Latest News

Selengkapnya Diteruskan DI NEWS.TOPSEKALI.COM

Monday, January 27, 2020

Terungkap! Izin Usaha Kontraktor Fiktif (PT BPN) Diberikan Pemprov DKI 2018!

Gambar Illustrasi
Terungkap! Izin Usaha Kontraktor Fiktif (PT BPN) Diberikan Pemprov DKI 2018!
Lagi-lagi kejanggalan PT Bahana Prima Nusantara sebagai pemenang tender proyek revitalisasi Monas terungkap. Setelah alamat fiktif, lalu menumpang di percetakan (sewa 6 juta/tahun) untuk lokasi meeting. Kini ditemukan kader Gerindra sebagai kuasa hukum perusahaan tersebut. Tak tanggung-tanggung, bau kongkalingkong semakin tercium setelah beredar surat ijin usaha yang dikeluarkan Pemprov DKI tahun 2018 dan sudah kadaluarsa lama!
Anies Baswedan beserta anak buahnya harus bertanggung jawab atas kerusakan di Monas. Dia sengaja menunjuk PT Bahana Prima karena ada bau Gerindra di sana sebagai partai pengusungnya. Kalau ini dikatakan sebagai balas jasa Anies. Apakah kerusakan di Monas nantinya akan ditanggung Pemprov DKI?
Untuk surat ijin usaha PT Bahana Prima Nusantara sendiri sebagai berikut:
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/terungkap-izin-usaha-kontraktor-fiktif.html]
Mengejutkan sekali PT Bahana Prima Nusantara yang baru mendapat ijin tahun 2018, langsung mendapat proyek 71 milyar dari Pemprov akhir 2019 saat berlakunya ijin usaha sudah kadaluarsa. Seakan-akan ada pemaksaan legalitas di sana. Artinya tidak mungkin Pemprov DKI, kontraktor yang ditunjuk dan Anies sebagai kepala daerah tidak tahu sama tahu. Luar biasa kejahatan kerah merah.
Makanya tak heran kalau Gerindra menjadi partai pembela Anies di DPRD. Bahkan dengan tololnya mempelopori pendukung Anies untuk menggugat Jokowi soal banjir di Jakarta. Bagaimana Gerindra tak getol membelanya kalau akhirnya ikut mencicipi manisnya uang puluhan milyar hanya dengan modal menebangi ratusan pohon?
Kembali lagi ke PT Bahana Prima Nusantara, berikut susunan penanggung jawab beserta alamat yang beredar di media sosial: 
Sedang Abu Bakar J Lamatopo selaku kuasa hukum sendiri merupakan caleg Gerindra:

Selain PSI, Ketua DPRD DKI Jakarta juga ikut buka suara terkait kejanggalan proyek revitalisasi Monas. Prasetio Edi Marsudi menilai bahwa penebangan pohon itu bersifat mubazir dan tidak tepat sasaran.
"Cukup aneh bagi saya karena di saat dunia sedang berlomba-lomba melakukan penghijauan ini kok malah melakukan penebangan. Kalau alasannya untuk penghijauan, ini tidak menambah luas RTH baru kok, malah mubazir," kata Prasetio Marsudi kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/1).
Rencananya Prasetio akan meminta Komisi D memanggil dinas terkait meminta  penjelasan pemerintah terkait revitalisasi Monas yang warnai penebangan pohon. Hal ini dilakukan karena anggaran revitalisasi Monas yang tercatat hanya untuk penyelenggaraan Formula E.
"Bukan untuk tebang-tebang pohon begitu. Gimana pengaspalan, pengalihan sejumlah ruas jalan untuk trek yang akan menjadi perlintasan," tutup dia.
Anies memang cocok dijuluki gunernur terbodoh. Maksud hati ingin melakukan gelaran Formula E sekaligus bagi-bagi proyek ke Gerindra. Tahu-tahunya malah ditipu kontraktor fiktif. Bahkan PT Bahana Prima tercatat melakukan korupsi sewaktu mendapat proyek di Riau.
Seperti dilansir riaumandiri.id, penyidikan dugaan korupsi dalam proyek permukiman kawasan transmigrasi di Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Indragiri Hilir (Inhil) belum rampung. Masih ada kekurangan yang harus dilengkapi penyidik.

Itu diketahui dari hasil penelaahan berkas yang dilakukan Jaksa Peneliti beberapa waktu lalu. Adapun yang diteliti terkait kelengkapan syarat formil dan materil perkara yang ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.
"Berkasnya telah dikembalikan ke penyidik disertai petunjuk yang harus dilengkapi," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Muspidauan, Selasa (19/11/2019).
Menurut dia, P-19 itu disampaikan pada pekan lalu. Saat ini, kata dia, penyidik tengah melengkapi berkas perkara tersebut.
"Kini berkas perkara itu di penyidik. Mereka masih melengkapi petunjuk yang kita berikan," pungkas Muspidauan.
Ada empat orang tersangka dalam perkara tersebut. Mereka masing-masing berinisial J selaku Kuasa Pengguna Anggara (KPA), dan D selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau. Lalu, MS selaku rekanan dari PT Bahana Prima Nusantara (BPN), serta MSH selaku konsultan pengawasan dari CV Saidina Consultant.
Diketahui, perkara tersebut terjadi pada waktu Juli hingga Desember 2016 lalu. Dimana, dalam SPDP yang diterima pihak Kejaksaan, tempat kejadian perkara berada di Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Inhil.
Berdasarkan data yang dihimpun, pengerjaan proyek itu menggunakan dana yang bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2016. Adapun organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengerjakan proyek itu adalah, Disnakertrans Provinsi Riau.
Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi masing-masing sebesar Rp24.018.503.200 dan Rp19.315.574.036 atau 80,41 persen realisasi tesebut di antaranya digunakan untuk pekerjaan pembangunan pemukiman penduduk sebanyak 146 unit dengan nilai sebesar Rp15.683.315.000.
Pengerjaan itu dituangkan dalam surat perjanjian (kontrak) antara KPA selaku PPK dengan PT Bahana Prima Nusantara Nomor 305/Disnakertransduk.P3T/2016 tanggal 16 Agustus 2016. Nilai kontraknya, Rp16.229.895.000. Jangka waktu penyelesaiannya selama 120 hari kelender dan pada 25 Desember 2016 harus sudah selesai.
Namun, dalam proses pelaksaan pekerjaan, kontrak tersebut diubah. Dari Adendum I Nomor 2158/ADD.FINAL/Disnakertransduk.P3T/2016 tanggal 3 November 2016, yaitu mengatur pengurangan pekerjaan sebesar Rp141.000.000 dan penambahan pekerjaan sebesar Rp1.710.342.000.
Sehingga mengubah nilai kontrak menjadi Rp17.799.201.000. Jangka waktu pelaksanaannya 150 hari kelender atau berakhir 13 Januari 2017. Kemudian pada Adendum II Nomor 2158/ADD.FINAL/Disnakertransduk.P3T/2016 tanggal 22 Desember 2016, yaitu mengatur pengurangan volume pekerjaan dengan mengubah nilai kontrak menjadi sebesar Rp15.683.315.000. Pengurangan itu di antaranya adalah penyiapan lahan dari 368 hektare menjadi 160 hektare.
Pembangunan jalan desa sepanjang 2 kilometer dan jalan poros sepanjang 5 kilometer tidak jadi dilaksanakan sesuai dengan kontrak awal. Pengawas pekerjaan tersebut adalah CV Saidina Consultant. Nilainya sebesar Rp343.750.000. Proyek itu dinyatakan selesai sesuai dengan kontrak Adendum Nomor 2158/ADD.FINAL/Disnakertransduk.P3T/2016 tanggal 3 November 2016.
Bahkan, telah diterima melalui serahterima pertama hasil pekerjaan (PHO) Nomor BA.455/DISNAKER TRANSDUK-PHO/2016 tanggal 19 Desember 2016. Tak hanya itu, pekerjaan telah dibayar sebesar Rp15.679.721.000 dengan tiga kali pembayaran pada 29 Desember 2016.
Berita tersebut mirip dengan proyek revitalisasi Monas saat ini. Dari waktu pengerjaan yang molor dan melibatkan Pemda terkait. Semoga nanti Anies Baswedan bisa ikut terjerat. Dia tak bisa cuci tangan menyalahkan anak buah karena proyek tersebut merupakan ambisinya untuk Formula E.
Anies Baswedan memang sangat loyal pada pendukungnya. Dana hibah 1 triliunan lebih digelontorkan untuk menjadi tim sorak yang mana tak mendapat apa-apa di jaman Ahok. Semoga saja kini bagi-bagi kuenya bisa menjerat Anies. Bukan hanya Formula E yang mangkrak tapi akhirnya proyek ini berujung penjara. Inilah saatnya karma Gerindra dan Anies datang setelah menjungkalkan Ahok beberapa tahun silam.
Begitulah kura-kura.
Referensi:
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200121133343-32-467281/tebang-190-pohon-revitalisasi-monas-dinilai-mubazir
https://www.riaumandiri.id/amp/detail/77270/proses-penyidikan-dugaan-korupsi-proyek-permukiman-di-inhil-belum-tuntas
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/terungkap-izin-usaha-kontraktor-fiktif.html]
===
Istana Semprot Anies yang Bilang Banjir Kemayoran Kewenangan Setneg


MerahPutih.Com - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono meminta agar semua pihak tidak perlu lagi berbicara ke media terkait banjir di underpass Kemayoran, Jakarta Pusat.

Nantinya, kata Heru, bila ada banjir yang melanda Jakarta siapapun harus turun tangan untuk mengatasinya.

“Kita bersama-sama menjaga Jakarta dari banjir. Kalaupun terjadi banjir, kita bergerak cepat untuk mengatasinya. Memang betul ada yang kewenangan pemerintah pusat, ataupun ada yang menjadi kewenangan Pemda DKI," ucap Heru Minggu (26/1) sore.


Namun, lanjut Heru, sebenarnya seluruh wilayah Jakarta itu menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. “Jangan hanya karena ada areal yang kewenangannya ada di Sekretariat Negara, jadi Pemprov DKI hanya membantu. Memang sepatutnya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI bukan hanya sekedar membantu,” ujar Heru.

Pernyataan ini disampaikan Heru menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebutkan wilayah Kemayoran merupakan kewenangan Sekretariat Negara (Setneg) dan Pemprov DKI sudah membantu.

"Jadi begini, kawasan itu memang berada di dalam kewenangan Sekretariat Negara, tapi Pemprov DKI ikut membantu untuk pastikan bahwa itu bisa tuntas segera," kata Anies beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Heru menegaskan bahwa salah satu tugas Pemda DKI adalah mengatasi banjir di area wilayah Ibu Kota.

“Maka dalam struktur organisasi tingkat provinsi yang otonom, salah satu tugas yang diemban Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah penanggulangan banjir,” tutur Heru.

Heru juga mengatakan bahwa dirinya tidak asal berbicara karena semula di Pemprov DKI hanya ada Dinas Pekerjaan Umum yang bertugas antara lain menangani infrastruktur seperti jalan, jembatan dan juga tata air.

"Karena cukup beratnya tugas Dinas PU maka dibentuklah Dinas Sumber Daya Air atau DSDA. Artinya Pemprov DKI memahami bahwa menangani banjir di kawasan Jakarta menjadi tanggung jawab mereka, maka dibentuklah DSDA," papar Heru.

Selain itu, lanjut Heru, di Jakarta juga terdapat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap kecamatan dan bahkan pada beberapa tahun yang lalu terdapat perahu karet dan perlengkapan lainnya untuk mengantisipasi bencana banjir.

“Itu menandakan memang tupoksinya Pemprov DKI, dan tidak melihat area kawasan. Memang area itu kawasan Setneg, tapi apa kebijakan penanggulangan banjir saat ini, melihat terlebih dulu kawasannya kewenangan siapa?," ujar Heru.

Tak hanya itu, Heru menambahkan bahwa setiap pembangunan di wilayah DKI Jakarta sudah melalui tahapan perencanaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Setiap pembangunan di Kemayoran termasuk yang harus ada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan dan Peraturan Zonasi yang memang berada dibawah tanggungjawab Pemprov DKI Jakarta. Jadi kalau ada banjir harus mencari dulu kewenangan siapa?," tutup Heru.(Asp)
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/terungkap-izin-usaha-kontraktor-fiktif.html]

Cek konten menarik yang saya temukan di BABE:
 http://share.babe.news/s/vfyyxhwmQ
Download aplikasi berita paling lengkap ๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป
http://share.babe.news/s/mZUprpQ

SORGA BUKAN CERITA


-Tulisan bagus dari seorang asing yang memandang Indonesia dari luar-
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/sorga-bukan-cerita.html]
Musim dingin, ketika salju turun, di Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai *-minus 40 derajat celsius-. Artinya, kulkasmu masih lebih hangat.

Itulah saat semua tetumbuhan "mati " kecuali pohon cemara. Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus.

Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi.

Tanpa itu, mati kedinginan. Dan ada satu periode dimana salju berbentuk badai. Badai salju. Terbayang apa yg bisa dilakukan selain bertahan hidup diruangan berpemanas.

Padang pasir. Begitu keringnya sampai2 manusia yang berdiam disana membayangkan sungai2 yang mengalir sebagai surga.

Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa di atas 40 derajat celcius. Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu.  Dan keberadaan air adalah persolan hidup mati. Sungguh bukan minyak.

Saya sungguh tidak mengerti ketika ada orang yg masih belum percaya bahwa Indonesia itu serpihan sorga.

Cobalah kamu bercelana pendek, pakai kaos dan sandal jepit jalan jalan di Kanada ketika musim dingin. Atau jalan jalan dipadang pasir. Dijamin mati.

Disini, dinegaramu, kapan saja, mau siang mau malam kamu bisa jalan2  kaosan tanpa alas kaki. Mau hujan mau panas, Selamat.

Di Eropa, Amerika paling banter kamu akan ketemu buah2an yg sering kamu pamer2in. Apel๐ŸŽ, anggur๐Ÿ‡,  sunkist๐ŸŠ, pear๐Ÿ, dan semacamnya.

Di Timur tengah paling kamu ketemu kurma, kismis, kacang arab, buah zaitun, buah tin.

Di Indonesia, kamu tak akan sanggup menyebut semua jenis buah dan sayuran, umbi2an, kacang2an, bunga2, rempah2, saking banyaknya.

Di Amerika, Eropa, kamu akan ketemu makanan lagi2, sandwich, hot dog, hamburger. Itu2 saja yang divariasi. Paling banter steak, es krim, keju.

Di Timur tengah?. Roti. Daging dan daging dan daging lagi.

Di Indonesia?. Dari Sabang sampai Merauke, mungkin ada ratusan ribu varian makanan. Ada puluhan jenis soto, varian sambal, olahan daging, ikan dan ayam tak terhitung macamnya.

Setiap wilayah ada jenisnya. Kue basah kue kering ada ribuan jenis. Varian bakso saja sudah sedemikian banyak. Belum lagi singkong, ketan, gula, kelapa bisa menjadi puluhan jenis nama makanan.

Dan tepian jalan dari Sabang sampai Merauke adalah garis penjual makanan terpanjang didunia. Saya tdk berhasil menghitung penjual makanan bahkan hanya dari Kemayoran ke Cempaka Putih.

Di Indonesia, kamu bebas mendengar pengajian, shalawatan, lonceng gereja, dang dut koplo, konser rock, jazz, gamelan dan ecrek2 orang ngamen.

Di Eropa, Amerika, Timur Tengah, belum tentu kamu bisa menikmati kecuali pakai head set.

Saya ingin menulis Betapa Surganya Indonesia dari segala sisi. Hasil buminya, cuacanya, orang2nya yang cerdas2, kreatif dan bersahabat,  budayanya, toleransinya, guyonannya.

Keindahan tempat2 wisatanya dan seterusnya. Saya tidak mungkin mampu menulis itu semua meskipun jika air laut menjadi tintanya.

Saking tak terhingganya kenikmatan anugerah Allah pada bangsa Indonesia.

Indonesia ini negara kesayangan Tuhan.

Jika kamu tidak bisa mensyukuri itu semua?. Jiwamu sudah mati.

-Pesan-
Jangan biarkn sorga ini hancur karena nafsu berkuasa

Janganlah kehangatan persaudaraan yang dicontohkan oleh embah, kakek, opung kita dihancurkan hanya karena perbedaan dan kita merasa paling benar/pintar!!

Tuhan hanya ingin kamu bersyukur agar sorga ini tidak jadi neraka. Bahkan andai kamu sering bersyukur maka berkat2 itu akan ditambahkn.

Bersyukur itu diantaranya, tidak merusak apa2 yg sudah baik. Baik alam lingkungan, sistem nilai, budaya asli, kebersihan dll.

Jika kita merusak alam,
Alam akan berproses membuat keseimbangan/keadilan

Politik, berjangka pendek jangan sampai merubah sorga ini jadi neraka. -Jangan berkelahi-

Pandai2lah menahan diri seperti orang berpuasa. Jangan jadi pengikut orang2 yang haus kekuasaan dan ketamakan luar biasa.

MARI JAGA NKRI DEMI ANAK DAN CUCU...
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/sorga-bukan-cerita.html]

Friday, January 24, 2020

Gereja Katolik Paroki Santo Joseph pun menuding Bupati Karimun tidak berdaya dan mengikuti kelompok intoleran


Gereja Katolik Paroki Santo Joseph, Tanjung Balai Karimun tidak terima gereja yang dia bangun di Kabupaten Karimun ditolak sekelompok orang yang mengatasnamakan agama. Gereja Katolik Paroki Santo Joseph pun menuding Bupati Karimun tidak berdaya dan mengikuti kelompok intoleran yang menolak gereja mereka.

Panitia Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Keuskupan Pangkalpinang dengan ini ingin meluruskan dan memberikan tanggapan sebagai berikut:
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/gereja-katolik-paroki-santo-joseph-pun.html]
1. Terkait Komentar Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) tentang Gereja Katolik Paroki Santo Joseph akan menjadi Ikon Bumi berazam dan mayoritas Muslim

Tanggapan:

Pihak FUIB menggiring opini secara tersistematis di masyarakat yang faktanya dari awal sudah kami jelaskan berulang-ulang baik di DPRD Karimun, Pemerintah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama bahwa Gereja Katolik Paroki Santo Joseph telah memenuhi kearifan lokal, yakni Gereja tidak lebih tinggi dari Rumah Dinas Bupati Karimun, tinggi hanya sekitar 11,75 meter sementara rumah dinas bupati 12 meter lalu Gereja sepakat bersama pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Keuskupan Pangkalpinang bahwa gereja tidak menggunakan atribut agama Katolik di luar gedung, seperti tidak ada Salib, tidak ada patung bunda maria. Jadi jika bangunan itu berdiri tidak lebih seperti gedung indoor futsal atau gudang.

Hal tersebut tentu sangat menyakitkan, tetapi pil pahit itu harus ditelan, suka tidak suka harus diputuskan, tidak menggunakan salib di luar gedung gereja merupakan kerendahan hati gereja dititik paling rendah yang pernah ada sejak agama Katolik berdiri sejak ribuan tahun lalu.

Terkait Mayoritas dan minoritas merupakan klasifikasi yang tidak mencerminkan Ke-bhinekaan di negara ini, perlu dicatat, gereja ini berdiri sejak tahun 1928 dan diresmikan tahun 1935 jauh sebelum negara ini merdeka, belum ada rumah dinas bupati saat itu, depan gereja masih rawa-rawa, kami hanya ingin melakukan renovasi total karena memang tidak laik lagi digunakan, jika tetap digunakan akan berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa umat yang beribadah.

Secara kapasitas, gereja paroki santo joseph juga tidak memadai, kapasitas gereja itu hanya 100 orang, sementara umat yang beribadah yakni umat yang terdaftar mencapai 700 orang lain lagi kalau hari raya Paskah dan natal, umat harus beribadah di atap tambahan samping gereja, hingga ketembok, pagar dan diluar pagar gereja. Bayangkan saja jika panas matahari atau jika hujan, umat akan membubarkan diri. Tentu itu tidak nyaman. Dan perlu dicatat, di 4 Kecamatan di Karimun hanya ada 1 Gereja Paroki di Balai dan 1 gereja Stasi di Tebing sementara umat di 4 kecamatan ini mencapai 1800 orang.

Jadi pendirian Rumah ibadah agama Katolik yakni gereja Paroki Santo Joseph itu sudah sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 Bab IV Pendirian Rumah Ibadah Pasal 13 Ayat 1 yang berbunyi, “Pendirian rumah ibadat didasarkan pada keperluan nyata dan sungguh-sungguh berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan/desa”. lalu dalam Bab IX Pasal 28 Ayat 3 berbunyi, "Dalam hal gedung rumah ibadat yang telah digunakan secara permanen dan/atau memiliki nilai sejarah yang belum memiliki IMB untuk rumah ibadat sebelum berlakunya peraturan ini (PBM Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006), bupati/walikota memfasilitasi penerbitan IMB untuk rumah ibadat yang dimaksud,", sangat jelas dalam pasal itu, PBM berlaku tahun 2006 sementara gereja ini berdiri sejak tahun 1928.

2. Lalu FUIB diberita Batamnews mengatakan "Kami masyarakat Karimun sederhana aja. Jangan dibangun gereja, itu aja," kata Ketua FUIB Karimun, Abdul Latif, pekan lalu.

Tanggapan:

Pernyataan itu sangat menyesatkan dan penuh dengan kebencian mutlak, sebagai mantan Rektor di Universitas Karimun seharusnya beliau harus dapat mencerminkan dan mengaplikasikan nilai-nilai ke-bhinekaan, Pihak gereja sangat menyanyangkan pernyataan itu.

3. lalu FUIB diberita batamnews mengatakan, "Dengan pembangunan (gereja) itu, masyarakat Karimun akan merasa tergores. Bahkan, jika dipaksakan, akan dikhawatirkan akan terjadi hal-hal dapat merugikan. Itu yang kita hindari, makanya kita adakan pressure dulu agar itu hal itu terjadi," ucap Latif.

Gereja Katolik berdiri sejak tahun 1928 dan diresmikan pada tahun 1935 dan hanya beberapa tahun belakangan ini kami mengetahui dari pernyataan dari Ketua FUIB, Abdul Latif bahwa masyarakat Karimun merasa tergores, tentu ini merupakan upaya menggiring ketakutan dan sangat berbau SARA, dan beliau mengatakan jika dipaksakan akan terjadi hal-hal merugikan.

Gereja Katolik tidak pernah merugikan siapapun di Kabupaten Karimun, Katolik turut membangun Karimun baik dalam Sosial, Ekonomi dan pendidikan. Pernyataan itu juga sangat berpotensi menimbulkan konflik dan ancaman yang tentunya justeru merugikan dan menciderai nilai-nilai toleransi selama ini yang sangat baik.

Gereja Katolik selama ini sangat mengalah dari tekanan-tekanan, namun perlu disampaikan, jika hal yang telah menyangkut prinsip, kami tentunya akan mempertahankan prinsip yang kami pegang selama ini, Katolik adalah agama yang sangat damai, Pemimpin Agama Katolik tertinggi di Vatikan, Paus Fransiskus juga merupakan sosok pembawa damai dan cinta kasih. Hal itu merupakan garis besar dan tatanan hidup seorang Katolik dimanapun berada didunia ini.

4. lalu FUIB diberita batamnews mengatakan, (Untuk itu, mereka akan menunggu hingga tanggal 24 Januari 2020 yaitu pemerintah harus mencabut IMB gereja tersebut, "Sebab kalau itu tidak dicabut, kami akan turun kembali ke jalan," ujarnya.

Pemerintah daerah dan Kepolisian tidak bisa takut akan kata, "Kami akan turun kejalan", dan Pemerintah harus mencabut IMB Gereja tersebut," negara ini negara hukum, kami meminta pemerintah dan kepolisian harus tunduk kepada hukum dan kami sudah melakukannya.

Pernyataan penutup:

Pihak gereja juga menyesalkan Pemerintah Daerah yang saya nilai seakan-akan tunduk pada oknum-oknum massa yang selalu mengatakan aksi damai itu, Bupati Karimun seakan tak berdaya apalagi saat pemerintah Daerah melanggar kesepakatan yang dibuatnya sendiri, yakni pihak gereja menunda pembangunan selama 3 bulan, dan 3 bulan yang dimaksud adalah 25 Januari 2020 ini.
Bupati justeru mengirimkan kami surat agar menunda pembangunan dengan alasan demo dari FUIB beberapa lalu dimana kami menyayangkan anak-anak dibawah umur turut terlibat dalam demo sekitar 20-an orang itu.
Bagaimana seorang kepala daerah tunduk akan intervensi itu, kami juga merasa Bupati menganggap kami seakan-akan biang keributan, dimana ada oknum yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Bersatu berunjuk rasa, kami harus mengalah, ada yang demo kami harus mengalah dan selalu dengan alasan menjaga keamanan, kondusifitas, mencegah keributan yang kami sendiri tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu, siapa yang membuat ribut, mengapa harus kami yang dituduh biang keributannya. Kami sudah mengikuti regulasi yang diatur dinegara ini,nmengikuti norma-norma, kearifan lokal. Dan saat semuanya itu kami lakukan, kami harus mengalah lagi demi orang-orang itu.

Pemerintah Daerah justeru cenderung mengintervensi kami untuk mengalah, namun kembali kami tegaskan, hal-hal yang sudah menyangkut prinsip, kami akan bertahan.

Kami juga memohon kepada media manapun jika menerbitkan berita tentang Gereja Katolik Paroki Santo Joseph agar melakukan konfirmasi kepada kami agar pemberitaan berimbang agar tidak terjadi berita multitafsir di masyarakat, saya dan kami menyakini, masyarakat Karimun adalah masyarakat yang menjungjungtinggi nilai-nilai toleransi selama ini, kami tidak mau aksi-aksi itu ditumpangi kepentingan-kepentingan politik menjelang Pilkada Karimun 2020 ini, kami jenuh menjadi alat politik, kami tidak mau masyarakat menjadi korban atas tunggangan kepentingan apapun, kami menyesalkan banyaknya media yang tidak melalukan konfirmasi kepada kami, kami memaafkannya tetapi harap hubungi Humas Panitia Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph dengan nomor 0813-7421-2220.

Tambahan:
[ ]
Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph sudah sesuai dengan Tata Ruang hal in dibuktikan dengan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan Ruang, Arahan dan Pengendalian Pemamfaatan Ruang untuk setiap rencana kegiatan di Kabupaten Karimun mengacuk kepada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Karimun tahun 2011-2031, lokasi rencana kegiatan berada pada peruntukan Kawasan Permukiman Perkotaan pasa 106 Ayat 2 Nomor 07 tahun 2012 dan SK Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan RI Nomor 76/MenLHK/II/2015 dimana lokasi Gereja Katolik Paroki Santo Joseph berada pada areal Penggunaan lainnya (APL) dan bukan kawasan hutan. Lalu Pada Pasal 72 ayat 2 tentang Zonasi Wilayah Perkotaan pada Ayat 1 Huruf A ketetapan huruf a, b dan c, Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph merupakan sarana dan prasarana bangunan penunjang peribadatan dan Pembangunan gereja tersebut telah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Karimun.

Dalam gugatan PTUN, kami masih menunggu rilis panggilan sebagai tergugat intervensi dan kami sudah siap pengacara untuk menghadapi PTUN, selama PTUN berproses, IMB tetap berlaku, oleh dari itu kami tetap membangun, jika pemerintah kalah di PTUN dan Bupati takut dengan tekanan massa dan mencabut IMBnya, kami akan PTUN kan Pemerintah, sampai ke Mahkamah. Dan itu pasti membutuhkan waktu yang lama. intinya kami tetap membangun, itu pada pokok prinsip yang kami yakini

Pihak Penggugat juga masih bolak balik memperbaiki pokok gugatannya, legal standingnya, dan kalau tidak salah masih dalam pemeriksaan berkas. semoga Pemerintah tidak pura-pura kalah dalam PTUN nanti.

Romesko Purba
Ketua Koordinator Humas, IT dan Publikasi Panitia Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Keuskupan Pangkalpinang.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/gereja-katolik-paroki-santo-joseph-pun.html]
https://www.suara.com/news/2020/01/22/150514/gereja-paroki-santo-joseph-melawan-bupati-karimun-tak-berdaya

Thursday, January 23, 2020

Deklarasi Abu Dhabi, Vatikan dan Dunia Arab Sepakat Berhenti Bawa-bawa Tuhan dan Agama


Berhenti menggunakan nama Tuhan untuk menghalalkan kekerasan, terorisme dan pembunuhan, tetapi juga berhenti menginstrumentalisasi agama untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

SEBUAH kunjungan dan pertemuan bersejarah antara Pimpinan Gereja Katolik Roma dan dunia Arab telah terjadi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Paus Fransiskus dan Paus-paus sebelumnya pernah melakukan kunjungan ke beberapa negara dan tempat dengan kekentalan Islam Arab tinggi, seperti Mesir, Marokko, Tunisia, Palestina dan Libanon, tetapi belum pernah terjadi dengan jazirah Arab yang dikenal sebagai tempat lahir agama Islam.
[https://stand-under.blogspot.com/2020/01/deklarasi-abu-dhabi-vatikan-dan-dunia.html]

Pada 3 Februari 2019 malam hari, Paus Fransiskus yang sudah cukup lama mengiyakan undangan Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Syeikh Khalifa bin Zayed al-Nahyan dan komunitas Katolik di negeri ini, terbang menuju Abu Dhabi, Ibu Kota UAE.

Paus tiba di bandara kepresidenan UAE Pk 22.00 waktu Abu Dhabi dan diterima secara sangat hangat dan protokoler.

Dari situ, kegiatan demi kegiatan berlangsung dengan sangat rapi, indah, dan mengesankan hingga beliau tiba kembali di Vatikan, Selasa, 5 Februari, pukul 17.00 waktu Roma dalam keadaan selamat, dengan hati puas dan bahagia.

• Tanda Tangani Deklarasi Abu Dhabi Bersama Paus Fransiskus, Imam Besar Al Azhar: Anda Bukan Minoritas

• Ceramah di Forum Deklarasi Abu Dhabi, Quraish Shihab Bersalaman dengan Paus Fransiskus

Tak disangkal, lawatan ini diklaim bersejarah dan oleh berbagai alasan, mendapat antusiasme sangat besar di seantero jagat.

Di berbagai TV dan surat kabar serta jalur-jalur media sosial, berseliweran berita-berita kehadiran Paus dan berbagai kegiatan sejak tiba di bandara, dijemput dengan musik khas Arab, salute para serdadu, dan penjemputan di istana kepresidenan dengan atraksi jet-jet tempur di langit UAE dengan semburan asap berwarna kuning dan putih melambangkan bendera Vatikan.

Selain itu juga pertemuan dialog lintas agama di Masjid “Founder’s Memorial”, kunjungan pribadi ke Katedral hingga misa raya di Zayed Sports City yang dihadiri lebih dari 130.000 umat Katolik dan 4.000 umat Islam, hingga acara pamitan untuk kembali ke Vatikan.

Oleh karena kehistorisan lawatan Sri Paus ini, bukan saja untuk beliau dan Gereja Katolik di belakang beliau, tetapi juga untuk pihak UAE, Semenanjung Arab, dunia Arab, dan umat Islam sedunia, setiap momen dan peristiwa pertemuan yang sudah diagendakan di atas program menjadi momen-momen sangat istimewa dan berarti.

Setiap tatapan mata, setiap rangkulan, setiap gandengan tangan, setiap kata, setiap isyarat, setiap simbol menjadi tanda istimewa syarat makna, syarat pesan.

Perdamaian dunia
Paus Fransiskus (kiri) disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan (kanan) setibanya di Bandara Internasional Abu Dhabi di Uni Emirat Arah pada Minggu (3/2/2019).
Paus Fransiskus (kiri) disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan (kanan) setibanya di Bandara Internasional Abu Dhabi di Uni Emirat Arah pada Minggu (3/2/2019). (AFP/Andrew Medichini via Kompas.com)

Ada banyak klimaks selama kunjungan ini berlangsung. Tergantung dari konteks mana. Tak dipungkiri bahwa misi perdamaian dunia adalah salah satu tujuan utama Paus Fransiskus dalam lawatannya ke Semenanjung Arab kali ini.

Perhatiannya yang amat besar tentang perdamaian dunia, tentang dunia yang beradab, dunia yang lebih berperikemanusiaan, dunia yang bebas dari rasa sakit dan tetes-tetes air mata sudah beliau perjuangkan dari awal pontifikatnya tahun 2013 lalu.

Di berbagai kesempatan, beliau menyerukan keadilan sosial, pemerataan, pembangunan “jembatan“ dan bukan “tembok“, kerukunan, perdamaian, dan berbagai opsi kemanusiaan lainnya.

Paus Fransiskus tidak hanya berwacana. Dia juga melakukan aksi-aksi nyata untuk itu: mulai dari mencium kaki para pengungsi dan nara pidana dari berbagai latar belakang agama saat upacara Misa Kamis Putih setiap tahun, hingga membawa pengungsi Muslim masuk Vatikan dan makan bersama di satu meja makan di kediamannya yang sangat privat.

Berapa miliar umat Katolik ingin makan semeja makan dengan Paus, dan mereka tidak bisa. Jangankan makan bersama, bersalaman saja sulit bukan main.

Ajaran kasih Yesus Kristus diejawantahkan Paus Fransiskus secara sangat to the point melalui cara hidupnya yang sederhana, lugas, dan lurus.

Inilah jalan hidup yang tepat untuk seorang pemimpin yang datang untuk melayani dan membawa kebahagiaan untuk semua orang, dan bukan sebaliknya untuk dilayani dan untuk bermegah-megah di atas kekayaan yang sering merupakan hasil curian dan rampasan dari keringat rakyat jelata.

Dengan roh dan semangat kesahajaan, seorang pemimpin lebih bisa bersolider dengan manusia-manusia yang ia pimpin.

PUTRA Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan ketika bertemu Paus Fransiskus di Vatikan pada 2016.
PUTRA Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan ketika bertemu Paus Fransiskus di Vatikan pada 2016. (thenational.ae)

Dengan semangat itu pula, dia lebih mudah mengosongkan diri seraya memberi ruang terlebih dahulu kepada kepentingan umum daripada kepentingan ego.

Itulah sebabnya, mengapa Paus Fransiskus memutuskan untuk memilih perikop Injil Kotbah di Bukit dari Injil Matius, khususnya Sabda Bahagia (Mat. 5,1-12) untuk perayaan misa akbar di stadion Zayed Sports City yang diklaim sebagai misa raya pertama kali dalam sejarah di semenanjung Arab dengan khalayak sebanyak itu.
[https://stand-under.blogspot.com/2020/01/deklarasi-abu-dhabi-vatikan-dan-dunia.html]
Dalam kesempatan emas itu, beliau tidak hanya ingin menyirami jiwa-jiwa umat di wilayah itu yang oleh karena kondisi tertentu, tidak bisa menghidupi imannya dengan cara semestinya, tetapi juga secara global ingin mengajak semua orang dari berbagai latar belakang iman dan agama untuk menghidupi semangat kesederhanaan dan kesahajaan untuk bisa memberikan lebih banyak ruang kepada kuasa Tuhan.

Tekanan khusus beliau berikan kepada urgensi membawa dan menyebarkan perdamaian (Mat.5:7). Orang yang membawa dan menyebarkan perdamaian, dia bukan saja akan menjadi bahagia, tetapi dia saat ini pula sudah menjadi bahagia.

Orang yang berjiwa damai dan bahagia dengan dirinya, akan bisa membuat orang lain damai dan bahagia. Inilah urgensinya.

This is the point! Perdamaian dan kebahagiaan bersama kita butuhkan sekarang dan di sini. Bukan besok, bukan lusa, bukan tahun berikutnya.

Persaudaraan manusia universal
Selaras dengan misi perdamaian ini, pada hari kedua, Paus Fransiskus yang sudah cukup lama bersahabat kental dengan Imam Besar al-Azhar, Ahmad al-Tayyib, dalam pertemuan lintas agama di Masjid Founder’s Memorial di Abu Dhabi dan di hadapan petinggi UAE serta wakil-wakil dunia Islam dan Katolik, menandatangani sebuah deklarasi dan dokumen bersama tentang Persaudaraan Manusia Universal demi kerukunan dan perdamaian manusia sejagad.

Arti penting penandatanganan dokumen bersejarah ini, bukan saja karena fakta kita bersama bahwa relasi antara umat Islam dan umat Kristiani sejak abad ke-6 Masehi sudah dibayang-bayangi oleh kesalahpahaman dan konflik yang sayangnya masih berlangsung di banyak tempat hingga saat ini, tetapi juga karena adanya kesadaran, malah keyakinan, bahwa kalau umat Islam dan umat Kristiani bisa saling menerima satu sama lain sebagai saudara dan saudari dan dengan itu bisa hidup bersama secara rukun dan damai, maka perdamaian dunia pasti akan dialami.

Mengapa tidak?

Menurut statistik terakhir, umat Kristiani dan Islam seluruhnya, termasuk berbagai macam denominasi yang berafiliasi di bawah nama Kristen dan Islam, bersama-sama membentuk lebih dari setengah keseluruhan populasi dunia (7 miliar).

Umat Kristiani seluruhnya berjumlah 2,2 miliar (32.5 persen dari keseluruhan populasi dunia). Umat Islam seluruhnya berjumlah 1,5 miliar (21,5 persen dari keseluruhan populasi dunia).

Artinya, kedua-duanya berjumlah total sebanyak 3,7 miliar orang dari 7 miliar penduduk dunia saat ini.

Berhenti Gunakan Nama Tuhan
Paus Fransiskus disambut Putra Mahkota Abu Dhabi Pangeran Syeikh Mohammed bin Zayed dan imam Al Alzhar Kairo, Syeikh Ahmed al-Tayeb saat tiba di Bandara Internasional Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, Minggu (3/2/2019). Paus Fransiskus mencetak sejarah sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma pertama yang menginjakkan kakinya di daratan Arab.
Paus Fransiskus disambut Putra Mahkota Abu Dhabi Pangeran Syeikh Mohammed bin Zayed dan imam Al Alzhar Kairo, Syeikh Ahmed al-Tayeb saat tiba di Bandara Internasional Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, Minggu (3/2/2019). Paus Fransiskus mencetak sejarah sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma pertama yang menginjakkan kakinya di daratan Arab. (Handout via Reuters)

Dokumen Persaudaraan Manusia Universal dari berbagai latar belakang, termasuk agama, merupakan sebuah panggilan mendesak saat ini.

Menurut Paus Fransiskus dan Imam al-Tayyib yang berbicara atas nama al-Azhar, sebuah institusi prestisius dan ternama di dunia Islam, jalan menuju persaudaraan manusia universal, seperti yang dirumuskan di dalam dokumen itu, bukan saja dilakukan melalui langkah-langkah penting seperti berhenti menggunakan nama Tuhan untuk menghalalkan kekerasan, terorisme dan pembunuhan, tetapi juga berhenti menginstrumentalisasi agama untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Berhenti pula menekan orang lain dengan menggunakan kuasa yang bekedok agama. Lebih lugas, lebih jelas dan lebih terang dari ungkapan-ungkapan seperti ini tidak ada lagi.

Anak-anak kecil hingga kakek dan nenek, orang bersekolah dan orang buta huruf bisa memahaminya. Tidak butuh interpretasi, tidak butuh penjelasan.

Berhenti artinya berhenti.

Kalau dua tokoh besar dunia sudah sepakat seperti itu dan dimeterai pula hitam di atas putih, dan mereka berbicara atas nama begitu banyak orang, disaksikan petinggi-petinggi kedua agama, dan ini dimaksudkan semata-mata untuk kebaikan bersama, tinggal saja kita ikuti.

Mari kita mulai bersama. Mari kita sejukan dunia ini bersama-sama. (Markus Solo Kewuta SVD, Imam Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD). Ahli Islamologi. Kini bertugas sebagai Sekretaris Pribadi Kardinal Jean-Lous Turan, Kepala Kantor Hubungan Antaragama Vatikan di Roma)
[https://stand-under.blogspot.com/2020/01/deklarasi-abu-dhabi-vatikan-dan-dunia.html]
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vatikan dan Dunia Arab Sepakat Berhenti Membawa-bawa Tuhan dan Agama"
https://wartakota.tribunnews.com/2019/02/07/deklarasi-abu-dhabi-vatikan-dan-dunia-arab-sepakat-berhenti-bawa-bawa-tuhan-dan-agama?page=all.
Editor: Fred Mahatma TIS

Tuesday, January 21, 2020

Menteri Agama Terkejut Lagu-lagu China Berkumandang di Dubai


- Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi baru kembali dari kunjungan kerjanya di Dubai, Uni Emirat Arab pada 15 Januari 2020. Dia menceritakan apa yang dilihatnya di negeri tersebut.

"Saya bawa oleh-oleh luar biasa kemarin di Dubai, itu ada fountain park itu sangat besar, air mancur besar sekali dan jangan lupa saya terkejut juga, ternyata lagunya-lagu China," kata Menag Fachrul di Kantor Kementerian Agama, Kamis 16 Januari 2020. (Baca juga:

Fachrul mengaku sempat bertanya kepada pejabat di sana alasan menggunakan lagu China. "Saya tanya kenapa lagu China? Ternyata karena ini menjelang Imlek. Jadi negara Islam di pertunjukannya semua pakai bahasa China dan di sana Burj Khalifa itu tulisan China," tambah Menag yang didampingi sang istri Anni Fachrul Raji, seperti ditulis kemenag.go.id.

Dia mengungkapan, ternyata itu dilakukan pemerintah Dubai demi menarik minat wisatawan agar berkunjung ke negaranya. Pernyataan ini menurut Menag disampaikan oleh petinggi pemerintahan di Dubai.

Menurut pengakuan mereka, kata Fachrul, toleransi beragama yang dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian suatu negara merupakan modal untuk menarik wisatawan ke sana.

"Itu saya hanya menunjukkan bagaimana penghormatan orang dan mereka memesan pada kami, kepada saya saat ambil foto (dia bilang), 'Anda jangan lupa Anda punya objek wisata, Anda punya proyek investasi, nggak akan ada orang mau datang kalau Anda tidak rukun dan damai dan jangan lupa wisatawan itu sebagian sangat besar itu nonmuslim'," tutur Menag.

"Ternyata betul waktu malam kita foto lebih banyak bule, China, Jepang, gitu. Jadi kalau anda tidak tunjukkan toleransi dengan baik, pasti mereka nggak mau datang," sambung Fachrul.
Sindonews

Monas Gundul Demi Formula E: Cara 'Cerdas' ABas Hamburkan Uang Rakyat


Oleh:
Rudi S Kamri

"Warga Montreal sudah jelas tak mau uangnya dibuang lagi untuk proyek yang tak berguna buat mereka. Mei tahun lalu (2017), penyelenggara langsung mengalami gangguan finansial yang hebat," kata Walikota Montreal Valerie Plante seperti dikutip CBC.

Ucapan di atas lahir dari seorang pemimpin yang peduli dengan rakyat. Tapi masalahnya Valerie Plante bukan Anies Baswedan (ABas). Plante adalah pemimpin kota yang bijaksana dan tahu pasti bagaimana harus mengelola uang rakyat. Sedangkan ABas adalah seorang pemimpin yang pintar memainkan kata dan tahu pasti bagaimana dengan cerdas menghamburkan uang rakyat seenak dan semau sendiri.

Lucunya DPRD DKI Jakarta (minus Fraksi PSI) seperti sekumpulan kerbau dicucuk hidungnya. Mereka manut aja menyetujui uang Rp 1,6 Triliun dipakai untuk kebutuhan yang tidak ada manfaatnya buat warga Jakarta. Coba bandingkan dengan Montreal Kanada yang hanya membuang anggaran Rp 486,5 Miliar untuk tuan rumah Formula E. Itu pun tahun berikutnya langsung dibatalkan oleh Walikota yang baru karena alasan tidak mau melakukan pemborosan yang tidak perlu. Sedangkan ABas seenak udelnya menganggarkan dana hampir 4x lipat dibanding Montreal. Entah dia dikadali oleh CEO Formula E Alejandro Agag atau dia memang sengaja menggunakan alokasi dana tersebut sebagai ladang korupsi.

Kelakuan ABas dan kroni-kroninya semakin gila merajalela. Untuk memenuhi syahwat nafsunya, mereka dengan brutal membabat sekitar 190 pohon di Monas untuk keperluan pembangunan paddock Formula E. Monas jadi gundul meranggas gersang. ABas secara koplak mengurangi ruang terbuka hijau yang berguna untuk resapan air. Jadi jangan heran kalau Jakarta tetap tidak akan bisa mengatasi banjir. Karena pada dasarnya ABas dan kroni-kroninya tidak pernah serius melakukan tindakan antisipasi banjir.

Saya berharap Pemerintah Pusat cq Kementerian Dalam Negeri harus berani bertindak tegas. Uang rakyat Jakarta harus dicegah dibuang percuma untuk Formula E. Mudah-mudahan Mendagri Tito Karnavian tidak mengikuti jalan sesat yang dilakukan Menteri Agama yang justru memberi penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta.

Kalau Presiden dan Mendagri serta DPRD DKI Jakarta membiarkan Abas merusak Monas dan menghamburkan uang rakyat, saya berharap warga Jakarta segera melakukan Class Action untuk mencegah Gubernur DKI Jakarta melakukan penghamburan dana untuk Formula E. Manusia ini harus dicegah melakukan tindakan semena-mena. Dia harus dipaksa fokus melayani rakyat Jakarta. Jangan dibalik, rakyat Jakarta yang harus melayani kepekokannya.

#BatalkanFormulaEJakarta

Salam SATU Indonesia
19012020

Thursday, January 16, 2020

Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro dalam Merampok Uang Negara Bersama Cikeas dan Hatta Rajasa


Kejagung telah menetapkan 5 orang tersangka Jiwasraya. Setelah ini akan diusut juga aliran dana ke eks menteri dan partai politik. Cerita lama era SBY akan dikuak kembali. Perlahan tapi pasti uang negara akan ditarik kembali. Makanya dalam artikel kemarin mas Alif menuliskan informasi mencengangkan. Diam-diam petinggi parpol, yang satunya gurem dan satunya pertengahan merengek minta bertemu Jokowi. Ada hubungan spesial apa antara mereka dan tersangka Jiwasraya, Benny Tjokosaputro?

Apalagi ternyata Benny juga ikut terlibat dalam perampokan di Asabri. Jumlahnya sama-sama diangka 600 milyar lebih. Siapa Benny Tjokosaputro dan apa hubungannya dengan Cikeas dan Hatta Rajasa yang merupakan eks Ketua Umum PAN?

Dilansir dari inews.id, nama Benny Tjokro tidak asing di kalangan investor saham. Dia dikenal sangat berpengalaman di pasar modal karena telah berkecimpung sejak akhir 1980-an. Saat itu, dia masih kuliah di Universitas Trisakti Jakarta dan gemar membeli saham-saham IPO.

Benny Tjokro kerap sebut sebagai 'market maker' alias bandar besar saham. Namanya pertama kali dikenal saat diduga 'menggoreng saham' PT Bank Pikko Tbk pada 1997 bersama teman-temannya. Saat itu, BEI memberi sanksi kepada Benny dkk untuk mengembalikan hasil keuntungan penjualan saham tersebut ke kas negara sebesar Rp1,5 miliar.

Handoko Tjokrosapoetro, ayah Benny, sangat tak sreg dengan keputusan anaknya bermain di pasar saham. Handoko adalah putra Kasoem Tjokrosaputro, pemilik Batik Keris Solo yang melegenda sejak 1920.

Benny beberapa kali ditugasi ayahnya untuk mengurus bisnis keluarga, termasuk Keris Gallery. Dia juga sempat diminta untuk mengurusi soal tanah karena keluarganya berbisnis properti. Upaya mengalihkan perhatian Benny gagal, karena dia tak meninggalkan aktivitas bermain saham.

Pada 31 Oktober 1990, Hanson International yang merupakan perusahaan manufaktur tekstil IPO di Bursa Efek indonesia (BEI). Sejak saat itu, perusahaan yang didirikan pada 1971 ini kerap beralih bisnis, termasuk masuk ke sektor tambang dan energi pada 2008.

Pada 2013, Hanson fokus di bidang properti dengan banyak membeli bank tanah (landbank) di Tangerang, Bogor, Lebak, dan Rangkasbitung. Saat ini, Hanson fokus mengembangkan kota di Maja dan Serpong.

Awalnya klan Tjokrosaputro dikejar jerat hutang Bank Mandiri. Seperti dilansir viva.co.id, PT Bank Mandiri Tbk terus mengejar penyelesaian utang PT Subah Indah Tbk sebesar Rp 1,28 triliun.

Suba Indah merupakan grup usaha milik keluarga Tjokrosaputro. Perusahaan lain yang berada di bawah bendera Suba Indah adalah PT Primayudha Mandirijaya dan PT Hanson International Tbk.

Pada tahun 2008 Bank Mandiri berhasil memperoleh pelunasan kredit dari PT Primayudha Mandirijaya sebesar Rp 217 miliar.

Sedangkan, tagihan kepada debitor macet PT Hanson International Tbk sebesar Rp 152,5 miliar masih belum terbayar. Ironisnya, tagihan belum dibayar, Hanson International malah akan ekspansi ke bisnis lain. Hanson akan bergerak dalam bisnis batubara dan telekomunikasi.

Dalam buku Goerge Aditjondro disebutkan kalau tiga bersaudara, Benny, Teddy dan Dicky Tjokrosaputro mencari perlindungan dari kejaran hutang PT Bank Mandiri di bawah penguasa (SBY). Entah bagaimana ceritanya di salah satu perusahaan milik Tjokosaputro (PT Power Telecom) ada nama kerabat SBY, kader Demokrat hingga keluarga Hatta Rajasa.

Sebagai komisaris utama PT Power Telecom (Powertel) adalah Hartanto Edhie Wibowo, adik bungsu almarhumah istri SBY. Roy Suryo Notodiprojo juga menduduki posisi komisari independen. Duduk sebagai Direktur adalah Ahmad Hafisz Tohir yang juga adik dari Hatta Rajasa. Selain itu, Dicky Tjokosaputro sendiri menjabat sebagai Direktur Utamanya.

Selain disebut mendanai kampanye SBY, PT Powertel ternyata kebanjiran banyak proyek dari Hatta Rajasa yang saat itu menduduki posisi menteri perhubungan. Proyeknya menjadi satu dengan PT KAI yakni pembangunan double track jurusan Tanah Abang Serpong senilai 333 milyar. Pengadaan (kereta api listrik) KRL bekas dari Jepang senilai 44,5 milyar. Serta pengadaan jaringan serat optik di Jakarta, Surabaya dan Bandung dengan memanfaatkan jaringan rel PT KAI.

Ironisnya berbagai proyek itu dibiayai hutang negara yakni dari Bank Dunia senilai 85 juta US dollar. Selain itu 41 milyar yen dari pemerintah Jepang lewat JBIC. Terakhir 194,88 juta US dollar dari pemerintah RRT. Lebih mengecewakan lagi ternyata proyek yang dibiayai lewat hutang harus berakhir dikorupsi.



Seperti dilansir beritasatu.com, Eks Direktur Jenderal Perkeretaapian periode 2005-2007, Soemino Eko Saputro divonis 3 tahun pidana penjara dan denda Rp 100  subsider 3 bulan kurungan.

Putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Soemino dengan pidana penjara 5 tahun.

Soemino dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi proyek pengadaan 60 unit Kereta Rel Listrik (KRL) hibah bekas Jepang tahun anggaran 2006-2007 di era Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.

Selain menjerat eks anah buah Hatta Rajasa, KPK juga diminta mengusut keterlibatan Hatta Rajasa dan adiknya. Seperti diberitakan okezone.com, permintaan tersebut disampaikan bekas Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Soemino Eko Saputro, melalui kuasa hukumnya Tumpal H Hutabarat. Soemino merupakan tersangka dalam kasus tersebut dan telah dijebloskan ke penjara oleh KPK kemarin.

"Mestinya (Hatta) diperiksa, karena penunjukan langsung perusahaan Sumitomo Corporation atas persetujuan Pak Hatta," kata Tumpal saat dihubungi okezone, Jumat (1/4/2011).

Selain itu, kata Tumpal, proyek pengangkutan KRL dari Jepang dilakukan atas perintah Hatta. Sebelumnya Soemino terlebih dahulu melakukan survei dan melaporkan kepada Hatta perkiraan biaya pengiriman satu unit kereta mencai Rp720 juta.

Tumpal menambahkan, saat survei ke Jepang, tanpa diketahui sebelumnya oleh Soemino telah ada empat orang di luar Kemenhub yang ikut dalam proyek ini. Keempat orang tersebut salah satunya adalah adik kandung Hatta, Hafiz Tohir.

Terkait dengan hal itu, Tumpal meminta penyidik KPK untuk menelusuri kaitan  Hafiz dalam proyek pengangkutan kereta api yang diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp30 miliar itu.

Sepertinya lewat kasus Jiwasraya dan Asabri, pemerintah Jokowi hendak membuka kembali lembaran hitam era SBY. Makanya mereka ketakutan, berkeringat dingin, tak enak makan hingga mengemis minta ketemuan. Klan Cikeas ternyata tidak jauh beda dengan Cendana yang hanya memperkaya diri dan kelompoknya. Mereka menggarong uang negara, menyalurkan lewat yayasan-yayasan untuk kemudian digunakan sebagai alat kampanye dan sumber uang.

Sangat memprihatinkan kejatuhan orde baru ternyata hanya semu karena ulah presiden dari Cikeas. Kini harapan bangsa berada di pundak pengusaha kayu yang banyak disepelehkan oleh rakyatnya sendiri. Tapi sebagai pendukungnya, kita yakin ini adalah takdir Tuhan untuk mengembalikan kekayaan negara yang telah dirampok lewat tangan Jokowi dan menterinya. Hingga Mahfud MD berujar kalau uang negara tak dirampok maka setiap orangnya bisa mendapat 50 juta dari negara per bulan. Tapi itulah kenyataannya, negeri ini terus menerus disakiti. Semoga tak hanya kekayaannya yang disita, tapi pelaku koruptor sudah selayaknya dihukum mati.

Begitulah kura-kura.
https://seword.com/umum/sepak-terjang-klan-tjokosaputro-dalam-merampok-lNS0jba1Ij

Referensi:
https://www.google.com/amp/s/m.merdeka.com/amp/peristiwa/kejagung-telisik-dugaan-dana-korupsi-jiwasraya-mengalir-ke-parpol-dan-menteri.html
https://www.inews.id/finance/bisnis/jadi-tersangka-kasus-jiwasraya-ini-profil-benny-tjokro-bos-hanson-pewaris-batik-keris
Goerge J Aditjondro, Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, 2009
https://www.google.com/amp/s/m.viva.co.id/amp/arsip/90008-pailit-suba-indah-malah-terjun-ke-batu-bara
https://www.google.com/amp/s/amp.beritasatu.com/nasional/19156/bekas-anak-buah-hatta-rajasa-divonis-3-tahun-bui
https://www.google.com/amp/s/news.okezone.com/amp/2011/04/01/339/441268/kpk-diminta-periksa-hatta-rajasa-adiknya
https://www.google.com/amp/s/m.solopos.com/ini-dinasti-batik-yang-melegenda-dari-solo-untuk-dunia-956525/amp

Karir Politik Anies Sudah Tamat, Jokowi Tegaskan Di Depan Sandiaga!




Banjir DKI : Anies Baswedan Perlu Belajar, Bikin Banjir Jadi Kenangan, Bukan Genangan

Banjir yang melanda Jakarta dan sebagian besar wilayah BODETABEK akibat hujan deras di awal tahun 2020, memang menjadi catatan yang buruk bagi pemerintahan Anies Baswedan di DKI Jakarta. Menurut BMKG, bahkan puncak musim penghujan diperkirakan terjadi akhir Januari hingga Maret. Namun, kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama kepada pihk dan jajaran terkait. Ruhut Buka-Bukaan menemui ahli tata kota, Yayat Supriyatna, untuk menanyakan terkait apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemprov DKI untuk meminimalkan bencana banjir di waktu yang tidak banyak ini.


1. Aparat di lapangan disiagakan
2. Pompa-pompa dioptimalkan
3. Gorong-gorong yang mampet dibersihkan
4. Sampah-sampah dibuang
5. Sungai yang dangkal dikeruk

Selamat bekerja untuk pemerintah. Untuk warga Indonesia, mari kita senantiasa waspada terkait bencana yang mengincar sewaktu-waktu. Semoga kita semua dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/karir-politik-anies-sudah-tamat-jokowi.html]

Uhuy! Anies Undang Massa Bayaran dari Bengkulu? Malah Fatal Menelanjangi Anies


BU RISMA GAK KEREN AH...


Saya kesal sama bu Risma..

Hujan berjam-jam menghantam Surabaya..

Berita dimana-mana, "Surabaya tenggelam !" Foto-foto bersliweran menunjukkan fakta, ada mobil terendam, banyak motor mogok di jalan.

Dan senyum di wajah beberapa teman pendukung Anies Baswedan langsung terpampang lebar, "Tuh kan.. mana Walikota Surabaya yang dibanggakan ? Anies lagi yang disalahkan ?" Dan mereka ketawa hebat memenuhi media sosial sambil upload foto-foto banjir di Surabaya.

Sialnya, air di Surabaya cepat surutnya. Mulut mereka langsung tertutup rapat. Diam. Dan foto-foto banjir itu menghilang.

Saya tahu, mereka menunggu "perahu karet" yang jadi pemandangan biasa waktu Jakarta banjir menghiasi koran dan media online. Perahu karet yang membagikan makanan seliweran berhari-hari ke warga yang terjebak dan kelaparan.

Dan berita dari media, "Banjir sudah sedada, tadinya sepaha.." ternyata gak ada. Mereka kecewa..

Ini memang salahnya bu Risma. Bu Risma tidak mampu membahagiakan orang Jakarta. Di Jakarta, setiap hujan besar, bahkan ada orang yang dengan gembira main perahu kayak di depan Universitasnya. Malah ada video secangkir kopi panas diatas kayu, jalan-jalan ditengah aliran air.

Bu Risma ternyata belum mampu berdiskusi dengan air supaya mampir lama di Surabaya. Air tidak diajak komunikasi dan pelan2 diresapkan ke dalam tanah, malah disalurkan ke gorong2 dan dibuang ke laut.

Jelas ini melanggar Sunnatullah !!

Bu Risma tidak membuka diri untuk dibully, seperti Gubernur Jakarta. Padahal, kata seorang ustad terkenal yang sempat heboh karena kawin diam2, dibully itu menggugurkan dosa2.

Bu Risma gak mau masuk surga apa ??

Bu, harusnya diamkan dulu airnya berhari-hari. Contoh Jakarta, disini banjir itu katanya membawa berkah. Kalau cuman terendam sedikit, terus dalam hitungan jam banjirnya hilang, berkahnya juga hilang bu..

Bu Risma gak pandai sih memanfaatkan banjir untuk pencitraan. Harusnya biarkan banjir lama, trus sewa orang2 untuk teriakkan, "Hidup Walikota !" padahal air sudah sehidung mereka.

Makanya bu, jadi Walikota itu harus pandai menata kata, jangan menata kota. Beginilah jadinya..

Untuk kali ini saya kecewa sama bu Risma. Padahal ada nasihat, "membahagiakan orang itu berpahala.." Kalau Surabaya banjir, berapa juta orang bahagia di Jakarta ? Berilah mereka bahagia sedikit saja, biar ibu banyak pahalanya..

Karena itu saya menyarankan Google untuk membuat kata pencarian, "Walikota tercerdas.." biar ibu kapok. Biar itu sebagai hukuman..

Kali ini saya bilang, "Banjir di Surabaya gak rame !!"

Padahal saya sudah buat kopi hanya untuk meladeni meme2an.

Sial ! Kuseruput aja kopinya sekalian..

Denny Siregar

INDONESIA AKAN MENGATUR DUNIA_


Kisah Nyata Mahasiswa Indonesia Di Australia. Suatu Pagi Kami Jemput Client, Orang tsb Sudah Tua Bapak Ini Seorang Pengusaha Asal Singapura, Bicaranya Gaya Melayu English, Beliau Menceritakan Pengalaman Hidupnya pada Kami:"Your Country Is So Rich! "(Negaramu Sangat Kaya) Dalam Hatiku:"Ah Biasa Banget Denger Kalimat Itu"

Tapi Tunggu, Dia Berkata:"Indonesia Doesn't Need The World, But The World Needs Indonesia, Everything Can Be Found Here In Indonesia, You Don't Need The World" (Indonesia tidaak butuh Dunia, Tapi Dunia Yg Butuh Indonesia, segalanya bisa dicari di Indonesia, Anda tidak butuh pada Dunia).

Indonesia Paru-Paru Dunia, Tebang Saja Hutan Di Kalimantan, Dunia Akan Kacau.

Singapura Is Nothing, We Can't Be Rich Without Indonesia (Singapura tidak ada apa-apanya, kami tidak akan kaya tanpa Indonesia), 500rb Org Indonesia Berlibur Ke Singapura Tiap Bulan, Bisa Terbayang Uang Yg Masuk Ke Kami, Apartemen Terbaru Kami Yg Beli Orang Indonesia Tdk Peduli Harga Selangit, 6 Laku Keras, Lihatlah RS Kami, Isinya Hampir Indonesia Semua.

Trus, Kalian Tau Bagaimana Kalapnya Pemerintah Kami Ketika Asap Kebakaran Hutan Indonesia Masuk? Sangat Terasa, We Are Nothing! Kalian Tau Kan Kalo Kemarin Dunia Krisis Beras Termasuk Di Singapura, Malaysia? Kalian Di Indonesia Dengan Mudah Dapat Beras.

Lihatlah Negara Kalian, Air Bersih Di Mana2, Lihatlah Negara Kami, Air Bersih Pun Kami Impor Dari Malaysia.

Saya Ke Kalimantan Dlm Rangka Bisnis, Krn Pasirnya Mengandung Permata, Terlihat Glitter Kalo Ada Matahari Bersinar, Penambang Jual Cuma Rp 3rb/kg Ke Pabrik China, Si Pabrik Jual Kembali Seharga Rp 30rb/kg.

Kalian Sadar Tdk Kalau Negara Lain Selalu Takut Meng-Embargo Indonesia! Ya, Karena Negara Kalian Memiliki Segalanya Mereka Takut Kalau Kalian Menjadi Mandiri, Makanya Tdk Diembargo, Harusnya KALIANLAH YG MENG- EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI.

Belilah Pangan Dari Petani Kalian Sendiri, Belilah Tekstil Garmen Dari Pabrik Sendiri. Tdk Perlu Impor, Pakai Produk Sendiri Jika Kita Bisa Mandiri, Bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD! Indonesia Akan Mengatur Dunia.

 Share Biar Sampe Ke Seluruh Komponen Bangsa Indonesia ! Terinspirasi Kisah Di Atas, Mari Kita Bersama-sama INDONESIAKAN INDONESIA !

AYO SEMANGAT ๐Ÿ‘๐Ÿ’ช๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ AKU BANGGA MENJADI ORANG INDONESIA
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/indonesia-akan-mengatur-dunia.html]


Wednesday, January 15, 2020

Gubernur Jakarta Anies Baswedan Menari-nari di Banjir Jakarta


Raja Menari-nari Tanpa Busana.
Gubernur Jakarta Anies Baswedan Menari-nari di Banjir Jakarta.

Alkisah ada seorang raja lalim menari tanpa busana alias telanjang dibiarkan, didukung dan dipuja pendukungnya. Raja lalim ini terbiasa dan selalu  mengatur penampilannya ketika berhadapan dengan publik. Setiap kali keluar dan dan bertemu publik sang raja selalu dengan penampilan terbaiknya untuk menipu dan membius publik. Suatu ketika sang raja kehabisan cara dan kehabisan gaya penampilan. Semua gaya, penampilan sang sudah gunakan dan dia merasa bosan dan "mati gaya'. Para pelayan dan pendukung kebingungan, ditolak, sudah kehabisan stok gaya dan semua tawaran penampilan serta pakaian ditolak sang raja. Akhirnya sang raja meninggalkan para pelayan dan pendukungnya, masuk ke dalam kamarnya. Beberapa waktu kemudian sang raja keluar sambil bertanya, "bagaimana penampilan dan pakaian saya ini?" Sang raja bertanya sambil menari-nari tanpa pakaian, telanjang di depan para pelayan dan pendukungnya. Para pelayan dan pendukungnya spontan dan kompak menjawab, "penampilan raja indah, menarik dan hebat". Seorang pendukung tanpa ragu memuji sang raja, " wah hebat sekali Baginda raja, model pakaian baginda sangat indah dan kuat biasa". Pendukung lainnya tak kalah memuji raja juga, "selera baginda raja memang luar biasa. Belum ada orang yang memiliki model pakaian dan penampilan gagah seperti ini". Mereka  membiarkan sang raja keluar dari istana menemui rakyat tanpa pakaian, telanjang.

Cerita raja menari-nari tanpa busana atau telanjang ini sengaja saya pilih untuk menggambarkan suasana yang saya rasakan saat melakukan advokasi masalah banjir Jakarta 2020. Banjir Jakarta 2020 sudah 14 hari lalu dampak banjir itu tentu masih membekas dalam diri para korban banjir. Saya sudah beberapa hari ini mengikuti advokasi bersama tim advokasi Banjir Jakarta yang terjadi pada 1 Januari 2020 lalu. Akhirnya saya memilih ikut menjadi salah seorang advokat publik dalam Tima Advokasi Banjir Jakarta 2020. Pilihan ikut menjadi advokat tim advokasi banjir Jakarta adalah sikap ingin bergabung bersama perjuangan warga korban banjir. Saya sebagai salah seorang anggota tim advokat ikut terlibat dan menganalisis persoalan buruknya dampak banjir Jakarta 2020 yang dialami warga Jakarta. Buruknya dampak banjir ini disebabkan tidak bekerjanya aparat pemprov Jakarta.

Para aparat pemprov tidak melakukan persiapan menghadapi banjir Jakarta 2020 itu. Situasi ini disebabkan oleh ketidakmampuan bekerja dan memimpinnya Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta. Gubernur Jakarta, Anies Baswedan tidak bisa bekerja dan tidak bisa memimpin aparatnya untuk membangun sistem penanggulanan dampak banjir untuk melindungi warga Jakarta. Akhirnya pemprov Jakarta tidak melakukan pekerjaan mempersiapkan warga Jakarta dan mengendalikan dampak buruk banjir Jakarta 2020. Sudah seharusnya pemprov Jakarta mempersiapkan warga dengan memberikan informasi dini (early warning system) dan bantuan darurat (emergency response) agar tidak mengalami kerugian dan jatuh korban jiwa  akibat banjir Jakarta. Adalah tanggung jawab pemprov Jakarta, gubernur Jakarta untuk melindungi  warganya dari dampak buruk dan kerugian  besar  dari banjir jakarta. Pemprov Jakarta, dalam hal ini gubernurnya Jakarta harus bekerja menyiapkan langkah-langkah untuk melindungi warga Jakarta, dengan memberikan informasi dan nenyiapkan sistem bantuan sebelum banjir terjadi.

Lalainy dan tidak bekerjanya gubernur Jakarta, Anies Baswedan sudah memperlihatkan hasil. Setidaknya 31.000 orang mengungsi, ribuan rumah terendam banjir dan sampai bandara Halim Perdanakusuma berhenti beroperasi akibat banjir Jakarta 2020.  Dampak sangat buruk ini akibat tidak adanya persiapan uang baik dalam menghadapi banjir Jakarta pada tanggal 2 Januari 2020. Fakta lapangan yang terang benderang, lalainya gubernur Jakarta dan tidak melakukan tanggung jawabnya dengan baik diabaikan dan dialihkan kesalahannya ke pihak lain. Anies Baswedan menyatakan bahwa banjir Jakarta akibat air dari hulu Bogor, tingginya curah hujan dan pemerintah pusat yang tidak juga membereskan kerja terhadap 13 sungai yang melintas di Jakarta. Sikap menolak dan menyalahkan pihak lain itu juga secara kompak diikuti dan disuarakan para pendukung Anies Baswedan.  Secara kompak pendukungnya menyatakan mendukung kerja Anies Baswedan dalam menghadapi banjir. Para pendukungnya juga kompak bersuara mendukung menyalahkan pemerintah pusat  yang tidak bekerja sehingga terjadi dampak buruk yang dialami warga Jakarta. Anies Baswedan menari-nari di banjir Jakarta, menyalahkan pihak lain dalam soal tidak adanya persiapan menghadapi banjir di kota Jakarta. Secara mata normal jelas terlihat banyak jatuh korban dan kerugian, tetapi pendukung  Anies Baswedan menyatakan kerja Anies sudah baik dan sudah baik dari gubernur Jakarta sebelumnya. Sikap para pendukungnya yang  mendukung  gubernur Jakarta  Anies tanpa batas ini membuat Anies Baswedan ini seperti mendukung dan membiarkan Anies Baswedan sama dengan raja menari-nari tanpa busana atau telanjang. Padahal mata para pendukung melihat betul gubernurnya tidak bekerja atau tidak menggunakan pakaian - telanjang total tetap tetap dipuji.
Puja puji pendukung Anies Baswedan itu saya lihat, saya dengar dan dengar sendiri dilontarkan kepada saya. Misalnya saja loyalis Anies Baswedan seperti beberapa anggota DPRD Jakarta, anggota TGUPP dan loyalis yang mendapat jabatan terus memuji-muji Anies Baswedan sudah berhasil dan mengapresiasi kerja Anies Baswedan dalam menanggulangi dampak buruk banjir yang dialami warga Jakarta. Dukungan dan apresiasi tanpa mata sehat dan akal sehat ini juga dilakukan para pendukung loyal Anies Baswedan. Mereka para pendukung Anies Baswedan juga menyalahkan pihak lainlah yang seharusnya bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga akibat kurang persiapan menghadapi banjir di Jakarta.

Sikap memuji gubernur Jakarta Anies Baswedan tanpa batas dan tidak benar ini sama saja mau mendorong Anies Baswedan masuk - jatuh ke jurang kehancuran lebih dahsyat berikutnya. Hanya orang tidak waras dan katarak mau memuji rajanya atau membela raja gubernurnya menari-nari talanjang tanpa busana. Hanya orang bodoh yang mau menyatakan matanya yang sehat menjadi mata tidak sehat, tidak bisa membedakan yang salah dan benar, tidak mau menyatakan sesuatu yang benar, tidak berani mengatakan mengingatkan  bahwa rajanya atau gubernurnya salah atau telanjang tanpa busana. Mata sehat dijadikan tidak sehat itu terjadi pada para pendukung Anies Baswedan tetap mendukung dan memuja-muji kesalahan Anies Baswedan, memuji tarian tanpa busana,  mendukung dan mendorong Anies masuk jatuh ke jurang kehancuran berikutnya. 
Jakarta 15 Januari 2020
Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota Jakarya (FAKTA)

Presiden Joko Widodo mengundang investor di seluruh dunia untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara


Presiden Undang Dunia untuk Berinvestasi di Ibu Kota Negara Baru yang Modern dan Ramah Lingkungan

Presiden Joko Widodo mengundang investor di seluruh dunia untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia. Demikian disampaikannya saat menyampaikan pidato kunci pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Senin, 13 Januari 2020.

“Di Ibu Kota Negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik,” kata Presiden Joko Widodo.

Pembangunan Ibu Kota Negara baru menurut Presiden, harus menjadi kota dengan teknologi mutakhir dan disaat yang bersamaan juga menjadi wadah bagi inovasi, kreativitas, dan ramah lingkungan, serta menjadi tempat yang memberikan kebahagiaan bagi penduduknya.

“Energi terbarukan dan teknologi yang bersih akan menghasilkan kehidupan berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan ekonomi,”  ungkap Presiden.

Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia memiliki 1,4 juta pegawai negeri sipil pusat dan apabila digabung dengan keluarganya, maka akan ada sekitar 6-7 juta orang yang akan pindah ke Ibu Kota Negara baru.

“Kita tidak ingin hanya membangun ibukota administratif dengan skala kecil, tapi kita ingin membangun kota smart metropolis karena populasinya akan 3 kali lipat populasi Paris, 10 kali lipat populasi Washington DC, bahkan akan menyamai populasi New York dan London,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya gaya hidup urban di abad ke-21 yang rendah karbon dan bertanggung jawab secara lingkungan.

“Pembangunan Ibu Kota Negara yang baru akan menekankan pada pentingnya mengatasi masalah sosial seperti gaya hidup boros, dengan membangun kota baru yang atraktif dan ramah bagi semua kalangan untuk mengadopsi gaya hidup yang efisien dan rendah karbon dengan berorientasi pada transportasi publik, kota ramah pejalan kaki, dan dekat dengan alam,” ungkap Presiden.

Pembangunan Ibu Kota Baru menurut Presiden, juga merupakan salah satu solusi pemerataan pembangunan di Indonesia. Jakarta yang menjadi Ibu Kota saat ini memang telah menjadi salah satu kota yang berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Namun Presiden menegaskan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia harus dikedepankan.

“Di negara yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, konsep pemerataan pembangunan sangat diperlukan sehingga pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Ini yang kami namakan Indonesia sentris,” ucap Presiden.


Abu Dhabi, 13 Januari 2020
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://setpres.setneg.go.id
Youtube: Sekretariat Presiden

============
Presiden Jokowi: Indonesia Berperan Penting dalam Pembentukan Energi Masa Depan Terbarukan

Indonesia turut berperan dalam membentuk energi masa depan yang terbarukan. Setidaknya terdapat beberapa hal yang telah dan sedang dilakukan oleh Indonesia sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kunci  pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Senin, 13 Januari 2020.

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia turut berkontribusi membentuk energi masa depan, khususnya di bidang penyimpanan energi. Nikel merupakan salah satu komposisi penting pada sebuah baterai lithium ion, dimana baterai tersebut digunakan pada ponsel pintar.

“Jadi dalam sepuluh tahun mendatang, setiap kali anda melihat ponsel pintar, anda akan teringat bahwa anda membawa bagian kecil dari Indonesia di kantung dan tas anda setiap hari. Itu akan mengingatkan anda pada bagian kecil dari mineral Indonesia,” ucap Presiden.

Selain pada ponsel, baterai lithium ion juga diperlukan sebagai salah satu komponen kelistrikan pada sistem transportasi misalnya mobil listrik. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia siap untuk mensuplai kebutuhan dunia akan industri baterai lithium ion yang tumbuh dengan cepat.

“Kami mengundang anda semua untuk bermitra dengan kami untuk membangun industri di dalam negeri untuk memproduksi komponen baterai sebagai perpanjangan hilir alami dari produksi Nikel kami,” ucap Presiden.

Adapun sektor lain menurut Presiden dimana Indonesia berperan penting dalam pembentukan energi masa depan adalah terkait bahan bakar bio terbarukan B-20 dan B-30, mengingat Indonesia merupakan negara pemroduksi minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

“Tahun lalu kita mengimplementasikan program B-20 dimana pada seluruh produk bahan bakar diesel kita harus mengandung minimal 20 persen minyak kelapa sawit bio-diesel. Dan kebijakan ini menghemat anggaran impor bahan bakar sebesar US$ 3.4 miliar dan mengurangi 8.9 miliar ton emisi karbondioksida,” ungkap Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden mengatakan, pihaknya telah meluncurkan program B-30 tahun ini yang akan lebih menghemat lagi anggaran impor bahan bakar dan lebih menurunkan lagi emisi gas rumah kaca.

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah Indonesia akan terus merestrukturisasi sistem energinya, sehingga memenuhi tantangan akan kelestarian lingkungan.


Abu Dhabi, 13 Januari 2020
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://setpres.setneg.go.id
Youtube: Sekretariat Presiden

LIGA KORUPSI INDONESIA (Klasemen Sementara)


1. Jiwasraya: 13.7 Triliun
2. Asabri: 10 Triliun
3. Bank Century: 8 Triliun
4. Pelindo II: 6 Triliun
5. Kota Waringin Timur: 5.8 Triliun
6. BLBI: 4.5 Triliun
7. E-KTP: 2.3 Triliun
8. Hambalang: 700 Miliar

(Posisi teratas Jiwasaraya di LKI bisa saja tergeser oleh klub-klub baru yang mungkin jauh lebih dahsyat. Babak penyisihan masih akan terbuka dengan kejutan-kejutan berikutnya).
======
KRISIS INTEGRITAS

Integritas berarti satunya kata dan perbuatan. Kini, dengan terungkapnya malapetaka di lingkungan beberapa BUMN, dapat dikatakan bahwa kita sedang mengalami krisis integritas. Betapa pentingnya integritas sebagai investasi untuk keberlanjutan organisasi dapat dilukiskan lewat penuturan di bawah ini, yang diadaptasi dari status seorang rekan FB. 

Konon, seorang pimpinan puncak sebuah perusahaan besar telah memasuki usia senjanya dan merencanakan akan pensiun. Ia memikirkan  siapakah yang tepat akan menggantikannya.  Pada hari yang ditentukan ia mengumpulkan para karyawan milenialnya yang potensial dapat menggantikannya setahun kemudian. Kepada mereka diberikan sejumlah bibit tanaman, yang harus ditanamnya, dan dilihat hasilnya setahun kemudian. Dari hasil yang dipanen  akan ditetapkan siapakah yang akan menggantikan dirinya. Ini sebuah gagasan yang inovatif dan memotivasi para karyawan milenial untuk menggapai cita-citanya. Semuanya bergairah, termasuk si Polan.

Setiba di rumahnya, si Polan menceritakan gagasan atasannya kepada isterinya. Polan dan isterinya bergairah, menanam bibit yang diperolehnya di sebuah pot, memupuk dan menyiramnya sewaktu-waktu dengan tekun. Usaha mereka sia-sia. Tidak ada benih yang menguncup. Tetapi, mereka terus berusaha dengan setia. Setahun kemudian, hasilnya tetap nihil. Yang ada tidak lain adalah sebuah pot berisi pupuk dan tanah yang basah, karena disiram. Itulah yang dapat dibawa si Polan ke perusahaannya pada hari yang sudah ditetapkan.

Pada hari yang sudah ditetapkan itu, semua karyawan milenial datang ke kantor pusat perusahaannya, masing-masing membawa hasil yang sudah dipanen, disertai hati yang berbunga-bunga. Hati Polan sangat kecut, tanpa bunga, dan ia tidak berani menatap mata pimpinannya. Ia heran alang-kepalang ketika ialah yang ditetapkan sebagai pengganti pimpinannya. Mengapa?

Ternyata, bibit yang diterimakan kepada mereka setahun yang lalu adalah bibit yang sudah dimasak dan dikeringkan, sehingga tidak mungkin tumbuh betapa pun dirawat sepenuh hati. Setelah ternyata bibit yang ditanamnya tidak tumbuh, dengan licik rekan-rekan si Polan menggantikannya dengan bibit yang mudah  diperolehnya di toko bibit unggul. Kreatif, tetapi koruptif. Mereka merasa berhasil menipu atasannya. Hasil akhir ialah: malu alang-kepalang, kecuali jika urat malunya sudah putus. 

Renungan: Tanpa integritas, kepintaran dan kegairahan para pelaku dengan teknologi canggihnya akan membuahkan malapetaka di dalam organisasi dan lingkungannya. Pengalaman lain dari lingkungan organisasiku?

Sumber: Prof. Wim Poli (Guru Besar Unhas Makassar)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2549636678591579&id=100006358147174

BOM WAKTU PENDIDIKAN


Di Solo ada berita seru. Seorang anak didik putri di keluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun pada temannya.

Ia bersekolah di SMP Islam Terpadu Nur Hidayah. Sekolah yang disemangati oleh gerakan Ikhwanul Muslimin. Corak keislamannya kaku. Gaya Wahabi. Hal yang biasa saja, menjadi persoalan besar. Mengucapkan selamat ulang tahun dianggap pelanggaran serius pada aqidah.

Apalagi kalau mengucapkan selamat Natal?

Sekolah Islam Terpadu banyak bertumbuhan. Sebagian beraliran keras. Mencetak anak-anak jadi robot agamis. Suasana keindonesiaan yang pluralis dan menghargai perbedaan melorot. Habis.

Di Depok, sekolah-sekolah jenis ini juga bertumbuhan. Tidak ada pengajaran toleransi. Yang ada suasana beragama kaku dan keras. Anak didik yang masih unyu-unyu dibelah dengan pandangan agama yang sempit.

Seringkali diracuni dengan politik identitas. Wajar. Sekolah Islam Terpadu banyak diinisiasi oleh kader PKS. Pendidikan dijadikan sarana mencetak kader-kader.

Di Seragen, siswa Rohis mengintimidasi rekan putrinya yang tidak pakai jilbab. Itu terjadi di sekolah negeri. Bagaimana mungkin mereka bisa toleran pada siswa yang beragama lain, jika pada siswa seagama saja sudah hobi menteror.

Dan kelakuan seperti ini dianggap biasa. Bagian dari dakwah siswa.

Orang-orang dengan pandangan dunia yang dikotomis --muslim dan non-muslim-- merasuki dunia pendidikan kita. Mereka menularkan pandangannya kepada anak didik. Bukan hanya di sekolah berlabel Islam Terpadu. Mereka juga ada di pendidikan umum. Menjadikan sekolah negeri seperti berorientasi agama.

Padahal ini Indonesia. Negeri yang diikat dengan semangat berbeda-beda tapi merupakan kesatuan. Jika semangat berbeda yang selalu ditonjolkan dalam dunia pendidikan, rasanya kita hanya sedang mencetak orang yang hilang keindonesiaan dalam dirinya.

Jika belakangan sering dipertentangkan antara keindonesiaan dan keislaman, rasanya itu adalah hasil dari pendidikan yang mencetak pandangan dikotomis seperti ini.

"Membela agama ada dalilnya. Membela negara gak ada dalilnya," kata Felix Siauw. Pandangan ini sebagai dasar orang lebih terikat pada khilafah ketimbang Indonesia.

Maka orang tidak merasa berdosa menghianati negerinya. Mereka akan merasa dosa jika menentang ustadnya. Sedangkan si ustad tidak mengajarkan cinta tanah air. Malah mempertentangkan.

Masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas anak didik. Mereka penerus Indonesia. Jika suasana pendidikan kita seperti itu. Apa yang akan terjadi dengan Indonesia ke depan?

Rasanya ini adalah PR besar bangsa ini. Para bigot menjadikan dunia pendidikan kita berwajah muram. Keceriaan hilang di dunia anak-anak. Digantikan dengan ideologi keras dan kaku. Yang selalu menonjol-nonjolkan peebedaan.

Anak-anak sudah dikotak-kotakan dengan label agama. Jangan heran jika intoleransi kini terbesar melanda dunia anak-anak. Sejak meletek jadi janin, mereka sudah dibatasi isi kepalanya. 'Saya muslim, yang tidak sama dengan saya neraka tempatnya.'

Permusuhan disesapkan. Seperti menenam bom waktu yang sekali waktu akan meledak.

Jika dalam peristiwa politik banyak anak-anak meneriakkan jihad yang salah kaprah. Itulah hasilnya. Ada satu video segerombolan anak bernyanyi 'bunuh Ahok.' Anak yang membedakan jahe dan lengkuas saja masih salah. Eh, diajarkan untuk berfikir ekstrim.

Mengerikan.

Tapi itulah dunia pendidikan kita sekarang. Wajah intoleran hadir.

Sebetulnya pendidikan berbasis agama silakan saja. Tapi mempertentangkan agama dengan keindonesiaan adalah problem serius.

Silakan mengajarkan Islam pada anak didik. Tapi Islam yang justru menjadi penguat akar kebangsaan. Silakan mengajarkan Kristen atau Katolik, tapi Kristen dan Katolik yang mengindonesia. Jika malah dipertentangkan akan berefek serius bagi masa depan negeri ini.

Rasanya ini adalah PR berat Mendikti. Bukan soal kurikukum teknis yang memberi seperangkat anak didik kemampuan artifisial memasuki dunia industri. Yang justru mendasar adalah menanamkan bahwa mereka adalah warga Indonesia. Mereka dididik untuk menjamin keberlangsungan bangsa ini.

Membongkar semangat intoleran. Menanamkan sikap menghargai perbedaan. Mengembangkan rasa cinta tanah air. Dan memandang dunia tidak dikotomis dan hitam putih harus dibangkitkan kembali. Dunia pendidikan dituntut punya modal seperti itu.

Jika dunia pendidikan kita isinya selalu mempertentangkan perbedaan, sepertinya kita sedang menggali kuburan bagi negeri ini.

Untung saja Abu Kumkum tidak dididik dalam alam yang seperti itu. Sebagainl lulusan TK Tumben Lestari, Kumkum diwarisi semangat memandang perbedaan sebagai rahmat.

"Mas, aku juga sarjana lho. Lulusan STTS," ujar Kumkum.

"STTS apaan Kum?"

"Sekolah Tinggi, Tinggi Sekali..."
by Eko Kuntadhi
www.ekokuntadhi.id

Tentang wong Solo


Judul tulisan ini sengaja kami buat “Memahami wong Solo”, bukan memahami orang Jawa, karena memang orang Solo berbeda dengan orang Surabaya, orang Semarang, orang Banyumas, walaupun semua yang terakhirini oleh orang luar sering disebut orang Jawa.
 Bahkan orang Solo berbeda dengan orang Yogya.
Orang Solo pakai beskap, orang Yogya pakai surjan.
Orang Solo pakai blangkon, orang Yogya pakai mondolan.
Sampai saat ini orang Solo masih bertengkar terus dengan orang Yogya, masing-masing mengklaim sebagai pusatnya kebudayaan Jawa.
 Sebetulnya dulu sama, tetapi Belanda yang membeda-bedakan agar antara keraton Solo dan Yogya tidak bersatu menjadi satu kekuatan politik dan militer yang kuat.
Bahkan antar keluarga Yogya atau keluarga Solo sendiri juga dipecah-pecah. Sehingga di Yogya sekarang kita mengenal ada Kasultanan dan Pakualaman, di Solo kita mengenal ada Kasunanan dan Mangkunegaran.

Priyayi Solo
Jaman dulu, didalam tatanan masyarakat Solo kelompok ningrat, bangsawan atau golongan berdarah biru, mempunyai derajat yang paling tinggi.
Kemudian menyusul kelompok ambtenaar atau priyayi, baru kelompok pedagang.
Priyayi, walaupun banyak pula yang menyandang gelar, bukan termasuk kelompok ningrat, sebagaimana yang diduga orang selama ini.
Priyayi adalah mereka yang duduk dalam infrastruktur administrasi Hindia Belanda di Indonesia.
Mereka ini berpendidikan Belanda (HIS, HBS, MULO), dan menduduki jabatan-jabatan seperti onderwijzer (guru), opziener (penilik), beheerder (kepala kantor), commies (komis) dan jabatan-jabatan di pangreh praja.
 (Baca Priyayi-priyayi karangan Umar Khayam)

Menjadi priyayi merupakan idaman setiap orang pribumi, karena gajinya besar, bisa bergaul dan Nederlands spreken (ngomong bahasa Belanda) dengan orang-orang Belanda.
Ini juga menjelaskan mengapa orang-orang Jawa dulu selalu bercita-cita menyekolahkan anaknya setinggi mungkin agar bisa menjadi pegawai negri.
Golongan ningrat menganggap profesi pedagang sebagai pekerjaan rendah, tukang menipu, kulakan (modalnya) Rp100,- bilangnya Rp150,-.
Orang kraton tidak ada yang mau berdagang, karena dianggap akan menjatuhkan martabatnya.
 Kalaupun ada kesempatan berbisnis, biasanya tidak dikerjakan sendiri tetapi diserahkan ke Cina.

Dulu orang-orang kaya Solo adalah pengusaha batik yang tinggal mengelompok di satu daerah namanya Laweyan.
Mereka ini mendapat julukan galgendu (pengusaha kaya).
Ada cerita orang Laweyan yang saking kayanya sampai-sampai dinding dan bak kamar mandinya ditempeli uang emas semua.
Walaupun mereka ini kaya-kaya sekali namun tidak pernah ada yang mendapat anugerah gelar kebangsawanan dari keraton.
 Sebaliknya ada seorang Cina yang rajin memelihara, meneliti dan membukukan pusaka-pusaka kraton mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT).

Tidak to the point
Orang Solo sering dituduh kalau punya maksud bicaranya melingkar-lingkar, tidak straight to the point.
Berbeda dengan orang Surabaya yang lebih lugas dan straightforward.
 Untuk yang tidak mengerti memang benar, agak melingkar-lingkar.
 Untuk orang Solo sendiri sebetulnya ini merupakan tehnik diplomasi yang tinggi.
Kalau misalnya saya mau pinjam mobil ke Pak Indaryono, yang sama-sama orang Solo, saya akan datang kerumahnya dan mengatakan :
“Pak Indar, sebetulnya besok itu saya ada rencana mau ke Sragen, ada undangan manten, tetapi mobil saya masih di bengkel”.
 Pak Indaryono sebagai orang Solo, tanggap ing sasmito langsung bisa menangkap :
 Wah Pak Roes ini pasti mau pinjam mobil.

Kalau Pak Indar berkenan meminjamkan mobilnya beliau akan mengatakan :
“Lha monggo, pakai mobil saya saja kebetulan saya juga tidak kemana-mana.”

Kalau Pak Indar tidak berkenan, beliau akan mengatakan :
“Wah kebetulan saya sendiri besok mau ke Semarang, nengok besan sakit.”

Dalam hal ini saya tidak akan merasa sakit hati ditolak, karena toh saya tidak pernah mengatakan mau pinjam.
Sebaliknya Pak Indar juga tidak perlu merasa bersalah, toh tidak pernah mengatakan menolak.
Pas dengan filsafat Jawa, menang tanpo ngasorake (menang tanpa mengalahkan).
So the business is settled, nobody gets ahard feeling.

Bagimana caranya orang Solo minta tambah minum ?
 Waktu bulan kemarin saya ke Solo nengok ibu, saya sempat mampir kerumahnya mas Sarasno (terakhir Inspektur Jogya) di Ngasem, Kartosuro.
Tidak lama setelah duduk, suguhan keluar.
 Teh panas manis kenthel, pisang goreng sama kacang rebus.
 Ngobrolnya kesana kemari asyik sekali, tau-tau teh di gelas sudah habis, tapi ditunggu-tunggu koq nggak diisi lagi.
Wah ini harus pakai tehnik melingkar lagi.
 Saya akan pura-pura bertanya :
“Mas dalan mburi ngomah kuwi joge nang endi.?”
(Mas jalan belakang rumah itu nyampainya ke mana ?)
Tetapi dalam kosakata bahasa Jawa, jog juga bisa berarti tambah.
Mas Sarasno segera tahu kalau saya minta tambah teh lagi,

Pemimpin adalah rojo
Orang Solo percaya bahwa seseorang bisa menjadi raja karena mendapat “pulung”, semacam wahyu.
 Kalau dia mendapat kesempatan menjadi pemimpin, apakah itu pemimpin cabang, pemimpin wilayah atau direktur, dia percaya bahwa telah mendapat “pulung”, yang orang lain tidak memilikinya.
Jadi bukan hanya karena pandai saja.
Makanya di Jawa ada ungkapan ketiban pulung, artinya kejatuhan rejeki.
Sang pemimpin akan menganggap dirinya sebagai “rojo” (raja).
 Apalagi kalau dia benar-benar masih keturunan ningrat.
 Raja bebas berbuat apa saja terhadap kawulanya.
Raja bebas mendekati kawulanya, guyon, bercanda, bicara dengan bahasa Jawa ngoko (bahas Jawa kasar), tetapi kawula tidak.
 Kawula tetap harus hormat dan menjaga jarak terhadap rajanya.

Hati-hati kalau anda punya bos orang Solo.
Kalau kemudian dia kelihatan begitu akrab dengan anda, relaks, suka bercanda, cengengesan, jangan cepat-cepat GR.
Kalau dia ngajak ngomong Jawa ngoko, jangan coba-coba membalas dengan ngoko.
Jangan coba-coba pula ikut cengengesan.
 That’s a very serious offence.
Anda tetap harus menjawab dengan bahasa Jawa halus, kalau bisa.
 Kalau tidak bisa lebih baik menggunakan bahasa Indonesia saja.
Jadi lebih enak jadi orang Padang yang bisa ngomong Jawa.
 Kalau ngomong Jawanya kasar orang maklum, tetapi kalau bisa ngomong halus wah hebat kali kau.
Mohon maafkepada orang-orang BRI yang pernah menjadi bawahan saya.

Sombongnya orang Solo
Bagaimana orang Solo memamerkan kekayaannya ?
 Coba simak dialog antar ibu-ibu berikut pada suatu pertemuan arisan.
Bu Dibyo :
“Coba mbakyu apa ndak pusing, itu lho Heny, masak masih SMA saja dikasih uang saku Rp100.000,- sehari ndak cukup.”
Bu Puji :
“ Dasar anak sekarang, itu lho jeng, Anto, baru kuliah semester 1 saja sudah minta BMW 318i.
Ya sudah, terpaksa saya belikan daripada nggak mau sekolah.”

 Sebetulnya kedua ibu ini tidak bermaksud mengeluhkan kenakalan anak-anaknya, tetapi hanya ingin memamerkan bahwa mereka mampu memberi uang Rp100.000 sehari atau membelikan BMW seri terbaru.

Sehabis sholat Jum’at di Kampus, saya sempat ngobrol dengan Pak Djokosantoso (waktu itu Dirut BRI).
Saya katakan :
 “Pak sekarang ini hasil tromol Jum’at semakin baik, tidak pernah kurang dari Rp1 juta.
Hanya minggu kemarin saja dapatnya sedikit , cuma Rp500.000,-.
 “Kenapa ?” : tanya Pak Djoko dengan nada curiga.
 “Karena minggu kemarin saya tidak Jum’atan disini.
 Ha…ha..ha..” Jawab saya sambil cepat-cepat ngeloyor pergi.
Nah ini juga termasuk sombongnya orang Solo.
Untuk yang non-muslim kalau pengin tahu artinya tromol Jum’at, silahkan tanya sama temannya yang muslim.

Prasmanan tidak jalan
Anda pernah menghadiri undangan resepsi perkawinan di Solo ?
Disana ada istilah USDEK, singkatan dari Unjukan (minuman+ kue), Sop, Dahar (makan), Es (pudding) dan Kondur (pulang).
Tamu-tamu yang datang akan langsung mengambil tempat duduk yang telah disediakan.
 Umumnya mereka datang tepat waktu, sebab kalau anda terlambat bisa mengganggu prosesi dan anda akan klincutan (malu) sendiri.
 Setelah semua undangan hadir dilanjutkan dengan upacara adat.
 Selesai upacara adat hidangan akan disajikan dengan urutan unjukan, sop, dahar, ditutup dengan es atau pudding.
Sambil menikmati hidangan anda dihibur dengan tari-tarian atau ular-ular (nasehat) perkawinan.
 Dengan keluarnya es berarti ini isyarat bahwa tamu-tamu dipersilahkan kondur (pulang).
 Temanten berdua didampingi kedua orang tua akan menuju ke pintu keluar untuk menerima ucapan selamat dan doa restu dari para undangan.

Orang Solo agak canggung datang ke undangan dengan sistem prasmanan.
 Mereka terlalu gengsi untuk mengambil makanan sendiri.
 Prinsipnya saya ini kan diundang dengan hormat, koq disuruh ngambil makanan sendiri, ya dilayani dong.

Humor Solo
Seperti orang Jogya, orang Solo dikenal mempunyai rasa humor yang tinggi.
 Hanya, guyonnya orang Solo sering dikiritk agak cynical.
Ada orang Solo minum es campur di warung.
Setelah hampir habis baru tahu kalau ada seekor lalat didalam gelasnya.
Dia tidak akan marah, tetapi malah pesan es lagi :
“mBak minta es campur lagi tapi nggak pakai lalat ya.”
Si mbak ini rupanya tidak mau kalah :
“Pakai coro (kecoak) saja ya mas.”

Di Bandung saya pernah mau makan mi kocok di restoran Kabita, karena katanya terkenal mi kocoknya enak.
Saya tunggu-tunggu sampai setengah jam belum datang juga pesanan saya.
 Saya panggil pelayannya, saya pesan :
“Neng, ulah lami-lami nya ngocokna.”
(mBak jangan lama-lama ya ngocoknya)

Mas Mardi, asal Banjarsari, kebetulan mau ke Jakarta naik kereta ekonomi Senja Utama.
 Kereta penuh sekali sehingga terpaksa harus berdiri.
Tiba-tiba dia merasa kakinya terinjak oleh pria yang sama-sama berdiri disebelahnya.
 Mula-mula didiamkan saja, tetapi lama-lama terasa sakit.
Mas Mardi tidak tahan lagi :
“Mas, mas apa sampeyan anggota ABRI.”
 “Bukan”, jawab pria itu.
“Apa punya saudara ABRI”,
 “Ndak”, jawabnya lagi.
“Apa punya teman-teman ABRI”.
 “nDak, memangnya kenapa “? tanya pria itu.
“Kalau bukan, maaf mas tolong jangan diinjak kaki saya.” kata mas Mardi.

Di Jogya ada minuman hangat yang terkenal namanya bajigur, yaitu sejenis minuman yang dibuat dari santan yang dimasak dengan daun pandan dan gula merah.
Minuman ini kurang laku di Solo.
Kata “bajigur” di Solo adalah kata untuk misuh (mengumpat), sedikit lebih halus dari kata “bajingan”.
Bagi orang Solo yang dididik dalam lingkungan tata krama halus, agak sulit untuk mengucapkan kata bajigur.
Jadi kalau kita ke warung kepengin minum bajigur sering serba salah.
Mau pesan bajigur lidah terasa kelu untuk mengucapkannya, tidak pesan sering keduluan penjualnya :
”Bajigur mas ?”, gantian kita yang di-pisuhi.

Pak Djokosantoso, waktu masih menjabat Dirut BRI, ketika berkunjung ke Kanwil Semarang untuk memberikan pengarahan mengenai transformasi organisasi sempat mengeluh.
“Mas, orang Semarang ini bagaimana, Dirut cape-cape memberikan pengarahan koq tidak ada keploknya (tepuk tangannya).” kata beliau.
Sebagai orang Solo saya jawab pelan-pelan :
 “Mohon maaf Pak, kalau di Semarang yang biasanya dikeploki itu doro (merpati).”
Jadi di Jawa itu kalau ada burung merpati baru keluar rumah biasanya ditepukin ramai-ramai supaya terbang tinggi ke angkasa.

Alon-alon
Untuk ukuran Jakarta, ritme kehidupan di Solo terasa lamban sekali.
Alon-alon asal kelakon.
Di sana tidak ada bus kota, angkot atau tukang becak rebutan penumpang.
Bus kota yang sering saya naiki kondisinya masih bagus sekali, sebagus lima tahun yang lalu, karena tidak pernah kebut-kebutan rebutan penumpang.
 Orang Solo juga sering dituding terlalu nrimo.
 Sebetulnya bukan nrimo, hanya saja orang Solo tidak mau upaya mencari materi di dunia ini mengganggu keseimbangan bathinnya.
Siapa orangnya yang tidak ingin kaya, tetapi tidak usah ngoyo.
 Semuanya sudah ada yang mengatur, yang Diatas.
mBok-mbok yang jualan nasi liwet langganan ibu saya, bisa menyekolahkan anaknya di Gajah Mada.
Buat apa cepet-cepetan, yang datang duluan belum tentu lebih senang dari kita.
 Buat apa rebutan rejeki, yang lebih kaya belum tentu lebih bahagia dari kita.
Di kantor kalau kita naik pangkat duluan kadang-kadang malah terasa risi, terkucil, seolah-olah keluar dari circle.

Lantas apakah orang Solo statis dan tidak kreatif.
 Saya kira tidak juga.
Pasar Klewer adalah pusat perdagangan textil yang terbesar di Jawa Tengah.
 Dibanding dengan Semarang dan Jogya, tingkat pertumbuhan ekonomi paling tinggi justru di Solo.
Campursari yang sekarang ini popularitasnya nomor dua setelah dangdut, lahir di Solo.
Pinca-pinca yang di tempatkan di Kanwil Jogya, kalau disuruh memilih antara Semarang, Solo dan Jogya pasti milih Solo.

Perubahan
Solo sekarang sudah banyak berubah, terutama untuk generasi mudanya.
Mereka meninggalkan Solo selepas SMA untuk sekolah dan mencari nafkah di tempat lain.
Di tempat yangbaru mereka menyerap nilai-nilai baru.
 Generasi tua sudah banyak yang tiada, tanpa sempat mewariskan nilai-nilai luhur budaya Solo.
Solo dulu terkenal dengan sebutan kota yang tidak pernah tidur, banyak warung jajanan yang mulai buka jam 10.00 malam sampai pagi.
Sesudah kerusuhan Mei 1998, warung-warung tadi bukanya sore, jam 10.00 sudah tutup. Harga makanan juga sudah mulai mahal.
Yang makan nasi liwet Wongso Lemu, Keprabon, umumnya wisatawan atau orang Solo yang sudah lama tinggal di luar.
Bakmi godog Pak Hardjo, Pasarkembang, satu porsi Rp7.000,-, hampir sama dengan harga bakmi Jawa di Pejompongan.

Pamit
Tidak terasa malam semakin larut, udara semakin dingin dan saya harus cari becak untuk pulang ke mBaturan, rumah ibu.
Becak Solo agak berbeda dengan becak Jakarta atau Surabaya.
 Tempat duduknya lebih lebar serta lebih menyandar ke belakang.
Kalau jaraknya agak jauh, pasti ngantuk, tertidur.
 Saya pernah mempunyai pengalaman naik becak yang sedikit mengharukan.
 Belum lama saya duduk, tukang becaknya bertanya :
“Saiki neng endi Roes ?”
(Sekarang di mana Roes).
Dengan agak terkejut saya menengok kebelakang.
 Rupanya dia Tembong, teman baik saya waktu di SD dulu, yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolahnya.
 Alhasil, saya kasih dia Rp50.000 untuk ongkos becak yang biasanya cuma Rp2.000.
Tidak apa-apa, for old time’s sake.
 Saya tidak tahu apakah dia sekarang masih kuat narik becak.
 Saya harus bersyukur masih bisa bekerja dan pensiun dengan selamat dari BRI.

Tiba-tiba salah seorang tukang becak teriak-teriak :
”Den pakai becak saya saja, ditanggung pasti tidak digigit nyamuk.”
Ada apa lagi ini, naik becak koq tidak digigit nyamuk.
Saya mendekat sambil bertanya :
”Lho apa hubungannya naik becak dengan digigit nyamuk ?”
 “Soalnya becak saya pakai tiga roda,” jawabnya sambil menyanyi ……nyamuk ini cuma takut tiga roda…….
Wah tukang becak ini pasti terlalu sering nonton iklan obat nyamuknya Basuki.
Sekian dulu, maturnuwun.
Oleh: Roes Haryanto

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (17) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Denny Siregar (8) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Free Port (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Selengkapnya (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Andre Vincent Wenas (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Palestina (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Terrorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)