Latest News

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Tuesday, February 16, 2021

Para warga membeli mobil baru tersebut dengan menggunakan uang yang berasal dari pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan Kilang Tuban

*Syukur atas pemerintahan yang tranparansi,*
*keterbukaan, rakyat semakin sejahtera.*
https://news.iniok.com/2021/02/para-warga-membeli-mobil-baru-tersebut.html
Tuban – Para nitizen dihebohkan oleh rekaman video yang menampilkan aksi sejumlah warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang membeli 17 mobil baru secara berjamaah dalam sehari, Minggu, (14/2/2021).

Uniknya, belasan mobil mewah Toyota itu dikirim ke rumah warga dengan diangkut menggunakan truk towing sambil dikawal mobil patroli pengawalan (Patwal) polisi.

Rekaman video berdurasi kurang dari satu menit itu ramai di media sosial (medsos), usai diunggah oleh salah satu akun bernama Berkelana ke grup Facebook Jaringan Informasi Tuban (Jitu) dengan diberikan keterangan “Barokallah dan tiga emoticon tangan menadah”. Sontak postingan tersebut di banjir komentar beberapa warganet yang merasa kaget atau terkejut.

Terkait aksi sejumlah warga borong mobil mewah tersebut dibenarkan oleh Gihanto Kepala Desa (Kades) Sumurgeneng, Jenu, Tuban. Mobil tersebut dibeli dari Surabaya oleh warga dengan menggunakan uang yang berasal dari ganti rugi lahan untuk proyek kilang minyak.

“Ya, pembeliannya berkelompok. Kemarin ada 17 mobil yang dibeli dan semuanya baru. Semua mobil merk Toyota,” kata Kades Sumurgeneng ketika ditemui di rumahnya, Senin, (15/2/2021).

Menurutnya, para warga membeli mobil baru tersebut dengan menggunakan uang yang berasal dari pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR) di wilayah Kecamatan Jenu. Meraka telah mengambil uang ganti rugi lahan melalui proses penetapan Konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Tuban.

“Warga telah mengambil uang ganti rugi lahan melalui Konsinyasi dan sebagian uangnya digunakan untuk membeli mobil,” jelas Gihanto.

Gihanto menjelaskan, di desa ini tercatat ada 176 mobil baru yang dibeli warga sejak mereka menerima uang ganti rugi lahan kilang minyak hingga sampai saat ini. Dimana, satu warga ada yang membeli 2 sampai 3 mobil dengan menggunakan uang tersebut.

“Ada sekitar 176 mobil baru yang dibeli warga, itu belum yang mobil bekas. Warga membeli dengan menggunakan uang dari pembebasan lahan proyek kilang. Satu orang ada yang beli dua sampai tiga mobil,” jelas Kades yang baru terpilih tersebut.

Saturday, February 6, 2021

Elit global itu terdiri dari baik kapitalis maupun komunis.

 

*Elit global itu terdiri dari baik* 
*kapitalis maupun komunis.* 
*Coba cek peralihan lokasi industri kapitalis di AS ke China sudah terjadi puluhan tahun lalu.* Jangan dikira perusahaan2 raksasa di China itu milik 100% orang asli China. Pemegang sahamnya tetap para kapitalis dari AS dan Eropa. 

*Pemegang saham mayoritas dari Alibaba bukanlah Jack Ma. Tetapi adalah pemodal asing.*

*Itulah mengapa perkembangan industri dan pembangunan kota2 melejit di China.* 

*Trump paham persis perpindahan ini dan bahwa di balik itu ada suatu skenario* permainan di balik layar. 

*Tahu bahwa skenario mereka tercium oleh Trump,* maka para elit itu berupaya menyingkirkan Trump. Ini adalah pertarungan yang tidak banyak diketahui mayoritas orang. Media mainstream yang dikendalikan elit global terus-menerus mencecar Trump sehingga mayoritas orang menilai Trump ini urakan dan jahat. 

*Selama menjabat presiden yang lalu Trump mengejar bisnis haram dan jahat para investor* dan pejabat yang melibatkan jaringan global. 

*Para elit ini banyak melakukan tindakan asusila dan kejahatan penculikan manusia* baik untuk keperluan pesta maupun ritual korban satanik. 

*Mereka melakukan pemujaan dan ritual itu untuk mendapatkan kemewahan hidup.* Semua akan dibongkar ke publik nantinya, walau sebenarnya sudah banyak diketahui oleh orang-orang yang terlibat dalam gerakan perjuangan kemerdekaan bumi. 

*Jaringan Kennedy-Soekarno banyak terlibat dalam gerakan pembebasan bumi ini* untuk mengakhiri praktek Neo Kolonialisme Imperialisme (Nekolim) yang juga disebut Deep State alias elit global yang saat ini bergeser ke PKC.

Negara Luar Hampir Kolap Menghadapi Wabah Pandemi, Tapi Indonesia Cadangan Devisa RI Tertinggi Sepanjang Masa, Jokowi Indonesia Maju.

*"Negara Luar Hampir Kolap Menghadapi Wabah Pandemi,* 
*Tapi Indonesia Cadangan Devisa RI Tertinggi Sepanjang Masa,*
*Jokowi Indonesia Maju."*
https://news.iniok.com/2021/02/negara-luar-hampir-kolap-menghadapoi.html
*SENTUH US$ 138 M, CADANGAN DEVISA RI TERTINGGI SEPANJANG MASA*

Cadangan devisa Indonesia pada Januari 2021 tercatat US$ 138 miliar. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

*Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa per akhir bulan lalu sebesar US$ 138 miliar.* Naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni US$ 135,9 miliar.

*Cadangan devisa US$ 138 miliar adalah yang tertinggi sepanjang sejarah modern Indonesia.* Rekor sebelumnya tercipta pada Agustus 2020 yaitu US$ 137 miliar.

*"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10,0* bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," sebut laporan tertulis BI, Jumat (5/2/2021).

*Peningkatan posisi cadangan devisa pada Januari 2021, lanjut laporan BI*, terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bonds pemerintah dan penerimaan pajak. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210205103024-17-221244/sentuh-us--138-m-cadangan-devisa-ri-tertinggi-sepanjang-masa



Friday, January 29, 2021

Larang Dinar-Dirham, BI Tegaskan Cuma Rupiah yang Sah di RI

*Larang Dinar-Dirham, BI Tegaskan* 
*Cuma Rupiah yang Sah di RI*
Bank Indonesia (BI) menegaskan rupiah menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. Peringatan ini sejalan dengan adanya informasi yang viral di media sosial soal penggunaan dinar dan dirham sebagai alat pembayaran di Depok, Jawa Barat.

"Beberapa hari terakhir viral video lama tentang penggunaan dinar dan dirham di Depok. Setelah itu muncul pembahasan di medsos (media sosial)," ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia Erwin Haryono kepada awak media, Kamis (28/1).

BI mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan menghindari penggunaan alat pembayaran selain rupiah.

"Dalam hal ini kami menegaskan bahwa dinar, dirham atau bentuk-bentuk lainnya selain uang rupiah bukan merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI," tambah Erwin.

BI mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan rupiah sebagai mata uang NKRI.

Belum lama ini viral soal Pasar Muamalah di Beji, Depok. Pasar ini bertransaksi menggunakan dinar dan dirham. Keberadaan pasar tersebut sudah sempat terlacak sejak 2016.
Source : https://www.cnnindonesia com/ekonomi/20210128151620-78-599567/larang-dinar-dirham-bi-tegaskan-cuma-rupiah-yang-sah-di-ri
----------------------
 
*Catet: Semua Video Di WAKILRAKYAT.IniOK.com bebas dari Iklan*
*Ada Pasar Muamalah Ala Khilafah Di Depok, Kenapa* *Negara Diam Saja ?*
Pasar Muamalah yang ada di Depok dan 25 tempat lain di Indonesia merupakan indikasi infiltrasi ekonomi berbasis khilafah yang melanggar UU dan berbagai peraturan lainnya serta merupakan ancaman terhadap ideologi Pancasila, mengapa dibiarkan ? Kemana Negara dan Bagaimana pasar sistem khilafah itu beroperasi? 
Ikuti penjelasan Rudi S Kamri, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa di *WAKILRAKYAT.IniOK.com*

Sunday, January 24, 2021

Luar Biasa! RI Kebanjiran Investasi, Sudah 16 Perusahaan Relokasi Pabrik



*Luar Biasa! RI Kebanjiran Investasi*, 
*Sudah 16 Perusahaan Relokasi Pabrik* 
Luar Biasa! RI Kebanjiran Investasi, Sudah 16 Perusahaan Relokasi Pabrik Senilai Rp100 Triliun, Bahlil: Masih Ada USD 40,5 Miliar Lagi yang Akan Masuk

- Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan 16 perusahaan merelokasi usaha mereka ke Indonesia sepanjang 2020. Total investasi dari relokasi tersebut sebesar 7,15 miliar dolar AS atau Rp100,11 triliun.

"Pada 2018, 2019, itu tidak ada yang relokasi ke Indonesia. Pada 2020 meski ada pandemi tetapi ada relokasi 16 perusahaan," ucap Bahlil dalam 11th Kompas100 CEO Forum "Let's Collaborate; Rising in Pandemic Era", dikutip Sabtu (23/1/2021).

Bahlil menyatakan sebagian perusahaan yang melakukan relokasi sudah mulai memproduksi barang. Kegiatan bisnis dari 16 perusahaan itu telah menyerap tenaga kerja sebanyak 68.600 orang.

Selain 16 itu, Bahlil menyatakan masih terdapat 14 perusahaan yang memiliki minat untuk merelokasi usaha mereka ke Indonesia. Nilai investasinya diperkirakan mencapai 19,68 miliar dolar AS dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 59.750 orang.

Dikutip CNN Indonesia, Bahlil menambahkan ada juga 122 perusahaan yang potensial untuk merelokasi bisnisnya ke Indonesia.

Total investasi yang akan ditanamkan mencapai 40,5 miliar dolar AS dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 156.430 orang.

Sebagai informasi, BKPM mencatat mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp611,6 triliun hingga kuartal III 2020. Realisasi itu mencapai 74,8 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp817,2 triliun.

Realisasi investasi itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Rinciannya, PMDN sebesar sebesar Rp309,9 triliun atau 50,7 persen dari total investasi dan PMA sebesar Rp301,7 triliun atau 49,3 persen dari total investasi.

Berdasarkan sektornya, aliran investasi periode Januari-September, terbesar mengalir pada sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencapai Rp108,4 triliun.

Kemudian, investasi mengalir ke sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp72,9 triliun. Lalu, ke industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya Rp69,8 triliun.

Disusul dengan sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp55,2 triliun. Berdasarkan negara asal, aliran modal mayoritas berasal dari Singapura mencapai US$7,1 miliar.

Lalu, China sebesar 3,5 miliar dolar AS, Hong Kong 2,5 miliar dolar AS, Jepang 2,1 miliar dolar AS, dan Korea Selatan 1,1 miliar dolar AS.

Sunday, August 30, 2020

Kamboja Pun Bakal Kalahkan RI Dalam Investasi Asing.


Kamboja Pun Bakal Kalahkan RI Dalam Investasi Asing.

Sampai hari ini pun, investasi asing ke Indonesia masih kalah dari negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, Indonesia sudah ketinggalan sangat jauh. Salah satunya adalah Nissan menutup pabriknya di Indonesia dan lebih memilih Thailand sebagai basis produksi di pasar Asia.
“Bahkan sebentar lagi Kamboja menyusul kita,” kata Kepala Badan Koordinator Penenaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadali.

Berdasarkan kajian BKPM, ada enam kondisi objektif yang membuat investasi Indonesia kalah menggiurkan dari pada Vietnam.

_Pertama, harga tanah per meter persegi di Indonesia rata-rata mencapai Rp 3,17 juta, sementara Vietnam Rp 1,27 juta per meter persegi._

_Kedua, rata-rata upah minimum tenaga kerja di Indonesia per bulan sebesar Rp 3,93 juta, sedangkan Vietnam Rp 2,64 juta._

Ketiga, rata-rata tingkat kenaikan upah tenaga kerja di Indonesia mencapai 8,7% per tahun, tren tersebut jauh lebih tinggi dibanding Vietnam yang hanya 3,64% per tahun.

_Keempat tarif gas di Indonesia sebesar US$ 6 per Mmbtu, jauh lebih tinggi daripada harga di Vietnam yang hanya US$ 0,66 per Mmbtu._

Kelima, tarif listrik di Indonesia senilai US$ 0,07 per Kwh, sementara Vietnam senilai US$ 0,04 per Kwh.

Keenam, tarif air di Indonesia sebesar US$ 0,89 per MP, sedangkan Vietnam yakni US$ 0,53 per MP.

Yang paling signifikan adalah upah tenaga kerja dan harga tanah yang menjadi sorotan investor pertama kali jika ingin menanamkan modalnya. Harga tanah yang mahal membuat pemerintah dan BKPM menyiasati dengan membuat kawasan industri baru yang secara harga lebih murah, misalnya Jawa Tengah.

Sedangkan untuk upah tenaga kerja, satu-satunya harapan agar upah buruh Indonesia bisa bersaing dengan negara lain yakni melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

"UU Omnibus Law itu mencari jalan tengah dan ternyata oleh temen-temen dari organisasi buruh meminta itu tidak dimasukkan. Kondisi sekarang, saat masuk ke suatu negara, UU begitu kaku dan merugikan, mohon maaf orang akan ke negara lain. Menko Airlangga bilang selesai Juli selesai," ujar Bahlil.

Kalau Kamboja bisa menyalip negara Indonesia dalam hal investasi asing, saya harus katakan, negara ini sungguh tidak beres dalam pengelolaan. Bahkan bisa dikatakan, negara ini dalam kondisi prihatin kalau sampai ini terjadi.

Dua tahun lalu, saya berlibur ke Hanoi, Vietnam. Hanoi adalah ibukota, sedangkan pariwisata utamanya adalah Halong Bay, yang berjarak sekitar 3 jam perjalanan dengan bus dari Hanoi. Vietnam dalam bayangan saya waktu itu adalah negara yang masih tertinggal, masih struggling akibat perang Vietnam.
Begitu saya injakkan kaki di sana, bayangan awal saya buyar. Proyek di mana-mana, pabrik berserak, kawasan industri bahkan di kawasan jauh sekali pun. Infrastruktur di sekitar kawasan industri komplit dan mumpuni. Ini belum bicara soal kawasan ekonomi seperti Ho Chi Minh City. Dan lucunya, kota-kota sekunder di sana terlihat jauh lebih modern dari kota sejenis di sini. Kalau Anda pernah ke Halong Bay, pasti akan melewati gerbang megah dan Halong City. Di sana akan terlihat proyek-proyek super megah dan ambisius yang membuat mulut ternganga.(baca selengkapnya bawah...)
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/08/kamboja-pun-bakal-kalahkan-ri-dalam.html]

Inilah yang saya sebut bagai katak hidup dalam tempurung. Kita merasa tempurung ini sudah modern dan maju, ternyata salah.
Negara ini sudah bermasalah akut sejak dulu. Ada investor asing masuk bawa uang dan lapangan pekerjaan, gerombolan sampah di sini teriak asing dan aseng, mau menjajah Indonesia, dan presidennya dibilang mau jual negara ini sebagai budak asing dan aseng. Apalagi kalau sudah menyerempet Cina.

Belum lagi investor bakal dipalak dari segala arah, entah itu oknum, preman lokal maupun ormas parasit tak jelas yang membuat pengeluaran investor makin membengkak. Iuran-iuran siluman yang dipungut oleh para siluman bedebah.
Belum lagi bicara soal buruh yang sebagian kerjanya malas, ogah-ogahan tapi tiap tahun demo minta naik gaji dengan persentase kenaikan yang tak masuk akal.

Investor mana yang tahan dengan kondisi begini? Kalau saya investornya, bye bye Indonesia, let's go to somewhere else.

Kalau pemerintah tidak bisa bereskan ini, siap-siap gigit jari. Negara tertinggal bakal menyalip Indonesia. Malunya tak tanggung-tanggung.
Makanya pemerintah usahakan Omnibus Law dan ternyata ditolak oleh banyak orang. Sudah tahu kan, ternyata banyak penghambat di negara ini yang tidak mau negara ini maju.

https://amp.kompas.com/money/read/2020/06/13/122937226/tak-cuma-vietnam-kamboja-juga-akan-kalahkan-ri-dalam-investasi-asing

Thursday, July 23, 2020

Ipar scandal (BLBI)


Yg lain cuma kena jerat.. Kecipratan Suueee.. yg kenyang.. Bebas tanpa kena jerat hukum hanya mereka yg masih kerabat lingkungan Cendana..

Monday, July 20, 2020

Keren! Bahan Bakar 100% Sawit kebanggaan Jokowi sukses diproduksi di Kilang Dumai


 Energi bersih dengan produk D100 atau bahan bakar 100% sawit untuk kendaraan akhirnya lahir di Kilang Dumai. Produksi di kilang eksisting tidaklah mudah, perlu keberanian dengan kalkulasi tepat agar produksi tidak menganggu produksi minyak yang sedang berlangsung setiap hari.
Dengan kolaborasi Pertamina Research & Technology Center (RTC) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mampu merealisasikan keinginan Presiden Joko Widodo dengan memproduksi D100 atau bahan bakar untuk diesel dengan memakai 100% sawit.
Sebagai uji coba, Toyota Innova sudah memakai produk D100 dan hasilnya tidak jauh berbeda dengan memakai bahan bakar minyak (BBM). Bedanya, produk D100 ini sangat ramah lingkungan.

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo optimistis Indonesia mampu mendorong penggunaan alternatif energi untuk menekan impor minyak dan gas bumi.
Saat ini, Indonesia telah memulai program B20 yang merupakan campuran solar dengan 20 persen biodiesel.
Selanjutnya, Indonesia bergerak menuju penggunaan B30. Jokowi optimistis penggunaan biodiesel ini akan lebih banyak pada masa mendatang. "Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa membuat B100," ujar Jokowi dalam beberapa kesempatan.
Program 100% memakai sumber daya nabati untuk bahan bakar tampaknya kini menjadi kenyataan. Pertamina hari ini meresmikan ujicoba produk 100% memakai sawit atau dinamakan Bahan Bakar Sawit (BBS).
Program dengan nama Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100% yang menghasilkan produk Green Diesel (D-100) kini sudah diproduksi sebanyak 1.000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai.  
RBDPO adalah minyak kelapa sawit atau CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga hilang getah, impurities dan baunya.
Uji coba pengolahan produksi yang dilakukan pada 2-9 Juli 2020 tersebut merupakan ujicoba ketiga setelah sebelumnya melakukan uji coba mengolah RBDPO melalui co-processing hingga 7.5% dan 12,5%.
Keberhasilan tersebut mendapat dukungan penuh Pemerintah melalui kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Unit DHDT Refinery Unit (RU) II Dumai Rabu (15/7) sekaligus menerima contoh produk D-100 dari Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kartasasmita menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengawal implementasi Program Bahan Bakar Nabati (BBN) dalam rangka mengoptimalkan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, khususnya kelapa sawit, sehingga akan meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan di Pertamina, khususnya di Kilang Dumai yang telah membuktikan bahwa kita mampu. Keberanian yang diambil Pertamina ini luar biasa, prosesnya sejak tahun 2019 sampai hari ini juga sangat cepat. Kita sama-sama bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan anak negeri dan Pemerintah akan selalu mengawal Pertamina,” ucapnya.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/keren-bahan-bakar-100-sawit-kebanggaan.html]

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah kepada Pertamina untuk mewujudkan produk bahan bakar dengan menyerap bahan baku dalam negeri, dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

“Terima kasih kepada Pemerintah dan seluruh pihak terkait atas dukungan penuhnya kepada Pertamina. Dari uji coba ini menunjukkan bahwa dari sisi kilang dan katalis kita sudah siap, selanjutnya kita perlu memikirkan agar sisi keekonomiannya juga dapat tercapai,” kata Nicke.
Menurut Nicke, hadirnya inovasi yang menghasilkan produk green energy tersebut telah menjawab tantangan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus tantangan penyerapan minyak sawit yang saat ini produksinya mencapai angka 42 hingga 46 juta metrik ton dengan serapannya sebagai FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sekitar 11,5%.
Pada saat yang bersamaan, di kilang Plaju, Pertamina juga akan membangun unit green diesel dengan kapasitas produksi sebesar 20.000 barel per hari.

“Hal ini membuktikan bahwa secara kompetensi dan kapabilitas Pertamina pada khususnya dan anak negeri pada umumnya memliki kemampuan dan daya saing dalam menciptakan inovasi, terbukti bahwa kita mampu memproduksi bahan bakar reneawable yang pertama di Indonesia dan  hasilnya tidak kalah dengan perusahaan  kelas dunia," ujarnya.
Pengolahan RBDPO menjadi D-100 di kilang Dumai, lanjutnya, dapat direaksikan dengan bantuan katalis dan gas hidrogen untuk menghasilkan product Green Diesel.
“Katalis yang digunakan adalah Katalis Merah Putih yang produksi putra putri terbaik bangsa di Pertamina Research and Technology Centre bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung,” ungkap Nicke.
https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/keren-bahan-bakar-100-sawit-kebanggaan.html
https://industri.kontan.co.id/news/keren-bahan-bakar-100-sawit-kebanggaan-jokowi-sukses-diproduksi-di-kilang-dumai

Tuesday, July 7, 2020

Tinggal Selangkah Lagi! Janji Jokowi Tarik Uang yang Disimpan di Luar Negeri 11.000 Triliun Terwujud

gambar ilustrasi
Bizlaw
Ikuti
Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal Assistance (MLA) in Criminal Matters between the Republic of Indonesia and The Swiss Confederation antara Republik Indonesia dengan Konfederasi Swiss disetujui Panitia Khusus (Pansus) DPR RI yang terdiri dari gabungan Komisi I dan Komisi III serta Pemerintah. Apakah melalui RUU MLA RI-Swiss ini upaya pemerintah membawa kembali uang hasil tindak pidana di Swiss bakal wujud?

Ketua Pansus sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sahroni mengetuk palu tanda pengesahan RUU tersebut usai seluruh fraksi menyetujui dan memberi catatan terhadap RUU MLA RI-Swiss ini.

“Pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Pengesahan Perjanjian tentang Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana antara Republik Indonesia dengan Konfederasi Swiss, apakah disetujui untuk ditindaklanjuti pada pembicaraan Tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI?” tanya Sahroni yang kemudian secara serentak dijawab ‘setuju’ oleh peserta rapat dari Komisi I dan Komisi III yang hadir di ruang rapat Pansus B, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Mewakili Pemerintah, hadir Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan delegasi Kementerian Luar Negeri. Dalam wawancaranya kepada Parlementaria, Sahroni berujar bahwa DPR RI memandang bahwa RUU MLA RI-Swiss ini sangat menguntungkan bagi Indonesia.


Undang-Undang tersebut nantinya akan menjadi platform kerja sama hukum, khususnya dalam upaya pemerintah melakukan pemberantasan korupsi dan pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi (asset recovery).

“Alhamdulillah ini berjalan lancar ya. Ini untuk kebaikan bersama kedua negara agar bilamana kita punya Undang-Undang terkait masalah timbal balik ini mempunyai dasar yang cukup kuat. Walaupun prosesnya cukup lumayan lama tapi akhirnya atas komitmen bersama bisa selesai,” ujar politisi Fraksi Partai Nasdem tersebut.

Sahroni menyatakan bahwa Swiss merupakan financial center terbesar di Eropa serta memiliki teknologi informasi yang mumpuni, sehingga Indonesia sangat membutuhkan hal tersebut.

“Sangat strategis. Sebenarnya teknologinya dari Swiss sudah canggih. Cuma di Indonesia agak lambat karena informasi data yang tidak akurat, UU ini tentu akan memudahkan kita,” imbuh legislator dapil DKI Jakarta III itu.

Perjanjian ini terdiri dari 39 pasal, yang mengatur bantuan hukum mengenai pelacakan, pembekuan, penyitaan hingga perampasan aset hasil tindak kejahatan. Ruang lingkup bantuan timbal balik pidana yang luas ini merupakan salah satu bagian penting dalam rangka mendukung proses hukum pidana di negara peminta.

Sejalan dengan itu, perjanjian MLA ini dapat digunakan untuk memerangi kejahatan di bidang perpajakan (tax fraud) sebagai upaya Pemerintah Indonesia untuk memastikan warga negara atau badan hukum Indonesia mematuhi peraturan perpajakan Indonesia, dan tidak melakukan kejahatan penggelapan pajak atau kejahatan perpajakan lainnya.

Perjanjian MLA RI-Swiss terwujud melalui dua kali putaran, pertama dilakukan di Bali pada tahun 2015. Kedua pada tahun 2017 di Bern, Swiss untuk menyelesaikan pembahasan pasal-pasal yang belum disepakati di perundingan pertama. Selanjutnya hasil penandatanganan ini akan dibawa ke tingkat II untuk disahkan dalam Rapat Paripurna pada 14 Juli 2020 mendatang.

Data Jokowi Rp11.000 Ttriliun

Kabar soal uang yang diduga hasil aset hasil tindak pidana korupsi yang disimpan di luar negeri pernah dikemukakan Presiden Joko Widodo empat tahun silam.

Jokowi mengatakan, di saat semua negara berebut uang masuk capital inflow dalam menghadapi tekanan ekonomi global, ternyata uang bangsa Indonesia yang berada di bawah bantal, di bawah kasur, dan yang disimpan di luar negeri masih banyak sekali. Data yang ada di kementerian ada kurang lebih Rp11.000 triliun.


“Datanya saya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hapal satu, dua masih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty, di Hotel Clarion, Makasar, Sulsel, Jumat (25/11/2016) malam.

Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa pada 2018 akan ada keterbukaan informasi yang tidak bisa dicegah oleh negara manapun. Sehingga, nantinya uang orang di Indonesia yang ada di Singapura berapa, yang ada di Swiss berapa, yang ada di Hong Kong berapa, semuanya akan terbuka karena memang aturan internasional sudah ditandatangani semuanya.

“Itulah saya kira keterbukaan sekarang ini,” ujar Presiden.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/07/tinggal-selangkah-lagi-janji-jokowi.html]


Saturday, June 27, 2020

Soal Jiwasraya


Soal Jiwasraya, Arief Poyuono: Jokowi Tukang Cuci Piring Kotor Ulah Bakrie DKK!

 Jun 26, 2020

Kegigihan seorang Jokowi dalam menumpas koruptor mendapat restu Sang Kuasa. Bahkan suara pembelanya datang dari eks oposisi yang dulu sesalu getol menyerangnya. Ialah Arief Poyuono yang kini ikut mengupas kasus Jiwasraya. Pernyataannya singkat namun telak membuat penegak hukum dan mantan penguasa lama kepanasan.

Kalau dalam isu PKI ia menyebut penciptanya adalah kadrun, isu Jiwasraya disebut dibuat antek penguasa lama. Kejanggalan penyelidikan sejak era 2008 dan tak berani mengusut tahun sebelumnya menjadi kunci mati para penegak hukum. Apa yang hendak disembunyikan? Apakah tujuannya memang menuduh Jiwasraya untuk dana kampanye Jokowi?

Sebelumnya dilansir jpnn.com, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menyebut masuknya perkara Jiwasraya ke tingkat pengadilan membuat tudingan pihak tertentu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi terbantahkan.

Sebab, kata Arief, jiwasraya yang pada awalnya merupakan kasus pasar modal, menjadi gorengan politik karena dikaitkan dengan pemerintahan Jokowi.

"Dengan masuk persidangan, tuduhan yang selama ini dilancarkan oleh pihak lawan-lawan Jokowi terbantahkan. Misalnya, ada tuduhan duit Jiwasraya mengucur ke kampanye Jokowi, kini hanya jadi fitnah semata," kata Arief dalam pesan singkatnya kepada awak media, Kamis (25/6).

"Kesimpulannya, pemerintahan Jokowi hanya bernasib sial, karena Jiwasraya sudah busuk sejak lama. Pemerintan Jokowi seperti tukang cuci piring kotor belaka. Yang menikmati makanannya adalah rezim dan komplotan yang lama," ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Arief mengungkapkan, pada tahun 2008, saat pergantian direksi, posisi Jiwasraya sudah minus Rp 5,7 Trilliun. Artinya Jiwasraya sudah rugi sebelum tahun 2008, sebelum direksi baru waktu itu diangkat. "Namun anehnya mengapa Kejaksaan melokalisir kasus Jiwasraya hanya di periode 2008-2018? Mengapa sebelum tahun 2008 tidak diusut?" ujarnya heran.

Arief pun bertanya-tanya, apakah betul seperti kabar yang beredar bahwa Bakrie telah melakukan "deal" baik dengan Kejaksaan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk tidak mengungkit keterlibatan mereka pada kasus Jiwasraya.

“Pertanyaan ini muncul kalau membaca Laporan Utama TEMPO 'Bakrie Dirunut, Auditor Terbelah'," ujarnya. Arief menjelaskan, selain tidak dibongkarnya kasus lama Jiwasraya sebelum tahun 2008, Kejaksaan juga masih gagal membongkar OJK yang merupakan lembaga pengawas yang bertanggung jawab penuh pada Jiwasraya.

“Kejaksaan belum memunculkan peran OJK dalam drama politik penegakan hukum Jiwasraya ini, khususnya Ir. Hoesen MM sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal," kata Arief.

Akhirnya Tuhan meminjam mulut Arief untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan pemerintah Jokowi dari segala fitnah. Kini kita tahu semua motif diusutnya Jiwasraya sejak tahun 2008 untuk menutupi kasus lama era Abu Rizal Bakrie menjabat sebagai Menko perekonomian.

Makanya acara ILC berjudul "Membongkar Dalang Jiwasraya" 5 bulan yang lalu mengundang narasumber Said Didu. Karena dialah oposisi yang waktu itu menuduh Jokowi memakai dana Jiwasraya untuk kampanye. Sebenarnya acara ILC milik Bakrie hendak cuci tangan keterlibatan bosnya dalam skandal Jiwasraya.

Jadi Bakrie yang sempat menikmati hampir 4 triliun dana Jiwasraya yang kini menguap di beberapa perusahaannya tetap aman. Berbekal koneksi ke lembaga negara seperti BPK dan juga medianya, Bakrie hendak melimpahkan kasus ini ke mulut pemerintah saat ini.

Untuk itu, pemerintah dan aparat penegak hukum harus mampu menyelidiki borok Jiwasraya dari awal yakni sebelum tahun 2008. Kalau direksi baru (2008) dan Benny Tjokro bisa ditindak, komplotan Bakrie juga harus merasakan hukuman yang sama. Saatnya mereka mendekam di penjara dan negara harus berani menyita aset Bakrie. Jangan sampai tiap 17 Agustus negara memperingati kemerdekaan, sementara penjajah dari kaum sendiri masih leluasa.

Kalau sampai Bakrie lolos lagi, yang menanggung rugi adalah para nasabah dan negara. Tengok kasus Lapindo yang merugikan negara 700 Milyar lebih, ini akibat piciknya Bakrie memainkan negosiasi. Negara cuma diberi aset tanah sekitar lapindo yang harganya sudah pasti turun. Meski begitu keluarga Bakrie masih bisa hidup mewah hingga membelikan menantunya rumah besar di USA. Kalau Setnov yang licin saja akhirnya terciduk, harusnya Bakrie bisa terseret beserta aset-asetnya.

Begitulah kura-kura.

Referensi:

https://m.jpnn.com/news/arief-poyuono-tuduhan-duit-jiwasraya-ke-kampanye-jokowi-sudah-terbantahkan


https://seword.com/umum/soal-jiwasraya-arief-poyouno-jokowi-tukang-cuci-Phb7LFPFTL

Saturday, June 13, 2020

Era Tarik Dana Ribuan Triliunan Dari Luar, Jokowi Hebat.


ERA JOKOWI, ERA TARIK DANA RIBUAN TRILIUN DARI LUAR NEGERI

Jadi, demikianlah akhirnya. Pemerintah Indonesia dan Swiss menandatangani deklarasi kerjasama, pekan lalu. Dengan demikian, era menyembunyikan duit haram para koruptor di Swiss berakhir  - karena pemerintahan  Jokowi kini giat mengejarnya.

Deklarasi yang sama juga dibuat dengan pihak berwenang di China, Hong Kong dan Singapura. Jika Swiss menyepakati, negara lain mau tak mau menyusul.

Maka, bila Presiden Jokowi terpilih lagi  -  masuk periode dua -  ada harapan ribuan triliun duit haram orang kita di Swiss, Singapura dan Hong Kong - atau pajak resmi yang seharusnya mereka bayar -  balik ke Tanah Air.

Sebaliknya, bila Jokowi kalah dan diganti, maka rezim baru yang menikmatinya, atau menghentikannya. Atau sebaliknya, justru asset kita yang akan terbang ke Swiss, Hong Kong, Singapura dan China.  Mereka sudah siap menadahnya.

Tak heran bila pemilik uang haram itu kini ketar ketir. Sekuat tenaga mereka menggagalkannya, dan berharap pemerintah Jokowi jatuh dan tidak terpilih lagi.

Memanfaatkan politisi kubu lawan, mengerahkan provokator dan agitator, memproduksi isu, menyebarkan hoax, membuat keresahan dan kerusuhan, instabilitas, demo demo bernuansa SARA, tagar ganti presiden, mengerahkan kaum radikal intoleran ke jalan, menggunakan jasa kaum  separatis, semua dalam upaya menghentikan kembalinya uang haram itu.

Jangan dikira aksi penembakan di Papua, aksi aksi separatis,  dan demo demo di jalanan tidak ada hubungannya dengan politik di Jakarta dan para mafia ekonomi.

DULU, tak lama setelah rezim Orde Baru jatuh, setiap kali Soeharto hendak diadili, dibawa ke meja hijau, meletus aksi aksi kerusuhan di berbagai pelosok negeri. Pelakunya belum tentu atas perintah keluarga mantan presiden itu, melainkan kroni kroninya,  baik di pusat dan daerah.

Selama 32 tahun menguasai politik dan keamanan di Tanah Air, kroni keluarga Cendana - baik yang masih dinas maupun pensiun - tahu persis potensi potensi konflik di berbagai pelosok daerah, dan bagaimana memprovokasi warga agar berseteru satu dengan yang lain. Dan mereka yang di Jakarta menikmati hasilnya.

Dan jangan lupa perusahaan asing tak rela tambang uang mereka berkurang dan berakhir di sini.  Untuk tingkat korporasi global,  mereka mampu membiayai LSM, stasiun TV, media, dan juga geng bersenjata, untuk membuat ulah. Belum lagi mafia BBM, mafia pangan, mafia pelabuhan,  yang telah digulung satu per satu. Mereka terus konslodasi, karena uang tabungan mereka masih banyak.

Dengan aset triliunan rupiah yang telah dikeduknya,  selama puluhan tahun – selama ini -  para mafia klas Mastodon itu, bisa melakukan segalanya. Membeli integritas oknum oknum, mengongkosi kelompok bersenjata untuk mengobarkan kerusuhan di berbagai wilayah, membayar politisi dan media lalu mengalihkan isu, agar pemerintah mengalihkan perhatian . Pendeknya, bikin repot pemerintah.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan  Menteri Keuangan sebelumnya, pernah memperkirakan, sedikitnya ada 84 WNI memiliki rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar atau sekitar Rp 2.535 triliun (kurs Rp 13.000 per US$). Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun, sebagaimana dilansir Thejakartapost.com.

Bangsa Indonesia - khususnya generasi yang seusia saya -  tak bisa melupakan peristiwa yang menghebohkan Singapura dan Indonesia di tahun 1992, dimana Pengadilan Tinggi Singapura membuka kembali persidangan untuk menentukan siapa yang berhak atas 19 rekening milik almarhum Haji Achmad Thahir di Bank Sumitomo Singapura. Terjadi perebutan antara istrinya almarhum, Kartika Thahir melawan Pertamina.

Thahir adalah pejabat tinggi di Pertamina. Dalam rekening yang menjadi sengketa itu, ada dana USD 79 juta. Perkiraan awal berjumlah 23 juta dollar AS, tapi jumlahnya terus berbunga. Diduga uang tersebut adalah komisi yang diterima Thahir atas sejumlah proyek Pertamina.

Saat itu Kartika Thahir tidak tinggal di Singapura, melainkan di Jenewa, Swiss. Majalah Tempo memburu Kartika hingga ke Swiss. Jadi laporan utama masa itu.

Dan Kartika Thahir hanya salahsatu orang Indonesia yang mengambil dan menyimpan duit haram yang berasal dari aset tanah air kita. Masih banyak yang lainnya. Yakni mafia dan koruptor Indonesia generasi baru. Kata Bambang Brojonegoro itu, ada 84 WNI.

DI AULA Chakti Budhi Bakti, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Selasa (04/07) perjanjian itu penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi yang disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Perwakilan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani dan Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Ridwan Hassan.

Dalam ‘joint declaration’ ini, Indonesia dan Swiss menyatakan kesepakatan untuk saling bertukar informasi rekening keuangan secara otomatis sesuai dengan Common Reporting Standar mulai tahun 2018 dan pertukaran pertama akan dilakukan pada tahun 2019.

Sri Mulyani mengatakan penandatanganan dengan Swiss menandakan berakhirnya era kerahasiaan penyimpanan uang dari pajak. Selama ini Swiss dikenal sebagai salah satu pusat keuangan terbesar dunia dan mendapat julukan salah satu negara surga pajak.

"Penandatanganan hari ini simbol sangat penting, sinyal kuat bagi para financial center seluruh dunia, bahwa tempat penyimpanan pajak sudah berakhir, era kerahasiaan berakhir," kata Sri Mulyani kepada wartawan, Selasa (4/7).

DUTA BESAR Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann, mengatakan,  Swiss memiliki kepentingan untuk ikut menerapkan transparansi keuangan. Dia juga berharap perjanjian ini juga dapat menjadi pintu penguatan kerja sama Indonesia - Swiss dalam isu keuangan lain. "Ini adalah kemajuan besar untuk menerapkan keterbukaan informasi keuangan," kata Yvonne.

Itu artinya yang dikejar bukan hanya pajak dari penghasilan resmi, melainkan juga aset-aset  yang tidak jelas asal usulnya.

"Penandatanganan ‘joint declaration’ ini menunjukkan komitmen pemerintah Swiss untuk mengimplementasikan standar internasional dalam hal transparansi perpajakan. Hal ini juga sejalan dengan strategi pemerintah Swiss di bidang keuangan yang kompetitif dan berintegritas tinggi," ungkap Yvonne pada sambutannya.

Selain Swiss, negara-negara lain yang sangat penting bagi Indonesia untuk bertukar informasi adalah Singapura, Hongkong, Macau, United Kingdom, Amerika, dan Australia dimana negara-negara tersebut merupakan pusat keuangan yang bisa dijadikan tempat penghindaran pajak.

Jumat 16 Juni 2017 lalu, Pemerintah Indonesia dan Hong Kong menandatangani Bilateral Competent Authority Agreement (BCAA) di Kantor Pusat Ditjen Pajak Hong Kong (Inland Revenue Department/IRD). Penandatanganan dilakukan langsung oleh kedua petinggi otoritas pajak Indonesia yaitu Dirjen Pajak RI Ken Dwiguisteadi dan Dirjen Pajak Hong Kong Richard Wong Kuen Fai, yang didampingi oleh Direktur Perpajakan Internasional John Hutagaol, Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat dan Deputy Commissioner Brian Chiu Kwok-Kit.

“Penandatangan BCAA ini merupakan yang pertama bagi Indonesia dengan negara lain terkait pertukaran informasi secara otomatis,” ujar John kepada DDTCNews.

SINGAPURA merupakan salah satu negara yang tengah dibidik oleh pemerintah Indonesia untuk perjanjian bilateral AEoI - Automatic Exchange of Information:  pelaksanaan pertukaran informasi secara otomatis. Sebab, banyak WNI yang diduga menyembunyikan hartanya di Singapura. Pada 2014 silam, Budi Gunadi Sadikin yang ketika itu menjabat Direktur Utama Bank Mandiri memperkirakan total dana WNI yang tersimpan di perbankan Singapura berjumlah lebih dari Rp 3.000 triliun.

Sebelumnya pemerintah pun telah menandatangani perjanjian dengan Tiongkok, Hong Kong dan puluhan negara lain yang telah menerapkan AEoI. Selanjutnya, pemerintah berharap segera menandatangani kesepakatan akses keterbukaan informasi dengan Singapura.

"Saya yakin mereka (Singapura) syaratnya sama dengan Swiss dan Hong Kong. Kalau Hong Kong siap, Singapura juga harus siap," kata Sri Mulyani.

Pemerintah Singapura telah sepakat mengikuti kerja sama pertukaran data secara otomatis AEoI. Namun, pemerintah negeri singa hanya akan menjalankan kerja sama itu melalui perjanjian bilateral dengan negara-negara yang dianggap memenuhi syarat.

Kehadiran Prabowo dan panggung yang diberikan untuknya berpidato, beberapa waktu lalu,  sebenarnya menunjukkan Singapura yang sedang resah. Potensi baliknya duit orang Indonesia ke Tanah Air - dari negeri mini ini - membuat  mereka ketar ketir.  Mau tak mau mereka berharap pada Prabowo.

PRESIDEN JOKOWI menyebut, Indonesia sebenarnya punya banyak uang. Namun, tak sedikit pula pengusaha atau konglomerat yang justru memilih untuk menyimpan uangnya di luar negeri.

"Bukan uang siapa-siapa, itu uang kita. Ada yang ditaruh di bawah bantal. Saya tahu, ada yang ditaruh di bank Swiss, ada yang ditaruh di Hongkong, ada yang ditaruh di BPI, ada yang ditaruh di Singapura. Datanya ada di kantong saya," kata Presiden Jokowi dalam sosialisasi Tax Amnesty di Sumatera Utara seperti ditulis situs Setkab di Jakarta pada Juli 2016 lalu.

Jokowi mengingatkan kepada pengusaha dan orang Indonesia bahwa mereka hidup dan makan di Indonesia, serta bertempat tinggal di Indonesia. Para pengusaha juga diberi kemudahan oleh pemerintah mencari rezeki di Indonesia. Karena itu, Presiden menilai, kalau ada uang ditempatkan di luar negeri (merupakan) tidak pantas.

PERJANJIAN kerjasama Indonesia - Swiss sepenuhnya keputusan politik – sepenuhnya keputusan presiden Jokowi dan tim ekonominya.  Bisa jadi aksi nyata, bisa cuma dokumen mati yang tak berbunyi alias ‘macan kertas’ - bergantung pada integritas pelaksanaannya.

Para patriot pembela tanah air, dan mereka yang berintegritas,  bisa mewujudkannya menjadi aksi nyata, dengan segela kesungguhan dan kegigihan.  Presiden Jokowi, DR Sri Mulyani dan tim ekonomi yang sering diejek ‘medioker’ oleh kubu lawan – dengan dukungan sebagian anggota DPR RI yang berintegritas  -  terus memastikan agar dana luar negeri itu bisa ditarik kembali.

Sedangkan politisi kubu lawan boleh jadi diam diam malah mencegahnya.  Atau menguasai untuk kepentingan mereka.

Karena itu, rakyat harus waspada dan bisa memilih mana presiden yang berintegritas dan mana calon presiden yang pura pura mau berantas korupsi tapi justru melindunginya, lewat demo bernuansa SARA dan mengobarkan serangan bersenjata di ujung negeri.  ***

https://www.cnbcindonesia.com/market/20181213162744-17-46282/siap-siap-wni-tak-bisa-lagi-sembunyikan-uang-di-swiss
.
.
.
Dewa Aruna

-----+-------

Gelar Konser Daring Spesial Edisi Hari Lahir Soekarno, Gibran Sapa dan Dengarkan Keluhan Warga Baron Cilik yang Nonbar dari Kampung

SOLO--Warga RT 1 RW 2 dan RT 2 RW 1 Panularan, beserta warga
RT 1-3 RW 7 Kelurahan Bumi menggelar nonbar (nonton bareng) acara seni hiburan daring Inaugurasi Panglipur Ati Vol. 3 yang bertema hari lahir Sang Proklamator dari kampung masing-masing, Sabtu (6/6/2020).

Tampak di lokasi terdapat relawan Kagege (Kancane Gibran Gees) yang sudah berada di tempat sembari mengedukasi masyarakat sekitar terkait penanggulangan Covid-19. Relawan turut membagikan masker dan menyediakan tempat cuci tangan di lokasi acara.

Sekitar pukul 15.00 WIB saat acara Panglipur Ati dimulai, warga pun menempati kursi yang telah ditata berjarak dan tetap menerapkan protokol kesehatan, tertib mengenakan masker dan melakukan physical distancing.

Panglipur Ati dibuka oleh Gibran dengan membaca puisi dedication of life milik Bung Karno dan dilanjutkan aksi pertunjukan wayang golek dari @yayasan_slenkgroup. Demo masak resep khas masakan yang digemari Bung Karno seperti sayur lodeh, telur ceplok, ikan asin, jadah ketan, olahan singkong dan gethuk bakar juga ditampilkan pada acara ini.

Gibran turut menyapa langsung warga Baron Cilik yang sedang nonbar Panglipur Ati, pemilik brand Tugas Negara Bos itu menanyakan bagaimana keadaan warga selama pandemi.

Ari selaku Ketua RT 1, RW 2 Panularan mengutarakan kegiatan usaha banyak yang macet.

Yayuk selaku kader posyandu balita dan lansia pun menyampaikan permohonan bantuan terkait pengadaan alat kelengkapan posyandu, peningkatan gizi dan permainan edukasi anak.

"Nggih Bu, permasalahan yang Ibu utarakan sering saya dengar saat blusukan dulu. Terkait masalah tersebut sudah saya catat dan coba saya carikan solusinya," ujar Gibran.

Warga pun tampak menikmati acara Panglipur Ati #DariRumahAja. Performer yang tampil pada konser daring kali ini adalah Endah Laras, Fisip Meraung, Wayang Slenk Group, Batikabstract Pandono, Romanz Pitu, Natic.motion, dan Dwisurni.

Warga Baron Cilik turut mendapat bantuan paket sembako dari Gibran sebanyak 210 bingkisan yang disalurkan melalui perangkat RT setempat.


*Lilmar*

-----+-------

*Suara dari seorang Gurubesar UI :*I
_(Rhenald Kasali)_

*Hidup zaman sekarang jauh lebih enak.*

 Sy bingung kl ada yg bilang enak zaman dulu.  Juga bingung kl dikatakan ekonomi susah. Yg susah kan cuma tinggal preman, koruptor dan politisi2 yg tak terpilih lagi oleh rakyat.

 Ngga tahu ya bagaimana takutnya kita sbg mahasiswa, dulu waktu kita dikejar2 intel, ngumpet di kamar jenazah, mau menyatakan pendapat susahnya minta ampun. Itu saat negeri dikuasai oknum diktatur militer. Ngeri...

Cari seribu perak saja saat itu susah sekali. Cuma krn dulu gak ada WA dan FB kita gak saling komen. Lagian kl mengeluh ya besoknya dah hilang diciduk aparat. Ngeri...

Naik bis ngga ada yg ada AC nya. Copetnya ada dimana2. Bahkan pada bawa sangkur. Kita penumpang bis dulu biasa dirogoh dan diperas copet dan begal.

Preman di setiap sudut jalan.

Untuk bisa Makan paling2 sama krupuk dan sudah top kl dapat sop kaki kambing. Itu baru bisa kite makan bbrp bulan sekali.

Mudik, ampun...susahnya setengah mati. Naik kereta semua orang rebutan sampai masuk lewat jendela dan bawa kardus2 bau ikan asin, bukan koper. Toiletnya kotor.  Anak2 kegencet-gencet. Tak ada celah kosong. Orang tidur sambil berdiri. Calonya juga banyak. Uang THR habis diembat calo dan copet.

Di kampung2, dulu, ada babinsa yg galaknya minta ampun. Lurah2 juga korup. Bupatinya harus tentara. Kita apa2 harus urusan sama tentara.  Ada litsus dll. Di jalanan tentara galaknya minta ampun. Kita ambil jalan mereka, habis kita digamparin. Lewat komplek tentara serem sekali.

Koran2 sering dibredel. Lalu puncaknya waktu anak2 mahasiswa sudah gak tahan gegara mertua kawan kita mau terus jadi raja, maka penculikan2 terjadi. 

Banyak mahasiswa2 saya yg hilang. Orangtua menangis. Mereka bukan cuma ditembak aparat. Tetapi juga di-injak2 dgn sepatu lars dan  nyawanya meregang. Mereka juga dihadapkan dgn laskar2 berjubah, muncul pasukan berjubah agama yg menyerang mahasiswa pakai bambu runcing. Penjarahan dibiarkan. Banyak orang hilang.

Kekerasan itu adalah bagian dari sesuatu yg awalnya adalah intoleransi. Jangan biarkan itu terulang lagi di negeri yg sudah diperbaiki oleh para ulama dan umaroh hebat. GUS Dur sdh mengembalikan militer ke barak untuk fokus ke pertahanan dan keamanan. Tentara zaman sekarang sdh jauh lbh manusiawi dan punya tantangan baru, yaitu perang proxy.

Sekarang para oknum yg dulu gagal melanjutkan kekuasaannya secara diktatur mencoba kembali.  Tentu mereka senang mengendalikan orang2 lugu dan mereka yg mudah dimanipulasi dgn "sorga"
Tetapi janganlah kita mudah tertipu, sahabat. Sebab apapun yg datang dari Allah pasti adalah kelembutan  dan kasih sayang, bukan amarah atau meng-anjing-anjingkan manusia. Bukan yg "keras" dan menakut2i. Juga bukan yang haus kuasa dan korup.

Bahkan mereka kini memakai teknologi internet. Menyerang TGB dan ustadz2 baik.  Menyerang Jokowi, Sri Mulyani, Susi, Adi MS, Rudiantara, BUMN, Maruf Amin dll

Orang2 baik ini diserang pakai bot dan robot, pakai "senjata pemusnah massal" hoax.  Pakai segala yg serba palsu.

Kita semua ditakut-takuti. Seakan2 besok Indonesia tak ada lagi. Se-akan2 jadi sopir ojol itu pekerjaan budak dan bodoh, seakan2 kita semakin miskin. Semua kemajuan dianggap kemunduran.

Faktanya kita justru tengah menuju negara yg makmur. Daya beli meningkat, ketimpangan turun, harga2 terkendali, banyak yg semakin murah. Tetapi memang banyak yg berubah, orang sekarang lebih senang pindah2 kerja shg kesannya banyak yg nganggur. Padahal mereka lebih punya pilihan jrn orangtua mereka lbh kaya dari orangtua kita dulu.

Taksi dulu hanya ada yg seratus ribuan yg silver dan gold. Sekarang ada ribuan taksi yg ongkosnya hanya ribuan perak.

Dulu bini kita beli kerudung cepek dapat satu, sekarang bisa dapat 4 gegara bisnis online dibuka pemerintah.

Dulu kl orang jakarta naik mobil ke Surabaya  butuh 15-20 jam. Sekarang cukup 8 jam. Airport2 baru cakep2. Pelabuhan juga keren2. Sekolah2 tak terdengar lagi yg roboh krn koruptor disikat habis. PNSnya sdh digaji lbh baik, kontrolnya jauh lbh kuat.

Dulu kita malu kalo ngaku jadi orang Indonesia pas jalan2 ke luar negri. Orang asing memandang kita rendah. Miskin prestasi. Jalanannya buruk, ambles, macet, banyak lubang, gak menarik.

Jembatannya dulu juga sempit2 dan reyot sampai2 anak2 sekolah harus bergelantungan mengerikan. Jalan tol cuma bisa dibuat di jabodetabek dan sebagian kecil pulau jawa.  Itupun banyak yg sampai 20 tahun gak kelar2.

Korupsinya menggunung. Sebab  Anak2 presiden, dulu  ngambil proyek2 besar scr serakah dan bekerjasama dgn para kroni2nya. Merekalah yg menjadi rolemodel awal para koruptor. Mereka merusak nilai2 bangsa.

Militer juga dulu sangat berkuasa, dan selalu maunya punya presiden dari militer. Seakan2 tak ada pemimpin sipil. Maka kita dipandang sejajar dengan Uganda di era Idi Amin atau Irak di era Jendral Sadam Husen. Dianggap diktatur militer.  Duh, malu deh zaman itu...  efeknya masih ada smp sekarang, setiap kali sipil menjadi presiden, kok selalu dikatain PKI... ada apa ini?

Sekarang bangsa kita dibawah Jokowi sudah muncul sbg kekuatan baru yg nyata di dunia. Orang sipil berbadan kecil dan sdh merasa cukup dengan makan sedikit tapi semangat membangunnya begitu kuat. Freeport tunduk, Singapura takut, Swiss mau tandatangan untuk kembalikan harta2 kita yg disimpan para koruptor di sana. Malaysia kembali memandang RI.  Bahkan di Asian Games kita bisa unjuk prestasi. Anak2 muda kita semakin menonjol dengan inovasi sejak diberi ruang lewat Bekraft dan sering dikunjungi presiden. Bahkan produk2nya dipromosikan beliau.

Banggalah punya pemimpin yg meski dia orang sipil, tetapi dia adem, ibadahnya jelas, puasanya disaksikan ustad Yusuf Mansur, kerja keras buat kita, dan hasilnya nyata.   

Sahabat, Hanya orang2 baguslah yg selalu ditakuti para diktator dan koruptor.

Hanya karena dia diperhitungkanlah maka dia dikirim rumor dan hoax yg ngga2. Mereka yg mentereng hanya berani dari semak2  benar2 terlalu kerdil, mentang2 tak punya prestasi kini  membual dan memutarbalikkan fakta2.

Hidup ini begitu indah dan akan ada banyak hal indah yg bisa kita nikmati kalo negri ini damai dipimpin pemimpin yg adem, optimis, rendah hati dan mau mendengarkan.... itu sebabnya mata batin kita tertuju pada *Jokowi*.
 Tuhan selalu menjaga orang2 baik... Amiiinn...πŸ™πŸ‡²πŸ‡¨πŸ™

Perbankkan Kuat Di Indonesia

*_Perbankan Kuat, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Isu Rush Money_*

Masyarakat diminta tidak khawatir terhadap kondisi perbankan di tengah pandemi corona seperti saat ini. Terlebih sampai menarik uang secara berlebihan di perbankan.

Pengamat Perbankan Paul Sutaryono menyatakan, saat ini kondisi perbankan nasional masih cukup kuat. Terlebih pemerintah telah menyiapkan bank jangkar untuk memperkuat likuditas perbankan.

"Bank nasional tetap dalam kondisi sehat saat ini. Apalagi pemerintah segera menyalurkan likuiditas atau penempatan dana kepada bank pelaksana melalui bank peserta (bank jangkar)," kata dia kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Menurut Paul, dengan kondisi perbankan yang masih kuat, maka masyarakat bisa tetap tenang menyimpan uangnya di perbankan. Selain itu, pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dinilai sudah baik meski tetap perlu ditingkatkan.

"Jadi masyarakat tak perlu khawatir dengan isu rush money. Pengawasan OJK selama ini sudah baik," ujarnya.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4278455/pengamat-kondisi-perbankan-kuat-masyarakat-tak-perlu-khawatir-isu-rush-money

Utang Negara Yang Diberesin Oleh Jokowi

Analisis Peter F Gontha : Beban Hutang Negara Era Jokowi Hanya 16 T Bukan 5.000 T https://projustisianews.id/analisis-peter-f-gontha-beban-hutang-negara-era-jokowi-hanya-16-t-bukan-5-000-t/

*Makin banyak Rakyat Indonesia yang pintar, lalu sadar kalau selama ini mereka di bohongi pembenci2 Jokowi ( yang di support para koruptor2 ) yang sering  memberi data hoax*

*Ini data yang benar* πŸ‘‡πŸΌπŸ‘‡πŸΌ

*Jokowi berutang Rp1.644 T, tetapi mampu membayar utang Rp 1.628 T. Artinya, utang Jokowi sejatinya cuma Rp16 T dalam 4 tahun kepemimpinannya.*

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Salah satu tuduhan haters yang tersebar di media sosial adalah Jokowi membuat Indonesia ketiban utang raksasa. Bayangkan, utang Indonesia hampir mencapai Rp5.000 Triliun ( lima ribu trilyun ). Demikian komentar orang-orang yang notabene tidak suka sama Jokowi dan termakan isu bodoh dan hoax.

Salah satu yang termakan isu ini adalah sopir Grabcar di Bekasi. Ia memaki-maki Jokowi melalui media sosial. Seorang advokat di Cikampek, Elyasa SH, mengumbar kebencian terhadap Jokowi dengan menulis utang negara 5.000 T tadi. Tohir, seorang da’i di Lampung – teman Elyasa di Yogya – melakukan hal sama. Indonesia, menurutnya, akan bangkrut di tangan Jokowi karena utang yang sundul langit.

Benarkah demikian ?

Peter F. Gontha, pengusaha sukses – pendiri RCTI, SCTV, Berita Satu, Indovision, dan First Media – menyodorkan data dan fakta bahwa Indonesia di era Jokowi tidak akan bangkrut bahkan akan melejit perekonomiannya, karena Jokowi bukan penumpuk utang. Malah, dialah Presiden yang menurunkan utang Indonesia.

Gontha, di awal tulisannya, menyebutkan: Di dunia ini, ada tiga negara yang terancam bangkrut pada 2018 karena krisis moneter, yaitu: Turki, Venezuela, dan Malaysia.

Seperti dilansir Reuters, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng menjelaskan, total utang Malaysia mencapai 1.087 triliun ringgit (sekitar Rp3.500 T) pada 31 Desember 2017. Konon, utang tersebut berhilir pada kasus mega korupsi mantan Perdana Menterinya (PM) Najib Razak beserta istrinya.

Nasib perekonomian Negeri Jiran pun di ujung tanduk. Warga Malaysia membuat gerakan aksi melunasi utang dengan cara iuran atau patungan. Ini dilakukan melalui sebuah situs crowdfunding. Di samping itu, PM Mahathir Mohamad memotong gaji para Menteri dan anggota parlemen seluruh negara bagian sebesar 10% untuk mengurangi utang yang mencapai 1.087 T Ringgit itu.

Betul. Utang Indonesia lebih besar dari Malaysia. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, pada akhir April 2018, jumlah utang luar negeri (ULN) berada di angka 356,9 Miliar USD. Sekitar Rp5.000 T.

Pertanyaannya: Kenapa Malaysia terancam bangkrut, sementara Indonesia tidak? Demikian pertanyaan Gontha. Pria yang mendapat julukan “Rupert Murdoch” Indonesia (karena memiliki media massa) itu, menjawab sendiri pertanyaannya.

Menurut Gontha – hal itu terjelaskan dari rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Utang Malaysia memang hanya Rp3.500 triliun. Tapi rasionya terhadap PDB lebih dari 60%. Sebaliknya Indonesia, meski berutang hingga Rp5.000 T, namun rasio utangnya terhadap PDB hanya 29%.

“Dengan rasio utang yang lebih dari 60% PDB, Malaysia akan sulit membayar cicilan utangnya. Hal ini akan membawa efek berantai kondisi moneter Malaysia,” tulis mantan akuntan di City Bank New York itu.

Tahun-tahun sebelumnya Malaysia jarang sekali punya utang lebih dari 300 Miliar Ringgit. Utang yang mencapai 1.087 Triliun Ringgit itu terjadi akibat dugaan kasus korupsi di 1MDB (1 Malaysia Development Berhad). 1MDB adalah semacam BUMN yang didirikan mantan PM Najib Razak untuk menghimpun dana pembiayaan proyek infrastruktur Malaysia.

Turki nyaris bangkrut karena pemborosan dan salah kalkulasi, sedangkan Venezuela bangkrut karena dulu, di zaman Hugo Chavez terlalu meninabobokan rakyatnya dengan subsidi macam-macam yang berasal dari petro dolar.

Akibatnya, ketika harga minyak jatuh, negeri itu pun ambruk. Keuangan negara ambles. Rakyat marah karena harga-harga melejit. Dunia internasional tak mempercayainya lagi.

Indonesia Hebat!!

Tulis Gontha: Ada yang salah dari kritik oposisi terhadap utang pemerintah. Mengapa? Karena cerita balutan utang yang dikritik oposisi hanya menekankan kata “utangnya saja” tanpa penjelasan komprehensif. Oposisi hanya mengkritik sisi kritisnya, sedangkan sisi prospeknya disembunyikan.

Soal utang negara, tulis Gontha, sepanjang pemerintahan Jokowi tercatat sekitar Rp1.644,22 T. Bila utang Era Jokowi tadi ditambah dengan utang Era SBY (sampai tahun 2014 sebesar Rp2.608,8 T), memang jumlahnya besar sekali. Per-Juli 2018, tercatat Rp4.253,02 T.

Jadi, utang Jokowi hanya Rp 1.644,22 T. Tapi oposisi mengangkatnya menjadi Rp5.000 T. Padahal, jika cermat hitung-hitungannya, utang Jokowi jauh lebih kecil dibanding utang SBY.

Pertanyaan berikutnya – tulis Gontha – manfaat apa yang dirasakan rakyat dari utang Era Jokowi?

Ini Jawabannya

Pembangunan I infrastruktur secara massif di seluruh Indonesia! mulai infrastruktur air, pertanian, listrik, BBM (satu harga), dan jalan raya. Semua wilayah terisolasi dibuka. Jokowi membuka gerbang konektivitas seluruh nusantara. Mulai dari wilayah terpencil, termasuk perbatasan (dengan negara lain), dan wilayah terdepan di pulau-pulau kecil di tengah Samudera Hindia dan Pasifik.

Tak hanya itu. Ada yang luput dari perhatian publik. Jokowi selain menambah utang, juga membayar utang yang jumlahnya cukup besar.

Total utang jatuh tempo dari 2014 (Era SBY) hingga 2018 (Era Jokowi) yang dibayar pemerintah mencapai Rp1.628 T. Utang yang dibayar ini merupakan pinjaman dan surat berharga negara (SBN).

Pada tahun 2014 Pemerintahan Jokowi membayar utang jatuh tempo Rp237 T. Tahun 2015 sebesar Rp226,26 T. Tahun 2016 sejumlah Rp322,55 T. Tahun 2017 sebesar Rp350,22 T. Bahkan tahun 2018 di tengah isu miring, Jokowi membayar utang senilai Rp492,29 T.

*Jokowi berutang Rp1.644 T, tetapi mampu membayar utang Rp 1.628 T. Artinya, utang Jokowi sejatinya cuma Rp16 T dalam 4 tahun kepemimpinannya.*

Bandingkan dengan utang tinggalan SBY selama 10 tahun yang mencapai Rp2.608.8 Triliun.

Mengapa Era SBY utangnya demikian besar? Karena untuk menyubsidi BBM Rp300 Triliun/tahun. Belum lagi rente yang dicatut broker minyak Petral di Singapura. Kedua kanker tersebut telah dipotong Jokowi.

Gontha – akuntan handal lulusan Praehap Institute di Belanda itu bertanya, apakah hal itu bisa disebut gali lubang tutup lubang? Tidak. Hanya pebisnis anak papi dan mami yang menyatakan pemerintah berutang untuk gali lubang tutup lubang – tulis mantan Vice Presiden American Express Bank Asia yang mulai berbisnis dari bawah itu.

Jokowi, sebelum jadi presiden adalah pengusaha handal. Ia bukan pengusaha rente. Bukan pengusaha papa minta saham.

Hidup dalam berbisnis, tulis Gontha, perlu modal. Dan modal didapat dari utang. Dengan berutang, pelaku bisnis bisa membeli aset, atau alat penggerak usaha. Hasilnya bisa untuk membayar utang.

Lihat driver gojek. Awalnya berutang untuk beli motor. Motor itu untuk ojek online (ojol). Pendapatannya dari ojol bersih, katakan antara Rp5 – 8 juta sebulan. Ia bisa menghidupi anak istrinya dan melunasi cicilannya. Motor pun kemudian jadi aset sang driver.

Itu pula yang dilakukan negara. Asal kalkulasinya cermat, utang itu akan terbayar dan negara punya aset. Hebatnya lagi, tidak seperti motor yang nilai intrinsiknya terus turun dari tahun ke tahun. Jalan tol, pelabuhan, bendungan, dan bandara nilai intrinsiknya makin lama makin mahal. Negara pun berlimpah aset berharga. Kaya!

Jokowi selama 4 tahun mampu membayar utang Rp1.628 Triliun. Jokowi berjanji tidak akan menambah utang lagi, khususnya utang luar negeri berbasis USD. Jokowi juga menginginkan semua pembangunan infrastruktur rampung secepatnya. Artinya, infrastruktur tersebut segera menghasilkan uang.

Kalau dalam 4 tahun Jokowi bisa membayar Rp1.628 triliun. Lalu setiap tahunnya pendapatan negara meningkat karena infrastruktur yang dibangunnya telah menghasilkan uang, maka besar kemungkinan Indonesia bisa membayar utang lebih besar dari angka jatuh tempo sebelumnya.

Bila itu terjadi, tulis Gontha (akuntan kaliber internasional), sekitar 10 tahun lagi, Indonesia akan bebas utang. Wow..!! Bila tercapai, Indonesia akan tumbuh menjadi negara kuat dan makmur. (Sumber: KAGAMA)

Ketika Susah

*Ketika Susah*

Ketika keadaan susah, apa apa jadi begah, kebijakan apapun jadi salah, banyak mulut nyinyir, meluncur bebas tanpa bisa dicegah.

Sekarang ini jamannya jaman demokrasi susah, kata ganjar pranowo para pemimpin letaknya di bawah, ditanah harus rela di injak2 terompah.

Ketika Jepang sengsara karena kalah, Hirosima luluh lantak, bahkan ekosistem kehidupan terkecilpun punah.

Para ahli barat memperkirakan karena terpapar radioaktif perlu 70 th untuk mengembalikan unsur hara tanah, namun di musim semi tahun pertama pendapat ahli terbantah.

Ternyata bunga2 oleandersan tumbuh subur, dahan dan ranting menyeruak dari tanah, bunga bunga di musim semi mulai merekah.

Dari situlah bangsa jepang mengambil hikmah, bahwa ketahanan dan kekuatan untuk hidup dan berkembang di contohkan oleh bunga oleander san yg kemudian dijadikan bunga semangat, pantang menyerah.

Ketika Korea selatan luluh lantak akibat perang saudara, bahkan rakyatpun harus antri Kimchi yg dijatah pemerintah.

Namun lihatlah kini Korea semua sudah berubah, rakyat bahu membahu dg pemerintah.

Pembangunan manusia sampai budaya jauh sudah melangkah, bahkan gangnam sampai drama korea menjadi primadona para tuan dan nyonyah.

Sementara itu di negeri antah berantah, ketika keadaan susah, rakyatnya disibukkan dg aksi saling berbantah.

Tunjuk hidung saling asah salah, keadaan gelap, bukan menyalakan lilin namun menyalahkan PLN (perusahaan lilin negara).

Sementara itu hiburan yg dicari adalah drama keributan keluarga, yang dibaca dan di forward kesana kemari adalah tragedi krisdayanti vs aurel Hermansyah.

Lalu apakah negara antah berantah itu akan menyerah. Yo mbuh lah.

Yg jelas bukan di negeriku. Karena dinegeriku hanya ada satu semboyan *pantang menyerah*

Kasongan 9 jun 2020
Wiw

Masyarakat Tidak Perlu Kawatir

*_OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kondisi Perbankan_*

OJK mencermati dalam beberapa hari ini beredar viral berita lama yang mengkaitkan kondisi beberapa bank, sementara seperti disampaikan Ketua BPK Agung Firman Sampurna meminta nasabah tidak perlu khawatir, takut, atau ragu terhadap bank-bank tersebut, karena pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK. Viralnya berita lama tersebut juga dimanfaatkan oknum yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank. OJK menyampaikan industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga.

OJK mengharapkan masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar. Jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081 157 157 157.

Https://m.detik.com/finance/moneter/d-5048780/ojk-minta-masyarakat-tak-perlu-khawatir-kondisi-perbankan

--------------

*Sebar hoax PKI bangkit, pangeran cendana dpt bingkisan kado dr menkeu....*
https://otomotifnet.gridoto.com/read/232185015/menkeu-tagih-utang-rp-12-triliun-dari-pabrik-mobil-timor-perkara-pelik-sejak-2006

Menkeu Tagih Utang Rp 1,2 Triliun Dari Pabrik Mobil Timor, Perkara Pelik Sejak 2006

Otomotifnet.com - Proyek mobil nasional Timor di bawah bendera PT Timor Putra Nasional (PTN) milik Tommy Soeharto wajib bayar hutang ke negara Rp 1,2 triliun.

Hal itu dikarenakan proyek mobnas tersebut gagal setelah terkena imbas krisis moneter pada 1997 lalu.

Meski TPN sudah tak lagi beroperasi, perusahaan tersebut masih meninggalkan kewajiban utang pada pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya bisa mengejar pelunasan utang tersebut.

Dikutip dari laman resmi Setkab, pemerintah berhasil mengamankan uang negara senilai Rp 1,2 triliun dari rekening TPN yang diblokir di Bank Mandiri.

Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak upaya Peninjauan Kembali (PK) kedua yang diajukan oleh PT Timor Putra Nasional terhadap Putusan PK Perkara 118 di PN Jakarta Utara terkait kasus pemblokiran uang Rp 1,2 triliun di Bank Mandiri.

Sri Mulyani berhasil menyelamatkan uang negara dari PT Timor Putra Nasional (TPN) milik Tommy Soeharto (Kolase Kompas.com & Warta Kota)

Dalam informasi yang dimuat di situs web Mahkamah Agung disebutkan, penolakan atas PK kedua PT TPN kepada Bank Mandiri dan Menteri Keuangan dengan Nomor Register 716 PK/PDT/2017 itu diputuskan oleh tiga majelis hakim MA pada 13 Desember 2017, dan sudah dikirimkan ke pengadilan pada 4 Juli 2018.

Kepala Biro Advokasi Sekretariat Jenderal Kemenkeu Tio Serepina Siahaan menyambut baik keputusan Majelis Hakim PK Mahkamah Agung itu dan bersyukur dengan kemenangan tersebut

Thursday, May 14, 2020

IMIP si Cantik Dari Morowali.


Bila di tahun 2025 nanti ada 1000 mobil listrik diproduksi setiap harinya dan itu baru di Morowali saja, apa yg akan terjadi?

Pasti ada rasa bangga.
Dan bila 1000 mobil listrik perhari yang dapat diproduksi itu mendekati angka 20% total produksi dunia? Dan bila tahun 2025 nanti ada lebih dari 100.000 orang dapat bekerja di Morowali.

Ini berita sangat menggembirakan yang akan membuat semangat nasionalisme kita bangkit.

Bagaimana bila diantara 100.000 tenaga kerja di Morowali ada sekitar 15.000 adalah TKA dan kebanyakan China?

PKI...!! TOLAAAAK..!!
Itulah realitas yang ada. Aneh bin ajaib, kita buka bengkel service motor di kampung sebelah syaratnya bengkel boleh dibangun, tapi pekerjanya kudu warga kampung itu. Bangkrut kita..!!

Ada proses transformasi keahlian disana. Tak semua orang kampung bisa dan mau bekerja sebagai mekanik. Alih kepandaian ini pasti butuh waktu.

Disisi lain, pasti ada bagian-bagian tertentu yang tak mungkin diberikan kepada orang lokal dan itu adalah sebuah kewajaran.

Sebelum Jokowi menjadi Presiden, Morowali mungkin adalah nama asing. Mungkin juga bahkan banyak orang tak mengetahui bahwa itu adalah nama sebuah kota.

Hingar bingar pertama adalah isu luar biasa santer saat pilpres yang lalu tentang ribuan TKA China demi kampanye negatif bagi Jokowi.

Sekarang cerita sudah berbeda. Semua kenal Morowali seolah sebagai ujung tombak kemajuan negara kita.

Nikel menjadi bintang bersinar.

Bayangkan, seorang Elon Musk pendiri Tesla dan CATL berkongsi dengan LG, VW hingga Mercedez menyatakan ingin berinvestasi di Morowali.

Elon Musk sang Iron Man di dunia pemilik Tesla kepincut dengan Morowali. Disana ada harta berharga milik rakyat Indonesia yang mampu membuat Elon Musk berlutut, seolah menggenggam seikat mawar, dia meminangnya.

Dulu, Morowali memang bukan siapa-siapa. Semua menoleh kepadanya setelah dia didandani dengan Undang-Undang No.4 tahun 2009. Peraturan yang melarang penjualan nikel ore, nikel dalam bentuk bongkahan yang belum mendapat sentuhan apapun.

Peraturan itu membuat Uni Eropa (EU) marah dan menggugat Indonesia di WTO. Indonesia bergeming. Tekad mempercantik Morowali sudah bulat.

Disanalah Morowali mulai didandani. Bak si cantik tanpa tanding, dia hanya siap bersanding dengan siapapun yang serius dan sungguh-sungguh demi masa depannya.

Didandani dengan regulasi dan insentif pajak yang menguntungkan kedua pihak secara adil, puluhan pangeran berebut mendapatkan perhatiannya.

Kalau Elon Musk yang.mau investasi kenapa yang datang dan kerja China?

Sama dengan Indonesia saat ini yang akan belajar menerima transfer tehnologi dari China, China mendapatkan pengetahuan tentang metalurgi dan permesinan dari Jerman. Eloktronika dari Korea dan Jepang. Tehnik pertambangan dari Israel.

Tak ada yang gratis disana, semua ada biayanya. Semua ada hitung-hitungannya. Ada bentuk kerjasama yang telah menyatukan mereka.

Mereka melakukan bisnis dengan banyak negara yang telah lebih dahulu maju. Mereka memiliki banyak perusahaan yang dimiliki secara bersama.

Bisnis tak kenal warna kulit. Duit juga tidak mengenal mata sipit dan belo. Hanya otak sakit saja yang masih sibuk dengan hal seperti itu dimasa kini.

Baik Tesla. Mercedes, VW hingga LG adalah perusahaan multinasional. Mereka memiliki perusahaan di China dengan operator China dan pekerja berbangsa China pula. Apakah setiap orang bermata sipit dan berkebangsaan China selalu membawa bendera Tiongkok?

"Apa hebatnya kalau yang dibuat hanya baterai mobil?"

Banyak pabrik di China yang akan dan sedang melakukan relokasi ke Morowali. Morowali sungguh menjadi seperti gula bagi para pelaku industri. Morowali seolah sedang menuju takdirnya sebagai bintang baru di dunia industri berteknologi tinggi.

Stainless steel, slab, nikel pick iron, verro chrome, carbon steel dan CRC Carbon atas berbagai ragam produk industri berbasis nikel dan bouksit adalah produk yang akan dibuat oleh pabrik yang telah siap relokasi.

Produk olahan cobalt serta lithium akan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan baterai untuk kendaraan listrik.

Nikel Laterit untuk memenuhi kebutuhan lithium generasi kedua yakni generasi yang kedua baterai super canggih berbasis lithium yang akan menjadi produk unggulan berskala internasional. Dan ingat..itu buatan Indonesia.

Dan..., salah satu pabrik pembuat microchip sebagai mata rantai dunia pemasok kebutuhan tehnologi super canggih untuk Samsung, Apple Mercedes, hingga Airbuspun telah siap memilih Morowali sebagai rumahnya.

Ini seperti mimpi. Kebijakan pemerintah dibawah Jokowilah yang membuat semua ini bisa terwujud. Insting bisnis dan mata jelinya siap membawa bangsa ini maju dengan sangat pesat.

Nikel sabagai harta luar biasa berharga sebagai anugerah bangsa ditambah dengan regulasi dan insentif yang dijadikan kebijakan telah membuat mereka berlomba.

Pemulihan ekonomi akibat bencana seolah menemukan jalan terang. Disana jalur itu semakin terlihat jelas. Kita hanya perlu mengikuti jalan itu.

PT. Indonesia Morowali Industrial Park - IMIP


----------------------------

Inilah China yang Kalian Benci.

Tahukah kalian, China yang kalian benci itu penduduknya lebih dari 1,4 miliar namun populasi Hape 1,7 miliar. Jumlah kelas menengah di china sebanyak 400 juta orang dari 150 juta keluarga. Dengan tingkat penghasilan sebulan rata rata per orang sebesar US$3,640 atau Rp. 45 juta.

Kelas menengah China itu terbesar di dunia. Mengalahkan semua penduduk Amerika. Mengalahkan semua penduduk ASEAN. Jadi jangan baper rakyat China mau pindah ke indonesia. Mereka lebih makmur dari kita.

Tahukah kalian, China yang kalian benci itu punya anggota sosial media terbesar di dunia, yaitu 770 juta user. Dan itu semua menggunakan aplikasi dalam negeri sendiri, Baidu, Alibaba and Tencent. Mereka bangsa mandiri dalam aplikasi IT. 90% aplikasi sosial media digunakan untuk bisnis, bukan utuk produsen hoax

Tahukah kalian, 90% suplai Chain industri di dunia ini dari 11 katagori berasal dari China. Kebayangkan, kalau hidup mati industri dunia, tergantung pasokan China. 1/3 sumber daya alam pembelinya adalah China. Kebayang engga kalau China engga beli. Akan banyak negara ketiga yang bangkrut.

China yang kalian benci itu, menghidupi bisnis pariwista dunia, yang mengirim wisatawan mencapai 150 juta orang setahun. Kebayang engga kalau mereka engga bisa wisata ke luar negeri. Berapa banyak bisnis wisata bangkrut.

China yang kalian benci itu, 25% dari top 500 perusahaan kelas dunia ada di China. Mereka negara yang mengirim pelajar ke luar negeri terbanyak di dunia. Negara yang membelanjakan biaya riset lebih besar dari APBN kita yaitu $293 billion setahun. Negara terbesar kedua di dunia yang membangun atas dasar IPTEK.

China yang kalian benci itu, adalah negara dengan tingkat hutang terbesar di dunia. Namun berhutang kepada rakyat sendiri, yang menerapkan skema pinjaman bagi hasil. Tingkat hutang berbasis sukuk atau syariah mencapai 260% dari PDB nya. Hanya 40% PDB hutang berbasis bunga.

Namun China adalah 3 negara kreditur terbesar yang membiayai APBN Amerika yang boros. Memberikan bantuan ekonomi ke semua negara islam di dunia termasuk Arab. Mereka bangsa mandiri dan tidak sungkan membantu negara lain. Bahkan kepada pembencinya sekalipun.

Mengapa kalian tidak belajar dari kesuksesan China yang membangun dengan konsep syariah. Padahal mereka bukan negara berbasis islam. Kalau tidak bisa bersaing, belajarlah kepada pesaing. Kalau tidak bisa mandiri, belajarlah kepada yang bisa mandiri.

Kebencian hanya melahirkan kebodohan. Jangan mengutuki orang yang sukses hanya karena kalian jadi orang gagal. Tirulah para sufi yang tak segan belajar, bahkan kepada anjing sekalipun.

Pahamkan sayang..

Babo EJB


-----------------------------

Trump is hopeless. Hatinya racist, terhadap siapapun, Afro, Hispanic, Jews maupun Cina.
Terhadap Cina itu sekedar politik untuk memperkuat kedudukan kepresidenannya dan sekarang menjelang pemilihan umum untuk his second term.
Trump dan Xi tetap kawan baik dibelakang layar politik.
Sewaktu Trump menuntut trade war, disabari dan dibiarkan Xi.
Sewaktu Covid19 in Xi tetap membantu dan mengirimkan kebutuhan America. Xi tidak bakal mempersulit Trump dan Amerika.
Trump memiliki investment besar di China, 15 golf courses dan gedung gedung dsb.
Sewaktu Trump aba aba mau perang, sepertinya sandiwara, antara Xi dan Trump siapa mau sampai habis habisan.
Trump dibelakang segala itu hanya politik, struggle untuk mendapatkan popularitas rakyatnya.
Dia tahu kapasitas dirinya tidak becus menguasai Covid19, sudah ada yang mengabarkan bahwa dia kapok menjadi president, mau quit saja.
Maka habis habisan marah kepada wartawan wanita yang menanyakan pertanyaan yang tajam.
Sengaja semua news media mengajukan wartawan wanita mereka memojoklan Trump, karena begitu arrogant Trump dia sendiri takut pada wanita, tidak bisa menang dalam petarungan mulut dengan mereka.
Yang merendahkan dan membicarakan ketidak baikan Trump bukan dari kita ini, terapi sehari hari dari semua media Amerika, mereka bukan leftists, mereka semua Amerika yang penegak kebenaran dan menjaga keruntuhan Amerika yang bisa dirusak karena mental breakfown Trump saat ini.
Perlu memakai pikiran yang terang dari pada mendukung dan membela dengan buta.

---------------------


Monday, May 27, 2019

Dari Huawei merembet ke New York. Ke kereta bawah tanah.

Long H-March

Rabo 22 May 2019
Oleh : Dahlan Iskan

Dari Huawei merembet ke New York. Ke kereta bawah tanah. Yang jaringannya teruwet di dunia itu. Yang bisingnya bikin kangen itu.

"Jangan-jangan teknologi kereta apinya juga dipasangi penyadap," ujar seorang anggota DPR Amerika asal New York. "Harus diperiksa yang teliti," tambahnya.

Perusahaan kereta bawah tanah Tiongkok memang ikut tender di New York. Tingkatnya baru tender desain. Tapi sudah menang.

Berikutnya akan tender pengadaan gerbongnya. Untuk menggantikan gerbong-gerbong lama yang sudah kuno itu. Kecenderungannya Tiongkok pula yang bakal menang. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan murahnya. Dan kesiapan sumber pendanaannya.

Belakangan pengadaan gerbong kereta bawah tanah di Amerika sudah selalu dimenangkan Tiongkok. Yang di Los Angeles. Di Chicago. Di Philadelphia. Di Washington DC.

Amerika memang harus menghadang semua langkah Tiongkok. Dengan alasan keamanan nasional. Tidak bisa dibantah. Korban pertamanya Huawei. Promotor 5G di dunia. Perusahaan Amerika dilarang menjual apa pun ke Huawei. Dan dilarang membeli apa pun dari Huawei. Itulah keputusan Presiden Donald Trump minggu lalu.

Huawei sanggup menandatangani jaminan tidak akan terjadi penyadapan.

Amerika tidak mau.

Huawei minta perusahaan telekomunikasi lain juga ditest hal yang sama.

Amerika tidak mau.

Akhirnya Huawei setengah menantang. Tidak boleh beli komponen dari Amerika tidak apa-apa. Huawei sudah siap. Sudah lama jaga-jaga. Sejak dulu sudah mengira siapa tahu ada kejadian seperti ini. Yang ternyata benar-benar terjadi.

Amerika mengira Huawei langsung terkena Achilles Heel-nya. Dikira di situlah kelemahan utama Huawei: tergantung pada chips bikinan Amerika.

Ternyata Huawei sudah bisa membuat chips sendiri. Melalui HiSilicon. Anak perusahaan yang khusus di bidang pembuatan chips. Yang dilahirkan khusus untuk jaga-jaga kalau ada masalah seperti ini.

Chips bikinan HiSilicon itu sebenarnya sudah dipakai Huawei. Untuk produknya yang kelas premium. Pembelian chips Huawei ke HiSilicon sudah mencapai sekitar Rp 140 triliun setahun. Baru sepertiga dari kebutuhan chips secara keseluruhan. Selama ini Huawei masih membeli chips dari beberapa perusahaan Amerika. Salah satunya Qualcomm. Senilai sekitar Rp 350 triliun setahun.

Perusahaan chips Amerika tentu akan kehilangan omset sebesar itu.

Huawei pun ternyata aman.

Ups... belum!

Amerika terus cari jalan mengejar Huawei. Ketemu. Google diminta untuk menghentikan kerjasamanya dengan Huawei. Google App, Google Play, YouTube dan Gmailnya tidak boleh lagi dipakai Huawei.

Pemilik HP Huawei, seperti saya, masih terus bisa menggunakan fasilitas milik Google itu. Tapi untuk produk Huawei yang baru sudah tidak boleh lagi.

Belum ada penjelasan bagaimana Huawei mengatasi hukuman terbaru ini. Di pasar Tiongkok tidak ada masalah. Di Tiongkok, Google memang sudah lama dilarang. Tiongkok punya 'google' sendiri: Baidu.

Tapi untuk pasar Huawei di luar Tiongkok perlu ada  penjelasan khusus. Itulah yang lagi ditunggu dunia. Yang jelas Huawei tidak akan tinggal diam. "Dalam dua tiga tahun ke depan Amerika masih belum bisa mengejar Huawei," ujar Ren Zhengfei, pendiri Huawei.

Begitu seru langkah-langkah Trump.

Baru kali ini terjadi. Negara melawan satu perusahaan swasta.

Trump terus mempertahankan prinsipnya: sudah terlalu lama Amerika mengalah ke Tiongkok. Di bidang perdagangan. Ia tidak menyalahkan Tiongkok. Ia selalu menyalahkan presiden-presiden Amerika sebelumnya. Yang tidak mau berbuat seperti yang ia lakukan sekarang ini.

Tiongkok sendiri masih terus cari akal. Apa lagi yang bisa dilakukan. Setelah tidak mau mengimpor kedelai, jagung dan babi dari Amerika.

Dua hari lalu Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan ke daerah selatan. Ke Provinsi Jiangxi. Ke satu pegunungan di perbatasan dengan Fujian. Ke Desa Yudu.

Di situ ada monumen bersejarah. Tempat Mao Zedong dulu memulai long march. Menghindari kejaran tentara nasionalis pimpinan Chiang Kai Shek.
Dari situ Mao dan pengikutnya melakukan perjalanan jauh. Yang melelahkan. Dan membahayakan. Menerobos  pegunungan-pegunungan tinggi. Melintasi enam provinsi. Sambil menyusun kekuatan. Dan kehilangan separo tentaranya. Terutama saat menyeberang sungai ganas di Guangxi. Di saat banjir besar.

Akhirnya Mao tiba di Provinsi Xi'an di utara. Di sana disambut tokoh daerah. Yang menambah semangat perjuangan Mao. Di sinilah Mao menyusun pasukannya. Untuk menaklukkan kekuasaan Chiang Kai Shek di seluruh Tiongkok. Tokoh daerah yang menyambutnya itu adalah: ayah Xi Jinping.

Kunjungannya ke Yudu itu ditafsirkan sebagai napak tilas. Bahwa Tiongkok siap melakukan long march baru. Long march di zaman modern. Menderita dalam waktu yang panjang. Sambil tidak mau takluk pada musuh. Kali ini musuhnya adalah Amerika.

Isyarat yang ingin disampaikan: Tiongkok siap untuk perang panjang. Dengan segala pengorbanan.

Xi Jinping lantas mengunjungi satu pabrik di Jiangxi. Bukan pabrik sembarang. Ini pabrik rare earth. Tanah jarang. Tanah langka. Yang memproduksi 27 jenis kimia tambang. Salah satunya bahan baku low carbon. Yang dipakai untuk membuat layar HP, casing HP, pesawat TV dan elektronik lainnya.

Tiongkok menguasai 90 persen bahan baku rare earth dunia. Ada kemungkinan Tiongkok akan melarang ekspor rare earth ke Amerika.

Kita memiliki sedikit rare earth di Bangka. Yang dulu diekspor sebagai tanah sisa tambang. Kini benda itu tentu sangat berharga. Di sela-sela perang dagang mereka.

Perang dagang telah berkembang ke perang dingin.(Dahlan Iskan)

https://www.disway.id/r/458/long-h-march

Saturday, February 16, 2019

BERUNTUNGLAH ZAKY PUNYA PRESIDEN SEPERTI JOKOWI



Akhirnya Achmad Zaky gak kuat. CEO Bukalapak ini datang menemui Jokowi di Istana. Ia mengerahkan segala energi dan jaringannya untuk bisa diterima meski hanya beberapa menit.

Zaky mengirim sinyal, jika tidak secepatnya Jokowi turun tangan, Bukalapak bakal semaput. Amukan netizen memang luar biasa mengancam masa depan Zaky.  Ada1500 karyawan disana.

Bukan hanya Bukalapak. Hijup.com yang dimiliki istri Zaky juga gak luput dari bahaya. Para pecinta Jokowi bereaksi negatif juga.

Sebetulnya cuitan Zaky yang bilang 'pemerintah omong kosong' dan 'presiden baru', bagi Jokowi dianggap biasa saja. Kayak angin lalu. Setiap orang bebas mengekspresikan pilihan politiknya.

Ketika Presiden ikut mendorong Bukalapak membesar, juga gak mikir Zaky itu pendukung siapa. Yang ada di kepala Jokowi hanyalah membantu membesarkan bisnis anak bangsa. Milik anak-anak Indonesia.

Jokowi tidak berharap setelah itu mereka akan mendukungnya. Atau memberikan suara kepadanya. Dia hanya mencintai negeri ini. Mencintai karya anak Indo esia. Ia hanya ingin mendorong semuanya untuk maju.

Jika setelah usahanya diendorse Jokowi, orang seperti Zaky tetap terang-terangan mendukung Prabowo, itu biasa saja. Gak akan menyurutkan Jokowi untuk membesarkannya. Itulah yang dinamakan kerja dengan cinta. Ia hanya menjalankan tugasnya dengan baik. Ia hanya memposisikan dirinya pengayom semuanya.

Bukalapak adalah karya asli orang Indonesia. Gak peduli apapun pilihan politiknya, bagi Jokowi harus tetap dibesarkan. Sebab memajukan karya asli Indonesia adalah kewajibannya sebagai Presiden. Agar mereka bisa tumbuh maksimal.

Tapi menjadi pendukung Jokowi, bukan kewajiban seorang Ahcmad Zaky.

Kamu fikir, sebagai Presiden dia gak tahu kemana afiliasi politik orang yang ingin dibesarkannya?

Makanya pagi ini, Presiden bersedia bertemu CEO Bukalapak. Zaky yang sejak kemarin pusing tujuh keliling, merengek minta waktu Jokowi. Setelah cuitannya itu, Zaky berharap pertemuannya dengan Jokowi bisa menolong posisi Bukalapak yang yang terjepit.

Apa Jokowi marah karena cuitan Zaky lalu membiarkan Bukalapak terseok? Apa dukungan terbuka Achmad Zaky kepada Prabowo cukup untuk membuat Jokowi sakit hati?

Gak. Zaky boleh bertindak semaunya. Dia bebas menentukan pilihan politiknya. Tapi kecintaan Jokowi pada karya-karya anak bangsa jauh lebih tinggi dari sekadar Copras-capres. Apapun pilihan politik Zaky, tidak menutup pintu Jokowi untuk tetap menerimanya.

Maka, siang ini Jokowi menerima Zaky di istana. Mendengar keluh kesahnya. Dan mendoakan agar usaha Zaky tetap tumbuh maksimal.

Beruntunglah Zaky, punya Presiden sebaik itu. Beruntunglah kita punya pemimpin yang di hatinya tidak terselip rasa dendam. Pilpres ini tidak cukup menjadikan Jokowi manusia politik. Ia tetap seorang yang bekerja dengan cinta.

Bahkan dari kemarin, dua putra Jokowi, Kaesang dan Gibran sudah pasang badan untuk membela Zaky. Mereka gak peduli dengan pilihan politik Zaky. Mereka, seperti juga ayahnya, mencintai negeri ini dan karya-karya orang di dalamnya, jauh lebih besar dari sekadar copras-capres.

Maka hari ini, sepertinya kita cukupkan kemarahan kita pada Zaky dan Bukalapak. Saya mau tiru Jokowi. Pilpres tidak menjadikan kita manusia pemarah.

Sebab kita mendukung Jokowi, karena kita tahu, dia orang baik...

"Ahcmad Zaky beruntung mas. Dia punya Presiden seperti Jokowi," ujar Abu Kumkum.

# Pakdhe panceen luar biasa hatinya.. ☝πŸ₯°


MEMAHAMI ACHMAD ZAKI DAN BUKA LAPAK-NYA
- Andi Setiono M.

Barangkali inilah sebuah ironi berusaha di abad milineal. Seorang anak desa, lahir di kota kecil Sragen, lalu berkesempatan kuliah di PTN ternama bernama ITB. Lalu membangun sebuah start-up kekikinian, bernama Buka Lapak. Sukses story yang sebenarnya biasa saja, Bisa terjadi dan dialami semua orang, pembedanya cuma dua minimal: keberuntungan dan popularitas. Keberuntungan tak bisa dibeli, tapi tentu saja popularitas sangat bisa dieksploitasi. Senyampang dengan itu, sesungguhnya keduanya saling mereduksi, semakin tinggi popularitas yang di dapat sebenarnya, keberuntungannya semakin menyusut. Bila tak bisa dibilang pelan2 menjauh dan menghilang. Itulah yang terjadi pada Achmad Zaki. Dari seorang funder dan membanggakan diri dengan stempel CEO, sesungguhnya ia terakhir hanya pemilik 1% dari perusahaan yang didirikannya itu. Berapa-pun nilainya perusahaan itu, ia hanya minortas yang memiliki kuasa dan pengaruh di anak yang sempat dilahirkannya itu. Frustasi dan kegilaan dari seorang founder dan CEO, yang sesungguhnya tak lebih seorang pion. Bagaimana bisa?

Bisnis on-line seperti ini sesungguhnya tidaklah sama dengan bentuk bisnis lain yang memiliki kolateral yang dapat diagunkan ke bank. Ia tidak sama dengan dengan bisnis properti atau kendaraan bermotor yang jelas agunannya. Dunia perbankan tidak mungkin membiayai jenis start-up bisnis seperti ini, sehingga kalau ingin membesar mereka harus terus mengejar investor. Karena itulah, jenis bisnis seperti harus selalu high-profile. Hal yang kalau dikaitkan, dengan profil AZ jadi sangat gak nyambung sejak awal. Ia thengil, lebay, dan celometan. Ia membangun Bukalapak mulanya dengan mencoba menggandeng Sandiaga Uno, Oportunis yang lain, yang sebagaimana kita tahu bisnis sesungguhnya hanya jual beli konsesi dan pengejar rente.  Coba saya ingatkan, bahwa hanya dengan modal dengkul Sandi merapat (dulu) ke Partai Demokrat lalu mendapat konsesi pembangunan jalan Tol Cipali. Di tengah jalan konsesi ini dijual pada Group Astra yang memberinya keuntungan triyunan tanpa modal sepeserpun. Itu alasan kenapa, Prabowo merekrutnya: di luar gayanya yang "menyebalkan dan suka bersandiwara" itu, ia figur yang pandai mencari uang. Menutupi lubang menganga kebutuhan dana kampanye yang tak lagi bisa dipenuhi oleh keluarga Djojohadikusumo itu. Berharap dari Cendana? Kasihan deh loe...

Lalu diperkenalkanlah ia pada  Edy Sariatmadja pendiri dan pemilik EMTEK, yang konon juga lagi butuh punya eksistensi di bisnis on-line. Dari sinilah mereka bisa berharap masuk bursa saham. Artinya apa? Ia memperoleh keuntungan bukan  return nya bukan dari profit real bisnis tetapi dari value saham di market. Dan karena untuk bisa eksis di bursa saham, ia harus cukup "nampang", ia butuh terus menerus dana tambahan. Sejenis buaya mangap, yang tak pernah kenyang!  Salah satu yang dilakukannya sejak tahun 2017, Bukalapak berusaha menarik dana dari publik melalui penerbitan reksadana. Tetapi nilainya tidak significant untuk memenuhi ROE layak masuk bursa. Dan kesempatan terkakhir, saat ia ikut tender di lingkaran pemerintah yang konon berbau R&D (Research & Development) dan ia gagal. Lalu sebagaimana kita tahu, ia celometan di twitter menyalahkan anggaran riset yang terbatas, sialnya pakai data yang salah. Dan lebih buruk, ia pengen ganti presiden. Saya tidak tahu, apa reaksi Edy Sariatmadja, yang telah menolongnya itu. Karena ES tercatat sebagai salah satu ring satu pendanaan kampanye Jokowi. Konon setehari setelah ia ngacapruk, valuasi nilai perusahannya telah turun 30% dan diperkirakan akan semakin turun.... Ia bukan saja dihukum oleh netizen seacar sosial, ia juga telah bunuh diri secara bisnis.

Jadi AZ ini, tidak saja mengkhianati Jokowi yang meng-endorse bisnis-nya sedemikian rupa agar berkembang. Tetapi terutama investornya. Bagian paling buruknya adalah ia bermimpi dapat pertolongan dari kelompok sebelah! Sambil mencampakkan orang2 yang sudah riil menolongnya. Buah simalakama yang ditimbulkan sungguh luar biasa. Jadi agak ngaco membandngkannya dengan kasus Sari Roti dan Traveloka. Semestinya tidak ada yang harus happy dari peristiwa ini, semua harus merasa kehilangan dan kecolongan. Semua kita kehilangan sebuah modal baik. Kalau kelompok sebelah seolah bersorak? Bersorak untuk apa?  Emang mereka bisa memberi pertolongan apa? Berharap dari langit ke tujuh? Ini adalah cermin kebodohan dan kekonyolan dari seorang anak muda yang sok bergaya milineal. Ingin tampak keren, tapi sebenarnya sangat ndeso. Orang desa saja masih lebih beruntung karena punya kerendahan hati dan kejujuran.

Orang Jawa bilang ia adalah typical wong sing ora kuat nyangga drajat! Mungkin habitat aslinya memang sebatas berdiang di aquarium ikan!

Tags

Analisis Politik (275) Joko Widodo (150) Politik (106) Politik Baik (64) Berita Terkini (59) Pembangunan Jokowi (55) Jokowi (52) Lintas Agama (31) Renungan Politik (31) Perang Politik (29) Berita (27) Ekonomi (25) Anti Radikalisme (24) Pilpres 2019 (23) Jokowi Membangun (22) Perangi Radikalisme (22) Pembangunan Indonesia (21) Surat Terbuka (20) Partai Politik (19) Presiden Jokowi (19) Lawan Covid-19 (18) Politik Luar Negeri (18) Bravo Jokowi (16) Ahok BTP (14) Debat Politik (14) Radikalisme (13) Toleransi Agama (12) Caleg Melineal (11) Menteri Sri Mulyani (11) Perangi Korupsi (11) Berita Hoax (10) Berita Nasional (9) Education (9) Janji Jokowi (9) Keberhasilan Jokowi (9) Kepemimpinan (9) Politik Kebohongan (9) Tokoh Dunia (9) Hidup Jokowi (8) Anti Korupsi (7) Denny Siregar (7) Jokowi Hebat (7) Renungan (7) Sejarah Penting (7) Selingan (7) Ahok (6) Health (6) Perangi Mafia (6) Politik Dalam Negeri (6) Gubernur DKI (5) Jokowi Pemberani (5) KPK (5) Khilafah Makar (5) Kisah Nyata (5) Lawan Radikalisme (5) NKRI Harga Mati (5) Negara Hukum (5) Partai PSI (5) Pengamalan Pancasila (5) Pilkada (5) Refleksi Politik (5) Teknologi (5) Anti Teroris (4) Bahaya Khalifah (4) Berita Baru (4) Dugaan Korupsi (4) Indonesia Maju (4) Inspirasi (4) Kebudayaan Indonesia (4) Lagu Jokowi (4) Mahfud MD (4) Menteri Pilihan (4) Pancasila (4) Pendidikan (4) Pileg 2019 (4) Politik Identitas (4) Sejarah (4) Tokoh Masyarakat (4) Tokoh Nasional (4) Vaksin Covid (4) Adian Napitupulu (3) Adudomba Umat (3) Akal Sehat (3) Analisa Debat (3) Artikel Penting (3) Atikel Menarik (3) Biologi (3) Brantas Korupsi (3) Covid-19 (3) Demokrasi (3) Dewi Tanjung (3) Hukum Karma (3) Karisma Jokowi (3) Kelebihan Presiden (3) Kesaksian (3) King Of Infrastructur (3) Lagu Hiburan (3) Makar Politik (3) Melawan Radikalisme (3) Musibah Banjir (3) Nasib DKI (3) Nasihat Canggih (3) Negara Maju (3) Negara Makmur (3) Nikita Mirzani (3) PKN (3) Pembubaran Organisasi (3) Pemilu (3) Pendidikan Nasional (3) Pendukung Jokowi (3) Penegakan Hukum (3) Poleksos (3) Politik Adudomba (3) Rekayasa Kerusuhan (3) Rencana Busuk (3) Revisi UUKPK (3) Sederhana (3) Tanggung Jawab (3) Testimoni (3) Tokoh Revolusi (3) Waspada Selalu (3) Ada Perubahan (2) Agenda Politik (2) Akal Kebalik (2) Akal Miring (2) Anggaran Pemprov (2) Antusias Warga (2) Arsitektur Komputer (2) Basmi Mafia (2) Basmi Radikalisme (2) Beda Partai (2) Berita Internasional (2) Budiman PDIP (2) Capres Cawapres (2) Cinta Tanah Air (2) Dasar Negara (2) Denny JA (2) Erick Thohir (2) Etika Menulis (2) Filsafat (2) Fisika (2) Gerakan Budaya (2) Gereja (2) Himbauan (2) Information System (2) Isu Sara (2) Jaga Presiden Jokowi (2) Jalan Toll (2) Jenderal Pendukung (2) Jihat Politik (2) Jokowi Commuter (2) Jokowi Guru (2) Jokowi Motion (2) Kabinet II Jokowi (2) Kasus Hukum (2) Kasus Korupsi (2) Kehebatan Jokowi (2) Kemajuan Indonesia (2) Kemanusiaan (2) Kerusuhan Mei (2) Komputer (2) Komunikasi (2) Kriminalisasi Ulama (2) Langkah DPRD-DPR (2) Lawam Penghianat Bangsa (2) Lawan Fitnah (2) Mafia Indonesia (2) Media Sosial (2) Menteri Susi (2) Merakyat (2) Miras (2) Motivasi (2) Nilai Rupiah (2) Olah Raga (2) Opini (2) Pembangunan Pasar (2) Pemimpin Pemberani (2) Pengadilan (2) Pengatur Strategi (2) Penjelasan TGB (2) Penyebar Hoax (2) Perangi Terroriis (2) Pidato Jokowi (2) Political Brief (2) Politik ORBA (2) Program Jokowi (2) Raja Hutang (2) Ruang Kesehatan (2) Sampah DKI (2) Sertifikat Tanah (2) Simpatisan Jokowi (2) Suka Duka (2) Sumber Kekuasaan (2) Survey Politik (2) Tegakkan NKRI (2) Tenaga Kerja (2) Tirta Memarahi DPR (2) Toll Udara (2) Transparan (2) Ucapan Selamat (2) Ulasan Permadi (2) Ultah Jokowi (2) Undang Undang (2) Adek Mahasiswa (1) Aksi Gejayan (1) Aksi Makar (1) Alamiah Dasar (1) Ancaman Demokrasi (1) Anggarana Desa (1) Anies Dicopot (1) Ansor Banten (1) Antek HTI (1) Anti Cina (1) Anti Terrorris (1) Anti Vaksin (1) Anti Virus (1) Arti Corona (1) Aset BUMN (1) Atheis (1) BIN (1) BTP (1) Bahasa Indonesia (1) Bahaya Isis (1) Bangkitkan Nasionalisme (1) Bangsa China (1) Bank Data (1) Bantu Dishare (1) Basuki Tjahaya Purnama (1) Bawah Sadar (1) Bencana Alam (1) Berani Karena Jujur (1) Berani Melapor (1) Binekatunggal Ika (1) Bintang Mahaputera (1) Bisnis (1) Bongkar Gabeneer (1) Bravo Polri (1) Bravo TNI (1) Breaking News (1) Budiman Sujatmiko (1) Bumikan Pancasila (1) Bunuh Diri (1) Busana (1) Buya Syafii Maarif (1) Calon Menteri (1) Cari Panggung Politik (1) Cctvi Pantau (1) Cendekia (1) Croc Brain (1) Cudu Nabi Muhammad (1) Cybers Bots (1) Daftar Tokoh (1) Dagang Sapi (1) Danau Toba (1) Data Base (1) Demo Bingung (1) Demo Gagal (1) Demo Mahasiswa (1) Demo Nanonano (1) Demokrasi Indonesia (1) Deretan Jenderal (1) Dewan Keamanan PBB (1) Digital Divelovement (1) Dosa Kolektif (1) Dubes Indonesia (1) Ekologi (1) Extrimis (1) FBR Jokowi (1) Faham Khilafah (1) Filistinisme (1) Filosofi Jawa (1) Free Port (1) Fund Manager (1) G30S/PKI (1) GPS Tiongkok (1) Gagal Faham (1) Gaji Direksi (1) Gaji Komisaris (1) Gaya Baru (1) Gelagat Mafia (1) Geografi (1) Gerakan (1) Gerakan Bawah Tanah (1) Gibran (1) Grace Natalie (1) Gubernur Jateng (1) Gus Nuril (1) Gusti Ora Sare (1) HTI Penunggang (1) Hadiah Tahun Baru (1) Hari Musik Nasional (1) Hiburan (1) Hukuman Mati (1) Hypnowriting (1) Identitas Nusantara (1) Illegal Bisnis (1) Ilmu Pengetahuan (1) Ilusi Identitas (1) Imperialisme Arab (1) Indonesia Berduka (1) Indonesia Damai (1) Indonesia Hebat (1) Injil Minang (1) Intermezzo (1) Internet (1) Intoleransi (1) Investor Asing (1) Islam Nusangtara (1) Istana Bogor (1) Isu Agama (1) Isu Politik (1) J Marsello Ginting (1) Jadi Menteri (1) Jalur Gaza (1) Jangan Surahkan Indonesia (1) Jembatan Udara (1) Jenderal Moeldoko (1) Jenderal Team Jkw (1) Jilid Milenial (1) Jiplak (1) Jokowi 3 Periode (1) Jokowi Peduli (1) Jualan Agama (1) Jurus Pemerintah (1) Jusuf Kalla (1) Kadrun (1) Kambing Hitam (1) Kampus Terpapar Radikalisme (1) Kasus BUMN (1) Kasus Keluarga (1) Kebusukan Hati (1) Kecelakaan (1) Kehilangan Tuhan (1) Kehilangan WNI (1) Kekuasaan (1) Kekuatan China (1) Kemengan Jokowi (1) Kena Efisensi (1) Kepribadian (1) Keputusan Pemerintah (1) Kerusuhan 22 Mei (1) Kesaksian Politikus (1) Keseahatan (1) Ketum PSI (1) Kitab Suci (1) Kode Etik (1) Komnas HAM (1) Komunis (1) Konglomerat Pendukung (1) Kopi (1) Kota Bunga (1) Kota Misteri (1) Kota Modern (1) Kota Zek (1) Kredit Macet (1) Kuliah Uamum (1) Kunjungan Jokowi (1) Kurang Etis (1) LPAI (1) Lagu Utk Jokowi (1) Lahan Basah (1) Larangan Berkampanye (1) Larangan Pakaian (1) Lawan Rasa Takut (1) Leadership (1) Legaci Jokowi (1) Lindungi Jokowi (1) Lintas Dinamika (1) Luar Biasa (1) MPG (1) Mabok Agama (1) Mafia Ekonomi (1) Mafia Tanah (1) Mahakarya (1) Mahkamah Agung (1) Manfaat Vaksin (1) Mari Tertawa (1) Masa Kampanye (1) Masalah BUMN (1) Matematika (1) Membunuh Sains (1) Mempengaruhi Musuh (1) Mempengaruhi Orang (1) Mendisplinkan Siswa (1) Mengharukan (1) Menghasut Pemerintah (1) Menghina Lambang Negara (1) Mengulas Fakta (1) Menjaga Indonesia (1) Menjaga Jokowi (1) Menjelang Pemilu (1) Menjlang Pelantikan (1) Menko Polhukam (1) Menteri (1) Menteri Agama (1) Menteri Sosial (1) Menydihkan (1) Mesin Pembantai (1) Minuman Keras (1) Model Tulisan (1) Muhamad Ginting (1) Mumanistik (1) Muslim Prancis (1) Musu RI (1) Musuh Dlm Selimut (1) Obat Tradisional (1) Oligarki (1) Omnibus Law (1) Oramas Terlarang (1) Orang Baik (1) Orang Beragama (1) Orang Bodoh (1) Orang Kaya (1) Ormas Islam (1) Otak Kebalik (1) Overdosis Haram (1) PHK dan Buruh (1) Panduan (1) Pantau Jakarta (1) Para Makar (1) Parawisata (1) Partai Baru (1) Partai Komunis (1) Pasar Murah (1) Pelarian (1) Pembayaran Utang Negara (1) Pembela Rakyat (1) Pembumian Pancasila (1) Pemerintahan Jayabaya (1) Pemilihan Presiden (1) Pemprov DKI (1) Pencerahan (1) Pencucian Uang (1) Pendukung Lain (1) Penebaran Virus so (1) Pengacau Negara (1) Pengalaman (1) Pengangguran (1) Pengaruh (1) Pengertian Istilah (1) Pengertian Otoritas (1) Penggulingan Rezim (1) Penghianat Bangsa (1) Pengobatan (1) People Power (1) Perang Dunia III (1) Perangi Tetroriis (1) Peraturan (1) Perayaan Natal (1) Percobaan (1) Perguruan Tinggi (1) Peringatan Keras (1) Peristiwa Mei 1998 (1) Pernikahan (1) Pernyataan ISKA (1) Pertamina (1) Pertemuan Politik (1) Pesan Gus Nuril (1) Pesan Habib (1) Peta Politik (1) Pidato Prisiden RI (1) Pil Pahit Srilanka (1) Pilkada 2018 (1) Pilkada Solo (1) Pilpres Curang (1) Pimpinan MPR (1) Politik Agama (1) Politik Catur Jkw (1) Politik Kepentingan (1) Politik LN (1) Politik Uang (1) Politikus (1) Pollitik (1) Profesional (1) Propaganda (1) Propaganda Firehose (1) Psikoanalisa (1) Psikologi Praktis (1) Puisi (1) Pulau Terindah (1) Quick Count (1) RUU Kadrun (1) Raja Bonar (1) Raja Debat (1) Raksasa (1) Rakyat Kecil (1) Realita Politik (1) Rekam Jejak (1) Rekapitulasi DPS (1) Reklamasi Pulau (1) Relawan Jokowi (1) Remix Sunda (1) Rendah Hati (1) Reungan Politik (1) Rhenald Kasali (1) Risma (1) Ruhut P Sitompul (1) Saksi Yehuwa (1) Sangat Canggih (1) Scandal BLBI (1) Seharah Pers (1) Sehat Penting (1) Sejarah Politik (1) Sekilas Info (1) Selamat Imlek (1) Sembuhkan Jiwasraya (1) Seni (1) Seniman Bambu (1) Shanzhai (1) Sidak Harga (1) Sidang MPR (1) Sigmun Freud (1) Silaturahmi (1) Sistem Informasi (1) Skema Kerusuhan (1) Skenario 22 Mei (1) Skenario Demonstrans (1) Skripsi (1) Soekarno (1) Stasiun KA (1) Suku Minang (1) Sumber Inspirasi (1) Super Power (1) Superkarya (1) Syirianisasi (1) System Informasi (1) TKA Siapa Takut (1) Tahun Kampret (1) Taliban (1) Tanda Kehormatan (1) Tanda Zaman (1) Tanggapan Atas Pidato (1) Tanya Jawab (1) Tebang Pilih (1) Teori Kepribadian (1) Terkaya Indonesia (1) Terorisme (1) Tidak Becus Kerja (1) Tindakan Makar (1) Tingkat Kemiskinan (1) Tinjauan Filsafat (1) Tips dan Trik (1) Toleransi Identitas (1) Travelling (1) Tuan Rumah (1) Tukang Kayu (1) UU Cipta Kerja (1) Ucapan Gong Xi Fat Choi (1) Ulama Bogor (1) Ulasan Berita (1) Ulasan Suriah (1) Ustadz Bangsa (1) Via Vallen (1) Virus Covid-15 (1) Wajib Baca (1) Wakil Tuhan (1) Wali Kota (1) Wanita Kartini (1) Wewenang (1) Yusril Blakblakan (1)