Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Thursday, February 28, 2019

Mahfud Md Bicara 'Islam Sontoloyo', Orang yang Pura-pura Perjuangkan Islam


Jakarta - Gerakan Suluh Kebangsaan menggelar rembuk nasional membahas api Islam dalam menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud Md mengatakan api Islam pernah berkobar pada masa kemerdekaan RI.

"Mengapa api Islam? Kami menyakini seyakin-yakinnya Indonesia ini merdeka itu karena juga api Islam yang berkobar. Sehingga Islam itu lalu bersatu membulatkan tekad, merangkul kelompok-kelompok lainnya yang tidak Islam untuk bersama berpikir tentang Indonesia dan memajukannya ke masa depan," ucap Mahfud dalam sambutannya di Hotel Grand Sahid Jaya Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Rembuk nasional ini mengangkat tema 'Api Islam Untuk Peradaban Indonesia Masa Depan'. Mahfud menjelaskan Gerakan Suluh Kebangsaan digagas tokoh lintas agama dan lintas organisasi politik. Dia menekankan gerakan ini tidak masuk ke dalam politik praktis seperti arah dukungan politik. Mahfud mengatakan gerakan ini hanya masuk dalam tataran politik kebangsaan.

Mahfud menjelaskan, api Islam pertama kali dikemukakan Presiden Sukarno. Sukarno pernah mengatakan Islam bisa sangat maju jika dilandasi semangat membangun kemajuan bangsa dan umat seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Persoalannya pada waktu itu kata Bung Karno banyak orang hanya menggunakan abunya Islam, bukan apinya Islam. Apa itu abunya Islam? Ya misalnya soal jenggot panjang itu wajib apa nggak, pakai sorban itu harus apa tidak, pakai jilbab itu harus apa tidak. Kalau bersuci pakai abu, kenapa tidak pake sabun? Itu semua hanya abu. Kata Bung Karno, Islam itu punya semangat untuk memajukan sebuah bangsa, karena di dalam Islam banyak ajaran-ajaran yang mendorong ke arah kemajuan itu," tuturnya.

Dia mengatakan pemikiran Bung Karno kemudian bersinergi dengan pikiran ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis). Termasuk Jamiat Kheir, organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh Islam yang didirikan pada 1904.

Dia mengatakan api Islam tersebut harus terus menyala. Api Islam ini terus menyala hingga bisa menghalau ancaman penjajahan setelah RI merdeka.

"Kita tidak boleh lagi dijajah, kita punya modal untuk maju sebagai bangsa. Demikianlah pada akhirnya lahir Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila karena api Islam yang mau menerima perbedaan-perbedaan dan bersatu di dalam ikatan kebangsaan seperti yang dibangun oleh Nabi Muhammad dulu ketika membangun negara Madinah," ucap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Mahfud kemudian menyinggung soal pihak yang pura-pura memperjuangkan Islam padahal demi kepentingan diri sendiri. Dahulu, Sukarno menyebut kelompok ini dengan Islam sontoloyo.

"Sekarang ini muncul gejala baru yang dulu juga pernah dikatakan oleh Bung Karno munculnya Islam sontoloyo. Ini asik nih Bung Karno, ada api Islam, ada Islam sontoloyo. Itu Bung Karno juga yang pertama kali mengatakan," kata dia.

"Apa kata Bung Karno (soal) Islam sontoloyo itu? Adalah orang menggunakan Islam untuk kepentingan dirinya sendiri, orang lain dianggap salah. Tapi dia bisa berubah kalau dia dapat keuntungan dari sebuah situasi. Itulah Islam sontoloyo. Pura-pura memperjuangkan Islam ini-itu, sesudah ditawari kamu duduk di sini, jadi pejabat ini, hilang itu. Itu namanya Islam sontoloyo. Tidak punya semangat keislaman yang konsisten menjual jual nama Islam," sambungnya menjelaskan.

Mahfud mengatakan dalam rembuk nasional ini akan dibahas kontribusi dari ormas-ormas Islam dalam membangun RI berdasarkan Pancasila. Mahfud menegaskan, konsep ini sudah final karena sudah jadi keputusan dari para pendiri bangsa dan juga para ulama terdahulu.

Dia juga menyinggung soal gagasan negara khilafah. Mahfud mengatakan dalam Islam tak ada sistem baku tentang khilafah. Karena pembentukan suatu negara didasarkan pada perkembangan zaman dan perbedaan tempat.

"Di dalam sumber primer ajaran Islam itu tidak ada sistem yang baku tentang khilafah. Islam mengatakan urusan sistem itu urusan perkembangan zaman dan perbedaan tempat. Sistem di zaman nabi dengan sistem sesudahnya beda. Lalu mana yang benar? Semua benar, karena itu ijtihad masing-masing tempat dan orang Indonesia. Tokoh-tokoh Islam Indonesia sudah berijtihad, Bung Karno, Bung Hatta, Yamin, Wahid Hasyim, Hasyim Asyari, Bagus Hadi Kusumo, KH Ahmad Dahlan semua sudah membahas inilah negara yang cocok untuk Indonesia. Sehingga mari kita bangun ke depan apa yang disebut moderasi Islam," jelas Mahfud.

Dalam acara ini hadir Musytasar PBNU Masykuri Abdillah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Menko PMK Puan Maharani, dan Wakil ketua Umum PP Persis Jeje Zaenudi. 
(jbr/tor)

https://news.detik.com/berita/4446389/mahfud-md-bicara-islam-sontoloyo-orang-yang-pura-pura-perjuangkan-islam

Delapan orang pentolan gerombolan rasis dan brutal


Delapan orang pentolan gerombolan rasis dan brutal Front Pembela Islam FPI hari ini diringkus polisi karena membuat onar dan ingin membubarkan acara Tabligh Akbar Nadhlatul Ulama (NU) ke 93 yang digelar di Lapangan Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi, Rabu, 27 Februari 2019.

Awalnya kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Wali Kota Tebing Tinggi, para tokoh agama serta sejumlah pemuka masyarakat tersebut berjalan lancar dan aman.

Namun tiba-tiba sekelompok Makhluk beringas yang mengaku FPI itu berteriak dan mencoba menerobos masuk.

Mereka berteriak-teriak meminta acara tersebut dibubarkan, kontan polisi yang sedang berjaga langsung menghadang Tamu Tak di undang tersebut.

Namun salah satu oknum FPI tersebut berhasil masuk ke lokasi acara dan meminta acara tersebut dibubarkan sambil berteriak Kesurupan #2019GantiTuhan.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi yang berada di lokasi langsung memerintahkan anggotanya untuk mengamankan dan membawa Gerombolan Lapar Balik itu ke Polres Tebing Tinggi untuk ditahan.

Kapolda Sumut yang juga berada di lokasi kegiatan sebagai tamu undangan mengaku Kecewa dengan tindakan gerombolan liar FPI yang anarkis dan menjurus premanisme itu.

“Saya kecewa dengan tindakan preman-preman biadab ini, tidak benar dan harus dilawan. Negara tidak boleh kalah dengan sekelompok orang atau preman,” kata Kapolda tegas.

Berikut nama-nama kedelapan orang-orang gila agama yang berhasil diringkus aparat hari ini:

1. Syahrul Amri Sirait (Ketua DPC FPI Padang Hilir)
2. Amiruddin Sitompul (Panglima Jihad FPI)
3. M Husni Habibie (Wali Laskar FPI),
4. Anjad (Anggota DPC FPI Tebing Tinggi)
5. Arif Darmadi (Anggota DPC FPI Tebing Tinggi)
6. Mohammad Fauzi Saragih (Anggota FPI)
7. Suhairi (Anggota DPC FPI Tebing Tinggi)
8. Oni Qital (Kadiv Aksi FPI)

Atas kejadian provokasi brutal ini, seruan masyarakat untuk mendukung pembubaran FPI kini semakin menggelora.

Tagar #BubarkanFPI saat ini menjadi trending topic di Tebing Tinggi dan sekitarnya.

semburnya:
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190227175657-32-373202/serukan-ganti-presiden-di-acara-nu-8-orang-dari-fpi-dibekuk

https://digtara.com/2019/02/27/ini-kronologi-penangkapan-delapan-pentolan-fpi-yang-ingin-membubarkan-haul-nu/


Mengapa Orang padang benci Jokowi?
( Politik).

//Erizeli jely bandaro

Kekuatan Indonesia itu ada pada pancasila yang menjadi mukadimah ( pembukaan ) atas UUD 45. Prof. Notonagoro menyatakan bahwa “kebaikan hukum positif Indonesia, termasuk (tubuh) UUD, harus diukur dari asas-asas yang tercantum dalam Pembukaan. Dan karena itu, Pembukaan UUD 45 harus dipergunakan sebagai pedoman bagi penyelesaian soal-soal pokok kenegaraan dan tertib hukum Indonesia”. Jadi walau UUD 45 di buat dengan terburu namun para pendiri negara sepakat bahwa kalau nanti ada pasal dalam UUD 45 tidak sesuai dengan Pancasila akan diberbaiki kemudian. Yang penting batang tubuhnya sudah ada. Atas dasar itulah negeri ini tegak. Itulah buah konsesus para pendiri negara ini.

Namun apakah semua tokoh sepakat ? tidak. Ada dua kekuatan yang tidak bisa menerima Pancasila secara utuh, Yaitu Komunis dan Islam. Masing masing punya agenda berbeda , namun tujuan sama yaitu menguasai negeri ini dengan platform perjuangan mereka.  Dua tahun setelah negeri ini merdeka, terjadi pemberontakan Madiun , dimana Muso bersama PKI menyatakan tidak setia kepada Sokarno Hatta. Saat itulah Soekarno memerintahkan TNI untuk memadamkan pemberontakan. Kemudian dua tahun kemudian atau tahun 1950, diterbitkannya Perda No. 50 tentang pembentukan wilayah otonom oleh provinsi Sumatera Tengah waktu itu yang mencakup wilayah provinsi Sumatera Barat, Riau yang kala itu masih mencakup wilayah Kepulauan Riau, dan Jambi sekarang. Ini cikal bakal kelak terjadinya pemberontakan PRRI yang dimotori oleh gerakan ingin mendirikan negara Islam.

Tokoh Masyumi,  Isa Anshary, pada tahun 1951, dalam majalah Hikmah, menulis, ”Hanya orang yang sudah bejat moral, iman dan Islamnya, yang tidak menyetujui berdirinya Negara Islam Indonesia.”. Tahun 1955, Pemilu pertama sejak proklamasi di gelar. Partai Masyumi mendapatkan nomor tiga partai pemenang Pemilu. Hasil Pemilu itu bertugas menyusun perbaikan UUD yang ada. Dari tahun 1956 sampai 1959, perdebatan berlangsung—untuk menentukan manakah yang akan jadi dasar negara, Pancasila atau Islam—pelbagai argumen dikemukakan oleh masing-masing pendukungnya. Banyak yang cemerlang, banyak yang membosankan, tapi sedikit yang segalak pidato Isa Anshary dalam majelis yang bersidang di Bandung itu,

”Kalau saudara-saudara mengaku Islam, sembahyang secara Islam, puasa secara Islam, kawin secara Islam, mau mati secara Islam, saudara-saudara terimalah Islam sebagai Dasar Negara. [Tapi] kalau saudara-saudara menganggap bahwa Pancasila itu lebih baik dari Islam, lebih sempurna dari Islam, lebih universal dari Islam, kalau saudara-saudara berpendapat ajaran dan hukum Islam itu tidak dan tidak patut untuk dijadikan Dasar Negara… orang demikian itu murtadlah dia dari Agama, kembalilah menjadi kafir, haram je-nazahnya dikuburkan secara Islam, tidak halal baginya istri yang sudah dikawininya secara Islam….

Sampai tahun 1959, Konstituante belum berhasil membentuk UUD baru. Pada saat bersamaan, Presiden Soekarno menyampaikan konsepsinya tentang Demokrasi Terpimpin. Sejak itu diadakanlah pemungutan suara untuk menentukan Indonesia kembali ke UUD 1945. Dari 3 pemungutan suara yang dilakukan, sebenarnya mayoritas anggota menginginkan kembali ke UUD 1945, namun terbentur dengan jumlah yang tidak mencapai 2/3 suara keseluruhan. Keadaan gawat inilah yang menyebabkan Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden 5 Juli 1959, yang mengakhiri riwayat lembaga ini. Tentu yang paling meradang atas dekrit Soekarno ini adalah kelompok Masyumi. Mengapa ? Cita cita mereka mengubah UUD sesuai dengan Islam gagal.

Itu sebabnya para tokoh Masyumi seperti Natsir, Safrudin Prawiranegara. Dan Soemtro Djoyohadikusumo dari PSI dan lain lain bergabung dengan gerakaan PRRI, yang sebelumnya pada tanggal 20 Desember 1956, Letkol Ahmad Husein berhasil merebut kekuasaan Pemerintah Daerah dari Gubernur Ruslan Nuljohardjo. Dalihnya Gubernur yang ditunjuk Pemerintah tidak berhasil menjalankan pembangunan Daerah. Gerakan  ini memicu terbentuk dewan kekuasaan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara. NKRI berderak. Pemerintah Soekarno berusaha mengajak mereka bermusyawah  namun gagal. Pada tanggal 15 Februari 1958 Letkol Ahmad Husein mengumumkan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Padang. Pemerintah tersebut membentuk Kabinet dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai Perdana Menterinya.

Soekarno tidak punya pilihan kecuali memerintahkan TNI untuk menghentikan gerakan separatis tersebut. Namun apa hendak dikata, Kekuatan milter dari PRRI bisa dengan mudah memukul mundur Pasukan yang dipimpin Kolonel Ahmad Yani yang berkekuatan dari Divisi Diponegoro - Jawa Tengah. Mengapa? Karena peralatan militer PRRI lebih canggih. Ini berkat bantuan dari AS melalui operasi CIA. Akhirnya Soekarno memerintahkan pasukan Siliwangi  bersama RPKAD. Pemberontakan itu berhasil di tumpas, Karena ,para prajurik Siliwangi umumnya religius, sehingga mudah merebut hati orang padang yang agamais.  Beberapa tokoh di balik gerakan itu ditangkap dan ada juga yang melarikan diri seperti Soemitro Djoyohadikusumo ( ayahanda Prabowo). Adik Hamka melarikan diri ke AS, sementara Hamka sendiri ditangkap.

Setelah itu, Soekarno memecah mecah Sumatera Tengah menjadi tiga provisi yaitu, Sumbar, Riau dan Jambi. Orang Padang sangat marah dan dendam dengan Soekarno. Apalagi jauh sebelum merdeka, gerakan mendirikan Khilafah itu sudah ada di MInang dengan munculnya gerakan wahabi. Bagi orang padang, Soekarno adalah penanggung jawab hancurnya gerakan NKRI bersyariah atau Negara Islam. Makanya ketika ada momentum menjatuhkan Soekano, akses kepada AS yang sudah dimiliki tokoh pendukung PRRI dulu seperti Soemitro digunakan agar dapat memudahkan aksi Soeharto merebut kekuasaan secara konstitusi. Dan PKI yang merupakan pendukung utama Soekarno jadi korban paska kejatuhan Soekarno.

Makanya di era Soeharto, tidak ada gerakan dari orang Padang yang anti Soeharto. Begitupula ketika SBY berkuasa , orang Padang sangat mendukung, bahkan Gubernur Sumbar diangkat jadi Menteri Dalam Negeri. Artinya dendam orang padang kepada TNI yang terlibat langsung dalam operasi penumpasan tidak ada. Yang ada adalah dendam kepada Soekarno. Makanya jangan kaget bila sebagian orang Padang masih membenci Jokowi. Mereka sebetulnya tidak membenci Jokowi tetapi membenci PDIP sebagai pendukung Jokowi. Dan kalau mereka membenci PDIP Itu karena ketua umumnya adalah Putri Soekarno, yaitu Megawati. Stigma politi seperti ini sengaja di ciptakan oleh lawan Politik PDIP agar mampu mengalahkan PDIP di Sumatera Barat.

Seharusnya Orang padang membaca sejarah dengan baik. Bahwa para Tokoh masyumi akhirnya menyadari kesalahan mereka mendukung PRRI. Makanya ajakan Soekarno kembali kepangkuan ibu pertiwi mereka terima begitu saja. Dan mereka ikhlas dipenjara. Karena mereka memang salah. Mengapa ? karena gerakan mereka ditunggangi oleh Asing, yaitu AS, Dan mereka sadar bahwa apa yang mereka perjuangkan adalah kemerdekaan dari pengaruh asing. Dan Soekarno telah bersikap jelas sesuai dengan konsesus berdirinya Negara ini berdasarkan Pancasila, yang tadinya mereka ikut menyetujui.

Jadi kalau sekarang masih ada gerakan islam bersama Partai berbasis islam yang ada di sumatera barat menyudutkan Jokowi, itu hasil rekayasa politik yang sengaja menciptakan stigma negatif terhadap PDIP dan Jokowi. Logika politik berkaitan dengan fakta sejarah masa lalu punya tempat sebagai bentuk balas dendam atas sikap Soekarno yang membubarkan Masyumi. Dan ini dimanfaatkan oleh AS untuk menggoyang Jokowi agar bisa menggantinya dengan presiden Pro AS. Yakinlah, setelah presiden pro AS terpilih orang padang engga akan dapat apa apa.

Kehadiran Jokowi ke Padang dengan memberikan dukungan penuh atas pembangunan sumatera barat adalah cara cerdas yang seakan mengatakan kepada rakyat sumbar : Kita bersaudara. Musuh kita orang luar. Mengapa kita tidak bersatu dalam jalinan NKRI dan Pancasila. Lupakan masa lalu dan kita songsong masa depan dengan harapan melalui kerja keras pada hari ini. Jokowi sadar bahwa secara budaya orang minang itu tidak pendendam dan tidak anti pluralisme.  Rakyat hanyalah korban politik

//Erizeli jely bandaro

Wednesday, February 27, 2019

JADILAH RELAWAN CERDAS !!!



DEMI INDONESIA BACALAH. PERTARUNGAN JOKOWI LAWAN NEGARA TAMAK DI DUKUNG OLEH ORG2 TAMAK INDONESIA YG MEMANFAATKAN ORG2 BODOH UTK KEKUASAAN DAN DUIT.

INI kiriman dari teman yg tinggal di Australia.. certanya sangat masuk akal.. Mari kita berpikir cerdas dan sebaiknya di share ke yg lain.. masih blm terlambat..
halloo ,,,, ini ada input bagus utk buka wawasan ,

Mas Yos...., ini 👇👇 yg kita bahas semalam, tolong di baca baik baik :

JADILAH RELAWAN CERDAS !!!

Baca info penting di bawah ini sampai selesai, agar paham dan tidak mudah di adu domba, dipecah belah.
★=========♡=========★

Perjuangan jokowi sudah Sangat Berat.
Beliau berjuang di "Level Tertinggi ", dan Masih disibukkan oleh Aktifitas kerja nya yg super sibuk dan sangat padat.
Apa sih perjuangan "Level Tertinggi" jokowi ??
Begini penjelasanku:
Pertarungan di tingkat Dunia International.

Apa itu ??

Musuh Utama Jokowi dan seluruh rakyat Indonesia yg sebenarnya adalah Yahudi Amerika Serikat !!
USA harus menjaga Lahan Basahnya untuk memelihara Nilai Dolar nya yaitu Tambang Emas #Gunung_Emas_Freeport .
Jokowi tetap ngotot bertahan di angka saham 51%, artinya Indonesia berhak untuk menentukan mau APA dan Mau BAGAIMANA dg tambang emas freeport tsb.
Maka Yahudi USA dg susah payah dan sangat serius berusaha mati2an MELENGSERKAN JOKOWI.
Mengapa ??
Jika tambang emas gunung Freeport lepas dari USA YAHUDI, maka mereka akan segera Miskin, mereka tidak lagi AdiKuasa.
Dolar akan terjun bebas, merosot tajam dan jadi mata uang SAMPAH.

ini mirip dg kejadian era Soekarno, Yahudi USA pasti mencari Pengkhianat Bangsa yg kala itu mereka dapat adalah sosok Soeharto.
Kebangkitan Orde Baru memang patut di waspadai, akan datang Rezim Neo OrBa, yg berisi orang2 malas, yg berkuasa penuh/absolut, makan enak, dan perempuan cantik.... siapa yg nggak tergiur ??

Maka Jokowi Main Cerdas,
Jokowi Merapat ke Kekuatan baru Dunia yaitu TIONGKOK.
Walau dia dihujat sana sini, difitnah begono begini, Chinaisasi, pro Cukong, jutaan TKA china dia tetap cuek, dan sebodo amat !!!

Maka jokowi membuka seluas luasnya dan selebar lebarnya, investor dan investasi dari TIONGKOK dan mengekang investor USA dkk nya.

Mengapa harus merapat ke TIONGKOK ??
jokowi nggak mau merapat ke Kekuatan besar lainnya, yaitu RUSIA,
krn jokowi tau dan paham, indonesia akan bernasib sama dg SURIAH,
coba perhatikan ISIS bisa Masuk kemana saja, tp ISIS SAMA SEKALI NGGAK ADA DAN NGGAK BISA MASUK KE TIONGKOK !!!!

ada Feelingku,
Yahudi USA akan jor jor an dalam PilPres 2019, mereka akan gunakan segala cara, termasuk gunakan HACKER klas Wahid, no 1 di dunia untuk masuk dan merubah data di KPU, dan memanipulasi data perolehan suara, (yg jelas untuk kemenangan lawan jokowi),

maka feelingku,
TIONGKOK tak akan tinggal diam, mereka PASTI AKAN BERTARUNG MATI MATIAN MELAWAN YAHUDI USA , krn mereka (TIONGKOK HARUS MELINDUNGI ASET INVESTASINYA),
Tiongkok juga akan jor jor an, akan mendatangkan kontra hacker untuk menjaga kemenangan jokowi, yg memang dicintai oleh sebagian besar rakyat Indonesia yg Waras.
Seru kan ??
Jangan senyum2, tertawa lepas saja, mumpung masih bebas.

Pertarungan tingkat tinggi model gini, yg akan memakan dana luar biasa besar, nggak akan sanggup dilakukan indonesia sendirian menghadapi YAHUDI USA ,
lha gimana enggak ?.
Jokowi habiskan dana untuk membangun saja, pihak sebelah udah sebar isu Aneh2 ??
Yg PKI lah, yg Non Muslim lah... kejamnya kan ??
Tujuannya apa ??
Yaaa, agar jokowi LENGSER,
siapa yg meLENGSERkan ??
Yaaa Bangsanya sendiri, yg sudah berkhianat demi kepentingan YAHUDI USA .

Jadi aku berharap kalian semua paham, SIAPA LAWAN YG SESUNGGUHNYA,,
siapa musuh didalam selimut,,
APA & BAGAIMANA PERTARUNGAN YG SEBENARNYA,,
tidak sesederhana yg kita bayangkan.

Ini urusan Bangsa !!!
Ini urusan Negara !!!
Yg harus kita dan jokowi PERJUANGKAN untuk diwariskan kpd anak cucu Indonesia.
Bahkan kita dan Jokowi tak akan sempat menikmati hasilnya, KEADILAN DAN KEMAKMURAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA !!!

Maka yg terakhir,,
MARILAH JADI RELAWAN YG CERDAS !!!!
relawan jokowi ?? --> BUKAN !!!
relawan Ahok ?? --> JELAS NGAWUR !!!
lalu ??
Yaaa, JADILAH RELAWAN BANGSA INDONESIA !!!!

bagaimana caranya menjadi Relawan CERDAS ??

Begini caranya:
Sementara jokowi bertarung di level tertinggi, maka seharusnya kita sebagai RELAWAN CERDAS harus bisa ikut bertarung dan berjuang di level menengah dan level terrendah.
Apa itu ?? dan bagaimana ??

1) MARI KITA BERUSAHA MEMBUDAYAKAN KEMBALI MORAL PANCASILA, krn bangsa kita kuat krn 5 sila dalam pancasila tsb.

2) Kawal kebijakan2 jokowi yg pro rakyat, seperti KIS, KIP, dan program2 yg lainnya.

3) Bantu awasi Birokrasi yg sering tidak mau dan tidak taat dalam melayani kepentingan Rakyat.

4) Tangkal tindakan2 dan Doktrin2 RADIKALISME dan INTOLERANSI.

Tinggal pilih mau ikut berjuang di level mana ? Tinggal pilih antara no 1 sampai 4 diatas tsb.

Kalau kalian paham, kalau kalian mau dianggap cerdas dan Tidak Bodoh, segera tentukan arah perjuangan mu !!!!
Bagikan ....." V I R A L KAN... SEBELUM T E R L A M B A T 👏 "🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Saya jadi makin jelas bahwa, serangan Cybers di medsos banyak yg bersumber BOTS ( palsu).


Saya jadi makin jelas bahwa, serangan Cybers di medsos banyak yg bersumber BOTS ( palsu).

Sudah jelas pihak 02 selama ini membuat buzzers yg banyak hoax nya., bahkan yang nyata seperti Ratna S digebuki, Andre dg kontainer Kotak Suara , dll .

Apakah strategy kita ?
Sama seperti mereka??

Kita sudah sepakati utk tidak membuat hoax.
Tapi kita buzzerkan hal 2 yg salah (negative ttg kaum pesaing) dengan fakta dan analisa yg baik dan sahih; dan hal2 yg tidak patut , ke jaringan kelompok minoritas .
Contoh : teriakan habib 2 yg memaki maki, ucapan2 mereka yg mengancam minoritas utk dipersekusi.

MOHON PENCERAHAN KEPADA KUBU PRABOWO YANG TERKESAN PINTAR DAN BERAKAL SEHAT...


MOHON PENCERAHAN KEPADA KUBU PRABOWO YANG TERKESAN PINTAR DAN BERAKAL SEHAT...

1. Mau BBM murah??
2. Mau listrik murah??
3. Mau sembako murah??
4. Mau penghasilan meningkat??
5. Mau hutang negara lunas??
6. Mau negara ini aman dan terkendali??

TOLONG JELASKAN BAGAIMANA CARANYA, APA PROGRAMNYA DAN JAWAB PERTANYAAN DI BAWAH INI:
Mohon dijawab dengan data hasil riset dan kajian ilmiah dari tim Prabowo agar tidak menjadi debat kusir..

1. MAU BBM MURAH....???.
Bagaimana cara pak Prabowo akan menciptakan BBM murah?
Apa dengan melakukan subsidi seperti di zaman pak SBY?
Darimana dana untuk mensubsidi BBM itu?
Apakah subsidi BBM itu akan tepat sasaran?
Apakah akan tercipta BBM satu harga seperti saat ini?
Apakah akan menghidupkan kembali Petral?
Apakah Pertamina akan membeli BBM dari Petral lagi? Berarti Prabowo akan memasukkan lagi Petral ke dalam lingkup Pertamina?

Coba terangkanlah...!!...??.

2. MAU LISTRIK MURAH...???.
Apakah kubu pak Prabowo belum tahu bahwa dengan harga listrik saat ini saja PLN masih mengalami kerugian karena harga jual ke konsumen harus mengikuti arahan pemerintah?
Bukankah dengan menurunkan harga jual listrik akan semakin menambah kerugian PLN?
Jika PLN terus mengalami kerugian yang besar, maka kalau tidak mau tutup pemerintah harus menyuntik dana ke PLN, lalu dana untuk menyuntik tsb darimana?

Coba terangkanlah...!!...??.

3. MAU SEMBAKO MURAH...???.
Murahnya harga sembako itu tergantung hukum ekonomi yaitu demand vs supply.. Sepanjang supply melimpah maka harga akan turun.
Demikian sebaliknya jika permintaan tinggi dan ketersediaan barang sedikit, maka harga akan naik.

Pemerintah bisa intervensi pasar saat stok menipis agar harga tidak naik.
Selama beberapa tahun belakangan ini harga sembako tidak bergejolak walaupun dalam bulan puasa dan lebaran?
Mau sembako murah seperti apa lagi?
Yang disubsidi terus menerus oleh pemerintah dan bikin rakyat jadi malas bekerja itukah?
Anda teriak sembako mahal tapi mobil, motor, pulsa beberapa nomor handphone, paket internet dan rokok masih sanggup beli.. Anda sehat???

Coba terangkanlah...!!...??.

4. MAU PENGHASILAN MENINGKAT...???.
Bagaimana cara pak Prabowo meningkatkan penghasilan?
Meningkatkan penghasilan itu hanya dengan kerja keras dan rajin bekerja.
Pemerintah hanya fasilitator saja, semua tergantung rakyat apakah mau kerja keras demi sejahtera atau mau malas-malasan dan hanya berharap subsidi.. Sandi Uno menjanjikan peningkatan penghasilan bagi para petani dan pedagang tapi di satu sisi berteriak sembako terlalu mahal..bertolak belakang..bagaimana cara Prabowo menaikkan penghasilan petani tetapi harga sembako bisa lebih murah lagi dari sekarang?apa mw pakai sistem barter lagi?

Coba terangkanlah...!!...??..

5. MAU HUTANG NEGARA LUNAS ???
Ini yang paling seru nih.
Sebutkan dengan cara apa Prabowo Sandi mw melunasi hutang negara baik itu dalam negeri maupun luar negeri!!?
Apa dengan menjual asset negara?
Mau berikan konsesi SDA kepada pihak asing?
Naikin pajak? Sekarang saja kalian teriak katanya pajak mencekik rakyat, tapi saat target penerimaan pajak tidak tercapai eh kalian ngomel-ngomel.

Mau genjot BUMN untuk menghasilkan keuntungan bagi negara? Lah kan PLN saja kalian mau minta harga listrik murah, bagaimana bisa ada untung?
Mau menasionalisasi perusahaan asing di Indonesia?loh katanya amerika dan china thu penting buat Indonesia..
Apa beneran siap hadapi gugatan hukum internasional?
Mau pinjam lagi dari luar negeri???Loh katanya ga akan mw hutang2 luar negeri lagi.. Loh kan katanya anti asing..katanya anti aseng..
Coba jelaskan bagaimana cara Prabowo melunasi hutang negara???!!!!

Coba terangkanlah...!!...??.

6. MAU NEGARA AMAN DAN TERKENDALI..??
Numpang tanya, memang sekarang kondisi negara kita lagi kacau balau?
Lagi terjadi huru-hara?
Anda pastinya tahu dong siapa yang suka nakut nakuti selama ini??
Apa sekarang tidak aman?
berangkat ke kantor, istri belanja ke Mall atau pasar, anak2 jln ke sekolah semua Aman dan Nyaman.
Cuma orang yang terlibat korupsi, terlibat terorisme, terlibat kriminal, penyebar hoax, ujaran kebencian dan tukang fitnah serta terlibat ormas terlarang yang merasa dirinya tidak aman.
Jadi apa maksudnya kalau Prabowo bisa jadi Presiden maka negara aman dan terkendali ??? Apa dengan jalan penculikan2 seperti jaman Suharto kalau rakyat tidak suka dengan kinerja Prabowo???apa dengan jalan ditodongkan senjata seperti para mahasiswa 98?apa dengan cara kekerasan supaya rakyat takut dan mw mengikuti semua yang dilakukan Prabowo?

Coba terangkanlah...!!...??.

Salam damai selalu untuk Indonesia yang kita cintai.

"DEMI INDONESIA RAYA...".
#Jokowi1PeriodeLagi... Jauh Lebih Baik...

ORANG-ORANG DI SEKELILING PRABOWO



ORANG-ORANG DI SEKELILING PRABOWO

Oleh: Saiful Huda Ems (SHE).

Beberapa menit yang lalu saya dikejutkan oleh sebuah tulisan yang mendiskreditkan Capres No.01 Jokowi. Dalam tulisan itu si penulis mencoba menggiring opini negatif yang mengkomparasikan antara orang-orang berpengaruh di sekeliling Prabowo dan orang-orang berpengaruh di sekeliling Jokowi. Seolah-olah si penulis itu ingin menunjukkan bahwa semua orang-orang berpengaruh di sekeliling Prabowo itu intelektual muslim atau ulama semua, sedangkan orang-orang berpengaruh di sekeliling Jokowi itu orang-orang di luar Islam semua, PKI dan tidak jelas agamanya apa.

Atas dasar tulisan yang memfitnah Jokowi atau yang mengada-ada itu, maka saya tergerak untuk menulis tulisan ini sebagai counter opini dari penulis pendukung Prabowo yang memfitnah dan membuat komparasi yang sangat tidak adil dan berimbang tsb, yang tentunya tulisan itu akan sangat menyudutkan dan merugikan Jokowi-Makruf sebagai Paslon Capres-Cawapres No.01. Bila si penulis di sebrang sana memulai dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Prabowo, dan kemudian dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Jokowi, maka saya akan membaliknya dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Jokowi dan dilanjutkan dengan Prabowo sbb:

I. Orang-Orang Berpengaruh di Belakang Jokowi:

a. KH. Said Aqil Shiradj (Ulama Ketum PBNU).
b. KH. Maimun Zubair (Ulama kharismatik NU).
c. Tuan Guru Bajang/TGB (Cendekiawan Muda Islam, Gubernur NTB).
d. Habib Lutfi bin Yahya (Ulama ahli thariqat NU).
e. Mahfud MD (Cendekiawan Muslim).
f. Gus Muwafiq (Budayawan Muslim).
g. KH. Mustofa Bisri (Budayawan Muslim).
h. Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf (Ulama ahli Sholawat).
i. Ustadz Yusuf Masyur (Ulama).
j. Moeldoko (Purnawirawan Jenderal TNI Muslim mantan Panglima TNI).

II. Orang-orang Berpengaruh di Sekitar Prabowo:

a. Ratna Sarumpaet (Tersangka Penyebar Hoax agamanya tidak jelas).
b. Ahmad Dhani (Narapidana Kriminal yang awam ilmu agama).
c. Jonru (Mantan Narapidana dan mualaf).
d. Habib Bahar bin Smith (Tahanan Polisi atas kasus penganiayaan anak remaja).
e. Novel Bamukmin (mantan pegawai restaurant Pizza yang mendadak jadi habib/ustadz).
f. Rocky Gerung (Filsuf abal-abal agamanya tidak jelas yang sekarang berurusan dengan polisi).
g. Hasyim Djoyo Hadikusumo (Pengusaha Non Muslim adik kandung Prabowo yang pernah kena kasus penadahan benda-benda purbakala).
h. Sugik Nur Miharja alias Gus Nur (Mantan Penjual Jamu yang mendadak jadi Gus dan Ustadz padahal bukan putra ulama dan tidak pernah mondok di pesantren yang sekarang menjadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik atau Perbuatan Tidak Menyenangkan).
i. Habib Riziek (Yang kabur ke Tanah suci dan belum kembali-kembali karena memiliki banyak kasus hukum di Tanah air).

Dan melalui tulisan ini, saya juga ingin bertanya pada para pembaca:

1. Siapakah Capres yang selalu teriak-teriak membela kepentingan orang kecil namun dia sendiri menguasai lahan puluhan ribu hektar yang sabtu kemarin didemo dan dipaksa mengembalikan tanahnya oleh Rakyat Gayo Aceh Tengah?

2. Siapakah Capres yang tidak bisa membaca ayat suci Al-Quran padahal ia selalu menggerakkan orang untuk demo bela agama?

3. Siapakah Capres yang pernah dipecat dari TNI oleh Dewan Kehormatan Militer atas kasus penculikan dan pembunuhan serta kerusuhan Mei 1998?

4. Siapakah Capres yang pernah kabur ke luar negeri disaat mertuanya di demo mahasiswa dan pemuda di seluruh Tanah air?

5. Siapakah Capres yang dalam Sholat Jum'at perdananya diawali dengan penyebaran pamflet undangan Sholat Jumatan bersama-sama dengannya?

6. Siapakah Capres yang memilih Cawapresnya yang tidak bisa berwudlu?

7. Siapakah Capres yang temperamental dan suka melempar handphone?

8. Siapakah Capres yang didukung penghianat Reformasi 98, dimana dulu ia melawan Rezim ORBA namun sekarang justru mendukung kebangkitan kembali ORBA?

9. Siapakah Capres yang seluruh saudara kandung dan orang tuanya bukan orang muslim?

10. Siapakah Capres yang tidak hafal doa-doa dalam sholat wajib 5 waktu?

Dari apa yang saya tulis di atas, tentu pembaca akan lebih mudah untuk menjawab dan menentukan pilihan Capresnya dalam Pilpres April 2019 mendatang. Sapere aude ! Beranilah berpikir ! Afala ta'qilun ! Gunakanlah akalmu ! Afala tatafakkarun ! Gunakanlah fikiranmu ! Wallahu a'lamu bisshawab...(SHE).

Jakarta, 24 Februari 2019.

Saiful Huda Ems (SHE). Advokat dan Penulis, Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang 1985-1991, Mantan Gerilyawan Politik Penantang Rezim Soeharto di Berlin Jerman 1991-1995, Ketua Umum Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI.
Source : https://t.me/PoskoUdaraTimCyber01JM

Monday, February 25, 2019

Fokus Berita: Konvensi Rakyat Jokowi


Fokus Berita: Konvensi Rakyat Jokowi

Oleh: Denny Siregar*

"Kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara, saya tunggu sekarang...."

Begitu tegas Jokowi di hadapan ribuan pendukungnya di Sentul malam kemarin. Dan pendukung Jokowi pun bersorak sorai menyambut perkataannya.

Jokowi memang benar-benar "gila". Dari tubuh kerempeng yang dulu tidak diperhitungkan ini, ternyata ada auman singa yang menggetarkan banyak kalangan elit Indonesia yang berjumlah 1 persen dari total jumlah penduduk, tetapi menguasai mayoritas tanah negara.

Kotak pandora itu dibongkar Jokowi awalnya waktu debat kedua dengan Prabowo. Karena Prabowo selalu bicara atas nama rakyat dan menyindir kalangan elit Indonesia, Jokowi kemudian membongkar kedok Prabowo bahwa Prabowo juga bagian dari elit yang 1 persen itu.

"Bapak Prabowo setahu saya menguasai 220 ribu hektar di Kaltim dan 120 ribu hektar di Aceh Tengah...." begitu kata Jokowi dan ributlah se-Indonesia Raya. Mereka kaget, membayangkan lahan Prabowo yang 7 kali lebih luas dari Jakarta.

"Apakah Jokowi sedang menyerang Prabowo?"

Bukan. Jokowi sedang membuka fakta saja bahwa satu orang seperti Prabowo, bisa menguasai begitu besar lahan di Indonesia. Nah, ada puluhan orang yang seperti Prabowo yang bahkan menguasai jutaan hektar lahan konsesi, yang dibagi-bagi sebelum Jokowi memerintah.

Greennomics Indonesia, LSM lingkungan, menggambarkan pada masa SBY berkuasa, lahan yang dibagikan ke pengusaha besar seluas 2,4 juta hektar. Zulkifli Hasan, ketua umum PAN yang juga mantan Menteri Kehutanan, memecahkan rekor dengan membagikan 1,64 juta hektar lahan selama ia menjabat periode 2009-2013.

Itu belum pada masa orba yang jauh lebih luas lagi dibagikan kepada segelintir elit pengusaha.

Jokowi tidak menyalahkan pembagian itu karena sudah sesuai UU, tetapi ia mengkritik kebijakan masa lalu yang dengan enaknya membagikan lahan konsesi hanya kepada pengusaha tetapi tidak kepada rakyat. Rakyat hanya jadi penonton di tengah kerakusan para elit yang merampok hak-hak mereka.

"Lalu bagaimana dengan kroni Jokowi? Seperti Luhut Binsar Pandjaitan misalnya. Bukankah ia juga memegang konsesi lahan besar??"

Menariknya Jokowi, sebelum ia melontarkan "bom atom" di media, ia sudah melakukan konsolidasi dulu dengan orang-orang terdekatnya.

Bulan Juli 2018, LBP mengatakan ia akan menyusutkan lahan-lahan konsesi PT Toba Pulp Lestari sampai 88 persen, dari 200 ribuan hektar menjadi sampai 25 ribu hektar saja. Selebihnya ia kembalikan pada negara.

Dari pernyataan LBP di media massa, kita bisa melihat bahwa Jokowi sudah berkomitmen dengan ring 1 nya untuk berbuat sebelum berkata. Dengan begitu, ia mempersempit serangan pada dirinya.

"Untuk apa lahan konsesi besar yang direbut Jokowi dari pengusaha itu?"

Tentu ia bagikan kepada rakyat. Dari 12,7 juta hektar lahan yang sudah ia ambil dari para pengusaha yang dekat dengannya, 2,6 juta hektar sudah ia bagi-bagikan kepada rakyat. Bagi Jokowi, tidak penting ia dicap apa saja, yang penting rakyat harus bisa ikut menikmati kekayaan alam Indonesia.

Saya jadi teringat ketika berbincang dengan seorang pejabat negara yang juga pengusaha besar di negeri ini. Ia berkata, "Jokowi tidak mencuri. Jika ia mencuri sedikit saja, saya pasti akan mencuri lebih besar dari dia...."

Jokowi menularkan ketauladanan kepada orang-orang di sekitarnya, sehingga mereka merasa sungkan untuk berbuat hal yang memalukan.

Jokowi adalah Presiden yang berasal dari rakyat. Ia hidup dengan rakyat dan berjuang untuk rakyat. Maka kita wajib membelanya, karena pembelaan kita sama artinya dengan kita ikut membela rakyat supaya mempunyai hak yang sama.

Seruput kopinya? ☕☕

*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

Friday, February 22, 2019

FADLI ZON PUC4T P4NIK! INI KRITIKAN PED4S TGB UNTUK PARA PENDUKUNG PRABOWO SANDI?


COBALAH SEDETIK SAJA TAK MENYAKITINYA


Apakah anda pernah tahu hati Jokowi menangis di balik senyumnya ? Tentu anda tidak tahu. Saya juga tidak. Tapi sebagai manusia normal, kita tentu bisa merasakan betapa sakitnya menerima berbagai pelecehan sampai titik yang biadab. Lihatlah berbagai meme yang dengan biadab melecehkannya. Perhatikan fitnah yang menyerangnya membabi-buta.

Dan semua itu dilakukan oleh rakyatnya sendiri, yang tak pernah disakitinya sekalipun. Rakyat yang justru ingin dijaga dan dihidupinya dengan cara memimpin Indonesia sebaik-baiknya. Rakyat itu menyerangnya secara biadab hanya berdasarkan kebencian, bukan karena dendam - sebab sekali lagi Jokowi tak pernah menyakiti mereka. Tapi lebih karena kebencian yang ditanamkan orang lain, siapapun itu.

Jokowi manusia biasa. Rakyat pembenci itu juga manusia biasa. Kita semua manusia biasa. Kenapa kita tak mencoba sedetik saja untuk berhenti menyakitinya ? Dia tak minta dipuji atau dihargai. Dia hanya ingin bekerja. Dia hanya ingin menjalankan amanah, yang itupun hanya dititipkan padanya.

Tak seorangpun layak disakiti sebiadab itu. Tidak juga Jokowi, anda, saya dan bahkan mereka yang membencinya.

Bagaimanapun beliau terpilih memimpin Negeri ini, semua atas Izin-Nya. Janganlah sampai kita semua menjadi manusia-manusia yg kufur dari nikmat-Nya.

Rita Nurmala
fb

Tuduhan Terhadap Jokowi semata-mata Kebohongan Belaka,Karena Iri dan Dengki saja.


Saat ini orang yang dituduh paling nista dan hina dimuka bumi ini adalah Pak Jokowi. Semua keburukan manusia ditimpakan kepada Beliau, oleh rakyatnya sendiri.

Pak Jokowi dianggap anak jadah, manusia dengan asal-usul tidak jelas, padahal ibu adik-adik, saudara, dan teman-teman sekolahnya, teman kuliahnya masih hidup dan ada dimana-mana.

Pak Jokowi dituduh keturunan China, pro China yang komunis, sekaligus dituduh Kapitalis. Dua ideoligi ekonomi yang bertentangan ada bersamaan dalam diri Jokowi. Ini mustahil.

Pak Jokowi dituduh anti ulama, padahal sejak kecil ia mengaji kepada ulama, riwayat dan guru-gurunya jelas, masih hidup, sekarang juga dikelilingi ulama, ribuan ulama dan Habib.

Kalau ada satu yang kabur ke LN, atau yang dipenjara, jangan salahkan Jokowi, dia kabur dan masuk penjara karena ulahnya sendiri. Bisa dipertanggung jawabkan secara hukum. Habib yang sama di era SBY juga masuk penjara. Katanya hukum tidak boleh tebang pilih.

Pak Jokowi dituduh Presiden boneka. Presiden boneka ko berani melawan mafia Petral, mafia freport, mafia pelabuhan, mafia bumn, dan membangun mega infrastuktur dalam waktu cepat.

Pak Jokowi dituduh bodoh, dungu, tolol, plunga plongo sampai debatpun, untuk menjawab pertanyaan Prabowo harus mendengar panduan jawaban dari timsesnya melalui earpeace.

Orang bodoh ko bisa diterima dan lulus UGM, orang tolol ko bisa jadi bisnisman sukses, orang dungu ko bisa jadi Walikota, Gubernur dan ngalahkan lawannya dua kali di Pilpres. Mikir.

Tuduhan itu sebenarnya di produksi oleh lapisan pertama timses 02, rink 1. Karena 02 tidak lebih baik, maka Jokowi dicitrakan sejelak mungkin, supaya 02 terlihat lebih baik.

Pertanyaannya, apa tidak khawatir afat, akibat fitnah pada beliau semuanya balik pada keluarga Anda, anak Anda.

Bukan tidak mungkin Allah jadikan semua fitnah yang Anda alamatkan kepada Jokowi Allah wujudkan semua dalam diri Anak Anda, "anak haram, komunis yang tidak beragama, kapitalis yang rakus, culun dungu plunga plongo, idiot". Mau Anak Anda kehidupannya setragis itu? Kalau tidak berhenti memfitnah.

Setiap Anda memfitnah Jokowi, malaikat berkata, وعليك مثل ذالك, untukmu, keluargamu, anakmu seperti yang engkau tuduhkan pada Jokowi.

Silahkan cek dalam kitab مختار الحديث, setiap doa baik atau buruk yang kita ucapkan untuk orang lain, didengar malaikat lalu malaikat mendoakan agar kita juga diberi hal yang sama oleh Allah. Jika baik ya baik, jika buruk ya buru. Ngeri sekali.

Mengkritik boleh, negative campaign boleh, Tapi Black Campaign dilarang.

~ Achmad Tsauri
fb

Jokowi Orang Yang Sangat Rendah Hati Tidak Mau merepotkan sesamanya.



Semua relawan dan simpatisan bapak Presiden ir. H. Joko Widodo wajib bergerak turun di darat, berjuang dengan sekuat tenaga dan segala kemampuan yang dimiliki.. Kita wajib kawal orang baik memimpin negeri.. Dihina, dicaci, dimaki, difitnah, beliau jawab dengan kerja keras membangun negeri..
ALLAH SWT pasti melindungi perjuangan orang baik..

Thursday, February 21, 2019

Perang Besar Jokowi Lawan Mafia Lahan


Denny Siregar: Perang Besar Jokowi Lawan Mafia Lahan

JAKARTA – Berani sekali apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo melawan para mafia lahan saat ini, ujar Denny Siregar.

“Musuh saya terlalu banyak, saya gak akan kuat”.

Begitu cerita seorang teman saat kami sedang duduk di sebuah warung kopi di pinggir jalan. Ia termasuk salah seorang yang dekat dengan Jokowi dalam hubungan kekeluargaan. Kami bertemu dalam rangka penulisan buku terbaruku “Seni Perang Jokowi” yang sekarang sudah beredar.

Baca: Denny Siregar: HTI Dibubarkan, Jokowi Tabuh Perang Terbuka Hadapi Kelompok Radikal

Jokowi sering bercerita padanya, hal-hal yang tidak diceritakan ke publik. Dan salah satu kekhawatiran Jokowi di awal pemerintahannya, ia harus menghadapi multy enemy dari berbagai bidang. Mulai dari kelompok radikal, para mafia mulai migas sampai pangan, bahkan juga musuh yang tidak berwujud seperti kemiskinan, kebodohan dan kesenjangan yang sangat besar.

Semua “musuh” itu berkumpul menjadi satu membentuk kepalan besar yang siap menghantam tubuh kurus kering itu. Dana mereka gila-gilaan. Para musuh itulah yang selama ini “mengatur” negara dan menangguk keuntungan ekonomi yang besar. Dan Jokowi harus menghadapi semuanya dalam waktu bersamaan.

Dan salah satu strategi Jokowi adalah memilih musuh yang paling besar. Ia terpaksa harus berkawan dengan musuh yang lebih kecil supaya mereka ikut bersamanya memerangi musuh yang terbesar. Jokowi paham, di kelompok musuhnya ini tidak ada ikatan yang kuat di antara mereka.

Mereka hanya diikat oleh satu kata “Kepentingan”.

Maka mulailah ia bergerak, dan seperti buldozer ia menggerus satu persatu musuh besarnya yang kuat secara ekonomi. Petral, HTI, pencuri di lautan, ia hadapi satu persatu dalam waktu pendek. Ia pilih panglima-panglima perang yang tangguh untuk mengawal itu. Dan dalam skala prosentase, ia berhasil menaklukkan sebagian dari mereka.

Dan musuh Jokowi yang paling besar adalah mafia tanah. Mafia tanah ini bukan saja masalah kepemilikan tetapi yang paling utama adalah masalah konsesi. Selama ini fasilitas konsesi tanah hanya dimiliki orang-orang berduit dan dekat dengan keluarga berpengaruh. Rakyat sama sekali tidak pernah menikmati.

Ia lalu membangun program “Satu Peta” atau One Map policy yang tujuannya menginventarisasi kepemilikan tanah dan konsesi lahan. Dari sana terbukalah, siapa saja yang punya tanah sampai jutaan hektar. Menakjubkan sekaligus mengerikan. Bagaimana negeri ini dirampok habis-habisan dengan cara yang elegan.

Dan Jokowi melawan. Sisa konsesi lahan yang masih ada, ia bagikan ke rakyat. Ia ingin rakyat lah yang mengelola sumber daya alam negeri ini, bukan hanya cukong-cukong besar. Ekonomi kerakyatan di tangan Jokowi bukan sekedar lipsync. Ia berjibaku untuk membangun mimpinya.

Dan seperti kita tahu sekarang, lewat debat, Jokowi membongkar kepemilikan tanah sekian ratus ribu hektar dari calon Presiden lawan politiknya. Jokowi berhasil menarik perhatian rakyat untuk membuka kembali file-file lama siapa saja yang terlibat dalam pembagian konsesi lahan dan hutan.

Kita tidak bisa membayangkan, situasi seperti apa yang dihadapi Jokowi dalam menghadapi perang besarnya. Kita hanya bisa menikmati hasilnya dan berterima kasih padanya. Karena ia seperti secangkir kopi, nikmatnya abadi, bahkan akan dikenang dalam benak rakyat Indonesia. Suatu saat, namanya akan terpatri sebagai nama jalan di Solo, kampung halamannya yang bangga pernah melahirkan tokoh yang mengubah wajah negeri ini....

Monday, February 18, 2019

Majalah Forbes Ungkap Kekayaan Tanah Prabowo


Majalah Forbes tahun lalu mengungkapkan Prabowo Subianto sebagai tuan tanah  pemilik lahan terbesar kedua di Indonesia, setelah Siti Hardijanti Rukmana. Prabowo memiliki lahan sekitar 3 juta hektar yang diperolehnya selama masa orde baru dan diduga diraih dengan cara KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).
Fakta Prabowo memiliki 3 juta hektar lahan secara haram dan tidak produktif itu berlawanan atau bertentangan dengan pidato atau slogan yang dilontarkannya di mana–mana.
Calon presiden yang akan dimajukan oleh Partai Gerindra itu, mengatakan keberadaan pertanian sangat strategis bagi kehidupan bangsa, sehingga permasalahannya lebih penting daripada ekonomi.
“Masalah pertanian lebih penting dari ekonomi, strategis bagi bangsa, ketahanan bangsa, karena produksi akhir pertanian adalah pangan. Tanpa pangan tidak ada peradaban, dan pangan hanya dapat diproduksi dengan kepemilikan lahan,” ujar Prabowo dalam berbagai kesempatan.
“Dengan adanya IPB dan fakultas pertanian di Indonesia, kita bisa memandang masa depan dengan optimistis untuk menghasilkan terobosan-terobosan iptek,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pertanian tidak hanya pangan, tapi juga perikanan, peternakan, dan juga agro industri yang harus berdaulat.
Terkait lahan pertanian yang semakin menyempit, Prabowo menilai perlu ada aturan-aturan tata ruang yang ketat yang harus menjaga agar lahan pertanian tetap dipertahankan.
Namun ironisnya, pernyataan Prabowo itu tidak konsisten dan tidak sejalan dengan fakta yang ada. Prabowo diketahui memiliki lahan tiga juta hektare di seluruh Indonesia.
“Dari Sabang sampai Merauke. Namun, lahan-lahan Prabowo umumnya dibiarkan telantar, dijadikan lahan tidur, tidak dimanfaatkan. Bayangkan betapa ironis dan munafiknya seorang Prabowo yang punya tanah 3 juta hektar dan ditelantarkan, sedangkan rata – rata petani Indonesia hanya punya tanah kurang dari 0,2 hektar,” ujar sumber Asatunews yang tidak bersedia dicantum namanya.
Prabowo adalah pemilik lahan terbesar kedua di Indonesia, setelah Siti Hardijanti Rukmana, yang pengelolaan lahan-lahannya dipercayakan ke Prajogo Pangestu. Kalau Prabowo, lebih banyak bekerja sama dengan Anthony Salim, putra Sudono Salim alias Liem Sioe Liong,” ungkap sumber Asatunews.

Salah satu lahan milik Prabowo adalah lahan tambang batubara puluhan ribu hektare di Kutai Timur dan memiliki cadangan batubara terbesar dan salah satu yang terbaik di dunia. Lahan itu kini masih dipermasalahkan oleh Churchill Mining Plc, perusahaan asal Inggris.
Perusahaan yang berbasis di London memulai bisnisnya di Indonesia pada tahun 2008 dengan mengakuisisi 75% saham di mitra lokalnya, yakni Ridlatama Group. Pada tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencabut izin pertambangan Ridlatama karena diduga terlibat dalam pembalakan liar.

Ridlatama juga dituduh memalsukan izin usaha pertambangannya
Ridlatama telah memperoleh izin pertambangan untuk sekitar 35 ribu hektare lahan, yang sebelumnya dikuasai oleh enam perusahaan lokal yang berafiliasi dengan PT Nusantara Group milik Prabowo Subianto .
Padahal, pada tahun 2006 dan 2007, PT Nusantara Group telah kehilangan hak penambangannya karena kurangnya aktivitas pertambangannya. Namun, pemerintah Kutai Timur mengatakan PT Nusantara Group masih memegang izin yang sah dan surat izin yang dipegang Ridlatama adalah surat izin palsu.
Jadi, Churchill merasa tertipu dan kemudian mengajukan gugatan. Namun, di pengadilan Indonesia, Churchill kalah.
Churchill pun lalu mengajukan gugatan ke pengadilan arbitrase internasional, International Center For Settlement of Investment Dispute (ICSID) di Singapura. Tapi, yang digugat bukan Prabowo atau perusahaannya, melainkan pemerintah Indonesia. Churchill menuntut pemerintah Indonesia untuk membayar ganti rugi sebesar US$ 1,05 miliar.
Sekitar dua bulan lalu, ICSID menolak tantangan pemerintah Indonesia yang mempertanyakan kewenangan ICSID mengadili kasus ini. Menurut ICSID, mereka berwewenang memeriksa gugatan arbitrase Churchill Mining PLC dan Planet Mining Pty Ltd terhadap pemerintah Indonesia. Pernyataan tersebut merupakan keputusan Tribunal ICSID.
Namun, seperti diberitakan banyak media, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin mengatakan, keputusan tersebut sebatas kewenangan memeriksa, bukan kalah atau menang yang terkait dengan pokok perkara.
Dengan keputusan ini, artinya pokok perkara akan disidangkan pada persidangan mendatang.
“Putusan ini bukan sebuah kejutan bagi pemerintah Indonesia,” kata Amir akhir bulan Maret 2014 lalu.
Amir mengungkapkan, dalam tahap persidangan terkait penentuan yurisdiksi, ini merupakan tahapan umum yang harus dilewati sebelum masuk pada pokok perkara. “Langkah dan pendekatan ini juga lazim dilakukan oleh negara-negara yang berstatus sebagai tergugat, respondent,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia sebagai tergugat, lanjut Amir, terus berupaya memanfaatkan setiap tahapan dan kesempatan yang dimungkinkan aturan dan prosedur di ICSID (rules and procedures). Termasuk upaya menghentikan perkara ke pemeriksaan pokok perkara (merit of the case) melalui challenge on jurisdiction. “Kami tetap optimistis pemerintah Indonesia berpeluang berhasil di persidangan selanjutnya, yang membahas pokok perkara, merit of the case,” kata Amir.
Optimisme itu muncul, menurut Amir, karena pemerintah Indonesia punya bukti cukup kuat bahwa tindakan pemerintah yang digugat Churchill Mining PLC dan Planet Mining Pty Ltd tidak melanggar perjanjian Bilateral Investment Treaty (BIT) Indonesia-Inggris dan BIT Indonesia-Australia. Juga tidak melanggar undang-undang nasional Indonesia dan hukum internasional.
Optimisme tersebut, tambah Amir, juga didukung fakta-fakta bahwa klaim investasi yang dilakukan Churchill Mining PLC dan Planet Mining Pty Ltd tidak memenuhi dan bahkan melanggar peraturan perundang-undangan Indonesia.
Yang pasti, kalau nanti ternyata pemerintah Indonesia kalah dan harus membayar ganti rugi sebesar US$ 1,05 miliar atau sekitar Rp. 12 triliun gara – gara Prabowo Subianto, capres dari Partai Gerindra, plus rusaknya kredibiltas Indonesia di mata dunia. Berbagai sumber A1news.(2014)

JANGAN PILIH CALEG YANG TAKUT PASANG FOTO JOKOWI Baginakan ke sdra dan tetangga Anda.


"Para caleg itu tidak mau pasang foto Jokowi. Bahkan banyak juga yang dari PDI.."

Begitu pernyataan seorang relawan yang juga peserta diskusi "TerimaKasih, Jokowi" di Bandung tadi. Relawan yang bergerak di lapangan menemukan banyak fakta bahwa para caleg dari partai pendukung merasa takut jika memasang foto Jokowi di baliho dan spanduk kampanyenya.

Kenapa ? Mereka takut tidak dipilih oleh warga yang tidak suka pada Jokowi.

Kenyataan itu memang menyakitkan hati. Di banyak daerah terutama Jawa Barat yang saya kelilingi, sedikit sekali foto seorang Caleg berdampingan dengan gambar Jokowi-KMA di materi kampanye mereka. Foto merekalah yang besar-besar tiada tara.

Menyedihkan memang, tapi itulah yang terjadi dan bukan rahasia lagi.

"Apa yang harus dilakukan, bang ?" Tanyanya pedih.

Sang relawan itu sendiri berjuang mati-matian dari pintu ke pintu untuk mengenalkan wajah Jokowi ke warga-warga terutama yang tidak tersentuh teknologi. Dia bukan caleg dan tidak menuntut apa-apa kecuali itu bagian dari perangnya pribadi. Perang untuk mengawal orang yang tepat memimpin negeri ini.

"Jangan dipilih Caleg yang takut memasang foto Jokowi di materi kampanyenya.." Pesanku.

"Jika mereka dalam kampanye saja sudah takut memasang foto Jokowi karena bisa tidak dipilih, mereka juga ketika sudah duduk di parlemen akan takut membela kepentingan kita nanti. Para penakut tidak perlu dibela, yang perlu kita dukung adalah para pemberani. Karena para penakut hanya berfikir untuk kepentingannya sendiri !"

Para peserta bergemuruh, bersemangat. Mereka memang kecewa karena menemukan banyak fakta di lingkungan mereka. Ketika para Caleg oposisi dengan bangga memamerkan foto Prabowo-Sandi, Caleg petahana malah malu-malu menyatakan dukungannya hanya karena takut tidak kepilih.

Takut tidak terpilih ?

Kalau penakut, mending diam di rumah saja dan tidak perlu sibuk memamerkan diri. Perjuangan itu seharusnya mempunyai pemikiran yang jauh lebih besar daripada urusan perut pribadi.

Akhirnya kami yang hadir sepakat, kami tidak akan memilih para Caleg yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Kami adalah relawan Jokowi untuk kemajuan negeri.

Curilah hati kami, jika kalian para Caleg ingin kami coblos nanti. Bagaimana kami bisa memilihmu jika sedikitpun tidak ada perhatianmu siapa yang akan memimpin negeri ini nanti ?

Seharusnya para Caleg belajar dari secangkir kopi. Jika ingin memberi nikmat sejati, maka jadilah pemberani. Karena hanya pemberani yang mengenal para pemberani.

Para penakut jangan pernah bermimpi untuk bisa merubah wajah negeri ini. Rubahlah diri kalian dulu, sebelum kalian berjanji "Kami akan menjadi suara rakyat yang kalian percayai.."

Setuju, lurrrr ? Angkat kopinya..

Denny Siregar

Saturday, February 16, 2019

BERUNTUNGLAH ZAKY PUNYA PRESIDEN SEPERTI JOKOWI



Akhirnya Achmad Zaky gak kuat. CEO Bukalapak ini datang menemui Jokowi di Istana. Ia mengerahkan segala energi dan jaringannya untuk bisa diterima meski hanya beberapa menit.

Zaky mengirim sinyal, jika tidak secepatnya Jokowi turun tangan, Bukalapak bakal semaput. Amukan netizen memang luar biasa mengancam masa depan Zaky.  Ada1500 karyawan disana.

Bukan hanya Bukalapak. Hijup.com yang dimiliki istri Zaky juga gak luput dari bahaya. Para pecinta Jokowi bereaksi negatif juga.

Sebetulnya cuitan Zaky yang bilang 'pemerintah omong kosong' dan 'presiden baru', bagi Jokowi dianggap biasa saja. Kayak angin lalu. Setiap orang bebas mengekspresikan pilihan politiknya.

Ketika Presiden ikut mendorong Bukalapak membesar, juga gak mikir Zaky itu pendukung siapa. Yang ada di kepala Jokowi hanyalah membantu membesarkan bisnis anak bangsa. Milik anak-anak Indonesia.

Jokowi tidak berharap setelah itu mereka akan mendukungnya. Atau memberikan suara kepadanya. Dia hanya mencintai negeri ini. Mencintai karya anak Indo esia. Ia hanya ingin mendorong semuanya untuk maju.

Jika setelah usahanya diendorse Jokowi, orang seperti Zaky tetap terang-terangan mendukung Prabowo, itu biasa saja. Gak akan menyurutkan Jokowi untuk membesarkannya. Itulah yang dinamakan kerja dengan cinta. Ia hanya menjalankan tugasnya dengan baik. Ia hanya memposisikan dirinya pengayom semuanya.

Bukalapak adalah karya asli orang Indonesia. Gak peduli apapun pilihan politiknya, bagi Jokowi harus tetap dibesarkan. Sebab memajukan karya asli Indonesia adalah kewajibannya sebagai Presiden. Agar mereka bisa tumbuh maksimal.

Tapi menjadi pendukung Jokowi, bukan kewajiban seorang Ahcmad Zaky.

Kamu fikir, sebagai Presiden dia gak tahu kemana afiliasi politik orang yang ingin dibesarkannya?

Makanya pagi ini, Presiden bersedia bertemu CEO Bukalapak. Zaky yang sejak kemarin pusing tujuh keliling, merengek minta waktu Jokowi. Setelah cuitannya itu, Zaky berharap pertemuannya dengan Jokowi bisa menolong posisi Bukalapak yang yang terjepit.

Apa Jokowi marah karena cuitan Zaky lalu membiarkan Bukalapak terseok? Apa dukungan terbuka Achmad Zaky kepada Prabowo cukup untuk membuat Jokowi sakit hati?

Gak. Zaky boleh bertindak semaunya. Dia bebas menentukan pilihan politiknya. Tapi kecintaan Jokowi pada karya-karya anak bangsa jauh lebih tinggi dari sekadar Copras-capres. Apapun pilihan politik Zaky, tidak menutup pintu Jokowi untuk tetap menerimanya.

Maka, siang ini Jokowi menerima Zaky di istana. Mendengar keluh kesahnya. Dan mendoakan agar usaha Zaky tetap tumbuh maksimal.

Beruntunglah Zaky, punya Presiden sebaik itu. Beruntunglah kita punya pemimpin yang di hatinya tidak terselip rasa dendam. Pilpres ini tidak cukup menjadikan Jokowi manusia politik. Ia tetap seorang yang bekerja dengan cinta.

Bahkan dari kemarin, dua putra Jokowi, Kaesang dan Gibran sudah pasang badan untuk membela Zaky. Mereka gak peduli dengan pilihan politik Zaky. Mereka, seperti juga ayahnya, mencintai negeri ini dan karya-karya orang di dalamnya, jauh lebih besar dari sekadar copras-capres.

Maka hari ini, sepertinya kita cukupkan kemarahan kita pada Zaky dan Bukalapak. Saya mau tiru Jokowi. Pilpres tidak menjadikan kita manusia pemarah.

Sebab kita mendukung Jokowi, karena kita tahu, dia orang baik...

"Ahcmad Zaky beruntung mas. Dia punya Presiden seperti Jokowi," ujar Abu Kumkum.

# Pakdhe panceen luar biasa hatinya.. ☝🥰


MEMAHAMI ACHMAD ZAKI DAN BUKA LAPAK-NYA
- Andi Setiono M.

Barangkali inilah sebuah ironi berusaha di abad milineal. Seorang anak desa, lahir di kota kecil Sragen, lalu berkesempatan kuliah di PTN ternama bernama ITB. Lalu membangun sebuah start-up kekikinian, bernama Buka Lapak. Sukses story yang sebenarnya biasa saja, Bisa terjadi dan dialami semua orang, pembedanya cuma dua minimal: keberuntungan dan popularitas. Keberuntungan tak bisa dibeli, tapi tentu saja popularitas sangat bisa dieksploitasi. Senyampang dengan itu, sesungguhnya keduanya saling mereduksi, semakin tinggi popularitas yang di dapat sebenarnya, keberuntungannya semakin menyusut. Bila tak bisa dibilang pelan2 menjauh dan menghilang. Itulah yang terjadi pada Achmad Zaki. Dari seorang funder dan membanggakan diri dengan stempel CEO, sesungguhnya ia terakhir hanya pemilik 1% dari perusahaan yang didirikannya itu. Berapa-pun nilainya perusahaan itu, ia hanya minortas yang memiliki kuasa dan pengaruh di anak yang sempat dilahirkannya itu. Frustasi dan kegilaan dari seorang founder dan CEO, yang sesungguhnya tak lebih seorang pion. Bagaimana bisa?

Bisnis on-line seperti ini sesungguhnya tidaklah sama dengan bentuk bisnis lain yang memiliki kolateral yang dapat diagunkan ke bank. Ia tidak sama dengan dengan bisnis properti atau kendaraan bermotor yang jelas agunannya. Dunia perbankan tidak mungkin membiayai jenis start-up bisnis seperti ini, sehingga kalau ingin membesar mereka harus terus mengejar investor. Karena itulah, jenis bisnis seperti harus selalu high-profile. Hal yang kalau dikaitkan, dengan profil AZ jadi sangat gak nyambung sejak awal. Ia thengil, lebay, dan celometan. Ia membangun Bukalapak mulanya dengan mencoba menggandeng Sandiaga Uno, Oportunis yang lain, yang sebagaimana kita tahu bisnis sesungguhnya hanya jual beli konsesi dan pengejar rente.  Coba saya ingatkan, bahwa hanya dengan modal dengkul Sandi merapat (dulu) ke Partai Demokrat lalu mendapat konsesi pembangunan jalan Tol Cipali. Di tengah jalan konsesi ini dijual pada Group Astra yang memberinya keuntungan triyunan tanpa modal sepeserpun. Itu alasan kenapa, Prabowo merekrutnya: di luar gayanya yang "menyebalkan dan suka bersandiwara" itu, ia figur yang pandai mencari uang. Menutupi lubang menganga kebutuhan dana kampanye yang tak lagi bisa dipenuhi oleh keluarga Djojohadikusumo itu. Berharap dari Cendana? Kasihan deh loe...

Lalu diperkenalkanlah ia pada  Edy Sariatmadja pendiri dan pemilik EMTEK, yang konon juga lagi butuh punya eksistensi di bisnis on-line. Dari sinilah mereka bisa berharap masuk bursa saham. Artinya apa? Ia memperoleh keuntungan bukan  return nya bukan dari profit real bisnis tetapi dari value saham di market. Dan karena untuk bisa eksis di bursa saham, ia harus cukup "nampang", ia butuh terus menerus dana tambahan. Sejenis buaya mangap, yang tak pernah kenyang!  Salah satu yang dilakukannya sejak tahun 2017, Bukalapak berusaha menarik dana dari publik melalui penerbitan reksadana. Tetapi nilainya tidak significant untuk memenuhi ROE layak masuk bursa. Dan kesempatan terkakhir, saat ia ikut tender di lingkaran pemerintah yang konon berbau R&D (Research & Development) dan ia gagal. Lalu sebagaimana kita tahu, ia celometan di twitter menyalahkan anggaran riset yang terbatas, sialnya pakai data yang salah. Dan lebih buruk, ia pengen ganti presiden. Saya tidak tahu, apa reaksi Edy Sariatmadja, yang telah menolongnya itu. Karena ES tercatat sebagai salah satu ring satu pendanaan kampanye Jokowi. Konon setehari setelah ia ngacapruk, valuasi nilai perusahannya telah turun 30% dan diperkirakan akan semakin turun.... Ia bukan saja dihukum oleh netizen seacar sosial, ia juga telah bunuh diri secara bisnis.

Jadi AZ ini, tidak saja mengkhianati Jokowi yang meng-endorse bisnis-nya sedemikian rupa agar berkembang. Tetapi terutama investornya. Bagian paling buruknya adalah ia bermimpi dapat pertolongan dari kelompok sebelah! Sambil mencampakkan orang2 yang sudah riil menolongnya. Buah simalakama yang ditimbulkan sungguh luar biasa. Jadi agak ngaco membandngkannya dengan kasus Sari Roti dan Traveloka. Semestinya tidak ada yang harus happy dari peristiwa ini, semua harus merasa kehilangan dan kecolongan. Semua kita kehilangan sebuah modal baik. Kalau kelompok sebelah seolah bersorak? Bersorak untuk apa?  Emang mereka bisa memberi pertolongan apa? Berharap dari langit ke tujuh? Ini adalah cermin kebodohan dan kekonyolan dari seorang anak muda yang sok bergaya milineal. Ingin tampak keren, tapi sebenarnya sangat ndeso. Orang desa saja masih lebih beruntung karena punya kerendahan hati dan kejujuran.

Orang Jawa bilang ia adalah typical wong sing ora kuat nyangga drajat! Mungkin habitat aslinya memang sebatas berdiang di aquarium ikan!

JANGAN PILIH CALEG YANG TAKUT PASANG FOTO JOKOWI



"Para caleg itu tidak mau pasang foto Jokowi. Bahkan banyak juga yang dari PDI.."

Begitu pernyataan seorang relawan yang juga peserta diskusi "TerimaKasih, Jokowi" di Bandung tadi. Relawan yang bergerak di lapangan menemukan banyak fakta bahwa para caleg dari partai pendukung merasa takut jika memasang foto Jokowi di baliho dan spanduk kampanyenya.

Kenapa ? Mereka takut tidak dipilih oleh warga yang tidak suka pada Jokowi.

Kenyataan itu memang menyakitkan hati. Di banyak daerah terutama Jawa Barat yang saya kelilingi, sedikit sekali foto seorang Caleg berdampingan dengan gambar Jokowi-KMA di materi kampanye mereka. Foto merekalah yang besar-besar tiada tara.

Menyedihkan memang, tapi itulah yang terjadi dan bukan rahasia lagi.

"Apa yang harus dilakukan, bang ?" Tanyanya pedih.

Sang relawan itu sendiri berjuang mati-matian dari pintu ke pintu untuk mengenalkan wajah Jokowi ke warga-warga terutama yang tidak tersentuh teknologi. Dia bukan caleg dan tidak menuntut apa-apa kecuali itu bagian dari perangnya pribadi. Perang untuk mengawal orang yang tepat memimpin negeri ini.

"Jangan dipilih Caleg yang takut memasang foto Jokowi di materi kampanyenya.." Pesanku.

"Jika mereka dalam kampanye saja sudah takut memasang foto Jokowi karena bisa tidak dipilih, mereka juga ketika sudah duduk di parlemen akan takut membela kepentingan kita nanti. Para penakut tidak perlu dibela, yang perlu kita dukung adalah para pemberani. Karena para penakut hanya berfikir untuk kepentingannya sendiri !"

Para peserta bergemuruh, bersemangat. Mereka memang kecewa karena menemukan banyak fakta di lingkungan mereka. Ketika para Caleg oposisi dengan bangga memamerkan foto Prabowo-Sandi, Caleg petahana malah malu-malu menyatakan dukungannya hanya karena takut tidak kepilih.

Takut tidak terpilih ?

Kalau penakut, mending diam di rumah saja dan tidak perlu sibuk memamerkan diri. Perjuangan itu seharusnya mempunyai pemikiran yang jauh lebih besar daripada urusan perut pribadi.

Akhirnya kami yang hadir sepakat, kami tidak akan memilih para Caleg yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Kami adalah relawan Jokowi untuk kemajuan negeri.

Curilah hati kami, jika kalian para Caleg ingin kami coblos nanti. Bagaimana kami bisa memilihmu jika sedikitpun tidak ada perhatianmu siapa yang akan memimpin negeri ini nanti ?

Seharusnya para Caleg belajar dari secangkir kopi. Jika ingin memberi nikmat sejati, maka jadilah pemberani. Karena hanya pemberani yang mengenal para pemberani.

Para penakut jangan pernah bermimpi untuk bisa merubah wajah negeri ini. Rubahlah diri kalian dulu, sebelum kalian berjanji "Kami akan menjadi suara rakyat yang kalian percayai.."

Setuju, lurrrr ? Angkat kopinya..

Denny Siregar

AKU BANGGA DGN JOKOWI - Cara Naik Kereta Railink Bandara Soetta - Jakarta Step By Step


DI ERA JOKOWI KITA JADI BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA -MRT JAKARTA, MENUJU PERADABAN BARU


MRT Jakarta Selesai Awal 2019 Pembangunan Semua Terlaksana di Masa Jokowi


Tahun 2019 kita sambut dgn tangan terbuka. Maju terus Indonesia tercinta...Bagikan ke temanmu yang berpikir pessimis !!


Rizal Mallarangeng: Bowoisme VS Jokowinomics



Thursday, February 14, 2019

Dibanding Prabowo, Visi Misi Jokowi Lebih Jelas


VISI dan misi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-Amin, dinilai lebih jelas dibandingkan dengan pesaingnya. Hal itu menyangkut isu energi yang juga masuk dalam salah satu isu debat pada 17 Februari.
"Pada visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 (Jokowi-Amin) pembahasan mengenai konsep dan tata kelola energi 5 tahun ke depan lebih jelas, dengan menyebutkan ini dan itu. Sementara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 (Prabowo-Sandi) tidak terlalu jelas meskipun sempat menyingung," terang Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa pada diskusi bertajuk prioritas sektor energi dan tata kelola SDA, di Jakarta, Rabu (13/2).
Menurut dia, visi dan misi yang diserahkan para pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019-2024 masih tataran paradigmatik. Dengan begitu, ajang debat harus dimanfaatkan untuk menguraikan konsep yang akan mereka jalankan selama 5 tahun ke depan.
Pasalnya, tata kelola energi ke depan butuh strategi dan antisipasi yang matang. Mengingat Indonesia masih terpaku terhadap energi fosil yang sebagian besar berasal dari kegiatan impor.
Ia berharap visi dan misi para kandidat presiden pada debat nanti bisa menjelaskan konsep pemerintahan ke depan dalam menghadapi kondisi pasar global, karena berdampak langsung terhadap keberlangsungan energi nasional.
"Contoh, hari ini harga minyak dunia turun karena ada sanksi Amerika kepada Venezuela. Ada juga kemungkinan Tiongkok menurunkan kuota impor batu bara," pungkasnya.(OL-5)
Penulis: Cahya Mulyana
Source : http://mediaindonesia.com/read/detail/216712-dibanding-prabowo-visi-misi-jokowi-lebih-jelas

Jalan Panjang Freeport ke Pangkuan Ibu Pertiwi


PENANDATANGANAN Head of Agreement (HoA) antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Freeport Mcmoran Inc (FCX) dan Rio Tinto terkait penjualan saham Freeport dan Participating Interest (PI) Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI), menandakan secara resmi pengambilalihan (divestasi) 51% saham Freeport.
Kepemilikan Inalum setelah penjualan saham dan PI tersebut menjadi sebesar 51%, yang 10% PI akan diserahkan kepada pemerintah daerah Papua. Sangat pas kalau Presiden Joko Widodo mengucapkan, "Alhamdulillah Inalum kuasai 51% saham Freeport." Pasalnya, setelah setengah abad, bangsa Indonesia akhirnya dapat menguasai mayoritas 51% saham Freeport yang diperoleh dari proses perundingan panjang dan berliku berdasarkan prinsip-prinsip perundingan internasional.
Proses panjang itu diawali dengan persetujuan Kontrak Karya (KK) Freeport untuk pertama kali ditandatangani pada 1967, berdasarkan Undang-undang No 11/1967 tentang Modal Asing.
Setelah berlangsung 30 tahun, pada 1997, KK Freeport diperpanjang lagi selama 30 tahun ke depan hingga KK baru akan berakhir pada 2021. Selama 50 tahun, pemerintah Indonesia mendapatkan pembagian saham Freeport hanya sebesar 9,36%. Sementara itu, mayoritas saham sebanyak 90,64% dikuasai Freeport Mcmoran Inc. Parahnya, deviden yang porsinya kecil kerap kali tidak dibayarkan dengan alasan kebijakan laba ditahan untuk modal ekspansi. Royalti yang diberikan kepada pemerintah Indonesia juga sangat kecil, antara 1%-3,5%.
Dalam perjanjian perpanjangan KK kedua, yang ditandatangani pada 1997, sebenarnya sudah memasukkan ketentuan divestasi secara bertahap hingga mencapai 51% paling lambat pada 2011. Namun, Freeport berupaya untuk tidak memenuhi perjanjian tersebut dengan melancarkan trik dalam penetapan harga divestasi saham yang sangat tinggi.
Pada saat Freeport harus menjual 10,64% saham kepada pemerintah Indonesia, Freeport menetapkan harganya senilai US$1,7 miliar atau sekitar Rp22,1 triliun (pada saat itu US$1 setara Rp13.000). Asumsinya, KK akan diperpanjang selama 20 tahun, maka cadangan yang dimasukkan perhitungan harga saham ditetapkan hingga 2041. Konsekuensinya, harga saham ditawarkan pada saat itu sangat tinggi, bahkan cenderung over value. Pemerintah menolak tawaran harga sebesar itu sehingga Freeport tetap saja menggenggam 90,64% mayoritas saham, saham Indonesia masih saja 9,36%.
Sudah jadi tekad
Sejak awal pemerintahannya, Presiden Joko Widodo sudah bertekad untuk mengambil alih Freeport dengan menguasai 51% saham Freeport melalui perundingan. Tim perunding pemerintah, diwakili Menteri ESDM, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan, menawarkan kepada Freeport untuk mengubah KK menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Awalnya Freeport menolak keras IUPK, bahkan Freeport sempat mengancam untuk mengadukan Indonesia ke Arbitrase Internasional, menghentikan produksi, dan PHK besar-besaran, jika Pemerintah Indonesia memaksakan pemberlakuan IUPK.
Namun, di luar dugaan setelah pertemuan antara CEO Freeport-Mcmoran Inc Richard Adkerson dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, di Jakarta, pada 27 Agustus 2017, Freeport menyetujui kesepakatan kerangka dasar (framework). Hasil kesepakatan itu diumumkan ke publik pada 29 Agustus 2018.
Kerangka dasar yang disepakati ialah perubahan KK menjadi IUPK dengan persyaratan smelterisasi, divestasi 51% saham Freeport, dan penerimaan negara yang lebih tinggi dari pajak dan royalti. Dalam kesepakatan kerangka dasar itu, pemerintah menyetujui perpanjangan operasi Freeport 2x10 tahun dan memberikan jaminan kepastian investasi.
Setelah tercapai kesepakatan kerangka dasar, Menteri ESDM tidak lagi terlibat secara langsung perundingan, Menteri BUMN dan Menteri Keuangan yang melanjutkan perundingan untuk membahas penetapan harga saham, royalti, dan pajak. Meskipun sudah menyetujui kesepakatan kerangka dasar, Freeport menolak usulan pemerintah terkait penetapan harga saham divestasi yang dihitung berdasarkan nilai aset dan cadangan hingga 2021.
Freeport tetap bertahan pada penetapan harga divestasi saham yang mencerminkan nilai pasar wajar ialah dengan memperhitungkan nilai aset dan cadangan hingga 2041. Tidak bisa dihindari terjadi lagi dead lock dalam perundingan.
Untuk mencairkan dead lock perundingan, Presiden Joko Widodo menugaskan Ignasius Jonan untuk kembali terlibat secara langsung dalam perundingan. Di tengah alotnya perundingan penetapan harga saham Freeport, tim perunding pemerintah memutuskan untuk membeli participating interest (PI) Rio Tinto, yang ada pada PTFI sebanyak 40%. Freeport pun juga menyetujui keputusan Indonesia untuk membeli PI sebagai bagian dalam proses divestasi 51% saham Freeport. Namun, perundingan kembali dead lock lantaran antara Inalum dan Rio Tinto tidak menyepakati penetapan harga jual PI dan tahapan konversi PI menjadi saham.
Di tengah ancaman dead lock, di sela kesibukkannya menjadi key note speaker pada World Gas Conference, Menteri ESDM Ignasius Jonan kembali menemui CEO Freeport McmoRan Richard C Adkerson di Washington. Tujuan pertemuan itu ialah untuk mempercepat finalisasi kesepakatan. Pertemuan keduanya di Washington dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan di Jakarta. Setelah melalui jalan panjang dan berliku yang dijalani dengan penuh kesabaran, akhirnya pada 12 Juli 2018, pemerintah Indonesia, Freeport McmoRan dan Rio Tinto sepakat untuk menandatangani HoA. Inalum setuju mengeluarkan dana sebesar US$3,85 miliar untuk membeli 40% PI Rio Tinto di PTFI dan 100% saham Freeport di PT Indocopper Investama 9,36% saham di PTFI. Genaplah sudah Indonesia mengusai mayoritas 51% saham Freeport.
Manfaat
Penguasaan 51% saham Freeport akan memberikan beberapa manfaat ekonomi, yakni peningkatan pendapatan dari deviden, pendapatan pajak dan royalti yang akan ditentukan dari besaran pendapatan tahun berjalan PTFI. Berdasarkan laporan keuangan 2017 yang telah diaudit, PTFI membukukan pendapatan sebesar US$4,44 miliar, naik dari US$3,29 miliar di 2016. PTFI juga membukukan laba bersih sebesar US$1,28 miliar pada 2017, naik dari US$579 juta pada 2016.
Selain itu, pendapatan kekayaan deposit emas dengan nilai cadangan diperkirakan sebesar US$42 miliar, cadangan tembaga US$116 miliar, dan cadangan perak US$2,5 miliar. Total cadangan terbukti (proven) mencapai US$160 miliar atau setara Rp2.290 triliun. Cadangan itu diperkirakan dapat dieksplorasi dan eksploitasi hingga 2060. Demikian juga dengan pembangunan smelter, selain memberikan nilai tambah dari pengolahan konsentrat menjadi emas, perak, dan tembaga, juga membuka lapangan pekerjaan untuk dipekerjakan di sejumlah smelter yang akan dibangun.
Penguasaan mayoritas saham Freeport itu, tidak hanya menandai awal pengembalian Freeport ke pangkuan ibu pertiwi, tetapi juga mengembalikan kedaulatan energi kepada NKRI dalam pengelolaan tambang di bumi Papua. Selain itu, penguasaan 51% saham Freeport juga akan memberikan manfaat ekonomi yang dapat dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, sesuai amanah konstitusi UUD 1945, utamanya rakyat Papua.
Penulis: Fahmy Radhi Pengamat Ekonomi Energi UGM dan Mantan Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas
Source : http://mediaindonesia.com/read/detail/172022-jalan-panjang-freeport-ke-pangkuan-ibu-pertiwi?utm_source=dable

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)