”.

“Banyaknya Warga masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan hanya gara-gara sebagian orang yang memanfaatkan hak orang lain”.

“Saya tahu dan saya mengetahui hal Ini pasti terjadi, makanya untuk rakyat yang tidak mampu yang tidak mendapatkan hak-hak kalian harap gotong royong bersatu saling membantu agar orang yang telah menggunakan Sembako tidak di gunakan seenaknya. Kalau tidak kebagian cepat melakukan tindakan, karena ini dari Pusat Pemerintah sudah jelas sekian Triliun Uang untuk bantuan sudah di transfer ke Daerah masing-masing”.

“Dan saya tidak mau lagi ada Dana untuk rakyat malah di bagikan ke orang-orang yang mampu saja, harus bisa di ratakan jangan hanya untuk orang terdekatnya”.

“Ingat, mau itu RT Atau RW, Lurah, Bupati, Wali Kota, Gubernur Kalau ada Penyalahgunaan Sembako dari Pemerintah Pusat maupun Dana Desa, untuk seluruh rakyat yang tidak mampu dan Bantuan-bantuan tidak di salurkan tepat sasaran,” Saya Tegaskan Sekali Lagi Akan Saya Hukum Seumur Hidup” sesuai hukuman seperti para Koruptor”.

“Kemaren, Saya banyak pengaduan dari rakyat yang ada di Desa-desa yang katanya Sembako dari Pemerintah Pusat nyampe ke RT/RW ke Lurah ke bale desa tapi banyak yang tidak mendapatkan malah banyak yang mendapatkan Justru yang orang mampu, yang tidak mampu malah tidak mendapatkan”.

“Saya tegaskan sekali lagi untuk rakyat yang tidak mendapatkan bantuan harap segera melapor jangan takut-takut, Kalau kalian takut sendiri melapor boleh kok sesama yang tidak mendapatkan juga bersatu untuk melaporkan hal ini demi Kemanusiaan dan Pemerataan Seluruh Rakyat Indonesia”.

“Jangan cuma bisanya teriak-teriak ini dan itu tapi nyali melapor saja tidak ada”.

“Sudah tahu Itu sudah melanggar hukum malah pada diam aja”.

“Yang di salahkan terus-menerus Pemerintah Pusat ini dan itu, Padahal dari Pemerintah Pusat sudah jelas menggelontorkan Dana-dana buat Pemerataan Seluruh Rakyat Indonesia itu sudah di salurkan ke setiap Provinsi, dan bukan dana sedikit”.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/presiden-ri-joko-widodo-saya-tegaskan.html]

Sumber Berita:
https://www.journalpolice.id/presiden-ri-joko-widodo-saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-harap-berani-melapor-jangan-teriak-teriak-dimedsos/

http://selidikkasus.com/2020/04/26/presiden-ri-joko-widodo-saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-harap-melapor/

https://www.berandankrinews.com/2020/04/22/presiden-joko-widodo-segera-melapor-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-terkait-covid-19/

https://www.perssigap88.co.id/2020/04/saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak.html?m=1

https://www.sidikkasus.co.id/presiden-joko-widodo-saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-harap-melapor.html
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/presiden-ri-joko-widodo-saya-tegaskan.html]

#BersatuKitaBisa
#KamiBersamaPresidenJokowi
#TangkapKorupsiBansosCovid19

Bisa dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat atau melalui no WA 08111022210 (aduan bansos covid-19)

Tuesday, April 28, 2020

Mengapa Presiden Jokowi Sangat Dibenci


MENGAPA PRESIDEN JOKOWI SANGAT DIBENCI ?

JK yg pernah menjadi orang dekat Presiden Jokowi, sekarang terang2an menjadi musuh dan menghujat cara penangan pandemi virus corona covid-19 oleh presiden Jokowi.
Refly H yg sebelumnya dikasih jabatan, tetapi malah menjadi musuh dan sering menghujat Presiden Jokowi, dan sekarang ia berkata bahwa " Larangan mudik langgar UU, Jokowi harus tanggung jawab ".
Yg memusuhi dan menghujat Presiden Jokowi itu banyak dan semakin bertambah, dari semua golongan. Mengapa Presiden Jokowi sangat dibenci ?
Karena Presiden Jokowi bukan siapa2, Presiden Jokowi berasal dari keluarga sederhana, Presiden Jokowi bukan ketua partai, tetapi bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Jokowi hanya punya titel Ir. Kehutanan, merintis usaha mebelnya dari nol, utk buat rumah saja beli tanah kredit bayar nyicil, coba bandingkan dgn JK yg punya harta Triliunan.
Mereka sangat membenci Presiden Jokowi yg bukan siapa2, dari keluarga sederhana dan bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia. Mereka tidak peduli Jokowi orang baik, mereka tdk peduli Presiden Jokowi tulus ikhlas bekerja siang malam utk bangsa dan negaranya,
ini masalah politik, ini masalah kekuasaan, ini masalah hebatnya kedengkian, mereka bukan lagi manusia tetapi setan dan setan ini selalu bilang semua salah Presiden Jokowi.

Ir.H.Joko Widodo ( 1961-... ) adalah berasal dari keluarga yg sederhana, boleh dikatakan kelas bawah, namun hal itu tidak membuatnya minder dan takut bermimpi tinggi, mulai dari sekolah SD sudah mulai mengalami kesulitan biaya, lalu Jokowi kecil membantu orang tuanya berdagang, mengojek payung, hingga jadi kuli panggul, untuk membiayai sekolah dan uang jajannya sendiri, setelah tamat SMA Jokowi melanjutkan kuliah di UGM jurusan Kehutanan. Sempat bekerja, tetapi kemudian Jokowi memutuskan keluar dan memulai usahanya sendiri menjadi pengusaha Furniture. Pada 2005 Jokowi mulai terjun kedunia politik diusung PDIP, maju sebagai calon Wali Kota Solo dan menang. Tidak sedikit yg meragukan kemampuan Jokowi perihal kepemimpinan. Tak butuh waktu lama, setelah satu tahun Jokowi sudah berhasil memberikan perubahan drastis untuk Solo. Pada th 2010 Jokowi memenangkan lagi pemilihan Wali Kota Solo dgn total suara melebihi 90% , pada th 2012 Jokowi kemudian dicalonkan sbg Gubernur Jakarta bersama Ahok dan menang. Dan puncaknya pd 2014 Jokowi dicalonkan sebagai Presiden bersama JK dan menang, Jokowi menjadi Presiden RI yg ke 7, dan pd Pilpres 2019 Presiden Jokowi kembali menang.
Presiden yg merakyat dan sederhana, Presiden yg cerdas dan visioner, Presiden dgn prestasi kerja nyata.

" Hanya seorang pemimpin berhati pelayanlah yg secara otomatis merespon setiap permasalahan dgn mendengarkan setiap permasalahan itu terlebih dahulu ".
( Robert Greenleaf ).

Semenjak kecil Jokowi sudah dihina, Jokowi oleh beberapa temannya dipanggil dgn sebutan Klemer, waktu menjadi Wali Kota Solo Jokowi juga diragukan, tetapi Jokowi mampu membawa perubahan yg drastis bagi Solo, dan pd 2012 The City Mayors Foundation menempatkan Jokowi menjadi Wali Kota terbaik dunia no.3 , dan hanya ada 2 orang Indonesia saja yg mendapatkan penghargaan masuk dlm daftar The Leading Global Thinkers, versi Foreign Policy, yaitu :
Jokowi dan Ahok.

" Pemimpin yg lahir dlm keluarga yg kaya raya, dgn orang miskin itu beda. Omongan boleh dibuat2 tetapi gestur tubuh dan mimiknya tidak bisa berbohong " ( Presiden Jokowi ).

Siapa yg pernah menyangka seorang anak desa bertubuh kerempeng dari keluarga kelas bawah, sering diejek temannya, dan sekarang orang yg bertubuh kerempeng ini menjadi orang nomor satu di Indonesia, dia bernama :
" Ir. H. Joko Widodo " , Jokowi memerintah negara ini dgn Hati, dgn kerja keras tak kenal lelah, dan prestasi kerja nyata telah dipersembahkannya utk negeri ini, Presiden Jokowi tidak bisa diajak KKN, tegas keputusannya tdk bisa dipengaruhi, jujur jalannya lurus tdk bisa diajak jalan bengkok, sederhana, tenang dan sgt sabar, maka dari itu mereka sangat membenci Presiden Jokowi, meskipun sejuta kebaikan Presiden Jokowi, meskipun sejuta prestasi Presiden Jokowi utk bangsa dan negara ini, mereka sama sekali tidak peduli, dimata mereka semua kerja dan kebijakan Presiden Jokowi salah, tidak ada benarnya, semua salah dan Presiden Jokowi harus ditumbangkan, ini masalah politik, ini masalah kekuasaan, ini masalah hebatnya kedengkian, mereka bukan lagi manusia tetapi setan, setan tidak pernah lelah membenci.

" Resep untuk dapat memimpin rakyat dengan hati adalah : jangan punya kepentingan apapun selain rakyat " ( Presiden Jokowi ).

SALAM DAMAI.
ROF SIN.
🇲🇨💙🙏💚🇲🇨

HENTAKAN JOKOWI UNTUK INDONESIA DI MATA DUNIA


HENTAKAN JOKOWI UNTUK INDONESIA DI MATA DUNIA
[politikandalan.blogspot.com]

Sang penguasa dunia sedang sakit. Tubuh tambunnya kini terlihat lemah dan bergerak sangat lamban. AS, negara adidaya itu jatuh dan terjerembab dengan luka paling parah dan jumlah korban meninggal paling memilukan di negara tersebut.

AS sedang terpuruk. Tertatih-tatih sang jagoan no. 1 dunia itu mencoba bangkit, namun beban tubuh tambun dan banyaknya luka membuat dia hanya mampu terduduk lesu.

Mungkinkah  kepemimpinan dunia sedang beralih?

Dollar AS sampai hari ini masih menjadi mata uang dunia. Salah jalan Dollar dalam pengembaraannya telah membuatnya bukan lagi menjadi alat tukar, Dollar telah berubah menjadi komoditas. Komoditas yang berbentuk uang. Sehatkah orang memiliki wajah ganda?

Siapa menguasai minyak adalah siapa yang memiliki dunia, itu adalah motto AS dan para kapitalis yang berdiri di belakangnya. Namun minyakpun telah salah jalan, dia membunuh terlalu banyak manusia dan merusak alam.

Dua kekuasaan besar tersebut kini sedang sekarat dan menunggu ajalnya. Seperti baju zirah, pelindung itu kini justru membebani.

Dollar yang sudah sejak 50 tahun lalu berjalan pada arah yang salah sedang menunggu saat jatuhnya. Tak ada lagi underlaying dalam bentuk emas atau apapun dalam pencetakannya.

Di sisi lain, uang elektronik China yang memakai underlaying emas sudah mulai beredar. Dengan kekuatan ekonomi China yang sangat spektakuler dan menguasai seluruh perdagangan dunia, jelas sudah, ini adalah ancaman. Hanya masalah waktu saja Dollar akan meredup.

Dimulai dengan Kesepakatan Iklim Paris 2015, pengurangan pemakaian Bahan Bakar Minyak terjadi dimana-mana. Mereka melirik pada tekhnologi Lithium.

Lithium, sang takdir pembunuh minyak sudah tumbuh makin dewasa. Periode dan kejayaan minyak sedang terus digerogoti oleh hadirnya sang penyimpan energi yang jauh lebih bersih dan terbarukan.

Mata dunia, terutama generasi milenial yang sebentar lagi menguasai panggung politik dan di sisi lain sebagai kaum yang sangat peduli terhadap lingkungan, sedang menengok kesana.

Lithium adalah masa depan, Lithium adalah baterai, dan Lithium adalah Indonesia.

Lho kok...???

Ingat, Uni Eropa menggugat Indonesia di WTO beberapa waktu silam. Ingat, Uni Eropa memboikot sawit kita.

Saat digugat di WTO karena kebijakan tak lagi mengijinkan ekspor nikel dalam bentuk ore, Jokowi dengan Pe-De nya mengatakan : "SIAPKAN LAWYER TERBAIK..!!"
Dan saat sawit diboikot, dengan ekspresi muka ngenyek dia bilang "GAK MAU YA SUDAH, SAYA KONSUMSI SENDIRI",  dan... Eropa kaget karena dari Indonesia langsung muncul diesel B30.

Saat ini, infrastruktur kita di Morowali sudah sangat siap. Di sana sudah ada Kawasan Industri Morowali. Dan di Virtue Dragon, Weda Bay, di sana juga sudah terbangun politeknik bagi siapnya masyarakat lokal menerima alih tehnologi tinggi dalam bidang baterai.

Lho kok baterai...??

Lithium adalah baterai, dan lithium adalah tentang nikel sebagai bahan bakunya. Di sana, di Morowali Sulawesi Tengah, bahan baku nikel terhampar sangat luas. Dan itu adalah masa depan yang sedang menanti kita.

Seluruh mata dunia sedang mengarah ke sana, dimana masa depan gemilang Indonesia ada pada jalur yang tepat. Jalur trend dunia dengan teknologi hijaunya.

Kenapa harus dengan China...??

Ingat isu pekerja China yang menjadi senjata bombastis lawan politik Jokowi saat pemilu tahun lalu? Di sinilah, di Morowali, diisukan ada ribuan pekerja China.

Lithium adalah apa yang juga menjadi senjata unggulan China dalam melawan dominasi minyak AS. Dengan lithium, China mampu membuat dunia sedikit demi sedikit meninggalkan minyak.

Karena lithium adalah unggulan China, maka belajar teknologi lithium tentu harus dengan China. Itu sesuatu yang sangat logis, bukan masalah komunis dan demokrasi.

Pernah dengar Mercedes dan Tesla? Keduanya ada di belakang China dalam teknologi baterai ini. Dua raksasa industri terdepan dalam pengembangan baterai.

Ya.., dapat ditebak dengan mudah, mereka yang sibuk berteriak China! China! dan China!, tentu sangat terkait erat pada siapa yang akan dirugikan dengan terbangunnya industri baterai di Indonesia.

Mungkinkah suatu saat nanti kita akan menjadi pusat baterai dunia?

Morowali sedang diarahkan menjadi penghasil baterai mobil terbesar di dunia. Komponen baterai pada mobil elektrik adalah mencakup 40% dari keseluruhan produk itu, maka demi efisiensi, tentu itu sangat logis.

Sangat logis bila industri dan produksi mobil elektrik akan memilih Indonesia menjadi pusat produksinya. Ini adalah soal bisnis, dan bisnis tak kenal kewarganegaraan.

Kini menjadi semakin jelas kenapa Indonesia menjadi satu dari tiga negara kelompok G-20 yang akan memimpin. Lima tahun pertama Jokowi benar-benar telah membuat semua infrastruktur bagi kemajuan negara ini tersusun rapi dan jelas.

Kepercayaan investor terlihat dengan jelas saat nilai tukar Rupiah semakin hari semakin kuat akibat penilaian asing terhadap bagaimana Pemerintah menangani bencana Covid-19 ini.

Global Bond yang diinisiasi oleh Indonesia, kini menjadi alternatif cerdas bagi banyak negara lain di dunia untuk keluar dari jerat ekonomi yang pasti merosot. Arab Saudi dan negara-negara Teluk telah mengikuti jejak Indonesia.

Arah sudah jelas, peminat sudah ngantri, apakah kita benar-benar akan memimpin, tentu hal itu juga tergantung dari seluruh rakyat Indonesia.

Dominasi AS atas dunia tak mungkin akan dilepas begitu saja. Semua kekacauan dan kericuhan akan semakin intens saat perang posisi ini makin mendekati puncak.

Lantas apa yang harus kita lakukan?

Teriakan China!, China! dan China! akan semakin masif dan kita tahu siapa dibalik teriakan tersebut. Kita tahu siapa yang akan main kasar ketika pertandingan hampir usai.

Mereka yang kalah dan tak tahu harus berbuat apa selain marah dan marah, adalah mereka yang harus kita hadapi. Mereka adalah orang-orang yang tak mengerti dan tak memiliki rasa cinta tanah air.

Perkembangan luar biasa atas kepemimpinan Jokowi telah mulai tampak. Baru terjadi BUMN kita telah menggeser posisi Malaysia dan Singapura dalam hal keuntungan sejak tahun 1998.

Baru terjadi Freeport memberikan keuntungan signifikan terhadap Indonesia dari sejak awal dikuasai oleh AS.

Baru kali ini Indonesia masuk menjadi kelompok dengan GDP 1 Triliun Dollar, sejajar dengan beberapa negara maju didunia.

Siapa menguasai minyak akan menguasai dunia adalah cerita masa lalu. Kini, siapa menguasai nikel, dialah pemilik masa depan dunia... dan itu adalah kita.

Ingat AS dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang gak jauh-jauh amat dengan Indonesia mampu menjadi raja dunia lebih dari 50 tahun karena dominasi minyak.

Dengan dominasi nikel, kesempatan menjadi pemilik masa depan dunia kini terbuka semakin lebar. Dengan memilih nikel sebagai ujung tombak kemajuan teknologi dan mendorong Indonesia sebagai basis mobil listrik dunia, potensi menjadi salah satu pemimpin dunia tersebut semakin mendekati kenyataan.

Dunia sebagai Gadget secara bersama sedang direstart, dan kabar bagusnya, kita menyala paling cepat. Apakah sang operator mampu membuat gadget ini menjadi makin dan semakin hebat, tentu itulah yang menjadi harapan kita.

by RudySoekarno
[politikandalan.blogspot.com]

Dokter Mencoba Dua Hormon Wanita untuk Lawan Corona



Jakarta, Gatra.com - Lebih banyak pria daripada wanita yang jatuh sakit parah atau meninggal karena COVID-19, dua uji klinis akan menyelidiki apakah perbedaan hormon seks dapat menjelaskan tren tersebut, The New York Times melaporkan. Livescience, 28/04.

Sejak pandemi COVID-19 pertama kali muncul di Cina, pria di seluruh dunia lebih cenderung membutuhkan perawatan medis intensif atau meninggal karena penyakit daripada wanita, menurut laporan Times. Misalnya, laki-laki membentuk sekitar 75% dari pasien COVID-19 dalam perawatan intensif atau pada ventilator di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, Dr. Sara Ghandehari, seorang dokter paru dan dokter perawatan intensif, mengatakan kepada Times.

Dan pada awal April, pria yang terinfeksi di New York City meninggal sekitar dua kali lipat dari wanita yang terinfeksi, menurut NPR. Kecenderungan ini mungkin terkait dengan tingginya prevalensi kondisi jantung dan paru-paru pada pria, yang juga umumnya merokok, mengonsumsi alkohol dan terpapar polusi udara luar ruangan dengan tingkat yang lebih tinggi daripada wanita, Sarah Hawkes, profesor kesehatan masyarakat global di University College London, kepada NPR. Selain faktor-faktor ini, "ada cukup banyak bukti bagus bahwa ... sistem kekebalan tubuh wanita pada dasarnya jauh lebih kuat," tambahnya.

Hormon seks estrogen dan progesteron, yang diproduksi wanita dalam jumlah yang lebih besar daripada pria, membantu mengatur sistem kekebalan wanita dan dapat memberi wanita perlawanan khusus terhadap infeksi dan respons sistem kekebalan tubuh yang berbahaya, lapor Times. Dengan pemikiran itu, para ilmuwan di Cedars-Sinai dan Renaissance School of Medicine di Stony Brook University berencana untuk mengobati kelompok kecil pasien COVID-19 dengan sulih hormon, untuk melihat apakah mereka membuat perbedaan.

"Kita mungkin tidak mengerti persis bagaimana estrogen bekerja [untuk menetralkan COVID-19], tetapi mungkin kita bisa melihat bagaimana keadaannya," kata Dr. Sharon Nachman, peneliti utama dari percobaan Universitas Stony Brook, kepada Times.

Uji coba Stony Brook melibatkan 110 pasien dengan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi atau diduga yang mengembangkan setidaknya satu gejala serius, seperti demam tinggi, sesak napas atau pneumonia, tetapi belum memerlukan dukungan pernapasan mekanis melalui intubasi, menurut ClinicalTrials .gov. Semua pria berusia 18 dan lebih tua dapat memasuki uji coba, serta wanita berusia 55 dan lebih tua (tingkat estrogen wanita cenderung menurun setelah menopause.) Setengah peserta akan diobati dengan sisipan estrogen yang diletakkan di kulit mereka selama satu minggu, sedangkan setengah lainnya akan menerima perawatan medis standar.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa estrogen tambahan dapat membantu membersihkan virus dari tubuh, serta mendukung perbaikan jaringan yang rusak begitu infeksi COVID-19 mulai mereda, kata Nachman. Estrogen (atau oestrogen) adalah sekelompok senyawa steroid yang berfungsi terutama sebagai hormon seks wanita. Walaupun terdapat baik dalam tubuh pria maupun wanita, kandungannya jauh lebih tinggi dalam tubuh wanita usia subur.

Peserta lain dalam uji coba Cedars-Sinai akan menerima progesteron, bukan estrogen, karena progesteron mungkin memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat mencegah timbulnya badai sitokin, di mana sinyal kimia inflamasi menjadi rusak dan merusak tubuh, Ghandehari mengatakan kepada Times. Penelitian ini akan melibatkan 40 pria yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi COVID-19 ringan hingga sedang. Setengah dari pria itu akan menerima dua suntikan progesteron sehari selama lima hari. Progesteron merupakan hormon dari golongan steroid yang berpengaruh pada siklus menstruasi perempuan, kehamilan dan embriogenesis.

Baik uji coba estrogen dan progesteron akan memantau tingkat keparahan penyakit pasien melalui waktu, membandingkan kelompok yang diobati dengan kelompok yang tidak diobati.

Kedua percobaan mendukung gagasan bahwa peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat membantu tubuh melawan infeksi COVID-19, tetapi tidak semua data mendukung gagasan itu, Sabra Klein, yang mempelajari perbedaan jenis kelamin dalam infeksi virus dan tanggapan di Johns Hopkins Bloomberg Sekolah Kesehatan Masyarakat, kepada Times.

"Pria yang lebih tua masih terpengaruh secara tidak proporsional" oleh COVID-19 dibandingkan dengan wanita yang lebih tua, yang kadar hormonnya menurun secara dramatis setelah menopause, katanya. "Itu menunjukkan kepada saya bahwa itu harus menjadi sesuatu yang genetik, atau sesuatu yang lain, itu bukan hanya hormon," katanya. Yang mengatakan, infus estrogen dan progesteron masih dapat memodulasi sistem kekebalan pria dengan cara yang bermanfaat, tambah Klein. "Bisa mendapatkan efek menguntungkan pada pria dan wanita," katanya.

Editor: Rohmat Haryadi

Wednesday, April 22, 2020

Mengintip Langkah Presiden


By Karto Bugel
MENGINTIP LANGKAH PRESIDEN

Siapa yang paling paham bahwa dalam dua atau tiga bulan kedepan akan terjadi panen raya atau biasa-biasa saja, tentu petani. Meski tampaknya diam, pohon-pohon itu berbicara, dan hanya mereka yang menanamnya yang mengerti bahasa itu.

Apa yang disampaikan dan dibutuhkan oleh tanaman itu agar dua bulan kedepan panen raya benar maksimal, telah diketahui oleh petani tersebut.

Berapa modal harus kembali disuntik, tentu merupakan keputusan prosesional yang bukan ranah tukang ledeng PDAM dapat turut memperdebatkannya.

Demikikianlah Indonesia sebagai ladang, Jokowi sebagai pengelola ladang penuh berkah telah bekerja lebih dari lima tahun dan masih akan terus bekerja hingga lima tahun kedepan.

Iklim tak bersahabat seperti kemarau panjang tanpa air, adalah ilustrasi perang dagang Amerika dan China. Namun Jokowi masih dan sudah membangun semua infrastruktur yang akan dibutuhkan disaat panen nanti.

Tak berbeda dengan hama wereng yang menghancurkan semua yang ditanamnya, Covid-19 kini menghantui panen raya yang diharapkan menjadi berkah melimpah bangsa yang dipimpinnya.

Namun Tuhan adil, bukan hanya kita yang diserang hama wereng ini, ia menginvasi semua negara tanpa terkecuali. Kita tidak sendirian.

Seperti sebuah gadget, semua melakukan proses refresh. Semua menghentikan kegiatan. Untuk sesaat kita membuang seluruh sampah yang mengotori tubuh dan memori di otak kita.

Kemudian, seperti adu canggih sebuah gadget, dari proses off dan kemudian on , siapa paling cepat merespon adalah gadget mana yang memiliki kinerja bagus didalamnya.

Demikianlah semua negara didunia sedang beradu cepat siapa duluan bangkit. Siapa lebih dulu mendapat kepercayaan investor adalah siapa yang secara terstruktur dan masif telah melakukan pembenahan.

Hanya pada merekalah yang seluruh infrastrukturnya telah siap, berkah investasi akan mengalir.

Dan.., Indonesia adalah satu diantara tiga negara yang paling siap. Bukan kita atau Jokowi atau Sri Mulyani yang bilang dan yang menilai hal tersebut, investor..!

Bukan melulu tentang jalan raya yang sudah dibuat, namun produk hukum dan aturan yang membuat pelaku pasar merasa aman adalah salah satu bentuk intrastruktur yang juga telah dipersiapkan negara ini.

Sang penguasa dunia sedang sakit. Tubuh tambunnya kini terlihat lemah dan bergerak sangat lamban. AS negara adidaya itu jatuh dan terjerembab dengan luka paling parah dan jumlah korban meninggal paling memilukan di negara tersebut.

AS sedang terpuruk. Tertatih-tatih sang jagoan no 1 dunia itu mencoba bangkit, namun beban tambun tubuh dan banyaknya luka membuat dia hanya mampu terduduk lesu.

Mungkinkah  kepemimpinan dunia sedang beralih?

Dolar AS sampai hari ini masih menjadi mata uang dunia. Salah jalan dolar dalam pengembaraanya telah membuatnya bukan lagi menjadi alat tukar, dolar telah berubah menjadi komoditas. Komoditas yang berbentuk uang. Sehatkah orang memiliki wajah ganda?

Siapa menguasai minyak adalah siapa yang memiliki dunia, itu adalah moto AS dan para kapitalis yang berdiri dibelakangnya. Namun minyakpun telah salah jalan, dia membunuh terlalu banyak manusia dan merusak alam.

Dua kekuasaan besar tersebut kini sedang sekarat dan menunggu ajalnya. Seperti baju zirah, pelindung itu kini justru membebaninya.

Dolar yang sudah sejak 50 tahun lalu berjalan pada arah yang salah sedang menunggu saat jatuhnya. Tak ada lagi underlaying dalam bentuk emas atau apapun dalam pencetakannya.

Disisi lain, uang elektronik China yang memakai underlaying emas sudah mulai beredar. Dengan kekuatan ekonomi China yang sangat spektakuler dan menguasai seluruh perdagangan dunia, jelas sudah, ini adalah ancaman. Hanya masalah waktu saja dolar akan meredup.

Dimulai dengan Kesepakatan Iklim Paris 2015  pengurangan pemakaian Bahan Bakar Minyak terjadi dimana-mana.  Mereka melirik pada tekhnologi Lithium.

Lithium, sang takdir pembunuh minyak sudah tumbuh makin dewasa. Periode dan kejayaan minyak sedang terus digerogoti oleh hadirnya sang penyimpan energi yang jauh lebih bersih dan terbarukan.

Mata dunia, terutama generasi milenial yang sebentar lagi menguasai panggung politik dan disisi lain sebagai kaum yang sangat peduli dengan lingkungan sedang menengok kesana.

Lithium adalah masa depan, Lithium adalah baterai, dan Lithium adalah Indonesia.

Lho koq???

Ingat Uni Eropa menggugat Indonesia di WTO beberapa waktu silam?  Ingat Uni Eropa memboikot sawit kita?

Saat digugat di WTO karena kebijakan tak lagi mengijinkan ekspor nikel dalam bentuk ore Jokowi dengan Pe-De nya bilang " SIAPKAN LAWYER TERBAIK..!!" Dan saat sawit di boikot, dengan ekspresi muka ngenyek dia bilang " GAK MAU YA SUDAH..,SAYA KONSUMSI SENDIRI.."  dan..., Eropa kaget karena dari Indonesia langsung muncul disel B30.

Saat ini, infrastruktur kita di Morowali sudah sangat siap. Disana sudah ada Kawasan Industri Morowali dan di Virtue Dragon, Weda Bay. Disana juga sudah terbangun politeknik bagi siapnya masyarakat lokal menerima alih tehnologi tinggi dalam bidang baterai.

Lho koq baterai?

Lithium adalah baterai, dan lithium adalah tentang nikel sebagai bahan bakunya. Disana, di Morowali Sulewesi Tengah bahan baku nikel terhampar sangat luas, dan itu adalah masa depan yang sedang menanti kita.

Seluruh mata dunia sedang mengarah kesana, dimana masa depan gemilang Indonesia ada pada jalur yang tepat. Jalur trend dunia dengan tehnologi hijaunya.

Kenapa harus dengan China?

Ingat isu pekerja China yang menjadi senjata bombastis lawan politik Jokowi saat pemilu tahun lalu? Disinilah, di Morowali diisukan ada ribuan pekerja China.

Lithium adalah apa yang juga menjadi senjata unggulan China dalam melawan dominasi minyak AS. Dengan lithium China mampu membuat dunia sedikit demi sedikit meninggalkan minyak.

Karena lithium adalah unggulan China, maka belajar tehnologi lithium tentu harus dengan China. Itu sesuatu yang sangat logis, bukan masalah komunis dan demokrasi.

Pernah dengar Mercedes dan Tesla? Keduanya ada dibelakang China dalam tehnologi baterai ini. Dua raksasa industri terdepan dalam pengembangan baterai.

Ya.., dapat ditebak dengan mudah, mereka yang sibuk berteriak China, China dan China tentu sangat terkait erat pada siapa yang akan dirugikan dengan terbangunnya industri baterai di Indonesia.

Mungkinkah suatu saat nanti kita akan menjadi pusat baterai dunia?

Morowali sedang diarahkan menjadi penghasil baterai mobil terbesar di dunia. Komponen baterai pada mobil elektrik adalah mencakup 40% dari keseluruhan produk itu, maka demi efisiensi, tentu itu sangat logis.

Sangat logis bila industi dan produksi mobil elektrik akan memilih Indonesia menjadi pusat produksinya. Ini adalah soal bisnis dan bisnis tak kenal kewarganegaraan.

Kini menjadi semakin jelas kenapa Indonesia menjadi satu dari tiga negara kelompok G 20 yang akan leading. Lima tahun pertamanya Jokowi benar telah membuat semua infrastruktur bagi kemajuan negara ini tersusun rapi dan jelas.

Kepercayaan investor terlihat dengan jelas saat nilai tukar rupiah semakin hari semakin kuat akibat penilaian asing terhadap  bagaimana pemerintah mengendalikan bencana Covid 19 ini.

Global Bond yang diinisiasi oleh Indonesia, kini menjadi alternatif smart bagi banyak negara lain didunia untuk keluar dari jerat ekonomi yang pasti merosot. Arab Saudi dan negara Teluk telah mengikuti jejak Indonesia.

Arah sudah jelas, peminat sudah ngantri, apakah kita benar-benar akan leading, tentu hal itu juga tergantung dari seluruh rakyat Indonesia.

Dominasi AS atas dunia tak mungkin akan dilepas begitu saja. Semua kekacauan dan kericuhan akan semakin intens saat perang posisi ini makin mendekati puncak.

Lantas apa yang harus kita lakukan?

Teriakan China, China dan China akan semakin masif dan kita tahu siapa dibalik teriakan tersebut. Kita tahu siapa yang akan main kasar ketika pertandingan hampir usai.

Mereka yang kalah dan tak tau harus berbuat apa selain marah dan marah adalah mereka yang harus kita hadapi. Mereka adalah orang orang yang tak mengerti dan tak memiliki rasa cinta tanah air.

Perkembangan luar biasa atas kepemimpinan Jokowi telah mulai tampak. Baru terjadi BUMN kita telah menggeser posisi Malaysia dan Singapura dalam hal keuntungan sejak tahun 1998.

Baru terjadi Free Port memberikan keuntungan signifikan terhadap Indonesia dari sejak awal dikuasai oleh AS.

Baru kali ini Indonesia masuk menjadi kelompok dengan GDP 1 triliun dolar sejajar dengan beberapa negara maju didunia.

Siapa menguasai minyak akan menguasai dunia adalah cerita masa lalu. Kini, siapa menguasai nikel, dialah pemilik masa depan dunia, dan itu adalah kita.

Ingat AS dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang gak jauh-jauh amat dengan Indonesia mampu menjadi raja dunia lebih dari 50 tahun karena dominasi minyak.

Dengan dominasi nikel kesempatan menjadi pemilik masa depan dunia kini terbuka semakin lebar. Dengan memilih nikel sebagai ujung tombak kemajuan tehnologi dan mendorong Indonesia sebagai basis mobil listrik dunia, potensi menjadi salah satu pemimpin dunia tersebut, semakin mendekati kenyataan.

**
Dunia sebagai Gadget secara bersama sedang di restart, dan kabar bagusnya, kita menyala paling cepat. Apakah sang operator mampu membuat gadget ini menjadi makin dan semakin hebat, tentu itulah yang menjadi harapan kita.

Sama dengan petani tadi, kapan menambah modal adalah bagaimana mata sang ahli menilai,  bukan para ahli jalanan bak tukang ledeng PDAM memiliki opsi itu.

Bersama Jokowi sebagai pengelola lahan NKRI ini, sepertinya panen raya bukan hanya hisapan jempol belaka. Semua parameternya sudah sangat jelas dan pupuk bagi tumbuhnya tunas buah sudah dibeli dan ditebarkan.

Panen raya sedang menanti kita.
.
.
.
Rahayu
Karto Bugel

Siapa Mafianya Pak Menteri

*Bacaan keren saat WFH yang lagi viral :*
*JUJUR SAJA, SIAPA MAFIANYA PAK MENTERI ?*
Di tulis oleh :
*Adian Napitupulu*

Tulisan ini di tulis dalam 3 bagian dengan data data yg sudah terpublikasi. Pertama, terkait pernyataan adanya Mafia Alkes. Kedua, perkiraan kebutuhan Alkes. Ketiga, Prediksi 3 masalah besar yang akan di hadapi beriringan dengan virus Corona.
-------------------------
Tanpa ada angin dan badai tiba tiba Erik Thohir sebagai Menteri BUMN berbicara tentang mafia alat kesehatan (alkes) yang mendominasi impor alat kesehatan (tentu yg di maksud semua alkes dan obat terkait Corona).

Siapa yang di maksud Erik Thohir? Ada kalimat yang bisa jadi clue menunjukan siapa mafia di maksud yaitu *"Mereka yang mendominasi"*

Pernyataan adanya Mafia adalah pernyataan serius yang bisa menyasar kesiapapun. Kalau ukuran mafia nya adalah Dominasi Impor alkes dan obat maka bisa jadi hanya dua lembaga yang memenuhi syarat Dominasi yaitu BNPB dan BUMN. Apakah pernyataan Erik ini menyasar ke BNPB? Mungkin saja, Karena ada 19 jenis Alkes yang rekomendasi Impornya di keluarkan BNPB.

Ini daftar rekomendasi Impor alkes dari BNPB : Surgical apparel, Disinfektan, Sarung tangan steril,Sarung tangan pemeriksaan, Thermometer, Ventilator infusion pump, Mobile x-ray, High flow oxygen device, Bronchoscopy portable, Power air purifying respirator CPAP Mask, CPAP machine, ECMO (extracorporeal membrane oxygenation), Breathing circuit for ventilator and incubator transport, Transport culture medium, Microbiological specimen collection and transport device (dacron swab), Alat rapid test COVID-19, Resuscitation bag.

Tapi bisa juga Erik sedang menegur oknum atau BUMN di bawah kementriannya? Hmmm atau jangan jangan pernyataan Erik itu menuduh saya karena satu bulan lalu saya pernah meminta Pemerintah memudahkan impor Alkes walaupun saya bukan importir dan trader. Dan sebagai calon tertuduh, setengah tertuduh atau berpotensi menjadi tertuduh maka anggap saja tulisan ini semacam hak jawab.

Apakah benar BUMN mendominasi impor Alkes dan Obat? Ini data dari berbagai media : RNI impor 500.000 Rapid test dari Cina, Indo Farma impor 100.000 rapid test, Kimia Farma impor 300.000 rapid test. Total impor Rapid test sudah 900.000 buah. Berikutnya BUMN juga impor bahan baku untuk produksi 4,7 juta masker. Bio Farma impor bahan baku untuk 500.000 obat dari India untuk membuat Oseltamivir. BUMN juga impor 2 juta Avigan. BUMN impor bahan pembuat 3 juta klorokuin. BUMN dan BKPM impor bahan baku APD dari China dan Korea. BUMN impor 20 PCR dari Farmas Roche Swiss. Dengan data itu sebenarnya BUMN salah satu yang mendominasi Impor alkes dan Obat.

Aneh tidak? BNPB yang keluarkan rekomendasi Impor, BUMN ikutan mendominasi Impor tapi menteri BUMN nya sekarang bicara bahwa ada Mafia yang mendominasi Impor Alkes. Jadi sebenarnya siapa Mafianya Pak Menteri? Kalau impor Alkes harus ada rekomendasi sekian lembaga negara, apakah Pak Menteri ingin katakan bahwa Mafia Mafia itu dapatkan rekomendasi juga?

Atau mungkin maksud pak menteri adalah memotivasi kita untuk memproduksi sendiri Alat Kesehatan dan Obat. Ide bagus, tapi sayang nya kita tidak punya kemampuan negosiasi dengan virus agar menunda infeksi sampai kita siap produksi alkes dan obat sendiri. Jadi ide cerdas itu juga sedang berlomba antara kecepatan produksi Alkes dan Obat dalam negeri versus kecepatan penyebaran infeksi virus. Kira kira siapa yang menang?

Ah sudahlah. Begini Pak Menteri, kalo memang ada Mafia dan buktinya cukup maka segera lapor Presiden, lapor Polisi atau KPK, lengkapi bukti bukti trus tangkap, jangan cuma bicara ke Media saja dan membuat Rakyat dan Pelaku usaha saling curiga.

Ini situasi di mana semua tertekan, jangan ditambah dengan tuduhan kanan kiri lagi. Jangan juga membuat importir dan trader yang mau impor jadi tidak berani karena takut di tuduh mafia sementara kebutuhan Alkes dan Obat untuk 260 juta jiwa itu tidak sedikit dan belum tentu Negara mampu memenuhi semuanya sendiri.

Di bawah ini sedikit saya buat corat coret contoh kebutuhan 3 jenis alkes.

*KEBUTUHAN ALKES :*

Jika mengikuti standar WHO maka idealnya masker 3 ply sekali pakai harus di buang. Dengan populasi 260 juta jiwa kira kira perhari kita butuh berapa Masker? Kita anggap saja prioritas kebutuhan Masker perbulan adalah 30% dari populasi  yaitu 78 juta masker perbulan. Kalau wabah Corona sampai bulan Juli berarti kebutuhan masker Mei ke Juli sekitar 234 juta masker.

Baju APD. Kita asumsikan ada 200.000 tenaga kesehatan mulai dari Dokter, perawat, supir ambulance, administrasi Rumah Sakit hingga Puskesmas dan relawan yang bekerja 24 jam terkait penanganan virus Corona. Dari angka asumsi itu berapa kebutuhan APD per hari? Jika menggunakan standar kesehatan maka APD untuk penanganan virus yang sangat menular seperti Corona hanya bisa di gunakan sekali pakai lalu di hancurkan (virus Corona menurut National Intitute of Health USA bisa hidup di bahan plastik selama 3 hari).
Dengan demikian maka dalam satu bulan paling tidak 200.000 orang x 30 hari berarti di butuhkan minimal 6 juta APD. Kalau di hitung Mei ke Juli sekitar 18 juta APD

Sekarang kita hitung Rapid Test. Mari bandingkan dengan beberapa data yang saya dapatkan ini (mohon di koreksi datanya); Spanyol, populasi 46 juta jiwa membeli Rapid Test sebanyak 5,5 juta pcs. Kuwait, populasi 4 juta jiwa membeli 30.000.000 Rapid test atau tiap jiwa dapatkan 7 hingga 8 rapid test sampai wabah Corona berlalu. Belanda, Populasi 17 juta jiwa membeli sekitar 7,5 juta Rapid test atau sekitar 40 an % dari total populasi, sementara India, populasi 1,3 Milyar jiwa membeli 150.000.000 rapid test atau sekitar 11,5 % dari Populasi.

Bagaimana Indonesia? Kita andaikan saja Indonesia membeli Rapid Test 10% dari populasi 260 juta, maka sejak ditetapkannya situasi Darurat Corona 29 Febuari hingga hari ini, seharusnya  sudah siap 26 juta pcs Rapid Test.

Itu baru 3 jenis alkes, kita belum bicara Ventilator, PCR,  Disinfektan dan sekian banyak kebutuhan lainnya. Apakah negara sanggup menyiapkan itu semua dalam waktu cepat? Kalau sanggup silahkan tutup impor, kalau tidak mampu ya rangkul seluas dan sebanyak mungkin importir dan mengikat mereka dengan kontrol yang kuat dalam kualitas, distribusi dan harga jual.

Terpenuhinya alkes dan obat corona  tidak serta merta membuat masalah selesai seketika, ada banyak masalah lain yg datang bertubi saat ini. Apa saja masalah yang akan segera datang?

*PHK MASSAL DAN PENGANGGURAN*

Febuari 2020 hingga Awal April 2020 total pekerja yang di PHK dan di rumahkan sudah mencapai 2,8 juta orang dari sekitar 114.000 perusahaan. Jika wabah Corona terus berlanjut hingga bulan Juli maka jumlah PHK bisa melewati angka 5 hingga 6 juta jiwa.

Itu baru menghitung sektor Formal, jika kita menghitung sektor Informal maka angkanya bisa lebih fantastis lagi. Dalam data, masyarakat yang bekerja di sektor Informal mencapai 71 juta jiwa. Kalau kita gunakan asumsi yang paling optimis yaitu 20% pekerja Informal berhenti bekerja maka setidaknya ada 14 juta pengangguran baru.

Jika Formal dan Informal di gabungkan maka bisa jadi di bulan Juli nanti total pengangguran baru akan mencapai paling tidak 21 juta jiwa.

*KELAPARAN*

Mari buka sejarah, di setiap wabah penyakit maka berikutnya pasti diiringi dengan kelaparan yang merebak di mana mana. Logikanya sederhana saja, wabah penyakit membuat banyak orang harus di karantina. Akibatnya sawah, ladang, kebun, peternakan, beragam industri makanan tutup atau setidaknya mengurangi produksi. Di sisi lain, naiknya nilai tukar dollar dan PHK dalam jumlah besar besaran baik sektor Formal dan informal membuat daya beli Rakyat untuk membeli kebutuhan pokok menjadi sangat lemah.

Kalaupun pemerintah sanggup menjaga stok beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan impor dan beragam cara lainnya, namun demikian, dengan ketiadaan pekerjaan dan pendapatan maka belum tentu juga masyarakat akan mampu membeli beras dan kebutuhan pokok yang di siapkan itu. Ujungnya tetap saja Rakyat kelaparan.

*KONFLIK SOSIAL*

Jika situasi hari ini semakin memburuk dalam 2 atau 3 bulan ke depan maka kondisi Rakyat seperti rumput kering yang mudah terbakar bahkan oleh isu yang sangat remeh sekalipun. Sesepele apapun triger nya bisa menimbulkan ledakan yang mungkin tidak kita sanggup prediksi besarnya.

Potensi konflik sosial dan kriminalitas dalam beragam bentuknya potensial besar terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Bisa Juni, Juli atau Agustus. Kenapa demikian? Karena beberapa bulan ke depan Ketakutan akan wabah penyakit, keputusasaan pada hilangnya pekerjaan dan pendapatan bercampur di dalam dada yang sama dari tubuh dengan perut yang juga di dera kelaparan. Campuran 3 hal ini bisa menjadi energi kemarahan yang luar biasa.

Kita bisa browsing untuk mencari tahu ada berapa banyak peristiwa dalam beberapa waktu terakhir di beberapa negara sudah terjadi penjarahan, kerusuhan dan kriminalitas yang meningkat tajam.

Melihat rumit dan besarnya masalah yang di hadapi bangsa ini maka menurut saya, lebih baik saat ini semua Menteri dan Kepala Daerah Fokus bekerja untuk mencegah penyebaran virus, mengurangi pengangguran dan menyiapkan ketersediaan bahan pokok. Menteri dan Kepala Daerah yang punya ambisi jadi Capres 2024 baik nya meredam dulu ambisi nya agar Rakyat dan Negara selamat. Baiknya menteri menteri dan Kepala Daerah bekerja fokus dan jangan menjadi penyebar isu. Jika ada Mafia segera laporkan pada Presiden, Polisi, Kejaksaan Agung atau KPK, kalau ada Dominasi impor yang tidak adil bawa ke KPPU, semua mekanisme saat ini sudah ada.

Terima kasih.

(Tulisan ini boleh di sebarluaskan dan di publikasikan selama tidak merubah isi dan makna tulisan)

Tuesday, April 21, 2020

Mungkinkah Perang Dunia III di Awali AS vs China


*China dan AS pada akhirnya pasti terlibat perang*

 Dari zaman kuno hingga sekarang, dari hewan hingga manusia, setiap kali penguasa baru ingin menggantikan penguasa lama, konflik pasti akan terjadi. Ini adalah hukum alam yang tak dapat dipungkiri.
  Meskipun China selalu mengklaim bahwa perkembangannya adalah perkembangan damai, orang Amerika tidak pernah mempercayainya, dan negara-negara barat lain juga tidak percaya. Kondisi sekarang adalah: penggeseran posisi AS adalah sebuah hal yang sudah pasti, dan kebangkitan China pun tak terbendung.  Waktu sedang berpihak kepada China, jadi AS harus memprovokasi, menciptakan konflik sesegera mungkin dan menciptakan alasan sesuatu untuk menghancurkan China jika tidak maka ia akan terlambat.

 Masalah terbesar di pihak AS adalah krisis utang dolar, ia telah berhutang lebih dari dua puluh triliun dolar, angka ini masih akan terus melambung, jika suku bunga terus naik maka AS tidak akan mampu membayar bunga.  Dalam keadaan seperti itu, mengapa AS tidak mau mengurangi anggaran militernya?  Itu karena kekuatan super militer adalah jaminan hegemoni untuk mendapatkan hasil sumber alam di seluruh pelosok bumi ini dan juga menjaga kepentingan AS dalam berbagai segi, terutama segi ekonomi. Sama seperti preman di desa, ia makan gratis, minta uang dimana-mana dan berhutang tidak pernah mau bayar, mengapa ia tenang-tenang saja? karena sejauh ini tidak ada yang  bisa mengalahkannya. Jika ia bisa dikalahkan, dia akan dihajar dan dilumpuhkan.  Oleh karena itu untuk memastikan anggaran militer adalah dasar hegemoninya.
 Bagaimana proyek hegemoni militer AS begitu kuat? karena mereka mengandalkan gugusan kapal induknya, Negara AS jauh dari Eropah dan Asia, sehingga Angkatan Darat AS tidak banyak berpengaruh, mereka bergantung pada Angkatan Laut untuk menzalimi negara lain. Angkatan Laut itu terutama merujuk pada kapal induk, yang merupakan senjata ofensif murni.

 Angkatan laut yang paling awal mengandalkan kapal perang adalah meriam kapal perang besar. Puncak dari kejayaan ini adalah kapal perang Yamato Jepang yg besar, namun kemunculan kapal induk dengan cepat mengalahkan kapal perang meriam besar  Yamato, yang dibangun oleh upaya nasional Jepang, kapal perang yg dulunya sangat mematikan itu hampir tidak berfungsi. Kapal induk menenggelamkan kapal perang Yamato karena senjata kapal perang meriam besar ini tidak dapat menghantam kapal induk, sementara pesawat tempur berbasis di kapal induk dapat menggempur kapal perang meriam besar.  Sejak itu, kapal induklah yang menguasai dunia. Kapal besar meriam tersingkir.

 AS memiliki 11 gugusan kapal induk, berkeliaran di seluruh dunia, menindas negara-negara miskin dan lemah dengan semena-mena terutama negara Islam di Timur Tengah dan sampai kini tampaknya tak terkalahkan.  Tetapi orang China dengan sangat pintar menciptakan metode "rudal khusus menyerang kapal laut besar" khususnya anti kapal induk yaitu Dongfeng-21D. Ini adalah keterampilan unik negara China, dan AS tidak memilikinya, karena AS tidak perlu mempelajari teknologi ini.  .

 Harga Dongfeng-21D adalah $10juta, dan harga kapal induk $4,5 miliar, ditambah pesawat-pesawat berbasis diatas kapal induk, total $10 miliar.  Misalkan satu putaran serangan kilat Dongfeng-21D menggunakan 10 rudal, yaitu $100 juta. sementara kapal induk bernilai $10 Miliar, maka peperangan ini adalah $10 juta untuk menukar $10 miliar.  dan pihak penyerang  tanpa kehilangan seorang prajuritpun namun pihak kapal induk harus mengorbankan 5.000 prajurit di dalam kapal induknya.  Bagaimana pertempuran ini bisa berlanjut lama? AS akan kalah dalam segi modal.
 Perlu diketahui, Dongfeng-21D menghancurkan kapal induk bahkan lebih keren dari pada kapal induk menghancurkan kapal perang meriam besar pada masa Perang Dunia II.  Apabila China dapat menenggelamkan kapal induk AS, maka kapal induk AS lainnya akan tidak berkutik, sama seperti kapal perang meriam besar Yamato didiskualifikasikan oleh kapal induk.

 Meluncurkan rudal balistik untuk mengenai kapal induk tidak cukup hanya mengandalkan Dongfeng-21D.  ada serangkaian kombinasi sistem yang lengkap, yang paling sulit adalah pencarian, penemuan, dan pelacakan kapal induk.  Selama dapat dicari, dilacak kemudian mengunci, maka telah menyelesaikan 90% tugas.  Ini membutuhkan penggunaan radar gelombang-luar angkasa. Pada saat ini Cina sudah memiliki dua set radar gelombang-luar angkasa.

 Adapun yang mengatakan bahwa AS memiliki rudal anti-balistik, itu sebenarnya adalah promosi sesumbar.  Alasannya sederhana, Korut sering meluncurkan "Taepodong" sebagai isyarat provokasi, mengapa Amerika Serikat tidak mencegatnya?   karena AS tahu tidak dapat dicegatnya.  Akurasi pencegatan rudal musuh tidak segampang pencegatan rudal yang diluncurkan diri sendiri. Rudal yang diluncurkan sendiri mengetahui persis waktu peluncurannya dan berapa kecepatan rudal yang diluncurkan sehingga gampang dicegat. Apabila rudal Korut dapat ditembak jatuh maka rudal Korut akan lumpuh, tidak akan mengancam dan mencemaskan Korsel-AS lagi. Jika pencegatan gagal maka AS akan kehilangan muka di dunia yang sedang  dukuasai. Sebenarnya System pertahanan anti rudal AS tidak banyak berfungsi.  Jadi , yang disebut rudal-anti rudal hanyalah slogan propaganda dan tidak memiliki efek yang sebenarnya. 

 Dengan asumsi bahwa system rudal anti-rudal itu benar-benar dapat diandalkan dan memang dapat mencegat rudal dengan jitu, maka ada cara sederhana yaitu harga untuk rudal anti-rudal adalah $1,5 juta (Patriot 3). Lalu ada yang meluncurkan rudal konvensional seharga $500rb   Biarkan dicegat. System pertahanan rudal harus meluncurkan setidaknya tiga rudal untuk menjamin akurasinya. Maka dengan rudal senilai $500,. menukar rudal dengan nilai tiga kali @ $1,5 juta sama dengan  $4,5 juta. Ini adalah pertempuran dengan modal yang tdk setimpal .  Jika pertempuran ini berlangsung lama, AS bakal bangkrut terlebih dahulu.

 Ada cara yang lebih licik lagi.  Bila menembakan hulu ledak palsu (Hulu ledak kosong akan terlacak persis seperti rudal asli yang ada di tampilan layar radar) Untuk setiap 10 rudal  luncurkan ada 6~7 hulu ledak palsu, layar radar akan menunjukkan 100 titik rudal berhulu ledak, namun pada hakekatnya hanya 30% di antaranya yang memiliki hulu ledaknya.  Sungguh! Bagaimana System pertahanan rudal mencegatnya saat itu?
 Menggunakan rudal nyata senilai $1,5 juta untuk menangkal hulu ledak palsu yang harganya hanya puluhan ribu dolar?  Bagaimana jika putaran peluncuran pertama semuanya menggunakan hulu ledak palsu?  Di babak pertama, semua rudal pencegatnya bakal habis terpakai, saat System pertahanan anti rudal (sebut saja THAAD) tidak memiliki rudal lagi, maka yang akan 'mengunjungi' mereka adalah hujan rudal dari pihak lawan.
 Ketika AS berjuang melawan Irak yang terkena sanksi, logistiknya saja sudah ketat, belum lagi negara yang sedikit lebih kuat, itulah sebabnya Amerika Serikat tidak berani menyerang Iran.
 Contoh lain adalah bahwa pihak AS akan memprioritaskan untuk memusnahkan stasiun radar musuh satu persatu, China telah membangun banyak stasiun radar-radaran yang sangat murah, dan juga akan memancarkan sinyal ketika berkobarnya perang.  Rudal AS akan  melacak di sepanjang gelombang radio untuk meledakkan stasiun radar murah, tetapi stasiun radar Cina hanya menelan biaya puluhan ribu Yuan, dan rudal As harganya jutaan dolar.

 Pada akhir 2020, system satelit Beidou China akan mencakup seluruh global, dan kapal induk yang diproduksi sendiri juga sudah diluncurkan. Kapasitas produksi industrinya jauh melebihi AS. Pada saat itu AS akan berada dibawah angin.  Oleh karena itu, AS harus memajukan waktu untuk menciptakan konflik guna memanfaatkan kesempatan sejak dini ketika kekuatannya masih mengungguli Cina.  Namun Cina sekarang sedang berusaha untuk mengulur waktu konflik dan ingin menyeretnya ke waktu ketika kekuatannya betul-betul mapan.  Jadi selama ini kita selalu melihat AS sering mengambil inisiatif untuk mengambing hitamkan China, sementara China sering mengikuti okor masalah yang diciptakan oleh AS dan sibuk menghadapinya setiap hari.

 China dapat menyelesaikan superioritas militer AS melalui "perang asimetris", Tapi China sangat lemah dalam berdiplomasi di kancah politik dunia.  China terlalu pasif dalam berdiplomasi dimana telah didominasi oleh teori-teori barat selama bertahun-tahun. China tamapaknya seperti bukan negara besar,    Di kancah politik dunia ini, negara-negara yang secara pasif mengatasi masalah tidak akan dihormati. China rajin menjelaskan kepada dunia dengan kata-katanya sendiri, namun itu hanya bisa memberikan keuntungan psikologis bagi rakyat China sendiri saja. sebenarnya rakyat China harus memiliki kepercayaan diri dan mampu menjadi rendah hati sambil mengambil kesempatan dan membuat keputusan yang tepat.

 Orang Amerika membenci orang China, jadi selama pemerintah AS mengatakan bahwa China telah mencuri teknologi Amerika, semua media Amerika percaya bahwa ini adalah kebenaran.  Karena mereka berpikir bahwa tidak mungkin bagi orang China untuk mengembangkannya sendiri, jadi satu-satunya cara adalah mencuri.  Sekarang 5G Huawei lebih maju daripada orang Amerika, tidak mungkin bagi pihak maju untuk mencuri teknologi yang ketinggalan, sehingga Amerika Serikat menjadi marah dan memblokir Huawei.

 Rakyat Cina sangat takut terhadap AS, misalnya, netizen daratan China mengumpat habis-habisan ketika berperang lidah dengan Jepang, India, Korea Selatan, Taiwan dan Vietnam, tetapi mereka menjadi sangat gentar menghadapi AS dan kehilangan kepercayaan diri bahkan kehilangan analitik dasar mereka.  Semua menjadi sangat lebay.  Karena netizen China benar-benar takut pada AS, mereka tidak percaya diri bahwa mereka dapat mengalahkan AS.  Sebenarnya mereka tidak perlu kehilangan kepercayaan. Fakta membuktikan perang Korea di tahun 1953, padahal saat itu Republik Rakyat China baru terbentuk, senjata-senjata China masih jauh ketinggalan dibanding dengan senjata pasukan Sekutu pimpinan AS yang serba moderen, akan tetapi pasukan Pembebasan Rakyat China PLTA mampu memukul pasukan sekutu pimpinan AS dengan begitu pesat dan  membuat pasukan AS tak berkutik hingga memaksa AS ke meja perundingan.  Apa lagi kondisi sekarang?
Karena AS secara khusus telah menggertak negara-negara lemah terutama negara Islam di Timteng dan telah menyebabkan ketakutan psikologis yang besar kepada dunia, tetapi AS tidak berani mengobarkan perang terhadap Iran yang sedikit lebih kuat.  Jika AS  berani menyentuh China, diperkirakan China akan menghancurkan semua satelit AS. Tanpa satelit, kemampuan tempur AS akan berkurang lebih dari 90%.  Perlu diketahui bahwa menembak satelit dengan rudal merupakan keahlihan China.

 Tahun 2020 dan 2030 adalah dua poin utama yang menentukan, Ketika tahun 2020 AS tidak menaklukkan China, maka pada tahun 2030 China akan sepenuhnya menaklukkan AS, menyisakan sedikit waktu untuk Amerika Serikat.  Ini menjelaskan mengapa Donald Trump pada akhir-akhir ini seperti kerasukan Setan.

 Oleh karena itu konflik pasti akan terjadi. Masalahnya adalah apakah terpecahnya konflik kedua negara adi daya ini akan menimbukan Perang Dunia III ?

Wednesday, April 15, 2020

Anarko Dan Bahayanya Di Indonesia


#Anarko Bahayanya Melebihi Teroris Dibongkar Polisi

Top. Polisi menangkap para aktor lapangan rancangan pembuat kerusuhan. Di tengah situasi ancaman terhadap wabah Covid-19, kelompok Anarko-Sindikalis melakukan aksi.

Polisi cepat menangkap para perusuh dari berbagai kota. Bandung. Jakarta. Banten. Anarko seperti namanya adalah kelompok anarkis. Yang ditangkap antara lain RIA alias Rio, MMR alias Muhammad, SR alias Sitti, AAM alias Alfah.

"Mereka tidak puas dengan kebijakan pemerintah dan memanfaatkan situasi yang saat ini, di tengah wabah Corona," ujar Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana di Jakarta Jumat (10/4/2020).

Tiga pelaku yang tengah merancang kerusuhan ditangkap aparat Reskrim Polres Tangerang Kota bersama anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya di sebuah kafe di wilayah Kota Tangerang pada Jumat (10/4). Dua orang lagi ditangkap di Bekasi dan Tigaraksa, Tangerang.

Selain itu dari gerakan Anarko di media sosial ditangkap empat orang di Bandung. Mereka menggunakan WhatsApp Group dan Telegram untuk merancang kerusuhan. Ini hasil dari pengembangan penangkapan di Tangerang.

“Akan kami kembangkan bukan hanya di Jakarta, tapi juga di Bandung dan beberapa kota lainnya," ujar Irjen Nana.

Peta Gerakan Anarko

Anarko adalah kelompok kiri yang dekat dengan komunisme, walau sudah mati. Isu komunisme dipakai oleh kelompok anti pemerintahan Jokowi. Mereka melakukan infiltrasi ke SMA lewat rohis dan OSIS, mahasiswa, buruh, pejabat, LSM, organisasi, dan komunitas.

Karena Anarko menanamkan ideologi gerakan. Anarko mengusung anti kapitalisme sebagai kedok. Karena hampir semua pengikut anarko pemraktik kapitalisme.

Maka tak salah jika di media sosial dan media ada yang membela Anarko. Melakukan counter attack ke Polisi yang meringkus. Aksi mereka dikecilkan, dikerdilkan. Vandalisme dan graffiti adalah strategi mereka membangun keresahan. Untuk tujuan revolusi sosial.

Munculnya gerakan anti Bashar Assad di Syria juga dibangun dari corat-coret provokasi di Idlib, Raqqa, Aleppo, kantong pemberontak ISIS. Akibatnya perang saudara. Untung ada Russia, Kurdi, Hezbollah dan Iran yang melawan mereka.

Sejalan dengan strategi Anarko, maka momentum menjadi acuan. Lockdown sudah ditunggu-tunggu mereka. Namun aparat dan Jokowi tidak bodoh. Rancangan pemaksaan lockdown dan kisruh politik yang digemborkan Anies, Jusuf Kalla, Hidayat Nur Wahid, Fadli Zon, Rizal Ramli, Said Didu, Demokrat, sudah lebih dari cukup untuk membaca gerakan. Lah Anarko bergerak.

Dalam setiap aksi buruh, demonstrasi mahasiswa dan aktivitas menentang pemerintah, para anggota Anarko selalu menunggangi. Misalnya, aksi demo di Banyuwangi menolak UU Minerba juga melibatkan Anarko.

Para tersangka yang ditangkap Polisi pun rajin mengikuti perkembangan politik dan ikut menyusup dalam demo-demo yang marak – yang selalu anti pemerintah. Salah satu strategi mereka adalah seolah membela rakyat seperti anti penggusuran.

Rio, Muhammad, Sitti, Alfah, adalah anggota gerakan yang ditangkap. Mereka tergabung dalam jaringan di seluruh dunia, Amerika Serikat, Denmark, Swedia, Noregia, Finlandia. Anarko Indonesia berafiliasi dengan International Workers Association (IWA). Juga menggandeng Anarko-Syndicalist Federation Australia (ASF Australia).

Gerakan kiri Anarko jejaknya mulai 1999. Berdiri Anarko versi Indonesia bernama Jaringan Anti-Fasis Nusantara. Sejak saat itu berkembang menyusup ke berbagai kota, memanfaatkan organisasi yang vokal anti Pemerintah. Perhatikan, di banyak kota yang jaringan teroris-nya dibongkar, hampir dapat dipastikan ada infiltrasi gerakan Anarko ini.

Selanjutnya, di Bandung dibentuk Apolakis, Affinitas (Jogja), Jaringan Otonomis (Jakarta), Jaringan Otonomi Kota (Salatiga), Freedom ( Makassar). Anggota jaringan ada di Tangerang, Bali, Serang,Pati, Jogja, Surabaya, Rembang, Rangkasbitung, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Bandung.

Gerakan ini menyebar ke Pelembang, Pekanbaru, Medan, Banda Aceh, Kalimantan, Sulawesi seperti Manado, Gorontalo, Makassar) dengan nama Workers Power Syndicate.

Mulai 2015, belajar dari gerakan usroh PKS mulai menggalang pelajar SMA, Anarko bergerak dengan mengusung aliansi berbasis kota. Gerakan strategi senyap. Di setiap kekisruhan disinyalir ada keterlibatan dan ditunggangi Anarko seperti Abu Tour, First Travel, demo-demo anti pemerintah, demo buruh.

Bahkan saking lihainya aksi doa pun ditunggangi Anarko. Aksi doa solidaritas. Mereka juga sangat rajin mendompleng agenda pertemuan komunitas, band indie, punk, rumah produksi independen, dsb. Narasi mereka selalu mengusung anti kapitalisme.

Pada 2018 gerakan Anarko masuk ke kalangan supporter sepakbola. Di Bandung dikenal sebagai Bandung Supporter Aliansi. Mereka menggalang untuk kerusuhan.

Strategi Anarko

Strategi Anarko ya mengompori mogok kerja, penutupan jalan, graffiti (corat-coret). Langkah berikutnya ya penyerangan, sabotase, perusakan properti.

Di bidang media sosial mereka menggunakan jaringan mereka untuk melakukan provokasi, membuat konten medsos yang provokatif. Bahkan mereka membangun jaringan para hackers, melakukan peretasan. Mereka rajin membuat narasi tandingan di media sosial. Dan aksi provokasi.

Maka ketika di Jakarta dan Jawa Barat ancang-ancang akan dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai pengganti lockdown, para tersangka memanfaatkan momentum. Tujuan mereka adalah membuat keresahan dengan cara mengompori massa untuk membakar gedung bank BCA di Pasar Anyar Tangerang, BRI Imam Bonjol.

Ini untuk membangun sentimen SARA. Ajakan Kill the Rich (bunuh orang kaya). Penjarahan. Menuliskan huruf bertuliskan huruf “A” kode Anarko, “mati konyol, apa mati melawan” di dinding pinggir jalan, “sudah krisis mari membakar” di jalanan dengan tulisan pilox.

“Mereka mengajak masyarakat untuk melakukan keonaran dengan cara membakar, kemudian menjarah," ujar Irjen Nana.

Polisi melakukan pengembangan dan menangkap perencana kerusuhan pada 18 April 2020. Gerakan ini akan dilakukan di seluruh Jawa, Sumatera, Sulawesi dan sebagian Kalimantan. Ini sesuai dengan peta jaringan Anarko yang sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri.

Mereka sebut beberapa kota menjadi “titik api juang” yang mirip dengan slogan para teroris.
“Kami mensyukuri kelompok ini bisa diungkap, sehingga rencana tersebut bisa terungkap," kata Kapolda Metro.

Masyarakat tetap tenang. Laporkan kepada Polisi jika di lingkungan terdekat melihat aktivitas yang meresahkan masyarakat. Memang Anarko yang aktivitasnya senyap. Organisasi tanpa bentuk (OTB) yang lebih bahaya seperti teroris. Di mana ada Anarko, di situlah banyak ditangkap para teroris. Bukan perkara sederhana. Bravo Polri.

(Penulis: Ninoy Karundeng).

Mengapa Tidak Lockdown,ini Alasannya Supaya Loh Pintar...


KENAPA DULU DIRAHASIAKAN..??

(dan kenapa dulu Lockdown Jakarta ditolak?)

Sedikit banyak saya mulai paham, kenapa diawal-awal menyebarnya pandemi Covid-19, banyak data yg ditutupi oleh pemerintah, dan sekarang ini malah justru DIBUKA

Ditutupi bukan berarti diam, karena dgn kemampuan negara yg serba terbatas, fasilitas perawatan dan alat uji terus ditingkatkan

Setidaknya ada 2 alasan kenapa dulu data sebaran Covid-19 ditutup :

1. Untuk meredam kepanikan
2. Untuk melokalisir episentrum penyebaran

Dari awal "aparat" sudah membuat simulasi skenario terburuk pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk jumlah pasien dan sebarannya. BIN sudah membuat simulasi perhitungannya

Dan sikap pemerintah yg awalnya  seolah terkesan MENGANGGAP ENTENG, justru berawal dari data simulasi tadi, sengaja dicitrakan demikian, demi mencegah KEPANIKAN

Artinya:
Sejak awal semuanya sudah sangat DIPERHITUNGKAN

Coba bayangkan, jika saat 2 (dua) pasien PDP pertama dari Depok terungkap, lalu pemerintah secara VULGAR menyebut bahwa suspek ODP terbanyak ada di kota Jakarta

Kira-kira apa yg akan terjadi?

✅ Kepanikan massa
✅ Mudik besar-besaran
✅ Dan tersebarlah ODP Covid-19 ke seluruh provinsi

Saat ini episentrum Covid-19 ada di Jakarta, dan saya lihat memang inilah skenario yg "diinginkan" pemerintah

Jakarta memang dijaga supaya jadi episentrum Covid-19, dan JANGAN SAMPAI muncul episentrum-2 baru di provinsi lainnya

Pertanyaannya:
KENAPA JAKARTA?

Sederhana:
Karena tidak ada provinsi yg fasilitas kesehatan, ketersediaan lab, obat, logistik APD dan koordinasi aparat, yg SEBAIK Jakarta

Dari 4.557 kasus Covid-19, 2.186 nya (48% nya) ada di Jakarta, dan sejauh ini Jakarta MASIH MAMPU mengatasi situasi

Bayangkan....
Seandainya sebarannya berubah, dari 4.557 kasus tadi, 1.000 ada di Jawa Timur, 1.500 ada di Jawa Tengah.....

AKAN SANGAT MENGERIKAN...

Maka ceritanya akan jauh berbeda, dan tingkat kerusakannya tidak bisa dibayangkan, karena fasilitas kesehatan di luar Jakarta, amat sangat berbeda tingkat kesiapannya

Provinsi di luar Jakarta bisa kolaps betulan.. Dan ini yg sangat dijaga oleh pemerintah. TERBUKTI STRATEGINYA JITU...

Lantas kenapa sekarang dibuka?

Sederhana :
Karena daerah saat ini SUDAH SIAP

✅ Siap membendung arus mudik
✅ Siap dalam mengedukasi masyarakatnya
✅ Siap dgn fasilitas perawatan
✅ Dan siap dgn logistik obat dan APD

Ini juga sekaligus menjawab pertanyaan besar, kenapa pemerintah tegas menolak LOCKDOWN Jakarta

Tidak semata-mata soal kekhawatiran akan berhentinya RODA EKONOMI

Karena anda bayangkan saja, bila dulu ada pengumuman Jakarta akan di lockdown, kira-kira AKAN ADA BERAPA RIBU ORANG YG MENDADAK MUDIK...?

DAN AKAN ADA BERAPA EPISENTRUM BARU DI LUAR JAKARTA..?

Sejauh ini, stagegi pemerintah terbukti teramat sangat jitu
[politikandalan.blogspot.com]

https://www.facebook.com/1506466801/posts/10222745838343684/

Sunday, April 12, 2020

Indonesia Bertahan Hadapi Covid-19


IMF: HANYA ADA 3 NEGARA ASIA MAMPU BERTAHAN HADAPI CORONA, INDONESIA SALAH SATUNYA

International Monetary Fund (IMF) & World Bank memperkirakan Indonesia masih bisa tumbuh positif di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Indonesia menjadi satu dari tiga negara yg mampu bertahan dari wabah virus asal China tersebut.

Majalah economist intelligence membuat analisa berdasarkan data komprehensif. Ternyata diantara negara G20, negara yg tidak termasuk krisis hanya tiga, yaitu China, Indonesia & India. Selebihnya nyungsep.

Anda mungkin berkerut kening. Mengapa Indonesia tidak termasuk resesi... ? Bukankah mata uang Indonesia terburuk di Asia ? Bukankah Indonesia mengalami defisit neraca berjalan ?  Defisit primer. Penerimaan pajak turun. Mengapa ? saya akan jawab secara sederhana.

Pertama, kurs rupiah melemah, membantu mengurangi defisit APBN.
Apa pasal?

-Karena volume impor BBM sudah berkurang sejak tiga tahun lalu, sejak ada kebijakan Biodisel.
-Apalagi tertolong dengan jatuhnya harga minyak dunia. Porsi SBN atau surat utang negara terhadap mata uang asing sudah dibawah 50% atau tepatnya 42%.  Jadi tekanan penurunan rupiah tidak ada dampak significant.
-Apalagi sebagian besar SUN Valas itu bersifat unsecure yang bisa di recycle secara ARO.

Kedua, akibat postur APBN seperti itu, maka pemerintah punya ruang untuk melakukan stimulus Ekonomi sektor real yg sangat penting menyelamatkan ekonomi dari akibat adanya goncangan.

Sementara negara G20 lainnya, ruang stimulus sudah sangat sulit. Kecuali hanya untuk sektor moneter, yg tentu tidak berdampak luas terhadap sektor real.

Indonesia segera meluncurkan paket stimulus sebesar Rp, 405,1 triliun. Andaikan tidak ada corona, mungkin Jokowi tidak akan punya kekuatan politik keluarkan stimulus sebesar itu, apalagi sampai harus mengeluarkan PERPPU agar tidak melanggar UU pagu defisit maximum 3%.

Ketiga, inflasi yang rendah dan suku bunga terus dipangkas oleh BI, semakin memberikan sentimen positip terhadap dampak dari adanya Stimulus.

Dengan adanya PERPPU, perubahan pagu defisit, dan tingkat inflasi yg masih di bawah 5%, itu memberikan peluang besar bagi pemerintah untuk terus meluncurkan stimulus sampai tiga tahun kedepan.

Jadi walau pajak menurun, pendapatan menurun, ekonomi tetap stabil, dan chaos ekonomi seperti Italia, Spanyol, Venezuela dan lainnya tidak akan terjadi.

Semua kendala dan goncangan ekonomi, justru memberi peluang  politik bagi Jokowi merestruktur ekonomi agar lebih besar porsinya bagi UKM, dan pemberdayaan kepada ekonomi lemah agar pasar domestik berkembang, yg tentu menjadi daya tarik bagi investasi.

Itu bukan karena Jokowi hebat, tetapi karena Tuhan sayang dia & rakyat Indonesia. Percayalah, itu blessing in disguise !

https://bit.ly/2Rggtlh https://bit.ly/2RjbvE9

Tuesday, April 7, 2020

Ini Presidenku,Mana Presidenmu


Ini Presidenku..
Mana Presidenmu?

Pagi-pagi dapat tlp, kalau lihat nomernya nomor Amerika, betul juga ternyata salah satu teman saya waktu SMA dulu yang sekarang kerja di kedutaan besar Indonesia di negeri paman Sam itu.

Obrolanpun berlanjut, selain saling bertukar kabar akhirnya pembicaraan masuk ke soal Corona. Yah Corona artis pendatang baru yang lagi naik daun karena tingkahnya.

Ada satu hal yang menarik dari informasi temen saya ini, di Amrik, katanya... banyak orang disana yang justru membicarakan tentang Indonesia, bukan hanya karena negeri ini majemuk penghuninya tapi tak lebih dari cara kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang mereka anggap jauh lebih baik dari presiden Donald trump.

Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh mantan tukang kayu ini dianggap brilian dan mampu menghambat penyebaran virus covid 19 di Indonesia.

Saya jadi merinding mendengarnya, yah betul saya yang orang awam sebenarnya merasakan itu, kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini sudah sangat baik. Saya jadi berpikir, kenapa beliau di negara orang begitu dibangga-banggakan tapi di negeri sendiri banyak yang mencaci.

Italy boleh bangga dengan sepak bolanya
Tiongkok boleh bangga dengan kemajuan teknologinya,
Amerika boleh bangga dengan kekuatan militernya, tapi ketiganya tidak berkutik menghadapi wabah Corona.

Indonesia, negara yang dulu dipandang sebelah mata, tapi semenjak kepemimpinan Mr. Presiden Joko Widodo semua mata dunia terbelalak, semua pemimpin dunia angkat topi dan mengakui Presiden Joko Widodo pemimpin pemerintahan terbaik dunia di abad ini.

Anda boleh mencibir
Anda boleh tidak suka
Silahkan bikin fitnah sesukanya

Tapi dihati kami, Presiden Joko Widodo adalah presiden terbaik Indonesia.

Lanjutkan Presidenku, kami akan selalu siap sebagai pagar hidup didepan setiap langkahmu...

Good Job Mr Presiden...

Selamatkan NKRI🇮🇩

Sunday, April 5, 2020

Menteri Segala Urusan


MENTERI SEGALA URUSAN?

Oleh Prof. Wim Poli (Guru Besar Univ. Hasanuddin)

Kini, ketika kita menghadapi ancaman pandemi virus corona, banyak masalah yang harus dipecahkan segera. Dibutuhkan adanya orang yang rekam jejaknya menunjukkan bahwa: (1)  ia tangguh secara fisik; (2) tinggi kemampuan analisisnya, dan (3) cepat membuat keputusan dengan risiko yang tertimbang. Masuk akal bahwa orang semacam ini selalu diandalkan oleh pimpinan tertinggi organsasi untuk memecahkan berbagai macam masalah. Ia dipilih karena ada rekam jejaknya yang meyakinkan. Dalam kosakata Ilmu Manajemen orang semacam ini dijuluki “trouble shooter.”  Arti harafiahnya ialah: penembak masalah. Tembakannya harus jitu. Contohnya ada sepanjang sejarah.

Perancis, misalnya, pernah mengenal Jean-Baptiste Colbert (1619-1683) sebagai “trouble shooter” yang handal. Di bawah pemerintahan Louis XIV ia dijadikan menteri keuangan. Bukan hanya itu. Ia adalah menteri segala urusan, yang mengabdikan dirinya untuk pembangunan bangsa dan negara, dengan pengorbanan pribadi tanpa pamrih. Sebagai menteri segala urusan ia harus memilih pola kerja yang tepat. Kerja adalah agamanya, dan ia memilih untuk lambat tidur dan cepat bangun. Dengan pola kerja itu ia akhirnya meninggal, karena kekurangan gizi. Ia hanya mampu makan roti yang dicelupkan ke kaldu ayam. Itulah harga yang ditanggungnya sebagai menteri segala urusan.

Kita juga kenal tokoh “trouble shooter” pada masa pemerintahan Presiden Suharto, yaitu Laksamana Sudomo. Ia antara lain adalah penggagas “Sumbangan Dana Sosial Berhadiah” (SDSB) yang adalah lotere nasional dengan izin Departemen Sosial. Karena banyak tampil sebagai menteri segala urusan, SDSB dipelesetkan oleh Sudomo sendiri menjadi “Sudomo Datang, Semua Beres.”

Di samping kelebihan “trouble shooter” apa kekurangannya? Pertama, siapa pun orangnya, jatah jam kerjanya tidak lebih dari 24 jam dalam sehari. Ia selalu kekurangan waktu untuk menganalisis masalah dan membuat keputusan yang cepat dan tepat tentang banyak hal. Di situlah mulai muncul kekurangannya. Kalau mau cepat, mungkin tidak tepat, sehingga muncul peluang ketidak-percayaan kepadanya. Makin banyak ia berbicara tentang banyak hal, makin tinggi peluang ia salah tanggap dan salah ucap. Ketidak-percayaan orang terhadapnya adalah akibat yang wajar. Dan, ketidak-percayaan ini akan memantul ke ketidak-percayaan terhadap atasan yang telah memilihnya sebagai “trouble shooter.” Inilah gejala yang kini terbaca oleh umum tentang kekurangan sang menteri segala urusan. Bahkan, ada tokoh yang menilainya lebih berbahaya ketimbang virus corona.

Kekurangan lain, yang mungkin terjadi ialah: muncul berbagai “pembisik” yang mempengaruhi pikiran dan keputusan sang “trouble shooter” untuk memenuhi kepentingan mereka, yang mungkin tersembunyi. Tampaknya, dugaan ini kini muncul di benak para pengamat.

Kekurangan lain, yang mungkin ada, ialah: adanya kepentingan pribadi “trouble shooter” sendiri yang hendak dicapainya. Jika kemungkinan ini ada, kian berat beban yang akhirnya harus ditanggung atasannya.

Renungan: Dengan mengikuti pemberitaan di media massa, tampaknya  Presiden Joko Widodo harus menanggapi pendapat yang ada tentang kekurangan sang menteri segala urusan. Semoga tanggapannya bersifat “menang-menang” yang melegakan banyak pihak, termasuk sang menteri .  segala urusan.

*Tambahan saya: lihat comment di FB bagaimana ia sudah ada sejak Gus Dur

https://www.facebook.com/100006358147174/posts/2619798631575383/

Indonesia Musuhi Sendiri Bangsanya, Edaaan

"LOCKDOWN KESEMPATAN EMAS BAGI PECUNDANG UTK BAKAR RUMAHNYA, AMBIL ISINYA"

=================================
INDONESIA DIMUSUHI BANGSANYA.
Oleh: Bapak lyyas Subiakto  🇲🇨❤😭
=================================

Covid19 sedang mengganas dan melahap 200an negara didunia, tak terkecuali Amerika yg semula pongah skrg menjadi juara pengidap, dan sdh gak pakai malu meminta bantuan ke China yg semula dicibirnya.

Bukan itu saja, Iran sbg musuh besarnya telah mengirimkan alat test corona via Italia, juga terpaksa di terimanya.

Kita dibantu China, Indonesia pasti sesak nafas menghadapi wabah ini, dgn populasi 270 jt manusia, jgn di bandingkan dgn Malaysia, cadangan devisa Malaysia $.93m, penduduknya hanya 30 jt, kita punya cadangan devisa $.126 jt rakyatnya 270 jt. Kalau dibagi rata kita hanya dpt Rp.7,5 jt, rakyat Malaysia dpt Rp. 49 jt, Andai saja hidup sebulan 3,5 jt setara UMK, kita bs hidup dua bulan, Malaysia hidup 14 bln, jadi pantas kalau ada berita Malaysia memberi santunan rakyatnya per kk 10 jt.

Kalau diruntut panjang kebelakang, kita jgn belagak bego, hancurnya negara ini dilibas orba, dan diteruskan oleh presiden sinden yg cm numpuk hutang sambil nembang. Hadirnya Jokowi membenahi yg hancur tahunan, tapi sulitnya dia dimusuhi oleh banyak hal, dari mulai Cendana yg kuat duit dan anteknya, blm lagi para koruptor yg merasa terancam budayanya. Lihat saja saat kita sdg diserang corona, bgt banyak pihak yg busuk akhlak menyerang pemerintah.

Negara lain berjibaku melawan corona, kita diserang corona dari luar, ditikam para pengkhianat dari dlm. Ada yg atas nama IDI, atas nama UMKM, atas nama Kemanusiaan, dst. Intinya mereka gerah dgn rezim ini, dan ini kesempatan disaat tubuh bangsa sdg lemah mereka mengambil kesempatan membunuhnya. Satu tujuannya, kekuasaan. Singa banci itu tetap meneteskan air liurnya utk berkuasa. Inilah kesempatan emas melibas musuhnya, BAKAR RUMAHNYA, AMBIL ISINYA. Ingat penggagasnya masih ada dan dia masih bergerilnya.

Kekuasaan itu menggiurkan, walau kadang cara mengambilnya bs menghancurkan. Dan rakyatlah yg merasakan akibatnya.

Bagaimana kita memghadapi corona dan ujungnya akan seperti apa, hanya usaha yg maksimal mentaati anjuran pemerintah agar semua bs berjalan sesuai harapan. Usaha yg lain adalah doa, selain utk corona kita berdoa agar manusia yg sdg bengkok pikirannya bs diluruskan Tuhan, agar negara ini lebih cepat aman dari ancaman. Dan rakyatnya tidak sampai kelaparan.

Mari kita berjuang utk Indonesia, berbuat utk Indonesia, optimis utk Indonesia.

#kitakuatindonesiasehat.

Thursday, April 2, 2020

Front Virus Corona dan Pecundang Politik


DIDUKUNG TNI/POLRI JOKOWI PERANG DI DUA FRONT: VIRUS CORONA DAN POLITIKUS BUSUK

Sejak awal saya menulis. Anies Baswedan dan para proxy-nya, Jusuf Kalla dan kelompoknya melakukan maneuver politik di tengah wabah Corona. Jokowi berperang di dua front: memerangi virus Corona, sambil melawan kejahatan lawan politiknya. Untung TNI/Polri berada di belakang Jokowi. Solid.

Perangi Corona

Publik tidak perlu panik. Jokowi pun tetap meminta rakyat mematuhi disiplin social dan physical distancing. (Perhatikan: Trump baru mendorong social distancing kemarin Rabu (01/4/2020) setelah Amerika Serikat menjadi episenter peyebaran virus).

Strategi Jokowi dalam menangani virus Corona di Indonesia menunjukkan angka menarik. Relatif bagus. Catatan Jakarta buruk. Itu karena kebijakan dua-tiga minggu lalu dengan efek kejut dari Anies Baswedan. Dia menciptakan kerumunan dengan menutup transportasi di Jakarta, pada awal masuknya virus Corona Senin (16/3/2020).

Perilaku politis Anies ini menjadikan Jakarta dan Debotabek episenter persebaran Covid-19. Ditamba hoaks informasi yang disebarkan Anies (12/3/2020) tentang potensi 6,000 kasus virus Corona dalam 2 minggu. Senyatanya, kini 794 yang terpapar, 87 tewas, lainnya perawatan dan isolasi.

Secara nasional, jumlah kematian di Indonesia 157 dari 1,677 terinfeksi. Tingkat rasio kematian per 1 juta penduduk 0,6. Ini jauh di bawah China (2), Amerika (14), Italia (218), Spanyol (195), Inggris (35), Prancis (62), Turki, Korea Selatan (3), Swiss (56), Belgia (71), Iran (36). Nyaris setengah dari Brazil (1). Hampir sama dengan rasio Singapura (0,5) per 1 juta penduduk.

Melihat data, pergerakan sebaran virus, serta langkah-langkah kontinjensi Jokowi di bidang sosial dan ekonomi, tidak ada alasan publik untuk panik. Maka teriakan para politikus mendesak Jokowi untuk melakukan lockdown, juga penebaran kepanikan ala dr. Tirta, tidak beralasan.

Namun, Jokowi haru menerapkan Protokol Komunikasi harus tetap positif, tranparan. Agar rakyat tidak panik, namun tetap waspada. Pembenahan pembagian APD (alat pelindung diri) untuk tenaga medis harus benar terjadi.

Kasus 84 tenaga medis terjangkit virus di DKI Jakarta harus menjadi bahan pelajaran. Jokowi harus memastikan mereka terlindungi – agar bisa menangani pasien. Belajar dari Italia dan Spanyol yang mencatat 14% yang tewas adalah tenaga medis.

Politikus Busuk

Politik sebagai suatu kejahatan benar dipraktikkan. Data dan fakta dipelintir sedemikian rupa. Kebijakan Jokowi dalam menangani virus Corona Covid-19 dipikirkan betul. Faktor budaya, tingkat kedisiplinan dan ekonomi rakyat menjadi pertimbangan (baca: di tengah pertimbangan gerakan politik lawan yang akan menjegalnya).

Hidayat Nur Wahid berteriak nyinyir. Soal virus Corona digiring ke isu Ibukota Baru, APBN, Uighur, dan bahkan menyangkut etnis dan SARA. Persis perilaku Trump, yang di tengah virus Corona masih menyerang pemerintahan sebelumnya, Obama. Hidayat membangun kebencian terhadap pemerintahan Jokowi.

Fakta lain. Jokowi didorong melakukan lockdown. Yang berteriak awal Jusuf Kalla dan Anies Baswedan – duo aktor kampanye ayat-mayat Pilgub DKI Jakarta 2017. Jokowi mendapatkan early political warning. Ditambah teriakan anak manja Pepo Agus Yudhoyono. Lengkap. Instink politik Jokowi bekerja: tidak ada lockdown. Tepat.

Kini tambah runyam pula tersebar kabar para koruptor dilepaskan oleh Yasonna Laoly. Juga para penjahat gembong narkoba, juga teroris. Tambah kisruh. Itulah politikus yang keblinger gatel ingin melepaskan para koruptor.

Dukungan Relawan TNI/Polri

Dari sisi media Jokowi berantakan. Harapan satu-satunya masih relawan. Relawan digital Jokowi yang menjadi benteng. Persis seperti ketika perang media antara proxy KPK Agus Rahardjo lawan KPK Firli Bahuri, perang menghancurkan gerakan tagar GejayanMemanggil2, yang akan menggagalkan pelantikan Jokowi.

Misalnya. Relawan digital medsos Jokowi menyerang akun-akun dan sekaligus hape dokter sengkleh politik, dr. Tirta, sampai ke pukulan ke Fahira Idris, Rizal Ramli, SBY, Fadli Zon, dan kroninya.

Tak lupa bongkar-membongkar perang medsos dilakukan untuk meluruskan isu tentang Corona, sekaligus melawan hoaks yang disebar. Perang lanjutan dilakukan menghadapi sindikat media yang digerakkan untuk menebar berita setting-an Anies Baswedan.

Namun, di tengah perang melawan Corona, Kapolri Jenderal Idham Aziz secara cerdas memberikan ancang-ancang. Benteng politik. Instink politik dan intelijen anti teroris Idham Aziz bekerja.

Penyeimbangan informasi ditepis dengan wacana istilah darurat sipil. Spinning informasi ala Idham Aziz yang cerdas. Yang ujungnya mendukung opsi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jokowi.

Secara politik ini menekankan pemahaman tentang lockdown yang menghilangkan kewenangan Presiden Jokowi. Darurat sipil justru memreteli kewenangan kepala daerah. Pun ini sesuai dengan Undang-undang Darurat.

Jenderal Doni Monardo sebagai kepanjangan TNI pun tegas mengambil komando. Tidak akan ada lockdown. Yang ada adalah sinergi TNI/Polri menegakkan peraturan dan kebijakan Presiden Jokowi: menerapkan Protokol Kesehatan. Dan, membentengi Jokowi secara militer. (Penulis: Ninoy Karundeng).

Wednesday, April 1, 2020

Catatan Pinggir Tempo Tentang Penybaran Corona


Catatan Pinggir Majalah TEMPO, edisi 30 Maret-5 April 2020.

WEI QI

Bila wabah ini selesai dan masih ada manusia yang hidup yang bisa merasakan trauma dan mengais-ngais harapan, atau sebaliknya bila wabah ini selesai, kematian surut dan kerusakan ekonomi berakhir, dan hidup lebih tenang, akan tertera sebuah nama dengan huruf tebal: Tiongkok.

Epidemi Covid-19 adalah proses rebranding RRT: semula terkesan sebagai negeri yang tertutup, tak maju, dan terancam, kini ia tampak sebagai kekuatan positif yang perkasa. Ia bisa mengalahkan wabah dengan rapi – dan tak hanya itu: ia mengulurkan bantuan dan tauladan ke seantero dunia. Kadang-kadang disertai sepotong puisi.

Langsung atau tak langsung, Cina kini sebuah aura. Pengaruhnya meluas, dengan kemampuan teknologi yang tinggi, dengan komunikasi (kata lain: kampanye) yang halus memikat. Tak akan lagi ia dilihat sebagai “yang-lain-yang-tak-jelas”.

Selama 200 tahun lebih dunia mengikuti pandangan rabun Eropa macam itu. Di akhir abad ke-19, seorang sosiolog Rusia, Novikov, memperkenalkan istilah Le Péril jaune (Bahaya Kuning) – ekspresi rasialis yang waktu itu, karena Asia dan Afrika tak bersuara, dianggap wajar. Di masa itu juga Wilhelm II, Maharaja Jerman, dengan kepala cemas dan angkuh, menganjurkan kerajaan-kerajaan Eropa menyerbu Tiongkok.

“Kuning” tentu saja, bagi kepicikan Eropa waktu itu, tak hanya “Cina”, tapi juga “Jepang”. Dan ketakutan akan “kuning” itu panjang ceritanya: sejak serbuan bangsa Mongol ke Eropa di abad ke-14 sampai dengan fantasi abad ke-20 tentang Kaisar Ming yang jahat (di angkasa luar) dalam komik Flash Gordon.

Paranoia rasial itu kini berkurang, tentu: orang di Eropa mulai gemar nonton Jackie Chan, belajar taichi, dan terpesona kekayaan Jack Ma. Bahkan sudah beberapa dasawarsa ini Cina menakjubkan, bukan saja karena ekonominya tumbuh pesat, tapi juga karena pertumbuhan itu dengan model kapitalisme – berangkat dari sebuah kekuasaan yang hanya beberapa dasawarsa sebelumnya pernah mematikan kapitalisme. Dalam citra yang popular kini, RRT adalah kisah “kemajuan”: bisa membangun rumah sakit besar dalam beberapa minggu, mendaratkan Chang’e 3 di bulan, dan ilmuwannya, Tu Youyou, perempuan ahli ilmu faal, memperoleh Hadiah Nobel.

Sembilan tahun yang lalu Henry Kissinger menerbitkan buku On China. Ia tentu saja membahas posisi RRT dalam hubungan politik internasional, karena di bidang ini dia memang ahlinya. Yang bagi saya menarik: ia memulai risalahnya dengan membandingkan catur dengan permainan wei qi.

Wei qi punya 180 bidak putih dan 181 bidak hitam yang disusun dan digerakkan dengan strategi mengepung musuh dan meluaskan “wilayah”. Bagi mereka yang belum kenal permainan kuno ini, kata Kissinger (saya tak tahu apakah dia bisa bermain wei qi), tak segera jelas siapa pemenang. Berbeda dengan catur. Dalam catur, pemain yang rajanya tidak bisa bergerak lagi segera bisa diputuskan kalah, meskipun permainan baru tujuh langkah. Wei qi lain. Untuk menentukan kemenangan, jumlah bidak yang “masih hidup” harus dihitung bersama “wilayah” yang direbut. Permainan tak akan berakhir jika kedua petanding tak sepakat berhenti. “Catur adalah pertempuran yang segera menentukan [kalah atau menang], “ tulis Kissinger, “wei qi peperangan yang diperpanjang.” Kemenangan akhirnya hanya diketahui sebagai beda jumlah.

Dan Kissinger pun mengutip petuah dalam The Art of War yang ditulis Sun Tzu 2.000 tahun yang lalu: “Yang piawai dari segala piawai bukanlah menang di tiap pertempuran, melainkan mengalahkan musuh tanpa sedikit pun berperang.”

Dan itulah yang dicapai RRT kini: setelah melepaskan diri dari wabah Covid-19 dengan cepat – sebuah prestasi yang mendapat tepuk tangan di seluruh dunia – Cina menang. Pesaingnya, Amerika Serikat di bawah Trump, kewalahan, bebal, berisik dengan diri sendiri. Eropa tak lebih baik.

Tapi ini bukan pertandingan catur; ini wei qi, kemenangan hanya relatif.

RRT tak akan menjajah dunia. Ongkosnya terlampau mahal untuk itu. Ia akan mengulangi kearifan (dan pragmatism) zaman Sam Poo Kong: ketika di abad ke-15 Maharaja Yongle mengutus Laksamana Cheng Ho memimpin ekspedisi 307 kapal selama tujuh kali ke pelbagai kerajaan Asia dan Afrika, tak ada niat kolonisasi. Yang diharapkan pengakuan akan kedahsyatan Dinasti Ming dan upeti raja-raja lokal. Kemudian jalur perdagangan.

Menang tanpa perang dan tanpa kolonisasi – sebuah agenda yang efisien – itulah yang diperoleh RRT kini. Saya tak melihatnya sebagai hasil Konfusianisme atau Marxisme pasca-Mao yang aneh; saya lebih suka menafsirkan sejarah bukan dari isi kepala, melainkan dari kaki yang berjalan. Yang sekarang terlihat adalah Cina yang meneruskan, dengan deras, proyek modernitas – tiga abad setelah Eropa berhasil mencobanya dan kemudian melihat luka-lukanya.

Dalam proyek modernitas, teknologi adalah ukuran pokok kemajuan, alam dan manusia diletakkan dalam kalkulasi, agama dan takhayul disingkirkan. Berbareng dengan itu, ada yang harus dibayar. Modernitas Eropa, seperti terkenal dalam ‘diagnose’ Max Weber, adalah “kerangkeng besi”: di dunia yang maju itu, sistem dibangun, kehidupan dikendalikan, disiplin ditegakkan. Manusia susut sebagai subyek, seperti Charlie Chaplin dalam film Modern Times.

Demikian pula sukses Cina menghentikan Covid-19: ia berkait dengan kemampuan surveillance supermodern. Di mana-mana alat dipasang dengan kecerdasan-buatan untuk mengintai. Negara mampu mendeteksi siapa yang bervirus – dan juga mengintip, misalnya, siapa tidur dengan siapa.

Mengagumkan. Tapi sejauh ini, belum ada negeri yang ingin meniru kuasa seakbar itu – tanpa peduli maukah warganya diintai tiap hari 24 jam. La visibillité est un piége, kata Foucault. Ketika kau dapat dilihat, kau terjerat.

GOENAWAN MOHAMAD

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)